FAQ: LELUHUR, PUSAKA, GURU SEJATI

FAQ :  TENTANG LELUHUR, PUSAKA, GURU SEJATI

1. Mas, mohon dijelaskan bagaimana caranya agar supaya terjalin hubungan atau komunikasi dengan leluhur. Atau bagaimana tata cara yang harus dilakukan agar kita dijangkung dan dijampangi oleh leluhur ?

Jawab :

Banyak cara bisa ditempuh. Antara lain sebagai berikut :

  1. Sering mendoakan beliau, dengan doa akan terjalin tali rasa. Namun doa akan lebih mantab bila tidak hanya dilakukan dari rumah. Cara ini cenderung mengambil jalan yang paling mudah. Nilai keprihatinannya masih rendah, sebab perjuangan dan usaha dalam perbuatan nyata belum termanifestasikan.
  2. Agar mendapat tataran “laku” prihatin yang lebih tinggi hendaknya jangan segan atau sungkan mengunjungi makam beliau. Tidak sekedar mengunjungi saja, namun rawatlah, bersihkan, rapikan, dan akan lebih bagus bila ditaburi bunga supaya tampak indah, terasa  wangi, segar, tidak serem, dan tidak seperti kuburan binatang.
  3. Setelah itu doakan supaya amal kebaikan diterima di sisi Tuhan YME, segala kesalahan mendapatkan ampunan. Tempatkan beliau dalam tempat kemuliaan sejati, lepaso parane jembaro kubure.
  4. Perlu diugemi, jika anak turun mengabaikan beliau, jangan berharap akan dijangkung dan dijampangi. Mohon doa restunya, sebagaimana anda mohon doa restu kepada orang tua, kakek-nenek, eyang, embah, kaki-nini anda sendiri yang masih hidup. Perasaan anda jangan anggap sebagai orang sudah mati, anggap saja para leluhur tak ubahnya sebagai orang masih hidup, dan memang beliau tetap hidup di dalam kehidupan yang sejati.
  5. Lakukan ziarah, merawat makam, menabur bunga (nyekar) dan mendoakan langsung di makam beliau secara berkala, terutama di saat hari-hari besar keagamaan, dan pada saat anda akan melaksanakan suatu pekerjaan dan tugas-tugas besar atau berat. 

2. Adakah suatu tata cara/ritual yang perlu dilakukan di rumah sendiri ?

Jawab :

Ada juga beberapa cara yang biasa dilakukan para pendahulu kita misalnya sbb :

  1. Pada saat-saat tertentu misalnya malam selasa kliwon, jumat kliwon, jumat legi, dilakukan tirakat di rumah, sesirih (tidak melakukan hub seks), maneges/mohon doa, bersyukur. Malam selasa kliwon dan jumat kliwon adalah hari besar dan agung bagi alam gaib secara umum, namun KHUSUS untuk LELUHUR yakni MALAM JUMAT LEGI. Maka biasanya bagi anak turun yang melakukan tirakat agar mendapat berkah dari para leluhurnya sendiri dipilih malam jumat legi untuk “laku prihatin” dan maneges.  
  2. Adapun uborampe yang biasa digunakan bunga setaman diletakkan di dalam rumah atau di luar rumah. Membuat kopi dan teh tubruk di cangkir atau gelas tak perlu ditutup.
  3. Membersihkan rumah, membuang sampah-sampah terutama yang ada di dalam rumah.
  4. Mengenakan minyak atau wangi-wangian. Khusus untuk leluhur bangsa Arab biasanya menggunakan minyak jakfaron, hajar aswad, kesturi dsb. Untuk tradisi Jawa biasa menggunakan minyak cendana, melati, kantil dan sejenisnya. Ubo rampe ini sekedar instrumen untuk memperkuat tali rasa. 

3. Mas Sabda, kenapa untuk menjalin komunikasi dengan leluhur cara-cara tersebut musti dilakukan ? mohon pencerahan.

Jawab :

Ibaratnya anda ingin mendapat doa restu secara tulus dari orang tua atau kakek nenek anda sendiri, tentunya anda juga harus menjadi anak atau cucu yang berbakti kepada beliau-beliau, sering menengok, memberi perhatian, kasih sayang. Nah, sikap berbakti pada leluhur yg telah meninggal caranya dengan ziarah, mendoakan, menghaturkan bunga setaman, kopi tubruk dan teh tubruk hanyalah salah satu cara untuk  mewujudkan rasa berbakti kita pada orang-orang yang telah menurunkan kita, bahkan telah mewariskan ilmu pengetahuan maupun harta benda warsan hingga saat ini dapat kita nikmati. Alangkah kejamnya hati kita bila membiarkan makam beliau terlantar tidak pernah dirawat hanya gara-gara alasan musrik. Sementara warisannya masih di nikmati hingga sekarang.

4. Mohon penjelasan berhubungan dengan musrik atau tidaknya kita menjalin hubungan dengan leluhur kita. Dan bagaimana ciri-ciri atau tanda-tanda kehadiran leluhur ?

Jawab :

Saya balik tanya pada anda : bila anda mohon doa restu, berbakti pada orang tua, kepada kakek nenek yang masih hidup apakah dapat disebut musrik ? Sedangkan leluhur bedanya beliau sudah tidak memiliki jasad kotor lagi, masih hidup di alam kelanggengan, sebagai kehidupan yang sejatinya, kehidupan yang sudah tidak terkena polusi nafsu duniawi. Kenapa dianggap musrik ? Padahal musrik itu letaknya bukan pada perbuatan, namun ADA DI DALAM HATI DAN POLA PIKIR KITA. Dan saya yakin kemajuan ilmu pengetahuan telah membawa manusia di zaman modern ini pada  pemahaman bahwa segala sesuatu berasal dari sang Causa Prima Yang Mahamulia. Tanpa perlu berkumandang lantang agar orang lain mendengarnya.

Menganai tanda-tanda kehadiran leluhur yang dapat saya kemukaan antara lain sbb :

  • Bagi yang memiliki talenta melihat gaib dan kemampuan indigo akan melihat langsung siapa saja leluhur yang hadir.  Sebagaimana melihat yang masih hidup di dunia, dan bila kepekaan pendengaran diasah akan mendengar dan bisa berdialog dengan leluhur yang hadir.
  • Bagi yang tidak memiliki talenta melihat gaib, biasanya akan digerakkan melalui indera perasa.  Terkadang indera penciuman bisa merasakan bau harum atau bau khas misalnya : bunga kenanga, melati, kanthil, mawar, setaman, bau minyak yang biasa digunakan sewaktu hidup, dupa, ratus, bahkan sampai ada yang berbau “balsem”.
  • Indera perasa terkadang merasakan hembusan angin sepoi, sejuk dan nyaman sekali. Hal ini bawaan dari suasana alam gaibnya leluhur yang seperti selimut pelindung berupa kabut tipis. Memang suasana di alam ruh seolah seperti ada kabut yang menyelimuti suasana menjadi terasa sejuk nyaman, tidak ada gerah dan panas, tidak ada terik matahari. Tanda-tanda bau ini biasanya yang paling mudah terdeteksi oleh indera kita. 
  • Setelah muncul tanda-tanda seperti di atas, hendaknya segera disambut dengan sapaan, ucapan salam, selamat datang, sugeng rawuh, atau apapun bahasa dan kebiasaan sesuai tradisi dan budaya masing-masing orang.

Dengan begitu jangan sampai anda buru-buru dan sembrono dengan menganggap atau menyangka yang hadir adalah setan atau makhluk halus sebangsa demit, jin, siluman. Sementara itu sebangsa makhluk halus jahat baunya sudah berbeda misalnya : bau busuk, bau amis/anyir, bau kotoran ayam, kotoran manusia, bau gosong, bau barang terbakar, sangit, bau jengkol, bau pete, bau bangkai, bau seperti comberan, got, atau selokan kotor.  

5. Sekali lagi Mas Sabda, bagaimana kalimat dalam menghaturkan sesuatu kepada leluhur ? Sebelumnya saya mengucapkan beribu terimakasih, semoga Gusti Allah selalu melimpahkan anugrah dan rahmat kepada panjenengan sekeluarga atas ketulusannya.

Jawab :

Misalnya : Kepareng ngaturaken pisungsun sekar arum ganda arum, menyan madu (bila ada),   dumateng ngarsanipun para leluhur ingkang sami nurunaken kawula, para leluhur ingkang sami njangkung kawula, mugya tansah paring berkah donga pangestu dumateng kawula sakulawarga. Mugi tansah pikantuk rahayu, wilujeng, karaharjan, kasantosan, saha kabejan saking Ngarsaning Gusti Ingkang Murbeng Dumadi. 

6. Mas Sabdalangit, saya mau tanya.. dalam penjelasannya ada menyebutkan bahwa saya harus spt di bawah ini:…Dalam laku kehidupan sehari hari setidaknya bisa menjalani ; wirit-maklumat-jati/laksita-jati-meraih-kasampurnan-hidup. Apa yg disebut wirit tersebut.. kalo ada bacaan apa bacaannya..? kemudian sperti apa para leluhur yang sudah mencapai kemulyaan hidup.. dan saya harus mencari kemana utk mendapatkan leluhur saya yg sudah mencapai kemulayaan itu ?

Jawab :

Bacaan tersebut sudah ada di tulisan saya mas, silahkan klik ;

https://sabdalangit.wordpress.com/category/pintu-pembuka-rahasia-spiritual-raja-raja-mataram/wirit-maklumat-jati/laksita-jati-meraih-kasampurnan-hidup/

Tak perlu doa khusus karena perbuatan kita yg baik sudah menjadi doa yang paling riil dan manjur. Doa yang tak terucap, namun berlangsung setiap saat dan sepanjang waktu. Langkah pertama agar terjalin hubungan dengan leluhur, pertama-tama diawali dgn ziarah ke makam leluhur panjenengan sendiri, hingga merambah makam leluhur bangsa ini, sesempat dan sekuat tenaga anda saja. Taburi dengan bunga agar indah dan wangi, bersihkan dan rawatlah makam beliau-beliau. Setelah itu doakan dan jangan lupa mohon doa dan restu beliau-beliau para leluhur. Tiap malam Jumat Legi khususnya sebagai malam paling agung dan suci banyak leluhur yang menengok anak turunnya, pada malam-malam tsb penuhi bak mandi dengan air hingga luber, buang sampah-sampah di tong terutama yang ada di dalam rumah, taruhlah kembang setaman, bisa di taruh dalam mangkok yg diisi air bening mentah, atau dalam nampan/tambir/tampah kecil dan letakkan di luar rumah.

Bunga setaman, membersihkan atau merawat makam, semua itu sebagai wujud atau salah satu cara kita berbakti pada para leluhur kita, berbakti pada orang yg telah tiada. Leluhur jika tidak dimohon tdk akan intervensi dalam kehidupan duniawi anak turunnya. Dengan cara begitu antara leluhur dengan anak turun akan nyambung dalam rasa. Silahkan buktikan dan cermati perubahan demi perubahan pada kehidupan anda. Orang yg sering melakukan hal-hal di atas hidupnya lebih tenang, tenteram, lebih gampang mendapat kemudahan dalam segala urusan, jika menemukan kesulitan selalu mendapat jalan keluar dengan cara misterius dan yang sebaik-baiknya. Seringkali menemukan sesuatu keberuntungan yang dirasa seolah-olah sebagai kebetulan. Padahal leluhur anda sendiri telah berperan. Memang semua tentu masih dalam lingkup kuasa  Tuhan, namun Tuhan tdk secara langsung memberikan anugrah pada kita, melainkan melalui berbagai ikhtiar dan media, bisa melalui seseorang yang masih hidup maupun para leluhur kita yg telah hidup abadi.

7. Apakah leluhur, guru sejati, nurani dapat dipercaya sebagai sumber kebenaran ?

Bisa juga, kita bisa tempuh cara-cara sendiri dalam arti dalam bimbingan para leluhur kita sendiri yg telah mencapai kamulyan sejati. Beliau lebih dari seorang mursyid yang masih punya jasad hidup, krn pada leluhur sudah tidak tercemar jasad/nafsu negatif, juga tdk hanya “omonge” orang. Namun beliau sudah berada dalam alam kajaten atau kesejatian biasa pula disebut kesempurnaan sejati. Guru sejati,  hati nurani, sebagaimana halnya entitas leluhur,  tidak bisa (tidak ada rumus) untuk berbohong. Karena kebohongan adalah watak nafsu jasad sewaktu hidup di planet bumi. Sedangkan leluhur, roh kudus, guru sejati, sukma sejati, hati nurani adalah unsur Tuhan yang tidak memiliki jasad sebagai tumpukan nafsu. Maka dari itu apapun yg disampaikan kepada kita, itulah wahana eksistensi (rahasia) yg benar-benar ada di alam gaib. Dalam hal ini, saya pribadi berkali-kali mendapat bimbingan dan pengarahan (dijangkung dan dijampangi) oleh para leluhur saya sendiri.

8. Kalau boleh tahu bagaimana cara bertemu dengan guru sejati tersebut ? Gimana caranya membedakan mana negatif (setan) mana positif sesuatu yang datang dari ranah ghoib yang datang kekita? Apa pendapat mas tetang ilmu khodam? Saya merasakan dikala kita dibukakan pintu dunia “keghoiban” Keagungan Kebesaran Sang Pencipta itu lebih terasa, kata-kata kalimat dan jasadpun tak terwakili perannya.

Jawab:

Untuk mengolah guru sejati bukan melalui cara-cara ritual, melainkan ditempuh dengan laku. Mulai dari laku semedi, laku perbuatan, laku spiritual. krn ketemu guru sejati merupakan tataran yg sangat berat. Namun jangan pesimis sebab guru sejati tetap dapat anda ketemukan pesan2nya, melalui getaran NURANI.

Setan itu adalah hawa nafsu kita sendiri, bukan makhluk gaib gentayangan. Yang paling bahaya membedakan mana yang baik mana yang buruh/sesat sebenarnya berasal dari nafsu kita sendiri. Makhluk gaib (setan bekasakan, hantu, siluman, demit) sebenarnya takut jika berpapasan dengan manusia. Bagaimana mereka mau menggoda kita, lihat kita saja sudah takut ? Yg sering terjadi adalah orang dengan hantu (“setan”) sama-sama takut jika berpapasan. Maka jika terjadi penampakan, makhluk gaib akan segera menghilang. Sebenarnya sudah saya tulis beberapa posting agar dapat dijadikan “laku” untuk menemukan guru sejati. Silahkan baca; Serat wedhatama, Sejatinya guru sejati, Mengenal jati diri; Hakekat neng ning nung nangMengawali laku prihatin. Itu semua cara-cara menemukan guru sejati kita.

Jangan pesimis, semua orang mengawali dari bawah, yang penting sudah terbuka pikiran dan hati untuk memulai, asal sabar, ulet, jangan cepat menyerah dan patah arang, pasti akan mencapai apa yang orang lain tidak mencapainya. Yg paling penting anda sudah memulainya saat ini juga. Step by step spiritua akan mengalami perkembangan dan kemajuan seiring perjalanan waktu.

9. Mas Sabdalangit YTH, Saya ingin bertanya kenapa ya walaupun saya telah berpuasa pati geni dan bertemu saudara bathin saya, saya tdk bisa menembus yang ghoib ya ?

Jawab :

Bertemu guru sejati dalam wujud nyata memang teramat sulit, mungkin di antara ribuan orang hanya satu yg bisa menyaksikan atau bertemu wujud nyata guru sejati. Namun terkadang seseorang bisa berjumpa dengan guru sejatinya sendiri secara spontan dan tiba-tiba. Hal itu tidak lebih sebagai anugrah sangat agung. Karena dalam tradisi Jawa, puncak ilmu seseorang ditandai oleh bertemu guru sejati dalam wujud nyata yang wujudnya mirip dengan tampilan fisik anda sendiri (badan alus). Misalnya anda ketemu anda sendiri dan bisa terjadi dialog. Pada kejadian umumnya pertemuan dengan guru sejati sebatas dalam getaran rahsa sejati melalui gerak hati NURANI kita. Meski sulit jangan pernah merasa putus asa untuk terus belajar, karena 1 orang berhasil di antara ribuan orang yg gagal, karena ia mampu belajar dengan tekun, ulet, kuat, sabar, pasrah. Namun hal itu bukanlah tujuan utama, yg lebih penting adalah memperbaiki “laku” kehidupan kita agar bermanfaat untuk orang banyak, serta mampu menebar kebaikan, kasih sayang dan ketentraman untuk kehidupan bersama di lingkungan manapun juga.

10. Dalam perjalannya seperti ada yg mewajibkan saya untuk belajar mengenai hal ini pernah saya coba untuk menolak, yang terjadi antara pikiran dan hati tidak  sinkron spt orang gila rasanya, kalau saya terus menolak untuk mempelajari hal  ini mungkin saya jadi gila. Akhirnya saya ndak melanjutkan kuliah saya, karena  seperti  ada perintah yang mengharuskan saya belajar hal ini. Saya telah membaca tulisan-tulisan yang ada di blogg mas Sabdalangit. Walaupun saya tidak mengerti bhs jawa dengan baik saya bisa mengerti maksud dan tujuan dari tulisan-tulisan itu. Selama ini saya seperti orang buta, saya belajar dari th 2000 sampai Sekarang melalui suara tak berwujud dan rasa.

Jawab :

Kehendak dalam nurani untuk mempelajari sesuatu biasanya digerakkan oleh rahsa sejati, bisa pula digerakkan oleh leluhur anda sendiri. Pilihan rahsa sejati maupun leluhur tidak pernah salah karena rahsa sejati tidak terpolusi nafsu dan imajinasi, sementara leluhur di alam baqa sudah tidak ada lagi rahasia kebenaran yang tertutup “kabut” nafsu dan akal budi yg terbatas sekali kemampuannya. Setiap saat atau pas sedang melakukan semedi sinyal bisa datang namun tergantung dengan kepekaan batin anda sendiri. Minimal dapat dirasakan oleh hati nurani, jika lebih peka seperti mendengar suara tanpa rupa/wujud. Lama-kelamaan, suara dan wujud akan bersama-sama bisa dilihat dan di dengar. Setelah dilengkapi dengan ngelmu kasampurnan, bahkan akan bisa bersentuhan.

11. Kemarin lebaran H+3 saya ziarah ke imogiri ke tempat sultan Agung tetapi sayang tdk bisa masuk kedalam, akhirnya saya berdo’a di samping ruangan juru kunci. Setelah selesai saya turun beristirahat di tempat istirahat yg lokasinya didepan mushola disitu saya mbatin” kanjeng sultan Agung beri tanda kalau saya sudah sampai dan diterima oleh sultan karena saya kesini mengikuti amanah yang dari demak”. Kemudian jatuh mangga pakel yang sudah matang dari pohonnya. Letak pohon mangga pakel persis disebelah kiri ketika kita akan naik ke makam. Alhamdulillah diberi tanda berupa mangga pakel. Bagaimana menurut mas sabdolangit apakah symbol dari mangga pakel tsb ?

Jawab:

Banyak sekali pertanda baik, untuk membedakan antara pertanda atau bukan pun tidak mudah. Namun demikian mangga/kweni dapat berarti rejeki dan derajat ilmu kajaten,  benar tidaknya tinggal tunggu tanggal mainnya. Ilmu sejati atau kajaten tidak ada yang “gratis” artinya harus melalui “laku” prihatin atau laku perbuatan sehari-hari. Misalnya tapa ngrame, giat membantu atau menolong sesama dengan tulus tanpa pamrih macam-macam. Jika dianggap sudah  cukup laku-nya, pada gilirannya anugrah besar pasti akan datang menghampiri. Yang penting harus lebih sabar lagi, lebih tulus, dan jangan sampai menggerutu ! 

12. Asalamu’alaikum wr.wb. Mohon maaf sebelumnya karena telah mendapatkan alamat e-mail  dari webblog bapak. Beberapa kali saya membaca tulisan mas sabda, jadi ingin dapat lebih eling dan dekat pada Allah, meski kadang banyak gangguan.  Nama saya ……kalau boleh, ingin menanyakan tentang pribadi saya atau perjalanan hidup saya. Mungkin yang saya tanyakan pertama adalah :

Mbah saya sebelum meninggal pernah bilang pada saya bahwa nanti saya akan menjadi penggantinya. saat itu kira-kira umur saya 6 thn dan sampai sekarang saya sering memikirkan itu. Mbah saya boleh dibilang Orang kebatinan atau apa namanya. Kira-kira apa maksud perkataan Mbah saya dan bagaimana saya menyikapi itu. Mohon maaf sebelumnya jika merepotkan. Trima kasih mas sabda. Wassalamu’alaikum wr.wb.

Jawab :

Anda harus selalu bersyukur sebab dilahirkan dgn segenap kelebihan. Namun bersukur itu tidak sekedar dalam ucapan artinya harus dimanifestasikan ke dalam perbuatan dan tindakan nyata. Lakukan dengan tulus ikhlas tak perlu pamrih  imbalan apapun. Anda termasuk anak yg (istilah Jawanya) ngrejekeni; atau membawa rejeki yg besar baik untuk kedua org tua, keluarga, dan untuk diri sendiri. Urusan rejeki bukan lagi persoalan, selalu diberi kemudahan Tuhan. Hanya saja syaratnya ada tiga ;

  1. Selalu bersedia menghidupi/membantu/menolong sesama dengan segenap kebisaan anda.
  2. Lakukan dgn ikhlas/tulus penuh kasih sayang sesama makhluk Tuhan.  
  3. Jangan sampai grenengan, grundelan, ngedumel pada saat mengalami kesulitan.

Ketiga syarat itu menjadi rangkaian “laku” prihatin yakni “topo ngrame” : rame dalam membantu/menolong sesama, sepi dalam berpamrih imbalan. Dengan dua syarat itu suatu saat anda akan mencapai tataran hidup ; bukan lagi mencari uang, tetapi dicari uang. Semakin  banyak membantu sesama, semakin besar pula pintu rejeki terbuka. Sehingga  rejeki tiada pernah habis. Jika  habis pun umpama langkah mundur untuk ancang-ancang, selanjutnya justru meloncat jauh ke depan. 

Mulat laku jantraning grana (api), “lakuning geni“,  punya wibawa dan dapat menjadi pelita untuk orang-orang di sekeliling anda. Namun harus selalu berusaha menahan amarah, eling (sebagai titah Tuhan) dan waspadha (akan segala penghalang, sebab orang jatuh biasanya akibat sandungan kerikil kecil yg dianggap sepele.

Saya rasa eMbah panjenengan selalu membimbing dan mengarahkan (njangkung dan njampangi) setiap langkah-langkah penting dalam kehidupan anda. Tuhan tidak selalu menurunkan berkah anugrah kepada seseorang secara langsung, kadang bisa melalui orang lain, kawan, saudara, musuh kita, bahkan leluhur yang telah mangkat. Saran saya, kunjungi (makam) embah anda secara berkala, rawatlah makamnya, doakan arwahnya. Terutama di saat ada kesulitan dan rintangan hidup harus lebih intensif. Atau saat berencana melaksanakan pekerjaan penting. Lama-lama  anda akan dapat komunikasi langsung dengan mbah anda. Selama ini komunikasi hanya melalui “kembang telenging ati” atau kata hatinurani. Jika batin anda sudah siap, mungkin suatu saat embah anda akan menurunkan berbagai ilmu linuwih kepada anda. Agar  anda dapat menerangi orang-orang di sekeliling, bermanfaat bagi orang banyak, dan puncaknya menggapai ngelmu beja. Dengan ngelmu beja anda tidak dapat dicelakai orang lain, selalu menemukan yang terbaik bagaikan kebetulan saja.

Trima kasih mas sabda, saya terharu membaca jawaban anda karena slama ini untuk sharing ttg banyak kesulitan memang ibarat teman, saya cuma punya teman ngobrol dengan nurani atau dengan diri sendiri, kadang menangis saat sholat. tapi saya syukuri karena tetap masih berusaha dekat dengan Tuhan. Secara naluri memang ada kebahagiaan jika bisa membantu orang lain.

13. Mas saya mau nanya, sebenarnya bagaimana sikap kita dengan barang peninggalan simbah seperti keris, tombak, dll ?

Jawab:

Benda Pusaka adalah media untuk komunikasi antara leluhur kita dengan kita-kita yang masih hidup di dunia. Krn para leluhur yg mencapai kamulyan diperkenankan Gusti Allah untuk njangkung dan njampangi anak turunnya. Namun jika kita cuek tdk peduli, maka para leluhur akan mengabaikan kita. Kita akan semakin hilang kepekaan. Kesadaran batin kita juga akan semakin tertutup, karena “kekenyangan” makan kulit (syariat). Kita hrs ingat bahwa syariat itu sarana latihan. Lalu sampai kapan kita akan latihan terus menerus sementara tak ada peningkatan/keberhasilan ?

Pada saat anda sembahyang ada yang ikut makmum di belakang anda, biasanya yg masih salat begitu bukan leluhur namun jin yg kebetulan beragama Islam. Ada pula jin yg beragama Nasrani, Hindu, Budha dsb. Sedangkan leluhur sudah tidak memerlukan syariat agama karena di alam gaib sana sudah tidak diperlukan lagi berbagai macam agama. Agama itu adanya ya cuma di muka bumi ini.

Benda pusaka bukan diisi jin gentayangan. Itu salah besar, krn benda pusaka adalah hasil karya agung buah seni dan kebudayaan yg bernilai tinggi. Sekali lagi, benda pusaka adalah media komunikasi antara leluhur dgn kita. Memang banyak benda bertuah, namun tdk semua benda bertuah adalah pusaka. Adakalanya benda menjadi bertuah krn mengandung energi alami yg dahsyat.

Nah, ketika anda menganggap sepele benda pusaka (warisan leluhur panjenengan) maka yg terjadi para leluhur menilai anda sebagai anak turun yg kurang peduli dan berbakti kepada org-org yg telah menurunkan anda.

Sedangkan musrik letaknya ada di dalam fikiran dan hati kita. Musrik berhubungan dengan kesalahan tata fikir atau logika dalam memahami KeEsaan Tuhan. Bukan di dalam benda dan perbuatan. Jangan menilai musrik hanya dari apa yg kelihatan atau apa yg dilakukan seseorang dan bagaimana wujud bendanya. Tapi cermati cara pandang dan cara pikir manusianya. Bisa saja orang menjadi musrik gara2 menganggap dokter sebagai penyembuh mutlak. Atau pil influenza bisa jadi benda sirik, krn kita menganggap pil itulah kekuatan penyembuh di luar kekuatan Tuhan. Sedangkan benda pusaka mengandung kekuatan krn memang berenergi alamiah, seperti medan magnet di kutub atau gaya gravitasi bumi, kenapa kekuatan itu tdk dianggap musrik.

Benda pusaka juga sebagai media bagi para leluhur untuk membantu kita. Sama halnya orang tua Mas … membantu anda mensukseskan sekolah anda, kenapa org tua yg masih hidup tdk dianggap musrik. Atau seorang teman/pacar anda memberi motivasi untuk  anda agar  meraih kesuksesan. Kenapa pula teman/pacar anda bukan sumber bid’ah ? Bukankah perbedaan mereka hanyalah, leluhur sudah tdk punya jasad/badan wadag, sedangkan ortu, pacar, teman masih punya badan wadag/fisik.

Mudah2an penjelasan ini dapat memberikan pencerahan, dan semoga Mas …  juga bisa berbagi dengan segenap saudara dan teman2.

14. Saya kurang tau mengenai tatacaranya, dan biasanya keluarga kami memanggil Mbah Prapto salah satu tokoh dikampung kami.

Jawab:

Tidak rumit kok Mas, setidaknya sekali dalam setahun, misalnya tiap bulan sura (bulan suci leluhur Jawa) paling tidak dirawat dgn cara dicuci, dioles minyak cendana atau minyak yg lainnya. Dikasih bunga setaman biar wangi, indah, dan tdk menyeramkan. Sikap ini sebagai bukti bahwa kita adalah anak turun yg berbakti pada leluhur kita, masih merawat barang kenangan untuk sarana pengingat akan jasa baik eyang2 embah2 kita dulu, sehingga kita bisa meneruskan perjuangan dan budi pekerti yg baik sebagaimana beliau2 dahulu.

15. Klo boleh tahu bagaimana cara bertemu dengan guru sejati tersebut ? Apa pendapat mas tentang ilmu khodam ? Saya merasakan dikala kita dibukakan pintu dunia “keghoiban” Keagungan Kebesaran Sang Pencipta itu lebih terasa, kata-kata kalimat dan jasadpun tak terwakili perannya.

Jawab :

Untuk mengolah guru sejati tidak cukup melalui cara-cara ritual atau cara-cara instan saja, melainkan harus ditempuh dengan laku prihatin yang panjang. Mulai dari laku sembah raga misalnya semedi, olah nafas, lalu  laku perbuatan, olah/laku spiritual. Bertemu guru sejati merupakan tataran yg sangat berat. Tapi jangan  pesimis walaupun belum bisa bertemu guru sejati namun tetap dapat anda ketemukan pesan-pesannya,  melalui getaran NURANI. Secara lengkap langkah tatarannya adalah sembah raga, sembah kalbu/cipta, sembah jiwa, sembah rasa (rasa pangrasa).

16. Gimana caranya membedakan mana negatif mana positif sesuatu yang datang dari ranah ghoib yang datang kekita?

Jawab :

Jika yg negatif itu diidentikkan dengan setan, jangan sampai lengah sebab setan itu merupakan hawa nafsu kita sendiri. Yang paling bahaya dalam menentukan/membedakan mana yg baik mana yg buruh/sesat sebenarnya bukan berasal dari siapa-siapa melainkan dari nafsu negatif kita sendiri. Makhluk gaib (setan bekasakan, hantu, siluman, demit), menurut yang saya tahu jika berpapasan dengan manusia saja sudah takut dan biasanya menyingkir, gimana mereka mau menggoda kita. Sehingga jika  terjadi penampakan makhluk halus tidak akan berlangsung lama lalu segera menghilang.

Sudah saya tulis beberapa posting agar dapat dijadikan referensi dalam “laku” prihatin untuk menemukan guru sejati. Silahkan baca; Serat wedhatama, Sejatinya guru sejati, mengenal jati diri; Hakekat neng ning nung nang,  mengawali laku prihatin. Semua itu merupakan cara menemukan guru sejati kita. maaf yah, dikit demi sedikit menjawabnya agar efektif.

17. Entah apa yang membawa saya ke Pesanggrahan mas di situ saya menemukan bagian diri saya yang dulu pernah hilang…. Walaupun belum balik semua Yah pelan-pelan sabar mungkin harus dimulai dari nol lagi. Ada kedamaian yang nggak bisa diuangkan. Saya bantu doa buat mas dan seluruh keluarga mas spy diberikan kemudahan dalam segala hal khususnya bidang usaha Mas. Yah…. Pokoke Sukses selalu buat mas deh All the best for YOU Jgn bosan2 membimbing saya ya mas…. Mohon maaf dari saya yg br belajar sabar.

Jawab :

Terimakasih doa-doanya mas, ketulusan panjenengan akan berbuah kebaikan pada diri anda sendiri. Memang kesabaran merupakan pelajaran yg tak akan pernah usai hingga akhir hayat. Siapapun orangnya. Maka yang jadi prinsip kita adalah; JIKA SUDAH SABAR, HENDAKNYA LEBIH SABAR LAGI. Begitulah  seterusnya. Ini satu pelajaran sederhana namun berat sekali. KESABARAN jangan diasumsikan seperti tanpa inisiatif dan pendirian. Kesabaran tetap membutuhkan ketegasan sebagai faktor penyeimbangnya.  Ketegasan bukanlah marah. Tegas itu sikap sedangkan marah adalah emosi. Jadi idealnya bisa bersikap tegas tanpa emosi nafsu angkara.

18. Saya sebagai manusia sering kali mempunyai kerinduan untuk mengenal Tuhan, mungkin ini bentuk pencarian saya yang membuat saya bingung karena keterbatasan saya sebagai manusia. Tentunya kita sebagai manusia diperbolehkan untuk mengenal Tuhanya bukan dalam artian membungkus Tuhan dalam penjara pikiran kita, tetapi betul-betul mengenal Tuhan yang Maha….dan Tuhan yang apa adaNya….sumber dan tujuan hidupku….Guru Sejati.

Saya juga meyakini dalam proses hidup saya meskipun sulit juga harus berusaha untuk tunduk pada kareping rasha/kehendak Tuhan dan meredam hawa napsu. Dan ini betul-betul saya rasakan tidak mudah. Sering kali saya mencoba dan memulai dengan melakukan laku prihatin dan sering kali pula nafsu atau ego membuat hal itu tidak bisa optimal dan bahkan menghambat. Dalam refleksi saya saya sering bertanya apakah hal itu disebabkan kurangnya niat saya, ketidak pekaan saya, salah proses atau ada faktor external ? dan sampai saat ini belum mendapatkan sesuatu yang membuat saya ngeh (kok ra mundhak-mundhak pinter). Pernah ada yang berkata…”kowe ki kudune diruwat sik”. Hal ini yang ingin saya tanyakan apakah memang benar perlu dilakukan ruwatan diri untuk menghilangkan unsur-unsur negatif yang bisa menghambat proses?. dan Apakah faktor external yang diluar kendali kita bisa berpengaruh pada proses yang kita lakukan?. Karena saya juga berharap proses hidup saya terutama dalam spiritualitas bisa terus meningkat dan tidak stagnan.

Jawab :

Saya turut bahagia, ternyata forum silaturahmi ini ada manfaatnya utk panjenengan. Dan anda semakin memahami titik lemah diri sendiri. Itulah yg terpenting, saya hanya tutwuri handayani saja.  Krn tanpa mengenali kelemahan diri sendiri kita tak bisa membuat perbaikan dan kemajuan pada diri sendiri. Ruwat itu berhubungan dgn karir, kesuksesan, buang sengkala dan sukerta. Tetapi kalau berhubungan dgn upaya meningkatkan tataran spiritual, tidak diperlukan ruwat.  Yg perlu hanyalah mengasah rasa sejati atau olah rasa, biasakan bekerja dan berbuat dengan mendengar apa kata hati nurani. Lama-lama akan semakin terasah menjadi tajam mata batinnya.

Niat bukan menjadi halangan utama, yang penting adalah strategi mewujudkannya, atau cara-cara yg digunakan untuk mewujudkan niat itulah yang terpenting. Jangan sampai salah kelola atau missmanajemen. Niat baik, cara baik, belum tentu hasilnya baik. Niat baik, cara tidak baik, hasilnya kebetulan bisa baik namun bisa buruk artinya niat dan cara adalah urusan kita manusia. Sementara tuhan hanya menentukan hasil akhirnya. Kegagalan bukan berarti tamat riwayatnya, sebaliknya kegagalan menjadi awal keberhasilan. Terkadang di balik kegagalan itu ternyata kita sedang diarahkan tuhan agar terhindar dari celaka, atau agar mendekati keberuntungan yg lebih baik. Begitulah JALAN MISTERI  TUHAN. Yang penting jangan sampai grenengan, grundelan, ngedumel hanya karena mengalami penderitaan dan kegagalan. Karena hanya akan memundurkan atau malah membatalkan anugrah yg akan diterima.

19. Salam sejati rahayu mas sabdalangit… Saya pernah dengar disebuah radio yang menyiarkan talk show tentang Kejawen. Dalam siaran tersebut dikatakan bahwa hakekat penciptaam manusia/sangkan paraning dumadi seorang manusia adalah untuk beribadah, menyembah kepada Tuhan. Dan setiap manusia itu sudah dibekali apa-apa yang dibutuhkan dalam kehidupannya. Apabila manusia itu sedang mengalami kebahagiaan maka manusia harus bersyukur (tapi banyak manusia yang lalai dan mengingkarinya). Apabila manusia itu sedang mengalami kesusahan maka manusia itu harus bersabar (tapi banyak manusia yang berkeluh kesah, grundelan). Apabila manusia itu membutuhkan sesuatu maka manusia harus meminta kepada Tuhan dengan berdoa (siapa yang berdoa pasti akan dikabulkan). Setiap manusia telah diberi kunci untuk membuka pintuk kesuksesan dalam hidupnya, namun kadang manusia itu tidak tau cara membuka pintu kesuksesan hidup tersebut (seperti yang sedang saya alami). disamping usaha sendiri (laku) untuk membuka pintu kesuksesan tersebut diperlukan juga bantuan petunjuk seseorang untuk membuka pintu kesuksesan tersebut. Bagaimana pendapat mas sabda tentang hal ini? matur nuwun.

Jawab :

Ada benarnya Mas, tp ada beberapa point harus saya tegaskan di sini. Bahwa Tuhan Mahapemurah tanpa diminta Tuhan sudah menggelar rejeki dan anugrah di muka bumi ini. Tinggal tugas manusia untuk berusaha menemukannya. Pun dalam menemukan rejeki Tuhan sudah menggelar rumus-rumus pula, rumus-rumus tsb ada yg bisa ditangkap manusia melalui teori ekonomi, kiat sukses, kiat bisnis dsb. Namun ada pula rumus yg tidak mudah ditangkap manusia yakni rumus kebaikan yang akan saya jelaskan di alinea terakhir. Rumus-rumus sebagai “kunci emas” menggapai sukses hidup, yakni merdeka secara lahir dan batin. Rumus yang sederhana dan justru sangat efektif namun sering diabaikan dan tidak diketahui orang banyak.

Dalam kejawen berdoa meliputi 4 unsur: hati, pikiran, ucapan, tindakan konkrit. Dalam berdoa juga tdk boleh mendikte Tuhan (lihat thread sy “Rahasia kekuatan doa”). Kadang banyak org mengalami kesulitan hidup justru disebabkan krn tdk pandai bersyukur. Sehingga kesulitan hdp menjadi teguran Tuhan. Kunci itu berupa rumus-rumus Tuhan. Jika kita  mengikuti rumus Tuhan semua akan berjalan lancar dan akan menemukan kemuliaan hidup. Sebaliknya jika bertentangan dgn rumus Tuhan kita akan mendapatkan celaka atau kesulitan serta menjadi seteru Tuhan. Saya sudah berkali-kali menulis tentang rumus Tuhan ini. Rumus adalah kodrat/hukum alam, atau kodrat Tuhan. Jika Tuhan Maha Welas asih kita jg harus memiliki sikap kasih sayang pada sesama. Kunci untuk sukses sebagaimana meraih “ngelmu beja”. Jangan menyakiti hati orang lain, jangan mencelakai/merugikan org lain, dan lakukan donodriyah atau amal kebaikan pada sesama ; Minimal mendoakan org lain, atau nasehat dan tutur kata baik, lebih dari itu donodriyah tenaga. namun yg paling tinggi nilainya adl donodriyah harta. Kadang kesuksesan ekonomi kita harus dibuka dengan KUNCI AJAIB berupa bersedekah harta, walau dalam kondisi sedang kekurangan. Pedoman kejawen adl jangan menunggu kaya dulu untuk bersedekah harta, karena justru dengan sedekah harta anda bisa membuka pintu rejeki untuk diri sendiri. Rumusnya adalah Tuhan akan memberikan kemurahan rejeki kepada siapapun yang suka membantu sesama secara tulus. Nah, “kunci emas” itu pada garis besarnya sbb : siapa berbuat baik pada sesama sesungguhnya ia berbuat baik utk diri sendiri. siapa  memberi bantuan pada org lain sesungguhnya ia mempermudah diri sendiri. jika  kita suka menolong/membantu sesama maka kita akan selalu mendapatkan kemudahan dalam segala urusan. Ini sudah saya eksperimentasi ternyata benar berlaku rumus tsb. Semoga bermanfaat.

20. Masalahnya Mas, dimana mana saya hanya menemukan orang orang yg menjunjung tinggi “aturan” import, dan keduniawian dinomor satukan…sehingga saya hanya dapat mengelus dada…. maturnuwun kula sampun dikeparengaken curhat…

Jawab :

Semua ini karena banyak orang salah MIND SET, menjunjung setingginya anasir asing, sementara itu enggan menggali nilai kearifan lokal yg sering dianggap remeh, hina, dianggap sesat, sementara banyak pula yg lupa diri jika “jalan” spiritual peninggalan leluhur bangsa zaman dulu yg justru memiliki tingkat kesadaran mikro dan makro kosmos yg begitu luhur

Dengan kata lain, kini tengah terjadi di mana agama bukan lagi menjadi sarana pemanusiaan manusia dan pemerdekaan spiritual, namun telah menjadi rezim  imperialisme yang mengungkung kemerdekaan lahir dan batin. Tanpa pembebasan diri dari dogma dan alam pikir sempit, sulit kiranya orang menggapai spiritualitas sejati. Agama berada dalam BATASAN BAHASA,  sementara nilai kedalaman spiritual berada dalam wahana rahsa sejati yang tidak dibatasi oleh bahasa manusia. Hanya bisa disaksikan  oleh RASA PANGRASA.  

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Mei 9, 2009, in FAQ: LELUHUR; PUSAKA; GURU SEJATI and tagged , , . Bookmark the permalink. 127 Komentar.

  1. Kawula nyimak Ki ! sedaya leres ….. ! Justru orang yang tidak benar bila menyimak postingan diatas itu salah! musryk?Syirik ?

  2. matur nuwon ki..penjelasan wonten nginggil saget makili sedoyo pitakon ingkah wonten manah kulo .tambah mantab awit tiap malam engkang sampun kasebat klo asring tawasul kirim doa dateng poro leluhur sanajan tasih asring gotang.

  3. Maaf mas sy mau tnya,sy pernah bermimpi kemakam yg punya keris sapu jagat sm ade dan nenek sy..pas mau msuk makam sisi makam nyemburin api pas ade sy blng aslmalkum mbah nyebutin nm nya,api lngsung ilang trs kami msuk dan mebacakan al’fatha,apa ya arti dr mimpi sy sedngkan sy ga pernah pnya kepikiran untuk brtmu beliau atau pun wara wali2 yg laen..tp tiba2 sy mimpi sprti itu..mksh

  4. mas saya mau tanya dalam persemedian saya untuk mengetahui sejarah gajah mada.. saya di ajak oleh 4 orang yang mana 4 orang trsbut bagian dari diri saya katanya…kemudian saya diajak bertemu guru yang katanya gajah mada di suatu puncak gunung di daerah kediri kemudian diajak berbicara seperti orang biasa yang dalam penglihatan saya gajah mada yg sebenarnya sangat berbeda dgn yg di gmbar2kan slama ini orangnya trlihat berbdang sdang , brkhrisma dan terlihat sperti mengangsingkan diri dan mengajari beberapa khanuragan jaman dlu dan mnashati jti diri… yg sya tnyakan it kah yg dinamakan guru sejati atau bagaimana?

  5. Salam Budaya…Rahayu…. Bapa Sabda dalem nyuwun pitedah saha piwucal kados pundi tatacara saha rapalipun kersanipun saget pinanggih kaliyan para leluhur utawi pamangku salah satunggilupan panggenan ingkang dipun pitados panggenan kramat. Mbok bilih mboten saget dipun beberaken dhateng ngriki kula suwun kanthi sanget sageda dipun kintun dhateng email kula ing anindya3012@yahoo.co.id. Suwun

  6. Salam sejahtera ki sabdalangit,.
    Jadi berarti Roh kita adlah guru sejati itu sendiri dan raga kita itu adlah seperti murid sekolah rohani. Jika raga tak pernah belajar bak seorang murid adalh tidak bisa mencapai kamulyaan ,tapi teori guru juga perlu praktek murid..,trimakasih n salam sejahterah selalu buat ki sabdalangit.

  7. Apakah Bang Sabdo Langit mengenal sosok Gaib Gusti Ayu Adama ?

  8. daniel hasiholan pakpahan

    Maaf.. saya dilema nih mas.. byk org berkata kl akan ada pusaka dr leluhur saya yg akan diturunkan ke saya. Apakah salah jika saya menerima hal itu? Jujur saya msh bingung,apakah hal itu benar² akan datang ke saya atau tidak krn ini kan sesuatu yg saya tdk dpt lihat walaupun pernah terjadi hal² yg diluar logika. Dan jg apa fungsinya jika leluhur atau pusaka leluhur itu turun kepada saya? Mohon petunjuknya mas.. krn yg saya alami hny banyak pencobaan saja yg terkadang saya merasa tdk sanggup.. dan juga kapan ya pusaka itu akan turun jika mm benar spt yg orang² itu katakan mengenai saya.. terima kasih sebelumnya.. salam..

  9. Ki sy mau tanya..anak sy bru mninggal _40 hr dn saya gk habis pikir sbenarnya anaku sakit apa. Dn yg ingin aku ktahui bgaimana caranya aku bs mnemukan jawaban yg diinginkan anaku itu apa, dn aku hrus bagaimana supaya anaku tenang di a
    lam sana. Pdahal aku jg sdah melakukan puasa dan berdoa tp tetap nihil hasilnya. Aku mohon bimbinganya supaya saya dapat jawaban itu. Suwun…

  10. ki saya mau tanyak saya sowan ke musola (kiai) bersama adiku tapi ada sambutan bau bunga melati dan kenongo itu leluhur siapa…. leluhur saya atu yang punya musola mkasih,,,,,

  11. Rahmanda Sribuwana

    Matur nuwun… saya senang sekali menemukan blog ini.. banyak manfaat yang saya peroleh. terlebih saya merasa tidak sendiri lagi, masih banyak saudara yang ternyata juga masih mau mengenal budaya leluhur kita.. sungguh sangat bersyukur. semoga hal ini dapat terus lestari sampai anak cucu kita..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: