SERAT SABDATAMA

R.Ng. Ronggowarsito

Gambuh

Rasaning tyas kayungyun,  Angayomi lukitaning kalbu,  Gambir wana kalawan hening ing ati, Kabekta kudu pitutur,  Sumingkiring reh tyas mirong.

Hati serasa kuat berhasrat,  merengkuh kata hati nurani,  dengan keheningan kalbu, ingin menyampaikan nasehat, melenyapkan kotoran dalam hati.

Den samya amituhu, Ing sajroning Jaman Kala Bendu, Yogya samyanyenyuda hardaning ati, Kang anuntun mring pakewuh, Uwohing panggawe awon.

Perhatikanlah, di zaman Kala Bendu,  seyogyanya meredam gejolak nafsu, yang berakibat salah kaprah, “buah karya” perbuatan hina.

Ngajapa tyas rahayu, Ngayomana sasameng tumuwuh, Wahanane ngendhakke angkara klindhih,  Ngendhangken pakarti dudu,  Dinulu luwar tibeng doh. 

Tumbuhkanlah kesucian hati,  Melindungi terhadap sesama, Dengan jalan meredam nafsu angkara,  Menyingkirkan perilaku batin yang nista,  Agar terbuang jauh dari kehidupanmu.

Beda kang ngaji mumpung, Nir waspada rubedane tutut,  Kakinthilan manggon anggung atut wuri,  Tyas riwut ruwet dahuru,  Korup sinerung agoroh.

Lain halnya yang aji mumpung,  Hilangnya kewaspadaan, godaan selalu datang, Menjadi beban langkah kehidupan,  Hati senantiasa gundah dan gelisah, Hidupnya larut dalam kedustaan. 

Ilang budayanipun,  Tanpa bayu weyane ngalumpuk,  Sakciptane wardaya ambebayani, Ubayane nora payu, Kari ketaman pakewoh, Lenyap kebudayaannya.

Hilanglah kemuliaan akhlaknya,  tiada lagi kebaikan, selalu buruk sangka, Apa yang dipikir serba membahayakan, Sumpah dan janjinya tiada yang percaya,  Akhirnya menanggung malu sendiri, Lenyaplah keluhuran budinya.

Rong asta wus katekuk, Kari ura-ura kang pakantuk, Dandanggula lagu palaran sayekti,  Ngleluri para leluhur, Abot ing sih swami karo.

Kedua tangan terlipat (di dada), Tinggalah bersenandung dengan merdu,  Dandang gula palaran tentunya,  Mengenang jasa para leluhur, Beratnya perjuangan hidup ini,  (yang mengabaikan bingung sendiri).

Galak gangsuling tembung, Ki Pujangga panggupitanipun, Rangu-rangu pamanguning reh harjanti, Tinanggap prana tumambuh, Katenta nawung prihatos.

Istilahnya, Ki Pujangga sebisanya berkarya yang terbaik, diselami dengan niat yang suci, terus menerus dalam “laku” prihatin.

Wartine para jamhur, Pamawasing warsita datan wus,  Wahanane apan owah angowahi,  Yeku sansaya pakewuh, Ewuh aya kang linakon.

Menurut pendapat para ahli,  Telaah Warsita tak pernah usai,  walau caranya berubah-merubah,  Jadinya semakin bingung,  Bingung apa yang hendak lakukan.

Sidining Kala Bendu, Saya ndadra hardaning tyas limut,  Nora kena sinirep limpating budi,  Lamun durung mangsanipun, Malah sumuke angradon.

Hukuman di zaman Kala Bendu, Nafsu angkara murka kian tak terkendali, Budi mulia tak mampu meredamnya lagi, Bila belum saatnya datang ampunan Tuhan, Suasana panas terasa membara.

Ing antara sapangu, Pangungaking kahanan wus mirud, Morat-marit panguripaning sesami, Sirna katentremanipun, Wong udrasa sak anggon-anggon.

Dalam suatu kurun waktu, Keadaan semakin kacau, Penghidupan manusia kian morat-marit, Ketenteraman telah sirna, Suara rintihan dan gerutu di mana-mana. 

Kemang isarat lebur, Bubar tanpa daya kabarubuh, Paribasan tidhem tandhaning dumadi, Begjane ula dahulu, Cangkem silite angaplok.

Segala pertanda kehancuran, seolah-olah hati dikuasai ketakutan, Yang beruntung adalah ular berkepala dua,  Kepala dan pantatnya dapat mencaplok.

Ndhungkari gunung-gunung, Kang geneng-geneng padha jinugrug, Parandene tan ana kang nanggulangi, Wedi kalamun sinembur, Upase lir wedang umob.

Gunung-gunung digempur,  Yang kokoh berdiri diruntuhkan, Namun tiada yang berani mencegah,   Takut jika “disembur” (bisa ular), Bisa ular bagaikan air mendidih.

Kalonganing kaluwung, Prabanira kuning abang biru,  Sumurupa iku mung soroting warih, Wewarahe para Rasul, Dudu jatining Hyang Manon.

Lengkungan warna-warni pelangi,  Yang berwarna kuning, merah, biru, Hanyalah cahaya pantulan air,  Menurut ajaran rasul,  bukanlah Tuhan yang sebenarnya.

Supaya pada emut, Amawasa benjang jroning tahun,  Windu kuning kono ana wewe putih,  Gegamane tebu wulung,  Arsa angrebaseng wedhon.

Agar menjadi eling,  Kelak bila sudah menginjak tahun,  “windu kuning” akan ada “wewe putih” (istri gendruwo berkulit putih),  bersenjatakan tebu hitam, akan menghancurkan wedhon (hantu pocongan). (Sebuah ramalan yang perlu dipecahkan). 

Rasa wes karasuk,  Kesuk lawan kala mangsanipun,  Kawisesa kawasanira Hyang Widhi,  Cahyaning wahyu tumelung,  Tulus tan kena tinegor.

Petunjuk telah merasuk dalam batin,  Bila telah tiba waktunya,  Atas kehendak Tuhan YME,  Cahaya anugerah akan turun,  Sungguh tak bisa dielakkan. 

Karkating tyas katuju,  Jibar-jibur adus banyu wayu, Yuwanane turun-temurun tan enting,  Liyan praja samyu sayuk, Keringan saenggon-enggon.

Kehendak dan segala asa dalam hati,  “Mengguyur badan dengan air basi” (penuh prihatin),  Demi keselamatan anak turun semua,  Dengan Negara lain penuh kedamaian,  (Bangsa) dihormati di manapun. 

Tatune kabeh tuntum, Lelarane waluya sadarum, Tyas prihatin ginantun suka mrepeki, Wong ngantuk anemu kethuk, Isine dinar sabokor.

Luka dan derita telah sirna, Penyakitnya hilang datanglah anugrah, Keprihatinan berganti menjadi suka cita, Ibarat orang ngantuk memperoleh kethuk (gong kecil), yang isinya emas sebesar bokor.

Amung padha tinumpuk, Nora ana rusuh colong jupuk, Raja kaya cinancangan aneng nyawi,  Tan ono nganggo tinunggu, Parandene tan cinolong. 

 Rejeki mudah didapat di mana-mana,  Tiada lagi kerusuhan, pencurian dan kehilangan, Ibaratnya hewan piaraan diikat di luar, Tanpa dijaga keamanannya, Namun tak ada yang mencurinya.

Diraning durta katut, Anglakoni ing panggawe runtut, Tyase katrem kayoman hayuning budi, Budyarja marjayaneng limut, Amawas pangesthi awon.

Yang semula gemar berbuat angkara, Lalu berubah ikut menjadi baik, Hatinya larut ke dalam suasana keluhuran budi, Kebaikan telah menyirnakan keburukan.

Ninggal pakarti dudu, Pradapaning parentah ginugu, Mring pakaryan saregep tetep nastiti, Ngisor ndhuwur tyase jumbuh, Tan ana wahon winahon.

Orang berbondong meninggalkan perbuatan tercela, Segala perintah baik dipatuhi, Bekerja dengan rajin dan teliti, (Kelas) “bawah” & (kelas) “atas” hatinya bersatu, Tiada lagi sikap saling mencela.

Ngratani sapraja agung, Keh sarjana sujana ing kewuh, Nora kewran mring caraka agal alit, Pulih duk jaman rumuhun, Tyase teteg teguh tanggon

Kebaikan menerangi seluruh negeri, Banyak ilmuwan, Tidak takut pada pembesar maupun orang kecil, Kembali seperti zaman dahulu, Sikapnya tidak ragu, teguh, tidak plin plan.

 sabdalangit

436

 

Iklan

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Mei 9, 2009, in SERAT SABDATAMA and tagged , , . Bookmark the permalink. 20 Komentar.

  1. hmm… pertamaaaaaax… sungguh inilah keadaan saat ini… di bumi pertiwi ini… bagi kita yang menyadari keadaan saat ini… diharapkan ELING lan WASPODO… hati hati agar tidak ikut terbawa arus kehidupan yang semakin keras… semakin kuat mencengkram… tuhan tuhan semakin banyak bergentayangan dan dipertuhankan manusia saat ini… terjebak oleh sensasi nikmat yang samar… sehingga lupa akan tujuan hidup… dan terlebih dahsyatnya banyak yang terdinding dengan dinding dinding yang sangat tebal walau begitu mereka tidak pernah menyadarinya… yayaya… jaman akan semakin sulit… sampai suatu saat mungkin akan terjadi suatu hal yang besaaaaaaaaar sekali yang membuat mataaa penduduk negeri ini terbelalak.. hati terbuka… dan semuanya akan terbangun dari tidurnya… tersadar dari mimpi buruknya maka dari itu… mari kita jaga silaturahmi di antara kita yang di sini… untuk saling mengisi… mengingatkan… mencerahkan… mendorong… agar kita tetap ELING lan WASPODO….
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Taklim Kang Mas Sabda Langit

    • Yap, dinding yg tebal itu memang ada, ada dalam diri kita sendiri, berupa nafsu negatif yg telah duduk berkuasa di atas singgasana duniawi. Dinding tebal itu telah membalikkan keadaan, “wolak-waliking jaman” banyak orang merasa saleh, suci, paling benar, ahli surga, namun nilai hakekatnya kosong melompong. Banyak orang dituduh msurik sirik bidah, kotor, sesat, namun sesungguhnya orang yg diam-diam menggapai makrifatullah. Krn kehidupan sejati bagaikan “ngelmu padi” semakin tinggi semakin sulit disangka dan diduga. “Jalma tan kena kinira” (manusia tak bisa disangka di duga). Tuhan tan “kena kinaya ngapa” (tuhan tak bisa dibayangkan dan diperumpamakan).

      Salam sejati, salam sayang adimas nu bageeuuur pisan.

  2. keduaxx hehehhe

    Mudah mudahan negeri ku tercinta bisa kembali mengalami kemakmuran dan keadilan bisa berdiri dengan tegak, dan saya pribadi bisa nyangkul ditanah sendiri…..i miss you Indonesia dan semua makanannya.

  3. Salam,

    Sangat bagus…..mas Sabdalangit, tepat sekali pangeling ngeling kepada dulur semua dengan menjabarkan SERAT SABDATAMA pada saat ini….. krn memang zaman nya sudah spt ini. cuocokkkk tenan. he he

    manusia sekarang makin unjuk gigi (makin ingin memilih DIRI SENDIRI…..opsss memilih & dipilih sudah menjadi 1 arti menjadi AKU, Pilihlah AKU, jangan lupa memilih AKU…. wew ) pdhl digigi nya tertutup bibir…….

    ELING LAN WASPADA….. Waspadalah…. waspadalah…. ( seperti suara di balik jeruji….. suaranya terdengar keluar…. badannya tetap di dlm jeruji ) itulah keadaan saat ini.

    Semoga kita selalu mendapat hidayah Allah swt
    dan pintu hidayah tidak ditutup Allah untuk kita. Amiin
    maaf bila ada salah kata

    Salam silaturahmi,

  4. Sembah bekti kawula dumateng Eyang Ranggawarsita
    kawula luhuraken saha nyuwun sabdanipun

  5. alangkah baiknya bila diresapi dan dikaji serta dijalankan pada diri pribadi..selalu ingat akan nasehat leluhur yang memang begitu luhur..,
    matur sembah nuwun dumateng para leluhur jawa .. sembah sungkem mugi konjuk dumateng panjenengan sedaya..sareng nyuwun pangestu panjenengan mugya tansah bumi pertiwi ngadahi manungswa kang tata lan pinunjul untuk mengembalikan kejayaanmu..,

    salam sihkatresnan

    rahayu..,

  6. yah…,rasanya zaman kalabendu saat ini sudah mulai berlangsung,semakin hari banyak saudara kita yg sambat/merintih bgmn sulitnya mencari nafkah,banyaknya kekerasan-unjuk rasa,para pemimpin saling ledek dan menghina:] sepertinya gejolak nafsu massal sudah bergerak.
    mungkinkah “windu kuning”sbg peringatan bagi kita bahwa pd bulan Agst {8}sbg warning memasuki saat dimulainya “gara-gara”wewe putih bergentayangan-{mengaku paling hebat agar dipilih yg mengatas namakan rakyat kecil[senjata tebu hitam] untuk mengalahkan yg lain}
    semoga saja keangkara murkaan dibumi pertiwi ini segera berakhir menuju negeri tata tentrem kerta raharja.
    kados pundi kangmas Sabdalangit ????

    -salam kanugrahan-

    • Injih leres Yangkung punapa pangandikanipun. Semoga kita semua sebagai org yg lebih waspada dan eling, sehingga mendapatkan keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan bersanding di antara saudara-saudara sebangsa setanah air. Perbedaan agama bukan lagi menjadi pemicu konflik, namun menjadi perbedaan yg indah: saling mengisi, saling memberi, saling menerima, saling mengerti. Karena perbedaan adalah anugrah yg indah, yg harus disukuri tidak hanya di mulut, lebih penting disukuri dalam bentuk perbuatan konkrit.

      salam kasih,
      berkah dalem Gusti Yangkung sekeluarga

  7. Salam Hormat Kang Mas Sabda Langit yang baik
    Melihat telah diadakannya SARESEHAN petama di tempatnya Ki Ngabehi dengan para Sesepuh Ki Sabda Langit dan mas Pengembara Jiwa… dan untuk menindak lanjuti pertemuan berikutnya… yang mungkin diinginkan oleh beberapa saudara kita di sini… mari kita samakan persepsi.. visi dan misi.. untuk membangun kebersamaan tanpa melihat busana dan pakaian kita masing masing…
    Sudah saatnya bagi kita untuk berpeluk erat dan bergandengan mesra membangun perdamaian nan indah menjadi satu kebersamaan dalam perbedaan… minimal dikalangan kita di sini dan dibeberapa gubuk saudara kita… mari kita tebarkan Rasa Cinta dan Kasih Sayang…
    Bagi saudara saudaraku yang tergerak untuk bergabung dalam pertemuan berikutnya kiranya sudi mampir di gubuk saya dan kita persatukan visi dan misi kita bersama… demi keseimbangan diri dan alam semesta… mari…
    http://kangboed.wordpress.com/2009/05/10/indahnya-persahabatan/#comment-233

    Salam Sayang
    Salam Taklim
    Salam Hormat

  8. Mas Sabdalangit…. saya ada dikit mau bertanya mas…. ttg : Naga & Elang….. !!!

    Mmm…. itu sktr 5 thn lalu dlm bayangan waktu sy ngobrol” bersama seseorang sambil minum kopi & ditemani rokok he he

    Kemaren, saya kaget pas lihat artikel Mas Sabdalangit ttg Penomena Langit di Bengkulu….. dlm benak sy bcr…. oh ternyata itu….. dan itu……

    Trus…. berarti tinggal 1 lagi tentang Elang….. ( mmm….. pertanyaan saya, apakah dlm kakawih / babad / serat” ), gambaran 2 hal itu ada atau tdk

    bila ada sy mohon referensinya…… dan bila tdk ada… mungkin itu hanya bayangan sy saja.

    Terima kasih & Salam silaturahim untuk semua.

    W.salam

    • Mas Ari yth
      Gambar naga yg berhasil saya foto di langit Bengkulu itu sebenarnya ada gambar wujud elang di depannya. Keduanya saling berhadapan seperti sedang bertarung. Namun sayangnya wujud elang sudah keburu pudar sebelum akhirnya wujud naga semakin jelas dan nyata. Gambar itu saya ambil langsung pada bln april th 2007. Untung saja sahabat saya yang sekarang menjadi ketua KPI nasional ikut menyaksikannya sehingga menjadi saksi hidup dari kalangan intelektual.

      salam sejati

  9. Salam,

    Kang mas sabdalangit,….. terima kasih banyak atas jawabannya, sepertinya….”maaf bkn sy ingin menarik kesimpulan, tetapi sy merasakan ada kesamaan dgn apa yg kang mas ucapkan, sungguh saya sangat hormat & mendapat pencerahan dari kang mas sabdalangit. ternyata apa yg sy lihat dlm bayangan benar adanya, saat itu sy sedang di banten, Naga yg nampak disblh barat ( teryata : muncul di bengkulu ) dan Elang pun ternyata tampak jg.

    Naga ( Aceh & Jogja ) dan maaf…… untuk Elang, mungkin sy berfikir akan karakter kebiasaan simbolis dari Burung Elang, dan terlihat dgn jelas dr t4 waktu itu berada letaknya kearah di sebelah Timur dr banten ( msh P. Jawa ) Elang….. Sudahkah dekat saatnya Elang terbang tinggi mengayup-ngayup diudara lalu menukik kebawah dan……..

    Kang mas sabdalangit,….. maaf bila saya sudah lancang, tidak ada maksud hati untuk tujuan apapun, cuma sekedar ingin saling mengutarakan saja, dan semoga bermanfaat satu sama lain untuk lebih saling Eling Lan Waspada, dan semoga kita semua diselamatkan olehNYa baik dalam kondisi apapun, karena kita yakin dgn berbudi pekerti yg baik & luhur itulah kita akan selamat di Dunia & Akhirat. Amiin

    Hormat saya, dan salam buat semuanya.
    Salam kasih, salam sayang & salam silaturahim

    W.salam,

  10. Saya ikut senang ada orang yang masih mau merenungkan perkataan ki pujangga..
    salah hormat

    Sudradiningrat.

  11. Seperti yang diperlihatkan, mirip dengan… hmmm… Keris R.Ng.Ranggawarsita, Nyi Loro Kidul, Semar,
    Elang yang besar.
    Banjir.
    Langit merah.
    Gerhana.
    Bintang yang berbaris membentuk persegi panjang
    Hmmm, ternyata sudah ada ceritanya toh, weleh weleh, tak kiro ngimpi xixixixixi…
    😛

  12. Too many think just make you afraid to pass your life You are the creator for your own future

  13. ZIKIR (KAJI PIKIR)
    Kewajiban manusia cari bahagia
    Akan tetapi hanya dpt diraih dgn bahagiakan siapa saja (yg wujud maupun maujud)
    Jangan pelit
    Ingat sebagian rezeki yg kita dapati ada hak orang lain
    Pujian pd hakekatnya adlh koreksi diri
    Impian melampii batas kemampuan = penyiksaan diri
    Kenali diri maka akan kenal sang alif
    Intinya ga usah ngoyo dlm menggapai sesuatu
    Renungkan hal ini hingga lubuk hati yg paling dalam, niscaya sang alif bersanding membimbingmu.

  14. keindahan sabdatama menembus abad

  15. Sebenarnya tantangannya bukan memanage waktu tapi memanage diri kita sendiri

  16. maaf kang sabda .. bisa ga kang ajari saya tentang kedjawen. aku sudah lama ingin belajar tetapi tidak juga punya pembimbing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: