KRITIK BUAT PARA RAJA JAWA MASA KINI

Pernyataan bersama  Mas Kumitir & Ki Wong Alus

manuk&bungaBagaimana memajukan negeri kita agar bisa setara dengan negeri-negeri lainnya seperti China dan Jepang yang memiliki cadangan devisa terbesar di dunia? Salah satu hal yang kami sepekati adalah diperlukan sebuah revolusi budaya di negeri kita. Kenapa harus budaya? Sebab intisari budaya adalah pola pikir, perilaku, kebiasaan yang sudah berakar urat dalam kurun waktu yang panjang. Pola pikir para anak bangsa yang cenderung tidak kreatif, tidak inovatif dan secara salah menafsirkan harapan hidup pada akhirnya melahirkan generasi yang tidak memahami sangkan paraning dumadi.

Inilah masa sekarang. Generasi yang dimanja oleh situasi yang memang membius mereka dalam kemudahan dan tidak mengenal proses perjuangan untuk merengkuh kebebasan. Pengembangan diri bersifat pragmatis dan materialistik yang hanya ditujukan untuk meraih prestasi dan melupakan pengembangan diri yang bertumpu pada budaya ke-Indonesiaan kita.

Siapa yang harusnya memulai untuk mengadakan gerakan REVOLUSI BUDAYA? Menurut hemat kami, yang harus mengawali adalah mereka yang selama ini hidup di sentra, kantong, dan EPISENTRUM BUDAYA. Siapa lagi kalau bukan PARA RAJA dan PARA KERABAT DAN SENTANA DALEM. Raja tidak hanya simbol, merekalah yang menggenggam RUH BUDAYA karena dari sanalah sesungguhnya dimulainya BUDAYA.

Terus terang, sekarang ini PARA RAJA JAWA (KHUSUSNYA RAJA DI KRATON KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT, RAJA DI KRATON PURI PAKUALAMAN, RAJA DI KRATON  MANGKUNEGARAN, RAJA DI KRATON KASUNANAN SURAKARTA) tidak mampu mampu lagi menempatkan dirinya dalam kancah perubahan budaya di masyarakat modern.

Mereka terpaku dan hanya jadi penonton perubahan budaya yang berlangsung cepat. Mereka tidak mampu menjadi PENGGERAK BUDAYA yang konon sangat adiluhung. Bagaimana bisa menjadi penggerak budaya bila hidup para raja semakin HEDONISTIK DAN FEODALISTIK?..

Para raja itu masih hidup tapi tidak memiliki semangat untuk menjadikan masyarakat yang berbudaya Jawa tersebut maju, berilmu tinggi dan mampu mengolah rasa/dzikir dan pikir mereka sehingga menjadikan budaya sebagai basis pengembangan diri. Masyarakat yang kehilangan JATI DIRI BUDAYA tempat dimana dulu mereka dilahirkan akan tumbuh sebagai masyarakat yang anti peradaban dan cenderung hanya menyerap peradaban modern tanpa disaring.

Budaya membaca, menulis, mengolah diri menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan sesuai dengan jati diri bangsa kian lama kian hilang. Padahal di dalam khasanah budaya Jawa kita mengenal kearifan lokal bagaimana hidup di tengah perubahan yang cepat.

Kami telah berusaha keras untuk mendapatkan berbagai kitab-kitab Jawa kuno baik berupa manuskrip, fotocopy, atau buku aslinya tapi itu lebih banyak kami dapat dari buku-buku yang dijual di pinggir Jalan. Sementara buku-buku Jawa yang ada di Kraton yang kami yakini masih bertumpuk di gudang-gudang semakin dimakan kutu buku dan rayap.

Keraton –sejauh kami tahu– tidak memiliki niat untuk membuka akses buku-buku babon dari para pujangga Jawa. Para Raja, Para Kerabat dan Para Sentono Dalem tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk MBEBER KAWICAKSANAN dan selama ini lebih cenderung untuk HANYA MENYIMPAN DALAM GUDANG SAJA.

Inikah FUNGSI KRATON SEBAGAI SARANA UNTUK NGURI-URI KEBUDAYAAN JAWA YANG ADILUHUNG ITU?  Bila Kraton dan juga para Raja menyadari fungsinya sebagai penggerak dan pelumas bergeraknya budaya, harusnya mereka membuka akses kepada masyarakat seluas-luasnya untuk mendapatkan informasi termasuk juga mendapatkan KUNCI MASUK KE PERPUSTAKAAN KRATON.

Menyimpan buku-buku / naskah-naskah kuno dan menganggapnya sebagai JIMAT adalah sangat bertentangan dengan semangat membangun bangsa. Sebab membangun bangsa diperlukan gotong royong yang erat berdasarkan profesi dan kompetensinya masing-masing. Bila budayawan Jawa saja kesulitan untuk mendapatkan akses ke kraton, mana bisa mereka mengetahui nilai-nilai budaya Jawa jaman dahulu bila tidak dari buku-buku kuno?

BUDAYA bukanlah hanya HASIL, sebagaimana candi-candi, rumah-rumah adat, kitab-kitab kuno, adat istiadat, benda-benda seni dan lainnya. Budaya adalah sebuah PROSES yang terjadi di masyarakat yang harus terus BERINOVASI dan memiliki ENERGI KREATIF  yang besar untuk memajukan kemanusiaaan yang lebih manusiawi, yang memiliki rasa kebertuhanan yang lanjut dan hingga sampai kesimpulan penghayatan hidup.

Untuk mengetahui HAKIKAT BUDAYA, kita memerlukan sebuah proses MEMBACA DAN MENULIS. Baik membaca KITAB YANG TERTULIS, maupun membaca dalam arti yang luas yaitu MEMBACA KITAB TIDAK TERTULIS, yaitu ALAM SEMESTA beserta ciptaanNya. Sementara MENULIS berarti mengadakan PERENUNGAN dan MENGOLAH DENGAN AKAL PIKIR hingga kemudian berlanjut ke tahap MELAKUKAN DALAM PERILAKUNYA SENDIRI-SENDIRI.

Sebagai bagian dari semangat untuk NGANGSU KAWRUH itulah maka, sudah pada tempatnya bila PARA RAJA DI RAJA JAWA (KHUSUSNYA RAJA DI KRATON KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT, RAJA DI KRATON PURI PAKUALAMAN, RAJA DI KRATON  MANGKUNEGARAN, RAJA DI KRATON KASUNANAN SURAKARTA) membuka akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk MEMPELAJARI  kitab-kitab kuno yang hingga saat ini tersimpan erat dalam gudang-gudang mereka.

Demikian uneg-uneg dari kami, semoga para RAJA JAWA menyadari kepelitannya selama ini. Mohon maaf bila tidak berkenan dan MONGGO KEPADA REKAN-REKAN YANG SEGARIS PERJUANGAN UNTUK BERGABUNG DENGAN KAMI DALAM GERAKAN REVOLUSI BUDAYA JAWA INI.

Ttd :

Alangalangkumitir & Ki Wongalus

SALAM HORMATKU KEPADA: KI WONGALUS & MAS KUMITIR

Saya selalu menyimak dengan cermat di manapun panjenengan berdua selalu menggores pena, di situlah tampak sumunaring surya, pencerahan demi pencerahan datang bertubi, bagaikan kekuatan aufclarung yang begitu dahsyat. Memang benar apa yang panjenengan berdua katakan, kerajaan yang ada di  Nusantara, baik yang terletak di pulau Jawa-Banten-Cirebon, Sumatera, Sulawesi, dll, masih terdapat banyak kerajaan. Namun kerajaan tinggalah bagaikan sangkar yang tiada penghuninya lagi. Kerajaan yang hilang gaungnya ditengarai sebagai kali ilang kedunge, pasar ilang kumarane. Raja lebih fokus berbisnis dan berpolitik. Kepedulian akan perannya sebagai cagar budaya Nusantara sudah  terbengkelai. Jika di zaman dahulu Raja berperan ganda sebagai seorang spiritualis handal sekaligus pemimpin wilayah, kini seorang raja hanyalah menduduki simbolisme tanpa makna, berbasa-basi sebagai sumber kearifan lokal. Ibarat harimau sudah kehilangan taringnya, kini malah giliran belangnya  semakin pudar.

Tak bisa dipungkiri, sudah menjadi kehendak Hyang Manon kelak negeri ini akan mencapai kejayaannya kembali, manakala masing-masing suku bangsa kembali menghayati dan melestarikan kearifan lokal, memiliki jiwa apresiasi tinggi terhadap seni dan budaya serta tradisi yg indah sekali. Kita telah mendapat pelajaran berharga bagaimana bangsa bangsa di Asia berkembang pesat yakni Cina, Jepang, India, Korea, Taiwan, Thailand, mereka dapat eksis berkat kekuatan akan jatidiri bangsa yang tidak mudah terombang-ambing nilai-nilai asing yang melahirkan diskrepansi dengan akar budi daya setempat. Bangsa akan menjadi BESAR  bilamana mampu MENGENALI JATI DIRI yang sesungguhnya, sebagaimana pepatah “jadilah dirimu sendiri”, supaya ku tahu yang ku mau. Sementara umat beragama, bukan lagi tergila-gila sekedar menjadi seorang yang AGAMIS saja, namun menyadari pentingnya PENCAPAIAN SPIRITUALITAS yang mendalam.

Bangsa yang TIDAK MENGENALI JATI DIRINYA akan kehilangan arah, menjadi bangsa yang serba salah tingkah, tidak sinergis dan harmonis alias timpang dengan keadaan alam sekitar. Bangsa yang tidak memahami karakter alamnya, sifat-sifat masyarakatnya, sama halnya Anda hidup terombang-ambing di bawah KOLONIALISME  KEBODOHAN. Pada gilirannya, bangsa ini benar-benar menjadi bangsa tercerabut dari akarnya, limbung lalu jatuh tersungkur, dan hancur. Semoga pencerahan demi pencerahan disuarakan oleh para generasi muda dan tua bangsa, baik perempuan maupun laki-laki yang masih memiliki semangat “renaissance” dan berenergi tak pernah habis.

Dengan adanya uneg-uneg di atas semoga menjadi gerbang pembuka kesadaran bagi semua pihak yang bertanggungjawab atas pelestariaan budaya dan ragam kekayaan nusantara peninggalan nenek moyang. Betapa ilmu setinggi apapun tak akan bermanfaat sedikitpun bila hanya tersimpan rapat di “gudang” perpustakaan. Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi, bila buku-buku kuno yang  sangat tinggi nilai filosofinya hanya “bermanfaat” untuk pakan rayap dan ngengat. Ing wusana, sumangga, kita bersama-sama menggantikan peran si rayap dan si ngengat.   Salam asah asih asuh.

sabdalangit

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Juni 21, 2009, in Kritik Buat Para Raja Jawa and tagged , , . Bookmark the permalink. 74 Komentar.

  1. Spakat Juragan..

    Bagaimana kita mau memperkenalkan kebudayaan kepada anak dan cucu kita kelak sedangkan akses terhadap kebudayaan itu masih minim dan terbatas..

    Salam Kenal Juragan SabdoLangit..
    Salam Perubahan..
    Salam Anak Bangsa..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/19/fakta-terbaru-tragedi-bom-kuningan/

  2. koyok nontok pagelaran wayang aku.. wakakakakak..

    semangat pak dalang.. !!

  3. Saudara -saudara sebangsa setanah air yg hamba hormati.
    mohon ma,af atas semua kesalahan hamba baik yg hamba sengaja maupun tidak.

    hambapun tidak sanggup mengingkari , tentang tangisan , kepiluan hati ini,
    kenapa harus itu yg di keluarkan ,NYA.

    meskipun lewat sentilan hati, masih terbayang jelas , beliau [orang miskin] .
    para petani yg rela membakar diri di panasnya terik matahari,
    para wanita yg meninggalkan anak dan suami, utk bekerja memenuhi kebutuhan sehari 2,
    meski terkadang kepahitan yg di dapati, bahkan sampai menjual diri, siang malam kerja tanpa gaji, justru siksa,an yg didapati,

    anak anak kecil yg harus bekerja keras untuk mendapat sebungkus nasi ,
    para org tua yg hanya bisa mengusap air mata ,karena tak berdaya melihat derita anak anaknya,
    dan para anak yg harus menangisi kepergian org tua karena tak berdaya utk merawatnya,
    banyak orang normal menjadi gila karena himpitan ekonomi.

    mereka semua adalah korban keganasan harimau -harimau berdasi,
    cukup lama beliau beliau[org miskin ] bersabar , dan apapun yg di lakukan serba salah di mata pembesar,
    wahai para pembesar dan penguasa hidupkanlah mata hati kalian utk melihat Hakekatnya kekuasa,an Tuhan.

    wahai saudara saudaraku yg teraniaya.
    marilah kita bersama -sama berdo,a .
    semoga kebahagia,an, keadilan ,ketentraman, kemakmuran,dan keselamatan segera menghampiri kita.
    dan Negri kita tercinta di jauhkan dari bencana.
    do,a orang -orang teraniaya pasti di dengar-NYA [Allah]

    Hamba bukan siapa -siapa , hamba manusia bodoh yg penuh dgn perbuatan dosa,
    ma,afkanlah hamba utk mendapatkan ridlo-NYA [Allah].
    salam hormat ILING DAN WASPADA.

  4. Atur Pakurmatan dhumateng :
    KI WONGALUS, MAS KUMITIR ugi SABDA LANGIT
    Mugi tansah pinaringan kanugrahan kawilujengan saking Pangeran Ingkang Maha Agung
    GUMREGAHE JAWA BALI MARANG JAWI
    Kitab BABAD babone Jagad yaiku : buku baku kitab suci asli ingkang dumadi tanpa disamaki nalika zaman Majapahit isih komplit, tekan Demak tambah rusak ganti revolusi nganti reformasi, dadi Senopati ingkang makarti : “ Nata praja Nusantara, ngopeni kamardikan, mbangun ketresnan kanthi nindaake kautaman “
    Kridhane tan kinira, tumindake ora nyana, kadigdayane sapanyana, bisa maca sastra cetha sarta pama ing sasmita nyata. Nyata cetha, katon katonton, kareben pada sami weruh ngerti sejatine Gusti, Allah, Pangeran dumadi langgeng gesang tanpa mati.
    Jumedhule surya, mlethekke srengenge, tekane kluwung tibange mendhung dumawahe JAWAH ( Jagade Owah ) mengkono iku nyata cetha, ngerti sejatine dumadi “ manungsa ora kuasa, tanpa daya lan ora bisa apa-apa “ becik ngrumangsanana lan aja rumangsa bisa nandhingi kridhane dumadi
    Bebasane wiji thukul, jumedhul punjul, thukul semi terus trubus, nembus lemah bengkah ( gempa bumi ), bumi rengka, angin banyu pada sami mlayu metu ( hujan angin & puting beliung ). Lesus prahara banjir bandhang tanpa layang, padha teka ora kandha, tsunami dumadi tanpa ngabari. Banjir lumpur sido ancur pada sami digusur. Mengkono iku JAGAD WACANANE, lan kaya ngono Jagad Wacanane bakal bali marang JAGAD WIWITANE
    Mula banjur kathah ingkang pejah, ora genah, omah-omah pada sami bubrah, dadi salah kaprah, sing bener diarani ora lumrah utawa diarani salah. Bingung linglung, gemblung edan lali jiwa ora ketara, jalaran minger, keblinger wus rumangsa pinter, kiblate ora nyawang gesang ingkang terang lan ora ngerti Gusti Allah Pangeran ingkang dumadi tambah dina nyata cetha saya ketara.
    Jawa = jawabe wus ana Jiwane, jarwane Jawata walaka, mangeja wantah, paring pepeling, piweling lan piwulang gesang, pitutur leluhur ingkang luhur, para pepundhen sing wus dikesupenake ngelingke sapa bae : Poma padha elinga !!!
    Trahe dhisik JAWA, dadi mesthi bali marang JAWA, maneka rupa, wujud warna warni ingkang dumadi BHINEKA TUNGGAL IKA yo PANCASILA yo INDONESIA…
    Jawa sawijine aran, ana, satunggale nama utawa jeneng, rupane kanda, wujude lambang intine tanda dene isine piwulang. Dudu barang, dudu aksara, dudu manungsa lan ora apa-apa. Bukti nyata cetha Jawa tansah bisa nampa apa bae lan kanggonan sapa bae tanpa mbedak-mbedakake. Sanadyan Hindhu, Budha, Kristen, Katolik, Islam, Cina, Landha, Arab, Amerika, Afrika, Inggris, Prancis lan Portugis kabeh bisa ditampa dening JAWA. Kawruh JAWA, ilmu JAWA, pangerten JAWA dasare PANCASILA, BHINEKA TUNGGAL IKA.
    Samsaya sakiki koyone wus ora pada percaya marang kuasane Gusti, wus akeh contone namung awake dhewe sik ora nggraito bae, awan-awan lampu motor podho diurupake sajake wus sajake ora percoyo marang panase srengenge, gedong sik dhuwur ( gedung bertingkat ) koyo wus arep nyundhul langit, sajake wus ora percoyo nek langit kuwi dhuwur temenan, Sadurunge ana televisi, jawa wus nindakake nganggo cara sinau ngrogo sukma, dene sak durunge ana Hp, jawa wus sinau kawruh gaib ( ana swara tanpa rupa, wujude dudu manungsa ), podo adol tinuku barang gaib ( pulsa= wujude ora ketara nanging kena dinggo wicara ), banjur silaturahmi, ngabekti cukup nganggo pulsa ( sms ), ajining bekti lan silaturahmi namung cukup sms wae uwis cukup, manungsa wis do kelangan rasa manungsaake manungsa, mengkono iku sejatine jawa, ngutamakna RASA PANGRASA lan NGRASAKKE RASA , rasane urip. Tansah eling kelingan lan ngelingi purwa madya wus anane jagad wacanane bali marang wiwitane.
    Kana-kene pada bae, ana kene, kayata ngene lan mengkene anane cetha ( padha sami sarwa beda/ maneka rupa ). Ora mesthi mangan roti, ora kudu manggon omah loji, kudu gelem ora kaya kowe, ora kaya kae, ora kaya aku. Dumadi pada ora sami, senajan kembar sejatine bedha, sajroning satunggil negari mboten wonten pihakku, pihakmu lan pihakke kono.
    Mula aja kaged, aja gumun nalika amenangi akeh para kawula mudha sami pada ngudi ngleluri lan memetri budaya naluri tradisi JAWI. Awit wus sakpase lan sakmesthine menawa JAWA minangka PUSERE JAGAD uga Bhineka Tunggal Ika, PANCASILA dadi mercusuar dunia. Amarga nyata cetha bukti ana, bisa dikandakake, dirasakake, ditindakake lan dinyatakake
    Saya sangat terkesan dengan apa yang panjenengan-panjenengan goreskan lewat pena dan gerakan-gerakan moral budaya, salut….dan keyakinan saya semakin bertambah dengan “ rawuhnya ide, pemikiran dan konsep-konsep moral budaya “ yang panjenengan-panjenengan goreskan baik lewat dunia maya ataupun lewat gerakan moral yang panjenengan adakan.
    Saya bukan siapa-siapa, tetapi saya sangat setuju dan mendukung panjenengan-panjenengan lewat gerakan budaya ini, jika kita rasakan sampai detik ini budaya Jawa sudah mulai bergeser dengan budaya asing yang tidak sesuai dengan kearifan rakyat tradisional dan kearifan budaya lokal sebagai warisan leluhur-leluhur yang adiluhung.
    Keyakinan saya bertambah mantap bahwa jika “ wus wayahe titi wanci tekane janji tibane saiki Jawa bali marang Jawi “ itu saja belum dan tidak ada artinya jika kita tanpa dan tidak berbuat apa-apa demi gerakan revolusi budaya jawa ini agar budaya Jawa tetap terjaga, lestari yang nantinya akan mengembalikan BUDI PEKERTI yang selama ini MATI….
    Mugi sedaya ingkang dados penggalihan lan kaprihatosan kita dumateng negari ingkang kito tresnani punika saged enggal dhangan, mentas lan tumata….HAMEMAYU HAYUNING BAWANA.
    “ Jalma tinitah kedah Eling lan Waspada, Agama diugemi ojo ninggal kabudayan ”

    Jogjakarta, tohpati181@yahoo.com
    Rahayu…

    Ki Sabdo Lawe
    ( Punakawan Blangkon Wulung )

    • KI Sabdo Lawe ingkang dahat luhuring budi
      Terimakasih panjenengan sudah berkenan medhar sabdo adiluhung puniko. Semoga menjadikan bahan refleksi untuk pepeling/sarana pengingat, penegur bagi yg kurang eling dan waspada. Selaras dengan kita semua di sini utk selalu menjaga prinsip saling asah asih asuh sebagai penghayatan salah satu produk falsafah adiluhung lokal. Untuk meniti jalan hidup yg kini tengah terjadi chaos di tanah nusantara. Semoga kadhang Ki Sabdo Lawe tansah kersa paring pepeling dumateng kita sami. Rahayu karaharjan, pambukaning gapura nusantara jaya, sampun titiwanci, kados ingkang panjenengan serat ing nginggil.
      Rahayu sentosa tansah tinarbuka

  5. puterinya bu lurah

    http://www.kitlv.nl/

    sayang bangsa belanda yang justru menyimpan manuskrip nusantara dengan sangat rapi dan menaruh penghargaan tinggi…

    banyak sekali manuskrip nusantara yang dilarikan belanda,,,malah saya memperkirakan lebih banyak yang disimpan belanda daripada yang tertinggal di nusantara…

    kalau saya sih ada usulan bua para raja, pemerintah
    1. siapkan anggaran khusus pengelolaan manuskrip, kasih gaji besar buat para pegawainya
    2. siapkan kajian khusus manuskrip kuno, beri gaji besar kepada para ilmuwan…
    nanti akan banyak terbuka segala rahasia sejarah nusantara yang belum kita tahu
    3. suatu saat nanti mendesak kepada pemerintah belanda agar mengembalikan manuskrip kuno milik nusantara, atau paling tidak ditukar dengan duit atau anggaran khusus negara, daripada buat beli mobil-mobilan hehe..
    4. manuskrip2 kuno yang disimpan masyarakat umum, atau menjadi kolektor pribadi agar dikembalikan kepada negara, atau paling tidak ditukar dengan duit atau anggaran khusus negara, daripada buat beli mobil-mobilan hehe..

    itu saja usulan saya, terimakasih kang sabda atas kajiannya dalam soal manukrip kuno ini,,,

  6. kulonuwun ki Sabda, lan salam rahayu wilujeng dhumateng sedulur2 sedoyo …menawi kepareng kulo nderek urun rembug…terinspirasi saking bumi kendalisodo, kados pundhi menawi sedoyo aliran kejawen dipun sawijikaken rembug ngedhekaken UNIVERSITAS UNGGUL KEJAWEN, ditiap tiap daerah minimal ada satu,….terus kuliahe inggih gratis…dosen lan profesore saking ahli ahli kejawen ingkang mumpuni,…masalah tempat kula pikiir saged dipun rembagaken toh bothen kedah mewah sing penting semangatipun nggih to?, lepat nyuwun pangapunthen medhal2 sampun kulawatun ndherek usul
    salam asah asuh asih, rahayu rahayu rahayu

  7. prabu haryang kencana

    assalamualaiakum, spada…….!?
    bolehkah saya berkenalan dg pemilik rumah ini………? barang kali diperkenankan ikut koment…?

  8. Ningrat Sejati sentosa aman nyaman MAKMUR

    Pakai otak dong bung! karaton menyimpannya agar kelak utk dibaca oleh satrio piningit! kalau dibaca sama masyarakat umum, nanti bisa “gila” karena tdk sanggup! makanya di setiap komunitas masyarakat ada pemimpinnya, dari terendah sampai atas! dan orang2 yg pantas utk membaca kitab2 kuno yg tersimpan di gudang karaton adalah SP dan orang2 yg mumpuni yg telah mendapat restu dari SP! setelah dibaca dan disadur oleh SP, baru deh dijelaskan secara global kpd massa umum! hoahahahaha… karena yg akan memajukan nusantara ini adalah SP, yg notabenenya keturunan raja trah MATARAM MAJAPAHIT! ngerti ora ga coy? hahahahaha…oon lho pemilik blog goblog!! hanya ngerti kulitnya saja! belajarlah hakikat lan makrifat gemblung! pemilik blog ini memang seorang rendahan turunan budak jelek! saya tahu itu! jgn sembarangan bicara wahai turunan budak! tahu diri kowek! paling malas saya mendengar celotehan orang biasa lan miskin namun sombong pongah kayak yg dilakukan oleh pemilik blog ini, eling bung! eling! durhakalah anda wahai turunan sudra! kualat dan kualat anda! hahahaha..
    ******************

    Bapak Ningrat Sejati Ingkang dahat kinurmatan
    Kata-kata kasar seperti ini, setahu saya tak pernah diucap oleh seorang darah biru asli. Tdk mencerminkan watak kesatria trahing kusumo rembesing madu. Jauh dari sikap arif dan bijaksana. Namun saya tetap berterimakasih krn sangat bermanfaat sbg sarana pembelajaran para sedulur di sini utk mengenali mana watak seorang ningrat sejati, mana pula yg palsu. Bukan dinilai dari namanya, melainkan tutur kata, madu boso, madu roso, dan sikap kearifan serta kebijaksanaannya. Demikian para sedulur semua, semoga menjadikan suatu manfaat agar kita semua lebih lantip dan awas.
    Salam karaharjan

    • @ ningrat sejati sentosa aman nyaman makmur,

      permisi…

      nama boleh NINGRAT tapi bahasa kayak orang BEJAT !

      nama boleh SEJATI tapi mental kayak MUCIKARI !

      nama boleh SENTOSA tapi kelakuan kayak orang GILA !

      nama boleh AMAN tapi sejatinya anda yang BUDAK SUDRA !

      nama boleh NYAMAN tapi lahir batin anda KUALAT !

      nama boleh MAKMUR tapi otak dan hati anda MISKIN !

      mohon maaf coy…

      salam jangan congkak/pongah/sombong,

      dewi

      • selamat malam Jeng Dewi…..tenang saja…sepertinya ini permainan tingkat tinggi para jago spiritual…mungkin saja ini guyon antar teman…..Mungkin saja Mas Sabdo sudah kenal dengan gaya tulisan itu….ditunggu saja kelanjutan dari permainan aneh ini…..saya sendiri juga kaget kalau bahasa kasar sudah mulai masuk di blog yang santun dan mendidik ini…nguri uri budoyo negeri…….Semoga tidak terjadi suasana hiruk pikuk seperti yang sudah terjadi di blog EC….salam rahayu kagem Jeng Dewi….

    • Nice Comment…full with rubish.. without garnish
      hehehe Ningrat ni. pasti sekolah SMA aja. bapaknya kopral.
      gaya bahasanya kaum rendah seolah menunjukkan dirinya tinggi dan serba mengerti.
      Diyakini bahwa Ningrat pasti tdk mendapat bagian kursi tuk duduk d kraton dengerin pidato SP.
      1. Ningrat belom pernah membaca kitab2 yg ada d kraton
      karena kalo sdh membaca maka bicaranya pasti lebih santun
      2. Ningrat tidak bisa ikutan dalam segala acara SP
      Karena SP kepada Ningrat, menoleh pun TIDAK

      hehehe

      • Salam untuk Mas Bruuuut…nama yang aneh….seperti kentut Semar yang menawan…..Baru tahu kabar kalau SP sedikitpun tidak menoleh kepada ningrat….weeeh…bisa nggak dijelaskan maksudnya…..suwun

      • SP bertelinga. cukup didengar. pabila tdk sesuai. buat apa menoleh k sumber suara
        hehe

      • heran baca lingkungan & dengar …. tetapi gak lihat pemilik suara bruuutttttttttt …. heran pura2 dalam perahu aja, ah biar si dia tidak malu bruuutttttnya … heran sambil nutup hidung dgn susah payah karena hidungku pesek

      • Nice Comment…full with rubish.. without garnish
        hehehe Ningrat ni. pasti sekolah SMA aja. bapaknya kopral.
        gaya bahasanya kaum rendah seolah menunjukkan dirinya tinggi dan serba mengerti.
        Diyakini bahwa Ningrat pasti tdk mendapat bagian kursi tuk duduk d kraton dengerin pidato SP.

        masih ingat saja. dengan pangkat bapak saya,
        tapi saya selalu ingat dengan kelakuan seorang pati TNI AD berpangkat mayjen
        😀 😀 😀

        engkau banggakan budha padahal engkau umat muhammad
        oh iya. waktu aku bertanya kepeda allah.
        saya : ya allah apa yang dipinta wanita itu kepadamu.
        allah : dia meminta kepadaku agar aku membenci dirimu
        saya : apakah kau akan mengabulkannya??
        allah : tidak mungkin aku mengabulkannya
        saya : bukannya engkau maha kuasa atas segala sesuatu. dan aku juga pernah meminta agar engkau membenciku
        allah : tapi tidak mungkin aku melakukannya
        saya : seandainya wanita tersebut meminta lagi hal yang sama. apa yang akan kau lakukan kepadanya
        allah : aku akan mengazabnya dengan azab yang tiada taranya

        buat yang merasa.
        semua orang di blog in dan eddy coret, salut kepadamu
        tapi lihatlah kelakuan mu, menuduhku seenakmu dan menghinaku (menyuruh orang2 berludah di depanku dan kakak ku, bahkan ke 2temanmu ada yang main sihir dan mengatakan aku anjing)

        sekarang aku mau bertanya kepadamu. siapa yang mau menolongmu dan ke 2 temanmu…
        allah?
        muhammad?
        10 malaikat??
        budha??
        iblis?
        dajjal??

        aku kenal semuanya. dan berteman baik kecuali dajjal. walau bukan teman tapi dia juga bukan musuhku.
        oh iya waktu anda menghina dan menyakitiku aku menemui malaikat raqib dan atid, untuk melihat amalanmu..
        dan ternyata amal baikmu sangat banyak(4 buku penuh. padahal standar manusia biasa adalah i buku) dan amalan burukmu tidak ada??
        hebat!!
        lalu aku bertanya kepada ke 2 nya kenapa dia tidak ada kesalahanya.
        lalu malaikat atid menjawab. setiap dia melakukan kesalahan dia selalu memohon ampun kepada allah..
        lalu aku menanyakan kepada allah. ya allah kenapa engkau tidak mencatat dia bersalah ketika menghina dan menyakiti aku. (ku p[ikir dosa sesama manusia tidak bisa diampuni)
        lalu allah menjawab bukankah engkau inginkan dia dan ke 2 temannya tidak termasuk orang2 yang dekat denganmu??
        saya : benar. saya tau maksudMU ya allah

        begitulah kisah 1 orang wali yang menghina dan menyakitiku, tapi tidak mendapat dosa..

      • hehehe …. untung100x aku gak merasa raja?
        krn bapakku bkn ABRI, tapi petani LEBIH NINGRAT & mulia dari semua profesi
        kalau aku bicara bledag-bledug krn itu ciri khas daerahku Gombong (Jawa Tengah) beda dgn kalian bicaranya halus spt makhluk halus
        sekolahku cuma pendidikan SD gak lulus, cukup bisa baca pikiran kalian bagiku ucah cukup dan menurutku justru yg sekolahnya pe S123, profesor malah goblog2, buktinya negri ini dihuni, dipimpin mrk, malah banyak utang? mana buktinya

        sekali lagi untuk aku bukan raja tapi ningrat hehehe ….

    • kalau lihat gaya bahasanya, tulisan tsb ditujukan untuk heran?
      Oon juga kena sasaran spt ini : “hahahahaha…oon lho pemilik blog goblog!! hanya ngerti kulitnya saja! ….
      heran tahu dia cuma lagi kesal ama istrinya atau dikejar-kejar kridit panci …. jadi kita yg kena sasaran huh

    • yang ngempon bukan orang berwatak jawa hanya berwatak dari negara sabrang…..kasar…mokso…

  9. Salam, hormat dan berkah buat semua leluhur yang ada di blog ini.

    Ilmu itu ya harus diuji, mungkin begitulah kehendak Pangeran menguji tingkat keilmuan seseorang. Mutiara harus diuji dulu dengan digosok supaya bersinar cahayaNya. Kalau batu biasa, digosok akan kelam dan pudar.

    Salam buat pemilik blog ini dari yang didalam sini untuk yang di dalam sana.

  10. aku ko ma lah senang hi..hi..hi….

  11. saya merasa masyarakat jawa yg trkenal dngan kebudayaanya skrang kebudayaan tu smakin hilang saya saja mau blajar tntang kejawen bingung di mna saya hrus blajar dan bgai mna sejarahnya,, pa mungkin kebudayaan jawa lamakelamaan akan hilang apakah kalian rela jika kebudayaan kita hilang kebudayaan yg skian lama kita banggabanggakan di kemudian hari hanya tinggal knangan

  12. saya setuju..
    selaku generasi muda,saya wajib ikut mendukung melestarikan budaya.
    semoga tujuan baik kita semua selalu diridhoi gusti Allah.amin

  13. Wilujeng Rahayu, semoga Tuhan dan para leluhur selalu merestui langkah kita. Ki Sabdalangit, saya ingin bertanya kepada anda tentang keadaan nusantara saat ini dan yang masih menjadi pikiran saya, jika merujuk pada Serat Jangka Jayabaya dan serat Dharmogandul, apakah bangsa Nusantara memang harus merasakan kepedihan yang tak terperi seperti ini? Sudah banyak sekali prosesi upacara uphakarti dari beberapa agama dan aliran kepercayaan agar Indonesia segera terbebas dari jaman yg meresahkan hati ini. Sebenarnya semua pendertiaan ini sudah menjadi takdirnya bangsa Indonesia atau karena hukum alam? Sudi lah kiranya Ki Sabdalangit menjawab dan memberi pecerahan nya dalam hal ini kepada saya. Bila ada kata-kata saya yang tak berkenan di hati Ki Sabdalangit, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga Gusti Ingkang Akarya Jagat slalu memberikan waranugraha Nya kepada kita semua. Dan senantiasa bangsa nusantara mulai belajar hidup seimbang dan menghargai Alam Semesta dan para Leluhur. Rahayu Rahayu Rahayu

  14. Sebenarnya di jaman sekarang dimana trah kerajaan cuma hanya dijadikan simbul saja atau gelar saja,tidak punya otoritas dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.Saya kira tanggung jawab masalah budaya ini tidak bisa dibebankan lagi kepada kraton,kasultanan atau kasunanan. Seharusnya sudah menjadi tanggung jawab penuh pemerintah melalui aparat dan pranatanya.Keberadaan Depdikbud atau depdiknas dan Disparsenbud di tiap strata pemerintahan daerah mestinya sudah bisa mengatasi permasalahan ini kalo mereka punya program dan perencanaan yang jelas dan terarah,mungkin lembaga pemerintah perlu ada masukan hal2 seperti ini,meskipun sebenarnya saya kira pemerintah sudah tahu dan sangat faham permasalahan budaya ini,hanya tinggal kepedulian dan political will saja dari pemerintah.

  15. Belajar dari Syeh Siti Jenar lagi, senengane jiwat jiwit… kate mlayu ora iso… wkwkwkwk..

    Ya seharusnya prinsip mbah Siti Jenar itu tentang kemanunggalan kawulo lan gusti itu bisa dipraktekkan untuk menata suatu negara… kawulo itu rakyatnya gusti itu pemimpinnya… intinya spirit dari pemimpin itu kalau sudah menyatu dengan rakyatnya maka rakyatnya akan mudah untuk diajak maju sesuai spirit dari pemimpinnya.

    Bagaimana bisa maju suatu negara kalau rakyatnya jalan di tempat dengan segudang persoalan yang tak bisa dideteksi oleh pemimpinnya? tentu tidak bisa diselesaikan oleh pemimpin seperti RAJA2 yang ada selama ini cara berkehidupannya… masak raja hidup gemerlapan dengan penuh fasilitas di istana… sedangkan rakyatnya hidup bergelimpangan (kemiskinan dalam arti luas) spt bergelimang penderitaan itu hehehe.

    Prinsipnya kehidupan itu adalah seperti bentuk PIRAMIDA.. begitupula tingkat spirit rakyatnya, rakyat yang jumlahnya banyak atau terbesar itu tingkat spiritnya atau kualitas spiritnya adalah yang paling minim atau rendah, semakin atas ya semakin tinggi tingkat spiritualnya.

    Pertanyaannya, bagaimana seorang pemimpin mampu mengukur sejatinya kebutuhan rakyatnya kalau pemimpin itu tidak menyatu dengan rakyat yang dipimpinnya. atau Pemimpin itu tidak BERSEKUTU dengan rakyatnya? seharusnya spt kata gus Dur dulu Istana negara itu jadikan istana rakyat aja… atau KERATON itu jadi keraton rakyat saja atau yang paling mengena kiri kanan ok ya dijadikan museum sejarah saja….. kekeratonan itu sudah tidak penting lagi… keraton itu membuat pengisinya bagai hidup di sarang sangkar emas… kebanyakan peraturan atau upacara2 yang gak perlu perlu…. dan akhirnya tak mampu menyelami secara spiritual kehidupan rakyatnya apalagi memetakan bagaimana kehidupan itu harus berjalan dengan semestinya menuju masyarakat atau rakyat yang gema ripah loh jinawi itu…

    Kira kira begitu ulasannya… mbah Siti Jenar sing ayu dhewe… wkwkwkw jiwat jiwit wae… mbah iki….

    • Mbah Siti Jenar isih jiwat jiwit ngendika, dereng mantep tulisanne…

      Penjelasannya adalah pemimpin itu seperti RUH dan rakyatnya adalah Wadag manusianya, pemimpin itu bukan sebagai tuhan nya yang disembah sembah, tapi RUH manusia yang akan menjiwai kehidupan manusia itu secara utuh… kados mekaten katrangan kekiranganipun…

      Nah teori meniku gathuk kalean jangkanipun mbah Jayabaya… Ratu menika mboten usah ngangge MAKUTHO… atau yang disebut RATU TANPA MAHKOTA menika… yakni ratu atau pemimpin yang menanggalkan segala macam atribut kemahkotaannya itu yang bakal mampu menjiwai atau menyelami atau mampu memetakan kebutuhan atau jalan hidup rakyatnya menuju masyarakat tata tentrem kerto rahardjo… kados mekaten nggih mbah Jayabaya sing nggantheng dhewe …. wkwkwkwk

      • Kesimpulan awal, namanya belajar boleh salah boleh benar…

        Titik keseimbangan untuk menjadi sosok pemimpin suatu komunitas yang kompleks maka sosok pemimpin itu harus punya daya adaptasi yang tinggi. Bila diasumsikan kehidupan bernegara itu suatu bentuk piramida itu maka sosok pemimpin itu harus berada pada titik keseimbangan didalam piramida tersebut, yakni bisa ke atas bisa ke bawah… atau berada di tengah2 sistem kehidupan yang kompleks itu…

        Makin banyak orang miskinnya pemimpin itu semakin dekat dan punya lifestyle mendekati ke titik keseimbangan pada jumlah orang miskinnya…..

        namanya belajar yaaa… gak boleh ada marah…. namun lebih baik hanya ada cinta saja… hehehehe

  16. Pangapunten, kritik paling mendasar adalah… sejarah membuktikan… nafsu angkara murka… mo limo… pertikaian sesama yang merasa pemimpin yang berdampak rakyat menderita… untuk itu bersatulah demi rakyat akhiri pertikaian, redam perbedaan… jangan mengumbar aurat syahwat… hingga rakyat melarat… melarat lahir batin dunia akhirat…
    Sekarang bukan waktunya rakyat melarat, rakyat lahir batin dunia akhirat harus kuat… karena sekarang waktunya kemuliaan berjuta karat… untuk rakyat… bukan hanya dikuasai sebagian orang yang bertindak sesat keparat… lupa diri akhir hayat akan menjadi mayat…
    Sudah waktunya kesesatan syetan berganti menjadi kelezatan.. kelezatan ketan atau santan… untuk masakan atau kesehatan… demi rakyat yang sudah lama mengidamkan kedamaian kesejahteraan… tata titi tentrem kerta raharjo… gema ripah loh jinawi..

  17. mohon informasi, tatacara KROMO… kromonipun raja jawa… yen kromo kalean permaisuri sampun wonten nah niku kangge selir selir raja jawa kok dereng ketemu websiteipun.. pripun nggih wonten wibsite pundi?…… sampun kulo ubek ubek wonten pundi pundi tatacarane kok mboten wonten… wah kulo mesti ngritik maleh dadose… kok raosipun disimpen simpen informasi lan tatacarane nggih? hihihi

    • Hanya ingin berbagi, kata kata selir kok kurang nyaman ya…. mending jadi permaisuri satu, dua, saja… bagus sepertinya, yang old style kurang bagus mending diganti saja istilahnya, jadi kanan kiri ok bukan? hihihi

  18. SANTUN

    Mohon maaf sebelumnya,
    Para raja pada era menjelang kemerdekaan sudah demikian arif, aset wilayah kekuasaannya diberikan pada Republik ini.
    Tentu jaman semua butuh biaya, raja raja sudah rela meng amputasi sumber sumber dananya.
    Pimpinan negeri yg terdoktrinasi ajaran negeri lain, sehingga muncul situasi tdk menghormati eksistensi, dan nilai nilai yang terkandung dalam konteks Raja, kerajaan dan segala isinya.

    Saat inilah kita yg mungkin ada akses di legislatif dan eksekutif di berbagai strata, wajib mengingatkan utk hormat, memberi fasilitas yg lebih pada situasi yg kita prihatinkan.

    Duhai teman,
    kita bersama ingat ” memercik di dulang merusak susu sebelanga ”
    Mohon maaf dari tulisan redaksional menunjukkan ke elokkan kita.
    Blok ini ter akses seluruh dunia.
    Kita jaga tata kalimat kita.

    Maaf,
    mari bersama kita jaga, kita wujudkan :
    Santun berbahasa
    Santun bertata kalimat
    Santun menjaga isi redaksional kita.

    Terima kasih utk pengelola blog.
    Semoga protecting, utk menjaga kewibawaan Jawa kita kerjakan bersama.

  19. MEMANG BENAR SEKALI YANG DIUTARAKAN KI SABDA LANGIT ! BANGSA INI SUDAH SANGAT JAUH MENINGGALKAN ADAT DAN BUDAYA NUSANTARA YANG ADI LUHUNG…. SEMUA INI AKIBAT DARI PENJAJAHAN ASING ? BAIK PENJAJAHAN EKONOMI ,,,, ADAT,,,, BUDAYA ..AGAMA …..WALAUPUN TAMPAK SECARA LAHIRIAH MERDEKA ? JAMAN DULU YANG MENJAJAH KITA ADALAH KERAJAAN BELANDA DAN KEKAISARAN JEPANG ? KINI YANG MENJAJAH KITA BANGSA SENDIRI YANG SUDAH MENDAPAT DOKTRIN DARI LUAR WALAUPUN SANGAT HALUS ? BUKTINYA ! SEWAKTU DIADAKAN UPACARA ADAT ( BERSIH DESA ) , DIBILANG SYRIK/MUSRYK ? MEMUJA SETAN ( PENUNGGU KAMPUNG ) UPACARA JAMASAN PUSAKA KRATON DI BILANG SESAT MEMUJA PUSAKA ? UPACARA MEMPERINGATI MAULUD NABI ( SEKATEN ) DIBILANG SESAT NGGAK ADA TUNTUNANNYA DALAM HADIST MAUPUN QUR AN ! PEMBERIAN NAMA KERETA , GAMELAN , PUSAKA PAKAI NAMA KYAI JUGA DIBILANG SESAT ! KEMUDIAN KALAU KITA BICARA TENTANG SENI ? SENI TARI ,,,,, HARAM ( MEMBUKA AURAT ) SENI SASTRA MUSRYK ( PERCAYA PADA RAMALAN MANUSIA / JANGKA JAYA BAYA ) SENI PAHAT/ SENI UKIR MUSRYK ( PATUNG DAN WAYANG KULIT/ WAYANG GOLEK ) JADI KESIMPULANNYA ADAT , BUDAYA , KARYA SENI BANGSA INI SESAT ? HARUS DITINGGALKAN ? MAKA TIDAK HERAN BAHWA BANGSA INI LAMA KELAMAAN KEHILANGAN JATI DIRINYA ? ? ? SEMENTARA ORANG2 ASING ( TERUTAMA BANGSA BARAT ) MALAH SIBUK BELAJAR ADAT DAN BUDAYA KITA YANG ADI LUHUNG ? TERMASUK MEMPELAJARI PENINGGALAN2 NENEK MOYANG KITA , BERUPA CANDI2 DLSB ! DEMIKIAN KI SABDA LANGIT ! BILA ADA YANG KURANG MOHON DIKOREKSI ! MATUR SEMBAH NUWUN ……..

  20. Alhamdulilah semoga kita terbuka akal dan fikir tentang budaya kita

  1. Ping-balik: kangBoed » Hilangnya Jati Diri Manusia

  2. Ping-balik: KRATON YOGYA KEHILANGAN PERKUTUT « RUJAKBELING KOLAKRAWE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: