TATA CARA MELIHAT TUHAN

Tuhan benar-benar maha luas tiada batas ! Maka tidak lah berlebihan jika dianalogikan bahwa kebenaran sejati layaknya cermin yang pecah berantakan, dan agama, ajaran, budaya, ilmu pengetahuan, tradisi, masing-masing hanyalah memungut satu di antara serpihan cermin tsb.

EMPAT dimensi (dimensi ruang ditambah waktu), hanya ada di dalam dimensi wadag/fisik bumi. Sementara tata “ruang” gaib sungguh menyimpan misteri yang maha luas dan dahsyat.  Dalam “tata ruang” gaib sudah yang tidak ber-ruang lagi, dan di dalamnya tidak berlaku waktu, tidak berlaku jarak. Itulah hakekat dari dimensi cahaya. Bahkan kecepatan melebihi kecepatan cahaya.

…untuk mencapai pergerakan maksimum di dimensi ruang maka pergerakan di dimensi waktu harus nol. Pada kondisi inilah kecepatan benda menempuh dimensi ruang bisa maksimal. Dan sesuai dengan teori relativitas khusus, bahwa kecepatan maksimal adalah kecepatan cahaya, segera kita sadari bahwa cahaya sama sekali tidak bergerak pada dimensi waktu. Dengan kata lain, foton tidak berumur. Foton yang dihasilkan semenjak alam semesta terbentuk sampai sekarang umurnya sama!

Ini terkait dengan salah satu formula teori relativitas khusus yang sangat terkenal: E=mc2, di mana E adalah energi, m adalah massa, dan c adalah konstanta kecepatan cahaya. Formula tersebut menjelaskan relasi langsung antara energi-massa (konservasi energi-massa). Sebuah objek dengan massa m bisa menghasilkan energi E sebesar mc2; dan karena c sebuah konstanta yang besar, massa yang kecil tetap akan menghasilkan energi yang besar.

Bayangkan, Hiroshima tahun 1945 hancur akibat energi yang dihasilkan 1ýari 2 pounds Uranium. Di sisi lain, formula ini memainkan peranan penting dalam pergerakan objek dalam 4-dimensi. Benda yang bergerak memiliki energi kinetik, semakin tinggi kecepatannya semakin besar energinya.

Saat kita paksa partikel muon mencapai kecepatan 99,9 kecepatan cahaya, muon memiliki energi yang besar. Karena konservasi energi-massa, energi tadi meningkatkan massa muon 22 kali lebih massif daripada massa-diamnya (0.11 MeV). Tentu saja semakin masif (pejal) benda, semakin susah untuk bergerak cepat. Ketika kecepatannya dinaikkan menjadi 99,999 kecepatan cahaya, massanya bertambah 70.000 kali! Muon semakin masif dan semakin cenderung untuk tidak bergerak. Sehingga dibutuhkan energi yang tak berhingga untuk melewati kecepatan cahaya; jumlah energi yang tidak mungkin bagi sesuatupun yang ada di alam semesta ini: KECUALI JUMLAH ENERGI  TUHAN. (Wongalus.wordpress.com)

Sukma/roh adalah “abadan cahya” (cahya sejati) sehingga bagi  roh/sukma ke manapun pergi tidak membutuhkan waktu lagi. Orang bilang kecepatan sukma melesat dari satu tempat ke tempat lain (dalam meraga sukma) hanya memerlukan hitungan detik, sekedar untuk menggambarkan betapa di “wilayah” gaib merupakan wahana cahaya yg tidak menggunakan hitungan dimensi ruang dan waktu lagi. Namun demikian, cahya sejati belumlah hakekat TUHAN, ia masih makhluk (ciptaan/retasan Tuhan). Sehingga tak bisa dibayangkan lagi bagaimana “kecepatan” Tuhan, mungkin beribu atau bermilyar kali lipat dari kecepatan cahaya. Dan hanya sampai di situlah yg bisa dibayangkan oleh manusia. Di atas cahya sejati (nurulah) adalah atma atau energi hidup/chayyu/kayun/kayu. SUATU “ENERGI hidup” YANG KECEPATANNYA  JAUH MELEBIHI CAHAYA. Bisa anda bayangkan ? Namun Atma sejati belumlah  “inti” TUHAN, karena atma masih di dalam rengkuhan HYANG MAHAMULIA.

Hal ini setidaknya dapat terbuktikan melalui suatu pengalaman gaib yg sensasional,  yg membeberkan “rahasia besar” bahwa leluhur di alam barzah, sekalipun  mencapai derajat kamulyan yg paling tinggi (kamulyan sejati/abadan cahya sejati), belumlah bisa melihat/bertemu “wujud” Tuhan. TUHAN tidak SESEDERHANA itu. Karena tuhan lebih-LEBIH DARI MAHA MULIA, LEBIH DARI MAHA AGUNG, tidak sekedar sebagaimana manusia bayangkan melalui kitab-kitab suci yang ada.

Semakin manusia mengetahui kebesaran tuhan, manusia semakin merasa tidak bisa membayangkan tuhan itu seperti apa sesungguhnya. Namun yang di luar bayangan imajinasi kita itu, sungguh ada melekat di dalam diri kita, dalam diri manusia apapun agama, bahasa dan suku bangsanya.

Semakin manusia tahu Tuhan, semakin merasa kecil dan menunduk diri. Jauh dari watak mentang-mentang, jauh dari sikap merasa paling benar, apapun yang menjadi sumber referensinya.

MATA MELIHAT MATA = MANUSIA “melihat” TUHAN.

Untuk sekedar pembuktian ilustratif saja, bagaimana kemampuan manusia dalam melihat/mengetahui/bertemu tuhan adalah ilustrasi saya sebagai berikut: Bola Mata wadag kita bisa melihat suatu obyek yang berada di luar mata kita. Namun demikian, apakah bola mata kita bisa melihat apa yg ada di dalam bola mata kita sendiri ?

Maka hanya dengan “rahsa”lah kita bisa “merasa” apa yg ada di dalam bola mata kita. Tuhan hanya bisa kita rasakan, dan itulah kemampuan manusia maupun roh dalam “melihat” tuhan.

APAKAH TUHAN ITU ?

Dalam pendekatan rasio dikenal suatu hukum alam, lebih populer lagi sebagai hukum sebab akibat. Maka Tuhan merupakan konsep utama sebagai CAUSA PRIMA, yakni penyebab utama tanpa ada yang menyebabkan eksistensiNya. Jika pendekatan melalui teori energi, maka Tuhan merupakan EPISENTRUM dari segala episentrum dan energi yang ada di jagad semesta.

Soal Tuhan mana yang paling bener, atau sebutan nama Tuhan yang palsu apa ? Apakah Allah, Alloh, Tuhan, Pi khong, Brahman, God, Puang Alah, Yahweh, Dei dan seterusnya ?

Berbicara dalam konteks rasio, semua itu tentu saja masih berupa kebenaran yang bersifat relatif. Karena nama-nama itu berkaitan dengan sistem budaya yakni, BAHASA sebagai alat komunikasi yang digunakan manusia. Logiknya sebelum manusia mengenal bahasa, maka konsep nama-nama di atas tentunya belum ada, dengan kata lain, causa prima (tuhan) belum punya nama apapun.

Jika pemahaman di atas ada yang menganggap statementnya kapir kopar, yang menjadi pertanyaannya, apakah gara-gara  salah menyebut nama untuk Tuhan maka akan mengakibatkan seseorang kecemplung nroko ? Bukankah kita semua ini memeluk salah satu agama hanya faktor kebetulan saja, dan tak lebih karena faktor keturunan (warisan) orang tua kita. Nah, apakah hanya faktor kebetulan, faktor keturunan, dan warisan ortu tsb menentukan orang masuk nroko atau suwargo ?

BENARKAH TUHAN ITU DAPAT DIHITUNG ?

Pertanyaan selanjutnya, apakah TEPAT, dikatakan Tuhan Maha ESA ? Jika jawabannya ya, berarti Tuhan itu sesuatu yang COUNT-ABLE (dapat dihitung). Jika jawabnya ya juga, berarti Tuhan itu sangat terbatas, dengan demikian mengingkari dalil Tuhan Mahaluas tak terbatas. Saya mengharapkan bantuan para pembaca yang budiman untuk memberikan pencerahan atas mind set tersebut.

Hal ini saya kemukakan karena di dalam benak saya Tuhan itu sebagai UNCOUNTABLE. Namun bukanlah benda, berbeda dengan udara, air, api dan sejenisnya merupakan uncountable noun, atau benda tak dapat dihitung. Sehingga kita tidak bisa mengatakan air, udara, api berjumlah satu atau sepuluh, atau seratus. Namun kita juga tidak bisa dikatakan benda-benda tersebut sebagai satu (esa). Bahasa yang mewakili adalah benda jamak dan benda tunggal. Jika Tuhan dikatakan satu, berarti terjebak pada terminologi benda jamak. Saya kok merasa lebih sreg jika mengatakan (dalam bahasa kawi)  sebagai Hyang Widhi atau Maha Tunggal atau bahasa lain yg sepadan. Karena Tuhan itu, saya kira tak dapat dihitung. Jika dikatakan Maha Esa (satu) kiranya teramat sulit memahami deret hitungan yang KUANTITATIF dan SIMPLISTIS tersebut. Kenyataannya, memahami Tuhan yang tiada duanya,  jauh melebihi sulitnya menghitung udara sebagai benda tak dapat dihitung. Betapa hebat Tuhan itu. MOHON SAUDARA-SAUDARAKU seluruh pembaca yang budiman BERKENAN berbagi rasa di sini.

salam asih asah asuh

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Juli 5, 2009, in Tata Cara Melihat Tuhan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 783 Komentar.

  1. saya jg masih bingung. karena setiap agama mengatakan tuhannya benar. jadi mana yang benar?

    • yang benar,…tuhannya sendiri.

      • Mas syahtra dn kuncoro slm
        karahayon memang bnr
        sprti itu tuhanya sendiri yg wjb kt sembah krn tuhan dkt urat nadi leher kt
        tuhan tidak ada di luar sana
        ada di kalbu mukminin setiap
        manusia
        kalau mencari tuhan keluar
        diri kita sesat adanya
        sy tdk ber hak menyembah tuhan yg ada di diri mas syahra jg kuncoro gk tau tempatnya yg tau anda masing2 kt rasakan keberadaanya pd diri kt
        syukur bage bisa melihatnya
        slm rahayu
        rahayu…….rahayu

  2. sugeng rahayu para sedulur, saya mau ijin. menyuplik sebagian paragraf dari artikel ini. untuk saya masukan sebagai bahan refferensi. terimakasih.

  3. TU……–…..HAN……≈……HAN……–……TU
    TU ≈ TUNGGAL ≈ ESA ≈ 1
    HAN ≈ HAWA NING ≈ HAWA BENING ≈ SUCI ≈ 0
    >>> TU – HAN ≈ ESA – SUCI
    1 ≈ ENERGI ≈ ONO ≈ MUTLAK ADA ≈ tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan ≈ KEKAL
    ISI ≈ cahaya – materi ≈ ONO ≈ MUTLAK ADA ≈ selalu berubah ≈ TIDAK KEKAL

    0 ≈ HUKUM UNIVERSAL ≈ ONO ≈ MUTLAK ADA ≈ tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan ≈ KEKAL
    KOSONG ≈ ruang – waktu ≈ ONO ≈ MUTLAK ADA ≈ selalu berubah ≈ TIDAK KEKAL

    ISI – KOSONG ≈ (cahaya-materi) – (ruang-waktu) ≈ TIDAK KEKAL ≈ JAGAD RAYA
    1 – 0 ≈ ESA – SUCI ≈ ENERGI – HUKUM UNIVERSAL ≈ KEKAL ≈ TUHAN

    TUHAN ≈ tak tercipta, tak terlahir, tak hidup, tak mati, tak susah, tak senang…dst… ≈ KEKAL
    >>> jika TUHAN ≈ esa – suci ≈ mutlak BUKAN MAKHLUK,….maka TIDAK BISA di-PERSONIFIKASI-kan seperti Manusia yang bersifat 99 bahkan lebih banyak, diantaranya: berkehendak, pengasih, penyayang, pengatur, kuasa, pemberi, penghukum, pemurka, …. dst… apalagi dengan embel2 MAHA..!!!
    TUHAN ≈ energi-hukum universal ≈ bersinergi secara OTOMATIS ≈ TAK BERKEHENDAK
    >>> jika TUHAN menghendaki dan mengatur kehidupan semesta, …. maka …..
    TUHAN adalah yang paling BERTANGGUNG JAWAB atas semua fenomena/
    kejadian yang ada di kehidupan semesta ini, … bukan manusia.?????????

    Jadi ( yen ONO ngono kuwi ), maka ADA KEMUNGKINAN … BEBAS … dari penciptaan, penjelmaan, kelahiran, kehidupan, kematian, susah, senang….dst…( MANUNGGALING KAWULO GUSTI)
    01010101010101010101

    Bagi yang tidak bisa menyimpulkan, berarti itu keraguan
    Bagi yang masih belum bisa melihat yang abstrak, perlu belajar dan berlatih olah rasa (pencerapan/perception) dan olah pikir (logical mind) dengan SEIMBANG yang disebut juga olah BATIN

    MATURNUWUN ……

    • Asalam……..Wbr
      slm asah asih asuh……
      kenalkah ki sanak siapa ISA ALMASIH itu …? Yesus….?
      mari kt simak siapa dia sebenarya Aku utus anaku yg tunggal ke dunia untuk menebus dosa manusia di dunia.
      Kata isa hai adam sebelum
      kamu ada di dunia ini aku sudah ada di dunia ini
      kata isa aku adalah alib dn yak yg pertama dn yg terkemudian
      kata isa aku adalah Roh kudus itu sendiri krn isa adalah Rohulullah
      kt isa aku tdk mau masuk ke
      dlm bait yg di bangun dari batu oleh manusia tetapi aku mau masuk ke dlm baitullah ygdi bangun oleh allah sendiri yaitu jasad ini
      AKU tiupkan sebagian rohku
      dn kamu hidup
      kata isa akulah terang itu barang siapa yg tdk melalui terang itu maka tidak akan pernah sampai pada allah
      Tetapi kenapa isa/yesus di hukum salib oleh manusia???
      Kenapa allah tdk melindungi utusanya??….
      Isa juga seorang anak yatim
      hanya mempunyai seorang ibu siti mariam
      Isa tersalib ke dua tanganya
      terpaku simbolis keimanan
      sudah tak terpegang lagi
      Isa bermahkotakan duri
      simbolis akal fikir terbelengu
      lambung isa tertancap tnmbak simbolis hati yg mati
      kedua kaki terpaku simbolis sudah tdk ada kepercayaan lagi.
      Inilah lambang roh kita yg tersalib di dlm jasad ini
      inilah lambang anak yatim
      (roh) yg tak pernah kt pelihara tak pernah kt santuni nyaris tdk kt kenal
      mari kt bebaskan roh suci ini dari salibnya roh suci kt masing2
      buang mahkota duri dari kepala supaya akal fikir tetap hidup
      bebaskan tangan dari paku
      salib supaya terpegang erat iman kt
      cabvt tombak yg ada di lam
      bong untuk menghidupkan hati yg mati
      bebaskan kaki dari paku salib supaya tegak percaya
      kt pada allah di dua kaki yg tak tergoyahkan
      mudah2an berkenan buat pembaca mohon maaf klu salah kata dn tdk pas
      Rahayu rahayu rahayu.

  4. sy mohon sekiranya utk diperkenankan oleh para pinisepuh sedaya, utk ikut ngangsu kawruh disini & utk menyimpan sekaligus mungkin utk mengabarkan pd sedulur2 yg lain yg mmbutuhkan pencerahan, tetapi tdk terhubung dg blog ini. salam karaharjan. nuwun

  5. Segala puji bagi allah yang nilainya tak dapat di uraikan oleh para pengucap….hak 2 nya atas ketaatan tak dapat dipenuhi oleh orang2 yang berusaha menaatinya ..pikiran setinggi apa pun tak dapat menghayalkanya..pesaan setajam apapun tak dapt menjangkaunya untuk menggambarkanya…..dan tiada pemahaman mendalam yang mampu menyelaminya….segala sesuatu di sebut satu kecuali dia …adalah sebenarnya kecil dalam hitungan jumlah (imam ali)

    • Mas Saiful

      kalau seandainya allah tidak bisa digambarkan dg kata2
      ngapain orang sedunia bilang allah??
      ngapain orang sedunia manggil2 allah??

      belom kenalan sama allah kok bilang2 masalah allah??
      Belom pernah kekutup utara, kok ngomong masalah kutup utara.

      Mendingan ngomong masalah makan aja lho enak…
      Heheehe,,,,

      salam sendawa…

  6. salam rahayu sedulur kabeh..,soal kenalan apa blm itu gak jdi soal lha wong cuman sharing kok,baik juga krn saling memberi pengertian.dari berbagai info yg saudara 2 katakan semua tadi itu kan sdh menunjukkan bahwa betapa byknya sifat dari tuhan,dan af’alNya.padahal cuman tunggal khodimNya,maha luas dan maha perkasa.bagi sedulur yg benar2 ingin berjumpa dgn sang Maha Tunggal silahkan datang ke padepokan majelis nurussalam palembang.dgn mas kawin 5 suku emas sebagai konsekwensi keseriusan panjenengan yg bener 2 dpt hidayah untuk berjumpa dgn sang Maha Tunggal dan maha luas.(Liqo’i robbul jalaluun) matur nuwun.salam rahayu semua

  7. ibarat ikan di dalam air, jika ikan ditanya yang mana air, dia tidak akan bisa menjelaskan, padahal dia di dalam air bahkan di tubuhnya juga ada air. Walaupun air se ember, se empang, atau se laut, air tetaplah air. walau ada yang menyebut air, water, ma’a, eau, wasser .. tapi wujudnya tetap sama. Jika air bersifat cair, minyakpun bersifat cair. Maka Tuhan pun melampaui sifat, asma, dan dzat. hehehe…

    Terima kasih ki sabda atas berbagi ilmu dan pengalamannya..

  8. Tidak ada satupun mahluk yang mampu,kuasa atau punya kekuatan untuk melihat wujud ataupun maujud Tuhan

    • hari minggu yg lalu saya berdoa sehabis sholat subuh memohon kepada Alloh menampakkan diri pada saya supaya saya lebih yakin terhada Dia setelah itu saya tidur. Dalam mimpi saya melihat ada orang2 rame melihat ke arah matahari yg sedang tenggelam di atas gunung ..yang aneh ada cahaya berkedip kedip percis di balik /belakang itu (mataharinya sendiri berwarna merah gelap) saya pun takjub dan spontan berteriak ‘Allohu akbar ‘ beberapa kali sambil menangis..Sampai terbangun perasan saya masih takjub dan terharu

  9. Weleh2.. byk yg menggunakan gaya bahasa yg berbelit2.. yg awam/yg masih belajar jd malah bingung

    Dijaman sekarang Tuhanpun ingin menunjukkan EksistensiNya
    Tuhan tidak cuma sebatas diayat2 masa lampau
    Sampai sekarangpun Dia masih ada disekitar kita

    Simple aja…Ingin merasakan Kehadiran/Miracle/Sentuhan Tuhan?
    Biasakan memberi..biasakan menolong
    Almsgiving, Sedekah
    Lakukan itu dulu secara rutin.. You will see..
    Tidak percaya? Buktikan sendiri

  10. Dari judulnya saja Sudah mantap. Menggiring pembaca untuk membaca.

  11. Bhikkhu Dhammaraja

    Namo Buddhaya,

    Meski Agama Buddha tidak bersandar pada Tuhan tapi Gotama Buddha mengakui adanya Tuhan (brahmanimantanika sutta). Cuma saja Buddha dengan cerdiknya tidak bersandar pada kutub manapun. Murid-murid Buddha seperti saya bukan atheist, bukan theist, dan bukanpula agnostic yang berpegang pada metode meragukan, dan bukanpula skepticist yang metodenya harus selalu meragukan. Bukanpula kami spiritualist yang artinya bersandar pada yang halus-halus saja dibalik pembicaraan yang dikenal.

    Kami realisticist, yaitu baru percaya kalau ada bukti. misalkan katanya ada roh yang tetap, namun kalau gak ada buktinya Buddha mengajar agar tidak mengimaninya.

    Meski Buddha telah meninggalkan keduniawian tapi bolehsaja beliau mahir bicara apa seharusnya pemimpin itu, apa seharusnya negara baik itu, dsb. Begitupula saya yang bukan lagi ratu adil karena telah meninggalkannya boleh saja berbicara apa yang akan dilakukan ratu adil dinusantara jika dia itu saya.

    Saya akan mengganti bahasa, juga beberapa permainan yang tidak baik seperti bola akan saya larang. saya tidak suka bola, dan seharusnyalah semua orang tidak suka bola berhubung saya makhluk terbijak dijaman ini (“ratu adil hiya iku buddha wekasan.” – jayabaya)

    Permainan bola bisa diganti dengan yang lebihbagus yang sejenis bolakaki. Sewaktu kecil saya memang bermain bola. teman saya datang ke rumah, “agung, yuk kita main bola lagi.” Dia melihat saya sedang duduk di kursi malas. saya katakan, “tidak kamu lihat aku sedang apa, aku sedang membaca buku. lagipula kursi ini tidak dibuat tanpa disertai tujuan.” anak itu pun pergi, tapi sebelumnya saya katakan, “biarkan pintu itu tetap terbuka. seseorang mungkin akan datang.”

    Semoga seluruh makhluk berbahagia,
    YM Bhikkhu Dhammaraja Mahathera, Vihara 10.000.000 Buddha

  12. Itu sedikit dari ke ESA an dari Tuhan ,, penjabaran yg baik ki ,, mugo2 dolor2 kabeh saget rahmatallil’alamin ,,

  13. Punten, sy orang baru disini, mau ikut ngomyang dikit, ndak tau sudah ada yg nanggapi apa belum tentang tuhan itu esa, komennya buanyaaak. Menurut sy yang dimaksud esa itu bahwa kebenaran yg disampaikan oleh ruh yg ada pd diri manusia itu adalah satu, walau tuntunan untuk setiap diri akan berbeda2. Contohnya hukum sebab akibat, berbuat baik dibalas baik. Logikanya pada setiap diri ada hukum yg berlaku sama seperti contoh td, kesamaan itu pastilah berasal dari YANG SATU/ESA.
    Monggo kritikan atau masukannya. 🙂

  14. waduh jan mumet tenanan Ki Sabda….

    tapi jare (ming jare si…) nek itungane-jumlah Tuhan kuwi meliputi isi bumi isi langit lan opo-opo sing diantarane…(padahal Esa, Tunggal ya??)

    Lha yang dibumi saja tidak/belum semua bisa di hitung, sekarang ditambah yang di langit (yang tujuh lapis itu) terus yang diantaranya belum yang diluar langit dan bumi..

    matur nuwun pencerahane Ki…dan sedulur kabeh
    rahayu…

  15. mus latuconsina

    mohon ijin kami mengambil sebagian materi untuk dijadikan referan pribadi. terimakasih

  16. Assalaamu’alaikum WrWb,

    Aku yakin mas Sabdo sudah tahu jawabnya, tapi untuk ngrame-in blog ini bolehlah aku numpang nulis,
    Yang dimaksud dengan Tuhan itu satu bukanlah dalam arti seperti angka kalkulasi 0123456789…, Tuhan itu SATU artinya adalah dalam bahasa manusia sebagai “satu-satunya” (only and the only), tidak ada yang lain, tidak ada yang menyamai (apalagi melebihiNYA), baik jenisnya andai berjenis, bentuknya andai berbentuk, ukurannya andai berukuran, harganya andaikata dijual (siapa mampu membeli ???). artinya ya uncountable seperti penjelasan DIA sendiri tentang DIA: laysa kamislihi syaiun (tiada sesuatupun yang menyerupai).
    Namun begitu bila panjenengan suka berlogika, andaikata mau bilang Tuhan itu satu sebagaimana 0123456789…(countable) boleh-boleh saja, karena memang benar hanya ada 1 tidak ada selebihnya 23456789.
    Pertanyaan panjenengan kalau diringkas adalah: Tuhan itu terhitung (countable). berarti DIA terbatas, berarti kontradiktif/ melanggar pengertian bahwa DIA Maha Luas. Bagaimana penjelasannya ???.
    Mari kita sedikit berlogika (berhitung berarti berlogika):
    Seperti penjelasan panjenengan tentang teori relativitas, Einstein si makhluk jenius mendapati bahwa nilai kecepatan cahaya c = 300.000 km/detik. Apapun teorinya, untuk menghasilkan teori tersebut pasti dimulai dengan batasan-batasan atau asumsi-asumsi dan teori tersebut pasti hanya berlaku di lingkup batasan atau asumsi tersebut, di luar lingkup itu teori sudah tidak berlaku lagi. Memang begitulah faktanya.
    Andaikata kusebut bahwa c = 299.999 km/detik atau 300.001 km/detik bagaimana? Panjenengan percaya atau tidak? (karena aku menyebut tanpa dasar pastinya dianggap ngawur dan tidak dapat dipercaya). Tapi andaikata panjenengan tidak percaya, sanggupkah membuktikannya? Bahwa aku ngawur?. Andaikata yang benar memang c = 300.000 km/detik, sanggup jugakah panjenengan membuktikannya?
    Pembuktian teori yang paling bisa diterima dan tidak akan diragukan lagi adalah dengan cara praktek. Dan ternyata dengan kemampuan teknologi yang dikuasai manusia dewasa ini masih tetap belum bisa mengukur kecepatan cahaya secara praktek langsung, alat ukurnya belum ada.
    Dari sisi kecepatan bandingkan dengan: kecepatan lari manusia (pesepak bola Christian Ronaldo)=36 km/jam atau 0,001 km/detik; cheetah: 80 km/jam atau 0,022 km/detik; mobil balap F1=360 km/jam atau 0,1 km/detik; pesawat tempur F15= 1875 mil/jam atau 0,9 km/detik; pesawat ulang-alik=28.000 km/jam atau 7,78 km/detik.
    Oleh karena itu sangking cepatnya maka kecepatan cahaya yang sama dengan 46.000 x kec. pesawat ulang-alik, menjadi kecepatan yang sulit untuk dijangkau sehingga dianggap tak terbatas atau tak terhingga bahkan sering disebut kecepatan mutlak (mutlak yang relatif ???).
    Nah loe, contoh di atas menunjukkan secara logika, kecepatan cahaya benar terhitung (countable) dan karena super-super cepatnya seolah tak terbatas (kurang sedikit atau lebih sedikit menjadi tak ada artinya karena tetap jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kecepatan lainnya).
    Sekarang bagaimana dengan Tuhan yang terhitung cuma satu thok-ndhil, mengapa disebut tak terbatas???. Mari berlogika lagi, Tuhan terhitung maksimum 1; angka di bawah 1 berarti 0. Dengan begitu selain Tuhan yang 1 maka di luar Tuhan adalah 0.
    Berapapun banyaknya 0 kalau dijumlahkan tetap saja totalnya sama dengan 0 (0+0+0+0+……dst tak terbatas = 0) tidak mungkin menjadi 1. Berapapun faktor pengalinya jika dikalikan 0 tetap saja sama dengan 0
    (99999999..dst tak terbatas x 0 = 0), jauh dari 1.
    Dengan logika matematik sederhana terbukti sudah, bahwa meski Tuhan cuma satu tapi tidak terbatas, jauh lebih luas jika dibandingkan dengan selainNYA!!!
    Menyitir isttilah dlm tulisan-tulisan di blog panjenengan: Tuhan (= Hyang Widi= Hyang Tunggal= Gusti Kang Murbeng Dumadi= Allah= Yahwe= Deo) hanya satu dan satu-satunya, boleh dipandang COUNTABLE boleh juga UNCOUNTABLE suka-suka panjenengan, tidak akan merubah keberadaan DIA. Di luar DIA adalah kosong melompong, nul puthul, big zero, suwung awang-uwung.

    Wallahua’lam.

  17. AGAMA BUKAN JALAN KEKERASAN, TETAPI SEBALIKNYA APA YANG KITA DI ISLAM AGAMA YANG PENUH KEKARASAN, karena mengikuti Wahyu konyol Al Quran ciptaan Muhammad; kita menjadi budaya kekerasan, membenci, membunuh, becis mengapa hal itu harus terjadi, ya karena beriman dan petunjuk Al Quran.

    Kalau kita mengikuti alkitab yang sejatih yang memerintah kehidupan dalam Kasih Allah, kitayang tadinya mengikuti kitab yang salah, akan dirobah menjadi manusia yang penuh Kasih. Yang tadinya sifat kita membenci membunuh dan merampok itu akan hilang setelah kita mengenal kebenaran memalui kitab yang benar…bukan alkitab ciptaan manusia…ini perluh kita waspadai terhadap kitab yang palsu.

  18. Dear Mr. Nunusaku
    Seharusnya Anda tidak mencemooh agama lain. Belum tentu agama Anda adalah yang paling benar (maaf). Saya tahu saya masih kecil, umur saya masih 11 tahun. Seperti yang Anda tulis tadi, “Kalau kita mengikuti alkitab yang sejatih yang memerintah kehidupan dalam Kasih Allah, kitayang tadinya mengikuti kitab yang salah, akan dirobah menjadi manusia yang penuh Kasih”. Di Islam, mereka sama-sama menyembah Allah. Dan Al-Quran sendiri juga berasal dari Allah. Injil dan kitab-kitab suci lainnya juga berasal dari Allah. Itu artinya Anda mengejek Allah dong? (maaf atas kelancangan saya)

    Regards,
    *****

  19. bambang irawan

    assalamu alikum kita bicara hal TUHAN banyak…sekali tetapi bagai mana cara bisa ketemu TUHAN itu sendri selagi kita punya punya raga .jiwa.ruh….apakah cukup dengan sholat,atau meditasi,atau bagaimana mohon pebcerahan maaf lahit bathin

    • Mlihat “TUHAN”, dg ktajaman mata hati. Mlihat Tuhan dg tatacara Tuhan dan ilmu nya Tuhan. Tuhan brfirman “sbutlah nama-Ku yg pmurah, Aku mngajrkan sgl apapun yg tak diketahui manusia”. Sblm mlihat & betemu Tuhan. Sdh kah mampu melihat & brtemu dg diri sndiri yg sejati.?

  20. Tidak pandai aku berdialektika ttg Ke Tuhan an,akan tetapi,bagi ku Tuhan yang Esa adalah: hanya Dia lah satu2nya tempat ku “mengadu” tanpa perlu tatacara yg protokoler,
    Esa menurut ku adalah Maha Segalanya. Maaf, tak termasuk dalam artian harfiah “satu”

  21. …….
    tulisan sangat menarik dan menarik rasa para komentator…

  22. Goleki tuhan,kudu nggoleki awakke dewe sik. Sopo sejatine awakku,soko ngendi asalku. Manungsa ing donya ki sejatine ono sing momong, yaiku sing gawe urip. Tuhan itu hanya sebutan dibalik itu Dia punya nama, dadi tiap manungsa ki duwe tuhane dewe2,rasah golekki adoh2 lha wong nek iso ngunduh sabar(tdk pernah marah) ro sregep poso rak mengko yo ketemu sopo sejatining Tuhan. Nek arep itung2an ananing manungsa ki saka lima-siji dadi papat-loro dadi loro-loro dadi nol. Nol kwi ananing atimu,sajroning atimu,lebur dening pangastuti

  23. You should be a part of a contest for one of the highest quality websites on the net.
    I most certainly will recommend this web site!

  24. TUHAN itu tak dapat didefinisikan
    Tuhan itu berada didalam kedalaman Rasa
    dan Keyakinan manusiaNya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: