SELAMATKAN GENERASI BANGSA

Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang yang terhormat, dan semua yang sempat mampir di blog ini. Beberapa hari ini saya benar-benar berkabung dan sedih melihat nasib negeri ini yang kian terpuruk oleh ulah sebagian orang “berduit”, aktor politik yang gelap nuraninya, ataupun strategi “imperialisasi agama” oleh oknum tak bertanggungjawab.

Masyarakat dunia dan kehidupan di jagad raya ini bersifat dinamis. Implementasi nilai-nilai agama hendaknya mengikuti perkembangan peradaban manusia. Sungguh ideal bila agama dilakoni secara KONTEKSTUAL. Namun realitas  sungguh malang nasibnya, banyak orang-orang yang STAGNAN belajar agama hanya sebatas TEKSBOOK, ditambah keadaan ekonomi yang sangat menghimpit, dihadapkan pada doktrin religi yang tidak disikapi dengan arif dan bijak, terkadang justru membelenggu KESADARAN akal budi dan batin manusia. Apabila JATI DIRI kurang berbekal ilmu pengetahuan luas, tidak menutup kemungkinan menjadikan diri kita terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, maupun oleh siapapun aktor politik yang oportunis dan egois.

Agama bisa saja dijunjung setingginya, namun agama tanpa didampingi ILMU PENGETAHUAN yang luas, justru akan mudah diombang-ambing doktrin kaku dan fanatisme buta, lalu pada gilirannya terpuruk dan mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau, oleh kelompok kepentingan dan oleh kepentingan kelompok. Kondisi alam yang kian panas ini,  distorsi iklim dan cuaca yang sering berubah drastis,  wabah penyakit, bencana, musibah, situasi sosial, politik, ekonomi yang meresahkan, semuanya saling memberikan kontribusi kepada manusia menjadi mudah bersikap reaksioner, mudah tersulut API EMOSIONAL secara membabi buta.

Sebaliknya, ilmu pengetahuan tanpa norma dan etika spiritual, akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu, agama, dan spiritual idealnya ketiganya bersanding mesra saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu dicari sisi positif  hubungan di antaranya. Idealnya umat beragama mesti lebih membuka diri, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing-masing individu, alias pengendalian dari dalam diri. Agama tidak lain sebagai WADAH NORMA (norma agama) bertujuan agar keadaan jagad raya ini tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam menjalani ritme kehidupan dunia yang serba DINAMIS ini.

Agama dilembagakan untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta (jagad besar). Agama-agama pada dasarnya TIDAK ada yang bertujuan untuk menyerang dan mencelakai orang lain, tidak pula sebagai pencabut sesama makhluk Tuhan. Agama seharusnya menjadi berkah untuk seluruh makhluk, berperan sebagai soko guru untuk hamemayu hayuning bawana, menciptakan ketentraman pada seluruh isi bumi. Jika sanksi norma agama diterapkan, itupun hanya berupa “dosa dan neraka”. Agama sudah seharusnya bukan identik dengan pertumpahan darah dan perenggut nyawa orang lain.

Lain halnya dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum terkadang banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi SANKSI SOAIAL dan SANKSI HUKUM dengan syarat obyektif dan suprematif.

Maka dari itu saya pribadi MENGAJAK PARA PEMBACA yang BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di mana pun berada untuk TIDAK TERPANCING EMOSI dan TERPENGARUH OLEH TRAGEDI JW MARIOT II & RITZ CARLTON.  Biarlah di tingkat elit berkecamuk melakukan “akrobat maut”  politik dan terjadi perpecahan/fragmentasi, namun jangan sampai FRAGMENTASI itu merembet di tingkat grass root (masyarakat khalayak di bawah) yang meretas konflik horisontal yang sadis dan mengerikan.

Kita semua sesama umat manusia penghuni planet bumi, di belahan nusantara, janganlah bergeming, harus tetap SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan menjaga kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN agar anak cucu keturunan kita kelak, menikmati jerih payah yang kita semua lakukan saat ini.

Dengan ini, perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI, bisa melampaui, mencermati dan mengatasi segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi.  Sebaliknya kita berharap MENJADI CERDAS menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yang tengah terjadi di republik tercinta ini.  Sehingga kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak hanya gemar berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yang salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam di kemudian hari.

PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, lebih-lebih memasuki siklus alam bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ‘09. Bila alam pun akhirnya menjadi “murka” lagi semua itu sedikit banyak ada hubungannya dengan tingkah polah manusia yang sudah tidak manusiawi lagi. Yang berakibat hilangnya keseimbangan, sinergisme dan harmonisasi antara jagad alit (manusia) dengan jagad ageng (alam semesta). Semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Harapan kita, semoga kita tak pernah kenal lelah selalu berupaya menggeser kesadaran kita masing-masing pada tataran yang lebih tinggi, semakin tinggi seiring waktu berjalan detik demi detik.

Salam hormat,  salam karaharjan, salam asah asih asuh, salam sih katresnan.  Selamatkan generasi bangsa, Jayalah NKRI..!!!

Iklan

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Juli 19, 2009, in Selamatkan Generasi Bangsa and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 80 Komentar.

  1. 2014 sudah berjalan… gregetan lihat TINGKAH POLAH para MANDOR sekarang yang semakin tampak BELANGnya dan tak menunjukkan kenegarawanannya tapi malah menunjukkan keEGOISnya dirinya dan golongannya di depan mata rakyatnya, jadi penasaran… ingin tahu model MANDOR yang cocok MANDORIN BANGSA yang semangkin HANCUR ini seperti apa ya?…

  2. BENAR KI ! PERPECAHAN MEMANG SUDAH TERJADI ! LIHAT KONFLIK AMBON/MALUKU , SAMBAS DAN SAMPIT, POSO ? SANGAT MENGERIKAN TERHADAP PERADABAN MANUSIA/ RAKYAT INDONESIA . SELAIN BENCANA PERANG SAUDARA , JUGA BENCANA ALAM ? APAKAH MEMANG INDONESIA AKAN TERJADI PEMBERSIHAN SECARA BESAR2 AN SEPERTI JAMAN PKI ? WALLAU HU ALAM ? SEMOGA TIDAK ! DAN RAKYAT SEGERA SADAR , ELING , DAN KEMBALI KEPADA JETI DIRI BANGSA INDONESIA YANG BERBUDI LUHUR , WELAS ASIH , SALING MENGHARGAI PENDAPAT ORANG LAIN DAN PALING UTAMA MENGHAYATI DAN MENGAMALKAN FALSAFAH HIDUP BANGSA YAITU PANCA SILA !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: