THE MYSTERIOUS DAY

MARILAH KITA SEMUA SEBAGAI RAKYAT JELATA LEBIH ELING DAN WASPADA
SEMAKIN MEMBANGUN ERATNYA TALI PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

Negeri ini tengah dilanda gelombang angkara murka, kemunafikan, oleh ulah para durjana yang kebetulan duduk sebagai penguasa, penegak hukum, dan orang yang mewakili rakyatnya. Entah yang beredok buaya, tikus, tokek, bulus, ular, harimau, cicak. Toh semua pemain sandiwara, para akrobator politik, para praktisi kebusukan akan segera sembunyikan diri di balik hiruk pikuknya gelombang bencana. Tapi jangan merasa aman dulu, luput dari pembalasan hukum alam saat ini, kesengsaraan setelah ajal sudah menanti dengan pasti.

September puncak bencana, yang dibuka dengan gempa Jawa Barat pada hari Rabu Pon tanggal 2 September 2009 kurang lebih pukul 14.55 WIB, dan ditutup oleh gempa Sumatera Barat pada hari Rabu Legi tanggal 30 September 2009 antara pukul 17.15 waktu Padang/16,55 waktu Jakarta/16.45 waktu Jateng-DIY/18.15 WIT/19.15 WITim. Puncak bencana tak hanya dilihat dari skala kerusakannya, namun juga jumlah korban jiwa yang berjatuhan. Benar, puncak bencana pada tahun ini sudah berlalu, tetapi kita masih tetap harus lebih waspada, lebih banyak bersyukur, agar selalu eling sangkan paraning dumadi. Sebab sepertinya tanda-tanda bahasa alam ingin menyampaikan pesan kepada bangsa ini, bahwa masih ada sekali lagi yang (lebih) besar. Bila secara geologi dan geografi memprediksi terjadi di wilayah Sumbar lagi, walau lebih besar tentu saja saat ini kondisinya lebih menguntungkan, di mana banyak rumah dan tenda-tenda darurat yang justru tidak membahayakan bila sewaktu-waktu terjadi gempa lagi. Yah, itulah prinsip keadilan alam semesta, di bawah kendali yang berasal dari sumber dari segala sumber energi pengendali. Bila harus mengulang, mudah-mudahan tak ada lagi korban nyawa dan penderitaan masyarakat, saudara-saudara kita di wilayah Sumatera Barat.

Bulan puncak bencana telah berlalu, kita tetap tak boleh lengah, tetap konsisten untuk selalu mengaktifkan “radar” kita, dengan cara bersikap eling dan waspada. Hawa panas, bahkan teramat panas, kali ini saya baru merasakan hawa paling panas sepanjang hidup saya. Tidak hanya di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, tetapi hampir di seluruh wilayah nusantara, terutama Sumatera Barat, Lampung, Bengkulu. Hawa panas justru terasa berkurang di hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Hawa panas tersebut sangat terasa berbeda dengan gejala akan terjadi gempa . Jika akan terjadi gempa hawa panas tidak menimbulkan keringat, tetapi terasa menyengat seperti cabe menempel dikulit, terasa sekali terutama di tengkuk, daun telinga dan kulit wajah, dengan disertai udara yang tiba-tiba menjadi sangat pengap terasa sesak di dada. Energi bumi pun terasa mendorong dari bawah dan menghantam bagian pantat (cakra dasar).

Tetapi saat ini, hawa panas sudah terasa sebagai panasnya bebendu, tidak hanya pengap, juga memproduksi air keringat yang semakin banyak, sangat beda dengan hawa akan terjadi gempa yang tidak membuat keringat keluar. Malah terasa seperti ada tusukan-tusukan lembut, yang kadang membuat gatal (pating clekit). Membuat radang lobang hidung, polip mengembang pesat, dan hawa panas terkadang mengandung bau-bauan aneh yang tidak wajar. Suhu terasa naik turun dengan irama yang sangat acak, dengan tempo yang singkat. Hal ini membuat sebagian orang tak tahan, jatuh sakit dan berpengaruh pada emosi yang sangat labil, mudah stress, dan ego semakin memuncak. Inilah kelanjutan dari September puncak bencana.

LEBIH WASPADA DAN HATI-HATI

Meskipun hawa panas kali ini memiliki karakter yang berbeda, tetapi terkadang masih terselip hawa panas cirikhas akan terjadi gempa bumi. Nah, inilah yang semakin membuat tanda tanya besar. Lalu  apalagi yang akan terjadi. Apakah selain gempa, akan ada bentuk lain dari bencana alam ? Seperti tradisi geografis yang memprediksi datangnya hujan dan awan. Semalaman tadi, Selasa malam-Rabu Pon 11-11-09, adalah suatu peristiwa. Peristiwa ini sudah 3 kali saya saksikan tampak adanya hubungan korelatif, dan saat inilah peristiwa (tanda-tanda) yang ke empat kalinya. Sehingga saya cukup untuk mengambil kesimpulan silogisme sementara jika ada A makan akan terjadi B. “peristiwa” atau “acara” tadi malam sekaligus sebagai pertanda akan ADA LAGI banyak nyawa yang menjadi “banten”, atau “tumbal” negeri ini, dalam waktu yg relatif tidak lama. Walaupun orang-orang yang menjadi tumbal, biasanya justru tidak sengsara “di-sana” tetapi tetap saja merupakan kejadian yang memilukan bagi keluarga dan masyarakat yang masih hidup. Jika di lihat skala besarnya “acara” tadi malam, tampaknya akan banyak sekali korban nyawa berjatuhan, mungkin tidak hanya ratusan, bahkan mungkin ribuan jumlahnya. Masih dalam rangka seleksi alam, dengan berputarnya sang cakra manggilingan, memutar roda hukum alam, termasuk hukum-hukum berkah dan bebendu. Yah, pertanda dalam bahasa alam, tidak lain merupakan prinsip keadilan Tuhan, kebijaksanaan alam, agar semua hukum alam berjalan secara “fairplay”. Untuk itu sebelumnya pasti selalu digelar bahasa isyarat berupa tanda-tanda alam dalam relung Sastra Jendra, agar dapat dibaca dan menjadi pepeling (peringatan) bagi banyak orang, agar supaya lebih hati-hati, eling dan waspada. Binatangpun yang tak kenal agama, dengan arif dan bijak mampu “membaca” bahasa alam ini, sehingga “naluri” binatang mampu “weruh sadurunge winarah”, maka binatang bisa berjaga-jaga sebelum suatu bahaya datang dengan gerak sangat cepat.

Akhir kalimat, tulisan ini bukan bertujuan untuk membuat takut, bukan pula untuk menghasut karena tak ada pihak yang dihasut, bukan juga untuk provokasi karena bukan berurusan dengan mobilisasi massa. Apalagi bentuk terorisme mental, toh setiap detik dan menit di manapun kita SUDAH selalu menghadapi resiko alias bahaya. Tulisan ini hanya sekedar mengajak rekan-rekan, sahabat, para sanak kadhang, para sedulur, para pembaca yang budiman di manapun berada, agar senantiasa kita menjadi manusia yang lolos seleksi alam. Bukankah setiap kesulitan, bencana, penderitaan, selalu menyisakan celah sekalipun sempit, agar makhluk hidup bisa mengambilnya sebagai jalan keluar mencari keselamatan ??!! Ibarat kita mengepalkan jari tangan erat-erat, tetap menyisakan celah walaupun sangat sempit. Semoga para pembaca yang budiman, seluruh seddulur NKRI, siapapun, agama apapun, di manapun, suku apapun, bahasa apapun selalu dalam celah-celah keselamatan, ketenangan, ketenteraman, kebahagiaan, dengan penuh berkah Gusti Ingkang Murbeng Gesang. Salam karaharjan, wilujeng rahayu kang tinemu, bondo lan beja kang teka.

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on November 11, 2009, in THE MYSTERIOUS DAY and tagged , . Bookmark the permalink. 28 Komentar.

  1. Salam dengan sepenuh arti salam yang sesungguhnya untuk Mas Sabda.

    Terima kasih atas warningnya, kemaren saat peringatan hari pahlawan 10-11-2009 memang tekanan udara dan hawanya sungguh berbeda dari biasanya, dilanjutkan hujan deras pada sore hari sampe malam, rekan-rekan yang biasa olah nafas tenaga dalam atau olah batin banyak mengalami efek fisik , mulai dari sakit tenggorokan, masuk angin berat, kecapek-an yang berlebihan seperti tidak pada umumnya.

    SEGALA SESUATU YANG TERJADI….. PASTI ADA SEBABNYA.
    APAPUN YANG TERJADI…. PASTI ADA TANDA TANDANYA.
    JIKA KITA TIDAK BISA MEMBACA TANDA-TANDANYA SUDAH SIAPKAH KITA UNTUK MENGHADAPINYA?
    AKSI YANG TERJADI APAKAH BISA DIRESPON OLEH REAKSI DIDALAM DIRI?

    MARI KITA BELAJAR BERKOMUNIKASI DIDALAM DIRI, SEHINGGA APA YANG ADA DIDALAM HATI SAMPAI DIKEPALA, TERUCAP DIMULUT, TERGERAK DITANGAN DAN KAKI SERTA TERASA DARI UJUNG RAMBUT SAMPAI KE UJUNG KAKI.

    SALAM DENGAN SEPENUH ARTI SALAM YANG SESUNGGUHNYA UNTUK KITA SEMUA.

  2. Salam, Rahmat dan Berkah Gusti Allah Kang Murbeng Jagad semoga tercurah selalu untuk Pakdhe Sabda sekeluarga & semuanya.

    Saya hanya ingin bertanya, semoga Pakdhe berkenan untuk memberikan pencerahan kepada saya :
    Apakah SILEME PERAHU GABUS itu menurut pandangan spiritual Pakdhe saat ini sedang berjalan atau masih akan terjadi?
    Bagaimana sebaiknya saya sebagai orang Jawa yang masih dalam tahap pemula menyikapi hal tersebut?
    Di umur yang 27th ini, masih belum terlambatkah bagi saya untuk belajar mengenal diri sendiri?
    Bagaimana tips & trick “nguwal hawa” AMPANG dalam ibadah yang saya rasakan selama ini?

    Matur sembah nuwun.
    Salam takdziem.
    ===================
    Mas Arif Yth
    Semoga Gusti Allah selalu memberkahi panjenengan sekeluarga.
    Untuk jongko sileme prahu gabus nanti akan saya bahas dalam episode terakhir Misteri 2012.

    salam sih katresnan

  3. Salam ki…smoga kebaikan dan keselamatan selalu tetap menyertai panjenengan…..benar apa yg dikatakan mas arif santoso…saya pun merasa demikian ki…..semakin mendalami stiap kawruh dari panjenengan maka saya merasa sangat rugi oleh karena sampe saat ini saya masih nol meter dlm pencapaian spiritual sejati….kadang saya hy pasrah saja meski terselip harapan diantara gerak usaha bathin…..kadang terbesit pikiran alangkah ruginya jika kondisi kami masih seperti ini hingga “mati lampu ini”…(wiliardi mode on) meski kami sadar bahwa kami juga gak patut mendikte tuhan….smoga ki sabda senantiasi menularkan kebaikan dan kawruh2 shg bisa sbg bekal kami ntuk beranjak……

  4. Nuwun sewu..sebagai upaya sikap Eling lan waspodo, saya menghimbau kpd semua kadang Nusantara untuk bersikap sopan santun terhadap alam semesta ini, yg biasa mengeksploitasi berhentilah saat ini juga, banyak2 lah menanam pohon mumpung masih sempat karena kita sudah terlalu banyak merusaknaya, sayangilah binatang jangan semena mena/ mentang2 manusia, bila perlu kita harus berkolaburasi dengan semua mahluk hidup baik yg kelihatan maupun yg tidak, ayo mari bersikap agar tidak di cap NATO.

    salam Sejahtera…

  5. Papestining Nusa tekan janji,
    Yen wus jangkep limang atus warsa,
    Kapetung jaman Islame,
    Nusa bali marang Ingsun,
    Jawi Budhi madep sawiji,
    Sapa kang ngemohana yekti nampi bendu,
    Sun oyakan putuningwang,
    Dadya pratanda praptaning tundan-demit,
    Nggegila myang nglelara.

  6. Poro Sedulurku kabeh, mari kita satukan kembali aku kita dengan aku-alam semesta dan aku-Nya Gusti. Semoga tidak jadi ada bencana. Amin

  7. Idem kaliyan Ki wong alus, Namung saget nderek ndedonga, mugi2 sedaya tansah kalis ing rubeda, rahayu nir ing sambekala.
    Mangga ingkang dereng nate rawuh monten blog menika, kula aturi rawuh : http:www.istanaswargamaniloka.co.cc/
    Nuwun sewu Ki Sabada, nempel pengumuman.

  8. Alhamdulillah jumat kliwon ini turun hujan lebat dan mungkin merata bahkan dibeberapa titik disertai gumpalan es yg lumayan besar…beberapa baliho besar dan kecil pun tumbang….ach smoga menjadi pertanda baik aja lah….

    • Nak Amat yth
      Ya, Jumat Kliwon biasa sebagai pertanda, kalau malam jumat kliwon turun hujan, maka sebagai pertanda bahwa probabilitasnya 90% hari2 mendatang akan segera banyak hujan. sebaliknya kalau malam jumat kliwon belum juga ada hujan, 90% hari2 ke depan belum akan ada hujan.

      Ki Wongalus dan Ki Ngabehi Yth
      Percaya atau tidak, penyatuan diri sejati antara jagad alit dengan jagad ageng merupakan salah satu jalan efektif mendapatkan keselamatan dan keberuntungan.

      Tansah wilujeng rahayu

  9. yg saya khawatirkan ini adalah hawa panas dari pertanda akan datangnya letusan gunung yg dahsyat…..semoga ini ndak terjadi………………

  10. Panasnya bumi saat ini sbg perlambang”panasnya hati” bagi penghuninya.
    Allah hanya ingin kita selalu membuka hati bagi cinta-Nya.Membuka hati memampukan kita untuk mengerti kasih Allah itu.Seluruh hidup kita dan semesta menjadi tanda kebesaran kasih Allah itu.Kita hanya perlu semakin “MENAJAMKAN MATA DAN TELINGA HATI KITA UNTUK MERASAKAN KASIH ALLAH”didalam kehidupan kita sehari-hari.

    salam rahayu.

  11. salam kenal buat poro sedulur semua,,,
    dan salam hormat jg buat kang mas sabda.
    benar ,, hawa panas ,,pengap,, serasa menyumbat hidung hidung juga saya rasakn ,skrang di timteng, pdahal sekrng awal musim dingin,,mudah 2han ga akan terjadi apa 2,,,
    salam rahayu tuk smuanya..

  12. pamuji rahayu…,

    sugeng tetepangan malih parasedulur ingkang kinasih ing mriki , ugi dumateng kangmas Sabda ingkang berbudi bawa leksana.. nyuwun gunging pangaksami rehne sampun tansah dangu mboten pinarak wonten griya panjenengan kangmas…, mencoba untuk mengerti apa dan bagaimana sejatinya alam.., terutama alam yang kita tempati saat ini…., sungguh luar biasa kalu kita banyak mengerti dan sadar akan alam hunian kita saat ini…, panas, hujan, badai, gempa dan bencana lain, ternyata semua adalah satu kesatuan dalam diri kita…, semampu manakah kita bisa mengerti…, merasakan, dan menyikapi dengan penuh kesadaran…, alam adalah bagian dari hidup dan mati kita…, ternyata… .. kalau kita sudah bisa mengerti tentang alam dan merasakan…, semua apa yang kita pegang dialam ini bisa bicara dan bergetar dan memberikan respon., alam selalu menyediakan apa keperluan kita… seyogyanya kitapun menyayangi dan menyatu dengannya.., leres kangmas.., menika tandanipun alam mulai memberikan pertanda dengan lembut dan kecil sekali… bahkan kita tidak menyadari.., menapa ingkang panjenengan posting sebagai pencerahan dan peringatan agar kita selalu eling waspadha. menuju kesadaran bathin.. sehingga bisa merasakan bahasa ibu bhumi , bapa jagad, sebagai antisipasi untuk tergerak melaksanakan dan melakukan demi karaharjan kasugengan rahayu wilujeng sedayanipun….,
    matur sembah nuwun
    salam sihkatresnan
    rahayu..,

  13. Ing wekdal menika kaleresan kula mangertosi bilih woten mega gulung-gumulung kados alun samudra, ingkang katrajang sami nemahi bilahi.
    saha samirana muser dadya lesus anyapu jagad, sedaya mandheg ing sangajengipun griya.
    Pralampita menapa niku Kangmas

  14. Kata Simbah ini waktunya bhumi dikumbah, diresiki dari segala rereged, reribed, semua jenis benalu, hama, walang2 pating penthalit, dedemit/JIN/siluman, sakwernaning wanara: anggada, anila, antaga, sugriwa…BABLASSS.

    BERSEMILAH, BERKEMBANGLAH…BERSERILAH KEMBALI POHONKU KALPATARU

    Nuwun
    Bhinneka Tunggal-Sikep
    Bakuh-Kukuh-Utuh…NKRI
    Samin adalah Sikap

  15. Ngglosor Madhep Wetan

    weheheeeee….. coba yang pada nulis di sini bisa pada duduk di tampuk pemerentahan… andaikaaannn……

    salam hormat kepada Para Pinisepuh & Para Sedulur…

    ijinkan saya yg cekak ini ikutan ngobrol…..
    menurut saya, ndak ada yang perlu dipikirkan secara aneh2 tentang bencana yg selama ini terjadi.
    biasanya sih yg terbayang itu penderitaan (rasa sakit) yg mungkin terjadi ketika tubuh kita terlanda bencana, seperti kehantam2 puing atawa batang kayu ketika bandang tsunami terjadi.
    kalau dikait2kan bahwa bencana yg terjadi itu karena terjadinya degradasi moral umat manusia, memang ada benarnya, tapi menurut saya itu adalah bencana yg bersifat sebab-akibat polah manusia, seperti tanah longsor yg biasanya terjadi karena penggundulan bukit atau peralihan fungsi lahan, dari lahan hijau menjadi permukiman.
    Lah, kalau bab perut bumi ? itu disebabkan sistem kerja perut bumi, yg saya sbg orang awam tentu ndak tahu.
    Terus bagaimana perubahan cuaca, badai, & pemanasan global ?
    Index perbuatan manusia terhadap penurunan kondisi alam (bagi habitat hidup manusia), masih terhitung belum seberapa jika dikalkulasi secara fisis.
    Mungkin saja posisi garis edar bumi sedang mendekati matahari, plus parameter edar eliptikalnya bergeser.
    Mungkin saja, siapa tau ? karena sampai saat ini menurut perhitungan para ilmuwan suhu / energi yg terlepas dari matahari masih konstan.
    Menurut saya, kekejian manusia bersikap / bertindak tidak banyak mempengaruhi bencana alam yg tak dapat dikontrol oleh ulahnya sendiri.
    Tuhan Maha Besar telah membentuk alam sesuai sistem ciptaanNya.
    sistem ini secara otomatis bekerja.
    jika sampai ada bencana, atau bahkan lebih jauh, suatu planet atau suatu sistem tata surya hilang ditelan lubang hitam, itu adalah bukan hukuman Tuhan, itu adalah keseimbangan sistem alam.
    Tuhan Maha Kasih membiarkan semua ciptaanNya, termasuk manusia bergerak semaunya sendiri. Itulah kebesaran kasih Tuhan.
    Lagi2 dibalik anugrah kasihNya, Tuhan memberikan keseimbangan : sisi IlahiahNya kepada manusia (yg disebut2 oleh Thomas Aquinas, Immanuel Kant, Ki Sabda, Ki Wong Alus sebagai Imago Dei : Citra Allah).
    Sisi Ilahi yang dianugrahkan Tuhan kepada manusia ini, yg dalam kejawen dinamakan kadhang sejati, selalu memberi kita informasi yg kita butuhkan.
    Informasi akan menjadi semakin lamur tertangkap jika si ego menjadi jumawa : sangkar pikiran bermain untung rugi (untung buat saya, rugi buat orang lain) di dalam setiap interaksi dg sesama & di dalam tatanan sosial.
    manusia2 dg kondisi moral yg bobrok belum tentu mendapat ganjar secara ragawi.
    kebanyakan dari mereka secara ragawi safe2 saja.
    mengapa ? sekali lagi : Tuhan Maha Kasih, Tuhan Maha Rahim.
    lalu mengapa banyak orang biasa (yg kadar menjengkelkannya jauh dibawah ‘markus’ : makelar kasus) justru banyak menjadi korban bencana ? ini berarti Tuhan ndak adil dong…
    saya punya sedikit joke yg ironis, ini mungkin karena Tuhan kasihan melihat umatNya yg terus2an didzolimi para pembesar dunia. supaya mereka tidak berpanjang2 hidup dalam kesusahan maka diambillah hidup mereka.
    tapi bukan begitu, menurut saya bencana yg memakan korban itu adalah sistem alam.
    dengan teknologi, sistem alam ini dapat dibaca & diterjemahkan. terjemahannya dapat dijadikan acuan untuk membangun suatu sistem pengamanan bencana untuk meminimalisir jumlah korban.
    negara sekaya negara kita ini seharusnya mampu membeli alat2 pemindai tersebut.
    nah, bagi para pendzolim, sudah ada jatahnya. hidup sulit di alam roh. Bukan Tuhan yg menghukum, karena Tuhan Maha Kasih.
    Tetapi dirinya sendirilah yg menghukum, sisi Ilahi yg tadinya dianugrahkan Tuhan ketika kita lahir.
    wujud hukumannya ? bukan api secara fisik, tetapi api (panas) yg timbul dari memori2 yg terus berputar mengenai mereka2 yg telah dibuat susah, disakiti, ditipu, disengsarakan. api ini terus diputar oleh kadhang sejati, sampai entah kapan.
    dan sepertinya api ini jauh lebih membakar dari pada api fisik.
    jiwa2 yg mengalami akan berupa awan berwarna keruh & pucat, sementara yg berbahagia berwarna cemerlang (biasanya putih & sedikit ada pendaran warna lain secara halus).

    mau ndak percaya, yo monggooooo…. silakaaaannn……
    namanya juga ngomyang… hehehehe…..
    anggep saja dongeng menjelang tidur yo Lek…….

    nuwun

  16. yth mas yg suka ngglosor….mau beli alat peminda bencana/gempa dll tapi yg akurat …tulung tukokno ning endi gone…nek ono alat peminda nasib/takdir sekalian dibayar kabeh…karo dana century (ssssttt….ojo kondo2 mengko disadap)

  17. Ngglosor Madhep Wetan

    wkwkwkwkwkwk…..

    pemindai gempa Mas Harni ? ono kuwi, tukune ning jepang, sing sering keno lindu.
    amriki yooo nggawe, mungkin bisa di search : USGS Earthquake Hazards Program, atawa sakjenisnya.
    dengan piranti jenis ini, gejala2 gempa dapat ditangkap & diasosiasikan (seperti Ki Sabda) : jika akan terjadi B maka akan ada kejadian pendahuluan A (ini cara sederhana).
    Mungkin bisa lebih canggih lagi pake GIS program.
    yg di atas itu barang2 mahal buat kantong rakyat Mas, klo mau yg terjangkau yo pake metodenya Ki Sabda, pakai pemindai cakra.
    Yg punya Ki Sabda itu ampuh tenan, bisa memindai sampai jauh nyabrang lautan.
    Biayanya ? monggo njenengan pendekatan sama Ki Sabdaaa…. paling harganya nggak jauh2 dari cegah dahar kalawan guling 🙂
    pemindai takdir ? :O
    ketik sms : reg nasib & kirimkan ke 9399 😀
    nasib diusahakan sampai tutug mas….. kita baru tahu nasib kita ketika sampai pada sak titik sebelum kita meninggal.
    nasib tergantung bagaimana kita berusaha, menjalin relasi, dapat menghitung range wawasan serta perkembangan pribadi kita & bagaimana kita menjaganya.
    kalo njaga’ke nasib ke klenikan sementara kita cuma udhat-udhut … yoooo…. 10juta satu yg berhasil….. saya juga mau begitu… hehehehehe…
    dana century ?
    njenengan mau buka bank khusus buat kampanye poooo ?
    hehehehehe

  18. Ngglosor madhep lor kulon

    Yth sedoyo kemawon
    andaikan “gambaran” 2012 memang akan terjadi spt yg suku maya & sesepuh diskripsikan…berarti kurang lbh masih bersisa 3 tahun….nah selama kurun 3 thn tsb khan byk ilmuwan plus astronomer dunia yg berusaha mengantisipasi gejolak alam ditahun 2012 apalagi ditambah alat pemindai gempa/bencana rekomendasi om glosor wetan,kira2 ilmu &alat2 para ilmuwan+astronomer bisa meredam ato bahkan mementahkan prediksi 2012 tidak hayo Siapa tau ?! Atau ada opsi begini “bolehlah alat2 nya 99,9 persen akurat canggih maringgih nah itu baru alatnya,pertanyaan selanjutnya adl kalo alatnya oke lalu aksinya utk pencegahan apa kira2 sanggup ?! dapat dibayangkan kalo peralatan fungsi dan akurat terus aksi penyelamatan selalu berhasil maka bertentangan dg hukum takdir kecuali kalo alat&aksi tsb juga bagian dari takdir/hukum alam wkwkwkwk …!! Ahh mbuh ..ngglosor wae lah..

  19. Sing paling siiippp, nggawe alat pendeteksi takdir/hukum-alam, dibatalkan atau dilanjutkan.
    Bagaimana, setuju ora para Sedulur…?!?

    Salam…Takdir

  20. Ngglosor Madhep Wetan

    kayaknya paling sip, semua berusaha di dalam bidangnya masing2 sampai saay akhir.
    kalau yang mampu mengembangkan alat, yoo tetap berjuang terus mengembangkan piranti deteksi.
    yg punya kemampuan metafisik, yoo tetap menggali terus kemampuan-kemampuan yg semakin tajam.
    kalau masalah andaikan kiamat jagad nanti datang, itu terserah Hyang Manon saja. Kalau dalam hal ini kita cuman bisa pasrah saja.
    Sebagai jagad kecil, kita juga punya kiamat masing2, yg datangnya pada hari kematian rogo kita.
    kalau kita ber-apatis-ria : usaha2 kita dihentikan atau diteruskan yoo di alam urip ? toh akhirnya kita nanti pasti mati. kalau kita mati nanti toh yg kita usahakan ndak ada gunanya.
    menurut saya yg cekak ini, semua harus diusahakan, semua bidang apapun itu. karena semua juga ada gunanya bagi hajat hidup manusia.
    contoh begini : semakin canggih pendeteksi (baik itu piranti maupun kemampuan metafisik), akan sangat membantu keakuratan prediksi awal terhadap suatu peringatan akan bahaya.
    waaahhh… di suatu daerah akan terjadi bahaya…. skalanya ? lumayan besar nih, karena yg akan bergolak adalah gunung api bawah laut….. efeknya akan ada gempa & tsunami besar di daratan yg berhubungan dengan gunung api tersebut sampai sejauh 100 km ke dalam daratan. ayo-ayo kita ambil langkah menyelamatkan rakyat, mari kita evakuasi rakyat sabelum bencana terjadi.
    dengan antisipasi di atas korban dapat diminimalisir.

    Poro Pinisepuh lan Poro Sedulur Yth.
    berarti ada satu mashab lagi yg patut ditambahkan di dalam di dalam menyikapi warna-warni hidup : ojo kagetan, ojo gumunan, ojo apatis…. hehehehehe

    • Sedikit Nambahi postingan dari Saudara Bung Ngglosor Madhep Wetan. 😉

      Ojo Kagetan, Ojo Gumunan, Ojo Apatis, Eling lan Waspodo, “Bisa Rumangsa” Bukan ”Rumangsa Bisa”, Bekti Marang Gusti Allah/Sang Hyang Manon/Tuhan dan berbagai macam sebutan lainya…

      Salam
      Rahayu
      Salam Sejati

  21. Salam mas sabdalangit,
    “Jika akan terjadi gempa hawa panas tidak menimbulkan keringat, tetapi terasa menyengat seperti cabe menempel dikulit, terasa sekali terutama di tengkuk, daun telinga dan kulit wajah, dengan disertai udara yang tiba-tiba menjadi sangat pengap terasa sesak di dada. Energi bumi pun terasa mendorong dari bawah dan menghantam bagian pantat (cakra dasar)”

    terus terang saya sering mengalami hawa panas seperti yg diceritakan mas sabda diatas, bahkan kadang-kadang kalau sedang duduk dilantai seolah-olah ada gempa lokal yg membuat ngliyer dan menggoyang pantat, keadaan seperti ini sering saya rasakan setelah gempa jogja pada 27 mei 2009 kemaren. Bahkan teman saya beberapa hari sebelum gempa jogja merasakan panas yg luar biasa di tengkuk tapi tidak tahu itu pertanda apa?

    Tetapi saya belum bisa mengambil kesimpulan atau silogisme jika ada A makan akan terjadi B. tapi saya merasa apa yg saya alami ini mungkin kondisi badan saya yg baru tidak fit/sehat. Saya bahkan tidak terbesit sama sekali bahwa hal itu sebagai pertanda akan terjadi gempa. Tulisan mas sabda di atas menjadi referensi kepada saya tentang apa yg sebenarnya terjadi.
    Matur nuwun……………

  22. Menuju kepada perubahan yang lebih baik segala sesuatu yang sudah tidak ada keseimbangan harus di rombak secara total keseluruhan dan setelah itu barulah di tegakkan kembali Alam dengan keberadaan yang baru yang tenang aman dan damai. Karena ketidak seimbangan Alam yang terjadi dimuka Bumi ini karena ulah Manusia yang tidak “Tahu diri”. karena itulah Tuhan menurunkan segala macam bentuk bencana-bencana yang terjadi yang di ikuti dengan kerusuhan-kerusuhan, pertikaian, perdebatan bahkan peperangan. dan waspadalah jika kerusuhan sudah diikuti dengan penjarahan.. maka waktu akan bermain Agar Tuntas secara menyeluruh SELEKSI ALAM yang akan berganti dengan ALAM yang TENANG, AMAN dan DAMAI.

    Bagi para sahabat dan saudaraku yang baik yang merasakan hal yang sama mari kita bebenah diri kita masing masing sebelum terlambat.. Taubatan Nasuha.. sama sama kita melangkah menghampiri DIA sambil berkarya dan mencipta.. meraih kedewasaan MENTAL SPIRITUAL.. berusaha mencapai FITRAH DIRI dalam JIWA JIWA TENANG.. JIWA JIWA MERDEKA.. sebagai JATI DIRI MANUSIA.. untuk MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA.. yang semakin TERPURUK dan menyedihkan.. mari kita mulai di SINI.. sedikit demi sedikit.. perlahan tapi pasti.. kita segera mulai.. yayaya.. mulai melangkah dari DIRI KITA MASING MASING.. menemukan Jati Diri Manusia.. Mengembalikan Jati Diri Bangsa.. sebelum TERLAMBAT dan TERTELAN arus PERCEPATAN yang akan TERJADI di sini..

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  23. Punten Kang Mas Sabda Langit yang baik.. belum nyapa malah selonongan saja.. hehehe.. Semoga Kang Mas selalu sehat dalam lindungan Gusti ALLAH.. Benar Kang Mas ARUS PERCEPATAN sudah di mulai.. akan terjadi PERCEPATAN di berbagai hal.. dan ini mungkin bisa saja akan terjadi banyak hal yang kurang diinginkan oleh kita semuanya.. tetapi apa daya energi hitam sudah terlalu kuat dan mungkin kebaikan semakin terdesak.. maka untuk menghadapi ARUS PERCEPATAN ini memang seperti Kang Mas Sada utarakan adalah jalan yang terbaik untuk saat ini.. manekung menghidupkan MALAM dalam Penyembahan kepadaNYA.. menyatukan diri dengan semuanya.. menyebarkan energi positif.. untuk menunda sang waktu.. maaf kalau adimas bicaranya ngawur.. mudah mudahan praduga adhimas salah dan tidak usah terjadi ARUS PERCEPATAN.. tapi mudah mudahan bagi sedulur yang tergerak agar mulai melangkah menghidupkan malan dan mempersatukan energi

    Matur nuwun Kang Mas Sabda.. ikut ikutan lancang asal ngomong saja

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll..

    • Dimas Boed Yth
      Wilujeng sumping, kumaha daramang sadayana. Mangga mun bade ngariung deui, diayakeun wae di bumi parahyangan, abdi teh pasti hayang ngiluan… 🙂
      Semoga KESADARAN SEJATI bangsa terjadi PERCEPATAN.

      Rahayu wilujeng

  24. BIla hujan seharusnya suatu berkah alam, namun telah dianggap manusia menjadi bencana, apalagi hujan itu dianggap manusia yang punya hajat untuk berpesta pora sejenak meninggalkan kepedihan hidup, menghibur duka lara rakyat yang menderita ditelan kemiskinan himpitan kehidupan yang semakin dahsyat yang tak dimengerti pemangku kekuasaan.
    Hujan rintik terus menemani manusia di tengah misteri alam kehidupan manusia yang buta kesejatian hidup dan selalu serba serakah… hujan berkah seperti sia sia di sudut kepentingan manusia… misteri manusia serakah yang menggelikan untuk dimengerti…

  25. hujan-hujan– horee… ada hujan salju juga nih di layar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: