SELAMAT HARI RAYA IED 1431 H

TERUNTUK BAGI SEMUA SAHABAT, SAUDARA, HANDAI TAULAN, PARA SEDULUR SELURUH PEMBACA BLOG INI YANG SAYA HORMATI. PERKENANKAN SAYA PRIBADI MENGUCAPKAN;

SELAMAT HARI RAYA IDEUL FITRI 1431 H, KITA SEMUA SELALU BERUSAHA MENGEMBALIKAN HATI KEPADA KONDISI YG BERSIH, JIWA YANG BENING. MEMBERSIHKAN SEGALA KOTORAN HATI SELAMA INI UNTUK MENGGAPAI TATARAN KESADARAN SPIRITUAL YANG LEBIH MENDALAM DAN TINGGI DARI HARI-HARI SEBELUMNYA. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ATAS SEGALA KHILAF BAIK YANG DISADARI MAUPUN YANG TIDAK DISADARI. TERIMAKASIH ATAS SEGALA SUMBANG SIH PEMIKIRAN, KOMENTAR, KRITIK DAN SARAN. APAPUN BENTUK DAN ISINYA, SEMUA ITU SANGAT BERARTI BAGI SAYA PRIBADI.

SALAM KARAHARJAN, SALAM ASAH ASIH ASUH

sabdalangit

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on September 9, 2010, in Selamat Hari Raya. Bookmark the permalink. 56 Komentar.

  1. ‘Setiap orang berhak menjadi “utusan” bagi dirinya sendiri.’ (Sabdalangit)——————————————-
    Senyum,Dewi, Mas Ngglosor Madhep Wetan, saudara sekalian,

    Pertama kali saya membaca tulisan Mas Sabda di atas (bawah) saya nyaris … jatuh dari kursi saya ! Sangat mencerahkan ! Orang boleh2 saja mengutip dari kitab2, tapi itu kan dari (kitab2) utusan2 Tuhan di … sono. Bagaimana dengan utusan2 Tuhan yang di sini, di NUSANTARA ?! Kebenaran tidak bisa dimonopoli oleh satu golongan kecil – atau besar – saja. Tuhan juga mengutus si A,B,C, saya dan mungkin Anda. Saya tampilkan lagi tulisan Mas Sabda supaya bagian ini tidak … hilang begitu saja, terutama buat saudara2 yang baru datang di blog kejawen ini. Nyuwun sewu, nggih,Mas Sabda.

    ———————————————————————-

    SABDå
    Desember 30th, 2010 pukul 17:17
    Mas Tio Repro Yth
    Kejawen bukanlah agama. Kejawen merupakan falsafah hidup dan lebih bersifat ilmu ilmiah, alias bisa dibuktikan dan diverifikasi secara ilmiah, atau diuji kebenarannya. Sedangkan yang menyangkut kebatinan, bisa dibuktikan dengan cara menghayati nilai-nilai luhur, kemudian membuktikan efeknya melalui pengalaman lahir danengalaman batin. Saya kira tuhan tidak pernah menunjuk-nunjuk orang utk menggali ilmu. Semua adalah pilihan manusia, apakah mau belajar dan memerdekakan diri secara lahir dan batin ataukah tidak. Bagi yang berusaha belajar dan menghayati ilmu lebih banyak lagi, tentunya akan mendapatkan ilmu dan ngelmu lebih besar dan mendalam.
    Kejawen memperoleh ilmu melalui jalan spiritual, dengan menghayati, mengamati, dan merasakan efeknya. Kitab sucinya bukan berupa buku, tetapi “papan tanpa tulis”, “ayat-ayat” yg tergelar dijagad raya atau sastra jendra. Membacanya tidak sekedar dengan mata wadag dan pikiran, tetapi musti melibatkan mata hati, ketajaman dan kebeningan batin. Jadi orang TIDAK BERTUGAS UNTUK MENYEBARKAN, tetapi LEBIH PENTING dan utama adalah menghayati, mengimplementasi ke dalam perbuatan sehari-hari. Dalam konsep Jawa memang tak ada model kenabian, karena ilmu Jawa memandang keadilan tuhan bisa berlimpah kepada setiap orang, setiap suku, bangsa, dan agama. Setiap orang berhak menjadi “utusan” bagi dirinya sendiri. Menjadi orang Jawa, yakni JIWA KANG KAJAWA, atau Jawi, JIWA KANG KAJAWI. dengan kata lain, menghayati nilai luhur lebih utama ketimbang pandai menghafal teori dan referensi yang hanya “katanya”, ujare, ceunah, ceuk ceunah. Setelah menjiwai, selanjutnya dihayati.
    Salam sih katresnan
    (dikutip dari thread ‘Puncak Ilmu Kejawen’)

  2. Sedulur, intinya kita itu wayang, tinggal nglakoni urip saja, Sang Dalang yang Punya Skenario sudah menggariskan jalannya begini begitu, tinggal kita tebak tebakan saja. Nah orang belajar kenapa saya senang dengan referensi buku karena akan memudahkan berpikir saja, kita bermula darimana dlsb. Nah tentang agama sebenarnya yang saya tahu memang agama Budha atau mungkin disebut Ezekial atau Zulkifli itu sudah berkembang dan ada 1500 tahun sebelum Masehi, berkembang di daerah yang dinamakan daratan China… sehingga Nabi SAW pun memberi petunjuk umatnya agar belajar sampai ke negeri China… ya saling asah asih dan asuh.. sesama umat manusia.

    Selanjutnya di pulau Jawa juga berkembang agama2 atau keyakinan yang mencari suatu BENTUK KEBENARAN suatu BENTUK KEARIFAN LOKAL yang menyatu dengan alam itu dan saya yakin pula dimanusia JAWA ini ada NABI juga yang tak kita ketahui ribuan tahun lalu menemani orang jawa, nah para leluhur memberi petunjuk bahwa kalau bumi jawa mau selamat maka pakailah senjata TRISULA WEDA. Bagi saya, kebaikan lokal maupun impor itu semua adalah sangat bermanfaat, atau tidak usah takut menyelaminya, selama dalam koridor mencari suatu kebenaran sejati. Walau seringnya akan menimbulkan konflik antar umat pemeluk agama atau kepercayaan atau yang tidak percaya (kafir) karena menyatakan apa yang diselaminya itu adalah suatu kebenaran yang meyakinkan atau yang tidak meyakinkannya.

    Nah di area abu abu perkonflikan OLAH RASA BERKEYAKINAN inilah nilai PEMBELAJARAN sebagai manusia adalah yang paling utama dan TERSULIT.
    Untuk itu area hub atau bagian penghubung antar suatu ajaran yang dihayati dan diselami itu perlu dilakukan oleh pakar2nya dengan penuh KEADEMAN SEADEM SALJU… seperti layaknya mempelajari arti senjata TRISULA itu… antar sambungan senjata itu adalah titik2 rawan juga sebagai titik TERKUAT bila manusia JAWA itu SUDAH MENEMUKAN RAMUAN atau RUMUSANnya…

    Begitu tanggapan saya, ojo nesu nesu sik nggih… mengko ilang nggantheng ayune loh… hihihi

    • sehingga Nabi SAW pun memberi petunjuk umatnya agar belajar sampai ke negeri China… ya saling asah asih dan asuh.. sesama umat manusia.
      _________________________________________________________________

      Benarkah Nabi Muhamad mengajarkan rasa kasih sayang welas asih……??

      Demi terlihat baik maka yang baik dan benar pula yang diceritakan dan yang buruk dan nista disembunyikan…..

      Sudahkah Sampean terhormat pernah ditemui atau menemui dan tahu dimana Nabi faham arab??…dialam sana dia.damai atau sengsara ??…

      Siapa atau ajaran faham apa yang sangat mudah dan menuding ajaran selain islam sebagai ajaran musrik dan sesat……

      Jangan menipu Tuhan dengan mencatut nama NYA dan jangan tindas mereka yang berfaham lain dalam menyembah Tuhan…..dan yang melarang itupun sesungguhnya tidak tahu apa apa tentang Tuhan YME….hanya berdasarkan apa kata kitabnya saja…..

      Jangan memasang muka sangat manis didepan tetapi bengis dibelakang…..menganggap musuh ketika tidak menuruti dan menjajah bila dituruti…. diberi sedikit meminta lebih banyak……di beri ati malah ngrogoh rempelo….

      AGAMA belum tentu membuahkan tindakan yang baik dan benar dan semua itu sudah terbukti dan tercatat dalam banyak peristiwa ,
      NURANI adalah sumber kebenaran dan sebagai PELITA hidup karena Tuhan YME bersama mahluk dan mahluk manusia tidak bisa lepas dari kuasa NYA dan Nurani pastilah membuahkan buah Kasih dan Sayang……

      Jangan menipu hati nurani meskipun dengan alasan dan berdasar kitab agama….

      • intinya kita itu wayang, tinggal nglakoni urip saja, Sang Dalang yang Punya Skenario sudah menggariskan jalannya begini begitu, tinggal kita tebak tebakan saja.
        ——————————————————————————————————-

        Salam Kang Senyum…….

        Memang sudah sangat jelas bahwa Tuhan sebagai seperti DALANG , Tuhan dalam kepastian diantara kepastian yang lain dan tidak terkira jumlahnya dan tidak diduga oleh manusia .jangankan oleh manusia yang hanya / seorang /1 saja dan mungkin semua manusia yang hidup diatas bumi ini tidak mungkin tahu atas kehendak dan kepastian dari NYA….

        Dalang dalam pewayangan BUKAN sebagai penentu dan pembuat wayang atau cerita wayang dan lakon yang dipentaskan bukan kehendak dalang….
        Dalang HANYA sebagai pengingat bahwa sifat buruk harus dilawan dengan KEBAIKAN dan KEBENARAN……

        Dalang saya ibaratkan sebagai BUKAN TUHAN , hanya sebagai SIFAT ALAM , penggambaran dan sebagai hukum sebab akibat ….dalang sebagai penyampai suatu kepastian hukum alam yang harus dilakukan manusia…..

        Dalang itu adalah DIRI kita sendiri , manusia sebagai mahluk yang sempurna dan suci dan oleh karena itu manusia diwajibkan TUHAN Sejati untuk menjadi Dalang bagi dirinya sendiri untuk memerangi sifat buruk dan angkara yang ada dalam diri kita masing masing , sifat yang digambarkan sebagai wayang bolo kiwo / kiri….para raksasa yang angkara dan bengis kejam culas serakah dll……..Nuwun..

  3. Ingin berbagi cerita tentang SINGA bagaimana bersahabat dengan SINGA atau MACAN itu menurut BIBLE OLD TESTAMENT: Daniel 6, yang mana Nabi Daniel selalu bersujud atau berdoa dan siap menghadapi SINGA SINGA di KANDANG seperti kalimat berikut ini, keganasan singa itu saya anggap seperti BERSAHABATNnya juga GANASnya bangsa GOG MAGOG atau Ya’juj Ma’juj… mungkin sedulur akan segera berjumpa.. ngapunten nggih.. :
    10 And when Daniel knew that the writing was signed, he went into his house (now his windows were open in his chamber toward Jerusalem) and he kneeled upon his knees three times a day, and prayed, and gave thanks before his God, as he did aforetime.

    Lengkap ceritanya seperti berikut ini (ojo nesu nesu siap percaya atau tidak terserah sedulur):
    American Standard Version (ASV)
    1 It pleased Darius to set over the kingdom a hundred and twenty satraps, who should be throughout the whole kingdom;
    2 and over them three presidents, of whom Daniel was one; that these satraps might give account unto them, and that the king should have no damage.
    3 Then this Daniel was distinguished above the presidents and the satraps, because an excellent spirit was in him; and the king thought to set him over the whole realm.
    4 Then the presidents and the satraps sought to find occasion against Daniel as touching the kingdom; but they could find no occasion nor fault, forasmuch as he was faithful, neither was there any error or fault found in him.
    5 Then said these men, We shall not find any occasion against this Daniel, except we find it against him concerning the law of his God.
    6 Then these presidents and satraps assembled together to the king, and said thus unto him, King Darius, live for ever.
    7 All the presidents of the kingdom, the deputies and the satraps, the counsellors and the governors, have consulted together to establish a royal statute, and to make a strong interdict, that whosoever shall ask a petition of any god or man for thirty days, save of thee, O king, he shall be cast into the den of lions.
    8 Now, O king, establish the interdict, and sign the writing, that it be not changed, according to the law of the Medes and Persians, which altereth not.
    9 Wherefore king Darius signed the writing and the interdict.
    10 And when Daniel knew that the writing was signed, he went into his house (now his windows were open in his chamber toward Jerusalem) and he kneeled upon his knees three times a day, and prayed, and gave thanks before his God, as he did aforetime.
    11 Then these men assembled together, and found Daniel making petition and supplication before his God.
    12 Then they came near, and spake before the king concerning the king’s interdict: Hast thou not signed an interdict, that every man that shall make petition unto any god or man within thirty days, save unto thee, O king, shall be cast into the den of lions? The king answered and said, The thing is true, according to the law of the Medes and Persians, which altereth not.
    13 Then answered they and said before the king, That Daniel, who is of the children of the captivity of Judah, regardeth not thee, O king, nor the interdict that thou hast signed, but maketh his petition three times a day.
    14 Then the king, when he heard these words, was sore displeased, and set his heart on Daniel to deliver him; and he labored till the going down of the sun to rescue him.
    15 Then these men assembled together unto the king, and said unto the king, Know, O king, that it is a law of the Medes and Persians, that no interdict nor statute which the king establisheth may be changed.
    16 Then the king commanded, and they brought Daniel, and cast him into the den of lions. Now the king spake and said unto Daniel, Thy God whom thou servest continually, he will deliver thee.
    17 And a stone was brought, and laid upon the mouth of the den; and the king sealed it with his own signet, and with the signet of his lords; that nothing might be changed concerning Daniel.
    18 Then the king went to his palace, and passed the night fasting; neither were instruments of music brought before him: and his sleep fled from him.
    19 Then the king arose very early in the morning, and went in haste unto the den of lions.
    20 And when he came near unto the den to Daniel, he cried with a lamentable voice; the king spake and said to Daniel, O Daniel, servant of the living God, is thy God, whom thou servest continually, able to deliver thee from the lions?
    21 Then said Daniel unto the king, O king, live for ever.
    22 My God hath sent his angel, and hath shut the lions’ mouths, and they have not hurt me; forasmuch as before him innocency was found in me; and also before thee, O king, have I done no hurt.
    23 Then was the king exceeding glad, and commanded that they should take Daniel up out of the den. So Daniel was taken up out of the den, and no manner of hurt was found upon him, because he had trusted in his God.
    24 And the king commanded, and they brought those men that had accused Daniel, and they cast them into the den of lions, them, their children, and their wives; and the lions had the mastery of them, and brake all their bones in pieces, before they came to the bottom of the den.
    25 Then king Darius wrote unto all the peoples, nations, and languages, that dwell in all the earth: Peace be multiplied unto you.
    26 I make a decree, that in all the dominion of my kingdom men tremble and fear before the God of Daniel; for he is the living God, and stedfast for ever, And his kingdom that which shall not be destroyed; and his dominion shall be even unto the end.
    27 He delivereth and rescueth, and he worketh signs and wonders in heaven and in earth, who hath delivered Daniel from the power of the lions.
    28 So this Daniel prospered in the reign of Darius, and in the reign of Cyrus the Persian.

    • @ Senyum,

      Maaf kalau saya membuat njenengan blept.. blept… sesak napas kayak di cumbu singa :mrgreen:…

      Baiklah kalau njenengan masih ingin berkutat seputar kitab, maka jadilah ‘pustakawan’ yang sejati sekalian, bukan hanya sebagai ‘pembaca’ yang pasive saja, hanya menelan mentah apa yang dikatakan isi kitab, tetapi kita juga harus bisa aktive dalam artian yang positive, bisa memilah dan menfilter, serta meng-crosscheck sumber kebenaran itu.

      Terkadang kita ini tidak fair, menganggap agama dari samawi adalah asli dan tertua dan dari Tuhan, kenyataannya agama yang tertua di bumi adalah berasal dari Persia sekitar 1725 B.C . sang nabi ajaran Zoroaster. Mengajarkan konsep Monotheisme murni. Secara arkeologis, Zoroaster adalah agama monotheisme tertua di dunia yang pernah tercatat dalam literatur arkeologis. Filsafat Zoroaster diringkas dalam 3 ajaran, “Hati yang baik”, “Perkataan yang baik”, dan “Perbuatan yang baik”. Namun seiring pergantian generasi dan zaman, ajaran ini berangsur-angsur menyimpang ke arah penyembahan lainnya, antara lain seperti dewa matahari, masyarakat arab/ tetangga Persia yang melahirkan agama samawi, dewa matahari di sebut ‘ilah’. jadi ‘la ilah ha ilaallah’ artinya adalah ‘tak ada dewa matahari yang lainnya selain matahari itu sendiri’.

      Ada pertanyaan di ruang ‘universitas jawa di belanda’ yang belum njenengan jawab, sesuatu yang berhubungan dengan naskah/ literatur dari manusia-manusia jawa yang waskita pada jaman dahulu kala, bersediakah njenengan mengambilnya sebentar untuk mempelajarinya?… karena manuscript-manuscript kuno itu sangat tua dan mungkin lebih tua dari ajaran Zoroaster. kalau seandainya ada generasinya yang mau mempelajarinya dan mensharingkan kepada kirta semuanya disini, maka patuladhan leluhur itu tak ubahnya seperti berlian yang sesunggunhnya, bukan besi ataupun ajaran imitasi.

      Semoga njenengan memiliki inisiative kesadaran dari dalam diri sendiri.

      Oh ya, tentang jagad pakeliran itu, siapa sih yang lebih tua? apakah dalang atau blencong?…. dalang hanyalah menuruti skenario apa kata pembuat cerita, wayang memang tak bisa di gerakkan tanpa tangan sang dalang, tetapi seluruh pagelaran itu tak akan bisa hidup dan terlihat tanpa adanya blencong/ sinar/ lampu, yang secara harfiah blencong itu berarti lentera jiwa/ nurani :)…

      @ Bala(ne)dewa,

      Kejawen bukanlah agama. Kejawen merupakan falsafah hidup dan lebih bersifat ilmu ilmiah, alias bisa dibuktikan dan diverifikasi secara ilmiah, atau diuji kebenarannya. Sedangkan yang menyangkut kebatinan, bisa dibuktikan dengan cara menghayati nilai-nilai luhur. Kejawen memperoleh ilmu melalui jalan spiritual, dengan menghayati, mengamati, dan merasakan efeknya. Kitab sucinya bukan berupa buku, tetapi “papan tanpa tulis”, “ayat-ayat” yg tergelar dijagad raya atau sastra jendra….

      —————————————————————————————————–

      Sarujuk kale njenengan, bahwa ‘Setiap orang berhak menjadi “utusan” bagi dirinya sendiri.’

      Saya percaya para pengunjung disini adalah poro pinisepuh yang bijaksana, mereka disini untuk berdiskusi dan membicarakan hal-hal yang tidak mereka dapatkan dari kitab mereka sehari-hari, untuk itulah kita semua disini bertemu :)…

      @ Fairplay:

      Maturnuwun, turut menyimak, agama itu hanya berkutat masalah kulit, religion is only religion, but religiousity is the spirit within :)…

      Semua agama kalau di telusuri memang tidak meninggalkan budaya asalnya setempat, serta cerita legenda mitos dan pengkultusan umatnya, dan juga tidak ketinggalan ‘game’ politiknya :)…

    • duh Gusti … Ingkang Makarya Jagat…

  4. Nah tentang agama sebenarnya yang saya tahu memang agama Budha atau mungkin disebut Ezekial atau Zulkifli itu sudah berkembang dan ada 1500 tahun sebelum Masehi, berkembang di daerah yang dinamakan daratan China… sehingga Nabi SAW pun memberi petunjuk umatnya agar belajar sampai ke negeri China… ya saling asah asih dan asuh.. sesama umat manusia. (Senyum)
    ————————————-

  5. Nah tentang agama sebenarnya yang saya tahu memang agama Budha atau mungkin disebut Ezekial atau Zulkifli itu sudah berkembang dan ada 1500 tahun sebelum Masehi, berkembang di daerah yang dinamakan daratan China… sehingga Nabi SAW
    pun memberi petunjuk umatnya agar belajar sampai ke negeri China… ya saling asah asih dan asuh.. sesama umat manusia. (Senyum)
    ————————————-

    (Agama) Buddha berasal dari …. Nepal – dekat India, BUKAN daratan China, dan mulai ada sekitar 4-5 abad SM. Dipelopori oleh Sidharta Gautama. Nabi mungkin berbicara mengenai ‘agama’ – ajaran Kong Hu Cu, atau Lao Tse. Itupun disekitar tahun itu. Kok, Buddha nggak ada di … Quran ya ? ( Sabiin,Nasrani, malah ada )

    • Agama Budha di Al-Qur’an sepertinya ada. Kitab-kitab suci pun sempat beberapa kali disebutkan dalam Al-Qur’an. Kalau kitabnya ada berarti agamanya juga ada dong.

  6. Agama yg mencaci maki agama lain untuk menarik pengikut “sudah sangat jelas terlihat” bahwa agama itu lah yg salah.
    Dan Agama yg membela diri dgn mengungkapkan bukti2 rasional yg bersumber dari akal dan kitab, serta tidak menghina2 agama lain “sangat jelas terasa” bahwa ajaran itulah yg sungguh2 benar.

    Jadi, sangat terlihat jelas disini siapa yg benar dan siapa yg salah.

    Jika menghina = itulah agama yg salah.

    (Kalian itu sesat= menasehati)
    (Kalian itu org gila = menghina)

  7. #Setiap rasul sudah pasti
    wali(kekasih Allah=mencintai&dicintai Allah).
    #Dan setiap wali belum tentu
    rasul(utusan Allah).

    Sangat tidak mungkin Tuhan menjadikan makhluk yg tak dicintai nya untuk menjadi utusan nya.

    derajat waliyullah tidak mungkin di atas derajat para rasul. , karna “derajat mereka Sama”
    perbedaan nya hanyalah : Rasul di beri tugas untuk menyapaikan.
    dan Waliy tidak bertugas menyampaikan.

    jadi : Rasul dan Wali ,mereka adalah sama2 manusia yg di beri kabar gembira.
    (Rasul = melalui malaikat/wahyu
    Wali = melalui Rasul)

    _Siapa yg paling takwa… itulah yg paling tinggi derajat nya_

  8. Yg muslim… ataupun yg non muslim… di mohon… 😦 jangan menghina yg lain.. 😦 , sakit banget di lihat nya 😦
    Di mana IMAN kalian ????

    Jangan lah membenci sesuatu secara berlebihan?.. itu akan menyakiti hati kalian sendiri?..
    Pikirkan diri masing2.
    Jika ada yg menasehati,,,balaslah dgn sopan. Jangan dengan cacian dan makian?.. jangan merasa benar sendiri. Belum tentu yg kalian percayai itu benar?
    Terlalu banyak jalan di dunia ini. Janganlah menghina jalan org lain. Jika menurut kalian mereka salah jalan.. tegurlah dgn santun, bukan dengan cara kasar? Bagaimana mungkin mereka akan mempercayai jalanmu jika kamu saja menghardik mereka dan mencela2 mereka?.., tegurlah dengan baik2.. jika mereka percaya, bersyukurlah.. dan jika mereka tdk percaya, bersabarlah.. itulah jalan yg mereka pilih.. ,biarkan mereka menanggung sendiri pilihan mereka..
    Hidup ini adalah kebebasan. Kebebasan dalam memilih yg baik & yg buruk.. tegurlah mereka, tp terserah mereka mau memilih yg mana.. jika mereka memilih yg buruk..itu tanggungan mereka. Bukan tanggungan kamu.
    Janganlah sibukkan dirimu memikirkan keselamatan org lain. Keselamatan dirimu sendiri saja masih di pertanyakan.?

    Berdebatlah dengan sopan. Jangan memasukkan kata2 yg kasar. Apalagi sampai menghina dan merendah2kan org lain.
    Beragama tidak boleh dengan paksaan.

    Agama kalian adalah agama kalian.
    Dan agama ku adalah agama ku.

    Jalan hidup mu adalah pilihan mu.
    Dan jalan hidup ku adalah pilihan ku .

    • Hamba allah kalau konsisten di ( dua ) 2 alinea akhir diatas seyogyanya PANTANG ada manusia mengatakan pada manusia lain dgn kalimat :
      Kafir, sesatmenyesatkan dong
      .
      Tuntunan yg pas, dimana kita tinggal past sudah i ada kearifan lokal.
      Itulah yg pas.
      bahwa ada yg baru datang, mengatur atur bahkan mensesatkan yg lama itulah penyebab keributan di dunia ini.

      Apalagi ada yg merasa paling benar, paling mulia etc.
      tuntunan sangat terwarnai sikon allamnya.
      tubtunan yg sejuk damai pasti dari allam yg hijau sejuk pula, kaffah tentunya.

      semogalah kita sadar tuntunan bumi Indonesia yg allamnyarelatif sempurna ini bisa kitaelajari lagi.
      Hanya di bumi yg relatif sempurna tutun tuntunan yg sempurna.
      bumi subur, sejuk, hijau. Animal, nabati, water, cuaca sunatullah hujan kering ada.
      pastilah manusia disitu pula yg bisa iqro’ semuanya keadaan allam itu.

      bahwasanya dr bumi sempurna menyebar ke seluruh penjuru benua, mengajarkan ilmi sempurna adalah rahasia allam.
      bahwasanya ilmi sampoerna diadaptasikan sesuai kahananallam dimana manusia tsb tinggal selama merantau adalah shirullah.

      Salah kaprahnya :
      Tuntunan yg diadaptasikan dgn situasi allam yg kritis menjadi tuntunan sebuah bangsa yg hidup di allam dgn konidisi sempurna itulah yg menjadi keprihatinan.

      SEMOGALAH bangsa yg hidup di bumi yg relatif sempurna keadaan allamnya yaitu negeri Indonesia ini.
      sadar untuk menyadari mempelajari kembali tuntunan lokal yg sesuai dgn allam Indonesia sendiri.

  9. Saudaraku wungu; ga usah heran & memang begitulah dr dulu tabiat’a…. slogan’a PERBEDAAN adalah RAHMAT tp perbuatan’a ya begitu gampang sekali ngopar_ngapirke lian sambil menghunus pedang & menyakiti yg lain’a serta membunuh’a dr zaman NABI’a hingga kini he.. heee…
    Lah wong saya dulu juga gitu… menganggap agama’a paling bener sendiri hee.. heee… tp sekarang alhamdulillah hirobil NGALAMIIINNNN…. lg belajar WARAS he… heee…..
    Dan ada lagi slogan’a yg selalu di dengungkan yaitu RAHMAT untuk SELURUH ALAM tp perbuata’a malah LAKNAT untuk SELURUH ALAM hee… heee…. ini cuman slogan hd ga da bukti’a kalau RAHMAT SELURUH ALAM. lah alam yg mana yg mo di rahmatin alam; manusia,hewan,tumbuhan atau alam GAIB… sedang kalau mbah buyut’a dateng kerumah’a ja di anggap SETAN,JIN dll… & malah kadang2 di bakar pakai kulhu gebu…. hee…. heee…
    Maka saudaraku setanah air dr sekarang belajarlah jd orang WARAS jgn mau di dibodohin sama orang padang pasir terus… ambil yg baik2 saja & yg jelek apalagi menyakiti/membunuh jgn di ambil,,, biarlah mereka sendiri yg memakai’a (orang padang pasir)
    *** rahayu… rahayu…. rahayu….

  10. ..
    mtpun hny mnngglkn seonggok tlng tak brhrga..
    ..tak ada kuasa..
    ..tak ada rasa..
    ..tak ada cahaya..

    • Maka, di Malaysia, Indonesia, Timteng, Pakistan, banyak ditemukan hantu pocong. Sedangkan di Bali, Thailand, Phillipina, India, Eropa, sangat jarang bahkan tak pernah tampak hantu pocong. Pocong bukan entitas hantu asli melainkan bekas atau dulunya manusia yg setelah mati gagal menembus (naik level) ke alam keabadian. Sehingga balik lagi ke dimensi bumi dengan penampakan pakaian, seperti dikenakan pada saat upacara kematiannya. Sedangkan di Eropa tidak sedikit hantu wanita bergaun panjang dan hantu mengenakan jas atau mantel. Sementara itu yang berhasil menembus dimensi keabadian akan menjadi leluhur.

  11. mau tanya pak sabdo, gimana caranya supaya kalo sudah mati bisa menembus dimensi keabadian, mohon petunjuknya. matur sembah nuwun. O ya pak sabdo saya bukan bapak lho tapi ibu, waktu itu p’sabdo menyebut saya dengan sebutan pak, nuwun

    • Ibu Padmi Darojat Yth
      Supaya bisa menembus alam keabadian atau naik “kelas” ke dalam dimensi abadi meraih kamulyan sejati, “Urip kudu murup”. sudah saya tulis di postinBaca juga tulisan saya tentang Level prihatin. Baca juga “Laksita Jati”.
      Rahayu Sagung Titah Dumadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: