UNDANGAN TERBUKA

UNDANGAN TERBUKA

by ki WONGALUS

SEDULURKU SEMUA, KAMI MENGUNDANG ANDA DALAM ACARA….ACARA: SYAWALAN DAN SILATURAHIM PEMBACA BLOG ”KAMPUS WONG ALUS” (www.wongalus.wordpress.com)

TEMA : MENJADI MANUSIA INDONESIA SEJATI, YANG MEMILIKI SIPAT KANDEL, WINASIS SEBAGAI PRIBADI YANG TERWACA, WASKITA DAN PERMANA.

HARI/TANGGAL: JUMAT, 17 SEPTEMBER 2010

JAM: SORE PUKUL 15.00 WIB s/d SELESAI

TEMPAT: PANTAI PARANGKUSUMO, YOGYAKARTA

JUMLAH PESERTA YANG HADIR:

SILATURAHIM INI GRATIS TIDAK DIPUNGUT BIAYA. PANITIA TIDAK MENYEDIAKAN FASILITAS APAPUN JUGA. MAKAN DAN MINUM DITANGGUNG PESERTA. BILA ADA YANG MEMBUTUHKAN PENGINAPAN MAKA SILAHKAN KEPADA PESERTA UNTUK MENCARI PENGINAPAN SENDIRI BANYAK BERADA DI SEKITAR PANTAI. KARENA ACARA DILAKUKAN DI TEMPAT TERBUKA (PANTAI) DIMOHON KEPADA MASING-MASING PESERTA UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI, SEPERTI JAKET/SARUNG/OBAT-OBATAN/JAS HUJAN DLL.

SUBSTANSI TEMA SILATURAHIM: KI SABDA LANGIT (www.sabdalangit.wordpress.com)–KETUA I PANITIA SILATURAHIM KAMPUS WONG ALUS (KWA).

Berbagai penyakit kejiwaan akibat dominasi kekuasaan egoisme/lymbic telah menjangkiti seluruh sendi kehidupan. Tindakan yang sangat mendesak untuk segera dilakukan, adalah jati diri palsu harus segera dikoreksi dan diselamatkan dengan cara menselaraskan antara keseimbangan mikrokosmos dengan keseimbangan makrokosmos. Sebagaimana telah dikatakan oleh seorang filsuf Socrates 500 SM, serta terdapat dalam berbagai kitab suci, kita harus mengenali jati diri terlebih dahulu, barulah kita akan mengenali Tuhan. Maka jati diri ini harus digali dan dikenali lagi. Untuk sebuah gerakan penyadaran jati diri dalam konteks berbangsa dan bernegara, akan lebih efektif apabila dimulai oleh para pemimpin dengan menjalani lakuning urip secara pas dan pener.

Biarpun kekacauan multidimensi negeri saat ini tampak sudah sangat akut, namun hendaknya kita tetap optimis. Sebab masih ada satu celah dengan cara menghayati nilai-nilai luhur kearifan lokal. Hal ini bukan sekedar latah, karena nilai kearifan lokal adalah nilai yang merepresentasikan jati diri bangsa apa adanya, alamiah dan manusiawi. Dimulai dari diri kita masing-masing, kemudian meningkat dalam lingkup otoritas daerah, selanjutnya hingga ke pusat secara bottom up. Tentu saja untuk sebuah misi mulia itu masing-masing pribadi harus memerdekakan diri dari hegemoni insting primitif hewani terlebih dulu. Sebab untuk menjadi pamomong bagi banyak orang seyogyanya kita lebih dulu harus sukses ngemong diri sendiri.

Karena kegelisahan, kegundahan, sifat mudah panik, kalut, ela-elu, anut grubyuk, yang merambah dalam diri kita bukanlah disebabkan oleh orang lain atau faktor eksternal. Namun disebabkan oleh mekanisme ketidakseimbangan (disharmoni) dalam diri kita sendiri. Berawal dari terjadinya disharmoni, lalu terjadi disintegritas jati diri kita yang menghasilkan hormon dan adrenalin secara berlebihan. Kelebihan produksi hormon itu dapat mengganggu kestabilan dan kesehatan jiwa raga alias stress dan depress. Terjadilah imbal balik, di mana stres dan depresi, akan mengacaukan kesimbangam dalam diri yang berujung memperdalam terjadinya disintegritas jati diri. Di saat inilah manusia turun drajat menjadi binatang, jika tidak ya sepadan dengan manusia setengah gila.

Carut marut negeri ini berasal dari keadaan mental diri kita sendiri. Mental generasi penerus bangsa yang kehilangan jati dirinya. Tak kenal dan tak selaras lagi dengan karakter lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya. Hilangnya jati diri melahirkan tindakan-tindakan melawan kodrat alam. Hal itu meretas kegelisahan dan kebingungan, kepanikan dan kebuntuan dalam mengambil sikap hidup. Semuanya jadi serba salah kaprah & salah tingkah. Banyak hal-hal esensial menjadi serba terbalik maknanya. Inilah yang dimaksud dengan tanda-tanda wolak-waliking jaman seperti pernah diperingatkan oleh para pujangga masa lalu. Yang saat ini ternyata benar-benar terjadi.

Penebangan hutan secara liar, ekploitasi pertambangan alam yang tidak lagi peduli dengan kaidah alamiah dan manusiawiah, cut and fill kontur tanah yang tidak memperhatikan hukum-hukum geografis dan geologis, demi alasan pembangunan nasional sungai-sungai dirombak alur dan irama alamnya disesuaikan dengan “irama” nafsu lymbic serakah manusia. Lembah-lembah hijau tempat serapan air dirubah menjadi resapan penghasil fulus dengan ijin “ilegal” mendirikan bangunan rumah disekitar bantaran dan lembah sungai.

Mata air digusur, hutannya dibabat habis, gunung-gunung sebagai tampungan air telah digempur diratakan. Akibat dari semua itu adalah banjir, kekeringan, salah mongso, iklim yang kacau, suhu yang berubah-ubah drastis, lempeng bumi terjadi rongga-rongga karena kadar air semakin berkurang, lempeng bumi terjadi pelapukan dan pergeseran lebih cepat. Akibat lebih lanjut adalah terjadi gempa bumi secara sporadis, berkurangnya air tanah, kelembaban udara menurun drastis, mengakibatkan baksil dan bakteri berkembang biak, wabah penyakit dan hama tanaman menjadi sangat variatif dan sulit diatasi.

Itulah gambaran dalam dimensi luas hubungan antara manusia/mikrokosmos (jagad alit) dengan lingkungan alam/makrokosmos (jagad besar) yang tidak lagi selaras, seiring dan sejalan. Untuk itu para pemimpin perlu segera mengupayakan usaha-usaha pemerdekaan diri bagi generasi penerus bangsa dari penjajahan lymbic section. Kembali kepada jati diri bangsa, menggapai kesadaran tinggi (highest consciousness) yang tidak terjajah oleh lymbic, yakni kesadaran rahsa sejati. Usaha itu harus diawali dengan membangun keseimbangan dalam diri kita pribadi. Gerakan kesadaran dimulai dari pribadi-pribadi peduli yang tinggal di “wilayah TIMUR”. Sebagaimana terungkap dalam kitab kuno Jongko-joyoboyo.

Sebagai pemimpin, apabila anda melakukan start lebih awal, anda bersama rakyat akan lebih dulu meraih dan merasakan anugrah agung yakni, indahnya kemuliaan, kehormatan dan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya; ayom, ayem, tentrem, damai sejahtera. Yang melibatkan kesejahteraan lahir dan batin. Namun anugrah agung itu tentunya tidaklah GRATIS, karena masyarakat bersama para pemimpin harus menebus anugrah agung dengan musibah dan penderitaan panjang. Semakin tabah menjalaninya, semakin besar pula “uang tebusan” yang anda kumpulkan. Berati semakin besar pula anugrah yang akan diperoleh.

Sementara itu gambaran kejiwaan negarawan sejati, mereka adalah pribadi-pribadi yang tidak hanya memiliki kesadaran theologis, lebih dari itu memiliki kesadaran kosmik. Kesadaran yang selaras dan seimbang antara jagad kecil (mikrokosmos) dan jagad besar (makrokosmos), keselarasan antara rakyat dengan pemimpinnya (manunggaling kawula kalawan gusti), dan keselarasan jiwa manusia dengan nilai ketuhanan (manunggaling kawula Gusti atau roroning atunggil/dwi tunggal). Inilah jenis manusia kosmologis yang saat ini amat jarang kita temukan.

Pencapaian keadaan itu dapat dirasakan sebagai suasana yang tenang, damai, riang, bahagia. Saling memberi, saling menebarkan aura kasih-sayang. Terpancarlah nilai-nilai kebaikan dalam setiap sendi-sendi kehidupan. Kebaikan akan meretas kebaikan pula. Dalam diri pribadi, keadaan positif ini memicu produksi hormon-hormon melatonin & endorfin, yang bekerja untuk melipatgandakan ketenangan, ketrentaman dan kebahagiaan. Begitulah seterusnya. Hiup menjadi lebih tenang, tidak kelebihan hormon adrenalin yang akan membawa kepada sikap kagetan dan gumunan, raksioner dan frontal, gelisah, geram dan emosional.

Tipikal seorang negarawan sejati yakni merdeka dari pengaruh hegemoni lymbic. Saya sebut pula sebagai pemimpin yang nuruti kareping rahsa. Dalam terminologi falsafah Jawa disebut sebagai kodok kinemulan ing leng, atau wit ing sajroning wiji. Jiwa yang tuntun oleh sukma-sejati/roh kudus/ruh al kuds, dibimbing oleh rasa sejati/sirulah, disinari oleh cahyo sejati/nurullah, dan pada akhirnya menjadi jiwa raga yang dihidupkan oleh atma sejati/chayyu/kayun yakni energi yang menghidupkan.

Mereka itulah adalah sosok negarawan sejati. Pribadi yang tidak lagi terkooptasi oleh kelompok kepentingannya sendiri. Tidak mewakili dan mengatasnamakan kepentingan dan warna politik, golongan, dan kelompok tertentu. Negarawan mengatasi kepentingan seluruh warga bangsa, atau mengutamakan kepentingan umum. Perilaku dan perbuatan pribadi negarawan sejati tidaklah egois, sebaliknya bersikap altruis mempersembahkan hidupnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsanya di atas kepentingan-kepentingan lainnya (berkah bagi alam/rahmatan lil alamin).

Kursi kekuasaan bukan menjadi tujuan, melainkan sebagai sarana atau alat menciptakan kedamaian, ketentraman, dan kebahagiaan bersama. Biarpun tidak sedang menduduki jabatan, seorang yang berjiwa negarawan sejati memiliki tabiat perilaku yang konsisten. Arif dan bijaksana, mampu ngemong diri pribadi sebelum bertanggungjawab ngemong orang banyak sehingga tak ada bedanya saat sebelum dan sesudah menduduki tampuk kekuasaan. Kehidupan ini dijalani dengan sikap profan apa adanya, tidak mengada-ada, antara solah atau perilaku badan dengan bawa atau perilaku batin tidak berbenturan satu sama lain (munafik). Selalu eling akan sangkan paraning dumadi, dan waspada atas segala hal yang dapat menjadi penghalang kemuliaan dirinya. Seorang negarawan sejati berani sugih tanpa bondo, nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake.

Menjalankan tanggungjawab kepemimpinannya dengan dasar rasa welas asih, welas tanpo alis, belas kasih kepada siapa saja tanpa pilih kasih, dan tanpa pamrih kecuali sebagai bentuk netepi titahing Gusti, mengikuti afngal atau sifat Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang tanpa pernah pilih kasih.Negarawan memanfaatkan kewenangannya sebagai alat atau sarana laku prihatin yakni dengan tapa ngrame. Laku tapa, tapaking hyang suksma. Menjadi pribadi kosmologis, perilakunya selaras, harmoni dan sinergi dengan kodrat alam. Kesadarannya bukan hanya kesadaran theologis dogmatis saja, namun sudah menggapai kesadaran kosmologis yang berada dalam wilayah kesadaran hakekat.

Pastilah berkah Tuhan akan selalu berlimpah ruah, sumrambah dateng tiyang kathah, mampu merubah segala musibah menjadi anugrah. Kalis ing rubeda, nir ing sambekala. Itulah konsep keadilan dan kemakmuran suatu negeri, akan datang bilamana pemimpinnya adalah sosok pribadi yang jumeneng satria pinandita sinisihan wahyu. Siapapun bisa melakukan asal memiliki kehendak (political will) dan bertekat bulat ibarat melakukan semedi di “alas ketangga” (keketeg ing hangga) yakni dengan tekat bulat meliputi jiwa dan raga.

Figur negarawan sejati, menjadikan dirinya seperti medan magnet positif yang akan menebarkan dan menarik segala hal yang positif, dan rumus ini berlaku pula sebaliknya. oleh sebab itu tidaklah sulit bagi negarawan sejati, bila selama masa kepemimpinannya akan menyebarkan benih-benih kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya. Menjadikan rakyatnya merasa benar-benar menjadi tuan di istananya sendiri. Bagi negarawan sejati, apa yang diucap akan terwujud (sabda pandita ratu), dan apa yang diucapkan segera terlaksana (idu geni). Siapapun dapat menghayati dan membuktikan sendiri. Karena Negarawan sejati bukan hanya monopoli seorang presiden, raja, atau perdana menteri saja. Tetapi bisa dilakukan oleh siapapun orangnya ; gubernur, bupati, camat, lurah, ketua RW/RT. Setiap orang pada dasarnya adalah pemimpin, minimal menjadi pemimpin buat dirinya sendiri, dan keluarganya.

Kiranya tidaklah mengada-ada, apabila telah diisyaratkan oleh para leluhur kita di masa lampau, bahwa negeri ini akan mencapai kejayaannya kembali, menjadi negeri yang adil, makmur, gemah ripah loh jinawi, hanya pada saat mana dipimpin oleh figur Ratu Adil. Berarti pula memiliki kiasan sebagai pribadi-pribadi yang gandrung keadilan dan sistem ekonomi-politik yang adil. Dan siapapun anda bisa menjadi figur ratu adil apabila anda memiliki kemauan sungguh-sungguh yang anda tetapkan mulai hari ini.

Kita harus melakukan berbagai usaha untuk meredam kekuasaan lymbic/egoistik dalam diri kita. Banyak cara dapat ditempuh, misalnya dengan berolahraga dan berolah-batin, misalnya olah meditasi, semedi, mesu budi, maladihening hingga tradisi jazirah dengan cara berzikir, i’tikaf dsb. Semua tujuannya sama, menggali getaran nurani sebagai terminal getaran energi Tuhan Yang Maha Menghidupkan. Energi yang hidup abadi yang ada dalam diri kita. Lebih dekat dari urat leher. Itulah Tuhan yang bersembunyi di dalam hati kita. Persoalannya adalah ; bagaimana kita mampu untuk mengolah tasa menggapai kesadaran tinggi ? Untuk itu dalam silaturahim nanti kita akan mendapatkan penjelasan lengkap tentang jati diri, dan bagaimana mengolah rahsa nan sejati menjadi manusia indonesia sejati, yang memiliki sipat kandel, winasis sebagai pribadi yang terwaca, waskita dan permana. ****

SUSUNAN ACARA SILATURAHIM KAMPUS WONG ALUS
1) Pembukaan ( MC )
2) Do’a bersama
3) Sambutan Ketua Panitia
4) Sambutan Ketua K.W.A
5) Sambutan Tuan Rumah
6) Acara ramah tamah dan perkenalan.
7) Acara umum yaitu penyelarasan dengan energi alam (attunement masal), pengijazahan Asma Rajeh Kubro , pengisian tenaga dalam Islami (bagi yang muslim) oleh tim KWA dll.
8. Acara tambahan: WISATA GAIB
9) Doa penutup

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on September 15, 2010, in UNDANGAN TERBUKA and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 55 Komentar.

  1. UCI DONGA (Dongake ben luNga) hhh ...

    Tembang 62

    Begitulah usai berkisah, Ki Karang spt biasa menunggu pertanyaan JAYENGRESMI mengenai hal-hal yg masih belum jelas. Namun sang putra Mahkota Giri diam diri, wajahnya mengarah tanah, semua pikirannya menuju ke dalam.
    Lembut Ki Karang menanyainya :

    “Anakku, adakah yg masih belum kamu ketahui, masalah yg perlu dijelaskan yg berkenaan dgn ya atau tidak, atau ini dan itu? sebab ini dalah itu dan bukan itu …..

    – Wejangan Ki Karang yg tak kenal lelah telah memuaskan semua keingintahuanku mengenai ilmu kebahagiaan dan aku bersyukur. Namun ada satu pertanyaan yg membakar hatiku. Sayang! pengetahuan Ki Karang yg paling rahasia, begitu pula dongeng2 Ki Karang yg paling tak terutarakan tak dapat menjawabnya.

    – pertanyaan apa itu yg sedemikian membakar sehingga apinya membutakan ilmuku?

    – Ki Karang, hari dan malam2 yg kulewati di dekatmu ini telah mendekatkanku pada allah, tapi menjauhkan dari kewajibanku sbg anak. Aku terkenang Giri dilahap api dan ayahku yg takluk memintaku agar menjaga putra-putrinya yg paling muda.

    Dan begitulah malam ini, walau jenuh ilmu yg paling luhur, aku tidak tahu apakah adik laki dan adik perempuanku masih hidup atau sudah mati. Ilmu kebahagiaan akan menjadi kemalangan besar bila harus menahanku lebih lama lagi di padepokan. Oh, Ki Karang, perkenankan aku meninggalkanmu dan kembali mengembara mencari kedua adikku tercinta.

    – anakku, ada waktu untuk ilmu dan ada waktu untuk berkelana. Pergilah! tapi tahukah kamu arah mana yg harus kau tuju? Dengarlah : songsong matahari terbit, songsonglah begitu tanpa lelah sampai dusun Wanamarta. Disana ada sebuah padepokan besar yg dipimpin Ki Panurta yg tinggi budi pakertinya.
    Semua pejabat dari Jawa Timur datang kesitu menimba ilmu, demikian pula para saudagar kaya dari pelabuhan2 di pesisir. Ki Panurta menguasai semua ilmu. Ajaranku cuma ocehan kosong dibanding wejangannya. Walau begitu, bukanlah ttg kehebatannya yg ingin kusampaikan kpdmu, tapi putrinya.

    Ki Panurta memang mempunyai seorang putri yg tersohor kecantikannya, kemahirannya ttg ilmu2 mujarad serta bakat bersyair. Wajahnya laksana rembulan tirta bersinar dari dalam karena kecerdasasannya yg sedemikian hidup telah menyulap matanya menjadi dua kejora dan bibirnya bagaikan arit perak di ladang langit hijau. Tangannya tembus cahaya langka, serupa sayap malaikat ketujuh, dan ttg tubuhnya yg selalu terselubung kata orang tiada terhingga.
    Ia menjadi buah mulut seluruh negeri dan digandrungi semua bujang. Banyak yg ke Wanamarta melamarnya. Gagal. Gadis itu telah bersumpah hanya akan menikahi pria yg ilmunya mengungguli ilmu ayahnya. TAMBANGRARAS lah namanya.

    JAYENGRESMI mendengarkan ucapan Ki Karang dgn sopan, tp pikirannya melayang ke adik lelaki dan perempuannya. Ia menyembah dan mengecup kaki gurunya berpamitan. Ki Karang mencium ubun-ubun muridnya dan meniupkan restu terakhir kepadanya.

    “anaku, sebelum berangkat, biarlah kuberi kamu nama baru selaras pengembaraanmu. Mulai kini namamu adalah AMONGRAGA, YANG MEMIKUL RAGANYA.
    Insya allah nama ini menjadi pelita di jalan Maha Pasrah. Adapun kedua murimu, Gathuk dan Gathak menjadi JAMIL dan JAMAL. Kini pergilah! Semoga Allah menyertai tiap langkahmu ……………….”

    Tembang 63

    Sang suluk kemudian berganti tembang, menyelaraskan diri dengan sekar Asmarandana. Para penyair awalnya menyenandungkan langgam hampa, mengatur matra nada dan jeda di batin mereka.

    Bunyi hidup disuarakan …
    kemudian suku2 kata lolos dari kerongkongan mereka dan berpadu pada rajutan suara dalam tembang ………
    yg bunyinya mendahului rasa dan rasa mendahului makna ………….

    Perilaku mrk layaknya pelukis yg untuk menggambar burung …
    terlebih dulu melukis sebuah sangkar
    dgn pintu terbuka dan suatu yg sederhana, bagus, berguna,
    lalu menunggu, seperlunya,
    agar si burung suka rela masuk ke dalamnya ….

    Pangeran Anom Amangkunegara III sangat gembira.
    Baginya ASMARANDANA merupakan SEKAR KENIKMATAN, JIWA TERTAWAN DALAM RAGA KASMARAN

    Bagi ketiga pujangga, ASMA berarti nama yg dipikul tiap orang untuk naik lagi dari dasar tubuhnya ke KEKASIHNYA, sedangkan DANA berarti kemurahan hati.
    SEKAR ASMARANDANA menyalakan bibir mrk melalui puji-pujian cinta ditujukan pada KEKASIH TERSEMBUNYI, yg berdiam di antara manusia dan kalbunya :

    DENGAN BEBERAPA NAMA YANG KAMU PAKAI TUK MENYEBUT-NYA
    NAMA YG PALING INDAH ADALAH MILIK-NYA

    Suluk Adiluhung Jawa terlihat tiba2 melangkah ke suatu kesalahpahaman yg gawat, tapi itu bisa juga hanya berbeda taraf.

  2. Hakikat: Muhammad ya Krisna..Krisna ya Muhammad..

    RAMA ITU PENGANTEN..

    KRISHNA ITU PENGANTEN..

    BUDDHA ITU PENGANTEN..

    ISA ITU PENGANTEN..

    MUHAMMAD ITU PENGANTEN..

    Dalil: HUWAL AWWALU WAL AKHIR

    Dia adalah PENGANTEN LAWAS dan PENGANTEN ANYAR….

    Dia Maha Cemburu…Dia Maha Elok Paras nya..

  3. Sangat bagus kisahnya cocok untuk cerita anak2 pengantar tidur

  4. UCI DONGA (Dongake ben luNga) hhh ...

    Melaju sampai tembang 131

    Bagaikan harum buna mekar yg menebar dan merasuk bayu, begitu pula manusia yg telah terbuka pada rahmat dan kejayaannya menyebar dari sini ke sana.

    Begitu pula dgn AMONGRAGA. Cahaya memancar di setiap katanya.
    Tubuhnya telah mencapai segala yg ia upayakan
    Hatinya telah melenyapkan hijab antara Allah dan dirinya
    Begitulah kasak-kusuk yg terdengar menyebar di semua pelosok tanah Mataram

    Bila yg ada di hatiku, satu zarah saja
    dilemparkan ke gunung2 di bumi, leburlah gunung2 itu
    dan bila di hari kiamat nanti, aku berada di dalam neraka, terbakarlah api neraka
    dan bila aku masuk surga, runtuhlah kediaman surga

    Begitulah kata-kata AMONGRAGA yg diulang2 orang dari mesjid ke mesjid saat jum’atan.
    Kasak-kusuk itu meningkat menjadi bisik besar ….. langsung ke telinga Pangulu dan lewat mulutnya sampai ke Sultan Agung sendiri yg melaksanakan aturan yg telah ditentukan nabi saw. Sang Raja kebetulan pulang dari berburu macan mengendarai kereta kerbaunya yg megah.

    “Oh, paduka! hamba ingin menyampaikan bahwa sekarang ini di Gunung Kidul ada orang yg mengaku mulutnya dipakai sang Hakikat. AMONGRAGA namanya. Menurut ajarannya, ibadah sudah ketinggalan jaman, katanya pria atau wanita yg berpuasa selama 3 hari, siang malam dan berbuka di hari keempat dgn daun ketela dibebaskan dari puasa ramadhan.
    Bila seseorang sembahyang satu malam saja, salat dua rakaat, yg berlangsung dari magrib hingga subuh, ia dibebaskan dari salat sah.
    Jika ia membangun lingkaran, berpuasa, lalu berjalan mengelilinginya beberapa kali, telanjang bulat ia dibebaskan dari naik haji.

    Oh, paduka! AMONGRAGA ini dielu-elukan di sepanjang pantai oleh kerumunan orang yg telah kehilangan kemanusiaannya. Padepokannya menjadi tempat pertemuan akbar. murid2nya tak mematuhi lagi hukum kerajaan paduka maupun hukum allah.
    mereka tidak membayar pajak panen dan mengabaikan kerja paksa.
    mereka meninggalkan rumah dan bahkan kini tidak cebok.

    Hamba juga mendengar dari sumber2 terpercaya bahwa AMONGRAGA dibantu dua pembual yg memakai dzikir sbg alat sihir. JAMAL dan JAMIL nama mereka.
    Mereka mengurung kerumunan org di benteng indra mereka semata, membuat mrk percaya bahwa benteng itu gerbang surga, sebab kata mereka “para pria dan wanita yg dimatikan nafsu, dihidupkan kembali oleh allah”

    Begitu Sultan Agung mendengar penuturan itu ia langsung memanggil sang patih Tumenggung Wiraguna :

    “Oh, sang patih, kutunjuk kamu untuk pergi melihat ada sebenarnya di Gunung Kidul. Jika AMONGRAGA berkotbah spt yg baru saja aku denger dan jika ia tdk mau kembali sadar, jangan ragu menumpasnya sesuai hukum.
    Kurunglah dia dalam bronjong dan lemparkan dia ke samudra padma merah. Untuk tugasmu, kuperbantukan 40 prajurit dan 12 ulama, Semoga allah semata membimbing keputusanmu!
    Sang patih wiraguna berjanji mematuhi dan menyembah, ia langsung pergi ke gunung kidul, ke 40 prajurit dan 12 ulama itu berjalan mengikuti spt iringan lelayu …..

    Tembang 132

    Mereka sampai di padepokan Kanigara saat sore melingsir, bunyi bedug masjid agung merobek malam, mrk menyusup ke sela-sela kerumunan, dgn rasa jijik, sebab pria dan wanita berbaur, bermain2 dgn ketelanjangan mrk bersama.

    JAMAL dan JAMIL bersiap2 memimpin salat magrib, mrk heran melihat duta berwibawa ini dan berlari memberi tahu AMONGRAGA yg sendiri diam di dalam masjid kecil yg dibangun di ketinggian.

    AMONGRAGA duduk di serambi untuk menyambut Wiraguna beserta pengawalnya :”Kamu kutunggu2” katanya kpd ki Patih, dan nur raja terpancar dari wajahnya. Melihat Ki Wiraguna kehilangan kata2, namun ingat macan2 yg harus dihadapinya bersama beberapa bajingan bila ia menyimpang dari tugas, ia berbicara, pandangan melayang agar tidak bertemu dgn kehadiran bercahaya AMONGRAGA.

    “Oh, kamu yg bernama AMONGRAGA, Sang Prabu, Sultan Agung, mengirim salam buatmu. Ia bertanya apa benar kamu meremehkan hukum kerajaan dan hukum allah. Kamu tinggal disini tanpa memberi tahu pejabat yg berwenang apalagi kamu berani2nya mendirikan 2 masjid. Mendirikan padepokan juga, bebas dan untuk rakyat jelata, di luar pengetahuan sultan. Itu merupakan tindakan sombong tanpa tara. Para muridmu terantai padamu melalui sihir kedua kawan kelanamu.

    Sang raja ingin memahami maksudmu, kamu tentunya tahu bahwa sultan agung adalah kafilah allah dan berkuasa atas hidup mati segala insan dan barang di negeri Mataram. Kumohon, bicaralah, pakailah mulutmu untuk membela nyawamu, kedua belas ulama di sini dan aku mendengarkan sepenuhnya.

    AMONGRAGA duduk sila di hadapan para hakimnya, menyembah sopan dan dijawab :

    “yang mulia telah bicara atas nama sy. Aku tak akan menghindari kemauan sultan. Biarlah hukum, cemburu, menyerahkan ragaku ke al-maut. Yang kasat mata di depanmu syahadatnya ditolak, yang tak kasat mata di depanmu syahadatnya diterima”.

    Wiraguna melontarkan pandangan ke belakang, para prajurit paham, mrk membawa bronjong dan membukanya bagi AMONGRAGA :”Ayo, masuk ke dalam, begitu hukuman sultan tercinta kita”.

    Tanpa kata, AMONGRAGA masuk ke brojong. Melihat guru mereka dihukum, semua murid terbirit2, hanya JAMAL dan JAMIL memperhatikan dari jauh bagaimana kerangkeng itu DIGEMBOG lalu dipikul 2 orang.

    Data sultan itu berangkat sambil melantunkan asma allah, para prajurit dan ulama pergi ke selatan, menuju pantai TANJUNGBANG.
    Malam, mrk berjalan, hari sudah pagi ktk mrk tiba di TEPI SAMUDRA PADMA MERAH. Langit membawa kabut tebal dan kelabu, udara dingin, matahari muram, semua makhluk diam, bahkan laut bergelora tak bersuara, tak bergerak, mempersembahkan cermin air hitamnya ke langit, melayang-layang di ombak, berbela sungkawa sudah pada yang akan dilemparkan ke rahimnya.

    Brojong itu diletakan di pantai, Wiraguna berkata “AMONGRAGA, berterimakasihlah kpd sultan tercinta kita, demikianlah dgn hukumannya ini beliau mengakhiri pemberontakanmu” melalui bambu-bambu bronjong.

    AMONGRAGA menjawab : “Kalau tangan2 edan memegang kekuasaan, harus di bunuh para nabi, bunuhlah aku, oh, abdi2 setiaku, sebab membunuhku adalah menghidupkanku, Hidupku berada dalam matiku dan matiku dalam hidupku”

    Ombak menghampiri seperti giri, menjawab semua yg berdiri di pantai …… bronjong masuk ke laut dan lenyap tak berbekas, mereka yg menyaksikannya terpana, Ki Wiraguna berbisik :

    “BILA BROJONG itu hilang, berarti AMONGRAGA menerima hukuman itu dengan iklas, seperti dulu Pangeran Panggung saat dihukum obong karena kesesatan sama.
    Memang dgn iklasnya pangeran panggung dulu masuk api, diikuti kedua anjingnya, iman dan tauhid. Di bara terpanas, ia menjadi nyala dan menggubah tembang asyik masyuk MALANG SUMIRANG yg oleh kedua anjingnya yg selamat dari api, diberikan kepada sang hakim. Percayai aku, wahai para ulama dan prajurit Mataram, hari ini juga AMONGRAGA menjadi ombak dalam hembusan angin laut”.

    Namun suatu suara penuh kasih terdengar dari samudra : “Assalamu’alaikum!”

    Ki Wiraguna kalut, menjawab seperti lazimnya : “Wa’alaikumsalam!”

    Beginilah yg terdengar dari dasar lautan :”Oh, Patih Wiraguna, sampaikan hormat dan salamku kpd Sri Sultan Agung, berkat kesialan darinya, aku tak perlu lagi memikul ragaku, kini aku di kediaman keinginanku sudah”

    Para prajurit dan ulama merasa dingin merambati seluruh tubuh mrk, mrk ingin secepatnya meninggalkan pantai, ttp BROJONG itu terdampar lagi ke pasir, dihempaskan ombak …… TETAPI TERGEMBOK. tapi KOSONG.

    Tembang 133

    Ki Tumenggung Wiraguna dan pengawalnya kembali senja ke keraton Mataram, BRONJONG KOSONG mrk bawa sbg bukti keajaiban yg telah terjadi. Di waktu sultan Agung bersidang, semua dipersilahkan menghadap. Para prajurit dan ulama membuka jalan menembus tiga lingkaran abdi dalem yg jongkok di debu, telanjang dada, kuncir ter urai di punggung, mata menatap tanah.
    Sultan Agung didampingi, di kirinya oleh 4 badut cebol, di kanannya 40 gagis berlutut, bersenjata tombak yg memancarkan lidah api di atas pundak telanjang mrk. Sultan Agung mengenakan di jemari kedua tangannya serangkaian batu mulia dan intan paling gemerlap.

    Ia mendengarkan wiraguna menuturkan lengkap kisah tugasnya hingga lenyapnya wadag AMONGRAGA di dalam bronjong diceburkan ke samudra. Kemudian 3 kali menyedot cangklong peraknya, Sultan Agung tersenyum dan berkata :

    “Ketahuilah jika itu aku, aku tidak akan menghukumnya, kalian semua, ulama dan prajurit dan kamu Ki Tumenggung Wiraguna dikirim untuk menghadapi uji coba keindahan, tapi kalian tak mengenalinya. Kini, enyahlah, semoga kebutaan kalian sirna selamanya dari pandanganku ! Hukuman hanya milik ALLAH !”

    Dikisahkan bahwa di dalam penjara Mataram, dari kabar angin luas, Sunan Giri tahu bahwa seorang anak muda telah dituduh menyebarkan sihir di Gunung Kidul dan diceburkan ke lautan atas titah Sultan Agung dan tubuhnya hilang ditelan gelombang.

    Dari gambaran yg diberikan para penjaga penjara kepadanya ttg si syayid, ia mengenali itu putra sulungnya yg dulu ia usir dengan diamnya sebelum pertempuran besar berkobar. Ia melihatnya kembali meninggalkan balairung, wajahnya basah air mata, sedangkan anak angkatnya si Cina Edrasena menyuruhnya perang ….. Diserang putus asa, ia kena penyakit tanpa nama, kemudian meninggalkan dunia. Mayatnya dikubur di belakang masjid kerajaan yg telah musnah.

    Selamat jalan …… itulah sekilas cerita sosok SP

  5. prabu haryang kencana

    asskum.!!…..ikut nongkrong disini ya……?sambil menambah wawasan.

  6. yang patuh…akan mendapat selamat…
    yang palsu…akan mendapat kiamat…hi hi hi…

  7. salam……..
    tah mun ieu rada ngerti….hi hi hi

  8. memang saya masih setuju dengan orang jawa yang njawani dari pada islam yang tukang fitnah, pemaksaan dan tukang bunuh tukang pengrusakkan dimana mana dan juga orang yang tahu becik(baik) bukan budaya Arab yang di bawa sini sedikit2 kafir..kamu kafir…padahal di tidak memahami semua itu..”.asal njeplak ” dan sok tahu…………..padahal di hatinya ada kebusukan………………

    • islam yang tukang fitnah
      ———————————–
      BUKAN tukang fitnah koq Gan,..tapi bisa aja sbg tukang alarm/beker..
      ISLAM bisa aja singkatan dari Isya, Subuh, Lohor, Ashar, Maghrib. ^_^
      ..dikampung sy, tiap lima waktu itu suka rutin terdengar suara dari speaker
      (yg biasanya sih bermerk ToA)….dan di tempat itu speaker bisa jadi ajang silaturahmi sama orang2.

      kafir
      —–
      setau sy mah, ada tulisan Kfir (biasanya sih buat nama) di pesawat buatan Israel,
      yg bentuknya kayak (kopi-paste) pesawat Mirage 5 (Perancis)..
      tu pesawat (katanya) dipake juga ma AU-nya Kolombia, Ekuador, Sri Lanka, dan AL-nya USA.

      • O’on …. menurut heran apa itu KAFIR gini ….

        Dulu keyakinan greja bilang ……. BUMI itu DATAR ….
        iptek berkata (Galileo) BUMI ITU BULAT …

        Sekarang yg mengatakan BUMI itu Datar adalah Kafir, karena menentang ipteknya O’on, gitu kali maksudnya O’on?

        Galileo dan Sejarah Pengungkapan Bumi Itu Bulat
        Galileo Galilei lahir di Pisa, Toscana, 15 Februari 1564 dan meninggal di Arcetri, Toscana, 8 Januari 1642 pada umur 77 tahun. Beliau adalah anak pertama dari Vincenzo Galilei, seorang matematikawan dan musisi asal Florence, dan Giulia Ammannati. Galileo Galilei merupakan seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah.

        Ia sudah dididik sejak masa kecil. Kemudian, ia belajar di Universitas Pisa namun terhenti karena masalah keuangan. Untungnya, ia ditawari jabatan di sana pada tahun 1589 untuk mengajar matematika. Setelah itu, ia pindah ke Universitas Padua untuk mengajar geometri, mekanika, dan astronomi sampai tahun 1610. Pada masa-masa itu, ia sudah mendalami sains dan membuat berbagai penemuan.

        Pada tahun 1612, Galileo pergi ke Roma dan bergabung dengan Accademia dei Lincei untuk mengamati bintik matahari. Di tahun itu juga, muncul penolakan terhadap teori Nicolaus Copernicus, teori yang didukung oleh Galileo. Pada tahun 1614, dari Santa Maria Novella, Tommaso Caccini mengecam pendapat Galileo tentang pergerakan bumi, memberikan anggapan bahwa teori itu sesat dan berbahaya. Galileo sendiri pergi ke Roma untuk mempertahankan dirinya. Pada tahun 1616, Kardinal Roberto Bellarmino menyerahkan pemberitahuan yang melarangnya mendukung maupun mengajarkan teori Copernicus.

        Galileo menulis Saggiatore di tahun 1622, yang kemudian diterbitkan pada 1623. Pada tahun 1624, ia mengembangkan salah satu mikroskop awal. Pada tahun 1630, ia kembali ke Roma untuk membuat izin mencetak buku Dialogo sopra i due massimi sistemi del mondo yang kemudian diterbitkan di Florence pada 1632. Namun, di tahun itu pula, Gereja Katolik menjatuhkan vonis bahwa Galileo harus ditahan di Siena.

        Di bulan Desember 1633, ia diperbolehkan pensiun ke vilanya di Arcetri. Buku terakhirnya, Discorsi e dimostrazioni matematiche, intorno à due nuove scienze diterbitkan di Leiden pada 1638. Di saat itu, Galileo hampir buta total. Pada tanggal 8 Januari 1642, Galileo wafat di Arcetri saat ditemani oleh Vincenzo Viviani, salah seorang muridnya.

        Menurut Stephen Hawking, Galileo dapat dianggap sebagai penyumbang terbesar bagi dunia sains modern. Ia juga sering disebut-sebut sebagai “bapak astronomi modern”, “bapak fisika modern”, dan “bapak sains”. Hasil usahanya bisa dikatakan sebagai terobosan besar dari Aristoteles.

        Semasa hidupnya, beliau banyak menghasilkan karya-karya yang berhasil menggemparkan dunia sains dan astronomi pada saat itu. Karya-karyanya antara lain adalah penyempurnaan teleskop, berbagai observasi astronomi, dan hukum gerak pertama dan kedua. Selain itu, Galileo juga dikenal sebagai seorang pendukung Copernicus.
        Pada 19 Januari 1616, Galileo membuat dua statemen:

        (1) Matahari adalah pusat galaksi dan
        (2) Bumi bukanlah pusat tata surya.

        Penemuan Galileo yang paling masyhur adalah di bidang astronomi. Teori perbintangan di awal tahun 1600-an berada dalam situasi yang tak menentu. Terjadi selisih pendapat antara penganut teori Copernicus yang matahari-sentris dan penganut teori yang lebih lama, yang bumi-sentris.

        Setelah melakukan riset yang panjang, Galileo akhirnya berhasil menyempurnakan teropong bintangnya. Dengan menggunakan teropong tersebut, Galileo pun berhasil mengamati pergerakan benda-benda luar langit. Dengan teropong itu, Galileo menemukan tiga satelit alami Jupiter -Io, Europa, dan Callisto- pada 7 Januari 1610. Empat malam kemudian, ia menemukan Ganymede. Ia juga menemukan bahwa bulan-bulan tersebut muncul dan menghilang, gejala yang ia perkirakan berasal dari pergerakan benda-benda tersebut terhadap Jupiter, sehingga ia menyimpulkan bahwa keempat benda tersebut mengorbit planet dan ini membuktikan bahwa tidak semua planet bergerak mengitari bumi.

        Pada tahun 1616, Galileo berpendapat bahwa bumi itu bulat, bukan datar seperti yang dipahami gereja pada waktu itu. Dalam karyanya Banding ke Grand Duchess, Galileo kokoh menyerang pengikut Aristoteles. Dalam karyanya yang dialamatkan kepada Grand Duchess Christina dari Lorraine, ia mengkritik pernyataan dari Kitab Suci yang mengakatan bahwa bumi itu datar karena bertentangan dengan fakta fisis yang dapat dibuktikan dengan ilmu matematika. Dalam buku ini, Galileo cukup jelas menyatakan bahwa teori Copernican bukan hanya alat perhitungan matematika, tapi merupakan suatu kenyataan fisik :

        Saya berpendapat bahawa Matahari terletak di pusat dan tidak mengubah tempat, dan bahwa Bumi berputar pada dirinya sendiri dan bergerak di sekelilingnya.
        Persoalan tentang bumi itu bulat sebenarnya sudah diketahui oleh banyak orang sejak lama, bahkan ilmu astronomi kuno sudah mengetahuinya, yang mungkin juga dipengaruhi oleh filsuf Yunani, Pythagoras (570 SM), dan Aristoteles (427-247 SM) yang mengajarkan bahwa: “Every portion of the earth tends toward the center until by compression and convergence they form a sphere – Tiap-tiap bagian di bumi cenderung menuju ke arah pusat dan dengan tekanan dan pemusatan mereka membentuk suatu lapisan. (De caelo, 297a9-21).”
        Dengan ditemukannya benua Amerika oleh Christopher Colombus (1492), maka juga sudah dibuktikan bahwa bumi itu bulat di abad ke 15, sekitar seabad sebelum kasus Galileo. Maka Gereja Katolik, yang tidak pernah menentang ilmu pengetahuan, juga tidak mengajarkan bahwa bumi itu rata. Kendatipun memang jika kita membaca Alkitab, terdapat ayat-ayat yang seolah- oleh mengatakan bahwa bumi itu rata, contohnya Yes 11:12 dan Why 7:1 yang menyebutkan ke empat sudut bumi, atau Ayb 38:13, Yer 16:19, Dan 4:11 yang menyebutkan ‘ujung bumi’. Namun Gereja Katolik tidak pernah mengeluarkan dokumen pengajaran apapun yang mengajarkan bahwa bumi itu rata. Tetapi dalam alkitab juga (Yes 40:22) mengatakan bahwa bumi itu bulat.
        Namun, setelah teori Galileo ini diungkapkan, muncul berbagai pihak yang menentang pernyataan tersebut. Yang pertama-tama menentang Galileo dengan menggunakan Alkitab adalah seorang bernama Lodovico delle Colombe, yang kemudian mendapat dukungan dari imam Dominikan, Tommaso Caccini (1614), walaupun pada saat itu banyak tokoh Gereja Katolik malah sebenarnya mendukung percobaan Galileo, terutama kaum Jesuit. Pandangan Gereja Katolik yang resmi akhirnya disampaikan oleh Kardinal Robertus Bellarminus, yang mengatakan demikian:

        “I say that if there were a true demonstration that the sun was in the center of the universe and the earth in the third sphere, and that the sun did not go around the earth but the earth went around the sun, then it would be necessary to use careful consideration in explaining the Scriptures that seemed contrary, and we should rather have to say that we do not understand them than to say that something is false which had been proven.” (Letter of Cardinal Bellarmine to Foscarini.)

        Artinya kira-kira begini:

        “Saya katakan jika ada pembuktian yang benar bahwa matahari berada di pusat jagad raya, dan bumi di lingkaran ke tiga, dan bahwa matahari tidak berputar mengelilingi bumi tetapi bumi mengitari matahari, maka adalah penting untuk menggunakan pertimbangan yang hati- hati dalam menjelaskan Kitab Suci yang kelihatannya sebaliknya, dan kita seharusnya mengatakan bahwa kita tidak mengetahuinya daripada mengatakan sesuatu yang salah, seperti yang telah dibuktikan.” (Surat Kardinal Belarminus kepada Foscarini).
        Maka di sini saja sebenarnya kita ketahui bahwa pihak otoritas Gereja Katolik mempunyai pikiran yang terbuka terhadap teori Galileo, seandainya ia dapat membuktikannya. Namun sayangnya Galelio tidak dapat membuktikannya, tapi ia berkeras agar Gereja memperhitungkan cara baru untuk menginterpretasikan Kitab Suci. Sebenarnya, jika Galileo hanya mendiskusikan mengenai pergerakan planet, maka ia dapat terus mengajarkan konsep heliosentris ini sebagai proposal teori dengan aman, tetapi rupanya Galileo berkeras untuk mengatakan hal ini sebagai kebenaran, walaupun ia tidak mempunyai bukti yang mendukung pada saat itu. Karena bukti yang diperlukan, yaitu jalur pergeseran paralel dari bintang-bintang karena pergesaran orbit bumi mengelilingi matahari, tidak dapat diamati dengan teknologi pada saat itu. Konfirmasi stellar parallax ini baru ditemukan di abad ke 19 oleh Friedrich Wilhelm Bessel.
        Pendapat Galileo dan dukungannya terhadap teori Copernicus menyebabkan dia berhadapan dengan kalangan gereja yang menentangnya habis-habisan karena dia telah menghina keyakinan yang sudah berkembang ketika itu seputar wahyu ilahi di dalam Injil yang mengatakan bahwa bumi datar dan bumi adalah pusat tata surya

        Karena bukti yang dapat mendukung teori ini tidak cukup memadai, maka Gereja tidak dapat mendukung teorinya. Maka pada tahun 1616, pihak Gereja Katolik mengeluarkan dekrit bahwa teori heliosentris tersebut adalah teori yang salah dan bertentangan dengan Alkitab. Perlu kita ketahui bahwa bukan hanya Gereja Katolik yang menolak teori Copernicus yang dipegang oleh Galileo, tetapi gereja Protestan juga menolaknya. Bahkan Martin Luther termasuk barisan pertama yang menentang teori heliosentris, bersama-sama dengan muridnya Melancthon dan para teolog Protestan lainnya. Mereka mengecam karya Copernicus. Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya demikian “an ass who wants to pervert the whole of astronomy and deny what is said in the book of Joshua, only to make a show of ingenuity and attract attention”. (Herbert Butterfield, The Origins of Modern Science (New York: the Free Press, 1957), p. 69). Atau Melancthon yang menyebut semua pengikut Copernicus (termasuk Galileo) sebagai ‘tidak jujur dan merusak’. (P. Melancthon, “Initia doctrinae physicae,” Corpus Reformatorum, ed. Bretschneider, XIII, p. 216.) Maka tidak benar bahwa pada saat itu yang menentang Galileo hanya Gereja Katolik, sebab Luther dan para tokoh gereja Protestan juga menentang teori heliosentris yang diyakininya.

        Pertentangan gereja ini mencapai puncaknya di tahun 1616, sehingga pada 24 Februari 1616, sekelompok pakar teologi yang dibentuk oleh Tahta Suci Vatikan (Holy Office) menyatakan, bahwa teori Galileo itu bertentangan dengan Bible. Maka, Paus Paul V, meminta Kardinal Bellarmine untuk memperingatkan Galileo dan melarangnya mendukung maupun mengajarkan teori Copernicus.

      • Bagaimana pandangan Al-Qur’an ?

        “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)

        Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

        Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

        Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

      • berisi informasi YANG HANYA mampu kita pahami DALAM SATU ABAD TERAKHIR.
        ———————————————————————–
        lantas gimana dong (jika pada SELAIN dalam satu abad terakhir)
        buat yg TAK BISA memahami (krn keburu dpt gelar almarhum/mah).

        itu YANG PUNYA/SUMBER firman, jadi berkesan kayak penyelenggara “undian berhadiah” aja …nabi/rasul kan sbg pihak “distributor/perantara-Nya”.
        permukaan planet bumi ini skrg aja masih bisa dikatakan luas..apalagi dulu..
        sementara (dulu) penyebaran manusia mungkin saja susah untuk diketahui dimana SETIAP alamat domisilinya.
        kalo masih ada yg TAK BISA memahami jadi kayak NDAK beruntung aja….”undian” sih. ^_^

        Sekarang yg mengatakan BUMI itu Datar adalah Kafir, karena menentang ipteknya O’on, gitu kali maksudnya O’on?
        ———————————————————-
        bukan ^_^
        lagian buat sy apa sih penting/manfaatnya istilah Kafir UNTUK DITUJUKAN pada orang lain.
        krn itulah sy mah lebih tertarik istilah kafir pada pesawat IAI (kesannya tu pesawat jd punya nickname yg cukup unik). ^_^

        oya, skalian jadi ikutan heran.. ^_^
        “..Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..”
        ——————————————————————–
        jadi yg SEBENARNYA nutupi atas…itu, MALAM ato SIANG sih.
        lantas si/apa-kah (si) Dia.
        kesan yg sy tangkep koq kayak tebak2an lagi ^_^
        (maklum-lah nama/id sy klop juga)
        kalo menurut (kopi-paste-an) yg sy dapet mah,
        scr tetek bengek ala DALAM SATU ABAD TERAKHIR:

        malam/bagian yg gelap NDAK BISA ditutupi siang/bagian yg terang,
        kenapa ?
        yaaah tinggal dicekidot lagi aja..
        lebih dominan mana antara gelap dan terang pada observable universe.

        kata-kata yang TEPAT
        ———————
        kalau memang untuk ke-TEPAT-an memberitahu bumi bulat,
        tinggal ‘kemukakan’ scr to the point aja bahwa bumi bulat..
        masa sih harus nunggu bisa di-faham-i ampe DALAM SATU ABAD TERAKHIR.
        lagian..
        bukankah ada istilah buat si yang punya/sumber firman:
        Maha Pengasih, Maha Mengabulkan, Maha Dibutuhkan, Maha Penderma, Maha Pemberi Petunjuk.

        Agama Hindu sejak awal menyebutnya bulat telur (brahmanda)
        ———————————————————–
        nah ini manstab..kan bisa lebih efektif & efisien gituloh.

    • Menurut Hindu

      Agama Hindu sejak awal menyebutnya bulat telur (brahmanda), sehingga ketika sains membuktikan bumi kita bulat telur, agama Hindu tidak bertentangan dengan sains dan agama lain harus menyesuaikan.

  9. Ajaran islam lain dg budaya arab!
    Gusti Allah dilawan…?
    Heran…. berani bener…?!

  10. mas kenther pamungkas

    slam rahayu ki saddo langit…..,jogjakarta,pernah main kerumah aki…safii,keasli jatim kediri ya…

  11. Yang Mulya Ki Sabda,untuk thn 2011/2012 acara kira”kapan & dimana?maaf matur sembah nuwun,salam tetepangan.
    Rahayu

  12. Ass wrwb,.
    Yth bapak sabdalangit,.salam kenal dan menunduk..
    boleh yah saya ikut bergabung,. meramaikan blog ini..

  13. maksude opo?????????????????????????????nyuwun sewu lam knal saking kawulo.

  14. .kami ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulu pekerjaannya cuma tukan smir sepatu pendapatan setiap hari tidak seberapa anak empat istri suda satu tahun menderita kesakitan biaya pengobatan tidak mampu kebetulan saya buka internet saya dapat nomornya KI JAGAD kami lansung hubungi minta bantuan nomor ghoip hasil retual KI JAGAD 4d nya,yaitu .{6397}.benar2 jitu 100% keluarga kami sangat bersukur berkat bantuan angka ghoip hasil retual KI JAGAD sekali lagi terima kasih banyak KI JAGAD SAMUDRO keluarga kami, berhutan budi sama AKI bagi teman teman yang kesulitan ekonomi hubungi lansung KI JAGAD SAMUDRO di nomor ; 0853_2888_0168 AKI akan memberikan angka ghoip 100% tembus ??

    .kami ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulu pekerjaannya cuma tukan smir sepatu pendapatan setiap hari tidak seberapa anak empat istri suda satu tahun menderita kesakitan biaya pengobatan tidak mampu kebetulan saya buka internet saya dapat nomornya KI JAGAD kami lansung hubungi minta bantuan nomor ghoip hasil retual KI JAGAD 4d nya,yaitu .{6397}.benar2 jitu 100% keluarga kami sangat bersukur berkat bantuan angka ghoip hasil retual KI JAGAD sekali lagi terima kasih banyak KI JAGAD SAMUDRO keluarga kami, berhutan budi sama AKI bagi teman teman yang kesulitan ekonomi hubungi lansung KI JAGAD SAMUDRO di nomor ; 0853_2888_0168 AKI akan memberikan angka ghoip 100% tembus ??

    .kami ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulu pekerjaannya cuma tukan smir sepatu pendapatan setiap hari tidak seberapa anak empat istri suda satu tahun menderita kesakitan biaya pengobatan tidak mampu kebetulan saya buka internet saya dapat nomornya KI JAGAD kami lansung hubungi minta bantuan nomor ghoip hasil retual KI JAGAD 4d nya,yaitu .{6397}.benar2 jitu 100% keluarga kami sangat bersukur berkat bantuan angka ghoip hasil retual KI JAGAD sekali lagi terima kasih banyak KI JAGAD SAMUDRO keluarga kami, berhutan budi sama AKI bagi teman teman yang kesulitan ekonomi hubungi lansung KI JAGAD SAMUDRO di nomor ; 0853_2888_0168 AKI akan memberikan angka ghoip 100% tembus ??

  15. PANDITHO SAMUDONO

    RIBETTTT
    BEHHHH

  16. SEMOGA NUSANTARA JAYA DAPAT MENJADI KENYATAAN .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: