Rasionalisasi Kejawen

Pasugatan Ki Sondong Mandali

Kodrat Tuhan, bahwa bangsa manusia diciptakan Tuhan berikut perangkat ‘build-in spirituil’ atau ‘wiji spirituil’ yang ‘jumbuh’ (sesuai) untuk menjalani hidup di habitat tempat  bangsa manusia tersebut diciptakan. Kenyataan yang ada, sesuai dinamika semesta, bahwa keadaan alam (termasuk geo spiritual) di bumi ini tidak sama.  Dengan demikian, ada perbedaan ‘wiji spiritual’ pada masing-masing bangsa manusia demi bisa ‘jumbuh’ dengan kondisi ’geo spiritual’ tempat masing-masing bangsa tersebut tercipta.
Interaksi ’wiji spirituil Jawa’ dengan ’situasi, kondisi, dan geo spiritual’ habitat Jawa menumbuh kembangkan ‘cipta rasa karsa’-nya wong Jawa.  Dari ’cipta rasa karsa’ ini tumbuh kesadaran adanya ’hubungan’ antar semua yang ada di jagad raya.

Kesadaran-kesadaran tersebut berupa;

  1. Kesadaran adanya Tuhan sebagai penguasa alam semesta.
  2. Kesadaran adanya hubungan kesemestaan (hubungan manusia dengan jagad raya dan seluruh isinya);
  3. Kesadaran keberadaban (hubungan antar sesama manusia).

Kesadaran-kesadaran tersebut merupakan landasan utama ’kawruh kejawen’ atau ’ngelmu urip’-nya wong Jawa.  Maka dengan demikian ’cipta rasa karsa’ Jawa yang berdasarkan kesadaran ’ber-Tuhan, kesemestaan, dan keberadaban’ kemudian melandasi ’Ngelmu Urip’ (falsafah hidup) Jawa yang selanjutnya melahirkan budaya dan peradaban Jawa yang mencakup: sistim religi & spiritualisme, falsafah hidup, tradisi & laku budaya, sistim organisasi kemasyarakatan dan pemerintahan, sistim ilmu pengetahuan dan tehnologi/peralatan, bahasa (termasuk aksara), seni budaya yang terdiri dari: kesenian, kriya, dan sastra.

Merupakan kodrat Tuhan pula bahwa kondisi alam semesta Jawa berada di khatulistiwa (tropis), bagian gugus kepulauan (bahari), dan banyak gunung berapinya (vulkanis).  Maka bumi Jawa termasuk yang subur makmur, bercurah hujan tinggi, sepanjang tahun mendapatkan sinar matahari.  Namun demikian, di bumi Jawa pula banyak terjadi ’bencana alam’ berupa gempa bumi, badai, gelombang laut yang tinggi dan tsunami, letusan gunung berapi, dan banjir karena curah hujan tinggi.  Dengan demikian kondisi alam semesta Jawa bisa dikatakan ’jangkep’ (komplit).  Pada situasi semesta yang jangkep, maka hypotesanya ’wiji spiritual’ yang dianugerahkan Tuhan kepada insan Jawa juga ’jangkep’ supaya jumbuh dengan kondisi alam tempatnya diciptakan.

Hasil interaksi ’wiji spiritual Jawa’ dengan ’geo spiritual’ melahirkan pandangan Jawa yang dikenal dengan ’Falsafah Panunggalan’:  semua yang ada dan tergelar di jagad semesta ini merupakan ’kesatuan tunggal semesta’ yang dalam istilah Jawa disebut ’Panunggalan’.  Maksudnya, ada ’hubungan kosmis magis’ antar semua yang ada di jagad raya ini.  Hubungan panunggalan dimaksud terbangun dalam struktur ’pancer-mancapat’ atau ’inti-plasma’ yang terjalin satu dengan yang lain bertingkat-tingkat dari yang paling kecil (atom dan sel hidup) sampai ke seluruh alam semesta.  Pada konteks ’panunggalan alam semesta’, pancernya disebut ’Hyang Wisesa’ (sebutan lain: Suksma Kawekas, Guruning Ngadadi, Kang Maha Kuwasa) dan semua ciptaan posisinya sebagai ’mancapat’.

Berdasarkan konsep panunggalan semesta ini maka bisa dimengerti bahwa konsep ajaran Jawa tentang kewajiban manusia adalah menjaga  atau ’menyangga’ harmoni (keseimbangan, keselarasan) hubungan semua unsur semesta yang dikodratkan ’hayu’ (selamat, indah, sejahtera).  Dari konsep inilah terlahir istilah yang menjadi kewajiban semua titah dumadi untuk melakukan: ’Memayu Hayuning Bawana’.  Manusia sebagai salah satu ’titah dumadi’ yang diberi kelebihan berupa ’cipta-rasa-karsa’ dan ’daya spirituil’ termasuk yang memiliki ’kewajiban lebih’ dalam ’Memayu Hayuning Bawana’ tersebut.

Dalam ’kehayuan semesta’ disadari dan dimengerti oleh manusia Jawa ada ’dinamika pergerakan’ yang terus menerus tiada henti sebagai salah satu tanda ’urip’ (hidup).  Demikianlah, maka pada dasarnya pergerakan alam semesta memang ada dan dinamis sejak awal terciptanya.  Bahwa dampak dinamika pergerakan tersebut ada yang berupa ’bencana’ bagi kehidupan manusia juga sudah dipahami oleh insan Jawa.  Misalnya: pergerakan lempeng kulit bumi yang menimbulkan gempa, pergerakan angin oleh perbedaan suhu yang menimbulkan badai dan topan, pergerakan konsentrasi awan yang menimbulkan hujan dan banjir, pergerakan dinamis bulan yang menyebabkan pasang surut air laut, pergerakan atas dampak gerhana bulan dan matahari, dll.

Terhadap timbulnya berbagai bencana oleh akibat dinamika semesta menumbuhkan bermacam-macam ’laku budaya’ untuk menyikapi.  Dalam hal ini, sikap Jawa ternyata tidak sekedar ’menyerah pasrah’ kemudian memohon ’perlindungan’ Yang Maha Kuasa semata.  Tetapi juga melakukan upaya-upaya mengenali bencana-bencana dimaksud termasuk siklus terjadinya dan upaya untuk mengantisipasi dampak kerusakan kepada hidup manusia itu sendiri.  Maka kemudian dalam khasanah Jawa lahir ’petung’ untuk mengenali siklus terjadinya bencana tersebut.  Sedemikian rupa njelimet dan detil sehingga kemudian lahir berbagai ’ilmu petung’ sebagai tengara kemungkinan terjadinya bencana.  Di antaranya berupa pengenalan watak baik buruknya: hari (wetonan), wuku (pekan, minggu), mangsa (bulan dalam hitungan pranata mangsa), tahun, windu, mangsakala (siklus 33 tahun), sampai kepada siklus jaman yang disebut ’kali’ yang berlangsung setiap 700 tahun.

Di samping mengenali berbagai seluk beluk tentang bencana juga melakukan upaya-upaya penangkalannya yang berupa ritual budaya.  Di antaranya melakukan ritual sesaji, ritual mantra swara (kidungan), ritual bedayan (tari dan swara gamelan), ruwatan, merti desa, dll. Landasan pokok penyelenggaraan ritual-ritual tersebut berupa konsep ’menjaga panunggalan semesta’.  Penjelasan lebih mendalam tentang hal ini kiranya perlu diadakan sarasehan khusus mengenai ritual-ritual laku budaya Jawa. Yang penting, dalam wacana pemikiran ini, bahwa ritual-ritual laku budaya Jawa merupakan upaya manusia Jawa dalam menjalin hubungan baik dengan alam semesta dan seluruh isinya.  Jalinan hubungan yang baik dipahami akan mampu memberi ’keselamatan’ terhadap kehidupan manusia.
Falsafah hidup Jawa yang lahir dari tumbuh kembangnya ’cipta rasa karsa’ hasil interaksi ’wiji spiritual’ dengan ’geo spiritual’ lebih mengutamakan ajaran pemahaman tentang ’sejatining urip’ (hakekat hidup).  Pijakan ajaran tersebut bertumpu dari 3 landasan : kesadaran ber-Tuhan, kesadaran semesta (kosmis), dan kesadaran keberadaban.  Dengan demikian, insan Jawa kemudian cenderung lebih ’spiritualis’ karena masalah ’hakekat hidup’ berada di ranah spiritual. Kecenderungan ’spiritualis’ ini bisa dikatakan sebagai ’naluri alamiah yang adikodrati’.  Maka kemudian menjadi dasar dalam berinteraksi dengan budaya dan peradaban lain.  Inilah sebabnya ’kejawen’ sering dijustifikasi sebagai ’ketahayulan’ dan ’anti modernisasi’.

Dalam interaksi antar budaya dan peradaban manusia sudah barang tentu terjadi ’hybrid interconnectedness’ nilai-nilai.  Namun demikian, nilai-nilai budaya dan peradaban Jawa yang bertolak dari interaksi wiji spiritualnya dengan geo spiritual yang bersifat ’adikodrati’ tidak mudah hilang.  Justru kemudian ’mewarnai’ hasil asimilasi dan ’hybrid interconnectedbess’ yang terjadi.  Para pakar budaya kemudian menilainya sebagai ’sinkretisme’.
Pada wacana pemikiran awal tentang Rasionalisasi Kejawen ini saya sampaikan dasar-dasar yang melandasi budaya dan peradaban Jawa sebagai berikut:

  1. Landasan peri kehidupan berdasar ’Falsafah Panunggalan’, suatu pandangan hakiki bersatunya manusia dengan alam semesta yang dalam istilah Jawa dinyatakan sebagai ’jumbuhing jagad cilik lan jagad gedhe’.
  2. Landasan peri kehidupan ’Agraris Paradesa’, suatu kehidupan sosial yang berdasarkan kerukunan dan keselarasan.  Mulai komunitas kecil (desa) sampai kepada bentuk negara.
  3. Landasan peri kehidupan ’Spirituil Magis’, merupakan karakter umum insan Jawa yang spiritualis dan mempercayai adanya kekuatan-kekuatan magis dari alam semesta dan seluruh isinya.
  4. Landasan peri kehidupan ’Kalangwan’ (Mempersembahkan Keindahan), merupakan implementasi melaksanakan misi ’Memayu Hayuning Bawana’.
  5. Landasan peri kehidupan ’Kejawen’, merupakan piwulang Jawa dalam menyikapi berbagai perbedaan-perbedaan keyakinan dan kepercayaan umat manusia.

Piwulang ini saya simpulkan berdasar pengkajian terhadap kandungan visi misi serat-serat kapujanggan. Semestinya lebih tepat menggunakan istilah ’Bhinneka Tunggal Ika’, namun istilah ini rasanya belum ’pas’ karena sekedar bermakna ’kerukunan’ semua ’Sistim Religi’.  Sementara ’Kejawen’ ada wacana melebur semua perbedaan dalam bingkai ’Sistim Religi Jawa’.
© KSM.

Yayasan Sekar Jagad

Iklan

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on November 28, 2010, in Rasionalisasi Kejawen and tagged , , . Bookmark the permalink. 318 Komentar.

  1. Begitu juga peradaban islam, perpustakaan di kairo dibakar dan buku2 di bw olh tentara rmw, buku2 tsb ttg penemuan hebat2 dunia islam spt fisika, kimia dll, islam ketinggalan jauh dri negeri barat. Sebaiknya mas Dalbo protesnya jgn ke org2 islam? Tp pd rumput yg bergoyang … Wangsit siliwangi ‘hanya menemukan sejarah dan sejarah …’

  2. kau perlu alasan:

    dulu, aku mendengar, kawan perempuan sma berkata bahwa kau sering shalat dzuhur di masjid sekolah, aku pikir laki-laki yg shalat akan bertabiat baik,9 tahun aku mengingat kau sebagai laki-laki yg shalat bertabiat baik. tapi penilaianku salah:

    2008, aku banyak membaca tulisan yg kau tulis, dari tulisan yg banyak itu aku menilai watak manusia, kau tidak seperti yg aku pikirkan selama 9 thn itu,
    aku kecewa , itulah rasanya : aku menunggu untuk orang yg salah

    aku tau ,kau akan senang bila melihat orang lain kecewa .nah aku memang kecewa, sekarang kau nikmatilah.

    surga itu karena budi, orang tua yang berbudi mendapat surga,

    apakah kau bisa menjadi laki-laki yang berbudi, setauku kau tidak ada budi,
    apa bisa kau menjadi orang tua berbudi, kau terus menuruti nafsu diri sendiri, tidak ada pikiran berbuat budi kepada manusia .

    aku telah berkata dengan diriku sendiri-aku menolak kau :laki laki yg tidak punya bekal menuju surga, diri kau sendiri telah tersesat kepada dunia ,kepada nafsu.

    bila kau pikir , aku tidak adil,dengan keputusan yg kemarin,maka pikirkanlah:
    APAKAH KAU PERNAH BERBUAT BAIK/BUDI TERHADAP AKU?

    bila kau pikir, kau pernah berbuat budi satu kali saja, kau boleh menuntut aku.

    perkara dunia telah kau dapatkan, itulah yg sering kau banggakan&itulah yg menjadi harga diri kau saat ini, di mana kau berada banyak perempuan salehah yg kau inginkan pasti mudah kau dapatkan.

    satu hal lagi, kutukan itu, aku telah berkali-kali mengutuk kau, apa mungkin aku akan menerima laki-laki yg telah kukutuk,

    2008, aku datang dengan niat baik, tp isi taqdir seperti ini,

    seandainya aku bukan sp, hanya perempuan biasa, kau pasti berlaku buruk terhadap aku.

    AKU BUKAN SP
    FIRASAT ‘PEMBERSIHAN’ ITU ANGGAP SAJA TIDAK PERNAH KAU DENGARi

    • Pangeran Rasa Jati

      @Nur

      Maafkan daku..maafkanlah kasih..
      Yg tiada sengaja membuat hatimu luka..
      Namun janganlah begini caranya..

      kembali..kembalilah pada-Ku
      kembali..kembalilah untuk-Ku..

      aku takkan perduli..
      apa pun yg terjadi..

      walaupun harus ku ..mati (sakjero ning urip)

  3. Dan yg msh otentik adlh wangsit siliwangi ‘orang sunda menganggap jawa punya salah’ (kebetulan BA ada darah leluhur sunda) kemarahan ini msh terlihat di jabar tdk ada nm jalan dgn nama tokoh majapahit spt gajahmada atau hayam wuruk. Apa mas Dalbo kesalahan kejawen?

  4. Dialog Jaka Petir (JP) dengan Sang Hyang Tunggal (SHT)

    JP: Gusti ..apakah agama yg benar itu..?
    SHT: Yang Sejati.

    JP: Gusti..apakah budaya yang benar itu?
    SHT: Budi Pekerti Luhur (akhlakul karimah)

    JP: Gusti bagaimana pandangan-Mu ttg Islam?
    SHT: itu salah satu jalan kepada-Ku

    JP: Gusti bagaimana pandangan-Mu ttg Kejawen?
    SHT: itu salah satu budaya-Ku

    JP: Kenapa Islam dan Kejawen kadang bersikutan?
    SHT: itu faktor manusia nya.

    JP: Bagaimana sikap saya terhadap Islam dan Kejawen?
    SHT: Ambillah sari nya..tapi jangan `lupa`-kan `kulit`-nya.

    Salam Rahayu

  5. Mas dalbo sy udh berulang2 bikin tulisan ttg makna ka’bah, keris dan nafsu scr rasional menjabarkan ttg ya dgn argumen/dalil2, spt keris al-qur’an srt al-hadid 25 dan bibel perjanjian lama dan buku perkerisan. Dalil itulah rasional krm mdh dipahami baik scr fisik ada juga rasa jati juga ada.

  6. @Dalbo, menurut BA temen kt sdh pinter olah rasa spt jaka petir, sang purba jati, suprayitno, putrinya bu lurah, bratayuda, sabdalangit dll … Dari mana rasionalnya? Dari tulisannya beliau2 yg terlihat mampu berdialog dgn rasa jatinya … ada pertanyaan adajwban dlm dirinya …

    • Nuwun sewu….
      @ Sdr Budak Angon
      Memang betul sekali saudar2 kita sprt, Mas Prayitno, Btatayuda, PurbaJati, Putrinya bu lurah d an yg lainnya sudah pada pinter2 dg olah rasanya, sama seperti Anda, namun selama ini sy ikuti argumen2 mereka tidak pernah sekalipun mensejajarkan, Leluhur dg Jin.seperti anda, Apakah ini benar hasil penerawangan anda yg sdh pinter olah rasa itu.

      Saudara2 yg sampean sebut di atas saya akaui dan sy sngat menghargai sekali dg argumen2 dg gaya bahasa yg tersusun dg literatur yg baik, dr situ sy bisa observe (maaf sy tdk menilai) tapi hanya observe, bahwa diantara mereka gol 1.punya back ground pendidikan yg bagus, demikian jg dg gol 2. sdr2 yg lainya yg krng pandai dg pengolahan kata2 namun dmkian saya akan tetap menghargainaya.
      Kalau anda menilai saya tidak punya argumen rasional Kejawen sama sekali, mngkin itu benar, sy termasuk di gol ke2, sprti yg sy utarakan sebelumnya sy baru kejawen kulit.
      Terus terang Sy tidak berarani, mengobral rasional2 kejawen yg blm prnah sy alami sendiri,, itu bkn wewenang sy, untuk saat ini saya hanya mampu menjalani saja biar nggak Nato. untuk itu sy tdk berani menilai/mengadili apakah orang itu sdh pandai tg olah rasa ato tidak.
      Nah dari Olah rasa anda yg merasa sdh mumpuni itu, kemudian menilai saya (Dalbo) mirip dg Sdr TS, bersamaan dg penghakiman anda yg menyamakan Lelluhur dg Jin. Apakah ini benar2 hasil olah rasa anda,
      Saya jadi ragu2, jangan2 anda cuma meng aku2 bisa bertemu dg kekasihNYa SP.
      Buih, buih, oh buihhh.
      Oh ya Kata2 Tanyakan saja pada rumout yg bergoyang, ini justru kata yg di pakai oleh sdr TS lho…!!!

      santen peresan klopo, nyuwun ngapunten sedoyo lepat kulo,
      Asah, asih, asuh..

      Dlabo,..with Love..

      • @ sdr Dalbo

        “sy yakin orang Jawa tidak pernah menyembah berhala, kalau buat saya pribadi, benda2 itu sy hargai sebagai karya seni yg adi luhung, kalau Allah menghendaki untuk di hancurkan, tlg njenengan maneges pada Allah njenengan, Beliau kan maha super, biar di ahncurkan sendiri saja, nggak usah minta bantuan manusia, katanya Allah maha besar.
        ————–

        BA ini lg bingung, apa ada kalimat BA yg salah?
        Lah ini malah ada kalimat “Beliau kan maha super, biar di ahncurkan sendiri saja, nggak usah minta bantuan manusia” … ini ilmu jawa mana ya?
        Kalau semua dikerjakan sendiri oleh pemimpin, maka yg cocok adalah konsep manajemen kuli, semua pekerjaan dan tanggung jawab diborong semua oleh Tuhan? lah yg lainnya pada nganggur ….. Opo tumon?

        Semua harus ada syareatnya dan ada perantaranya. contoh soal untuk mematikan makhluknya, Tuhan memerlukan perantara, misalnya melalui sakit, tabrakan, karena sudah tua dan lain2. Lah bisa diprotes oleh makluhnya. Demikian juga dalam memberikan rejeki juga ada prosesnya. Kecuali Dalbo makomnya sudah tinggi bisa berhubungan langsung dgn-Nya mungkin bisa tinggal anda katakan “kun fayakun ….”
        Untuk masyarakat kelas bawah aja mau ketemu preden saja harus melalui protokol dan prosedur yg lain ….. kecuali Dalbo sudah akrab dgn presiden lah Dalbo langsung ketemu ….. tanpa prosdur

        Mengenai :
        Memang betul sekali saudar2 kita sprt, Mas Prayitno, Btatayuda, PurbaJati, Putrinya bu lurah d an yg lainnya sudah pada pinter2 dg olah rasanya, sama seperti Anda, namun selama ini sy ikuti argumen2 mereka tidak pernah sekalipun mensejajarkan, Leluhur dg Jin.seperti anda, Apakah ini benar hasil penerawangan anda yg sdh pinter olah rasa itu.

        —————
        antara leluhur dgn jin itu yg jelas beda lah
        Mungkin leluhur Dalbo ada yg jin?
        coba simak kalimat BA ..”selama ini ritual2 bermesraan dgn leluhur atau dgn jin dianggap lebih nikmat ya silahkan?”
        BA mau belajar dari Dalbo, bagaimana caranya membedakan antara leluhur dan jin?

        ————————
        Saya dgn sungguh2 mengormati leluhur2 saya sendiri, saya tidak tahu apa itu Jin?. apakah itu sejenis minuman Drygin yg di sukai anak2 itu?
        Background saya bukan seorang sufi/ makrifat2 sprti njenengan itu, tapi saya orang seni, tentunya sy sangat menghargai karya2 seni se rendah & jelek apapun, apa lagi karya2 seni dan budhaya leluhur yg begitu tinggi maknanya, nah…bagi saya ritual2 orang jawa, sprti, sesaji, ruwatan, tedak siti, itu adalh karya seni rupa dan seni instalasi yg luar biasa kandungan maknanya
        ———————-
        TS juga memandang sbg sebuah seni, indah bacaannya.
        Dalbo juga karya seninya? sama kan? (mudah2an Dalbo ini bukan nama panjenengan/cuma ID? dan mudah2an panjenengan bukan Sabdalangit?
        BA mohon maaf ……, makna yg tersirat dari tulisan sy adalah ternyata rasional kejawen juga warna-warni kejawen gitu loh …..

        spt nonton wayang sbg tontonan, ada yg senang dgn seni memainkan wayang dan juga gamelan yg indah.
        Tapi ada juga yg mengedepankan tatanan dan tuntutunan.

        Tahun baru BA jalan2 ke perkampungan Badui, kepingin tahu, Badui ini warnanya spt apa? mungkin jika kesana ada yg BA petik khususnya ilmu Badui. Ternyata Badui itu ada Badui luar dan Badui dalam, BA sangat kagum dgn sdr kita yg Badui, dari sejak jaman dulu sampai sekarang dia mempertahankan kelestarian budayanya. Sayangnya BA tdk mendapatkan informasi ttg bentuk2 mistis Badui, krn perjalanan tidak sampai ke Badui Dalam.
        Pulang dari Badui kaki pada pegel2 … mampir, pijit di rumah temen.
        Tukang pijit menceritakan problem, ngobati orang lumpuh tidak sembuh2.
        Menurutnya dia gak bisa ngobrol dgn leluhurnya, tapi justru si sakit/pasien lah yg ngobrol dgn leluhur.
        Katanya, leluhurnya masuk ketubuh & bilang kpd si pasien “jika kamu pingin sembuh kamu harus menyediakan kembang mawar, air putih, melati 3 bh yg sdh megar dan 2 bh yg masih kuncup, tapi yg menyediakan adalah si tukang pijiat itu”
        Kemudian dipraktekan …… tp gak sembuh?

        Kemudian BA coba bahas bersama ttg maksud pesan leluhur :
        – bunga mawar merah sbg lambang ibu
        – air putih lambang susunya bumi atau lambang susu ibu kita yg telah memberi susu pd kita.
        – melati lambang niat suci.
        2 bh melati kuncup sbg lambang ketika dia masih kecil
        3 bh melati mekar sbg lambang ketika dia sudah besar

        kata BA menyimak lambang itu…….. kemungkinan lumpuhnya disebabkan dia punya salah kpd ibunya atau dia punya hutang yg belum dibayar kepada leluhurnya? cobalah dia minta maaf kpd orang tuanya atau kalau punya nazar, maka bayar nazarnya. ternyata stlh dipraktekan sembuh.
        Kesimpulannya si tukang pijit melihat dari seni dan BA melihat dari rasa dari lambang2 tsb.

        santen peresan klopo, nyuwun ngapunten sedoyo lepat kulo,
        Asah, asih, asuh..

        Dlabo,..with Love..

      • Saya jadi ragu2, jangan2 anda cuma meng aku2 bisa bertemu dg kekasihNYa SP.
        Buih, buih, oh buihhh.
        Oh ya Kata2 Tanyakan saja pada rumout yg bergoyang, ini justru kata yg di pakai oleh sdr TS lho…!!!

        ———–
        bukan rasa ragu2 tp was2 hhh …..
        kalau kekasihku pergi ya eli-eli amita abacani … tuhan knp engkau meninggalkan aku, aduh kacihan.
        kekasihku tdk akan meninggalkan aku, krn aku “hidup”
        kenapa aku hidup? karena aku menghidupkan “Aku-Nya”
        oleh krn itu nafasku bukan balon bocor ….. itulah keyakinanku
        Syekh Abudul Kadir Djaelani “murid2 ku pantang masuk neraka, neraka akan aku jaga, asal jangan putus tali allah-Nya.

      • Dalbo maaf nambah hhh ….

        Oh ya Kata2 Tanyakan saja pada rumout yg bergoyang, ini justru kata yg di pakai oleh sdr TS lho…!!!

        ——————

        mungkin yg dimaksud oleh TS sbg “rumput yg bergoyang” …. adalah orang yg sedang duduk berdzikirullah yg tahu rahasia-Nya?

  7. Nur … knp? kutukan cinta kt sejak 2008 blm juga dicabut?
    Apakah lambang bunga melati sbg ketulusan hati ats permohonanku agar kutukan bumi tdk diterima? Apakah harus ku ulang lg? sungguh, ku akui begitu bodoh dan tololnya aku kpd-Mu.

  8. Nur … sejak km pergi stlh peristiwa bubad sungguh aku terlunta2 mencarimu! rupanya kamu memperhatikan tulisanku sejak th 2008? Kini kamu lahir kembali? ada dimana?

  9. @pangeran rasa jati … sy mhn jgn digoda dong … Nur itu ya dyah pitaloka yg ….? ah rahasia-Ku, biarkan sang purba jati cucunya gajahmada yg membawa dia ke sy krn dulu dia yg melukainya …

  10. ………………………………Oalaaahhh…….ternyata pd di sini to??!!!!!!!……………………
    di cari mandore kebun lhooo….malah pada ngobrol ngalor ngidul g da ujung pangkalnya……….nggladrah ra nggenah,
    Ayo semua nerusin kerjaannya dhewe2 aja sana….!!!
    yg bagian nyangkul ya nyangkul,yg bagian mupuk ya mupuk,ntar klo Juragane liat pd g kerja,bisa2 di pecat lho…g usyah pd sok sok-an ach..!!! wong sama2 buruh kebun aja kq…

    • ha..ha…ha..ha..ha
      Wah …wah ..Pakde Lurah sampun kondor……..sugeng ……..Pakde…
      betul sekali Pakde………….lha wong cuma buruh kebun kok…pat tepaaaat.

      Sehebat-hebat nya cangkul ya……..untuk nyangkul juga yo to…?
      ke priyee…. to prosedulur……..he…he……….

      piye kabare Kang Mas Purba Jati……..?
      Lakon opo sekarang yang akan di gelar sama Kang dalang……he…he
      Kulo nyimak rumiyen kemawon………….
      monggo ngaturaken………..

      • ngapunten pae lurah ….. BA cuma numpang mampir ngombe

        nggih leres …. sehebat2nya cangkul ya untuk nyangkul juga
        Budak Angon & Budak Janggotan (wangsit siliwangi) pergi ke lebak cewene nggarap lahan baru ….. lah apa sing di garap?

        ya nyangkul …….. ada sesuatu yg bisa diambil dari lebak cewene, misalnya : DAUN lan KUNIR kanggo anak cucuku mengko nek wis do eling/urip lan inget marang wong tuwo para leluhur …… nek saiki dipetik, durung waktune …..

    • Wooo…jebul pekerja onderneming to!?

      Nèk ngono, aku usul ke pak Dalang, énak’é lakoné :
      SANGKUNI(NG) BERKIPRAH
      MENGADU PARA RUBAH
      MELAWAN ANJING PENJAJAH

      pasti serrruuu…he he he

  11. Hanya Sp lah yang kelak mampu menjawab semua persoalan, semua unek2 dan pertanyaan2 yang simpang siur termasuk persoalan2 kelas dunia yang lama dan belum terjawab maupun persoalan yang baru muncul dan yang akan muncul

    kalau SP (sang penolong ) tersebut tidak muncul maka Indonesia akan terpecah belah terkena balkanisasi, tapi bila sang penyelamat tersebut muncul maka Indonesia akan langgeng dan lestari selama seribu tahun kedepan

    walaupun begitu segala daya upaya dan usaha untuk membangunkan kejawen dalam bentuk dan sekecil apapun harus kita beri penghargaan setinggi -tingginya, walaupun sudah jelas tertulis oleh para leluhur semenjak keruntuhan majapahit 500 tahun yll bahwa akan ada 1 (satu) orang utusan yaitu SP, percaya tidak percaya SP jalan terus…..

    • Kok mirip dgn surat terbuka sdr Tri Budi
      ————————————–
      Sebagai masukan kepada Yang Mulia Presiden SBY guna mengatasi carut marut yang terjadi pada bangsa ini, saya menyarankan :

      ”Kumpulkanlah ahli-ahli Thoriqoh negeri ini yaitu mursyid/syeh-syeh yang telah mencapai maqom “Mukasyafah”, Pedanda-pedanda sakti agama Hindu, Bhiksu-bhiksu agama Budha yang telah sempurna, serta kasepuhan waskito dari Keraton Jogja, Solo & Cirebon, untuk bersama-sama memohon petunjuk kepada Allah SWT mencari siapa sosok orang yang mampu mengatasi keadaan ini dan mencari jawab dari misteri ramalan para leluhur di atas. Gunakan 4 point panduan saya untuk memandu mereka. Insya Allah, jika Allah Azza wa Jalla memberikan ijin dan ridho-Nya akan diketemukan jawabannya.”

      Sebagai catatan akhir dapat saya garis bawahi hal-hal sebagai berikut :
      1. Guna mengatasi kondisi bangsa seperti sekarang ini (khususnya fenomena “Semburan Lumpur Sidoarjo” ), saya menyarankan : “Jangan terlalu mengandalkan akal / penalaran (lahiriah), tetapi utamakanlah hal yang bersifat Batin. Berpeganglah kembali kepada sebenar-benar SYAHADAT, yaitu yang pertama bersaksi tiada sesembahan lain selain Allah (Yang Maha Gaib), dan kemudian bersaksi bahwa Muhammad (manusia) adalah utusan Allah.” Maknanya: ALLAH (Yang Maha Gaib) mutlak diutamakan. Batin adalah lambang yang gaib. Sedangkan Muhammad (manusia yang bersifat lahir) adalah utusan Allah. Dengan arti kata lain, yang “Lahir” adalah utusannya yang “Batin”. Kondisi saat ini faktanya telah meninggalkan “Syahadat”. Apa yang diucapkan sangat tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Lahir diutamakan, sedangkan Batin di-nomor dua-kan dan bahkan ditinggalkan.

      2. Semburan lumpur panas di Sidoarjo secara hakekat merupakan tanda / lambang bakal munculnya “Kebangkitan Majapahit II”. Ini merupakan fenomena awal dari ucapan Bung Karno bahwa suatu saat Indonesia akan menjadi “Mercusuar Dunia”.

      3. Jawaban dan solusi guna mengatasi carut marut keadaan bangsa ini ada di “Semarang Tembayat” yang telah diungkapkan oleh Prabu Joyoboyo. Guna membantu memecahkan misteri ini dapatlah saya pandu sebagai berikut :

      1. Sunan Tembayat adalah Bupati pertama Semarang. Sedangkan tempat yang dimaksud adalah lokasi dimana Kanjeng Sunan Kalijaga memerintahkan kepada Sunan Tembayat untuk pergi ke Gunung Jabalkat (Klaten). Secara potret spiritual, lokasi itu dinamakan daerah “Ringin Telu” (Beringin Tiga), berada di daerah pinggiran Semarang.
      2. Semarang Tembayat juga bermakna Semarang di balik Semarang. Maksudnya adalah di balik lahir (nyata), ada batin (gaib). Kerajaan gaib penguasa Semarang adalah “Barat Katiga”. Insya Allah lokasinya adalah di daerah “Ringin Telu” itu.
      3. Semarang Tembayat dapat diartikan : SEMARANG TEMpatnya BArat DaYA Tepi. Dapat diartikan lokasinya adalah di Semarang pinggiran arah Barat Daya. Ini merupakan deteksi gambaran secara spiritual.

      Silahkan untuk dikonfirmasikan kepada ahli-ahli spiritual yang telah mencapai maqom (tingkatan) nya untuk dapat menembus dimensi tabir spiritual yang tertutup kabut ini. Insya Allah…

      Demikian saran dan masukan saya, atas perhatiannya saya haturkan terima kasih.

      Wass.Wr.Wb.
      Semarang, 14 September 2006
      Hormat Saya,
      Tri Budi Marhaen Darmawan

      —————————————
      Serem juga ya masa depan Indonesia, repot juga kalau SPnya ngumpet terus?
      siapa tahu SP ID-nya Sang Purba Jati? tapi repot juga beliaunya ini gak mau jadi presiden, maunya jualan buku …. kita paksa aja

  12. Akhirnya bapak Tri Budi Marhaen Darmawan mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spiritual dapatlah disimpulkan : “Jadi yang dikatakan “Putra Betara Indra” oleh Joyoboyo, “Budak Angon” oleh Prabu Siliwangi, dan “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu” oleh Ronggowarsito itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon, yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tanda-tanda yang telah terjadi dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang ? Tentu saja sangat tidak etis untuk menjawab persoalan ini. Sangat sensitif… Ini adalah wilayah para kasepuhan suci, waskitho, ma’rifat dan mukasyafah saja yang dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. Dimensi spiritual sangatlah pelik dan rumit. Tidak perlu banyak perdebatan, karena Sabdo Palon yang telah menitis kepada “seseorang” itu yang jelas memiliki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R.Ng. Ronggowarsito, dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan oleh Joyoboyo. Secara fisik “seseorang” itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka Pengayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha.”

    “Kesimpulan akhirnya adalah : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur Nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini, yaitu beliau yang dinamakan “SATRIO PININGIT”. Jadi, Satrio Piningit (SP) = adalah seorang Satrio Pinandhito (SP) = yaitulah Sabdo Palon (SP) = sebagai Sang Pamomong (SP) = dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) = pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) = berada di “SP” (?) = tepatnya di daerah “SP” (?) = dimana terdapat “SP” (?) = dengan nama “SP” dan “SP” (?) . Satrio Piningit tidak akan sekedar mengaku-aku bahwa dirinya adalah seorang Satrio Piningit. Namun beliau akan “membuktikan” banyak hal yang sangat fenomenal untuk kemaslahatan rakyat negeri ini. Kapan waktunya ? Hanya Allah SWT yang tahu. Subhanallah… Masya Allah la quwata illa billah…”
    http://nurahmad.wordpress.com/38/

  13. karena keris adalah juga wujud rasional kejawen, maka sy coba mencuplik dari
    http://yudhysulistio-mbahsuryo.blogspot.com/2009/10/daya-linuwih-pusaka-leluhur.html
    sekaligus memperkenalkan peninggalan budaya jawa yg adiluhung :

    cerita di bawah ini bukan versi Budak Angon.
    —————–

    Pusaka Pengayom / Pelindung Nuswantara Pada Zaman Majapahit.

    Pusaka pengayom / pelindung Nuswantara pada zaman Majapahit :
    1. Pusaka Oumyang Majapahit.
    2. Pusaka Sabdo Palon (SP).

    Pasangan / Gandengan pusaka Oumyang Majapahit adalah pusaka Sabdo Palon (SP). Pusaka Oumyang Majapahit tanpa pusaka Sabdo Palon (SP) akan pincang.

    Pusaka Oumyang Majapahit.

    Oumyang = Yang Maha Tinggi.
    = Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan. Enersi yang maha tinggi bersifat keTuhanan.
    Menurut Buku Keris, Pamor Oumyang Majapahit adalah pamor Pakar (orang yang ahli / keahlian), diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak / sesakti apapun musuhnya kalah / habis semua).

    Daya pusaka Oumyang Majapahit (dari pamor Pakar) :
    1. Kuat angkat junjung drjad. Kuat junjung drjad :
    – Kuat junjung orang dari kegelapan.
    – Kuat junjung derajad orang.
    – Kuat menyembuhkan keadaan yang sakit (perlu pusaka skope jagad). Kuat angkat junjung berarti kuat angkat orang /bangsa dari kegelapan. Sebelum dijunjung, orang / bangsa harus diangkat dari kegelapan.

    Caranya dengan : Angleledo, Bejane sing dipunduti candrane kahening siro sedoyo. –> Ciri Satrio Piningit.
    Angleledo = menyamarkan / menggoda.
    Dipunduti = sepertinya diminta untuk memenuhi suatu persyaratan agar hidupnya terangkat.
    Semua kegelapan manusia bersumber dari Amarah (tetapi Amarah ini banyak kawannya), jika kita bisa mengendalikan Amarah maka akan bisa mengawali dan bisa mengakhiri sehingga bisa menggarisbawahi cukup sampai disini (seperti
    Aku – kembali kepada Tuhan).

    2. Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak/sesakti apapun musuhnya kalah/habis semua). Sesakti apapun musuhnya jika dihidupkan Akunya tidak akan berdaya.

    3. Ojo pisan-pisan siro kumawani,sing wani yen ora loro yo edan (Jangan sekali-kali terlalu berani (anggap remeh), jika berani akan sakit atau gila.
    Isinya : Wanita (wadah suci)
    Lambang Isi Oumyang Majapahit :
    Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).

    Karena semuanya ada disitu maka Tuhan-Tuhan Kecil akan pergi, roh-roh halus sesakti apapun tidak berani (seperti Lengkung Kusumo).
    Tuhan kecil –> membuat nafsu menjadi dayanya –> daya mistik.
    Surat yang ditunjuk :
    1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan). –> Alif.
    2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka). –> Lam.
    3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan). –> Mim.

    Ujian dari pusaka Oumyang Majapahit adalah membawakan sifat cinta kasih (sifat pemurah, pengasih dan penyayang).

    Pengaruh Oumyang Majapahit :
    – Dilayani / diladeni orang-orang.
    – Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus menghentikan tapanya (harus selesai).

    Daya pada orang yang menyatu dengan Oumyang Majapahit :
    1. Tidak ada yang tersembunyi.
    2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah terbentang (diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa melepaskannya) jika orangnya sudah keterlaluan. Oumyang Majapahit warangkanya harus diberi selongsong emas (lambang kemuliaan).

    Pusaka Oumyang Majapahit sifat dayanya adalah kuasa ilmu dan orang diajak untuk marifat. Oumyang Majapahit adalah sumber elmu.
    Sifat dayanya adalah kuasa ilmu dan mengajak orang untuk marifat. Dan siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani untuk diajak marifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.
    Bila seseorang yang masih menggunakan nafsunya maka dia tidak akan kuat atau tidak tahan jika dia datang ke Tebet karena mau tidak mau dia akan terolah dengan Pusaka Oumyang Majapahit.
    Selama orang masih menganut ilmu yang sifatnya kesaktian atau yang sifatnya mistik maka bila orang itu ke Tebet akan berakibat ilmu tersebut akan Badar (hapus).
    Bagi yang datang ke Tebet sadar atau tidak sadar akan ditempelkan Condronya Beliau melalui Pusaka Oumyang Majapahitnya, oleh karena itu jika kita dipernahake (dinasehati) oleh Bapak maka kita harus menurut dan mengerjakan apa yang diminta.
    Didalam pengolahan terhadap Pusaka Oumyang Majapahit maka akan terdapat istilah : Yen Lakumu Lan Sowanmu Ketompo, Sak Penjaluke Ing Roso Katekan, maksudnya adalah asalkan laku / amalanmu dan
    kedatanganmu diterima maka bila melaksanakan suatu permohonan dengan
    membatin di dalam hati, maka permohonannya akan sampai.
    Rahasia dari Pusaka Oumyang Majapahit adalah dapat menghidupkan /
    mengudarakan pusaka-pusaka yang lainnya.
    Pusaka Oumyang Majapahit mengolah manusia untuk ditingkatkan
    spiritualnya tingkat demi tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal
    Mustaqiim sampai Alam Lahut yang menghasilkan daya Sastro Jendro Hayu
    Ningrat Pangruwating Diyu artinya manusianya bisa mempunyai daya
    Ngudari Benang Ruwet (menguraikan masalah).
    Oumyang Majapahit itu pengolahannya pada Aku (Gaib Tuhan sendiri)
    yaitu Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Yang Awal dan Yang Akhir
    (Dalam Al Kitab : Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang
    Akhir, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan dan Aku akan datang
    sebagai Manusia untuk menghakimi).
    Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa Yakuun.
    Karena pengolahannya pada Aku maka jika Oumyang Majapahit dihunus
    akan berdaya untuk menghidupkan dan mematikan sesuatu, mengawali dan
    mengakhiri sesuatu sehingga tidak boleh dihunus secara sembarangan
    (diistilahkan : Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe = Harus ada yang
    dikerjakan).

    Jadi bila terpaksa dihunus harus ditentukan tujuannya :
    – Yen arep nguripke, nguripke opo / sopo.
    – Yen arep mateni, mateni opo / sopo.
    – Yen arep ngawali, ngawali opo.
    – Yen arep ngakhiri, ngakhiri opo.
    (Jika ingin menghidupkan, menghidupkan apa / siapa)
    (Jika ingin mematikan, mematikan apa / siapa)
    (Jika ingin mengawali, mengawali apa)
    (Jika ingin mengakhiri, mengakhiri apa)
    Daya Oumyang Majapahit adalah daya Surat Adz Dzaariyaat : Kuasa
    Mukjizat.
    Pengolahan Oumyang Majapahit untuk mendapatkan Enersi Yang Maha
    Tinggi sehingga bisa melepaskan manusia dari lepetan-lepetan / dosa
    dalam waktu singkat.
    Pusaka Oumyang Majapahit mengolah Enersi Yang Maha Tinggi pada diri
    manusia sehingga:
    – Bisa mengetahui daya-daya yang akan turun dari langit.
    – Mempunyai firasat yang tinggi.
    – Manusia yang memegang pusaka tersebut dapat terkabul
    permohonannya (Sak Penjaluke Ing Roso Katekan).

    Pusaka Oumyang Majapahit mengolah pada :
    1. Mematikan nafsu darah (Wahyu Sastro Jendro Hayu Ningrat
    Pangruwating Diyu).
    Gunanya untuk mengangkat / melepaskan dosa-dosa kita / orang
    lain akibat perbuatan hidupnya / dosanya sendiri.
    Untuk memberikan terang kepada orang yang terkena elmu tidak
    bisa dengan daya ini.
    2. Mendayagunakan Atom dari Energi Yang Maha Gaib.
    Dayanya mengangkat / melepaskan / memberikan terang kepada
    kita/orang lain dari elmunya sendiri maupun diserang orang lain.
    Bila sudah berhasil mendayagunakan Atom dari Energi Yang Maha
    Gaib maka dapat disebut Marifat dari Marifatullah.

    Oumyang Majapahit mengolah seseorang untuk menjadi marifat,
    mengolah cakra 13 dan orang diajak supaya bisa mencapai nol /
    kosong baik itu materi, fisik maupun rohani lalu dilewatkan
    Jembatan Shiraathal Mustaqiim.
    Bila lulus diolah pusaka ini maka mengenai rezeki dan lainnya
    akan bagaikan air mengalir di sungai Kautsar asal hidupnya
    harus lurus bagaikan relnya Al Qur’an. Oumyang Majapahit adalah
    kuasa ilmu-ilmu gaib, bisa mengudarakan pusaka-pusaka lain.

    Riwayat dari pusaka Oumyang Majapahit :

    Dibuat oleh seorang Empu yang mana setelah pusaka itu jadi, Empu tersebut takut bilamana pusaka ini jatuh atau ketempatan pada orang yang salah. Lalu oleh Empu tersebut pusaka ini dibuang ke laut dengan harapan suatu saat akan ada orang yang benar-benar cocok dan sanggup akan ketempatan pusaka ini.
    Pada suatu ketika ada seseorang nelayan melihat seorang putri berteriak minta tolong di laut, lantas oleh nelayan tersebut putri itu ditolongnya. Namun begitu dipegang oleh nelayan, putri tersebut berubah menjadi sebuah keris.

    Pusaka ini konon oleh Paku Buwono X dicari–cari dengan mengadakan sayembara karena Beliau mengetahui mengenai kedahsyatan dan kehebatan dari pusaka ini. Dalam sayembara itu dikatakan bahwa tidak hanya pusaka tersebut yang akan dirawat oleh Beliau tetapi juga orang yang menemukannya / menyimpannya akan diboyong ke keraton untuk dijadikan abdi dalem keraton karena Beliau sendiri merasa tidak kuat untuk ketempatan pusaka tersebut akibat gawatnya daya dari pusaka tersebut.

    Tetapi nelayan yang mendapatkannya tidak datang bahkan dicari ke desanya tidak ketemu, menghilang bersama pusaka tersebut.

    Pusaka ini didapatkan oleh Bapak Parwoto ketika bersama-sama tentara Indonesia di jaman Jepang memasuki kantor tentara Jepang yang sudah ditinggalkan. Saat itu sebagaimana lazimnya masa peperangan semua besi-besi yang ada dirampas oleh tentara pendudukan dan dikumpulkan untuk keperluan perang dalam hal ini termasuk juga pusaka-pusaka. Di dalam kantor tentara Jepang itu ada banyak pusaka hasil rampasan tentara Jepang (salah satunya adalah Oumyang Majapahit) yang kemudian dibagi-bagi di antara tentara Indonesia. Bapak Parwoto mendapatkan pusaka Oumyang Majapahit tanpa mengetahui pusaka apa itu sebenarnya (tidak memilih secara sengaja). Pusaka Oumyang Majapahit ini baru dikenali ketika akan diberi warangka, dibawa ke toko pembuat warangka dan dikenali oleh pemilik toko tersebut.

    Pusaka Sabdo Palon (SP).
    Sabdo = Sabda, ucapan.
    Palon = Panutaning Ngaurip = Tuntunan Hidup.
    Sabdo Palon = Sabdo Panutaning Ngaurip.
    Noyo = Wajah.
    Genggong = Langgeng.
    Noyo Genggong = Langgeng Sifate.
    Sabdo Palon Noyo Genggong = Sabdo Panutaning Ngaurip Langgeng Sifate.
    = Tuntunan Hidup Yang Bersifat Langgeng.
    Yang dimaksud dengan Sabdo Palon Noyo Genggong adalah Ajaran-Ajaran
    Yang Tersirat Dalam Kitab Suci (Al Qur’an, Al Kitab dll).
    Dahulu Ajaran ini dikumpulkan berupa sebuah buku yang ditulis oleh
    Beliau Wali X.Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-
    Anak Kecil Bersayap.

    Menurut buku keris, pamor pusaka SP adalah Pamor Ikar yang dayanya :
    1. Wong Siji Biso Katon Sepuluh (Orang 1 bisa terlihat ada 10).
    2. Biso Neka-ake Angin Prahoro (Bisa mendatangkan angin prahara).
    3. Biso Anjagani Negoro (Bisa menjaga negara).
    4. Sosok Kendit Mimang : Wong Sing Nduwe Karep Olo Bakal Bingung
    (Bagaikan Kendit Mimang / Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat
    akan bingung sendi-ri).
    Pusaka SP mengolah pada Cahaya Cinta Kasih, syaratnya orang harus mati nafsu da-gingnya (Kristus menebus dosa manusia dengan darahnya).
    Lambang Isinya : Dia datang tanpa diduga, dia pergi tanpa diketahui (Aku datang bagaikan pencuri dalam kelengahanmu).
    Surat yang ditunjuk :
    1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan). –> Alif.
    2. Surat Al Furqan (Pembeda). –> Lam.
    3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar). –> Mim.
    Menurut buku keris, bila SP dihunus : Bakal Nekano Angin Prohoro,
    Wong-wong Sing Nang Duwur Sing Ora Bener Bakal Tibo (Akan
    mendatangkan Angin Prahara (Adz Dzaariyaat), orang-orang yang di atas
    (para pemimpin) yang tidak benar akan berjatuhan).

    Daya pusaka ini :
    1. Bisa memisahkan yang bathil dan yang benar.
    2. Bisa melepaskan orang dan yang bersifat bathil dari kegelapan
    supaya menda-pat terang.
    3. Wus Biso Wulang Wuruk (Bisa mengajar / memberi keterangan
    tentang hal-hal yang Wingit (tentang gaib)).
    Pemegang pusaka SP mempunyai daya :
    – Bagaikan Kendit Mimang (Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat
    akan bingung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).
    Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk
    menangkal daya negatif.
    – Daya Salib Penyembuhan (Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan).

    Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat (Aku akan
    datang sebagai manusia. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda, maka
    bukan kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan
    ujian yang berat ).
    Walaupun cobaan dan ujian dari pusaka SP berat tetapi pusaka ini
    mendatangkan Keadilan dan untuk menyelesaikan suatu persoalan
    (menggaris bawahi sampai disini saja).
    Pusaka ini tidak mau diberi emas, cukup Kayu Tumongo / Timoho (Aku
    tidak butuh emas, kalau sampai pusaka ini minta diberi selongsong
    emas maka habislah orang-orang kaya yang mendapatkan kekayaannya
    dengan tidak sah).
    Kalau pusaka ini dipaksa masuk ke selongsong emas maka pusaka ini
    akan keluar / naik dari warangkanya.
    Umumnya Kayu Cendana, paling bagus di Kayu Gaharu tetapi berbahaya
    untuk orang lain, cukup pegangan dan pendoknya saja, dayanya bagus.

    Riwayat dari pusaka Sabdo Palon :
    Tahun 1960 ada orang tua datang ke Pak Atmo menitipkan pusaka ini
    dengan pesan bahwa isi dari pusaka ini ada di Jakarta / di Pak
    Parwoto (Isinya datang) dan orangnya akan datang mengambil, lalu
    orang tua itu pergi, dicari tidak ketemu (seperti menghilang).
    Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat.
    Tahun1967 ada cobaan dipundutnya putri kesayangan Beliau.
    Tahun 1968 ada cobaan berat harta benda.
    Tahun 1969 pusaka diambil oleh Pak Parwoto (Wadahnya dijemput).
    Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-Anak Kecil
    Bersayap.
    Tahun 1970 pada Malam Natal turun Cahaya Allah yang gambarannya
    berupa Bunda Maria dan Yesus.
    Pengertiannya adalah Bunda Maria = Wadah Suci & Yesus = Roh Kudus =
    Roh Suci, berarti yang diterima Pak Parwoto hakekatnya adalah :
    Sucikan wadah (badan) karena Roh Kudus akan masuk (akan memakai
    wadah), dengan kata lain akan diolah untuk menerima Karunia Roh Kudus.
    Berarti harus memelihara badan supaya selalu dalam kondisi siap
    dipakai Tuhan sebagai wadah dengan cara :
    – Merendahkan hati.
    – Memelihara diri dari nafsu darah.
    Tahun 2000 pusaka ini dengan pusaka Oumyang Majapahit keduanya
    bersatu aktif dalam kenegaraan (bergerak minta diudarakan).

    7.6 Perbedaan Antara Pusaka Oumyang Majapahit Dengan Pusaka Sabdo
    Palon :

    Pusaka Oumyang Majapahit :
    1. Pamornya :
    Pamor Pakar (orang yang ahli).
    Diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak / Sesakti
    apapun musuh-nya habis semua).
    2. Isinya :
    Wanita (wadah suci).
    3. Lambang Isinya :
    Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala
    kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).
    4. Surat yang ditunjuk :
    1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan).
    2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).
    3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan).
    5. Ujiannya :
    Membawakan sifat cinta kasih (sifat pemurah, pengasih dan
    penyayang).
    6. Pengaruhnya :
    – Dilayani / diladeni orang-orang.
    – Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus
    menghentikan tapanya (harus selesai).
    7. Pengolahannya :
    – Mengolah manusia untuk ditingkatkan spiritualnya tingkat demi
    tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal Mustaqiim sampai Alam
    Lahut untuk mendapatkan Enersi Yang Maha Tinggi (Atom Yang
    Maha Gaib –> Aku), sehingga punya daya Ngudari Benang Ruwet
    (menyelesaikan masalah).
    – Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa
    Yakuun.
    8. Dayanya :
    Pemegang pusaka ini mempunyai daya :
    1. Tidak ada yang tersembunyi.
    2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah
    terbentang (diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa
    melepaskannya) jika orangnya sudah keterlaluan.
    9. Jika dihunus :
    1. Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe (Harus ada yang dikerjakan).
    2. Siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani
    untuk diajak ma’rifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.
    10. Warangkanya :
    Pusaka ini warangkanya harus diberi selongsong emas (lambang
    kemuliaan).

    Pusaka Sabdo Palon (SP) :
    1. Pamornya :
    Pamor Ikar (orang 1 bisa terlihat ada 10).
    2. Isinya :
    Anak-anak kecil bersayap.
    3. Lambang Isinya :
    Dia datang tanpa diduga, dia pergi tanpa diketahui (Aku datang bagaikan pencuri dalam kelengahanmu).
    4. Surat yang ditunjuk :
    1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan).
    2. Surat Al Furqan (Pembeda).
    3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar).
    5. Ujiannya :
    Mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat (Aku akan datang sebagai manusia. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda, maka bukan kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan ujian yang berat).
    6. Pengaruhnya :
    Mendatangkan keadilan, untuk menyelesaikan suatu persoalan /menggarisbawahi sampai disini (Kristus menebus dosa manusia dengan darah-nya : harus mati nafsu dagingnya).
    7. Pengolahannya :
    Mengolah pada Cahaya Cinta Kasih.
    Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Menghayu Hayuning Bawono.
    8. Dayanya :
    Pemegang pusaka ini mempunyai daya :
    1. Bagaikan Kendit Mimang (Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat akan bingung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).
    Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk menangkal daya negatif.
    2. Daya Salib Penyembuhan (Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan).
    9. Jika dihunus :
    Pusaka ini akan mendatangkan Angin Prahara (Adz Dzaariyaat).
    10. Warangkanya :
    Pusaka ini tidak mau diberi emas, cukup Kayu Tumongo / Timoho (Aku tidak butuh emas, kalau sampai pusaka ini minta diberi selongsong emas maka habislah orang-orang kaya yang mendapatkan kekayaannya dengan tidak sah).
    Kalau pusaka ini dipaksa masuk ke selongsong emas maka pusaka ini akan keluar / naik dari warangkanya.
    Umumnya Kayu Cendana, paling bagus di Kayu Gaharu tetapi berbahaya untuk orang lain, cukup pegangan dan pendoknya saja, dayanya bagus.

  14. AKU HARUS BAGAIMANA ?

    Judul diatas aku tulis, agar saudara saaudara ku bisa mengerti & dan memahami posisiku
    Aku titah wantah manusia biasa yang tadinya berawal dari rasa penasaranku untuk memahami hakekat Tuhan / Allah yang aku anggap sebagai dalang dari segala dalang kehidupan ? karena rasa penasaranku, akhirnya aku nekat untuk pencarian dengan syariat diluar kebiasaanku yang telah aku kenal dan rutin aku kerjakan, aku juga tidak percaya dengan berbagai aliran thoriqoh yang ada dan aku mencari diluar jalur tatanan Islam agama yang kuanut.
    Urusan Duniawi tidak begitu aku pentingkan, pekerjaan formal dan urusan dagang serta tawaran sahabatku untuk jadi komisaris perusahaan aku abaikan. Aku memutuskan untuk jadi orang pertapan, Sungguh sesuatu diluar dugaan yang sama sekali tidak pernah aku pikirkan. Aku diberi kesempatan untuk memahami segala sesuatunya tentang hakekat semua kehidupan, bahkan awal dari kehidupan tatkala jagad belum digelar alias wang wang wung wung yang ada hanya Yang Maha Suci, kemudian jagad digelar atau dujudkan jagad raya, kemudian diciptakan Roh Yang Berkuasa atas jagad raya yang merupakan bagian dari hakekat Yang Maha Suci itu sendiri. Yang oleh manusia disebut Tuhan Semesta Alam / Yang Jagad Pramudita / Robbil Alamin, yang selanjut atas restu Yang Maha Suci, Tuhan Seru Sekalian Alam ( dengan hakekat yang ada pada dirinya ) telah menciptakan berbagai makhluk hidup dan kehidupan sebagai penghuni diberbagai penjuru ruang dan dimensi alam semesta. Aku juga deberi pemahaman tentang Tatanan Wewengkon jagad / Yang berkuasa atas segala sesuatunya terhadap berbagai makhuk hidup diberbagai dimensi kehidupannya.
    Aku juga telah diberi kesempatan untuk memahami dan berdialektika dengan berbagai Roh Suci Tatanan Kadewatan, juga Gesangnya Roh Suci para Asma langgeng seluruh dunia, serta diberi kesempatan merasakan kehidupan di demensi lain yang beraneka ragam. Gara gara diberi kesempatan dan diberi pemahan tersebut, kini aku harus memanggul beban dan beban itu merupakan konsekuensi logis yang harus aku pertanggung jawabkan, aku tidak boleh tinggal, gelanggang, colong mlayu.
    Kini aku harus berpaling di dunia empirik yang hiruk pikuk dan carut marut, jujur saja kalau boleh memilih aku lebih suka dalam kedirianku yakni memelih keheningan diantara kebisingan & kesederhanaan. akan tetapi aku tidak diperkenankan, aku diharuskan menyelesaikan darmaku titah uripke yang sekarang, Kini melalui batinku seluruh Roh Suci Leluhurku berharap aku harus segera berbuat untuk melakukan upaya upaya demi terwujudnya kedamaian dan ketentraman Negeri ini. Bahkan aku pernah dihardik, Nunggu opo maneh? opo ngenteni selak manungsone entek, terus meh ngelengke sopo!. Hal inilah mau tidak mau aku harus melangkah, dan harus aku mulai dari mana dan bagaimana ?. Sungguh titah pribadiku sudah tidak tertarik dengan publikasi serta jabatan maupun kemewahan dunia ini, aku hanya berharap dengan apa yang akan aku perbuat akan muncul kesatria kestria sejati dan akan aku serahkan apa yang menjadi haknya untuk memimpin Negara ini berdasarkan Pancasila Sejati.
    Jujur saja aku tidak ingin berpolemik, apa lagi berdebat itu semua tidak berguna bagiku, aku hanya ingin tahu daya serap saudara saudaraku dengan tulisanku di blog ini, sering aku tersenyum melihat cara berfikir saudara saudaraku di blog ini, ada yang mengira bisa memancing mengajukan pertanyaan yang yang dianggapnya belum dalam, padahal aku tahu bagai mana bisa membuat pertanyaan yang dalam kalau berangkat dari hasil pemahaman dan pikiran yang sangat dangkal. Aku sengaja memasuki blok ini untuk sengaja melontarkan tulisan untuk memperoleh umpan balik, untuk mengambil kebijakan bahasa yang akan aku pergunakan dalam penulisan buku, aku berusaha tidak memakai bahasa psy war / provokasi / perang psychologi hanya sedikit agitasi barang kali. Untuk sementara Buku aku anggap sebagai sarana perjuangan yang lebih efektif untuk mengingatkan pada saudara saudaraku, khususnya Para pelaku Kenegaraan/Pemerintahan. Dengan sejujurnya aku katakan dalam proses menulis buku “ BATIN LUHUR NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA MENGGUGAT “ seringkali terhenti, karena banyak cucuran airmata dari diriku yang hakekatnya adalah cucuran air mata dari para Leluhur Bangsa Indonesia yang telah menyatu dalam batinku.

    Aku sangat memahami saudara saudaraku khususnya pelaku ajaran Jawa, yang telah berharap segera terealisasi janji leluhur. Dengan sejujurnya aku telah memahami semuanya itu, dan pasti akan terbukti. Aku katakan dengan sejujurnya pula, dalam kesadaran batiniah seolah olah diriku bisa merasakan semua yang terjadi pada masa lalu dan seolah olah itu adalah diriku sendiri, Dalam kesadaran Hidup dan ragawi aku bertanya dengan diriku sendiri lalu sekarang harus bagaimana ?. Aku memahami saudara saudara ku merindukan munculnya sosok pemimpin negeri yang telah dimitoskan yang kamu sebut sebagai “Sang Ratu Adil “ & “Satrio Piningit” dan telah pada tumpangsuh dalam memahami makna kata itu. Kini sedikit aku beri pemahaman terhadap mitos itu.
    Ratu Adil = Titah wantah manusia yang telah memahami hakekat nilai nilai Keutamaan Jagad secara tuntas dan mendasar, kemudian memiliki daya cipta yang berpijak pada RAsa sejati untuk menaTa Urip/ kehidupan dengan perpegang teguh pada rasa Keadilan Jagad. Visinya adalah mewujudkan Tatanan Kehidupan yang Berkeadilan dalam rangka bernegara dan berbangsa, sehingga tercipta ketertibaan, kedamaian dan kesejahteraan yang benar benar bisa dinikmati dan dirasakan bagi seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali.
    Satrio Piningit = Sejatinya Kesatria yang nyolowedi/low profil yang diam diam telah mempersiapkan diri untuk menguasai dan memahami sejatinya Ilmu politik, Ketatanageraan & Kepemerintahan dan ber Jiwa Luhur, tidak ambisius. Dia akan tampil sebagai Pemimpin Negara RI, karenan desakan dari berbagai kalangan, sehingga terjadi konsensus Nasional yang dikarenakan situasi dan kondisi Negara yang porak poranda akibat musibah / bencana alam yang dasyat dan bertubi tubi yang akan terjadi, tidak ada yang berani tampil sebagai pemimpin nasioal karena sadar dan tahu diri. Sesungguhnya Satrio Piningit tersebut diembani oleh Sang Hyang Ismayajati (Bodronoyo) dan Direstui oleh Sang Hyang Betara Guru, Sang Hyang Wisnu menyatu dalam batin SP
    Untuk Yang terakhir yang ingin kusampaikan lewat blog ini. Kepada saudara saudaraku :
    Sungguh Sengkolo kolobendune Jagad sak isene benar benar terjadi dan akan semakin dasyat, dan tidak pandang bulu, pelaku kejawen juga harus hati hati, jangan dulu ngudi jopo montro untuk memperoleh ilmu joyo kawijayan atau sejenisnya, hendaknya sematata mata untuk nggayuh kamulyaning jati ( Jiwa Luhur) MRIH RAHAYUNING BAWONO. Wis aku pamit.

    Kadangku kabeh, wiwit dino iki titah Ulun ora tak keparengake maneh nulis ono papan iki, awet kudu ngayahi tugas, Ulun pesen marang siro kabeh sopo wae sing nindaake sabdo tinggal sing wis diwedarake, oleh karahayon nir sambikolo soko sengkolo kolobendine jagad sak isene. Wis Cukup sakmene Ulun bali ono ing papan palenggahan ulun.
    Rahayu, rahayu, rahayu kanti raharjo.

    • @sangpurbajati :
      ………Wis Cukup sakmene Ulun bali ono ing papan palenggahan ulun……….
      ___________________

      nggih mbah ndereaken, kulo nyuwun pangapunten nggih mbah bilih seratan-seratan kulo katah ingkang mboten mranani ing penggalih panjenengan.

      kulo niki taksih anem dados taksih katah kekuranganipun…. saya ini lebih banyak berpikir apa yang sesungguhnya terjadi bukan apa yang seharusnya terjadi.

      Nah, saat ini saya meilhat terjadi kesenjangan yang luar biasa antara apa yang seharusnya dan apa yang sesungguhnya terjadi. Apa yang dikatakan tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Kisruh itu terjadi dimana-mana dan sepertinya sudah direncanakan (by design).

      Bagaimana Indonesia ke depan setelah kita awali 2011 ini? saya berharap akan lebih baik walaupun mungkin juga akan lebih buruk…….

  15. mumet aku mbacanya……

    • Ya begitulah mas dadang, mumet itu karena “ga nyandak” atau karena tulisannya yang “kacau”.

      jika anak SD disodori rumus kekelan energi Einstein ya pasti mumetlah, ini namnya belum nyandak… tetapi yang susah kalau membaca suatu tulisan yang kacau, pasti juga mumet.

      Nah, anda mumet karena sebab yang mana?

      • @ Mas Prayit Yth,

        Kalau saya mumet karena mmg ga nyandak (level-nya masih SD) – apalagi kalau ngikuti komentar-nya “mbah” yg paling rajin berkomentar… malah bikin tambah mumet..

        Pun kula tak tilem kemawon, tinimbang mumet….

    • @mas Dadang…mumet,
      @mas Agung…mumet,

      …karena levelnya masih SD..!?…
      lumayan SD, saya malah jebolan UGD…
      jadi saya malah mules mumet,

      Tapi kemarin2 saya sdh teriak2 awas ada PUTINGBELIUNG…dan ini pasti ‘karya-cipta’…Begawan/Resi SANGKUNI(NG)

      • @ Ki Sikap Samin,

        he.. he.. he.. amergi kesrempet putingbeliung menika dadosaken kula mumet.. tp mboten menapa kok, mbok menawi asring kenging putingbeliung saget ndadosaken kula SAKTIMANDRAGUNA… kados “mbah” ingkang paling asring paring komen ting papan menika….

        Rahayu Mahardhika !

  16. @sangpurbajati
    Aku juga telah diberi kesempatan untuk memahami dan berdialektika dengan berbagai Roh Suci Tatanan Kadewatan, juga Gesangnya Roh Suci para Asma langgeng seluruh dunia, serta diberi kesempatan merasakan kehidupan di demensi lain yang beraneka ragam
    ——————————————–
    Menawi makaten panjanengan saget anggraoskaen ,getaran seratan kula niki ingkang asalipun saking ingkang anyebat Bopo kula saking indroloko????

  17. aku juga tidak percaya dengan berbagai aliran thoriqoh yang ada dan aku mencari diluar jalur tatanan Islam agama yang kuanut.
    ———————
    thariqoh adalah jalan menuju ka allah, masih ada tahapan lagi yaitu mengenal hakekat kemudian berujung ma’rifatullah.
    Sangpurbajati sudah merasa puas telah menemukan persepsi ttg robbil alamin (tuhan semesta alam) setelah menempuh jalan thariqoh di luar islam.
    Dia salah persepsi, dikira thariqoh itu hanya milik orang arab saja? yg kebetulan memakai bahasa arab. Setiap agama bahkan kejawen punya jalan (thariqoh) untuk menemukan/mengenal Tuhannya, pdhal dia sendiri ketika islam “mungkin” belum pernah di baiat oleh syeh-syeh atau guru tarikat sbg pembimbingnya alias islam KTP.
    Kenapa jalan menuju tuhan perlu pembimbing? karena untuk menghidari salah jalan dlm perjalanan spritual, menembus latifah-latifah mencapai ma’rifatullah dgn istilah mati sak jroning urip sangatlah sulit banyak rintangan.

    Selamat BA ucapkan kpd sangpurbajati mudah2an apa yg anda lihat dgn mata bhatin adalah benar2 yg haq yg disebut Tuhan Semesta Alam.
    “cuman yg agak bingung ada kalimat roh yg berkuasa atas jagad raya “MERUPAKAN BAGIAN” dari hakekat Yang Maha Suci itu sendiri yg oleh manusia disebut Tuhan Semesta Alam. Kalimat … “Merupakan Bagian”…. itu yg ingin sy tanyakan? mohon maaf pingin tahu.

    “kemudian diciptakan Roh Yang Berkuasa atas jagad raya yang merupakan bagian dari hakekat Yang Maha Suci itu sendiri. Yang oleh manusia disebut Tuhan Semesta Alam / Yang Jagad Pramudita / Robbil Alamin, yang selanjut atas restu Yang Maha Suci, Tuhan Seru Sekalian Alam ( dengan hakekat yang ada pada dirinya ) telah menciptakan berbagai makhluk hidup dan kehidupan sebagai penghuni diberbagai penjuru ruang dan dimensi alam semesta”
    ——————-
    kalau pernyataan beliau jujur, alangkah bahagianya sangpurbajati telah mampu ma’frifat bagaikan bima dgn bima suci ….. dan berdialog. Yg paling bahaya adalah “jika bima sucinya yg nampak adalah palsu” krn iblis mampu membo-membo.

    Oleh krn itu seorang murid membutuhkan guru (syekh) pembimbing agar tidak terjebak kpd pengakuan iblis. Untuk jaman sekarang mencari mursid/guru pembimbing yg mampu membawa diri kita mengenal sejatinya bima suci sudah sangat sulit didapat.

    Dulu, org mengira jumlah matahari hanya satu. Dia sangka kt harus menuju ke matahari krn dia yg memberi penerangan. Padahal kalau ditelusuri, jangan2 matahari saja tdk mengenal sang pemberi sinar pada dirinya. Matahari menjadi panutan planet-planet yg lainnya dgn mengitarinya.
    Tapi siapa sangka? penemuan baru, matahari ternyata jumlahnya bermilyar-milyar.
    dan matahari yg bermilyar-milyar tsb (gugusan bima sakti) justru bertawaf mengitari titik hitam yg dilambangkan pada kegiatan ibadah rukun haji tawaf mengitari ka’bah.
    dan ka’bah adalah peninggalan leluhur kita brahma/ibrahim.
    Titik hitam tsb juga terdapat di diri kita letaknya di hati kita, dan titik hitam jagad raya berada di sidratul muntaha ….. nb saw pernah kesana, makanya beliau mampu menceritakan penciptaan alam jagad raya, yg digunakan oleh ronggo warsito yaitu wirid hidayat jati, dari mulai awang-uwung sampai dgn terciptanya planet-planet sampai terciptanya kehidupan pada 3 (tiga) titik keberadaan Aku didalam rahasia, yaitu di baitul makmur di kepala, di baitul muharam dan di baitul mukdis.

    Baru taraf menyangka matahari sbg penemuannya sdh bangga, padahal salah. kesasar lah kelak matinya tidak tahu rumah-Nya.
    Kadang2 keyakinan orang2 jaman dulu suka salah dalam menebak, misalnya dahulu gereja menyatakan bumi itu datar, kemudian ditemukan teori bumi itu bulan yg menemukan teori tsb dihukum, dan ternyata memang bulat.

    Ajaran leluhur kita, untuk mengenal robbil alamin memang dgn mengolah/mengasah bhatin, kalau nb saw mengetahui alam jagad raya itu ya dibedah dadanya ….. kunci pembuka untuk bisa berbicara bahkan melihat alam seisinya ya dgn iqro bismirobik (baca jagad makrokosmos) tujukan ke dada kita, maka kita akan mampu membaca alam jagad, jagad raya itu ya al-qur’an, tentunya dgn hidayah-Nya.

    Kenapa kejawen (hadist nb disebut di negeri timur) diprediksikan yg mampu membangkitkan lagi ajaran ibrahim & nb saw ktk islam tinggal kulit. Karena untuk mengenal diri ya dgn olah rasa sejati.
    Kemungkinan bisa saja benar nb ibrahim di jawa abraham, bpknya nb saw yaitu abdullah dan mungkin nb nuh (kapal nb nuh setelah diteliti ternyata dibuat dari kayu jati dan kayu jati banyak didapat di Indonesia) adalah orang jawa.
    walahualam bishawab

  18. @mas agung
    @mas dadang
    @ki sikapsamin

    semua rombongan mumet……….., lha aku malah ketularan mumet padahal tadinya gak mumet lho….wah jangan-jangan Ki Sabdalangit juga ikut-ikutan mumet ya? tapi wong beliau yang punya blog ya pasti lebih bijaklah, toh ibaratnya Ki Sabdalangit ini samudra jadi ya memang risikonya harus bisa menerima apa saja. Mudah-mudahan, beliau bisa menjadi “juru angon” yang baik, maklumlah yang diangon kan bukan cuma bebek-bebek, kambing-kambing, tetapi juga ada gajah, kucing, trewelu/kelinci yang lucu dan singa yang galak….he…..he…..he leres nggih KI?

    masalahnya sama “mbahnya mas agung” itu lho, wah jan bikin mumet tenan………tapi juga asyiiik kok namanya demokrasi, jadi ya begitulah……setiap orang bebas berpendapat. Jika pendapatnya ternyata meneyebabbkan orang lain mumet, ya ditinggal tidur saja…..bagus itu mas agung.

    kalau saya sih tak baca sekilas saja…..langsung bablas…..

    Jujur, komentar-komentarku juga aku tidak tahu, apakah menyebabkan orang lain mumet atau tidak. Tapi mudah-mudahan gaklah, wong saya ini kan ibaratnya wayang cuma anake Ki Lurah Semar kebetulan saya suka dengan karakter Bagong,jadi sebisa mungkin komentar-komentar saya ya mengalir secara natural saja. Maka saya heran jika ada yang menilai saya sok ilmiah, saya ini bodo tetapi saya tidak buta melihat realitas. Ini mungkin bedanya, sebab banyak orang lain yang pintar tetapi tidak mau atau malas melihat realitas.

    Ketika orang lain begitu sangat mendem doa, mendem agama, mendem ramalan, mendem jabatan, mendem kekuasaan, mendem harta, mendem kemewahan, atau mendem Gustialah. saya mencoba untuk tidak pernah mendem dengan menggunkan akal, pikiran dan keyakinan yang bening.

    Misalnya, KEYAKINAN saya, alam ini sungguh sangat berlimpah ruah dan begitu cerdas dalam memberikan yang terbaik baik anak-anaknya. Yah….kita tahu anak-anak alam ini dari mulai yang tidak terlihat oleh mata sampai yang bisa terlihat oleh mata, semua dihidupi. Saya tidak tahu, bagaimana alam akhirnya tidak bisa mempertahankan anak-anaknya seperti dinosaurus dan satwa-satwa lainnya yang telah punah.

    Ular mungkin tidak pernah berdoa agar dirinya dilengkapi dengan “BISA” sebagai alat untuk mempertahankan diri, ikan lele juga mungkin tidak pernah meminta agar dirinya dilengkapi dengan sepasang patil, cumi-cumi juga mungkin tidak pernah berdoa agar dirinya dilengkapi dengan cairan pekat hitam untuk menyelematkan diri ketika diserang oleh musuh. Tetapi tanpa diminta (tanpa mereka harus dermimil berdoa), alam telah memberinya sebagai alat untuk mempertahankan hidup (survival)

    Semua itu adalah pekerjaan alam karena alam begitu sayangnya kepada setiap anak-anaknya, tanpa meminta alam sudah memberi yang terbaik. Manusia diberi yang terbaik oleh alam berupa AKAL dan PIKIRAN yang jauh lebih kompleks dari pada yang dimiliki oleh para hewan lainnya.

    Sayangnya, justru dengan akal dan pikirannya yang jauh lebih hebat kadangkala manusia justeru lebih biadab dari pada binatang, manusia lebih sadis dari pada binatang…….

    Alam memang maha bisu, sehingga sampai kapan pun DIA tidak akan pernah menceritakan kepada kita siapakah yang telah melahirkan atau menciptakan diri-NYA. Wahyu alam bukan dalam bentuk KATA-KATA melainkan dalam bentuk KENYATAAN (realitas). Alam itu tidak kakehan cangkem seperti manusia sebab alam tidak punya mulut untuk berkata-kata, alam hanya punya samudra yang maha luas, sungai yang mengalirkan air, gunung-gunung yang menjulang tinggi, bintang-bintang yang menghiasi malam, matahari yang memberi kesejukan dan kehangatan. Semua itu tidak mengeluarkan kata-kata………tetapi perbuatan…..maka pelajarilah hukum-hukum alam dengan baik, niscaya alam akan memberikan yang lebih berlimpah ruah lagi. Doanya sedikit saja yang penting PERBUATAN.

    Ada dua golongan manusia, yang satu sibuk menduga-duga siapa yang mencipta alam, yang lain sibuk “mempelajari rumus alam/fisika”. Golongan yang sibuk menduga-duga siapa yang mencipta alam melahirkan agama dan metafisika, sementara golongan yang sibuk mempelajari rumus alam menghasilkan “ilmu/episthemologi dan ontologi”.

    Walah……nanti jangan-jangan dibilang sok ilmiah lagi. yah….terserahlah, saya cuma berharap agar mas agung tidak mumet membaca komentar saya ini, he……he……he.

    • Nuwun sewu…
      @ Sdr Suprayitno,…
      iyo setuju intine “ojo kakehan cangkem,”’

      Dalbo, with love

      • Setujuuuuu…..!!!

        Tuhan menciptakan 1 mulut dan 2 telinga yg artinya “sedikit bicara banyak mendengar”…
        Terlalu banyak bicara seperti “Dol Obat” yang tidak bijaksana…. maunya bicara teruuuuus dan tidak mau mendengarkan ato menerima pendapat org lain, dumeh wis rumangsa levele duwuuurrrr…. buanget!

        Ojo dumeh….

  19. @ KAKANG SUPRAYITNO….
    Heheheheh memang maseh SD aku, kang Prayit. yo njur MUMET= MIKIR URUSAN MANUNGSO SENG TUO. kalau saya kang sing simple aja, ngikuti pelajaran SD= Sejatine Dulur
    1. Ojo rumongso biso….biso o rumongso
    2. Ojo nuruti rahsaning karep, turutono kareping rahsa
    3. Tansah eling lan waspodo
    kalau bisa seperti itu, maka orang itu jiwa raga sukma nyawa -nya merdeka. Orang seperti itu bisa meringkas raganya, jiwanya, sukmanya, nyawanya untuk menjemput ajalnya, bukan dijemput ajalnya. Hanya segelintir manusia dibumi ini yang bisa menjemput ajalnya…..
    simple to kang?

  20. Nuwun sewu…

    @ Sdr, Budak angon,
    >>>BA mau belajar dari Dalbo, bagaimana caranya membedakan antara leluhur dan jin?
    _______________________________________________________________________________
    Jwb: Telah sy katakan sebelumnya, bhw sy tdk kenal apa itu Jin, jadi itu tdk ada dlm kamus kehidupan saya, tp sy pernah dengar, dari cerita2 katanya Jin2 itu juga maklhuk halus ciptaan Tuhan, dan ini ada di conseptnya ajaran Islam, itu juga katanya, tapi ada Jin2 yg pernah sya tahu sendiri al:
    1.taJin=air putih, kental sprt susu saat orng ngliwet/ menenak nasi.
    1.Ta Jinan = Nama sebuah desa di daerah saya.
    3. Blu Jin (blue jeans) = jenis kain yg disukai anak2 muda
    4. Jin dan Jun = Film Sinetron. Dll.
    ———————————————————————————————–
    BA>>>>TS juga memandang sbg sebuah seni, indah bacaannya.
    Dalbo juga karya seninya? sama kan”
    Ingat Sdr. BA sy percaya bukan saya saja yg punya apresiasi thdp Seni, sdr2 kita di blog ini pun pasti ada, bahkan ada jutaan manusia di dunia ini yg punya rasa apresiasi thdp, seni, apakah anda masih katagorikan mereka dg gol TS? Dan perlu di ketahui rasa apresiasi thdp karya Seni adlah suatu prilaku yg luhur., Bukan hal yg keji.
    >>> Bener kata mas Dalbo sy ini hanyalah buih2 yg mengaku2 bisa bertemu dgn kekasihnya, lah sy ini memang orang bodoh, makanya sy mau belajar dari Dalbo.
    Kata sang purba jati, sy ini hanyalah bakdalnya dari salah satu aliran thoriqoh …… makanya sy mau belajar dari sang purba jati.
    Sdr. BA saya bisa merasakan bw anda sakit hati atau tersinggung dg kata2 di atas. Hal ini sama dg apa yg saya rasakan ketika anda dg gampangnya menilai/menghakimi individu/ seseorang. Spriti di bwh ini:
    “sdr Dalbo ini menurut BA mirip TS? kalau TS kembalikan ke al-qur’an & hadist. Tp Dalbo kembalikan apa yg dijarah umat islam yaitu kenikmatan ritual2 di luar diri, maksudnya kalau kejawen itu bkn spt itu tp olah rasa sejati. Yg mbuat BA kagum, TS ini memberikan jwbn dgn argumen rasional, lah kalau Dalbo ini gak ada argumen rasional kejawennya?”
    @ Sdr Budak Angon, setiap kali sy buka blog ini sy juga dg sabar membaca argumen2 anda untuk menambah wawasan, dan sy percaya anda orang yg pinter dg banyaknya referensi2

  21. hhehe…
    ijin nyimak tu Ki Sabda
    Rahayu..

  22. (lanjut)
    sejarah dan buku2, Qur’an, bahkan anda sudah mengaku telah, mengerti ttg hakekat urip sejati, tahu akan Garuda sejati, berbeda dg burung2 kecil seprti sy ini.
    Sebagi seorang yg Pinter dan linuwih, seyogianya anda mau memaklumi, sdr2 yg lainya di blog ini juga ada yg krng pintar, dan biarkan saja mereka dg argumen2 dan keterbatasanya. Jadi tidak perlulah dg kepinteran anda terus menghakimi (judge mental) trhdp individu2 yg lain. Yg namanya Ilmu itu luas, dmikian juga dg hidup dan kehidupan itu sendiri,mungkin and sbg manusia, pinter dari suatu aspek tertentu, tapi jgn lupa masih ada jutaan aspek2 lain yg anda krg pinter, hal ini akan selalu begitu dlm kehidupan ini, kan anda sdh tahu ttg hakekat urip /hidup sejati?
    Saya tidak semata2 menghakimi bahwa anda hanyalah sebuah Buih buih sj hal itu sy ungkapkan krn keragu2an sy thdp sikap2 anda sendiri yg sdh mengaku faham dg hakekat Urip sejati, dan bisa bertemu dg kekasih SP, tapi masih suka menghakimi (judge mental) sm orng yg msh SD spt Dalbo ini . ingat kan waktu sdr Sang Purbajati, melontarkan kata “musrik” anda langsung memfonis balik dg kata ini “ternyata selain Gol TS juga ada gol kejawen yg gemar menebar kt musrik”
    BA.>>>mudah2an Dalbo ini bukan nama panjenengan/cuma ID? dan mudah2an panjenengan bukan Sabdalangit?
    ___________________________________________________________________________
    Jwb: sebagai orang yg linuwih semestinya anda sudah bisa membedakan siapa Dalbo, dan siapa SABDALANGIT. Namanya saja Dalbo, ini hanya sebuah title yg biasa di berikan pada anak manusia golongn paling bawah, bukan nama tua, bukan nama2 orang2 akademis. Untuk itulah Dalbo sering nongkrong di blog untuk ngangsu kaweruh pd sdr, yg linuwih dan sekali kali belajar melemparkan argumen2 dg keterbatsan2 nya. Jadi menurut sy sngt krng evektive kalau anda mau belajar dr Dalbo. sy merasa msh ada seseorang yg /mungkin anda bisa belajar yuitu Sdri; Nur’ maaf ini bukan urusan/ wilayah saya tapi ini sekedar krentege Ati sj.
    Sdr Budak Angon, sbg manusia yg selalu kanggonan luput, Insun (Dalbo) mohon maaf yg sebener2nya maaf atas semua ucapan2 sy sebelumnya yg salah.
    Kembang sentul, Sampeyan ngalor, aku ngidul..
    Salam asah, asih asuh..

    Dalbo, with love.

  23. Salut kagem poro sedulur kabeh sing podo urun rembuk. Kapan bertindak kalau hanya saling medebat, perbedaan, kekurangan & kelebihan harus bisa saling mengisi agar bisa tercapai kemulyaning urip, tolng tinggalkan ke”Aku”-nya masing2 klau masih mau/terpanggil jiwa hidupnya untuk bisa berbuat sesuatu & mewarikan sesuatu kebanggaan yang bisa dikenang anak cucu sebelum kita pensiun dari alam dunia.####

    • @arthajati
      betul mas, sesama kusir harus rukun..
      artha (=uang), arthajati= uang sejati ? = nyuwun dong sedikit.

      @Dalbo
      sebagai orang yg linuwih semestinya anda sudah bisa membedakan siapa Dalbo, dan siapa SABDALANGIT..

      mas Dalbo itu kulitnya..kalo Sabdalangit itu pancer nya (sami mawon nggeh..hh)

  24. sang dalang terlambat sampai di kediaman kang sabda
    nek arep nanggap wayang ya jangan lupa suguhannya disiapkan buat sang dalang.
    mbah dalang, ini suguhan sudah kami siapkan
    kopi pahit, kopi manis, teh pahit, teh manis dan air putih sebagai lambang sedulur papat kelima pancer ya sdr2 kita yg lahir bareng di dunia ini, monggo dipersilahkan ….. wah terima kasih, enak tenan sruput …. apa ada lagi?

    mbah dalang kan senang rokok, krn kami nggak tahu rokok kesenangan mbah dalang maka sengaja kami sediakan berbagai merek rokok, ada rokok sampurna, gudang garam kretek, djie sam soe dan djarum.
    apa rokok sampurna mbahe suka? rokok sampurna melambangkan mbahe sudah sampurna uripe, silahkan diterima …. wah sampaian jangan menghina dalang ya! walaupun sy dalang sy ini belum sempurna, masih belajar. aku moh rokok iki.
    ini rokok gudang garam? maksudnya mbahe kan sudah banyak makan asam garam, pengalamane segudang, monggo diterima. …… jangan begitu ah, aku ini kan sudah bilang aku ini masih belajar, gak mau ah rokok itu.
    ini rokok djie sam soe, tapi aku gak ngerti maknanya, aku mau tanya dulu sama kang sabda atau teman2 disini yg lagi nonton … ya udah simpen saja, nanti kalau sudah tahu maknanya aku mau ya.
    ini rokok jarum maknanya jarang dirumah suka perempuan … lah yang ini aja hhh …. dalangnya masih suka perempuan sih.
    apa perlu rokok yg merek ardath, mau? apa maknanya? aku rela digituin asal tidak hamil … ogah ah aku gak hobi selingkung (selingan keluarga utuh).

    apa ada lagi yg lain?
    ini ada buah delima, mau? apa maksudnya? maksudnya aku minta duit! …. aih dalangnya lagi bokek gak gableg duit kok malah diminta duit.
    apa ada lagi? gak ada lagi ya ini yang ada, bunga mau? mau sih asal bunga bank .. hhh ….

    Kocap kacarita sang dalang sanggup dalang walaupun dikasih upah minuman dan rokok jarum…….

    para ulama2 alumni padepokan sunan ampel yg mengabdi kpd glagah wangi/demak lagi pada mumet …. mumet …. kenapa mumet?
    krn gak ngerti … level makomnya masih dibawah sekh siti jenar, mungkin ulama alumni padepokan sunan ampel ini, ketika belajar sering bolos atau bisa juga titip absen pada temen2nya?

    Kami utusan raja demak, diutus untuk menyampaikan undangan agar syek siti jenar sudi menghadap raja demak …… tolong sampaikan kpd rajamu “sekh siti jenar tidak ada yang ada allah”.

    (Maksudnya, ketika syekh siti jenar sdg menghadirkan gerak hadir allah, maka getaran allah lah yg ada/hadir atau yg sdg bicara, beliau mampu menggulung sifat dua puluh pada dirinya)

    Rombongan tsb mumet mendengar keterangan syekh siti jenar. mrk bergegas pulang menghadap rajanya melaporkan kegagalan membawa sekh siti jenar.
    ya udah gini aja, agar kembali lagi ke kediaman syekh siti jenar, agar allah menghadap raja demak.

    rombongan yg mumet itu kembali lagi ke pesanggrahan sekh siti jenar, untuk menyampaikan surat yg isinya agar allah menghadap raja demak.
    “tolong sampaikan kpd rajamu allah tidak ada yg ada syekh siti jenar”

    mumet lagi ……….

    (maksudnya ketika syekh siti jenar tidak sedang menghadirkan gerak hadir allah maka refleksi yg adalah pribadi syekh siti jenar sendiri yg ada).

    Cerita tsb merupakan cerita mistik tingkat tinggi.
    Ada sosok ulama dari cirebon yg mampu membawa syek siti jenar menghadap raja demak yaitu Eyang Elang Ali Sajagad dari Cirebon Girang.
    Ketika berdua berhadapan, keduanya sama2 menghadirkan gerak hadir allah.
    Syekh siti jenar adalah sosok manusia yg hanya menurut atas perintah allah, maka ketika eyang elang bilang bahwa allah memerintahkan agar syekh siti jenar menghadap raja demak dan sunan gunung jati, maka perintah allah tsb oleh syekh siti jenar dipatuhinya. artinya sekh siti jenar hanya patuh kpd allah bukan kpd makhluk walaupun seorang raja sekalipun. Itu makna yg tersirat dari cerita tsb. walahualam bishawab.

    • CRITANE TAMBAH BUAT MUMET AKU KANG……. HUFFFT

    • CRITANE TAMBAH BUAT MUMET AKU KANG……. HUFFFT
      DALANG ITU APA?
      DALANG ITU SIAPA?
      DALANG ITU DIMANA?
      DALANG ITU KENAPA?

    • Arti Istilah Dalang
      Buku Renungan Pertunjukan Wayang Kulit karya Dr. Seno Sastroamidjojo disebutkan bahwa kata dalang berasal dari kata Wedha dan Wulang.
      Adapun yang dimaksud Wedha adalah kitab suci agama Hindu yang memuat ajaran agama, peraturan hidup dan kehidupan manusia di dalam masyarakat, terutama yang menuju ke arah kesempurnaan hidup.
      Wulang berarti ajaran atau petuah, mulang berarti mengajar.
      Istilah dalang adalah seorang ahli yang mempunyai kejujuran dan kewajiban memberi pelajaran wejangan, uraian atau tafsiran tentang kitab suci Wedha beserta maknanya kepada masyarakat.
      Dalang juga berasal dari kata dalung atau disebut blencong, yaitu alat penerang tradisional. Dengan adanya pendapat tersebut fungsi dalang di masyarakat adalah sebagai juru penerang.
      Dalang berasal dari kata Angudal Piwulang.
      Angudal artinya menceritakan, membeberkan, mengucapkan dan menerangkan seluruh isi hatinya.
      Piwulang artinya petuah atau nasehat.
      Dengan pendapat tersebut maka dalang adalah seorang pendidik atau pembimbing masyarakat atau guru masyarakat. Istilah dalang berasal dari kata Talang artinya saluran air pada atap.

      Jadi kata dalang disamakan dengan talang yang dapat diartikan sebagai saluran air. Dalam hal ini, dalang dimaksud sebagai penghubung atau penyalur antara dunia manusia dan dunia roh.

    • Dalang itu pemberi ruh ats setiap wayang kulit
      yg diijinkan tampil

      Saat ini yg lakon yg sesuai agar KUTUKAN BUMI bisa pudar adalah
      “dewa ruci meruat bumi dari kalabendu”

      • @ KAKANG BA;

        KALAUPUN BEGITU APA BEDANYA MANUSIA DGN WAYANG KULIT? WONG KITA DIATUR JUGA OLEH GUSTI ALLAH, KITA DIBERI SKENARIO HIDUP. ADA YG DAPAT SKENARIO JAHAT, ADA YG DAPAT SKENARIO BAIK. HANYA SAJA KITA TIDAK TAHU CERITA AKHIRNYA DARI GUSTI ALLAH. SEMUA HAK GUSTI ALLAH SENDIRI

        WAYANG JUGA BEGITU ADA TOKOH JAHAT, ADA TOKOH BAIK, SEMUA NURUT LAKON DARI SANG DALANG TANPA TAHU CERITA AKHIRNYA HANYA MENJALANINYA BERDASAR DALANG YG MEMAINKAN CERITANYA. SEMUA HAK DALANG SENDIRI JUGA

        KALAU ADA MANUSIA YG TAHU SKENARIO GUSTI ALLAH, SEBAGAIMANA WAYANG TAHU LAKON CRITA DARI DALANGNYA APAKAH BISA?
        KALAU HAL SEPERTI ITU APA NDAK MENYALAHI LAKUNING URIP?

      • wayang kulit = tontontan, pesan2 luhur berupa tatanan dan tuntunan kehidupan … dgn harapan setelah Mas Dadang sbg penonton, setelah nonton wayang dapat menyerap tatanan/tuntunan dari sang Dalang.
        Tapi kalau mumet ….. ya gmn?

        lah kalau manusia spt kita2 ini? berkarakter jenis wayang yang mana sengkuni, begawan drona, bima, bagong atau yg mana?

        Jawaban ini aja lah biar gak mumet

        Kalau saya lebih condong wayangnya adalah INDRAJIT tapi versi crita jawa bukan versi citra India.

        Begini critanya :

        Menurut versi pewayangan Jawa, Indrajit bukan putra kandung Rahwana, melainkan hasil ciptaan Wibisana.
        Saat itu istri Rahwana yang bernama Dewi Kanung sedang mengandung bayi perempuan reinkarnasi seorang pertapa wanita bernama Widawati. Rahwana bersumpah akan menikahi putrinya itu jika kelak lahir, karena Widawati merupakan cinta pertamanya.

        Ketika Kanung melahirkan, Rahwana sedang berada di luar istana. Wibisana segera mengambil bayi perempuan tersebut dan dihanyutkan ke sungai dalam sebuah peti. Bayi itu terbawa arus sampai ke Kerajaan Mantili dan ditemukan oleh raja negeri tersebut yang bernama Janaka. Janaka memungut bayi putri Rahwana tersebut sebagai anak angkat dengan diberi nama Sinta.

        Sementara itu, Wibisana menciptakan bayi laki-laki dari segumpal awan yang diberi nama Indrajit. Bayi Indrajit diserahkan kepada Rahwana. Rahwana kecewa dan berniat membunuh Indrajit. Ternyata semakin dihajar Indrajit justru semakin tumbuh dewasa. Rahwana berubah pikiran dan mengakuinya sebagai anak.

        Indrajit kemudian bertempat tinggal di Kasatrian Bikukungpura. Istrinya seorang bidadari bernama Dewi Indrarum.

        Dalam perang besar melawan bala tentara Sri Rama, Indrajit mengerahkan pusaka Nagapasa. Muncul ribuan ular menyerang pasukan Wanara. Namun semua itu dapat ditaklukkan oleh burung Garuda ciptaan Laksmana. Indrajit kemudian mengerahkan ilmu Sirep Begananda, membuat Rama, Laksmana, dan seluruh pengikut mereka roboh tak berdaya. Mereka tertidur bagaikan orang mati.

        Hanya Wibisana dan Hanoman yang tetap terjaga. Hanoman berangkat ke Gunung Maliyawan untuk mengambil tanaman Sandilata, sedangkan Wibisana menghadapi Indrajit. Wibisana menceritakan asal-usul Indrajit yang sebenarnya. Indrajit akhirnya sadar bahwa selama ini ia bersalah telah membela angkara murka Rahwana. Ia pun meminta agar Wibisana mengembalikan dirinya ke asal-muasalnya.

        Indrajit kemudian mengheningkan cipta, sedangkan Wibisana melepaskan pusaka Dipasanjata ke arahnya. Tubuh Indrajit pun musnah seketika, dan kembali menjadi awan putih di angkasa.

        Itulah karakter BA hhh ……..

  25. sebuah penampakan seperti nonton film layar lebar dari SP (seorang pinilih) bunda maria yang dalam setiap penampakannya selalu terpejam matanya penuh ketentraman, disamping kiri dan kanannya adalah yesus dan muhammad, ibu seorang nabi lebih tinggi kedudukannya dari nabi itu sendiri, walau bagaimana pun nabi ngabekti terhadap ibunya, yesus dalam setiap penampakannya selalu membentangkan tangannya, mereka bertiga tampak melayang menenbus matahari, tentu saja matahari yang setiap hari kita lihat

  26. Wayang mumet keblinger….
    hit n run….
    gemesss…. aku!

    @BA
    Met kenal Bos Aset,
    kapan cair…?
    gemes nih terlalu lama cairnya….
    bisa2 jadi SP ato paling tidak Menkeunya SP…. Amiiiinnnnn……!!!

    • Baca tulisan ku th 2011 jadi senyum senyum sendiri he3 lucu
      Sekarang tahun 2017
      Sy jd bos aset, kapan assetnya cair? he3

      Seksenono ono kejadian apa pd tgl 17-7-2017, ini mungkin jawaban dari leluhur

      Salam rahayu

  27. Es kali cair ….hhh
    semuanya kompak pd “urip”, pasti cair!! itu es nya …

  28. menurut ilmu budha ruh adalah energi, menurut para sufi ruh adalah kehidupan yang meliputi segala sesuatu, sedangkan alam semesta (materi) adalah tubuhnya, kehidupan bisa ada karena digerakan oleh energi, dan menurut teori Bang (ledakan) awal mulanya adalah sumber energi yang berupa bintang meledak dan gelombang ledakannya terus mengembang sampai sekarang alam semesta terus berkembang, debu bintang karena paling ringan jatuh dan mengendap terakhir di bumi dan menjadi humus dipermukaan bumi, kita belum diberi tahu apakah ada kehidupan diluar sana dibawah naungan matahari2 yang lain….. jadi bintang lebih purba dari tanah/humus

  29. Apa itu ALLAH? ALIF lebur ke LAM LAM lebur ke HU lebur ke URIP. Dimanakah kediaman URIP? Berada di susuhing angin.
    Angin kalamullah yg menghidupi.
    Itu yg dituju! Jgn ragu!
    Ayo! mumpung blm terlambat! Cegah! buka agama kang samar-samar … pasti cair!!
    Islam, budha & agama2 lain itu satu/sama yaitu
    urip.

  30. Ayo kita buktikan! Nafas mlebu/masuk anda rasa-kan bunyinya kan HU?
    Coba anda ganti dgn bunyi nafas-Nya dgn yg lain, misalnya HA atau gusti atau yg lainnya … Gak bisa lah! Tetap bunyi HU!
    Kejawen adalah OLAH RASA URIP itulah yg dimaksud dgn hakekat, sampai kt kenal/ma’rifat kalau wayang (sbg bima) kenal bima suci-Nya (isinya HU).
    Itulah rasional kejawen olah rasa sejati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: