Pesan Dari GERBANG TINATAR TROWULAN

Tujuan utama ke Trowulan terutama untuk mundi dawuh perintah langsung dari Sri Narpati Brawijaya V yang di luar dugaan kami terima beberapa hari sebelum mengambil keputusan bulat untuk menghadiri undangan Mas Panji Trisula (Bustanus Salatin) salah seorang Ketua IPPNU Jatim periode th 2000, dalam acara “Sarasehan Bulan Purnama ; Memperingati Turunnya Wahyu Makutharama” yang diadakan di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto Prop Jawa Timur. Selain itu kami berserta rombongan ingin sekali mewujudkan rasa berbakti kepada para leluhur besar bumiputra perintis dan penopang kejayaan Nusantara di masa lalu, tidak dengan cara enaknya sendiri mulut sekedar komat-kamit saja dari rumah. Sikap berbakti akan lebih berharga jika diwujudkan dalam tindakan nyata dengan cara marak sowan mengunjungi petilasan pepunden untuk tujuan napak tilas serta atur pisungsung sembah bekti kepada para leluhur besar Nusantara. Tidak cukup berhenti di situ, lebih penting adalah mengambil pelajaran berharga yang selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Jika peduli dan mau, kita sebagai generasi penerus bangsa sudah semestinya melakukan koreksi atas perjalanan sejarah bangsa besar ini di masa lalu pernah lepas kendali hingga kini berkembang kian salah kaprah. Tidak semata sebagai sebuah kesalahan kebijakan masa lalu, tetapi tingginya sikap toleransi  para pendahulu bangsa terutama terhadap anasir sistem kepercayaan (religi) yang berasal dari budaya asing. Toleransi tinggi para pendahulu bangsa berhubungan dengan tingginya pemahaman tentang apa sejatinya religi dan sistem kepercayaan. Toleransi menumbuhkan prasangka baik dan kelonggaran sikap terhadap unsur asing walau banyak perbedaan secara esensial. Namun hal itu justru dimanfaatkan oleh para jahil pembawa anasir asing sebagai suatu kesempatan untuk menjalankan kepentingannya sendiri. Namun dalam perkembangannya, sistem sosial dan politik berkembang secara liar tidak seperti yang diharapkan oleh para leluhur besar perintis Nusantara. Bahkan hingga kini dampak buruknya kian dirasakan oleh generasi sekarang.

Apabila mau jujur dan para sejarawan bersama arkeolog mau meluruskan sejarah tentu akan ditemukan banyak kepalsuan dalam “dongeng-dongeng” yang dikemas seolah bagaikan suatu kejujuran sejarah nasional. Terutama cerita-cerita tentang masuknya para saudagar Belanda, India, maupun saudagar Mesir, dan Turki yang sangat tergiur oleh gemah ripahnya Nusantara. Kisah-kisah masuknya saudagar ke Bumi Nusantara selanjutnya dirombak berupa “dongeng-dongeng” yang mengimajinasikan tokoh sakti mandraguna yang perjalanan hidupnya penuh perjuangan mengatasnamakan tuhan. Sebagai salah satu trik kolonialisme, di dalamnya terdapat intrik-intrik politik dagang dan perebutan kekuasaan yang didukung melalui penciptaan cerita adu kesaktian antara para saudagar yang dicitrakan selalu benar versus penduduk asli pribumi yang dicitrakan sebagai yang selalu salah bahkan musuh tuhan. Ya..semua itu masih dalam kerangka proyek pemenangan politik dagang. Mayoritas anak bangsa mungkin termasuk kita-kita ini para pembaca, mungkin merupakan anak turun dari para pendahulu bangsa yang menjadi korban atas pencitraan tendensius dan subyektif dari para saudagar bersama pendukungnya. Meluruskan sejarah bangsa besar ini menjadi tugas generasi penrus bangsa, agar supaya yang benar tampak benar, yang salah terbongkar kedoknya. Sehingga dapat dijadikan pelajaran berharga bagi generasi berikutnya yang ingin mengerti kesejatian hidup ini apa adanya dan apa sesungguhnya.

Dalam cara pandang sosio-ekonomis, jika Anda ingin memenangkan persaingan marketing, ada dua kiat jitu yang bisa ditempuh, pertama, susupkan barang dagangan ke dalam unsur budaya lokal calon konsumen. Kedua, kuasai, dominasi, dan setir pola pikir calon konsumen agar supaya mengikuti kemauan si marketing. Tentu Anda akan menjadi marketing yang sukses menangguk keuntungan besar.  Apalagi “kolonialisasi” dan dominasi terhadap pola pikir konsumen melalui berbagai doktrin. Selanjutnya, Anda tinggal menyingkirkan pesaing-pesaing bisnis, dengan cara politik adu domba, aktif menciptakan wacana friksi dan gap, serta sibuk menumbuhkan konflik-konflik antara elemen-elemen kekuatan para pesaing. Dalam hal ini kearifan lokal (local wisdom) dan kerajaan-kerajaan yang masih eksis memegang teguh budaya dan tradisi bumipertiwi dapat diperankan sebagai pesaing paling diperhitungkan. Ternyata, politik devide et impera-nya Belanda hanya sekedar meniru politik a la saudagar asing. Tengok saja periode sejarah sebelum masa kedatangan para saudagar, sejarah kerajaan Nusantara abad Sebelum Masehi (kerajaan pertama Kutai Lama) hingga akhir abad 12 masa Majapahit awal, perang atau konflik antara kerajaan sangat jarang terjadi. Namun semenjak abad 14 terjadi peningkatan intensitas konflik. Selain dengan cara tersebut, penjajahan paling efektif bisa ditempuh melalui cara “perkawinan silang” antara penjajah dengan pribumi, di mana peran suami lebih banyak diisi oleh laki-laki penjajah, sedangkan peran istri diisi oleh mayoritas perempuan pribumi. Hal ini bertujuan tentu saja untuk mengamankan kepentingan,aset dan meluaskan otoritas kaum penjajah yang menganut sistem patrilineal. Yang terpenting bukanlah menggugat siapa yang melahirkan diri kita. Tetapi apa yang telah kita perbuat terhadap kepalsuan sejarah? Berani jujurkah generasi penerus bangsa ini? Ataukah kronologi sejarah dan jejak-jejak kaki sejarah bangsa ini akan tetap ditopang oleh pondasi sejarah palsu? Kain pel yang kotor, tak akan bisa membersihkan lantai kotor tuan !

Kata Bung Karno,”Jasmerah ! Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (yang jujur obyektif). Di zaman modern dan serba terbuka ini, walau masih ada sebagian orang yang bernafsu untuk memelintir sejarah sesuai kepentingannya, sudah pasti..sejarah akan meluruskan dirinya sendiri. Sesuatu yang dianggap kebenaran mutlak di masa lalu, bisa saja terkoreksi oleh temuan-temuan baru. Sejarah palsu hanya bisa berbohong dalam kurun waktu yang tidak tak terbatas. Tidak selamanya bau bangkai dapat disimpan rapat-rapat. Kini, generasi muda musti menyingkap bau bangkai itu, atau menyiapkan “kain pel” yang benar-benar bersih. Generasi bangsa musti melakukan koreksi signifikan untuk misi utama menyelamatkan Nusantara dari ambang kehancuran total. Kurang apa lagi? Nusantara adalah singgasana, adalah rumah pribadi, surga yang nyata dan bukan imajiner bagi anak-anak negeri, bagi rakyat Indonesia. Dan kita semua, generasi penerus bangsa sebagai tuan rumahnya, tentu saja di rumah pribadi kita Nusantara. Namun saat ini lain kenyataannya, kita menjadi jongos di rumah sendiri, kita dipaksa mengabdi, membabukan diri kepada para “tamu” di rumah kita sendiri. Tamu mbagekake sing duwe omah. Kita tertindas di negeri sendiri, oleh penjajah yang berdaging berdarah sebagai WNI, tetapi berisi jiwa-jiwa yang tak ubahnya onggokan sampah kepentingan, tumpukan kebekuan pola pikir, dan jiwa yang berisi komitmen jahil yang loyal dan berporos kepada para penjajah dari negeri antah-berantah.  Banyak orang lebih suka napak tilas dan berziarah kepada leluhur luar negri nun jauh di sana yang sama sekali tak ada hubungan ras, bangsa, suku, apalagi kerabat sodara. Sekalipun menghabiskan beaya puluhan juta tetap dilakoninya dengan harapan surga, sebaliknya terhadap leluhurnya sendiri tidak berbakti, kuburannya terbengkalai penuh ilalang, kotor tidak pernah diopeni. Lantas di mana sang hatinurani?? Sementara harta warisannya sampai kini masih mereka nikmati, bahkan sebagian telah dijual untuk ngabekti kepada leluhur-leluhur asing nun jauh di luar negeri. Mau diakui ataupun dipungkiri, pasti kualat akan datang menghampiri, kualat yang datang dari sikap perilakunya sendiri. Jadilah wajah Nusantara yang seperti ini. Rupa-rupa musibah dan bencana datang silih berganti, menerpa anak negeri yang lupa diri, lebih suka memuaskan nafsu dan imajinasi. Potret negeri di mana generasi penerusnya durhaka kepada sang ibu pertiwi.

Saat ini, tanggal 17 Juli, sebentar lagi Nusantara akan “bersih-bersih” diri. Goro-goro gung tan kena den pungkiri. Murih tinarbukaning gapura gamabudi. Jaya nusawantara den enteni. Kang kadapuk dadi pambuka, iya satria kang jumedul ing pulo Semar Badranaya, sisih wetan sangkan ira. Mula den eling den êmut, menawa ana Candra-ning Negoro. Iya iku satria kang piningit, datan aran ratu adil, nanging kang jumeneng dadi satria nagari Pambukaning Gapura.

Imperialisme Baru

Bentuk imperialisme yang melebihi model penjajahan terhadap daerah koloni, bilamana yang dijajah adalah kemerdekaan fikir dan pembunuhan atas kesadaran spiritual generasi penerus bangsa. Pola fikir dan kesadaran spiritual, adalah dua pilar yang membentuk karakter bangsa. Dan terbukti saat ini bangsa Indonesia telah kehilangan karakternya. Merupakan kenyataan tak dapat ditutup-tutupi lagi, kini telah lahir generasi di mana kesadaran spiritualnya tergembok rapat di dalam tempurung kebodohan. Malah dengar-dengar akan ada generasi akhir yang akan diberi julukan si makhluk bermata satu yang suka gentayangan untuk memutar balik fakta dengan cara berdagang kata-kata manis berbalut angin syurga. Makhluk bermaga satu bafangkali kiasan yang menggambarkan suatu pemahaman dangkal bahwa kebenaran dan ketuhanan hanya boleh didefinisikan melalui satu cara saja.  Yakni satu persepsi, atau satu cara pandang. Konsekuensinya, apapun persepsi tentang kebenaran, keyakinan, dan tentang tuhan di luar persepsi itu mendapat label sebagai bentuk kesesatan.  POLA PIKIR semacam ini akan menjadi generasi anti-toleran, yakni generasi anti perbedaan pendapat. Tidak mau berbaik sangka dengan berfikiran positif-konstruktif terhadap segala perbedaan. Tentu saja realitas sosial semacam itu bertentangan dengan hukum alam. Dan siapapun, apapun, jika bertentangan dengan hukum alam, alamlah yang akan meleburNYA.

MAKHLUK mata satu, bagaikan hantu gentayangan sana-sini memutarbalikan fakta antara kebenaran dengan ilusi. Antara kebohongan dengan kejujuran. Apabila segala kepalsuan dan kebohongan itu terbongkar oleh temuan-temuan baru, dan oleh evolusi kesadaran manusia-manusia generasi baru, selanjutnya pola pikir masyarakat dunia akan segera berganti dengan paradigma pikir baru yang lebih realistis, membumi dan penuh nilai-nilai humanis. Saat itulah terjadi “kiamat” bukan maksud kehancuran planet bumi bersama jagad semesta, melainkan  kebangkrutan total segala macam “spiritual” lama yang penuh ilusi. Lants kelak hanyalah kejujuran yang akan tersisa. Seyogyanya kita lihat dan kita buktikan bersama-sama saja perkembangannya.

Alam bersifat dinamis dalam perubahannya. Bagi yang mampu beradaptasi dengan kehendak alam, pada gilirannya kekuatan alam akan mendaur ulang menjadi generasi baru yang memiliki kesadaran kosmologis yang selaras, sinergis dan harmonis dengan hukum alam. Mereka akan lahir sebagai manusia sejati yang mengerti diri sejati, dan memahami apa sejatinya hidup ini. Sebaliknya yang menolak koreksi alam dan hukum dinamika zaman, akan semakin sulit menyadari bahwa dirinya telah dirundung sakit jiwa yang berkepanjangan.

NAPAK TILAS dan PERISTIWA PENUH ARTI

Motivasi kehadiran rombongan kami dalam rangka ikut serta berkumpul bersama seluruh sedulur dari berbagai kalangan yang hadir di acara sakral Sarasehan Bulan Purnama dengan tema Memperingai Turunnya Wahyu Makutharama, yang dipandegani oleh Mas Panji Trisula (Bustanus Salatin).Terimakasih tak terhingga atas segala sambutan dan kehangatan paseduluran dari sedulur-sedulur yang hadir dalam acara tsb. Sungguh bagai oasis menyejukkan dahaga spiritual di tengah panasnya terpaan the desert storm “badai gurun” yang melanda Nusantara saat ini. Kami berharap apa yang telah dilakukannya menjadi amal kebaikan yang berkausalitas atas berlimpahnya berkah dari para leluhur besar Kerajaan Majapahit. Kebaikan-kebaikan yang dilakukan akan menjadi pagar gaib yang melindungi diri sendiri, menjadikan diri tak bisa dicelakai orang dan selalu menemukan keberuntungan dalam setiap langkahnya.

Hujan Sebagai Pertanda Baik

Pukul 16.30 wib kendaraan terus melaju meninggalkan kota Jombang. Arah kendaraan menuju Kec.Trowulan Kab Mojokerto. Walau musim kemarau sedang berada dalam puncaknya, namun tiba-tiba turun hujan dengan derasnya. Seperti biasa, fenomena hujan deras seringkali mewarnai dalam tiap acara-acara sakral yang berhubungan dengan leluhur besar. Tidak hanya terjadi di Jawa, Sunda, Bali, Sumatera bahkan hingga di Kalimantan. Dalam tradisi Jawa, hujan yang tidak lazim terjadi itu sebagai pertanda diterimanya acara atau ritual yang akan kita laksanakan. Hujan pertanda baik biasanya terjadi beberapa saat sebelum acara dimulai, namun menjelang acara dimulai hujan akan reda kembali. Pukul 17.00 Wib (Jawa: pitulas, alias simbol bermakna “pitulungan lan kawelasan“) karena kami merasakan misteri daya tarik energi yang sangat kuat, akhirnya rombongan kami berempat memutuskan untuk berhenti tepatnya di Depot Arema di Jl Raya Jombang-Mojokerto, yang ternyata berjarak 2,100 meter dari Sitihinggil Trowulan. Sarasehan Bulan Purnama merupakan acara sakral dilaksanakan setiap siklus 210 hari. Sejenak rombongan kami menyeruput secangkir kopi, sementara itu terasa semakin kuat daya tarik energi. Pelacakan sumber energi menemukan datangnya energi itu berasal dari kolam raksasa Tambak Segaran. Kolam raksasa buatan manusia, sebagai situs peninggalan Majapahit yang telah berumur kurang lebih 800-900 tahun.

Pukul 17.30 wib hujan kembali reda. Dengan beberapa pertimbangan, kami memutuskan untuk kulonuwun terlebih dahulu kepada para leluhur yang berada di gerbang Siti Hinggil Trowulan dan kepada Panpel. Pada jam 19.00 wib atau jam 7 malam, dari Sasono Hinggil kami merapat ke Kolam Tambak Segaran yang berjarak hanya sekitar 1,7 km. Di lokasi kolam Tambak Segaran sudah menunggu dulur-dulur wetan ; Ki Camat Kec. Taman (Ki Amig alias Ki Juru Taman), Ki Wongalus (KWA), Mas Kumitir (Alang-alang kumitir). Ditambah rombongan kami berempat, saya bersama istri, Mas Harimurti dari Jogja dan Mas Andreas dari Jakarta, sehingga jumlah rombongan kami ada 7 (pitulungan) orang. Ditambah satu lagi Mas Setyo yang sudah jumeneng caraka mandireng pribadi yang sudah beberapa hari di lokasi. Kami mulai “neng” (meneng/jumeneng; berdiam raga dan konsentrasi untuk membangunkan kesadaran rasa sejati), dengan tujuan untuk meraih “ning” (wening/kebeningan atau ketajaman batin), sambil maneges kepada Jagadnata dan Para Leluhur Majapahit dengan harapan siapa tahu mendapat “nung” (kesinungan) berkah agung.

Gerbang Metafisika

Beberapa menit hanya menyisakan kesunyian memagut yang membawa perasaan keheningan dan kedamaian begitu dalam. Membawa suasana hati yang tenteram. Kita bersihkan hati dari segala macam penghalang, bersihkan dari perasaan iri dan dengki. Kita netralkan dan beningkan pikiran dari segala prasangka buruk dan berbagai ilusi-halusinasi. Beberapa saat setelah kami menghaturkan sesaji menabur bunga sebagai pertanda “kulanuwun” dan salah satu upaya sembah bekti, attunment/penyelarasan, mensinergikan dengan getaran jagad semesta. Tak berapa lama kemudian gayung mulai bersambut. Segera tampak tanda kehadiran para abdidalem (pegawai kerajaan) Majapahit di masa lalu sebagai pertanda adanya sambutan “tuan rumah”. Saat itu belum juga tampak kehadiran leluhur Ratu Gung Binatara. Namun pada saat jarum jam menunjukkan pukul 20.10 wib (2010) kabut putih dan sangat tebal mendadak turun, kami melihat antara dimensi fisik dan metafisik sedang terjadi proses persisihan, seolah saling mendekatkan “jarak” di antaranya. Beberapa detik kemudian, terbukalah gerbang dimensi metafisik. Secara kasat mata, yang tampak sedikit berbeda dengan pemandangan sesungguhnya. Tujuh orang, semua melihat kabut putih begitu tebal, disertai hawa dingin, dan sedikit rintikan gerimis bagai percikan embun yang sangat menyejukkan. Di tengah kabut putih tebal itu, tepat di atas permukaan air tampak jelas muncul lingkaran bundar simetris berdiameter kurang lebih 20 meter. Bentuk dan warnanya sangat jelas karena saat itu bulan purnama sedang kuat memancarkan sinarnya. Di dalam lingkaran itu keadaannya sama sekali bersih dari kabut sehingga tampak lah warna bening kehitaman, tetapi jika dilihat dengan mata batin, segera tampak warna bening transparan membentuk lobang besar. Dalam waktu sekitar 20 menit, lingkaran tersebut berubah konfigurasi dari bentuk lingkaran, kemudian kedua sisi kiri-kanan perlahan berubah memanjang (mulur) membentuk alur panjang melengkung menjadi garis setengah lingkaran yang berdiameter lebih besar. Kedua ujung setengah lingkaran masing-masing menyentuh dinding kolam. Hingga tampak ada garis lengkungan (setengah lingkaran) besar seolah mengurung 7 orang rombongan kami. Bening, kehitaman, perlahan semakin mendekati posisi kami duduk bermeditasi, hingga berjarak sekitar 5 meter tepat di depan kami. Pada saat itu tampaklah titik cahaya putih terang berkilau di dasar air, yang dapat disaksikan sebagian besar anggota rombongan kami. Titik cahaya itu hanya sebesar lampu sein mobil, walaupun berada di dalam air ia memancarkan warna putih berkilau yang cukup terang. Benda misteri itu ternyata wujud Kalpika (cincin pusaka) milik Sri Narpati Brawijaya. Tepat pada pukul 20.40 wib, hanya dalam waktu kurang dari 2 menit, semua fenomena tersebut menjadi pudar dan lenyap dengan cepatnya. Lingkaran besar itu dengan cepatnya sirna kembali bagaikan tirai yang dibentangkan untuk menutup jendela. Pemandangan berganti dengan kabut putih tebal bagai layar terkembang menutupi permukaan air, sakral dan mistis seolah-olah “pagelaran wayang” akan segera dimulai. Saat itu di kejauhan terdengar sayup-sayup suara gending. Semoga suara gending itu merupakan isyarat pembuka mengiringi layar Nusantara yang mulai terkembang.

Misteri kolam mulai tersibak. Secara fisik berupa kolam raksasa dengan ukuran lebar sekitar 80 meter x 300 meter, namun secara metafisik merupakan Keraton Majapahit yang masih “eksis” hingga saat ini. Hanya bedanya, para penghuninya sudah melakukan proses  “metamorfosis”,  menjalani kehidupan sejati dengan tidak menggunakan jasad lagi. Mereka sekedar pindah dimensi saja. Mereka adalah generasi pendahulu kita yang sudah lahir ke dalam kehidupan sejati setelah sekian lama “sang janin” berada di dalam kandungan ibu pertiwi, di dalam rahim mercapada.

Rombongan kami segera beranjak kembali ke Sasono Hinggil Trowulan, di mana Mas Panji Trisula dan seluruh hadirin telah siap memulai mata acara. Tepat pada pukul 21.00 Wib (210) kami tiba di Pendopo Siti Hinggil. Saya semakin memahami apa yang disampaikan Mas Panji tentang siklus 210 hari. Sejak awal saya dihubungi Mas Panji saya meminta beliau memberi jadwal bicara pada pukul 21.00 wib dengan suatu alasan…entah! Saya hanya mengikuti getaran nurani saja dan kini semuanya sudah tejawab. Kata Mas Panji Trisula, acara sarasehan ini ternyata dilakukan dalam Siklus 210 hari sekali.mirip metamorfosa sel yang akan berkembang biak menjadi banyak kemudian menyebar benih di seluruh penjuru. Kajian Mikrobiologi siklus 210 harian dari Gede Junidwaja. Menurut beliau yang dulu punya bos bule dari USA seorang master biokimia lama tinggal di Bali dan sangat rajin melakukan riset mandiri. Menurut hipotesisnya ini terkait dengan telomere sel. Umur sel rata-rata 210 hari. “Sel di organ kita hari ini, akan berganti 210 hari lagi, jadi sel-sel buruk diubah paling  cepat 210 hari. Kuningan adalah nama wuku ke duabelas dalam tradisi Majapahitan. Jatuh setiap 210 hari sekali, tepat pada hari Raditya (Minggu) Wage. Dalam tradisi masyarakat  Hindu Bali pada wuku ini disebut hari suci Kuningan sebagai penutup serangkaian acara semenjak masuknya wuku Galungan (wuku ke sebelas) yang jatuh pada hari Raditya (Minggu) Pahing yang lalu”.

Namanya saja memperingati, mengenang, atau napak tilas. Angka 21 termasuk angka yang dikeramatkan oleh masyarakat Jawa, selain angka 7, 11, 17, 27. Kami pun akhirnya menemukan jawaban soal angka 21 pada saat menghadiri acara di Situs Kuno Trowulan. Termasuk sejak awal ingin sekali mengenakan kemeja warna merah dalam acara tersebut. Ternyata warna merah merupakan simbol sebagai warna identitas Majapahit, sebagaimana warna hijau sebagai identitas Mataram, dan warna kuning sebagai warna kebesaran Kerajaan Kutai.

Pukul 00.00 wib kami kembali ke kolam Tambak Segaran. Kali ini bersama para peserta acara Sarasehan Bulan Purnama, untuk tujuan atur sesaji tabur bunga, dan rombongan kami masih berharap dapat bertemu dengan para leluhur Majapahit atau pun yang lainnya. Pukul 00.00 wib para peserta mulai patrap semedi, untuk tujuan membawa kesadaran diri kita masing-masing berada dalam getaran theta, paling tidak mendekati getaran nol. Di mana bilangan nol sebagai keadaan tiada batas, bilangan tak terhingga, mau dibagi berapapun hasilnya tetap nol. Dalam kamus Jawa kita istilahkan sebagai keadaan batin Duwe Rasa, Ora Duwe Rasa Duwe (punya rasa, tidak punya rasa punya). Kita matikan kesadaran raga, untuk selanjutnya merubah kesadaran menjadi kesadaran sukma supaya kesadaran kita tidak lagi dicemari oleh ilusi dan halusinasi, termasuk imajinasi yang terlanjur tertanam kuat di dalam otak bawah sadar akibat doktrin sejak masa kanak-kanak. Kita berusaha membebaskan dan memerdekakan kesadaran spiritual kita, dengan cara membiarkan kesadaran ruh yang gantian berkuasa atas kesadaran raga.

Fenomena kembali muncul, suasana yang bening tak berkabut, tiba-tiba muncul kabut tebal dan putih, jelas-jelas bergerak cepat ke arah di mana kami duduk bersemedi di pinggir kolam sebelah timur. Terasa bagai butiran es saat kabut menerpa tubuh dan wajah kami. Serta merta kami mencoba maneges sembari menyerap energinya. Dahsyat sekali! Ada yang aneh, dan dapat disaksikan oleh sebagian rombongan kami, saat kabut itu tampak jelas sekali seperti teriris persis di tengah kolam. Sebelah kiri berkabut tebal sementara sebelah kanan bening tak ada kabut. Tidak ada degradasi kabut, tetapi berupa demarkasi membentuk garis lurus. Di balik itulah, tampak kehadiran Sri Narpati Brawijaya V berucap sesuatu. Tidak berlangsung lama kemudian memudar lagi. Selanjutnya kami pamit undur diri ke kembali ke Jogja.

PERTEMUAN KETIGA

Senin Pahing surya kaping 18 tabuh 10.21 wib warsa 2011. Dada dan nafas tiba-tiba terasa sesak, terjadi desakan energi yang teramat sangat kuat. Hampir saja membuat tubuh terpental. Apa yang terjadi, sungguh suatu keberuntungan yang sangat besar. Kadya karoban segara madu. Denya sakdremo kawula titah alit, karawuhan tuwin pinaringan dawuh mring Srinarpati Gung Sang Prabu Brawijaya V. Tanpa diduga dikira sebelumnya, hadirlah leluhur agung Srinarpati Prabu Brawijaya V, beliau memanggil nama, menyebut nama, memberi kabar, memberi perintah. Bahwasannya maksud dan tujuan ritual Bulan Purnama diterima oleh para leluhur agung khususnya Majapahit, dan harapan kami terhadap perubahan di Nusantara mendapat pangestu. Mendapat sabda dari pandita ratu yang berarti idu geni, ucapannya akan terjadi. Ya..”kunci” Nusantara akan diberikan kepada seseorang yang mampu jumeneng Candraning-negara. Ing samangke sawuse siniram kanthi  tirtapraja. Sri Narpati berkata dalam bahasa Jawa Kuno, ini bukan pertemuan terakhir kali, melainkan awal, tunggu dawuh dan rawuhingsun untuk selanjutnya.

Mulai saat ini “segitiga ” kekuatan supra telah terbangun utuh. Kutai-Majapahit-Mataram. Yang berarti pula momentum perubahan Nusantara akan segera terjadi. Meskipun saat ini tengah berlangsung skenario besar oleh para leluhur agung Nusantara, akan tetapi tanpa adanya para generasi bangsa yang peduli untuk menjemputnya, skenario itu masih akan menunggu bangkitnya kesadaran prakawula muda bangsa untuk hamemayu hayuning bawana. Kini kesadaran spiritual dan genderang perdamaian semakin gencar ditabuh para kawula muda generasi penerus bangsa. Wolak-waliking jaman perlahan akan kembali ke arasnya semula, “becik ketitik, olo ketara“. Yang sering dituduh sesat, kapir kopar akan tampak sejatinya, yang merasa paling bener akan terbongkar kedoknya.

Kian tampak cemerlang kilauan intan permata

yang selama ini terendam oleh lumpur,

Emas akan kembali tampak sebagai emas,

yang tembaga akan kembali tampak aslinya sebagai tembaga,

besi-besi logam karatan

lebur oleh kekuatan bantala.

Wus katon suryo mencorong soko bang-bang wetan.

 

Semua itu berada dalam skenario besar kekutan supra

terangkum dalam pola “triangle super power”.

Kekuatan supra telah membimbing dan menyadarkan generasi penerus bangsa.

Kepada yang terpilih dan pinilih untuk menemukan apa sejatinya hidup.

Seiring dengan ledakan medan magnet galaktika,

yang memaksa manusia macam mana,

untuk bermeditasi, mesu budi, dan mesu raga.

Supaya memahami kehidupan yang sejati.

Yang melawan kodrat, akan menderita sakit jiwa,

yang selaras akan merdeka lahir batinnya.

Lahirlah generasi baru Nusantara

Yang mengerti diri sejatinya.

Mampu mengembalikan Nusantara pada sejati-ning nuswantara. Membangun kembali karakter bangsa. Nusantara ya nusantara, bukanlah negara manca. Negeri ini akan kembali menjadi dirinya sendiri, bukan bangsa yang suka mengebiri kesadaran sejati. Bukan lagi menjadi bangsa pengekor, berwatak dan berfikiran kotor, bukan bangsa budak, bukan bangsa imitasi, yang selalu menganggap kerusakan moral sebagai bentuk cobaan, yang dikiranya bukti dirinya disayang ilahi.

       

Segitiga kekuatan supra itu, jika dibuka akan berubah bagaikan senjata trisula. Kini senjata trisula tengah dipersiapkan tangkainya, yakni generasi penerus putra raja Kutai Lama YM Sri Raja Kudungga yang bernama Sri Baduga Purnawarman, yang telah membabar bibit kerajaan-kerajaan di tlatah Pasundan. Pelan namun pasti, kini dulur-dulur sadayana ti tatar Parahyangan mulai menggeliat bangun dari tidur panjangnya, mundi dawuh melaksanakan tugasnya sebagai barudak angon, mengumpulkan ranting-ranting kering yang berserakan seolah tiada harganya. Kelak sang SP-RA akan berhasil membangun “senjata trisula” yang utuh berikut tangkainya. Sebagai lambang persatuan kembali keluarga besar Kutai Lama, dengan ke tiga puteranya yakni Mulawarman (trah raja-raja di Sumatera), Purnawarman (trah raja-raja di tatar Sunda), Aswawarman (trah Majapahit hingga Mataram sebagai generasi penerus Kutai Lama). Setelah Nusantara kembali pada diri sejatinya, bukan mustahil akan menjadi mercusuar dunia dalam bidang spiritual, kebudayaan, kesejahteraan dan kemakmurannya. Negeri yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja, kalis ing rubeda nir ing sambekala. Sebagai anugrah besar atas bangsa ini, atas jerih payah Anda semua generasi penerus bangsa yang tiada hentinya membangun karakter dan menggali jati diri Nusantara, setelah ratusan tahun lenyap dan membawanya terperosok ke dalam lumpur kesengsaraan dan penderitaan.

Sudah Keterlaluan-kah ?

Keterlaluan bila kita tak bangga, Nusantara bukan lah bangsa primitif yang miskin situs budaya, atau sekedar mewarisi alat-alat peperangan dan kekerasan saja. Nusantara merupakan bangsa yang kaya ragam seni-budaya sebagai tolok ukur tingginya peradaban dan kesadaran spiritualnya. Walau kini Nusantara masih terus menukik, terjun bebas ke dasar jurang. Kita tunggu detik-detik suara dentuman setelah ia menyentuh dasar jurang. Barulah daya pantulnya akan membawa Nusantara untuk bangkit secara perlahan namun pasti. Kita semua generasi muda penerus bangsa, adalah sumber daya pantul itu. Tentu saja bagi  generasi yang telah merdeka kesadaran spiritulanya. Generasi yang sudah keluar dari tempurung kebodohan. Makasih mas Panji Trisula (Bustanus Salatin), panjenengan memiliki andil sangat besar dalam terlaksananya acara sakral dan penuh makna di Trowulan Mojokerto Jatim. Panjenengan menjadi salah satu jalma pinilih yang dilibatkan oleh para leluhur besar Nusantara dalam rangka save our country project. Juga seluruh hadirin yang terhormat, Anda semua telah lolos seleksi, berhasil melewati rintangan dan gangguan sehingga tidak gagal mengikuti acara di Trowulan. Termasuk seluruh sedulur dari elemen dan komunitas manapun juga yang mendukung berlangsungnya acara tersebut. Dari IPPNU, SI, SGPC, GPS, Beceka, Majapahit Wilwatikta, Mahavihara Majapahit, Swara Majapahit, Mojokertokab.co, Pemerintah Kab Mojokerto, Dinas Kebudayaan DIY, Jatim, dan terutama utk Indonesia Adil dan Makmur berbasis sosial demokrat kerakyatan, beserta  semua elemen yang lupa kami disebutkan di sini. Semua tak ada yang sia-sia. Kebaikan yang Anda lakukan akan kembali kepada diri sendiri, bahkan menjadi kebaikan lebih besar lagi, bagaikan hukum gema suara. Yang dapat menyelamatkan Nusantara bukanlah generasi jahil, bukan bangsa-bangsa lain dan bukan pula jiwa-jiwa berisi nafsu imperialism, tetapi generasi muda bangsa yang berjiwa Nusantara dan mengerti diri sejati.

Rahayu Sagung Dumadi

Sabdalangit

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Juli 22, 2011, in Pesan Dari GERBANG TINATAR TROWULAN. Bookmark the permalink. 1.244 Komentar.

  1. RSI SAKINAH MOJOKERTO telp/sms : +6285648280307

  2. boso ne akeh sing nganggo kiasan ?
    maksud e yen kanggo aku durung nangkep !
    wong aku boso kromo ne durung lurus terpaksa opo ono ne bukan bermaksud gak sopan !

  3. PESAN untuk SATRIA JAWA (Wedhatama)

    Yen satriya tanah Jawi
    Kuna kuna kang ginilut tripakara
    Lila lamun kelangan nora gegetun

    Trima yen ketaman
    Sakserik sameng dumadi
    Tri legawa nalangsa srah ing Bathara

    Bathara gung
    Inguger graning jajantung
    Jenek Hyang wisesa
    Sana pasenedan suci

    ——
    Bagi satria tanah Jawa,
    Dahulu yang jadi pegangan adalah tiga perkara;

    IKHLAS.. bila KEHILANGAN.. TANPA MENYESAL,
    SABAR HATI.. JIKA DISAKITI SESAMA..
    LAPANG DADA.. BERSERAH DIRI pada TUHAN..

    TUHAN MAHA AGUNG .diletakkan DALAM SETIAP HELA NAFAS..
    MENYATU dengan Yang MAHA ESA. TEGUH MENSUCIKAN DIRI..

    Rahayu

  4. 🙂 menarik

    Semua adalah rantai yang terhubung selalu. Pada saat yang tepat dengan jalinan tepat setelah terputus semua kembali berbinar seperti sedia kala. Alon-alon asal kelakon, kesederhanaan yang mendalam akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

    ada yang berkata, “Orbit yang tepat pada sebuah Nusantara” … sedang dalam perjalanan. (^____^)

    Salut dengan informasinya.

  5. mau ditulis apa ada nya sudah ada semua pada pada bagus bagus komennya salam rahayu….semoga ki penasehat semar berwujud nyata nusantara jaya dan mandiri…..

  6. Meditasi BersaMa untuk keselamatan Nusantara
    acara dimulai jam 16.00 siang -sampai malam meditasi

    pada tanggal : tgl 11 – Pebruari-2012 , sabtu kliwon malam minggu legi
    Tempat : ADA PERUBAHAN dari Siti Hinggil DiPindah ke PEndopo AGUNG Trowulan Mojokerto

    1. Registrasi
    2. Pembukaan jam 02.30 pm/sore
    3. Perkenalan Seluruh Peserta jam 04.30 pm
    4. pembukaan Manifesto Kebudayaan oleh kelompok Rumah Pancasila disertai budayawan Nasional ( sumbangan acara dari pak prihandoyo kuswanto )

    Pembicara adalah Teman_teman yg hadir berbagi pengalaman dg moderator rizki andre, mas sabdolangit dll

    ====PENGINAPAN GRATIS UNTUK PESERTA LUAR KOTA====

    LIHAT RUANG TIDUR : (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=236979136329368&set=o.102326789849580&type=1&ref=nf)

    PETA MENUJU TEMPAT ACARA :
    (http://maps.google.com/maps/ms?msid=209958979734560594499.00049b60c6fc3344daee5&msa=0)

    konsumsi kopi, nasi pecel lodeh+ kopi dan camilan ketela pohon kacang + buat Bunga meditasi , jeruk ,Garam
    Biaya rp 50.000,-

    • Mas Setia,

      Matur nuwun atas info ini. Sayang saya tidak bisa ikut, meskipun pengin sekali ketemu sedulur2 yg masih peduli pada nasib Nusantara. Tapi saya akan ikut meditasinya saja dari … jauh. Semoga sukses. Gusti paring berkah.

  7. info tambahan untuk acara : Meditasi BersaMa untuk keselamatan Nusantara

    Untuk yg datang dari luar kota bisa menginap dan istirahat GRATIS, kamar luas di Maha Vihara Mojopahit, Trowulan, Mojokerto (Buddhayana)
    Ds. Bejijong, Trowulan.
    mohon konfirmasi dahulu
    tks

  8. Mphon maaf sebelumnya kalo kami mengumumkan kembali acara meditasi bersama di trowulan , Mojokerto Jawa Timur (siklus 210 hari) :

    Meditasi BersaMa untuk keselamatan Nusantara
    Tempat : ADA PERUBAHAN dari Siti Hinggil DiPindah ke PEndopo AGUNG .lebih dekat ke segaran dan Tambak Segaran
    acara dimulai jam 16.00 siang -sampai malam meditasi

    pada tanggal : tgl 11 – Pebruari-2012 , sabtu kliwon malam minggu legi

    ====PENGINAPAN GRATIS UNTUK PESERTA LUAR KOTA====

    LIHAT RUANG TIDUR : (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=236979136329368&set=o.102326789849580&type=1&ref=nf)

    PETA MENUJU TEMPAT ACARA
    (http://maps.google.com/maps/ms?msid=209958979734560594499.00049b60c6fc3344daee5&msa=0)

    konsumsi kopi, nasi pecel lodeh+ kopi dan camilan ketela pohon kacang + buat Bunga meditasi , jeruk ,Garam
    Biaya rp 50.000,-

    susunan acara:
    pembukaan pidatobudaya oleh pak prihandoyo kuswnto
    romo sapto n pak rochani adisastra

    sesi 1 diawali oleh Ign Arya Sidemen dg tema manajemen Nusantara
    sesi II berikutnya oleh Ki gede Ngapit tentang 7 Koridor ekonomi Nusantara
    sesi III Gusti Muhammad Tulus Sunarko II tengatang pengalaman di berbagai pertapaaan dan ajar kasepuhan
    sesi IV Damar Shashangka @..sabda palon ke 2 Ataladwipa;………Dalam pada itu, Bhre Kêrtabumi, didampingi dua punakawannya yang setia, Sabda Palon dan Naya Genggong, mulai mendapat petunjuk dari sosok misterius yang dipercaya sebagai Roh Nusantara. Petunjuk itu menggiringnya pada pengetahuan tentang hakikat tanah Nusantara, yang dalam penglihatan batinnya pernah menjadi pusat peradaban dunia, dikenal sebagai Ataladwipa. Begitu pula Sayyid Ali Rahmad. Dia memperoleh penampakan gaib yang mahadahsyat…..

    Sesi V..@Sabdalangit Ae Banyusegoro apa itu Nogoposo apa itu nagaraja..siapakah yg mendapat kanugrahan mendaptkan nya akan nyengkuyung Nusantara,

  9. Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto,telp :(0321)321922,326991,329669.sms:085648280307

  10. Sewaktu saya kecil, tangan saya sering kesetrum listrik Dewa Indra.
    Kini ada perubahan akhir. ya perubahan akhir.
    Otak saya yang kesetrum listrik.
    Otak saya kesetrum listrik terus satu minggu ini, pertanda sesuatu yang besar akan muncul. Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu.
    Karena tiga energy akan bercampur:
    1. energy kundalini shiva.
    2. energy reiki brahma.
    3. energy listrik vishnu.
    Beserta dengan keluarnya senjata trisula veda dari tangan kanan saya.

    • Saat saya berubah wujud menjadi Red Lantern Amilius nanti, saya akan memperkaos orang hahaha hahaha hahahaha
      “jika nanti terdengar suara minta tolong tengah malam di gunung halimun, itu tanda kian santang mau kawin di lebak cawene. kalian harus mendirikan lagi pajajaran baru, cari kian santang.” – uga wangsit siliwangi.
      hahaha hahahaha.

      • hahahahahaha hahahaha hahahahaha

      • “Orang Indonesia takut kehilangan negara, tapi pemuda gembala telah pergi bersama pemuda berjanggut ke lebak cawene.” kejadian itu juga sebagai tanda PROKLAMASI BERDIRINYA NEGARA ISRAEL BARU, NUSANTARA SEBAGAI KOLONI ISRAEL.
        “kratonnya 2, satu di ngawi satu di yerusalem.” – jayabaya.
        “bisa menyempurnakan agama yang menyembah arca terlentang” – jayabaya.
        “memakai simbol ratu tanpa mahkota, yaitu lambang israel” – jayabaya.

    • “tunjung putih pundak sinumpet” – jayabaya. orang alim yang pernah disalib.
      “penghasilan rakyat dinar (emas)” – jayabaya. mata uang shekel israel.
      “hiya iku kanjeng nabi isa roh allah” – jayabaya. hahaha hahaha.

  11. ILMU PRAKTEK DIDEBAT ILMU JAREJARE……………..,BEDA DUNIA ……..DA KETEMU…….,HORMATILAH PERBEDAAN …………….,NANTI LO SUDAH KASEPUHAN NYESEL MENGHINA KEYAKINANLAIN………,SEJATINYA LO TAU SARI PATINYA SAMA……

  12. Mas sabda harap lebih hati hati bicara Ke AKU an nanti timbul fitnah kaya nasibnya siti jenar……………….karna manfaatnya juga kurang .sedang yang mengerti juga dah tau……………..,ini forum bawah…..

    • forum atasnya seperti apa mas?
      ini juga ajang berbagi. tertulisnya juga asah asih asuh.
      yang menarik hati saya cuma tulisanya mas sabda menanyakan dimana pandawa.
      tentang prabu siliwangi? ya…benar sekarang ini, detik ini beliau berkarya untuk negri ini. tapi nggak diwakilkan, nggak ngajak yang belum begini dan belum begitu. klo boleh saya mbanyol
      sat inipun beliau prabu siliwangi dan raden wijaya baru ngopi berdua. menikmati jajan pasar. (mohon maaf lho yang).
      yang menyenangkan saya, banyak teman yang share secara positif. banyak hal yang bisa saya serap sarinya.
      demikian mas, mbak, pak, bu, mbah, ki
      wilujeng.

      • Salam persaudaraan. Nama sy R.Sidik Permono PBN.Sy sangat berharap semua pani sepuh & yg mudah bersatu ,unt menjadi Sinarnya Nusantara menerangi jalan unt semua umat manusia & sekaligus menjadi suri toladan baik di ucapan & di perbuatan.agar kita semua bisa mencapai jiwa yg tenang.bukan unt menjadi yg nomer 1 atau yg terbaik.Mhn maaf kl ada kalimat ini yg kurang berkenang & mhn petunjuk,sy ketitipan kitab Lontar tua yg sampai saat ini blm ada yg mampu unt membacanya & setempel berupa batu hitam yg di atasnya ada tulisan 3 huruf di sampingnya ada lambang 4 unsur air,api,tanah,udara.fb sy (Yosi.dusin@yahoo.com).Wslm.

  13. pemuda gembala adalah nama saya yang tidak dipercaya sebagai jesus.
    pemuda berjanggut adalah nama saya yang dipercaya sebagai jesus.

    dulu saya memang pakai baju hitam-hitam serta menyandang kaneron (tas ransel) lama. dan sering berkata benarsalahnya sesuatu di blog blog saya. saya bukannya tidak bisa ngomong panjang-panjang dan tampak bijak, tapi kalau saya sedang ngomong pendek atau tak ngomong samasekali pertanda saya sedang dalam kekurangan. agama buddha memang bukan untuk jadi ini atau itu. dan juga tak berhenti pada sesuatu lalu meanggapnya sebagai hadiah meditasi, buddhism adalah tentang terus berjalan tanpa berpikir isi dunia, sampai Nibbana. kalau masalah berhenti lalu orangnya jadi hebat itu adalah soal orang itu sendiri, buddhism tak menyuruh atau mengkondisikan itu.

    pemuda berjanggut dipenjara, memang,lia eden kan dipenjara dan lia adalah maria atau eva.
    pemuda gembala tinggal dirumahnya berpohon handeleum dan hanjuang, pintu setinggi batu undakannya, dan dibelakang sungai. tidak percaya trawang saja rumah saya saat ini.
    jadi, siapa yang meragukan jika saya adalah kedua-duanya nama itu. pemuda gembala dan pemuda berjanggut. lagipula pemuda gembala itu keluarnya dari daerah bumi mekkah tempat gusdur si pemuda gendut mengatur masalah ribut tanah.

    “pemuda gembala telah pergi, bersama pemuda berjanggut, karena muncul ratu adil. orang sunda pun dipanggil untuk dipintai maaf.” pemuda gembala saya, pemuda berjanggut saya, ratu adil saya. orang sunda = prabu siliwangi. atau saya pun bisa juga. wong kami (saya dan prabu siliwangi) yang buat, terserah kami mau aduk kemana.

  14. HANCURKAN SEMUA MUSUH-MUSUH PAJAJARAN!!! BANTAI SEMUA YANG MELAWAN KEKUASAAN KITA!!!

    • gimana dan kepriye to???
      majapahit satu membimbing satu sosok, trus sosok tersebut sekarang dibimbing pajajaran satu, dan masih dalam proses.
      hemmmm, cccckkkk ngelus dada, geleng2.. trawangan nggak ada paedahnya untuk hal satu ini. seperti yang mencari pandawa. cuma karunia ato rejeki aja yang bisa saling menemukan.

  15. Asal Ratu Adil:
    1. “Bumi mekkah denna lair.” – Musarar Jayabaya.
    “Nanti saat munculnya pemuda gembala, disitu banyak huru-hara karena rebutan tanah, yang dipimpin pemuda gendut (Gus Dur).”
    “Lahir di pertemuan tiga arus laut (bukan jawa kalimantan yang campuran banyak arus laut, melainkan semenanjung malaysia)” – Nostradamus.

    2. Ciri-ciri Ratu Adil.
    “Lahir tahun 1973 (lewat komet kohoutek), berwajah sawomatang dan sering tersenyum, berwatak mudah menghukum.” – tafsiran berdasarkan Jayabaya.

    4. Istana Ratu Adil.
    Istana pertama: Yogyakarta (“berpohon handeleum dan hanjuang” – Uga Wangsit Siliwangi, “akedatone ing grijiwati, tengah-tengahing bumi mataram.” – Jangka Jayabaya versi kraton Yogya).
    Istana kedua: Bandung (“pemuda gembala sudah pindah ke Lebak Cawene” – Uga Wangsit Siliwangi, Bandung dikeliling perbukitan sehingga mirip cawene, “tempatnya dekat ringin telu, sebelah pertemuan sungai” – Jayabaya, ringin telu adalah bukit wisata di Bandung).
    Istana terakhir: Istana kembar Ngawi lokasi hutan ketonggo sekarang-Jerusalem lokasi puncak Zion (“kratonnya satu di Jawa satu di Mekkah” – Jayabaya. “tak ada penjahat semua takut pada yang bertahta di hutan ketonggo.” – Musarar Jayabaya. “kratonnya ditepi sungai dikaki gunung lawu” – Jayabaya).

    5. Berdirinya Ratu Adil.
    Pemilu 2014 gagal karena bencana alam (“meletus tujuh gunung, berdirilah ratu adil” – Uga Wangsit Siliwangi) dan perang dunia (“ribut seluruh bumi, berdirilah ratu adil” – Uga Wangsit Siliwangi).

    Apa salah saya karena diri saya sesuai dengan ramalan?

    • Jika kalian mengabaikan serat-serat jawa tersebut, kalian akan merasakan akibat yang fatal atas diri kalian dan keluarga kalian. saya tak segan-segan mencabik janin dalam kandungan istri kalian. ingatlah baik-baik.

    • kenalin kula tiang boten gadah ananging mboten ngantos mbekto batok lan teken…njur mlaku sak dawane lurung. yen kula amati tulisan ki sabdolangit include comentatornya, ujung-ujungipun kok urusan kekoewasaan..ngapunten menawi kula lepat..

  16. BRA-WI-JAYA = Brahmana dengan pengetahuan untuk kerthaning ghumi……
    Garuda burung sakti pembawa pancasila yang lahir untuk menenangkan pertengkaran pengambilan paksa nuswantara nagari puniki memekik kencang dengan sayap sayap emasnya menukik tajam mengambil isi dari batu yang dimiliki sang kultus maut kekuatan mereka berupa ular yang belum menjadi naga ehm….sepertinya cacing yang menggeliat, mantra mantra mereka yang menjadi kebanggaan mereka telah tertelan oleh kekuatan alam sang pencipta yang bersosok dan tergantikan dengan kekuatan yang lebih bijak kharmaning yogi, bila mereka menggunakannya kelak tidak akan lagi menutup mata mereka dari keinginan akan kekuatan teror kekuatan pembuta mata.
    ” Prabu jaya shangyang wenang kauripan jagad, nuswantara sampun katinjak tinjak antuk tahtra sangkultus maut dumogi ja prabu tan wenangin tahra puniki antuk bhur nabe shomianing jagad.
    kerbaw kerbaw sampun kalepas ring jagadde mogianing sangkakalane mamunyi atur tiang sangyang jaya kerthaning jagadne puniki kaatur aji warnaning barak dijagade.sayening paulan ulan kerthaning loka sabdaning sangyang wenang kaatur sembah ring prabu”
    terbanglah garudaku tutup jalan kembali bagi sang kultus maut dengan api brahma mu, berikan sisa sisa bhur yang sealur dharma dari kehancuranmu yang maha sempurna. kami percaya dari manusia purba yang telah tercipta sebelum kami mengenal agem atau ikatan atau genggaman semata yang dikatakan kebenaran sejati kami akan ke syurga???? dengan pedang kami kesyurga dengan pekikan hawa amarah kami bisa kesurga,tanpa syurga pun kami merasa nuswantara nagari adalah surga kedamaian karena kami bukan agem pemeluk kebenaran kami adalah kerthaning jagad.kami tahu kami belum kertha belum makmur kami terinjak kemiskinan tapi ingat setiap tetes penderitaan kami akan menjadi makanan magma magma yang tersebar di nuswantara nagari puniki.
    Kami bukan pintar memikat hati bukan pintar memaksa karena kami adalah kaum kerthaning bhumi.kerthaning bhumi kerthaning bhumi antuk bhur somia.
    saya hanya ingin menulis khayalan tujuan hanya kerthaning jagad nusantara republik Indonesia yang sudah hilang satu darah tumpahnya yang bernama timor timur hanya untuk mendirikan kepentingan yang katanya kebenaran.jaya makmur Indonesiaku inget 10% sukses feenya buat kerthaning AKU…………………

  17. @mas milono : kalau pean ga bsa brbuat sesuatu yg trbaik buat negri ini ,stidaknya pean malu pda diri sndiri ,jngan koment sprti itu ……. Pada orang yg mau dan peduli sama negri ini mas !!! ,biarlah kbenarn itu terungkap klo pean gak slah ngapaen takut kebenaran itu datang …….

  18. Namo Buddhaya,

    Jika Gotamabuddha masih hidup saat para biksu menyusun tipitaka mungkinkah ia setuju isinya seperti itu? buku aturan, buku ajaran, buku dhamma yang lebih tinggi.
    Beda dengan sekte teratai putih pimpinan saya (“hiya iku tunjung putih” – jayabaya) tipitakanya adalah buku aturan, buku ajaran, buku praktek.

    Satu hari seorang muslim berkata pada saya, “sayang kamu di agama buddha, agama buddha gak ada hatinya. kami ada allah sehingga hidup bermakna.” saya tanggapi, “agama buddha pun ada hatinya, cuma bedanya hatinya adalah Roda Dhamma.”

    Ada tientai di cina, tendai di jepang. keduanya berarti teratai putih. tapi kami tak ada hubungan dengan mereka. ajaran kami bisa dilacak jauh sebelum abad 13. bermula di khurasan dan persia, kamilah yang membuat patung-patung buddha ditimteng yang dihancurkan muslim. ahlisejarah menyebutnya manichean buddhism, karena ada pengaruh dari nabi mani, yang mengaku kelahirankembali jesus.

    Saat manichean buddhism tiba di cina, orangcina menyebutnya sekte ming, artinya agama cahaya. tapi saat pemberontakan melawan dinasti yuan, para pemimpin pemberontak mulai menyebutnya Sekte Teratai Putih (“hiya iku tunjung putih” – jayabaya). Saat itu ajarannya sudah berubah karena mendapat pengaruh taoism dan perspektif baru buddhism.
    Saat itu seorang biksu bernama Zhu Yuangzhang berhasil menjadi kaisar dengan nama Hong Wu dan mendirikan dinasti baru dengan nama Ming, untuk menghormati sekte tempat ia belajar.
    Dalam pandangan saya, nabi mani, nabi isa, dan zhu yuanzhang adalah orang yang sama.

    Sekarang Teratai putih bangkit lagi, ia memakai seluruh kitab theravada kecuali bagian khuddaka nikaya dan abhidhamma. Alasan bangkitnya juga karena tekanan islam.
    Saya akan memimpin seluruh biksu teratai putih dalam pergolakan melawan rezim islam di indonesia. setelah hancurnya rezim islam, kerajaan buddhist pertama akan hadir dinusantara. hindu sudah pernah, islam gak mampu sebesar majapahit atau sriwijaya.

    Bhikkhu Dhammaraja,
    Ketua Aliran Teratai Putih

    “hiya iku tunjung putih” – jayabaya.

  19. Saya akan memimpin seluruh biksu, mengecek desa-desa dinusantara yang ada.
    Lalu kenapa saya menulis seperti ini.
    Sadhu (3x) semoga seluruh makhluk berbahagia.

    • Saya tidak akan menggunakan bhikkhu indonesia. “cuma memakai sebagian orang jawa saja.” – jayabaya. ratusan bhikkhu srilanka saya bawa ke sini. biar tahu seperti apa mereka.
      Semoga seluruh makhluk berbahagia.

    • Kepada yang terhormat
      @ Bhikkhu Dhammaraja = @ Bhalanetra = @ Ki Agung Gledek Sayuto … dan yg lain adalah pribadi yg sama….
      SEMOGA ANDA BERBAHAGIA ….dengan apa yg telah anda perbuat
      SEMOGA ANDA PENUH KESADARAN ….dengan apa yg telah anda perbuat
      sangaat memancarkan KEBENCIAN …..penuh dg KEBENCIAN ….
      KEBODOHAN anda sangat kelihatan, lengkap sudah KEGELAPAN BATIN anda ( moha, dosa, loba )
      KEINGINAN anda adalah TANHA
      ingat …. anda akan ngunduh wohing pakerti anda sendiri ….

      kalao anda budhism pasti tahu, ISI prasasti ASOKA ….. tapi sayang …. KENYATAannya
      perbuatan anda sangat bertentangan dengan ajaran Sakyamuni….

      SEMOGA ANDA MENYADARI ….

      PEACE 2

  20. Ki sabda, saya mw tanya, pertama x saya datang ke trowulan-majapahit, saya tiba2 langsung menangis tak terbendung, apalagi ketika berada di dlm siti hinggil. Saya sendiri bingung, apa sebabnya kok saya jadi seperti itu. Hati yg merasakan, ada perasaan lain disana, tapi saya tidk tau perasaan apa itu. Saya hanya bisa penasaran tanpa tahu jwb nya. Saya ingin tahu, tapi tdk tahu apa yg harus saya lakukan. Setiap saya mendatangi satu tempat ke tempat lain di trowulan, pasti ada angin yg menurut batin saya bukn angin biasa. Wktu d dlm siti inggil pun, wktu berdoa, tiba2 ada angin berembus disertai wangi yg sangat, lalu tba2 ad tetesan air dr atas yg, menetes d lengan kiri saya, tp air itu lgsug meresap dan anehnya baju saya tidak basah sama sekali. Setelah itu, ubun2 saya terasa berat. Sebenarnya itu ada apa. Mohon penjelasannya.

  21. lanjutkan perjuangan untuk NUSANTARA JAYA,,,,,,

  22. Saya bersama saudara2 pernah nderek laku om saya ke troloyo,trowulan – mojokerto. Saat itu saya masi kuliah tapi sampe skrg rasanya ngebekas banget. Saat sampe di pendopo agung, troloyo sangat terasa aura sakralnya lalu kami ke sithinggil yg mnrt om saya itu tempat semedinya raden wijaya, lalu kami menuju candi brahu,tp krn saat itu malem hari jd kami hanya brenti dan melihat candi brahunya saja. Esok paginya kami menuju kolam segaran & museum yg tdk jauh dari kolam tsb,lalu kami ngobrol dengan pak joko (kalo sy tdk salah ingat), beliau adlh petugas dinas purbakala kalo tidak salah. Di warung yg berseberangan dgn kolam segaran kami mendengar obrolan om dgn pak joko tsb. Tnyata tempat selanjutnya yg ddituju adlh jabung (tempat muksonya patih gajahmodo) & kolam jolotundo. Bagi sy pribadi yg saat itu masih muda dan bukan tmsk org yg mengerti bnyk ttg dunia spiritual perjalanan tsb sngt berkesan dan membekas,mgkn krn sy suka sekali dgn sejarah kerajaan di nusantara (seperti alm.papa) jd saat ada di trowulan berasa spt ada di bbrp ratus tahun yg lalu. Tp sy sangat terkesan saat di jabung, ketika disana stlh sy bersama saudara mencoba untuk ‘semedi’ dgn cara kami yg seorang muslim saat itu pula kami merasakan hembusan angin yg semilir pdhl sblmnya gak ada angin sm sekali. Kalo kata om sy itu pertanda baik. Sy krn gak bs liat hanya mengangguk saja. Tetapi sy terkejut ketika sy selese ‘semedi’ dgn cara saya tiba2 om sy memberi pecahan batu yg pipih sekali dan Subhanallah ada ukiran wajah secara alami dan ketika sy bertanya itu apa ke om saya,beliau hanya menjawab ‘katanya kagum n penasaran sm beliau,lha itu dititipi sm beliau buat kamu. Disimpen ya n disemprot minyak wangi’. Saya lgsg amati ukiraan wajah itu dgn seksama dan sekali lg Subhanallah bener wajah patih gajahmodo yg ada di batu pipih tsb dan campur aduk rasanya yg ada di batin saya saat itu. Percaya tdk percaya tp itu nyata!!! Dan itu terjadi atas kehendak Allah pastinya (itu yg ada dipikiran saya),batin sy hanya bs mengucap alhamdulillah krn beliau berkenan dgn kehadiran saya. Tapi sayangnya krn sy gak ikutin pesen om,batu tsb tiba2 hilang dr laci lemari saya tempat dimana menyimpan batu tsb. Dan saya baru sadar,mgkn krn sy ndak ngestokke dawuhnya (maklum masi belasan taun) atau mgkn hanya sampai situ saya diijinkan menyimpan batu dgn ukiran wajah beliau tsb.
    Tp sayang terakir sy tau daerah trowulan skrg mau dijadikan pabrik baja atau apa gitu,,,pdhl kan itu situs purbakala yg harus dijaga tp knp pemerintahnya terkesan cuek dgn hal tsb. Semoga masyarakat akan sadar akan arti penting dari yg namanya sejarah dan peninggalannya… Sekian.

  23. Yg di katakn ki sabda langit adlh bnr bahwa kolam segaran merupakan keraton Majapahit yg di kitab negara kertagama karangan empu prapanca adlh pura waktra mnghadap ke barat bersabuk parit di kelilingi tembok batumerah tebal dan tinggi.Utk kelanjutanya saya ingin bekerja sama dgn ki sabda langit memecahkn misteri mojopahit demi kejayaan nusantara.

  24. I am now not sure the place you’re getting your info, but good topic.
    I must spend some time studying more or working out more.
    Thanks for wonderful info I used to be looking for this
    info for my mission.

  25. Owalah… Saya telat baca ni diskusi. Koq pada repot ya???
    Kejawen di ciptakan untuk kebaikan, islam di ciptakan untuk kebaikan pula. Dari pada ribut ngalor ngidul, yo wisss… Ketemu baik2 wat bahas kan lebih enak, sekalian silaturahim… Tapi inget… Positif thinking aja. Gt aja koq repot.
    Malah pada kaya anak kecil diskusi n debat di blog…

    Salam aja deh wat semua

  26. Tulisan yg sangat mencerahkan yg semaikn mencerahkan sy khususnya, semoga terus mencerahkan seluruh penduduk asli nusantara dr biang kehancuran bangsa ini. Sy pribadi sudah mulai sadar sejak 2009 yg lalu ttg dongeng2 cuci otak dr asing dan skrg sudah terbebas sepenuhnya dr dokrin cuci otak yg membahayakan ini(samawi). Sy sendiri merasakan betapa kuatnya doktrin itu bisa lepas sepenuhnya dr otak sy meskipun sebenarnya sy tdk terlalu kafah spt yg lain, tapi karena dr kecil terlahir di lingkungan itu dan mulai mendengar dongeng dan ancaman2 neraka yg menakutkan setiap hari yg di ‘upload’ ke toa jd ikut takut jg jika tdk menuruti ‘perintah’nya hahaha,, bukti kuatnya brainwash itu,,, tapi skrg sy boleh lega menikmati kebebasan dr belenggu yg ga ada gunanya samasekali hanya hayalan saja ini, sy merasakan sendiri ki bagaimana doktrin ini begitu kuat mencengkram otak sy, sampe ga habis pikir, sampe2 kalo ada liat artis yg pindah agama dulu kyk nafa urbach itu ada rasa marah dan benci begitupula teman2 yg lain yg langsung mematikan tvnya krn itu,,,,,,,skip,,,,skrg sy lebih menggali lokal wisdom ato ajaran2 yg ga membenci sesama makhluk…..

  27. Di awal2 mencoba membebaskan diri, Begitu kuat doktrin itu menempel di otak sy dan susah payah untuk lepas ntah apa sebabnya

    • Leluhurku…. SELAMAT & semoga selalu bahagia, karena sudah bisa keluar dari balik TEMPURUNG yg gelap & pengap…. sekarang nikmatilah hidup ini dgn TENANG & tebarkan kasih sayang tanpa pilih kasih…

      Jika kamu dari jawa, maka kembalilah ke ajaran jawa, jika dr sunda kembalilah ke ajaran sunda, jika dr batak kembali lah ke ajaran batak DLL….
      Dan sekarang kamu akan mulai merasakan ke maha besaran TUHAN, merasa kan ke adilan tuhan yg hakiki, & merasakan kesempurnaan tuhan dgn menciptakan yg bersuku2 & berbangsa2 ini pasti ADA maksud’a, bukan mengARABkan seluruh DUNIA…. maka LELUHUR kita dalam berbangsa… BHINEKA TUNGGAL IKA….
      ….. SELAMAT MENEMUKAN HATI NURANIMU KEMBALI …..

      *** SALAM… SALAM… RAHAYU… ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: