RUNTUHNYA SEBUAH (jembatan) DINASTI

Awan Naga Tenggarong

RUNTUHNYA SEBUAH (JEMBATAN) DYNASTY

GURUKU BERNAMA TUMBUHAN

Oh…Pameungpeuk…

PROLOG

Jembatan Kukar

Sehari menjelang 1 Surà, pada hari Sabtu Pon, 26-11-2011 pukul 16.10 Wita (sudah masuk peralihan malam 1 Suro) di mana sebagai saat memasuki sengkala taliwangke atau kematian. Jembatan itu memasuki usianya yang ke-11 (sêwêlas) jembatan megah sepanjang 500 meter sekaligus sebagai simbol mercusuar Kabupaten Kutai Kertanegara runtuh dalam waktu beberapa detik. Beberapa pekerja dan banyak orang-orang yang sedang lalu lalang di atas jembatan menikmati panorama alam serta kemegahan jembatan menjadi korban. Dikabarkan ada sebanyak 40 mobil, 1 bus karyawan, 1 bus umum tenggelam, truk trailler, puluhan sepeda motor hanyut dan diperkirakan lebih dari 60 jiwa melayang terseret arus sungai Mahakam yang dalamnya lebih dari 50 meter itu. Ironinya, ia runtuh disaat usianya memasuki tahun kesebelas (sêwêlas) di mana merupakan pralampita kawêlasaning Gusti. Apakah semua ini artinya? Musibah ? Tanpa menggunakan referensi, petunjuk, dan analisa jelaslah peristiwa ini dapat dikategorikan sebagai musibah. Azabkah ? Semua musibah boleh saja dinilai sebagai musibah, boleh pula dinilai sebagai berkah. Tinggal dari sudut pandang mana kita akan menilai dan memaknai suatu peristiwa. Semua orang bisa saja mengatakannya sebagai azab tuhan atau mekanisme hukum alam. Namun persoalannya bagaimana cara menjelaskan hubungan sebab akibatnya jika memang dinilai sebagai hukuman ? Memang tampak paradoksal, tetapi jika kita tahu duduk permasalahannya barulah mafhum atas peristiwa tragis tersebut.

PEMIMPIN TANPA LEGITIMASI ALAM

Istana Lama Kerajaan Kutai Kertanegara sekarang menjadi museumKekuasaan turun-temurun era pemerintahan sekarang, dari ayah turun ke anak. Walaupun dilaksanakan Pemilu langsung bukanlah parameter signifikan adanya legitimasi politik secara obyektif, apalagi legitimasi oleh alam dan yang transenden (wahyu). Faktanya, saat ini beaya politik mampu menggantikan wahyu kepemimpinan (berupa téja yang melesat merasuk ke dalam tubuh si calon pemimpin). Untuk saat ini mayoritas pemimpin daerah maupun pusat menjalankan kekuasaannya dengan tanpa wahyu. Orang zaman sekarang lebih percaya “wahyu” berujud uang daripada wahyu yang sesungguhnya. Yakni cahyà sejati berasal dari inti hidup (sang wisnu) sebagai pertanda atas keselarasan manusia dengan hukum tata kosmos. Termasuk di dalamnya adalah restu dan dukungan dari yang transenden atau supernatural being mencakup para para leluhur dan seluruh penghuni dimensi metafisik (astral). Lain halnya masyarakat kita di masa lalu begitu memahami jika seorang pemimpin adalah orang yang mendapat wahyu yang artinya ia menjadi manusia pinilih, terpilih oleh mekanisme hukum tata keseimbangan alam. Oleh sebab itu pemimpin yang memiliki wahyu mendapat semacam “jaminan” bahwa kepemimpinannya akan membawa kemakmuran bagi masyarakat dan lingkungan alamnya. Untuk pemimpin zaman sekarang, boro-boro mendapat wahyu dan apalagi tahu bagaimana seseorang agar bisa mendapatkannya, sebaliknya orang zaman sekarang kadang menganggap wahyu sebagai omong kosong, bullshit, musrik, sesat dsb hanya karena tidak ada dalam kamus suci. Ya, tak dapat dipungkiri orang merasa lebih aman dicap memberhalakan uang daripada menyandang tuduhan-tuduhan tersebut. Apalagi pilihan itu lebih menguntungkan secara materiil. Namun sebagai konsekuensinya, kasus-kasus politik, malapetaka, musibah dan bencana datang silih berganti. Akan tetapi orang cenderung mencari-cari alasan pembenar untuk menghibur diri dengan menganggap malapetaka sebagai cobaan bagi dirinya yang beriman dan cobaan atas misi-misi mulia yang ia jalankan. Konsep cobaan memang masih laku dijual pada saat kondisi kepepet.

Jika rakyat Kukar mau mengevaluasi kira-kira apa yang telah diberikannya kepada alam, selain mengeksploitasi hutan dan buminya serta pembangunan simbol-simbol kemegahan super mercusuar. Ironis memang, di mana Kabupaten Kutai Kertanegara menyandang predikat sebagai Kabupaten terkaya di antara kabupaten-kabupaten seluruh Indonesia dengan PAD kurang lebih sebesar Rp. 2,5 triliun pertahun pada periode tahun lalu, tetapi sedikit masuk ke wilayah pinggiran saja maka kita akan mudah mendapati hutan dan jalanan rusak parah di mana-mana. Sangat kontradiktif. Bandingkan dengan Kabupaten sahabat saya Ki Alus & Mas Kumitir di Sidoarjo, sebagai kabupaten terkaya di Propinsi Jawa Timur, rasanya sulit sekali hanya untuk melampuai PAD sebesar Rp. 300 milyar saja. Apabila permainan kekuasaan seperti ini terjadi 20 tahun lalu barangkali efek hukum sebab akibatnya belumlah secepat saat ini yang seringkali terjadi secara spontan. Di masa lalu bahkan mungkin untuk sementara masih bisa lolos dari jerat hukum tata kosmos. Namun jika terjadi pada saat ini resikonya akan lebih besar dan cepat terjadi hari pembalasan. Saat ini di mana putaran hukum sebab akibat terasa lebih cepat, terlebih genderang kebangkitan kesadaran spiritualitas sejati Nusantara telah ditabuh oleh sang pamomong Nusantara, Sabdopalon dan Noyogenggong. Itu menengarai bahwa kini saatnya seluruh leluhur bumiputra perintis bangsa cancut taliwàndà, njêjêgaké sàkà guru bangsa agar supaya kembali kepada jati diri manusia nusantara. Saat ini sebagian generasi penerus bangsa sudah kebablasan. Para moyangnya sendiri leluhur bumiputra perintis bangsa, diangap demit, jin atau setan penggoda iman. Sementara sebagian yang lain meletakkan leluhurnya sendiri tak ubahnya tamu hina di rumah sendiri. Padahal beliau adalah nenek moyangnya sendiri yang telah mewariskan kemerdekaan, kekayaan alam yang berlimpah, tanah subur makmur, dan mewariskan segenap tata nilai luhur yang dapat menjadi pedoman sikap dan perilaku arif bijaksana dalam hubungannya antar manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan alam, manusia dengan mahluk halus, binatang dan tumbuhan telah dirusaknya. Lantas di mana wujud bakti generasi bangsa ini kepada para leluhurnya ? Generasi yang durhaka dan lebih suka menjadi pengkhianat atas perjuangan para leluhurnya di masa lalu tentu akan menimbulkan bencana kehidupan. Malapetaka, skandal politik, musibah dan bencana alam akan selalu ada mewarnai sepanjang tampuk kepemimpinannya.

RUNTUHNYA SEBUAH DINASTI

Istana Kutai KertanegaraBukannya ikut-ikutan latah, dahwèn dan opèn, atau mau mengait-ngaitkan runtuhnya jembatan dengan nasib sebuah dinasti. Mau dianggap ngóyówóró, celoteh, apapun jenisnya juga tidak apa-apa, mónggó. Sukur-sukur jika mau dijadikan bahan evaluasi diri bagi siapapun yang sedang memimpin di wilayah manapun. Peristiwa naas itu sudah terjadi dan menjadi tengara akan runtuhnya “dinasti Kutai Kertanegara” baru. Waktu yang akan membuktikan. Bukan tanpa sebab, seperti yang telah penulis uraikan di atas. Ini persoalan seberapa besar bakti yang dilakukan generasi sekarang kepada para leluhur besar yang berada di Kutai Kertanegara. Apa dan bagaimana yang sudah dilakukan terhadap YM Sultan Aji Sulaeman, YM Sultan Aji Parikesit, Ratu Bungsu dan masih banyak lagi. Sehingga leluhur sudah merasa enggan terhadap nasib anak turun beserta warga di sana. Tentu saja leluhur tahu persis siapa saja orang-orang zaman sekarang yang masih peduli dan menghargainya walau hanya sekedar menegok batu nisannya saja. Wahyu dan ndaru akan melesat ke arah timur laut menuju Kutai Timur, di mana para pemimpinnya beserta rakyatnya lebih memahami akan arti berbakti kepada para leluhur bumiputra perintis bangsa. Tidaklah mustahil wilayah tersebut akan segera menggeser prestasi Kab Kukar sebagai kabupaten terkaya seindonesia.

Kiranya belumlah terlambat, barangkali kisah selanjutnya akan berbeda bila peristiwa naas kemarin sore dapat dijadikan sebuah cambuk penggugah kesadaran untuk lebih menghormati dan menghargai nilai kearifan lokal (local wisdom), di mana erat kaitannya dengan wujud bakti kepada moyangnya. Generasi yang penuh bakti adalah mereka yang selalu eling sangkan paraning dumadi, ingat akan asal muasal hidup dan apa tujuan dan tanggungjawab hidup berikutnya. Generasi demikian ini tidak akan pernah melupakan kebaikan dan jasa orang lain. Kebaikan selalu dibalas dengan kebaikan, bak pantun berbalas, ia akan gayung bersambut menjadi berkah yang berlimpah ruah.

TUMBUHAN ADALAH MURSYIDKU

Salah satu hukum alam tata kosmos yang telah berkali diajarkan oleh seluruh tetumbuhan di permukaan bumi ini. Mari kita cermati, tumbuhan mendapatkan energi hidup dari tanah, namun tumbuhan akan mengembalikan kesuburan tanah melalui guguran daun-daunnya yang jatuh ke bumi kemudian berproses menjadi kompos.

Tumbuhan butuh mineral dari dalam tanah, akan tetapi tabiat tetumbuhan selalu memberikan suplay air kepada tanah, tetumbuhan menangkap air hujan dan embun untuk kemudian tanah menyimpannya lagi. Tumbuhan dan tanah adalah dua makhluk dalam simbiosis mutual. Faktanya tumbuhan telah jutaan tahun bertindak arif dan bijaksana, dan tak pernah melakukan kesalahan sedikitpun. Tumbuhan seolah memiliki kesadaran tata kosmos, ia menjalani hidup selaras dan harmonis dengan ketentuan alam. Tumbuhan telah menemukan hidup yang sejati sedari awal. Manusia yang pandai tentu bersedia berguru kepada sang mursyid yang tak pernah salah dan bohong, yakni kepada tetumbuhan. Manusia akan meraih hidup yang sejati, jika hidupnya mampu memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk, seperti halnya dilakukan oleh kaum pepohonan. Terimakasih guru ku !

Di saat alam memberlakukan hukum-hukumnya secara ketat, di saat para leluhur serempak njêjêgaké sàkà guru bangsa. Tak ada kunci sukses lahir dan batin selain menjadi generasi penerus yang mampu menyelaraskan diri dan harmonisasi dengan keseimbangan tata kosmos. Tak ada pilihan yang lebih mulia selain generasi harus berbakti kepada para leluhur bumiputra perintis bangsa. Sebagaimana anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Caranya mudah, jangan remehkan dan hinakan nilai-nilai kearifan lokal. Sebaliknya hayati, dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab ia mengandung nilai-nilai luhur sebagai hasil rangkuman atas suatu hubungan yang selaras, harmonis, dan seimbang antara manusia dengan lingkungan alam tempat di mana mereka hidup regenerasi selama ratusan bahkan ribuan tahun lamanya. Sebaliknya, menjadi generasi durhaka dan pengkhianat bangsa, cepat atau lambat malapetaka pasti akan terjadi. Sebab berarti pula telah melawan ketentuan alam serta tidak selaras dan harmonis dengan keseimbangan tata kosmos.

BELAJAR LEBIH HIDUP

Jembatan itu hanya beberapa ratus meter jaraknya dari Pasarean Agung YM Sultan Aji Sulaeman, YM Sultan Aji Parikesit, dan YM Ratu Putri Bungsu di Kota Tenggarong. Peristiwa rontoknya jembatan megah dan terpanjang di Kaltim itu masih merupakan teguran awal. Boleh jadi merupakan bencana bagi Pemerintah Daerah, sebaliknya bisa jadi merupakan tengara terbukanya pintu berkah bagi rakyat di sana di waktu yang akan datang. Akibat pengabaian atas teguran itu tidaklah mustahil di tengah tampuk periode pemerintahannya terjadi gejolak yang berujung lengser keprabon, atau bahkan berujung kematian. Sulit untuk mengelak dari jeratan hukum alam kecuali manusia mau eling dan waspada, yakni menempatkan dirinya agar selalu berada pada koridor hukum tata keseimbangan alam. Lagi-lagi, sebuah peristiwa naas bertepatan pada saat R-1 sedang mengadakan hajatan resepsi pernikahan putranya. Sebagai orang Jawa yang telah hilang kejawaaanya, pernikahan itu dilaksanakan tanpa mengindahkan wêwalêr dan paugêran. Justru dilaksanakan tepat pada 3 sengkàlà besar yakni ; malem Suro, serta dilaksanakan hingga 1 Surà bertepatan dengan neptu Minggu Wage tibo làrà. Satu Suro tali wangke, alias mati dan sakit di bulan keramat. Di mana pada saat-saat seperti itu seharusnya orang memanfaatkan waktunya untuk banyak-banyak mengevaluasi diri sembari lebih manembah kepada Tuhan. Semua sudah kadung terjadi. Mudah-mudahan beliau masih ingat bahwa hitungan neptu merupakan sistem kalender Jawa yang unik dan sangat akurat, sebagai hasil karya moyang di zaman dulu atas kecermatannya membaca karakter alam sesuai siklusnya. Mudah-mudahan peristiwa naas Sabtu sore di Jembatan Kukar dijadikan sarana pêpéling untuk tidak semakin gegabah melaksanakan tampuk pemerintahannya, atau tidak akan sampai akhir 2012.

ARTI SEBUAH PENGABDIAN

YM Sultan Aji SulaemanPukul 08.47 wib tanggal 27 Nop 2011. Demi melaksakan titah ayahanda Yang Mulia Sultan Aji M Sulaeman (YM SAMS) untuk segera marak sowan ke pepunden di Tenggarong, tak lupa untuk tabur bunga dan beras kuning ke sungai dengan harapan titah gaib di sungai Mahakam mau melepas para korban agar supaya jasadnya segera ditemukan tim SAR. YM Sams selalu berpesan, sebagai bentuk “laku” tapa ngrame, adalah berbuat baik sembari tidak boleh mengharap-harap pengakuan dan penghargaan dari siapapun. Juga manusia tak boleh mentang-mentang, merasa paling suci dan mulia. Sudah seharusnya manusia menghargai dan menghormati penuh rasa welas asih kepada sesama makhluk di dunia ini tanpa kecuali para lelembut, tumbuhan, binatang dan lingkungan alamnya. Perjalanan harus dilanjutkan pergi ke arah timur laut tempat di mana melesatnya sang wahyu, mengambil sesuatu di sana untuk sesegera mungkin dilabuh ke pantai selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Persis seperti saat membawa sesuatu ke puncak Merapi tepat pada 11 hari sebelum gunung api paling angker itu meletus dahsyat tahun lalu. Kali ini sesuatu musti dilabuh di pesisir PEMEUNGPEUK, dengan harapan agar sesuatu itu nanti dapat dibawa gulungan ombak tinggi dan dahsyat yang dapat menerjang pesisir itu. Suatu peristiwa alam sulit untuk didispensasi, namun kali ini semoga masih bisa diupayakan agar mendapat dispensasi. Sementara itu, YM Sams segera melanjutkan perjalanan ke arah samudra selatan untuk suatu urusan, semoga Kanjeng Ratu berkenan membantu supaya badai tropis dan lampor tidak sampai menerjang wilayah pesisir timur Kalimantan Timur, kalaupun harus menerjang semoga tak ada korban jiwanya. Mugya Gusti Jawatagung taksih paring kawelasan dumateng sagung titah dumadi. Segala daya upaya upaya para titah luhur dan mulia itu semata demi keselamatan umat nusantara yang masih hidup dengan raga dan hawa nafsu, khususnya yang bertempat tinggal di wilayah pesisir timur Kaltim. Dengan segenap kebeningan batin dan kebersihan hati mari kita bersama belajar dari segala kearifan para leluhur dan para titah alus yang sangat bijaksana. Kita tiru sikap-tabiatnya yang penuh rasa welas asih kepada seluruh makhluk tanpa kecuali. Termasuk terhadap orang-orang yang tak paham bagaimana kehidupan yang sejatinya, sehingga bersikap menghinakan dan tumbuh kebencian di dalam hatinya terhadap para titah alus. Beliau-beliau adalah bangsa manusia yang sudah berada pada kehidupan dalam tataran derajat luhur, beliau-beliau adalah bangsa makhluk hidup yang lebih arif dan bijaksana, namun sering dituduh oleh umat manusia sebagai dedemit, hantu, jin dan setan penggoda iman. Mereka itu moyang kita sendiri yang kini tengah disia-siakan generasi anak turunnya sendiri. Sampai kapankah kebodohan itu akan terus merajalela ? Tentu saja, sampai saat di mana para titah ngaluhur penuh kemuliaan dan kearifan itu telah habis masa toleransinya. Saat di mana genderang itu menggetarkan nurani, menjadi tengara kebangkitan spiritualitas yang sejati bagi bangsa manusia yang hidup di Nusantara.

Makam YM Sultan Sulaeman

Additional :

Sengatta, 29 Nopember 2011

Pagi dini hari pukul 04.00 Wita, YM Sams mengingatkan bahwa peristiwa Kukar’s Bridge Tragedy merupakan salah satu bentuk kutukan alam atas ulah generasi sekarang yang sudah tidak lagi “berpijak pada bumi pertiwi” tempat di mana mereka menyandarkan hidupnya ; menghirup udara, makan hasil bumi. Lupa diri akan pentingnya memahami kearifan lokal. Satu lagi pesan beliau yang tak kalah penting ; khususnya untuk Bapak S yang dahulu pernah menjabat… coba bapak ingat baik-baik, beberapa tahun yang telah lalu pernah iseng mencoba-coba, mengenakan MAHKOTA RAJA kerajaan Kutai Kertanegara yang sekarang disimpan di museum Kukar. Itu tindakan berlebihan terlebih lagi jika disertai dengan sikap meremehkan nilai keramatnya, nilai yang dijunjung tinggi oleh kearifan lokal. Sama halnya mendurhakai nilai yang dijunjung tinggi secara turun-temurun oleh manusia pinilih terpilih di masa lalu, yakni para Ratugung Binatara yang pernah memerintah wilayah Kutai di masa lalu. Barangkali beliau-beliau Bapak anggap telah mati dan tak bisa berbuat apa-apa, serta tidak tahu menahu atas segala ulah tidak baik para generasi penerusnya. Dugaan itu salah besar, beliau tetap mengetahui persis apa-apa yang terjadi dan dilakukan generasi penerus saat ini. Bapak pun sampai saat ini tidak pernah merasa bersalah, sekalipun juga belum pernah meminta maaf. Akibatnya tidak hanya bapak sendiri yang mengalaminya melainkan pada putra-putri bapak termasuk rakyat Kukar. Perlu bapak ketahui bahwa sukma tidak pernah berbohong. Saya hanya sekedar menyampaikan apa adanya yang terjadi barangkali ada manfaatnya, terutama bagi rakyat Kukar yang tak berdosa tetapi ikut merasakan efek pahitnya. Nyaris terlambat dan mumpung Kukar belum terisolasi seluruh aksesnya oleh LONGSORNYA bukit kecil kerajaan mahluk astral, yang ada di LOA KULU, yang bisa terjadi kapan saja. Atau hanya akan sibuk menghibur diri dengan menganggap semua itu merupakan wujud cobaan karena disayang tuhan.

Semoga seluruh kejadian itu dapat diambil sebagai bahan pelajaran berharga bagi Pemerintah Kukar, juga oleh Pemerintah Samarinda dan seluruh jajaran pejabat di sana. Masyarakat dan dulur-dulur semua di sana hendaknya lebih eling dan waspada karena bahaya tak kalah besar tengah mengintai wilayah Samarinda.

Semoga seluruh makhluk dalam kesadaran dan keselarasan dengan alam, semoga selalu dalam naungan keselamatan.

Berikut adalah foto pertanda suatu bahaya alam, sesaat sebelum peristiwa jembatan runtuh terjadi di Kukar. Dapat ditengarai sebagai awan naga hitam.

20111129-152820.jpg

Salam karaharjan

Posted on November 28, 2011, in Runtuhnya Sebuah (jembatan) Dinasti and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 821 Komentar.

  1. @ Sederek Sedoyo,

    Indonesia ini satu2nya negara dengan jumlah ‘pahlawan’ terbanyak di dunia, ada setidaknya 156 gelar pahlawan nasional Republik Indonesia, mulai dari pahlawan kemerdekaan, perjuangan, seni, sastra, agama, pendidikan dsb. (kecuali pahlawan kesiangan… he he he …)

    Dengan banyaknya pahlawan di bumi pertiwi inipun tak serta merta memacu masyarakatnya untuk melanjutkan perjuangan mereka secara estafet sehingga mentog di tengah jalan atau tidak bersinergis dengan cita2 bangsa?…

    Dengan ribuan pulau dan banyaknya suku yang multi ethnis serta agama, dari sejak jaman dulu kala ‘nusantara’ ini seperti ladang kolam yang jadi rebutan untuk di semai bibit2 sebuah penerapan paham oleh penghuni2nya sendiri yang seharusnya tak perlu berebut paham oleh karena mereka sama2 hidup dalam sumber daya alamnya yang bak lautan kekayaannya. Daripada memaksakan kehendak paham asing/ lainya, mengapa tak kita jaga, rawat dan lestarikan lautan kolam susu itu, sekalipun kita ambil berkali2pun tak akan pernah sat/ habis. konon lagu, ‘bukan lautan hanya kolam susu’ by koes plus adalah hanya satu2nya di dunia, yang menggambarkan betapa kaya rayanya sumber hayati nusantara.

    Jika kita pandai, kreatif mengelolah, ibarat susu sapi segar itu juga ada rasa yang murni (nusantara), sedang rasa strawberry, coklat melon dan vanilla adalah sebagai percampuran atau variasi (budaya luar/ asing) saja, tapi tetep bahan dasarnya adalah susu hanya rasanya beda2, namun begitu apapun rasa susu itu tetep susu murni (asli leluhur) yang menyehatkan, tanpa gula, zat pewarna dan tanpa essence rasa buah dsb, di jamin 100% full dan mantab rasanya… betul nggak?..

    Ngapunten, sejatinya kolam susu itu hanya kiasan saja, dan susu murni ini julukannya ‘emas putih’ untuk menggambarkan kekayaan alam nusantara ini.

    Hmmm, gimana rasanya… lagunya?…

    Salam manis,

    Dewi

  2. @ Yhredaya, Cah Pathi, Dalbo, Gentholet, RP, JS, Tanwaskita, Wongsorejo, Ngabehi, Widodo, Baok, O`on, Jayadi, Seloroh Pagi and All,

    Melanjutkan sejarah singapura, permukiman Singapura berasal dari abad ke-2 Masehi. Pulau ini merupakan pos luar Kerajaan sriwijaya di sumatra yang memberi nama ‘temasek’ dalam bahasa jawa yang berarti ‘kota laut’. Antara abad ke-16 dan awal abad ke-19, Singapura menjadi bagian dari kesultanan johor, perompak Portugis membakar permukiman di mulut sungai singapura dan pulau ini menjadi tidak terlalu diperhatikan sampai dua abad selanjutnya…. hingga sir Thomas Stanford Rafles datang, mendarat di pulau utama di Singapura. Setelah melihat potensinya sebagai pos dagang strategis untuk kawasan Asia Tenggara…

    Jika di runut sejarahnya, menurut beberapa sumber info, baik yang dapat di percaya maupun yang tidak dapat di percaya (he he he…), sebenarnya seluruh tribe/ suku di asia tenggara merupakan saudara kita sendiri, di mulai dari manusia purba yang di temukan di solo jawa tengah yang merupakan nenek moyang mereka juga, adanya jaman es yang mencair hingga bencana di permukaan daratan maupun lempengan bawah lautannya yang bergeser menyebabkan geografisnya terpecah2 dan membentuk suatu daratan tersendir2, hingga seiring berjalannya waktu mereka membentuk kelompok dan budayanya masing2, coba tengok bahasa filipina yang mirip dialegnya orang sumatra/ batak, malaysia yang mirip indonesia, lihatlah aksa huruf thailand yang menyerupai huruf hanacaraka hingga sejarah sri maha patih Gajah Mada yang berhasil menyatukan Nusantara yang ada di seluruh semenanjung Asia dan berhasil memperistri putri champa/ vietnam(?)…

    Indonesia sebagai penduduk terbesar no.4 di dunia sudahlah tentu juga banyak menyebar di negara2 tetangganya serta banyak juga yang merantau ke seluruh penjuru dunia, di malaysia, singapore, arab, hongkong, eropa, hingga australia orang indonesia banyak kita jumpai, sayangnya penyebaran penduduknya tidak di bekali dengan pengetahuan spiritual leluhurnya sejak dini, sangat sedikit sekali masyarakat kita yang benar2 ingin mengenal budaya leluhurnya sendiri, ntah karena kesulitannya untuk mendapatkan aksesnya serta banyaknya sudah gempuran budaya asing yang sudah mendarah daging di bumi pertiwi ini, namun jika kita mau telaten menggali budaya nusantara ini, tidak ada kata terlambat, masih bisa kita temukan akar2nya yang masih tersisah dan jika kita mau merawatnya/ mengurusnya, ia akan bisa tumbuh menjadi pohon yang kuat dan kokoh atau jika bunga ia akan menjadi bunga yang tumbuh cantik yang mekar sepanjang musim.

    Sangat aneh jika bangsa Nusantara ini yang notebenenya sebagai cikal bakal nenek moyangnya peradaban dunia belum bisa mandiri masyarakatnya dan hanya sebagai warga nomor 2, 3 atau ke sekian saja di kelasnya/ kastanya jika berada di negara lainya atau bahkan di negrinya sendiri. padahal secara fakta, negri ini kaya akan kultur, seni, budaya, bahasa dan spiritual yang tak ada duanya di dunia…

    Pemikiran sehebat apa yang bisa menumbuhkan semangat gembiraloka para generasinya agar supaya lebih percaya diri dengan kulturnya sendiri?… tindakan sehebat apa yang bisa mengoptimalkan kualitas SDM nya untuk mengembalikan dan meneruskan kejayaan leluhur bangsa ini?…

    Semua jawaban akan bermuara pada para winasis di sini, semua pemikiran njenengan akan mencerminkan cita2 yang luhur dan mulia untuk ‘indonesia mercusuar dunia’….

    Salam Nusantara,

    Dewi

  3. selamat malam dan salam kenal mas sabda nuwon sewu bade tumut uri2 warisan para leluhur

  4. saya heran…
    saya pikir pembaca blog ini adalah orang2 yang khusuk menjalani kehidupan,orang yang khusuk beragama,orang yang ingin tahu apa rahasia kehidupan ini…
    tapi ternyata saya salah..
    yang komen disini adalah orang2 yang ilmunya baru sepucuk kuku,mereka saling memaki,saling menghina kepercayaan orang lain,,,adakah dalam ajaran kalian ada anjuran untuk saling memaki?
    tak sadarkah kalian yang merasa benar ini ternyata salah besar?
    bukalah pintu hati kalian,berkaca sebelum memvonis seseorang…
    agar tiada kemurkaan di nusantara tercinta ini…amin..

    • @ Anan,

      Terima kasih dan salam kenal mas/pak Anan, selamat datang di blog kahyangan ini, tempat para budiman yang ingin belajar dan ngangsu kaweruh, mohon di maafkan kalau banyak yang amburadul komentarnya, maklum kami masih dalam tahap belajar, saya di sini juga masih baru, ibaratnya masih tingkat anak TK yang kadang masih suka berantem namun tetep bercanda, mohon mas Anan bisa sabar dan tidak lelah dalam memberi kami pencerahan dan bimbingan, jangan takut dan jijai untuk masuk blog ini lagi, walaupun muridnya banyak yang urakan tetapi kami selalu saling merindukan jika tak berjumpa….

      Salam play group,

      Dewi

      • @ dewi
        Iya terimakasih dan salam kenal juga mbak dewi…maaf atas perkataan saya,tangan saya sangat gatal untuk tak berkomentar…hahaha
        sebenarnya saya tahu niat tulus ki sabda,,beliau berusaha menjelaskan kepada kita atas apa yang telah dia pandang…
        tapi tentu ada pro dan kontra…
        jadi mari sama2 kita belajar dengan baik,,tidak dengan mulut besar,, agar ilmu yang kita pelajari ini bermanfaat bagi semua…

      • @ Anan,

        Yo`i, nggap pa2 mas, santai aja, di sini memang banyak pendekar2 silat eh ketik… xixixixi…

        Eh, Kalau mau tangan lebih gatal lagi, coba jelejahi ruang2 yang lainya, untuk saat ini yang ramai antara lain ada di ruang2 terbaru seperti ‘2012 (4)’… di jamin pingin garuk2 terus alias pingin perang bersilat lidah eh silat keyboardingan… he he he…

        take easy bro, don`t worry be happy N have fun, ber-senang2lah, mumpung kita masih di taman kanak2 ini… qeqeqeqe…

        Salam pendekar (pendek mekar),

        Dewi

  5. @ Bunda Yhredaya, Suhu Ijogading, Kangmas Cah Pathi, Paman Tembayat…

    Salam kangen, My beloved ones, where are you all?..

    Dear I`m still waiting for your enlightenement, especially about the ‘ciwaratri’ mantra gift secret…

    Mengapa dalam menjalankan lelaku spiritual kangmas Cah Pathi merekomendasikan garam laut sebagai detoxifikasi, sedang paman Tembayat malah menganjurkan untuk berpantang makan yang asin2/ mengandung garam?… (saya baca di ruang bancakan weton dan apit puasa).

    Terima kasih atas perhatiannya…

    Salam karaharjan,

    Dewi

    • Salam nuswantara..
      @dewi dan salam mas cahpathi,wm,o”on dll sederek sedulur…
      Rahasia itu lebih jelas dari istilah misteri. Kalau rahasia hidup lebih banyak yg bisa membantu untuk membuka. Setelah rahasia terbuka kadang juga seseorang belum tentu mampu untuk mengerti karena kemampuannya tidak cukup untuk itu.. sehingga jadilah itu seperti misteri yg akhirnya muncul kata final yg tergesa gesa: hanya Tuhan/Allah yang maha mengetahui..! keluar dari mulut yg latah..
      Ruang Hidup istilah Allah ini menjadi momok yg justru membatasi pikiran dan logika dayapikir manusia untuk terlena dalam keterbatasan manusia itu sendiri.

      Budaya leluhur kita tidak ada istilah Tuhan atau Allah ini Allah itu.. dalam menggapai pengetahuan hidup untuk mengerti tujuan hidup di dunia ini.. kecuali manunggaling kawulo gusti dalam pengertian jatidirinya sendiri yaitu

      »Aku yg selalu semangat dan bergembira dalam keserasian hidup bersama segala mahluk alam semesta dalam segala perbedaan berwarna warni.

      Bumi kita adalah planet air, kalau kita berada diangkasa raya maka bumi ini terlihat sebagai bola “biru” yg sangat indah, shg bumi pertiwi kita disebut sebagai beautiful blue planet.
      Duapertiga bumi kita adalah air..
      Setara dengan tubuh manusia yg sebagian besar bagiannya adalah air.
      Phenomena air tidak akan habis untuk dipelajari, seperti, red water phenomena, pelajaran kimia dasar atom dari molekul ion besi dan ion mangan dalam air, bila tercampur dg chlorine maka air itu menjadi jingga/ungu merah (red purple).. begitulah yg terjadi dikota kota besar disaat air “pdam” bermaksud men-disinfectant bakterti mikroorganisme merugikan di injeksi dg gas chlorine maka jadilah air yg bermasalah ini… penduduk yg menggunakan air ini menanak nasi akan membuat nasi menjadi kuning… buah simalakama bagi pdam.. jadilah salah memngakibatkan nasi penduduk cepat basi…
      Begitulah dalam mempelajari dan menjalankan samudra kehidupan ini seperti meraih kewajiban dalam trial dan error. Kalau mau mempelajari samudra kehidupan maka menyelamlah kedalamNya, tinggalkan gelembung nafsu dan ikatan kesombongan sebagai penghambat, bawalah pengetahuan agar mudah dalam penyelamanmu kedasar samudra.
      Apakah yg kita peroleh dalam perjalanan hidup.? Tentu “kesan” dari sejarah perjalanan itu sendiri bukan ujung/tujuan perjalanan, kita sesungguhnya menyelam dikedalaman “proses” kehidupan itu sendiri dan mungkin sebelum ajal tiba belum pernah akan sampai didasar samudra yg katanya indah.
      Tapi jalan pengetahuan adalah jalan yg lebih menjamin “kenikmatan” perjalanan hidup dari pada untuk tujuan akhir hidup itu sendiri.

      Salam Dewi Saraswati.
      oOo

      • @ Yhredaya,

        Maturnuwun atas pencerahannya.., Sacred and secret?…, Inilah sebuah istilah rahasia publik… kik kuk.

        Di bilang rahasia tapi sudah di ketahui dan di mahfumi oleh seluruh publik atau masyarakatnya. Rahasia sudah Menjadi konsumen bagi masyarakatnya yang tak lagi mengindahkan kesakralan menjadi prerogative pribadi namun menjadi hak istimewah bersama. Senang duka di ketahui dan di rasakan bersama, itulah rahasia simpathy, antipathy dan empathy yang membangun misteri keindahan karakter suatu masyarakat bangsa.

        Salam keindahan,

        Dewi

    • rahayu sedoyo poro dulur yang masih deengan setianya menyajikan diskusi hangat diruang blog tercinta ini. spesial utk jeng dewi yang tetap semangat menyirami taman rumah kang sabda dengan komentar2 cerdasnya.sehingga rumah ini tetap terlihat menjadi rumah yang berbudi luhur..
      menanggapi pertanyaan jeng dewi ttg tidak munculnya poro sepuh winasis akhir2 ini. kemungkinan beliau2 sedang berkonsentrasi penuh dengan bahasa alam dinusantara tercinta ini yang mulai lebih aktif dari sebelumnya dalam menunjukkan eksistensi mereka ke segenap penghuni nusantara.bagi yang kurang awas dengan alam mungkin menganggap bahasa alam saat ini adalah bencana.namun tidak bagi poro dulur nusantara yang winasih lan mengerti dengan keadaan saat ini.alam nusantara sedang memberikan super energinya kpd segenap penghuni nusantara.tetumbuhan, hewan mulai menyambutnya.poro winasih mulai membuka lebar2 pintu energinya utk menerima anugrah dari alam.yang tidak akan datang lagi kcuali saat ini…..
      jeng dewi,heningkan rasa mu.walau dirimu jauh pasti dirimu bisa merasakan nyanyian energi alam yang indah.

      salam hening…

      • Mengenal ISLAM
        dari sudut pandang ajaran PURWO. Namaste Nusantara…
        Salam Jatidiri..
        Islam dalam perjalanan Raja Akbar yg benar benar seorang Raja Sufi di jaman kejayaan Islam dalam perang di daratan India.. disaat itu merambah hingga 85% orang India menganut agama Islam meninggalkan budaya hindustan.
        Singkat cerita sejarah, Raja Akbar tersadarkan oleh sebuah kitab “bagavad gita” waktu beliau “berburu wanita taj mahal” dan jadilah India dibebaskan memilih jalan bagi spirit masing2 rakyatnya… India sekarang menjadi negara penganut brahma wisnu ciwa-budha terbesar didunia,
        Kalau menghitung populasi manusia didunia maka aliran ciwa-buddha adalah terbesar dimuka bumi ini, karena dihuni oleh bangsa India dan China dan jutaan “atheist” tersebar dunia.

        Konsep ‘trinitas’ sudah ada sebelum manusia berbudaya didaratan timur tengah india dan china..
        Konsep trinitas diawali dari penemuan artifak negeri “purwo” yg diprediksi ilmuwan sebagai kitab negeri “ATALA” negeri kita tercinta ini 6000tahun silam.. 4000tahun sebelum Isa lahir sebelum Budha Gautama lahir sebelum aristokrat lahir.
        Lahir Hidup Mati
        Ismaya Antaga Manikmaya
        Sabdo Bayu Idep
        Ang Ung Mang
        Hrang Hring Hsah
        Bhur Bwah Swah
        Brahma Wisnu Ciwa
        Pencipta Pemelihara Pelebur
        Allah Bapa Bunda Maria.. Dst Dst…
        Konsep trinitas adalah substansi kehidupan bangsa Purwo.

        Dalam Wedanta.. keESAan trinitas itu dilambangkan dengan energy kehidupan dalam bentuk SATU yaitu Sang Narayana, Sang Kausa Prima, Sang Jagad Natha, Sang Semaranatha(semar) dan dinegara kita ini dikenal sebagai TUHAN YME.
        Dijaman nabi2 di daratan timur tengah(baca eropa tenggara dan asia barat termasuk mesir) hanya di kenal istilah Ilah Dewa Surya(matahari) yg dalam perkembangannya menjadi Sang Allah.. dijaman Isa konsep trinitas masih melekat seperti sumber pengetahuannya biangNya dari “timur” sampai sekarang.
        Islam Muhammad/Ahmad dalam kehidupannya menggunakan nama Allah juga sebagai lanjutan peradaban sejarah spiritual pendahulunya (“samawi”) termasuk penggunaan istilah jin dan malaikat.
        Dalam Islam; Allah seolah sebagai Tuhan, Narayana.. Yang Tunggal.. padahal ‘ilah-allah’ adalah Ciwa (surya-raditya) dalam “trinitas” pelebur/pengkiamat Wedanta..ini yg sudah dimaklumi oleh orang hindu buddha.

        Saya/Kita sebagai penonton dari gejolak kedua kubu besar (yg sebenarnya kecil) yg berdampak kurang baik dari penganut garis lurus ajaran samawi ini tetap ‘terjebak’ dalam perbedaan yg tajam, membuat jurang pemisah lebih dalam diantara mereka sampai memperebutkan istilah Allah sebagai hak kelompok masing**… mengenaskan..dan menyedihkan.

        Islam adalah ajaran aliran siwaisme atau Ciwa’sidanta..
        Mau bukti..?
        1, Saya tidak harus mengulang istilah ILAH-ALLAH adalah Dewa Surya-Ciwa.
        2. Lambang bulan bintang(ardha chandra) adalah “arca” lambang Dewa Ciwa.
        3. Batu ka’bah adalah archa stana Ciwa sebagai Lingga dan bumi sebagai Yoni..
        4)Tiga bukti cukup untuk kita maklumi.

        Allah adalah Sang Ciwa dalam TRINITAS Wedanta.
        Jadi anda anda yg fanatik islam jangan sok “keminter” apalagi dengan orang Kawitan/Purwo/Kejawen..
        Mereka mengerti dan menjiwai wedanta adalah ajaran leluhur nenek moyang bangsa ini.
        Mereka lebih mudah mempelajari segala hal dan islam adlh bagian/cabang dari ajaran Wedanta dan mereka maklum atas keterbatasan dan isi kitabnya yg banyak kontradiktif.
        Mereka adalah seperti Sultan Agung, syeh SitiJenar, Kalijogo dll yg mengerti islam lebih baik, menyaring dan menghindar dari ke-dogmatis-an dan keberhalaan lingga Ciwa yg terselubung di mekkah.
        Mereka pantang untuk berbohong apalagi menutup kebenaran dalam berprilaku.
        Mereka lebih tahu untuk diam menunggu saatnya bersuara karena suara mereka adalah Sabdo Palon buat anak cucunya.

        »Nama siwa budaya…
        »ang ung mang narayana ya.
        oOo

      • @ Jayadi,

        Sugeng dalu mas, weeeehh, manter anyar nih, saya mengucapkan happy new weds!… selamat menikmati dunia baru dalam kehidupan baru bro.

        Oh Asyiknya married di bangka belitong, tiap hari seperti bulan madu karena keindahan pulaunya bak Bali Sepotong… siiipp deh.

        Maturnuwun atas perhatian dan pujiannya, nggih saat ini bbrp poro pinisepuh masih ada di kahyangan ini, tapi hanya beda ruang, sekarang banyak yang ngrumpi di ruang ‘2012(4)’… xixixixi…

        Terima kasih atas pencerahannya tentang rasa yang lebih hening untuk nyanyian energi yang indah…. bravo!

        @ Suhu Yhredaya,

        Maturnuwun sanget atas ilmu pencerahannya, jadi semakin bertambah wawasan kami tentang peradaban Atalantis yang aslinya adalah Nusantara ini.

        Jika semua benang merahnya di urai satu persatu maka semuanya akan menjadi lebih jelas sejarah dan riwayatnya…

        Jika kita bisa mengetahui lika-liku sejarahnya yang panjang dan berliku-liku, kita akan menjadi pribadi/bangsa yang lebih bijaksana dan tak akan mudah terjebak oleh sesuatu peperangan sebuah paham yang hanya sia2 untuk di perjuangkan.

        Sudah saatnya kita menelusuri jejak sejarah spiritual leluhur, sebagai cikal bangsa yang menurunkan peradaban dalam hal berRahsa berkeTuhanan, yang telah lama kita abaikan dan tak kita hiraukan keberadaannya maupun kebenarannya, kembali ke jati diri bangsa ini, kembali ke jati diri sendiri…

        Salam hening manis,

        Dewi

  6. Salam, Pak Sabdo . . pak sy tgl. dan mencari nafkah ditenggarong hampir 4 tahun ini. sya minta petunjuk ki sabdo tentang tata cara ziara ke makm leluhur kutai. maksud sy untuk nyuwun sewu/permisi untuk berdagang mencari nafkah di tenggarong. seminggu sblum jembatan runtuh sy pernah bermimpi sisi barat p.kumala s.mahakam dibendung shg sungai surut sampai kelihatan dsrnya. sy jg melihat bnyk org yg berkerumun di pgr sungai. sy tdk pernah tau arti mimp itu sampai kejadian jmbtn runtuh. sampai saat ini sy dn kekuarga bersyukur diberi keselamatan, krn sblm kjdian sy berencana kesmd lwt jmbatan. terima kasih. . . salam.

  7. Matur nuwun sampun maringi pepadang dhateng kulo….sungkem sanking wargo kulon progo ingkang ngrntau ing karawang

  8. @ All,

    Sugeng dalu sedoyo, hari ini tgl 11 maret adalah tepat terjadinya bencana tsunami jepang setahun lalu, di kota nelayan minakisanriku sekarang menjadi kota ‘mati’ namun pemerintah setempat menjadikannya sebagai tempat tujuan wisata sebagai kota ‘sejarah tsunami’ di negara jepang. Sebanyak 70% penduduknya sudah tak mendiami kota itu lagi karena selain rusak parahnya bagunan juga masih terasa akibat trauma gempa tsunami, mereka berpindah ke daerah perbukitan yang lebih tinggi lagi. Saya turut mengheningkan cipta dalam hati namun saya yakin kita semua juga di bikin kagum karena Jepang adalah contoh konkret ‘tsunami survivor’.

    Saya masih ingat dengan peristiwa tsunami yang menimpa saudara kita di aceh, sebagai pusat terjadinya bencana terbesar di kawasan asia tenggara yang hampir menyapu bersih wilayah propinsinya hingga ke berbagai negara, waktu itu Kak Seto, pemerhati hak2 anak menyarankan pada pemerintah untuk mengakomodir anak2 aceh korban bencana untuk di pindahkan sementara ke kota/ propinsi tetangga, sehingga pemulihan psikologis anak2 akan bisa berjalan dengan cepat, hal ini di karenakan karena anak2 adalah tunas generasi bangsa yang sebisanya tidak boleh mengalami tarumatis yang berkepanjangan, alih2 di sambut baik ide kak Seto ini, malah di tolak oleh sebagaian besar kalangan berbagai lapisan masyarakatnya, mereka menilai tidak tepat kiranya jika untuk menyelamatkan anak2 aceh dengan mengungsikan mereka ke tempat luar aceh, karena di takutkan nilai2 agama yang sudah tertanam dejak dini nanti akan tercemari oleh lingkungan sekitar, hal ini tentu saja membuat sebagian besar masyarakat indonesia terutama pemerhati hak2 anak prihatin, mereka warga aceh lebih memilih bersikap skeptik, apatis, rasis atas nama agama dan membiarkan anak2 menderita secara psikis daripada berpikir dengan positif yang justru sangat baik bagi perkembangan masa depan mereka.

    Pada perang dunia kedua, bangsa finlandia juga pernah merasakan penderitaan karena selain di jajah rusia juga kena imbas perang dunia, ibu kota helsinki waktu itu luluh lantak, ini membuat pemerintah ketar-ketir terutama menyangkut masa depan anak-anak, untungnya masih ada negara tetangga yang ‘berbaik hati’ mau menerima sementara anak2 korban negara dalam keadaan perang, yaitu swedia. Pada waktu itu tidak semua warga helsinki menyetujui ide pemerintah ini, lha kalau di ungsikan di luar kota sepanjang masih dalam satu negara mungkin masih bisa di terima, lha ini di ungsikan di luar negara?… namun pemerintah finlandia sangat tegas, mereka berpikir jika hanya di ungsikan ke luar kota, tentunya juga akan tidak baik buat anak2 apalagi negara masih dalam keadaan miskin, kekurangan gizi, tak berkualitas pendidikannya dan terutama dampak psikologis akibat trauma perang, mereka juga mengerahkan relawan2 yang siap menjemput paksa anak2 di bawah umur dari pangkuan orang tua mereka untuk di ungsikan ke luar negri.

    Swedia adalah salah satu negara di eropa yang tidak ikut dalam peperangan, sehingga negaranya relatif aman, pemerintahannya juga telah bekerja sama dengan warganya bagi yang bersedia menampung anak2 helsinki-finlandia untuk sementara waktu hingga perang berakhir, di sana para orang tua yang bersedia menampung juga di daftar oleh pemerintah sehingga tidak terjadi hal2 yang tak di inginkan, seperti bersedia menyekolahkan mereka, merawat mereka seperti merawat anak mereka sendiri dan juga bersedia memulangkan anak tsb jika perang sudah usai plus di perkenankan berkirim surat kepada keluarga/ kedua orang tua anak pungut mereka.

    Pada waktu itu sedikitnya ada 70 rb lebih anak2 helsinki yang di ungsikan ke swedia melalui perjalanan kapal laut, untuk beberapa bulan kedepannya banyak kisah sedih dan mengharu birukan selama proses adaptasi ini berlangsung, karena ada orang tua mereka yang meninggal akibat perang dan juga memang ada orang tua asuh mereka yang sudah memiliki kedekatan emosional sehingga ingin mengangkat mereka seperti anak mereka sendiri, tapi ada yang berontak dan tidak kerasan karena merindukan kampung halaman. akhirnya setelah perang berakhir, para orang tua di swedia juga ‘mengembalikan’ anak pungut mereka ke para orang tua kandung mereka. bahkan hingga kini masih ada dari mereka yang masih berhubungan baik dengan orang tua asuh mereka, minimal saling berkirim surat walaupun berbeda kebangsaan, berbeda budaya dan berbeda bahasa.

    Kini setelah dewasa/ lansia, mereka merasakan betapa beruntungnya mereka pada saat itu pernah memiliki orang tua ganda, baik orang tua kandung ataupun orang tua angkat. Bandingkan dengan mental feodalisme saudara kita aceh yang sangat anty kepada rakyat indonesia yang lainya, sekalipun satu negara, satu bahasa, satu bangsa, namun kefanatikan agama sepertinya telah menutup mata dan hati mereka sehingga tak memperhatikan masa depan generasi anak2 mereka kecuali hanya untuk nilai2 agama yang semu.

    Salam damai di bumi pertiwi,

    Dewi

  9. wisnu tiang djawi

    Salam poro sesepuh, pinisepuh lan poro sedulor
    Artikel ini saya copas dr fb, mungkin bs jd bahan shering para saudara/pinisepuh/sesepuh yg saya hormati di blog ki sabda ini,,,,
    Jelajah Unik
    MISTERI PIRAMIDA DI INDONESIA

    Saat ini media Indonesia diramaikan dengan berita mengenai dugaan terdapat bangunan berbentuk piramida yang terdapat di Indonesia. ialah Gunung Sadahurip di Kabupaten Garut dan Gunung Padang Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Dugaan ini sendiri dikeluarkan oleh Staf Ahli Presiden Bidang bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief. Andi Arief mengatakan bahwa tim katastropik purba menemukan dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di Desa Sadahurip Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang cukup mengagetkan.

    Andi menambahkan dari beberapa gunung yang di dalamnya diduga ada bangunan menyerupai piramida, setelah diteliti secara intensif dan uji “karbon dating”, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza. Tentu saja Gunung Sadahurip Garut dan Gunung Padang | Misteri Piramida di Indonesia menjadi perdebatan di Indonesia khususnya para akademisi, dan ahli purba, sejarah, dan geologist.

    Tetapi sebenarnya apa benar ada Piramida di Indonesia?berikut ini merupakan hasil kutipan dari beberapa media di Indonesia mengenai kabar berita penemuan Piramida di Indonesia. Banyak perdebatan seputar penelitian yang dilakukan Tim Bencana Katastropik Purba, yang difasilitasi Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief. Banyak yang salah sangka dengan mengira tim itu mencari piramida, bahkan harta karun.
    Gunung Sadahurip di Garut, Jawa Barat, dan Gunung Padang di Cianjurmencuri perhatian publik. Apalagi kalau bukan ‘harta karun’ berupa piramida berusia ribuan tahun yang katanya berada di dalam gunung tersebut. Mungkinkah ada piramida seperti Piramida Giza yang ada di Mesir sana?

    “Mungkin dan ada. Orang pada umumnya menganggap piramida adalah seperti piramida di Mesir yang banyak bertebaran di tepi barat Sungai Nil,” ujar interpreter Geotrek Indonesia, Awang Harun Satyana, dalam diskusi bertajuk ‘Menguak tabir peradaban dan bencana katastropik purba di nusantara untuk memperkuat karakter dan ketahanan nasional’ di Gedung Krida Bakti, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

    Dijelaskan dia, piramida seperti yang ada di Mesir adalah square pyramid karena mempunyai alas persegi empat dengan empat dinding berbentuk segitiga yang di puncaknya bertemu membentuk dinding sekitar 52 derajat. Nah, piramida di Mesir juga mengalami perubahan bentuk dari masa ke masa. Yang juga dominan tetapi kurang dikenal adalah piramida dengan bentuk berundak atau step pyramid.

    Selain di Mesir, Piramida juga ditemukan di beberapa negara lain seperti Persia, Amerika tengah, Spanyol, Nigeria, Yunani dan sebagainya. Nah, di Indonesia dalam sejarah kebudayaannya dikenal bentuk bangunan prasejarah dan sejarah dengan ciri piramida yang disebut punden berundak. Menurut Awang, punden berundak merupakan variasi dari step pyramid.

    “Punden berundak dalam skala besar pada masa prasejarah adalah situs megalitik Gunung Padang di Cianjur yang diperkirakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara,” terangnya.

    Selain itu ada Candi Borobudur di Jawa Tengah. Karena itu, tradisi piramida atau dalam bentuk step pyramid bukanlah tradisi yang asing bagi Indonesia. Sebab semua candi dan situs punden berundak dibangun dengan gaya piramidal.

    Dari penampakan, sekitar 90 persen bentuk Sadahurip menyerupai piramida. Faktanya, Sadahurip merupakan bukit setinggi 1463 meter dpl yang berdekatan dengan Gunungapi Talagabodas dan Gunung Galunggung. Beberapa batuan yang tersingkap di dindingnya atau di sekitarnya menunjukkan bukit ini disusun oleh batuan beku andesitik atau variasinya. Di Sadahurip juga tidak dilaporkan keberadaan kawah di puncak atau di dindingnya. Selain itu terdapat punggungan Baturahong yang hilang setengah masa batuannya.

    “Tanpa data penelitian yang cukup, kontroversi Sadahurip tidak bisa diselesaikan dengan cepat,” sambung Awang.

    Disampaikan dia, dari bebrapa fakta yang ada dapat diindikasikan bahwa Sadahurip adalah semacam volcanic mound atau gumuk (gundukan) piroklastika atau bahan muntahan gunung api tanpa pipa di dalamnya. Apakah gumuk piroklastika tak bisa dimanfaatkan untuk pembangunan piramida? Menurut Awang, berkaca dari ditemukannya situs di Gunung Padang, Cianjur, maka tak bisa dinafikkan hal itu terjadi pula di Sadahurip.

    “Walaupun mungkin bukan dalam bentuk arsitektur piramida yang persis seperti di Mesir, sebab setiap negara punya bentuk variasi piramidanya sendiri,” tambah Awang.

    Punggungan Baturahong yang hilang, lanjut dia, dapat mengarah bahwa pernah terjadi penggalian batuan skala besar untuk membuat sesuatu. Pernah ditafsirkan hilangnya setengah punggungan Baturohang ini akibat amblesan oleh patahan normal yang bidangnya membentuk tebing curam Baturahong. Mengingat pada masa kini mata pencaharian penduduk Sadahurip adalah bertani dan berladang, dan menurut keterangan masyarakat tidak pernah ada sejarah penambangan, maka jika benar ada penambangan batuan berskala besar di sana, terjadi di masa sejarah atau prasejarah.

    “Jika ini benar, untuk apa penambangan batuan ini? Apa dipakai membangun piramida Sadahurip, mengubah gumuk piroklastika Sadahurip menjadi punden berunden seperti di Gunung Padang,” ujar Awang.

    Menurut dia, untuk menginterpretasi Gunung Sadahurip harus menggunakan pendekatan multidimensi yang melibatkan berbagai keilmuan. Jika hanya mengupas dengan satu ilmu, alhasil terperangkap pada hal dogmatik.

    Anggota tim yang juga Ahli Gempa dari LIPI, Danny Hilman, kemudian menjelaskan bahwa tim ini terbentuk untuk mengetahui siklus bencana, yang juga terjadi di masa lalu. Karena itu sebuah kewajaran jika kemudian tim peneliti ini juga melakukan penelitian terhadap peradaban kuno, yang diduga banyak yang ikut terhempas bencana.
    Danny menuturkan, tim berusaha meneliti keterkaitan bencana dan peradaban. Mulai dari meneliti kemungkinan musnahnya suatu peradaban karena bencana, hingga mencari tahu kearifan lokal masyarakat masa lalu dalam menghadapi bencana.

    “Peradaban berkembang pelan-pelan. Tapi kemudian ada yang dihajar bencana,” ucap Danny Hilman. Sejumlah pembabakan sejarah di Indonesia kemudian memunculkan sejumlah kecurigaan. MIsalnya saja peristiwa tsunami yang terjadi di sekitar tahun 1390-an dan 1450-an.

    “Saat itu ada istilah ‘Ieu Beuna’ yang berarti air bah besar. Mungkin juga bencana yang menyebabkan terputusnya sejarah Pasai dan Kerajaan (pimpinan) Iskandar Muda,” ucap Danny Hilman.

    Selain itu, Danny melanjutkan, di Aceh pun belum diketahui mengenai hilangnya kerajaan kuno dari masa Pra-Islam. Danny memberikan contoh lain, peninggalan dari situs Batujaya di Karawang kemungkinan terkait peristiwa letusan Krakatau Purba yang terjadi tahun 416. Ada kemungkinan peradaban di Batujaya ‘menghilang’ akibat letusan dan tsunami purba. “Karena ditemukan pasir pantai di bawah candi-candi Batujaya,” ucap Danny.

    Tim Bencana Katastropik Purba percaya bahwa peradaban Indonesia di masa lalu terbilang tinggi. Bahkan, mengutip Raffles, kerajaan-kerajaan di Sumatra dan Jawa merupakan kemunduran dari kejayaan dari masa sebelumnya.

    “Raffles mengatakan ‘Masyarakat Sumatra, seperti halnya di Jawa, sedang mengalami kemunduran yang terus menerus dari masa kejayaan para leluhurnya yang gilang gemilang’,” tutur Danny.

    ~ Tak Masuk Akal ada Piramida di Indonesia

    Arkeolog Dr Bambang Sulistyanto menyatakan bahwa kemungkinan temuan piramida di Gunung Sadahurip, Kabupaten Garut, dari aspek arkeologi tidak masuk akal karena Indonesia tidak mengenal kebudayaan piramida.

    Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional tersebut, di Jakarta, Minggu (18/12/2011), piramida merupakan kebudayaan Mesir dari abad Sebelum Masehi, sedangkan kebudayaan Indonesia kuno bukanlah piramida, melainkan punden berundak pada masa prasejarah dan candi pada era klasik atau periode Hindu-Buddha.

    “Lebih dari seperempat abad saya belajar arkeologi, baru kali ini saya mendengar adanya dugaan piramida di Indonesia. Kebudayaan Indonesia kuno itu tidak mengenal piramida, tetapi sangat akrab dengan bangunan suci bernama punden berundak atau candi,” katanya.

    Bambang berkomentar, di lereng barat Gunung Lawu memang ada bangunan suci yang bentuknya mirip piramida yang terpancung atapnya, namanya Candi Sukuh, yang dibangun sekitar abad ke-15 Masehi. Namun, Candi Sukuh sangat berbeda baik fungsi maupun maknanya dengan piramida di Mesir.

    Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief mengatakan bahwa tim katastropik purba menemukan dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di Desa Sadahurip Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang cukup mengagetkan.

    Andi menambahkan dari beberapa gunung yang di dalamnya diduga ada bangunan menyerupai piramida, setelah diteliti secara intensif dan uji “karbon dating”, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza.

    Ditegaskan Bambang, temuan Gunung Sadahurip Garut dan Gunung Padang | Misteri Piramida di Indonesia memerlukan bukti ilmiah karena, jika tidak, maka ia tidak bisa memercayainya. “Boleh-boleh saja orang menduga, tetapi soal kebenarannya, nanti dulu. Tanpa bermaksud merendahkan pandangan, pendapat atau dugaan para ahli, adanya piramida di Sadahurip perlu pembuktian secara ilmiah,” katanya.

    Pengujian yang diperlukan untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut, menurut dia, melalui pengujian ekskavasi (penggalian) sehingga bisa dibuktikan sejelas-jelasnya.

    “Tapi apa mungkin menggali Gunung? Sampai berapa meter batas kedalamannya? Dan berapa luas diameternya? Harus dipikirkan berapa kubik tanah galian yang harus digali dan dibuang ke mana? Apa malah tidak merusak lingkungan?” ujarnya bertanya-tanya.

    Ia juga tidak bersedia berkomentar soal uji georadar yang disebutkan sudah dilakukan oleh tim tersebut di Gunung Sadahurip karena merasa bukan ahlinya.

    “Saya tidak yakin ada ahli yang berpendapat begitu. Jangan-jangan itu pendapat atau pelintiran wartawan saja,” katanya.

    Menurut dia, seharusnya Indonesia bangga mempunyai Candi Borobudur dan Prambanan yang berasal dari abad ke-9 Masehi yang tak kalah tingginya dengan peradaban piramida.

    Tentu kita harus menunggu penemuan ini selesai dilakukan. Baik ada atau tidaknya lebih baik dilakukan penelitian secara mendalam dari berbagai aspek. Tetapi yang pasti bahwa Gambaran bahwa manusia purba itu kuno, berbentuk seperti monyet, zaman batu, zaman perak itu hanyalah Karangan para ilmuwan Barat belaka terutama Charles Darwin. Apabila kita menjawab segala keajaiban masa lampau dengan kehebatan dan kecanggihannya, teori Darwin mengenai dan segala hal tentang manusia purba itu PALSU !!. Para Ilmuwan Indonesia saat ini masih mengacu pada teori barat tersebut, padahal sebetulnya Orang-orang zaman dulu sama seperti kita, punya kecerdasan yang sama dan kemampuan yang sama.

    Lihat Nabi Nuh yang mampu membuat bahtera kapal yang besar dan modern, mana mungkin orang purba primitif seperti kata buku2 itu bisa membuat kapal secanggih dan sebesar itu?..Kemudian lihat Nabi Ibrahim yang mempu membuat bangunan Mekkah, kemudian Nabi Sulaiman yang mempu membuat istana mewah dan megah, apa itu yang dimaksud orang primitif purba? Semua kemegahan teknologi zaman dahulu itu terkubur di dalam bumi dikarenakan bencana yang terjadi, seperti halnya Candi Borobudur, Piramida di Mesir yang ditemukan setelah ternyata terkubur. Tentu dibawah tanah yang kita pijak, serta lautan yg luas pasti terdapat misteri kehidupan zaman dulu yang terkubur dan tersimpan.

    Seharusnya teori-teori tentang manusia purba dihilangkan terutama teori darwin karena itu hanyalah konspirasi dan rekaan belaka. Pelajari Al Quran, AL Kitab dan kitabkitab tuhan karena disana merupakan pusat ilmu dan kebenaran. Bahwa manusia itu turun dari langit, manusia tidak ada yang primitif semua sama dengan sekarang baik itu ilmu, wajah. Tengkorak-tengkorak manusia purba itu merupakan hewan purba seperti halnya gorilla, orang utan zaman sekarang. Untuk Lebih jelas silahkan Video Youtube berikut ini, untuk meluruskan dan membuka pikiran kita tentang kebenaran zaman dahulu kala.

    • @ Wisnu Tiyang Jawi,

      Maturnuwun atas postingnya kangmas Wisnu, semoga misteri gunung sadahurip ini lekas terkuak, kami semua baik masyarakat nusantara dan dunia menantikan khabar kebenarannya.

      Salam rahayu,

      Dewi

    • @ mas wisnu
      saya pernah melihat relief di candi penataran, disitu ada relief sosok manusia biasa, manusia berekor dan manusia raksasa/tinggi besar. kemudian dari teorinya prof.santos, dia memperkirakan bahwa mungkin didunia ini dulunya ada 3-4 spesies manusia. pada rilief candi menunjukkan adanya peperangan antara ketiga spesies tersebut, dan sosok berekor kalah dan lari kearah timur dan yang tinggi besar lari kearah barat.
      mungkin bukunya prof.santos bisa mendekatkan kearah hipotesa yang lebih mendalam.

      • wisnu tiang djawi

        @mas kuncoro
        Saya blm pernah liat candi panataran, cm pernah denger cerita yg konon di pintu utama candi akan disambut dua buah arca penjaga pintu atau disebut dengan Dwaraphala yang dikalangan masyarakat Blitar terkenal dengan sebutan “Mba Bodo” wujudnya yg besar dan seram,,,, utk pembuktian kebenaran species yg tertera di relief yakni sosok manusia biasa, manusia berekor dan manusia raksasa/tinggi besar memang perlu adanya pembuktian secara ilmiah misal dgn mencari fosil/tulang dr jenis spesies tersebut, karena kemungkinan itu bisa jg merupakan simbol pd jaman itu.
        maturnuwun.


    • Lihat Nabi Nuh yang mampu membuat bahtera kapal yang besar dan modern, mana mungkin ORANG PURBA PRIMITIF seperti kata buku2 itu bisa membuat kapal secanggih dan sebesar itu?…
      ————————–
      apa bedanya antara proto-human dan manusia (modern/spt kita saat ini) ?.
      http://en.wikipedia.org/wiki/Human_evolution

      adakah yg tahu sktr tahun berapakah, disertai sampel DNA dari jenazah/kerangka/fosilnya sebagai bukti ilmiah bahwa tokoh nabi Nuh pernah eksis?.

      tentu saja orang purba primitif tidak bisa membuat kapal besar lan canggih,
      lah di jaman skrg saja,…yg bisa membuat kapal spt itu ternyata (dibawah naungan “payung”) perusahaan yg notabene terdiri dari orang2 yg kompeten untuk memproduksi itu..atau tidak semua manusia yg hidup saat ini bisa membuat.

      namun dgn iptek yg tersedia hingga saat ini, akan lebih mudah dan cepat untuk membuat piramid spt di mesir (bahkan lebih manstab), dll,..asalkan…ada yg mendanainya. (^_^)v

    • wisnu tiang djawi

      @Dewi
      Iya Jeng Dewi, mudah”an akan terkuak tabir misteri gunung sadahurip seiring waktu berjalan,,,, kata kang einstein ” misteri abadi dunia adalah kemampuanya utk dimengerti”,,,,hehehe

      Salam misteri dech,,,,,

  10. Maaf, saya tak bisa menyiapkan situs saat ini, karena sedang bersiap-siap untuk berubah wujud menjadi Shiva.

    Awas, saya sudah berubah menjadi Shiva. respon saya sekarang cuma membunuh. Berhati-hatilah.

  11. Wonderful goods from you, man. I have consider your stuff previous to
    and you’re just extremely magnificent. I really like what you’ve received right here, certainly
    like what you are saying and the best way wherein you assert
    it. You are making it enjoyable and you continue to care for to keep
    it smart. I cant wait to read much more from you.
    This is really a tremendous site.

  12. If you want to improve your know-how simply keep visiting this site and be updated with the most up-to-date gossip posted here.

  13. * Kangen Pasuryan Paduka.
    * Kanjeng Nabi Kang Angon Langit Lan Bumi.
    * Kuthaning Berkah Lan Ilmu.
    * Endah Tan Kinaya Ngapa.
    * Kekasihing Gusti Ingkang Maha Agung.
    * Duh Nabi Nyuwun Margi.
    * Tresna Lahir Trusing Batin.

    Aamiiin.

  14. * Kangen Pasuryan Paduka.
    * Kanjeng Nabi Kang Angon Langit Lan Bumi.
    * Kuthaning Berkah Lan Ilmu.
    * Endah Tan Kinaya Ngapa.
    * Kekasihing Gusti Ingkang Maha Luhur.
    * Duh Nabi Nyuwun Margi.
    * Tresna Lahir Trusing Batin.

    * Aamiiin *

  15. Hello, Neat post. There’s a problem along with your site in web explorer, could test this? IE nonetheless is the marketplace chief and a large section of other folks will miss your wonderful writing due to this problem.

  16. This article provides clear idea for the new viewers of blogging, that actually how to do running a blog.

  17. Hi, I do believe this is a great web site. I stumbledupon it😉 I’m going to revisit yet again since i have bookmarked it. Money and freedom is the greatest way to change, may you be rich and continue to guide other people.

  18. Howdy would you mind sharing which blog platform you’re working with? I’m looking to
    start my own blog soon but I’m having a hard time deciding between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your design seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique.
    P.S My apologies for getting off-topic but I had to ask!

  19. Hello there, You have done an incredible job. I will definitely digg it and personally suggest to my friends.
    I’m confident they’ll be benefited from this website.

  20. Bhikkhu Dhammaraja

    Judul itu mengingatkan saya akan salahsatu masalalu saya sebagai Bhikkhu Zhu Yuan Zhang yang meruntuhkan dinasty Yuan, dan berganti nama menjadi Kaisar Hong Wu.
    Saya bisa membayangkan diri saya mengacungkan pedang disampul komik dan diberi judul, “Berdirinya Dinasti Ming.”

  21. arep lapo lapo monggo… sak karepmu… hihihi

    • Memang manusia TERCIPTA tidaklah sama… jangan harap akan menjadi sama… tak lagi sama.. dari jaman Adam kemudian NOAH dst… semua berbeda selalu… ya sudahlah.. terserah saja…

  22. JIKA ANDA BUTUH ANGKA RITUAL 2D 3D 4D DI JAMIN 100% JEBOL 7X PUTARAN BERTURUT TURUT BILA BERMINAT HUB KI SANTANU DI NMR (_082 317 877 775 JIKA INGIN MENGUBAH NASIB THA,SK ROO,MX SOBAT ATAU

  1. Ping-balik: Desember Hujan Aku Pun Gegas - Tren Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.093 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: