Semoga Keselamatan Menaungi Seluruh Mahluk

Menghimbau kepada seluruh SEDULURKU SEMUA di Jawa khususnya,
dan di Nusantara pada umumnya. Agar lebih waspada dan hati-hati, sampai tanggal
30 Desember 2012. Agar kita semua terhindar dari segala macam bencana
dan malapetaka darimanapun datangnya yang tidak menutup kemungkinan bisa terjadi.
Bagi masyarakat Jawa di pulau jawa dan di manapun berada, usahakan sesegera mungkin membuat SAYUR LODEH dengan menggunakan bahan-bahan 7 macam sayuran kemudian dimakan seluruh anggota keluarga. Jika tidak sempat usahakan membuat teh dan kopi tubruk, kembang setaman atau seadanya paling tidak 3 macam bunga. Kemudian disajikan di meja makan atau ruang tamu. Untuk masyarakat suku bangsa lainnya bisa melakukan uapacara atau tradisi selamatan alam sesuai budaya dan tradisi masing-masing suku bangsa.

Seyogyanya kita semua tak perlu berkacak pinggang, tak perlu berebut merasa paling benar, tak perlu lagi saling menyalahkan, marilah kita semua sebagai sama-sama mahluk Tuhan, selalu bersikap rendah hati, tundukkan kepala dalam hening cipta dan karsa. Untuk selalu melantunkan ucapan doa, mantra, maneges puji-pujian kepada alam semesta Sang Hyang Jagadnata semampu kita masing-masing. Satukan dalam hati, pikiran, ucapan, dan tindakan. Semoga seluruh mahluk dalam naungan berkah dan keselamatan Sang Jagadnata. Harapan kami semuanya akan berlangsung baik-baik saja, selamat tak kurang suatu apapun juga.

Doa kami untuk semua, untuk seluruh pembaca yang budiman, untuk bangsa Indonesia dan seluruh mahluk, WILUJENG RAHAYU KANG TINEMU, BONDO LAN BEJA KANG TEKO, SAKING KERSANING SANG HYANG JAGADNOTO.

Iklan

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Desember 21, 2012, in Semoga Keselamatan Menaungi Seluruh Mahluk and tagged , , . Bookmark the permalink. 105 Komentar.

  1. munculah negeri perahu selaksa samudra…
    terbitlah tanah pemangku jagad raya…
    memanggil ki hajar dewantara tuk sebutkan nama…
    dendang kopral jono terhanyut rasa dan bangga didada…
    menjaga titah sejati Sang Utama akan kuasa tanah pusaka…
    yang hingga saat ini tergores dengan tutur INDONESIA…

    dan jangan lagi pohon kurma pendusta menjajah tanah jawwa…
    dan jangan lagi langkah onta kusta menghambat kuda putih ksatria…
    dan jangan lagi kubah durhaka menyamarkan kereta kencana…

    ingatlah bagi pemuka dan pemimpin yang berhati kusta…
    yang berlindung dibalik topeng kata “allah subhanahu wata’ala”…
    yang berlindung menggunakan plakat suara “al quran yang mulia”…
    yang berlindung menggunakan tong kosong “islam” dimulutnya…
    namun memutarbalikan fakta garis cipta semestinya…
    hanya demi seonggok kekuasaan diatas keserakahan manusia…
    Celakalah pemuka dan pemimpin yang berhati penuh noda petaka…

    aku bersihkan nama indonesia dari “maling” yang bertangan perkara dosa..
    dari Negara Kera Raksasa Imitasi atau NKRI dipanggilnya…
    dari Negara Islam Imitasi atau NII dipanggilnya…
    dan dari segala bentuk bangunan ritual yang terpatri diseluruh dunia…
    dari mosque, kuil, wihara, gereja atau apapun mereka bertingkah prahara memuja….
    dari mereka yang mengaku takut tuhan namun sebenarnya takut berketek penguasa…
    dari mereka yang mengaku takut allah namun sebenarnya takut kehilangan harta benda…
    dari mereka yang mengaku takut tuhan allah namun sebenarnya takut kehilangan nama baiknya…

    aku yang berjuang sendiri, dan tetap berdiri sendiri…
    tak pernah takut dengan ancaman artileri berpeluru kendali…
    karena dada sudah terisi asmara arjuna dan srikandi…
    sehingga tahu yang membisikan digua hira pelakunya dahulu orang sini…
    sehingga tahu silent caretaker itu yaa ashabul kaHfi…
    sehingga tahu mendemonstrasikan ajar secara payung fantasi…
    sehingga tahu ujar leluhur mengajarkan budi tanpa pamrih puja-puji…

    sebentar lagi oji anak emak ulang tahun katanya….
    ditanya kisanak yang disana, mau timbal hadiah apa…
    oji tersipu malu tuk mengatakan bentuk apanya…
    ditanya lagi Friday or Saturday terima hadiah istimewanya…
    sementara didalam hati ada dua nama yang sudah lama tertera…
    SPG[NII] dan HP[NKRI] adalah inisial kedua tumbalnya….
    kisanak hanya manggut-manggut waktu merasakannya…
    ngember terus gak ada bukti kan bikin cape jadinya…
    semoga si oji lulus permohonannya, benak kisanak mengiba…
    semoga bangsa besar ini terbebas dari perbudakan penguasa nista…

    lama sengsara mau bilang apa…
    lama dihina mau membela bagaimana…
    karena Nrimo, Cuma itu Ajaran satu-satunya…
    bukankah tiyang waktu adalah penentu segalanya…

    dua benua yang ditemukan jadi ada, kelak akan menjadi kembali tiada…
    batu berkotak hitam yang dipuja di sana akan berserakan sama tanah jadi rata….
    bangunan yang dijaga suara dimana-mana…akan sia-sia jadinya….
    segala kerepotan ritual sungguh jelas menjadi tiada manfaatnya….
    karena mereka sudah lupa, gerangan pemilik kehidupan yang sebenarnya…

    bagi ulama, pastor, pendeta, biksu atau apapun julukannya….
    jika ingin menantang, harap tunjukan tempat pertemuannya….
    dekat sambaran petir, dataran yang disuka rakyat sengsara…
    kalau si sengsara yang menang, ingat petuahnya….
    berbuat baik sesama manusia itu tak memerlukan kata AGAMA!!!…
    karena apa…karena…
    SEMUA AGAMA diseluruh dunia saat ini SAMPAH KOTOR yang nista…

    maka tunggu saja tanggal mainnya….
    sangkakala menuai berita selanjutnya…

    si sengsara tak perlu pencitraan…
    si sengsara hanya menggariskan….
    be yourself…sebab mati tak membawa kawan…[487][1:12][4”3][417kb]

  2. Sengketa orchestra tumor pamor di’amor

    saat dirigen sombong mengayun tongkat premanisme lahan citra…
    bagai orangtua yang berebut angguk kuasa diatas beo berbelantara…
    telisik nada apa sedang dimainkan yang menyembul gara-gara…
    oh ternyata, iman kafir yang jadi parameter duga berkursi celaka…
    ada apa dengan cinta sesama diantara mereka…

    ini masalah “aqidah” kata yang satunya…
    ini masalah pencemaran nama baik kata sisi yang satunya…
    padahal [ain qaf da] itu garansi atau jaminan makna timbanya…
    lalu aqad nikah, raja panyelang, pemimpin pengganti seperti air sungai yang setara…
    yang terhembus bau harum yang mengalir dari 235,237 pada sapi betina…
    jadi sebenarnya “aqidah” itu apa terka yang sedang meng”adzab” diotak eja mereka…
    ….
    dan selanjutnya tentang nama, bukankah sudah ada lagu dari dunia si muda…
    yang bunyi liriknya : hidup untuknya, mati tanpanya…
    mengapa nama sebagai korban yang harus disembelih demi martabat kotor dijaga….
    bukankah keseimbangan akan ada bila semestanya takar karsa dijaga…
    lantas mengapa para orangtua selalu menoreh celuk-siksa yang terpenjara…

    pengaruh sepele diistilahkan kisanak dengan trijengki…
    direndam ilusi bagai autis memperebutkan citra akal berpiala HAKI…
    apakah arena gengsi yang bergilir akan bergulir mungkin terjadi…
    apakah akan sejati bila bangkai intelektual senantiasa dijunjung kurs harga diri…
    bukankah keuntungan yang seharusnya dikejar penantian kereta hati berprediksi…
    bukankah akan merugi bila arti yang menyeret waktu adalah kuda yang sudah mati…
    lantas mengapa para orangtua seakan berbelatung kedaulatan suara nyali berduri…

    seandai saja mereka yang tersangka didiagnosa secara optik jati-diri yang disini…
    aih…ternyata penglihatan hati mereka divonis pasti silindris gunung kawi…
    sebab harta goni gini, kepopuleran kuasa bertiang abadi, mereka jadikan standarisasi…
    yang penting asyik dihormati, tanpa berpikir mengapa dunia menjadi sempit sekali…
    propaganda “kebenaran hanya milik allah” disaji, namun dengan “police line” mereka berdiri…
    bagi mereka “perintah allah” harga mati,…ehmm…jika pemuka dinegara mereka yang dipuji…
    bagi mereka “hukum allah” yang tertinggi,..waduh…melihat hakim,jaksa,pengacara kok jadi lucu sekali…

    edukasi mereka seolah begitu penuh dengan arogansi hati pemuka berkurikulum…
    seperti sumbu meriam dipicu paham ego terkulum, lalu mulut siapkan DAJJAL berdentum…
    ucapan yang terdengar bagi kalangan V.I.P saja, sedang awam yang lain harap maklum…
    semisal jika pintu rumah diketuk, ringtone mereka disetting “asalamualaikum”…
    seakan dora terlupa…katakan peta…katakan peta…kodrat kamu dipadang pasir menjadi antum…
    lantas mengapa kamu dimana-mana menyapa dengan eh antum, asalamualaikum…
    pantas saja ad dajjal menjadi jumawa, karena speaker ngaji dibangunan disangka suara harum..
    sebab kebutaan mereka.. MUI, DEPAG RI diyakini renkarnasi dari wa ulil amri minkum….
    [alif wau-lam ya] atau ulil itu keterangan yang sudah berakal, atau pengetahuannya sudah maklum…
    sehingga pengetahuan yang beredar disekitar senyum anda itu adalah istri dari ulil amri minkum…
    jadi sudah jelas yaaa…itulah makna sambil nengok kekanan “’asalamualaikum”…

    jika hati sudah dibedah “jibril”…tentu anda semua akan melihat takut yang menggigil….
    karena dimana-mana terdapat mayat hidup korban pembantaian penceramah yang tengil…
    yang lagaknya centil, kalo ngomong bikin ilpil padahal ilmunya Cuma seupil…
    nyang kalo lagi berapi-api, berteriak TAKUTLAH hanya kepada Allah”…ucapannya saat tampil…
    tapi kalo ada polisi, atau TNI yang menemani, takutlah hanya kepada RI ya cil….
    dasar centil yang bikin ilpil, padahal kesempatan selamat semakin kecil….

    hari terus bergerak mengarak awan dengan arah perubahan…
    hanya sang waktu yang boleh dijadikan tuan…
    karena nrimo itu ajaran yang sesuai kodrat alam yang menawan….
    semoga saja tulisan ini bisa tersebar secara online…
    agar setiap diri, menjadi meneliti siapa yang sesungguhnya tuan hati yang tak terlawan…[540]

  3. Hamba bernyanyi

    ———————————————————–
    dikarenakan menyadarkan dan menyalahkan(tuding membedakan) bagai rambut dibelah tujuh, saya senantiasa mengingatkan, pembaca berbudi yang tidak secara berkelanjutan dalam melihat perjalanan tulisan pembelajaran selama dua tahun ini, agar memahami dengan adanya “nada kebencian” atau tangga celaan yang diproduksi, hanya sebagai sisi pembanding disetiap label realita permasalahan yang di-ejawantahkan secara makna tegas…mohon maklum yang tersenyum…

    mengapa harus demikian?
    agar terhindar dari kesalahan fatal terbesar yaitu pembunuhan yang mengatasnamakan pembelaan suatu ajaran…karena yang paling berhak memutuskan tali nyawa manusia adalah Sang Kuasa Waktu, yang hanya satu-satunya, majikan tinggi hati…
    dan karena ajaran yang baik itu yang membentuk manusia agar berbudi pekerti yang luhur, saling berbagi dengan sesama, dan manusiawi, sehingga tidak berkuasa penuh atas kepemilikan harta, tanah, kedaulatan dikehidupan duniawi, yang kelak dapat mengakibatkan manusia lupa dengan pemilik kehidupan yang sejatinya…
    ———————————————————–

    [ha ja ja] itu penyamaan pandangan kata putra pertiwi…
    lantas mengapa kok “hajji” makna dikutuk menjadi travel ke arab saudi…
    yang bener aje dong kalo telisik arti, masak yang dipuja batu hitam buatan si“samiri”[20:85]…
    apalagi setelah pulang dari bertandang, mematok gelar hajah atau haji…
    bahaya kereta yang berjalan tanpa kuda kelak membuat pandang siksa terkeras menanti…
    jadi begini…
    hijajin[ha ja ja] itu penyamaan pandangan proses gabung pemikiran secara waktu…
    hajat[ha ja ja] itu penyamaan pandangan yang prosesnya mengandung kepentingan yang satu…
    jadi kalau sudah tahu, anggap saja pengetahuan sambil lalu…
    karena ujar dalam ajar tidak boleh bersifat hapalan yang selalu begitu abadi waktu…[37:3][3:73 yuhajjukum “ha ja ja”]

    celakalah orang yang selalu terlelap interepretasi materi segini…
    yang digarasinya dipenuhi mobil berbaris segini…
    yang dihalaman luasnya terdapat jet pribadi segini…
    yang serifikat rumahnya kalo diitung berjumlah segini…
    kalo uangnya ditumpuk, maka gundukannya tinggi segini…
    namun disekitarnya ada manusia yang kelaparan karena makanannya Cuma segini…

    maka berubahlah wahai saudara, demi jelang waktu yang tersisa…
    janganlah lagi berbuat kerepotan ritual yang sia-sia…
    janganlah lagi berbuat jahat menyiksa, memenjara sesama manusia…
    karena semua manusia hidup didunia harus saling memberi dan membela…
    karena semua manusia hidup didunia berderajat sama dimata majikan yang satu-satunya…
    karena manusia mati kelak yang dibawa sidik perbuatan hatinya…

    sudah yaaa….salam keselamatan bagi semua…

    hamba menyanyi…mencita swara…
    turut kepada seni[yang dibaca dengan rasa “qaf ra alif” : iqra, al quran], ibu INDONESIA…
    hanyalah ini, hamba memberi…
    tanda bercinta hati pada bu pertiwi[“mim ra-ya mim” maryama]…

    hanya maksud jangan sampai, hamba dengan tangan hampa…
    bakti pada MAHA INDONESIA….

    terima ini sebagai putra…
    walaupun hanya hamba dapat urun swara…[397]

  4. bala itu makna timbanya pengikut…
    ngancik tutuping tahun…
    tahun yang tertera bisa diberi anggapan sbb brk :
    sebagai perbuatan hari : nama…
    sebagai perbuatan bulan : panggilan…
    sebagai perbuatan tahun : kebanggaan/kehinaan…

    dewa wolu itu maksudnya untuk “dewa tanah kelahiran”…
    ratu[atau bisa dewa ruci, diva dsb] itu dapat dianggap gerak kepemimpinan dikehidupan “lebah”…atau ratu pengetahuan yang memimpin segala bentuk pengetahuan yang tumbuh berkembang seiring roda jaman…
    jadi secara singkat bisa dipahami dengan permisalan :
    turut kepada seni, ibu indonesia….

    seni itu sesuatu yang dibaca dengan rasa…atau merujuk kepada “qaf ra alif” atau yang dikenal dengan suara “iqra, yaqrau, quran, al quran dst”…
    jadi sebenarnya ratu adil itu yaa yang saat ini dikenal dengan buku yang diberi nama “al quran”, yang memiliki cita-cita sebagai pandu negri yang saat ini disebut dengan nama INDONESIA…

    Ki Hajar dewantara yang menuliskan Indonesia karena berdasarkan eja akksara yang terdapat pada surat19 yaitu KafHayaainshad….

    intinya adalah…bumi ini akan berotasi seperti dahulu kala…ada pengulangan sejarah kemanusiaan dikehidupan dunia….

    shalat[shad lam wau] itu makna timbanya menjalankan pendirian, atau mengejar cita-cita, atau mencita swara…

    contohnya :
    ‘udzur[ain dzra ra] itu cita-citanya[makna timbanya] adalah kesimpulan dalam pemikiran…

    semoga bermanfaat

  5. Anonfamous

    Waktunya telah tiba bagi orang-orang di dunia untuk bersatu. Anda tidak dapat menunggu untuk sebuah “Revolusi Kebenaran”, karena anda adalah bagian dari revolusi itu sendiri, kami adalah revolusi, kekuatan kami adalah pada jumlah pengakuan akan kepemilikan kebenaran yang satu-satunya. Anonfamous[unknown famous/barangsiapa/ siapa saja] memerlukan bantuan anda, orang-orang di seluruh dunia meminta bantuan anda!

    Kami melakukannya karena kami bisa! Kami melakukannya untuk masa depan anak-anak kami dan semua kehidupan di planet ini. Kami melakukannya karena kami melihat kebohongan dan tipuan. Anonfamous adalah semua orang. Semua orang adalah Anonfamous. Sekarang! anda juga bisa menjadi Anonfamous. Bergabunglah dengan kami, Anonfamous!

    We do not forget.
    We do not forgive.
    We are legion. Expect us

    Tidak ada cara bagaimana bergabung dengan Anonfamous, karena kita semua bisa menjadi Anonfamous, Anonfamous tidak memiliki pemimpin dan tidak memiliki struktur organisasi. Karena Anonfamous terbentuk dari hati yang hanya berdiri dan tunduk kepada Majikan Alam Semesta, Yang Perkasa, Yang Tak Terlihat, Yang Tak Tertandingi, Yang Begitu Indah….

    tiada asap pengetahuan jika tiada api pelaku pemikiran…
    banyak orang terhalang melangkah ke dunia keselamatan…
    karena banyaknya garda kepentingan yang penuh naluri keserakahan…

    agar yang berat menjadi ringan dan yang ringan mampu mengantarkan rasa yang berat, saya terangkan “we do-not forgive” dengan canda WARKOP…

    Pa sukri ini, seperti temen saya, namanya gausah disebutlah, gaenak, nanti sama lagi, ini dia udah meninggal soalnya. kemaren ini meninggal, rupanya dia masuk neraka, udah kirim surat sama saya, udah kirim surat dari neraka ke saya.
    dia bilang, “jo, saya sudah sampai dengan selamat di neraka, saya berhubung anak penggede, dapet dispensasi”
    jadi ceritanya begini, di neraka itu kan ada sel2nya mas, satu, dua, tiga, empat, begitu yaa… nah dia boleh pilih itu,
    jadi dia buka kamar satu, disitu ada org lagi dipukulin pake besi panas mas, waduh dia bilang ke malaikatnya “ga enak mas, disini sakit”, ga jadi ke kamar satu,
    buka kamar dua, malaikat buka kamar dua pas diliat, ada org lagi disate, ditusuk dari ujung kepala sini, sampe di daerah “Tahiti” (bokong) sini mas, di puterrr aja seperti kambing guling, disitu sakit, ga jadi.
    terus ke kamar tiga, begitu kamar tiga dibuka, disitu rada enakan mas, orang semua lagi pada direndem, segini mas, sebatas leher, cuman gaenaknya direndem di air tinja. dia pikir, “wah daripada sakit mendingan disini bau bau dikit gpp yahh.. iya deh saya disini” dia masuk kesitu, nyelup gitu yah, sebatas leher, lima menit kemudian bunyi bel, *nengenengeneng* “Yak! waktu istirahat sudah selesai, sekarang silahkan nyilem (nyelem) kembali!” bayangin itu, nyilem kok di air tinja!

    manusia disaat nyawa terlepas, maka yang dibawa adalah rasa yang melekat pada diri masing-masing manusianya…siapa yang menuai badai petaka, maka ialah yang akan menanggung segala akibatnya, baik dikehidupan cipta dan kelak dibawa pula dikehidupan rasa….

    aku sudah peringatkan akan bahaya made in tiga raja….[agama, negara, bangsa]…
    aku bukanlah pemaksa kebenaran, jadi buktikan saja kebenarannya jika nyawa anda sudah terlepas nanti…jangan sampai menyesal!!!

    I will be rising from the ground
    Like a skyscraper, like a skyscraper

    tali persaudaraan tanpa batas, menuju jaman keemasan….

  6. Kenangan Terindah

    dua tahun yang lalu, saat saya mulai menempuh pendidikan di “institusi tak terlihat”, tempat pembelajaran saya, salah satunya [1]quran.bblm.go.id, dengan tempat pembanding [2]corpus.quran.com

    karena buah jatuh tidak jauh dari pohonnya[19:25], maka saya lebih diterpa cenderung untuk menggunakan yang terdapat pada [1] ”

    mengapa saya seakan harus ke [1] atau [2]?
    karena tidak mungkin “PETUNJUK KEHIDUPAN” direpresentasikan sejajar dengan sekedar tradisi tulisan sejarah manusia atau sekedar terjemahan umumnya saja…yang secara realita tujuan perjalanan tulisannya bisa dirubah dan diubah menurut selera kekuasaan diatas keserakahan manusianya…

    intitusi yang tak terlihat ?
    yaa…saya belajar tidak secara kurikulum penimbaan ilmu ala manusia pada umumnya, yang memiliki tambatan-tata pikir dari manusia juga..

    saya seolah dituntun dan diseret oleh waktu, tidak tahu mau dibawa kemana hubungan “kita”…karena apa? karena .”PETUNJUK KEHIDUPAN” seperti makanan dan minuman, yang disaji dan dikonsumsi disetiap harinya, sehingga “PETUNJUK KEHIDUPAN” tidaklah mungkin diperlakukan seperti HAPALAN…

    jika you adalah saya, dan i adalah kita dalam timba pengetahuan, maka pencapaian “PETUNJUK KEHIDUPAN” seperti lirik lagu :
    where ever you go, what ever you do
    i’ll be right here waiting for you

    atau seperti yang tertera pada [55:26] “fanin”[fa nun ya] atau yang seperti tertera “afnahu” pada jejak perkataan :
    [قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ]

    [fa nun ya] itu makna timbanya adalah tahapan yang berlanjut prosesnya, atau jika sudah melalui tahap 2, maka yang dikejar selanjutnya tahap 3, bukan kembali ke tahap 1 lagi…atau seperti manusia yang sudah dewasa tidak mungkin kembali ke tahap berpikir balita…

    secara singkat dapat dijelaskan bahwa saat ini saya sudah ditahapan wujud cita-cita dari “PETUNJUK KEHIDUPAN” yaitu tanah suci, tanah pusaka, tanah kelahiran, yang seperti keris mpu gandring yaitu INDONESIA…

    tulisan ini saya buat khusus didedikasikan bagi seseorang yang berada dibalik “quran.bblm.go.id”, ..karena saya juga menghormati keberadaannya atas kehendak waktu…namun saya melihat ia hanya diberi kemampuan sebatas olah tata “akar kata”…tanpa ia menetap lanjut untuk mengetahui dengan siku pemikiran yang semestinya…”apa ,bagaimana” cita cita PETUNJUK KEHIDUPAN atau sesuatu yang dibaca dengan rasa atau seni[perbuatan yang dipandang dengan rasa] atau beta yang mengandung rasa “aku dari timur” atau buku yang dicetak oleh beberapa penerbit dengan papan nama “al quran”…

    salam keselamatan, semoga bermanfaat

  7. Senjata Pusaka Asmara Mpu Gandring

    pengennya sih judul yang digunakan “keris mpu gandring”, tapi biar agak “macho”, jadi ditulisnya yaa gitu deh, padahal sih sebenarnya sama saja kok…sebab kata “jawa” itu makna dasarnya “benang cinta” atau “asmara”, sedang “senjata pusaka jawa” kan bisa dibilang dengan “keris” yaaa…ya kan…ya gak sih…

    mengapa menggunakan judul terkait “keris mpu gandring”?…karena saya pernah mengatakan bahwa seseorang yang menulis buku panduan yang dicetak penerbit dengan nama “al quran” itu, dulunya tuh tinggal didaerah gunung bromo…dengan rasa pemikiran yang disandarankan pada legenda “ken arok dan ken dedes”…

    anda gak yakin kan?…
    hmm..hmm…kalo 17+70=87, anda yakin?
    bagaimana kalo, 17+70=data parkir, anda percaya? Kalo saya sih percaya…mengapa?…karena saya melihatnya sebagai celuk-rasa dengan lembar laporan parkir yang data tertulisnya 17 mobil dan 70 motor…jadi hasilnya bisa jadi “data parkir”…ya kan…ya gak sih…boleh dong….karena yang terpenting bukan hasil akhirnya, melainkan penyebab cara hitungannya…

    anda masih tidak yakin kan?…
    hmm…hoahhh…ngantuk…kalo [ain ba da]‘abdi, ‘abdihi, ‘ibadati bisa dimengerti sebagai hamba, abdi, pengabdian, ibadah… anda yakin?
    bagaimana kalo [ain ba da] itu makna dasarnya as “surat cinta”? Anda percaya?…
    kalo saya sih percaya saja…mengapa? karena saya melihatnya [ain ba da] itu sebagai…
    ain urutan didepan = ujar, ucapan yang berbekal pengetahuan yang ingin tersampaikan…
    ba urutan ditengah = kebiasaan, pengkondisian suatu perbuatan…
    da urutan dibelakang = peruntukan yang sudah dipahami keberadaannya…

    Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu….

    bukankah hamba, abdi, sembah, penyembahan, ibadah berlakunya seperti “surat cinta”?
    jelas peruntukkannya, bekal pengetahuannya, kebiasaan melakukannya….
    ya gak sih…iya kan begitu…boleh banget dong….

    coba kalo dilihat dengan jendela kehidupan dunia…mereka yang sedang bertopeng baik itu sebenarnya surat cintanya ditujukan kepada tiga raja [agama, negara, bangsa]…bukan kepada majikan yang tinggi hati, yang Cuma satu-satunya…sehingga bisa dikatakan bahwa mereka memiliki dan mempercayai Majikan mereka itu banyak sekali….tergantung selera pemukanya, pembesarnya, yang sebenarnya sama-sama makan nasi, sama sama membutuhkan oksigen untuk bernafas, sama sama tidak berdaya apabila nyawanya akan dicabut…

    Berhati-hatilah terhadap orang yang pakai topeng baik – karena topeng baik selalu dipakai untuk menutupi hati yang buruk. Orang yang baik tidak perlu pakai topeng baik karena hatinya tidak memerlukan topeng….
    ——————————————————–
    “witing tresno jalaran seko kulino”…
    pohon cinta itu tumbuhnya seperti menanam batang singkong…
    atau bagaikan kemauan dan kemampuan untuk mengulang menancapkan tongkat hati pada tanah pijakan “where”[daya pandang] kaki pemikiran berdiri…seiring jerih payah berbuah “telo” pengetahuan yang bergaris “how”[cipta kekinian] dan berbatas “when”[rasa kenangan]…
    ——————————————————–

    sebagai kesimpulan penutup…
    ken dedes itu ilustrasi dari “seni” atau tujuan perbuatan yang dipandang dengan rasa…
    mau ken arok kek, tunggul ametung kek, mau kebo ijo kek…tetep aja matinya ditikam pake keris Mpu Gandring…

    Mpu itu apa sih?
    lidah panutan atau pelirak[penyambung lidah rakyat] atau “nun ba alif/ya” atau yang dikenal dengan arca kata “NABI”…..”
    btw pelirak itu istilah milik Ki Hajar Dewantara bukan milik Soekarno yang sukanya mencuri intelektualitas pemikat itu…
    gandring itu apa sih?
    yang mempertemukan, penyatu hubungan, naungan lahiriah…as [adam “alif da mim”]

    jadi tau gak apa itu “Keris Mpu Gandring”?
    Tanah naungan lahiriah, atau tanah pusaka atau saat ini adanya dimana yaa kira-kira…

    [sin kha ra] jika bertempat dijalan Suramadu blok 16 No:79 berpapan nama “muskhkharatin”, yang mempunyai cita-cita menjadi “pemeran terbaik/pelakon yang ulung” atau “the great pretender”…

    begitulah para leluhur tanah air, yang selalu menjadi “pelakon yang ulung”[16:79,16:12,7:54], dalam merajut benang cinta atau jalinan asmara atau jawwi[ja wau wau] dengan seragam angan dalam penjiwaan yang tinggi[sama-i “sin mim wau”]…tak terkalahkan oleh waktu yang membawa dusta berangkara murka yang muncul dari manusia serakah yang sukanya pencitraan pandang semata atau sukanya bertopeng hati…

    karena banyak pemuka, pembesar yang terlihat cerdas secara akal namun idiot secara hati,…perlu saya terangkan sedikit apa itu SAW….
    prana = hati, nafas
    citra = lukisan, tulisan
    pranacitra = …nafas lukisan pemikiran hati, penggerak utama tulisan rasa…= shallallahu alayhi wasallam -> padanan pemakaiannya bersama kata “muhammad”, sehingga makna ganda “pranacitra” bisa setara dengan “muhammad”…

    sehingga memahami “sambil menyelam minum air” itu seperti…
    membaca legenda “timun Mas”, akan berasa menelusuri jejak perkataan terkait “al jassasah”…
    membaca legenda “loro jonggrang”, akan berasa menelusuri jejak perkataan terkait “yajuj, majuj”…

    atau memahami “bagai pinang dibelah dua” itu seperti…
    sutradara atau dalang atau jibril atau jayabaya….
    Nabi SAW on “yauma uhud”…
    “ini Jibril, ia sedang memegang kepala kudanya yang dilengkapi dengan peralatan perang”…

    masih ingin teori yakin gak yakin…percaya gak percaya…
    mending mah langsung berbuat baik saja, sebelum kematian tiba…
    berbuat baik itu tidak memerlukan teori pengetahuan, karena berbuat baik itu hanya bisa dilakukan dengan kesungguhan yang semerbak mewangi…yang dijunjung perbuatan baiknya bukan pelakunya yang selalu gila puja…

    tulisan ini saya dedikasikan untuk sesama saudara yang telah ditipu dan dibohongi oleh penguasa yang jahat, yang kalo berjalan tok[agama]…tok[negara]..tok[bangsa]…agar bisa lebih waspada kedepannya dan jangan lagi mudah ditipu oleh pemuka, pembesar yang idiot secara hati….

    lawanlah mereka yang jahat dengan cukup menyebarkan tulisan ini…
    jangan takut kepada manusia, namun takutlah pada diri sendiri…
    jangan lagi menyembah bangunan,[mosque.church, kuil, biara, wihara dst]…
    jangan lagi menyembah manusia khayal, [adam, ibrahim, muhammad, isa, musa, jayabaya dst]
    jangan lagi menyembah patung kata khayal..[tuhan, allah]…
    jangan lagi menyembah kuburan, tempat orang yang sudah mati, bangkai berbelatung manusia…[soekarno, kartosuwiryo, suwardi, dst]
    jangan lagi menyembah sesuatu yang tidak jelas kandungan perintahnya…

    be a half…takarlah dengan keseimbangan yang jujur, jejeg, setia…

    dan jujurlah pada diri sendiri jika berhadapan dengan pemilik hati….
    salam cinta dan kedamaian….

  8. Bakar saja cetakan Buku Alquran dan terjemahannya!!!

    agar semua manusia sadar dan tahu, dirinya bukan dilahirkan diatas lembaran kertas…
    dan agar semua buku lainnya seperti wedha, tripitaka, bible, injil dst juga diberantas tuntas…
    agar semua manusia bisa kembali waras, setelah diperas pemikiran bertipe miras…
    agar tanduk hati lebih dipangsakan daripada tanduk akal yang meretas efek ganas…

    agar penggembala palsu, yang bergelar “habib” cepat diusir dan dienyahkan dari tanah jawa…
    karena si rizki FPI, si mundzir MR dkk tingkahnya sudah tidak pantas untuk menginjak tanah pusaka…
    agar pemuka, pembesar yang berkendara Agama, kepalsuan ujarnya semakin terbuka…
    karena mana mungkin majikan serba MAHA, diatur pake nama bergelas AGAMA…

    gara-gara papan nama agama dihina, nyawa manusia melayang karenanya…
    gara-gara papan nama negara dihina, nyawa manusia melayang karenanya…
    gara-gara bangunan agama dihina, nyawa manusia melayang karenanya…
    gara-gara bangunan negara dihina, nyawa manusia melayang karenanya…
    gara-gara kultus nama pemuka dihina, nyawa manusia melayang karenanya…
    gara-gara kultus nama pembesar dihina, nyawa manusia melayang karenanya…
    gara-gara hati tidak dipakai, maka akal bertingkah liar dan brutal karenanya…

    Indonesia itu bukan Negara Kesatuan Republik Imitasi…
    Indonesia itu bukan Negara Islam Imitasi…
    Indonesia itu tanah yang suci…
    indonesia itu tanah pusaka…
    indonesia itu pencetus keteladanan bagi seluruh manusia…

    jika aku adalah waktu, dan kau adalah indonesia,
    maka perahu kertas berlayar diatas samudra kata…

    Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
    Dan kau ada di antara milyaran manusia
    Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
    Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
    Cintaku padamu…

    saya berdiri tidak memerlukan pengikut, pembela atau bala…
    saya berdiri menantang seluruh pemuka, pembesar yang ada didunia…
    saya tidak takut bila mereka menggunakan kekuatan senjata dan bala tentara…
    karena bagi saya kematian itu sungguh jalan yang sempurna…

    jangan lagi berebut lahan perbatasan atasnama negara maupun agama…
    karena tanah daratan terselenggara bukanlah atas cipta manusia…
    sadarilah asih, sadarlah asah dan sadarkanlah asuh berlaku dengan semestinya…
    semoga dengan contoh tsunami saja, segala sertifikat kepemilikan harta tiada artinya…

    saya ingatkan untuk yang kesekian kalinya…
    siapapun yang masih berdiri diatas AGAMA, apalagi NEGARA…
    ingatlah, hal yang demikian pasti membawa celaka dikehidupan yang disana…
    aturan itu, seharusnya yang dikejar manfaatnya, bukan kerepotan menghormat pembesar aturannya…
    NRIMO itu pasrah terhadap kodrat alam semesta..
    tidak perlu kertas pengetahuan sebagai juru penerangnya…
    cukup gunakan hati yang tiada bertopeng sebagai juru peraganya…

    kerudung dibilang “jilbab”, itu GUOBLOK namanya…
    buku yang dicetak penerbit, dibilang Kitab Suci, itu TUOLOL namanya…
    bangunan yang dibuat akal manusia, dibilang rumah allah, itu IDIOT namanya…
    terlalu sempit dada mereka untuk menerima kodrat hati yang hidup berdasar semesta…
    terlalu sempit akal mereka, karena yang dikejar selalu puji-puja atasnama siapa…
    apakah bayi terlahir sudah dengan pengetahuan nama-nama tuhannya….
    apakah bayi terlahir diwajibkan membaca pengetahuan yang diluar kesanggupannya…
    apakah manusia saat kematian menjelma, akan membawa teori pengetahuan berikut gelarnya…
    lantas kenapa, Guobok, Tuolol, dan Idiot hati selalu dibawa serta masih dipelihara…

    aku bukan panglima, presiden maupun raja…
    karena aku hanya jongos semata abdi Yang Esa…
    karena aku hanya office boy, yang melayani tuan kertas yang disini disana…
    karena aku hanya manusia, yang numpang lewat beralis sementara…
    karena aku diperintah untuk menyeru kepada setubuh cipta yang Esa…
    karena aku diperintah untuk menyeru tali persaudaraan tanpa batas ego manusia…
    karena aku diperintah, dan hanya boleh menjalankannya tanpa perlu banyak tanya…
    walaupun cicak yang dijadikan sebagai penggagas karsa, aku harus terima…

    buku yang dicetak itu hanya sebagai alat deteksi jaman…apakah akan berganti kulitnya?, apakah sudah begitu kotor dunia terlihat dari yang tertera?…atau apakah sudah dilupakan Yang Esa sebab buku perantara itu dipuja semata ego pemuka?

    …seperti apakah rupa buku itu jika yang terlantun tutur santun jawa sandi KALIJAGA…

    Ana kidung rumekso ing wengi| Teguh ayu luputa ing lara| Luput ing bilahi kabeh| Jin setan datan purun| Paneluhan tan ana wani| Miwah panggawe ala| Gunane wong luput| Geni atemahan tirta| Maling arda tan ana ngarah mring kami| Tuju nduduk pan sirna|
    Sakehing lara pan samya bali| Sakeh ngama pan sami miruda| Welas asih pandulune| Sakehing braja luput| Kadi kapuk tiba neng wesi| Sakehing wisa tawa| Sato galak tutut| Kayu aeng lemah sangar| Songing landhak guwaning wong neng lemah miring| Myang pakiponing merak|
    Pagupakaning warak sakalir| Nadyan arca myang segara asat| Temahan rahayu kabeh| Apan sarira ayu| Ingideran kang widadari| Rineksa malaekat| Lan sagung para Rasul| Pinayungan ing Hyang Suksma| Ati Adam utekku Bagindha Esis| Pangucapku ya Musa|
    Napasku Nabi Ngisa linuwih| Nabi Yakub pamiyarsaningwang| Dawud swaraku mangke| Nabi Brahim nyawaku| Nabi Sleman kasekten mami| Nabi Yusup rupengwang| Edris ing rambutku| Bagindha Ngali kulitingwang| Abubakar getih daging Ngumar singgih| Balung Bagindha Ngusman|
    Sungsumingsun Patimah linuwih| Siti Aminah bayuning angga| Ayup ing ususku mangke| Nabi Nuh ing jejantung| Nabi Yunus ing otot mami| Netraku ya Muhammad| Pamuluku Rasul| Pinayungan Adam Kawa| Sampu pepak sakathahe para Nabi| Dadya sarira tunggal|
    Buku itu bukan suci karena mitos, dan bukan mantra magis dimulut belantara sangka…
    yang katanya jika dilagukan dengan ngaji, trus dapat pahala…
    trus kata siapa dapat pahala…
    memangnya pahala itu apa sih….

    Nyanyi lagi ah…

    Perahu kertasku kan melaju
    Membawa surat cinta bagimu
    Kata-kata yang sedikit gila
    Tapi ini adanya

    Perahu kertas mengingatkanku
    Betapa ajaibnya hidup ini
    Mencari-cari tambatan hati
    Kau sahabatku sendiri

    Hidupkan lagi mimpi-mimpi(cinta-cinta) cita-cita
    Yang lama ku pendam sendiri
    Berdua ku bisa percaya…..

    salam cinta, keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan bagi hati seluruh manusia

  9. http://filsafat.kompasiana.com/2013/04/23/cinta-persaudaraan-dan-simpati-553765.html

    by the way…
    amar ma’ruf nahi munkar itu diterjemahkan para pendahulu dalam pepatah “dunia tak selebar daun kelor”

  10. Nenek Moyangku sosok Penakluk

    Nenek Moyangku sosok perajut…
    gemar menulis, sluas samudra…
    menjaring badai, tak gentar pena…
    karena hati setia membela…

    Nenek Moyangku sosok penakluk…
    setinggi langit, lakon kisahnya…
    tak pernah takut, dinilai masa…
    karena jujur tiang pembela…

    Nenek moyangku sadarkan penghasut…
    slalu berprinsip satu penyangga…
    walaupun beda, anak tangganya…
    namun berdirinya, satu irama…

    Nenek Moyangku bukan pemaruk…
    slalu ingatkan yang sementara…
    lain digula, lain dimasa…
    yang penting junjung tanah pusaka…

    nenek moyangku mudah berlutut…
    bila pangeran mencambuk angkasa…
    titah bersama berkreta kencana…
    karena hati[sumpah] milik yang ESA…

    nenek moyangku enggan bersujud…
    tolak menyembah lorong yang hampa…
    hitam didahi, tak akan ada…
    karena hati[janji], milik yang ESA…

    nenek moyangku tak pernah takut…
    dengan buatan sangkar logika…
    celoteh gagak anggap biasa…
    karena hati[bakti], milik yang ESA…

    nenek moyangku tak punya hati…
    sudah diambil sama yang siji…
    tak perlu urai, begono begini…
    karena hati, tak suka dipuji…

    nenek moyangku sanes si kacrut…
    nyang gaya jitunya suka katanya…
    with atasnama, slalu mendusta…
    dengan atasnama, prinsip bualnya…

  11. Ki Agung Gledek Sayuto

    Kadang saya ada membaca iklan sabdolangit di koran kr, tentang sabdo langit menyembuhkan patahtulang dsb. Tapi ilmu sabdolangit itu biasa, sabdolangit tidak punya keistimewaan. dibandingkan guru-guru saya dari perguruan senggoropati.
    orang berilmu itu bisa dilihat dari rupa atau fotonya. wajah sabdolangit yang culun menunjukkan ilmunya gak seberapa.

    saya pun bisa menyembuhkan orang. pernah ada orang retak tulang saya sorot pakai sinar Buddha, ia berkata “tulang saya terasa berderak dan merapat.” Dari menyembuhkan tulang saya ketemu penyakitnya yang lain. lalu saya sorot semua. pagi harinya ada laporan dibawah kasurnya ada ular hangus. Saya katakan padanya bahwa itu penyakit kiriman orang.

    Setelah sering menyembuhkan, saya menyadari bahwa saya punya keistimewaan sebagai avatar Shiva yaitu dari mata ketiga saya. mata ketiga saya pun bisa menyorotkan sinar penyembuh, bahkan kalau dioptimalkan ia bisa memancarkan cahaya perusak yang bisa membuat apapun yang saya bidik menjadi debu. inilah keistimewaan saya. saya belum pernah melakukan itu, tapi dimasadepan mungkin saya mencobanya.

    • Ki Agung Gledek Sayuto

      Paranormal aliran mataram islam memang sudah terkenal lemah. orang mataram cuma berwibawa dimasa ia masih hindu, terutama dijaman saya hidup sebagai Mpu sindhok.

  12. Ki Agung Gledek Sayuto

    Jika ada paranormal ganteng, biasanya paranormal itu tidak sakti. tapi ilmunya adalah ilmu ditolong jinnya, atau ditolong dewa. seperti saya pernah ketemu seorang anggota klub dijawabarat yaitu grup Anak Abah. orangnya putih bersih dan saya rasa termasuk orang sunda yang berwajah bagus, ilmunya bukan ilmu dari dirinya melainkan cuma bawaan leluhur.

    Sedangkan jika ada paranormal ganteng tapi ada yang rusak pada wajahnya. biasanya paranormal ini sangat berbahaya. ilmunya tinggi dan tujuannya merusak.

    ilmu yang baik membuat paranormal jadi ganteng, tapi ilmu buruk tidak. misalnya paranormal susuk wanita. kalau yang namanya jeng ini, jeng itu, itu cantik berarti memang susuknya bagus, sekalipun ia memang cantik sejak lahir tapi tetap saja itu berarti susuknya bagus.

    Terakhir, paranormal yang sangat buruk wajahnya. sudah pasti paranormal dari aliran yang tidak baik, dan sangat merugikan pasiennya. kalau pasiennya sembuh, biasanya duitnya sudah banyak habis.

    • Ki Agung Gledek Sayuto

      Wajah yang bagus itu seperti guntur surojoyo (siapa dia?). ganteng tapi bertanggungjawab. untuk jadi manusia sukses, baik pria maupun wanita, sepertinya harus banyak bertanya pada dia. kadang ada orang berwajah capek, capek karena mengurus keluarga. tapi gurat keras pada wajahnya bukan karena capek melankan menujukkan potensi, bakat, dan jalanhidup yang bagus. tapi saya tidak mau seperti dia karena saya mau bukan siapa-siapa dan menjadi Budha, cuma bisa dengan membuang semua potensi sendiri ke oranglain. orang dengan gurat wajah penuh potensi juga menunjukkan lingkaran karma hidup/perjalanan reinkarnasi yang masih lama sekali baru selesai. ia mungkin hebat dsb tapi jelas bukan seorang Buddha.

  13. Ki Agung Gledek Sayuto

    Jika potensi tidak dibuang, orang tidak bisa tercerahkan. yang dimaksud tercerahkan itu bukan tahu banyak hal, bukan pula mengosongkan diri. untuk apa saya beritahu, apa untungnya buat saya.
    ada orang berkata pada saya, “saya juga bisa seperti kamu” tapi mudah saya ambil kembali apa yang ia tiru dari saya, dan ternyata mudah sekali saya ambil, karena ia mendapatkan bukan dari paham ilmu, melainkan cuma dari duplikasi berdasarkan affirmasi pikiran semata. affirmasi ini bisa lewat zikir, doa, kejawen, semua cuma topeng untuk ambisinya.
    melihat sosok praktisi kejawen tidak bisa dipandang dia sudah suci, tapi cuma bisa dinilai “oh orang ini sedang main-main kejawen, latihan kejawen.” itu saja,
    karena kejawen gak bisa transformasi pikiran orang. kamu gak akan suci dari kejawen, karena kejawen itu cuma perangkat tata prilaku saja.. serat-serat kejawen itu gak bisa lebur dipikiran KARENA CUMA ETIKA SAJA.

    • Ki Agung Gledek Sayuto

      dalam buddhism ada latihannya mewariskan potensi pada diri orang, melalui pernafasan, agar tidak kita bawa mati. kalau amal kita bawa mati, kita masih lahir lagi. itu merugikan dalam pandangan sang buddha, karena kembali orang terperangkap harus usaha lagi,agar tidak susah lagi. sang buddha yang telah memandang jalan keluar, tidak menyibukkan diri lagi dengan cari kerja, keluarga, dsb.
      kalau label Allah itu belum buddha, karena allah diikuti karakternya. entah maha karakter atau tai kucing apalah. sedangkan buddha itu didapat dari BERHENTI ZIKIR. berhenti mengingat tuhan. tetap jalankan syariat anda masing-masing. anda belum cukup penting untuk saya rayu-rayu pindah keyakinan. anda dan agama anda itu bukan apa-apa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: