Sumilaking Pedhut Widorokandhang

SUMILAKING PEDHUT WIDOROKANDHANG

1175723_10151757781191668_2145399536_nKamis Legi, 15 Agustus 2013, seluruh persiapan telah usai. Masing-masing divisi menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab dan selesai tepat pada waktunya. Dalam kepanitiaan, kegiatan Kadangadeyan Sabdalangit (KKS) kali ini berkolaborasi dengan sub divisi panpel oleh masyarakat desa di mana acara kita gelar. Masyarakat desa saking semangatnya hingga jumlah sub panpel di bawah koord tim KKS mencapai 50 orang lebih. Walau sebenarnya tidak perlu sebanyak itu, namun hal itu merupakan wujud semangat untuk menggugah kesadaran nasionalisme. Kami sangat apresiet. Dan tidak menjadi kendala, mereka tetap bekerja efektif karena didasari semangat dan ketulusan untuk berbagi. Sementara tim inti KKS untuk acara ini tidak lebih dari 10 orang. Tidak banyak rapat atau meeting, tidak pula banyak ubyang-ubyung ngalor-ngidul. Efektif, taktis, efisien. Itulah yang menjadi moto tim KKS dalam bekerja. Seluruh rencana disusun secara matang dan teliti dengan alternative strategi A, B, C.

Manfaat Energi Positif Welas-Asih

1185034_10151757766736668_416128254_nPada 15 Agustus sebagian besar sedulur sudah sampai di Jogja. Kesempatan berkumpul digunakan untuk saling asah asih asuh, bertukar pengalaman  dan wawasan, sembari menunggu sedulur-sedulur KKS lainnya yang masih dalam perjalanan menuju Jogja dari kota dan daerahnya masing-masing. Tercatat dari Jakarta, Cikarang, Tangerang, Depok, Bandung, Tasikmalaya, Bekasi, Cilacap, Semarang, Magelang, DIY, Solo, Blitar, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Kalsel dll. Karena di dalam dada para sedulur semua memancarkan rasa welas asih  dan ketulusan, hal itu membuat semakin terasa sekali energy positif pada dasarnya memang bersifat saling menopang, saling menguatkan dan saling menghidupkan satu sama lain. Maka wajar pada saat selama kita semua berkumpul, rasa lelah dan capai setelah melakukan perjalanan jauh bagi sedulur-sedulur yang datang dari luar kota, atau karena saking sibuknya panpel di Jogja, sama sekali tidak kita rasakan. Walau beberapa malam selalu tidur jam 04.00 pagi.

Efek Buruk Energi Negative Dendam & Kebencian

Sebaliknya apabila perasaan hati hanya selalu dipenuhi dan dibiakkan benih kebencian, dengki, dan iri, pastilah cepat atau lambat akan membuat dirinya kelelahan secara fisik maupun secara batin jika tidak kuat mengalami stress tentulah berakibat depresi. Hidup menjadi tidak produktif, karena sibuk “metani kejelekan” orang.  Karena energy negative bukannya memancarkan kekuatan dan kehidupan, sebaliknya ia saling menguras tenaga satu sama lainnya dan saling “membunuh”. Maka hendaknya mensikapi kebencian dari luar, kita pake saja “kacamata jaran”. Tak perlu tolah-toleh, mereson dan menanggapi, tetap saja fokus pada tujuan dan tugas-tugas yang lebih mulia untuk kepentingan bangsa ini. Dari pada memuji-muji diri dan mengkultuskan diri sendiri, mending kita balik saja pepatahnya,“…biarkan kafilah menggonggong, anjing tetap berlalu ! Sebab disadari atau tidak perasaan negative itu akan menyerap energy negative ke dalam diri sebanyak-banyaknya. Dalam terminologi Jawa, energy negative yang merasuk ke dalam badan itu dinamakan sengkolo dan sukerto yang akan membuat seseorang mengalami sebel-sial atau dirundung kesialan. Sengkolo dan sukerto bisa diakibatkan oleh kelakuannya sendiri.

Nilai Sakral & Esoteris Pagelaran Wayang Kulit Kali Ini

1150332_10151757770296668_587079874_nAcara malam tirakatan 17 Agustus 2013 sebagai acara yang sudah umum dan lazim dilakukan setahun sekali. Bahkan di setiap kampung-kampung, RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi dan di manapun diadakan malam tirakatan mengenang jasa para leluhur bangsa khususnya para pejuang dan pahlawan kemerdekaan  NKRI. Namun disertai pagelaran wayang kulit memang sangat jarang atau mungkin baru kali ini ada.

1. Donodriyah

644289_10151757775151668_896778152_n (1)Wayang kulit yang sedulur-sedulur KKS gelar adalah wujud donodriyah atau sedekah yang nyata. Wayang kita persembahkan untuk  masyarakat di Kab Kulonprogo, serta masyarakat DI Yogyakarta dan sekitarnya melalui siaran langsung Radio Paworo FM di chanel 107.6 mhz. Sedekah dengan tujuan membuat masyarakat gembira, tenteram dan bahagia. Bahkan untuk menghargai jerih payah para leluhur kita di masa lalu dalam berkarya nyata dalam bidang seni dan budaya yang sungguh-sungguh adiluhung nilainya.  Terlebih lagi pagelaran wayang kulit dilakonkan oleh sedulur KKS sendiri Ki Geter Pramuji Widodo yang barusan pulang membawa misi budaya Nusantara dengan pentas wayang kulit di Buenos Aires pada Juli 20-30 Juli 2013, dan akan ditanggap lagi oleh pemerintahan Urugay pada bulan Februari 2014. Tujuannya sama, mengusung misi budaya bangsa yang penuh nilai adiluhung ke pentas dunia. Kita sebagai generasi bangsa sudah sepatutnya turut bangga karena nenek moyang kita memiliki mahakarya atau masterpiece berupa Gamelan yang telah di sahkan oleh PBB sebagai warisan budaya level dunia. Segenap sedulur KKS dan masyarakat setempat tidak sedikit dalam berpartisipasi untuk pembeayaan berlangsungnya acara Malam Tirakatan dan Pagelaran Wayang Kulit. Baik yang ada di Palembang, Jakarta, Blitar, Jogja, Jateng, dan Jabar. Barangkali dilihat sisi esoterisnya dan nilai sakralnya hingga pagelaran wayang kulit malam tirakatan kali ini sekaligus dihadiri 3 dhalang kondang yakni Ki Seno Nugroho, dalang senior Ki Hadi Sudarsono, dan Ki Geter sendiri bersama para wiyogo (penabuh gamelan) yang kebanyakan juga para dalang.

2. Memantaskan Diri

558006_10151757764996668_2103415285_nSedekah adalah memberi. Sedekah berguna kanggo sangu-ne wong urip, sebagai bekal kita menjalani hidup. Sedekah adalah salah satu kunci utama dalam meraih sukses.  Untuk meraih sukses yang kita harapkan, kita harus bisa mengevaluasi diri, apakah diri kita sudah pantas untuk menerima kesuksesan seperti yang kita harapkan. Kudu biso rumongso, ojo rumongso biso. Harus bisa mawas diri, jangan menjadi orang yang tak tahu diri. Terwujud atau tidaknya doa kita sangat berkaitan dengan asas kepantasan tersebut. Misalnya, seseorang yang pelit, biasanya jika berdoa isinya penuh permintaan ini-itu yang macem-macem. Makin ia merasakan doanya tidak manjur atau jauh dari yang ia harapkan, ia makin kenceng saja doa yang isinya kalimat mengemis. Ia  melupakan bahwa orang menerima sesuatu pun musti sesuai asas kepantasan.  Dan bahwa manusia layak dan pantas disebut wong urip jika seseorang mau memberikan kehidupan kepada sesama dan seluruh mahluk. Permintaannya akan terpenuhi jika ia pantas menerima. Bahkan seseorang yang selalu sedekah dan memberikan kehidupan pada sesama tanpa berdoa pun kekuatan alam  semesta akan mencukupi apa yang dibutuhkannya. Uang akan selalu menyesuaikan kebutuhan, dan hidupnya bukan lagi pada level mencari uang, tetapi dicari oleh uang. Ini  bukan teori, ini sekedar berbagi pengalaman saja. Jika merasa ragu, monggo silahkan buktikan sendiri. Namun berhati-hatilah dalam menakar level dermawan untuk diri kita sendiri. Karena akan menjadi relative dan subyektif bahkan, kita bisa menyaksikan seseorang  yang sangat pelitpun cenderung merasa dirinya sudah menjadi orang yang dermawan. Iya apa iya?!!

1170718_10151757766266668_1746215908_nSaya melihat perjuangan para sedulur KKS dari dalam dan luar kota menuju lokasi sebagai sebuah pengorbanan yang besar. Bahkan yang tak bisa hadir cukup dengan mengirim restu. Belum lagi yang ikut berpartisipasi menopang berbagai pembiayaan. Semua pengorbanan dan sedekah itu butuh beaya, waktu, tenaga dan pikiran. Terlebih lagi untuk sedulur yang bisa menghadiri acara “sedekah borongan” yang secara langsung bisa dirasakan oleh banyak orang. Kehadiran sedulur-sedulur pun merupakan suatu kebaikan. Dan kebaikan yang dilakukan dengan setulus hati itu, sama halnya kita sedang melakukan kebaikan kepada diri kita sendiri. Anda sebagai orang yang telah tulus memberi/sedekah secara tepat sasaran dan kepada ribuan orang, jika suatu ketika Sedulur-sedulur giliran menerima kebahagiaan yang datangnya tak terduga kira, semua itu terjadi karena Anda telah menjadi pribadi yang pantas untuk menerimanya.

3. Belajar Menanamkan Sifat Kaya Hati

1174931_10151757767316668_1764348782_nSifat pelit ibarat lingkaran setan. Untuk melepaskan diri dari belenggu sifat pelit tidaklah mudah. Karena orang yang merasa hidupnya sulit biasanya akan cenderung menjadi pelit karena pertimbangan uang harus diirit-irit agar tidak semakin terjepit pailit. Itulah lingkaran saiton ! Yang tidak lain saiton itu adalah mindset atau pola pikirnya sendiri. Semakin kuat memegang prinsip demikian, justru membuat hidup semakin pailit. Jika kita hendak segera keluar dari kesulitan hidup, pertama yang harus diubah adalah mindset atau pola pikir kita.  Kita harus berani mengawali menanamkan sifat kaya hati semenjak diri kita masih dalam keadaan hidup sulit. Memang seolah tampak paradoksal, lebih baik buktikan saja, jalani dan lihat saja hasilnya.

1150835_10151757773636668_1632866695_n (1)Dalam hal memberi atau bersedekah, ada dua hal yang paling penting diperhatikan yakni : ketulusan dan tepat sasaran. Tulus saat member, dan sedekah kepada orang yang tepat. Yang terakhir ini lebih sulit karena kita butuh kecermatan dalam memilih sasaran. Dalam hal ketulusan, kuncinya yang penting kita menyadari bahwa berbuat baik pada sesama dan seluruh mahluk bukanlah suatu perbuatan yang istimewa, tapi tetap merupakan standar kelaziman dan kewajaran orang hidup di dunia.  Bagi setiap orang yang hidup di dunia ya memang normal dan sewajarnya musti begitu. Tapi sebagian masyarakat kita masih suka kagetan dan gumunan, begitu ada seseorang berbuat baik lantas di sanjung-sanjung sedemikian hebohnya. Lebay amat..! Biasa aja kale…! Pancen kudu mangkono wong urip. Siapa yang kaya hati pastilah hidupnya selalu kecukupan. Bahkan orang yang punya sifat kaya hati, orang yang dermawan, akan memiliki “pagar hidup” yang kuat sehingga tak bisa dicelakai orang, dan terhindar dari segala macam marabahaya.

Lakon : “Sumilaking Pedhut Widorokandhang”

988708_10200872066537014_514832167_nLakon atau judul cerita pagelaran wayang kulit tidak bisa dikarang-karang sekehendak hati. Kita mengalir saja bahkan sebelumnya sempat ada 3 alternatif lakon yang kita sodorkan kepada Ki Dhalang Geter Pramuji Widodo. Setelah melalui proses manages dan manekung beberapa hari antara tim KKS dan Ki Dhalang, ketemulah salah satu lakon yang paling tepat dan pas yakni Sumilaking Pedhut Widorokandhang. Artinya : tersibaknya kabut hitam yang menyelimuti wilayah Widorokandhang. Kemerdekaan wilayah Widorokandhang bisa diartikan sebagai kemerdekaan NKRI. Bukan kemerdekaan dari kolonialisme, melainkan kemerdekaan dari segala macam penjajahan ekonomi, spiritual, dan budaya oleh bangsa-bangsa asing. Dalam perspektif makro, tlatah  Widorokandhang bisa diartikan  sebagai Nusantara atau NKRI. Dalam perspektif mikro Widorokandhang diartikan sebagai diri pribadi kita sendiri. Judul tersebut selain sebagai gambaran akan realitas juga merupakan doa atau harapan kita semua terhadap momentum perubahan yang positif yang terjadi baik dalam diri kita masing-masing maupun Nusantara ini. Jika kita kaitkan dengan bulan Sura Pambuka di akhir 2012 lalu dan bulan Sura Moncer tahun 2013 pada 3 bulan yang akan datang, rasanya lakon tersebut erat sekali kaitannya. Kita sedang menanti sebuah momentum besar yakni “Tinarbukaning gerbang untuk kejayaan Nusantara. Nusantara yang akan dipimpin oleh Satria Pambukaning Gapura pada 2014 nanti. Pada level pribadi kita, tersibaknya “kabut” yang mengenghalangi untuk kemajuan dan menyingkirnya rintangan yang mengganggu dalam upaya meraih kesuksesan hidup. Kenapa sedari awal makna tersebut tidak kami ekspose dalam publikasi, maksud kami agar supaya semua sedulur yang bisa hadir bukan termotivasi oleh iming-iming dan kata-kata manis.  Sedulur datang dengan suatu kesadaran, krenteging ati, tekad bulat, disertai ketulusan dan kasih sayang untuk berbagi kebahagiaan dengan ribuan wong-wong ndeso milangkori. Kita selalu belajar menjadi orang yang memiliki sifat kaya hati sebagai modal utama meraih kesuksesan hidup lahir dan batin. Semoga semua sedulur yang bisa hadir maupun yang tidak bisa hadir segera merasakan sumilaking pedhut yang menyelimuti diri masing-masing. Selanjutnya dapat merasakan ketenangan dan ketentraman lahir dan batin mulai malam itu. Menapakkan kaki ke depan dengan penuh kepastian, dan memandang masa depan lebih optimis. Sukses lahir dan sukses batin,  tentunya segala kesuksesan yang selaras dan harmonis dengan hukum alam.

Fenomena & Noumena

543410_10151757767481668_1216711561_nSelama kegiatan berlangsung begitu banyaknya pertanda yang mudah dibaca. Di lokasi pagelaran wayang, sudah sekira 3 minggu tidak turun hujan. Suhu siang hari panas, tapi suhu malam hari mencapai 16 derajat dengan disertai angin 20 km/jam. Sehari sebelum acara sewaktu memasang tenda dan panggung tercatat suhu pada jam 19.00 mencapai 18 derajat  dan disertai angin 20-30km/jam. Kami membayangkan betapa berat cuaca besok malam pada saat pagelaran. Bisa mengakibatkan badan sakit apalagi untuk anak-anak. Maka sedari awal kami menghimbau agar supaya sedulur-sedulur yang akan menghadiri acara mengenakan pakaian hangat dan obat-obatan serta minyak angin. Duh Gusti Sang Jagadnata, mohon kiranya berkenan agar cuaca besok malam lebih mendukung berlangsungnya acara.

  1. Cuaca : Jumat Pahing 16 Agustus 2013, pada jam 12 siang terjadi gempa 4.3 sr di laut selatan. Arahnya persis di selatan lokasi tetapi di tengah laut. Hal itu membuat suhu udara meningkat bahkan menimbulkan efek mendung. Cuaca dilokasi semenjak sore tampak diselimuti mendung hitam menggumpal dan berkelompok-kelompok (tidak rata). Hingga semalaman mendung itu tidak kunjung pergi. Angin pun tampak tenang. Fenomena alam itu membuat suhu malam itu tidak dingin tapi juga tidak terasa gerah. Pas di badan terasa sejuk dan nyaman sekali. Namun di langit hanya tampak warna hitam gelap gulita, tak ada bintang, rembulanpun temaram dan kadang lenyap ditelan gumpalan mendung  tebal. Mendung-mendung itu menjadi selimut dan melindungi dari hawa dingin. Bisa jadi mendung itu hanya kiasan untuk menggambarkan pedhut atau kabut hitam sebagaimana lakon wayang yang sebentar lagi akan tersibak.
  2. 9356_10200872017735794_1619750490_nAngin Besar : pada saat acara pagelaran wayang diawali dengan prosesi penyerahan gunungan oleh KKS kepada Ki Dhalang. Pada saat penyerahan itu angin yang semua sangat tenang tiba-tiba berhembus begitu kencangnya, namun hanya sebentar saja setelah itu angin kembali tenang. Fenomena itu biasa terjadi sebagai wujud bahwa alam semesta turut mendukung. Dalam hal ini kekuatan supernatural being memberikan daya kekuatan berupa restu bumi dan restu angkasa atas pagelaran wayang yang penuh daya sakral dan mistis itu.
  3. Gerimis : pada saat menjelang fase “limbukan” yakni fase cerita di mana limbuk dan punakawan muncul di pagelaran untuk menghibur penonton dengan cara guyon parikena, atau sebuah dagelan yang berisi pitutur atau nasehat dengan menggali nilai-nilai luhur kearifan lokal. Pada saat itu rintik gerimis dengan butiran lembut seperti kabut putih dan embun terasa menerpa kulit. Sedulur-sedulur KKS semuanya duduk di kursi samping kanan panggung tidak ada yang beranjak pergi, membiarkan tubuh tertimpa embun gerimis sebagai pertanda berkah alam 1175524_10151757779961668_1533423034_nsemesta. Tercatat ada tida kali terjadi gerimis lembut seperti itu. Hingga pagelaran wayang menjelang usai, terjadi lagi gerimis agak deras hingga terdengar gending penutup pertanda pagelaran wayang telah selesai, gerimis pun berubah menjadi hujan deras yang berlangsung selama kurang lebih 10 menit. Hujan menjadi reda pas pada saat gending penutup selesai ditabuh. Mata memandang ke atas, tampak langit telah kembali terang benderang, bintang tampak bertaburan, rembulan di ufuk barat bersinar dengan terangnya. Semoga fenomena itu menandakan bahwa pedhut benar-benar telah sumilak. Baik pedhut yang menyelimuti Nusantara maupun pedhut yang menghalangi kemajuan setiap diri pribadi kita semua.

Penyerahan Mobil Bantuan

              1157717_10151757766496668_503929653_nPada acara malam tirakatan sedulur-sedulur KKS berkenan menyerahkan mobil Suzuki Futura tahun 2008 untuk bantuan kepada para Abdi Dalem Pasarean Agung Imogiri. Terimakasih kepada R.Ay Yanti Basuki selaku sedulur KKS Jakarta telah berkenan menyumbangkan kendaraan untuk aktivitas para abdi dalem Imogiri dan untuk keperluan sebagai kendaraan darurat saat terjadi bencana alam di wilayah Imogiri. Terimakasih pula kepada sedulur-sedulur KKS Jakarta khususnya kampus UI dan dari Maumere yang telah berkenan turut andil dalam sumbang sih untuk perbaikan dan membangun kendaraan agar lebih layak dipergunakan. Semoga bermanfaat untuk orang banyak. Kepada sederek-sederek Abdi Dalem mohon agar mobil dirawat dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan bagi seluruh sedulur yang telah beramal untuk berlangsungnya acara semoga amal baik itu dapat menjadi pagar gaib, dan menempatkan panjenengan semua tansah pinaringan wilujeng rahayu kang tinemu, bondo lan begja kang teka saking kersaning Gusti.

Inaugurasi

            1150369_10200872059896848_924371479_nMalam tirakatan untuk memperingati jasa para pahlawan kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Diawali dengan lantunan tembang Tulak Bala (pangkur gedhong kuning) oleh para sedulur KKS. Tak lupa kami persembahkan secarik inaugurasi dengan puisi-puisi penggugah kesadaran berbangsa dan bernegara, puisi untuk menggungah semangat Nasionalisme, serta tembang-tembang Serat Wedhatama pupuh pangkur dan sinom, kita lantunkan sebagai pengingat bahwa Nusantara ini punya sesuatu yang berharga. Diteruskan dengan lagu Indonesia Raya, kemudian ditutup dengan lagu Bagimu Negeri dan 17 Agustus 45 serta pembacaan janji pemuda-pemudi generasi penerus bangsa :

SERAT WEDHATAMA Pupuh PANGKUR (Sembah Raga)

Mingkar mingkuring angkara,
Akarana karenan mardi siwi,
Sinawung resmining kidung,
Sinuba sinukarta,
Mrih kretarta pakartining ngelmu luhung
Kang tumrap neng tanah Jawa,
Agama ageming aji.  

1187196_10200872015815746_893461153_n (1)Meredam nafsu angkara dalam diri,
Hendak berkenan mendidik putra-putri
Tersirat dalam indahnya tembang,
dihias penuh variasi,
agar menjiwai hakekat  ilmu luhur,
yang tergelar di tanah Jawa (nusantara)
agama sebagai “pakaian” kehidupan.

Jinejer neng Wedatama
Mrih tan kemba kembenganing pambudi
Mangka nadyan tuwa pikun
Yen tan mikani rasa,
yekti sepi asepa lir sepah, samun,
Samangsane pasamuan
Gonyak ganyuk nglilingsemi.  

20500_10200872018855822_482888299_nDisajikan dalam serat Wedhatama,
agar jangan miskin pengetahuan
walaupun sudah tua pikun
jika tidak memahami rasa sejati (batin)
niscaya kosong tiada berguna
bagai ampas, percuma sia-sia,
dalam setiap pertemuan
sering berulah, ceroboh dan memalukan.

Pupuh SINOM (Sembah Cipta/Kalbu)

Nulada laku utama
Tumrape wong Tanah jawi,
Wong agung ing Ngeksiganda,
Panembahan Senopati,
Kepati amarsudi,
Sudane hawa lan nepsu,
Pinepsu tapa brata,
Tanapi ing siyang ratri,
Amamangun karyenak tyasing sesama.

1174646_10151757774561668_1160795895_nContohlah perilaku utama,
bagi kalangan orang Jawa (Nusantara),
orang besar dari Ngeksiganda (Mataram),
Panembahan Senopati,
yang tekun, mengurangi hawa nafsu, dengan jalan prihatin (bertapa),
serta siang malam
selalu berkarya membuat hati tenteram bagi sesama (kasih sayang)

Samangsane pasamuan,
mamangun marta martani,
Sinambi ing saben mangsa,
Kala kalaning asepi,
Lelana teki-teki,
Nggayuh geyonganing kayun,
Kayungyun eninging tyas,
Sanityasa pinrihatin,
Puguh panggah cegah dhahar lawan nendra.

248662_10151757767276668_1502474686_nDalam setiap pergaulan,
membangun sikap tahu diri.
Setiap ada kesempatan,
Di saat waktu longgar,
mengembara untuk bertapa,
menggapai cita-cita hati,
hanyut dalam keheningan kalbu.
Senantiasa menjaga hati untuk prihatin (menahan hawa nafsu),
dengan tekad kuat, membatasi  makan dan tidur.

GEMA JANJI PEMUDA PEMUDI NUSANTARA

1146653_10151757777531668_1050953870_n

KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA BERJANJI
BERBANGSA SATU BANGSA YANG GANDRUNG KEADILAN
BERBAHASA SATU BAHASA KEJUJURAN
BERTANAH AIR SATU TANAH AIR TANPA PENINDASAN

1148830_10151757772736668_301505787_nMatur sembah nuwun duh Sang Jagadnata. Kami telah laksanakan dawuh, semoga apa yang kami persembahkan bermanfaat positif untuk orang banyak. Matur sembah nuwun atas doa restu semuanya, doa restu dari para leluhur, Eyang Landoh, Ki Ageng Mangir, Eyang Gusti MN IV, Panembahan Bodo, sagung para titah alus, sagung titah dumadi : bangsa binatang dan bangsa  tumbuhan, para sedulur KKS, Ki Geter PW, dan Ki Dhalang Seno Nugroho bersama Ki Hadi Sudarsono yang berkenan hadir dan ikut memeriahkan suasana, serta jajaran Polri, Bupati KP, Pak Camat Galur, Pak Lurah Banaran, Pak Dukuh 7, dan seluruh komponen masyarakat, serta kedua orang tua kami, dan keluarga kami semua.

Puisi Kebangsaan untuk Kebangkitan Menuju Nusantara Jaya Oleh KKS 

Video Inaugurasi utk Bangkitnya Kesadaran Jatidiri Bangsa

  Merdeka !!

Surya KKS-large doc

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Agustus 20, 2013, in ACARA KKS (Kadang Kadeyan Sabdalangit), Sumilaking Pedhut Widorokandhang and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. Merdeka …!!! Maturnuwun wejangannya ki..rahayu.

  2. Terharu.. maturnuwun gusti diberi kesempatan menyaksikan acara sakral tersebut.

  3. Bermula dari KKS, dengan menularkan energi positif kepada seluruh generasi bangsa sehingga tercipta kesadaran spiritual yang bisa memperkuat Nusantara. Rahayu_/\_

  4. ada wejanganya yg sgt brmnfaat maturnuwun sanget pa sabda.
    salam rahayu..

  5. kolonialisme telah lama hengkang dari NKRI . Tapi perekonomian , spiritual dan budaya kita masih dijajah oleh bangsa asing.. semoga leluhur bangsa kita senantiasa njangkung lan njampangi anak2 bangsa agar eling lan waspada. bisa tumbuh kesadaran spiritualnya agar bisa menggali jati diri bangsanya sendiri. tidak lagi menjadi antek-antek bangsa asing sang penjajah. “MERDEKA”…

  6. Ki Saba saya minta izin copas. terimakasih sebelumnya. Salam rahayu…

  7. Bhikkhu Dhammaraja

    Namo Buddhaya,

    Saya kagum pada Eyang Sabda yang banyak kegiatannya. Dari trawangan saya, dulu Eyang pernah hidup sebagai salahsatu kera di kerajaan Kishkinda. Dan melihat dari postur tubuh eyang, eyang termasuk kera yang pro sugriva (jesus) daripada subali (muhammad). karena saya kenal kalau jumpa kera-kera anakbuah subali, mereka badannya besar-besar.

    Syukurlah eyang, eyang telah berada di pihak yang benar. Ades sendiri tidak termasuk blok manapun, tapi dari badannya yang langsing menandakan postur kelompok Lucifer. Kelompok Lucifer bukanlah asura, tapi nenekmoyangnya asura atau bangsa setan tersebut. Ades selalu hidup berkali-kali dengan postur badan yang sama.

    Saya sudah habis ceramah, jika untuk bhikkhu-bhikkhu. Sekarang mereka semua sedang menanti tahap perubahan wujud saya menjadi tubuh vajra, yaitu tubuh yang dibuat dari kesaktian. Sekarang ini mereka sedang menantikan kedatangan saya, atau jika bukan saya maka sh yang datang. Dari srilankalah saya akan menghimpun jutaan orang untuk dipindahkan ke indonesia sesuai ramalan babon yogya.

    Islam adalah sarang bagi penggemar ajaran-ajaran yang menyimpan kekuatan untuk persiapan kekerasan. Sedangkan indonesia adalah magnet bagi “roh-roh” kriminal yang mencari tempat yang sesuai. Selama nusantara tidak dibersihkan, selalu saja orang jahat yang lahir, bukan orang baik.

    Semoga seluruh makhluk berbahagia,
    YM Bhikkhu Dhammaraja Mahathera, Vihara 10.000.000 Buddha

  8. Segala puji kahatur gusti Sang Jagadnata..

    Sangat bersyukur kemarin bisa ikut gabung dalam event wayangan KKS, event mulia yg nguri2 keelokan seni budaya nenek moyang sendiri, meski hanya sbg pupuk bawang dan penonton.
    Ulasannya mantap, rupanya benar begitu. Sejak awal sebelum keberangkatan menuju Yk sy udh krenteg bhw ini akan menjadi salah satu syarat mengakhiri tapa wirang dan lara-lapa bagi masing2 diri, desa/daerah/wilayah hingga lingkup negara RI kita tercinta ini secara keseluruhan. Yah, semoga atas event kemarin sumilaklah segala “kabut jelek” yg menghalangi kebaikan2, demi masa depan NKRI yg tentram kerta raharja, ora dijajah lg oleh walondo di bidang ekonomi dan juragan onta di bidang budaya.

    Lanjut terus @Ki Sabda, Ibuk saha sederek2 KKS, keep spirit..suradira jayaningrat lebur dening pangastuti !!

    Rahayu sagung titah ingkang dumadi _/\_

  9. permisi…
    sya pgn bergabung,crany bgmana ki…
    rahayu

  10. salam sejahtera selalu pak sabdalagit
    dari sedulur yg nan jauh, rosemary

  11. wedhatama itu yang dinyanyikan Gombloh dalam lagu Hong wilaheng ya …

    used car websites

  12. matur sembah nuwun Ki Sabda

    terus berkarya dan kumpulkan poro ksatria nagari nusantara

    asah asih asuh

  13. semoga di SO 4 ini kulo bisa hadir , dan bertemu poro kadang kadeyan

    salam peseduluran dari Bandung

  14. Selama ini banyak dari para sedulur bertanya kepada saya (ADMIN PMS) tentang perguruan mustika sejati, di mana tempatnya dan bagai mana cara metode pengajarannya, ada yang melalui SMS, Telp, Email,Dll, Dan sekali lagi Saya (ADMIN PMS) terangkan, seperti yang sebelumnya telah saya tegaskan bahwa, maksud dari PERGURUAN MUSTIKA SEJATI adalah Belajar berguru kepada diri sendiri yang menjadi mustika di dalam diri, (Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu) dengan mengharap berkah dan karomah ghoust hadza zaman, syafaat nabi dan rosul, serta ridho dan izin Allah SWT. Dan tempat perguruan tersebut beradanya adalah di diri kita masing masing, dan tentang seluruh amalan, wirid, doa, Asma maupun hijib di dalam blog ini adalah sarana ( UNTUK MELESTARIKAN KHASANAH SPIRITUAL YANG HAMPIR PUNAH DAN UNTUK MERANGKAI PERSAUDARAAN ANTAR BANGSA DAN NEGARA ) serta untuk tempat kita sharing, mungkin ada di antara para sedulur ataupun sesepuh yang mengetahui lebih jelas tentang amalan, hijib, Asma ataupun doa di dalam blog ini, di mohon kesediannya untuk lebih membabarkanya. Karna saya (ADMIN PMS) sendiri pun masih banyak kekurangan nya di sana sini, dan masih belajar serta masih butuh bimbingan, dan saya berharap agar dari sedulur semua tidak buru buru mengamalkan keilmuan di blog ini, sebelum bertanya kepada para sesepuh atau orang yang pernah mengamalkan keilmuan tersebut, serta orang yang mengetahui lebih jelas tentang hakekat ilmu.

    • belajar tanpa guru…………….hahahahahahhasyemmmmmmmmm
      omong kosong,mau ilmu apa saja kalau tanpa guru ya namanya ilmu sesat……..
      karna kita tersesat nggak ada patokan dan ukuran………………
      belajar sama diri kita sendiri..itu namanya belajar dari pengalaman pak,
      gitu aja kok di buat bahasa yang sok mistis……………………….SALAM SUPERRRRRR OMDOANG

      • Adik Shank Manthanz yth
        Hayuk belajar lbh banyak lagi biar lbh pandai mencari guru yg sejati dan tdk suka menghakimi sesama manusia. Guru tidak harus manusia. Sampean bisa kok belajar kpd binatang…agar mjd manusia bijak. Bangsa binatang itu makluk paling jujur loh dik, dijamin sampean kalah jujur dgn kaum binatang. Binatang jyga mhluk paling takwa kpd hukum alam. Padahal bangsa binatang belajar tanpa guru mursyid pun tidak akan tersesat. Hayuk banyak belajar lagi Dik, dan tdk harus kpd bangsa manusia. Jangan paranoid soal kesesatan, hanya krn belajar kpd seluruh tanda2 kehidupan ini. Asal tidak merasa alergi dan tidak mengidap paranoia maka bahasa alam itulah ayat yg paling jujur dan sumber segala ilmu.
        Rahayu

  15. sugeng dalu ki sabdo,,,,,,mg2 acara tirakatan meniko saget mlampah ngantos turun temurun,,,menawi tumut gabung nopo saget,,,,,ki,,,,,?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: