Kupu Kuning Pembawa Berita

PANCAROBA

???????????????????????????????Hamparan Indonesia atau Nusantara yang terdiri sebagian besar lautan dan sebagian lagi daratan dengan corak iklim tropis. Terdiri dua musim yakni kemarau dan musim penghujan. Masa peralihan musim di antara dua musim itu dikenal dengan pancaroba. Pada saat masa pancaroba terjadi, dapat dirasakan adanya perubahan cuaca alam secara ektrim yang terjadi setiap hari. Pada masa peralihan dari musim kemarau memasuki musim penghujan perubahan cuaca dirasakan lebih ekstrim. Terasa hawa sangat panas menyengat terasa membakar kulit dan udara terasa begitu kering. Debu-debu beterbangan sesekali disapu oleh hembusan angin. Pada masa peralihan dari musim penghujan menuju musim kemarau, perubahan cuaca juga dapat dirasakan. Namun tidak se-ekstrim peralihan musim penghujan menuju kemarau. Di situlah letak perbedaan yang dapat dirasakan.

Namun demikian perbedaan yang menonjol di antara dua musim pancaroba itu yakni pancaroba dari musim penghujan menuju kemarau, yang ditandai oleh banyaknya penyakit yang disebarkan oleh virus dan bakteri. Mengakibatkan wabah flu, batuk, pilek dan demam menjangkiti banyak orang. Sementara itu pancaroba dari musim kemarau menuju penghujan ditandai dengan cuaca sangat ekstrim berupa suhu udara yang sangat panas dan sinar matahari terasa sangat menyengat. Penyebab udara panas dan sengatan sinar matahari salah satunya disebabkan oleh faktor pergeseran matahari ke arah selatan melampaui garis khatulistiwa.

Saya tidak bermaksud membahas topografi dan geofisika. Tetapi sekedar memberikan jawaban atas banyaknya pertanyaan yang disampaikan melalui email dan sms tentang cuaca ektrim yang akhir-akhir ini dapat dirasakan di hampir seluruh wilayah terutama di pulau Jawa. Saya juga berharap agar sedulur-sedulur tidak perlu terlalu panik namun tetaplah waspada karena segala kemungkinan bencana bisa saja terjadi, misalnya gempa bumi, gunung meletus, banjir dan angin rebut.

HAWA BEBENDU

Hawa panas jelas disebabkan oleh terjadinya masa pancaroba. Tetapi ada satu hal yang dapat dirasakan sebagai bentuk bebendu dari alam semesta. Atau hukuman alam semesta atas ulah manusia yang semena-mena terhadap lingkungan alamnya. Saya tidak ragu mengatakan sebagai bebendu, karena pada kenyataannya lingkungan alam di sebagian besar Nusantara ini telah rusak oleh perilaku manusia yang kurang memiliki rasa welas asih, kurang kesadaran dalam upaya menjaga dan melestarikan alam. Yang dilakukan oleh pejabat, pengusaha, maupun rakyat kecil. Walaupun tidak semua melakukan, namun perilaku tidak bertanggungjawab menciptakan kerusakan alam secara signifikan dan akibatnya dirasakan oleh mayoritas penduduk Indonesia, terutama wong cilik.

KUPU KUNING PENYAMPAI PESAN

Terutama bagi para pembaca yang budiman tinggal di desa, pinggiran kota, atau wilayah yang masih banyak pepohonan, pada bulan-bulan tertentu akan mudah menyaksikan kupu-kupu berwarna kuning muda kehijauan yang beterbangan, kadang hinggap di pepohonan dan di tanah. Janggalnya kupu-kupu itu tidak tampak menghisap bunga-bunga mekar sebagaimana kupu-kupu pada umunya. Ada salah satu keganjilan perilaku kupu-kupu itu kadang lebih sering hinggap di tanah secara bergerombol.

Kupu-kupu itu tidak setiap hari bisa ditemukan. Karena kupu-kupu itu hanya muncul pada saat terjadi musim masa pancaroba. Baik pancaroba peralihan musim penghujan ke musim kemarau maupun sebaliknya. Tetapi Anda dapat mengamati gerak geriknya sebagai penanda yang sangat jelas menunjukkan akan terjadi perubahan alam. Jika kupu-kupu kuning itu makin bergeser ke arah barat, dan kadang terbang bersama-sama dalam jumlah besar eksodus menuju ke arah barat, itu menandakan perubahan iklim sedang memasuki masa pancaroba dari musim kemarau menuju musim penghujan. Sebaliknya jika kupu-kupu kuning itu beterbangan ke arah timur, itu menandakan keadaan alam yang sedang memasuki pancaroba dari musim penghujan menuju musim kemarau.

Itulah bahasa alam, bukan melalui untaian kalimat dan kata-kata, bukan pula melalui suara, tetapi melalui gerak-gerik bahasa isyarat atau pertanda yang bisa dibaca oleh siapapun yang tidak enggan memperhatikan gerak-gerik alam semesta. Jika kita mau menjadikan gerak-gerik kupu-kupu kuning itu sebagai bahasa alam, maka kita sedang menjadi murid bagi sang kupu-kupu. Saya sering sampaikan kepada sedulur-sedulur semua, bahwa untuk mencari ilmu alam, ilmu spiritual, maupun ilmu terapan tidak harus selalu berguru kepada sesama manusia, kepada seseorang yang dinilai lebih pandai, ataupun berguru kepada seorang mursyid. Faktanya kita dapat berguru kepada siapapun dan apapun. Justru jika kita mau berguru kepada binatang dan tumbuhan, merekalah makhluk yang paling jujur. Berbeda saat berguru terhadap sesama manusia, dengan klaim paling suci pun pasti ada banyak kekurangan, bahkan kadang tidak jujur. Sementara itu kelebihan paling menonjol bangsa binatang dan tumbuhan dibandingkan bangsa manusia, bahwa mereka tidak bisa berbohong. Maka tak perlu gengsi atau merasa hina jika kita memiliki guru seeokor binatang ataupun tumbuhan.

Sudah saatnya kita kembalikan level kesadaran kosmologis generasi sekarang sebagaimana kecerdasan spiritual nenek moyang kita di zaman dulu. Bahkan para pendahulu kita di masa lalu sampai-sampai memberikan sesaji kepada bangsa tumbuhan, pohon-pohon besar bahkan hingga memuja-muja salah satu jenis binatang sebagai artikulasi sikap berterimakasihnya kepada sesama mahluk. Sayang sekali saat ini telah terjadi pemahaman yang salah kaprah. Yang tidak mampu memahami korelasi semua itu malah balik menghujatnya sebagai perbuatan sesat, hina dan sia-sia. Sadar atau tidak sadar, sebagian orang di zaman sekarang telah bertingkah sombong kepada sesama mahluk Tuhan. Kesombongan adalah bentuk kejahiliahan. Semoga kita semua, para sedulur pembaca blog bukan bagian dari kejahiliahan itu.

Rahayu Sagung Dumadi

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Oktober 24, 2013, in BAHASA ALAM (SASTRA JENDRA), Kupu Kuning Pembawa Berita and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 24 Komentar.

  1. Kpada Ki Sabda,sya izin bljar di blog ini,smga sya mnjdi sesama mahluk yang sling mmahami dan bsa bljar welas asih . . .

    • Urun

      Pada dasarnya, kupu, tawon, burung, kalong, codot
      Di kehidupan berfungsi sebagai petani

      Kita jaga kupu, burung, tawon, dll biarkanlah hidup benas di allam

  2. Kepada Ki Sabda,mohon ijin belajar untuk saling menghargai podo2 titahing gusti allah (tidak menyia2kan sesama makhluk hidup) Belajar dari alam sungguh sangat menyenangkan.Alampun bisa menjadi sahabat jika diperlakukan dengan baik,namun sebaliknya jika alam murka-kita semua tak bisa apa2..hanya pasrah sumarah,sibuk mencari penyebab kesalahan siapa , sama sekali lupa pada Yang Membuat Sebab Pada akhirnya kita semua akan kembali ke alam..

  3. hanya sekedarnya belajar alias tidak serius gak akan menghasilkan apapun kalau memang bener jadi manusia jawa modern hrs mulai berpikir dan berbuat unt meninggalkan warisan budaya dan pengetahuan seperti yg sdh dilakukan leluhur kalau dulu leluhur meninggalkan warisan pertanda dari kupu2 kuning lalu apa yg akan kita wariskan pada generasi nantinya?janganlah terlalu naif mengagungkan budaya leluhur sedangkan esensi yg melahirkan keagungan budaya tsb tak mampu kita jalani shg kita tak mampu lebih menyempurnakan keagungan budaya tetapi malah sibuk dg budaya perut kebawah termasuk rebutan kekuasaan duniawi

  4. kalau yg menghujat sesaji salah kaprah apakah kisabda -yg gak mau jadi ahli astrnomi astrologi geofisika dan lain2 ilmu modern yg nota bene dikuasai barat sdgkan sumber kebijaksanaannya dikuasai nenek moyang sejak dari jaman dulu kala dan sekarang mulai kita agung2kan betapa hebatnya mereka,- tidak lebih salah kaprah lagi dr mereka?mereka menghujat kisabda menghujat saya juga menghujat apakah bedanya dan apakah hujat menghujat juga termasuk keagungan budaya leluhur? saya rasa sing waras kudu wani ngalah nek rak gelem ngalah yo artinya sama2 gak waras nya

  5. kearifan lokal yang terdapat pada alam, semesta menggunakan kupu-kupu sebagai medianya kali ini… 🙂

  6. Setelah membaca dan memahami, manusia memang harus kembali ke alam…
    kupu2 sebagai tanda tentang perilaku alam, dan juga seperti pepatah mengatakan ada gula ada semut itu… namun sekarang walaupun wadah tempat gula itu terbuka namun sekarang terbukti semutpun tak akan datang.
    Pertanyaannya kenapa si semut tidak mau mendatangi gula? gengsi kah si semut? tentu jawabnya mana ada semut yang gengsi bukan? karena mereka memakai bahasa alam… demikian juga sifatnya pada bahan makana/minumann yang mengandung gula itu.. saat wadah makanan/minuman terbuka dan mana ada semut mau mendekat makanan/minuman tersebut? kenapa begitu? tentu ada penyebabnya sehingga bahasa alam dari si semut terputus karena ulah manusia yang keluar dari jalur keseimbangan alam itu.

    Mengenai sesaji atau sajen itu, sesaji itu adalah ungkapan rasa terimakasih pada Sang Pencipta dan rasa Berbagi pada sesama makhluk Ciptaan Allah…
    Nah pertanyaannya kenapa si Semut tidak mau mencicipi sesajian (sebagian rizki) yang dihidangkan untuk manusia itu? tentu ada penyebabnya bukan?…
    Itu bahasa alam tentang hewan, apalagi bahasa alam tentang alam tak tampak atau ghoib itu… yang tampak saja seperti semut ogah berbagi dengan manusia apalagi makhluk Allah yang tak tampak lebih ogah lagi berbagi dengan manusia, hingga seperti yang diketahui bersama semua makhluk ghaib atau astral itu pada mengumbar nafsunyanya atau ngambek semaunya mencari saripati makanan sendiri dengan caranya dan atau dengan gaya bahasa mereka juga memperingatkan manusia dengan bencana alam itu agar manusia kembali menyelaraskan dengan alam ciptaan Allah itu.

    Semua diaduk aduk, diamuk.. dan itulah yang disebut bencana alam seperti perubahan iklim bajir bandang longsor tanah tenggelam dll yang sifatnya tak terduga atau tak terprediksi.
    Selain itu juga karena pengaruh energi astral makhluk ghaib yang tak terkendali, manusiapun terimbas langsung atau tidak langsung energi liar makhluk astral itu. Orang mudah marah, mudah emosi berlebihan apapun bentuk pengumbaran emosi itu apalagi sistem sekarang demokrasi dengan banyak partai ini semakin memicu kemeriahan gelombang kechaosan yang terjadi.
    itu baru dari sisi emosi liar manusia secara langsung pada manusia itu sendiri apalagi dampak yang diakibatkannya spt kecelakaan2 tak terduga itu dll… itulah akibat manusia yang tak mau berbagi atau hidup selaras dengan makhluk Allah yang lain…

    Caranya bagaimana? ya tentu manusia harus berani menyelaraskan diri dengan lingkungan dan alam di sekitarnya, baik manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk ghoib/astral itu. Ilmu untuk penyelarasan dengan alam dan berbagi dengan sesama makhluk Allah dapat digali dan dikembangkan dengan pikiran dan hati jernih, tulus dan ikhlas tentunya Dan marilah berdoa kepadaNya, semoga sesegera mungkin semua ketidakseimbangan ini akan kembali seimbang dan selaras sesuai maksud dan tujuan dari Sang Maha Pencipta Menciptakan makhluk makhlukNya. Amin

    • 🙂 🙂 🙂 Makhluk astral itu juga bisa marah kalau kelaparan loh… bukan hanya manusia aja kalau lapar pengennya esmosi dan mau marah… tuh yang dikatakan ngambek… sampe2 iklim berubah.. dll itu, intinya pada belum makan saripati makanan beliau2 di alam astral itu… ya mari berbagilah kita sesama makhluk Allah ini 🙂 🙂 🙂

  7. Hidup di dunia ini penuh dengan warna-warna kehidupan, yang cerah, yang buram, yang baik maupun yang buruk begitu pula yang simpati ataupun antipati. Tapi itulahlah hakekatnya kehidupan di alam kita ini, beragam interprestasi bisa kita rasakan dari geliat alam ini. Tetapi kembali ke kita sebagai manusai yang mengambil arti dari itu semua karena hukum tata keseimbangan alam tetap akan berlanjut bagaimanapun sikap kita.
    Saya pribadi sangat sependapat bahwa pelajaran yang mulia dapat kita peroleh dari alam sekitar kita, contoh mudahnya bisa dilihat dari polah dan tingkah laku tumbuhan maupun binatang. Setiap geliat polah mereka berarti mereka sedang bersinergy dengan sekelilingnya untuk berdaptasi atas kelangsungan hidupnya maupun untuk ‘sesuatu’ yang akan/bakal terjadi.
    Demikian halnya untuk mahluk yang tak kasat mata atau mahluk astral, mereka melakukan dengan caranya sendiri, sehingga bagi kita yang bisa ‘menyatukan frekwensi’nya dapat mengambil pelajaran atas apa yg akan terjadi. Sekali lagi kembali hal itu ke diri kita sendiri, mau diam saja, mau beradaptasi atau berprilaku yg baik maupun yg buruk. Semua akan di jawab oleh alam sebagai bagian dari hukum tata keseimbangan tadi. Jadi kalau kita lebih menikmati keharmonisan maupun ketenangan hidup, maka kita menegerti apa tindakan kita seharusnya demikian sebaliknya.
    Matur nuwun Ki Sabda atas sharing pelajaran dari ‘alam’ yang sangat arif dan bijaksana ini, semoga kita dapat memaknai dengan bijak pula.
    Rahayu sagung dumadi.

  8. Bhikkhu Dhammaraja

    “Wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada.” – Jayabaya. (orang tak berdaya minta apasaja pada sp pasti terkabul)

    Terlalu banyak tafsiran akan Tuhan tidak lagi cocok di jaman kalasubha ini. Satu-satunya tafsir akan Tuhan yang diperlukan cuma bahwa Nabi Isa dikehidupannya sekarang bernama Rudra Chakrin atau Sultan Herucakra. Bhikkhu Dhammaraja dan Rudra Chakrin telah bergabung menjadi satu tubuh. Nabi Isa kembali.

    Dalam diri Nabi Isa, sudah ada Vishnu disitu, Brahma disitu, Shiva disitu. Karena itu Nabi Isa harus dianggap Tuhan. Dan memanggilnya bukan Isa lagi tapi Rudra Chakrin nama internationalnya dan Sultan Herucakra jika dipanggil rakyat nusantara.

    Cuma dengan menganggap Rudra Chakrin sebagai Tuhan maka segala keinginan akan terpenuhi. Tidak ada Tuhan lain karena Trimurti sudah berada pada Rudra Chakrin.

    Jika seseorang berdoa maka ia harus membayangkan Tuhannya adalah Rudra Chakrin, maka pasti keinginannya akan terkabul.

    • He..he…he…hee…andai saya bikin mobil.yg akan tertinggal dan terlihat dimobil bikinan saya cuma sifat saya, kehendak saya, dan hasil kerjaan saya.dan bukan zat saya merasuk dimobil itu.kulit saya mulai keriput ,rambut saya mulai beruban tanpa kehendak pembuat sekaligus pemilik tak mungkin kulit saya mulus lagi ,atau uban saya putih lagi ( tubuh kita bahasa tuhan yg nyata dan jelas maka bacalah).

  9. sekarang kan perubahan dari musih kemarau ke musim penghujan,
    tapi kok kupu di desa saya tepatnya di desa ngajum, malang, jatim.
    kok terbangnya ke arah timur ya ???

  10. Terima kasih tuan bhikku atas wedarannya ,cuma apa mungkin ajaran inti sudah boleh diwedar di khalayak ramai yg tingkat spiritualnya masih beragam ,maaf apa logika mereka tidak akan terganggu (konslet).untuk menerangkan asal muasal /kehidupan masa lampau kita(reinkarnasi) saya pribadi tidak punya bahasa yg pas dan mengena yg ada saya dianggap gila/kurang waras apa lagi penyatuan zat atau menghilang dari atmosfir manusia bersatu dengan atau menjadi atmosfir tuhan bahasa untuk ke khalayak umumnya kita harus berpikir berkali-kali .menimbang tingkat spiritual kita masing-masing berbeda.saya pribadi juga disini masih harus banyak belajar pada para sepuh khususnya tuan bhikku…..sekali lagi saya haturkan terima kasih salam rahayu…rahayu…rahayu.

  11. Rahayu Ki Sabda,
    benar2 tulisan yang membuat saya harus belajar dan belajar lagi menghargai alam yang sudah ikut andil dalam proses kehidupan kita, betapa besar kasih sayang alam yang diberikan pada kita..
    Terimakasih juga kepada Gusti kang akaryo jagadnata, semua binatang, tumbuhan dan semuanya..

  12. Serta sedulur kita dengan upacara adatnya… 🙂

  13. Bhikkhu Dhammaraja

    Cuaca ekstrem itu ada karena pergantian jaman. Hal serupa juga terjadi saat Syaikh Subakir pertamakali datang ke Jawa dan terganti pergantian kekuasaan dari Sabdo Palon ke Syaikh Subakir. Sahabat gaib saya memberitahu, “setiap kali suatu agama menguasai alam nusantara maka timbul pergolakan cuaca seperti ini, dimana musim kemaraunya muslim dengan muslim kemaraunya buddhist berbeda, musim hujan muslim dengan musim hujan buddhist berbeda. Karena itulah alam menyesuaikan dirinya.”

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Tujuan alam untuk melakukan perubahan cuaca itu adalah agar lebih tahu cara melayani manusia. Karena apa yang diminta muslim dan apa yang diminta buddhist saat kemarau itu berbeda.

      • Bhikkhu Dhammaraja

        Kira-kira sama seperti SP. Satu hari ia penasaran dimana ceweknya malam ini, oleh sebab itu ia yang berasal dari bumi mekkah menyesuaikan dirinya dengan alam jawa. Ia memesan jamu beras kencur, lalu dalam sekejab ia bisa mengerti bahwa sebentar lagi ceweknya akan lewat.
        Nah kita harus beradaptasi dengan satu lingkungan jika ingin cocok dan nyaman di lingkungan tersebut. Demikianlah menurut saya.

  14. Kupu kuning pada judul diatas adalah perlambang mary. Ternyata sabdo langit menulis tentang mary, tapi tidak apa. ia cuma menulis.
    Sekarang saya baru tahu siapa yang sudah memingit saya, sehingga ilmu saya menjadi terarah ilmu bertempur saja (“pada jadi nayaka perang” – jayabaya), yaitu adalah mary. Terimakasih mary.
    Kini saya siap menjadi presiden, tapi hendra gunawan tidak perlu marah, karena saya juga mengakui dan mendukung presiden perjuangan dari pihak Allah.

  15. makasih buat infonya kang. bagus banget

  16. apa arti kupu kupu kuning jam setengah sembilan malam ada ke rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: