Peta Kegagalan (map of failure)

“Sing sopo tansah setya-tuhu marang para leluhure, yekti  sak tiba-tibane bakal nemu kabegjan, senajan ta aneng ngendi papan dununge”

Serat Wedatama Pupuh Gambuh Podo 57
Nanging ta paksa tutur | Rehne tuwa tuwase mung catur | Bok lumuntur lantaraning reh utami | Sing sapa temen tinemu | Nugraha geming kaprabon |

Namun terpaksa memberi nasehat | Karena sudah tua kewajibannya hanya memberi petuah | Siapa tahu dapat lestari menjadi pedoman tingkah laku utama | Barang siapa bersungguh-sungguh berusaha pasti akan berhasil | Mendapatkan anugrah kemuliaan dan kehormatan |

Pendekatan Sosio-Kultural Jawa

Sing sapa têmên bakal tinêmu. Siapa yang bersungguh-sungguh akan meraih apa yang dicita-citakan. Kata-kata têmên artinya bersungguh-sungguh, serius, tidak main-main, fokus pada satu tujuan, rajin, giat, teguh, tidak bosan dan mudah pindah haluan, tidak cepat putus asa serta konsisten, tidak berubah-ubah pikiran dan sikapnya. Prinsip têmên ini merupakan salah satu filsafat atau pedoman hidup orang Jawa yang terkandung dalam salah satu dari lima butir pedoman perilaku yang lebih popular disebut “pusaka” kalimasada atau lima-usada, yakni lima macam nilai luhur yang harus ditegakkan dalam setiap pribadi. Seperti pernah dilansir oleh Sinuhun Sri Sultan HB VIII ing Ngayogyakarta Hadiningrat dalam serat yang bertitel “Jiwa kesatria Jawa”. Selagi kita berjuang untuk menggapai cita-cita dan harapan, terlebih dahulu kita perlu menata diri. Menyiapkan mental serta lahir dan batin yang memadai. Cukup ilmu, cukup kemampuan, dan persiapkan waktu. Selanjutnya, takar dan ukurlah apakah cita-cita dan harapan itu bukan merupakan sesuatu yang utopis? Sesuatu yang di luar nalar dan peri kemanusiaan ?  Ada beberapa prinsip pokok yang harus diterapkan untuk memudahkan seseorang mewujudkan harapan dan tujuannya. Di bawah ini akan saya uraikan satu demi satu, serta apa yang menjadi titik lemah setiap orang pada saat berjuang mewujudkan harapan dan tujuan hidup.

Sêwiji

Artinya fokus atau konsentrasi penuh untuk menyatukan kebulatan tekad dan segenap potensi diri pada suatu tujuan dan cita-cita hidup. Kita punya pikiran (mind), yang di dalamnya menyimpan kekuatan besar (mind power) untuk mewujudkan asa dan cita-cita. Canangkan dalam benak apa yang anda cita-citakan akan terwujud. Untuk itu setiap orang perlu berani untuk bermimpi besar. Jika bermimpi besar saja tidak berani, bagaimana bisa melakukan sesuatu yang besar pula maknanya bagi kehidupan ini. Mind power bekerja seperti halnya hipnoterapi. Mind power menciptakan energy wibawa pada diri kita. Kewibawaan menjadi sarat penting untuk menciptakan pengaruh besar pada orang-orang di sekitar kita, atau orang-orang yang kita temui di manapun berada. Pengaruh itu akan mempengaruhi sikap orang lain sehingga sikapnya sejalan atau mendukung apa yang kita cita-citakan. Ini sangat penting untuk membersihkan jalan dari hambatan dan rintangan. Jalan menuju kesuksesan hendaknya bersih dari berbagai penghalang dan rintangan, terutama yang berasal dari orang lain. Anda dapat menyingkirkan semua aral itu berkat energy kewibawaan yang besar. Sehingga membuat orang lain mudah setuju atau mendukung tindakan anda. Kekuatan pikiran bisa dibangun dan dikelola melalui berbagai teknik agar menjadi lebih kuat. Semakin kuat mind power yang anda miliki, anda akan mudah menjadi orang sukses. Mudah mencari pekerjaan, mudah mendapatkan kesempatan baik. Apa yang anda usulkan mudah diterima orang lain. Apa yang anda saran akan mudah diterima dan dipatuhi banyak orang. Itulah gunanya kekuatan pikiran.

Musuh Sêwiji

  • Tidak Fokus. Kekuatan pikiran memiliki musuh besar yang berada dalam diri anda sendiri. Di antaranya adalah sikap tidak fokus terhadap suatu tujuan, harapan atau cita-cita. Itu menjadikan sikap mencla-mencle, bila punya rencana dan tujuan selalu berubah-ubah. Belum sampai rencana dan tujuan itu terwujud, tiba-tiba pindah haluan dengan rencana dan cita-cita yang baru lagi. Sikap seperti itu menjadikan seseorang kesulitan mewujudkan suatu rencana dan tujuan.
  • Ragu-ragu. Keraguan dimaksud bukan jenis skeptisisme atau keraguan untuk tahu, atau keraguan yang mendasari terbangunnya sikap hati-hati, teliti dan cermat. Melainkan keraguan yang bersifat negative, yakni sikap tidak percaya diri, meremehkan staf dan kemampuan orang lain. Keraguan seringkali menjadi kendala besar untuk mewujudkan rencana dan tujuan yang sudah difokuskan.
  • Mental Block. Mental block merupakan mental negative. Bagaikan parasit yang menggelayuti pikiran sehat anda. Mental block benar-benar menjadi penyakit mematikan bagi kemajuan dan kesuksesan hidup anda. Bahkan mental block yang sudah akut dapat menjadi penyakit kejiwaan. Anda bisa kehilangan orientasi hidup, tidak bersemangat, selalu pesimistis, dan mudah putus asa. Mental block menjadi salah satu faktor penyebab orang mengidap penyakit gila dan bunuh diri.
  • Minimnya ilmu pengetahuan. Anda jangan menerapkan prinsip bonek, atau modal nekat, tanpa perhitungan alias ngawur. Memang bisa saja anda berhasil, tetapi cara seperti itu bagaikan bermain judi atau gambling. Kemungkinan losed jauh lebih besar dibandingkan dengan keberhasilannya. Belum lagi segala resiko besar maupun kecil tak bisa diprediksi dengan akurat. Itu sangat riskan, bisa jadi hanya membuat kehidupan anda menjadi bangkrut dan karut-marut. Mewujudkan suatu rencana sangat tergantung bagaimana kesiapan diri dengan membekali ilmu-ilmu dan pengalaman yang relevan. Tanpa didukung ilmu pengetahuan dan belajar dari pengalaman, mind power menjadi kurang efektif bekerja.

Grêgêt

Tari Saman GBN 2014

Gelar Budaya 2014 oleh Kadangkadeyan Sabdalangit (KKS)

Greget atau semangat menggebu. Merupakan dinamika jiwa yang disalurkan dalam gerak, usaha, serta perjuangan nyata mewujudkan rencana dan meraih tujuan hidup. Greget bagaikan generator yang menggerakkan setiap pribadi. Tanpa adanya greget, itu sama halnya mesin penggerak anda sedang dalam kondisi turn off, tidak menyala. Anda punya kendaraan bermesin, tetapi jika mesinnya mati, kendaraan itu justru akan merepotkan anda sendiri. Agar greget bisa menyala, anda butuh bahan bakar dan listrik sebagai sumber pengapian. Bahan bakar itu berupa alasan anda ingin mewujudkan suatu rencana. Semakin masuk akal dan kuat alasannya, maka greget menjadi semakin besar. Untuk itu anda perlu benar-benar memahami apa yang sedang anda rencanakan dan lakukan. Pertanyaan paling esensial adalah mengapa suatu rencana anda tetapkan. Tanyakan pada diri anda sendiri, carilah jawaban yang tepat, dan alasan yang berdasarkan argumentasi kuat.

Musuhnya Greget

  • Tidak memahami apa yang dilakukan. Jangan sampai anda melakukan apa yang tidak anda pahami. Ini perbuatan yang sangat ironis, di saat seharusnya melakukan pekerjaan serius, tetapi anda bagaikan anak kecil yang sedang bermain-main saja. Bila hal itu terjadi pada diri anda, akan sangat menguras energi. Greget menajdi mudah padam. Sedikit ada kesulitan akan membuat cepat jengkel, marah, bahkan membuat patah semangat lalu pada gilirannya putus asa. Dalam pekerjaan yang melibatkan tim atau banyak orang, tabiat seperti itu sangat menjengkelkan bagi pimpinan maupun sejawat anda. Anda menjadi orang yang menyebalkan dan tidak disukai teman-teman satu tim. Tetapi anda akan diincar oleh rival atau pesaing pekerjaan anda. Karena orang-orang seperti itu bisa diperalat oleh lawan, rival atau kompetitor dalam dunia bisnis maupun politik. Setelah selesai diperalat, pantat anda akan ditendang, dibuang jauh-jauh. Tidak memahami apa yang kita lakukan, itu juga membuat merosotnya energi kewibawaan. Maka dari itu bila tidak paham apa orientasi, maksud, tujuan suatu rencana dan  pekerjaan, jangan asal bertindak. Itulah salah satu faktor penyebab buruknya etos kerja. Bekerja menjadi kurang spirit, leda-lede (setengah hati), malas, dan lambat.
  • Malas. Malas merupakan tabiat sangat buruk. Sifat pemalas bisa jadi memang bawaan lahir atau dari sono-nya. Tetapi bukan berarti sifat malas tidak bisa dihilangkan. Semua itu tergantung ada kemauan menghilangkan sifat pemalas atau tidak. Tergantung pula seberapa besar keadaan memaksa anda melakukan suatu pekerjaan. Tetapi jangan menunggu jika keadaan sudah memaksa anda baru bertindak. Paling tidak jika anda sadar diri, bahwa dalam diri anda ada sifat pemalas, dan pemalas itu sungguh bikin malu dan menyebalkan bagi orang lain, sekalipun bagi orang yang sama-sama pemalas. Kesadaran itu akan memicu anda untuk membunuh sifat pemalas dalam diri. Apalagi anda mendapatkan pacar ganteng atau cantik yang sangat membenci orang pemalas. Gunakan momentum yang sangat baik itu untuk membunuh sifat pemalas. Saran saya untuk pembaca yang merasa mengidap penyakit malas, bergaulah dengan orang-orang yang rajin, orang yang membenci kemalasan, dan orang-orang yang etos kerjanya bagus. Hindari bergaul intens dengan orang yang cenderung menikmati sebagai pengangguran, atau ladyboy, eh..maksud saya lazyboy, Bagaimanapun lingkungan sangat besar pengaruhnya. Bagi anda yang merasa punya kecenderungan malas, mulai lah bergaul pada pada orang-orang yang tepat karena telah terbukti sangat efektif untuk menghilangkan sifat pemalas dalam diri.

Sêngguh

Sengguh artinya percaya pada kekuatan diri sendiri, dilandasi kepribadian yang kokoh, mampu mengendalikan dan memenej kekuatan dan potensi diri dengan baik. Untuk itu bekalilah diri dengan berbagai disiplin ilmu sebanyaknya, belajarlah sepanjang masa, jangan merasa sudah menjadi guru lantas merasa apa-apa tahu. Sejak lahir di mercapada hingga mati hendaknya jangan pernah merasa sudah pandai. Sebaliknya gunakan prinsip bahwa di manapun dan kapanpun anda selalu menjadi murid, semangat belajar yang tinggi sekalipun ilmu anda sudah banyak dipelajari dan diterapkan oleh orang lain. Sekalipun orang lain mengaggap seseorang bodoh, tetapi hendaknya kita tetap membuka kesempatan untuk belajar pada orang bodoh. Sebab mereka yang bodoh toh tetap punya pengalaman hidup yang berbeda, pengalaman yang tidak pernah kita alami. Beda orang beda pengalaman. Perbedaan itu dapat menjadi guru yang baik untuk kita. Untuk menjadi murid tidaklah mudah. Karena kita harus mampu menjadi orang yang rendah hati, open mind, membuka pikiran untuk menerima ilmu sebanyaknya. Kemudian kita saring mana yang sekiranya pas, berguna dan cocok untuk kita. Ilmu dan pengalaman yang luas sangat berguna untuk membekali diri mewujudkan suatu rencana dan cita-cita hidup.

Musuhnya Sengguh

  • Over confident. Sikap terlalu percaya diri sangat beresiko menjadi tidak teliti dan cermat. Mudah terlena dan kecolongan. Sekalipun sikap percaya diri kita tanamkan dalam diri kita, tetapi hendaknya tetap menanamkan sikap waspada dan eling. Jangan malu dan gengsi untuk bertanya kepada orang lain. Barangkali di sela-sela ucapannya yang sederhana dapat memancing ide-ide kreatif pada diri kita. Jangan melihat orang dari sisi penampilannya saja agar supaya anda tidak mudah terkecoh. Jangan pula merasa anda sudah menjadi yang terhebat, juwara lantas merasa yang lain lebih rendah dan kalah dibanding diri anda. Kehidupan ini dinamis sekali, kemenangan dan juwara hanya bersifat sementara saja. Karena di atas langit selalu ada langit.
  • Meremehkan kemampuan orang lain. Orang yang suka meremehkan orang lain biasanya akan mabuk pujian. Selanjutnya, ia akan dihinggapi sifat lengah dan mudah terlena. Nah, pada gilirannya watak buruk itu akan menjadi kuburan bagi dirinya sendiri. Pahamilah dan selalu tanamkan di otak bawah sadar anda bahwa orang kuat dan sakti musuhnya adalah dirinya sendiri. Tabiat buruk ini terbukti menjadi faktor utama tumbangnya sang jawara. Dalam dunia bisnis, pekerjaan yang melibatkan tim haruslah memiliki integritas yang kuat. Sikap berlebihan meremehkan antar sesama anggota tim maupun antara pemimpin terhadap stafnya akan menciptakan disintegrasi di dalam tim itu sendiri. Tabiat buruk itu sangat merusak kekompakan dalam suatu tim. Kemudian yang menjadi dominan adalah sifat egois di antara anggota yang mau menangnya sendiri, dan mau benarnya sendiri. Akhirnya, sikap meremehkan antar sesama anggota tim menjadi perusak dan penghancur tim itu sendiri. Oleh sebab itu dalam suatu kompetisi dan pertempuran, atau misalnya dalam pertandingan sepak bola, pada saat menghadapi tim yang kuat, yang dilakukan bukan menyerang vis a vis, atau saling berhadapan secara langsung dengan target mencetak gol. Tetapi terlebih dahulu tim anda harus merusak konsentrasi tim kuat yang menjadi lawan. Seolah tim anda melupakan tugas utama untuk mencetak gol. Namun setelah konsentrasi tim lawan mulai buyar, barulah dilekasi jurus serangan maut untuk mencetak gol. Itu namanya permainan yang indah nan cantik. Bukan okol (kekuatan otot) yang diutamakan, melainkan akal, yakni kecerdikan yang lebih diutamakan. Ini sangat berbeda dengan Timnas Indonesia yang gampang sekali dibuat buyar nan kocar-kacir oleh lawan yang lemah tiada tara. Untuk bermain indah nan cantik, tentu saja dibutuhkan mental yang matang dan tangguh. Tidak gentar dan ciut nyali sekalipun mendapatkan pukulan yang telak, tidak gemetaran pada saat kebobolan satu gol. Sayang sekali, orang Indonesia yang punya bahan dasar bagus, seringkali mengabaikan pembangunan mental yang kuat dalam dirinya. Sehingga manakala bertanding pada laga internasional seringkali terjadi antiklimak. Di awal pertandingan kekuatan otot timnas tampak mendominasi lawan, tetapi endingnya kalah telak. Energinya cepat habis disedot oleh rasa gemeteran yang dialaminya. Sekali lagi, ini permasalahan mentalitas individu pemain. Berbeda sekali untuk tim atau pribadi yang selalu handap asor, rendah hati, tidak sombong, mereka seolah energinya tak pernah habis. Sebab tak ada rasa gemetaran yang menjangkiti dirinya pada saat terkena pukulan. Itulah ciri-ciri tim atau pribadi yang sudah matang dan profesional. Jauh dari tabiat sombong, arogan dan suka meremehkan kemampuan lawan. Sudah terbukti ribuan kasus bahwa si besar mulut, pada akhirnya menderita KO dalam laga berat.
  • Fanatik. Kaum fanatikers selalu menganggap cara, keyakinan, atau pendapat dirinya sendiri lah yang paling benar, paling baik, paling ampuh. Tabiat ini juga tak kalah buruk dibandingkan dengan beberapa kelemahan di atas. Sikap fanatik akan memiliki konsekuensi selalu menganggap orang yang berbeda pendapat dan keyakinannya adalah orang jelek, lebih rendah, lebih hina. Bahkan layak ditindas, disakiti dan dianiaya. Fanatik merupakan bibit kesombongan yang sangat akut. Sekalipun dengan dalih demi jalan Tuhan, kesombongan dalam bentuk apapun sesungguhnya merupakan musuh paling besar dalam diri anda yang sewaktu-waktu akan menghancurkan secara sadis anda sendiri. Maka waspadailah benih-benih kesombongan dalam diri. Biasanya orang yang sudah terjangkiti virus sombong dan takabur, mereka tidak akan sadar jika dirinya adalah orang yang sombong dan takabur. Sebaliknya, serta-merta menganggap orang lain lah yang bodoh dan salah menilai dirinya. Itulah sebabnya mengapa penyakit sombong sulit disembuhkan. Karena si pengidap penyakit sombong seringkali gagal mengevaluasi diri. Ia selalu mencari-cari alasan pembenaran untuk sifat dan perilaku buruknya. Sebaliknya mereka selalu mencari-cari kambing hitam pada orang lain yang tak bersalah. Jika kondisi mental seseorang sudah sedemikian akut dijangkiti penyakit fanatik dan sombong, itu sudah termasuk sakit jiwa.

Ora Mingkuh

Mingkuh artinya tinggal glanggang glanggang colong playu. Lari meninggalkan tugas dan tanggungjawab. Mingkuh biasanya dilakukan oleh seorang berwatak pengecut. Sedangkan ora mingkuh maksudnya tidak meninggalkan tanggungjawab dan tugas selama dalam upayanya meraih tujuan dan cita-cita luhur. Orang yang ora mingkuh selalu teguh hatinya dan kuat dalam memegang prinsip sekalipun menghadapi hambatan dan tantangan berat. Mewujudkan rencana sekalipun sudah diperhitungkan secara matang, teliti, cermat, tetapi tantangan dan hambatan di luar dugaan tetap terjadi. Kita harus siapkan diri lahir batin dengan segala kemungkinan paling buruk yang terjadi. Itu sebabnya perlu dipersiapkan rencana A, rencana B, dan C sebagai alternatif apabila target utama meleset. Berfikirlah pahit di depan, agar supaya lebih siap menghadapi segala kemungkinan di luar yang diharapkan. Jangan terbalik manis di depan karena biasanya di belakang justru berakhir pahit. Rencana matang bukan berarti pembicaraan di depan selalu menyenangkan dan penuh harapan. Sebaliknya, rencana matang justru membicarakan semua kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Langkah itu akan mengurangi resiko kecewa yang mendalam pada saat anda menghadapi kenyataan pahit. Seseorang yang memiliki sikap tanggungjawab, penuh ketelitian, dan cermat akan cepat bangkit lalu dengan sigap menjalankan rencana B atau C.

Musuhnya Ora Mingkuh

  • Mingkuh. Mingkuh kebalikan dari Ora Mingkuh. Artinya lari dari tanggung jawab, ngacir meninggalkan tugas dan tanggungjawabnya dalam usaha meraih tujuan dan harapan. Itu biasa dilakukan oleh orang yang suka membicarakan hal-hal manis, hal-hal yang menyenangkan dan penuh harapan baik di hadapan lawan bicaranya. Para pembaca yang budiman. Ini bisa dijadikan tolok ukur bila anda mengalami kesulitan menilai seorang partner bisnis yang baru. Sebenarnya mudah saja menilai dengan cara sederhana. Seorang bisnisman, atau pekerja profesional tidak akan membicarakan hal-hal yang penuh harapan baik atau hal-hal yang menyenangkan saat terjadi pembicaraan di depan. Sebaliknya profesional dan bisnisman yang sukses akan berhati-hati, teliti, saat membicarakan proyek atau pekerjaan baru dengan relasi baru. Ia justru membahas resiko dari sebuah bisnis atau pekerjaan baru. Berbagai kemungkinan buruk akan dibicarakan, dan berfikir bagaimana cara mengatasinya. Tapi anda musti membedakan dengan negative thinking dan mental block.
  • Pengecut. Sifat mingkuh melekat pada orang yang berwatak pengecut. Orang pengecut biasanya dalam dirinya melekat sifat egois. Ia tidak berani bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya. Berani berbuat tetapi tidak berani bertanggungjawab atas segala konsekuensi yang terjadi. Begitulah gambaran sifat mingkuh dan pengecut. Semua sifat buruk itu kebalikan dari tipe orang-orang yang penuh tanggungjawab. Mingkuh merupakan salah satu penyebab utama kegagalan hidup seseorang. Karena mingkuh sangat menghambat kemajuan dan prestasi. Bahkan seringkali tanpa disadari perbuatannya merugikan orang lain.
  • Egois. Sudah saya uraikan sedikit mengenai sifat egois. Egois diartikan sifat mau menangnya sendiri, cari untungnya sendiri, mencari-cari alasan pembenar untuk diri sendiri dan hanya mau memikirkan kepentingannya sendiri. Orang egois selalu menuntut orang lain untuk mengerti, melayani, mengabdi, menuruti apa yang diinginkan. Sedangkan terhadap orang lain tidak peduli. Egois merupakan salah satu sifat yang sangat merusak kepribadian seseorang. Antara egoisme dengan sifat acuh terhadap lingkungan selalu seiring sejalan. Akan tetapi seseorang yang egois dan cuek biasanya kesulitan mengidentifikasi atau menyadari tabiat buruknya itu. Kalaupun orang sudah menyadari apabila egois dan tidak peduli lingkungan merupakan sifat buruk dan merusak kepribadian, tetapi ia akan kesulitan untuk merubahnya.  Egoisme bagaikan virus ganas yang belum diketahui apa obat mujarabnya. Sebab orang yang berwatak egois tak akan  kenal lelah untuk selalu mencari alasan pembenaran atas sikapnya. Sifat egois dan tidak peduli lingkungan tampaknya mempunyai “antibodi” yang bisa menangkal apabila ada upaya untuk memusnahkannya. Itulah jawabnya mengapa sifat egois dan cuek biasanya langgeng menjangkiti seseorang hingga kebawa mati. Bagi yang sedang berjuang untuk menyingkirkan kedua sifat buruk itu, janganlah berkecil hati. Pahamilah dengan sungguh-sungguh, adalah suatu hukum alam yakni hukum timbal balik seperti yang tersirat dalam kalimat berikut, “jika kita egois, pelit, tidak peduli, maka alam semesta akan melakukan demikian kepada diri kita”. Maka enyahkan semua watak buruk itu dari dalam diri kita agar supaya kita merasakan bahwa kesuksesan terasa mudah sekali untuk diraih.

Pendekatan Spiritual Jawa

Setelah kita bahas tentang bagaimana kiat-kiat meraih suatu tujuan dan harapan seperti dalam paparan di atas, selanjutnya kita berbicara dari sisi spiritual khususnya pendekatan spiritual Jawa. Beberapa tahun lalu saya menulis posting di sini dengan judul FAQ ; membangun laku prihatin yang pener dan pas. Pener artinya tepat sasaran, atau patrap laku yang sesuai. Pas maksudnya proporsional, atau tidak berlebihan, tidak pula kurang. Namun pada kesempatan kali ini saya akan memberikan ulasan lebih detil bagian-bagian yang penting untuk dipahami para pelaku spiritual. Saya bukan berteori, hanya menyampaikan beberapa pengalaman yang pernah saya alami sendiri maupun pengalaman sedulur-sedulur dekat. Para pembaca pasti memiliki beragam pengalaman. Setidaknya apa yang saya sampaikan dapat untuk menambah referensi.

Ritual

Istilah lain dari ritual adalah upacara atau seremoni. Ritual bukanlah hal tabu atau (memakai kacamata agama samawi) dekat dengan kemusrikan. Saya tegaskan tidak. Apalagi dengan memakai kacamata spiritual universal, sama sekali tak ada yang salah dengan ritual. Ritual tidak identik dengan semua kegiatan yang bersifat tradisional dan yang berhubungan dengan kekuatan gaib. Perlu kita ketahui bahwa dalam setiap agama apapun pasti terdapat kegiatan ritual. Bahkan masyarakat modern pun tidak lepas dari kegiatan ritual itu. Urusan kedinasan, sosial, politik, seni, budaya, semuanya tidak bisa lepas dari kegiatan ritual. Lantas apa sesungguhnya ritual itu ? Ritual merupakan artikulasi dari kehidupan yang diekspresikan ke dalam bentuk simbol-simbol. Simbol merupakan ringkasan dari suatu pengertian atau suatu pemahaman terhadap kehidupan yang bersifat lahiriah maupun batiniah, yang bersifat agal maupun yang alus. Dengan demikian simbol merupakan bahasa non-verbal untuk tujuan mentransformasi suatu pemahaman. Bahasa non-verbal tidak ditulis dengan huruf atau abjad melainkan menggunakan beragam benda sebagai alat peraga atau perlambang. Dengan demikian symbol merupakan bahasa. Bahasa simbolik yang diwujudkan menjadi berbagai macam gambar, bentuk, yang bersifat dua dimensi maupun tiga dimensi, juga dikenal dengan istilah lambang. Simbol bisa diwujudkan pula dalam bentuk gerakan-gerakan tertentu.  Sebagai contoh misalnya tarian atau seni tari, dan gerakan sandi morfe. Tarian merupakan simbol atau lambang yang berisi pesa-pesan, informasi, dan bahkan ilmu pengetahuan. Sandi morfe tidak lain merupakan bahasa isyarat yang sudah diubah menjadi bahasa simbol berupa gerakan-gerakan tangan, kaki, dan kepala secara khusus. Di dalam sebuah ritual akan berisi beragam symbol-simbol itu untuk memaknai apa yang menjadi maksud dan tujuan sebuah ritual. Dalam agama samawi misalnya ada ritual shalat dengan gerakan-gerakan tertentu merupakan sebuah ritual yang berisi beberapa symbol. Setiap symbol ada maksud dan tujuannya. Oleh sebab itu, biasakan berfikir positif, jangan buru-buru memvonis sesuatu yang anda sendiri belum tentu memahaminya secara tepat atau benar.

Ritual dalam konteks ini adalah segala upaya meraih suatu harapan dan cita-cita melalui jalur “alternative” di samping jalur utama berupa usaha konkrit dengan tenaga, pikiran, strategi, kiat-kiat dan tentu saja beaya. Jalur “alternative” tidak selalu kalah bagus dengan jalur utama. Adakalanya jalur “alternative” justru lebih bagus dan efektif. Saya memahami jalur alternative sebagai usaha yang tidak bisa dipisahkan dari jalur utama. Keduanya haruslah berjalan beriringan saling menguatkan, golong-gilig, dan tidak berat sebelah. Karena ritual lebih merupakan kepada usaha batin, yang melibatkan doa, dan menyambung dengan kekuatan gaib yang dapat menopang keberhasilan suatu usaha mewujudkan harapan, tujuan dan cita-cita. Lantas apa saja bentuk ritual yang dapat mendukung suatu usaha konkrit ? Baiklah, mari kita lanjutkan untuk membahasnya.

1.Ritual Membangkitkan Inner Power (Kekuatan Jagad Alit)

Pertama-tama, hubungkan semua potensi fisik diri anda dengan kekuatan spiritual yang ada dalam diri anda sendiri sebagai jagad alit atau mikrokosmos. Potensi fisik anda berupa kemampuan akal-fikiran atau nalar, ilmu pengetahuan, pengalaman dan tenaga fisik. Saya sengaja kelompokkan kekuatan akal pikiran ke dalam kategori potensi atau kekuatan fisik agar lebih mudah membedakannya dengan kekuatan spiritual. Semua itu kekuatan itu sangat penting menopang keberhasilan mewujudkan suatu usaha meraih tujuan dan cita-cita hidup. Selanjutnya kekuatan dan potensi fisik tersebut gabungkan dengan kekuatan batin anda. Suatu usaha harus dibarengi dengan penyatuan kekuatan jiwa dan sukma. Untuk memudahkan memahami tulisan saya ini, ketika anda mengikuti kareping rahsa sejati (roh sejati), itulah penyatuan kekyatan fisik dan spirit. Kekuatan lahir dan batin. Artinya anda harus meraih suatu tujuan dan harapan dengan menyingkirkan segala nafsu keserakahan, nafsu golek menange dewe, nafsu golek butuhe dewe, nafsu golek benere dewe. Itu yang yang saya maksud dengan nuruti rahsaning karep. Karep adalah hawa nafsu, yakni keinginan ragawi untuk selalu memuaskan segala yang membuat senang panca indera anda. Suatu usaha asalkan dilandasi oleh kareping rahsa sejati, pasti akan menemui kemudahan untuk mewujudkannya. Seandainya bila tujuan dan harapan itu bukan hak anda, atau akan berakhir buruk bagi anda pasti ada faktor di luar kekuatan anda yang akan menggagalkannya, kemudian menggiring anda kepada harapan dan tujuan yang lebih tepat. Kenapa bisa begitu ? Itulah rahasia mekanisme hukum alam. Ketika anda berselaras dengan tata hukum keseimbangan alam, maka anda akan dibimbing oleh kekuatan alam meraih kesuksesan hidup. Ngelmu urip ini bukan katanya, ujare atau denger-denger, melainkan hanya sekedar berkisah tentang pengalaman demi pengalaman hidup selama ini. Ini fakta. Untuk bagian ini jika dibahas tidak ada tuntasnya, walaupun saya menulis menghabiskan 1000 halaman sekalipun belumlah tuntas. Tapi saya hanya memungut garis besarnya saja, lain kesempatan akan saya ulas lebih luas lagi. Adapun unsur-unsur potensi yang terdapat di dalam diri manusia sebagai mikrokosmos di antaranya adalah :

  1. Kekuatan Jiwa (Soul)
  2. Kekuatan Sukma Sejati
  3. Kekuatan Rahsa Jati
  4. Kekuatan Atma Sejati
  5. Kekuatan Panunggalan Sang Hyang Maha Wenang

Lima kekuatan yang ada di dalam diri pribadi setiap orang itu bisa dicapai selangkah demi selangkah secara berurutan. Mulai dari terjalinnya koneksi dengan kekuatan yang berada di level bawah yakni kekuatan jiwa, hingga kekuatan level tinggi yakni panunggalan (dwi tunggal, manunggaling kawula gusti). Koneksi pada pada level panunggalan akan menjadikan seseorang mempunyai kekuatan sabda pandita ratu, atau idu geni, maksudnya apa yang diucapkan bakal terjadi.

Untuk mengoptimalkan kekuatan inner power dapat ditempuh beberapa ritual yang bisa dilakukan misalnya, ritual bancakan weton, ritual samadi, mesu budi, maladihening. Ritual tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan sumber-sumber kekuatan yang ada dalam diri anda sendiri terutama kekuatan batin. Perilaku yang selaras dengan kareping rahsa, akan membangkitkan kekuatan sedulur papat kiblat, kekuatan kakang-kawah adi ari-ari, dan kekuatan yang ke-lima yakni kekuatan pancer, atau kekuatan guru sejati. Tidak berhenti di situ saja, tetapi ritual yang diiringi perilaku utama akan membangkitkan daya kekuatan pamomong. Jika sumber kekuatan dalam diri manusia itu bisa turn on, tentu seseorang akan jauh lebih mudah mewujudkan harapan dan cita-cita, seseroang bukan lagi menunggu datangnya kesempatan tetapi ia mampu menciptakan kesempatan emas secara berulang-ulang, untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Faktor Kendala

Ada beberapa hal yang seringkali menjadi hambatan untuk meningkatkan potensi kekuatan inner power diri anda.

  1. Kurangnya ketekunan berlatih olah Tekun maksudnya telaten, teliti, hati-hati, cermat dan tidak mudah bosan. Olah semedi itu mudah sekali dilakukan asalkan mengetahui kiat-kiat dan teknisnya dengan baik. Beberapa kiat itu di antaranya ; jangan memaksa diri untuk terus berlatih. Tetapi jangan berlatih karena rutinitas. Sebaiknya anda menyesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya anda berlatih semedi ketika mood anda sedang bagus. Itu akan menimbulkan semangat dalam diri sebab anda berlatih karena merasa membutuhkan. Bagi pemula memang berat berkonsentrasi saat berlatih dalam kondisi mood sedang kurang baik. Maka hindarilah berlatih pada saat hati anda sedang galau berat. Berlatihlah pada saat kondisi lahir batin anda sedang bagus, cobalah untuk berlatih dengan tekun. Maka hasilnya akan lebih efektif.
  2. Melakukan karena terpaksa. Berlatih olah semedi harus dilakukan tanpa paksaan. Anda harus mendasari diri dengan rasa ikhlas, mengalir, enjoy dan rileks. Perasaan terpaksa hanya akan membuat suasana hati anda kian gaduh dan sulit mendapatkan fokus. Berbeda jika anda berlatih dengan didasari rasa ikhlas dan legowo, pasti akan lebih mudah merasakan berbagai keuntungan daro olah semedi. Dan bonusnya sangat menggembirakan, anda akan segera merasakan sensasi tanda-tanda keberhasilan olah semedi.
  3. Tidak Sabar. Pada saat anda berlatih, lakukan dengan sabar. Jangan terburu-buru lekas bisa menguasai ilmunya. Ketidaksabaran hanya akan membuat fokusnya jadi kacau, karena anda akan berandai-andai, atau memaksa diri segera bisa menemukan sensasi semedi seperti diceritakan atau pengalaman orang lain. Perasaan terburu-buru akan mempengaruhi aliran darah anda menjadi semakin cepat. Semestinya rileks, agar aliran darah anda juga menjadi lebih smooth. Hati yang sabar, semeleh dan legowo, sangat efektif membuat meditasi anda berhasil. Aliran darah menjadi smooth, tenang, dan tanpa anda sadari kekuatan inner power anda akan mulai bangkit.
  4. Salah fokus. Fokus yang tidak tepat merupakan faktor penyebab kegagalan paling besar dalam berlatih olah semedi. Rasa penasaran dan ingin tahu yang besar seringkali malah membuyarkan konsentrasi. Seringkali konsentrasi pelaku meditasi justru kelayapan kemana-mana mencari sensasi tanda-tanda keberhasilan semedi yang sangat beragam seperti sering diceritakan orang. Tak lama setelah patrap semedi kemudian pikiran sibuk mencari-cari gejala atau tanda-tanda yang membuat penasaran itu. Itu menyebabkan daya kerja otak yang seharusnya diturunkan getarannya, sebaliknya otak justru dipaksa kerja berat. Semakin memaksa diri untuk mencari-cari, maka yang dicari malah tak kunjung muncul. Sedangkan keberhasilan semedi justru sebaliknya. Semedi akan cepat berhasil jika kita berkonsentrasi pada PROSES semedi itu sendiri. Untuk itu nikmati saja selama proses semedi, step by step. Bagi pembaca yang masih kebingungan memahami tulisan saya silahkan dibaca posting terdahulu tentang Olah Semedi yakni : Mengenal Meditasi, Olah Semedi, Persoalan di seputar meditasi ringan, Tenaga Dalam dan Inner Power, Tune Up Potensi Diri, Meditasi Cakra dan Olah Semedi, dan masih banyak posting saya lainnya yang dapat menambah referensi para pembaca yang budiman.

2. Ritual Penghubung Super Natural Power (Kekuatan Alam Semesta)

Super natural power merupakan kekuatan super yang berasal dari luar diri manusia. Kekuatan itu bisa dari unsur-unsur alam semesta, bisa juga dari entitas mahluk hidup. Sebelum saya lanjutkan membahas, perlu saya tegaskan bagi anda yang pikirannya masih terkurung oleh konsep tentang kemusrikan, tak perlu melanjutkan membaca tulisan ini. Bagi yang merasa penasaran, silahkan ngelantur yang bermutu bersama saya.

Memahami Tuhan selayaknya melibatkan akal sehat agar tidak menjadi orang yang mabuk agama.  Saya percaya ada sumber kekuatan yang paling dahsyat di jagad raya ini. Kekuatan paling dahsyat itu saya sebut sebagai Roh Jagad Agung atau spirit of the universe, atau Sang Hyang Wenang. Dalam perspektif agama rumpun semit didefinisikan sebagai Tuhan Yang Mahakuasa dan lain-lain. Tetapi manusia sudah sewajarnya, berhak seluas-luasnya, sebisa dan semampunya untuk memanfaat kekuatan-kekuatan dahsyat di jagad raya ini. Roh Jagad Agung tidak akan jealous dan ngambek hanya gara-gara manusia mengambil sumber kekuatan-kekuatan yang ada di jagad raya ini. Alangkah damainya perasaan anda apabila kita memahami Tuhan sebagai Tuhan Yang Maha Percaya Diri oleh sebab Tuhan punya kekuatan yang serba Maha. Jadi tidak akan ngefek apa-apa untuk Tuhan jika ada manusia yang memungut sumber-sumber kekuatan lainnya. Toh Tuhan Yang Maha Percaya Diri itu lah yang memproduksi semua kekuatan itu apapun bentuk dan asalnya. Dengan begitu lenyaplah konsep tentang “Tuhan” yang maha lemah dari dalam alam pikiran anda. Tuhan yang lemah atau tuhan palsu , yakni “Tuhan” yang tukang jealous dan tukang marah.

Para pembaca yang budiman, mari kita manfaatkan dan kita gali sumber-sumber kekuatan yang berada di luar diri kita agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

2.1. Lakutama

Lakutama adalah perbuatan terpuji. Yakni perilaku yang utama, atau perbuatan yang penuh dengan kemuliaan (berbudi pekerti luhur). Makna terpuji dalam  perspektif spiritual Jawa berbeda dengan pemahaman model agama rumpun semit/samawi/abrahamisme, di mana ritual keagamaan sudah dimasukkan ke dalam perbuatan terpuji. Sedangkan dalam spiritual Jawa, tidak lah akurat menilai perbuatan mulia seseorang hanya berdasarkan tolok ukur apakah seseorang sudah melakukan ritual atau tidak. Secara sederhana, tolok ukur perbuatan mulia itu dapat dinilai dari seberapa besar manfaat hidup anda untuk kehidupan sesama maupun makhluk lainnya tanpa pilih kasih, tanpa harus membedakan suku, ras, agama, bangsa dan budayanya. Perbuatan mulia sama saja membuat hidup anda menjadi “menyala”. Urip kudu murup. Hidup bagaikan cahaya, dan cahaya itu akan menerangi apa saja yang gelap, karena cahaya tidak pernah pilih kasih. Hidup bagaikan pelita yang menerangi kehidupan di sekitarnya. Artinya, hidup anda berguna untuk kehidupan lainnya, baik untuk bangsa manusia, bangsa tumbuhan, bangsa binatang, maupun bangsa lelembut. Dengan demikian, anda sudah menghidupkan sifat unsur-unsur alam semesta ini ke dalam diri anda. Sebagaimana termaktub dalam ajaran Hasta Brata. Hasta Brata akan membimbing siapapun menjadi manusia (human being) yang mempunyai kesadaran kosmologis. Kesadaran kosmologis itu akan menuntun perilaku dan perbuatan sehari-hari yang harmonis dan selaras dengan tata hukum keseimbangan alam. Pribadi pada level ini, hidupnya akan dinaungi energy keselamatan dan penuh keberuntungan, alam semesta selalu berpihak padanya. Ia  tak akan bisa dicelakai orang lain. Jiakalupun “celaka” sifatnya hanya temporer karena hal itu sesungguhnya langkah mundur sebagai ancang-ancang untuk meraih kesuksesan yang jauh lebih tinggi. Sak tiba-tibane tansah nemu kabegjan lan keslametan. Pada alinea ini saya kemukakan kesimpulan agar mudah dipahami para pembaca yang budiman. Lakutama atau perilaku yang utama dapat diistilahkan urip yang murup atau hidup yang “menyala”. Maksudnya hidup anda berguna untuk kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup. Itu merupakan kebaikan, dan kebaikan yang anda lakukan akan kembali kepada diri anda sendiri. Kebaikan yang anda lakukan sebagai bentuk penyelarasan diri dengan sistem keadilan dan keseimbangan kosmos. Penyelarasan yang anda lakukan itu dapat menyerap energy positif dari alam semesta. Energi positif berupa keberuntungan, kemudahan, keselamatan, dan kebahagiaan. Meminjam istilah seorang filsuf Yunani kuno Aristoteles, bahwa tujuan hidup manusia yang paling utama adalah kebahagiaan tertinggi atau audaimonistis. Saya tegaskan bahwa jalan untuk meraih kebahagiaan tertinggi itu adalah dengan jalan memberi dan memberi. Ini merupakan rumus ketuhanan tentang sistem keadilan kosmos. Selaras dengan spiritual Jawa yang memahami bahwa semakin banyak memberi justru akan semakin banyak menerima. Modal dasar untuk menjadi kaya dan selamat adalah dengan menjadi orang yang kaya hati.

Titik Lemah

Titik lemah paling berat bagi seseorang yang sedang menjalani lakutama sesuai dengan ajaran Hasta Brata adalah karep atau hasrat ragawi yang terdiri hasrat panca indera dalam kacamata agama lazimnya disebut hawa nafsu. Setiap orang akan merasakan bagaimana kuatnya hasrat untuk memuaskan panca indera. Itu sudah umum dan sangat alami dirasakan oleh setiap orang. Hasrat panca indera merupakan kebutuhan alamiah. Tetapi persoalannya ketika seseorang memenuhi hasrat panca indera secara berlebihan hingga menciptakan suatu keburukan dan kejahatan. Secara alamiah hasrat tidak bisa dimusnahkan melainkan untuk dikendalikan, yakni boleh dipenuhi sesuai kebutuhan yang terbatas dan sesuai haknya. Pemenuhan hasrat ragawi secara berlebihan akan membuat kerusakan diri sendiri maupun lingkungannya. Di situ letak kesalahannya. Hasrat berlebihan ini saya istilahkan nuruti rahsaning karep. Mengumbar keinginan ragawi. Faktanya, sikap nuruti rahsaning karep itu sangat merugikan diri sendiri maupun orang lain, dan bertolak belakang dengan prinsip Hasta Brata.

2.2. Liaise With Ancestors

Ritual untuk memperoleh kekuatan spiritual yang bersumber dari Super Natural Power, atau Sang Hyang Roh Jagad Agung ini dapat ditempuh melalui berbagai cara. Pertama-tama, yang perlu dilakukan adalah menyambung dengan kekuatan leluhur (ancestors) sebagai salah satu kekuatan super natural power. Ancestor atau leluhur adalah sukma yang sudah “lahir” di alam keabadian. Ada banyak teknik ritual untuk berhubungan antara manusia dengan leluhur. Untuk mengetahui tata-cara dan ulasan lebih mendalam, bagaimana menjalin komunikasi dengan leluhur, para pembaca yang budiman silahkan menyimak posting saya di blog ini dengan titel FAQ : Membangun laku prihatin.

Titik Lemah

“Kesimpulan yang salah akan menyebabkan efek karambol kegagalan demi kegagalan” By Sabdalangit

Setelah Anda membaca posting Saya tentang FAQ : Membangun laku prihatin akan lebih mudah memahami uraian berikut ini. Selama ini saya menemukan beberapa titik lemah para pelaku spiritual khususnya orang yang sedang menempuh laku prihatin. Titik lemah yang diidap oleh rata-rata orang terjadi pada saat mereka gentur (giat) melakukan ritual dan menjalani laku prihatin mempererat tali hubungan dengan leluhur dengan tujuan untuk merubah nasib. Persoalan itu paling sering muncul ketika orang salah menyimpulkan atau mengambil kesimpulan terlalu dini. Kesimpulan dini sangat beresiko karena diambil hanya berdasarkan data-data, pengetahuan, dan informasi yang sangat minim. Akibatnya apa yang disimpulkan  menjadi negatif dan tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya. Padahal suatu kesimpulan sangat besar pengaruhnya untuk menentukan sikap dan rencana selanjutnya. Kesimpulan yang salah akan menyebabkan mata rantai kegagalan demi kegagalan. Oleh sebab itu hendaknya kesimpulan dilakukan secara obyektif jangan hanya berdasarkan pengalaman subyektif diri sendiri kemudian disimpulkan (dianggap) sebagai kebenaran fakta (obyektif). Apalagi kesimpulan dilakukan secara emosional. Emosi hanya akan mematikan kemampuan akal sehat untuk menganalisa sesuatu secara cermat. Sebagai contoh, seseorang merasa sudah lama selalu sowan (ziarah) lêluhur tapi merasa kondisi perekonomiannya tidak kunjung ada perubahan atau malah semakin mundur. Selanjutnya ia dengan cepat menyimpulkan sesuatu yang keliru, dengan menyalahkan leluhur, menyalahkan ajaran dan seterusnya. Padahal sesungguhnya ia hanya kurang cermat mengevaluasi, dan mengkomparasikan dengan pengalaman orang lain.

Untuk memudahkan pemahaman tulisan ini saya akan membuat suatu analogi yang saya ambil dari pengalaman-pengalaman para kerabat dan handai taulan. Sebut saja inisila X. Dulu X merasa sudah sekian lama menempuh laku prihatin dan rajin mengunjungi makam para leluhur. Namun demikian setelah beberapa tahun X menjalani laku prihatin seperti itu ia belum juga merasa sukses kehidupan ekonominya dan tetap menjomblo tidak laku-laku. X menilai bahwa dirinya tidak ada perubahan dan kemajuan dalam perekonomiannya, bahkan kadang merasa makin sulit dan mengalami kemunduran dalam bisnisnya. Bahkan X sempat mempunyai pikiran negative yang lebih ekstrim. Serta merta X timbul banyak tanda tanya dan mulai menyangka apa yang dilakukan hanyalah sia-sia belaka dan salah jalan. Pada waktu itu saya sempat memberikan beberapa saran seperti saya kutib di bawah ini ;

  1. Sepertinya X terlalu dini mengambil kesimpulan. Setiap orang tidaklah sama jejak kehidupan sebelumnya, maksud saya sebelum menempuh laku Setiap orang pernah melakukan kesalahan pada orang lain, kepada lingkungan alam, kepada kehidupan bangsa hewan, bangsa tumbuhan, dan bangsa halus dengan kadar yang berbeda-beda. Hidup di dimensi bumi ini setiap orang tidak akan bisa lari dari hukum sebab akibat, atau hukum timbal-balik. Setiap orang pasti mempunyai karma (karmapala atau dosa) yang harus ditanggungnya sendiri. Sebagai “tebusannya”, orang harus melakukan “karma baik” (darmayoga) atau tindakan yang berguna bagi  kehidupan seluruh mahluk hidup dan berguna menjaga sistem keseimbangan alam. Nah, seberapa banyak X harus berdarma, itu sangat sulit dihitung. Tetapi sistem keadilan kosmos dengan cermat menimbangnya tanpa menyisakan ketidakadilan walau sebutir debu. Karena sistem canggih itu dibuat oleh Sang Hyang Roh Jagad Agung (Spirit of the universe/macrocosmos). Kita sebagai spirit of microcosmos, jika menginginkan menjadi orang yang sukses lahir batin dan powerfull hendaklah selaras (patuh/takwa) kepada sistem keadilam kosmos. X hendaklah berfikir positif saja, mungkin masih butuh lebih banyak lagi darma yang harus dilakukan untuk menebus karma atau kesalahannya in the past. Makin sering menggugat, dan memprotes keadaan (Jawa : grenengan) makin tidak tulus. Itu akan mengundurkan jadwal kesuksesan X, bahkan bisa saja mengganjal kesuksesan. Ibarat orang sedang naik tangga, X terperosok jatuh lagi ke bawah tangga. Maka saya sarankan kepada X agar konsisten dan sabar, tekun dan tulus untuk melanjutkan laku prihatin. Sebab biasanya semakin dekat dengan jadwal diterimanya anugrah dan kesuksesan yang diharapkan dan dicita-citakan, maka gangguan berupa rasa jenuh, bosan, putus asa, menggerutu, tidak ikhlas semakin akan terus semakin menguat. Di situlah pertarungan sengit terjadi di dalam diri anda antara rahsaning karep dengan kareping rasa sejati. Antara keinginan ragawi, pengetahuan, akal pikiran dengan tuntunan sang “guru sejati” (sukma sejati atau pancer) anda sendiri. Jika pergumulan di antara kedua sumber kekuatan dalam diri X itu sama-sama kuat, perasaan yang timbul adalah keraguan dan kebimbangan yang akut. Di situlah banyak orang telah gugur atau badar di medan pertempuran dalam diri pada saat menjalani laku prihatin. Pertempuran yang dimenangkan oleh kekuatan ragawi (rahsaning karep) X biasanya akan berujung kegagalan yang fatal. Sementara itu pertempuran yang dimenangkan oleh kekuatan “guru sejati” X, akan membimbing X meraih anugrah agung dan terbuka lebar jalan kesuksesannya. Sampai di sini kita dapat menyadari bahwa kekuatan okol (otot atau nafsu) bukanlah segalanya, kekuatan akal jauh lebih bagus. Tetapi tanpa kekuatan sang spirit of microcosmos, atau “guru sejati” (pancer) kemampuan okol dan akal si X tak akan berlangsung lama dan lestari karena kesuksesannya menghadapi ribuan kendala, dan sangat rentan mengalami kehancuran fatal. Hidup menjadi ibarat seorang gambler, atau bermain judi. Sebaliknya, apabila kehidupan sehari-hari kita dibawah kendali (kareping rahsa sejati) atau di bawah bimbingan sang “guru sejati”, unsur gambling semakin menipis. Hal itu menjadikan kehidupan X lebih memiliki kepastian. X menjadi mudah menentukan pilihan secara akurat dan pada waktu yang tepat.  Tidak akan menjadi seorang peragu dan tidak tegas.
  2. Saya sarankan supaya X instropeksi diri seberapa besar harapan dan cita-cita yang dipikirkan, dirancang dan diucapkan setiap saat. Setiap harapan dan cita-cita pasti membutuhkan asas kepantasan untuk bisa terwujud dan dilakoni oleh X. Simpelnya, pantas apa tidak si X menerima suatu kesuksesan atau anugrah seperti yang diharapkan dan dicita-citakan. Besar kecilnya harapan dan cita-cita tergantung pada orang yang mencanangkannya. Jika harapan dan cita-cita dicanangkan oleh orang yang kurang memenuhi asas kepantasan untuk menerimanya, maka harapan dan cita-cita itu menjadi terlalu muluk. Sebaliknya jika harapan dan cita-cita dicanangkan oleh orang yang sudah memenuhi asas kepantasan, maka harapan dan cita-cita itu menjadi sepadan dan pantas. Misalnya X pernah studi pada jurusan ekonomi tetapi ia berharap menjadi seorang dokter, itu jelas mengada-ada. Kalau X bercita-cita menjadi seorang pengusaha besar, sementara ia mahasiswa teks-book, kutu buku, yang hanya mengandalkan teori-teori dari kurikulum, tetapi X tidak pernah praktek sehingga sangat minim pengalaman di lapangan. Itu harapan dan cita-cita yang terlalu muluk. Lain halnya jika X studi di fakultas ekonomi dengan prestasi belajar yang bagus, serta X seorang pekerja keras, mandiri, pejuang tangguh, tidak mengutamakan gengsi, gigih dan ulet, maka ketika X mempunyai cita-cita menjadi konglomerat bukanlah harapan yang muluk-muluk. Itu kepantasan yang mudah dibaca dan dilihat dengan mata wadag. Masih ada lagi kepantasan yang bersifat gaib atau tidak mudah dilihat dengan mata wadag. Misalnya X seorang yang sering menyakiti hati orang lain, suka menyinggung perasaan orang, suka mencelakai dan merugikan orang lain, sering menghambat jalan rejeki orang lain, hatinya masih dikerubungi rasa iri, dengki, jika melihat orang lain lebih sukses. Semua tabiat buruk itu pasti menghilangkan asas kepantasan X. Berkurangnya asas kepantasan seseorang akan menjadi penghambat kesuksesannya sendiri. Akhirnya X kembali teguh, sabar, giat, tekun, fakus, telaten, gigih dan ulet. Kini X senasib baik dengan dulur-dulur lainnya yang sudah berhasil melewati saat-saat berat. Setelah empat tahun X melakoni laku prihatin yang pener (tepat), jalan kesuksesannya terbuka. Ia kini telah mulai menuai sukses. Menyaksikan semua itu, mungkin perasaan saya lebih gembira daripada perasaan X sendiri.

Penutup

Pada bagian penutup ini saya hanya ingin menyampaikan kesimpulan singkat yang sekiranya dapat membantu dulur-dulur semua dalam upaya mewujudkan harapan dan cita-cita. Idealnya setiap orang selalu mawas diri jangan sampai seperti perilaku bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 SD tetapi ingin segera menjadi tentara. Sistem keadlian kosmos akan “mentertawakan” diri anda. Bisoa rumangsa, aja rumangsa bisa. Awal kegagalan jika orang keliru menyimpulkan sesuatu. Akibatnya banyak org yang tidak menyadari jika dirinya sedang tidak sadar..!

Saya sangat mafhum, karena memang sangat sulit menakar seberapa besar asas kepantasan yang dapat kita bangun, sudah seberapa tinggi tataran laku prihatin yang sudah kita lakoni. Tetapi jangan berhenti di tengah jalan, karena siapa yang bersungguh-sungguh tentu akan berhasil. Sembari memahami esensi yang terkandung di dalam serat Wedatama salah satu karya masterpis Indonesia abad 18 KGPAA Mangkunegoro ke IV di bawah ini, para pembaca yang budiman juga saya suguh suara tembang saya pribadi melalui media mp3. Mohon maaf sekiranya kurang enak dinikmati, semua karena keterbatasan saya pribadi dalam mengaransemen rebab, seruling dan gender “palsu” dan dengan recorder yang sangat minim. Namun bila berkenan silahkan mengunduh tembang pupuh gambuh podo 57 melalui link di bawah ini :

Serat Wedatama Pupuh Gambuh Podo 57
Nanging ta paksa tutur | Rehne tuwa tuwase mung catur | Bok lumuntur lantaraning reh utami | Sing sapa temen tinemu | Nugraha geming kaprabon |

Namun aku terpaksa memberi nasehat | Karena sudah tua kewajibannya hanya memberi petuah | Siapa tahu dapat lestari menjadi pedoman perilaku yang utama | Barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil | Mendapatkan anugrah kemuliaan dan kehormatan |

Tugas kita sebagai generasi penerus Nusantara idealnya selalu memahami dinamika zaman. Agar supaya selaras dan harmonis dengan gerak kosmos. Alam tidak pernah mengalami kerugian sedikitpun dalam setiap dinamika yang terjadi. Sebaliknya alam justru sedang membangun diri, recovery, rebuilding, itu artinya alam sedang memupuk, menyiangi, menservis diri sendiri secara berkala. Saat ini alam sedang menata kembali sistem keseimbangan dan sistem keadilan kosmos yang sudah dirusak oleh manusia. Semua peristiwa yang seolah-olah mundur, rusak, dan hancur itu pada gilirannya menjadi keuntungan besar bagi alam semesta dan seluruh penghuninya di putaran waktu berikutnya. Alam semesta tidak pernah putus asa karena ia memahami apa sesungguhnya yang terjadi. Langkah mundur dan kehancuran sesungguhnya  merupakan ancang-ancang untuk lompatan yang lebih jauh dan lebih tinggi. Mekanisme itu juga berlaku pada setiap individu manusia. Bersiaplah dan jangan pendek akal. Semua itu merupakan rumus kehidupan dan dinamika alam semesta  (kacamata agama : firman Tuhan). Sekalipun firman tuhan tetapi yang berkata-kata bukanlah mulut tuhan karena saya yakin semenjak dulu tuhan tidak pernah punya mulut. Semoga berguna.

Rahayu sagung titah dumadi

Iklan

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Oktober 2, 2015, in Peta Kegagalan (map of failure) and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. Jiwa Ksatria Jawa
    terima kasih Kangmas sampun kersa medar,
    sering saya bertanya tentang spirit atau semangat Jawa, yang bisa dijadikan pegangan bagi bangsa Indonesia untuk mampu bersaing dengan bangsa lain di era global.
    bila Bangsa Jepang memiliki mental Bushido, Bangsa Barat memiliki jiwa individaulis yang mandiri & berbasis kompeten lalu Bangsa Indonesia memiliki nilai2 apa yang bisa dijadikan piandel?
    semoga wedaran ajaran leluhur ini bisa menjadi jawabannya.
    Jiwa Kesatria Jawa ini perlu diamalkan, dihayati dalam kehidupan sehari-hari dan dikampanyekan
    Untuk itu saya mohon ijin ndherek menyebarkan ajaran luhur ini lewat tugas2 saya dalam penyuluhan,
    dan mohon doa pangestunya untuk pertama-tama dan mendasar sekali bisa menjadikan ajaran leluhur ini piandel saya ngurubaken urip kula pribadi
    Wilujeng rahayu kang tinemu bandha lan begja kang teka

  2. Maturnuwun wedaranipun.
    Rahayu Sagung Titah Dumadi _/\_

  3. Assalamualaikum pak sabdo….gmna kbarnya semoga selalu sehat pak…pa,sy senang sekli membca artikel bpak…membangun laku prihatin…sm pos yg baru sy sy terima…ilmu yg sangat berharga…sangat menyentuh hati saya pak.

  4. Mohon kirim artikel terbaru untuk membangun jati diri, jadi manusia sejati..

  5. Matur nuwun sanget pak …. sae sanget ngendiko panjenengan

  6. Wilujeng Rahayu Salam Sih Katresnan..

  7. Maturnuwun pencerahanipun Om

    Rahayu

  8. matur nuwun Ki Sabda…
    rahayu rahayu rahayu

    • Maaf, mas SEMAR DARI TIMUR. Saya sepakat dengan ungkapan “Kulit tidak penting, kebenaran yang (ter)penting”. Tapi apa maksud tulisan diatasnya? Mungkin akan lebih jelas & bermanfaat jika ada keterangan tambahan. Bukan hanya sekedar “utak-atik gathuk”.

      • Otak atik gatuk muatamu kuwi sing sipit!
        Wis dilengkapi url/link gari copy paste, isih njaluk keterangan tambahan.
        Kakehan ndrabrus kurang PRAKTEK GOOGLING! GOOGLING! GOOGLING!
        contoh gooling: adam lumpur hitam, adam black mud, gereja tengkorak

  9. ADHAM artinya hitam pertama, hitam utama, hitam asli
    check: Adam diciptakan dari lumpur hitam (hamaim) yang dibentuk
    check: vedabase.com/en/synonyms-index?original=adyam
    check: thinkbabynames.com/meaning/1/Adham

    HAMAD artinya tanah lempung hitam pertama
    check: ad artinya pertama (asli)
    check: advaita artinya sebelum duality
    check: adipati artinya saripati tanah asli
    check: al-hama artinya tanah lempung hitam (humus hara)
    check: tanah papua nuswa dijuluki tanah Mu

    BRAHAM artinya pemancar tanah
    check: Brah/Bhre artinya sumber pancar (pencipta)
    check: ham (al hama) artinya tanah lempung hitam (humus hara)
    check: jibhrel artinya siji bhre illahi (bhre pertama)
    check: hari hara artinya wisnu siwa

    KRISHNA artinya hitam total
    check: en.wikipedia.org/wiki/Krishna
    check: wayang kulit Kresna berwarna hitam

    CHRIST artinya hitam
    check: his feet were like burnished bronze (revelation 1:15)
    check: i am like an olive fruit in the house of god (psalm 52:8)
    check: burned bronze (perunggu gosong) berwarna coklat hitam
    check: buah olive (zaitun matang) berwarna hitam
    check: en.wikipedia.org/wiki/Vyasa

    BUDDHA juga hitam
    check: adi budha (buddha pertama) adalah black buddha
    check: borobudur terbuat dari batu hitam
    check: rambut coil (berbintik) orang africa
    check: lihat rambut nixau film god must be crazy dari botswana
    check: botswana artinya bo (buddha) swa (self) na (ono, anak, ada, keturunan)

    MAULANA MALI KI BRAHMA
    check: Maulana dari Mali titisan Ki Brahma
    check: Mali ada di Afrika Barat (Maghribi)
    check: maghrib artinya terbenamnya matahari (afrika barat)
    check: Joko Tarub

    HAM MANGKU BUWANA
    check: tanah mangku langit
    check: kham, khem (mesir) artinya yang diciptakan dari tanah
    check: champa, putri champa (hitam)
    check: Buwana dalam bahasa Swahili artinya tuan
    check: Swahili adalah bahasa Africa Timur (Kham)
    check: lihat photo lawas penari jawa (hitam)

    SUKU ASMAT
    check: kami adalah original man (manu)
    check: Manu adalah manasputra hyang Brahma penurun manusa
    check: Manu berasal dari kata manuk (burung) artinya ruh
    check: manusia memiliki symbol burung (gurda)
    check: en.wikipedia.org/wiki/Manu_(Hinduism)

    GENTILE (ANAK LONTE) SINA (ANAK HARAM)
    check: gentile artinya genetic mutation, animal in human form, hybrid, synthetic, genital (italy)
    check: gentile meliputi bule (europe) dan sina (asian)
    check: bule (anak mama) bu: mama, le: anak
    check: freemason: anak mama liar (anak lonte)
    check: German (Germ) artinya kuman. Greek-Roman (Bactrian) artinya bacteria
    check: Gog (George) Magog (Mongol) sudah muncul dari empat sudut bumi (europe, asian, afsel, aus)
    check: sin artinya dosa, na artinya anak. Cina: anak dosa (anak haram)
    check: golongan darah rhesus negative (Rh-) mutation
    check: persilangan hewan & jin (anak setan)
    check: bule tidak dapat melahirkan bayi hitam
    check: indigenous dapat melahirkan bayi albino
    check: kota besar dari satellite seperti penyakit kulit parasitemia (virus)

    KULIT TIDAK PENTING, KEBENARAN PENTING.

  10. Matur agunging panuwun dhumateng ki Sabda..ingkang sampun kersa medar sabdanipun.

  11. Trimakasih Pak, pencerahan yang sangat bermanfa’at,semoga semua orang berfikir positif seperti Bapak.Amiiiiiiin
    DZAT ynng MAHA PEMURAH tidak melihat warna kulit,Agama,Harta ,atau Rupa,yang penting Ahklak yang mulia Dan Hati yang tulus Ihklas

  12. mental block biasanya dimiliki orang2 yang mempunyai masalah berat ki lantas apakah mental block termasuk kriteria laku prihatin yg tidak di sengaja?? atau bisa dikatakan laku prihatin jika masalah tersebut bukan kesalahan dia??

    Rahayu

    • Mas Rio Candra Sukma yth
      Entah disebabkan oleh faktor trauma atau memang kecenderungan sifat. Faktanya mental block, tidak membawa dampak positif. Sebaliknya mental block sangat merugikan si pengidap. Itu bukan prihatin. Karena tidak ada manfaat utk diri sendiri maupun orang lain.
      Semoga berguna
      Rahayu

  13. ki sabda saya ingin berkenalan dan sedikit minta petunjuk,kalau boleh saya minta no tlp ki sabda, adapun no tlp sy 085691283936 salam

  14. artikelnya sungguh sangat menarik,disuguhkan dengan lugas jelas gamblang sederhana nan enteng walau berasa berat membacanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: