Suro Mênthêk (Senin 3 Oktober 2016)

Pesan Mbah Mangir (Ki Ageng Mangir Wonoboyo) Minggu Pon, 25 September 2016

Meskipun masih nglakoni tapa mbisu, namun perlu kiranya menyampaian sesuatu berikut ini. Semogaberguna untuk para pembaca yang budiman.

img-20161002-wa0016

Bulan Suro tahun 1950, taun Je yang akan jatuh pada hari Senin tanggal 3 Oktober 2016, atau Senin Legi. Senin nilainya 4, Legi nilainya 5 jika dijumlahkan 9 merupakan neptu tiba lara. Kalender Jawa kali ini selisih satu hari lebih lambat dibandingkan dengan kalender Arab 1 Muharam 1438 H yang jatuh pada hari Minggu tanggal 2 Oktober 2016.

Ki Ageng mangir hanya memberikan pesan singkat bahwa menjelang bulan Suro kali ini tidak ada perintah atau dawuh yang bersifat khusus. Disebabkan oleh situasi dan kondisi alam yang masih akan banyak marabahaya yang berasal dari elemen angin, air, dan tanah. Intinya mengurangi bepergian pada malam 1 Suro dan pas 1 Suronya. Untuk itu alangkah baiknya untuk menghindari bepergian jauh selain urusan dan pekerjaan yang bersifat darurat, terutama pada malam 1 Suro. Ki Ageng mangir menyampaikan pesan untuk melakukan mandi wuwung di rumahnya masing-masing tempat 00.00 pada malam satu Suro.

Mandi Wuwung

Mandi wuwung artinya mandi dengan beratap langit, atau mandi di tempat yang di atasnya terbuka, tidak tertutup oleh atap rumah. Akan tetapi bila tidak mempunyai lokasi ideal, mandi wuwung bisa dilakukan dengan cara membuka sebagian atap kamar mandi, cukup dua atau tiga genteng saja hingga anda bisa menatap langit secara langsung. Mandi wuwung menjadi lebih sakral dengan disertakan bunga setaman, atau lima macam bunga, mawar putih, mawar merah, kenanga, kanthil dan bunga melathi. Bagi yang kesulitan mendapatkan bunga tersebut, bisa menggantinya dengan lima macam bunga yang ada di sekitar atau mudah di dapat, tetapi selain bunga kamboja (Jawa; kembang semboja). Bunga merupakan lambang doa, oleh sebab itu masing-masing bunga mempunyai arti dan makna. Lihat di sini Bahasa Simbol : makna bunga.

Mandi wuwung adalah bentuk ritual atau upacara yang bertujuan untuk membersihkan diri lahir dan batin. Mandi wuwung bersifat meditatif karena saat melakukan mandi tidak hanya raga tetapi jiwa juga harus “dimandikan” atau dibersihkan pula. Dengan diawali oleh niat, untuk hangracut dayaning ponangangga, sinawung manungkul ngesthi tunggal. Dengan perasaan tunduk, rendah hati, penuh hikmat, konsentrasi, madep manteb, nyawiji, sengguh, ora mingkuh. Menyatukan kehendak rahsa sejati seluruh kekuatan lahir dan batin, niat, dan tekad bulat melibatkan kekuatan pikiran (mind power), dan kekuatan rasa sejati (spiritual power). Ngaturaken pudya-pudyastawa konjuk dumateng ngarsa dalem Gusti Maha Wikan, yakni menghaturkan permohonan dan doa kepada Sang Hyang Jagadnata, para leluhur, dahyang, dan seluruh sedulur (makhluk hidup) yang ada di empat arah mata angin (papat keblat). Niat kita ucapkan dengan rahsa dan gaya bahasa yang dirasa paling membuat mantab di hati. Sehingga tidak perlu patokan yang baku, pakem, atau saklek. Niat bisa diucapkan dengan kalimat sebagai berikut :

Niyat ingsun adus jamas toya suci perwitasari, ngedusi sedulurku papat keblat, lima badan alus, nem nyawa, pitu sukma sejati. Sah badan kari sampurna. Ayu arum aku salumahing jagad sakureping langit. Rahayu, rahayu, rahayu.

Niat diikrarkan atau dideklarasikan, dengan tujuan untuk memfokuskan tujuan yang diinginkan. Juga sebagai cara menyatukan segala daya upaya, potensi yang ada di dalam diri untuk meraih suatu tujuan, harapan dan cita-cita. Di dalam niat, kita harus melakukan sinkronisasi empat sumber kekuatan pencipta yang ada di dalam diri kita, yang meliputi hati, ucapan, pikiran, dan tindakan. Keempatnya harus senada, selaras, kompak dan harmonis.

Tata Cara Mandi Wuwung

               Mandi dilakukan tepat pada jam 00.00 tengah malam menjelang tanggal 1 Suro. Kali ini dilakukan pada hari ini, Minggu malam Senin jam 00.00. Pertama-tama siapkan air bersih secukupnya untuk mandi sebanyak 17 kali guyuran. Kedua, masukkan bunga setaman ke dalam air. Ketiga, ucapkan niat. Keempat, setelah niat diucapkan, lakukan penyiraman seluruh badan, dengan cara mengguyurkan air air dari ujung rambut hingga ujung kaki. Lakukan penyiraman badan sebanyak 17 kali (pitulas, pitulungan lan kawelasan), setiap siraman, sambil mengucapkan doa-doa. Doa boleh diucapkan dalam hati, boleh juga secara lisan. Saat mandi bisa melepas seluruh pakaian, bisa juga mengenakan kemben, sarung, dan sebagainya. Apabila anda termasuk tidak tahan dengan air dingin, boleh juga mandi dengan menggunakan air hangat. Setiap Anda menyiram badan, mata terbuka, pandangan mata menatap ke arah langit atau bopo akasa.

Larung Sebel Sial

               Selain mandi wuwung, sebagai upaya purifikasi lahir dan batin, dilakukan pula upacara atau ritual larung sebel sial. Sebelum mandi wuwung, terlebih dahulu memotong kuku jari tangan dan kaki, memotong ujung rambut kepala, dan rambut kemaluan. Semua potongan dikumpulkan, bisa dikemas dalam tisu, kemudian dilarung di air yang mengalir deras, atau dilarung di samudera. Untuk mendapatkan efek lebih besar, larung sebel sial bisa menyertakan pakaian yang sudah pernah anda kenakan, atau sudah pernah terkena keringat si pemilik. Namun demikian, larung pakain bukan berarti melarung barang rongsok atau sampah. Jadi pakaian yang dilarung harus yang masih layak pakai, atau masih sering dipakai. Efek lebih besar lagi apabila pakaian itu yang paling anda sukai. Tolok ukurnya bukan pakain mahal dan bagus, tetapi pakaian yang paling sering anda kenakan. Untuk larung pakaian lebih ideal dilakukan di samudera. Dan biarkan pakaian anda ditemu oleh orang lain yang memerlukan. Larung pakaian dan sesaji makanan berarti pula sedekah kepada alam semesta dan isinya, termasuk manusia. Jadi apabila ada seseorang yang mengambil pakaian anda yang sudah dilarung tidak masalah. Justru biarkan berguna untuk orang lain yang membutuhkan. Untuk itu, Anda harus ikhlas dengan apa yang anda larung.

               Pada saat akan melarung potongan kuku, rambut, dan pakaian, terlebih dahulu nyatakan dengan kalimat berikut ; aku ora buang rambut, kuku, lan pakaian, nanging buang sebel sialku kabeh, kari slamet lan begjane. Ilang kabeh sebel sialku, kari begjane. Aku bukan membuang rambut, kuku, pakaian, tetapi membuang segala macam keburukan dan kesialan dalam diriku. Hilang semua keburukan dan kesialan dalam diriku, yang tersisa hanya kebaikan dan keberuntungan.

Suro Mênthêk

Mênthêk artinya, sedang berproses menjadi gemuk. Bisa juga diartikan belum benar-benar matang, masih mengkal, setengah jadi atau setengah matang. Mênthêk berarti pula ada harapan untuk menjadi gemuk. Ya, kita masih akan terus melewati saat-saat yang sulit. Bahkan situasi dan kondisi perekonomian akan semakin sulit hingga 2017 nanti. Tapi itu tidak berlaku pada semua orang. Hanya orang-orang yang serius dan bersungguh-sungguh yang akan berhasil. Sing sapa temen akal tinemu. Sebelumnya saya sudah menulis dan sekaligus mengingatkan akan situasi dan kondisi yang akan terjadi seperti saat ini. Silahkan dibuka lagi lembaran terdahulu posting saya Peta Kegagalan (map of failure). Terlebih lagi selama 2015 sampai dengan 2017 nanti akan banyak godaan untuk gagal. Karena apa yang dilihat bukan seperti apa yang sesungguhnya terjadi. Hanya orang-orang awas dan permana saja yang benar-benar memahami keadaan yang sedang terjadi. Dalam situasi dan kondisi demikian, kita mendapatkan sepercik cahaya harapan. Biarlah sikond makin sulit, tetapi rejeki besar semakin dekat. Saya percaya apa yang disampaikan oleh para leluhur. Karena faktanya, tidak pernah keliru. Jika meleset, kitanya saja yang kurang cermat mengurai sebuah kalimat bermakna yang seringkali disampaikan dalam bentuk kiasan. Atau memang sengaja ada yang disembunyikan agar kita tidak menjadi orang yang lalai dan sombong.

               Mênthêk, menjadi pertanda akan datangnya suatu harapan baru yang merubah situasi dan kondisi sulit. Asalkan kita tidak terburu-buru, tergesa dan tidak sabar mengikuti proses selangkah demi selangkah, tentu akan merasakan saat-saat di mana harapan dan cita-cita itu terwujud. Bahkan melebihi apa yang kita bayangkan sebelumnya. Sebab sikap terburu-buru dalam mengambil suatu kesimpulan, hanya akan membuat kesimpulan yang salah. Dari kesimpulan yang salah itu, munculan suatu pemikiran dan pemahaman yang salah. Salah memahami sesuatu akan melahirkan suatu rencana yang salah pula. Rencana yang salah akan membuat salah langkah, bahkan mati langkah alias sekak mat.

               Keadaan yang digambarkan oleh fase Suro Mênthêk ini, bukan berarti hanya akan terjadi selama sebulan. Pada bulan Suro tahun 1950, taun Je saja. Tetapi banyak pesan yang tersamar, bahwa keadaan yang diambarkan itu bisa berlangsung selama kurun 6 bulan berikutnya, bahkan bisa pula terjadi selama kurun waktu setahun ke depan. Pertanda yang bisa anda rasakan dalam fase Suro Menthek ini, pada saat anda sudah menjelang garis finis, justru merasa sulit dan seolah terpentok untuk melintasi garis finisnya. Dalam dunia nyata, kadang anda merasakan, pekerjaan, dan usaha yang anda lakukan sudah hampir selesai atau kesuksesan besar tinggal selangkah lagi. Tetapi untuk menuntaskan yang selangkah itu terasa sangat sulit dan berat. Jangan mundur apalagi putus asa. Bagi yang masih percaya akan peran supernatural being, para leluhur, semua itu akan menjadi mudah. Sebaliknya, akan terjerembab dalam keadaan yang kian sulit. Buktikan saja.

Mari kita menyongsong Suro Menthek ini dengan lebih giat bekerja, berusaha mengerahkan segala kemampuan dan tetap di jalur yang aman dan pener, tidak menerjang wewaler. Tidak melakukan tindak kejahatan, atau criminal lainnya. Rajin, tulus, ulet, gigih, tidak pantang menyerah adalah kunci umum meraih sukses. Tetapi jangan melupakan leluhur anda. Karena selalu terhubung dengan para leluhur terutama yang menurunkan anda merupakan kunci sukses, dibalik semua kunci umum tersebut. Bagi yang tidak percaya peran leluhur, monggo, itu hak masing-masing orang, dan semua kembali pada diri sendiri, asalkan tidak mengolok-olok orang lain. Bukti dan fakta lebih bisa dipercaya, bukan pendapat, asumsi, maupun keyakinan yang hanya berdasar dongeng dan katanya. Bukti dan fakta hanya bisa anda saksikan dan alami, apabila anda melakukan. Tetapi sekali lagi anda harus betul-betul memahami Peta Kegagalan (map of failure) agar tidak salah menyimpulkan sesuatu, saat membaca dan menganalisa data yang bersumber dari realitas dan fakta. Kesusksesan lahir dan batin tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kita dituntut untuk lebih cermat membaca dan menganalisa segenap tanda-tanda alam.

Rahayu sagung titah dumadi

Iklan

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Oktober 2, 2016, in Suro Mênthêk (Senin 3 Oktober 2016) and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 96 Komentar.

  1. Djawa Hinggil

    guyub rukun
    sesarengan nyengkuyung kahanan kawidjayan negari.
    rapet geget nyengkuyung kahanan kawula lan tentreming negari.

  2. Sugeng enjing
    Pengin ngobrol lan kupas tuntas tigong awan tigong wengi sareng kangmas Sabda
    Kontak person kulo 081-337-7000-49
    Matur nembah nuwun

  3. Sugeng enjing kang Mas.
    Sebelumnya kawulo ngaturaken beribu-ribu terimakasih kalian kang Mas, mudh2an kang Mas sehat selalu dn tetep excist ngelingaken kawulo sedoyo dan mudh2n cita2 dan harapan kita khususnya, dan harapan negeri nusantara tercinta ini akan segera terwujud.
    Ada hal yg mungkin perlu kawulo sampaikn dateng panjenengan, tapi mungkin lebih pas kalau kang Mas sudi kiranya meluangkan waktu, ngopi2 sareng kulo yg hanya seorang tukang kayu bakar niki. Kulo kpengin banget mbantu kang Mas dg segenap jiwa raga kulo ingkang maju rapuh niki.
    Nyuwun pangapunteun nggih kang Mas.
    Mugi2o panjenengan saget ngawontenaken wekdal kangge kulo si tukang kayu bakar niki.
    Suhaeri 081-337-7000-49
    Salam

  4. Hallo everybody semua!
    Saya Morgan dari Amerika,ibu saya punya darah keturunan ratu Jawa,tapi saya tidak bisa berbahasa Jawa.Mendiang ibu sering bercerita tentang budaya leluhurnya tapi saya kurang memperhatikan wejangan beliau.
    Sepeninggal ibu saya baru merasa kebingungan kerana sudah tidak ada yang memberi wejangan lagi.
    Semoga ada yang mau berbagi ilmu dengan saya ke alamat jpmorgan@hotmail.com

    • hai sobat Morgan ..

      Jawa
      knowledge,
      Tuntunan manusia yang meyadari bumi ini sudah begitu sayang pada manusianya.
      ajaran Jawa way of life
      mengkondisikan manusia yang sayang, menjaga, memelihara hijau subur sejuknya bumi ini.

      Perilaku manusianya
      ramah, santun, mudah menolong, open mind positif
      hidup manusianya
      sederhana, karena punya kesadaran menumpuk harta sama saja cenderung perilaku merusak allam.

      Merusak allam pantangan buat manusia Jawa.

      mohon maaf sebelumnya …….
      sampaikan salam damai pada semuanya …..l

  5. artikel artikelnya menarik mas, kebetulan saya suka hal seperti ini namun terbatas pada tempat share yang tidak ada 😀

    ketemu ini jadi bisa baca sewaktu waktu juga

  6. samapi April Belum ada artikel lagi ya…
    nunggu wejangan nya
    suwun

  7. wahyuning lampah
    ngendikan agung …
    kangen sastraning jiwa
    cak sabda ndang jebulaaa…….
    ha ha ha ha

  8. Ki sabda..ditunggu tulisan berikutnya. Bolak balik ngecheck blog ini berharap ada tulisan baru. Lagi sibuk njeh ?

  9. Sugeng Sonten Mas Sabdo
    Panjenenganipun teng pundi mawon meniko nggeh
    Kok namung kendel kemawon
    Badhe wonten kahanan menopo punika nggeh
    Rahayu nggeh

  10. Salam,
    artikel suro sampai suro lagi ki sabda,ditunggu pembabarannya bulan suro ini….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: