Perspektif Ilmiah Topo Kungkum

Yeh Ho Waterfall Mt Batu Karu

Pada saat alam sedang dilanda hawa panas, akibat induksi gempa bumi gunung meletus pemanasan global, salah musim, dan berbagai faktor lainnya, maka induksi hawa panas yang berasal dari elemen api atau “dewa agni” menjadi dominan menerpa kehidupan manusia di planet bumi.

Fenomena makrokosmos atau jagad besar seperti saat ini pengaruhnya begitu nyata pada kehidupan mikrokosmos atau jagad kecil yakni pribadi masing-masing manusia, menjelma menjadi berbagai macam perasaan negatif seperti kegalauan, kecemasan, kegelisahan, kebingungan secara lahir maupun batin. Seiring berjalannya waktu, sebagian manusia jaman sekarang telah berubah karakter ke arah perilaku destruktif, walaupun ada sebagian kecil manusia justru berubah menjadi pribadi yang sangat mulia berkat beratnya tempaan keadaan.

Barangkali Anda merasakan semakin hari seperti ada perubahan dalam diri Anda sendiri, menjadi orang yang mudah panik, mudah bingung, mudah tersinggung, mudah marah, dan mudah terpengaruh berbagai unsur-unsur negatif. Yang paling riskan ketika mata batin Anda menjadi redup, kemudian anda seperti dibutakan dari apa yang disebut sebagai kebenaran sejati. Bermula dari situasi tidak menguntungkan inilah, agama seringkali menjadi pelarian sementara. Ciri-cirinya adalah terjadi perubahan secara frontal, misalnya tiba-tiba seseorang menjadi sangat agamis, atau menjadi orang yang sangat spiritual. Percayalah, yang demikian ini biasanya tidak akan betah, kemudian plin-plan, mudah beralih haluan hidupnya. Bahkan tidak sedikit orang tanpa sadar telah salah memilih jalan, atau bertemu “guru” yang salah, kemudian terjerumus pada kelompok sesat dan kontroversial, hingga Anda belum juga sadar saat pintu kehancuran sudah di depan mata. Maka setiap keluarga harus ekstra hati-hati dalam menjaga anggota keluarganya masing-masing.
Jika Anda salah langkah, Anda bisa terjerumus pada kesesatan hidup. Anda tidak akan menyadari saat menjadi bagian dari orang-orang yang membuat kerusakan dan kebinasaan terhadap kehidupan di muka bumi ini.

Elemen api jagad raya kini sedang bergolak hebat. Induksi elemen api yang mendominasi diri manusia akan berubah wujud sebagai hawa nafsu atau dikiaskan “setan” dalam diri manusia. Akibatnya, manusia menjadi mudah marah emosional penuh nafsu kebencian dan keserakahan. Merasa diri paling benar, paling berhak,, paling baik. Sementara yang lain layak dibinasakan. Ini sungguh kekeliruan maha dahsyat. Karena unsur api itu telah membakar elemen-elemen “dingin” dalam diri manusia. Elemen api atau dikiaskan sebagai setan telah melanda di berbagai bidang kehidupan baik di dunia nyata maupun dunia maya. Bahkan komentar-komentar di media sosial pun diwarnai luapan angkara murka. Seolah tak ada lagi tempat yang sejuk dan penuh kasih sayang serta toleransi yang penuh kedamaian.

Topo kungkum merupakan salah satu cara untuk purifikasi diri, atau pembersihan diri dari segala hal yang mengotori batin. Topo kungkum bermanfaat sangat bagus untuk menjaga keseimbangan emosional dalam diri. Dapat membersihkan sifat-sifat buruk seseorang yang mau dan ikhlas melakukannya. Sehingga kekuatan batin Anda menjadi tegar dan teguh, bahkan mata batin Anda akan menjadi lebih peka.

Topo kungkum adalah berendam di dalam air sambil melakukan meditasi dan menyerap energi alam terutama energi yang berasal dari elemen air, tanah, dan udara sejuk. Topo kungkum dalam tradisi Jawa merupakan salah satu cara untuk purifikasi atau penyucian batin, juga untuk menyelaraskan diri dengan hukum tata keseimbangan kosmos. Itulah sebabnya, tapa kungkum juga bermakna sebagai salah satu teknik untuk mengevaluasi diri, untuk lebih mawas diri, tujuannya untuk menyeimbangkan empat elemen alam yakni air, udara, tanah dan api dalam diri manusia.

Elemen api yang mendominasi diri, dapat mendorong rahsaning karep atau hawa nafsu atau angkara murka, menjadi penguasa dalam diri seseorang. Dalam keadaan demikian, biasanya seseorang tidak menyadari jika karakternya telah berubah menjadi negatif. Ini artinya kepribadian anda sudah berada dalam keadaan darurat, sehingga keempat elemen perlu segera diseimbangkan. Caranya adalah dengan menyerap tiga elemen alam lainnya, yakni elemen air atau baruno, elemen tanah atau bantolo, dan elemen udara atau bayu maruto. Itulah yang menjadi fokus dalam attunment topo kungkum.

Untuk melakukan topo kungkum, Anda bisa memilih air tawar, air payau, atau air asin. Anda juga bisa memilih lokasi di sungai, muara sungai atau di laut. Juga mata air di pegunungan yang dingin dan jernih. Topo kungkum bisa dilakukan pada malam hari maupun siang hari.

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Mei 30, 2018, in MEMBANGUN POTENSI DIRI, Perspektif Ilmiah Topo Kungkum and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Matur nuwun sanget Ki Sabda sampun andhum piwulang babagan topo kungkum. Saya akhir-akhir ini entah mengapa menjadi malas-malasan, gampang sedih, dan mudah terpengaruh berbagai unsur-unsur negatif. Apakah ini yang dinamakan kalau iman dan mata batin saya sedang lemah? Dan saya tidak ingin jika nantinya agama hanya menjadi pelarian saya sementara. Nuwun nuwun matur nuwun.

  2. Matur nuwun Ki Sabda… nek topo kungkum niku wonten wates minimale mboten njih ?

  3. Matur Suwun ki Sabdo

  4. Sugeng kang sabda
    Cuma pengin ngopi kalih njenengan, sambil gendu rahsa, unek-unek masalah bangsa. Tp mungkin memang Gusti mboten paring. Salah satu caranya untuk menjaga rahasia sepanjang masa yang memang menjadi sifatnya

  5. Sugeng ndalu Kang Mas ingkang bijak.
    Bade nyuwun tlp panjenengan, mohon by e-mail kulo menawi kerso.
    Wilujeung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: