Dewi Rinjani (Dewi Anjani)

Saat sedang mengamati video seorang remaja kesurupan yang mengaku sebagai Dewi Anjani, tiba-tiba Eyang Dewi Anjani hadir, tampaknya beliau mengetahui isi hati dan pikiran saya, mengenai peristiwa kesurupan yang menimpa banyak orang mulai dari usia remaja hingga ibu-ibu dan sejauh yang saya tahu mereka semua yang kesurupan adalah wanita. Melihat cara mereka kerasukan, ada yang histeris, teriak sambil menangis, ada yang terbaring lemas sambil mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang intinya hampir sama, mereka mengaku sebagai Dewi Anjani, supernatural power yang menjaga atau bersemayam di Gunung Rinjani.

Cara Membedakan Leluhur Besar & Bukan

Walaupun saya belum pernah menjumpai mereka yang kerasukan secara langsung, saya merasa ragu karena secara logika, seorang Dewi Anjani yang agung dan suci tentu tidak akan menunjukkan perilaku demikian rupa. Saya hanya menduga kira, mungkin mereka kesambet bangsa jim pri perayangan atau makhluk halus bekasakan yakni sejenis makhluk halus level bawah misalnya bangsa dedemit dan sejenisnya. Karena sejauh yang saya ketahui, makhluk halus semacam itu karakternya ganas atau temperamental dan perilaku serta tutur katanya kasar. Bisa saja mereka mengklaim sebagai (utusan) Dewi Anjani. Tentu bagi orang yang tidak bisa melihat obyek metafisika akan kebingungan. Bahkan bisa menimbulkan stigma buruk kepada sosok Dewi Anjani sendiri. Kejadian itu menimbulkan kesan seolah-olah Dewi Anjani karakternya kasar seperti mereka yang kerasukan itu ? Bagi Anda yang percaya keberadaan Dewi Anjani jangan khawatir. Ada satu prinsip sederhana paling tidak bisa menjadi pedoman dan rambu-rambu untuk membedakan mana makhluk halus bekasakan mana pula entitas supernatural power yang mempunyai tingkat kesucian dan keagungan tinggi. Anda cukup memahami apa yang saya pikirkan di atas. Sikap dan tutur kata seorang leluhur besar tidak akan kasar dan tampak histeris. Para leluhur besar selalu menunjukkan sikap tenang, halus, santun, berbicara seperlunya dengan tutur kata yang ringkas padat, berisi serta penuh wibawa dan terasa sekali energi welas asihnya memancar. Dan ada satu prinsip paling penting harus Anda ketahui, bahwa leluhur besar tidak akan lenggah di badan sembarang orang. Alasannya, tidak setiap orang akan kuat tubuhnya ketika kelenggahan leluhur besar. Biasanya leluhur besar hanya akan lenggah ke dalam diri seseorang yang terpilih karena masih ada hubungan darah, atau seseorang yang benar-benar kuat dan suci lahir batinnya. Serta orang itu mempunyai kesadaran spiritual yang tinggi sehingga bisa memahami sejatinya kehidupan ini, baik yang wadak maupun gaib. Leluhur tidak akan menyentuh orang yang tidak percaya apalagi yang suka menghina dan menghujat entitas gaib. Karena orang semacam itu kadar kesadaran spiritualnya sangat rendah.

Benang Merah
Tetapi ada satu benang merah yang bisa saya simpulkan, setelah menyaksikan mereka yang kesurupan melalui berbagai media sosial. Mereka yang kerasukan semuanya menyampaikan pesan yang intinya sama, bahwa para entitas gaib tidak terima Gunung Rinjani telah dirusak dan dikotori oleh orang-orang yang mendaki. Orang-orang itu (perusak) telah membuat habitat mereka menjadi tidak nyaman. Bahkan entitas gaib mengancam bagi siapapun yang tidak mau menjaga kawasan Rinjani dari kerusakan karena dikotori dengan sampah dan perbuatan tidak senonoh. Terlepas dari siapa yang menyampaikan, alangkah baiknya siapa saja dapat menyadari apa yang disampaikan itu memang fakta dan realitas. Gunung Rinjani tidak lagi bersih terutama di titik-titik istirahat, camping ground, dan sumber air. Saya yakin, mereka yang mengotori Gunung bukanlah pecinta alam, mereka hanyalah penikmat alam, belum lulus untuk dianggap sebagai pecinta alam. Karena mereka tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya saat mendaki gunung.

Expedisi Rinjani 12 Agustus 2018
Singkat kata, rencana expedisi Rinjani berangkat tanggal 12 Agustus 2018 gagal total karena masalah sepele. Gagal mendapatkan uang sampai batas waktu semua yang dibutuhkan harus dibayar di muka terutama tiket pesawat PP dan akomodasi lainnya. Sempat menyesal karena kejadian ini, bahkan saya sampai bertanya-tanya, baru kali ini buat saya melakukan misi spiritual dan gagal. Tujuan saya ke Gunung Rinjani bukan untuk sekedar bersenang-senang tetapi saya merasa terpanggil untuk melakukan ritual sebisanya, dengan tujuan menghormati dan menyampaikan rasa persaudaraan kepada seluruh titah gaib di sana. Menghaturkan terimakasih kepada entitas tertinggi yakni supernatural power yang menjaga Gunung Rinjani, yakni Dewi Anjani. Karena selama ini telah andil dan berperan untuk menjaga lingkungan alam sehingga seluruh makhluk hidup merasa nyaman dan sejahtera. Saya sempat bertanya-tanya, adakah sesuatu yang akan terjadi di sana sehingga misi ini gagal total ? Saya memilih ambil sisi positifnya saja.

Sang Hyang Batara Samudera
Bulan Maret kami dipanggil Pangeran Jro Kandang di Tanah Lot dan Eyang Mangku Wisatra, anchestor yang menjaga Pure Ulu Watu. Kami datang menghaturkan hormat dan bakti kami sebagai generasi penerus bangsa, untuk menghaturkan rasa terimakasih atas pusaka warisan berupa bumi dan air di Nusantara ini. Di Tanah Lot, tak pernah saya bayangkan sebelumnya, hadir pula Sang Hyang Batara Samudra dan beliau katakan supaya lebih waspada karena akan terjadi gempa-gempa besar di wilayah timur, kemudian akan bergeser di wilayah barat. Selain gempa bumi, juga gunung-gunung meletus. Jangan takut, karena semua itu sebagai pertanda zaman baru akan segera dimulai. Leluhur akan memberikan doa restu, menjaga, membimbing dan mengarahkan, kepada siapa pun yang berbakti dan masih percaya kepada leluhurnya sendiri. Selama masih ada orang-orang (generasi bangsa) yang percaya dan berbakti pada leluhurnya, Nusantara tidak akan bisa ditaklukkan oleh segala macam penjajahan, baik penjajahan teritorial maupun spiritual. Kalaupun dijajah, hanya sementara saja untuk mendewasakan para generasi, pada akhirnya semua yang menjajah akan kalah dan mengakui kekuatan dan keagungan Nusantara. Kebo bakal mulih menyang kandange. Kerbau pasti pulang ke kandangnya sendiri. Generasi bangsa yang telah lalai menjadi menjajah bagi negerinya sendiri, sebagian di antaranya sepanjang hidupnya tidak menyadari jika mereka telah menjadi penjajah bagi negeri sendiri, hingga mereka mati. Sebagian yang lain menyadari dan buru-buru kembali ke pangkuan ibu pertiwi sebelum mereka mati. Tetapi akan lebih banyak generasi baru yang sadar untuk membela ibu Pertiwi semenjak usia dini.

Pesan Dewi Anjani
Tidak sempat bertanya lebih banyak, beliau segera pamit dan jikalau ada sesuatu yang urgent beliau mengajari bagaimana caranya untuk menyapa beliau. Sebelum sirna dari pandangan mata, Eyang Dewi Anjani berpesan agar saudara-saudara di Bali dan Lombok membuat masakan dengan bumbu genep. Yakni bumbu khas masakan Bali, dan yang dimasak terdiri dari 7 macam bahan, misalnya daging ayam, kentang dan lain-lain hingga jumlahnya ada 7 macam jenis bahan. Masakan dihidangkan untuk dimakan seluruh anggota keluarga masing-masing. Ini mengingatkan saya di Jawa ada tradisi masak sayur lodeh dengan bahan terdiri 7 macam sayuran. Tujuannya untuk menghormati para leluhur yang menurunkan kita, para leluhur besar yang telah merintis Nusantara. Itu sebagai bentuk apresiasi dan rasa berterima kasih kita kepada beliau-beliau karena tanpa diminta pun mereka berkenan menjaga anak turun dari segala macam marabahaya. Terutama marabahaya yang datang dari suatu peristiwa alam.
Eyang Dewi Anjani juga menjelaskan bahwa rentetan gempa besar di Lombok sebagai peristiwa alam, semua itu sudah menjadi hukum alam yang ditentukan oleh Sang Hyang Jagadnata. Alam harus menata kembali sistem keseimbangannya. Gempa menyebabkan tanah menjadi gembur, gempa ibarat memperbarui pondasi rumah agar lebih stabil dan nyaman ditinggali oleh makhluk hidup. Setelah gempa, kemakmuran pasti akan datang. Saat ini sisi timur sedang “ditata”, tetapi harus ada keseimbangan, maka di sisi barat juga akan “ditata” agar benar-benar seimbang.
Satu pesan penting yang beliau sampaikan bahwa, orang hidup punya pilihan, mereka bebas memilih jalan yang dianggapnya paling benar. Tapi masing-masing pilihan ada konsekuensinya. Dan yang salah pasti akan seleh. Dan selama masih ada orang-orang yang peduli kepada para leluhur besar di negeri ini, masih ada penduduk Bali, masih ada orang Jawa yang tidak hilang kejawaannya, masih ada orang Sumatera, Kalimantan dan lain-lainnya yang percaya kearifan lokal mereka, tak akan ada seorang pun yang bisa menjungkirbalikkan tatanan (kebijaksanaan lokal) Nusantara.
Saya merasa beruntung dan sangat bersyukur karena sadar diri, saya bukan lah siapa-siapa. Sedangkan beliau adalah the one of great anchestor di Nusantara ini. Saya merasa tidak punya pamrih yang muluk-muluk, pamrih saya sederhana, selama saya masih hidup di mercapada ini, ingin memberikan sekelumit manfaat untuk negeri tercinta agar kelak kehidupan generasi penerus bangsa menjadi lebih nyaman dan sejahtera. Tidak seperti yang kami alami di zaman sekarang ini. Semoga Gusti Kang Karya Jagad paring ijabah, dan para leluhur selalu njangkung-njampangi setiap lampah, serta banyak sahabat yang memberi support.

Rahayu Sagung Titah Dumadi

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on Agustus 23, 2018, in Dewi Rinjani (Dewi Anjani) and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. Iya, gempa di Lombok mengerikan, terjadi berturut-turut, hari ini gempa lagi di Bali 5,4 SR. Semoga aman-aman saja dan selamat semuanya.

  2. Kapan ngadain kumpul”?

    Pada tanggal Kam, 23 Agt 2018 08.00, sabdalangit’s web: Membangun Bumi Nusantara yang Berbudi Pekerti Luhur menulis:

    > SABDå posted: “Saat sedang nonton video seorang remaja kesurupan yang > mengaku sebagai Dewi Anjani, tiba-tiba Eyang Dewi Anjani hadir, tampaknya > beliau mengetahui isi hati dan pikiran saya, mengenai peristiwa kesurupan > yang menimpa banyak orang mulai dari usia remaja hin” >

  3. Matur nuwun pencerahannya pak….

  4. Semua yg sll jd pertanyaan sy smua terjawab di sini.
    Trimakasih banyak saya haturkan kpd mas sabda
    Rahayu rahayu rahayu

  5. Semoga lebih cepat deh kejadiannya, keadilan harus ditegakkan. Ya Tuhan, Engkaulah sebaik-baiknya pencabut rezeki dan penebar kehancuran, tiada yang lebih besar dariMu, jin2 dan setan2 rendahan penebar kenyamanan, kekayaan, dan kebaikan semu yang minta sajen tiap bulan tapi ujung2nya memperbudak, sudah waktunya mereka lengser. UmatMu ingin melihat keadilan ditegakkan segera! In God We Trust.

  6. Pd tgl 18 agt 2018 sy lg famtrip ke danau toba, lalu sempat nemu berita air danau toba ke kuning2an, sempet deg2an juga.
    Eh gak tahunya gempa di wil timur, apa mungkin ada hubungan paralel dlm tanah antara barat dgn timur.

  7. salam ki sabda

    seneng bisa baca artikel ki sabda langit, bisa menambah wawasan, dan saya setuju untuk tetap menjaga kearifan lokal nusantara.
    dan ingin menanyakan apakah istilah 7 sayuran itu bisa di istilahkan kembang 7 rupa untuk sesaji ke gunung rinjani..

    rahayu
    yaniemas

    • A.Yani Yth
      Saya kira esensinya sama tapi cakupannya berbeda. Sayur dengan 7 macam bahan ini cakupannya lebih luas. Tujuannya adalah “suradira jayaningrat lebur dening pangastuti”.
      Rahayu sagung titah dumadi

  8. yulianus edy sutanto

    Rama Sabda apakabarrr… kangen nih

  9. Salam Rahayu 3X, Urip, Urip, Urip. Slamet sekabehane.

  10. Rahayu selalu..
    Matursuksma infonya, dan jika diperkenalkan sy ingin belajar ilmu menggapai spiritual

  11. menurut pandangan hati saya peristiwa alam itu penyebabnya dari manusia sendiri,yg tidak bisa menjaga ekosistem alam itu.seperti bumi digali gunung digunduli,hewan diburu.ini merupakan contoh kecil dari perbuatan kita kepada alam

  12. untuk alasan suprananuralnya manusia tidak mau menghormati penghuni goib…..melupakan bumi yg telah memberikan kita kebutuhan untuk hidup.tempat yg dikeramatkan dipakai mesum.dn masih banyak lagi lainnya.makanya kita harus belajar kasih sayang.alam telah memberi kita banyak hal tapi apa yg bisa kita berikan pada alam??????

  13. Sangat setuju kisabda kita harus selalu menjaga kesimbangan buana agung dan buana alit, sekala dan niskala atau yang kelihatan dan yang goib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: