Mati Raga : Melek Sajroning Turu

Belajar Mati Raga Atau Melek Sajroning Turu

Meditasi dalam tradisi Jawa memiliki beragam cara maupun teknik yang berbeda-beda. Tetapi perbedaan itu bukanlah sesuatu yang saling bertentangan melainkan saling melengkapi dan memperkaya khazanah ilmu Jawa. Seperti pada beberapa artikel yang telah saya posting sebelumnya. Namun kali ini saya ingin berbagi tips, kiat mengenai teknis yang simpel atau sederhana tentang meditasi. Karena banyaknya pertanyaan dari para pembaca melalui email mengenai apa itu mati raga atau turu sajroning melek atau melek sajroning turu. Banyak di antara para pembaca blog ini yang masih kesulitan untuk membayangkan atau mendapatkan deskripsi lebih jelas mengenai kondisi mati raga atau melek sajroning turu. Baiklah, saya akan jelaskan secara sederhana dan singkat supaya lebih mudah dipahami oleh seluruh pembaca yang budiman dari segala usia, tingkat pendidikan, ataupun kelas sosial.

Apakah perbedaan meditasi dengan melamun?

Meditasi adalah Mengheningkan Cipta, dengan diawali upaya memusatkan fokus pikiran dan perasaan. Dalam pikiran anda biasanya banyak yang diperhatikan hingga memenuhi alam pikiran anda. Dalam meditasi, dari banyaknya fokus itu kemudian satu-persatu dikurangi hingga tersisa menjadi satu objek fokus saja. Sedangkan melamun adalah kondisi di mana seseorang sedang tidak mempunyai fokus perhatian yang jelas dengan kata lain fokusnya kosong atau pikirannya blank.

Apakah orang yang sedang melakukan meditasi bisa kerasukan?

Orang meditasi tidak akan kerasukan terlebih lagi makhluk jahat. Karena orang meditasi justru melakukan konsentrasi pada satu fokus. Kerasukan biasanya dialami oleh orang-orang yang sedang melamun karena mereka tidak mempunyai fokus atau jiwa dan pikirannya sedang kosong.

Apakah yang disebut atau dimaksud dengan mati raga?

Mati raga itu kiasan untuk mempermudah orang menggambarkan suatu keadaan jiwa dan raga dalam satu waktu yang bersamaan. Mati raga secara filosofis berarti mengendalikan hawa nafsu angkara murka yang ingin selalu menguasai keinginan ragawi. Penjelasan secara ekstrim bisa juga dikatakan mematikan hawa nafsu angkara murka Angkara Murka yang ada di dalam diri kita. Mati raga secara teknis artinya mematikan semua kesadaran ragawi atau menidurkan tubuh pada saat kita melakukan meditasi. Tetapi niatkan sejak awal, pada saat raga telah tertidur telinga anda tetap bisa mendengar, hidung dapat mencium aroma, bahkan mata tetap bisa melihat segala sesuatu yang dan terjadi di sekitar Anda, sekalipun mata dalam keadaan tertutup dan tertidur pulas.

Lalu, seperti apa tanda-tandanya atau tolok ukur untuk mengetahui bahwa mati raga sudah mulai berhasil?

Tidak sulit, pada saat Anda mendengar suara orang yang mendengkur atau mendengarkan suara nafas orang yang sedang tidur, dan ternyata suara itu berasal dari diri Anda sendiri. Fenomena itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda mulai bisa menciptakan keadaan melek sajroning turu atau mati raga. Mungkin anda bertanya-tanya kenapa orang yang sedang dalam keadaan tidur masih bisa mendengarkan suara-suara, atau mencium suatu aroma, bahkan melihat apa yang terjadi di sekitarnya. Sayang katakan bahwa itu lah sesungguhnya yang disebut dengan kesadaran Sukmo sejati. Jadi yang mendengar, mencium aroma bahkan yang melihat itu bukan indera fisik Anda melainkan indera yang dimiliki oleh Sukmo sejati atau biasa disebut dengan mata batin atau six sense.
Bagaimana cara menyudahi atau menghentikan meditasi jika telah mencapai keadaan seperti di atas?
Mudah sekali, Anda tinggal niatkan untuk selesai meditasi kemudian membangunkan diri dengan cara pelan membuka mata sambil menarik nafas perlahan-lahan, kemudian lakukan nafas panjang sebanyak 3 kali, dan buka mata anda lebar-lebar. Jangan langsung berdiri atau beranjak tetapi relaksasi dulu karena keadaan seperti itu mirip dengan kondisi pada saat Anda bangun dari tidur di malam atau pagi hari. Berikan kesempatan kepada jantung untuk mengalirkan darah secara normal ke seluruh tubuh. Setelah rasa ayub-ayuben (terhuyung, lemas dan melayang karena bangun tidur) hilang, itu tandanya tubuh anda telah berada dalam keadaan sadar sepenuhnya dan siap melakukan aktivitas selanjutnya.

Apa manfaatnya mati raga dalam setiap kegiatan meditasi?

Manfaatnya untuk mengasah kepekaan feeling, instink atau perasaan anda. Selebihnya dapat meningkatkan ketajaman mata batin anda. Selain itu, dapat menciptakan ketenangan batin, kematangan mental, bahkan bisa menambah kecerdasan otak, karena pola pikir yang jernih ditopang oleh ketajaman mata batin.

Bagaimana langkah-langkah secara teknis untuk belajar mati raga?

Cukup mudah dan sederhana. Dalam posisi duduk bersila atau kaki lurus Silakan cari posisi yang paling nyaman buat anda sendiri. Tetapi usahakan agar tidak ambil posisi berbaring. Bagi pemula biasanya posisi itu hanya akan menghasilkan tidur pulas hingga pagi hari. Untuk menghindari hal itu maka anda mengambil posisi duduk bersila dengan posisi meditasi seperti yang sudah anda ketahui sebelumnya. Dalam posisi duduk itu niatkan untuk menidurkan raga anda sendiri. Namun pada saat yang bersamaan niatkan pula agar supaya Anda tetap bisa mendengar, mencium aroma, bahkan melihat sekalipun dalam keadaan mata tertutup. Sekali dua kali mungkin tidak berhasil. Anda masih bisa mengetahui bahwa raga Anda belum benar-benar tertidur. Jika anda tidak patah semangat pada kesempatan berikutnya kemungkinan anda akan mengalami tertidur pulas tetapi dalam posisi masih tetap duduk dengan kokoh. Pada saat bangun tidur Anda baru menyadari bahwa masih dalam posisi duduk bersila. Jika anda mengalami hal demikian itu sudah lumayan sekali sebagai hasil awal. Ulangi dan ulangi terus karena sebentar lagi Anda akan mengalami sesuatu hal yang aneh dan lucu. Anda akan bertanya-tanya siapa gerangan yang sedang mendengkur saat ini, Belanda berusaha untuk menorehkan kepala ke kanan ke kiri mencari siapakah orang yang sedang mendengkur itu. Tetapi Kemudian Anda kaget karena jelas-jelas telinga Anda mendengar bahwa suara dengkuran itu berasal dari dalam hidung anda sendiri. Sampai pada tahap ini saya bisa Katakan Anda telah mencapai 25% tingkat keberhasilan mati raga atau melek sajroning turu.

Apakah ….

Oke, pertanyaan sampai di sini dulu ya, next time kita lanjutkan, masih banyak yang perlu dibahas…

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on November 18, 2018, in Mati Raga : Melek Sajroning Turu and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Matur sembah nuwuun untuk panduan meditasinya ki sabda, mohon ijin share ke rekan rekan yg masih berlatih meditasi dan kesulitan memahami meditasi.

    Rahayu

  2. Matur Nembah Swuhn Ki Sabda atas Bimbingannya…Semoga Ajaran dan Bimbingan meditasi ini bisa dimanfaatkan bagi Kita dan para sedulur semua…Rahayu 👍

  3. Maaf ki saya mau tanya, saya pernah bermimpi melihat raga tpi dalam mimpi saya bermimpi lg apakah itu termasuk meditasi??atau apa??

  4. Mohon maaf Ki,mohon penjelasan apa Mati Raga identik dengan istilah Mati sak jroning urip ? karna menurut saya kedua2nya punya makna atau arti yg sama yaitu : Pengendalian diri…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: