Enam Tahun Setelah Upacara Adat

Sejak 2013, sudah puluhan situs baru di wilayah bekas kekuasan Majapahit telah ditemukan…

Para pemirsa yang budiman, sejenak saya ajak menjelajah waktu enam tahun ke belakang. Di mana kami bersama berbagai eleman masyarakat, dan sedulur-sedulur dari berbagai wilayah. Ki Camat, Ki Wongalus (Kampus Wong Alus), Mas Kumitir (Alang-alang Kumitir), KKS (Kadang Kadean Sabdalangit), dan sedulur-sedulur yang tergabung dalam solidaritas Save Trowulan. Berkumpul di kompleks Candi Brahu, Trowulan, Jawa Timur untuk melaksanakan upacara adat.

Selama tahun 2013, Trowulan sempat dibuat geger karena adanya rencana pembangunan pabrik baja PT MBS di atas tanah situs Trowulan, tepatnya berada di Jati Pasar dan sekitarnya. Pada waktu itu, solidaritas Save Trowulan mendapatkan intimidasi dari berbagai pihak, karena mereka bersama warga setempat menentang pembangunan pabrik baja yang telah direstui Bupati Mojokerto pada waktu itu Kemal Pasa. Intimidasi semakin intens terhadap warga yang menentang. Hukumpun seolah telah loyo menjadi pengadil. Sementara para pemegang otoritas daerah seperti lebih memilih bersekongkol dengan pemilik modal. Berbagai cara yang konstitusional telah dilakukan, melalui mekanisme menyuarakan aspirasi kepada DPRD, surat dan penytaraan keberatan dari warga, negosiasi antara warga dengan pejabat dan investor pun mengaami jalan buntu. Rencana tetap jalan terus. Tidak hanya warga masyarakat sekitar yang gelisah, namun kami-kami generasi penerus bangsa mulai terusik dan gemas melihat ulah orang-orang yang tidak mau memahami apa arti pentingnya sebuah situs sejarah dan artefak. Kami pun penasaran, apa gerangan yang membuat Bupati dan PT MBS ngotot mendirikan pabrik baja di lokasi kompleks situs budaya. Kami sempat curiga mungkin ada sesuatu rahasia yang sengaja disembunyikan. Bukan hanya soal uang dan persekongkolan, lebih dari itu kami mulai curiga, ada sesuatu yang tertimbun di dalam tanah rencana pendirian baja.

Bagi orang Jawa, melihat jika hukum sudah tak berdaya menjadi sistem pengadil, jika ruh-ruh kebenaran sudah meninggalkan raga keadilan dan kemanusiaan, maka upacara adat NAS TALI PATI, menajdi jalan terakhir yang layak dilakukan. Nas tali Pati, sing sopo gawe bakal nganggo. Hukum alam akan berlangsung secara spontan dan kontan. Tak perlu menunggu lama, tak butuh, sepekan, sebulan bahkan setahun. Pagi harinya setelah usasi upacara adat, kita bisa menyaksikan mekanisme hukum alam bekerja dengan sangat cepat dan tentu saja efektif. Kami percaya hukum alam tak pernah menyisakan secuilpun ketidakadilan. Maka, siapa yang melanggar garis “NAS” mereka akan menerima akibatnya, sesuai berat ringan pelanggaran yang dilakukan.

Bukan kami yang membuatnya celaka, namun perbuatan mereka sendirlah yang membuatnya celaka. Siapapun yang kontra dengan hukum alam dan tata keseimbangan kosmos, cepat atau lambat pasti akan menuai konsekuensinya. Sebaliknya, sedulur-sedulur yang peduli untuk menyelamatkan situs Trowulan, adalah tindakan yang selaras dan harmonis dengan hukum alam. Cepat atau lambat mereka pasti akan menuai kebaikan atas darma yang pernah mereka lakukan.

Enam tahun sejak upacara adat, kami datang, temu kangen dengan sebagian sedulur-sedulur di Trowulan dan melihat apa yang terjadi sesudahnya, selama enam tahun usai upacara adat itu. Kami semua menyaksikan, sesuatu yang spektakuler terjadi. banyak kejutan, banyak kemajuan signifikan telah diraih. Bahkan sepertinya, para entitas gaib Majapahit telah memberikan berbagai hadiah seperti kesaksian sedulur-sedulur di Trowulan.

Di anaranya adalah penemuan situs paling sektakuler tahun ini, yakni situs Kumitir, yang merupakan tembok sisi timur Ibu Kota Kerajaan Majapahit. Saya yakin, kelak jika sudah waktunya situs kerajaan Majapahit akan terungkap semua dan dapat dilakukan rekonstruksi. Sehingga dapat menjadi harta tak ternilai, bahwa generasi penerus bangsa disodori jejak kejayaan masa lalu yang berhasil diraih para leluhurnya. Bukti dan data semakin akurat, yang dapat membuka mata bagi generasi penerus bangsa. Sehingga tak ada lagi alasan malu menjadi bangsa Indonesia, kecuali bagi yang memang memendam niat ingin menghapus kebesaran Nusantara, bagi pihak yang ingin menghapus jejak kehebatan spiritual, seni dan budaya nenek moyang kita di masa lalu. Kita semua harus sadar, identitas bangsa merupakan pondasi sangat penting bagi kelangsungan generasi penerus bangsa.

Senjata perang zaman sekarang yang paling mematikan bukanlah senjata, melainkan doktrin yang meracuni pola pikir manusia. Sehingga dengan mudah mampu menjugkirbalikkan ideologi mapan, mampu membalikkan fakta kebenaran dengan semudah membalik telapak tangan. Doktrin atas nama agama saat ini telah menjadi alat efektif pemusnah ruh-ruh Nasionalisme dan kerukunan antar suku, dan antar umat beragama. Bahkan orang akan mampu berbohong secara fasih, setelah mensugesti diri, apa yang dilakukannya merupakan jalan Tuhan.

Itulah bentuk penjajahan paling mengerikan dan efektif dengan cara memanipulasi kebenaran fakta, menghapus jejak artefak dan membelokkan cerita sejarah suatu bangsa yang sebenarnya. Sehingga dalam otak generasi penerus bangsa terisi oleh doktrin yang menyesatkan dan melemahkan mental. Maka lahirlah generasi yang mentalnya rusak, yang tercerabut dari akar sejarah sesungguhnya, dengan ciri-ciri malu terhadap bangsanya sendiri, suka menghina bangsanya sendiri sebagai bangsa kelas rendahan, bahkan secara terang-terangan dengan bangganya ikut berkomplot dengan pihak-pihak yang akan menghancurkan NKRI. Akhirnya, terjadinya perang saudara di Indonesia menjadi target utama para pecundang dan kaum jahiliah sebagai langkah awal menghancurkan NKRI. Setelah NKRI hancur, maka akan sangat mudah menguasai seluruh sumber daya alam yang ada.

Namun saya tetap yakin, leluhur tidak akan tingal diam. Terlebih lagi saat ini makin banyak terungkap situs sejarah yang menunjukkan betapa kita ini merupakan keturunan nenek moyang atau leluhur-leluhur yang sungguh hebat di masa lalu. Bukan leluhur bangsa asing, tapi leluhur kita sendiri. Semoga semua itu menjadi pertanda baik, akan terbukanya gerbang kejayaan Nusantara.

Rahayu Sagung Titah Dumadi

Untuk lebih jelasnya, monggo silahkan simak video berikut, semoga dapat menginspirasi ;

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on November 8, 2019, in Janji Leluhur, Janji Yang Tak Pernah Diingkari and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Rahayu 🙏

  2. bapak..kapan email saya di balas

    hehehe

    salam rahayu

  3. Rahayu Sagung Titah Dumadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: