WABAH BARU ; GAGAL PAHAM SECARA MASSAL

KALAU SEMUA ORANG MIKIRNYA SEPERTI INI TENTU TIDAK ADA LAGI POLEMIK MUDIK & PULANG KAMPUNG

Seharusnya sebagai manusia yang berfikir kita sudah paham apa sesungguhnya yang dimaksud oleh pemerintah dengan memilah dan membuat pemaknaan baru antara kosa kata mudik dan pulang kampung. Tapi saya melihat sebagian masyarakat kita kesulitan untuk menangkap apa yang dimaksud oleh pemerintah soal mudik dan pulkam. Bahkan sempat melihat kecenderungan adanya penggiringan opini publik yang mungkin targetnya adalah mencitrakan Pemerintah kita yang bodoh. Hingga tokoh publik sekelas sekelas Najwa Sihab saja tampak gemes ingin “menguliti” Pak Jokowi dengan adanya polemik soal mudik dan pulkam. Saya tegaskan ya, Anda jangan salah paham, saya menulis artikel ini bukan sedang membangun opini publik, atau sedang melakukan mobilisasi politik. Tapi saya terusik dengan adanya “wabah” lama berupa “virus” Brain Fog yang menggerogoti otak manusia. Brain Fog atau lebih familiar masyarakat menyebutnya TELMI atau telat mikir. Saya kira sudah sedemikian parah virus telmi menjangkiti sebagian warga negara Indonesia saat ini. Kalau ada yang tersinggung dengan ucapan saya, soal brain fog, jangan salahkan kalau kemudian orang mecurigai memang ada unsur kesengajaan untuk menggiring opini publik, dengan target mempermalukan pemerintah sebagai pemerintahan yang bodoh. Tapi pada tulisan ini saya tidak ingin melihat persoalan ini dengan perspektif politik. Saya konsisten melihatnya dari kacamata spiritual dan psikososial saja. Bahwa adanya reaksi masyarakat yang mendiskreditkan pemerintah, telah mengindikasikan bahwa di masyarakat kita sedang terjadi masalah yang kronis. Memahami sesuatu yang sederhana saja kesannya kesulitan sekali. Lantas seberapa mampu jika dihadapkan dengan masalah yang berat ?

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on April 25, 2020, in Wabah baru ; Gagal Paham Massal and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. Saya setuju sekali ki sabda… Dari saat menonton talkshow antara pak joko wi dan mbak nana… Sudah sangat jelas sekali perbedaanya.. Tp bagi yg cara berfikir nya terlalu cepat seperti mbak najwa, malah kurang hati hati dalam mencerna kata bahkan sampai terlewat… Sangat mencerahkan tulisan ini… Maturnuwun

  2. Agaknya Nana mungkin terlalu cerdas, terlalu cepat berbicara, terlalu cepat ingin dan ingin… sehingga justru ‘menjebak’ diri sendiri. Gagal paham…

    • Riboet KenArok

      Kalau saya melihat,, justru Jokowi sendiri terjebak oleh kenyataan dirinya selaku Presiden TIDAK mampu menjamin kelangsungan hidup rakyat (untuk tidak bergerak pindah tempat) disaat pandemi Covid-19.

      Sangat jelas konteksnya obrolan Jokowi & Najwa Sihab,… bahwa terlepas itu pulang kampung ataukah mudik,.. adalah sama2 berpotensi membawa serta kemungkinan penularan penyakit.

      Semestinya,, pemerintah MEMASTIKAN tak ada pergerakan rakyat keluar wilayah saat pandemi Covid19,… yang tentu dibarengi jaminan kelangsungan hidupnya.

      DAN JELAS SAJA,… disisi itu pemerintah TAK MAMPU.

      Tolong jangan pisahkan konteks obrolan saat itu dengan pengistilahan mudik dan pulkam.

  3. Salam rahayu ki sabda,
    Inti dari kedua kata tersebut adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Yang kemungkinan akan berdampak resiko negatif. Dimana sekarang diadakan psbb.
    Maaf ki sabda, saya berpikir secara awam. Rahayu

  4. Mungkin wajar jika omongan RI 1 jd sorotan ki…krn yg d liat pertama pasti omongan..kedua realisasi..
    Apalgi d kondisi sprti skrg…ekonomi lg kacau…polah pemerintahan lagi lucu2ny…yg mentri bebasin napi, yg mentri pd beda pndpt soal larangan mudik…hehehe

  5. maaf ki sabda, mungkin dari makna dan tujuannya lebih mudah dibedakan
    tetapi aplikasi/penerapan dilapangan akan susah sekali, kecuali pemerintah mampu membedakan yang mudik dan pulkam karena kondisi yang tidak memungkinkan dilapangan.

    • Istilah itu sdh dijelaskan dlm literatur yg ada sebelum ini, jadi ya wajar pd beda pendapat krn timbul pengertian baru. Yg menjadi subtansi dr istilah itu terkait pandemi adalah perpindahan virus yg dibawa orang akibat pergerakan orang dari daerah terjangkit ke daerah/desa lain. Dampak dari pergerakan orang (mudik, pulkam, dll) seperti yg telah terjadi saat ini, virus menyebar tanpa bisa dilokalisir.

  6. Hendra Gunawan, SS

    Maaf Corona tidak hanya masalah pandemi tapi ada resesi ekonomi. Pindah ibukota keluar Jawa keknya perlu dievaluasi.

  7. Prasetyo kunto

    Wabah baru kang mas….

  8. Istilah itu sdh dijelaskan dlm literatur yg ada sebelum ini, jadi ya wajar pd beda pendapat krn timbul pengertian baru. Yg menjadi subtansi dr istilah itu terkait pandemi adalah perpindahan virus yg dibawa orang akibat pergerakan orang dari daerah terjangkit ke daerah/desa lain. Dampak dari pergerakan orang (mudik, pulkam, dll) seperti yg telah terjadi saat ini, virus menyebar tanpa bisa dilokalisir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: