KEJAWEN ; Ajaran Luhur Yang Dicurigai & Dikambinghitamkan

KEJAWEN

“Permata” Asli Bumi Nusantara yang Selalu Dicurigai

Dan Dikambinghitamkan

 

 

Kearifan Lokal yang Selalu Dicurigai

 

Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, AS). Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya, bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya. Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk syurga. Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini.

Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara memberikan contoh-contoh patologi sosial (penyakit masyarakat), penyimpangan sosial,  pelanggaran kaidah Kejawen, yang terjadi saat itu, diklaim oleh “pendatang baru” sebagai bukti nyata kesesatan ajaran Jawa. Hal itu sama saja dengan menganggap Islam itu buruk dengan cara menampilkan contoh perbuatan sadis terorisme, menteri agama yang korupsi, pejabat berjilbab yang selingkuh, kyai yang menghamili santrinya, dst.

 Tidak berhenti disitu saja, kekuatan asing terus mendiskreditkan manusia Jawa dengan cara memanipulasi atau memutar balik sejarah masa lampau. Bukti-bukti kearifan lokal dimusnahkan, sehingga banyak sekali naskah-naskah kuno yang berisi ajaran-ajaran tentang tatakrama, kaidah, budi pekerti yang luhur bangsa (Jawa) Indonesia kuno sebelum era kewalian datang, kemudian dibumi hanguskan oleh para “pendatang baru” tersebut. Kosa kata Jawa juga mengalami penjajahan, istilah-istilah Jawa yang dahulu mempunyai makna yang arif, luhur, bijaksana, kemudian dibelokkan maknanya menurut kepentingan dan perspektif subyektif disesuaikan dengan kepentingan “pendatang baru” yang tidak suka dengan “local wisdom”. Akibatnya; istilah-istilah seperti; kejawen, klenik, mistis, tahyul mengalami degradasi makna, dan berkonotasi negatif. Istilah-istilah tersebut “di-sama-makna-kan” dengan dosa dan larangan-larangan dogma agama; misalnya; kemusyrikan, gugon tuhon, budak setan, menyembah setan, dst. Padahal tidak demikian makna aslinya, sebaliknya istilah tersebut justru mempunyai arti yang sangat religius sbb;

 

Klenik : merupakan pemahaman terhadap suatu kejadian yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat yang berkaitan dengan kekuatan gaib (metafisik) yang tidak lain bersumber dari Dzat tertinggi yakni Tuhan Yang Maha Suci. Di dalam agama manapun unsur “klenik” ini selalu ada.

Mistis : adalah ruang atau wilayah gaib yang dapat dirambah dan dipahami manusia, sebagai upayanya untuk memahami Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam agama Islam ruang mistik untuk memahami sejatinya Tuhan dikenal dengan istilah tasawuf.

Tahyul : adalah kepercayaan akan hal-hal yang gaib yang berhubungan dengan makhluk gaib ciptan Tuhan. Manusia Jawa sangat  mempercayai adanya kekuatan gaib yang dipahaminya sebagai wujud dari kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta.  Kepercayaan kepada yang gaib ini juga terdapat di dalam rukun Islam.

Tradisi : dalam tradisi Jawa, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol. Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pelengkap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga mengartikan secara kias bahasa alam yang dipercaya manusia Jawa sebagai bentuk isyarat akan kehendak Tuhan. Manusia Jawa akan merasa lebih dekat dengan Tuhan jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja (NATO: not action talk only), melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji dsb sebagi simbol kemanunggalan tekad bulat. Maka manusia Jawa dalam berdoa melibatkan empat unsur tekad bulat yakni hati, fikiran, ucapan, dan tindakan. Upacara-upacara tradisional sebagai bentuk kepedulian pada lingkungannya, baik kepada lingkungan masyarakat manusia maupun masyarakat gaib yang hidup berdampingan, agar selaras dan harmonis dalam manembah kapada Tuhan. Bagi manusia Jawa, setiap rasa syukur dan doa harus diwujudkan dalam bentuk tindakan riil (ihtiyar) sebagai bentuk ketabahan dan kebulatan tekad yang diyakini dapat membuat doa terkabul. Akan tetapi niat dan makna dibalik tradisi ritual tersebut sering dianggap sebagai kegiatan gugon tuhon/ela-elu, asal ngikut saja,  sikap menghamburkan, dan bentuk kemubadiran, dst.

Kejawen : berisi kaidah moral dan budi pekerti luhur, serta memuat tata cara manusia dalam melakukan penyembahan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Tunggal. Akan tetapi, setelah abad 15 Majapahit runtuh oleh serbuan anaknya sendiri, dengan cara serampangan dan subyektif, jauh dari kearifan dan budi pekerti yg luhur, “pendatang baru” menganggap ajaran kejawen sebagai biangnya kemusyrikan, kesesatan, kebobrokan moral, dan kekafiran. Maka harus dimusnahkan. Ironisnya, manusia Jawa yang sudah “kejawan” ilang jawane, justru mempuyai andil besar dalam upaya cultural assasination ini. Mereka lupa bahwa nilai budaya asli nenek moyang mereka itulah yang pernah membawa bumi nusantara ini menggapai masa kejayaannya di era Majapahit hingga berlangsung selama lima generasi penerus tahta kerajaan.

 

 

Ajaran Tentang Budi Pekerti, Menggapai Manusia Sejati

 

Dalam khasanah referensi kebudayaan Jawa dikenal berbagai literatur sastra yang mempunyai gaya penulisan beragam dan unik. Sebut saja misalnya; kitab, suluk, serat, babad, yang biasanya tidak hanya sekedar kumpulan baris-baris kalimat, tetapi ditulis dengan seni kesusastraan yang tinggi, berupa tembang yang disusun dalam bait-bait atau padha yang merupakan bagian dari tembang misalnya; pupuh, sinom, pangkur, pucung, asmaradhana dst. Teks yang disusun ialah yang memiliki kandungan unsur pesan moral, yang diajarkan tokoh-tokoh utama atau penulisnya, mewarnai seluruh isi teks.

Pendidikan moral budi pekerti menjadi pokok pelajaran yang diutamakan. Moral atau budi pekerti di sini dalam arti kaidah-kaidah yang membedakan baik atau buruk segala sesuatu, tata krama, atau aturan-aturan yang melarang atau menganjurkan seseorang dalam menghadapi lingkungan alam dan sosialnya. Sumber dari kaidah-kaidah tersebut didasari oleh keyakinan, gagasan, dan nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat yang bersangktan. Kaidah tersebut akan tampak dalam manifestasi tingkah laku dan perbuatan anggota masyarakat.

Demikian lah makna dari ajaran Kejawen yang sesungguhnya, dengan demikian dapat menambah jelas  pemahaman terhadap konsepsi pendidikan budi pekerti yang mewarnai kebudayaan Jawa. Hal ini dapat diteruskan kepada generasi muda guna membentuk watak yang berbudi luhur dan bersedia menempa jiwa yang berkepribadian teguh. Uraian yang memaparkan nilai-nilai luhur dalam kebudayaan masyarakat Jawa yang diungkapkan diatas dapat membuka wawasan pikir dan hati nurani bangsa bahwa dalam masyarakat kuno asli pribumi telah terdapat seperangkat nilai-nilai moralitas yang dapat diterapkan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup manusia.

 

Dua Ancaman Besar dalam Ajaran Kejawen

 

Dalam ajaran kejawen, terdapat dua bentuk ancaman besar yang mendasari sikap kewaspadaan (eling lan waspada), karena dapat menghancurkan kaidah-kaidah kemanusiaan, yakni; hawanepsu dan pamrih. Manusia harus mampu meredam hawa nafsu atau nutupi babahan hawa sanga. Yakni mengontrol nafsu-nafsunya yang muncul dari sembilan unsur yang terdapat dalam diri manusia, dan melepas pamrihnya.

Dalam perspektif kaidah Jawa, nafsu-nafsu merupakan perasaan kasar karena menggagalkan kontrol diri manusia, membelenggu, serta buta pada dunia lahir maupun batin. Nafsu akan memperlemah manusia karena menjadi sumber yang memboroskan kekuatan-kekuatan batin tanpa ada gunanya. Lebih lanjut, menurut kaidah Jawa nafsu akan lebih berbahaya karena mampu menutup akal budi. Sehingga manusia yang menuruti hawa nafsu tidak lagi menuruti akal budinya (budi pekerti). Manusia demikian tidak dapat mengembangkan segi-segi halusnya, manusia semakin mengancam lingkungannya, menimbulkan konflik, ketegangan, dan merusak ketrentaman yang mengganggu stabilitas kebangsaan

 

NAFSU

 

Hawa nafsu (lauwamah, amarah, supiyah) secara kejawen diungkapkan dalam bentuk akronim, yakni apa yang disebut M5 atau malima; madat, madon, maling, mangan, main; mabuk-mabukan, main perempuan, mencuri, makan, berjudi. Untuk meredam nafsu malima, manusia Jawa melakukan laku tapa atau “puasa”. Misalnya; tapa brata, tapa ngrame, tapa mendhem, tapa ngeli.

Tapa brata ; sikap perbuatan seseorang yang selalu menahan/puasa hawa nafsu yang berasal dari lima indra. Nafsu angkara yang buruk yakni lauwamah, amarah, supiyah.

Tapa ngrame; adalah watak untuk giat membantu, menolong sesama tetapi “sepi” dalam nafsu pamrih yakni golek butuhe dewe.

Tapa mendhem; adalah mengubur nafsu riak, takabur, sombong, suka pamer, pamrih. Semua sifat buruk dikubur dalam-dalam, termasuk “mengubur” amal kebaikan yang pernah kita lakukan kepada orang lain, dari benak ingatan kita sendiri. Manusia suci adalah mereka yang tidak ingat lagi apa saja amal kebaikan yang pernah dilakukan pada orang lain, sebaliknya selalu ingat semua kejahatan yg pernah dilakukannya. 

Tapa ngeli, yakni menghanyutkan diri ke dalam arus “aliran air sungai Dzat”, yakni mengikuti kehendak Gusti Maha Wisesa. “Aliran air” milik Tuhan, seumpama air sungai yang mengalir menyusuri sungai, mengikuti irama alam, lekuk dan kelok sungai, yang merupakan wujud bahasa “kebijaksanaan” alam. Maka manusia tersebut akan sampai pada muara samudra kabegjan atau keberuntungan. Berbeda dengan “aliran air” bah, yang menuruti kehendak nafsu akan berakhir celaka, karena air bah menerjang wewaler kaidah tata krama, menghempas “perahu nelayan”, menerjang “pepohonan”, dan menghancurkan “daratan”.

 

PAMRIH

 

     Pamrih merupakan ancaman ke dua bagi manusia. Bertindak karena pamrih berarti hanya mengutamakan kepentingan diri pribadi secara egois. Pamrih, mengabaikan kepentingan orang lain dan masyarakat. Secara sosiologis, pamrih itu mengacaukan (chaos) karena tindakannya tidak menghiraukan keselarasan sosial lingkungannya.  Pamrih juga akan menghancurkan diri pribadi dari dalam, kerana pamrih mengunggulkan secara mutlak keakuannya sendiri (istilahnya Freud; ego). Karena itu, pamrih akan membatasi diri atau mengisolasi diri dari sumber kekuatan batin. Dalam kaca mata Jawa, pamrih yang berasal dari nafsu ragawi akan mengalahkan nafsu sukmani (mutmainah) yang suci. Pamrih mengutamakan kepentingan-kepentingan duniawi, dengan demikian manusia mengikat dirinya sendiri dengan dunia luar sehingga manusia tidak sanggup lagi untuk memusatkan batin dalam dirinya sendiri. Oleh sebab itu pula, pamrih menjadi faktor penghalang bagi seseorang untuk mencapai “kemanunggalan” kawula gusti.

     Pamrih itu seperti apa, tidak setiap orang mampu mengindentifikasi. Kadang orang dengan mudah mengartikan pamrih itu, tetapi secara tidak sadar terjebak oleh perspektif subyektif yang berangkat dari kepentingan dirinya sendiri untuk melakukan pembenaran atas segala tindakannya. Untuk itu penting Sabdalangit kemukakan bentuk-bentuk pamrih yang dibagi dalam tiga bentuk nafsu dalam perspektif KEJAWEN :

  1. Nafsu selalu ingin menjadi orang pertama, yakni; nafsu golek menange dhewe; selalu ingin menangnya sendiri.
  2. Nafsu selalu menganggap dirinya selalu benar; nafsu golek benere dhewe.
  3. Nafsu selalu mementingkan kebutuhannya sendiri; nafsu golek butuhe dhewe. Kelakuan buruk seperti ini disebut juga sebagai aji mumpung. Misalnya mumpung berkuasa, lantas melakukan korupsi, tanpa peduli dengan nasib orang lain yang tertindas.

 

Untuk menjaga kaidah-kaidah manusia supaya tetap teguh dalam menjaga kesucian raga dan jiwanya, dikenal di dalam falsafah dan ajaran Jawa sebagai lakutama, perilaku hidup yang utama. Sembah merupakan salah satu bentuk lakutama, sebagaimana di tulis oleh pujangga masyhur (tahun 1811-1880-an) dan pengusaha sukses, yang sekaligus Ratu Gung Binatara terkenal karena sakti mandraguna, yakni Gusti Mangkunegoro IV dalam kitab Wedhatama (weda=perilaku, tama=utama) mengemukakan sistematika yang runtut dan teratur dari yang rendah ke tingkatan tertinggi, yakni catur sembah; sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, sembah rasa. Catur sembah ini senada dengan nafsul mutmainah (ajaran Islam) yang digunakan untuk meraih ma’rifatullah, nggayuh jumbuhing kawula Gusti. Apabila seseorang dapat menjalani secara runtut catur sembah hingga mencapai sembah yang paling tinggi, niscaya siapapun akan mendapatkan anugerah agung menjadi manusia linuwih, atas berkat kemurahan Tuhan Yang Maha Kasih, tidak tergantung apa agamanya.

 

sabdalangit

  1. Semuanya itu ya opo jare tuhanya masing2,, setiap manusia kn punya tuhan sndiri2, berbagi ilmu pengetahuan itu baik,, jadi yg suka kulakan “jare / katanya” jgn mrasa itu paling benar,, kebenaran it ad di dalam dirimu sendiri,,

  2. Semoga Allah memberikan hidayah pada anda2 semua. Amin..

  3. Ki asline jik gung podo teko guru sejati,utwo ilmu sejati,utwo manunggaling kawulo gusti, utwo dll.. lakws teko gag mgkin podo engkel2an… peace.selingan.com!! Hhe

  4. Kita lahir di jawa punya panutan sendiri, yaitu para wali, klu di arab muhamad.. Hrusnya kita sbg orang jawa bangga punya budaya dari para leluhur

  5. menurut saya yg jd masalah bukan agamanya…. melainkan manusia yg ad didalamnya, apakah orang muslim itu benar semua, apakah orang diluar muslim juga benar semua ? ya tentu tidak!! silahkan direnungkan

  6. bagus artikelnya,
    saya pikir ini awal jati diri manusia sebelum teguh berkeyakinan..
    pada hakekatnya harus punya dasar utk memperkokoh keimanan yg pada prinsipnya semua agama tujuannya sama..
    terima kasih atas ilmu yg sudah d bagi..

  7. Hoooooong wilaheng sekareng bawana langgeng………artikel yang menarik dan patut diacungi jempol….krna bisa membuka sebuah penyadaran akan bagaimana sesungguhnya hidup selaras dan harmoni agar dapat menambah kemegahan serta kesempurnaan jagad ini…..rahayu…

  8. uraian yg penuh inspirasi

    pun demikian jgn brkecil hati
    jikalau belakangan menuai kritik atopon apresiasi
    cos telah dimaklumkan diruang publik
    trkecuali hnya dipublish buat sekelompok kecil org

    dalam hal ini siapa mengkambinghitamkn siapa

    sudah lumprah dunia
    dalam setiap periode gelanggang zaman
    selalu bertukar ganti episode
    dan pemeran utamanya

    semesta ini bukan sempit
    biarlah segalanya berjalan sesuai rencanaNya

    toh nenek moyang pendahulu
    hnya ikhlas berbagi
    tanpa khawatir akan tersudut
    apalagi takut dikambinghitamkan

    mikul dhuwur
    mendem jero

    apa yg kamu yakini benar, perjuangkan
    sementara sodara sebelah yg berseberangan,
    hargailah

    bukankah yg begini lebih brmartabat,

    # . . . . . . . terikmunajad®

  9. KEADILAN

    Jawa
    sudah baik baik menerima semua ideologi dunia
    pada akhirnya semua ideologi saat berjaya menafikan ajaran Jawa yang sudah baik menerimanya.
    saat itulah kiamat ajaran itu pasti datang.

    karena ke Agungan pasti menegakkan keadilanNYA.

  10. titiwanci

    yen wis wayahe teka
    wayahe wis teka

  11. sy sebagai putra bugis palopo, merasa bahagia dan trimakasih yg tak terhingga, krn dlt menambah pe.getahuan sy

  12. Sunan Gunung Jarak

    Tuhan Pemilik Alam Semesta ini hanya Satu, hanya karena beda suku bangsa, bahasa dan utusanNya..maka menyebutNya berbeda2 nama dan cara beribadahnya.., Tak berhak manusia yg satu , menyesatkan yg lainnya, hanya krn beda keyakinan..

    • Saya sependapat dengan anda, Bahwa Tuhan itu Satu, Perbedaan selalu ada, apapun bentuknya, Selama tiap umat beribadah sesuai keyakinannya dan tidak mengganggu orang lain pemeluk agama lain atau penganut kelompok itu sendiri, karena umat manusia berhak akan hidup didunia ini, hidup dalam toleransi dan bekerjasama, bertetangga berbangsa dan bernegara.
      Namun ada beberapa pertanyaan mengenai Ajaran Kejawen ini dari pribadi saya sebagai penganut agama Islam, Kenapa saya harus bertanya? Karena melihat dari suatu formalitas,
      Contoh dari Identitas perkawinan.(pernikahan)
      Saya coba survei, ketika penganut Ajaran Kejawen, ada yang tercatat sebagai Agama Islam, Kristen, dan Penganut Kepercayaan Terhadap TYME,
      Batasan Kejawen itu sebelah mana? Ajaran Budi Pekerti Luhur itu baik, Syariat, dan cara beribadah mengacu kemana?
      Tentu Ulama Islam akan menyangkal bahwa penganut Kejawen ini bukan Islam melihat dari beberapa kegiatan ibadahnya, Atau penilaian kepada penganut aliran Abangan, Walau banyak yang seperti mirip ajaran Islam, tapi berkeyakinan dan punya pemahaman yang berbeda.
      Maka dari itulah pertanyaan muncul, dan mohon bila menjawab dengan sasaran yang benar, bukan maksud banyak bertanya tentang ajaran, tapi eksistensinya di dalam negara ini sebagai Negara Yang Berbhineka Tunggal Ika, dan Suatu negara Hukum, yang mengakui hak dan kewajiban tiap umatnya.
      Terimakasih,
      Wassalam !

  13. Maturnuwun Ki Sabda..sampun kersa mbabaraken kawruh JAWA..
    Rahayu Sagung Titah Dumadi

  14. sugeng siang ki sabda…. mohon maaf kalo boleh mau minta tolong…mau konsultasi..

    matur sembah nuwun….

  15. ada teman saya yg sakit ki…..di guna-guna orang..sekarang dia sedang dirawat di rumah sakit…

    minta no tlpn atau alamat emailnya….

  16. Agama, sekte, aliran, serat yang baik itu adalah yang mengajarkan kebaikan

    Dan yang lebih baik lagi kita memahaminya sesuai konten (isi) yang mempengaruhi wadah (manusia), bukan konten yang dipengaruhi oleh wadah. Karena itu menunjukkan kemurnian suatu agama, sekte, aliran, serat dll.

    Kayu gung susuhing angin

  17. Terima kasih, tulisan ini telah membukakan mata saya yang buta… Maturnuwun…

  18. jawa adalah suku yang sangat tua yang gak ada bandingan nya sebelum islam ada di indonesia jawa sudah ada bahkan KAPAL NABI NUH AS Diperkirakan Kayu Nya Berasal Dari Jwa

  19. Nabi Isa diselamatkan dalam penyaliban dengan mengganti orang yg diserupakan. Nabi Isa as diangkat kelangit oleh Alloh,

    Qs 4:157.

    وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

    Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

    Qs 19:33

    وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

    Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

    QS.3:55 merupakan penegasan akan wafat yg sesungguhnya

    إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَجَاعِلُ
    الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

    “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu, dan mengangkat kamu kepada-Ku, serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu, di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya’.”

    Perselisihan ini adalah peristiwa penyaliban, penyelamatan nabi Isa kelangit dan perisiwa kebangkitanya

    QS.36:68

    وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ

    artinya”Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan mereka kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?.”

    Jika Alloh berkehendak menurunkan kembali nabi Isa ke akhir jaman sebagai Nabi Muhammad saw, tidaklah suatu yang mustahil bagi Alloh Sang Pencipta.

    QS 22:5

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الأرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الأرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

    Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

    Ayat tersebut adalah perumpamaan kehidupan yg dibangkitkan kembali, dan ruh yang diselamatkan Alloh diturunkan maka hiduplah kembali.
    Saya sebutkan saja seperti penciptaan burung dari tanah oleh Nabi Isa, dan Alloh meniupkan ruh, sehingga hiduplah burung itu, ini juga menjelaskan kejadian nabi Adam diciptakan. Untuk kejadian ini terbatas kepada hamba Alloh yang ditentukan, kenapa tidak secara langsung ada pengakuaan, karena Alloh menghendaki ini sebagai ujian keimanan kepada umatnya dan karunia akal pikirannya, rangkaian isi surat dan ayat yang berulang adalah penegasan, untuk itulah umat Muslim wajib membaca Al-Qur’an dan tahu maknanya.

    Kelahiran nabi Muhammad SAW semenjak kecil sudah diperlihatkan keistimewaannya. Ciri-cirinya ada yang mengetahui seorang ahli kitab. Dan ternyata setelah usia kenabian dan diangkat Alloh menjadi Rosul, kebenaran terbukti. Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rosul terakhir. Ditegaskan bahwa nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis bahasa Arab, ini adalah ketentuan Alloh, bukan menunjukan kebodohan, tapi lihat ketika nabi Isa AS diperintahkan Alloh menuliskan, Injil dalam wahyunya dalam bahasa kaumnya.

    Keistimewaan lainnya ketika nabi Muhammad saw. Diangkat ke sidrotul Muntaha, kejadian ini sam ketika Nabi Isa as diangkat kelangit dari penyelamatan penyaliban. Siapa manusia yg diberi keistimewaan yang serupa? Adakah Nabi lain yg diberi perintah Solat dalam Al-Qur’an yg sejelas perintah kepada nabi Isa as? Inilah kebesaran Alloh, yg menguasai ruang dan waktu.

    QS. 17: 1

    سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

    Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (17: 1)

    Inilah ayat penegasan peristiwa Isro Mi’raj yaitu Naiknya Kelangit memperlihatkan kebesaran Alloh, Kepada nabi Muhammad SAW, dan diturunkan kembali dengan keadaan hidup sebagai keagungan Alloh sebagai hari kebangkitan

    Tafsir pribadi seperti ini, jika hari kebangkitan nabi Isa Almasih, disajikan langsung turun dari langit, maka kesaksian dari tiap yang melihatnya tak akan diragukan, tapi kalau turunnya dari langit tidak diketahui manusia lainnya, akan sulit menjadi penantian yang panjang. Maka kebangkitan nabi Isa AS adalah Kelahiran nabi Muhammad SAW sebagai mana diceritakan dalam Surat Al-Isro, Maryam, dll

    Nabi Isa as di firmankan dalam Al-Qur’an diberi perintah salat dan menunaikan Zakat, Apakah ada pelaksanaannya selama nabi Isa setelah diangkat sebagai Nabi? Atau setelah kebangkitannya? Yang jelas diberkati dimanapun nabi Isa as berada dalam keadaan hidup.

    قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً

    [19:30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

    وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً

    [19:31] dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

    Dan ini yang artinya nabi Ibrahim memerintahkan Solat kepada Ismal

    وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِسْمَٰعِيلَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا ﴿٥٤﴾

    “Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Al-Qur’an). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi.” (Q.S.19:54)

    وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرْضِيًّا ﴿٥٥﴾

    “Dan dia menyuruh keluarganya untuk (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat, dan dia seorang yang diridai di sisi Tuhannya(Q.S.19:55)

    Jadi sangat jelas perintah Solat itu sudah ada sejak Rosul sebelumnya bukan dari peristiwa Isro Mi’raj.

    Penegasan waktu solat

    أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (78) وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (79)

    “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra’: 78-79).

    Kenaikan dan Kebangkitan nabi Isa AS penegasannya dalam perjalanan Isro Mi’raj nabi Muhammad SAW

    QS 2.Al Baqarah:285

    ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَٱلْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

    “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.””

    Perhatikan ayat dibawah ini, apakah berlaku dimasa lalu atau dimasa sekarang, atau dimasa akhirat? Ayat sebelum dan sesudahnya tidak mengikat, dan dapat ditafsirkan saksi dari tiap-tiap umat ini adalah hamba yang terpilih juga untuk dipanjangkan umurnya.

    (Q.S.28:75)

    وَنَزَعْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا فَقُلْنَا هَاتُوا۟ بُرْهَٰنَكُمْ فَعَلِمُوٓا۟ أَنَّ ٱلْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ ﴿٧٥﴾

    “Dan Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, lalu Kami katakan, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu,” maka tahulah mereka bahwa yang hak (kebenaran) itu milik Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.”

    Berapakah jumlah umat ini? Akankah berkumpul dalam satu waktu? Alloh tidak main-main dalam firmannya,

    Istilah agama lain ini adalah proses reinkarnasi, dan semua inilah penjelasannya. Untuk lebih luasnya, tentu keseluruhan Isi Al-Qur’an sebagai pedomannya.

    وَيَوْمَ نَبْعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا ثُمَّ لَا يُؤْذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ ﴿٨٤﴾

    “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat, kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan.”

    (Q.S.16:84)

    Disinilah tugas hamba-hamba Alloh perintahnya jelas bukan hanya sekedar bersaksi dengan batasan tidak membela kafir dan tidak boleh memohon ampunan untuk mereka. Namun masih wajib menyampaikan kebenaran dan jalan yang lurus, apabila kafir itu telah kembali kejalan yang benar masalah pertobatan amal dan ibadahnya Alloh yang menentukan.

    Juru selamat adalah nabi Muhammad SAW dan pedomannya adalah Al-Qur’an. Karena tidak akan ada lagi Nabi atau Rosul setelah beliau. Kebangkitan keseluruhan umat manusia itu nanti setelah Kiamat terjadi. Setelah bumi hancur dan berakhir kehidupan didunia, pesan disini, apakah mau mewarisi surga atau mewarisi dunia yang akan hancur? Itulah makna peringatan jangan mencintai dunia, gunakan duniamu menyambut akhirat.

    Jadi siapa yang mau selamat di dunia dan Akhirat, harus benar-benar beriman dan melaksanakan Rukun Islam. Dan Alloh berfirman, setelah nabi Muhammad wafat, kepada siapa kita menurut? Yaitu kepada Ulil Amri (penguasa setempat) jika urusan itu masih ada perselisihan maka hanya kepada Alloh kita pasrahkan segala urusan.
    Dan Alloh akan melihat umat-umatnya yang sungguh-sungguh menjalankan perintahnya.

  20. Salama kenal ugi Pamuji Rahayu kagem sedulur semuanya di komen ini ,diusia saya yg sudah menginjak enam dasawarsa banyak pelajaran yang saya dapat : inilah renungan dan sari pati diri kita sebagai manusia sebagai salah satu zat kehidupan dari Sang Pencipta Alam seisinya ini hidup di Negeri Nusantara, Zamrud Katulistiwa, Negeri awal Peradaban , Negeri Saba, Negeri Gudang Energi, Negeri Atlantis sampai dengan Negeri Misteri begitulah para pakar dari perbagai penjuru dunia menyebutnya yang saat ini disebut Republik Indonesia

    Inilah Renungan sebagai warga negara :

    Jika DIGELAPKAN oleh sejarah dan budaya sendiri maka mudah sekali diperdaya boleh jadi tersesat seperti pepatah Malu bertanya sesat dijalan

    Jika DIGELAPKAN Ideologi / keyakinan / bahkan Agama apapun boleh jadi keburukan menimpanya

    Inilah Renungan Sebagai pribadi :

    Manusia lahir membawa kodrat , membawa alam bergaul belajar dlsb , membawa hukum sebab akibat dan membawa hukum turunan

    Uraian ini tidak bermaksud menggurui kepada Dimas Diajeng , Bapak Ibu , saya sebagai orang jawa salah satu suku Negeri Nusantara tercinta masih terus belajar ibarat jadi tersangka MERANGKAP jadi jaksa penuntut, pengacara, hakim sampai dengan diputus tertuduh merangkap pula jadi Kalapas smp sipir sekalipiun

    Tidaklah mudah memahami Hukum Keberanan kecuali dalam dirinya sudah Paripurna Jiwanya (bening jiwa dan luhur budi dlsb)

    Sederek semua dipenjuru Nusantara mari munculkan kesadaran diri Membiasakan Kebenaran juga Re Evolusi diri memahami hakiki kehidupan yang bermuara HIDUP BAHAGIA yang sebenarnya

    Semoga Dimas Diajeng Bapak Ibu dan saya dapat melihat merasakan kelak jika MISTERI KATULISTIWA terkuak BERSYUKURLAH …………………

    Demikian mohon maaf segala kekurangan saya, ungkapan terima kasih kepada para leluhur yang telah men Darma Baktinya turut merubah perabadan dengan SIFAT MULIA semoga Tuhan Yang Maha Agung Gusti Ingkang Dumadi Menyempurnakan Rahayu , Menyempurnakan Gesangnya dialam kelanggengan amin ……………..

    Salam katresnan nan tulus semua sedulur kinasih

    Kis Wigiyanto

    • Untuk menunggu terkuaknya MISTERI KHATULISTIWA, digunakan ILMU SABAR, ilmu yang bisa dipakai untuk segala sesuatu, Kita dipanjangkan umur sampai belum datang kiamat, hidup dijalani dengan sabar, atau kita sudah siap menghadapi kiamat, sabar menunggu Warisan Surga, sekalipun besok akan kiamat, #sabar
      Salam kenal

  21. @ wordwidewrite,
    saudaraku, ngapunten ini blog ajaran Djawi.
    Jawa menjunjung tatakrama.
    saudara kalau mau ceramah ilmi arab bukan di blog ini.
    eyang2 Jawa masa lalu sudah baik hati menerima pemberita ilmi arab ke Jawa.
    diberi tanah tinggal dsbnya.
    sekarang ajaran Jawa di syirik musyrikkan.

    anda juga jelas paham disini blog diskusi ajaran Jawa.
    blog ini bukan lahan ilmi arab , kau bersiasah pura pura tidak tahu dan blog ini kau ” tunggangi cramah ilmi arab “.
    masih kurangkah kebaikan ilmi Jawa pada ajaran dan padamu padamu?
    apakah dituntunan anda tidak diajari adab.
    mohon maaf sebelumnya.
    ceramahlah di blog ilmi arab atau tempat2 ibadahmu.

    • Mas cumping saya mau tanya, sebenarnya kejawen itu kebudayaan atau agama? Ajarannya dari kitab mana? Apabila memang berbeda dengan Agama Islam, kenapa Serat Centini berdasarkan juga Ilmunya Syeh Siti Jenar, yang pada masanya masih bergabung dengan walisongo, yang menjadi raja-raja ditanah jawa? Apa karena tidak diberi kekuasaan? Atau gimana?

      • kang cumping,

        sabar, allam semesta ini tidak pernah sare.
        dan
        PASTI AKAN MENEGAKKAN KEADILANNYA.

        salah seleh, bener JEJER.

        agama sebetulnya bagian kecil dari budaya
        tapi para penganut tidak mau myadarinya
        agam dengan kepercayaan.
        agama ada tauhid, iman
        percaya, percaya
        vocab intinya sama.

        tuntunan hidup Jawa , ada
        :
        berkitab suci BUMI LANGIT SEISINYA
        yang bila ditulis kertas sedunia ndak cukup menulisnya.
        BAGUSING HATI jadi Panutannya
        ibadahnya manusia yang welas asih marang sakabehe….
        ibadahnya sampai ke allam semesta.
        pohon di hormati.
        sedekah bumi, larung samodera, larung lepen
        tidak hanya manusia saja.

        itulah ke Agungannya
        yang ilmi arab belum mampu disana
        asalah usul : ” syirik tanda tak mampu ”
        cause :
        ” manusia yang suka mensyirikkan kegiatan manusia lain , menunjukkan memang ilminya belum mampu sampai ke sana “.

        ilmi hormat pada hasil bumi ndak ada, wong bumi ne gersang kerontang.
        bawaan ilmi arab ingin menang sendiri suka perang, memang asal ajarannya dari bumi gersang puanasss..

        TANAH HARAM .. ya haram : kok di artikan SUCI.
        HARAM , LARANGAN MAKSUDNYA :
        tanah yang gersang ini haram.
        jangan kau manusia di bumi merusak allam.
        tanah gersang harus di hindari, haram.

        itulah kenapa ilmi Jawa sebaliknya dgn ilmi arab.
        arah hurufnya aja tabrakan.
        ini sign.
        arab dulu numpang hidup
        Jawa sudah memberi kesempatan.
        sekarang arab:
        ” berlaku ” diberi hati merampas tembolok “.

        rebat cekap, sadarilah.

        ngapunten tutunan hidup yang cuman satu dua kitab.
        punyalah adab ukur diri.

      • Inilah yang membuat sinis terhadap agama Islam yang diidentikan suka perang, ini semua tipu daya kafir, yang seolah olah kiblat Masjidil Aqsa (Palestina) harus dipetahankan padahal sudah jelas ada pemindahan kiblat yg jauh sebelumnya sudah dibangun nabi Ibrahim. Yaitu Ka’bah.

        Perang timur tengah ulah siapa? Itulah umat Yahudi yang serakah, mereka dan sekutunya ingin menguasai minyak. Semua kendali ekonomi ingin dikuasai yahudi dan amerika dibelakangnya, tidakkah paham? Inilah adu domba dan konspirasi dunia.

        Pedoman yang ada dalam Al Qur’an jika suatu umat/negri diserang musuh, apabila umatnya bertaqwa dan tawakal, Alloh memberi bantuan pasukan 1000, 3000, sampai 5000 malaikat yang tidak terlihat.
        Inilah yang tak banyak dipahami umat Islam. bisa bentuk angin tornado badai dilaut dan lain2.

        Khilafah atau Khalifah ini yang paling ditakuti oleh negri yang memusuhi Islam. Sekarang sudah lebih 90 tahun tanpa Khilafah, banyak Alasan Alloh mencabut kekuasaan manusia, bisa sebagai penguji, atau memang manusia sudah tidak mau beriman dan lebih mementingan kehidupan duniawi. Khilafah pucuk pimpinan Islam, kalau ada Dialah sang penentu komando untuk berperang, mengertikah kalian?
        Teroris difitnahkan kepada Islam, yang kenyataanya Dibangun oleh jaringan ISIS, yang ajaran dan lain2nya tidak berpedoman pada Islam sebenarnya. Mereka mencatut nama atribut Islam.

        Islam agama damai tidak akan tiba2 menyerang negri lain. Coba terangkan perang mana sebenarnya yang kalian maksud? Tak ada perang yang lebih dikomando Amerika yang mempunyai hak veto di PBB, mereka berdalih keamanan dunia, tapi apa maksudnya mencampuri urusan negara2 timur tengah selain untuk memperluas kekuasaan minyak bumi dan perdagangan senjata?

        Ahli kitab sebagian ada yang berdusta dan mengada-ngada, dan sebagian ahli kitab ada yang berpedoman kepada Al-Qur’an, tetap beribadah, dan melaksanakan kebajikan.

        Apa penjelasan saya ada suatu unsur paksaan? Atau pemahaman yang diluar batas? Jika aku bertanya terhadap atribut Islam disini, bertanya kitab Al-Qur’an masih dipakai pedoman, malah jadi berbantah-bantahan. Silahkan saja punya suatu pedoman kitab apapun, aku hanya sekedar menyampaikan saja.

        Sekali lagi jika aku bertanya pada orang2 disini yang punya KTP Islam, dan bertanya Kitabnya, mengertikah maksudnya?

      • Sumpah kalian orang kejawen, memang penghianat.
        Sumpah Palapa dan Sumpah Pemuda buktinya.

        Petinggi petinggi negara orang jawa memang penghianat bangsa, nyatanya tak bisa melepaskan diri dari penguasa asing, malah menjadi jongosnya !

        Keluarlah kalian dari tanah Sunda ! Jakarta bukan punya Ahok dan Jokowi !

  22. Sederek Kinasih CUMPING

    Biarkan saja sedereku sabar ya yang penting terhadap sesama jangan saling merendahkan ,kalau merendahkan sama saja aniaya diri sendiri ,lehuhur mewariskan pesan pesan melalui budaya yang baik dinalar dan diamalkan itu lebih terpuji, manusia tidak diberi sabar tapi manusia hanya bisa menyabarkan diri dan olah rasa akan merasakan kedamaian ,apalagi jika dalam dirinya sudah pada tingkat Sembah Rasa indah hidup ini terpancar maka sifat mulia itu akan menentramkan kepada sesama,

    salam katresnan

    • Pa Kis Wigiyanto ini dari Jogjakarta kan? Masih ingat saya? Maaf saya ikut nimbrung, Kita bukan cuma menghadapi masalah budaya agama dan negara, bahkan masa lalu atau pun masa depan kehidupan ini, Hidup sesama manusia dan berusaha mendekatkan diri pada yang Kuasa, dengan cara yang dianggap benar sesuai keyakinan diri sendiri, tidak berdasar keyakinan orang lain
      SALAM GEMAH RIPAH REPEH LOH JINAWI !

    • Gimana kabarnya Ngayogyakarta Hadiningrat ? Sudah redakah tiupan angin? Alloh melindungi orang-orang yang beriman.

  23. Dimas Kiswarama ingkang kinasih

    Pangapunten saya bukan dari Jogjakarta saya lahir di Grobogan skr tinggal yang disebut Nagari Caruban nama lain Cirebon, sepertinya Jogjakarta bagian dari SUN- DA (Susunan Darah) dengan diri saya termasuk dengan Dimas barangkali………

    Kata pinisepuh Tentang ajaran Kejawen ia lahir terlebih dahulu berikutnya lahir Agama tersurat yang disebut Agama Samawi .

    bisa juga Kejawen disebut Budaya dan Agama yang tersirat tidak berkitab konon ia lahir dari Naluri kaweruh pada diri Orang Jawa sama seperti orang sunda, faktor alam juga ada andil hidup di tanah vulkanik / gunung api tanah yang subur tentu mempengaruhi perilaku kehidupannnya , kebetulan berada di suku Jawa dinamakan Kejawen ,demikian juga ajaran lain di tempat lain tentu nama itu berbeda, sebuah perenungan lebih dahulu mana Budaya dan Kejawen dan Agama Samawi
    tidak mudah menjawabnya butuh penelitian Akal ,Nalar dan Rasa, universal sekali bahwa semua ini tentu ada yang Berkehendak yaitu Gusti Allah

    saya sering ditanya para Pinisepuh : a) Manusia punya rencana Tuhan yang menentukan ,b) Tuhan yang punya rencana Manusia menjalani dan mentaati, maka saya jawab pilih b)

    kata pinisepuh bahwa Kejawen dan Agama Samawi lahir dari nilai kehidupan untuk Saling Melengkapi , tidak untuk dipertentangkan tapi untuk saling menghormati , demikian juga Kebudayaan setiap kelompok Negeri berbeda- beda Kebudayaannya , makanya sering benturan jika kebudayaan tempat lain dipaksakan masuk dengan kebudayaan masyarakat setempat, bagi saya lebih mulia untuk saling menghormati , Kejawen dengan budayanya dan Agama samawi dengan budayanya sesungguhnya itulah tongkat kehidupan , kalau saat ini Negeri Zamrut katuliswa di blog Dimas SABDALANGIT salah satu artikel ” Potret Negeri yang menyedihkan ” jawabannya adalah 1) JIKA DIGELAPKAN SEJARAH DAN BUDAYANYA maka mudah sekali diperdaya dan tersesat , 2) JIKA DIGELAPKAN AGAMA maka Azab yang didapat . yang inilah siklus yang sedang kita hadapi tapi siklus tetap berputar tidak dapat di bendung

    contoh budaya jawa, sunda , bali dan seluruh penjuru Nusantara
    masing masing suku memiliki bahasa daerah dengan tingkatannya , jika bahasa jawa ada kromo inggil diucapkan kepada semasa maka bahasa tubuh secara naluri ikut santun sudah pasti dihadapanya mereka juga merasa Nyaman , didalam bahasa tubuh juga bisa dibaca bahasa mata biasanya sorot mata saja turut merasakan nyaman

    jadi Budaya dan Agama tidak perlu diperbandingkan , kalau diperbandingkan ujug ujungnya saling Menghujat Membenci dlsb , baru membenci kepada sesama manusia saja SUDAH PASTI MERACUNI JIWA SENDIRI , kalau meracuni jiwa maka membawa hukum untuk dirinya baik hukum yang terlihat maupun hukum yang tidak tertlihat.apalagi membenci dan merusak Mahkluk ciptaan yang lain dari Gusti Allah yang Berkehendak bisa dibayangkan seperti apa ya ………………………

    contoh lain sumber penyakit ragawi saja disebabkan , Pola Makan , Pikiran dan Karma / Amaliyah , paling berat kalau penyakit disebabkan dari hukum sebab akibat dari PIKIRAN dan AMALIYAH

    Demikian kurang lebihnya mohon maaf kepada Dimas Kiswarama , Dimas Sabdalangit dan semua sedulur di komen ini
    tidak bermasud menggurui sekadar berbagi , semoga kita semua dengan slalu belajar dan belajar terus berharap menjadi Insan dengan jiwa paripurna

    Wilujeng Rahayu , Rahayuning Gesang , nuwun

  24. hampir seluruh peradaban di unia ini berasal dari nusantara , kelak akan ada pemahaman yg mempertemukan itu semua …biarkan semua mengalir bagai air yg jernih lagi menyejukan

  25. semoga kesadaran
    SUMPAH PEMUDA tegak kembali di bumi Indonesia Raya ini.

    • Sejarah Bangsa ini banyak yang dikelabui, dari kedatangan Gujarat, Portugis, VOC, Belanda, dan Jepang,

      Sejarah tak bisa diceritakan dengan singkat, jika ditinjau dari Sumpah Pemuda yang diawali kaum terpelajar, diantaranya Tokoh Muhammadiyah. Misalnya KH Ahmad Dahlan, memberi nuansa baru pada pemerintahan yang ada, Tokoh lain yaitu Kihajar Dewantara, dan pemuda2 dimasanya mempunyai peranan menjelang kemerdekaan.

      Pemerintahan Nusantara Ini Adalah Kerajaan, namun ada pergeseran besar sampai agresi militer Belanda, saat Itu beberapa Adipati (bupati) di Pulau Jawa dikuasakan oleh Belanda langsung, sampai Munculnya peristiwa pemberontakan PKI dan NII, negara menyusun penguasanya, dan sejarah Mencatat, Bupati dijabat oleh Militer, sampai era masa Rezim Suharto, dan sememjak reformasi hingga sekarang baru diberi kebebasan lagi untuk memilih langsung terhadap Kepala daerahnya.

      Harus bagaimana lagi bangsa ini agar tidak dikuasai bangsa asing? Sementara peminpinnya terlalu mudah untuk konspirasi dalam korupsi, kekuasaan dipermainkan kepentingan bangsa Asing, dan pribumi mengerang kesakitan.

  26. Budaya adalah cermin suatu bangsa … Jawa uda byk yg berubah … Byk yg melupakan budayanya sendiri … Byk yg pintar hanya sedikit yg cerdas …

  27. didalam hati saya menangis,geram jug a tertawa geli.kenapa orang jawa begitu mudah hanyut Dan terbuai Oleh ajaran baru yg telah mengharu biru sejarah nenek moyang.pepatah mengatakan ” bayi DLM pangkuan di tinggalkan,beruk dihutan disusui” kiranya itulah istilah yg pantas bagi mereka yg meninggalkan budaya jaws.

  28. Kenali dirimu sendiri maka engkau akan mengenal tuhanmu…sak bejo bejane wong lali luweh bejo wong kang eling lan waspodo…rahayu

  29. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Kalau kita membaca sejarah maka yang jika yang dimaksud Kejawen adalah budaya orang Jawa maka sesungguhnya Kejawen itu selalu berubah dan dinamis. Jika dipersempit dalam hal ketuhanan maka kejawen berubah dari animisme-dinamisme, hindu-budha, dan islam. Dalam prosesnya para raja-raja ada yang mempunyai strategi untuk menggabungkan inti dari ajaran-ajaran agama tersebut sehingga dapat lebih mudah memperbesar pengaruhnya ke masyarakat, bagaimana hindu dan budha menjadi agama campuran siwa buhda, kemudian islam, hindu dan budha melebur dalam Islam yang nJawani hasil pemikiran Sultan Agung di mataram. Namun demikian adapula raja atau sultan yang tetap teguh memegang ajaran satu agama. Sejarah mencatat bahwa untuk melanggengkan islam kejawen versi sultan Agung di mataram, maka putranya Amangkurat menghukum gantung semua kyai dan santri (7000 an) yang teguh memegang Islam Tauhid peninggalan para Wali. (Dari Perbendaharaan Lama : Hamka, 1982) dan hanya menyisakan islam yang sudah disatukan dengan hindu budha (kejawen). Jadi jika sekarang ada sebagian generasi ada yang menjalankan Islam Tauhid, ada yang menjalankan Islam Kejawen maka seyogyanya kita saling menghormati. Bagi islam Tauhid, maka ritual-ritual sesaji, larung, sungkeman, dll adalah perbuatan Musrik, karena memang demikianlah ajaran kitab sucinya. Dan tidaklah mungkin bagi kita di jaman sekarang ini untuk memaksa generasi ini untuk kembali pada masa-masa Mataram. Seyogyanya kita menjalankan keyakinan masing-masing, dan tidak merasa sakit hati jika keyakinan orang lain itu menyinggung keyakinan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.078 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: