Category Archives: Gelar Budaya Nusantara

Gelar Budaya Nusantara

PERHELATAN AGUNG GELAR BUDAYA NUSANTARA
 “MENGGALI BUDAYA AGRARIS & MARITIM
SEBAGAI IDENTIFIKASI JATI DIRI BANGSA INDONESIA”
Demi kembalinya kejayaan Nusantara !
Bersama : Kadangkadeyan Sabdalangit (KKS)
http://kadangkadeyan.sabdalangit.net/

 A. Prolog

flyer2Bangsa  besar ini telah kehilangan jatidiri. Bagaikan layang-layang putus talinya. Dulu, bangsa Indonesia setara dengan China, Korea, Jepang. Lebih unggul dibanding dengan Thailand, Vietnam, Philipina, India. Tetapi sekarang, bangsa kita tampak kerdil jika disandingkan Negara-negara tersebut.  Negara-negara itu mampu membuat perkembangan dan kemajuan pesat dalam berbagai bidang. Negara-negara itu bahkan mencapai tahap-tahap kemajuan yang signifikan di lingkup internasional, bahkan menjadi Negara adidaya baru yang menciutkan nyali Negara-negara di belahan benua Eropa dan Amerika. Negara-negara Asia itu memiliki integritas sangat kuat. Kekuatan integritas itu ada pada jatidiri bangsanya sendiri. Bukan kekuatan politik kapitalisme dan kolonialisme, tetapi Jatidiri bangsa adalah pondasi utama untuk kemajuan Negara-negara macan Asia. Sebaliknya, NKRI terus mengalami keterpurukan dalam segala bidang. Ironisnya lagi, potensi anak-anak bangsa ini sungguh hebat di kancah internasional. Namun tak berdaya di negeri sendiri. Semua itu akibat dari salah kelola para penguasa dan pemimpin bangsa.

Akan menjadi apa bangsa besar ini kelak di kemudian hari ? Kini sudah saatnya untuk bangkit, kita bicara lagi soal jatidiri bangsa. Itu bukan kata-kata latah. Tapi benar-benar nyata dan fakta yang mudah dilihat di dunia maya (internet). Sebab jatidiri bangsa yang kokoh pernah terbukti mampu membawa Nusantara pada kejayaannya di masa lalu.  Nusantara ini pernah mengalami era kejayaan di masa kerajaan Kutai Lama, Sriwijaya, Pajajaran dan Majapahit. Mari kita gali lagi jatidiri bangsa. Seiring dengan adanya kecenderungan luar biasa anak-anak muda dan generasi bangsa untuk tertarik lagi menggali jatidiri bangsanya. Gayung harus bersambut. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Bagi siapapun yang peduli terhadap nasib bangsa. Dan bagi para Negarawan Sejati yang akan memimpin NKRI di waktu yang akan datang, kini saatnya bertindak, bukan sekedar menebar kata-kata jargon politik.

B. ACTION

  1. Nama Kegiatan  

GELAR BUDAYA NUSANTARA

  1. Tema Kegiatan  

“MENGGALI BUDAYA NEGARA AGRARIS & MARITIM SEBAGAI IDENTIFIKASI JATI DIRI BANGSA INDONESIA”

  1. Waktu Pelaksanaan       : Minggu Pon, 04 Mei 2014
  2. Lokasi Kegiatan               :Lapangan Sepak Bola Kel Banaran, Desa Banaran,

Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Jarak   Sekitar 40 km dari Bandara Int’l Adisucipto. Atau 30 km dari Kota Jogja.

Skedul Acara Gelar Budaya :

  1. Jathilan (dari Kasongan, Bantul)                            Jam : 09.00-09.45 WIB
  2. Jathilan Celeng (kolosal)                                          Jam : 09.45-10.30 WIB
  3. Angguk (dari Samigaluh, Kulonprogo)                   Jam : 10.30-11.00 WIB
  4. Reog Mahabarata (dari Kota Bantul)                     Jam : 11.15-12.00 WIB
  5. Tarian Sakral Beksa Lawung (ISI Yogya)             Jam : 12.15-12.30 WIB
  6. Sarasehanbersama Ketua APKASI (Ketua Bupati seluruh Indonesia), dan Bupati Kulonprogo dr. Hasto Wardoyo, SP.OG (k), Akademisi Fisipol UGM Arie Sujito S.Sos M.Si bertempat panggung Lapangan Sepak Bola kel Banaran, Kec Galur, Kab Kulonprogo.                                                                       Jam : 13.00-16.00 WIB

Tema :

 “MENGGALI BUDAYA AGRARIS & MARITIM
SEBAGAI IDENTIFIKASI JATI DIRI BANGSA INDONESIA”
Demi kembalinya kejayaan Nusantara !

  1. Tari Saman AcehJam : 14.00-14.30 WIB
  2. Atraksi Bela Diri, diperankan oleh Sedulur-sedulur KKS
  3. Puncak Acara Gelar Budaya Wayang Kulit semalam suntuk

Dalang : Ki Seno Nugraha, Lakon : “SATRIA PININGIT”.

Jam 20.00-04.00 WIB

Lakon SATRIA PININGIT merupakan lakon wayang yang sangat jarang digelar, bahkan rasanya hampir tidak pernah digelar, lakon merupakan wirayat gaib yang diperoleh setelah melakukan upaya manages.