Category Archives: IHTISAR SO-1 (Going To SO-2)

IHTISAR SO-1 (Menuju Spiritual Odyssey Trip-2)

Pukul 17.00 wib hampir seluruh sedulur-sedulur peserta SO-1 telah berkumpul di pelataran bangsal Kakung dan Putri halaman Pasarean agung Kotagede. Para Abdidalem pasarean berjumlah 20 orang mengenakan pakaian adat sudah berada pada posnya masing-masing siap melaksanakan tugas dengan tulus dan senang hati. Walau di sana ada sekitar 80 orang namun suasana benar-benar hening dan hikmat. Acara dimulai. Dibuka oleh Mas Setyo dengan sambutan singkat padat. Dilanjutkan oleh Bapak RMT Slamet Pujodipuro selaku lurah Abdidalem pasarean Agung Kotagede menjelaskan ringkas siapa saja yang dimakamkan di Pasarean Agung Kotagede.

Acara kami lanjutkan dengan ulasan padat mengenai Pasarean Agung sebagai salah satu pusat Supernatural Power di Nusantara. Bahkan sedemikian signifikan hingga siapapun yang akan menjadi Presiden atau Wapres, jika tidak marak sowan ke Pasarean Agung di Kotagede dan Imogiri di Bantul, pertaruhannya 90 % gagal. Begitupun bagi capres-cawapres yang marak sowan belum tentu berhasil. Karena semua tergantung dengan : sudah genap atau belum “laku” hidup yang ia jalani. Jika sudah genap, berarti lolos pada seleksi pertama, dan membuka kemungkinan para Supernatural Power (leluhur) memberikan restu kepadanya untuk menjadi Presiden atau Wapres. Restu dari Supernatural Power itulah sebagai indikasi jika roh jagad semesta ini memberikan dukungan kepada calon pemimpin NKRI. Itu berarti pula bahwa seseorang yang akan menjadi Presiden atau Wapres dapat memberikan berkah bagi bangsa dan negara Kesatuan RI. Sebab dirinya sebagai roh pribadi jagad alit, telah berhasil melakukan penyelarasan diri dengan roh jagad ageng. Tanpa adanya penyelarasan itu, Presiden dan Wapres hanya akan membawa malapetaka bagi NKRI.

Pada awalnya, kegiatan SO tujuannya untuk mewujudkan dalam kehidupan nyata, mengimplementasikan secara bersama-sama atas apa yang pernah saya posting di blog yang berjudul FAQ : Memulai laku prihatin yang pener dan pas. Dengan harapan seluruh peserta mendapatkan manfaat besar di hari esok atas apa yang ditempuhnya selama mengikuti kegiatan SO. Kami hanya sekedar memberikan sarana dan memberikan contoh bagaimana kita idealnya menempuh laku prihatin agar dapat membuka pintu berkah dan anugrah lebih besar lagi. Pada intinya, kami hanya ingin berbagi pengalaman yang sangat berharga bagi kehidupan kami.

Kami garisbawahi bahwa kegiatan SO bukan sekedar tamasya, tour, atau sekedar bersenang-senang saja, sebagaimana umunya kegiatan piknik. Dari kegiatan ini SO kami harapkan menjadi ruang untuk saling menjalin tali paseduluran di antara seluruh peserta. Bertolakbelakang dari sikap permusuhan, maka atas dasar tali paseduluran yang tulus, kesuksesan hidup akan menjadi lebih mudah diraih. Selain itu kegiatan SO lebih merupakan sebuah rangkaian perjalanan spiritual, perjalanan untuk lebih mengenal alam semesta, memahami lingkungan alam yang ada di bumi pertiwi, dan sama-sama belajar mempraktekan sikap welas asih, dan santun kepada lingkungan alam beserta seluruh isinya. Sebagai sebuah perjalanan spiritual yang sakral, tentu saja kami tidak bisa asal menentukan timingnya. Karena berhubungan pula dengan dawuh dari Supernatural Power dan Supernatural Power. SO tidak hanya bertujuan mengenal tempat-tempat powerfull di belahan bumi Nusantara ini. Lebih dari itu kami mengajak bersama-sama untuk menapaki sebuah perjalanan sakral dalam upaya menggenapi “laku” hidup sebagai syarat agar kita mendapatkan berkah berupa kesuksesan dan kemuliaan hidup di waktu yad. Untuk itu seluruh peserta diarahkan untuk menempuh tata cara yang tepat dan tidak keluar dari paugeran dalam manembah di setiap lokasi yang kami kunjungi. Sementara itu, belajar bersama dalam beberapa ragam olah semedi, meditasi daya cipta, meditasi cakra, meditasi keseimbangan, nafas kerana jati, atau olah nafas pembangkit inner power dan self healing hanyalah sebagai bonusnya saja. Dan yang paling penting bukan sekedar berteori, tetapi kami gunakan waktu yang sangat singkat untuk praktek secara langsung. Pujisukur, seluruh peserta mampu mempraktekan selama kegiatan berlangsung hingga di akhir acara seluruh peserta menyadari ternyata dengan metode dan teknik yang tepat pelajaran yang sulitpun terasa mudah didapatkan dalam waktu relatif singkat. Walau dengan kadar kualitas yang berbeda-beda. Namun ada yang lebih penting dari seluruh rangkaian belajar berbagai olah nafas dan olah batin tersebut, yakni ketulusan yang kami semua tanamkan di hati kami selaku panitiadan di hati sedulur-sedulur peserta SO. Tanpa adanya ketulusan pada masing-masing pihak, niscaya keberhasilan akan sulit dicapai.

IHTISAR PERISTIWA

UJIAN AWAL

Sebagai sebuah rangkaian perjalanan spiritual yang sakral, tentu saja terdapat berbagai pengalaman unik dan menarik yang dialami oleh masing-masing peserta maupun panitia. Tugas kami semua adalah mencermati setiap kejadian yang kita alami selama acara berlangsung. Karena di dalam kejadian demi kejadian di antaranya merupakan pertanda atau sinyal atas apa yang selama ini terjadi, dan mungkin apa yang akan terjadi di waktu yad. Kami yakin, di antara para sedulur peserta SO, banyak yang mengalami “tes keteguhan hati” semenjak awal keberangkatannya. Yang jika diceritakan di sini mungkin akan menyita banyak halaman. Semua bentuk “tes keteguhan hati” adalah tes pertama, yang menentukan apakah peserta akan jadi berangkat atau tidak. Jika lolos, akan ada tes berikutnya yakni saat pelaksaan kegiatan. Tes bukan berasal dari panitia… bukan !! Tetapi tes itu dilakukan oleh hukum tata keseimbangan jagad semesta, dalam otoritas roh semeta makrokosmos atau Tuhan Yang Mahakuasa, Gusti Sang Jagadnata. Sepadan dalam cerita wayang, setiap manusia yang akan menjalani “laku prihatin” akan mendapatkan tantangan berupa pengujian dari Bethara Antaga. Esensinya sama dengan tes yang berasal dari roh makrokosmos tersebut.

Read the rest of this entry