Category Archives: Lakon Lanjutan : Pambukaning Gapura

Lakon Lanjutan : Pambukaning Gapura

Lakon Lanjutan : Pambukaning Gapura

Satria Piningit

Sebelum kami memaparkan sedikit sinopsis tentang pagelaran kulit dengan lakon Pambukaning Gapura pada 18 Mei nanti, tulisan ini kami awali dengan review pagelaran wayang kulit dengan lakon Satria Piningit, yang telah berlangsung pada 4 Mei lalu.

Lakon                 :              PAMBUKANING GAPURA
Dhalang             :              Ki Seno Nugroho
Waktu                :              Minggu Pahing 18 Mei Jam 21.00 WIB sampai selesai
Tempat             :              Halaman Parkir Pasarean Agung Kotagede Mataram
               

Review lakon Satrio Piningi

Hukum Keadilan Alam

Di dunia pewayangan, raja bukan dipilih langsung oleh rakyat.Seorang calon raja akan menjadi raja pada waktunya jika sudah ada tanda-tanda “wahyu” yang  turun kepada calon raja tersebut. Di kalangan masyarakat Jawa kebanyakan, turunnya wahyu ditandai dengan meluncurnya “ndaru” (meteor) di langit pada waktu yang diharapkan. Sesaat kemudian biasanya calon raja yang telah menerima wahyu berupa “ndaru” akan menduduki tahta kerajaan, sampai pada suatu saat ada calon raja baru yang juga menerima wahyu untuk menduduki tahta kerajaan.

WAHYU KEPRABON (WK),  dipercaya sebagai restu dari Tuhan atau anugrah alam semesta untuk menjadi raja. WK tidak dapat dibeli dengan money politic dan tidak dapat dirampas dengan kekuatan dan kekuasaan. Karena WK adalah bentuk legitimasi kekuatan hukum alam semesta, di mana WK akan jatuh kepada seseorang yang memenuhi syarat laku. Ia adalah figure yang selaras dan harmonis dengan hukum alam. Jika alam semesta dalam hal ini Sang Jagadnata, atau Roh Jagad Agung  (Spirit Of The Universe),  menilai tidak ada figure seseorang yang memenuhi syarat, maka WK tidak akan muncul. Pemimpin yang ada adalah pemimpin (Presiden) palsu yang tidak memiliki legitimasi dari kekuatan hukum alam. Sebagai akibatnya, selama pemimpin tersebut berkuasa akan terjadi banyak bencana, dan malapetaka. Keadaan Negara akan jauh dari kemakmuran dan ketentraman.

Cerita tentang WK terbawa ke zaman kemerdekaan hingga sekarang. Pada zaman Orde Baru, mantan presiden Soeharto dalam wawancara dengan radio Belanda, secara jujur mengakui bahwa yang mendapat wahyu adalah ibu Tien Soeharto. Begitu Ibu Tien mendahului meninggal, ia sadar sepenuhnya bahwa tak lama lagi ia akan turun. Dan benar juga, tak lama kemudian presiden Soeharto turun dari tahta kepresidenan.

Wayang tidak saja hadir dalam dunia atau realitas politik. Akan tetapi, wayang juga  hadir dalam karya sastra untuk mengungkapkan masalah politik. Wayang menampilkan problematika kekuasaan yang kental, yang relevan dengan kondisi perpolitikan di Indonesia.  Dalam dunia pewayangan, kepala negara adalah raja, yang mengepalai sebuah Kerajaan.

WK, sangat melekat dengan konstelasi politik Nasional. Eksistensi WK sekaligus menunjukkan adanya peran Supernatural Power dalam perjalanan kehidupan bangsa Indonesia. Nusantara adalah Negeri yang istimewa dengan segenap nilai plus-minus  yang saat ini terjadi. Segala permasalahan yang terjadi di Indonesia terutama disebabkan oleh sistem pengelolaan Negara yang tidak pas dan pener dengan karakter jatidiri Nusantara. Read the rest of this entry