Category Archives: BAHASA ALAM (SASTRA JENDRA)

Ngelmu Titen

NGELMU TITEN

Ngelmu artinya ilmu, titen artinya cermat dalam menandai dan membaca makna di balik suatu peristiwa alam. Ngelmu Titen adalah keahlian dalam melihat hubungan antara suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya dengan berbasis tradisi.
Ngelmu Titen merupakan kearifan lokal yang dapat dipelajari secara tradisional dan turun temurun dari nenek moyang bangsa kita. Tidak sedikit suku bangsa yang ada di Nusantara mempunyai kemampuan menonjol dalam hal penguasaan ngelmu titen. Sebut saja tradisi Ngelmu Titen yang dimiliki masyarakat Jawa dan Aceh terutama yang masih memegang teguh kearifan lokal. Maka tak heran jika tsunami Aceh 2004 sudah termaktub di dalam sastra kuno masyarakat Meulaboh, yang berusia lebih dari satu abad. Mungkin sebagian besar orang telah melupakan peringatan leluhurnya dari zaman dulu. Hingga tsunami benar-benar terjadi. Orang kemudian baru mengingat lagi pesan wingit itu.

Read the rest of this entry

Rahasia Alam ?

Hukum dan Rumus-Rumus Alam Semesta

Kita semua tentu cukup familiar dengan istilah “hukum alam”. Begitu pula  istilah rumus-rumus, dan semua rumus yang digunakan di semua disiplin ilmu pengetahuan merupakan bagian dari rumus-rumus alam. Jika hukum alam diumpamakan sebagai “pasal” maka rumus-rumus alam dapat diidentikkan dengan “ayat-ayat”. Sebagian yang lain menyebut hukum alam atau rumus itu sebagai bahasa alam. Seperti apa rumus-rumus alam dimaksud ? Sebagai contoh dapat dilihat dalam rumus-rumus yang dimiliki oleh berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Bahkan jagad raya ini sesungguhnya  “kitab undang-undang” atau “buku” yang berisi milyaran bahkan trilyunan rumus-rumus alam. Hukum alam mencakup seluruh rumus-rumus alam, yakni semua peristiwa yang terjadi di ruang kosmos dalam hubungan saling berkaitan, yang lazimnya disebut hubungaan sebab-akibat, atau hukum timbal-balik. Prosesnya disebut sebagai dinamika perubahan alam. Dan satu-satunya yang tidak berubah di jagad raya ini adalah dinamika atau perubahan itu sendiri. Read the rest of this entry

Pêpéling Ing Jaman Dahuru

PȆPÉLING ING JAMAN DAHURU

Sekedar pengingat di zaman huru-hara gejolak alam

Selaraskan & Harmoniskan diri Mikro-Makrokosmos
Eling dan Waspadha
Merubah Musibah & Bencana Menjadi Berkah & Anugrah

Jaman dahuru akèh hêra-hêru, bantala lir ginaru-garu, wong-wong padha mlayu, kadya gabah dèn intêri. Langit pêtêng ndhêdhêt lêlimêngan. Banjir bandhang, udan barat kilat thatit makêmpra lir cêmêthi-ning jagad, banyusêgara munggah daratan, daratan karoban toya darat, lindu sêdina kaping pitu, lêmah longsor lêmah padha mlaku. Gunung-gunung samya njêbluk, sawusé Sinabung lan Marapi ing tlatah kulon, Kelud ing wetan, banjur Mêrapi ing tlatah têngah, sanalika kairing panjêbluking 127 ardi gêni ing saindênging Nuswantara. Dénya samya diéling kalawan waspadha karêbèn lolos lulus sak sêla-sêlané waja garu. Sing jêjêg anggoné padha mlaku murih atêmahan wilujêng rahayu kang tinêmu, bandha lan bêgja kang têka. Jaya-jaya wijayanti. Kalis ing rubéda nir ing sambékala. Muriha bisa hanggayuh urip kang MONCÈR ing warsa moncèr iki.

Jika dikatakan prahara dan bencana tidaklah tepat. Jika dikatakan anugrah, belum tentu. Semua tergantung kepada diri kita masing-masing. Apakah mampu merubah musibah menjadi berkah ? Bagaimana cara kita merubah musibah dan bencana menjadi berkah dan anugrah ? Silahkan simak coretan berikut ini.

Read the rest of this entry

Kupu Kuning Pembawa Berita

PANCAROBA

???????????????????????????????Hamparan Indonesia atau Nusantara yang terdiri sebagian besar lautan dan sebagian lagi daratan dengan corak iklim tropis. Terdiri dua musim yakni kemarau dan musim penghujan. Masa peralihan musim di antara dua musim itu dikenal dengan pancaroba. Pada saat masa pancaroba terjadi, dapat dirasakan adanya perubahan cuaca alam secara ektrim yang terjadi setiap hari. Pada masa peralihan dari musim kemarau memasuki musim penghujan perubahan cuaca dirasakan lebih ekstrim. Terasa hawa sangat panas menyengat terasa membakar kulit dan udara terasa begitu kering. Debu-debu beterbangan sesekali disapu oleh hembusan angin. Pada masa peralihan dari musim penghujan menuju musim kemarau, perubahan cuaca juga dapat dirasakan. Namun tidak se-ekstrim peralihan musim penghujan menuju kemarau. Di situlah letak perbedaan yang dapat dirasakan.

Read the rest of this entry

Gunung & Kekuatan Supra

DSC06548

Sing sapa wae menawa tansah memetri paugeran, bakal terwaca, permana lan waskitha, temah suket godhong dadi rewang, ati sumeleh, seger bregas kuwarasan, ati bungah sumringah, cukup bondo dunya, sugih ngelmu lan wicaksana, wilujeng karahayon, ayem tentrem kerta raharja, idu geni yen paring dunga pengestu mesthi manjur lan temomo.

Kaitan Antara Karakter Alam dan Karakter Masyarakat

Nusantara tempat kita hidup ini merupakan teritorial yang memiliki keistimewaan luar biasa. Kekayaan alamnya, yang terkandung dalam bumi mulai dari kesuburan tanah, keragaman flora dan fauna, kontur tanah, struktur geologi, kualitas geodesi, dan kekayaan maritimnya. Terlebih lagi bila kita sejenak menoleh ke belakang, memahami dan melihat secara obyektif kondisi bumi pertiwi pada masa lalu. Bukan sekedar konon, namun jejak-jekan kehebatan bumi pertiwi yang masih tersisa bisa kita lihat hingga sekarang ini.

Nusantara secara geologis merupakan “ring of fire” terdiri dari barisan bukit berderet dari wilayah Sabang sampai Merauke. Di antara barisan bukit-bukit itu terdapat ratusan gunung berapi aktif dan non-aktif. Gunung purba maupun yang baru lahir menunjukkan regenerasi dan dinamika alam yang luar biasa. Banyak pula deretan gunung api purba yang sampai sekarang masih aktif misalnya gunung Merapi di sebelah utara wilayah Jogjakarta. Ratusan gunung berapi itu masing-masing mempunya karakteristik dan pola letusan yang berbeda-beda, serta masing-masing memiliki kontur perbukitan yang berbeda-beda pula. Kondisi fisik alamiah itu menimbulkan cirikhas karakter penduduk Nusantara. Sedangkan perbedaan masing-masing wilayah Nusantara melahirkan beragam karakter sosial budaya berupa sub-kultur pada masyarakat yang ada di sekitar gunung maupun yang ada di wilayah daratan rendah.

Read the rest of this entry