Category Archives: JAVANESE TRADITION

Daya Kekuatan Sedulur Papat

Daya kekuatan yang berasal dari “sedulur papat” mempunyai semacam spesifikasi sumber daya untuk mendapatkan rejeki, sandang dan pangan. Karena sesungguhnya yang mempunyai kebutuhan sandang pangan itu “sedulur papat“ yang merupakan metafisik (sesuatu yang ada di balik fisik) dari unsur raga. Unsur air, api, tanah, dan udara yang terdapat di dalam tubuh kita itu masing-masing mempunyai energi yang HIDUP dan ke-ADA-anya bersifat metafisik. Kebutuhan sandang pangan bukanlah kebutuhan jiwa seseorang. Kebutuhan manusia akan sandang dan pangan itu merupakan rahsaning karep atau keinginan ragawi yang tidak lain adalah kebutuhan halus dari “sedulur papat”. Rahsaning karep bersemayam di dalam lima panca-indera pada tubuh kita. Untuk mengidentifikasi dan membedakan dengan kebutuhan ragawi, kebutuhan jiwa manusia bukanlah kebutuhan sandang dan pangan, tetapi kebutuhan yang lebih tinggi dan halus dari itu semua misalnya ; kebutuhan akan rahsa ketentraman dan kedamaian hati (batin) dan termasuk kebutuhan akan spiritual. Ini yang sering saya sebut sebagai kareping rahsa sejati. Dengan penjelasan di atas, Saya berharap para pembaca yang budiman dapat lebih mudah memahami tulisan saya ini. Read the rest of this entry

Iklan

Mengungkap Rahasia Sesaji (Sajèn)

Mengungkap Rahasia Sesaji (Sajèn)

Junction Opinion

Ada satu lagi pemahaman salah kaprah yang terlanjur diyakini kebenarannya oleh sebagian masyarakat kita. Akibatnya bisa fatal, apalagi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan gaib. Sebab dapat mendiskreditkan kelompok tertentu, atau bahasa kasarnya menimbulkan fitnah. Saya istilahkan sebagai persepsi “sampah”, atau junk opinion. Timbulnya junk opinion ini disebabkan oleh beberapa hal misalnya :

  1. Kurangnya ilmu pengetahuan dan informasi mengenai suatu hal sehingga menyebabkan penilaian yang salah.
  2. Tidak memahami secara obyektif, yang disebabkan oleh sikap tidak suka terhadap suatu hal, sehingga menimbulkan penilaian yang tendensius menyudutkan kelompok tertentu.
  3. Orang tidak mengalami, tidak melakukan, dan tidak memahami suatu hal. Melainkan hanya menerima apa adanya, taken for granted, tetapi buru-buru dianggap sebagai suatu informasi yang benar. Misalnya kita memahami suatu hal tetapi referensinya sangat lemah, hanya berdasarkan cerita dari mulut ke mulut. Atau “katanya”, Jawa: ujare, Sunda : ceunah ceuk ceunah.

Opini “sampah” dapat berkembang pesat  menjadi opini masyarakat (public opinion) apabila didukung oleh kepentingan kelompok (vested interest), kekuatan dan kekuasaan politik melalui media massa menjadi “kampanye hitam” (black champagne) yang bersifat masif. Bentuk-bentuk “kampanye hitam”, entah disadari atau tidak seringkali dilakukan oleh media massa, media elektronik seperti tayangan hiburan dan misteri di beberapa stasiun televisi swasta di Indonesia.

Satu contoh yang akan saya kemukakan pada kesempatan kali ini mengenai opini  “sampah” tentang sesaji. Memberikan sesaji dengan serta merta dianggap perbuatan hina, musrik, dosa dengan tuduhan memuja setan. Orang yang membuat sesaji dianggap sebagai orang yang tunduk, kalah, dan mau menjadi budak setan. Ini benar-benar opini “sampah” yang telah menyesatkan umat manusia selama puluhan tahun. Untuk itu masilah kita urai satu persatu tentang rahasia sesaji.

Nilai Esensial Sesaji Read the rest of this entry

Sepenggal Kisah & Ucapan Terimakasih

Peserta Ruwatan Foto Bersama dengan Bpk  Ketua Apkasi H. Isran Noor MSi dan Ibu

Peserta Ruwatan Foto Bersama dengan Bpk Ketua Apkasi H. Isran Noor MSi dan Ibu

Suka duka selama persiapan acara Ruwatan Murwakala memang tidak selazimnya acara-acara pada umumnya. Terutama sejak 11 hari menjelang pelaksanaan Ruwatan Murwakala. Segala macam godaan yang mengganggu ketentraman hati, ketenangan batin, dan kejernihan pikir, ternyata datang silih berganti dari dalam maupun dari luar “pagar”. Atas semua itu, kami tidak apa-apa, malah merasa berterimakasih pula pada proses dan dinamika karena telah menjadi wahana untuk balancing dan memacu bergulirnya dinamika positif. Sampai-sampai Ki Ageng Mangir Wanabaya dan Ki Juru Martani beberapa kali mewanti-wanti agar selalu eling dan waspada serta selalu menjaga kesabaran. Karena akan banyak godaan yang datang dari pihak dan persoalan luar, maupun dari dalam sendiri, termasuk godaan yang datang dari keluarga, sahabat, teman dst. Jika tidak bisa menahan diri, maka anugrah besar yang akan kalian dapatkan menjadi batal.

Sarasehan Ketahanan Pangan

Acara Tambahan : Sarasehan Kebijakan Ketahanan Pangan

Benar apa yang disampaikan beliau-beliau itu. Godaan itu terutama datang dari orang-orang yang kami sayangi dan sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri. Ada pula dari orang luar yang berusaha “menjajah” bangsanya sendiri. Namun berkat kita menerapkan seluruh nasehat para leluhur yang selalu njangkung dan njampangi setiap langkah kita. Pada akhirnya kita justru mendapat tempat yang mulia dan sacral yakni bangsal pangapit, bagian bangsal kakung. Padahal di tempat itulah sejak semula yang kami inginkan, namun berhubungan para leluhur tidak ada yang memberikan perintah, maka kami pun tidak berani untuk memaksakan diri. Kami siap menggelar acara di halaman paling luar dengan resiko terganggu kesakralan dan kekhusukan kita. Namun sudah menjadi jatah keberuntungan para peserta ruwatan kali ini. Ya, itulah beratnya kami selaku duta pamungkas yang harus berhasil mbengkas karyo atau menuntaskan suatu tugas, harus berani dan kuat jumeneng mandegani sebagai orang tua para peserta ruwat.

Peserta Ruwat Bersama Ibu Sri Widati Bupati Bantul

Peserta Ruwat Bersama Ibu Sri Widati Bupati Bantul

Hari Rabu 17 April 2013, kami memutuskan untuk mendaki ke puncak Pringgondani di lereng Gunung Lawu. Saya hanya ada waktu tersisa pada Rabu tanggal 17 itu untuk menuntaskan persiapan acara. Karena rangkaian acara di  Kotagede memang cukup padat dan panjang dimulai sejak tanggal 17 malem hingga 21 malem. Kita beragkat satu tim terdiri dari 15 orang naik ke puncak Pringgondani untuk mengambil air dari 7 sumber mata air atau dikenal dengan nama (umbul tuk pitu). Air dari 7 sumber mata air digunakan sebagai salah satu ubo rampe untuk memenuhi syarat-syarat Ruwatan Murwakala yang berjumlah sekitar 64 macam.  Bukanlah kebetulan, tapi terasa sudah ada yang mengaturnya, sampai di Pringgondani bertepatan dengan weton Rabu Legi yang ternyara sebagai hari besar Eyang Panembahan Kacanegara (tidak lain adalah Prabu Brawijaya 5) yang pertapaannya ada di puncak Pringgondani.  Masih banyak lagi kisah-kisah yang  sungguh unik dan cukup menarik untuk dibagikan di sini termasuk saat rawuhnya Bethara Kala ketika kidung waringin sungsang dan caraka walik ditembangkan pada prosesi ruwatan. Mungkin para peserta ruwat bisa memberikan sumbangsih komentarnya yang berhubungan dengan berbagai fenomena dan pengalaman unik selama persiapan perjalanan hingga saat mengikuti prosesi ruwatan. Read the rest of this entry

Acara Ruwatan Murwakala

Ruwatan Murwakala Para pembaca yang budiman, saudara-saudara di seluruh penjuru tanah air dan di manapun berada. Menimbangi posting saya terdahulu tentang ruwatan murwakala, perlu saya infokan bahwa semenjak 3 tahun yang lalu banyak saudara-saudara & para pembaca blog menanyakan melalui email, lewat telpon, maupun disampaikan secara langsung kapan sekiranya akan diadakan acara ruwatan murwakala mohon supaya bisa diberikan informasi. Maksud hati ingin sekali saya dapat membantu memudahkan terlaksananya harapan saudara-saudara semua. Namun karena berbagai kendala barulah kali ini dapat kami tetapkan rencana untuk pelaksanaannya. Berbagai pertimbangan terutama persoalan dana yang cukup besar untuk ruwatan murwakala menjadikannya niat dan keinginan selama ini selalu tertunda-tunda.  Terlebih lagi jika acara ruwatan murwakala dilaksanakan sendiri. Butuh dana yang cukup besar antara 20-50 juta belum beaya-beaya tak terduga. Itu pun tergantung siapa dalang yang akan meruwat, semakin tenar dan mumpuni dalangnya maka akan semakin besar pula beayanya.

Puji sukur kepaRuwatan by sabdalangitda Gusti Sang Jagadnata, roh jagad agung, spirits of the universe telah merespon keinginan dan harapan kami, harapan kita semua yang sedang berniat melaksanakan acara ruwatan murwakala. Kami semua, paseduluran Sabdalangit bekerjasama dengan Cv Lakutama selaku EO akhirnya mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan ruwatan murwakala yang terbuka untuk diikuti siapa saja yang merasa perlu melakukan ruwatan, tanpa membedakan agama, suku, bangsa dan bahasanya. Pada awalnya kami sekedar menanggapi permintaan beberapa sedulur yang ingin diruwat yang mengajukan permintaan melalui email dan secara lisan. Sedianya ruwatan hanya akan kami lakukan sesederhana mungkin dan semampu kami lakukan. Terutama akan dilakukan oleh istri saya yang wetonnya senin pon. Misalnya cukup dengan bancakan weton, cukur kuncung gelung, dan beberapa ritual khusus. Barangkali alam semesta dapat merasakan apa yang menjadi getaran rahsa sejati kami hingga akhirnya niat dan harapan itu mendapat kesempatan karena kami mendapatkan dukungan dari berbagai pihak baik beaya, pikiran maupun tenaga.

Atas terlaksananya rencana ruwatan murwakala ini kami menghaturkan terimakasih dan presisasi yang setinggi-tingginya kepada :

  1. Para abdi dalem Pasarean Agung Kotagede khususnya dan Pasarean Agung Pajimatan  Imogiri yang telah memberikan dukungan pemikiran, iguh pretikel, tenaga dan waktu demi terlaksananya ruwatan murwakala. Matur sembah nuwun, atas kesetiaannya kepada para leluhur bumi putera bangsa, menjadikan doa-doanya sangat tijab.
  2. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang telah memberikan dukungan moril dan sarana. Sehingga acara ruwatan murwakala diberikan tempat yang istimewa dan sakral, secara leluasa di halaman depan Pasarean Agung (makam raja-raja Mataram) di Kotagede, Yogyakarta.
  3. Kepada Bapak IR. H. Isran Noor M.Si selaku Bupati Kutai Timur sekaligus Ketua APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) atau lebih familier menjabat sebagai ketua Bupati dan Walikota seluruh Indonesia, dan juga saat ini beliau menjabat sebagai  ketua BTN (Badan Tim Nasional) yang baru dilantik untuk mengemban amanat mendamaikan kisruh di PSSI. Berkat dukungan financial dan dukungan moral beliau, menjadi pemompa semangat kami. Dukungan yang sangat berarti bagi kami dan seluruh peserta ruwatan (para sukerta) sehingga dapat meringankan beban beaya yang harus ditanggung oleh seluruh peserta ruwatan murwakala kali ini.
  4. Kepada teman-teman, sahabat, sanak saudara, dan semua pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ruwatan murwakala. Tenaga, pikiran, dan kepeduliannya sangat berarti demi sukses dan lancarnya mata acara demi acara. Dan yang lebih utama meringankan tugas-tugas dan tanggungjawab serta menyiapkan ubo-rampe dan  kebutuhan para peserta ruwatan murwakala beserta keluarga yang akan mendampinginya.
  5. Kepada Ki Dalang Hadi Sudarsono, di usianya yang ke 81 masih kerso memberikan pengorbanan kepada kami semua, kepada seluruh peserta ruwatan. Kami sadar bahwa yang diperlukan tidak sekedar kemampuan meruwat, lebih dari itu dalang ruwat sudah mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menghadapi segala resiko terberat demi mengupayakan nasib orang lain supaya lebih baik di waktu yang akan datang.

Kami sangat menyadari tanpa adanya kekompakan dan dukungan dari berbagai pihak, apalah artinya tenaga dan pemikiran kami untuk memberikan wahana bagi seluruh saudara-saudara yang akan melaksanakan ruwatan.

Ttd

foto koleksi sabdalangit

Ruwatan Murwakala by Sabdalangit

Sabdalangit

****************************************************************************************

JADWAL ACARA PROSESI RUWATAN
DI KOMPLEKS PASAREAN AGUNG KOTAGEDHE YOGYAKARTA

 
(Semua Kegiatan akan didokumentasikan : Foto & Video) Read the rest of this entry

Ruwatan Murwakala

RUWATAN MURWAKALA

Deso mowo coro, negoro mowo toto. Kita hargai dan hormati nilai kearifan masing-masing suku bangsa dan budaya. Karena setiap suku, budaya dan bangsa memiliki nilai kearifan (local wisdom) masing-masing yang berbeda dengan masyarakat dan wilayah lainnya. Sebagai hasil interaksi antara manusia dengan lingkungan alamnya yang spesifik selama berabad dan ribuan tahun lamanya. Pemaksaan suatu nilai kearifan lokal terhadap masyarakat dan budaya lain, adalah bentuk tindakan aniaya dan merupakan perilaku melawan hukum alam. Sebuah penghianatan akan jati diri, jika penganiayaan dilakukan oleh masyarakat dan suku bangsa itu sendiri. Manusia seringkali kesulitan  melepaskan diri dari nafsu golek benere dewe, golek menange dewe, golek butuhe dewe. Bahkan seringkali nafsu itu diklaim atas nama Tuhan. Sungguh keterlaluan. Siapapun pelakunya cepat atau lambat akan digulung dan diadili oleh hukum alam itu sendiri. Sebab hukum alam tidak pernah menyisakan secuil pun  ketidakadilan.

Ruwatan

Makna Ruwatan

               Ruwatan adalah salah satu upacara tradisional  dengan tujuan utama mendapatkan keselamatan  supaya orang terbebas dari segala macam kesialan hidup, nasib jelek dan selanjutnya agar dapat mencapai kehidupan yang ayom ayem tentrem (aman, bahagia, damai di hati).  Lebih konkritnya ruwatan sebagai suatu upaya membersihkan diri dari sengkala dan sukerta (dosa dan sial) ang diakibatkan dari perbuatannya sendiri, hasil perbuatan jahat orang lain maupun force-majeur misalnya faktor kelahiran dan ketidaksengajaan di luar kendali dirinya. Ruwatan yang paling terkenal sejak zaman kuno diselenggarakan oleh nenek moyang adalah ruwatan murwakala. Dalam ruwatan ini dipergelarkan wayang kulit dengan cerita Murwakala di mana orang-orang yang termasuk kategori sengkolo-sukerto diruwat atau disucikan supaya terbebas dari hukuman Betara Kala, gambaran raksasa menakutkan yang suka memangsa para sukerto.

Siapakah sesungguhnya Bethara Kala ? Read the rest of this entry