Category Archives: Sepenggal Kisah & Ucapan Terimakasih

Sepenggal Kisah & Ucapan Terimakasih

Peserta Ruwatan Foto Bersama dengan Bpk  Ketua Apkasi H. Isran Noor MSi dan Ibu

Peserta Ruwatan Foto Bersama dengan Bpk Ketua Apkasi H. Isran Noor MSi dan Ibu

Suka duka selama persiapan acara Ruwatan Murwakala memang tidak selazimnya acara-acara pada umumnya. Terutama sejak 11 hari menjelang pelaksanaan Ruwatan Murwakala. Segala macam godaan yang mengganggu ketentraman hati, ketenangan batin, dan kejernihan pikir, ternyata datang silih berganti dari dalam maupun dari luar “pagar”. Atas semua itu, kami tidak apa-apa, malah merasa berterimakasih pula pada proses dan dinamika karena telah menjadi wahana untuk balancing dan memacu bergulirnya dinamika positif. Sampai-sampai Ki Ageng Mangir Wanabaya dan Ki Juru Martani beberapa kali mewanti-wanti agar selalu eling dan waspada serta selalu menjaga kesabaran. Karena akan banyak godaan yang datang dari pihak dan persoalan luar, maupun dari dalam sendiri, termasuk godaan yang datang dari keluarga, sahabat, teman dst. Jika tidak bisa menahan diri, maka anugrah besar yang akan kalian dapatkan menjadi batal.

Sarasehan Ketahanan Pangan

Acara Tambahan : Sarasehan Kebijakan Ketahanan Pangan

Benar apa yang disampaikan beliau-beliau itu. Godaan itu terutama datang dari orang-orang yang kami sayangi dan sudah kami anggap sebagai keluarga sendiri. Ada pula dari orang luar yang berusaha “menjajah” bangsanya sendiri. Namun berkat kita menerapkan seluruh nasehat para leluhur yang selalu njangkung dan njampangi setiap langkah kita. Pada akhirnya kita justru mendapat tempat yang mulia dan sacral yakni bangsal pangapit, bagian bangsal kakung. Padahal di tempat itulah sejak semula yang kami inginkan, namun berhubungan para leluhur tidak ada yang memberikan perintah, maka kami pun tidak berani untuk memaksakan diri. Kami siap menggelar acara di halaman paling luar dengan resiko terganggu kesakralan dan kekhusukan kita. Namun sudah menjadi jatah keberuntungan para peserta ruwatan kali ini. Ya, itulah beratnya kami selaku duta pamungkas yang harus berhasil mbengkas karyo atau menuntaskan suatu tugas, harus berani dan kuat jumeneng mandegani sebagai orang tua para peserta ruwat.

Peserta Ruwat Bersama Ibu Sri Widati Bupati Bantul

Peserta Ruwat Bersama Ibu Sri Widati Bupati Bantul

Hari Rabu 17 April 2013, kami memutuskan untuk mendaki ke puncak Pringgondani di lereng Gunung Lawu. Saya hanya ada waktu tersisa pada Rabu tanggal 17 itu untuk menuntaskan persiapan acara. Karena rangkaian acara di  Kotagede memang cukup padat dan panjang dimulai sejak tanggal 17 malem hingga 21 malem. Kita beragkat satu tim terdiri dari 15 orang naik ke puncak Pringgondani untuk mengambil air dari 7 sumber mata air atau dikenal dengan nama (umbul tuk pitu). Air dari 7 sumber mata air digunakan sebagai salah satu ubo rampe untuk memenuhi syarat-syarat Ruwatan Murwakala yang berjumlah sekitar 64 macam.  Bukanlah kebetulan, tapi terasa sudah ada yang mengaturnya, sampai di Pringgondani bertepatan dengan weton Rabu Legi yang ternyara sebagai hari besar Eyang Panembahan Kacanegara (tidak lain adalah Prabu Brawijaya 5) yang pertapaannya ada di puncak Pringgondani.  Masih banyak lagi kisah-kisah yang  sungguh unik dan cukup menarik untuk dibagikan di sini termasuk saat rawuhnya Bethara Kala ketika kidung waringin sungsang dan caraka walik ditembangkan pada prosesi ruwatan. Mungkin para peserta ruwat bisa memberikan sumbangsih komentarnya yang berhubungan dengan berbagai fenomena dan pengalaman unik selama persiapan perjalanan hingga saat mengikuti prosesi ruwatan. Read the rest of this entry

Iklan