Category Archives: MEMBANGUN POTENSI DIRI

Peta Kegagalan (map of failure)

“Sing sopo tansah setya-tuhu marang para leluhure, yekti  sak tiba-tibane bakal nemu kabegjan, senajan ta aneng ngendi papan dununge”

Serat Wedatama Pupuh Gambuh Podo 57
Nanging ta paksa tutur | Rehne tuwa tuwase mung catur | Bok lumuntur lantaraning reh utami | Sing sapa temen tinemu | Nugraha geming kaprabon |

Namun terpaksa memberi nasehat | Karena sudah tua kewajibannya hanya memberi petuah | Siapa tahu dapat lestari menjadi pedoman tingkah laku utama | Barang siapa bersungguh-sungguh berusaha pasti akan berhasil | Mendapatkan anugrah kemuliaan dan kehormatan | Read the rest of this entry

Chakra : Fungsi dan Manfaatnya

Kemarahan, kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan, kesedihan, rasa keinginan yang berlebihan, banyaknya beban pikiran, semua itu menjadi faktor penghambat  terbukanya cakra-cakra dalam fisik Anda. Sebaliknya, kebahagiaan, kedamaian, ketentraman, semangat adalah unsur perasaan yang mendukung terbukanya Cakra Anda. Cakra yang terbuka memiliki banyak kelebihan dan manfaat, sebaliknya cakra yang masih tertutup atau belum sepenuhnya terbuka menyebabkan beberapa kelemahan dalam setiap diri pribadi.  Read the rest of this entry

Olah Raga-Olah Nafas-Olah Batin

Olah raga, Olah nafas, Olah batin

Apakah perbedaan antara Tenaga Dalam dengan Kebatinan?

Seringkali saya mendapatkan pertanyaan seputar apa hubungannya antara tenaga dalam (inner power) selanjutnya saya singkat TD, dengan olah kebatinan. Apa perbedaannya dan  bagaimana penjelasannya. Sebelum sampai pada penjelasan soal olah batin, ada baiknya terlebih dahulu saya berikan ulasan singkat ketiga macam pengolahan diri tersebut agar lebih mudah memahami perbedaan di antara ketiganya.

OLAH RAGA

Olah raga merupakan kegiatan untuk melatih fisik yang meliputi seluruh jaringan otot termasuk sistem saraf. Pada kegiatan olah raga seseorang hanya melatih PENGOLAHAN pada fisiknya saja, misalnya dengan cara menggerakkan dan melatih beban pada otot serta melatih diri untuk memaksimalkan fisiologi dalam sistem saraf tubuh kita. Tujuannya agar organ-organ dalam tubuh menjadi fit dan dapat bekerja secara normal dan maksimal sesuai fungsinya masing-masing. Mengolah raga, atau mengolah fisik sepadan dengan olah raga bodybuilding (bina raga) sebagaimana banyak kita temukan pada sanggar-sanggar senam dan sasana olah raga termasuk seni beladiri, serta gym atau lebih dikenal sebagai tempat pembinaan kesehatan raga.

Lazimnya setiap orang memiliki kekuatan fisik yang berbeda-beda. Perbedaannya itu memang ada, terkait dengan seberapa panjang nafas dan seberapa besar volume otot seseorang. Kedua hal itu menjadi faktor adanya perbedaan tenaga fisik orang per orang. Namun perbedaan itu masih dalam taraf wajar dan masih berada di dalam range kekuatan fisik manusia pada umumnya. Perbedaan tenaga fisik akan menjadi signifikan bila dibandingkan dengan tenaga para buruh kasar, para atlet, para olah-ragawan dan orang-orang yang telah melalukan bodybuilding. Mereka itu orang  yang otot-ototnya telah dibangun dan sudah terbiasa dengan beban yang berat. Kekuatan itu ada sebagai hasil pelatihan diri secara rutin dalam mengolah raganya.

OLAH NAFAS

Olah nafas dalam hal ini melatih organ fisik pernafasan terutama otot dada, perut, jantung dan paru-paru. Manfaat olah nafas bukan hanya menguatkan otot jantung dan menambah jaringan pengikat oksigen pada paru-paru. Manfaat selebihnya dan sekaligus menjadi salah satu tujuan utama mengolah nafas yakni untuk membangkitkan tenaga dalam atau innerpower (IP). Sebagaimana telah saya tulis dalam posting terdahulu tentang Tenaga Dalam, bahwa dalam diri setiap orang sudah menyimpan potensi IP yang merupakan bawaan sejak lahir. Untuk menjalani rutinitas hidup sehari-harinya kita hanya memanfaatkan cadangan TD dalam tubuh kita rata-rata 10-15% saja. Itupun hanya terpakai manakala dalam keadaan darurat dan bilamana terjadi suatu gerakan yang bersifat spontanitas saja. Artinya tenaga dalam hanya bekerja atau muncul melalui kendali alam pikiran bawah sadar (unconsciousness). Misalnya saat keadaan terpaksa, atau dalam situasi darurat dan menghadapi bahaya. Oleh sebab itu bagi yang tidak terbiasa mengolah tenaga dalam, wajar saja bila merasa kesulitan memanfaatkannya pada saat seseorang membutuhkan atau bilamana seseorang sengaja merencanakan untuk menggunakannya. Karena pada saat demikian yang mengendalikan bukan lagi alam pikiran bawah sadarnya melainkan alam pikiran sadar (consciousness).

Olah nafas bertujuan sebagaimana olah raga, tetapi mempunyai PERBEDAAN OBYEK yang diolahnya. Dalam kegiatan olah nafas yang diolah adalah innerpower atau tenaga dalam. Dengan tujuan yang lebih fokus sebagai innerpower building, atau membangun dan mengembangkan tenaga dalam yang ada di dalam diri kita. Read the rest of this entry

MEDITASI CAKRA dan OLAH SEMEDI

MEDITASI CAKRA dan OLAH SEMEDI

Meditasi dibagi dalam dua alur besar. Yakni meditasi mikorokosmos atau pemusatan konsentrasi pada jagad alit yakni unsur-unsur yang ada dalam diri tubuh kita. Dan meditasi makrokosmos atau meditasi jagad ageng. Meditasi cakra merupakan subsistem dari meditasi mikrokosmos.

By sabdalangit

CAKRA DASAR, ROOT CHAKRA, Jayengdriyo, Muladhara :

Cakra pertama. Terletak di dasar tulang belakang, berfungsi meningkatkan kemampuan kita dalam bertahan hidup dan beradaptasi. Cakra ini sekali terbuka akan memberikan stabilitas yang kita perlukan untuk memikul beban kita sehari-hari. Ketika cakra dasar ini masih tertutup akan membuat kita takut pada perubahan. Tetapi sekali terbuka akan menciptakan peluang bagi kita untuk menggapai kesempatan merasakan indahnya kehidupan serta suatu kenikmatan dan anugrah yang menakjubkan dalam kehidupan ini.

SEXUAL CHAKRA, JANALOKA atau Swadhishtana:

Cakra kedua ini terletak di balik wilayah alat genital. Sepadan dengan bait al-mukadas. Cakra ini berkaitan dengan energi  dan gairah seksual. Apabila energi mengalir bebas diwilayah ini akan membawa energi positif dalam hidup kita. Penyumbatan di daerah ini dapat mengakibatkan masalah seksualdan reproduksi yang akan menghambat energi mengalir bebas dan menyebabkan energi negatif dalam hidup kita.

CAKRA PUSAR,  NAVEL CHAKRA atau Manipura :

Cakra ketiga. Cakra ini hubungannya dengan energi dan terletak di bawah pusar. Cakra ini merupakan pusat kekuatan tubuhdan merupakan titik luncur untuk energi prana. Meditasi pada cakra ini akan membawa energi besar dan dapat digunakan untuk menyerap energi yang besar pula. Biasanya meditasi cakra pusar secara efektif diterapkan untuk membangkitkan “tenaga dalam” dan untuk penyerapan energi alam seperti energi ombak laut, energi angin, energi api, energi matahari, energi rembulan, energi bumi dsb.

CAKRA HATI, HEART CHAKRA atau Anahata :

Cakra keempat. Sepadan dengan bait al-muharam. Panggulunganing raosing karsa.  Cakra hati terletak persis di daerah jantung-hati dan berhubungan dengan kebaikan yang besar dan cinta kasih. Meditasi pada cakra ini dapat memiliki pengalaman batin yang mendalam dan membuka hati untuk dapat merasakan keindahan sejati dalam memahami alam semesta. Cakra ini berfungsi pula untuk menghubungkan antara pikiran (kesadaran) tubuh (ragawi) dengan kesadaran jiwa (batin). Read the rest of this entry

PERSOALAN DI SEPUTAR MEDITASI RINGAN

Bentuk CROP CIRCLE mengesankan garis-garis meditatif

Konfigurasi lingkaran CROP CIRCLE mengesankan  lingkaran meditatif nan simetris

Berikut ini saya upload pertanyaan dari para sedulur melalui email seputar meditasi. Semoga jawaban yang saya berikan seadanya dan sebisanya, mendapat tempat di hati para sedulur semuanya, dengan harapan sedikit memberi manfaat untuk kebaikan kepada sesama titah gusti.

Apa yang dimaksud meditasi ringan ?

Jawab : meditasi ringan sama halnya dengan konsentrasi. Adalah kondisi mental terstruktur, berlangsung selama jangka waktu tertentu.  Otak melakukan fokus kegiatan belajar, menghafal (kembali), menganalisa, menarik kesimpulan, dan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk menyikapi, menentukan tindakan atau penyelesaian masalah pribadi, hidup, dan perilaku. Meditasi ringan biasanya terjadi pada saat melakukan analisa, memecahkan masalah, menentukan suatu rencana dan target pencapaian. Termasuk melakukan hening cipta.

Apa yang dimaksud kegiatan meditatif ?

Jawab : kegiatan relaksasi yang disengaja, dengan cara mengosongkan pikiran dari semua hal yang membebani, mengganggu, mencemaskan maupun menarik perhatian dalam kehidupan  kita sehari-hari.  Untuk selanjutnya diisi dengan kegiatan evaluatif, perenungan mendalam (kontemplasi), untuk selanjutnya merubah pemikiran (pola pikir) dengan pola pikir baru yang lebih konstruktif dan kualitatif. Kegiatan meditatif dapat dilakukan dengan bantuan berbagai sarana, misalnya musik, lagu, bernyayi, atau memilih suasana yang nyaman dan mendukung.

Apa saja yang menjadi target pencapaian dalam kegiatan meditasi ?

Jawab : Untuk melepaskan perasaan kita dari berbagai penderitaan. Untuk memerdekakan pikiran dari penilaian berlebihan (baik dan buruk) yang bersifat subjektif akibat dari kelekatan kita terhadap keberpihakan, persepsi, dan penilaian tertentu. Kita akan menjadi sadar bahwa hidup tidak terlepas dari serangkaian persepsi, opini, dan penilaian subyektif yang terjadi terus-menerus. Selanjutnya secara intuitif nlai-nilai subyektif akan kita lepaskan, untuk meraih nilai yang bersifat obyektif. Dalam kegiatan meditasi, keadaan pikiran harus bebas dari aktivitas berpikir. Yang tertinggal hanyalah  perasaan mengalir, pasrah, sumarah, sumeleh, menikmati suatu ketenangan, kedamaian, ketentraman, keheningan yang lahir dari penghentian aktifitas berfikir. Keadaan ini dapat dibayangkan sebagai proses situasi dan kondisi kesadaran pada saat terjadi peralihan dari kondisi sadar menuju kondisi tidur. Memang tidak mudah membayangkannya, karena hanya dengan praktek meditasi kita bisa merasakan sensasi suatu perjalanan meditasi, menuju keadaan meditatif.

Dalam khasanah ilmu Jawa, dikenal pula istilah manekung, mesu budi, dan semedi. Apa bedanya dengan meditasi?

Jawab : meditasi seperti yang telah saya kemukakan di atas. Sementara itu, manekung, mesu budi, semedi, sepertinya memiliki perbedaan dalam hal kedalaman konsentrasi. Dalam keadaan “mati raga”, kita jaga batin dan rahsa sejati kita dalam keadaan sadar atau terjaga.  Diistilahkan “melek sajroning turu” (sadar dalam keadaan tidur).

Saat melakukan meditasi, saya merasakan kantuk yang sangat berat dan selalu berakhir dengan tidur pulas.  Apakah gejala itu merupakan bentuk kegagalan meditasi ?

Jawab : justru begitulah gejala umum keberhasilan kegiatan meditasi. Serangan kantuk yang berat dan berlangsung cepat, sebagai akibat penurunan drastis gelombang otak dari beta, menuju ke  gelombang alpha. Jika anda tergelincir dalam kondisi tertidur pulas, berarti anda berada bablas masuk ke dalam gelombang tetha atau delta. Tugas anda dalam meditasi, pada saat rasa kantuk mulai datang, jagalah agar kesadaran tetap terjaga. Secara otomatis kesadaran batin akan berganti melakukan handling pada diri anda. Kesadaran batin anda akan menjadi penguasa atas kesadaran ragawi.

Pada saat saya melakukan meditasi, saya merasa masih sadar, bisa mendengar semacam suara dan bunyi-bunyian, juga mencium suatu bau, tetapi mengapa saya seringkali merasakan tubuh ini tidak merasakan apa-apa lagi. Bahkan terasa tidak menyentuh alas atau bumi tempat saya duduk bersila, rasanya seperti melayang?

Jawab : itulah kondisi di mana raga mulai beristirahat, sementara kesadaran raga tinggal berada di otak saja. Lama kelamaan, kesadaran pancaindera juga akan beristirahat. Saat itulah kesadaran raga anda mulai  lenyap, tenggelam dalam tidur.  Lama-kelamaan, kesadaran raga menjadi sirna, berubah menjadi kesadaran rahsa. Read the rest of this entry