Category Archives: MEMBANGUN POTENSI DIRI

Mati Raga : Melek Sajroning Turu

Belajar Mati Raga Atau Melek Sajroning Turu

Meditasi dalam tradisi Jawa memiliki beragam cara maupun teknik yang berbeda-beda. Tetapi perbedaan itu bukanlah sesuatu yang saling bertentangan melainkan saling melengkapi dan memperkaya khazanah ilmu Jawa. Seperti pada beberapa artikel yang telah saya posting sebelumnya. Namun kali ini saya ingin berbagi tips, kiat mengenai teknis yang simpel atau sederhana tentang meditasi. Karena banyaknya pertanyaan dari para pembaca melalui email mengenai apa itu mati raga atau turu sajroning melek atau melek sajroning turu. Banyak di antara para pembaca blog ini yang masih kesulitan untuk membayangkan atau mendapatkan deskripsi lebih jelas mengenai kondisi mati raga atau melek sajroning turu. Baiklah, saya akan jelaskan secara sederhana dan singkat supaya lebih mudah dipahami oleh seluruh pembaca yang budiman dari segala usia, tingkat pendidikan, ataupun kelas sosial.

Apakah perbedaan meditasi dengan melamun?

Meditasi adalah Mengheningkan Cipta, dengan diawali upaya memusatkan fokus pikiran dan perasaan. Dalam pikiran anda biasanya banyak yang diperhatikan hingga memenuhi alam pikiran anda. Dalam meditasi, dari banyaknya fokus itu kemudian satu-persatu dikurangi hingga tersisa menjadi satu objek fokus saja. Sedangkan melamun adalah kondisi di mana seseorang sedang tidak mempunyai fokus perhatian yang jelas dengan kata lain fokusnya kosong atau pikirannya blank.

Read the rest of this entry

Perspektif Ilmiah Topo Kungkum

Yeh Ho Waterfall Mt Batu Karu

Pada saat alam sedang dilanda hawa panas, akibat induksi gempa bumi gunung meletus pemanasan global, salah musim, dan berbagai faktor lainnya, maka induksi hawa panas yang berasal dari elemen api atau “dewa agni” menjadi dominan menerpa kehidupan manusia di planet bumi.

Read the rest of this entry

Peta Kegagalan (map of failure)

“Sing sopo tansah setya-tuhu marang para leluhure, yekti  sak tiba-tibane bakal nemu kabegjan, senajan ta aneng ngendi papan dununge”

Serat Wedatama Pupuh Gambuh Podo 57
Nanging ta paksa tutur | Rehne tuwa tuwase mung catur | Bok lumuntur lantaraning reh utami | Sing sapa temen tinemu | Nugraha geming kaprabon |

Namun terpaksa memberi nasehat | Karena sudah tua kewajibannya hanya memberi petuah | Siapa tahu dapat lestari menjadi pedoman tingkah laku utama | Barang siapa bersungguh-sungguh berusaha pasti akan berhasil | Mendapatkan anugrah kemuliaan dan kehormatan | Read the rest of this entry

Chakra : Fungsi dan Manfaatnya

Kemarahan, kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan, kesedihan, rasa keinginan yang berlebihan, banyaknya beban pikiran, semua itu menjadi faktor penghambat terbukanya cakra-cakra dalam fisik Anda. Sebaliknya, kebahagiaan, kedamaian, ketentraman, semangat adalah unsur perasaan yang mendukung terbukanya Cakra Anda. Cakra yang terbuka memiliki banyak kelebihan dan manfaat, sebaliknya cakra yang masih tertutup atau belum sepenuhnya terbuka menyebabkan beberapa kelemahan dalam setiap diri pribadi.

Read the rest of this entry

Olah Raga-Olah Nafas-Olah Batin

Olah raga, Olah nafas, Olah batin

Apakah perbedaan antara Tenaga Dalam dengan Kebatinan?

Seringkali saya mendapatkan pertanyaan seputar apa hubungannya antara tenaga dalam (inner power) selanjutnya saya singkat TD, dengan olah kebatinan. Apa perbedaannya dan  bagaimana penjelasannya. Sebelum sampai pada penjelasan soal olah batin, ada baiknya terlebih dahulu saya berikan ulasan singkat ketiga macam pengolahan diri tersebut agar lebih mudah memahami perbedaan di antara ketiganya.

OLAH RAGA

Olah raga merupakan kegiatan untuk melatih fisik yang meliputi seluruh jaringan otot termasuk sistem saraf. Pada kegiatan olah raga seseorang hanya melatih PENGOLAHAN pada fisiknya saja, misalnya dengan cara menggerakkan dan melatih beban pada otot serta melatih diri untuk memaksimalkan fisiologi dalam sistem saraf tubuh kita. Tujuannya agar organ-organ dalam tubuh menjadi fit dan dapat bekerja secara normal dan maksimal sesuai fungsinya masing-masing. Mengolah raga, atau mengolah fisik sepadan dengan olah raga bodybuilding (bina raga) sebagaimana banyak kita temukan pada sanggar-sanggar senam dan sasana olah raga termasuk seni beladiri, serta gym atau lebih dikenal sebagai tempat pembinaan kesehatan raga.

Lazimnya setiap orang memiliki kekuatan fisik yang berbeda-beda. Perbedaannya itu memang ada, terkait dengan seberapa panjang nafas dan seberapa besar volume otot seseorang. Kedua hal itu menjadi faktor adanya perbedaan tenaga fisik orang per orang. Namun perbedaan itu masih dalam taraf wajar dan masih berada di dalam range kekuatan fisik manusia pada umumnya. Perbedaan tenaga fisik akan menjadi signifikan bila dibandingkan dengan tenaga para buruh kasar, para atlet, para olah-ragawan dan orang-orang yang telah melalukan bodybuilding. Mereka itu orang  yang otot-ototnya telah dibangun dan sudah terbiasa dengan beban yang berat. Kekuatan itu ada sebagai hasil pelatihan diri secara rutin dalam mengolah raganya.

OLAH NAFAS

Olah nafas dalam hal ini melatih organ fisik pernafasan terutama otot dada, perut, jantung dan paru-paru. Manfaat olah nafas bukan hanya menguatkan otot jantung dan menambah jaringan pengikat oksigen pada paru-paru. Manfaat selebihnya dan sekaligus menjadi salah satu tujuan utama mengolah nafas yakni untuk membangkitkan tenaga dalam atau innerpower (IP). Sebagaimana telah saya tulis dalam posting terdahulu tentang Tenaga Dalam, bahwa dalam diri setiap orang sudah menyimpan potensi IP yang merupakan bawaan sejak lahir. Untuk menjalani rutinitas hidup sehari-harinya kita hanya memanfaatkan cadangan TD dalam tubuh kita rata-rata 10-15% saja. Itupun hanya terpakai manakala dalam keadaan darurat dan bilamana terjadi suatu gerakan yang bersifat spontanitas saja. Artinya tenaga dalam hanya bekerja atau muncul melalui kendali alam pikiran bawah sadar (unconsciousness). Misalnya saat keadaan terpaksa, atau dalam situasi darurat dan menghadapi bahaya. Oleh sebab itu bagi yang tidak terbiasa mengolah tenaga dalam, wajar saja bila merasa kesulitan memanfaatkannya pada saat seseorang membutuhkan atau bilamana seseorang sengaja merencanakan untuk menggunakannya. Karena pada saat demikian yang mengendalikan bukan lagi alam pikiran bawah sadarnya melainkan alam pikiran sadar (consciousness).

Olah nafas bertujuan sebagaimana olah raga, tetapi mempunyai PERBEDAAN OBYEK yang diolahnya. Dalam kegiatan olah nafas yang diolah adalah innerpower atau tenaga dalam. Dengan tujuan yang lebih fokus sebagai innerpower building, atau membangun dan mengembangkan tenaga dalam yang ada di dalam diri kita. Read the rest of this entry