Category Archives: Eling Lan Waspadha Agar Meraih Moncer 2014

Eling Lan Waspadha Agar Meraih Moncer 2014

Sesuai dengan sinengkalan tahun 2014 ini : “sapta tirta nembus bumi, panca agni nyuceni jagad“. Tujuh arah/sumber adanya air akan menembus bumi, membenamkan daratan. Dan Lima sumber api dari dalam bumi, udara maupun matahari, akan mengularkan semburan panas menerpa permukaan bumi, daratan Nusantara. Banjir, panas, gunung meletus, tanah longsor, dan air laut. Samudra lir kinebur kinoclak-koclak. Bumi gonjang-ganjing, kilat thatit mangampar. Cleret taun udan barat makempra. Itu bukan sekedar latah dan ada dalam suluk pedhalangan mengawali suatu fase perubahan (goro-goro). Kedua unsur alam yg bertolak-belakang sifat akan bersama-sama meruwat atau membersihkan bumi (Nusantara) agar Nusantara pantas menerima anugrah MONCER di tahun 2014. Jika melihat tanda-tandanya yang tersirat dalam bahasa alam, banjir di Jakarta dan berbagai wilayah Indonesia saat ini, barulah PERMULAAN saja. Alangkah baiknya BMKG tidak meremehkan dan menganggap peringatan dan prediksi situasi bahaya sebagai hoax saja. Lebih baik cermati dan bersikaplah hati-hati, sebab hal itu jauh lebih baik daripada sedikit-sedikit menghubungkannya dengan klenik dan selalu menganggap sepele sesuatu yang dianggap tidak masuk akal. Cobalah instropeksi, siapa tahu nalar Anda yang tidak cukup bekal untuk menganalisa situasi dan kondisi secara logis dan ilmiah. Monggo samya eling lan waspada murih nemu begja, mulya, lan rahayu. Hanggayuh moncer ing taun 2014.

Hari ini Senin Wage 20 Januari 2014 (11:07)
Pralampita Eyang Sinuhun HB II
Kepada sedulur semua, para putraputri kinasih, sedulur kadangkadeyan di manapun berada. Mohon untuk menyiapkan garam kasar (uyah grasak/krokos) dicampur beras. Kedua bahan dicampur dengan perbandingan 1:1 misalnya 1 sendok makan garam dicampur 1 sendok makan beras putih, dimasukkan ke dalam satu bungkus kantong plastik kecil. Buatlah persediaan yg banyak. Masukkan bingkisan-bingkisan kecil itu ke dalam tas, letakkan di dalam mobil, di bawah jok sepeda motor, letakkan juga di teras atau dalam rumah. Bekali diri, anak-anak, cucu, seluruh anggota keluarga ke manapun sedang pergi. Keadaan akan sangat berat dan bahaya. Sampun kepareng lirwo, poro putra putri sadarum. Khususipun kagem sedaya kadangkadeyan, putra putri ing wilayah Jakarta dan sekitarnya ojo nganti ono sing ora percoyo lan ngremehake.
Wilujeng rahayu kang tinemu, bandha lan begja kang teka saking kersaning Gusti Hyang
Jagadnata.

Poro Sedulur khususnya yang tinggal di Jakarta, Pati, Kudus, Jepara, Manado, Indramayu dll. Biarpun banjir khususnya di Jakarta disebabkan karena ulah para pengelola negeri. Dan banjir ini sebagai hukuman buat keserakahan manusia pengelola negeri yang sungguh tidak memahami sejatining urip. Tapi kita sadar dampaknya melanda semua pihak yang bersalah maupun tidak bersalah.

Pesan saya bagi poro sedulur tetaplah sabar, tulus, teguh hati berkorban, nglakoni lelakon prihatin walau sedulur-sedulur bukanlah pelaku kejahatan terhadap negeri tercinta ini. Ketulusan, ketabahan dan kesabaran itu akan menjadi sebuah pengorbanan laku prihatin yang berarti. Dengan pengorbanan itu alam semesta, Roh Jagad Agung tidak akan menyia-nyiakan. Pasti hukum alam semesta akan memberikan hukum timbal balik dengan seadil-adilnya. Setiap pengorbanan laku prihatin pasti akan ada dampak positif utk kelangsungsn hidup yang lebih baik dan mulya di hari berikutnya. Sedulur-sedulur pembaca yang budiman di manapun berada akan selalu mendampingi dengan kekuatan energi rahsa sejati dari manapun berada, dari tempat-tempat, wilayah, dan daerah yang aman.
Pandito kinaryo wangsit, sebdane pujonggo, dadi gapuraning warana Sang Hyang Jagadnata. Mugya dadosaken Idayah Sengoro.

20140120-123204.jpg