Category Archives: Letakkan Agama Di Bawah Negara

LETAKKAN AGAMA DI BAWAH NEGARA

KONTEMPLASI UNTUK CAPRES CAWAPRES

Tanpa mengurangi rasa hormat, saya terpancing menanggapi statemen Cawapres Budiono dalam menjawab pertanyaan seorang penanya dalam debat Cawapres pada hari Selasa 23 Juni 09 Jam 20-21 di salah satu stasiun TV swasta. Pertanyaan yang diajukan adalah,”Melihat berbagai kekerasan berbau agama, sebaiknya di manakah agama diletakkan ? Pak Bud menjawab secara tegas dan singkat,” agama sebaiknya diletakkan di atas segalanya.

Sekilas jawaban tersebut tampak sebagai jawaban yang sangat ideal dan bijaksana.  Namun saya pribadi terperanjat mendengarnya. Saya tetap berusaha berprasangka baik kepada Pak Bud, mungkin beliau tergesa-gesa dalam menjawab, dan ia bukanlah seorang dengan latar belakang ilmu tatanegara, sosial-politik, dan ia belumlah menjadi seorang  negarawan. Beliau baru menjadi seorang praktisi ekonom dan kini sambil belajar menjadi negarawan. Semoga belajar Anda membuahkan prestasi yang gemilang seiring perjalanan waktu.

LETAKKAN AGAMA DI BAWAH NEGARA

Agama berbeda dengan Tuhan. Agama adalah bagian dari unsur budaya masyarakat, yakni sistem kepercayaan. Sistem kepercayaan yang kemudian dilembagakan oleh  manusia. Agama menjadi lembaga yang berisi tata cara, upacara, aturan, dengan seperangkat nilai yang mengatur kehidupan umat manusia dalam berhubungan dengan sesama umat dan dengan Tuhan. Di Indonesia sedikitnya memiliki 6 lembaga agama yang diakui oleh  Negara. Fungsi negara terhadap agama adalah urusan mengelola bagaimana idealnya agama hidup berdampingan dengan agama lainnya. Negara menjamin agar supaya masing-masing umat agama bisa menjalankan tata aturan agama secara merdeka dalam  arti tidak direcoki umat agama lain. Dengan demikian fungsi negara adalah sebagai wasit (arbitrasi) di antara agama-agama yang ada agar tidak terjadi benturan. Fungsi Negara sebagai PENGELOLA tetap harus netral dan adil berdiri di atas semua agama.  Apalagi Indonesia bukanlah negara agama, bukan pula hanya ada satu agama di nusantara.  Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika semua agama-agama yang ada di tanah air ini diletakkan di atas otoritas negara, dalam arti peran agama lebih diutamakan ketimbang peran negara, maka konsekuensinya agama mengambil alih peranan menjadi PENGELOLA negara. Jika hal itu terjadi maka peran negara akan menjadi lemah, sebaliknya masing-masing agama akan memiliki pendirian yang berbeda dan masing-masing akan berebut pengaruh. Implikasinya bisa timbul hukum rimba siapa yang kuat atau siapa yang mayoritas akan mendominasi permainan. Negara pun akan didikte sesuai kemauan pihak yang mendominasi. Sementara agama yang memenangkan percaturan, tetap saja tidak akan mampu  mengganti peran negara sebagai pengelola bangsa. Implikasinya akan sangat berbahaya, karena Indonesia adalah bangsa yang plural, heterogen, meliputi berbagai suku, ras, agama, kelompok politik, dan golongan. Tentu saja dominasi agama apapun dalam pengelolaan negara justru akan mengakibatkan perlawanan yang bertubi dan akan menghancurkan negeri ini. Kejadian yang tidak kita semua kehendaki. Lain halnya jika negara memainkan peannya sebagai pengelola, yang menjamin kemerdekaan kepada setiap umat untuk menjalankan kegiatan peribadatan agama, maka kehidupan antar umat beragama akan menjadi tenteram, khusuk, saling menghargai, toleransi, damai sejahtera. Sehingga setiap warga bangsa secara leluasa bisa mengembangkan pencapaian  spiritualitasnya tanpa gangguan umat lainnya. Read the rest of this entry

Iklan