Category Archives: Rasionalisasi Kejawen

Rasionalisasi Kejawen

Pasugatan Ki Sondong Mandali

Kodrat Tuhan, bahwa bangsa manusia diciptakan Tuhan berikut perangkat ‘build-in spirituil’ atau ‘wiji spirituil’ yang ‘jumbuh’ (sesuai) untuk menjalani hidup di habitat tempat  bangsa manusia tersebut diciptakan. Kenyataan yang ada, sesuai dinamika semesta, bahwa keadaan alam (termasuk geo spiritual) di bumi ini tidak sama.  Dengan demikian, ada perbedaan ‘wiji spiritual’ pada masing-masing bangsa manusia demi bisa ‘jumbuh’ dengan kondisi ’geo spiritual’ tempat masing-masing bangsa tersebut tercipta.
Interaksi ’wiji spirituil Jawa’ dengan ’situasi, kondisi, dan geo spiritual’ habitat Jawa menumbuh kembangkan ‘cipta rasa karsa’-nya wong Jawa.  Dari ’cipta rasa karsa’ ini tumbuh kesadaran adanya ’hubungan’ antar semua yang ada di jagad raya.

Kesadaran-kesadaran tersebut berupa;

  1. Kesadaran adanya Tuhan sebagai penguasa alam semesta.
  2. Kesadaran adanya hubungan kesemestaan (hubungan manusia dengan jagad raya dan seluruh isinya);
  3. Kesadaran keberadaban (hubungan antar sesama manusia).

Kesadaran-kesadaran tersebut merupakan landasan utama ’kawruh kejawen’ atau ’ngelmu urip’-nya wong Jawa.  Maka dengan demikian ’cipta rasa karsa’ Jawa yang berdasarkan kesadaran ’ber-Tuhan, kesemestaan, dan keberadaban’ kemudian melandasi ’Ngelmu Urip’ (falsafah hidup) Jawa yang selanjutnya melahirkan budaya dan peradaban Jawa yang mencakup: sistim religi & spiritualisme, falsafah hidup, tradisi & laku budaya, sistim organisasi kemasyarakatan dan pemerintahan, sistim ilmu pengetahuan dan tehnologi/peralatan, bahasa (termasuk aksara), seni budaya yang terdiri dari: kesenian, kriya, dan sastra. Read the rest of this entry

Iklan