Category Archives: Z. FAQ

FAQ; Manitis, Jangkung, Pamomong, Guru Sejati, Moksa, Ngahiang

Tulisan ini sekaligus untuk menjawab pertanyaan Kang Ades/Raja Pandita, dan berbagai pertanyaan serupa dalam  Media Tanya Jawab, serta beberapa pertanyaan senada dari para sahabat lainnya melalui email. Kiranya perlu saya share dalam thread khusus agar lebih mudah  dibaca oleh seluruh sahabat yang hadir di sini. Untuk lebih melengkapi makna dan pengertiannya, para pembaca yang budiman, silahkan buka pula thread yang telah saya tulis sebelumnya ; Membangun Kesadaran Rahsa Sejati.

Kepada Yth Sabdalangit saya mau bertanya mohon jawaban dan pandangannya.

  1. Apa beda reinkarnasi dan nitis.
  2. Fenomena ngahiyang dan moksa masuk ke arah yang mana, mohon pandangannya ki.

Jawab; Read the rest of this entry

Iklan

FAQ : TES KEJUJURAN DALAM BERAGAMA

DIALOG ANTARA GURU SEJATI vs NAFSU

A : Guru Sejati
B : Nafsu

A : kamu tahu apa karakter penjajah dan karakter PARPOL ?

B : tahulah ya…? Penjajah seperti belanda, selalu berupaya utk memperluas wilayah kekuasaannya dan menambah dukungannya. Tujuannya untuk ekploitasi ekonomi sekaligus merebut suatu wilayah jajahannya, untuk dijadikan tempat tinggal serta diklaim secara sepihak sebagai “hak” miliknya (invasi). Sedangkan parpol untuk meraih kekuasaan.

A : kurang menyentuh hakekat. Penjajah selalu menancapkan identitas dirinya sendiri, misalnya penjajah Belanda menancapkan identitas kebelandaannya di bumi nusantara. Penjajah ekonomi, mau amerika, eropa, asia timur sama saja, akan menancapkan identitas ekonominya di bumi jajahannya.  Sementara itu, parpol selalu mencari pendukung/pengikut sebanyak-banyaknya. Jika meneriakkan yel-yel kebaikan pun hanya bertujuan untuk memperluas dukungan, bukan untuk menghayati kebaikan itu sendiri.

B : jadi garis besarnya pemaksaan identitas dan mencari pengikut sebanyaknya ?

A : betul !

B : tidak selalu buruk kan ?!

A : ….”hanya” menyalahi kodrat, melawan hukum alam, rumus-rumus tuhan.

B : kalau menggunakan alasan untuk kebaikan dan kebenaran ?

A : maksudnya bagaimana ?

B : misalnya agama yg mengklaim sebagai pembawa kabar kebenaran, lalu menancapkan segala  identitas agama di wilayah penyebarannya. Dari tata cara berpakaian, bahasanya, pola pikirnya, gerak-geriknya, prinsip hidupnya, dst disesuaikan dengan agama kebenaran tersebut. Bukankah hal itu diridhoi tuhan ?!!

A : diridhoi ?

B : firman tuhan !

A : memang kamu pernah dengar langsung suara tuhan..?

B : loh kan firman tuhan ada dalam kitab suci, kamu tau nggak sih kalau firman tuhan merupakan kalimat tuhan yg sudah diucapkan pada zaman dulu, selanjutnya ditulis oleh manusia yang saat itu mendengar kalimat tuhan !

A : kalau memang dahulu kala tuhan pernah berbicara menyampaikan “amanah”, kenapa dilakukan hanya pada zaman dulu saja dan hanya kepada satu orang saja lalu stop ? Bukankah tuhan sebagai juru  penyelamat umat manusia !  Kenapa kok nggak diperdengarkan ke dalam kuping seluruh umat manusia di muka bumi ini ?! Dan kenapa pula sampai sekarang tuhan nggak pernah mengeluarkan statement lagi supaya perselisihan umat manusia yg bersumber dari perbedaan agama segera usai ? Read the rest of this entry

FAQ : POLITIK KETUHANAN

KETIKA AGAMA BERPOLITIK KETUHANAN

Berikut ini terjadi dialog antara Guru Sejati vs Panca Indera tentang hakekat beragama, dan politik ketuhanan. Dialog ini dapat terjadi kapan saja, di mana saja, pada setiap pribadi tanpa sadar maupun benar-benar disadari. Dari hasil dialog berikut, kami tidak akan mencari siapa pemenangnya, karena hal itu tidaklah penting. Yang lebih utama adalah bagaimana kita belajar berdialog dengan tema yang sangat sensitif dan krussial. Siapapun bila sering melakukan dialog dengan diri sendiri (kontemplasi) paling tidak akan mendapat hasil minimal berupa mental yang lebih matang dan emosi yang lebih stabil. Maka semakin sering kita melakukan kontemplasi terutama hal-hal yang sangat kontradiktif akan membawa sikap mental kita lebih arif dan bijak dalam memahami dan memandang kehidupan yang teramat kompleks ini.
A : Panca Indera
B : Guru Sejati

A : menurutku agama adalah jalan kebenaran.
B : menurutku agama adalah jalan menggapai kebaikan, kearifan, dan kebijaksanaan dalam hidup.
A : berarti kebenaran menjadi tidak penting ? Read the rest of this entry

FAQ : Guru Sejati versus Ragawi

TANYA JAWAB ANTARA KAREPING RAHSA (B) vs RAHSANING KAREP (A)
Pernahkan para pembaca yang budiman melakukan tanya jawab antara hati nurani dengan persepsi pikiran anda sendiri ? Pernahkan pula terjadi tanya jawab antara raga dengan jiwa anda sendiri ? Read the rest of this entry

PANTANGAN DAN RINTANGAN DALAM MENJALANI LAKU PRIHATIN

Melengkapi tulisan saya terdahulu, dengan judul “FAQ : Membangun Laku Prihatin yang Pas dan Pener”. Tujuan dari penulisan ini sebagai harapan saya siapa tahu bermanfaat bagi siapapun dan seluruh sedulurku yang sering mampir di sini khususnya yang saat ini sedang berjuang  meraih kesejahteraan bagi keluarganya. Ada berbagai gejala yang perlu diperhatikan dan penting diketahui agar supaya siapapun berhasil dalam menjalani laku prihatin yang pas dan pener. Jika gejala-gejala di bawah ini kurang diperhatikan akan menjadi halangan atau rintangan dalam meraih kesuksesan dan menggapai anugrah yang akan datang pada diri anda. Tekad bulat, niat, harapan, serta kemantaban hati kita akan melalui semacam “uji nyali”. Jika lolos, anugrah akan kita dapatkan. Jika tidak lolos, berarti kita batal mendapat anugrah yang sudah disiapkan. Untuk itu, berbagai macam gejala berikut ini perlu saya ungkapkan dengan harapan dapat menambah dan menumbuhkan sikap eling dan waspada bagi seluruh sedulurku yang sedang menjalani “laku prihatin”.

SAAT HARI WETON TIBA

Dalam rentang waktu selapan hari (35 hari) siklus weton akan berlangsung sekali. Artinya, jika weton anda Senin Pon, maka weton Senin Pon berikutnya akan datang lagi setelah putaran waktu 35 hari. Ada beberapa gejala paling umum saat hari weton kita tiba. Gejala-gejala tersebut antara lain :

  1. Perasaan gundah, resah, dan perasaan tidak enak seperti ada sesuatu yang tidak beres, tetapi tidak mengetahui sesuatu apa yang sedang tidak beres.
  2. Tubuh terasa capai, merasa lelah, lemas, jika bekerja mudah lelah, otot-otot terasa ngilu, pegal-pegal dan rasa tak enak badan yang tidak karuan dirasakan. Suhu badan agak naik, bahkan badan terasa seperti akan terserang flu atau demam.

Setelah hari weton berlalu semua gejala di atas akan sirna dengan sendirinya. Bagi yang sudah memahami gejala tersebut, biasanya lantas teringat jika hari tersebut adalah hari wetonnya. Pertanyaannya, kenapa gejala tersebut muncul saat weton anda tiba ? Hal itu  disebabkan oleh banyaknya sengkolo dan sukerto yang ada dalam diri kita. Sementara itu sudah lama sekali tidak dilakukan bancakan weton. Bagi yang sering melakukan bancakan weton (paling tidak setahun 1 kali), gejala saat hari weton tersebut tidak lagi terasa.

SAAT BERZIARAH

Ziarah bukan saja bertujuan untuk mendoakan dan merawat makam para leluhur yang kita kunjungi. Lebih dari itu, kedatangan kita ke makam leluhur tak ubahnya kita menghadap kepada sesepuh yang kita hormati untuk menghaturkan sembah bakti kita kepada beliau-beliau yang telah hidup di dalam kehidupan sejati. Serta untuk mendapatkan bimbingan, arahan dan doa restunya. Pergi berziarah seperti halnya kita menuju suatu tempat untuk menjemput anugrah. Bahkan anugrah yang besar, minimal anugrah doa restu dari orang-orang yang sudah pindah dalam kehidupan yang sejati.

Hal-hal Yang Perlu Dihindari

Apabila anda pergi berziarah ke pasarean agung, makam raja-raja besar, makam para  ratugung binatara, atau makam orang-orang yang dianggap suci dan mulia sewaktu hidupnya hendaknya menghindari hal-hal berikut : Read the rest of this entry