“Bencana Spiritual Nusantara”

kontemplasi di awal tahun

 

“POTRET NEGERI YANG MENYEDIHKAN”

masyarakat yang bingung

di tengah negeri yang membingungkan

 

 

Negeri ini minimal memiliki 6 agama yang diakui pemerintah secara resmi. Banyak sekali khasanah spiritual dalam berbagai media komunikasi langsung dengan ruang publik. Melalui kegiatan sosial, ceramah, dialog, dan berbagai peringatan hari besar keagamaan. Kekayaan ilmu spiritual juga tampak dengan begitu mudahnya kita menemukan bahan bacaan sebagai refensi bagi siapapun yang ingin menggali spiritualitas secara lebih mendalam. Mulai dari tersedianya semua kitab suci agama dan kitab pendampingnya, serta buku-buku religi, bacaan ringan, makalah, artikel di media masa, majalah, tabloid, televisi, dan forum diskusi. Sangat banyak ! Tetapi mengapa negeri ini memiliki “predikat” yang sangat fantastis bikin malu. Yakni negeri paling korup, negeri penuh musibah dan bencana, termasuk negeri resiko besar penyakit AIDs, negeri pembalakan liar (illegal logging), negeri tempat berpestanya para penyeludup dalam negeri-luar negeri,  bahkan sebagai ngeri konsumen sekaligus produsen narkoba, negeri generasi penerus “budaya” narkoba  dengan 1,1 juta pelajarnya “maem” narkoba.

Tidak cukup itu saja, negeri ini masih mengkoleksi berbagai predikat sebagai negeri yang “indah” untuk dunia perselingkuhan, pelecehan sexual, dan gudang segala bentuk permesuman. Malah akhir-akhir ini mendapat stempel tambahan sebagai negeri yang kaya akan terorisme, bangsa yang gampang terpancing emosi, gampang diadu domba dan disulut api provokator asing dan dalam negeri sendiri. Negeri yang penuh dengan intrik dan skandal politik, tunggang menunggang, hingga negeri penuh suap, kolusi, dan nepotisme. Membanggakan sekali ya ?

Mengapa bisa terjadi nasib sedemikian tragis menimpa negeri ini ? Benarkah negeri ini sudah menjadi tanah harapan para pemuja setan (nafsu) ? Benarkah tuduhan bahwa negeri ini sarangnya para si kapir si kopar seperti sering dituduhkan itu ?

Tapi, coba kita berfikir sederhana, sebelum mengambil kesimpulan tersebut. Kapir menurut pengetahuan saya, adalah orang yang nggak punya agama atau nggak percaya jika Tuhan itu ada. Masihkah ada orang yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, sekalipun manusia yang sangat jahat. Kok rasanya nggak ada ya ? Apa masih ada orang jahiliyah sekarang ini ? Karena negeri ini sudah terlanjur kondang di seantero jagad dunia manusia sebagai negeri yang agamis dan punya toleransi serta kerukunan beragama yang sangat ideal. Bangga sekali saya dengan “mimpi” ku ini. Biarpun kebanggaan ini kurasakan saat aku lelap tertidur.

Ketika aku bangun, terusik lagi dengan pikiran dunguku, jangan-jangan yang membanggakanku tadi hanyalah fenomena paradoksal bahwa  masyarakat kita yang merasa ke-GR-an sudah berilmu pengetahua luas dan spiritual tinggi. Jangan-jangan malah tingkat spiritualnya masih sebatas kulitnya saja ? Jika memang begitu adanya, berarti negeri ini mengalami peristiwa spiritualis mati di lumbung ilmu spiritual”.Pak profesor semaput kekenyangan makan buku“. Jangan-jangan tokoh dan masyarakat kebanyakan berlomba mengaku-ngaku, mengklaim, dan merasa “GR” ilmunya sudah mumpuni, spiritualnya sudah tinggi dapat melihat Tuhan sehingga omongannya harus dituruti, nasehatnya kudu didengar, perintahnya mampu mengubah nilai kharam-khalal, kemurkaannya dapat membuat dan menentukan dosa-pahala bagi orang lain, lalu merasa paling soleh, paling terpuji, paling baik, paling bener. Karena itu orang yang tidak sejalan dengan nafsu pikirannya,  serta merta disumpah menjadi kapir.

Dugaanku “prasangka buruk” ini tidak terlalu su’udhon (buruk), karena prasangka tersebut mirip sekali dengan ciri khas orang bodoh, yang hanya menguasai “KULIT“nya saja. Jika bener, pengetahuannya yang  sebatas KULIT itu bisa berbahaya sekali, karena potensial menimbulkan bentrokan dan perpecahan bangsa. Kalau nggak salah, pengetahuan KULIT ini kayaknya sepadan dengan pelajaran SD ya ?. Nah…orang lupa atau nggak menyadari diri, jika tugasnya masih harus melanjutkan “sekolah” hingga setinggi-tingginya…! Bila hidup ini diumpamakan makan kelapa, orang harus menuntaskan hingga tak bersisa. Makan Kupas kulitnya dulu, lalu tempurungnya, nah dibalik tempurung itu ada daging kelapanya yang gurih. Tapi jangan keenakan makan daging kelapa saja..bisa cacingen lho, tugas kita adalah menuntaskan hingga minum air kelapanya. Air yang bening, menyegarkan dahaga spiritual. Air yang universal, enggak mengharuskan salah satu agama bahan pewarna dalam pencapaian spiritual, air universe  yang bening tapi memiliki rasa, yakni rasa kenikmatan dan anugrah Tuhan. Jangan-jangan air itu yang namanya hakekat ya ? Mungkinkah..negeri ini penuh dengan orang yang mengalami semaput akal-nuraninya karena kekenyangan makan kulit ? Kayaknya bisa jadi ya..

 

KIRA-KIRA SALAH SIAPA YA ?

Kalau dilihat dari gerak-geriknya kebanyakan orang sepertinya sedang mengalami kebingungan pula, setiap mau menjelajah ke dalam ruang spiritual yag lebih tinggi lagi, selalu ditakut-takuti..misalnya; Bahaya ! bisa tersesat, bid’ah, syirik, dan musyrik. Ada lagi alasan yang diharuskan; harus dituntun guru. Padahal sudah sekian banyaknya ilmu spiritual yg dibukukan, ditulis dalam makalah, naskah, forum diskusi, tayang di internet..semua itu kayaknya bisa mengganti peranan guru kan ? Mungkin, mungkin lho ya…, mungkin ketimbang mendapat resiko sesat, lalu orang lebih memilih tetap stagnan, mandeg dalam kebodohan, bahkan konon katanya ada hewan orang “hilang akal” mengkritik negeri ini dibilangnya lebih menikmati ke-jahiliah-an ketimbang harus mencoba dan berusaha menggapai spiritualitas yang lebih baik. Nggak tahu lah saya juga salah satu di antara rakyat negeri bingung yang sedang bingung. Tapi “khayalanku”, ada kesan bahwa orang lebih baik jahiliah ketimbang sesat. Lebih menikmati kulitnya (sekalipun mengandung kolesterol), ketimbang dagingnya (yang banyak mengandung gizi).  Wahduh..kalo gitu siap-siap saja, jika kita semua tidak segera suntik vaksinasi, atau berobat, atau minum jamu dan makan makanan bergizi tinggi, maka negeri ini bisa menemui azali ajal, dengan siksaan sekarat terlebih dulu karena mengalami gizi (spiritual) yang buruk. Lalu apa kira-kira solusinya..?

  1. Spritual Nusantara HIDUP selamat, langgeng menyinari segenap Mayapada. LANGGENG.

  2. Terima Kasih, tulisan ini sangat bagus pekertinya, sangat mengena di jalan Budi

    • Maaf sebelumnya pada SEMUANYA

      Terpuruk negeri kita dan bansa kita..

      Makan, minum, tidur, buang air kita di bumi Indonesia.
      TETAPI
      makanan rohani, yang menjadi panutan hidup bangsa kita , nurutin tuntunan hidup dari bangsa dan negeri LAIN.

      SOLUSI

      Kembalilah ke tuntunan original Nusantara ini, Indonesia sendiri
      1. Hilangkan pikiran bahwa tanah suci ada di bumi tertentu aja. Bangun kesadaran tanah air negeri kita ini. Dari Sabang s/d Merauke SUCI JUGA SEMUA.
      2. Hormati nenek moyang kita sendiri, hormati tokoh sejarah bansa dan negeri kita sendiri. Hormati dan doakan bpk ibu, kakeknenek kia sampai 8 tingkat diatas ayah ibu.
      3. Hormati kearifan lokal, Adat istiadat, budaya, seni, bahasa daerah, bahasa nasional negeri sendiri. Itulah yg mulia utk negeri kita
      4. Kita pelajari ulang, tradisi lokal negeri sendiri, kita teliti, kita dapatkan pesan kuatnya : rukunlah sesama 1 bangsa, hormatilah allam lingkungan kita. Baik hutannya, sungainya, gunungnya, pohonnyA, sumber mata airnya, jaga kesegaran, air, sungai, samudera, dan angkasa.
      5. Pancasila kita tegakkan lagi, pembukaan dan isi UUD 1945 kita tegakkan lagi.
      6. Garuda Pancasila kita pasang lagi di ruang tamu rumah kita masing masing dan gedung gedung di seluruh negeri kita.
      7. SUMPAH PEMUDA , kita jalankan konsisten, sekaligus bahasa daerah kita segarkan, kihidupkan sebagai pelengkap yg saling mengisi.

      PASTI SPRITUAL KITA SEGAR SEHAT KEMBALI
      PASTI HIDUP LEBIH ADEM, TENANG, LANCAR R R
      PASTI KEJAYAAN NEGERI DAN BANGSA KITA MUNCUL WUJUD
      PASTI KITA JADI BANGSA YANG BESARBERWIBAWA , NEGERI YG KAYA MAKMUR, MENEGAKKAN PERDAMAIAN, SALING MENGHORMATI DAN SALING MEYEJAHTERAKAN ANTAR BANGSA DI DUNIA

  3. Bimosakti Sabili M

    Saya juga bingung kok Warga Indonesia gampang banget diadu domba ya-_-

  4. Ketika semua hal baik ditanggalkan karena kesombongan manusia…
    Meski sebenarnya hanya manusia bodohlah yang sombong…
    Maka menjadi layaklah sebuah revolusi keadaan…
    Dia yang telah ditunggu akan hadir…
    Alam semesta yang tidak kuat lagi menahan untuk terus menyaksikan dosa manusia yang tinggal didalamnya akan memanggilnya…
    Memanggil Sang Senopati Pamungkas…
    Pangeran Aji Pamungkas akan datang…
    Segenap pasukan di tiga dunia akan tunduk dan membantunya untuk menggembalikan keadaan dunia…
    Menjadi gemah ripah loh jinawi toto titi tentrem karto raharjo…
    ….
    Jayalah Nusantara…

  5. secara singkat sbb: negara timur sedangg mengandung barat dan suatu hari akan melahirkan negara barat. Sedangkan barat sedang mengandung timur dan suatu hari akan melahirkan negara timur.

  6. Dengan “reformasi pendidikan”, dapat menjadi salah satu solusinya.

  7. MANTAB KI POSTINGANNYA ! MEMANG BENAR KI , NEGERI BINGUNG RAKYATNYA LINGLUNG ? JELAS2 NEGERI INI PUNYA FALSAFAH BANGSA YAITU PANCASILA ? NAMUN DEMIKIAN MASIH ADA JUGA YANG MENGANGGAP PANCASILA THOGHUT ? PADAHAL KALAU KITA MAU MENGHAYATI PAKAI NURANI ! TAK ADA SEDIKITPUN YANG SALAH DARI PANCASILA ? SEMUA MANUSIA BERHAK MEMILIH AGAMA YANG DIPERCAYAI DAN DIYAKININYA ( SESUAI HAK ASASI ) YANG BERPERIKEMANUSIAAN ( SALING MENGHORMATI , TOLERANSI , SOLEDARITAS ), BERPERSATUAN ( TIDAK SALING MEMERANGI , SALING MENJAGA) JUGA BERKEADILAN ( TIDAK MEMBEDAKAN , SUKU RAS ,AGAMA ) SERTA BERMUSYAWARAH UNTUK MEMBANGUN PERADABAN YANG LEBIH MAKMUR DAN SEJAHTERA ! UNTUK ITU TOLONG KI SABDA BABAR TENTANG PANCASILA , KARENA PANCASILA SEBENARNYA FALSAFAH DARI BANGSA INI TURUN TEMURUN ! MATUR SEMBAH NUWUN SEBELUMNYA KI SABDA !

  8. Ki Sabda dan seluruh pengunjung blog
    Salam Sejahtera,

    Menyimak situasi terkini, negeri kita semakin carut marut. Diakui atau tidak, para leluhur bangsa ini dengan kewaskitaannya sudah menggambarkan kondisi yang terjadi saat ini. Senada dengan ulasan Ki Sabda, menurut saya, salah satu penyebab utama dari carut marutnya kondisi saat ini adalah akibat dari efek penjajahan terselubung mengatas namakan ‘agama’.

    Namun secara pribadi, berdasarkan pengalaman hidup dan perjumpaan saya dengan teman-teman dari berbagai suku dan daerah, saya melihat bahwa generasi muda sekarang sudah banyak yang tergelitik untuk kembali menggali jati dirinya. Sebagian besar berawal dari kegelisahan hidup dan kemudian bermuara pada proses pencarian jati diri. Ekspresinya pun bermacam-macam, ada yang secara pribadi melakukan proses perjalanan spiritual, ada juga dalam yang secara berkelompok tergabung dalam komunitas, baik komunitas budaya maupun pendidikan.

    Ki Sabda, saya sendiri pun saat ini dalam proses menjawab getaran hati yang saya rasakan. Begitu banyak pertanyaan yang mendrong saya untuk mencari jawaban. Dengan adanya blog ini, banyak pertanyaan saya yang sudah terjawab, meskipun jawaban itu saya peroleh harus dengan membaca artikel berulang-ulang dan juga melalui komentar-komentar sahabat-sahabat pengunjung blog ini yang saya yakin banyak di antara mereka merupakan sosok yang mumpuni dalam hal ksadaran spiritual.

    Sebagai orang Jawa, saya sudah pernah tinggal dan menyinggahi berbagai tempat dari bagian barat sampai timur Indonesia. Saya menyaksikan berbagai ekspresi dalam adat istiadat dan wujud kearifan lokal di setiap daerah, namun secara esensi, saya merasakan itu merupakan wujud dari kesadaran untuk hidup selaras dengan sesama makhluk dan dengan alam semesta. Dan dengan bangga saya mau katakan, bahwa bangsa kita adalah bangsa yang luar biasa. Semoga semakin banyak generasi muda yang menyadari betapa luar biasanya negeri ini, dan semakin banyak yang tersentuh hatinya untuk kemudian selalu ingat kearifan leluhur nusantara dan melestarikan warisan mereka.

    Terima kasih Ki Sabda, blog ini sudah memberikan banyak pencerahan bagi saya dan saya yakin juga bagi pengunjung-pengunjung di sini. Salam hormat saya untuk keluarga, semoga Ki Sabda sekeluarga juga sedulur-sedulur semua diberkati.

    Rahayu,
    Thomas

  9. Bangsa ini memuliakan tuhan hanya di mulut saja, hatinya jauh dari esensi ajaran tuhan, berjenggot, berjilbab, mengaji teriak2, naik haji berulang kali, ke gereja setiap minggu, tapi kelakuan tetap buruk,……mereka pikir mmereka sedang beragama…..wisdom dari kejawen sungguh sangat tinggi nilai2 budi pekertinya, seharusnya di hidupkan kembali dlm kehidupan sehari2

  10. Sallamun alaikum warahmatullah.
    Penonton harap tenang. Sesosok manusia yg dijanjikan leluhur segera datang. Berdoa saja semuga Allah Sang Hyang Widi sgera turunkan wahyuNya utk orang yg dijanjikan leluhur itu.
    ohya..harap bersiap siap. Sebentar lagi di bulan tanggalan Jawa stlah bulan Selo skrg ini sbntar lagi bulan Besar. Di Bulan Besar (jawa) akan banyak korban nyawa. Bersiap siap lah kalian menyambut hari itu. Bagi yg punya rezeki byak segera siap kan hewan kurban kalian.
    Wasallam warahmatullah.

  11. Memang menyedihkan sekali.. tetapi yakinlah bahwa “pertolongan ALLAH SWT sangat dekat” janganlah kita berputus asa dari rahmat ALLAH SWT.. In syaa ALLAH ada solusinya.. Ilmu ALLAH SWT itu sangatlah luas.. bahkan tak terhingga.. In syaa ALLAH kondisi alam yang penuh gejolak dan kondisi prilaku manusia yang negatif dapat diatasi dengan Ilmu-NYA.. karena ternyata semua gejolak yang terjadi juga dikarenakan adanya ketidakstabilan sebuah medan magnet yang besar.. semakin tidak stabil medan magnet itu maka yang akan terjadi adalah terbentuknya black hole meskipun secara quantum tetapi secara fungsinya sama.. karena secara quantum maka yang terjadi adalah tertariknya energi dari banyak belahan bumi.. maka secara ilmiah kita tau apa yang akan terjadi ketika bumi melepaskan energinya.. yang lebih dikhawatirkan lagi adalah ketidakstabilan medan magnet tersebut akan sampai mempengaruhi gravitasi dan berimbas pada power-power mesin yang sedang bekerja..Wallahu’alam..

  12. Pamuji Rahayu

    Kpd Dimas Sabdo dan semua sedulur kinasih trimakasih semuanya yang telah mempertahankan SIFAT MULIA menarik sekali di blog ini judul ” Potret Negeri Yang Menyedihkan ” perkenalkan saya Kis Atmojo ( asli nama saya ) usia sdh 6 dasawarsa tinggal di Jawa Barat saya lahir dari rahim Jawa bagian dari keragaman Nusantara

    Ada apa dengan ” Potret Negeri Yang Menyedihkan ”

    Wejangan para leluhur dan ini menjadi fakta bahwa siklus kehidupan menuju kebaikan kemuliaan didahului kerusakan jika pada puncak kerusakan maka muncul tatanan kehidupan yang baik seutuhnya terhadap Negeri tercinta Nusantara ,kapan itu ?????
    Kapan itu jika warga bangsa ini mampu membuka tabir dan melaksanakannya diantaranya :

    BONGKAR yang namanya : Selama ini Nusantara DIGELAPKAN pada sejarah dan budaya sendiri sdh cukup lama ber abad abad berbarengan juga Nusantara DIGELAPKAN pada Ideologi / keyakinan diri , agar kembali menjadi Bangsa yang Berbudaya , Bangsa dengan Jiwa Paripurna , Bangsa tingkat spiritual tinggi Bangsa teladan kehidupan di bumi ini

    Situasi saat ini Para Pengelola Negeri ini belum mampu dan berani membongkar arti DIGELAPKAN , tapi siklus tetap berjalan apa adanya ,Semoga para Pengelola Negeri ini Dikuatkan dengan Sifat Mulia , Ditutupi Kekuranganya dan Dimunculkan Kelebihanya amin amin amin…………….

    Kepada Dimas Sabdo pengasuh blog ini

    mohon secara bertahap dibuka misteri Nusantara contoh kecil saja di tanah Pasundan mungkin zaman Galuh Purba tepatnya di situs Karang Kamulyan Ciamis ditemukan Mahkota Raja menurut para pakar forensik purbakala dari berbagai penjuru dunia sdh berumur +/- 1,5 juta yang lalu saat ini Mahkota itu tersimpan rapih di Museum Jawa Barat dari situs ini saja terkadung Peradaban Tinggi

    masih banyak contoh lain di seantero Nusantara baik berupa situs maupun lainya peninggalan Leluhur sebagai sumber ilmu dari berbagai ilmu

    bisa juga sumber dari bangsa eropah , amerika bertahun tahun menggali peradaban ADI LUHUNG para leluhur Nusantara

    Demikian jika terdapat kata-kata yang kurang baik mohon maaf

    Salam katresnan semua sedulur kinasih

    Kis Atmojo

  13. Muhammad Al-Gazali

    Sistem Spiritual Analog Sistem Software Informatika Teknologi

    Seiring dengan perkembangan sistem aplikasi software dalam informatika teknologi ( IT ) yang senantiasa dipercanggih guna meningkatkan kualitas aksesibilitas maupun komunikasi sosial melalui berbagai fasilitas jejaring sosial didunia maya internet, maka analog dengan sistem software informatika teknologi tersebut dalam dunia spiritual untuk membangun aksesibilitas dan komunikasi sosial pada dimensi jejaring sosial tatanan kehidupan ruh kesemestaan alam / Ketuhanan Yang Maha Esa harusnya juga semakin dipercanggih dengan melahirkan suatu sistem aplikasi software syariat spiritual yang semakin canggih untuk bisa mengakses terhubung langsung pada server kesemestaan alam selanjutnya bisa berinteraksi sosial dengan berbagai stratifikasi komunitas ruh yang sangat multi dimensional ataupun bisa mendownload berbagai situs yang telah tersedia dalam server kesemestaan alam selanjutnya tersimpan dalam memori batin merupakan pengalaman atau kecerdasan spiritual subyektivitasnya, kecerdasan spiritual batiniah harus pula senantiasa terhubung dalam aktivasi random akses memori koloid otak ( berfikir ) guna melahirkan kreativitas inovatif untuk menjalankan visi dan misinya sebagai Sang Kholifah di Bumi ini.
    Syariat spiritual dianalogikan sistem software aplikasi informatika teknologi ketika di install dalam hardisk sebagai program aplikasi diharapkan mampu memberikan nilai tambah untuk lebih meningkatkan kualitas serta produktivitas optimal yang diharapkan yakni memberikan input, proses dan output agar manusia sehat kuat cerdas dan kreatifit inovatif serta memahami hakekat / esensi kemanusiaannya untuk dikembangkan membentuk karakter jatidiri berkepribadian jiwa luhur dan akal budi pekerti luhur, sehingga dapat terjaga dan tidak terlanggarnya aturan dasar hidup dan kehidupan demi terwujudnya ketertiban kedamaian, ketentraman, kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh kehidupan, sistem software spiritual jangan sampai terkontaminasi oleh berbagai virus kontra humanika (keangkuhan, kesombongan, keserakahan, kedengkian dll ) agar membuahkan hasil yang optimal serta jangan sampai merusak sistem original program bawaan dasar yang asli (Menghormati Leluhurnya, mencintai Bumi Suci Ibu Pertiwinya dan Kebangsaannya) serta jangan sampai berdampak menimbulkan krisis terhadap pemahaman hakekat nilai nilai kemanusian yang universal yang berdampak sistemik diberbagai dimensi sendi kehidupan serta jangan sampai menciptakan generasi yang terbelenggu fanatisme sektarianisme chauvinisme yang membutakan mata hati nurani apalagi anti terhadap ideologi Pancasila.
    Generasi masa kini harus berani mengkaji dan mengkritisi berbagai sistem software / syariat ajaran spiritual yang telah dipergunakan selama ini, apakah sistem software spiritualnya masih original terbebas dari virus serta compatibility dan konvergensi untuk membangun jatidiri kemanusiaan dan kebangsaan Indonesia yang sesungguhnya ?. Apakah sistem software spiritual terdapat virus berbahaya yang belum disteril atau diserum dengan anti virus yang akan merusak atau mengganggu sistem dasar sehingga operasionalisasinya menjadi lamban ?. Apakah sistem software bisa diaplikasikan secara universal atau barangkali dicipta hanya cocok untuk generasi negeri asalnya atau masih perlu dikonvergensikan dengan spiritual budaya lokal ?. Apakah sudah ada fakta empirik suatu bangsa yang mayoritas mengandalkan terhadap suatu sistem software spiritual yang digunakan selama ini telah menjadi bangsa besar yang damai sejahtera serta melahirkan generasi yang cerdas dan telah memiliki stabilitas nasional yang kokoh atau malahan sebaliknya menjadi negeri yang carut marut dalam pelangi ketidak stabilan ?. Marilah pertanyaan pertanyaan tersebut kita cari jawabannya dengan hati yang bening serta akal sehat dan cerdas, atau harus kita ciptakan software spiritual yang merupakan serum anti virus kontra humanika dan ideologi Pancasila, atau kita lacak dan bangkitkan kembali sistem software spiritual warisan leluhur Nenek Moyang Bangsa Nusantara yang tersebar diseluruh pelosok negeri serta sudah teruji dan terbukti pernah menciptakan Negeri Tata Titi Tentrem Karta Raharja Gemah Ripah Loh Jinawi, Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Darma Mangrwa.
    Generasi di negeri ini harus semakin jeli jangan sampai mempergunakan produk sistem software spiritual yang dengan sengaja telah dimuati pula sistem transformasi karakter kepolitikan / firqoh untuk kepentingan kelompok tertentu yang merugikan terhadap kepentingan nasional maupun jatidiri kemanusiaan dan kebangsaan Indonesia, harus benar benar bisa memvalidasi lagi apapun sistem spiritualnya agar selaras dengan Sejatinya Pancasila dan jangan sampai berdampak deharmonisasi kerukunan antar umat berkeyakinan/agama apalagi sampai meremehkan terhadap ideologi Pancasila.
    Mayoritas generasi negeri ini bisa dikata memang tidak tahu dan tidak menyadari kalau ada sistem software spiritual humanika yang berkaitan dengan ideologi Pancasila warisan keleluhuran Nenek Moyang Nusantara yang sangat canggih dan telah melahirkan berbagai software turunan yang tersebar diberbagai belahan dunia namu tidak sampai seperti software spiritual aslinya hingga menguak tatanan ruh kesemestaan alam hingga Sang Maha Suci Alam Semesta yang telah diciptakan oleh leluhur Nenek Moyang Bangsa Nusantara, hal ini bisa dimaklumi karena syariat asli telah pudar diperparah dengan hancurnya peradaban Negeri ini pada masa lampau bahkan bisa dikata lenyap dengan tragedi tenggelamnya Negeri Atlantis sejak ribuan tahun silam yang dipergunakan selanjutnya oleh masyarakat Nusantara adalah berbagai derivatifnya yang bisa dikata tidak murni lagi serta syariat yang berasal dari manca negara sebagai konsekuensi logis dari alkuturasi dan interaksi sosial dengan para kaum pendatang.
    Syariat ajaran / sistem software spiritual yang telah ada dan beredar serta diaplikasikan pada era jaman kekinian idealnya harus semakin dipercanggih atau beradabtasi demi diperoleh hasil yang optimal antara lain meliputi :
    – Dalam mengoperasionalkan berbagai syariat software spiritual harus semakin berkualitas tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban, juga jangan sekedar menjalankan sobongkah dogma semata tanpa bisa memahami dan menghayati arti dan makna lafal lafal sesebutan ritus spiritualnya.
    – Meningkatkan kualitas spiritual membangun aksesibilitas dengan Tatanan Jagad Gede / Tatanan Ketuhanan atau Tatanan Ruh Kesemestaan Alam yang sangat komplek dan multi dimensional, sehingga semakin bisa mengalami memperoleh pengalaman spiritual transendental yang semakin mencerdaskan subyektivitas spiritualnya.
    – Meningkatkan kualitas pemahaman secara universal berbagai Kitab kodifikasi sabda sabda Tuhan Allah / Mushaf Al-Kitab ataupun sabda utomo dari para pencetus sistem spiritual sebagai referensi suci humanika untuk bermasyarakat agung yang saling mensejahterakan mendamaikan serta berkeadilan sosial universal, sabda sabda yang tertulis dalam kodifikasi berbagai Mushaf Al-Kitab tersebut bisa dikata merupakan hasil mengakses dan download dari server kesemestaan alam / komunikasi subyektivitas spiritual seseorang dalam sistem kediriannya mengaktivasikan berbagai situs jejaring sosial di dunia maya tatanan ruh kesemestaan alam yang dipandu oleh Sang Gabriel / Sang Jibril atau Sang Gurujati dan merupakan sabda sabda yang memang telah tersedia diberbagai situs server tatanan ruh kesemestaan alam yang telah diakses dan download, sabda sabda yang diperoleh dari jejaring sosial tatanan ruh kesemestaan alam ditransformasi dan translitasi menjadi bahasa verbal retorik selanjutnya dikodifikasi sebagai mushaf/al-kitab yang disakralkan untuk disosialisasikan dalam kehidupan sosial masyarakat guna meraih derajat keagungan dalam kehidupan sosialnya oleh para Sang Pengelana sistem kedirian ( Nabi / Resi / Begawan / Pendeta ) dan dilanjutkan pula oleh para generasi penerus maupun para current user (peserta aktif) terhadap suatu sistem software spiritual keyakinan.
    – Membanguns sistem software aplikasi spiritual humanika ( Thoriqoh Humanika ) berbasis Sang Maha Suci untuk bisa menembus dasarnya alam bersama sang weningnya untuk berkelana diberbagai situs jejaring sosial tatanan ruh kesemestaan alam hingga bisa bertemu sendiri langsung dengan Sang Gurujatinya / Sang Gabriel / Sang Jibril atau dengan Nur cahaya sejati kemanusiaan, Sang Ruhul Kudus/ Sejatinya Rasullulah hingga Sang Hyang Maha Sucinya, hanya para pengelana dalam sistem kedirian secara totalitas dan disiplin tinggi serta senantiasa berorientasi melebur / manunggal rasa dengan Sang Maha Suci dalam sistem kediriannya saja yang diberi kesempatan untuk bisa bertemu langsung menghadap kepada Sang Maha Sucinya. Sang Maha Suci tidak pernah mengeluarkan sabda bersifat tehnis berkaitan dengan keinginan hidup ragawi manusianya, apa lagi sabda untuk berperang, membunuh, menghujat dan melaknat termasuk urusan biologis, sabda sabda yang berifat tehnis muncul didasari keinginan hidup ragawi manusia menghadapi situasi kehidupan sosial masyarakat pada alam jamannya sebagai hasil dari kemampuan membangun akses pada jejeraing sosial tatanan ruh kesemestaan alam yang dipandu Sang Gurujatinya tentunya atas restu Sang Maha Sucinya sehingga memperoleh masukan / didikan dari berbagai Gesang Ruh Suci termasuk gesangnya ruh suci mantan manusia bumi.
    Mayoritas generasi manusia di dunia ini telah mengandalkan dan ketergantungan pada sistem spiritual keyakinan yang telah ada, dan telah terjadi stagnasi sistem spiritual yang hanya melahirkan umat/users pengguna dan pengasong terhadap suatu sistem spiritual yang telah ada sejak ribuan tahun. Stagnasi sistem spiritual telah berdampak menimbulkan kerancuan demi kerancuan berfikir yang melemahkan / membelenggu daya kreativitas dan menimbulkan penafsiran yang dilekati ambisius kepolitikan hingga munculnya berbagai aliran sekte / firqoh ajaran spiritual dari keyakainan/agama yang telah ada bahkan penyalah gunaan atau mempolitisasi sabda sabda yang disakralkan untuk mengabsahkan perilaku dan perbuatan menuruti ambisi keinginan hidup ragawinya, apalagi peperangan/radikalisme kontra humanika mengatas namakan keyakinan/agama telah menimbulkan efek dampak sistemik termasuk carut marutnya situasi suatu negeri sehingga menjadi bangsa lemah dan tertinggal bahkan terjajah perasaan mental dan ideloginya sehingga sulit untuk menemukan kembali jatidiri sejati kemanusiaanya yang suci murni dan jatidiri kebangsaannya yang sesungguhnya, keangkuhan fanatisme sektarian dan chauvinistis dengan berbagai simbul dan kelembagaan dari berbagai firqoh keyakinan/agama akan malahirkan para dajalisme kontra humanika memicu terjadinya konflik sosial yang berdarah darah diberbagai belahan dunia yang bisa dikata merupakan dajalisme manusia yang akan menebarkan maut dimana mana, suatu saat akan muncul makhluk dajal yang sesungguhnya yang tidak akan mampu diatasi oleh kekuatan alat negara sekalipun, dajalis manusia maupun maupun makhluk dajal yang sesungguhnya dari alam gaib akan berangsur angsur menghilang dengan mulai tersebarnya luasnya ajaran spiritual humanika jatidiri kemanusiaan dan jatidiri kebangsaan serta munculnya tatanan spiritual Sang Ratu Adil di bumi Indonesia.
    Dalam setiap diri manusia terdapat suatu potensi spektrum daya rasa kreatif yang tak terbatas ( cedak orak senggolan adoh tanpo wangenan / dekat tanpa sentuhan memiliki daya cipta tanpa batas ), pengembangan daya kreativitas rasionalitas obyektivitas empirik yang dipadu dengan daya rasa cipta karsa batiniah dari pengembangan spektrum kesadaran kecerdasan spiritual subyektivitas sejati kemanusiaan berbasis Sang maha sucinya akan melahirkan kreativitas inovatif untuk meningkatkan harkat dan martabat setiap manusia sebagai kholifah dimuka bumi yang senantiasa terkontrol oleh moralitas etis (jiwa luhur) yang bermanfaat bagi dirinya serta bagi sesama hidup lainnya.
    Untuk bisa menggali dan memproses daya rasa cipta karsa menjadi holistik dan humanistis dengan sesungguhnya diperlukan sistem aplikasi software syariat spiritual humanika yang tercanggih paling tepat dan efektif untuk berkelana melalui sistem kediriannya guna membangun aksesibilitas dalam jejaring sosial tatanan ruh kesemestaan alam yang multi dimensional untuk mendapatkan asupan berbagai daya rasa cipta karsa dari berbagai clusters ruh yang berkualitas namun terkontrol dan tervalidasi oleh 5 (lima) inti etika dasar moral sejati kemanusiaan atau Pancasila/Kalimasada, ketika kembali kedunia empirik serta mengaktivasikan random akses memori koloid otak ( proses berfikir ) akan diperoleh daya kreatif inovatif yang holistik humanistis. Sistem aplikasi software syariat spiritual yang canggih akan memberikan daya akseleratif dalam upaya menyehatkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mengurai berbagai problem dan penyakit sosial menuju semakin terasanya adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bangsa Indonesia tidak boleh terbelenggu daya kreativitas spiritualnya harus berani berspiritual humanika Pancasila bahkan pada saatnya berani memasarkan syariat spiritual humanika Pancasila yang canggih warisan leluhur Nenek Moyang Negeri ke manca Negara, orang manca negara akan berduyun duyun ke Negeri Indonesia untuk berspiritual napak tilas keleluhuran jatidiri kemanusiaan budaya Nusantara sebagai bayar royalti ajaran Spiritual Humanika Pancasila diberbagai tempat spiritual budaya yang tersebar di diwilayah Indonesia dan dipusat Pasujudan Agung Sang Ratu Adil.
    Para Sesepuh Spiritual dan Intelektual Ilmuwan / Pujangga Indonesia akan bersinergis untuk mengembangkan berbagai epistimologi dan ontologis melahirkan berbagai ilmu humanika dan berbagai syariat aplikasi spiritual humanika Pancasila terkait dengan berbagai kebutuhan ekonomi, politik, sosial dan budaya yang akan mengarah pada Keadilan Sosial Internasional Universal, akan terlahir atau munculnya pujangga / ilmuwan yang mendunia serta melimpahnya sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas serta berjiwa Pancasilais sejati dan berkontribusi untuk mewujudkan Negeri Indonesia menjadi pesona dunia hingga benar benar kembali pada asal mulanya sebagai Negeri Tata Titi Tentrem Karta Raharja Gemah Ripah Loh Jinawi ( mengembalikan sorga yang hilang ), serta akan lebih berperan aktif berkontribusi terhadap terwujudnya ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan berkeadilan sosial internasional universal.
    Sistem aplikasi software spiritual canggih merupakan syariat spiritual untuk membangun jatidiri kemanusiaan dan jatidiri kebangsaan yang akan membimbing manusia untuk memahami berbagai esensi ruh yang ada dalam sistem kedirian perujudan ragawinya hingga semua unsur ruh yang terasup akan berhumaniora dan berhumanisasi, sistem spiritual humanika yang canggih akan menjadikan para pengelana spiritual humanika pada jejaring sosial tatanan ruh semesta alam senantiasa berusaha meningkatkan kualitas kediriannya secara kemandirian untuk bisa berinteraksi dengan berbagai komunitas ruh dengan berbagai stratifikasinya.
    Syariat spirtual humanika bisa dikatakan canggih bila diaplikasikan akan lebih memempercepat bisa mencapai keheningannya / Sang Hyang Weningnya untuk memenembus dasar alam keperiadaan jagad kiblat 4 (empat) dengan nyaman yang selanjutnya dapat merasakan ataupun menyaksikan adanya interaksi sosial untuk memperoleh sinergitas daya rasa kemurnian kesejatiaan ruh dengan skala prioritas dari naluri keleluhurannya sendiri dahulu ( sejatinya anak sholeh ), dilanjutkan berinteraksi sosial untuk memperoleh sinergitas daya rasa kemurnian kesejatian berbagai ruh masyarakat dari berbagai dimensional penghuni semesta alam dari stratifikasi terendah hingga tertinggi outputnya adalah merupakan pengalaman spiritual belum pernah terlintas dalam hati maupun pikirian yang spektrumnya semakin memperkuat kecerdasan subyektivitas humanikanya, syariat spiritual humanika manembah / meditasi harus ditunjang pula dengan spiritual mintaraga/puasa mesu barata akan semakin mempercepat mencapai Sang Hyang Weningnya atau memahami esensi “Nuun, Walqolami Wamaa Yasthuruun” untuk mendapat pencerahan tentang rasa kesejatian kemanusiaan atau sejatinya “Qur’an” sekaligus memperoleh kepekaan petunjuk untuk memvalidasi tentang kebenaran dan kesalahan ( Wabayinati minal huda wal furqan) sehingga akan memperoleh berbagai hikmah tentang berbagai ilmu pengetahuan serta memiliki kelembutan hati dengan jiwa luhurnya “ Walyatalathof “ bahkan bisa mencapai pada kedalaman yang paling rahasia ( Fi Lauhim Mahfudh ) untuk mengaktivasikan esensi Ruh tersuci ( esensi Rasullulahnya ).

  1. Ping-balik: Bencana Spiritual Nusantara - Inshomniyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: