Arsip Blog

AWAN KELABU TELAH DI DEPAN MATA

Saudara-saudaraku semua di manapun berada yang telah berkumpul di blog ini. Para pembaca yang budiman yang tinggal di kota dan di desa. Situasi dan kondisi saat inilah yang pada akhirnya tidak dapat dihindari. Keadaan akan semakin berat, kian berbahaya, tapi akan semakin tak terkendali. Hingga berujung pada MEGA-CHAOS (goro-goro besar) yang mungkin belum pernah terjadi di negeri ini. Walau hati kecil siapapun tak akan bersedia berharap terjadi. Namun kebijaksanaan alam terkadang tak mudah dipahami justru oleh bangsa manusia yang katanya berakal dan paling sempurna.

Jika kita sudah sabar supaya lebih sabar lagi. Jika sudah waspada harap lebih waspada lagi. Jika sudah bersikap hati-hati supaya lebih berhati-hati lagi. Kita semua punya keluarga, punya orang-orang terdekat yang menyayangi & menaruh harapan kapada kita. Inilah maksud tibanya detik-detik berlangsungnya FORMAT ULANG NUSANTARA sebagai mekanisme hukum keseimbangan dan keadilan alam. Kita semua, bangsa ini sedang menuju saat-saat paling berkabung.
Pada Selasa Malam, tampak begitu banyak supernatural power berkumpul. Di antaranya adalah KRK. Tampak ada sesuatu yang sangat urgent menjadi bahan pembicaraan. Terutama soal keadaan negara yang semakin genting.

Kamis Pon 15 Maret pagi hari pukul 07.10 wib “eyang-cantik” atau KRK datang, seperti biasanya setiap gerakan-gerakan tubuhnya merangkai torehan gerakan yang sangat indah lemah gemulai layaknya begawan seni tari. Bangsa widodari (dewi) yang jumeneng ratu itu  kemudian menyampaikan terimakasih telah dua kali dalam sebulan menghaturkan sedekah alam berupa mahesa jenar & turangga wulung sebagai bentuk nyata rasa syukur kita akan berkah alam. Terutama sebagai perilaku utama welas asih, penghormatan dan menghargai terhadap seluruh yang hidup tanpa terkecuali. Di akhir kalimat terselip pesan yang mendalam. “Situasi Nusantara akan semakin berat dan sangat berbahaya. Harus lebih berhati-hati eling dan waspada. Semua itu memang harus terjadi. Teruskan langkahmu ingsun akan selalu njangkung lan njampangi”. Tutur beliau dengan sikap yang sangat wicaksana. Tak lama kemudian beliau berpamit akan melakukan “patroli” nusantara dengan kereta kencana yang ditarik 40 ekor kuda. Lenyap seketika, tinggalah  aroma wangi bunga setaman yang tak kunjung sirna hingga sore hari.

Presiden kita semua, adalah figur Presiden yang peragu, tidak punya sikap tegas dan wibawa yang semakin runtuh, pemerintahan yang sangat jahat kepada rakyatnya sendiri, para politisi pengumbar mulut, serta kelompok-kelompok masyarakat yang semaunya menuruti hawa nafsu kepentingan kelompok dan pengejar imajinasi. Rasanya tak ada lagi figur tersisa yang mampu menata kebali emerintahan RI. Semua itu hanya bisa dipungkasi jika terjadi goro-goro yang berakibat kehancuran fatal. Saya hanya bisa maneges kepada seluruh supernatural power yang saat ini memerintahkan untuk ‘siaga satu’ dalam kewaspadaan ; lindungilah orang-orang yang berada di GARDA DEPAN melindungi rakyat & ayomilah RAKYAT YANG TAK BERDOSA. Sing sapa nggawe bakal nganggo. Sampai jumpa di waktu yang akan datang. Saling berjabat tangan, saling doa dalam keselamatan, serta berharap mendulang kesejahteraan di hari esok. Wilujeng rahayu kang tinemu, bondo lan beja kang teka. Saka kersaning Gusti. Salam karaharjan

Gègèring Nuswantårå Nagri

Dèn Samyå Waspådå

Pêpéling puniki kaunggah ing dintên Kêmis Wagé 17-11-2011
(suryå kaping pitulas, wulan sêwêlas, warså sêwêlas)
Mugyå pårå dulur kulå sagung pôrô maôs blog tansah
pikantuk pitulungan tuwin kawêlasaning Gusti Hyang Jagadnåtå

Bethara Kala

Bethara Kala

Nuswantårå nandhang tyas duhkitå
Keh janmå agawé pôpô-cintråkå
Tumrap sarirå jiwå lan raganirå
Langit datan jinunjung bumi datan kapidak
Pribadi murkå angkårå kang dadi panguwåså
Lakunirå daksiyå lan cidrô mring nuså lan bångså
Nora éling sangkaning dumadi

Anging kabèh titah alûs wus cancut taliwåndå
Hamêmayu hayuning nuså kalawan bångså
Ajejuluk pêngawal jêjêging såkåguru
Kang dadi patrap paugêraning bangså Nuswåntårå
Rawé-rawé rantas malang-malang putûng
Gawé horèg asumurup ing jêroning rågå janmå saksêrik lan sulåyå
Tan ånå pitulung ingkang martani
Kajåbå éling mulihå mring mulåbukaning dumadi

Dipun éling kalawan waspadèng
Sêmuning kahanan bångså lan nagri
Sakèhing pratanda wus katon cêthå
Tansåyå cêdak dungkaping sapût dêndå
Méh tintrim kinobar prahårå gung gôrô-gôrô
Kabeh iku datan kénging dèn owahi

Read the rest of this entry

WAHYU KEPRABON & GORO-GORO 2011

Indonesia 06-06-11

Paling tidak semenjak akhir periode kekuasaan ORDE BARU kita seringkali mendengar istilah wahyu keprabon. Namun kiranya sedikit saja orang yang betul-betul mengetahui seluk beluk apa itu wahyu keprabon. Sepadan dengan wahyu keprabon adalah wahyu yang begitu kental dalam cerita pewayangan dan dalam tradisi kesusasteraan Jawa. Sebut saja misalnya “wahyu makutharama” yang diberikan kepada para kesatria Pendawa Lima. Bagi siapa yang memegang wahyu makutharama, dialah akan menjadi pemimpin, menjadi kesatria yang membawa berkah agung bagi rakyat yang dipimpinnya. Demikian halnya dengan wahyu keprabon. Siapa yang kesinungan memiliki wahyu keprabon, dialah orang yang kuat “nyunggi drajat” kepemimpinan tertinggi di negara Republik Indonesia. Dan ada semacam jaminan dari kekuatan supra satria tersebut akan menjadi pemimpin yang membawa berkah kemakmuran bagi rakyat yang dipimpinnya. Membawa berkah agung bagi bangsa yang dikelolanya.

Apa yang dimaksud dengan wahyu? Dalam terminologi Jawa, wahyu diartikan sebagai sebuah konsep yang mengandung pengertian suatu berkah Jawatagung atau Tuhan. Lebih konkritnya adalah berkah yang berasal dari mekanisme kebijaksanaan universe yang diperoleh manusia dengan cara gaib. Datangnya wahyu tidak dapat dipaksakan, tetapi hanya diperoleh melalui berbagai media, dan hanya kepada seseorang yang pinilih dan terpilih. Yakni orang-orang yang kuat memikul derajat tinggi, orang yang memenuhi syarat dalam hal budi pekerti dan tindak perbuatannya selalu hamemayu hayuning bawana terhadap alam semesta seluruh seluruh isi penghuninya. Kepada sesama manusia, mahluk halus, binatang, dan tumbuhan, sebagai refleksi di mana kesadaran spiritualnya telah berada pada level sejati ning jalma, manusia sejati. Orang-orang demikian itu yang sikap perbuatannya selalu selaras dan harmonis dengan hukum keadilan dan keseimbangan alam. Disebut sebagai manusia berkesadaran kosmologis. Bagi yang memenuhi persyaratan di atas, seseorang dapat melengkapi daya upaya untuk meraih wahyu keprabon dengan mesu raga dan mesu jiwa melalui berbagai tradisi seperti bersemadi, bertapa, tirakan, atau berbagai jalan lain yang berkonotasi melakukan laku atau perbuatan batin. Tapi tidak setiap kegiatan “laku batin” itu akan mendapatkan wahyu keprabon karena persyaratan untuk memangku wahyu keprabon tidaklah mudah. Perlu menata solah dan bowo, serta melalui liku-liku perjalanan hidup yang berat. Dari berbagai peristiwa yang menimbulkan suatu penderitaan hendaknya dijadikan sebagai bentuk laku prihatin yakni dijadikan wahana penggemblengan hidup. Dengan demikian seseorang dimungkinkan untuk mencapai tataran kesadaran spiritual dengan predikat tinggi. Berkat kesadaran spiritual yang memadai tersebut, akan terbentuk budi pekerti (bowo) yang luhur. Budi pekerti luhur bukan sekedar jargon yang bersifat pedagogik, namun senantiasa disertai dengan sikap dan perbuatan (solah) yang benar-benar konkrit. Apabila seseorang dapat memiliki prestasi spiritual sedemikian rupa berarti ia telah menjadikan dirinya sebagai “media tanam” yang layak bagi bersemainya “benih” wahyu keprabon.

PUSAKA KEPEMIMPINAN TERTINGGI

Keprabon berasal dari suku kata praba yang berarti sorot cahaya. Dapat bermakna pula aura yang memancar di seputar kepala. Keprabon merupakan sorot aura yang menandakan tingkat keluhuran dan kemuliaan seseorang. Makna khusus keprabon berarti tahta atau kekuasaan. Bagi seorang yang memiliki kemampuan melihat gaib atau melihat benda-benda metafisika, tentu akan mampu melihat pancaran cahaya keprabon yang menyelimuti kepala seseorang pemangku wahyu keprabon. Namun berbeda dengan aura pada umumnya, karena wahyu keprabon ini merupakan ajimat pusaka. Dari warna pancaran cahaya dan terutama getaran energinya dapat dibedakan mana wahyu keprabon mana pula yang bukan wahyu keprabon. Perbedaan paling esensial adalah wahyu keprabon merupakan ajimat pusaka yang memiliki efek terbukanya jalan bagi seseorang untuk memperoleh tahta kekuasaan (baca; kedudukan luhur).  Namun bukanlah sembarang kedudukan sebagai pemimpin, karena pusaka wahyu keprabon dikhususkan untuk memperoleh kedudukan sebagai orang nomer satu alias Presiden di negeri ini. Barang siapa yang mampu atau kuat memikul derajat tinggi, serta kesinungan (terpilih) memperoleh wahyu keprabon, itu artinya ia memiliki kesempatan besar menjadi penguasa atau Presiden RI.  Read the rest of this entry

MEDITASI CAKRA dan OLAH SEMEDI

MEDITASI CAKRA dan OLAH SEMEDI

Meditasi dibagi dalam dua alur besar. Yakni meditasi mikorokosmos atau pemusatan konsentrasi pada jagad alit yakni unsur-unsur yang ada dalam diri tubuh kita. Dan meditasi makrokosmos atau meditasi jagad ageng. Meditasi cakra merupakan subsistem dari meditasi mikrokosmos.

By sabdalangit

CAKRA DASAR, ROOT CHAKRA, Jayengdriyo, Muladhara :

Cakra pertama. Terletak di dasar tulang belakang, berfungsi meningkatkan kemampuan kita dalam bertahan hidup dan beradaptasi. Cakra ini sekali terbuka akan memberikan stabilitas yang kita perlukan untuk memikul beban kita sehari-hari. Ketika cakra dasar ini masih tertutup akan membuat kita takut pada perubahan. Tetapi sekali terbuka akan menciptakan peluang bagi kita untuk menggapai kesempatan merasakan indahnya kehidupan serta suatu kenikmatan dan anugrah yang menakjubkan dalam kehidupan ini.

SEXUAL CHAKRA, JANALOKA atau Swadhishtana:

Cakra kedua ini terletak di balik wilayah alat genital. Sepadan dengan bait al-mukadas. Cakra ini berkaitan dengan energi  dan gairah seksual. Apabila energi mengalir bebas diwilayah ini akan membawa energi positif dalam hidup kita. Penyumbatan di daerah ini dapat mengakibatkan masalah seksualdan reproduksi yang akan menghambat energi mengalir bebas dan menyebabkan energi negatif dalam hidup kita.

CAKRA PUSAR,  NAVEL CHAKRA atau Manipura :

Cakra ketiga. Cakra ini hubungannya dengan energi dan terletak di bawah pusar. Cakra ini merupakan pusat kekuatan tubuhdan merupakan titik luncur untuk energi prana. Meditasi pada cakra ini akan membawa energi besar dan dapat digunakan untuk menyerap energi yang besar pula. Biasanya meditasi cakra pusar secara efektif diterapkan untuk membangkitkan “tenaga dalam” dan untuk penyerapan energi alam seperti energi ombak laut, energi angin, energi api, energi matahari, energi rembulan, energi bumi dsb.

CAKRA HATI, HEART CHAKRA atau Anahata :

Cakra keempat. Sepadan dengan bait al-muharam. Panggulunganing raosing karsa.  Cakra hati terletak persis di daerah jantung-hati dan berhubungan dengan kebaikan yang besar dan cinta kasih. Meditasi pada cakra ini dapat memiliki pengalaman batin yang mendalam dan membuka hati untuk dapat merasakan keindahan sejati dalam memahami alam semesta. Cakra ini berfungsi pula untuk menghubungkan antara pikiran (kesadaran) tubuh (ragawi) dengan kesadaran jiwa (batin). Read the rest of this entry