Arsip Blog

Dewi Rinjani (Dewi Anjani)

Saat sedang mengamati video seorang remaja kesurupan yang mengaku sebagai Dewi Anjani, tiba-tiba Eyang Dewi Anjani hadir, tampaknya beliau mengetahui isi hati dan pikiran saya, mengenai peristiwa kesurupan yang menimpa banyak orang mulai dari usia remaja hingga ibu-ibu dan sejauh yang saya tahu mereka semua yang kesurupan adalah wanita. Melihat cara mereka kerasukan, ada yang histeris, teriak sambil menangis, ada yang terbaring lemas sambil mengeluarkan kata-kata dan kalimat yang intinya hampir sama, mereka mengaku sebagai Dewi Anjani, supernatural power yang menjaga atau bersemayam di Gunung Rinjani.

Cara Membedakan Leluhur Besar & Bukan

Walaupun saya belum pernah menjumpai mereka yang kerasukan secara langsung, saya merasa ragu karena secara logika, seorang Dewi Anjani yang agung dan suci tentu tidak akan menunjukkan perilaku demikian rupa. Saya hanya menduga kira, mungkin mereka kesambet bangsa jim pri perayangan atau makhluk halus bekasakan yakni sejenis makhluk halus level bawah misalnya bangsa dedemit dan sejenisnya. Karena sejauh yang saya ketahui, makhluk halus semacam itu karakternya ganas atau temperamental dan perilaku serta tutur katanya kasar. Bisa saja mereka mengklaim sebagai (utusan) Dewi Anjani. Tentu bagi orang yang tidak bisa melihat obyek metafisika akan kebingungan. Bahkan bisa menimbulkan stigma buruk kepada sosok Dewi Anjani sendiri. Kejadian itu menimbulkan kesan seolah-olah Dewi Anjani karakternya kasar seperti mereka yang kerasukan itu ? Bagi Anda yang percaya keberadaan Dewi Anjani jangan khawatir. Ada satu prinsip sederhana paling tidak bisa menjadi pedoman dan rambu-rambu untuk membedakan mana makhluk halus bekasakan mana pula entitas supernatural power yang mempunyai tingkat kesucian dan keagungan tinggi. Anda cukup memahami apa yang saya pikirkan di atas. Sikap dan tutur kata seorang leluhur besar tidak akan kasar dan tampak histeris. Para leluhur besar selalu menunjukkan sikap tenang, halus, santun, berbicara seperlunya dengan tutur kata yang ringkas padat, berisi serta penuh wibawa dan terasa sekali energi welas asihnya memancar. Dan ada satu prinsip paling penting harus Anda ketahui, bahwa leluhur besar tidak akan lenggah di badan sembarang orang. Alasannya, tidak setiap orang akan kuat tubuhnya ketika kelenggahan leluhur besar. Biasanya leluhur besar hanya akan lenggah ke dalam diri seseorang yang terpilih karena masih ada hubungan darah, atau seseorang yang benar-benar kuat dan suci lahir batinnya. Serta orang itu mempunyai kesadaran spiritual yang tinggi sehingga bisa memahami sejatinya kehidupan ini, baik yang wadak maupun gaib. Leluhur tidak akan menyentuh orang yang tidak percaya apalagi yang suka menghina dan menghujat entitas gaib. Karena orang semacam itu kadar kesadaran spiritualnya sangat rendah.

Read the rest of this entry

Gunung & Kekuatan Supra

DSC06548

Sing sapa wae menawa tansah memetri paugeran, bakal terwaca, permana lan waskitha, temah suket godhong dadi rewang, ati sumeleh, seger bregas kuwarasan, ati bungah sumringah, cukup bondo dunya, sugih ngelmu lan wicaksana, wilujeng karahayon, ayem tentrem kerta raharja, idu geni yen paring dunga pengestu mesthi manjur lan temomo.

Kaitan Antara Karakter Alam dan Karakter Masyarakat

Nusantara tempat kita hidup ini merupakan teritorial yang memiliki keistimewaan luar biasa. Kekayaan alamnya, yang terkandung dalam bumi mulai dari kesuburan tanah, keragaman flora dan fauna, kontur tanah, struktur geologi, kualitas geodesi, dan kekayaan maritimnya. Terlebih lagi bila kita sejenak menoleh ke belakang, memahami dan melihat secara obyektif kondisi bumi pertiwi pada masa lalu. Bukan sekedar konon, namun jejak-jekan kehebatan bumi pertiwi yang masih tersisa bisa kita lihat hingga sekarang ini.

Nusantara secara geologis merupakan “ring of fire” terdiri dari barisan bukit berderet dari wilayah Sabang sampai Merauke. Di antara barisan bukit-bukit itu terdapat ratusan gunung berapi aktif dan non-aktif. Gunung purba maupun yang baru lahir menunjukkan regenerasi dan dinamika alam yang luar biasa. Banyak pula deretan gunung api purba yang sampai sekarang masih aktif misalnya gunung Merapi di sebelah utara wilayah Jogjakarta. Ratusan gunung berapi itu masing-masing mempunya karakteristik dan pola letusan yang berbeda-beda, serta masing-masing memiliki kontur perbukitan yang berbeda-beda pula. Kondisi fisik alamiah itu menimbulkan cirikhas karakter penduduk Nusantara. Sedangkan perbedaan masing-masing wilayah Nusantara melahirkan beragam karakter sosial budaya berupa sub-kultur pada masyarakat yang ada di sekitar gunung maupun yang ada di wilayah daratan rendah.

Read the rest of this entry