Arsip Blog

Acara Ruwatan Murwakala

Ruwatan Murwakala Para pembaca yang budiman, saudara-saudara di seluruh penjuru tanah air dan di manapun berada. Menimbangi posting saya terdahulu tentang ruwatan murwakala, perlu saya infokan bahwa semenjak 3 tahun yang lalu banyak saudara-saudara & para pembaca blog menanyakan melalui email, lewat telpon, maupun disampaikan secara langsung kapan sekiranya akan diadakan acara ruwatan murwakala mohon supaya bisa diberikan informasi. Maksud hati ingin sekali saya dapat membantu memudahkan terlaksananya harapan saudara-saudara semua. Namun karena berbagai kendala barulah kali ini dapat kami tetapkan rencana untuk pelaksanaannya. Berbagai pertimbangan terutama persoalan dana yang cukup besar untuk ruwatan murwakala menjadikannya niat dan keinginan selama ini selalu tertunda-tunda.  Terlebih lagi jika acara ruwatan murwakala dilaksanakan sendiri. Butuh dana yang cukup besar antara 20-50 juta belum beaya-beaya tak terduga. Itu pun tergantung siapa dalang yang akan meruwat, semakin tenar dan mumpuni dalangnya maka akan semakin besar pula beayanya.

Puji sukur kepaRuwatan by sabdalangitda Gusti Sang Jagadnata, roh jagad agung, spirits of the universe telah merespon keinginan dan harapan kami, harapan kita semua yang sedang berniat melaksanakan acara ruwatan murwakala. Kami semua, paseduluran Sabdalangit bekerjasama dengan Cv Lakutama selaku EO akhirnya mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan ruwatan murwakala yang terbuka untuk diikuti siapa saja yang merasa perlu melakukan ruwatan, tanpa membedakan agama, suku, bangsa dan bahasanya. Pada awalnya kami sekedar menanggapi permintaan beberapa sedulur yang ingin diruwat yang mengajukan permintaan melalui email dan secara lisan. Sedianya ruwatan hanya akan kami lakukan sesederhana mungkin dan semampu kami lakukan. Terutama akan dilakukan oleh istri saya yang wetonnya senin pon. Misalnya cukup dengan bancakan weton, cukur kuncung gelung, dan beberapa ritual khusus. Barangkali alam semesta dapat merasakan apa yang menjadi getaran rahsa sejati kami hingga akhirnya niat dan harapan itu mendapat kesempatan karena kami mendapatkan dukungan dari berbagai pihak baik beaya, pikiran maupun tenaga.

Atas terlaksananya rencana ruwatan murwakala ini kami menghaturkan terimakasih dan presisasi yang setinggi-tingginya kepada :

  1. Para abdi dalem Pasarean Agung Kotagede khususnya dan Pasarean Agung Pajimatan  Imogiri yang telah memberikan dukungan pemikiran, iguh pretikel, tenaga dan waktu demi terlaksananya ruwatan murwakala. Matur sembah nuwun, atas kesetiaannya kepada para leluhur bumi putera bangsa, menjadikan doa-doanya sangat tijab.
  2. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang telah memberikan dukungan moril dan sarana. Sehingga acara ruwatan murwakala diberikan tempat yang istimewa dan sakral, secara leluasa di halaman depan Pasarean Agung (makam raja-raja Mataram) di Kotagede, Yogyakarta.
  3. Kepada Bapak IR. H. Isran Noor M.Si selaku Bupati Kutai Timur sekaligus Ketua APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) atau lebih familier menjabat sebagai ketua Bupati dan Walikota seluruh Indonesia, dan juga saat ini beliau menjabat sebagai  ketua BTN (Badan Tim Nasional) yang baru dilantik untuk mengemban amanat mendamaikan kisruh di PSSI. Berkat dukungan financial dan dukungan moral beliau, menjadi pemompa semangat kami. Dukungan yang sangat berarti bagi kami dan seluruh peserta ruwatan (para sukerta) sehingga dapat meringankan beban beaya yang harus ditanggung oleh seluruh peserta ruwatan murwakala kali ini.
  4. Kepada teman-teman, sahabat, sanak saudara, dan semua pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ruwatan murwakala. Tenaga, pikiran, dan kepeduliannya sangat berarti demi sukses dan lancarnya mata acara demi acara. Dan yang lebih utama meringankan tugas-tugas dan tanggungjawab serta menyiapkan ubo-rampe dan  kebutuhan para peserta ruwatan murwakala beserta keluarga yang akan mendampinginya.
  5. Kepada Ki Dalang Hadi Sudarsono, di usianya yang ke 81 masih kerso memberikan pengorbanan kepada kami semua, kepada seluruh peserta ruwatan. Kami sadar bahwa yang diperlukan tidak sekedar kemampuan meruwat, lebih dari itu dalang ruwat sudah mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menghadapi segala resiko terberat demi mengupayakan nasib orang lain supaya lebih baik di waktu yang akan datang.

Kami sangat menyadari tanpa adanya kekompakan dan dukungan dari berbagai pihak, apalah artinya tenaga dan pemikiran kami untuk memberikan wahana bagi seluruh saudara-saudara yang akan melaksanakan ruwatan.

Ttd

foto koleksi sabdalangit

Ruwatan Murwakala by Sabdalangit

Sabdalangit

****************************************************************************************

JADWAL ACARA PROSESI RUWATAN
DI KOMPLEKS PASAREAN AGUNG KOTAGEDHE YOGYAKARTA

 
(Semua Kegiatan akan didokumentasikan : Foto & Video) Read the rest of this entry
Iklan

Ruwatan Murwakala

RUWATAN MURWAKALA

Deso mowo coro, negoro mowo toto. Kita hargai dan hormati nilai kearifan masing-masing suku bangsa dan budaya. Karena setiap suku, budaya dan bangsa memiliki nilai kearifan (local wisdom) masing-masing yang berbeda dengan masyarakat dan wilayah lainnya. Sebagai hasil interaksi antara manusia dengan lingkungan alamnya yang spesifik selama berabad dan ribuan tahun lamanya. Pemaksaan suatu nilai kearifan lokal terhadap masyarakat dan budaya lain, adalah bentuk tindakan aniaya dan merupakan perilaku melawan hukum alam. Sebuah penghianatan akan jati diri, jika penganiayaan dilakukan oleh masyarakat dan suku bangsa itu sendiri. Manusia seringkali kesulitan  melepaskan diri dari nafsu golek benere dewe, golek menange dewe, golek butuhe dewe. Bahkan seringkali nafsu itu diklaim atas nama Tuhan. Sungguh keterlaluan. Siapapun pelakunya cepat atau lambat akan digulung dan diadili oleh hukum alam itu sendiri. Sebab hukum alam tidak pernah menyisakan secuil pun  ketidakadilan.

Ruwatan

Makna Ruwatan

               Ruwatan adalah salah satu upacara tradisional  dengan tujuan utama mendapatkan keselamatan  supaya orang terbebas dari segala macam kesialan hidup, nasib jelek dan selanjutnya agar dapat mencapai kehidupan yang ayom ayem tentrem (aman, bahagia, damai di hati).  Lebih konkritnya ruwatan sebagai suatu upaya membersihkan diri dari sengkala dan sukerta (dosa dan sial) ang diakibatkan dari perbuatannya sendiri, hasil perbuatan jahat orang lain maupun force-majeur misalnya faktor kelahiran dan ketidaksengajaan di luar kendali dirinya. Ruwatan yang paling terkenal sejak zaman kuno diselenggarakan oleh nenek moyang adalah ruwatan murwakala. Dalam ruwatan ini dipergelarkan wayang kulit dengan cerita Murwakala di mana orang-orang yang termasuk kategori sengkolo-sukerto diruwat atau disucikan supaya terbebas dari hukuman Betara Kala, gambaran raksasa menakutkan yang suka memangsa para sukerto.

Siapakah sesungguhnya Bethara Kala ? Read the rest of this entry