PENGALAMAN GAIB

Tulisan ini sengaja saya paparkan, tanpa niat dan maksud sedikit pun untuk unjuk diri dan wujud kesombongan, apalagi untuk mencari musuh. Semata-mata sekedar mensyukuri anugrah tuhan dengan cara lebih konkrit yakni berbagi pengalaman kepada saudara-saudara yang budiman. Barangkalai ada suatu pelajaran yang dapat kita petik. Kejujuran apa adanya disampaikan,  walaupun akibatnya pahit, lebih baik daripada kita membuat semua orang senang, tetapi berpijak pada kebohongan dan kemunafikan belaka. Saya yakin di antara para pembaca pasti ada yang memiliki pengalaman spiritual berbeda dan lebih mendalam lagi. Karena Tuhan Maha Pemurah, Maha Adil, Maha Bijak, pasti melimpahkan segala rahmat, petunjuk, kemurahan, dan mukjizat, dalam wujud yang berbeda-beda kepada seluruh umat manusia makhluk ciptaanNya. Tanpa kecuali, dan tanpa membedakan apapun suku, bangsa, agama dan sistem kepercayaan anda. Pastilah anda memiliki dan pernah merasakan “sentuhan” Tuhan di mana Kekuasan dan Mukjizat Tuhan terasa begitu dekat dengan diri anda.

TENTANG RUH

Kisah ini kualami pada saat aku masih usia 5-8 tahun. Waktu itu orang tuaku bingung dan sedih karena 3 kali dalam seminggu aku mengalami kejadian misterius. Ortu ku menuturkan, tiba-tiba aku tampak seperti orang pingsan selama 1-2 jam lamanya. Anehnya ke mana saja berobat, dokter selalu menghasilkan diagnosis yang berbeda-beda.

Pada saat diriku dianggap “pingsan” itu, apa yang sebenarnya alami sangat berbeda. Peristiwa selalu terjadi sore hari, awalnya aku mulai merasakan gejala aneh, mendengar suara teman-temanku yang sedang bermain seolah terdengar suara dalam dua dimensi. Di satu sisi aku mendengar suara mereka secara jelas di telingaku, tetapi di sisi lain aku mendengar suara-suara misterius seperti nun jauh di “sana”, yang sulit aku deskripsikan. Perasaanku semakin ketakutan, lantas pulang ke rumah. Sampai di rumah aku merasa tiba-tiba pandangan gelap gulita lalu muncul ada titik sinar putih, lama-kelamaan semakin besar seperti lorong. Hanyut diriku menyusuri lorong secara cepat, kemudian tiba-tiba masuk ke dalam ruang yang maha luas, terang benderang, ibarat seperti di atas awan putih yang menghampar di langit. Di sana aku bertemu sosok laki-laki maupun perempuan yang rata-rata berusia setengah baya, dan ada tak pernah kukenal sebelumnya. Mereka mengajarkan sesuatu kepadaku, tentang berbagai “ilmu linuwih” maupun pengetahuan tentang sejatinya Tuhan. Anehnya, selama menyampaikan ajaran-ajaran mereka tanpa pernah menyebut dalil salah satu agama apapun sebagaimana sering dilakukan oleh penceramah agama.

Siapakah orang-orang itu ?

Kesadaranku tiba-tiba pulih, bersamaan dengan perasaan seolah diantar pulang kembali oleh orang-orang itu. Setelah sadar aku berfikir siapakah mereka ? dan pada saat peristiwa itu kembali terjadi pada diriku, aku sempat bertanya (A), ”Panjenengan sinten to…?

Mereka menjawab

(M); “Aku eyang-eyangmu dewe ngger…ojo wedi, kene kene..siro dak paringi “sipat kandel” supoyo uripmu mbesok manggih kabegjan lan antuk kamulyan sejatining urip.

A ; “Njih..sendiko eyang…dalem ngesto’aken dawuh !

M ; “Iki eyang buyutmu, aku eyang canggahmu, lan kae kabeh poro leluhurmu kang nurunake sliramu ngger…!

Dalam setiap “pertemuan” di alam “sana” beliau selalu berpesan,”Tansah-o manembah marang Gusti Ingkang Akaryo Jagad..tansah eling lan waspodo, terusno lakumu ngger…wis becik..eyang-eyangmu kabeh tansah paring donga lan pengestu marang sliramu ngger ! Ojo parang tumuleh, lakumu tansah dak jangkung lan dak jampangi.

Kemudian aku dengar beliau menyebut satu persatu nama-nama mereka, persis seperti nama-nama leluhur kami (yang sudah lama wafat) yang tersimpan dalam catatan silsilah (pohon famili) yang masih disimpan rapi oleh kedua orang tua ku.

Mengapa Mereka Tidak dalam Siksaan Tuhan ?

Konon menurut cerita orang tua kami, leluhur-leluhur yang namanya tersebut dalam silsilah, dan pernah kutemui di dalam dimensi gaib itu, ada yang beragama Hindu Syiwa, Kabuyutan, Budha, Katolik dan juga eyang saya lainnya yang dulunya seorang penghayat nilai-nilai hakekat Islam. Termasuk eyang canggah yang seorang penghayat ajaran Kejawen. Aku mulai berfikir dan bertanya, mengapa beliau masih bisa kutemui dalam keadaan baik-baik semua ? Jika agama di dunia ini yang benar hanya satu, mengapa beliau semua tetap dalam kondisi baik. Sebab waktu itu bayanganku sebagai “anak kemarin sore” yang masih awam, jika si A tidak memeluk agama ini, itu … berarti salah dan menjadi orang tersesat, maka mereka tak akan diterima di sisi Tuhan. Tetapi kenyataannya kok demikian adanya ?! Walau mereka dari berbagai latar-belakang keyakinan yang berbeda-beda kok tidak dalam siksaan Tuhan ? Ini menjadi pertanyaan dalam batin.

Pada saat peristiwa itu semakin sering terulang, kesadaranku juga semakin meningkat walaupun berada dalam dimensi “lain”, tetap tak ada bedanya  sebagaimana bercengkerama dengan kawan-kawan bermainku yang masih hidup. Aku dapat bertanya apa saja tentang yang gaib. Semua jawaban beliau-beliau amat sangat gamblang, jelas, tegas, sangat memuaskan dahaga spiritualku.

Lalu pada suatu waktu, sampailah saatnya “dibukakan” mata hatiku akan  rahasia besar, tentang Kebesaran Tuhan, tentang Keadilan Tuhan, tentang Kebijaksanaan Tuhan. Namun dengan berat hati saya belum bisa memaparkan bagaimana rahasia besar tersebut secara rinci dan detail. Tidak bijaksana kiranya saya mengungkap rahasia besar Dzat Ilahi  pada media ini, karena dapat menimbulkan fitnah. Saya terdorong untuk bersikap bijak, bisa “ngemong” bagi saudara-saudara kita yang belum cukup bekal landasan ilmu untuk memahami dengan arif dan bijaksana akan rahasia besar alam gaib. Namun demikian, ada yang ingin saya bagi pada para pembaca yang budiman, secara garis besar ada yang dapat saya simpulkan dari peristiwa yang saya alami sebagai berikut;

Betapa Tuhan itu :

LEBIH DARI MAHA ADIL

LEBIH DARI MAHA BIJAKSANA

LEBIH DARI MAHA BESAR

LEBIH DARI MAHA KUASA

LEBIH DARI MAHA KASIH DAN PENYAYANG

LEBIH DARI MAHA LEMBUT

LEBIH DARI MAHA PEMURAH

Akhirnya, sampailah saya pada pemahaman:

ALANGKAH DAMAINYA DUNIA INI

JIKA SEMUA ORANG MENGALAMI SAMA DENGAN APA YANG PERNAH SAYA ALAMI

JIKA TUHAN MEMBERI KESEMPATAN KEPADA SELURUH MANUSIA

UNTUK MELIHAT RAHASIA KEKUASAAN“NYA”

PASTI LAH TAK KAN ADA LAGI PERANG ANTAR AGAMA

TAK KAN ADA LAGI DEBAT KUSIR SIAPA SEJATINYA TUHAN

TAK KAN ADA LAGI RASA KEBENCIAN DAN PERMUSUHAN ANTAR AGAMA

TAK KAN ADA LAGI SALING CURIGA DI ANTARA UMAT

SAYA TELAH MENDAPATKAN PEMAHAMAN YANG AMAT SANGAT BERHARGA,

SAMPAILAH PADA PEMAHAMAN BETAPA TUHAN ITU LEBIH DARI MAHA SEGALANYA,

DARI SEMUA WUJUD KE-MAHA-AN TUHAN

YANG TERTULIS DI DALAM KITAB SUCI DAN AGAMA MANA PUN

Sasmita Gaib

Peristiwa gaib itu lantas berhenti sejak aku berusia 8 tahun. Pada saat remaja kehidupanku sangat berbeda dengan teman-teman. Orang tuanku guru SD, enam bersaudara semua sekolah. Maklum jika kemudian orang tua gajinya minus, sekalipun sudah bekerja sambilan freeland, sebagai petani. Kubantu orang tua bekerja keras di sawah hingga aku beranjak kuliah di UGM. Dengan susah payah kuselesaikan S1 walaupun aku harus menanam pohon pisang banyak-banyak di tanah kering pinggir sungai agar supaya bisa ku jual setiap seminggu satu tandan pisang untuk beaya kuliah. Ternyata belum mencukupi kebutuhan kuliahku juga, sehingga aku tetap harus makan sekali sehari selama 7 tahun sejak kelas 2 SMA.

Sejak 5 tahun yang lalu, peristiwa itu menghampiriku kembali beberapa kali, tetapi kali ini aku diajarkan tentang ilmu meraga sukma atau lolos sukma. Bagi orang Jawa ilmu ini sudah tak asing lagi. Sebuah ilmu untuk memisahkan badan halus kita dengan badan kasar. Badan halus kita keluar dari badan kasar, selanjutnya dapat melanglang jagad raya menembus dimensi gaib. Aku semakin dapat membuktikan sendiri apa yang pernah diajarkan oleh leluhurku di alam “sana”. Kutemukan ternyata adalah perbedaan dimensi gaibnya para setan, demit, jin priprayangan, siluman yang suasananya serba bau tak sedap, anyir, gelap remang-remang, lembab, basah, licin dan terdapat aneka ragam rupa bentuk mahluk Tuhan yang menyeramkan. Kudapatkan pula ternyata dimensi gaibnya para leluhur berbeda dengan dimensi gaibnya setan, demit brekasakan.

Sungguh berbanding terbalik, ruh para leluhur berada dalam dimensi yang serba indah, menyenangkan dan nyaman serasa aku tak ingin kembali lagi ke dalam badan kasarku lagi. Para ruh berkelompok-kelompok dalam keluarga besar, menempati “rumah-rumah” yang indah, ada yang besar ada yang sedang, ada yang kecil, bentuknya benar-benar tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Adalah sebuah rahasia, bahwa semua jenis mahluk halus sebangsa jin jahat, setan, demit, siluman dsb ternyata tidak dapat masuk ke dalam dimensi ruh yang suci. Sehingga di dalam dimensi gaibnya ruh tak ditemukan satupun adanya mahluk halus jenis demit, jin, setan, siluman dsb.

Jenis makhluk halus tersebut berada dalam dimensi gaib-nya (metafisik) bumi, yang lebih dekat dengan dimensi fisik manusia. Tetapi, badan halus yang tak lain adalah ruh kita, guru sejati kita, dapat merasuk ke dalam dimensi gaib-nya jin setan, atau dimensi gaibnya para leluhur, tergantung mana yang kita kehendaki.

Aku pernah bertemu dengan beberapa leluhur agung masa lampau, mereka berkisah tentang sejarah bumi nusantara yang sebenarnya. Dalam alam ruh tak kutemukan kebohongan, kepalsuan, angkara, yang ada hanyalah kejujuran dan semua kebaikan. Tersibaklah kepalsuan dan kebohongan duniawi secara lugas (tanpa tedeng aling-aling). Untuk membuktikan semua ini pernah kulakukan kroscek kepada seseorang (yang masih hidup) tentang apa yang dia alami waktu kecil, ajaran apa yang menjadi pegangan hidup sewaktu dewasa, falsafah apa yang dia kuasai, dan ternyata tepat sekali kejadiannya. Padahal yang bersangkutan sebelumnya tak pernah bercerita apa-apa tentang hal itu.

Untuk bertemu ruh leluhur yang diinginkan kadang dengan mudah dapat segera bertemu. Kadang sulit sekali bertemu. Aku sadari bahwa semua ini atas berkat izin Tuhan Yang Maha Kuasa, terasa semakin kecil kedirian ini ketika dihadapkan pada Kebesaran Tuhan yang sungguh dahsyat. Aku pernah mencoba untuk bertemu dengan tokoh dalam “dunia hitam” era tahun 1980-1990an yang telah mati. Namun sulit untuk dapat bertemu, karena ia telah berada di alam pembalasan.  Ada ruh yang semasa hidupnya saya kenal dengan baik, ia memiliki tabiat mulia, dan berbudi luhur, ia sedikit bercerita bagaimana ia pernah menjalani hukuman di alam pembalasan kurang lebih jika dikonversi dengan waktu bumi adalah 11 tahun lamanya.

Bimbingan dan Wejangan Gaib

Tepatnya lima tahun yang lalu, sejak aku mengenal berbagai ruang atau dimensi gaib, mata telanjangku sepertinya menjadi semakin awas melihat yang gaib tanpa harus melakukan “lolos sukma”. Pandanganku pada obyek gaib semakin nampak jelas. Tampak secara jelas siapa leluhur yang sedang rawuh. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan YME, karena telah memberiku anugerah hakikat pengetahuan sejati. Aku semakin intens “bertemu” secara langsung dengan para leluhur agung, ada yang bekas pemimpin, ada yang ratu gung binatoro, bahkan Kanjeng Ratu Kidul yang biasa dipahami secara negatif, beliau bukanlah dari bangsa jin, setan, siluman. Tetapi dari entitas bidadari sehingga ajarannya begitu luhur, dia sungguh sebagai sosok ratu “gaib” yang arif bijaksana, dan sangat religius, melebihi kadar religiusitas kebanyakan manusia. Para leluhur itu, banyak memberikan wejangan dan bimbingan spiritual tanpa pernah mempersoalkan apa agamaku. Lebih dahsyat lagi, pernah bertemu dengan para leluhur yang semuanya dalam kondisi sangat baik, padahal beliau memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda seperti yang ada di nusantara ini. Pesan dari para leluhur, yang kiranya etis aku sampaikan di ruang publik ini, adalah sebagai berikut;

Untuk meraih kemuliaan sejati (kamulyan sejati/syurga);

1.   harus selalu ingat dan tunduk kepada Tuhan

2.   tak boleh menyakiti hati dan mencelakai orang lain

3.   hati tak boleh kotor dengan rasa iri dan kebencian

4.   ringan menolong orang susah, tanpa pamrih dan jangan takabur (tapa ngrame)

5.   sedekahlah (donodriyah) ; yang paling tinggi nilainya di hadapan Tuhan adalah sedekah materi, kedua sedekah tenaga, ketiga sedekah tutur-kata yang baik, keempat yang paling rendah nilainya adalah sedekah doa.

6.   ikhlas setinggi-tingginya, yakni keikhlasan yang dapat diumpamakan dengan orang buang hajad besar

7.   jangan ikuti “air bah” yang suka menerjang aturan dan hakekat kemanusiaan, tetapi ikutilah “aliran air sungai” atau tapa ngeli (mengikuti kehendak Tuhan) agar mencapai pada muara keberuntungan kemudian masuk ke dalam lautan kemuliaan hidup.

8.   jika kamu berbuat baik pada orang lain, jangan harapkan balasannya, sekalipun kamu dibalas dengan kejahatan. Sebaliknya bertransaksilah dengan Tuhan, jangan dengan orang itu, sebab transaksi dengan Tuhan akan mendatangkan kebaikan yang berlipat ganda untuk diri kita sendiri melalui banyak orang disekitarmu. Intinya, jangan sekali-kali kamu membangkit atau mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah kamu lakukan pada orang lain, tetapi kuburlah kebaikan dalam-dalam hingga kamu lupa (tapa mendhem)

9.   anugerah agung itu tak ada yang gratis, semua memakai “uang tebusan” berupa keprihatinan, dan penderitaan. Penderitaan dan keprihatinan yang kamu jalani dengan ikhlas dan legowo itu sesungguhnya akan menjadi tabungan “uang tebusan” yang akan ditukar dengan anugrah. Semakin besar penderitaan, semakin besar anugrah yang telah disiapkan Tuhan untuk mu. Maka dalam penderitaan kamu jangan suka grenengan, grundelan, karena tindakan itu hanya akan menghapus tabungan “uang tebusan” mu. Penderitaan yang telah kamu jalani sekian lama hanya menjadi sia-sia, kamu tak kan memperoleh apa-apa darinya kecuali penderitaan itu saja. (tapa mbisu)

Semua perbuatan itu yang baik maupun yang jahat, pasti akan berbalik berlipat kepada diri kita sendiri. Dan setiap kebaikan yang kita lakukan pada orang lain akan menjadi “pagar” yang mengelilingi diri kita sendiri. Sehingga kita tak bisa dicelakai orang lain, sebaliknya akan mendapat keselamatan, serta meraih ilmu kabegjan (keberuntungan). Jika diungkapkan dalam perumpamaan, kita akan menjadi seperti bola, semakin kuat dibanting maka semakin tinggi pantulan ke atasnya.

Demikianlah sepotong pengalaman gaib yang pernah saya alami, semoga dapat menjadikan wahana komparasi, tanpa harus mengedepankan emosi dan nalar yang dangkal. Marilah kita kaji bersama, berangkat dari sikap netral, kejernihan hati dan kebeningan jiwa.

Bersambung….

  1. saya bermimpi matahari ada dua keduanya sangat nyata dan menyakitkan mata ;sangat silau;waktu bangunpun mata sy masih sakit apa artinya buat pengasuh sabda langit tolong balas

    • sy cb liat dr 2 sisi.yg pertama pengalaman pribadi..sy dulu jg pernah bermimpi matahari jatuh dan air di bumi mendidih krnnya,itu terjadi sebelum presiden suharto lengser,jk di hubungkan dg mimpi sy dulu dg apa yg sdr mimpikan serta keadaan negara kita skrng.sy kira negara kita akan dlm keadaan yg urgent.ada 2 kekuasaan yg sama besarnya dlm menentukan kebijakan negeri ini…..dan sisi yg ke 2 bs diartikan dr dlm diri sdr sndr ada 2 kekuatan yg sama besar yg akan menguasai sdr yaitu akal dan hati tp jika sdr terfokus pd keduanya saja tanpa melihat siapa yg ada di antara keduanya yaitu yg menguasai keduanya maka sdr tidak akan mampu menterjemahkan hakikat sebenarnya ilmu yaitu hikmah.krn ilmu tanpa hikmah ia akan menjauhkan dirinya dr sebenar benarnya Tuhan.wallahu aqlam biassawab…

  2. Undangan buat Sabda langit mohon jadi bintang tamu,penasehat,pendukung group sy di Facebook group: padepokan kesatrian semar ilmu sejati. karena sy hanya penulis freelance kelas kampung ilmu masih sangat dangkal,takut melakukan kesalahan2.buat pengasuh sabda langit dan lain2nya yg beraliran jawa murni/kalau bisa yg bukan sinkritisme/campuran/original jawa.please dengan segala harapan dan kerendahan hati sudi datang ke group diatas.salam kenal chakim.chakimhamzah@gmail.com atau facebook: chakim hamzah/frans115@yahoo.com

  3. Rahayu…. Keparing kula badhe ngangsu kawruh jawi,matur sembah nuwun,nyuwun agunging samodro pangaksami, kawula nembe mawon saget komputer.

  4. saya ingin berbagi kisah pribadi saya dan mohon pencerahan buat saya.

    pengalaman ini terjadi diaat usia sya menjelang 9 thn. Saat itu saya sedang bermain sepada dgn adik saya di dekat lapangan bola yg sedang di bersihkan ,disaat saya sedang asik mendorong adik saya di sekitar lapangan tsbt .saya melihat se ekor ular tepat berada di depan kami seperti ular sendok etah dari mana datangnya.Karena saya takut adik saya yg di patuk ular tsbt saya maka sayapun mendorong adik saya dan akhirnya ular tsbt mematuk tepat di bagian tumit kaki kiri saya .
    Lalu saya membawa adik saya pulang kerumah dan karena takut di marahi oleh orang tua saya,maka sayapun bersembunyi di samping rumah dari jam 4 sore sampai sekitar pukul 23.00 .barulah orang tua saya menemukan saya .Saat itu tubuh saya sudah basah kuyuk oleh keringat saya dan badan saya panas ,bahkan orang yg berada di dekat saya dapat merasakan panas tubuh saya ,orang tua saya segera memberikan obat yg di buatnya sendiri .dan saya bersukur dgn restu dari Tuhan YME saya masih hidup.yg saya heran semenjak kejadian trsbt kemanapun saya melangkah saya selalu melihat ular yg sama selalu ada di sekitar saya ,hal itu terus berlanjut sampai saya berusia 18 thn .di saat usia saya 18 thn inilah saya melihat fenomena alam yg luar biasa, saat itu bulan puasa bagi umat muslim saya sedang berada di depan rumah sambil menyanyikan (om nama shiva) tiba-tiba langit yg tadinya terang berubah menjadi berwarna merah ,kemudian awan yg tadinya berpencar berkumpul menjadi satu yg membentuk se ekor ular raksasa ( ular yg saya lihat memiliki, kumis ,tanduk seperti rusa,sisik mirip dgn ikan arwana yg memiliki bintik-binti di tengahnya.ujung ekoer seperti tombak ,kakinya ada enam dan matanya sangat tajam sampai saya takut sendiri melihatnya kemudian mulutnya menelan Bulan yg kita pandangin setiap malam ).kemudian saya memanggil adik perempuan saya ,begitu adik saya melangkah keluar rumah ular yg di bentuk oleh awan tersebut memudar dan kembali seperti semula .

    • Saya memang sangat tertarik dg mistis di tanah jawa dan entah knp saya yg blm punya kebisaan ini hati saya sedikitpun tidak menyangkal cerita panjenengan.

  5. Tulisan yg bagus dan intinya sy sependapat dgn Mas Sabdalangit . Tp hingga kini sy msh punya beberapa pertanyaan yg belum dptkan jawaban yg memuaskan hati dan pikiran , salah satu pertanyaanku :
    Kita tau banyak skali tradisi ritual pengurusan jenazah dari banyak suku ( jawa , sunda sumedang, banten baduy , kalimantan , cirebon dll) yg berbeda beda walau tetep ada kesamaan dlm beberapa hal . Disamping itu penjelasan atau konsep atau pandangan atau keyakinan BAGAIMANA PROSES PERJALANAN JIWA SEJAK WAFAT ( di Alam kubur ) itu berbeda antar suku shg sy simpulkan sbb :

    1. Pada kondisi NORMAL ( orang yg selama hidup di dunia tak banyak masalah , biasa aja lah ) maka menjelang ajal akan ditampakkan saudara yg telah meninggal ( bisa berupa : ortunya , istri atau suaminya, kakek nenek , guru spritual yg telah mendahuluinya dll ) . Nah mereka yg menampakkan diri tsb akan ikut mengantarkan jiwa org yg baru wafat tsb menuju suatu tempat tertentu .

    2. Perjalanan mengantar jiwa org yg baru wafat tsb tak selalu lancar . Nah prosesi seperti Tahlil atau pun doa doa yg di kirimkan atau bentuk ritual tradisi lainnya akan membantu perjalanan jiwa tsb .
    ( mengenai waktu ada bebetapa perbedaan , ada yg cukup hingga 40 hari ada yang haru hingga 100 hari atau lebih )

    3. Menelantarkan mayat akan menyebabkan perjalan jiwa tak menentu , ga tentu arah , ga lancar . Nah apa lg kalo meninggal tenggelam sehingga misal mayatnya ga ditemukan . Karena itulah sanak famili terus berjuang menemukan mayat pada berbagai kasus kecelakaan di laut , di manapun .
    Jadi prosesi pengurusan mayit menurut adat setempat dianjurkan sebaik mungkin BUKAN SEKEDAR untuk menghormati ALMARHUM , tapi diyakini DAPAT sangat membantu perjalanan almarhum di alam kubur.

    4. Smua suku di atas meyakini bhw org yang smasa hidup melakukan pesugihan ( ngipri , nyupang , munjung , juga yg memuja kpd mahluk halus demi jabatan atau kesaktian ) apapun bentuknya maka jiwa tsb akhirnya akan dipaksa masuk alam siluman atau jin tertentu dan disana jiwa hidup sengsara ga jelas hingga kapan berakhir.

    5. Smua suku di atas meyakini bhw tiap manusia itu memiliki kembarannya dgn beragam istilah ( dalam fikih dikenal QORIN atau QODAM pendamping ).

    6. Smua suku meyakini ada jiwa yg tersesat ga tentu arah yg sering dikenal dengan ARWAH PENASARAN .
    Tiap suku menjelaskan alasan penyebabnya dg berbeda versi .

    7. Smua suku sependapat bhw ASALKAN DI DUNIA JADI ORANG BAIK ga menyakiti orang maka smua meyakini perjalanan jiwanya UMUMNYA akan lancar dan selamat .
    Nah point 7 ini menunjukkan aslinya Nusantara ini PLURALIS dlm hal spiritual .

    NAH 7 POINT TSB sebenernya bukan pendapat sy pribadi yp fakta hasil penelusuran sy serta wawancara lgsung .

    Tapi tetep aja pertanyaan sy bagaimana perjalanan jiwa dialam kubur yg sebenarnya BELUM TERJAWAB dgn mencukupi. Apa iya nanti yg terjadi tergantung keyakinan masing 2 ?

    Wass

  6. Niat baik itu sudah dapat rida dari Allah, kalo kasilnya baik maka akan mendapat dua kebaikan.

  7. Sebuah pengalaman yg jujur dan mendalam. Semoga menjadi hikmah dan ilmu bagi kita semua. Terimakasih atas kerelaan nya berbagi dalam ruang publik ini. Wasalam

  8. Mimpi itu bukti bahwa Alloh SWT sangat Maha.Namun kembalilah kedalam Islam yang kaffah agar kau tak tersesat. Keliru kalau mimpi dibuat pegangan hidup. Alquran dan hadist Rosululloh tempat kita berpegang, insyaAlloh mimpimu tadi lebih dahsyat dan kau lebih paham tentang hidup ini.

  9. Bambang Hartoyo Wibowo

    Saya sewaktu masih lajang pernah bermimpi melihat matahari, sewaktu mimpi seolah-olah ada yg memerintahkan saya untui mengangkat kepala saya untuk melihat ke atas..dan setelah saya melihat ke atas.., sepertinya matahari jalan ke arah muka saya dan se makin dekat semakin kecil, dlm mimpi tersebut saya tampak jelas melihat matahari berputar-putar dan ada tulisa Allah dan di baliknya muhammad tulisan Arab.., dlm mimpi ada suara yg menyuruhku untuk membuka mulut lebar-lebar.., dan matahari tersebut seperti masuk kedalam mulut saya sebesar tutup botol sirup bercahaya kuning memancar..

    Lambang apakah yg ada dalam mimpi saya yg saya alami semasa saya msh lajang..? Dan sampai saat ini saya sdh berkeluarga dan sudah mempunyai anak tetapi mimpi tersebut masih terus menempel di ingatan saya..,

    Mohon di balas ya yg tau arti dari mimpi saya…

    • pak Bambang Hartoyo Wibowo yth
      Biasanya mimpi yg spektakuler seperti itu sekedar bunga tidur. Itu gambaran bawah sadar Anda yg kemudian muncul dalam kesadaran Lucid Dream.
      Rahayu

  10. Logika berfikir dg logika intuisi jadi membingungkan, antara 2 hal itu mana yg benar Dan mana yg salah. Berfikir menghasilkan produk material yg bisa kita sentuh, lihat, rasakan. Sdgkn logika intuisi lebih bersifat subyektif hanya yg bersangkutan yg menikmati. Percaya atau tidak percaya itu pilihan sulit dibuktikan bila tidak mengalaminya langsung.
    Saat sakit sy sering bermimpi kebingungan,takut Dan yg saya rasakan berada dalam keadaan gelap, ruangan penuh puzzle hitam. Salam pencerahan..

  11. Good

    On Monday, 28 December 2015, sabdalangit’s web: Membangun Bumi Nusantara

  12. Syukur Alhamdulilah… mas,senang sekali ya kalo bisa bertemu,bisa diskusi berbagi pengalaman dan pengetahuan… mudah2an ada jodo bertemu..amin

  13. Oii brur,, saat berusia lima tahun anda sudah berpikir mengenai Tuhan,? dan ‘mereka’ ( yg sdh meninggal) itu mengajarimu hal itu,? Apa yg mereka harapkan dari anak berusia lima tahun ini.. Tanya saya saat ke ‘sana’ itu bawa pulpen ma buku tulis,? bisa sedetail itu nulis ilmu meraih kemuliaan dengan urutannya,? Tuhan yang maha mengetahu tahu bahwa manusia sulit untuk memenuhi hal diatas, akhlak mulia itu Broer,? Krena iru didatangin agama supaya manusia tidak kebingungan kalo gagal memenuhi tuntutan tsb, bahwa ada Allah SWT, Tuhan semesta alam ini Tuhanmu yang maha pengampun jika engkau berbuat gagal dan salah dan manusia didunia bukan unruk berperilaku harus tanpa dosa sepeeti malaikat Broer.. so absurd!!!,

    • Adik Ben Piliang yth
      Santai saja adik nggak usah kagetan. Nanti malah durung becus kesusu selak besus. Monggo belajar lebih giat lagi dan pelajarilah “kitab teles” yg tidak tertulis supaya makin menyadari bahwa ilmu yang tergelar di jagad raya ini mahaluas, semakin banyak ilmu justru merasa makin sedikit yang diketahui. Sumber segala ilmu tidak lain adalah jagad raya ini dengan seluruh rumusnya. Jika mau jujur mwngakui, sesungguhnya tak ada satu buku yang bisa memuat atau sumber semua ilmu. Seluruh kitab, buku, dan bacaan, artikel, posting jika dikumpulkan juga tidak akan sanggup merangkum seluruh ilmu yang tergelar di jagad raya. Satu-satunya yang memuat seluruh ilmu hanyalah kitab teles atau jagad gumelar ini. Jangan naik pitam baca balasan komentar saya ini njih, coba saja cari ilmu beternak lele dumbo, ada mbotén di dalam semua kitab yang ada.
      Rahayu Sagung dumadi

  14. Allah azza wa Jalla,, lebih menyukai hambaNya yang berbuat dosa lalu memohon ampun padaNya daripada manusia yang ” merasa” tidak pernah berbuat salah dan dosa sehingga tidak memerlukan permohinan ampun dariNya,,, sebabnya,,,.? dengan ini memperlihatkan adanya fitrah yang ada pada manusia akan kebutuhan ‘kembali’ menghadapkan jiwanya kepada penciptaNya… hanya manusialah satu satunya ciptaan Allah SWT yang meminta kebebasan dan diberi kebebasan karenanya memiliki kebebasan untuk menerima atau mangabaikan Tuhan… agama itu tugasnya hanya untuk mengembalikan manusianya pada fitrahnya sebagaimana seluruh semesta ini melaksanakan apa yang diperintahkan padanya tanpa ada pemberian ruang untuk membangkang,, agama memiliki peranan penting buat meyakinkan manusia bahwa mereka tidak ditinggalkan tanpa pedoman dari Allah, Tuhan seru sekalian alam…

  15. Wah…wah…wah… agama itu baru ageman ( pakaian ), ada pepatah ajining rogo soko bisono, jd kalau mau bicara kacang tanah n baru tahu kulitnya sdh cerita sana sini juga panjang lebar jadinya ndak karu karuan ( berantakan) coba kita hening sejenak, yang belum tahu ya tanya, yg sdh tahu biar tambah tahu, biar dunia ini adem ( dingin).

  16. Saya punya pengalaman rohani Melihat sorga, neraka dan berjumpa dengan rosul..Saat duduk tertidur didalam zikir kepada allah

  17. Belum seberapa

  18. Selamat mlm ki, pertanyaan sy mohon di jawab, sy sudah sejak thn 2009 sudah tdk pernah melalkukan ritual agama kelahirang sy (agm samawi) krn sudah tdk percya lg dng proses semacam itu dan semua cerita di kitab itu krn menurut sy semua itu hanya dongeng belaka, tdk lebih. Rasanya terbebas secara penuh dari dokrin cuci otak bawah sadar sekitar 5-6 tahunan ini, di awal2 sy msh terbayang2 dng dokrin itu ttg surga dan nerakanya yg ngeri,,,, tp skrg sy sudah 100persen kyknya, tapi sy bukan ateis, rasa2nya dan cara hidup sy kembali spt nenek moyang leluhur sy dulu….ke dua; bagaimana dng tumimbal lahir dan sejenisnya apakah itu benar ato tdk benar? Mengingat anda sering bertemu dng ruh org2 yg sudah mati dan punya rumah berarti mereka tdk bertumimbal lahir? Sebab selama ini sy sudah percaya dng itu, dng cerita anda ini sy jd berpikir apakah leluhur2 sy di alam luhur itu dan tdk terlahir kembali?,,,sy juga sangat terkesan dng satu bab dlm kitab salah satu agama dr india yaitu Udana; 8. 3.. Tapi cerita anda juga sy percaya (wlaupun sy msh bingung dng semua itu) contoh kebenaran cerita anda, dulu sy pernah di beri tau oleh seseorang yg punya ilmu, kalo ada dua leluhur sy yg menjaga sy dan juga ibu sy menjaga sy, sy percaya itu dan beberapa hari yg lalu sy mimpi bertemu alm Ibu Beliau menyuruh sy dan mengajak sy ke kuburan dan jangan hanya memikirkan lagu2 saja, setelah bangun sampe beberapa hari sblum ke kuburan beliau sy nangis yg tdk tertahankan, sampe akhirnya sy sudah ke kuburan beliau baru sy berhenti nangis, tolong ki, apa gerangan dng cerita sy??

  19. Ki sy jg punya kebenaran cerita ttg kanjeng Ratu Kidul, (nanti sy ceritakan) anda bilang Beliau religius, religius spt apa? apakah beliau punya agama? Trus knp Beliau pakai baju yg menerawang bersama para pengawalnya pas menemui seorang teman yg sedang semedi (bisa anda tanya sm ratu, ceritanya panjang) atau itu hanya godaan sejauh mana org itu kuat menahannya? dr teman sy juga baru benar2 percaya kalo Kanjeng Ratu itu benar2 eksis dan sedikit tau perbedaan Beliau dng nyi roro kidul misal dari mahkotanya susun berapa gitu(sy benar2 takjub ternyata ratu itu benar2 ada bukan hanya legenda, krn Beliau adalah idola sy ) anda pasti tau juga,,,, dari penjelasan guru teman kalo fix yg menemui teman ini adalah kanjeng Ratu kidul yg asli bukan nyi roro ciptaannya,,, itu saja dulu ki susah sy nulis panjang krn bodoh,,, semoga sudi kiranya ki sabda menjawab pertanyaan sy manusia hina dina ini :)

  20. Pamuji rahayu semua sedulur di komen ini apapun latar belakang budaya dan keyakinannya .

    Dimas Sabda trimakasih telah berbagi NILAI NILAI kehidupan yang bertujuan memahami hakiki kehidupan , saya sependapat Dimas dalam pemaparan diatas tidak membawa secara langsung kandungan Agama yang tersurat artinya tidak mau menggiring ,mengarahkan dlsb , karena itu hak masing masing individu ,di sisi lain pepatah menanam padi disela sela rumputpun ikut tumbuh lanjut saja Dimas , lebih terpuji jika saling menghormati itu fakta warisan budaya leluhur tersurat dan tersirat

    tentang MIMPI ,suatu ketika Orang Tua yg membimbing saya berkata bahwa mimpi pada malam hari terdiri 2 sebab :

    a. jika waktu bermimpi di saat perut sebagai pencernaan masih bekerja maka syaraf pencernaan terhubung ke otak belakang maka mimpi itu ILUSI tidak bermakna bisa saja kejadian siang hari terjadi dalam mimpi

    b. jika waktu bermimpi di saat pencernaan berhenti bekerja +/- 5 jam dst sejak makan minum terkahir maka mimpi itu sebagai DAWUH atau PETUNJUK yang terpusat di ruang cipta dan ruang rasa di kepala depan dan tengah

    Demikian sekadar berbagi saja dan tidak bermaksud menggurui

    salam katresnan

  21. mohon maaf RALAT diatas tertulis terkahir yang benar TERAKHIR

    nuwun

  22. trimakasih maturnuwn, ,pengetahuanya
    dlm hati sy jg menyakini kl Tuhan itu maha lebih dari maha yg tercatat dlm kitab suci
    maturnwn

  23. Rahayu. Kang Sabda, beruntung saya juga pernah mengalami hal yg sama, walau baru sekali. Tapi pengalaman itu telah merubah seluruh pemahaman saya tentang agama. Saya yakin hanya ada satu Tuhan yg menjadi sesembahan seluruh jagad raya, agama apapun dia, bahkan bila tidak beragama sekalipun. Saya semakin heran klo ada ong yg sok yakin klo agamanya paling bener terus bahkan siap membunuh utk mbela agama. Penglaman saya itu membuat saya hrs memahami semua kitab suci tidak lebih dr sebuah berita, sebaikbaiknya berita akan jauh lebih baik bila mengalami langsung. Pengalaman itu pernah beberapa kali saya tulis tap saya tidak pernah puas atas hasilnya. Hingga saya berkesimpulan bahwa memang kata², pikiran, logika, pemahaman manusia tidak akan pernah bisa menggambarkan esensi Tuhan secara lengkap n sempurna. Saya takut tulisan saya akan menimbulkan salah persepsi bagi yg mbaca, terlebih bagi mereka yg fanatik agamanya sdh ndk ketulungan. Mohon maaf bila ada yg tdk berkenan.
    Rahayu sagung dumadi.m

  24. Mas Sabda .. Pengalamannya sm dgn yg saya alami. Bedanya saya anak nelayan hehe .. Dr kecil sy srg diburu ma org2 yg penekun gtu deh mas … Sy dl byk punya ‘ teman mas’ . Yg bedain mrk klo ibu/bpk/sodara manggil sy dgn nm khas dr ibu, ‘ mrk’ ga bs manggil spt itu. Jd sy bs bedain mas .. Sy msh ingat kelas 4 SD trakhir ( spt tidur tp ga tidur ) mengalami hal yg sm spt mas Sabda. Stelah itu ga pernah terjadi lg.
    Umur saya skg 35 mas, naaah dr umur 30 ( pas saya menikah ) kejadian ini mulai lg mas … Dr kuliah sy jarang nglakuin keyakinan agama sy mas hehe . Sempat ikut2an budaya ‘agama plg benar’jg mas hahaha …. Pas istri sy hamil sy terus mrasa ‘ kok penyakit kanak2 saya kambuh lg ya?’ … Ini antara ngrasa tidur dan ga tidur. Crita dr istri sy pernah skali sy dibangunin smp kaki sy ditarik2 tp sy msh diem. Ktnya sy tdr ga ada nafasnya. Disaat spt itu biasanya sy diajak ma ‘ org2 ‘ yg ga sy kenal sbelumnya mas .. Mrk crita sapa mrk, sm spt mas mrk leluhur sy yg bratus2 thn meninggal .. Mrk mengajarkan murni dr hati nurani …. Penuh keiklasan, penuh kasih sayang … Dan mrk ga pernah sm skali menyebut AGAMA mas.. Sy org luar Jawa mas Sabda tp leluhur sy dr Jawa .. Seneng rasanya klo bs ngobrol ma mas panjang lbr sambil ngopi hahahaha …… Sy tinggal dipulau selatan kafir nan musryik mas tp tiap thn ngasi duit 40 T kepusat … Klo mas ada rencana jelong2, mampir ya ke gubuk sy …

    Agama itu spt Klo mkn telor jgn langsung ditelan ya, dicuci, dikupas kulitnya, mkn pelan2 putihnya terus baru kuningnya ya jgn lupa minum air

    Mmm…. lahir di Indonesia, dr lahir mkn, minum, kencing, bek ol, DSB di Indonesia…. Kynya lbh suci Ibu pertiwi Indonesia drpd tnh tetangga mas …

    Salam mas

  25. Asslm.wr.wb….mau nanya q mimpi membetulkn rumah seorang prempuan cantik berbadan ular.apa arti mimpi tsb ms sabda (iman santoso b jenal )

  26. Maturnuwun kang mas sabdalangit.mugi2 saget nambah keomanan kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.090 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: