PENGALAMAN GAIB

Tulisan ini sengaja saya paparkan, tanpa niat dan maksud sedikit pun untuk unjuk diri dan wujud kesombongan, apalagi untuk mencari musuh. Semata-mata sekedar mensyukuri anugrah tuhan dengan cara lebih konkrit yakni berbagi pengalaman kepada saudara-saudara yang budiman. Barangkalai ada suatu pelajaran yang dapat kita petik. Kejujuran apa adanya disampaikan,  walaupun akibatnya pahit, lebih baik daripada kita membuat semua orang senang, tetapi berpijak pada kebohongan dan kemunafikan belaka. Saya yakin di antara para pembaca pasti ada yang memiliki pengalaman spiritual berbeda dan lebih mendalam lagi. Karena Tuhan Maha Pemurah, Maha Adil, Maha Bijak, pasti melimpahkan segala rahmat, petunjuk, kemurahan, dan mukjizat, dalam wujud yang berbeda-beda kepada seluruh umat manusia makhluk ciptaanNya. Tanpa kecuali, dan tanpa membedakan apapun suku, bangsa, agama dan sistem kepercayaan anda. Pastilah anda memiliki dan pernah merasakan “sentuhan” Tuhan di mana Kekuasan dan Mukjizat Tuhan terasa begitu dekat dengan diri anda.

TENTANG RUH

Kisah ini kualami pada saat aku masih usia 5-8 tahun. Waktu itu orang tuaku bingung dan sedih karena 3 kali dalam seminggu aku mengalami kejadian misterius. Ortu ku menuturkan, tiba-tiba aku tampak seperti orang pingsan selama 1-2 jam lamanya. Anehnya ke mana saja berobat, dokter selalu menghasilkan diagnosis yang berbeda-beda.

Pada saat diriku dianggap “pingsan” itu, apa yang sebenarnya alami sangat berbeda. Peristiwa selalu terjadi sore hari, awalnya aku mulai merasakan gejala aneh, mendengar suara teman-temanku yang sedang bermain seolah terdengar suara dalam dua dimensi. Di satu sisi aku mendengar suara mereka secara jelas di telingaku, tetapi di sisi lain aku mendengar suara-suara misterius seperti nun jauh di “sana”, yang sulit aku deskripsikan. Perasaanku semakin ketakutan, lantas pulang ke rumah. Sampai di rumah aku merasa tiba-tiba pandangan gelap gulita lalu muncul ada titik sinar putih, lama-kelamaan semakin besar seperti lorong. Hanyut diriku menyusuri lorong secara cepat, kemudian tiba-tiba masuk ke dalam ruang yang maha luas, terang benderang, ibarat seperti di atas awan putih yang menghampar di langit. Di sana aku bertemu sosok laki-laki maupun perempuan yang rata-rata berusia setengah baya, dan ada tak pernah kukenal sebelumnya. Mereka mengajarkan sesuatu kepadaku, tentang berbagai “ilmu linuwih” maupun pengetahuan tentang sejatinya Tuhan. Anehnya, selama menyampaikan ajaran-ajaran mereka tanpa pernah menyebut dalil salah satu agama apapun sebagaimana sering dilakukan oleh penceramah agama.

Siapakah orang-orang itu ?

Kesadaranku tiba-tiba pulih, bersamaan dengan perasaan seolah diantar pulang kembali oleh orang-orang itu. Setelah sadar aku berfikir siapakah mereka ? dan pada saat peristiwa itu kembali terjadi pada diriku, aku sempat bertanya (A), ”Panjenengan sinten to…?

Mereka menjawab

(M); “Aku eyang-eyangmu dewe ngger…ojo wedi, kene kene..siro dak paringi “sipat kandel” supoyo uripmu mbesok manggih kabegjan lan antuk kamulyan sejatining urip.

A ; “Njih..sendiko eyang…dalem ngesto’aken dawuh !

M ; “Iki eyang buyutmu, aku eyang canggahmu, lan kae kabeh poro leluhurmu kang nurunake sliramu ngger…!

Dalam setiap “pertemuan” di alam “sana” beliau selalu berpesan,”Tansah-o manembah marang Gusti Ingkang Akaryo Jagad..tansah eling lan waspodo, terusno lakumu ngger…wis becik..eyang-eyangmu kabeh tansah paring donga lan pengestu marang sliramu ngger ! Ojo parang tumuleh, lakumu tansah dak jangkung lan dak jampangi.

Kemudian aku dengar beliau menyebut satu persatu nama-nama mereka, persis seperti nama-nama leluhur kami (yang sudah lama wafat) yang tersimpan dalam catatan silsilah (pohon famili) yang masih disimpan rapi oleh kedua orang tua ku.

Mengapa Mereka Tidak dalam Siksaan Tuhan ?

Konon menurut cerita orang tua kami, leluhur-leluhur yang namanya tersebut dalam silsilah, dan pernah kutemui di dalam dimensi gaib itu, ada yang beragama Hindu Syiwa, Kabuyutan, Budha, Katolik dan juga eyang saya lainnya yang dulunya seorang penghayat nilai-nilai hakekat Islam. Termasuk eyang canggah yang seorang penghayat ajaran Kejawen. Aku mulai berfikir dan bertanya, mengapa beliau masih bisa kutemui dalam keadaan baik-baik semua ? Jika agama di dunia ini yang benar hanya satu, mengapa beliau semua tetap dalam kondisi baik. Sebab waktu itu bayanganku sebagai “anak kemarin sore” yang masih awam, jika si A tidak memeluk agama ini, itu … berarti salah dan menjadi orang tersesat, maka mereka tak akan diterima di sisi Tuhan. Tetapi kenyataannya kok demikian adanya ?! Walau mereka dari berbagai latar-belakang keyakinan yang berbeda-beda kok tidak dalam siksaan Tuhan ? Ini menjadi pertanyaan dalam batin.

Pada saat peristiwa itu semakin sering terulang, kesadaranku juga semakin meningkat walaupun berada dalam dimensi “lain”, tetap tak ada bedanya  sebagaimana bercengkerama dengan kawan-kawan bermainku yang masih hidup. Aku dapat bertanya apa saja tentang yang gaib. Semua jawaban beliau-beliau amat sangat gamblang, jelas, tegas, sangat memuaskan dahaga spiritualku.

Lalu pada suatu waktu, sampailah saatnya “dibukakan” mata hatiku akan  rahasia besar, tentang Kebesaran Tuhan, tentang Keadilan Tuhan, tentang Kebijaksanaan Tuhan. Namun dengan berat hati saya belum bisa memaparkan bagaimana rahasia besar tersebut secara rinci dan detail. Tidak bijaksana kiranya saya mengungkap rahasia besar Dzat Ilahi  pada media ini, karena dapat menimbulkan fitnah. Saya terdorong untuk bersikap bijak, bisa “ngemong” bagi saudara-saudara kita yang belum cukup bekal landasan ilmu untuk memahami dengan arif dan bijaksana akan rahasia besar alam gaib. Namun demikian, ada yang ingin saya bagi pada para pembaca yang budiman, secara garis besar ada yang dapat saya simpulkan dari peristiwa yang saya alami sebagai berikut;

Betapa Tuhan itu :

LEBIH DARI MAHA ADIL

LEBIH DARI MAHA BIJAKSANA

LEBIH DARI MAHA BESAR

LEBIH DARI MAHA KUASA

LEBIH DARI MAHA KASIH DAN PENYAYANG

LEBIH DARI MAHA LEMBUT

LEBIH DARI MAHA PEMURAH

Akhirnya, sampailah saya pada pemahaman:

ALANGKAH DAMAINYA DUNIA INI

JIKA SEMUA ORANG MENGALAMI SAMA DENGAN APA YANG PERNAH SAYA ALAMI

JIKA TUHAN MEMBERI KESEMPATAN KEPADA SELURUH MANUSIA

UNTUK MELIHAT RAHASIA KEKUASAAN“NYA”

PASTI LAH TAK KAN ADA LAGI PERANG ANTAR AGAMA

TAK KAN ADA LAGI DEBAT KUSIR SIAPA SEJATINYA TUHAN

TAK KAN ADA LAGI RASA KEBENCIAN DAN PERMUSUHAN ANTAR AGAMA

TAK KAN ADA LAGI SALING CURIGA DI ANTARA UMAT

SAYA TELAH MENDAPATKAN PEMAHAMAN YANG AMAT SANGAT BERHARGA,

SAMPAILAH PADA PEMAHAMAN BETAPA TUHAN ITU LEBIH DARI MAHA SEGALANYA,

DARI SEMUA WUJUD KE-MAHA-AN TUHAN

YANG TERTULIS DI DALAM KITAB SUCI DAN AGAMA MANA PUN

Sasmita Gaib

Peristiwa gaib itu lantas berhenti sejak aku berusia 8 tahun. Pada saat remaja kehidupanku sangat berbeda dengan teman-teman. Orang tuanku guru SD, enam bersaudara semua sekolah. Maklum jika kemudian orang tua gajinya minus, sekalipun sudah bekerja sambilan freeland, sebagai petani. Kubantu orang tua bekerja keras di sawah hingga aku beranjak kuliah di UGM. Dengan susah payah kuselesaikan S1 walaupun aku harus menanam pohon pisang banyak-banyak di tanah kering pinggir sungai agar supaya bisa ku jual setiap seminggu satu tandan pisang untuk beaya kuliah. Ternyata belum mencukupi kebutuhan kuliahku juga, sehingga aku tetap harus makan sekali sehari selama 7 tahun sejak kelas 2 SMA.

Sejak 5 tahun yang lalu, peristiwa itu menghampiriku kembali beberapa kali, tetapi kali ini aku diajarkan tentang ilmu meraga sukma atau lolos sukma. Bagi orang Jawa ilmu ini sudah tak asing lagi. Sebuah ilmu untuk memisahkan badan halus kita dengan badan kasar. Badan halus kita keluar dari badan kasar, selanjutnya dapat melanglang jagad raya menembus dimensi gaib. Aku semakin dapat membuktikan sendiri apa yang pernah diajarkan oleh leluhurku di alam “sana”. Kutemukan ternyata adalah perbedaan dimensi gaibnya para setan, demit, jin priprayangan, siluman yang suasananya serba bau tak sedap, anyir, gelap remang-remang, lembab, basah, licin dan terdapat aneka ragam rupa bentuk mahluk Tuhan yang menyeramkan. Kudapatkan pula ternyata dimensi gaibnya para leluhur berbeda dengan dimensi gaibnya setan, demit brekasakan.

Sungguh berbanding terbalik, ruh para leluhur berada dalam dimensi yang serba indah, menyenangkan dan nyaman serasa aku tak ingin kembali lagi ke dalam badan kasarku lagi. Para ruh berkelompok-kelompok dalam keluarga besar, menempati “rumah-rumah” yang indah, ada yang besar ada yang sedang, ada yang kecil, bentuknya benar-benar tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Adalah sebuah rahasia, bahwa semua jenis mahluk halus sebangsa jin jahat, setan, demit, siluman dsb ternyata tidak dapat masuk ke dalam dimensi ruh yang suci. Sehingga di dalam dimensi gaibnya ruh tak ditemukan satupun adanya mahluk halus jenis demit, jin, setan, siluman dsb.

Jenis makhluk halus tersebut berada dalam dimensi gaib-nya (metafisik) bumi, yang lebih dekat dengan dimensi fisik manusia. Tetapi, badan halus yang tak lain adalah ruh kita, guru sejati kita, dapat merasuk ke dalam dimensi gaib-nya jin setan, atau dimensi gaibnya para leluhur, tergantung mana yang kita kehendaki.

Aku pernah bertemu dengan beberapa leluhur agung masa lampau, mereka berkisah tentang sejarah bumi nusantara yang sebenarnya. Dalam alam ruh tak kutemukan kebohongan, kepalsuan, angkara, yang ada hanyalah kejujuran dan semua kebaikan. Tersibaklah kepalsuan dan kebohongan duniawi secara lugas (tanpa tedeng aling-aling). Untuk membuktikan semua ini pernah kulakukan kroscek kepada seseorang (yang masih hidup) tentang apa yang dia alami waktu kecil, ajaran apa yang menjadi pegangan hidup sewaktu dewasa, falsafah apa yang dia kuasai, dan ternyata tepat sekali kejadiannya. Padahal yang bersangkutan sebelumnya tak pernah bercerita apa-apa tentang hal itu.

Untuk bertemu ruh leluhur yang diinginkan kadang dengan mudah dapat segera bertemu. Kadang sulit sekali bertemu. Aku sadari bahwa semua ini atas berkat izin Tuhan Yang Maha Kuasa, terasa semakin kecil kedirian ini ketika dihadapkan pada Kebesaran Tuhan yang sungguh dahsyat. Aku pernah mencoba untuk bertemu dengan tokoh dalam “dunia hitam” era tahun 1980-1990an yang telah mati. Namun sulit untuk dapat bertemu, karena ia telah berada di alam pembalasan.  Ada ruh yang semasa hidupnya saya kenal dengan baik, ia memiliki tabiat mulia, dan berbudi luhur, ia sedikit bercerita bagaimana ia pernah menjalani hukuman di alam pembalasan kurang lebih jika dikonversi dengan waktu bumi adalah 11 tahun lamanya.

Bimbingan dan Wejangan Gaib

Tepatnya lima tahun yang lalu, sejak aku mengenal berbagai ruang atau dimensi gaib, mata telanjangku sepertinya menjadi semakin awas melihat yang gaib tanpa harus melakukan “lolos sukma”. Pandanganku pada obyek gaib semakin nampak jelas. Tampak secara jelas siapa leluhur yang sedang rawuh. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan YME, karena telah memberiku anugerah hakikat pengetahuan sejati. Aku semakin intens “bertemu” secara langsung dengan para leluhur agung, ada yang bekas pemimpin, ada yang ratu gung binatoro, bahkan Kanjeng Ratu Kidul yang biasa dipahami secara negatif, beliau bukanlah dari bangsa jin, setan, siluman. Tetapi dari entitas bidadari sehingga ajarannya begitu luhur, dia sungguh sebagai sosok ratu “gaib” yang arif bijaksana, dan sangat religius, melebihi kadar religiusitas kebanyakan manusia. Para leluhur itu, banyak memberikan wejangan dan bimbingan spiritual tanpa pernah mempersoalkan apa agamaku. Lebih dahsyat lagi, pernah bertemu dengan para leluhur yang semuanya dalam kondisi sangat baik, padahal beliau memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda seperti yang ada di nusantara ini. Pesan dari para leluhur, yang kiranya etis aku sampaikan di ruang publik ini, adalah sebagai berikut;

Untuk meraih kemuliaan sejati (kamulyan sejati/syurga);

1.   harus selalu ingat dan tunduk kepada Tuhan

2.   tak boleh menyakiti hati dan mencelakai orang lain

3.   hati tak boleh kotor dengan rasa iri dan kebencian

4.   ringan menolong orang susah, tanpa pamrih dan jangan takabur (tapa ngrame)

5.   sedekahlah (donodriyah) ; yang paling tinggi nilainya di hadapan Tuhan adalah sedekah materi, kedua sedekah tenaga, ketiga sedekah tutur-kata yang baik, keempat yang paling rendah nilainya adalah sedekah doa.

6.   ikhlas setinggi-tingginya, yakni keikhlasan yang dapat diumpamakan dengan orang buang hajad besar

7.   jangan ikuti “air bah” yang suka menerjang aturan dan hakekat kemanusiaan, tetapi ikutilah “aliran air sungai” atau tapa ngeli (mengikuti kehendak Tuhan) agar mencapai pada muara keberuntungan kemudian masuk ke dalam lautan kemuliaan hidup.

8.   jika kamu berbuat baik pada orang lain, jangan harapkan balasannya, sekalipun kamu dibalas dengan kejahatan. Sebaliknya bertransaksilah dengan Tuhan, jangan dengan orang itu, sebab transaksi dengan Tuhan akan mendatangkan kebaikan yang berlipat ganda untuk diri kita sendiri melalui banyak orang disekitarmu. Intinya, jangan sekali-kali kamu membangkit atau mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah kamu lakukan pada orang lain, tetapi kuburlah kebaikan dalam-dalam hingga kamu lupa (tapa mendhem)

9.   anugerah agung itu tak ada yang gratis, semua memakai “uang tebusan” berupa keprihatinan, dan penderitaan. Penderitaan dan keprihatinan yang kamu jalani dengan ikhlas dan legowo itu sesungguhnya akan menjadi tabungan “uang tebusan” yang akan ditukar dengan anugrah. Semakin besar penderitaan, semakin besar anugrah yang telah disiapkan Tuhan untuk mu. Maka dalam penderitaan kamu jangan suka grenengan, grundelan, karena tindakan itu hanya akan menghapus tabungan “uang tebusan” mu. Penderitaan yang telah kamu jalani sekian lama hanya menjadi sia-sia, kamu tak kan memperoleh apa-apa darinya kecuali penderitaan itu saja. (tapa mbisu)

Semua perbuatan itu yang baik maupun yang jahat, pasti akan berbalik berlipat kepada diri kita sendiri. Dan setiap kebaikan yang kita lakukan pada orang lain akan menjadi “pagar” yang mengelilingi diri kita sendiri. Sehingga kita tak bisa dicelakai orang lain, sebaliknya akan mendapat keselamatan, serta meraih ilmu kabegjan (keberuntungan). Jika diungkapkan dalam perumpamaan, kita akan menjadi seperti bola, semakin kuat dibanting maka semakin tinggi pantulan ke atasnya.

Demikianlah sepotong pengalaman gaib yang pernah saya alami, semoga dapat menjadikan wahana komparasi, tanpa harus mengedepankan emosi dan nalar yang dangkal. Marilah kita kaji bersama, berangkat dari sikap netral, kejernihan hati dan kebeningan jiwa.

Bersambung….

  1. saya bermimpi matahari ada dua keduanya sangat nyata dan menyakitkan mata ;sangat silau;waktu bangunpun mata sy masih sakit apa artinya buat pengasuh sabda langit tolong balas

    • sy cb liat dr 2 sisi.yg pertama pengalaman pribadi..sy dulu jg pernah bermimpi matahari jatuh dan air di bumi mendidih krnnya,itu terjadi sebelum presiden suharto lengser,jk di hubungkan dg mimpi sy dulu dg apa yg sdr mimpikan serta keadaan negara kita skrng.sy kira negara kita akan dlm keadaan yg urgent.ada 2 kekuasaan yg sama besarnya dlm menentukan kebijakan negeri ini…..dan sisi yg ke 2 bs diartikan dr dlm diri sdr sndr ada 2 kekuatan yg sama besar yg akan menguasai sdr yaitu akal dan hati tp jika sdr terfokus pd keduanya saja tanpa melihat siapa yg ada di antara keduanya yaitu yg menguasai keduanya maka sdr tidak akan mampu menterjemahkan hakikat sebenarnya ilmu yaitu hikmah.krn ilmu tanpa hikmah ia akan menjauhkan dirinya dr sebenar benarnya Tuhan.wallahu aqlam biassawab…

  2. Undangan buat Sabda langit mohon jadi bintang tamu,penasehat,pendukung group sy di Facebook group: padepokan kesatrian semar ilmu sejati. karena sy hanya penulis freelance kelas kampung ilmu masih sangat dangkal,takut melakukan kesalahan2.buat pengasuh sabda langit dan lain2nya yg beraliran jawa murni/kalau bisa yg bukan sinkritisme/campuran/original jawa.please dengan segala harapan dan kerendahan hati sudi datang ke group diatas.salam kenal chakim.chakimhamzah@gmail.com atau facebook: chakim hamzah/frans115@yahoo.com

  3. Rahayu…. Keparing kula badhe ngangsu kawruh jawi,matur sembah nuwun,nyuwun agunging samodro pangaksami, kawula nembe mawon saget komputer.

  4. saya ingin berbagi kisah pribadi saya dan mohon pencerahan buat saya.

    pengalaman ini terjadi diaat usia sya menjelang 9 thn. Saat itu saya sedang bermain sepada dgn adik saya di dekat lapangan bola yg sedang di bersihkan ,disaat saya sedang asik mendorong adik saya di sekitar lapangan tsbt .saya melihat se ekor ular tepat berada di depan kami seperti ular sendok etah dari mana datangnya.Karena saya takut adik saya yg di patuk ular tsbt saya maka sayapun mendorong adik saya dan akhirnya ular tsbt mematuk tepat di bagian tumit kaki kiri saya .
    Lalu saya membawa adik saya pulang kerumah dan karena takut di marahi oleh orang tua saya,maka sayapun bersembunyi di samping rumah dari jam 4 sore sampai sekitar pukul 23.00 .barulah orang tua saya menemukan saya .Saat itu tubuh saya sudah basah kuyuk oleh keringat saya dan badan saya panas ,bahkan orang yg berada di dekat saya dapat merasakan panas tubuh saya ,orang tua saya segera memberikan obat yg di buatnya sendiri .dan saya bersukur dgn restu dari Tuhan YME saya masih hidup.yg saya heran semenjak kejadian trsbt kemanapun saya melangkah saya selalu melihat ular yg sama selalu ada di sekitar saya ,hal itu terus berlanjut sampai saya berusia 18 thn .di saat usia saya 18 thn inilah saya melihat fenomena alam yg luar biasa, saat itu bulan puasa bagi umat muslim saya sedang berada di depan rumah sambil menyanyikan (om nama shiva) tiba-tiba langit yg tadinya terang berubah menjadi berwarna merah ,kemudian awan yg tadinya berpencar berkumpul menjadi satu yg membentuk se ekor ular raksasa ( ular yg saya lihat memiliki, kumis ,tanduk seperti rusa,sisik mirip dgn ikan arwana yg memiliki bintik-binti di tengahnya.ujung ekoer seperti tombak ,kakinya ada enam dan matanya sangat tajam sampai saya takut sendiri melihatnya kemudian mulutnya menelan Bulan yg kita pandangin setiap malam ).kemudian saya memanggil adik perempuan saya ,begitu adik saya melangkah keluar rumah ular yg di bentuk oleh awan tersebut memudar dan kembali seperti semula .

  5. Tulisan yg bagus dan intinya sy sependapat dgn Mas Sabdalangit . Tp hingga kini sy msh punya beberapa pertanyaan yg belum dptkan jawaban yg memuaskan hati dan pikiran , salah satu pertanyaanku :
    Kita tau banyak skali tradisi ritual pengurusan jenazah dari banyak suku ( jawa , sunda sumedang, banten baduy , kalimantan , cirebon dll) yg berbeda beda walau tetep ada kesamaan dlm beberapa hal . Disamping itu penjelasan atau konsep atau pandangan atau keyakinan BAGAIMANA PROSES PERJALANAN JIWA SEJAK WAFAT ( di Alam kubur ) itu berbeda antar suku shg sy simpulkan sbb :

    1. Pada kondisi NORMAL ( orang yg selama hidup di dunia tak banyak masalah , biasa aja lah ) maka menjelang ajal akan ditampakkan saudara yg telah meninggal ( bisa berupa : ortunya , istri atau suaminya, kakek nenek , guru spritual yg telah mendahuluinya dll ) . Nah mereka yg menampakkan diri tsb akan ikut mengantarkan jiwa org yg baru wafat tsb menuju suatu tempat tertentu .

    2. Perjalanan mengantar jiwa org yg baru wafat tsb tak selalu lancar . Nah prosesi seperti Tahlil atau pun doa doa yg di kirimkan atau bentuk ritual tradisi lainnya akan membantu perjalanan jiwa tsb .
    ( mengenai waktu ada bebetapa perbedaan , ada yg cukup hingga 40 hari ada yang haru hingga 100 hari atau lebih )

    3. Menelantarkan mayat akan menyebabkan perjalan jiwa tak menentu , ga tentu arah , ga lancar . Nah apa lg kalo meninggal tenggelam sehingga misal mayatnya ga ditemukan . Karena itulah sanak famili terus berjuang menemukan mayat pada berbagai kasus kecelakaan di laut , di manapun .
    Jadi prosesi pengurusan mayit menurut adat setempat dianjurkan sebaik mungkin BUKAN SEKEDAR untuk menghormati ALMARHUM , tapi diyakini DAPAT sangat membantu perjalanan almarhum di alam kubur.

    4. Smua suku di atas meyakini bhw org yang smasa hidup melakukan pesugihan ( ngipri , nyupang , munjung , juga yg memuja kpd mahluk halus demi jabatan atau kesaktian ) apapun bentuknya maka jiwa tsb akhirnya akan dipaksa masuk alam siluman atau jin tertentu dan disana jiwa hidup sengsara ga jelas hingga kapan berakhir.

    5. Smua suku di atas meyakini bhw tiap manusia itu memiliki kembarannya dgn beragam istilah ( dalam fikih dikenal QORIN atau QODAM pendamping ).

    6. Smua suku meyakini ada jiwa yg tersesat ga tentu arah yg sering dikenal dengan ARWAH PENASARAN .
    Tiap suku menjelaskan alasan penyebabnya dg berbeda versi .

    7. Smua suku sependapat bhw ASALKAN DI DUNIA JADI ORANG BAIK ga menyakiti orang maka smua meyakini perjalanan jiwanya UMUMNYA akan lancar dan selamat .
    Nah point 7 ini menunjukkan aslinya Nusantara ini PLURALIS dlm hal spiritual .

    NAH 7 POINT TSB sebenernya bukan pendapat sy pribadi yp fakta hasil penelusuran sy serta wawancara lgsung .

    Tapi tetep aja pertanyaan sy bagaimana perjalanan jiwa dialam kubur yg sebenarnya BELUM TERJAWAB dgn mencukupi. Apa iya nanti yg terjadi tergantung keyakinan masing 2 ?

    Wass

  6. Niat baik itu sudah dapat rida dari Allah, kalo kasilnya baik maka akan mendapat dua kebaikan.

  7. sedang terkabul doanya!

  8. sedang terkabul doanya!

  9. @ ibu Dita sayang,

    Betul itu bu, kalau kita mau intropeksi diri ke jati diri budaya bangsa ini, budaya indonesia tak mengenal sunat pada perempuannya, tetapi hanya untuk anak remaja laki2 muslim saja yang melaksanakannya, walaupun dalam perjalanannya tak menutup kemungkinan orang non muslim ada yang melakukan sunat.

    Menurut sejarah, budaya sunat juga di namakan ‘Tekes’, yaitu istilah jawa muslim untuk mengupacarai anak laki2 untuk disunat, usia 14-16 th pada laki2 maka anak2 ini bisa disunat, sunat diyakini sebagai tanda anak telah memasuki masa dewasa secara keagamaan (islam). sunat di jawa dinamakan pula tekes, tetak atau supit, yang artinya dipotong.

    Sedang Bagi perempuan, usia 9-14 th, memasuki usia dewasa ditandai dengan menstruasi yang pertama. Segera setelah menstruasi pertama akan diadakan upacara ‘gelwilada’, pada peristiwa ini kaki si gadis diberi gelang sebagai tanda bahwa ia sudah perawan serta biasanya kuping si gadis akan ditindik atau diberi lubang bagi anting2nya.

    Jadi sudah jelas kiranya, budaya nusantara tidak mengenal tradisi sunat untuk anak gadis mereka, namun hanya untuk anak laki2 saja, itupun bagi yang mau.

    Laporan kesehatan mengungkapkan sunat tipe 1,2,3,4 serta hoodectomy sama2 akan mengenai klitorisnya dan akan menyebabkan pendarahan, itulah mengapa dokter hoodectomy harus memenuhi standart yang berlaku termasuk studi kasus/ meneliti penyebab sakitnya pasien, jika tidak itu sama saja dengan mal praktek.

    Apa yang njenengan diskusikan sudah memasuki wilayah ‘gender’ dari perspekstif yang sekali lagi tidak mengindahkan hak2 perempuan, di mana untuk menghapus diskriminasi maka perempuan dan laki2 harus sama2 di sunat?!… sungguh sangat menyesatkan dan menyedihkan.

    Alih2 menganjurkan kulit klitoris di sunat, sudahkah kita renungkan, Bagaimana cara si wanita2 ngelawan tradisi yang mungkin udah lengket di lingkungannya? para wanita ini jelas sadar bahwa proses ini salah, tapi gimana caranya supaya dia gak jadi korban? Atau kalaupun dia pernah jadi korban, bagaimana supaya wanita-wanita lain gak jadi korban seperti mereka.

    Inilah bu contoh nyata yang menjadi kendala perubahan UU sunat di negara kita, di mana para wanita yang terpelajarpun masih mendukungnya, bahkan para petinggi2 negara2 juga mengetauhi praktek2 yang buruk ini dilakukan, tapi pada diem saja, para agamais2 pun begitu juga, mereka lebih memilih untuk silent daripada bersuara, mereka takut di cap tak beriman karena mereka tak bisa tak menghargai budaya dan tradisi orang lain sekalipun berlabel sunah agama.

    Salam rahayu,

    Dewi

  10. @ All,

    Ngapunten kulo salah masuk ruang diskusi, harusnya saya postingkan di ruang ‘sunat’… maklum udah malam, ngantuk dan kurang teliti… xixixixixi….

    Salam rahayu,

    Dewi

  11. ‎​‎​​‎​‎​‎​✗i²:D ✗i²:D ✗i²:D ….™.
    Pantes sy bingung kok jawaban ttg sunat mbak dewi ya ngak apa2 mbak dewi ^_^.

  12. ‎​‎​​‎​‎​‎​✗i²:D ✗i²:D ✗i²:D ….™.
    Pantes sy bingung kok jawaban ttg sunat mbak dewi ya ngak apa2 mbak dewi ^_^ tumben konselet alirannya.

  13. @ The Stars,

    He he he… nggih ngapunten mas, waktu itu saya memang membuka 3 ruang sekaligus: membangun kesadaran sejati, sunat dan pengalaman ghaib, biasanya saya nulis2 di microsoft words dulu, baru ntar saya copy dan tinggal pastekan aja di kotak kommentnya. Nah pas pastekan itu saya keliru naruhnya di ruang sebelah kanan (pengalaman ghaib), harusnya kan di tengah (ruang sunat)… hwahahahaha…

    Saya waktu itu mualu sekali, merah padam rasanya muka ini, @ Ki Sabda, mohon komment saya tentang sunat di hapus aja, biar tidak dobel… he he he…

    Salam Ngapunten,

    Dewi

  14. tumben konselet alirannya……?!….hmmm

  15. NAMA SAYA PA,ANWAR, SAYA HANYA INGIN BERBAGI CERITAH DENGAN KALIAN,PENGGILAH TOGEL, AWALNYA ITU SAYA HANYA KULIT BAGUNANG, ANAK SAYA DUA,ISTRI HANYA PENJUAL NASI BUKUS, EKONOMI KAMI SANGAT PAS-PASAN, HUTAN TAMBAH MENUMPUK, ANAK SAYA JUGA MAU BIAYA SEKOLAH, SAYA AKHIRNYA ADA TEMAN LANSUNG KASIH NOMOR HP MBAH SUTARNOH KATANYA DIA BISA MEMBANTU ORANG SUSAH JADI SAYA LANSUNG HBU MBAH SUTARNOH DAN MENCERITAKAN SEMUANYA,TENTENG KELUARGA KAMI AKHIRNYA DI KASIH ANGKA GAIB [4D ,8009] TEMBUS,DENGAN ADANYA MBAH SUTARNOH ,SAYA SEKELUARGA BERSUKUR SEMUA UTANG SAYA LUNAS BAHKAN SEKARANG SAYA SUDAH BUKA USAHA SILAHKAN ANDA BUKTIKAN. SENDIRI, INSYA ALLAH ANDA TIDAK AKAN KECEWA BAGI YANG BERMINAT HUB MBAH SUTARNOH DI NOMOR INI ; 0852 4142 6464 TERIMAH KASIH.
    ///

  16. Bangsat nich ANWAR GELOOO..!!PROMO MEMBUAT SESAAAT!!!

    Dihapus aja kang sabdolangit,biar klo ketemu tak INJEK NDASE ANWAR!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.003 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: