Category Archives: 2012 (4)

2012 (4)

Dulur-dulur semua yang budiman

Bulan Suro Culiko sebentar lagi usai. Kelanjutan bulan Suro-culiko, memasuki tahun wawu.

01. Tanggal Masehi : 28 Desember 2011
02. Dina – Pasaran : Rêbo Kliwon
03. Tanggal Jawa : 01 Sapar 1945 – Wawu
04. Tanggal Hijriah : 02 Shafar 1433 (H)
05. Windu-Lambang : Sengårå, Kulawu
06. Nama Wuku : Gumbrêg
07. Môngsô : Kapitu – Palguna (22/11 s/d 02/02)
08. Sadwårå : Wurukung
09. Haståwårå/Padewan : Guru
10. Sångåwårå/Padangon : Dadi
11. Saptåwårå/Pancasuda : Lêbu Katiyub Angin
12. Rakam : Kala Tinantang
13. Paarasan : Lakuning Srêngéngé

Persaingan antara kepentingan politik kian memanas, ketat dan carut marut. Masing-masing kekuatan jahat mengerahkan segala kemampuannya untuk memenangi pertarungan. Energi jahat melawan energi jahat.  Mulut-mulut lebar saling berkoar mencari menangnya sendiri. Sandiwara politik kian menggemparkan. Akrobat politik semakin menakjubkan. Semua berebut benarnya sendiri, berebut butuhnya sendiri, berebut menangnya sendiri. Skandal ditutup dengan kasus baru. Kasus-kasus lama diam-diam disimpan untuk amunisi bila kelak diperlukan. Manusia lupa kemanusiaannya. Mana sesungguhnya binatang mana sesungguhnya manusia sulit diidentifikasi. Banyak orang lupa siapa jati dirinya. Skandal ditimbun kasus baru. Gali kasus tutup kasus, gali skandal tutup skandal. Nasib bangsa ini berada ditangan generasi penerusnya. Kaum intelek dan akademisi, dan semua yang telah sadar akan jati diri. Yang telah merdeka lahir dan batinnya. Para putra-putri Nusantara yang telah kenyang akan segala macam ancaman dan intimidasi yang digemari oleh jiwa-jiwa fasis (termasuk “theo-facism“). Semua itu tak akan pernah ciutkan nyali jiwa-jiwa merdeka generasi penerus bangsa.

RUNTUH 2012

Menggah ingkang tansah eling lan waspada. Wus akeh pratanda jaman. Suro-culiko, mowo pratondo jugruging wewangunan. Runtuhnya beberapa jembatan, runtuhnya  tembok pembatas, runtuhnya tiang pancang, runtuhnya bangunan sekolah, runtuh tebing-tebing bukit menimpa rumah-rumah warga, runtuhnya pesawat ke belukar hutan, runtuhnya gerbong kereta, runtuhnya kapal besar ke dasar laut. Gunung-gunung meruntuhkan debu dan laharnya ke daratan. Sungai-sungai meruntuhkan tebing dan bantaran membawa reruntuhan pasir dan bebatuan.

Kita akan memasuki tahun di mana terjadi fase keruntuhan. Rutuhnya perekonomian nasional dalam kondisi paling parah sepanjang sejarah, akibat ulah para rampok dan gerombolan kecu kekayaan negara. Ditambah lagi efek domino runtuhnya perekonomian dunia. Runtuhnya wibawa politik para penguasa dan wakil rakyat akibat tindakan lacur dan lancung. Runtuhnya kredibilitas penegakan hukum akibat keberpihakannya pada uang dan jabatan. Runtuhnya kejujuran para pendakwah agama akibat kepentingan periuk  dan bermodalkan buaian kata-kata. Runtuhnya jiwa-jiwa manusiawi menjadi angkara murka. Runtuhnya humanisme menjadi sadisme. Runtuhnya adab menjadi biadab. Runtuhnya moralitas menjadi amoralitas. Read the rest of this entry

Iklan