Misteri Di balik Bulan Sura

mykoi1

MISTERI BULAN SURA

 

Bulan Sura adalah bulan pertama dalam kalender Jawa. Tanggal 1 Sura akan jatuh pada hari Senin tanggal 29 Desember 2008. Secara lugas maknanya adalah merupakan tahun baru menurut penanggalan Jawa. Bagi pemegang tradisi Jawa  hingga kini masih memiliki pandangan bahwa bulan Sura merupakan bulan sakral. Berikut ini saya paparkan arti bulan Sura secara maknawi dan dimanakah letak kesakralannya.

 

MELURUSKAN BERITA “burung”

Tradisi dan kepercayaan Jawa melihat bulan Sura sebagai bulan sakral. Bagi yang memiliki talenta sensitifitas indera keenam (batin) sepanjang bulan Sura aura mistis dari alam gaib begitu kental melebihi bulan-bulan lainnya. Tetapi sangat tidak bijaksana apabila kita buru-buru menganggapnya sebagai bentuk paham syirik dan kemusrikan. Anggapan seperti itu timbul karena disebabkan kurangnya  pemahaman sebagian masyarakat akan makna yang mendalam di baliknya. Musrik atau syirik berkaitan erat dengan cara pandang batiniah dan suara hati, jadi sulit menilai hanya dengan melihat manifestasi perbuatannya saja.  Jika musrik dan syirik diartikan sebagai bentuk penyekutuan Tuhan, maka punishment terhadap tradisi bulan Sura itu  jauh dari kebenaran, alias tuduhan tanpa didasari pemahaman yang jelas dan beresiko tindakan pemfitnahan. Biasanya anggapan musrik dan sirik muncul karena mengikuti trend atau ikut-ikutan pada perkataan seseorang yang dinilai secara dangkal layak menjadi panutan. Padahal tuduhan itu jelas merupakan kesimpulan yang bersifat subyektif dan mengandung stigma, dan sikap menghakimi secara sepihak.

Masyarakat Jawa mempunyai kesadaran makrokosmos, bahwa Tuhan menciptakan kehidupan di alam semesta ini mencakup berbagai dimensi yang fisik (wadag) maupun metafisik (gaib). Seluruh penghuni masing-masing dimensi mempunyai kelebihan maupun kekurangan. Interaksi antara dimensi alam fisik dengan dimensi metafisik merupakan interaksi yang bersimbiosis mutual, saling mengisi mewujudkan keselarasan dan keharmonisan alam semesta sebagai upaya memanifestasikan rasa sukur akan karunia terindah dari Tuhan YME. Sehingga manusia bukanlah segalanya di hadapan Tuhan, dan dibanding mahluk Tuhan lainnya. Manusia tidak seyogyanya mentang-mentang mengklaim dirinya sendiri sebagai mahluk paling sempurna dan mulia, hanya karena akal-budinya. Selain kesadaran makrokosmos, sebaliknya di sisi lain kesadaran mikrokosmos Javanisme bahwa akal-budi ibarat pisau bermata dua, di satu sisi dapat memuliakan  manusia tetapi di sisi lain justru sebaliknya akan menghinakan manusia, bahkan lebih hina dari binatang, maupun mahluk gaib jahat sekalipun.

Berdasarkan dua dimensi kesadaran itu, tradisi Jawa memiliki prinsip hidup yakni pentingnya untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam semesta agar supaya kelestarian alam tetap terjaga sepanjang masa. Menjaga kelestarian alam merupakan perwujudan syukur tertinggi umat manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahkan bumi ini berikut seluruh isinya untuk dimanfaatkan umat manusia.

Dalam tradisi Jawa sekalipun yang dianggap paling klenik sekalipun, prinsip dasar yang sesungguhnya tetaplah  PERCAYA KEPADA TUHAN YME. Di awal atau di akhir setiap kalimat doa dan mantra selalu diikuti kalimat; saka kersaning Gusti, saka kersaning Allah. Semua media dalam ritual, hanya sebatas dipahami sebagai media dan kristalisasi dari simbol-simbol doa semata. Doa yang ditujukan hanya kepada Tuhan Yang Maha Tunggal. Prinsip tersebut memproyeksikan bahwa kaidah dan prinsip religiusitas ajaran Jawa tetap jauh dari kemusrikan maupun syirik yang menyekutukan Tuhan.

Cara pandang tersebut membuat masyarakat Jawa memiliki tradisi yang unik dibanding dengan masyarakat Indonesia pada umumnya. Tipikal tradisi Jawa kental akan penjelajahan wilayah gaib sebagai konsekuensi adanya interaksi manusia terhadap lingkungan alam dan seluruh isinya. Lingkungan alam dilihat memiliki dua dimensi, yakni fana/wadag atau fisik, dan lingkungan dimensi gaib atau metafisik. Lingkungan alam tidak sebatas apa yang tampak oleh mata, melainkan meliputi pula lingkungan yang tidak tampak oleh mata (gaib). Boleh dikatakan pemahaman masyarakat Jawa akan lingkungan atau dimensi gaib sebagai bentuk “keimanan“ (percaya) kepada yang gaib. Bahkan oleh sebagian masyarakat Jawa, unsur kegaiban tidak hanya sebatas diyakini atau diimani saja, tetapi lebih dari itu seseorang dapat membuktikannya dengan bersinggungan atau berinteraksi secara langsung dengan yang gaib sebagai bentuk pengalaman gaib. Oleh karena itu, bagi masyarakat Jawa dimensi gaib merupakan sebuah realitas konkrit. Hanya saja konkrit dalam arti tidak selalu dilihat oleh mata kasar, melainkan konkrit dalam arti Jawa yakni termasuk hal-hal yang dapat dibuktikan melalui indera penglihatan  maupun indera batiniah. Meskipun demikian penjelasan ini mungkin masih sulit dipahami bagi pihak-pihak yang belum pernah samasekali bersinggungan dengan hal-hal gaib. Sehingga cerita-cerita maupun kisah-kisah gaib dirasakan menjadi tidak masuk akal, sebagai hal yang mustahal, dan menganggap pepesan kosong belaka. Pendapat demikian sah-sah saja, sebab tataran pemahaman gaib memang tidak semua orang dapat mencapainya. Yang merasa mampu memahamipun belum tentu tapat dengan realitas gaib yang sesungguhnya. Sedangkan agama sebatas memaparkan yang bersifat universal, garis besar, dan tidak secara rinci. Perincian mendetail tentang eksistensi alam gaib merupakan rahasia ilmu Tuhan Yang Maha Luas, tetapi Tuhan Maha Adil tetap memberikan kesempatan kepada umat manusia untuk mengetahuinya walaupun sedikit namun dengan sarat-sarat yang berat dan tataran yang tidak mudah dicapai.

 

MISTERI BULAN SURA

     Bulan Sura adalah bulan baru yang digunakan dalam tradisi penanggalan Jawa.  Di samping itu bagi masyarakat Jawa adalah realitas pengalaman gaib bahwa dalam jagad makhluk halus pun mengikuti sistem penanggalan sedemikian rupa.  Sehingga bulan Sura juga merupakan bulan baru yang berlaku di jagad gaib. Alam gaib yang dimaksudkan adalah; jagad makhluk halus ; jin, setan (dalam konotasi Jawa; hantu), siluman, benatang gaib, serta jagad leluhur ; alam arwah, dan bidadari. Antara jagad fana manusia (Jawa), jagad leluhur, dan jagad mahluk halus berbeda-beda dimensinya.  Tetapi dalam berinteraksi antara jagad leluhur dan jagad mahluk halus di satu sisi, dengan jagad manusia  di sisi lain, selalu menggunakan penghitungan waktu penanggalan Jawa. Misalnya; malam Jum’at Kliwon (Jawa; Jemuah) dilihat sebagai malam suci paling agung yang biasa digunakan para leluhur “turun ke bumi” untuk njangkung dan njampangai (membimbing) bagi anak turunnya yang menghargai dan menjaga hubungan dengan para leluhurnya. Demikian pula, dalam bulan Sura juga merupakan bulan paling sakral bagi jagad makhluk halus. Mereka bahkan mendapat “dispensasi” untuk melakukan seleksi alam. Bagi siapapun yang hidupnya tidak eling dan waspada, dapat terkena dampaknya.

Dalam siklus hitungan waktu tertentu yang merupakan rahasia besar Tuhan, terdapat suatu bulan Sura yang bernama Sura Duraka.  Disebut sebagai bulan Sura Duraka karena merupakan bulan di mana terjadi tundan dhemit. Tundan dhemit maksudnya adalah suatu waktu di mana terjadi akumulasi para dedemit yang mencari “korban” para manusia yang tidak eling dan waspadha. Karena pada bulan-bulan Sura biasa para dedhemit yang keluar tidak sebanyak pada saat bulan Sura Duraka. Sehingga pada bulan Sura Duraka biasanya ditandai banyak sekali musibah dan bencana melanda jagad manusia. Bulan Sura Duraka ini pernah terjadi sepanjang bulan Januari s/d Februari 2007.  Musibah banyak terjadi di seantero negeri ini. 1) Di awali tenggelamnya KM Senopati di laut Banda yang terkenal sebagai palung laut terdalam di wilayah perairan Indonesia. Kecelakaan ini memakan korban ratusan jiwa. 2) Kecelakaan Pesawat Adam Air hilang tertelan di palung laut dekat teluk Mandar, posisi di 40 mil barat laut Majene. 3) Kereta api mengalami anjlok dan terguling sampai 3 kali kasus selama sebulan. 4) Tabrakan bus di pantura, bus menyeruduk rumah penduduk. 5) Kecelakaan pesawat garuda di Yogyakarta. 6) Beberapa maskapai penerbangan mengalami gagal take off, gagal landing, mesin error dsb. 7) Jakarta dilanda banjir terbesar sepanjang masa. 8) Kapal terbakar di Sulawesi dan maluku. 9) Kapal laut di selat Karimun terbakar lalu tenggelam memakan ratusan korban berikut wartawan TV peliput berita. 10) Banjir besar di Jawa Tengah, Angin puting beliung sepanjang Pulau Jawa-Sumatra. Dan masih  banyak lagi kecelakaan pribadi yang waktu itu Kapolri sempat menyatakan sebagai bulan kecelakaan terbanyak meliputi darat, laut dan udara.

Atas beberapa uraian pandangan masyarakat Jawa tersebut kemudian muncul kearifan yang kemudian mengkristal menjadi tradisi masyarakat Jawa selama bulan Sura.  Sedikitnya ada 5 macam ritual yang dilakukan menjelang dan selama bulan Sura seperti berikut ini;

1.  Siraman malam 1 Sura; mandi besar dengan menggunakan air serta dicampur kembang setaman. Sebagai bentuk “sembah raga” (sariat) dengan tujuan mensucikan badan, sebagai acara seremonial pertanda dimulainya tirakat sepanjang bulan Sura; lantara lain lebih ketat dalam menjaga dan mensucikan hati, fikiran, serta menjaga panca indera dari hal-hal negatif. Pada saat dilakukan siraman diharuskan sambil berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan YME agar senantiasa menjaga kita dari segala bencana, musibah, kecelakaan. Doanya dalam satu fokus yakni memohon keselamatan diri dan keluarga, serta kerabat handai taulan. Doa tersirat dalam setiap langkah ritual mandi. Misalnya, mengguyur badan dari ujung kepala hingga sekujur badan sebanyak 7 kali siraman gayung (7 dalam bahasa Jawa; pitu, merupakan doa agar Tuhan memberikan pitulungan atau pertolongan). Atau 11 kali (11 dalam bahasa Jawa; sewelas, merupakan doa agar Tuhan memberikan kawelasan; belaskasih). Atau 17 kali (17 dalam bahasa Jawa; pitulas; agar supaya Tuhan memberikan pitulungan dan kawelasan). Mandi lebih bagus dilakukan tidak di bawah atap rumah; langsung “beratap langit”; maksudnya adalah kita secara langsung menyatukan jiwa raga ke dalam gelombang harmonisasi alam semesta.

2.  Tapa Mbisu (membisu); tirakat sepanjang bulan Sura berupa sikap selalu mengontrol ucapan mulut agar mengucapkan hal-hal yang baik saja. Sebab dalam bulan Sura yang penuh tirakat, doa-doa lebih mudah terwujud. Bahkan ucapan atau umpatan jelek yang keluar dari mulut dapat “numusi” atau terwujud. Sehingga ucapan buruk dapat benar-benar mencelakai diri sendiri maupun  orang lain.

3.  Lebih Menggiatkan Ziarah; pada bulan Sura masyarakat Jawa lebih menggiatkan ziarah ke makam para leluhurnya masing-masing, atau makam para leluhur yang yang dahulu telah berjasa untuk kita, bagi masyarakat, bangsa, sehingga negeri nusantara ini ada. Selain mendoakan, ziarah sebagai tindakan konkrit generasi penerus untuk menghormati para leluhurnya (menjadi pepunden). Cara menghormati dan menghargai jasa para leluhur kita selain mendoakan, tentunya dengan merawat makam beliau. Sebab makam merupakan monumen sejarah yang dapat dijadikan media mengenang jasa-jasa para leluhur; mengenang dan mencontoh amal kebaikan beliau semasa hidupnya. Di samping itu kita akan selalu ingat akan sangkan paraning dumadi. Asal-usul kita ada di dunia ini adalah dari turunan beliau-beliau. Dan suatu saat nanti kita semua pasti akan berpulang ke haribaan Tuhan Yang maha Kuasa. Mengapa harus datang ke makam, tentunya atas kesadaran bahwa semua warisan para leluhur baik berupa ilmu, kebahagiannya, tanah kemerdekaan, maupun hartanya masih bisa dinikmati hingga sekarang, dan dinikmati oleh semua anak turunnya hingga kini. Apakah sebagai keturunannya kita masih tega hanya dengan mendoakan saja dari rumah ? Jika direnungkan secara mendalam menggunakan hati nurani, sikap demikian tidak lebih dari sekedar menuruti egoisme pribadi (hawa nafsu negatif) saja. Anak turun yang mau enaknya sendiri enggan datang susah-payah ke makam para leluhurnya, apalagi terpencil nun jauh harus pergi ke pelosok desa mendoakan dan merawat seonggok makam yang sudah tertimbun semak belukar. Betapa teganya hati kita, bahkan dengan mudahnya mencari-cari alasan pembenar untuk kemalasannya sendiri, bisa saja menggunakan alasan supaya menjauhi kemusyrikan. Padahal kita semua tahu, kemusyrikan bukan lah berhubungan dengan perbuatan, tetapi berkaitan erat dengan hati. Jangan-jangan sudah menjadi prinsip bawah sadar sebagian masyarakat kita, bahwa lebih enak menjadi orang bodoh, ketimbang menjadi orang winasis dan prayitna tetapi konsekuensinya tidak ringan.

4.  Menyiapkan sesaji bunga setaman dalam wadah berisi air bening. Diletakkan di dalam rumah. Selain sebagai sikap menghargai para leluhur yang njangkung dan njampangi anak turun, ritual ini penuh dengan makna yang dilambangkan dalam uborampe. Bunga mawar merah, mawar putih, melati, kantil, kenanga. Masing-masing bunga memiliki makna doa-doa agung kepada Tuhan YME yang tersirat di dalamnya (silahkan dibaca dalam forum tanya jawab). Bunga-bungaan juga ditaburkan ke pusara para leluhur, agar supaya terdapat perbedaan antara makam seseorang yang kita hargai dan hormati, dengan kuburan seekor kucing yang berupa gundukan tanah tak berarti dan tidak pernah ditaburi bunga, serta-merta dilupakan begitu saja oleh pemiliknya berikut anak turunnya si kucing.

5.  Jamasan pusaka; tradisi ini dilakukan dalam rangka merawat atau memetri warisan dan kenang-kenangan dari para leluhurnya. Pusaka memiliki segudang makna di balik wujud fisik bendanya. Pusaka merupakan buah hasil karya cipta dalam bidang seni dan ketrampilan para leluhur kita di masa silam. Karya seni yang memiliki falsafah hidup yang begitu tinggi. Selain itu pusaka menjadi situs dan monumen sejarah, dan memudahkan kita simpati dan berimpati oleh kemajuan teknologi dan kearifan lokal para perintis bangsa terdahulu. Dari sikap menghargai lalu tumbuh menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus bangsa agar berbuat lebih baik dan maju di banding prestasi yang telah diraih para leluhur kita di masa lalu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para leluhurnya, para pahlawannya, dan para perintisnya. Karena mereka semua menjadi sumber inspirasi, motivasi dan tolok ukur atas apa yang telah kita perbuat dan kita gapai sekarang ini. Dengan demikian generasi penerus bangsa tidak akan mudah tercerabut (disembeded) dari “akarnya”. Tumbuh berkembang menjadi bangsa yang kokoh, tidak menjadi kacung dan bulan-bulanan budaya, tradisi, ekonomi, dan politik bangsa asing. Kita sadari atau tidak, tampaknya telah lahir megatrend terbaru abad ini, sekaligus paling berbahaya, yakni merebaknya bentuk the newest imperialism melalui cara-cara politisasi agama.

6.  Larung sesaji; larung sesaji merupakan ritual sedekah alam. Uborampe ritual disajikan (dilarung) ke laut, gunung, atau ke tempat-tempat tertentu. Tradisi budaya ini yang paling riskan dianggap musrik. Betapa tidak, jikalau kita hanya melihat apa yang tampak oleh mata saja tanpa ada pemahaman makna esensial dari ritual larung sesaji. Baiklah, berikut saya tulis tentang konsep pemahaman atau prinsip hati maupun pola fikir mengenai tradisi ini. Pertama; dalam melaksanakan ritual hati kita tetap teguh pada keyakinan bahwa Tuhan adalah Maha Tunggal, dan tetap mengimani bahwa Tuhan Maha Kuasa menjadi satu-satunya penentu kodrat. Kedua; adalah nilai filosofi, bahwa ritual larung sesaji merupakan simbol kesadaran makrokosmos yang bersifat horisontal, yakni penghargaan manusia terhadap alam. Disadari bahwa alam semesta merupakan sumber penghidupan manusia, sehingga untuk melangsungkan kehidupan generasi penerus atau anak turun kita, sudah seharusnya kita menjaga dan melestarikan alam. Kelestarian alam merupakan warisan paling berharga untuk generasi penerus. Ketiga; selain kedua hal di atas, larung sesaji merupakan bentuk interaksi harmonis antara manusia dengan seluruh unsur alam semesta. Disadari pula bahwa manusia hidup di dunia berada di tengah-tengah lingkungan bersifat kasat mata atau jagad fisik, maupun  gaib atau jagad metafisik. Kedua dimensi jagad tersebut saling bertetanggaan, dan keadaannya pun sangat kompleks. Manusia dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan seyogyanya menjaga keharmonisan dalam bertetangga, sama-sama menjalani kehidupan sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sebaliknya,  bilamana dalam hubungan bertetangga (dengan alam) tidak harmonis, akan mengakibatkan situasi dan kondisi yang destruktif dan merugikan semua pihak. Maka seyogyanya jalinan keharmonisan sampai kapanpun tetap harus dijaga.

 

Sugeng warsa enggal

Senin Legi, 1 Sura 1942 taun je

(29 Desember 2008)

 

KITA adalah 1 bangsa,

dalam 1 bangsa tidak berlaku; pihakmu,

pihakku, dan pihak mereka

 

Dalam rasa kebersamaan ini semoga Tuhan melimpahkan berkah, rahmat, anugrah, dan kemuliaan bagi kita semua, untuk menggapai kehidupan sejati yang lebih baik. Kita jaga toleransi, redamkan hawa nafsu angkara, endapkan segala ke-aku-an, kita tundukkan sikap narsis; egosentris; egois; bengis. Bahu-membahu, menciptakan negeri yang indah, sejuk, tenteram. Kita buang benih-benih kebencian, dan taburkan benih-benih kedamaian.  Kita semai rasa kasih sayang. Kita wujudkan negeri yang penuh kebahagiaan, untuk saat ini dan selamanya. Amin

 

Salam Taklim

Wilujeng Rahayu

sabdalangit

  1. yg pasti……..kita pnya nenek moyang jawa…ya kita ikuti tata cara orng jawa….buktinya jaman dulu di pake nenek moyang kita juga baik……kalopun ada yg tata cara yg laen/baru ya…. monggo yg mw ikut pake….. orang jawa biasanya di utamakan menghormati(nguwongne) kepadansemua sesama dan mnghormati pula pada semua ciptaa-NYA di alam ini….. itulah istimewanya orng jawa ” tepo sliro” tetep di terapkn smpi skrng……… yg pasti semua ajaran agama apapun di bumi ini, menganjurkan untuk saling MENGHORMATI…….. , kalo belum bisa menghormati perbedaan….. berarti berAgamanya cuma di BIBIR. krn agama n keyakinan g bsa d paksakn.
    mohon maaf,,,lo ada salah dlm tulisan ini….
    krn saya juga msh belajar. suwun…..tuan rumah “sugeng rahayu”

  2. Tuhan itu universal,aturan Tuhanpun pasti universal berlaku u manusia dibelahan bumi manapun.Budaya Jawa bnyk skali yg tdk dilakukan dibelahan bumi yg lain,toh
    tdk terjadi apa2. Aturan2 Tuhan yg tersurat sdh gamblang di tulis di AlQuran dan yg tersirat tertulis di alam jagat raya ini.
    Siapa yg mmegang teguh aturan itu selamtlah ia kelak.
    Namun siapa yg mencampuradukan aturan Tuhan dengan aturan setan..maka
    celakalh dia

  3. Saya org jawa tulen,Budaya jawa sngt dekat dgn dimensi ghaib (jin,demit,peri dll).lihat sekeliling kita (klo kita bnr2 org jawa),dunia ghaib amat mndapat tempat di hati org2 jawa.termasuk org tua dn leluhur saya.merek lbh suka mengenal dan mendekat kpd makhluk2 ghoib itu,namun amat jarang mereka mau mengenal dan mencari tau apalgi mendekat kepada Allah pencipta mereka,sehingga ketika islam diajarkan di bumi jawa,
    yg terjadi adalah pencampuradukan kebiasaan org jawa thd alam dimensi lain itu dgn ajaran Islam.dan jelas itu tdk baik.
    Meski sy org jawa tulen , saya banyk mendapati kebiasaan/ritual2 yg sangat tdk tepat,
    krn ritual itu lbh condong dlm hal interaksi dgn para jin dan dedemit itu.
    pdhl para jin sytean itu menyesatkan kita dgn cara2 yg amat halus.
    meski sy akui ajaran2 yg bersifat sosial ,kejawen mmg sangat baik.
    Namun u urusan ketuhanan, kejawen sdh mencampuradukkan ajaran tuhan dan ajaran setan

    • ….dlm hal interaksi dgn para jin dan dedemit itu.
      pdhl para jin sytean itu menyesatkan kita dgn cara2 yg amat halus.
      meski sy akui ajaran2 yg bersifat sosial ,kejawen mmg sangat baik.
      Namun u urusan ketuhanan, kejawen sdh mencampuradukkan ajaran tuhan dan ajaran setan (AP)
      ————————————–
      Tuhan nampaknya kurang … pinter ketika menyampaikan firman2 nya. Lha itu ada banyak kelompok penganut Tuhan yang kerjanya merugilan orang lain.Pengeboman di Bali yang menelan banyak korban itu nampaknya diilhami oleh ajaran Tuhan (yang kurang jelas ). Bin Laden dkk juga rutin meneror orang2 lopar kapir yang ,menurut Bin Laden, menolak jalan Allah. FPI merasa wajib membela Islam, agama yang paling diridhoi Tuhan. Payah, Tuhan ini ya ?

      • Menurut saya,setan gundul, ajaran Tuhan itu tidak … perlu kalau merugikan manusia lain. Pemboman di Bali,perusakan tempat2 ibadah orang2 Syiah dan Ahmadiyah oleh orang2 yang merasa paling benar berdasarkan ajaran Allah, ini adalah contohnya. Ajaran setan, kalau baik, misalnya menolong tetangga yang sedang kesusahan, ini lebih perlu.

        Perlu dicurigai kalau Tuhan,katanya,menyuruh umatnya menjauhi bangsa A,B,C,dll, karena mereka tidak beragama yang paling diridhoinya.

    • @ Adi P yth…sepertinya panjenengan paham benar antara jin dan setan…jal Mas mohon diterangkan jin dengan setan itu sami punopo mboten ? Kalaupun beda cirinya apa?…biar saya tahu…nuwun

      • ….dlm hal interaksi dgn para jin dan dedemit itu.
        pdhl para jin sytean itu menyesatkan kita dgn cara2 yg amat halus.
        meski sy akui ajaran2 yg bersifat sosial ,kejawen mmg sangat baik.
        Namun u urusan ketuhanan, kejawen sdh mencampuradukkan ajaran tuhan dan
        ajaran setan (AP)
        ——————————————————————————————————

        Jangan menghakimi ..mendakwa …menuduh hanya dengan dasar ajaran Anda / Islam…..
        jangan merasa bahwa agama Islam paling benar dan agama / kepercayaan bumi Jawa / NKRI adalah salah atau paling berat dituduh sebagai kepercayaan sesat…..

        Kalau memang Saudara Adi atau guru pengajar yang Anda percayai menuduh dan mengatakan bahwa Orang Jawa suka berinteraksi dengan demit atau Jin atau syetan maka mohon ceritakan dan buktikan dengan cerita singkat bagaimana bentuk atau ujud jin , demit atau setan itu……

        Ceritakan kepada kita semua bagaimana umat islam dalam mengaggap atau menilai bangunan kiblat dan batu hitam diarab sana , yang mana batu itu seakan dianggap bernyawa , berkekuatan , terhormat , suci ….dicium , diberi uluk salam dll yang seakan Tuhan semesta alam / YME HANYA ada ditempat orang ARAB…..
        Menghormati kabah dan batu hitam dan lalu menyangkal bahwa itu bukan berhala tetapi adalah kebenaran / wahyu Tuhan ??….apakah Anda akan tersinggung bila Anda sebenarnya juga menyembah berhala…

        Anda harus belajar dan mencari kebenaran bagaimana cerita batu hitam atau kabah itu dan sebenarnya batu hitam dan bangunan kabah itu adalah tradisi orang arab …tradisi dari jaman kejaman yang tidak lepas dengan berhala……

        Cerita diatas sebagai sejarah bangsa arab yang kemudian berubah menjadi AGAMA dan parahnya agama itu mengklaim sebagai agama paling benar diatas bmi dan bahkan agama itu dipaksakan dan masuk ke Negeri Jowo dan akhirnya menghancur leburkan tatanan perilaku budi pekerti budaya jawa …bangsa Jowo yang juga menyembah Gusti dan menghormati para leluhurnya…….

        Tidak ada manusia dan bahkan Nabi yang menciptakan atau membuat Agama dan yang ada adalah cerita para manusia pencari dan pencinta Tuhan yang pengalaman hidupnya sangat sarat dengan tuntunan nurani , melawan kedholiman para manusia atau penguasa…hidupnya dijadikan sebagai suatu cerita dan dijadikan pedoman hidup…..
        Tuhan YME tidak pernah menurunkan ajaran atau kitab agama….hanya Muhammad saja yang mengatakan bahwa dirinya adalah Rosul dan Al Quran adalah Wahyu Allah ……

      • Ditanah Haram / suci …diarab sana ternyata banyak arwah gentayangan dan pengakuan dari teman saya yang sudah naik haji…dirinya pernah dicekik dalam hotel…ha ha hah…rupa rupanya ditanah suci itu banyak demit ….ternyata galak dan jahat….mungkin demit atau setan jin itu berasal dari tanah arab yang nggandol ke negeri Indonesia lewat para TKW…para TKW yang pulang kadang dengan perut hamil…stress dan depresi…….Arab memang bangsa dan negeri sontoloyo….

    • @Adi P yth…mosok to mas panjenengan Jawa tulen…nek sak ngertiku Jawa tulen iku yo raine (rogo) karo atine (batin) yo Jowo…ora raine Jowo batine Arab/liyane…kui rambon dudu tulen…nek lepat nyuwun pangapunten…

  4. Mohon maaf…
    Kita bcr dlm konteks ajaran,bukan objek personal,penganut agama apapun bnyk yg berbuat kerusakan ,jd sekali lg kt bicara substansi ajaran,bkn personal.
    penganut kejawen jg jelas2 membenarkan ajarannya,maka apakah org lain tdk blh berpendapat.
    Sy paham tdk akan ada titik temu dan sdh pasti akan emnganggap benar sendiri,menurut saya mmg hrs begitu,klo kt sdh yakin kt tdk boleh mudah goyah oleh yg lain.
    Apa yg saya sampaikan bukan skdr omong,kbtulan sy pny keluarga besar
    yg kejawennya lumayan kuat.
    Sy ambil contoh : Tiap pny hajat hrs memberi sesaji di perempatan dgn tujuan agar lancar hajatnya,memberi sesaji brupa kembang dll di dalam rumah,prnh juga wkt kcl sy diajak ke makam sesepuh dan minta2 didepan makam,meskipun kadang nama tuhan jg disebut2.tp semua masih mengakui beragama islam,namun adat istiadat jawanya lbh diutamakan drpd ajaran islamnya
    ini yg sy maksud mencampuradukkan ajaran,

    sekali lagi saya akui..untuk urusan yg bersifat kemanusiaan,sosial,kejawen mmg sangat bagus,itu ajarannya (blom tentu jg penganutnya melaksanakan).

    klo ditanya mana yg paling benar????
    jawabnya :

    “Tunggulah kalian,sesungguhnya kita sedang sama2 menunggu,siapakah yg sesat diantara kita dan siapa yg benar diantara kita,biar Tuhan yg mengadili kelak”
    “Tuhan kita satu,kita sama2 akan kembali kepadaNya,dan Tuhan sdh menunjukkan jalan mana yg hrs kt tempuh u bs sampai kepadaNya,mudah2an kt semua mndpt petunjuk”

  5. Islam tdk identik dgn arab,islam adalah ajaran universal,bs diterima dibelahan bumi manapaun bagi yg mau mempercayainya.
    mari kita diskusi scr substansi hidup dan kehidupan dari kacamata ajaran bukan bcr mslh peganut personal ato yg lain.Ajaran tetap suci ,penganutnya bs bermacam2.

    • @Adi P yth…panjenengan ki pye to mas…sampeyan nulis “kejawen sdh mencampuradukkan ajaran tuhan dan ajaran setan”…artine njenengan wis ngerti/tahu weruh setan….lha ditakoni setan kui ujudnya opo ? ra gelem njawab…malah mubeng-mubeng…tanggungjawab mas wani nulis wani njawab…neng ra sah karo nesu-nesu…hehehe…

    • “Tunggulah kalian,sesungguhnya kita sedang sama2 menunggu,siapakah yg sesat diantara kita dan siapa yg benar diantara kita,biar Tuhan yg mengadili kelak”
      “Tuhan kita satu,kita sama2 akan kembali kepadaNya,dan Tuhan sdh menunjukkan jalan mana yg hrs kt tempuh u bs sampai kepadaNya,mudah2an kt semua mndpt
      petunjuk”
      ——————————————————————————————————–

      Saya yang setiap hari juga berdoa seperti yang Anda tulis datas…..saya berdoa kepada Tuhan YME…..kapan bangunan yang dianggap paling suci didunia itu runtuh atau ditelan bumi saja….semoga kebohongan yang mengakibatkan kebodohan bangsa Jowo / NKRI terbuka dengan sangat jelas…..bangunan itu sebagai biang keladi banyak masalah….orang lebih memilih pergi kesana dari pada membantu para saudara sendiri yang hidup kere kleleran dan tempat itu sebagai tempat sembunyi dari kenistaan perbuatan manusia…berbuat culas dan curang dengan sengaja lalu berpikir dan beranggapan sesudah pergi kesana maka dirirnya suci dan bebas dari segala dosa….mendapat pangkat terhormat , terpandang dan bangga bila sudah pulang dari sana…..sangat aneh…manusia lebih menghormati dan memperhatikan nasib benda dari pada nasib sesama manusia…..sangat berbeda dengan sifat Tuhan YME….DIA yang tidak butuh kepada mahluk dan DIA yang sudah sangat jelas sifatnya yang Maha ASIH dan WELAS…sifat sifat yang harus ditiru oleh semua manusia…….

  6. Untunge opo tho mas nesu barang,yo mmg koyo ngene gaya bicaraku,blak blakan.
    Luwih becik diskusi hal2 sing substansi , ojo ngomngke uwong/penganute,iku ora pas,
    dadine cm debat kusir.penganut opo wae ,yo islam,kristen,
    kejawen ora kabeh iso mencerminkan ajarane,wong kejawen sing parah kelakuane yo akeh,
    wong sing ngaku islam sing parah yo podho akehe.bener ora? dadi ojo diskusi ttg penganute,
    ayo diskusi substansi ajarane,aku dhewe sepakat dan sangat setuju dgn bnyak hal ttg ajaran
    kejawen terutama sing nyangkut mslh budipekerti,etika,sopan santun,hub karo pepodho makhluk.
    kristen,budha yo semono ugo ngajarake budipekerti sing apik hubngane karo sesama makhluk.
    Tapi kaitan hubungan karo Gusti Allah iku sing aku ora sreg karo kejawen.
    Akeh kemiripan memang,tapi kejawen sdh disusupi unsur2 ghoib sing berlebihan.
    Pdhl pengetahuan menungso ttg ghoib iku isih sak kuku ireng,akhire podho akeh kepleset

    • Salam….

      Pancen bener menowo akeh pawongan sing kepleset amargo duwe anggep anggepan paling bener dewe , ngarani kuwi salah , musrik , kopar kapiran lan liyo liyane…..

      Sejatine wong Islam , wong kristen , hindu , budha ,ageman kapitayan / kepercayaan lan agomo sapiturute ora ngerti opo opo kanti jelas terang trewoco marang Tuhan YME…ora mangerteni wujud rupane Gusti kang tunggal / YME iku piye ?? ..kabeh mung tembung jarene wae….mung adedasar piwulang guru sing wes turun temurun , ewunan tahun lan kabeh kuwi wes dadi ageman ugeman lan ora diparengake mbantah / nglawan…… .
      Dadi wong Islam ra usah nyalahke ajaran liyan , perkoro dosa pahala di gembol dewe dewe….sing bener lan pener kuwi mung sepele lan pakem…jujur , welas asih, ojo daksiyo marang liyan , ojo kejem , ojo njajah kamardikan urip mahluk liyan…..
      Gusti kang murbeing dumadi ora bodo , ora sare ,,,becik ketitek , olo ketoro , sopo kang mbibite olo neng kono margane wahyune bakal sirno…. Nuwun.

  7. Q org jawa tpi q dah nggak mkek yg sesaji or aplah,lbih bgus lgi sesaji itu di kasihin buat tetangga kta yg nggak mampu,aplgi kbnyakan org skrg bnyak skli berbndong2 ziarah ke mkan leluhur dg tujuan berdoa agar sukses or sjenisnya,menurutku sih makam bkan t4 yg tpat deh buat kta brdoa meminta rezki ksehatan dll,
    kta sbagai umat islam pedoman nya Al qur’an dan Al hadist,

  8. Terima kasih pencerahannya,..Salam Budaya,.

  9. mohon ijin nyimak ki

  10. Takhayul…Itu Mah
    \\\\\\\\\k

  11. kita tdk usah saling berdebat. semua ajaran agama benar, tujuan nya 1 yaitu menyembah kepada TYE. cmn kl saya boleh mengingatkan tolong pelajarin dan fahamin diri km sendiri itu siapa. dan pertama alloh memberimu nyawa di dlm kandungan ibu km itu km udah berjaji ama alloh apa? dan bsk janji itu akan di mintaiin pertanggung jawaban nya ama alloh. tolong itu aja kalian pahamin dan kalian cari jawaban nya. kl anda udah tau jawaban nya berarti anda udah bertemu ama TYE.dan kl udah bertemu anda akan hati hati dlm berbicara dan berbuat.

  12. Bhikkhu Dhammaraja

    Bulan suro juga membawa pengaruh tertentu pada sp, karena “lepas suro sambutlah kumara, yang telah usai menebus dosa. masih muda ternyata tua/bijak, andalannya gatotkaca sejuta.” Dari kalimat yang berbau promosi itu menunjukkan bait tersebut adalah tentang sp yang selalu cari istri baru selepas suro, akibat pengaruh aneh pada dirinya.

    • Bhikkhu Dhammaraja

      Sekarang saya sudah semakin terang dalam melihat ramalan kuno dengan semakin leburnya diri saya ke dalam sultan herucakra.
      “wajahnya seperti sri khrisna, wataknya seperti baladewa” artinya wajah orang india itu memang hitam tapi wataknya memakai relic saya, karena itu agak keras.
      “orangnya tampan, senyumnya manis sekali.” orang india itu tampan, kalau tersenyum memakai relic saya, yaitu senyumnya manis.
      “andalannya gatotkaca sejuta”, menunjukkan kebisaan meniru berbagai jenis ilmu dengan bantuan makhlukhalus. jadi sh adalah mahaguru khodam aliran india.

      • Bhikkhu Dhammaraja

        Kenapa orang lain tidak bisa jadi sh, karena sh itu pecahan adolf hitler dan yogananda. dikarenakan kalian bukan hitler, cuma saya yang hitler, itulah sebabnya sayalah yang dipakai sh dalam mewujudkan dirinya di indonesia.

        Dulu saya punya pandangan kedaton yang di hutan ketonggo kelak adalah vihara, tapi dengan kemajuan batin baru saya yang hendak menjadi buddha, maka tempat itu bukan lagi tempat saya melainkan istana sh untuk menyimpan ratusan istrinya. “berkamar-kamar seperti rumah gatotkaca.” kemungkinan gatotkaca istrinya banyak tapi tidak diekspos.

        Resi Drona ternyata dulu adalah ayah prabu kartavirya arjuna yang bernama kartavirya. Silakan dicek benar atau tidak pandangan saya.

      • Bhikkhu Dhammaraja

        “kelak akan muncul dua pemuda yang kulitnya sama, ceweknya sama, dan andalannya sama (mirip ilmu). maka kecelelah orang-orang yang selama ini menggadang-gadang pemuda itu sebagai sp ternyata bukan.” – babon yogya.
        Kalian pernah gadang-gadang pemuda jadi sp? menurut ramalan kalian akan kecele.
        untunglah sultan herucakra tidak pernah digadang, jadi dia akan masuk sesuai ramalan babon itu.
        RAMALAN BABON ITU JUGA mengadu DUA PEMUDA ITU, BUKANNYA DITULIS BEKERJASAMA. “maka kecelelah mereka.”

  13. Bhikkhu Dhammaraja

    “Karsaning Hyang Sukma, akarya buwana balik. Raden amisan berubahwujud jadi Sultan Herucakra.” – babon yogya.

  14. Sugeng Rahayu.,boss.. Maju terus pantang mundur…jas merah 11 kembang mawar itu wangi/goib wangi namanya juga goib yg menjadikan kembang itu wangi tentulah Allah dimana musyrik nya? Bingung…mari berdoa sama2 agar negri ini dijauhkan dari Bencana

  15. Sugeng Rahayu Pada Sederek Semua
    Namo Budaya
    Ini saya tidak cari masalah tapi membeberkan kesamaan dari paham paham yg di anut baik Indonesia dan Negara lain
    Sy rivew Kepada Bak Siti Nurhaliza tolong jgn komentar yng ga kalau ga suka ga usah komentar, ini buat komonitas perdamain untuk tradisi jawa biar bak Siti Nurhaliza tahu Islam Jg ada hari korban kan sm aja seperti kita orang jawa. Setan, demit sebenarnya sama seperti kita dia di alam lain hanya kita/perbuatan kita sendiri yg menilai kalau seperti mas Nugrohoyudoyono merasa seperti kayak digoda setan itu tidak mungkin semuanya dari perbuatan mas sendiri / yg disebut Karma, Setan jg makluk tuhan mas seharusnya kita menghormati dia/seperti hari suro dalam Jawa sdh ada sekarang di rusak oleh paham asing yg ikut – ikutan semua orang dlm komonitas ini sdh tahu.
    Tolong jgn bikin ribut dalam komonitas ini karena ini tempat persaudaraan orang Jawa Mari kita banggakan dalam diri kita JAAAAWAAAAA nya yg semakin lama punah. Kalau begini terus tolong yg merasa ga suka jgn ikut komentar sebelumnya sy mohon maaaaaf nya kepada Bak Siti sm mas Nugroho

  16. saya sangat berpendapat dengan fakta ini kalao pun saya tidak tahu , saya percaya klo alam gaib ,itu ada ,kalo saya boleh tahu gimana ya cara nya ,matur suwon,dumateng sabdolanget. kulo nyuwon petunjok, kersanipon gosti kang moho agong,.

  17. assalamualaikumwarohmatutullohiwabarokatuh..kage sedulur sedayanipun….alhamdulilah..allohumasoliala sayidina wamaulana muhamadin.

  18. Semar kok diklambeni alladin..marai bingung gareng petruk bagong..,marai nglunjak nglunjak buto ijoo , marai ndeder bapa biyung… sapa sing eling lan tanggap sasmita bakalan nampa karahmatan lan kaluhuran. Nuwun

  19. Sugeng warso enggal 1 suro 1947 / 1435 H

  20. apapun agama dan kepercayaan kita…Tuhan kita itu satu….karena Tuhan itu satu seharusnya ajarannya juga satu. ajaran Tuhan cuman satu…making love wkwkwkw

  21. yang memberikan ilmu akan bertambah ilmunya. selama baik – ia akan tetap baik dan sebaliknya. terimakasih atas ilmunya.

  22. “HIDUP DI JAMAN YG SALAH”
    kita nggak bisa memilih hidup di jaman, tempat dan keturunan / suku bangsa yg mana, tapi hidup hrs tetap dijalani.
    “muyekko kayo ngopo” terima saja dan jujurlah pada diri sendiri.
    coba kita lihat penggalan kisah nyata dari seorang datuk dari kalimantan.
    kurang lebih sebulan yg lalu tim kami bernama “HARI EKO WICAKSONO” dari banyuwangi bertemu “Panglima angin” dan gurunya “Datuk Kalimantan”.
    Sang Datuk tinggal di pedalaman yg jauh dari perkampungan, jika ada orang yg membuat rumah dekat dgn rumahnya, beliau langsung pindah lebih masuk kedalam hutan. beliau suka menyendiri.
    dalam pertemuan itu Datuk berkata : ” aku tak beragama, aku bukan hindu,buda,islam atau nasrani. aku pemuja roh leluhur. tapi kalau muridku panglima angin sudah masuk islam”. inilah pengakuan jujur seorang Datuk yg jauh dari hiruk pikuk dunia. jauh dari kepentingan politik, ekonomi, partai, golongan, suku dan bangsa.
    “Datuk “adalah manusia sejati yg jujur dgn apa yg diyakini, tak perlu risau, tak perlu sungkan, tak perlu takut dan tak perlu mencampur-adukan keyakinan/ajaran.
    pesan buat P. sabdolangit :
    ambil hikmah dari secuil kisah “Datuk Kalimantan”
    tebarkan kesejukan dengan cara yg sejuk.

    salam damai selalu.

  23. pada bulan suro pintu langit di buka

  24. Sugeng siang Admin dan sedoyo tiang….

    Wah, banyak yang coment positif maupun negatif yah..?

    Maaf nih sebelumnya saya mau ikut coment, jika banyak kesalahan mohon dimaafkan dan maklum karena saya hanya seorang manusia, jika ada benarnya itu semua hanya milik-NYA.

    Kalau saya lihat dan baca dari semua coment, masih banyak yang belajarnya hanya sampai kulit ari saja, dan belum sampai ke tulang dan sumsum dalam comentnya sudah ikut2an coment (saya pun begitu, hehehe).

    Buat Admin-nya, berdebat dengan orang yang sedikit pengetahuannya yg diperoleh dari membaca dan panca indranya, hanya akan membuat capek hati saja karena hanya berputar2 disitu saja pengetahuannya.

    Dan buat semuanya yang coment mengatas namakan agama, menurut saya jangan membawa embel2 agama, karena semua agama itu baik dan mengajak manusia berbuat kebaikan dimuka bumi (kecuali yg sebaliknya).

    Perbedaan adalah bumbu dalam kehidupan, yang seharusnya berjalan beriringan. Tidak perlu merasa paling benar dan paling hebat dll, toh semuanya akan menanggung bebannya sendiri2. Jika baik dan hati2 dalam hidupnya akan beruntung, dan begitu sebaliknya.

    Islam mengenal huruf hijaiyah dari » “alif” “ba” “ta” sampai “ya”

    Kejawen/jawa » “Ɨƚɑ” “na” “ca” “ra” “ka” sampai “nga”

    Semua ada artinya jika kamu mengetahui.

    Mohon maaf lagi jika ada yang tersinggung maupun yang kurang berkenan dengan tulisan dan coment saya…

    Wslm wr wb,,,
    Sugeng Siang,
    Matur suwun…

  25. Bhikkhu Dhammaraja

    Akhir suro 2013 sebagai saat pertunangan sp telah dinyatakan dalam kitab Jayabaya:
    “pendhak Sura nguntapa kumara. isih timur kaceluk wong tuwa. paringane Gatotkaca sayuta. ing ngarsa Begawan dudu pandhita sinebut pandhita, dudu dewa sinebut dewa. kaya dene manungsa. dudu seje daya kajawaake kanti jlentreh. gawang-gawang terang ndrandhang.”
    Demikianlah, sampai jumpa.

  26. suku trenggalek,,,,mantab mas komenipun,,,,panjenengan trenggalek pundi mas,,, kawulo bagian munjungan,,,,,

  27. jangan mengeritik kepercayaan yang dianut orang lain, bukan anda yang menuntun mereka ke Tempat Tuhan, anda bodoh tak tahu apa sok ngomong

  28. Terima kasih saya tidak setuju pendapat Adi P kita bangsa Jawa bukan bangsa arab kalau mau tinggal di negara Indonesia pakailah budaya dan kebiasaan ornag Indonesia bukan bangsa arab .

  29. Pangeran Jawi Wetan

    jawa nyembah dhemit itu kan kusus keluarganya adi bukan kiya2 khok, demikian juga islam yg suka menilai oranrg lain itu kusus adi bersama keluarganya, bukan kita2 khok, mungkin lho adi bersama keluarganya sdm nya cumak segitu, dimaklumi ajalah memang adi bersama keluarganya ya memang cumak segitu, gitu aja khok repot.

  30. mungkin maksudnya ‘dingin’ selamanya…h h h

  31. sugeng warso muharram,, sekedar ikut urun rembug.memang sejarah perlu,tradisi itu bagus,dan dinamika harus kita ikuti supaya kita tdk dicap norak ataupun katro,setidaknya marilah kita bersyukur kepada Tuhan masih diberikan keshatan dan keselamatan sehingga kita dapat brbagi.
    Mengenai perihal tentang perbedaan yg diatas itu bagus,namun dri penerimaan semua penulis yg saya anggap kurang bisa menerima pendapat orang lain.secara pribadi saya prihatin dengan kebebasan tanpa mengindahkankan perasaan orang lain..diatas langit masih ada langit,makanya itulah kalian diciptakan berbeda-beda supaya saling bisa mengisi kekurangan..

  1. Ping-balik: Mengenal Bulan Suro dalam Masyarakat Jawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 917 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: