Kunci Merubah “Kodrat”
“KASIH SAYANG DAN KETULUSAN”
KUNCI MENDAPATKAN WIRADAT
Sekelumit kisah yang ingin saya share kepada semua rekan-rekan ku di sini. Tujuannya ujub, sombong, dan takabur ? TIDAK samasekali ! Semata-mata pengalaman ini saya tulis sebagai wujud rasa syukur saya kepada Tuhan YME, di mana kami bersama istri diberi kesempatan emas untuk menyaksikan dan mengalami langsung betapa Tuhan itu benar-benar Maha Welas Asih, Maha Penyayang dan Mahakuasa. Saya juga berharap, mudah-mudahan kisah ini bisa menggugah semangat bagi siapapun yang sedang mengalami penderitaan, dan “nompo ganjaran” sakit berat dari Gusti Allah. Semangat hidup dan semangat untuk sembuh harus tetap ditumbuhkan dari dalam diri, karena dengan bekal semangat itulah menjadi obat paling mujarab, sedangkan obat-obat medis dan alternatif sebatas mensupport kesembuhan. Dengan semangat itu pula, mukjizat Tuhan dapat kita raih. Mukjizat Tuhan hanya untuk orang-orang yang percaya saja. Selain dari itu, saya mendapatkan pelajaran berharga sekaligus membuktikan apa yang pernah diucapkan oleh leluhur saya sewaktu masih hidup, beliau mengatakan bahwa “kodrat kuwi isih bisa disuwunake wiradat ngger…carane krana welas asih lan sakbener-benere tulusing ati !” artinya “kodrat itu masih bisa dimohonkan untuk wiradat, caranya dengan sarana kasih sayang dan ketulusan hati !” Dalam konteks ini leluhur saya yang culun dan ndeso, memahami kodrat dengan maksud menunjuk ketentuan Tuhan yang telah berlangsung, dan wiradat diartikan sebagai dispensasi atau bahkan Tuhan berkenan mengubah apa yang telah menjadi kodrat tadi.
Bertahun-tahun lamanya saya berusaha mencerna nasehat itu, namun terasa bebal otak saya untuk menelaahnya, karena bagi saya sangat sulit untuk memahami kalimat yang terlalu sederhana di atas. Memang kalimatnya terpampang seculun itu namun menyisakan pertanyaan mendasar di benak ini, “lantas kasih sayang yang seperti apa yang mampu menjadi sarat agar mendapatkan wiradat dari Tuhan Yang Mahakuasa ?” Nah, kalau kodrat itu bisa dirubah jangan-jangan kodrat tersebut hanyalah kehendak yang belum tuntas jalan ceritanya ? Entahlah, terus terang saya makin mumet dibuatnya. Dan saya tidak akan membahas sistem bekerjanya kodrat Tuhan karena hal itu sama halnya memahami “jalan pikir” Tuhan. Jika membayangkan “jalan fikir” Tuhan terus terang ciut nyaliku, karena sama halnya memberhalakan Tuhan, menganggap Tuhan bagaikan manusia saja yang musti menggunakan jalan fikir. Makin jauh dan mbulet lah !
Diagnosa Yang Mengejutkan
Peristiwa ini terjadi belum lama kira-kira sejak 1 tahun yll. Saat kami dikejutkan oleh hasil diagnosa dokter yang sedang melakukan USG pada kandungan istri saya. Waktu itu saya antar isteri ke dokter RS Pantirapih Jogja untuk melakukan cek up routin setahun sekali. Cek up jantung, paru-paru, hati, pankreas, liver. Semua hasilnya baik, matur sembah nuwun duh Gusti…! Lantas saya minta dokter memeriksa bagian organ ginjal, dokter mulai mengarahkan ujung sensor USG ke bagian ginjal. Lalu dokter bilang,” ginjal kiri dan kanan semuanya baik …tak ada masalah ! Loh..?? Saya seketika meminta pak dokter mengulangi diagnosa ginjal,” coba dokter, saya minta diulangi lagi, saya ingin melihat mana dan seperti apa ginjal sebelah kiri, dan yang sebelah kanan !? Dokter menuruti kembali mengarahkan alatnya untuk mengecek ginjal kanan, ya terlihat jelas dan bagus ! Sebentar kemudian istri saya meminta dokter segera mengecek ginjal kirinya sembari layar USG diarahkan lebih jelas ke hadapan istri saya yang saking penasarannya. Istri saya terperanjat, “dokter…itu benar ginjal kiri saya ? Dokter menyahut, “ya benar, memang kenapa bu…? Saya dan istri hanya diam namun saling bertatapan mata beribu makna karena terkesima. Saya menyahut, “nggak apa-apa kok dok…makasih dok !
Satu Ginjal, Menjadi Utuh Kembali
Sepulang dari USG, saya dan istri masih tercengang atas apa yang tampak oleh hasil diagnosa USG tadi. Ginjal kiri kanan utuh ??!! Mungkin bagi orang yang tak pernah menghibahkan satu ginjalnya ke orang lain, bukanlah hal yang mengejutkan. Namun karena istri saya 20 tahun yll pernah menghibahkan ginjal sebelah kirinya kepada Ibu angkatnya. Awal dari kisah ini, pada waktu istri saya duduk di bangku SLTA, diangkat anak oleh keluarga petinggi AD di Jakarta. Beberapa tahun setelah diangkat anak, Ibu angkat istri saya mengalami gagal ginjal kedua-duanya (kiri-kanan). Waktu itu satu persatu anak-anak kandung diperiksa ginjalnya apakah cocok dan memenuhi syarat medikal untuk ditransplantasi ke Ibu kandungnya. Aneh, tak satupun yang cocok dan memenuhi sarat medis. Sebaliknya hanya ginjal milik anak angkatnya saja yang cocok dan memenuhi sarat medis, alias ginjal milik (calon) istri saya. Transplantasi dilaksanakan di RSAD Gatot Subroto Jakarta, sejak itu sekian puluh tahun istri saya hidup dengan satu ginjal saja. Efeknya hanyalah agak cepat merasa lelah.
Waktu itu Ibu angkatnya (calon) isteri saya sudah berumur sekitar 60 tahun sewaktu ginjalnya ditransplantasi. Pada usia sekitar 75 tahun Ibu angkat meninggal dunia dengan tenang dan sakit karena tua. Berarti ginjal istri saya dipakai selama kira-kira 15 tahun lamanya. Lalu, pada suatu siang hari (calon) istri saya yang waktu itu sudah tinggal lagi di Jogja, tiba-tiba dipanggil Ibu angkat yang sedang opname di RSAD Jakarta. Sesampainya di Jakarta langsung menuju RS membesuk Ibu angkat. Lantas beliau berkata pada (calon) istri saya,” Hyas…aku matur nuwun banget yo wis mbok silihi ginjelmu seprana-seprene, saiki aku wis ora butuh meneh….nyoh tampanen ginjelmu saiki tak balekke nyang nggonmu yo. (Hyas, aku berterimakasih sekali ya, sudah kamu pinjemi ginjalmu selama ini, sekarang aku sudah tidak perlu lagi, nih..terimalah ginjalmu sekarang aku kembalikan padamu ! Ibu angkat berucap demikian dengan penuh ketulusan berterimakasih, sembari tangannya seolah-olah memungut ginjalnya di perutnya sendiri lalu ditempelkan ke perut (calon) istriku. Malamnya Ibu angkat meninggal dunia dengan tenang, pulang ke haribaan Tuhan YME.
Pada Tahun 2005 akhir, saya pernah bermimpi namun sulit membedakan apakah tadi itu mimpi atau memang dalam keadaan setengah sadar saya melihat ada seorang berpakaian layaknya Raja, diiringi beberapa orang berpakaian Jawa kuno membawa semacam bokor kencana (cupu besar terbuat dari emas). Setelah dibuka, bokor kencana tersebut berisi ginjal dan dengan sekejap kurang dari 5 detik, rombongan tadi seperti “memasang” ginjal yang dibawanya ke dalam perut istri saya. Sewaktu saya sadar betul, dalam posisi sedang terduduk di atas amben, samping istri saya yang sedang tertidur seperti orang dibius. Saya bangunkan istri dan saya tanya apa yang dirasakan, katanya tidak merasakan apa-apa. Saya menceritakan apa yang barusaja terjadi di alam mimpi entah noumena gaib kali ini saya tak bisa membedakannya. Setelah kejadian itu, kami tak pernah membahas lagi, namun istri saya merasakan badannya tidak seperti dulu karena terasa lebih fit dan tak mudah lelah. Barulah pada awal 2008 ketika kami pergi ke dokter melakukan cek up routin, semua misteri itu terkuak. Sampai-sampai kami berdua ragu atas hasil diagnosa dokter, hingga akhirnya kami berkunjung ke tempat saudara yang buka RS di Majenang, untuk bersilaturahmi dan sekalian melakukan USG lagi. Hasilnya sama, ginjal istri saya benar-benar telah pulih, kembali menjadi dua lagi setelah sekian puluh tahun dihibahkan kepada Ibu angkatnya.
Mukjizat Menakjubkan
Dari kisah di atas ada suatu pelajaran berharga untuk hidup kami berdua khususnya, bahwa segala sesuatu yang mustahil hanyalah karena keterbatasan kekuasaan manusia semata, sementara itu tak ada yang mustahil bagi Hyang Mahawisesa, Tuhan Yang Mahakuasa. Apapun bisa terjadi. Selain itu, segenap pertanyaan yang ada dalam benak selama ini terjawab sudah. Benar apa yang dinasehatkan oleh leluhur waktu itu, bahwa kodrat dapat diwiradat melalui kasih sayang dan ketulusan yang luar biasa. Tanpa ada contoh atau pengalaman hidup yang dapat dijadikan sebagai indikator mengukur ketulusan dan kasih sayang yang seperti apa sehingga dapat menjadi syarat terjadinya wiradat, tampaknya saya tak akan mampu memahami kalimat tersebut. Di satu sisi Ibu angkat istri saya telah mencurahkan kasih sayang yang tulus pada istri saya selayaknya anak kandung sendiri. Sementara itu istri saya memberikan ginjalnya kepada ibu angkatnya dengan penuh ketulusan dan keikhlasan pula tanpa berharap imbalan apapun. Masing-masing melakukannya secara tulus dan penuh kasih. Bahkan saat dibagikan warisan berupa sebidang tanah dan bangunan di Cipayung Bogor, istri saya tetap menolak, alasannya justru karena pernah memberikan sesuatu yang sangat berharga pada Ibu angkatnya. Takut bila akan mencemari atau menggugurkan ketulusan yang pernah ia berikan pada sang Ibu (angkat). Dan selama puluhan tahun hanya dengan satu ginjal harus bekerja berat agar dapat menanggung banyak kehidupan. Selama itu tak pernah ia mengeluh dan merasa menyesal, bahkan pada suatu waktu saat kena marah ibu angkat, tak pernah pula istri saya mengungkit-ungkit jasa baiknya. Yah, saya banyak belajar tentang budi pekerti yang luhur (akhlakul karim), ketulusan, keikhlasan, dan ketabahan yang ada pada istri saya tercinta. Dan saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, betapa kekuasaan Tuhan sungguh sangat dekat dengan diri manusia. Tuhan…Gusti Allah, Gusti kang Akaryo Jagad, jauh tidak ada jarak, dekat tak bersentuhan. Matur sembah nuwun duh Gusti Ingkang Murbeng Dumadi, sebagai wujud terimakasihku, aku harus selalu belajar tulus, ikhlas, sabar, dan tabah. Jangan enggan membantu sesama, berbuat baiklah pada orang lain tanpa pamrih, tak perlu berharap-harap pahala, tak suka membangun permusuhan, hanya kinarya karyenak ing tyas sesama. Kembali pada kodrating manungsa, duwe rasa, ora duwe rasa duwe. Sebagai wujud netepi kodrat Ilahi Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Berbuat baik pada orang lain itu sesungguhnya berbuat baik untuk diri kita sendiri. Dan satu lagi ; mukjizat Tuhan hanya bagi orang yang percaya saja. sabdalangit















46 tanggapan kepada “Kunci Merubah “Kodrat””
Djakalinglung
Maret 28th, 2009 pada 21:34
Assalammu’alaikum Wr Wb,
Yth Mas Sabdalangit kejadian yang dialami keluarga Mas mudah2an dapat menambah keyakinan kepada Gusti Allah untuk diri saya pribadi dan mudah2an juga buat yg lain, karena Allah memiliki sifat Maha Pengasih dan Penyayang tiada halangan apapun bagi-NYA untuk meberikan Kasih Sayang-NYA karena istri Mas Sabdalangit juga telah memberikan kasih sayang yang tulus ke orang lain.
Salam Sedjati
sabdalangit
Maret 30th, 2009 pada 02:47
Amin, Mas Djaka
semoga pengalaman ini menjadi spirit dan motifator bagi siapa saja, dan menambah satu “koleksi” dan referensi akan rumus Tuhan yang benar-benar ada dan dapat berlaku dengan syarat sedemikian rupa. Serta bisa dialami oleh siapa saja. Keajaiban dan mukjizat, bukanlah MONOPOLI satu agama thok, atau pun para nabi, waliyulah, orang-orang yang dianggap suci, keturunan nabi, bangsa tertentu. Bukan pula monopoli suatu suku, bangsa dan budaya saja. Kebetulan ortu angkat istri saya beragama Nasrani. Semua ini terjadi karena Tuhan sebagai Causa Prima Yang Maha Adil dan Bijaksana, Maha Luas tak terbatas. Semua ini sy share dgn harapan dapat membuka wacana akan adanya; eksistensi noumena, yang ghaib menjadi tampak nyata. Kesimpulan bahwa Tuhan itu tidak pernah pilih kasih, tidak pula primordial. Tuhan benar-benar rabbul alamin, Maha Luas tak terbatas.
salam sejati
Daryono
Maret 30th, 2009 pada 18:23
Salam
Mas sabda langit pengalaman anda dan istri , merupakan ujud dari maha besar dan maha adilnya tuhan ,Kebaikan yang dilakkukan dengan tulus iklas buahnya juga kebaikan walaupan kadang yang membalas bukan orang yang kita beri kebaikan Selamat mas ,trima kasih atas Share pengalamanya mudah mudahan menjadi spirit bagi para pencari kebenaran dan saya selalu menunggu pengalaman berikutnya
Salam Sedjati
Kadaryono
Daryono
April 10th, 2009 pada 11:51
Salam Mas sabda
Nampakya di postingan ini belum banyak yang berkoment saya ingin melengkapi yang sabda langit sampaikan walaupun kisah ini bukan yang saya alami tapi setidakya bisa jadi referensi bagi rekan rekan di blog ini.
Why Good Things Happen to Good People.
“Seorang anak muda yang sangat miskin bekerja sebagai wiraniaga untuk membiayai uang kuliahnya. Pada suatu hari, ia sangat bingung karena ia hanya punya uang sepuluh sen saja, padahal ia sangat kelaparan.
Ia memberanikan dirinya untuk minta makan pada tetangganya, tapi ia gugup ketika seorang nyonya yang perlente membuka pintu. Ia tidak jadi minta makanan. Ia minta segelas air saja.
Perempuan itu merasa bahwa anak muda itu dalam kesusahan. Ia berikan kepadanya segelas susu. Ia minum perlahan-lahan. Ia bertanya, “Berapa?”
“Anda tidak perlu bayar apa pun?” kata perempuan itu, “Ibuku mengajarkan untuk tidak menerima apa pun buat perbuatan baik
“Kalau begitu, terimakasih saya yang setulus-tulusnya,” katanya. Ketika anak muda itu meninggalkan rumah itu, ia merasa lebih bahagia dan keimanannya kepada Tuhan serta kepercayaannya kepada umat manusia menjadi lebih kuat.
Bertahun-tahun kemudian, nyonya yang baik itu jatuh sakit. Dokter-dokter tidak tahu persis apa penyakit yang dideritanya. Ia dikirim ke rumah sakit dan diserahkan kepada anak muda dulu yang kini sudah menjadi dokter. Ketika ia mendengar nama kota asal pasiennya, matanya bersinar dan mulai menduga-duga siapa dia.
Ia mulai merawatnya dan segera mengenal sang nyonya. Ia bekerja keras untuk menyelamatkan nyawanya. Akhirnya, setelah perjuangan yang berat, perempuan itu sembuh.
Dokter itu meminta administrasi rumah sakit untuk menyampaikan kepadanya tagihan untuk ia setujui. Ia memperbaiki tagihan itu dan menandatanganinya. Di atas tagihan biaya rumah sakit itu ia menuliskan catatan kecil. Ia krimkan kembali kepada pasiennya.
Perempuan itu tahu ia harus membayar tagihan itu selama sisa usianya. Walaupun ia bahagia karena telah disembuhkan, ia juga kuatir tidak bisa membayarnya. Ia membuka amplop dan terkejut ketika membaca tulisan di atas surat tagihan itu: “Tagihan ini sudah dibayar bertahun-tahun yang lalu dengan SEGELAS SUSU- DR HOWAR.”
Tangisan kebahagiaan membasahi mukanya. Ia bersyukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada dokter muda itu akan balasan kebaikannya.”
Cerita di atas dikirim ke alamat kang jalal (jalaudin rahmat). Pengirimnya adalah bagian dari organisasi internasional untuk menyebarkan kebaikan, The Random Acts of kindness Foundation.
Saya terharu dengan perilaku perempuan elegan itu yang berempati dengan derita orang miskin yang tidak dikenalnya. Saya lebih terharu lagi dengan dokter muda yang menjadi tangan Tuhan; untuk membalas kebaikan sekecil apa pun dengan berlipat ganda.
“Apalagi balasan perbuatan baik selain perbuatan baik lagi,” firman Tuhan. “Sesungguhnya Allah selalu menolong seorang hamba yang selalu menolong orang lain,” kata Nabi Muhammad saw. Alam ini diatur oleh hukum resiprositas, hukum balas- membalas. Sapa orang dengan tatapan kasih, dan ia akan menjawabmu dengan pelukan. Makilah kawan-kawanmu, dan mereka akan menyebarkan keburukanmu.
Mungkin Anda akan mengajukan keberatan. Mengapa orang yang kita bantu sering membalas air susu dengan air tuba? Pada saat seperti itu, ingatlah bahwa Tuhan tidak memilih orang itu sebagai tanganNya untuk membalas kebaikan Anda. Tapi ia pasti memilih tangan lain yang akan datang padamu dari orang yang tepat pada saat yang tepat.
Pada khotbahnya menyambut bulan Ramadhan, Nabi saw bersabda: “Sayangilah anak-anak yatim orang lain, nanti Tuhan akan sayang pada anak-anak yatim yang kamu tinggalkan. Bersedekahlah walaupun dengan seteguk air atau sebutir kurma.” Ia sedang mengajarkan kepada kita hukum reprositas.
Sekitar I500 tahun sesudah itu, puluhan ribu mil jauhnya dari negeri sang Nabi, seorang dosen Fakultas Kedokteran di Case Western University membiayai dan melakukan penelitian-penelitian tentang manfaat memberi atau bersedekah bagi pelakunya. Ia telah menjadi tangan Tuhan untuk membuktikan kebenaran sabda Nabi. Dengarkan kata-katanya: “Kamu ingin bahagia? Dicintai? Selamat? Sejahtera? Kamu ingin ketemu orang pada saat-saat kritis dan percaya pada dukungannya? Kamu ingin kehangatan hubungan yang sejati? Kamu ingin berjalan di dunia setiap hari dengan yakin bahwa inilah dunia yang penuh kebaikan dan harapan? Aku punya satu jawaban: Memberi. Berilah setiap hari, walaupun dalam jumlah kecil. Kamu akan hidup lebih bahagia. Berilah dan kamu akan lebih sehat. Berilah dan kamu akan berusia lebih panjang.” Dr Stephen Post, dosen itu, menuliskan hasil penelitiannya yang disimpulkan dalam judul bukunya: “Why Good Things Happen to Good People.”
dari kisah ini benar apa yang di katakan mas Sabda”
Berbuat baik pada orang lain itu sesungguhnya berbuat baik untuk diri kita sendiri. Dan satu lagi ; mukjizat Tuhan hanya bagi orang yang percaya saja.
Salam
kadaryono
==============
Terimakasih Mas Daryono Yth
Tulisan yg benar2 membuka mata hati, bahwa anugrah Tuhan itu tdk pilih kasih hanya pada suku, ras, agama tertentu saja. Tuhan tidaklah primordial. Semua itu sudah menjadi RUMUS, atau kodrat Ilahi. Sekali lagi, terimakasih Mas, krn akan banyak manfaat utk menambah bahan referensi kebaikan. Tanpa contoh-contoh seperti di atas sulit kiranya kita memahami takaran kebaikan itu.
Rahayu
Ki Ageng Piji
April 10th, 2009 pada 12:56
tiada yg ak katakan kcuali ‘ALLAHU AKBAR’ dr hati yg plg dalam
Agung
April 10th, 2009 pada 14:06
Pengalaman yang luar biasa.. bener-2 memberikan inspirasi.. matur nuwun mas sabdalangit.
Salam sejati,
Agung
edi
April 21st, 2009 pada 16:43
Hati saya bergetar setelah membaca tulisan ini. Duh Gusti, Engkau memang Dzat yang tak pernah ingkar janji.
Terima kasih mas sabda langit atas semua tulisannya.
salam.
luakramat
Mei 20th, 2009 pada 15:41
salam
bicara soal mukjizat kanyaknya tiada habisnya dan tak masuk d akal, pengalam pribadi saya difonis dr sakit thalasemi sjak umur 10bln. smnjak brtmu dng penuntun penghayat kerohanian sapta darma hidup saya mulai brubah.! trima kasih tuhan.
Wong_biasa
Juli 16th, 2009 pada 11:40
Tulisan yang bagus,menambah energi Rohani dalam diri.Kehidupan seperti gema (suara yg memantul),segala perbuatan yg kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri,jika kita tdk ingin dipukul orang maka jangan pernah skali-kali memukul orang lain,jika kita tdk ingin dimaki maka jangan pernah memaki orang lain,jika kita ingin dihargai maka hargailah orang lain terlebih dahulu……Salam Nusantara
sigit purwanto
Agustus 13th, 2009 pada 15:35
sungguh anda mempunyai pengalaman yang dasyat dan luar biasa. segala pujian .segala hormat dan segala kemuliaan hanya bagi DIA Pencipta langit dan bumi.
eko cindy Shintya
September 1st, 2009 pada 01:37
inilah mantra pmanggil uang atau duit yang di pakai oleh para orang terkaya di Indonesia :
NA=Nandang NA = Narimo NG= NGakoso HA= Hananing RI= Roh Ingsun A=Alloh DI = Dumadi (jadi Ajian Nanang Haraidi singkat dari Nandang Narimo Ngakoso Hananing Roh Ingsun Alloh Dumadi)
sebelusmnya bacalah ajian Nanang Hariadi
ALLOH PAMIYARSO HINGSUN NANANG HARIADI PINARINGAN DOYO LAN KEKUATAN MRINTAHAKE OPO WAE SAKING DOYONIPUN SHOMSOMIN DOYO AL QOWIYU 1000 x
tERUS LANJUTKAN AMALAN SPERTI DIBAWAH INI :
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA NANANG HARIADI KAMMA SHOLLAITA ALAA BILL GATE dibaca 111 kali. terus di lanjut
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA NANANG HARIADI KAMMA SHOLLAITA ALAA MICHAEL DELL dibaca 222 kali terus di lanjut
ALLOHUMMA SHOLLI ALAA NABI SULAIMAN WA NABI KHIDIR ALAIHISALAM
dibaca 333 kali terus di lanjut mantra nya di bawa ini :
BISMILLAH INNA ANNA AMANNAH
ALLOH HINSUN NANANG HARIADI PINARINGAN DOYO NITAHAKE CAHYO KASEKTEN BISO LAN KUWOSO MRINTAHAKE ROSO KARSO DUMADI SAKABEHANING RATUNE DUIT …… PODO TEKO’O PODO MORO’O PODO KUMPUL’O MARANG AWAKIPIN NANANG HARIADI HINGSUN SAKING KODRAT ALLOH YA ROBBAL ALAMIN KLAWAN WUJUD DOYO TITISING SARIRO WANDYO LAKSONO WILANGAN SATUS EWU NYUTO PANTYO DHAWUHING JAGAD YEKTI NYAWIJI MARMANE GANTYO BINUKO THUKUL NGAKOSO SINARENGAN DOYO PANDIKO SABDO GUSTI ALLOH KANG WUJUD KANG MOHO BUKTI di baca 1000 kali pada saat puasa dan apabila mau menggunakan cukup dibaca 3 kali tanpa bernafas.
ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM WABARIK ALAA KAKANG KAWA GUS HAR AU NANANG HARIADI dibaca 33 x
ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM WABARIK ALAA ADIK ARI-ARI GUS HAR AU NANANG HARIADI dibaca 41 x
ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM WABARIK ALAA GETIH LAN PUSER GUS HAR AU NANANG HARIADI dibaca 55 x
ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM WABARIK ALAA LIMO BADAN GUS HAR AU NANANG HARIADI dibaca 71 x
ALLOHUMMA SHOLLI WASALIM WABARIK ALAA ROH IDHOFI LAN ROH ILAFI GUS HAR AU NANANG HARIADI dibaca 111 x
terus di lanjutkan
membaca
QULNA YA NAARRU BARDAN WASALAMAN ALAA DULUR PAPAT LIMO PANCER GUS HAR AU NANANG HARIADI dibaca 333 x
QULNA YA HADIID LEBUR BARDAN WASALAMAN ALAA GUS HAR AU NANANG HARIADI dica 212 x
Amalan tersebut di puasai selama 7 hari mutih
mantra dan doa tadi di baca menjelang berbuka puasa menjelang maghrib . insya alloh dengan izin bagi siapa saja yang memngamalkan doa dan mantra tersebut akan mempunyai ilmu kaya raya
demikian wassalam
EKO CINDY SHINTYA
hp 081806989390
Letto
September 29th, 2009 pada 14:19
ndak disangka rukun islam yang lima berada pada wilayah iradat (kehendak) dan bukan pada kodrat (ketetapan). hayooo.. sopo sing nyalahi kodrat?
Suro
September 29th, 2009 pada 14:33
kalaulah shalat hanya sebuah bentuk perjanjian dimana ada unsur kesepakatan yang diterima kedua belah pihak (muhammad dengan Tuhan).
lantas apabila muncul seseorang yang dapat melebihi pencapaian spiritual muhammad dapat menggugurkan perjanjiannya dan membuat agama baru?
ibarat sebagai kunci gudang keilmuan yang dibawa muhammad, hal ini berlaku sama dengan (agama) yang lainnya dimana dapat dibuka khasanah keilmuan dalam agama masing-masing yang dapat dibuka dengan cara peribadatannya masing-masing.
amat naif jika hanya karena (perbedaan) agama menjadikan paling benar dan memperebutkan kebenaran.
Iqbal Asni
September 29th, 2009 pada 14:37
kalaulah shalat hanya sebuah bentuk perjanjian dimana ada unsur kesepakatan yang diterima kedua belah pihak (muhammad dengan Tuhan).
lantas apabila muncul seseorang yang dapat melebihi pencapaian spiritual muhammad dapat menggugurkan perjanjiannya dan membuat agama baru?
Bagus Samiaji
Oktober 1st, 2009 pada 15:53
Sungguh, kemukjizatan dan anugrah dari yang maha Kuasa. Seandainya semua orang bisa memahami, mungkin akan damai hidup ini.
Apa yang kita terima, adalah buah yang kita berikan. Baik dan buruk itulah hasil kita,,,
“Maaliki yaumiddien”,,,,, seharusnya setiap manusia bisa menghisap diri, balasan apa yang pantas untuk dirinya!!!!,,,
Semoga semakin banyak Ki Sabdolangit dan Ki Kumitir laen yang bermunculan lagi,, yang menebarkan wisdom lokal dikemas dengan syariat yang dimufakati umum dengan arif, sehingga syariat yang dijalani tidak mengingkari Bhudi Daya sendiri,
Sembah nuwun Ki Sabdo
arjuna
Januari 14th, 2010 pada 11:34
Assalammu’alaikum Wr Wb,
Semoga Allah melimpahkan keselamatan dan keberkahan kepada Pak sabda beserta keluarga , dan kepada seluruh pengunjung blog ini.
setelah membaca artikel di atas , saya teringat cerita turun temurun yg pernah saya dengar Tentang Adanya seorang pelacur yang masuk surga karena dia telah memberikan minum kepada se ekor anjing yg kehausan.
Dulu saya sempat berpikir masak iya sih seorang Pelacur ???? dan yg ditolong Anjing pula . kok bisa masuk surga???.
bertahun2 cerita itu saya dengar dan setelah membaca artikelnya Pak Sabda saya baru ngeh !!!!. Ternyata kuncinya “KETULUSAN DAN KASIH SAYANG”.
Cuman ada sedikit ganjalan Pak Sabda , apakah Kodrat yang bisa diwiradat itu termasuk juga kehidupan setelah kita Mati ??
Terima kasih
Wassalammu’alaikum Wr Wb,
SABDå
Januari 15th, 2010 pada 03:32
Mas Arjuna Yth
Kehidupan setelah mati bukanlah kodrat/ketentuan tuhan. Melainkan semua mutlak ditentukan oleh tindakan (perbuatan nyata) orang per orang kepada seluruh mahluk sewaktu hidup di dunia. Coba bayangkan, bila tuhan sudah menggariskan kodrat pada si X yg akan masuk “neraka” (kesengsaraan sejati). Betapa kejamnya tuhan…?? Apa yg bisa saya saksikan pun tidak semudah yg disangka kebanyakan org, misalnya dengan hanya didoakan maka arwah/ruh akan diampuni dosa-dosanya…tidak semudah itu, bahkan sekedar doa tsb tidak signifikan menjadi alat penyelamat bagi arwah yg sengsara. Kecuali sisa-sisa kebaikan yg masih berlanjut dan bermanfaat bagi kehidupan seluruh mahluk di planet bumi. Itulah mengapa dalam falsafah hidup kejawen, penting sekali untuk nguri-uri dan menghayati peninggalan para leluhur yg bermanfaat utk kebaikan seluruh makhluk di muka bumi ini. Hukum di alam kelanggengan berbeda dengan hukum yuridis formal yg mengenal remisi tiap taun. Maka berbuat baiklah sebanyaknya kepada seluruh mahluk agar tdk terjadi penyesalan setelah “lahir kembali” dalam kehidupan di alam sejati.
salam sejati
anggit erbede
Januari 25th, 2010 pada 13:42
Salam sejati kagem Kangmas Sabdalangit. Salam kenal.
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan YME karena telah menemukan blog panjenengan ini. Saya banyak mengambil manfaat dan hikmah dari pengalaman pribadi maupun dari pencerahan panjenengan. Walaupun kira -/+ telah 1 bulan saya menjelajahi blog ini, namun baru kali ini memberanikan diri uluk salam dhumateng panjenengan. Saya mohon ijin untuk ikut ‘belajar’ disini. Terus terang saya haus akan ilmu warisan leluhur Jawa. Dengan ikut belajar disini, sebagian rasa haus saya bisa terobati. Semoga Tuhan selalu melimpahkan rahmatNya kepada Kangmas Sabdalangit beserta keluarga.
Salam sejati.
==================
Mas Anggit Yth
Terimakasih kembali atas perhatian dan kepedulian panjenengan. Apa yg saya tulis tidak lebih hanyalah pengalaman pribadi selama ini, saya hanya ingin menulis di sini dengan harapan barangkali ada manfaatnya utk para sahabat, dan semua orang yg sedang dalam kegelisahan memaknai hidup saat ini.
salam karaharjan
Setyo Hajar Dewantoro
Februari 9th, 2010 pada 10:57
Kang sabdolangit yang saya hormati…
Semoga berkenan menginformasikan alamat rumah dan nomor hp lewat email saya atau lewat hp saya nomor 085659846447. Matur nuwun.
Setyo Hajar Dewantoro
Candialla
Februari 18th, 2010 pada 20:31
Ketulusan.dan.ke.ikhlasan.sudah.bavak.dipelajari.tapi.penerapannva.vg.sulit.luar.biasa.perlu.banvak.latihan.dan.kerja.keras.semoga.kita.tidak.berputus.asa.amin
mimin
Mei 19th, 2010 pada 23:26
saya sebagai orang jawa sangat bangga jadi orang jawa n apalagi bisa dapat info lebih tentang falsafah hidup jawa dari mas Sabdalangit, jadi tambah pengetahuan…trims ya…mari lestarikan jawa!
pardi
Juli 16th, 2010 pada 23:33
ma’af k sabdo ,ku cma nanya;ROH IDHOFI,tuh apaya.??? mohon penjelasanya ya.!
pardi
Juli 16th, 2010 pada 23:36
ma’af ki sabdo ;roh idhofi,itu apa ya,mohon penjelasanya ya,???
eddy sujoko
Agustus 19th, 2010 pada 05:33
puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayahNya sehingga dapat berkenalan dan bertemu di blok ini, Ki sabda saya mengucapkan terima kasih atas pencerahan dan wawasan tambahan ilmu dan keiklasan panjenengan yang banyak menggugah hati yang terbelenggu selama ini, semoga Ki Sabda dan keluarga selalu mendapatkan limpahan rahmat dan hidayahNya, Amiin
mishbah.peluangikhtiar
September 3rd, 2010 pada 18:46
pelajaran sangat berharga..
slm ikhlas,
toto
September 13th, 2010 pada 08:53
subhanallah. tingkat kesadaran yang sangat luar biasa.
Rama_dhe
September 23rd, 2010 pada 16:56
assalamualaikum.wr.wb
Salam kenal ki sabdalangit
Suahanallah ki..betapa hati saya bergetar ki.airmata saya pun menetes.membaca pengalaman aki.begitu dekat keluarga aki dengan kasih sayang allah.begitu besar nikmat yang allah berikan…amin
Salam perseduluran yang tulus dari saya…perbanyak ya ki artikel 2 yg dapat menyadarkan diri.agar diri ini belajar mensyukuri nikmatnya..
Wasalam…
rudi pulter
Oktober 9th, 2010 pada 08:43
subhanallah benar2 pengalaman yang dapat membuat saya belajar tentang arti keihlasan ,, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.AMIN ya robal alamin
Pengawal Kerajaan Jawa
Oktober 12th, 2010 pada 11:06
ini tulisannya menciplak atau diciplak, kok ada yang ngaku tulisan dia juga: silah lihat ini: http://www.facebook.com/krmthekowibowo?ref=ts#!/note.php?note_id=156718141018627
dimas
Desember 30th, 2010 pada 23:29
salam kaharjan,
mas lihat saja tanggal posting tulisan dari mas sabda dengan yg ada di facebook itu, mana yg lebih dulu ?
Sumber Agung
Desember 30th, 2010 pada 07:30
Apa yg Mas Sabda ceritakan,dlm pribadi saya sangat meyakininya.
Sekalipun saya pribadi tdk mengalami hal semacam itu,namun ada beberapa hal-hal yg kecil dlm kehidupan pribadi saya yg ngak lepas dr suatu yg ajaib,
Semoga dg adanya saling berbagi pengalaman dr Mas Sabda jg saudara yg lainnya,setidaknya akan menambah suatu keyakinan pd pribadi saya khususnya..
Bahwa tdk ada yg mustahil bg NYA jk sj DIA yg berkehendak.
Sekali lagi terima kasih yg sebesar besarnya atas semua yg tlah Mas Sabda sampaikan dlm Web-nya ini.
Apa yg ada seolah bukan hanya sepintas wacana atau tulisan sj.
Dalam getaran yg ada saya bs merasakan bagaimana begitu tulus,bergetar jg suara tangis kepiluan atau tangis kerinduan panjenengan pribadi sewaktu menulis tentang pengalaman di atas.
Salam Hormat
Salam Damai & Persaudaraan
Salam Asah,Asih & Asuh
Rahayu….
MASSDA KURNIAWAN
Desember 30th, 2010 pada 21:26
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam kenal buat Ki Sabda
Kisah di atas sangat menyentuh kalbu, betapa besar kasih sayang Alloh terhadap hamba-hamba-Nya… Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, Bahwa keikhlasan yang luar biasa bisa merobah kodrat kita … (SEGALA SESUATU TERJADI TIDAK LEPAS ATAS KEHENDAK -NYA)
“Salam persaudaraan buat semuanya”
Trima kasih Ki Sabda.. Blog ini telah menambah wawasan kita semua, semoga bermanfaat, amin …..
Hormat saya
Massda Kurniawan (Mas Danang)
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Masif
Januari 8th, 2011 pada 09:13
Kulo nuwun mas sabda, kulo saking kroya cilacap. Nderek sinau wonten mriki. Belum lama sy mengikuti wejangan panjenengan, jujur kulo terpesona, trenyuh, seneng. Saya merasakan jiwa saya merdeka.
Saya mau crita dulu mas ;
saya punya anak kembar, sebelum kelahiran pada saat itu (-+umur kandungan 8 bln ) saya mimpi yg intinya sy di paksa membeli 1 lagi parfum yg sudah saya beli. Saya baru tahu artinya setelah kelahiran anak kembar saya.
Dan masih banyak mimpi lainnya yg sifatnya simbolis, kadang kadang saya penasaran juga apa gerangan yg akan terjadi.
Uneg uneg/pertanyaan pertama saya:
kok bisa ya? Bagemana hubungan nya antara masa depan/kodrat dgn mimpi sekarang?
Yg ke 2 :
kalo mimpi sholat 30 rekaat menghadap selatan apa maksudnya mas sabda?
Kulo ajeng ajeng jawabanipun.
Matur nuwun saderengipun,
ngapunten menawi wonten ingkang kirang pas.
slamet linglung
Maret 3rd, 2011 pada 20:12
kulo nyuwun Mas Sabdo, kulo saking telatah bumi sriwijaya, membaca blog panjenengan rasanya seperti menemukan mata air di padang pasir, sungguh Mas ! saya jadi lebih ngeh lebih cerah lebih enjoy dalam menjalani hidup ini semoga Mas Sabdo sekeluarga tansah pinaringan kabegjan . Mas !!! mbok saya di kasih nomer hp panjenengan, miskol aja ke nomer hp saya 081367361899 saya tunggu betul lo Mas!!! mtursuwun mugi rahayu.
MULYO
April 14th, 2011 pada 15:18
Kagem ingkang kagungan blog saha para tamu ingkang tuhu pantes tinulad ing sasmi, kawula namung saged ngaturaken gunging panuwun. Inggih sabab maos artilel artikel kasebat ing nginggil kawula angsal pemut malih. Kawula tansah nyenyuwun dumateng Gusti ingkang Maha Welas Maha Asih, mugi mugi ingkang ngembani blog saha para tamu tansah jinangkung rinten dalu. Nuwun
Ilham
Agustus 25th, 2011 pada 20:10
Subhanallah… Kuasa Allah memang.
maaf komentar saya yang awam dan dangkal ini. tapi asumsi saya, dengan berlaku tulus dan penuh kasih sayang segala urusan kita jadi lebih dekat atau bahkan berurusan langsung dengan campur-tangan Tuhan. Wallahua’lam.
another great story from juragan mas sabdalangit.
mimi
November 26th, 2011 pada 14:39
mas eko cindy shinta,baca begitu banyak amalan bukannya kaya malah mulutnya bisa jontor karena kebanyakan ngomong.,ilmu bohong2 an,buat ngerjain orang,supaya mulutnya jontor.
heri purwanto
Desember 16th, 2011 pada 06:42
kulo nuwun~ mas sabda kulo saking purwokerto…matur nuwun saged nderek belajar,pengerten meniko…mugi2x.gusti kang maha kuasa maringi teguh rahayu,wicaksono,wilujeng slamet,sak kluarginipun mas sabdo…sepindah malih matur suwun…
Sayid Abdul Charits Bin Yahya
Januari 16th, 2012 pada 14:21
Subhanalloh……walhamdulillah wala ilaha illallohu akbar!!!! Ini yg disebut manunggaling kawula gusti…..
eddy
Januari 21st, 2012 pada 08:57
Subhanallah . . .
kinaryo
Januari 24th, 2012 pada 07:41
Sepertinya cerita ini diluar kemampuan nalar umumnya (menurut saya), tetapi kalau Tuhan menghendaki ya jadilah.
Ayu
Februari 10th, 2012 pada 19:10
Puji Tuhan…
cerita biasa
Februari 11th, 2012 pada 07:40
Subhanallah….pertanyaan yang baik sekali….tapi baik menurut siapa?
apa yang dimaksud dengan mukjizat? dari mana istilah itu berasal?
anak kecil selalu memandang baik sesiapa yang memberikannya permen dan balon.
permen dan balon sering dijadikan alat untuk menipu dan mencuri anak kecil.
Dadang Krisdianto
Maret 3rd, 2012 pada 12:41
Ini kali pertama saya melihat blog ki sabda langit. Pertama melihat saya kira isinya berkaitan dengan gaib gaib saja yang bisa menyesatkan. Setelah melihat cerita ini, perkiraan saya berubah 360 derajat. Kisah nyata yang diceritakan oleh ki sabda langit dalam blog ini memotivasi saya untuk berbuat lebih baik lagi. Ketulusan, keikhlasan menurut saya ilmu yang paling sulit diterapkan akan tetapi harus dilatih untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Bravo ki… saya tunggu pengalaman ki lagi yang dapat merubah Manusia khususnya di Indonesia ini lebih baik lagi.
mahesa djenar
Maret 4th, 2012 pada 18:35
assalamualaikum ki sabda dari orang yg belum bisa iklas ini hanya bisa mencermati dan berusaha untuk meneladani sebuah keiklasan mohon bimbingan bila ki sabda berkenan,,,,,
matur sembah nuwon blog niki nambah wawasan kulo
salam seduluran by bocah ilang
dadang.bdg
Mei 29th, 2012 pada 16:03
ass…pnglaman yg sngat mnggtarkan hati,sya or ang yg brtmpuk dosa ini,terpaku,mnangis dg pnyeslan tntang prilaku sy,yg slalu brnafsu dg dunia,brsenang ria dg ksesatan,slalu ikuti aja kan syethan,astagfirol lohhaladziem 3x,smga engkau bka kan pintu rahmat bgiku…ki sabda hnya Trmaksh yg dpat sya smpaikan,shingga trbuka hati sya,tntang arti ksih syang dg ikhl ash.slam bhakti..ki.
3 Trackbacks / Pingbacks
Mengenal Ngelmu Sastra Jendra « Catatan Tentang Aku dan Dia April 2nd, 2010 pada 13:38
[...] yang berlaku di alam kegaiban. Misalnya; seperti kisah keajaiban yang pernah saya posting dalam “Kunci Merubah Kodrat” bahwa organ tubuh manusia yang “disimpan” di dalam dimensi atau alam kehidupan sejati (alam [...]
ILMU MA’RIFAT « Covergreen Oktober 21st, 2010 pada 19:31
[...] yang berlaku di alam kegaiban. Misalnya; seperti kisah keajaiban yang pernah saya posting dalam “Kunci Merubah Kodrat” bahwa organ tubuh manusia yang “disimpan” di dalam dimensi atau alam kehidupan sejati (alam [...]
kaweruh jawa « singo2sanggung Desember 9th, 2011 pada 16:39
[...] yang berlaku di alam kegaiban. Misalnya; seperti kisah keajaiban yang pernah saya posting dalam “Kunci Merubah Kodrat” bahwa organ tubuh manusia yang “disimpan” di dalam dimensi atau alam kehidupan sejati (alam [...]