Perlukah Perempuan Disunat (circumsition)?

Khitan atau sunat merupakan suatu tradisi, yaitu dengan cara memotong kulup (kulit luar kelamin laki-laki). Pemotongan kulup ini bertujuan agar penis menjadi bersih dan kotoran yang keluar dari saluran kemih tidak terhambat. Pada laki-laki, kulup ini sering menghambat kebersihan, karena kotoran air seni sering menempel pada kulup terutama pada bagian dala kulup dan sering menimbulkan infeksi. Nah dengan melakukan sunat maka penis menjadi lebih bersih, sehingga menjadi ‘wajib’ bagi seorang laki-laki.

Pertanyaannya, apakah anak perempuan harus dikhitan (disunat) sama seperti anak laki-laki? Bahayanya apa jika tidak dikhitan?

Monggo, para pembaca yang budiman, silahkan berbagi pandangan.

Asah asih asuh

  1. Sudah sudah jangan bertengkar terus!gak bakalan selesai2 udah beda keyakinan gitu!saling membunuh aja biar cepat selesai haha

  2. Berubah jadi lelaki aja ath biar gak ribut mah haha

  3. sunat atau tidak sunat buat wanita… tak perlu dibahas… wong gak ada ketentuannya di buku

  4. pendapat saya ga perlu disunat, TUHAN menciptakan mahluk ny sedemikian rupa agar dapat ber kiprah di bagian ny asing2,maaf kenpa di vagina ada itil maaf,terlalu open saya katakana demikian,guna nya untuk merangsang orgasme,kalo dipotong berarti kurang sempurna,kita manusia tidak tau apa maksud TUHAN menciptakan itu{itil} hanya TUHAN ygtau. sekali lagi tidak perlu disunat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 895 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: