MISTERI DI BALIK MERAPI

Pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2010, YM Sultan Adji Sulaiman Raja Kutai Kertanegara ke 18 memerintah pada pertengahan abad 18, mengingatkan supaya segera melaksanakan perintah untuk ritual labuh ke puncak Gunung Merapi.  Tak boleh mundur lagi. Batas akhir yang ditentukan adalah hari Jumat Legi, tanggal 15 Oktober 2010. Secara logika, pada tanggal 13 Oktober 2010 saat itu status Gunung Merapi sudah berada pada status siaga (satu tingkat di atas status waspada, satu tingkat di bawah status tertinggi awas), tak ada orang yang bersedia naik ke Merapi jika tak ingin mati konyol. Namun apa boleh buat, sudah merupakan dawuh (perintah) dari para leluhur agung, saya percaya 100% leluhur, tak ada perintah leluhur yang membuat celaka diri kita. Gaib pun tak pernah bohong. YM Sultan Sulaiman berkata,”laksanakan segera nak, tidak baik menunda perintah, karena akan melawan kodrat, jika Merapi kelamaan menahan letusan akan sangat berbahaya!. Apa yang kamu lakukan bukan untuk kepentingan dirimu sendiri, melainkan untuk kepentingan orang banyak, bangsa ini di waktu yad. Sendiko dawuh Yang Mulia, siap laksanakan segera pada hari Jumat Legi besok, demi lahirnya Satriyo Pambukaning Gapura. Kasihan rakyat sudah banyak yang menjadi korban.

Tampilnya satriyo baru, tentu membawa konsekuensi turunnya “satriyo” lama “di tengah jalan”. Musti bagaimana lagi, jika seorang “satriyo” sudah tidak disengkuyung oleh para leluhur besar dan para gaib bangsa ini, karena tiada menghargai kearifan lokal, tidak menghargai pusaka nusantara. Itu sama saja tidak berbakti kepada bangsa dan para leluhur besarnya sendiri. Alias menjadi generasi yang durhaka. Tentu saja akan selalu membawa musibah dan bencana berkepanjangan tiada berhenti. Ibarat seseorang yang sakit parah, sembuhnya kalau sudah mati. Maka, musibah dan bencana baru akan reda jika sang satriyo lama itu telah lengser keprabon. Dengan penuh maaf. Apa adanya terpaksa harus saya sampaikan.

Jumat Legi sore, ditemani 2 orang abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat kami naik ke puncak Merapi dalam cuaca hujan sangat lebat dan berkabut.  Benar saja, gunung paling aktif di dunia itu seolah memberikan jeda tidak bergolak. Walau masih terasa saat tanah bergetar  akibat gerakan magma dari dalam perut bumi. Kabar dari posko Merapi saat itu statusnya pun ternyata turun menjadi waspada. Gunung Merapi mirip dengan makhluk hidup, kali ini bagaikan anak kecil sedang merengek lalu tiba-tiba diam karena mendapat makanan kesukaannya. Selesai acara labuh, hingga Sabtu siang tanggal 16 Oktober tiba-tiba Merapi seperti mendapat komando, mulai bergolak lagi dengan 246 kali gempa vulkanik. Hari minggu statusnya naik kembali menjadi siaga, lalu seminggu kemudian statusnya naik menjadi awas. Perubahan status Merapi yang sangat cepat dan belum pernah terjadi selama ini.

MEMBANGUN SINERGI DENGAN KOSMOS

Sedikit set back membahas soal makna esensial ritual labuh. Ritual labuh (labuhan) atau larung sesaji bukan sekedar latah ikut-ikutan saja. Larung sesaji yang melibatkan ubo rampe dan tata cara adalah soal teknis saja. Lebih dari itu orang harus memahami hakekatnya. Yakni sebagai upaya manusia memahami dan menghormati alam semesta beserta seluruh makhluk penghuninya sebagai sesama ciptaan tuhan, derivasi kebijaksanaan alam semesta. Acara labuh sebagai salah satu wujud adanya kesadaran kosmos, yakni tanggungjawab manusia tanpa kecuali untuk selalu hamemayu hayuning bawana. Menjaga dan melestarikan alam semesta serta mengambil manfaat secara  proporsional tanpa meninggalkan kerusakan. Kesadaran itu menjadikan kita sebagai sosok manusia kosmologis. Berkesadaran spiritual tinggi yang selalu selaras, sinergis dan harmonis dengan kodrat (hukum) alam semesta. Satriyo yang berjiwa kosmologis akan selalu mendatangkan berkah dan anugrah bagi lingkungan alam dan seluruh isinya. Berkah dan anugrah agung bagi keluarga, orang lain, dan masyarakat yang dipimpinnya.

Desa mawa cara, negara mawa tata. Setiap wilayah, atau lingkungan alam, memiliki tata dan cara masing-masing. Beda masyarakat, berbeda pula adat istiadat, tradisi, dan budayanya. Itulah makna kearifan lokal, yakni nilai luhur hasil interaksi manusia dengan lingkungan alamnya yang kemudian melahirkan kearifan dan kebijaksanaan. Sehingga di dalam nilai kearifan lokal (local wisdom) terkandung kesadaran akan jati diri suatu bangsa. “Jati diri” yang meliputi karakter geografi, geologi, dan karakter sosialnya. Bagi siapa yang lebih memahami “jati diri” tersebut, seseorang dapat bersikap lebih arif dan bijaksana dalam menjalani tata kosmos kehidupan ini. Alias menjadi manusia yang tunduk patuh, manembah kepada tuhan.

TIGA TITIK SENTRA SPIRITUAL

Merapi-Kraton-Laut Selatan merupakan tiga titik sentral dalam spiritual Jawa khususnya Jogjakarta yang merangkum makna AGNI-UDAKA-MARUTA (AUM). Merapi melambangkan unsur api atau agni. Merapi memiliki hakekat vertikal manembah kepada Yang Transenden. Sehingga Merapi  bermakna sebagai jagad alit. Spiritual adalah urusan pribadi dalam jiwa masing-masing orang (mikrokosmos). Kraton adalah sentral atau pancer (guru sejati) yang meliputi pancer di dalam jagad alit (mikrokosmos) maupun pancer di dalam jagad ageng (makrokosmos). Laut Kidul adalah bermakna spiritual horisontal. Sedangkan Kunci gunung Merapi ialah pemegang amanat yang harus memiliki lakutama (budi pekerti luhur) sebagai penghubung antara jagad alit dengan jagad ageng. Dalam dirinya ada naar atau agni harus teratasi dengan nur atau cahyo sejati. Juru kunci bertanggungjawab menselarasakan antara perilaku alam dengan perilaku manusia. Oleh sebab itu jika juru kunci tidak mengenal alam dengan seluruh makhluk isinya akan berakibat fatal. Dapat terjadi disharmoni antara mikrokosmos dengan makrokosmos. Tentu saja kekuatan alam yang akan bekerja sesuai koridor keadilannya.

GAIB TAK PERNAH BOHONG

Jika ada yang bilang gaib dapat berubah-ubah, kamuflase, dengan target untuk mengecoh pemahaman manusia, itu bukanlah kesalahan gaib, melainkan kebodohan unsur “ke-aku-an” dalam diri manusia. Yang selalu dilimput oleh imajinasi dan ilusi belaka. Senin tanggal 25 Oktober 2010 kami siap berangkat ke Balikpapan. Sejak hari Sabtu maskapai mengirim sms pemberitahuan pesawat akan didelay selama 1,5 jam. Pada hari Senin sore kami check in, kemudian bayar airport tax, dan masuk ke boarding room. Menunggu pesawat yang akan membawa kami ke Balikpapan. Jam keberangkatan tinggal 15 menit lagi, boro-boro petugas bandara mengumumkan para penumpang segera naik pesawat. Info jam berapa pesawat pengangkut kami akan tiba di bandara saja tak ada kabarnya. Hari menjelang petang, kami mulai ragu untuk melanjutkan perjalanan.

Pada saat terasa bosen menunggu pesawat, datanglah YM Sultan Sulaiman,”..nak…batalkan saja keberangkatan ke Balikpapan. Jangan sanyang uangnya yang hangus. Para leluhur juga tidak memperbolehkan berangkat saat ini. Tunda lah sejenak nak ! YM Sultan memerintahkan supaya hari Selasa Pahing besok tgl 26 Oktober 2010 marak sowan (ziarah) ke pasarean agung Kotagede, sowan Panembahan Senopati karena akan diberikan “sesuatu”.  Berarti musti membatalkan tiket pesawat. Sendiko…terpaksa bagasi saya ambil kembali, tiket pun ditukar untuk jadwal hari rabu besok.

Besoknya, hari Selasa Pahing tanggal 26 Oktober 2010, kami marak sowan ke Panembahan Senopati, Nyi Ageng Enis, Ki Ageng Pemanahan, dan Ki Ageng Mangir Wonoboyo.  Kali ini, perintah langsung dari Panembahan Senopati, dan juga perintah dari YM Sultan Sulaiman supaya sore itu pula berangkat naik Merapi ke dusun Kinahrejo rumah Mbah Marijan untuk berbagai sembako, makanan, minuman, kepada para pengungsi di sana. Ternyata sinkron dengan  kejadian malam Selasa Pahing, di mana beberapa hari sebelumnya hati ini merasa tak enak, risau, khawatir campur  takut jika mengingat sosok Mbah Marijan. Ada apa gerangan? Hal ini dipertegas  pada malam Selasa, di mana “badan alus” mbah  Marijan datang menemuiistri saya, Mbah minta supaya dimintakan uang Pak Isran (Bupati Kutim) sebanyak Rp. 700,-  Kami akan turuti keinginanmu Mbah!. Uang pun segera saya dapatkan langsung dari Pak Isran. Bukankah Rp. 700,- di depannya ada unsur angka 7 (Jawa; pitu) bermakna nyuwun pitulungan (minta pertolongan) dumateng Gusti Mahawisesa. Pertolongan yang berkelipatan ratusan kali. Entah..pertolongan dalam wujud dan makna yang bagaimana, menjadi teka-teki besar.

PERINGATAN KI JURUTAMAN

Selasa Pahing sore tanggal 26 Oktober 2010 setelah selesai kami marak sowan Panembahan Senopati di pasarean Agung Kotagede, jam 16.00 WIB kami berlima berangkat menuju rumah Mbah Marijan dengan tujuan untuk berbagi sembako, oleh-oleh makanan ringan, dan menyerahkan uang Rp.700,- sesuai permintaannya. Jogja masih cerah, tetapi begitu memasuki Jl Kaliurang KM 14 cuaca di sekitar Merapi berubah diselimuti kegelapan seolah menyembunyikan sesuatu. Pukul menunjukkan 16.30 WIB suasana terasa misterius dan mencekam, tiba-tiba menjadi sangat gelap seperti sehabis magrib. Lalulintas menuju Kaliurang macet, padat merayap. Sesampai di Umbulharjo Kec Hargobinangun, jalan menuju Mbah Marijan sudah ditutup rapat oleh aparat. Tak ada lagi kendaraan boleh naik. Tapi kami merasa ada beban batin yang sangat berat jika gagal naik bertemu Mbah Marijan. Lalu saya bilang ke aparat mau mengantarkan pesanan Mbah Marijan dan menjemput Mas Asih putra Mbah Marijan, dan lajulah kendaraan mendaki jalan aspal tanjakan terjal menuju Kinahrejo rumah Mbah Marijan yang jauhnya masih 2 km, atau kurang dari 4 km dari kawah Merapi. Asap sulfatara mulai tercium menyengat, campur aduk antara aroma belerang, mesiu, infus, bau seperti asap ledakan petasan sudah sangat keras menyengat lubang hidung membuat nafas terasa sesak. Di tengah jalan kami sempat diberi peringatan oleh Ki Jurutaman, penjaga gaib Gunung Merapi dari sisi Jogja. Ki Jurutaman menjulurkan telapak tangannya. Lima jari yang terjulur kami maknai dengan dua peringatan. Pertama, mencegah supaya jangan naik karena sangat berbahaya. Kedua, jika nekad naik pun sampai rumah Mah Marijan hanya diberi waktu 5 menit. Baiklah Ki… saya berterimakasih atas peringatan yang diberikan.

PERTEMUAN TERAKHIR

Sesampai di rumah Mbah Marijan, begitu pintu mobil terbuka terasa hawa agak panas dengan bau belerang, infus, messiu dan sangit. Saat itu sempat terdengar sekali dentuman menggema cukup menggetarkan tanah. Kami berlima berbegas segera menurunkan barang-barang bantuan pengungsi. Masuk ke ruang tamu ada Mbah Marijan menyambut, tetapi hanya sedikit canda tawa, tidak seperti biasanya walaupun dalam sikond yang genting. Kali ini tampak wajah agak pucat dan sedikit menampakkan kegelisahan mendalam. Kami menurunkan sembako, kue, biskuit dll agar bisa digunakan bilamana diperlukan bersama penduduk setempat pada saat situasi darurat. Mbah Marijan berucap yang mengandung firasat,”wah..kok kathah sanget mangke mboten wonten ingkang nedhi”. Duh kok banyak sekali nanti tak ada yang makan. Saya jawab,”nanti Mbah bakal banyak kedatangan tamu”.

Berikut ini translate dialog bahasa Jawa saat-saat terakhir bersama Mbah Marijan di rumahnya Dsn Kinahrejo kurang dari 4 km dari kawah Merapi.

Mbah Marijan (MM)

Saya dan Istri (S)

S;   Mbah…… saya ke sini untuk menyerahkan uang yang Mbah Marijan minta tadi malam sebanyak Rp. 700,- sesuai permintaan Mbah. Pitung-atus gelo Mbah, supaya mendapat pitu-lungan (pertolongan).

MM;  O inggih matur sembah nuwun. Lha pitulungan saking sinten ?

S;  Pitulungan saking Gusti sing nggawe urip Mbah !

MM;  Inggih kula tampi matur nuwun. Uang receh Rp.700,- dalam amplop dipegang-pegang. Mbah panggil anak menantunya, “Mur… iki (uang Rp.700,-) wenehno mbah putri wae !.

S; Lho Mbah…(uang) niku kangge Mbah, lak panjenengan wau dalu to sing nyuwun piyambak. Duwite receh dilebokne sak mawon Mbah. (Lho Mbah, uang itu untuk Mbah, bukankah mbah tadi malam yang meminta sendiri. Uang receh 700 rupiah (logam) itu dimasukkan saja di saku, jangan diberikan kepada siapa-siapa). Mbah Marijan cuma tersenyum sambil ke tiga jarinya menutupi mulut, dengan gayanya yang kocak. Namun uang 700 rupiah tetap di serahkan kepada mBak Mur (menantu perempuan Mbah Marijan) minta supaya diserahkan kepada Mbah Marijan Putri.

Sejenak kami diam tak bereaksi apapun, hanya tercenung dalam batin penuh rasa khawatir kepada Mbah Marijan. Pada saat hening pukul 17.45 WIB tiba-tiba terdengar lagi dentuman keras berasal dari arah kawah Gunung Merapi yang hanya berjarak kurang dari 4 km (areal berbahaya berjarak sampai radius 10 km dari kawah). Tak lama hawa terasa berubah begitu sesak, bau udara tiba-tiba seperti bercampur asap mesiu terakar, belerang, dan infus lebih kuat dari sebelumnya.

TAMU TERAKHIR YANG HIDUP

Di ruang tamu tinggal kami berlima, dengan Mbah Marijan dan (Mas Iwan) satu orang wartawan Vivanews. Istri saya berkata kepada Mbah Marijan yang terakhir kalinya;”Mbah..bener enggak mau turun bersama kami? Mbah Marijan menjawab,”..o injih..mangke Jam 12 malam”, sergahnya. (Ya, nanti jam 12 malam!). Tiba-tiba Ki Jurutaman datang lagi, dan hanya berucap singkat,’mandap sakniki ! Injih ! (turunlah sekarang juga!). Rokok yang hampir saja saya nyalakan langsung saya matikan. Istri saya bilang, sekarang juga kita turun, waktunya 5 menit !! Tanpa berlama-lama lagi, kami berlima pamitan Mbah Marijan yang saat itu mengenakan kemeja batik kuning gading dengan motif berwarna hijau dan hitam dan mengenakan sarung kotak-kotak hitam bitu putih.

PERCAKAPAN TERAKHIR

S; Kalau begitu saya harus turun sekarang Mbah !!

MM;  Waduh…lha kok Cuma seperti mimpi. Mbok nanti…temani saya dulu.

S: Maaf Mbah…tempat ini tidak akan selamat…Ki Jurutaman sudah menyuruh kami turun. Ayolah Mbah.

MM; Mbah Marijan hanya tersenyum kecil dan merangkul saya…

S; Dalam hati saya seperti mau menangis…saya merasa kuat sekali ini akhir dari pertemuan kami. Akhir dari sejarah “persahabatan lahir” kami dengan Mbah Marijan. Serasa ada yang berhenti di kerongkongan. Saya tak tega melihat wajah Mbah Marijan. Saya hanya bisa mengelus punggungnya sambil berkata,”…Mbah…awake dewe donga-dinonga andum slamet nggih !!! Mengko bar Merapi rampung hajate, tak anter makanan sing enak kangge Mbah Marijan. (Nanti setelah Merapi hajatnya selesai, akan saya kirim makanan yang enak untuk Mbah Marijan).

S; Saya salami dan ajak seorang wartawan,”Mas…ayo ikut turun sekarang..tak akan selamat di sini !!. Ia hanya tersenyum kecil dan menunduk. Saya tak ada waktu berlama-lama.

MM; Di luar masih banyak orang ada sekitar 9 mobil parkir di halaman rumah Mbah Marijan. Mbak Mur..menantu Mbah Marijan tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tamu…,”Mbah…ayo keluar sebentar saja ! Sebentar saja ! Mbah Marijan ikut keluar bersama Mbak Mur. Keluarga Mbah Marijan yang lainnya sudah dibawa mengungsi semua.

S; Di halaman ada 8 mobil tersisa. Ternyata 7 mobil adalah tamu Mbah Marijan yang baru datang. Mbah Marijan tak mau menemui tamu lagi. Ia ngeloyor ke masjid tak jauh dari rumahnya. Istri saya terpaksa menyuruh para tamu yang baru datang untuk segera turun lagi karena sudah sangat berbahaya.

EVAKUASI DIRI

Para tamu dengan 7 mobil akhirnya turun bersama-sama melalui jalur bawah. Sempat mengantri untuk keluar dari halaman. Saya ambil jalur yang naik ke arah Merapi, karena tak ada satupun kendaraan yang melewati sana. Di dusun paling tinggi dan paling dekat dengan Merapi yakni Blimbingsari sudah tak ada lagi orang tersisa. Sepi sunyi kabut asap sulfatara sangat tebal dan begitu mencekam. Nafas menjadi sesak. Kap mesin mobil sudah mulai kejatuhan kerikil dan pasir vulkanik. Tapi kendaraan kami tak bisa laju karena terhalang asap tebal. Pasrah. Tanah seperti bergetar bagaikan irama telapak kaki raksasa. Benar saja..di belakang kami ada Ki Jurutaman mengiringi langkah evakuasi kami. Wajar saja, Ki Jurutaman tingginya sekitar 10 meter dengan tubuh tegap dan wajah yang lumayan cakap. Setelah tersendat karena pandangan jalan kadang tak tampak, sementara sebelah kanan dan kiri ada jurang, kami terpaksa berjalan sangat lambat. Di bawah tampak orang berlarian..sementara mobil-mobil dan truk evakuasi penuh penumpang melaju ke bawah menjauhi Merapi dengan kecepatan tinggi.

Sesampai di bawah bertemu Posko Pertama hanya ada para petugas tim SAR, tentara  dan aparat keamanan yang sudah siap evakuasi diri pula. Sampai di Posko pertama (8 km dari Merapi) kira-kira hanya 15 menit sejak meninggalkan rumah Mbah Marijan, kami mendapat bayangan gaib, dusun Kinahrejo tempat rumah Mbah Marijan berada telah di sapu awan panas hingga porak poranda. Jika dicocokkan waktunya ternyata tepat dengan kejadiannya.

JANJI KI JURUTAMAN

Banyak orang yang mengaku bersahabat dengan Merapi. Tetapi ironisnya, ia tak kenal dengan Ki Jurutaman. Padahal Gunung Merapi dengan penjaga gaibnya bernama Ki Jurutaman adalah dua makhluk tuhan yang bisa dipisahkan. Ki Jurutaman dulunya adalah abdi dalem (pembantu) setia Panembahan Senopati (1550-1630) yang secara tak sengaja makan “telur jagad” dari Kanjeng Ratu Kidul sehingga tubuhnya berubah menjadi tinggi dan besar. Entah sejak kapan tepatnya, kemudian Ki Jurutaman diutus menjadi menjaga Gunung Merapi agar supaya letusan tidak mengenai wilayah (Kraton) Jogjakarta. Sejak tahun 1600 terbentuklah perbukitan di lereng Merapi sebelah selatan. Dinamakan glacap gunung atau punggung gunung. Masyarakat kemudian memberi nama sebagai GEGER BOYO (punggung buaya) karena memang bentuknya mirip dengan punggung buaya. Geger boyo ini nyambung dengan bukit Turgo yang juga berfungsi sebagai penahan guguran lava pijar ke arah Jogja.

Namun seperti di tulis dalam serat Jongko Joyoboyo, bahwa kelak Ki Sabdopalon dan Ki Noyogenggong berjanji akan datang kembali untuk memberi pelajaran bagi orang Jawa (nusantara) yang hilang kejawaannya (tidak memahami jati diri bangsanya). Tanda kedatangannya antara lain runtuhnya GEGER BOYO Merapi. Sebelum tahun 2006 abu vulaknik Merapi tak pernah mencapai kota Jogja. Namun sejak tahun 2007 debu vulkanik benar-benar mulai dapat menjangkau kota Jogja (Jalan Gejayan). Peristiwa itu benar-benar terjadi hanya sepekan setelah gempa Jogja pada 27 Mei 2006 yang lalu.

PERTEMUAN PERTAMA DENGAN KI JURUTAMAN

Pada bulan November 2005 kami pertamakalinya bertemu dengan sosok Ki Jurutaman sewaktu berlibur di Kaliurang. Ki Jurutaman sudah hidup di alam sejati, ia tahu mana yang bener dan pener. Setiap apa yang dikatakannya begitu bijaksana dan penuh kandungan makna kehidupan yang sangat dalam.

Hanya sebatas perkenalan dan sempat kami berbincang singkat dengan Ki Jurutaman. Saya mendapat kesimpulan bahwa Ki Jurutaman sudah berusaha untuk bersabar selama ratusan tahun, tapi kini ia telah sampai pada patas akhir dari kesabaran. Selaras dengan komando Ki Sabdopalon dan Noyogenggong bahwa kini saatnya manusia Jawa sudah harus diberi pelajaran. Maka Ki Jurutaman pun telah enggan menjaga Jogja dari letusan Gunung Merapi karena kecerobohan ulah manusia sendiri. Masyarakat telah melanggar wewaler atau pantangan. Melanggar wewaler sama halnya merusak keharmonisan kosmologis, alias bertentangan dengan hukum alam yang seharusnya manusia saling menabur welas asih dan saling menghargai kepada seluruh makhluk tanpa kecuali. Banyak orang mabok agomo lan donga, tidak memahami hakekat sejatinya hidup. Sudah banyak yang kajawan, hilang hakekat kejawaannya. Ki Jurutaman hanya bilang ,”…wis mongso bodo-a ngger ! Sudahlah…terserah kalian saja aku nggak bisa menjaga lagi. Bebendu pasti akan datang tanpa bisa dicegah, kecuali yang selalu eling dan waspada. Orang-orang yang setyo budya, selalu ngugemi paugeran. Itulah wong-wong kang kenceng anggone gocekan waton. Kapan bebendu bagi masyarakat Jawa yang telah berkhianat (durhaka) kepada alam dan para leluhurnya sendiri, yakni dimulai dengan lindu gede (gempa besar) dengan tumbal ribuan nyawa.

Benar saja, tanggal 27 Mei 2006 gempa dahsyat menghancurkan wilayah Jogja, Klaten, Sleman, Bantul, sebagian wilayah Kulonprogo, Gunung Kidul dan sekitarnya. Sebanyak hampir 8000 nyawa melayang dalam waktu hanya 15 detik.

KI JURUTAMAN SANG PENYABAR

Telah sekian lamanya Ki Jurutaman memendam rasa kecewa. Baik terhadap Kraton yang melanggar paugeran. Bukankah ada paugeran bahwa Ratu Gung tak boleh jadi walang kaji. Tetapi kenyataannya telah terjadi pelanggaran itu. Apalagi syarat utama seorang JURU KUNCI adalah harus kenal, bisa srawung, dengan penjaga gaibnya. Adalah salah kaprah anggapan orang bahwa Juru Kunci Merapi adalah orang yang menjadi penjaga Merapi. Bukan itu maksudnya. Juru Kunci adalah ibarat “penyambung lidah” antara masyarakat gaib dengan masyarakat wadag. Bagaimana bisa terjadi komunikasi yang harmonis bila seorang Juru Kunci tidak mengenal dengan pimpinan masyarakat gaib. Padahal masyarakat gaib adalah tetangga kita di manapun berada yang harus kita hargai sebagai sesama mahluk hidup. Manusia mendem agomo terbiasa nglakoni mentang-mentang merasa paling, sehingga tanpa disadarinya ucapan, sikap dan perbuatannya terkadang sangat melecehkan masyarakat lain dimensi. Inilah sumber malapetaka, berasal dari sikap adigang adigung adiguna manusia sendiri. Banyak orang tak tahu apa-apa tetapi merasa dirinya tahu segala hal, sehingga mudah sekali mendiskreditkan orang lain. Salah dianggap benar, benar dianggap salah. Terjadi wolak-waliking jaman.

Sekian lama Ki Jurutaman menjadi obyek penderita dan selalu bersabar. Semakin luntur rasa welas asih masyarat karena terkena dampak berbagai doktrin dan dongeng. Dan saat ini Ki Jurutaman telah tak mampu lagi menahan kesabarannya. Ki Jurutaman marah besar. Hingga mengerahkan ribuan Banaspati bersama serangan awan panas dan lava pijar, yang meluluhlantakkan segala sesuatu yang dilewatinya. Ia tidak lagi mau menjaga (Kraton) Jogja dan masyarakat kereng Merapi dari letusan Gunung Merapi. Tanggal 29 Oktober 2010 hari Sabtu dini hari (jam 00.45 wib) Merapi kembali meletus lebih dahsyat selama 30 menit lebih. Abu vulkanik benar-benar membuat sejarah baru mencapai kraton Kraton dan wilayah kota Jogja, bahkan hingga mencapai laut selatan. Ini kejadian yang sangat langka, jika tak bisa dikatakan belum pernah terjadi. Sekaligus menjadi peringatan besar, sekaligus sebagai bahasa alam yang mengisyaratkan teguran terhadap sikap dan kebijaksanaan manusia yang semakin ceroboh dan kacau. Di mana sikapnya menjadi cerminan akan rendahnya kadar kesadaran spiritual manusia.

PERTEMUAN DUA KEKUATAN BESAR

Makrokosmos adalah makhluk hidup pula. Atau setidaknya pernah hidup dan kini hidup dalam fase-fase selanjutnya. Apapun wujud makhluk, jika manusia mensia-siakan, pastilah akan menuai celaka. Hari Jumat tanggal 29 Oktober 2010 setelah saya mengantar pulang Pak Bupati Bulungan ke Bandara Adisucipto, sewaktu pulang di tengah jalan melihat naga bumi yang bagi masyarakat umum sekilas tampak seperti awan berbentuk naga. Naga bumi dengan mulut menganga dan bertanduk, bergerak cepat dari selatan (laut kidul) ke arah utara bersatu dengan awan raksasa yang berada di samping Merapi. Peristiwa ini hanya terjadi sekitar 5 menit dengan disaksikan semua orang yang berada di dalam kendaraan kami. Setelah itu muncul awan pertanda akan terjadi bencana besar dengan korban yang cukup besar pula. Jika disimpulkan, dua kekuatan besar yakni dari laut selatan (naga bumi) dan gunung berapi (baru-klinting di bawah komando Ki Jurutaman) bergabung untuk membangun kekuatan besar yang dapat menggegerkan jagad Jawa. Awan yang mengisyaratkan bencana dengan korban banyak masih akan terjadi. Dengan kata lain 38  nyawa korban Merapi belumlah cukup.

Saat itu Ki Jurutaman sempat memberikan sinyal yang dapat kami tangkap seperti di bawah ini ;

  1. “Hajatan” Gunung Merapi sebagai ekspresi kemurkaan Ki Jurutaman atas penghianatan manusia Jawa, yang telah hilang kejawaannya. “Hajatan” akan berlangsung selama 35 hari. Terhitung sejak hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010.
  2. Kemurkaan Ki Jurutaman adalah hukum keseimbangan alam di mana telah terjadi ketidakselarasan antara “langkah” manusia dengan “hukum alam semesta”.
  3. Terjadi ketimpangan “karakter”, perilaku, behavior, antara makrokosmos dengan mikrokosmos. Sehingga terjadi kondisi di mana terdapat kecenderungan antagonis antara wujud alam yang berbeda namun unsurnya berasal dari materi yang sama.

Bergabungnya dua kekuatan besar tentu akan membawa karakter berbeda dari letusan-letusan  Merapi sebelumnya. Merapi memang selalu menyimpan beribu misteri. Kraton Jogja pun sebagai soko guru spiritual kosmologis keadaannya kian terpuruk. Walaupun seandainya menyadari apa yang terjadi dan tahu harus bagaimana. Toh jika memberikan perintah kepada masyarakat pun tak digubris. Dalam kondisi alam seperti ini, jikalau masyarakat diperintah untuk selalu membuat teh dan kopi tubruk setiap hari dan disajikan di ruang tamu mungkin dianggap sia-sia. Sebagian masyarakat malah menganggapnya sebagai tahyul dan mitos belaka seperti ungkapan presiden SBY tempo hari. Anda percaya atau tidak, musibah dan bencana baru akan reda jika SBY turun tahta. Silahkan ditunggu, dan dicermati, agar bisa membuktikan ucapan ini. Toh paling lama, tahun 2012 SBY akan lengser keprabon.

SOSOK MISTERIUS

Selain unpredictable, kali ini Merapi merubah karakter tidak seperti biasanya. Setiap Gunung Merapi mau meletus selalu menyelimuti dirinya dengan awan dan mendung. Awan pun selalu menyebar ke segala penjuru. Sehingga puncak Merapi tak dapat diamati dengan mata wadag. Arah guguran lava pijar dengan tebaran abu vulkanik sulit diprediksi dengan berbagai teknologi canggih. Kadang terjadi kontradiksi di antaranya. Guguran lava mengarah ke selatan, tetapi abunya ke utara dan timur. Sementara angin yang bertiup dari arah timur dan selatan. Tahu-tahu awan panas menyapu beberapa wilayah dengan kecepatan tinggi. Satu jam sebelum meletus, bahkan Merapi tampak sangat tenang. Bahkan seringkali tidak didahului tanda meningkatnya gempa vulkanik terlebih dulu sebelum meletus.

Lain dari letusan-letusan sebelumnya, bagi masyarakat awam kali ini terdapat keanehan, setiap yang dilewati tidak sekedar hangus, namun porak poranda, rumah-rumah hancur lebur, pohon-pohon besar dan kecil tumbang. Namun selalu saja, pendapa tempat acara ritus sakral yang hanya berjarak 1 km di bawah kawah Merapi tetap utuh dan selalu terjaga dari terjangan awan panas. Sebenarnya bukanlah hal aneh, jika anda semua berusaha konsentrasi hening batin akan menyaksikan sendiri, terjangan awan panas (wedhus gembel) bukanlah sekedar debu vulkanik berwarna coklat kemerahan dengan suhu 700-800 derajat. Namun tampak puluhan bahkan ribuan makhluk semacam banas pati (raksasa kecil dengan wujud api) yang seolah mencari mangsa dengan ganasnya.

Banaspati dari unsur api, tidak berbenturan dengan segala sesuatu unsur tanah. Bahkan unsur api hanya bisa diredam oleh unsur tanah. Makan rumus keselamatan dimaknai apabila manusia selalu eling dan waspada, dengan cara mulat laku jantraning bumi. Manusia yang membangun sifat seperti bumi. Lembah manah (rendah hati), andap asor (santun), selalu menebar berkah kepada siapapun yang ada di sekelilingnya, baik makhluk hidup, tak hidup, manusia, binatang, dan tumbuhan. Sekalipun diinjak-injak tetap saja memberikan berkah kepada seluruh makhluk tanpa kecuali dan tanpa pernah pilih kasih. Sementara itu Banaspati adalah gambaran sifat angkara murka. Sifat panasten, iri hati, buruk sangka, suka marah-marah (bahkan sampai mengklaim sebagai mewakili kemarahan tuhan). Sifat Banaspati ini akan sirna jika manusia telah menyerap sifat-sifat bumi (tanah). Itulah pelajaran dari alam semesta sebagai “ayat-ayat” yang tersirat, disebut sebagai sastrajendra. Papan tanpo tulis. Ilmu sejati yang tidak ditulis dalam buku. “Kitab universal” yang sesungguhnya dapat menjadi pegangan manusia sejagad tanpa pengecualian suku, budaya, dan agama.

Nagabumi adalah makhluk tuhan retasan alam semesta juga. Mereka mewakili unsur bumi, karena memang hidupnya menyatu di dalam kedalaman tanah. Nagabumi dapat mewakili ketidakterimaan alam semesta atas ulah manusia yang begitu cerobohnya, sehingga jebol lah lumpur Lapindo di Sidoarjo akibat amukan Nagaraja (jantan) karena tidak terima Nagagini (betina) tertancap mata bor pada saat pengeboran gas oleh PT Lapindo Brantas. Nagabumi adalah bagian dari “masyarakat” Kraton Pantai Laut Selatan, yang dipimpin oleh entitas widodari yang turut menjaga keseimbangan makrokosmos. Di Gunung Lawu sana ada entitas bidadari pula yang selalu ngrekso hargo bernama Dewi Untari atau Dewi Nawang Sari anak putrinya Dewi Nawang Sih. Tentu saja, hal-hal sepeti ini bagi yang tidak pernah menyaksikan kebesaran gaib seolah hanya sekedar dongeng kibulan.

Kini nagabumi dan banaspati telah bergabung melakukan show off force. Paling tidak berbagai peristiwa ini dapat menyadarkan diri kita bahwa kita bertetangga dengan ragam kehidupan yang sangat kompleks. Jadi jangan lah mentang-mentang selalu RUMONGSO BISO. Tetapi jadilah manusia yang BISO RUMONGSO.

TAHYUL ITU APAKAH SEPERTI INI

Selama kurang dari seminggu Merapi tiap hari meletus. Tiga kali pula dalam seminggu, kami harus relakan tiket hangus karena membatalkan keberangkatan menuju Kaltim untuk laksanakan tugas dan pekerjaan berat. Akhirnya, pada hari sabtu malam minggu, salah satu leluhur Ki Ageng Mangir Wonoboyo sehabis menggembleng cucu canggahnya di puncak Merapi yang masih sangat panas itu, beliau sekalian bertemu Ki Jurutaman. Mbah Mangir minta supaya Ki Jurutaman meredam Merapi sejenak, karena anak turunku mau pergi ke Kaltim, jangan sampai ada abu dan awan panas yang menganggun perjalanan (pesawat) menuju Kaltim. Kata Mbah Mangir, tadi Ki Jurutaman sudah bilang sendiko dawuh. Kata Ki Jurutaman, meletus yang lebih besar lagi nanti setelah kembali di Jogja lagi. Kenapa begitu, karena biar konsentrasi kami pada acara besar di Kaltim tidak terganggu. Karena kalau Merapi meletus besar kami selalu memikirkan nasib dan keselamatan sanak sodara, handai taulan, teman yang berada di Jogja. Mudah-mudahan perjalanan besok pagi (Senin 1 November 2010) benar-benar terlaksana tidak terancam batal lagi.

Wah, kirain dongeng atau khayalan tahyul saja. Ternyata gaib memang tak pernah bohong. Begitu mendarat di Sepinggan Balikpapan jam 11 Wita (jam 10 Wib), sebentar kemudian dengar kabar Merapi meletus cukup besar jam pada jam 10.05 Wib. Hari Rabu 3 Nov kami harus segera kembali ke Jogja. Turun dari pesawat jam 10.30 Wib. Tak lama kemudian jam mulai 11 status Merapi kembali mengalami krisis hingga terjadi letusan dengan skala 3 kali lebih besar dari pada hari selasa 26 Oktober kemarin. Masih beruntung, hujan lebat mengguyur seputar Merapi hingga di daratan menimbulkan banjir lahar dingin yang mengerikan. Sementara di atas sana beterbangan awan panas yang tengah mencari mangsa. Matur sembah nuwun Ki Juru.

Apa kata Ki Jurutaman? Ia bilang letusan Merapi masih lama baru akan berhenti. Setidaknya akan memakan waktu selapan dino (35 hari). Meletus dahsyat tanpa bisa disaksikan dengan mata wadag. Merapi tidak lagi seperti dulu suka pamer lava pijarnya yang sangat indah sekaligus mengerikan. Kini Merapi selalu membuat “serangan” secara tersembunyi di balik mendung dan kabut tebal. Melalap ke segala penjuru. Sepertinya, erupsi kali ini benar-benar merepresentasikan batas kesabaran alam yang telah sekian lamanya dipertahankan. Bagaimanapun juga Ki Jurutaman adalah entitas manusia, yang kesabarannya masih ada batasnya. Siapakah yang keterlaluan? Tentu saja bukan Ki Jurutaman, melainkan ulah manusia yang memang sudah benar-benar di luar batas peri kemanusiaan. Baik pejabat, tokoh masyarakat, tokoh religi, maupun rakyat jelatanya. Ini baru permulaan. Oleh sebab itu, tak lama lagi si komandan gunung api akan melakukan letusan jauh lebih dahsyat lagi. Jangan kaget jika sudah tiba waktunya, radius 30 km pun bukan merupakan daerah aman dari terjangan awan panas. Saat kami menulis kisah ini, tercium bau bangkai dan darah yang gosong terbakar. Bau-bau misterius mirip seperti saat 1 jam menjelang dusun Kepuh Harjo, Kinah Rejo, Blimbing Sari sebelum luluh lantak diterjang awan panas. Semoga bau ini bukan lah pertanda Merapi masih akan makan korban lebih banyak lagi.

FENOMENA AWAN PETRUK

Petruk adalah salah satu Punakawan. Di antara para punakawan yang lain misalnya Ki Lurah Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Setelah sesepuh Punakawan Ki Lurah Semar (Ki Sabdopalon) moksa karena enggan mengikuti perpindahan kepercayaan rajanya Brawijaya V.  Lantas sebelum moksa Ki Lurah Semar berjanji kelak setelah 500 tahun lebih sedikit (terhitung sejak abad 15) akan “menagih janji” untuk mengembalikan kejayaan nusantara seperti pada masa kejayaan Majapahit. Diyakini Petruk Kanthong Bolong adalah sang punakawan yang akan datang “menagih janji” kepada para pemimpin dan nusantara.

SUMATERA BELUM USAI BERDUKA !

Teruntuk para sedulur berada di wilayah Sumatra Barat sana. Gempa dan stunami Mentawai barulah sekedar warning atau peringatan dini. Seperti sudah ada dating saja sebelumnya. Selasa Pahing tanggal 26 Oktober 2010 adalah waktu yang hampir bersamaan meletus lah Merapi di Jogja-Jateng dan gempa-tsunami di Mentawai. Kami tetap selalu memohon dan melakukan ritual sebisa kami lakukan untuk keselamatan kita semua di negeri ini. Semoga gempa dan tsunami sudah tidak akan menyapu wilayah Sumatra Barat. Dan Merapi tidak meletus lebih besar lagi. Walau harus ku akui, sangat terasa permohonan kami begitu  hambar. Karena sulit sekali menutup gejolak perasaan hati ini. Puncak bencana belumlah berakhir. Nuwun sewu saya harus sejujurnya mengatakan,“apalagi selama pak presiden masih duduk di tahta nusantara. Para leluhur dan masyarakat gaib pun telah enggan. Maaf kata, bahkan restu leluhur pun hanyalah dianggap tahyul. Nah..inilah kekalahan manusia dari insting binatang yang lebih tahu tentang kearifan lokal. Kesadaran manusia masih dibawah kesadaran kosmos para sedulur binatang. Binatang tahu kapan Merapi akan meletus. Kapan akan terjadi gempa dan tsunami. Binatang lebih tahu kapan mereka harus turun menjauhi kawah Merapi, atau harus lari ke bukit menjauhi hempasan gelombang tsunami. Mari kita berguru saja kepada binatang.

About these ads

About SABDå

gentleman, Indonesia Raya

Posted on November 4, 2010, in Misteri Di Balik Merapi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 983 Komentar.

  1. Hari ini hari peringatan kebangkitan Yesus. Ceritanya ada gempa
    Aku nitip jangan terkejut/kaget oleh gempa atau gunung meletus.
    Dari Mateus 28:1-10 utk sobat-sobat yg seiman.

    Penjelasanku:

    Ay.1.
    Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
    +++
    Yang dimaksud “Maria yang lain” adalah Maria ibu Yakobus dan Yunus (Mat 27:56, 61). Versi Injil yg lain menyebutkan nama-nama yang lain (Mar 16:1; Luk 24:10), tapi semuanya perempuan yg datang menengok kuburan Yesus itu. Yg menjadi keherannan kita, mengapa semuanya perempuan? Padahal kesaksian perempuan pd saat itu sangat kurang dihargai.

    Perempuan-perempuan itu bukan hanya paling duluan jiarah ke kuburan Yesus, tapi juga mereka yg paling terakhir pulang ketika Yesus. Tampak bahwa perempuan sangat perhatian pd kehidupan. Mungkin oleh karena itu juga, dlm budaya kita sebenarnya mengagungkan perempuan, dgn kata dasar “empu”!

    Ada banyak kata majemuk yg feminin (khusus utk perempuan saja, tanpa ada majemuknya utk laki-laki), mis.: Ibu pertiwi, ibu kota, ibu negri, ibu kos, ibu suri, inang pengasuh. Lalu, induk ayam, induk semang, kapal induk, pasar induk. Dlm Bah.Inggris ada juga, mother land, mother ship, mohter hood, mother’s day, first lady dan yg tercanggih adalah mother board. Lalu, nenek moyang. Bahkan utk yg negatif ada nenek sihir, nenek lampir, perempuan sundal, wanita tuna susila, dst.

    Ibu adalah ruh rumah tangga, yg memberi semangat dan banyak keinginan yg mulia ada pd nya. Doa nya mujarab, kutuknya pun begitu, spt pd dongeng Malin Kundang atau dongeng Nenek Sihir.

    Anak anak yg mau didorong oleh ibunya dan bergerak, akan sukses:
    Yakub kesayangan Ibunya, Ribka dan Esau kesayangan Bapaknya, Ishak (Kej. 25:28). Yakub mau didorong oleh Ibunya dan bergerak mengambil berkat kesulungan, dan dapat.

    Demikian juga dgn Yesus dlm konteks yg lain, Dia didorong oleh Ibunya memikirkan anggur. Walau Yesus berkata “belum saatnya”, tapi Ibunya terus mendesak melalui pelayan2 di situ. Dn itu lah utk pertama kali Yesus berkarya menyatakan keagunga-Nya, di Kana, Galilea.

    Ay.2
    Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
    +++
    Gempa,
    Ketika Yesus mati menyerahkan nyawa-Nya ada gempa bumi.
    Ketika Yesus bangkit mengabil nyawanya kembali juga gempa bumi.
    Tanda Yesus akan datang yg kedua kalinya juga diawali dgn banyak gempa.

    Bangsa akan melawan bangsa negara menyerang yg lain.
    Gempa bumi dan bahaya kelaparan dimana-mana.
    Itu akan dan sedang terjadi (Mar. 13:8).

    Jadi,
    Gempa bukan sekedar peringatan akan kehilangan nyawa ini.
    Gempa harus bukan lagi hal yg ditakutkan dlm kehidupan fana ini.
    Tapi gempa menjadi peringatan utk tetap bergiat dan bertahan di dlm Yesus.

    Ay.3.
    Wajahnya bagaikan kilat
    dan pakaiannya putih bagaikan salju.
    +++
    Ayat ini cukup jelas!
    Kilat adalah berkas sinar bagai putih.
    Malaikat tak pernah tampak berwarna-warni.
    Pada warna sinar putih ada segala macam warna.

    Sinar putih yg melalui lensa merah akan berwarna merah
    Sinar putih yg melalui lensa hijau akan berwarna hijau
    Sinar putih yg melalui lensa biru akan berwarna biru

    Jika sinar melalui yg prisma akan terseparasi berbagai spektrum warna.
    Prisma membiaskan cahaya berbeda dgn sudut bias yg berbeda juga.
    Tapi sinar yg melalui lensa merah, hijau dan biru akan kembali putih.
    Bisa jadi kita org beriman sedang melihat kebenaran dari lensa masing2.

    Ay.4.
    Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan
    dan menjadi seperti orang-orang mati.
    +++
    Cukup jelas!
    Gemetar, ketakutan, pucat, seperti orang mati.
    Ketakutan kerap mengandung ancaman pd dirin.
    Entah ancaman mati, takut dipecat, dihukum, atau dimarahi, dll.

    Takut adalah mekanisme dasar utk pertahanan hidup.
    Awal takut utamanya ada dua: kaget atau terkejut.
    Perlu diuji:, apa saja sebab dan beda efek kaget dan terkejut.

    Ay.5.
    Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu:
    “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
    +++
    Takut yg ini diawali dgn terkejut karena apa yg diharapkan tak sesuai dgn kenyataan. Malaikat tahu, perempuan-perempuan itu hanya mencari Yesus yang mati disalib, Perempuan-perempuan itu bukan hendak mencari Yesus yg bangkit dari mati.

    Mereka lupa atau belum mengerti apa yg dimaksud Yesus dengan kebangkitan-Nya.
    Ironisnya, justru musuh Yesus ingat kalau Yesus akan bangkit, tapi dianggap tahyul.
    Oleh karena itu mereka memohon penjagaan yg ketat pd kuburan Yesus.

    Satu lagi yg cukup jelas ,
    Malaikat Tuhan hanya berkata kepada orang yg mengasihi Yesus,
    Malaikat tak berkata kpd penjaga-penjaga kubur yg ketakutan itu,
    Karna fokusnya hanya menjaga Yesus tidak dicuri murid-murid-Nya.

    Bagi kita,
    Takut lah hanya kepada Tuhan saja,
    Takut akan Tuhan awal segala berkat.
    Taku akan yg lainnya tak ada manfaat.

    Spt kata Yesus pd kesempatan lain:
    “Janganlah takut kpd mereka yg membunuh badan, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutlah kepada Allah yg berkuasa membinasakan baik badan maupun jiwa di dlm neraka.” (Mat.10:28)

    Ay.6.
    Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit,
    sama seperti yang telah dikatakan-Nya.
    Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
    +++
    Pd Ayat 6. ini perempuan2 itu belum mengerti dgn jelas
    Apa yang dimaksud Yesus dengan kebangkitan-Nya
    Jadi, wajar bila mereka masih ragu dan masih takut.

    Malaikat tahu bahwa ada keraguan pd perempuan-perempuan itu (semoga kita tidak). Seperti kita pun kerap kurang percaya kalau hanya dari baca dan atau apa kata Bapak Pendeta. Dan atau spt pd selanjutnya, Tomas, murid Yesus, tak mau percaya sebelum melihat bekas pakunya.

    Malaikat berkata: “Mari, lihatlah tempat Ia berbaring!”, utk meyakinkan mereka.
    Ungkapan “Seeing is believing!” adalah utama bagi hal-hal yang duniawi.
    Tapi utk yg rohani ungkapan itu hrs menjadi “Believing makes you see!”

    Sebab apa yang dikatakan Yesus kemudian adalah:
    “Berbahagialah mereka yg tidak melihat, namun percaya.”
    Jadi iman percaya kita harus lah penuh oleh perkataan Yesus itu.

    Ay.7.
    Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya
    bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati.
    Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia.
    Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.”
    +++
    Ini lah misi suci, menyebarkan berita kesukaan, bahwa Yesus telah bangkit.
    Malaikat menganjurkan jangan termenung atau tercengang lama-lama,
    Segeralah pergi, beritakanlah bahwa Yesus telah bangkit dari antara org mati,
    seperti apa yg pernah dikatakan-Nya!

    Ay.8.
    Mereka segera pergi dari kubur itu, dgn takut dan dgn sukacita yg besar
    dan berlari cepat-cepat utk memberitahukannya kpd murid-murid Yesus.
    +++
    Mulanya takut karna mengantisipasi kesalahan.
    Kemudian diingatkan dan yakin bahwa Yesus telah bangkit.
    Baru lah muncul sukacita yg besar utk mengabarkan kebangkitan-Nya.`

    Perempuan-perempuan itu berlari dgn “takut dan sukacita”.
    Mungkin takut terlambat memberitakan sukacita kpd murud-murid Yesus.
    Atau mungkin takut karena kebenaran berita ini “terlalu bagus utk dipercaya”.

    Mungkin takut mereka di ini bukan lagi seperti takut yg pertama.
    Takut yg ini namanya: “Takut akan Tuhan, yaitu awal segala berkat.”
    Ya! Hanya kepada Tuhan lah kita hrs takut, yaitu takut berbuat salah.

    Ay.9.
    Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.”
    Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
    +++
    Mereka semakin percaya bahwa benar Yesus terkasih itu telah bangkit. Ketakutan hilang keberanian datang, mereka mendekat, memeluk dan menyembah-Nya. Dan ternyata, inilah puncak kepercayaan kita itu, bahwa Yesus benar-benar adalah Allah.

    Itulah doktrin penting penumbuh iman kita:
    Ada kebangkitan, ada kehidupan kelak
    Besar pengharapan, di Surga kekal.

    Ay.10.
    Maka kata Yesus kepada mereka:
    “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,
    supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”
    +++
    Yesus mempertegas anjuran Malaikat itu, jangan takut.
    Sehingga tinggal lah sukacita saja tanpa ada rasa cemas lagi,
    Sukacita ini hrs disampaikan walau kesaksian ini dari perempuan.

    Dan Yesus juga mengulangi tempat perjumpaannya, Galilea,
    Tempat Dia pertama-tama sekali menyatakan keagungan-Nya,
    Juga tempat Dia pertama-tama sekali bersekutu dgn murid-Nya.

    Kepada kita ada tempat perjumpaan dgn-Nya di rumah Bapa di surga, Yoh. 14:1-3:
    “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
    Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.
    Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.
    Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
    Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu,
    Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,
    supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”

    Aplikasi:
    Kita sering lupa bahwa kebangkitan Yesus itu memberi kekuatan bagi kita orang percaya. Bila nyata ada kebangkitan setelah kematian maka hrs ada pengharapan hidup di Surga. Kita hrs tak spt awal perempuan-perempuan itu lagi, cemas pd penyaliban dan kematiaa-Nya. Kabar kebangkitan-Nya telah sampai kpd kita bukan hanya ke dlm kepala tapi juga ke dlm hati.

    Takut:
    Adalah ketika mengadakan reaksi dgn yg tak sejalan dgn pikiran.
    Perempuan itu takut karena bermaksud melihat Yesus yg mati disalib,
    Bukan hendak bermaksud melihat Yesus yg bangkit dari kubur, terkejut lalu takut.

    Ketakutan kerap menghasilkan kekecewaan.
    Ketakutan adalah bukti ketakpercayaan,
    Atau bukti karena ada kesalahan.

    Misalnya:
    Spt Adam yg takut kpd Allah,
    Karena melanggar perintah-Nya.

    Ketakutan membuat mandeg segalanya.
    Takut gagal, takut diancam, takut miskin,
    Takut menerima tantangan hidup di luar diri.

    Kekuatan takut kuat bisa mengurung kita lalu mandeg.
    Apa kunci utk keluar dari kurungan kekuatan takut itu?
    Hrs ada keberanian lain yg lebih kuat dari kurungannya.

    Jika ujung dari ketakutan yg kuat itu adalah mati
    Maka pangkal kekuatan keberanian itu adalah bangkit.
    Kita hrs sudah percaya dgn ditenagai oleh kebangkitan Yesus.

    Nama itu telah menguatkan orang! (Kis. 3:16)
    Hanya itu yg membuat para misionaris berani mati dimakan kanibal sekali pun.
    Percaya kpd Nama Yesus yg memberi semangat yg kuat dari kemandegan hidup.
    Kita pun hrs tak takut lagi kepada setiap ancaman, pun yg mematikan.

    Yoh. 4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan:
    kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;
    sebab ketakutan mengandung hukuman dan
    barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

    Salam Damai!

    • hi pak sabdo langit,
      sampaikan pada orang -orang yg mau cari Sang Ratu Adil,

      saya beritahu alamatnya:
      Rumahnya di kota palembang jalan Merdeka terus ke jalan Ratna/Permata dekat gereja Immanuel,
      rumahnya tepat diujung sungai Musi,

      setahun yg lalu, seseorang yg mengaku sebagai raja iblis ke 13, mendatangi rumah sang Ratu,

      si iblis itu merasakan gelombang aneh yg keluar dari kamar sang Ratu.

      jadi, tidak usah susah-susah lagi mencari satrio piningit itu,

      telah saya tulis dengan jelas alamat rumah sang ratu

      semoga secepatnya menemukan SATRIO PININGIT ASLI

      semoga goro-goro cepat terjadi, biar orang-orang terkejut dengan azab Tuhan, dan mencari Pertolongan

    • saya tambahkan info. nama tersembunyi satrio piningit-Ratu adil:
      Nur Syarifah al Yuliah bin Muhammad Kamil bin H.Ibrahim bin KH.Azhari

      ini silsilah jalur ibu
      Nur Syarifah al Yuliah bin … bin Nyi mas Fatimah bin Kemas Hasyim bin Kemas Said bin…

      tahun kelahiran 23 Ramadhan 1402 H
      pukul 22:10 wib (jam 10 malam lewat 10 menit)
      kamis malam.

  2. nyuwon sewu bangsa dan negara ini baru bisa benar dan makmur jika para pemimpinya mau dan benar benar siap menjalankan amanat para leluhur yang tertuang dalam UUD-1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan abadi dan keadilan sosial yang berdasarkan ketuhanan yang maha Esa kemanusiaan yang adil dan beradab persatuan kerakyatan yang dipipin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan da keadilan sosial bagi seluruh rakyat…apakah ini semua sudah dilaksanakan oleh para pemimpin bangsa ini ???

  3. Thank’s infonya…yg berasal dr dunia gaib…meskipun cerita namun kehidupan mereka pun butuh ketenangan dan keselarasan alam semesta…Alam sudah banyak memberi karena ibadahnya kepada manusia…tpi sangat disayangkan manusia lupa mensyukuri dan memulihkan keseimbangannya…salam silaturahmi ntuk semua…amin.

  4. yg menjga gunung merpi naga kumbang, bliau marah krna manusia telah lupa sma janji’a,sudah gk ada lagi tata krma.bencna blum usai slma manusia masi menghalalkn segala cara untuk melakukan apa saja..
    Bncna akan dtng di sumut,aceh..
    Perbaikilah akhlak x’an..
    Agar bncna menjauh..
    Salam Trima kasi..

  5. hahaha…,

    stress berat cuuuy…,

    tinggal tunggu waktu aja ledakan yg lbih dahsyat lg pasti terjadi u/ membumi hanguskan batara kala yg telah merusak tatanan dan sendi kehidupan masyarakat nusantara khususnya dan masyarakat dunia umumnya.

  6. Nuwun sewu nderek nyimak,
    jd ingat cerita teman, merapi baru berhenti meletus setelah dianterin 6 ekor wedus gembel kedalam kawah.

  7. Nuwun sewu nderek nyimak,
    jd ingat cerita teman, korban merapi emang di pilih sendiri ( bukan acak ) dan merapi baru berhenti meletus setelah dianterin 6 ekor wedus gembel kedalam kawah.

    • Merapi minta korban yg rela?
      Enam wedus gembel rela dikorbankan,

      Memang begitu,
      Utk segala keinginan butuh korban,
      Enatah korban waktu, moril, materil.

      Ingin selamat adalah keinginan yg hakiki,.
      Utk yg hakiki, korbannya pun kudu agung.

      Salam Damai!

  8. Gunung merupakan ciptaan Allah yang banyak di sebut di dalam Al Qur’an, yang diantaranya : ” Dan engkau menyangka gunung itu diam, padahal gunung itu berjalan seperti jalannya awan”, ” Dan Allah SWT menjadikan gunung itu sebagai pasak agar bumi tidak bergoncang”dll, jadi fenomena apapun yang terjadi pada gunung merapi adalah murni kehendak Allah, dan musibah yang ditimbulkan dari efek letusannya bisa jadi itu satu isyarat bahwa keseimbangn alam telah manusia rusak dimana2, atau Allah sedang menguji hambanya, dan menunjukan kepada manusia bahwa alam semesta ini Allah penguasanya, bukan murka para leluhur penyebabnya.tetapi itulah kehendak Allah selaku sang pencipta

  9. memang kalau di logika benar atau pun salah nggak terlalu penting…
    kita tinggal di dunia bukan hanya sendiri,bukan hanya manusia..
    namun sekarang jaman sudah semakin modern dan tradisional pun mulai hilang..
    ibaratkan dulu orang berkomunikasi dengan menggunakan lesung dan sekarang jaman sudah semakin berbeda..sekarang sudah bisa menggunakan alat komunikasi elektronik
    namun aku akan berusaha dengan melestarikan adat jawa dan selalu menjaga alam..
    karena disini aku hidup dengan bantuan meapi karena keanekaragamannya

  10. Sbgai org jogya…hanya prihatin. Yg terjadi terjadilah itulah jt lagu ..kupu 2 malam cip Mba Titik puspa

  11. ternyata di jawa masih ada yg bebakti dgn leluhur..
    kirain…..
    kalau bukan kita
    siapa lagi…?
    80% leluhur indonesia yatim piatu…
    TOLAH TEMANUH AMAH TEMAH…!!!

  12. Ki juru taman niku sinten nggih? Tulisannya samar tidak tuntas menjelaskan sosok Kijuru taman . Tapi dari tulisan diatas sy simpulkan bahwa yg dimaksud Kijuru taman adalah jin penjaga gunung merapi. Sejauh itukah kita harus taat dgn mahluk Allah dari jenis jin? Apakah betul bahwa kekuasaan jin penjaga merapi sebesar itu? Bisa memerintahkan gunung merapi meletus memuntahkan laharnya kapan dia mau?

    Kalau itu benar maka dimanakan kekuasaan Tuhan? Atau memang penjaga gunung itu sendiri punya kekuasaan setingkat kekuatan Tuhan ?

    Disini akal sehat agak susah mencernak. Dgn rasa hormat yg sedalam-dalamnya kami mengajak kepada siapa saja untuk memandang kejadian dibalik peristiwa dgn mata batin yg jernih. Agar kesimpulan tdk berdasarkan nafsu tidak berdasarkan angan-angan belaka.

    Mari kita hormati kita hargai sosok mahluk Allah seperti Ki Juru taman sesuai kewajawan terhadap sesama ciptaan Allah. Bukankah selama ini adat jawa berupa sesaji ,kunduri ,membuang tumbal di laut selatan ,ritual di gunung merapi, tdk pernah telat dilaksanakan oleh rakyat jogja? bahkan pemerintah ikut turun tangan membiayai dan melestarikan adat itu? Tapi kenapa gunung merapi tetap saja memuntahkan laharnya pertanda dia lebih kuat dari sepenjaga gunung itu sendiri.

    Meremehkan Mahluk Allah yg berada di alam ghoib seperti Ki juru taman sungguh tdk boleh. Sama ketika ada sikap meremehkan kpda sesama manusia juga tidak dibenarkan. Karena itu pertanda sebuah kesombongan.

    Namun Sebaliknya Meng agungkan kpada sesama manusia atau mengagungkan Jin seperti ki juru taman sangat mencederai aqidah. Disini ada sikap menduakan Tuhan sebagai penguasa tunggal di jagat raya ini. Karena semua mahluk Allah pada dasarnya adalah sangat lemah. Dia tidak punya apa2 dan tidak bisa apa2. Kalau dia bisa berbuat sedikit itu semata2 kekuatan dari Allah. Mari ketika kita melihat kejadian dibalik peristiwa kita sandarkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar batin kita, mata hati kita bisa terasah dengan jernih. semoga

    • Teno Hikmatiar Yth
      Ki Juru Taman dulunya adalah penjaga atau perawat kedaton si Kraton Mataram Kotagede. Ki Juru Taman bukan bangsa jin. Yang lebih kuat dari Ki Juru Taman juga ada kok. Misalnya orang yg membuat bom atom utk ngebom hiroshima dan nagasaki. Kenapa tidak anda tanyakan dimana kekuasaan Tuhan?
      Anda salah paham, salah mememahami. Ki Juru Taman tidak menentukan kapan merapi meletus atau kapan berhenti. Tak ada tulisan seperti itu. Itu kesimpulan sepihak anda. Saya sepakat, monggo panjenengan jyga gunakan batin yg bening dan pikiran yg jernih agar tidak terjebak hawa nafsu.
      Satu lagi salahpaham panjenengan. Ki Juru Taman itu hanya bertugas menjaga agar letusan tdk mengarah ke Jogja, selama masy masih punya sikap welas asih dan menghargai sesama mahluk Tuhan. Masy membuat sesaji itu sebagai sara penyelarasan dan harmonisasi dengan alam semesta. Bukan utk mencegah merapi meletus. Justru diharapkan Merapi bisa meletus secara rutin agar tdk membahayakan jika rentang tdk meletusnya dalam waktu yg lama.
      Rahayu karaharjan

  13. dari seluruh cerita\tulisan di atas saya mau bertanya kepada penulis?…..
    Dimana Allah SWT?
    dr keseluruha tulisan Allah SWT hanya selembar kertas dari ribuan, kertas setiap kisah ada benang merahnya, setiap langkah ada arahnya, setaip anak ada induknya….. dari sebuah kesalahan pasti ada pembenaran, dr zaman kebodohan menuju zaman “Terang benderang” bumi akan kiamat jika datang tanda2 nya, Dzat dr segala dzat adalah dzat kang agung “kang nyipto langit dan bumi serta isinya” semua hanyalah mahluk yg berarti ada yang menciptakan dialah sang maha kehendak yang tersusun di asmaul khusnah……….

  14. Pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2010, YM Sultan Adji Sulaiman Raja Kutai Kertanegara ke 18 memerintah pada pertengahan abad 18, mengingatkan supaya segera melaksanakan perintah untuk ritual labuh ke puncak Gunung Merapi (Bingung saya baca awalnya… dia memerintah Kutai Kertanegara abad 18, lalu 2010 mengingatkan labuh. Bagaimana sih ini nalar kalimatnya????)

    • Kang katinafish godean ramto yth
      Dari isi komen akan tampak seberapa dalam pengetahuan dan kesadaran spiritual dulur2.
      Monggo sing kalem, lerem, lan menep ati, supados wening dan tdk gampang bingung. Monggo biasakan diri menggunakan nalar séhat supaya terasah kesadaran spiritnya. Jgn biarkan unsur api/naar/emosi menguasai diri. Murih bêgja lan kebak keslametan ing papan ngendi bae.
      Jaya jaya wijayanti

  15. hanya berbagi… tak hanya gunung merapi yang mencuci ibu pertiwi=bumi khusus di p jawa… gunung kelud bahkan krakataupun tak ketinggalan menyingsingkan lengan baju… sudah siap mencuci bumi ini… status waspada…
    youtube.com/watch?v=fUAjw9-edYs

    • Matur nuwun sanget ki sampun dijelaske. Awalipun kula penasaran kaleh geger boyo Merapi n pun dijelaske ten mriki.
      Kita memang tk boleh melupakan ilmu kejawen yg sudah turun-temurun sdah d wariskan oleh para leluhur. Kini, di zaman ini smua sdah terbukti bhwa masyarakat sdah mulai melupakan kearifan lokal dri ilmu kejawen dg alesan takhayul n sbagainya, toh smuanya jga tk ada yg merugikan n demi kebaikan bersama.
      Hal2 smacam ini memang tdak bisa di nalar dg logika. Tk akan pernah bisa.
      Matur nuwun.

    • Kenapa harus selalu gunung Kelud?
      terlampir peta geologi jawa timur…
      i2.wp.com/bpnjatim.wordpress.com/files/2008/03/jatim-2.jpg
      gunung berapi kelud adalah alat pengurang tekanan seperti pada pressure cooker, panas magma atau masakan di dalam panci (rongga bumi) menjadikan tekanan akan naik, maka sumbatan paling lemah (gunung kelud) akan dilalui untuk membuang tekanan yang besar itu…
      youtube.com/watch?v=TWV3FbgPPXo
      Kenapa letusan besar? karena pembuangan tekanan dari gunung botak dan kawi yang permukaan lapisan gunungnya tebal, dimana kekuatannya ada di timur sehingga arah letusan ke barat (tekanan terlemah)… maka dengan demikian sampailah abu ke jawa tengah jawa barat…

    • Sepertinya lembu suro sudah keluar dan terbang dengan penampakan kepala dan senyuman khas spt singa (menghadap timur)….. :)
      inquisitr.com/1133951/mount-kelud-eruption-kills-three-100000-forced-to-evacuate/

      • Nah kalau ini penampakan kepala lembu suro, kalau dilihat dari Sumber Sari Blitar. tampak di bagian atas kepulan debu sosok tersebut menghadap tepat ke kamera, jadi arahnya menghadap ke barat atau barat daya gunung Kelud… pantas saja beliau ingin jalan jalan ke arah barat pulau jawa… :)
        antaranews.com/en/news/92683/abd-rahman-saleh-airport-in-malang-closed-following-mt-kelud-eruption

      • Namanya saja… gunung Kelud, ya mestinya ya proses kelut kelut karena debu… atau proses disulaki disit loh hehe… ya istilahnya bedalah dengan banjur”yang identik dengan banjir banjir.. kalau banjur” ini menggunakan air… nah kalau debu sudah disulaki dan yang mana mbah Lembu Suro nya juga sudah terpuaskan jalan jalannya, maka mugi mbah Lembu Suro kalian mbah mbah sedoyo saget maringi putune toya kangge banjur” kangge ngurangii debu ingkang kethel…. banjur banjure sampun seru”… alon” wae (slow but sure)… kuatos mangke mleseti… hihihi

      • Ya memang manusia bukan apa apa hanya debu saja dibanding KEKUASAAN ALLAH, dan manusia hanya bisa berdoa dan berharap kepada Sang Maha Pencipta semoga semua tempat bumi ibu pertiwi benar benar di-tayamum oleh debu Kelud… dan di-wudhlu oleh air hujan… juga oleh sungai” yang ada… Amin ya Rabb.. Wassalam

      • Belajar dari kucing, kenapa harus dengan debu/tanah dulu? kerusakan manusia ibarat kotoran kucing, yang menghasilkan aroma bau yang menyengat tidak sedap untuk dihirup (polusi udara)…… nah mengamati perilaku kucing, bila kucing membuang kotoran maka secara naluri ditutuplah kotoran itu oleh kucing dengan tanah atau debu… dengan cara diuruk dengan debu atau tanah maka bau dari kotoran itu akan berkurang… andai kotoran kucing itu tidak diuruk tanpa tanah atau debu dan disiram langsung dengan air maka aroma bau menyengat tidak sedap kotoran kucing itu akan semakin tersebar kemana mana mencemari lingkungan… jadi proses yang alamiah benar adalah kotoran yang bau itu diuruk dengan debu dulu didiamkan beberapa waktu sampai bau itu lenyap dan selanjutnya diguyur dengan air… :)
        Jadi kesimpulannya, semakin tinggi tingkat kerusakan manusia yang menghasilkan aroma tidak sedap maka akan semakin banyak debu yang dibutuhkan untuk menguruk kotoran dan mengurangi aroma tidak sedap yang dihasilkan dari tingkah polah manusia itu… kira kira begitu teori ilmiahnya.. hehehe

    • Kemungkinan arti sebenarnya mbelah tanah Jawa kaping pindho menurut mbah Ronggo… adalah meletusnya KRAKATAU… wait and see… maaf hanya mengamati saja… maklumlah pengamat… :)
      keprionline.blogspot.com/2011/11/when-java-and-sumatra-separate.html

      • Berikut prakiraan ilmiahnya… daerah lemah patahan pelat bumi ada di sisi barat Pulau Sumatera… atau disebut plate breakup region…
        assets.decodedscience.com/wp-content/uploads/2012/09/sumatra-earthquake.jpg

        Diketahui dengan aktifnya gunung anak Krakatau maka daerah tersebut dikatakan daerah tekanan tinggi…
        geology.com/noaa/indian-ocean-tsunami/indian-ocean-tsunami-sumatra-indonesia-lg.jpg

        Sebelumnya gunung Sinabung (tekanan lemah) memberikan kekuatan pada pulau Sumatera sebagai pasak… dan kenyataannya akibat erupsi maka dipastikan lemah, magma sudah keluar…

        Tekanan besar dan tetap tinggi dan dimungkinkan makin tinggi pada gunung Krakatau.. sumatera melemah dan jawa barat stabil (tekanan tinggi) dikarenakan produksi magma tetap stabil dan besar… karena keberadaan gunung api tersier di banten.. stabil memproduksi magma
        jsbudiman.files.wordpress.com/2012/09/11.jpg

        Putaran bumi berputan dari barat ke timur… menjadikan sumatra bak perahu sudah kehilangan jangkarnya… menuju pulau jawa dan memberikan tekanan semakin besar pada anak gunung krakatau… logikanya walau anak gunung Krakatau sudah sering mengeluarkan isinya namun desakan kiri kanan pulau sumatera dan jawa lebih besar, maka kemungkinan besar anak gunung Krakatau akan batuk batuk lebih KERAS dibandingkan seperti biasanya… selain dari magma produksinya sendiri juga kemungkinan akan ditambah suplai masakan magma ke anak krakatau dari gunung tersier di banten… bila tekanan sudah maksimum harus dikeluarkan menuju tekanan lebih rendah.

        Maka seandainya gunung anak Krakatau batuk bisa diprediksi batuknya mengeluarkan debu seperti gunung Kelud ke arah BARAT… begitu analisisnya… sekali lagi maaf bukan mangada-ada tapi menganalisis saja… dan untuk peringatan dan berjaga…

      • Walau anak gunung Krakatau batuknya KERAS… dan menuju BARAT… bisa diukur arah debu dan kerikil arahnya ke LAUT HINDIA… yang bermasalah apakah akan ada kenaikan MUKA LAUT tiba tiba di sekitarnya? dan juga anginnya mau bertiup kemana? itulah yang harus diwaspadai… :)

      • Supervolcano Krakatoa.. sepertinya akan kembali menjumpai manusia… bersiaplah..
        “In AD 535/536 mankind was hit by one of the greatest natural disasters ever to occur …. It blotted out much of the light and heat of the sun for 18 months and resulted, directly or indirectly in climatic chaos, famine, migration, war and massive political change on virtually every continent”.

        krakatoa-volcano-eruption.blogspot.com/2006/12/super-volcano-historys-greatest-secret.html

        republika.co.id/berita/nasional/daerah/14/02/19/n17wwt-gunung-anak-krakatau-berkabut-pertanda-apa

  16. 500 Tahun yll alam bersaksi terhadap Sumpah Sunan Kalijogo mewakili Walisongo dihadapan Prabu Brawijaya dan abdinya Sabdapalon Noyopgenggong meminta izin supaya agama Islam yang luhur diperkenankan disebar di Nusantara selama 500 Tahun, karena setelah itu atas kehendak Tuhan YME agama2 tidak akan dipakai lagi diganti dengan peradaban baru yang lebih baik.

    Sekarang alam dan Sabdopalon sudah tiba waktunya menagih janji, maka di mana2 gunung2 meletus, banjir, tanah longsor bencana alam di mana2 menagih janji, Bangsa Indonesia harus segera kembali ke Jati Dirinya sendiri yaitu kembali ke levelnya sendiri yang yang jauh lebih tinggi dari level spiritual bangsa2 asing tsb yang tidak mampu rukun bahkan dengan saudaranya sendiri keluarga Ibreahim, bangsa Indonesia dengan Metafisisnya sendirin harus mempersiapkan diri menjadi pemersatu seluruh umat manusia atau menjadi mercusuar dunia, nabi bersabda suatu bangsa memakai adat istiadat bangsa lain akan menjadi bangsa lain tsb, bisa dibayangkan gimana kalo memakai spiritual bangsa lain akibatnya luar biasa bangsa Indonesia menjadi tumpul metafisis dan spiuritualitas bangsanya sendiri hanya pandai foto copi ayat arab, tidak lagi berhati nurai lagi manunggaling kawulo gusti dan menjadi arab bahkan lebih arab lagi, menjadi bangsa berkasta rendah tak punya kebanggaan apa2

    • hati2 kalo ngmg. Kata2 anda itu menyakiti dan melecehkan islam dan sluruh umat islam! Dasar kafir!
      Mana yg anda anggap sbg jati diri ajaran “agama” nusantara?
      Ajaran yg anda sbut kearifan leluhur itu tak lbh jg copy paste dan ramuan ajaran agama2 lain yg lbh dlu dtg ke nusantara.

  17. Ngapunten, hanya ingin berbagi saja… tentang guna dari volcanic ash (abu gunung berapi)… abu gunung berapi itu selain katanya menyeramkan juga menyesakkan nafas, namun disisi lain juga ada MANFAATnya dan sangat diperlukan manusia loh… karena mengandung sinar far infra red yang menyehatkan tubuh manusia berikut data ilmiahnya…
    atmos-meas-tech-discuss.net/6/8937/2013/amtd-6-8937-2013.pdf
    dan salah satu kegunaan sinar far infra red dari hasil penelitiannya
    ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23474008

    Jadi meletusnya gunung berapi dengan menghasilkan abu gunung berapi jutaan meter kubik, selain katanya sebagai bencana namun disisi lain adalah anugrah buat manusia yang sudah waktunya membutuhkan secara massal… untuk kesuburan tanah juga kesehatan manusia yang sudah hopeless sepertinya hihihi

    Sekaligus membuktikan bahwa Sang Maha Pencipta Gusti Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang… pada umat manusia… juga makhluk Allah yang lain :)

    • Seandainya kita ingin lebih bijak dalam berperikehidupan total, dan kita mau berbagi pada mkhluk di alam semesta ini, alangkah lebih baik dan indahnya bila sewaktu beberapa gunung berapi meletus, 3/4 kembalikan ke alamnya lagi jangan di jamah di eksploitasi manusia serampangan lagi, berikan 3/4 wilayah gunung kepada makhluk unseen atau gaib itu (istana atau tempat peristirahatan atau hotel klas dunia para dewa2 dewi2, ruh2 ataupun jin2 hihihi) untuk ditempati dan mungkin bisa diolah oleh mereka dengan cara mereka…

      Selain itu juga dengan tatacara pembagian 3/4 bagian itu maka akan kembali berfungsi sebagai PABRIK OKSIGEN…. juga pabrik AIR…. listrik atau energi air dst dst yang nantinya akan memberikan sumber energi atau sumber penghidupan baru yang lebih baik bagi manusia dan binatang.. yang hidup di daerah cagar alam atau konservasi atau di bawah kaki gunung tsb…

      Tentu oksgenisasi itu diperlukan untuk sumber OZONISASI yang dimasak oleh PANGERAN PETIR yang dibutuhkan pada lapisan stratosfer atmosfer bumi… hanya berandai andai saja… hehehe

      • Berita independen yang bagus… berita gunung Kelud ada di link ini… dan ulasan yang lain tentang indonesia juga ada… pandangan mata dari sisi yang berbeda… hihihi
        dissidentvoice.org/2014/02/kelud-volcano-tears-washing-ash-away/

  18. Si Inong Ratu Palsu

    Ha..ha..ha..lucu banget..jutaan orang sudah tahu..meleset semuuaaa..wakaka..sumpeh..lucu abis..wakakaka..

  19. kejawen sama sekali tidak mengenal kebenciaan didalam hati, kita hanya mengenal rasa yang dipenuhi rasa welas asih (ar rahman hir rahim) dari kedalam diri bagusing ati gusti, dari dalam hati kita sendiri, kejawen mengasihi semua mahluk hidup kafir atau beriman baik atau jahat sama saja yang jahat kita tolong supaya jadi orang baik dan kelak juga bisa pulang keasalnya dengan benar, yang kita hindari kejahatannya saja

    kita tidak lagi hidup di jaman kerajaan agama berkuasa, dimana polisi syariat diberi wewenang membunuihi orang yang yang berlainan pendapat, kita kejawen sangat mencintai semua ajaran, terutama manusiannya, kita amat mengasihi anda

    kita kejawen tahu persis kebencian atau kejahatan berasal dari malaikat pembangkang yang tidak mau bersujud kepada adam karena adamlah yang diangkat menjadi wakil tuhan dibumi bukannya dia malaikat pembangkang yang sudah mengabdi selama 6000 tahun sebelum adam kepada tuhan dengan baik

    sedang manusia sebagai wakil tuhan di bumi diciptakan sebagai kebaikan berdaulat yang semuanya itu ada dikedalaman diri atau hati manusia dan selalu dijaga agar tetap baik bukan ditaruh diluar diri dan disembah-sembah itulah sebabnya selamanya terpisah mana bisa bersatu atau manunggal kalau ditaruh diluar diri

    kejawen selalu eling dan waspada menghindari iblis/kebencian hati yang berasal dari malaikat pembangkang yang bersembunyi didalam kegelapan hati kita, yaitu bersembunyi didalam rasa, yaitu rasa kebencian atau iblis yang bersembuni di dalam hati manusia, sesaleh apapun manusia itu tapi tidak akan kunjung menjadi cerdas, kalau masih belum bisa membedakan arti cinta kasih dan arti kebencian dan masih ada atau masih menyembah kebencian dihatinya, kita amat sangat mengasihi anda bro

    kita mengasihi manusianya dan menghindari kejahatannya atau kita mencintai anda semua, kita tidak mau bersujud kepada kebencian hati, sudah lama bro kita mengganti kebencian hati dengan cinta kasih, mereka yang masih saja tidak cerdas malah menyembah iblis/kebencian/kejahatan yang dikiranya tuhan yang maha PENGASIH dengan cara masih saja membenci dan ingin membunuhi manusianya, ini udah kuno dan usang, sekarang sudah ganti jaman milenium ke 7, yaitu milenium cinta kasih

  20. kejawen adalah makna atau arti yang sebenarnya , apa adanya jujur pantang berbohong buat apa tidak ada gunanya dan tidak disebar, lain dengan menyebar dengan sendirinya ataupun kata2 yang ber belit-belit, sedang ayat2 masih harus dicari dulu maknanya dan kejawen sekali lagi bukan agama tapi hanya sekedar kebaikan hati, bagusing ati atau gusti, sama sekali tidak ada kebencian, kita teramat sangat mengasihi anda semua bro

  21. jawadenganjawanya

    suka banget baca tulisan ini jadi banyak tau tentang hal ghaib. saya keturunan jawa asli dan dalam hal ini saya sependapat dengan mas sabdolangit ttg ‘wong jowo lali jawane’. memang kesannya sukuisme bgt tapi kalo dipahami secara seksama intinya menurut saya bisa diartikan bahwa makin kesini manusia perilakunya semakin diluar kontrol dan melupakan keseimbangan alam yang ada,yang dipikir hanya duit,duit dan duit saja. agama hanya menjadi ageman saja!!! bagaimanapun alam ini adalah makhlu hidup ciptaan Tuhan bukan benda mati yang gak punya rasa. mungkin memang sudah waktunya alam yang ‘mengajarkan’ kepada para manusia (makhluk ciptaan Allah SWT yg paling mulia) bagaimana berperilaku yang baik. Bagi yang mengaku muslim,bukankah diajarkan dalam agama kita ttg habluminal’alam??? Jadi menurut saya pribadi tulisan mas sabdolangit keren koq,soal dianggap musyrik atau laennya itu tergantung bagaimana kita membaca dan memahaminya. Karena sesungguhnya semua yang terjadi adalah atas izin Allah SWT…. Mari menjadi manusia yang cerdas dengan mulai dari bangga menjadi Warga Negara Indonesia, krn dibumi yang kau tinggali ini ada banyak tetes air mata dan darah dari para pahlawan dan leluhur bangsa yang berjuang untuk satu nama yaitu ‘NUSANTARA’.

  22. merapi njeblugh nya sampai melethek gununge,
    ngeri loh, walaupun letusannya lebih kecil dari gunung lawu, namun efknya lebih mengerikan

  23. membaca artikel ini membuat hati saya tergugah seperti ada sesuatu yang harus saya cari, sejak 3 tahun lalu saya terus di bimbing ke hal yang kebanyakan orang bilang itu tabu dan sesat, saya justru menganggap hal itu masuk ke logika saya, seperti hal gaib yang saya temui dari artikel ki sabda langit, sebelumnya saya selalu di tuntun ke pemahaman yang ini sejak 3 tahun lalu. saya ketemu website ini dari saya membeli buku di gramedia yg berjudul Guru Sejati karya Dr.Suwardi Endraswara.

    Setahun yang lalu saya di ceritakan oleh ibu saya soal silsilah keluarga, katanya zaman dahulu kluarga ayah saya berasal dari Minang Kabau, mereka memiliki beberapa saudara yang bersumpah untuk keluar dari tanah minang ntah tidak tau jelas apa sebabnya mereka bersumpah untuk merantau keluar minang, katanya sampai 7 turunan tidak akan menginjakkan kaki ke tanah minang. Masing-masing keluarga pergi dengan membawa pusaka. Singkat cerita ayah saya adalah keturunan ke 8, beliau kuliah ke pekanbaru riau dengan membawa pusaka keris tersebut, dan beliau keturunan kedelapan pertama yang menginjakkan kaki ke tanah minang tempat leluhurnya. sekarang keris pusaka yg ayah saya bawa itu telah hilang lantaran zaman kuliah beliau dlu di larang membawa senjata tajam keluar kota menggunakan kapal. Saya semakin penasaran dengan cerita silsilah keluarga saya ini.

    Bagaimana menurut ki sabda langit? saat ini saya telah memulai belajar tentang olah rasa, meditasi dan sebagainya walaupun secara otodidak referensi dari youtube dan google, namun saya merasa masih belum sampai ke tahapan expert. Mungkin karna bnyak keburukan yang saya lakukan. saat ini saya bertekat mempraktekan soal laku dan tapa yang anda jelaskan.
    saya masih umur saya 24 thn tinggal di pekanbaru riau, terkadang sangat sulit mengontrol emotional dan nafsu.

    Menurut ki apakah saya bisa bertemu dan komunikasi dengan Guru Sejati?
    Terimakasih. Rahayu

  1. Ping-balik: Merapi, Islam dan Masa Depan Nusantara «   

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 930 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: