BAB; Gempa Bumi
Gempa bumi dengan kategori kekuatan besar dan menghancurkan tetap bekerja sebagai seleksi alam, serta gerakan harmonisasi alam semesta. Di mana alam semesta beserta penghuninya mengalami perubahan-perubahan dan gerak tarik-ulur, dan saling tarik menarik. Antara gerakan negatif-destruktif dengan gerakan positif konstruktif. Untuk kasus gempa bumi, sisi misteriusnya adalah, gempa bumi merupakan gejolak amuk alam tetapi bukan berarti terjadi disorder dan disharmoni alam semesta. Sebaliknya biasanya tetap berlaku rumus keadilan. Alam bergolak TIDAK DENGAN CARA PENGECUT. Gejolak alam TIDAK akan berlangsung secara diam-diam atau mencuri-curi kesempatan bak seorang pecundang. Sebaliknya, alam semesta menjalankan “permainan” secara fairplay, sebelumnya selalu bersuara lantang menyampaikan pesan-pesan kepada seluruh penghuninya, meliputi hutan, gunung, sungai, dimensi gaib dengan makhluk halus penghuninya, serta binatang dan manusia. Seluruh isi dan makhluk penghuni bumi ini, pada kenyataannya MANUSIALAH YANG PALING NDABLEK, MATA & TELINGANYA sengaja dibuat TULI hanya karena alasan berlebihan takut tergoda bujukan setan yang gemar menyesatkan iman. Padahal setan itu melekat sejak akil baliq (usia dewasa) pasti bersemayam di dalam tubuh setiap insan, sebab setan itu tiada lain kiasan untuk nafsu negatif manusia, “setan” sebagai gambaran nilai-nilai negatif yang paradoksal kebalikan dari nilai-nilai “ketuhanan” yang serba positif. Ketakutan berlebihan itu, pada kenyataannya hanya menghasilkan kesadaran jahiliah, kesadaran yang terkungkung oleh unsur jasadiah meliputi rasio dan emosi nafsu negatif, namun sudah merasa diri orang paling benar di dunia.
Ilmu-ilmu dan alat-alat untuk membaca pesan-pesan alam telah lama ditinggalkan manusia. Ngelmu titen, ngelmu kawaskitan, dll yang dijadikan sarana membaca warning dalam bahasa alam dianggap sumber musrik dan tahyul oleh manusia-manusia picik dan dangkal kesadarannya hanya karena tidak memakai bahasa tanah suci. Padahal ilmu-ilmu tersebut sangat ilmiah bila dijelaskan secara komprehensif dan esensial. Ilmu yang mampu untuk mencermati apa yang menjadi kehendak Tuhan. Bila kita mampu membaca pesan-pesan dalam bahasa alam, maka kita akan weruh sadurunge winarah. Menjadikan kita lebih hati-hati dan waspada, mengerti dengan betul-betul apa yang harus dilakukan dengan arif dan bijaksana. Lantas apa manfaatnya jika kita menafikkan ilmu-ilmu untuk membaca bahasa Tuhan ? Bukanlah menjadi tidak sesat dan iman tergoda, namun hasilnya tidak lain adalah kegagalan untuk bisa “nggayuh kawicaksananing Gusti”. Jadi orang yang kagetan dan gumunan, dan tidak tahu akan dirinya yang sejati.
Manusia-manusia yang berwatak gumunan dan kagetan mudah bersikap gegabah bilamana bencana dahsyat (mega disaster) benar-benar melanda seantero negeri ini. Menjadi orang yang tak pernah menyadari apa yangs esungguhnya sedang terjadi. Kini zaman serba terbalik (wolak-waliking zaman), di mana orang suci dianggap kotor, orang kotor dianggap suci. Bandit menjelma bagaikan syeh, sebaliknya “syeh” yang sebenarnya justru diruduh sebagai seorang bandit yang kafir. Ulama spiritual sejati diangap sebagai orang sesat, sementara itu orang yang benar-benar keblinger dianggap orang pinter (alim). Tampilan kulit luar nan mempesona, yang indah manakjubkan dianggapnya sebagai isi dan tujuan yang dicari selama ini. Sedangkan isi yang sesungguhnya berujud belatung, namun dibayang-bayangkan sebagai “madu murni asli sumbawa”. Wolak-waliking zaman !! Banyak orang merasa diri bersih, suci, bener, pener, pas, soleh-solikah, padahal dirinyalah yang termasuk orang-orang keblinger itu. Dikiaskan dalam jongko sebagai setan yang berlagak manusia soleh: Ana setan riwa-riwa minda manungsa anggawa agama. Akeh kang padha katambuhan. Ada “setan berbulu” yang berlagak menjadi manusia yang ahli agama (alim ulama). Banyak orang yang tertipu tetapi tidak merasa tertipu. Itulah tanda-tanda zaman di saat ini. Alam pun menyambutnya dengan gebrakan dahsyat, gempa bumi, banjir besar, tsunami, distorsi cuaca yang sangat gawat, wabah penyakit aneh (pagebluk). Di mana-mana banyak perang karena emosi angkara manusia berebut CARI BENERNYA SENDIRI, cari butuhnya sendiri, cari menangnya sendiri. Dalam bertuturpun tanpa ampun, hati tega nian gemar menghakimi orang lain secara sadis dan hina, dengan hanya berdasarkan keyakinan asal-asalan, bukan menghakimi dengan data otentik dan kesaksian pasti nan sejati. Seolah dirinya tahu segalanya akan hakekat kehidupan sejati, seolah-olah pernah mati dan pernah menjelajah di alam kehidupan sejati. Padahal dasar pengetahuan dan keyakinannya sangat lemah, hanya omonge, ujare, ceunah ceuk ceunah, kabar kabur, kabur-kanginan. Sebaik apapun keyakinan tetap saja sekedar KONSEP BERFIKIR dan konsep beryakin (menata hati untuk percaya saja). Tak peduli walau dirinya tak pernah mengalami dan menyaksikan sendiri akan nilai-nilai ketuhanan. Just never say that : “keyakinan itu hanya perlu diyakini saja, karena manusia MUSTAHIL bisa tahu apa yang terjadi di alam kehidupan sejati, jika belum pernah mati. Kalimat itu, hanya berlaku bagi :
-
Siapapun yang enggan mengolah rahsa sejati. Yang hanya mengandalkan kesadaran jasadiah, meliputi kesadaran rasio yang teramat terbatas kemampan nalarnya.
-
Siapapun yang kesadaranya didominasi oleh kekuatan emosi / nafsu-nafsu negatif.
-
Berlaku bagi siapapun yang tidak mengenal konsep “setan” dengan sungguh-sungguh.
-
Bagi siapapun yang terjebak oleh belenggu ketakutan berlebihan akan sesat dan godaan iman.
-
Siapapun yang kesadarannya terbelenggu oleh dogma-dogma yang penuh intimidasi dosa-nerakawi dan iming-iming pahala-surgawi.
Sementara itu, sebuah tradisi lama leluhur bangsa ini telah membutikan bahwa tanpa harus mati terlebih dulu, sebenarnya manusia diberikan kesempatan “melongok” apa yang sesungguhnya terjadi di dalam panggung “alam kelanggengan” di mana terdapat kehidupan sejati, yang langgeng tan owah gingsir. Para pembaca yang budiman, mari kita kembali ke tema semula, mengungkap sedikit demi sedikit tabir misteri di balik bencana alam, khususnya gempa bumi. Berikut ini saya paparkan gejala umum akan terjadinya gempa.
Gejala Umum
-
Gempa bumi sangat mematikan biasanya terjadi pada saat banyak orang sudah terbangun dari tidur pulas, misalnya siang hari atau di saat pergantian waktu antara malam ke siang hari atau sebaliknya, siang hari ke malam hari. Tepatnya waktu antara jam 05.00 s/d 08.00 pagi atau sore. Jadi, bisa dikatakan gempa bumi mematikan tidak terjadi pada saat mayoritas orang sedang terlelap tidur. Sehingga pantas dikatakan bahwa “sing sopo leno keno“, siapapun yang terlena (tidak eling waspada) akan menjadi korban.
-
Gempa bumi dahsyat tidak terjadi pada saat orang sedang terlelap dalam tidur misalnya saat-saat antara jam 24.00 s/d 03.00 malam. Mungkin hal ini merupakan rumus/prinsip keadilan Tuhan, atau kearifan hukum alam/kodrat alam.
-
Gempa bumi tidak terjadi pada saat daratan terjadi bencana alam mislanya banjir. Karena musibah bencana alam biasanya tidak terjadi bersamaan, namun bergantian antara bencana yang datang dari daratan, udara, dan lautan.
-
Gempa bumi tektonik terjadi di saat musim kering, atau musim kemarau. Sebaliknya musim penghujan sangat jarang terjadi gempa bumi. Kecuali gempa vulkanik dari gunung berapi.
-
Gempa bumi tektonik konon tidak terjadi pada hari selasa. Gempa bumi juga tidak terjadi pada saat terjadi hujan lebat dan badai sedang menimpa daratan.
-
Setelah terjadi gempa besar, biasanya akan segera turun hujan sangat lebat pada malam harinya. Kejadian ini bisanya berlangsung hingga 3 kali/hari berturut-turut setiap malam hari. Setelah gempa besar, apabila tidak terjadi hujan di malam harinya, hendaknya ekstra hati-hati karena akan terjadi gempa susulan yang lebih besar. Apabia pasca gempa tektonik yang besar tidak terjadi hujan, hendaknya ekstra hati-hati terhadap gempa susulan yang kemungkinan besar akan terjadi.
Tanda-tanda Alamiah
-
Beberapa minggu dan hari sebelum terjadi gempa besar, biasanya akan muncul awan hitam mulai siang hingga sore hari. Kemunculannya hanya sekali dua kali/hari, setelah itu lenyap dengan sendirinya. Ciri-ciri awan hitam tersebut seolah bagaikan mendung tetapi tidak menghasilkan hujan, warnanya hitam keabu-abuan bergumpal, tetapi rata menutupi seluruh ruang pandang di langit. Awan hitam itu seolah jaraknya dengan bumi terasa sangat rendah/dekat. Tidak ada angin, suasana mencekam, hening namun terkesan sangat mistis (beraura energi kuat).
-
Cermati bila keadaan di atas mulai tampak. Coba anda konsentrasi di dalam rumah dan coba juga di luar rumah, apakah badan anda merasa panas/gerah atau malah cenderung dingin ? Jika anda tidak merasakan gerah, seyogyanya anda lebih hati-hati.
-
Langit cerah dan bersih, kadang terdapat gumpalan awan putih dengan membentuk sebuah konfigurasi yang aneh dan unik. Kadang muncul knfigurasi seperti pusaka misalnya keris, kujang, rencong, ekor kuda, tongkat vertikal. Kadang berbentuk menyerupai wayang kulit, wajah raksasa, wajah bola mata manusia dst. Berbagai konfigurasi awan yang aneh-aneh tersebut merupakan gejala yang dipengaruhi oleh radiasi energi bumi, kondisi tekanan udara yang mengalami distorsi oleh adanya desakan energi bumi yang melebihi kewajaran. Masing-masing konfigurasi awan memiliki arti dan makna sendiri-sendiri. Untuk menerjemahkannya pun perlu keahlian khusus setelah kita terbiasa mengolah rahsa pangrasa.
-
Di samping itu, saat sebelum gempa suhu terasa sangat panas menyengat melebihi kewajaran biasanya. Bahkan pada saat anda di dalam ruangan atau rumah sekalipun. Rasakan dan cermati hawa panas semacam ini, biasanya secara spontan membuat perasaan menjadi panik, gundah, gelisah. Itulah panasnya hawa bebendu, sampai terasa panas di daun telinga kita, panas seperti dipanggang api. Bila kita merasakan hawa dan gejala alam seperti ini hendaklah meningkatkan kewaspadaan, biasanya hawa panas tersebut merupakan radiasi dari tegangan energi dari dalam lempeng bumi yang siap terlepas menjadi energi gempa bumi tektonik yang besar. Hawa panas semacam ini dapat kita rasakan dalam jarak hingga ribuan kilometer. Misalnya posisi kita sedang di Jakarta, lalu merasakan hawa panas tersebut, yang menjadi gejala akan terjadi gempa di wilayah Papua, Maluku, Ambon, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung. Hawa panas tersebut bisa di rasakan dari mana arah datangnya. Nah, arah itulah menunjukkan lokasi tempat di mana akan terjadi gempa bumi.
-
Rasakan aura panas “bebendu” tersebut, yang terasa mengalir dari dalam tanah, melewati permukaan tanah lalu naik ke atas menjadi radiasi yang kuat.
-
Bila anda tidur di bawah tidak di atas ranjang, berarti anda langsung bersentuhan dengan bumi. Saat itu anda bisa berkonsentrasi dan memasang indera batin dan kalbu anda untuk mencermati suara yang berasal dari bawah permukaan tanah, atau yang berasal dari dalam bumi. Apabila terdengar suara gemuruh, terkadang disertai letupan dan dentuman kecil, hendaknya kewaspadaan ditingkatkan. Karena suara gemurh dan dentuman-dentuman itu merupakan proses pergerakan lempeng bumi yang akan berubah menjadi kekuatan gelombang tektonik.
Tanda-tanda Khusus
Bagi yang telah terbiasa olah batin dan menajamkan rasa pangrasa, atau rahsa sejati akan lebih mudah membaca peringatan dini dari sinyal-sinyal yang dipancarkan dalam gerak-gerik makhluk penghuni alam semesta ini.
-
Beberapa minggu misalnya antara 4 s/d 12 minggu sebelumnya, kita dapat menyaksikan peristiwa spektakuler, di mana terjadi eksodus besar-besaran oleh masyarakat “halus” dari arah mata angin tertentu menuju ke satu arah yang lain. Misalnya dari arah selatan ke arah utara. Disebut masyarakat karena mereka hidup berkelompok, juga membuat suatu koloni yang saling berinteraksi di antaranya. Masyarakat “halus” itu rupanya sudah merasakan suhu panas yang terpancar dari pusat gempa (episentrum). Walaupun gempa belum terjadi, namun energi tektonik yang tertahan dan terakumulasi di dalam lapisan kulit bumi dalam sekian lama waktunya akan menimbulkan spleteran energi yang terasa panas dan membuat badan terasa gerah sekali. Panas itulah yang membuat mereka tidak betah/kuat lalu “mengungsi” menjauhi pusat-pusat panas calon episentrum tersebut. Hal ini pernah terjadi 3 bulan sebelum gempa Jogja. Dan 2 bulan sebelum gempa Bengkulu akhir tahun 2007 lalu.
-
Perilaku binatang yang tidak wajar alias keluar dari pakem kebiasaannya. Misalnya kucing, anjing, mencari tempat-tempat yang dingin untuk berteduh/tidur. Biasanya kucing dan anjing betah di tempat-tempat yang hangat dan panas. Kicau burung emprit gantil yang semakin intensif terdengar di malam hari, padahal biasanya emprit gantil berkicau di pagi, siang, dan sore hari.
-
Hewan dan binatang melata, binatang yang hidup di dalam rongga tanah keluar berkeliaran pada waktu-waktu diluar kebiasaannya, berkeliaran ke tempat-tempat yang tidak biasa disambangi atau menjadi habitat hidupnya.















46 tanggapan kepada “RUMUS-RUMUS TERSEMBUNYI BENCANA ALAM”
Daryono
September 5th, 2009 pada 12:32
Yang terhormat mas sabda langit
Terima kasih atas atas pemaparan pengetahuan mengenai gempa dan tanda tanda sebelum gempa.bagi orang awam seperti saya pemaparan diatas sangat bermanfaat walau masih sebatas kesadaran jasad mas. saya masih ingat 5 jam setelah pengeboman mariot mas sabda SMS di mana langit semua mendung dan suruh waspada akan adaya bencana dari utara tanggal 27 agustus saya dapat SMS untuk kedua kali agar berhati hati selalu eling dan waspada akan adanya gempa.yang besar dan pas tanggal 2 agustus jam 7 .21 tepat +/ 8 jam sebelum terjadi gempa tak saya mendapta sms ke 3 yang intinya lebih berhati hati dan selalu eling dan waspada di forum ini sya ucapak ribuan terima kasih atas informasi ,peringatan dan SMs nya mas yang sampai sekarang ada ganjalan dalan diri saya mas dan mungkin bagi rekan rekan lain bentuk kewaspadan yang bagaimana ? apa harus melek wengi, salat ,wiridan, atau banyak shodakah atau donoriyah. atau jalani hidup apa adanya dan selalu membantu sesama dan sedapat mungkinn tidak menyakiti hati sesama atau kewaspadaan apa lagi mas ?
salam sedjati
Kadaryono
agus pramono
Oktober 26th, 2009 pada 20:25
Pak Daryana, apa yang ditulis oleh mas sabda langit itu benar semua. Saya pribadi mengalami beberapa kali. Yang pertama, gempa 7,6 sr di Tasikmalaya yang terjadi hari Rabu bln September kemaren. Tanda langit kelabu kemerahan terjadi diseantero Bandung,….. pada jam 10.30 mlm seperti kabut dan sempat turun seperti kabut umumnya. Saya telpon kakak di Jkt, dan terucap : ” Sepertinya akan ada kejadian besar, tapi gak tahu apa. Mungkin gempa atau Gunung Meletus….. ”
Gempa di Padang kemaren, saya meihat tanda alam seperti diatas, pada jam 3.00 sore dan sempat nyeletuk ke temen2 di Kantor : Kenapa langit berwarna aneh lagi ? kejadian gempanya sendiri jam 5.00 sore dihari yang sama……..
Dan yang lebih membuat saya miris adalah malam ini di sekitar Bandung warna langit sejak sore sampai malam ini (saya tulis tanggapan ini ) sama spt yang saya ceritakan diatas,…. intensitas kegelapannya sama dengan gempa Tasikmalaya bln september kemaren.
Ketika saya menyaksikan tanda2 alam seperti itu, doa kami kepada yang maha kuasa hanya dalam kalimat pendek : Apapun yang akan Kau turunkan ke bumi ya Tuhan apmpuni kami lindungi kami…… Amin. Kepasarahan karena kita tidak punya kemampuan apa2 kecuali berserah diri.
Mari kita kembangkan ajaran sesepuh kita jaman dulu,… kawaskithan…… karrena daari situ kita diberikan kemampuan membaca tanda yang Tuhan berikan kepada kita. Semoga Tuhan melindungi kita,…. Amin
Daryono
September 5th, 2009 pada 12:47
Koreksi rekan rekan sms ketiga jam 7.21 2 September 2009 -/+ 8 jam sebelum gempa terjadi.
sabdalangit
September 5th, 2009 pada 13:32
Mas Daryono Yth
Baik mas, agar supaya dapat dibaca bersama-sama dengan seluruh pembaca yg budiman, kiranya perlu saya jabarkan arti eling dan waspodo. Mohon waktu nanti sore atau malam untuk menulis, dan segera saya up load.
salam sih katresnan
clingus
September 5th, 2009 pada 19:35
Mas Sabdalangit yth, kalau boleh saya jg minta sms nya Mas Sabda kalau ada tanda2 akan datangnya bencana. Terima kasih.
yang-kung
September 5th, 2009 pada 23:44
Kita menyembah Allah karena eksistensi dan karya-Nya,juga memberi kesempatan kpd pikiran,hati & tubuh kita menanggapi kebaikan dan keagungan Allah.Manusia dicipta unt menjadi pribadi yg responsif.
Namun,kita gagal melakukan penyembahan itu-lupa kpd Allah-berhenti bersyukur & berhenti mengakui kebenaran bhw Allah yg menciptakan segala sesuatu.
Akibatnya,manusia mengalami penderitaan yg tak terlukiskan ketika pikiran dan hatinya dibelenggu oleh dunia yg menjerat dan tercemar.Kita masih memberi tanggapan dng menyembah apa yg kita cintai & hargai.Namun betapa sering tanggapan kita berakhir dng kepahitan,kekecewaan,dan penyesalan ketika”ilah-ilah yg tak berharga”tumbang satu persatu.
Matur nuwun kangmas Sabdalangit wewarahipun,kami merasakan bahwa saat ini banyak “kebenaran” yg sifatnya semu/imitasi.
salam rahayu.
m4stono
September 6th, 2009 pada 09:14
wah jadi tambah pengetahuan nih…..kalo boleh saya tambahin ki…….gejala akan terjadinya gempa itu kalo dijepang memakai detektor ikan lele, ikan lele biasanya akan gelisah ketika gempa mau datang….saya kira ini bisa dijadikan pertimbangan sebab jepang adalah negeri penuh gempa dan masy disana sudah terbiasa….ada juga seorang ilmuwan amerika yg mengatakan bahwa gempa itu biasanya terjadi pada saat bulan pernama atau pada saat gravitasi bulan pada titik terbesar, gravitasi bulan tersebut kakan mempengaruhi lempeng2 tektonik utk bergesekan…kalo ndak salah tsunami di aceh terjadi pada tengah bulan penanggalan komariyah CMIIW….mekaten mawon ki…..o ya saya tunggu artikel panjenengan tentang rumus2 di alam gaib…semoga panjenengan berkenan membabarkannya……maturnuwun
Dalbo
September 6th, 2009 pada 10:36
Nuwun sewu..Pak De kados pundi kabaripun?
Manusia cenderung lupa, tidak tahu bahkan tidak mau tahu, bahwa sesungguhnya kita2 ini diproses dg menggunakan bahan baku dari alam, sperma bapak & zat telur ibu itu semua dari alam sampai menjadi janin, bayi dan lahir kita di hidupi oleh alam, dan di bimbing pula oleh alam, jadi kalau boleh saya ambil kesimpulan orang tua kita yg sejati sebenarnya ya Alam semesta in, orang bule menyebutnya Mother nature kita menyebutnya Ibu pertiwi, dan bopo suryo, mbok dewi pertimah dll. namun demikian kita2 masih saja dg sengaja atau tidak selalu memperkosa orang tua sejati kita sendiri. lalu apa yg terjadi?
Jangan di kira Alam (orang tua sejati kita) ini tidak hidup, beliau bernafas, merasa, sedih dan bahagia, dan terus akan ber evolusi seiring dg evolusi kita2 semua.
salam rahayu buat kadang2 semuanya.
sujiatmoko
September 6th, 2009 pada 15:48
Salam Sejati, Kadhang sedoyo ….
Leres yang disampaikan mas Sabda mengenai terjadinya exodus besar-besaran dari mahluk halus yang menempati kawasan tertentu terjadinya bencana.
Kalau boleh saya sharing sedikit,
Fajar sebelum gempa saya, selesai sholat fajar saya wirid sambung rahsa maring gusti pangeran. Mencerna perintah apa yg harus saya lakukan esok hari nanti yg sesuai dengan kehendaknya. Tiba-tiba didepan pandangan ‘mata’ saya tampak para mahluk bergerak menjauh dari laut selatan sekitar pangandaran, pamijahan hingga ke cilacap. Agak kaget memang, namun saya tetap mengikuti perintah bathin utk tetap terjaga dari pandangan yg ada.
Tanpa saya sadari, Kanjeng Ratu mendekat dengan pakaian agung nya dan memberi salam dengan senyum yg khas dan suara yg menurut saya mampu meruntuhkan hati setiap anak manusia yg mendengarnya. Terbalut dengan pakaian ungu dan indah, aura biru yg sangat menawan serta kereta kencana yg sama dengan pakaian beliau.
Saya balas salam beliau….
Saya tanyakan, ada apakah gerangan hingga Kanjeng Ratu mengiringi pergerakan para rakyatnya menuju suatu tempat yg menjauh dari habitatnya.
Kanjeng Ratu hanya menjawab bahwa energi panas sedang merebak di salah satu distrik kerjaan beliau. Kemungkinan akan terjadi gempa bumi yg cukup besar.
Saya tanyakan kembali : apakah akan sedasyat gempa di Aceh ?
Beliau katakan : kemungkinan IYA, namun tidak terjadi tsunami karena beliau berupaya menahan gerak air samudera agar tidak mengganas.
Kemudian saya tanyakan kembali, apakah akan sedasyat gempa Yogyakarta ?
Beliau katakan : Ya …. Beberapa rumah akan hancur, korban jiwa kemungkinan anak-anak yg cukup besar.
Beliau juga berpesan bahwa manusia yg tertimbun seyogyanya tidak diangkat/dicari karena sudah menjadi kehendak bumi dimana manusia tinggal untuk bisa bersatu dengan jasad yg telah merawatnya. Ini adalah penghargaan bumi kepada manusia.
Saya Tanya kembali : ‘Kira-kira pukul berapa gempa akan terjadi ?’
Beliau sampaikan : ‘Sekitar waktu pergantian para Malaikat’
Beliaupun mohon pamit kerana harus kembali ke kerajaan dan menitip salam utk Kanjeng Guru Siti Jenar.
Saya pun berterima kasih sudah ‘ditengoki’ dan diingatkan utk berhati-hati pada waktu tsb. Dan Syukur kepada Gusti Pangeran Ingkang Moho Agung karena saya masih diberikan ijin utk mendapatkan berita tsb hingga saya mampu menyebarkannya kepada handai taulan.
Surodiro Joyodiningrat
Lebur dening pangastuti
Salam Sejati
Sujiatmoko
SABDå
September 7th, 2009 pada 08:54
@Clingus Yth
Baik mas, silakan kirim no hp ke email saya (lih; media tanya jawab).
@Yangkung Yth
Pertanda wolak-waliking zaman. Yang merasa diri suci dan paling bener di jalan Tuhan, justru “dalam” nya penuh duri. Sudah banyak contoh. Toh lama-lama ketahuan (konangan) juga sebagai musang berbulu domba. Sebaliknya, org2 yang terkesan sekuler, jauh dari kesaan dan simbol2 serta pakaian agamis namun memiliki hakekat kesadaran yg tinggi. Yang sikap perilakunya lebih “soleh” ketimbang org2 yang dianggap saleh. Lebih mengerti kehidupan sejati.
@M4sTono Yth
Info yang bagus dan sepertinya memanh matching ya mas. Karena ikan lele lebih “waspada” dan “eling” daripada manusianya. jadi lebih sensitif membaca tanda-tanda dan gejala alam. Sekali lagi matur nuwun mas Tono.
@Dalbo Yth
Kabar saya baik-baik mas dalbo. Mas dalbo apa kabar ? Semoga berkahing Gusti selalu kajiwa kasarira pada Mas Dalbo nun jauh di Aussie. Lebaran kondor tidak mas ? Saya percaya, banyak warga masy di Eropa, australia, amrik, afrika, negeri dan bangsa yang seringkali dituduh kafir namun perilakunya sangat religius. Kesadaran spiritualnya cukup tinggi. Mari kita jadikan pelajaran berharga. Kalau kita sibuk mencari-cari kejelekan orang lain, pasti kita tidak menyadari sedang melakukan hal-hal seperti yang kita tuduhkan kepada orang lain tersebut.
@Mas Sujiatmoko Ingkang kinasih
Matur sembah nuwun, panjenengan sampun kersa paring pepadang wonten gubuk puniki. Mugi sedaya pralampita panjenengan ingkang winasis punika saget migunani tumraping tiyang kathah. Kagem kawilujengan, karahayuan, lan kasantasosan sedayanipun.
matur sembah nuwun mas Sujiatmoko
salam sih katresnan untuk semua
tomyarjunanto
September 7th, 2009 pada 09:25
Heh ya kemladeyan ngrepak tunggak
Geniku sakpelik munggah krapak
Dennya jinejer pamong kawula dasih
Drana driya ora ateges kalindhih
Bumi wus gumelar
Langit belang amba
Hambeg deksura aglar
Wohira pinasthi tumiba
Wus katrem anggonmu dlajigan
Canthula ambondhan ngidak-idak sirah
Dening kodratingsun samya kaprabawan
Sajenku jangkep kembang macan kerah
Asta kekalih angigel laras
Dak gawe wayangan sewengi natas
Lakon bandayudha silih busana
Anderpati horeging bawana
Hiya iki supata Nusantara
Pecahing raga
Pecahing rasa
Pecahing sukma
Sukma ketula-tula ketali
Rasa rasaning nagari
roganing Brawijaya duk ing nguni
Wolo Wolo Kuwato
September 7th, 2009 pada 10:06
Benar apa yg dikatakan M4sTono, Sebelum terjadi gempa jogja pada 27 mei 2009. teman saya yg ada di bantul mengatakan, bahwa ikan lele (atau ikan lain) yg ada di kolam dekat rumahnya gelisah, bahkan ada yg loncat2x ngak tentu.
igung
September 7th, 2009 pada 13:05
Mas Sabda, Yth.
“Setan berbulu” seperti umumnya yang saya lihat, agaknya selalu membawa cermin. Sudah jelas-jelas yang ada di cermin itu bayangannya sendiri, masih ngeyel juga bahwa itu bayangan orang lain.
Ibu Pertiwi akan selalu membersihkan dirinya dari parasit-parasit seperti itu.
Salam rahajeng…
hadi wirojati
September 8th, 2009 pada 11:22
pamuji rahayu..,
para kadhang sutresno kang kinasih .., tidak ada lain kita hanya bisa mawas diri dan selalu eling waspadha…, sebagai bekal untuk menapaki semua kejadian alam yang tidak bisa kita cegah…, minggu yang lalu sayapun merasakan hal seperti apa yang kangmas Sabda paparkan.., dan kemarin siangpun kami merasakan hal serupa dan yahhh.. mau dikata apa wong namanya bencana.., kita hanya bisa antisipasi dan selalu berdonga dinonga semoga tak akan terjadi lagi… kalaupun terjadi itu sudah suatu kehendak.., yang kita mohonkan semoga tidak ada korban… , kalaupun ada ya kita masih punya rasa kasih sayang untuk membantu saudara kita yang terkena musibah dengan danadriyah.. semampu kita.. ikut sumbangsih meringankan beban yang dihadapi …, sambil kita selalu mawas diri…, dengan niteni gejala gejalanya…,
terima kasih kangmas sabda.. dan para kadhang ingkang kinasih…, mugya sedayanipun tansah rahayu wilujeng niring sambikala..,
matur sembah nuwun
rahayu..,
broto wiryo
September 8th, 2009 pada 13:58
Dimas Sabdalangit….
mBok bilih wonten pralampito kersoa paring sasmito dumateng kawulo ugi, matur nuwun.
Pamuji Rahayu
==============
Injih mas Broto, samangke bilih wonten ingkang wigatos.
rahayu, nuwun
Selatan
September 8th, 2009 pada 17:00
kata orang tua biasanya ada “orang besar” mau pulang……
Alam Rasa
September 17th, 2009 pada 03:53
Semoga rahmat Allah dilimpahkan kepada Ki Sabda Langit dan ALL.
Sebuah tulisan yang sangat bermanfaat dan dapat menambah wawasan pengetahuan kita semua. Sekali lagi Ki Sabda mengingatkan kita semua tentang pentingnya ilmu warisan budaya dan leluhur kita yang tinggi. Mengapa kita meninggalkan warisan yang berharga ini? Tahayul, mistikisme, itu karena kita tidak paham, tidak mengerti. Karena kita hanya mengerti yang dapat ditangkap oleh panca indra kita, oleh tubuh fisik kita.
Kenapa masyarakat halus dan bahkan binatang dapat lebih dulu mengerti bila akan terjadi bencana? Padahal mereka tidak dilengkapi oleh peralatan canggih, detektor gempa, tsunami, dll. Itu karena mereka dapat mempergunakan intuisi mereka dengan baik, yang diajarkan oleh para pemimpin mereka kepada masyarakatnya.
Kenapa manusia yang sering disebut sebagai mahluk paling sempurna tidak dapat mengetahui lebih dulu bila akan terjadi bencana? Ini karena kesalahan kita sendiri. Karena kita tidak mau belajar untuk lebih memahami anugrah Allah yang terbesar kepada manusia. Manusia telah diberi hati, dan di dalamnya terdapat “hati nurani” yang sering disebut juga sebagai Percikan Illahi, atau Guru Sejati kita, sumber dari segala ilmu dan informasi yang jauh lebih hebat dari intuisi dan otak yang terbaik sekalipun.
Oleh karena itu, para bijak, para Arif, dan para leluhur kita sering mengatakan: “Belajarlah untuk lebih mengenal Diri Sejati kita”. Karena hanya dengan mengenal Diri Sejati kita, kita akan dapat menggunakan “hati nurani” kita, sehingga kita akan memperoleh informasi yang terbaik dari Guru Sejati kita, sehingga kita dapat mengetahui Kebenaran Sejati, sehingga kita dapat menjadi lebih dekat dan lebih mengenal (ma’rifat) Sang Pencipta.
Wassalam
luraharti
September 18th, 2009 pada 11:28
Keparengo nderek nepangaken diri. Kulo nembe kemawon pikantuk pitedah saking kanca ngengingi situs panjenengan menika. Nami kulo Agus Hadhisoeryo – 63 th- manggen ing Malang – pelukis. Remen sinau bab kawruh saking para leluhur, senaosa nembe dumugi kulitipun kewala. Kulo remen maos seratan panjenengan ing nginggil. Namung kemawon wonten bab2 ing tanggapan2ipun para sederek ingkang kirang sreg ing manah labet saking cingkranging seserepan kulo. Nuwun.
=================
Matur sembah nuwun kadhang Luraharti, mugi dados pasederekan ingkang migunani dumateng kita sedaya. Mugi berkahing Pengeran tansah kajiwa kasarira dumateng kula panjenengan sedaya. Sembah nuwun.
qarrobin
September 19th, 2009 pada 21:43
Salut mah pokoke ama sabdalangit
hatur tengkiu sharenya…
Selamat Hari Raya 1430 H
Mohon maaf lahir dan batin
minary
September 21st, 2009 pada 12:53
selamat idul fitri mas ,mohon ijinkan posting tulisan mas,.
ryant stradlin
Oktober 2nd, 2009 pada 15:02
mlakuwo sing jejeg.merga mendangak kita nyangkut, mendungkluk kita kejeduk.hidup emang susah ga perlu marah,cm orang2 pongah yang akan selalu gelisah.kondisi donya emang lagi parah,yang sugih enggan bersedekah,yang mlarat yo cm bs selalu ngandelin berkah,luwih edan sing pada kwasa kie lg gerah sirah. hayo sapa yang pngen polah? klo masih mau serakah ingatlah surat al qari’ah sindoro sumbing merapi wis siap…bubrah.
nyuwunsewu basane mawut. mugi kita tansah pinaringan slamet lahir lan bathin amiin
Lovemedoka
Oktober 8th, 2009 pada 04:51
Poro kadang sedoyo lan ingkang utami Ki Sabdo Langit. Sugeng Riyadi, 1430 H, menawi wonten lepat kulo nyuwun agunge pangaksami. Salam saking kulo lan kaluargo. Nuwun.
Edy
Oktober 10th, 2009 pada 21:19
mas sabda langit,
saya setuju dengan ciri2 akan terjadinya bencana yg anda jelaskan, dalam kasus saya pribadi, khusus-nya untuk gempa,sebelum terjadi gempa (7-12 hari) biasanya saya merasakan (dalam arti yg sebenarnya) tanah bergetar seperti kalau kita berdiri dekat rel sepur kemudian ada kereta yg melaju diatasnya, hanya saja tetap saya tidak bisa tahu kapan dan dimana akan terjadi, seperti kasus gempa kemarin, saya sempet wanti2 bakal ada gempa sama kerabat dan teman dekat – meskipun dengan imbuhan “tidak tahu kapan dan dimana bakal terjadi”, kemudian ternyata kejadiannya di padang – jambi, saya mau tanya mas, dalam kasus dengan apa yg saya rasakan, bagaimana saya bisa tahu kapan dan dimananya gempa bakal terjadi?
terimakasih sebelumnya
SABDå
Oktober 11th, 2009 pada 18:21
Mas Edy Yth
Soal tanggal apalagi jam, hal itu merupakan rahasia Ilahi. Saya sendiri kalau sedang membaca tanda-tanda alam, mudah sekali menangkap apa yg akan terjadi. Namun, soal tanggal saya pernah 2 kali, saat akan terjadi gempa Jogja 27 Mei 09, persis tanggalnya muncul, bulannya juga muncul, tetapi bayangan yg tampak hanya remang-remang saja. Nah, saya mengira akan terjadi pada sore hari. Ternyata pagi hari. Itulah bukti, tetap ada yg dirahasiakan oleh Hyang Widhi. Dan, sewaktu muncul tanggal akan tjd gempa, kita tdk bisa berusaha tahu, tetapi hal itu hanyalah spontanitas saja. Saya anggap sebagai kemurahan Gusti Allah yang Mahawelas-asih. Yg kedua, saat akan terjadi gempa di Tasik dan Jabar serta Sumbar. Bulan-nya memang keluar (september), tetapi tanggalnya agak samar antara 2 atau 22. dan 3 atau 30 sept. Itupun bukan karena sy memohon, semua berjalan apa adanya dan spontanitas saja. Saya berserah saja kepada Gusti Ingkang Murbeng Gesang, Diberi kemurahan utk tahu, atau tdk tetap saya syukuri. Karena saya kira soal timing memang “hak prerogatif “Tuhan. Atau rahasia hukum Alam semesta yg bukan konsumsi manusia.
Salam asah asih asuh
syams
Oktober 12th, 2009 pada 18:06
Semua Tanda2 Bencana sudah ada di Al Qur’an. Gempa Padang jam 17:16 WIB Lihat (Surat 17 Al-Isra: ayat 16). gempa susulan 17.58 WIB, gempa Jambi 8.52 WIB …..Kun Fayakun…terjadi maka terjadilah….
suryadharma
Desember 2nd, 2011 pada 14:35
Salah satu contoh orang yang selalu merasa pintar, tapi bukan pintar merasa
Edy
Oktober 13th, 2009 pada 00:42
terima kasih banyak atas pencerahannya mas sabdalangit, karena memang jika kita mengeluarkan pernyataan tanpa mengetahui hak preogratif Tuhan dan dengan mengimbuhkan kuasa Tuhan atas apa yg terjadi bisa terkesan seperti fitnah kepada Tuhan padahal ; Subhanallah, Maha Suci Allah, dari apa yg disangkakan manusia terhadap-Nya.
Sekali lagi Terima kasih banyak mas.
lanangsedjati
Oktober 15th, 2009 pada 08:55
Sebelumnya saya berterimakasih kepada massabdalangit yang telah sudi menularkan pengetahuan kepada kami, dan saya ingin menanyakan bagaimana cara agar kami bisa belajar tentang kewaskitaan supaya kita dapat mengayomi keluarga dan anak turun kita kelak, dan supaya selalu eling kepada Tuhan YME.
Atas Segala perhatiannya Kam ucapkan terima kasih
yoga
Oktober 22nd, 2009 pada 14:34
Terima kasih atas bagi-bagi ilmunya tentang tanda alam akan terjadinya gempa, semoga kita semua terhindar dari segala bencana dan di jauhkan dari penderitaan. Agar semua orang disadarkan betapa pentingnya untuk selalu saling bantu-membantu tanpa membedakan suku, agama, ras ataupun golongan-golongan tertentu saja, karena kita semua sama di mata Tuhan.
murid
Maret 24th, 2010 pada 13:00
Ki Sabda Yth.
Selain tanda-tanda tersebut, saya juga pernah dapat referensi tanda-tanda akan terjadi gempa yaitu ‘awan tiang’. awan yang berbentuk tiang lurus, tapi berbeda dengan asap pesawat jet. Bagaimana menurut Ki Sabda?
terima kasih
lady rose
Agustus 9th, 2010 pada 16:29
look before you leap !!!!!!!
KEEP SILENT, plizzzzzzzzzzz …….
Saputro
Januari 16th, 2011 pada 16:36
Assalaamu’alaikum Bpk sabda langit yth,,akhir2 ini saya sering membaca artikel bpk.Saya pgn belajar mslh mengatasi nafsu amarah dll yg ada pd diri kita.Tp saya bingung Laku nya dr mana bpk?Mau curhat bpk,,waktu pertama kali saya di jogja saya pernah bermimpi ada raja naik kereta tersenyum.Kdg saya bersendau gurau sama tmn klo saya pgn nikah sama putri seseorang abdi dalem kraton (menurut pemikiran saya
rang yg melaksanakan budaya luhur jawa) dari desa adat ngino,margoagung dkt makam mbah bregas Insyaallah mei kami akan melaksanakan pernikahan.Sebelum gempa jogja terjadi dr malam sampai menjelang gempa saya bingung sendiri di kamar kos,kasur saya bolak balik,,dan akhirnya saya melukis Ki Lurah Semar di kamar kos saya dulu di daerah maguwoharjo.Setelah selesai menggambar selang brp waktu gempa terjadi.Apa makna semua ini?Knp setiap bencana mau menerpa saya,saya selalu ditolong Kanjeng Gusti pdhl klo saya pikir2 saya itu org bnyk dosa?Saya pengen lahir kembali bpk sabdo.Bagaimana caranya mulai dr awal belajar Ilmu Luhur?Saya benar2 kosong melompong saat ini.Kiranya bpk sabdo berkenan memberi pepadhangan thdp saya.Matur Sembah Nuwun..Rahayu
panji laras
Februari 26th, 2011 pada 15:00
terimakasih atas ”ngelmu” yg ki sabda berikan, karena sedikit demi sedikit sudah membuka fikiran saya, bagaimana seharusnya kita menjalani hidup ini
salam rahayu
imam al mahdi
Februari 27th, 2011 pada 13:28
assalamualaikum
semua kaum muslim maupun non muslim
insya allah
entah jumat besok, 2 jumat lagi, tak lebih dari 3 jumat..
kiamat seperti alwaqiah akan benar benar terjadi
peganglah hatimu dengan iman……..
bencana pertama akan membuat seluruh bulu roma kalian mengeluarkan darah karena sebegitu hebatnya
dan isrofil akan muncul mendekati jam 11 malam jum.at..sura terompetnya seperti kambing menangis…
lalu bumi akan bergoyang keatas dan kebawah….itulah tanda…
bacalah hatimu dengan nama TUHAN KALIAN MASING MASING
wassalam
O'on
Februari 27th, 2011 pada 18:39
insya allah
ENTAH jumat besok, 2 jumat lagi, TAK LEBIH dari 3 jumat..
kiamat seperti alwaqiah AKAN BENAR BENAR terjadi
———————————————————————————-
btw antum yakin/beriman kan sama Allah?
nah maka, lain kali kalo antum belum mengetahui pasti, ya sabar/ikhtiar aja dulu Gan.
buru2 amat sich..kayak blom booking tiket surga ajah.
(itu juga kalo memang surga bukan ‘tipu2′/hoak loh).
atau barangkali ada yg mo konser pake terompet yah.
imam al mahdi
Februari 27th, 2011 pada 13:33
lalu kepada manusia yang memiliki ini wacana segeralah mengumumkan
sebelum jumat untuk menutup wacana ini
karena didalam bahasa setiap manusia yang tertuang..akan dipertanggung jawabkan karena semua bukan hanya sekadar kata tulisan sudah membawa jiwa diri kalian masing masing…
segeralah…karena semua yang tertera diwacana ini..adalah beban dan PERTANGGUNG JAWABANMU…sungguh berat tanggung jawabmu
berani memberikan nyawa kepada sesuatu yang dirimu tak mengetahuinya
segeralah dengan mengucap asma TUHANMU YANG MAHA MELIHAT….
….sudah 8jt gunung hal yang akan kau pertanggung jawabkan…
namamu manusia..segeralah berhenti..
wassalam
SABDå
Februari 28th, 2011 pada 00:21
Imam Al Mahdi Yth
Bumi ini ada, butuh proses selama milyaran tahun kok mas, masak mau dihancurkan dlm waktu sekejap, apa nggak ada tepo seliro, kasihan bayi-bayi yg baru lahir. Nanti hilang lho sifat berkah dan rahmatnya. Kalaupun terjadi ya nggak apa-apa, nggak ada sama sekali yg musti ditakutkan, malah kalau hidup justru mengerikan, lha wong semua org pada mati, kalau hidup sendiri sebatang kara di tengah kehancuran…justru menjadi kesengsaraan yg amat sangat, perlahan akan mati jua.
Kalau nggak terbukti, bisa bikin bangkrut agama !
Rahayu
Al Mahdi
Februari 28th, 2011 pada 09:45
karena kalian tidak memahami apa makna al mahdi
almahdi bukan nabi namun pemimpin semua nabi
dan semua nabi yang 12000 lebih telah mengijinkan dalam rapat paripurna di alam SUBHANAKALLAHUMMA….
aku hanya menyampaikan….
bagi yang muslim
dawamkan suroh yassin, arrohman, alwaqiah dan al kahfi….
insya allah anda akan merasakan jeritan jiwa……
karena benar benar…..malikki yamuddin akan me yaumiddinkan alam semesta…..
dawamkanlah solawat nabi paripurna
“Allohumma solli alla sayiddina muhamadin fil awwalin, wasolli alla sayidinna mauhamadin fil akhirin, wasollli alla sayidina muhamadin fin nabiyyin filmursalin , wasolli wassalim alla sayiidina muhammadin fil mala’i illa yaumiddin ”
semoga anda berada di golongan kanan…..
dan tandanya yang dekat dengan bangsa budha dan hindu
sidartha gautama akan muncul kedunia
bunda maria yang khudus akan muncul kedunia..
untuk memberikan arahan dan tanda golongan untuk yang terakhir bagi ummat dan golongannya…..
diawali dengan…..
akan terdengar diseluruh dunia..
erangan khewan yang belum terdengar oleh telinga…
erangan binatang sakhorrr dan zabanniyah…..
suryadharma
Desember 2nd, 2011 pada 14:45
karena kalian tidak memahami apa makna al mahdi,<<<< @AlMahdi kenapa harus ribet ngurus nabi mas, pakai acara rapat paripurna. xixixixi Pasti udah tidak sabaran ingin booking tiket ke akhirat yah
Tapi tenang mas, hemat saya sih tidak usah susah2 cari2 yang namanya sorga dan neraka, kalau memang tiba saatnya terjadi kehancuran, ya saya trima aja. Memang itu neraka yang harus saya terima. Begitu pula dalam keseharian ini, bisa makan, menafkahi istri, sudah cukup setimpal rasanya nikmat sorga yang saya dapat.
Rahayu
ANTI KAFIR
Desember 2nd, 2011 pada 17:29
sabda….kamu atheis ya?! kok agama kayak bunglon gitu….
mau dikemanakan sorban ‘hom pim pa’ mu itu….huahaha haha…
tanwaskita
Desember 2nd, 2011 pada 19:07
(Oleh) ANTI KAFIR
Desember 2nd, 2011 pukul 17:29
sabda….kamu atheis ya?! kok agama kayak bunglon gitu….
————————-
@ Mas Bima/TS/Blog Runtuh//Domba Botak/Domba Game Bel/War Ning,dll, ANTI KAFIR yang terkasih,
Saya copy/paste kan dari Al Qur’an saya. Kalau Al Qur’an saya SALAH, mohon dikoreksi . Syokran.
2: 62 (Al Baqarah alias sapi)
إِنَّالَّذِينَآمَنُواْوَالَّذِينَهَادُواْوَالنَّصَارَىوَالصَّابِئِينَمَنْ آمَنَبِاللَّهِوَالْيَوْمِالآخِرِ وَعَمِلَصَالِحاًفَلَهُمْأَجْرُهُمْعِندَرَبِّهِمْوَلاَخَوْفٌعَلَيْهِمْوَلاَ هُمْيَحْزَنُونَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen/Katholik dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
———————–
Saya kadang ketemu orang Islam yang mengkafirkan orang Kristen/Katholik, orang Yahudi,Kejawen,dll. Dalam hati saya bilang, apa pikirmu Allah cuma guyon/berhumor ketika menurunkan ayat itu ?
Salam katresnan kejawen adhem ayem
Bendul
Juli 7th, 2011 pada 12:11
injih pak imaammm,..haghaggg..
Rayyan
Februari 27th, 2011 pada 13:48
Tuan Al Mahdi …..
Alamat anda dimana ?
Jadi saya Akan dg mudah utk memenggal kepala anda kl ternyata Dlm waktu 3 jum’at kedepan tdk terjadi apa-apa ….
Muhammad SAW Saja tidak tahu kapan tepatnya kiamat alwaqiah, kok anda sok tahu.
Bahkan menggunakan nama Al Mahdi ….
Sampah
edy
Mei 19th, 2011 pada 22:57
Jakarta akan ditelan gempa besar berkekuatan 8,7SR, yang bersumber di Selat Sunda. Pernyataan ini dikemukakan oleh Andi Arief, Staf Khusus Presiden SBY bidang Bencana Alam, Minggu 15 Mei 2011.
Adakah tanda-tanda ke arah itu? Yang jelas tidak dalam waktu dua/tiga bulan mendatang.
darah biru
Juli 8th, 2012 pada 02:40
SEPI ING PAMRIH,,RAME ING GUNO…!!!!!!!!
SAK DERMO…
OJO PODO SENENG AGAWE UKORO,,
AMARGO UKORO MAU BAKALE AGAWE PERKORO..
SIRO LAN INGSUN DUDU SOPO_SOPO,
SIRO LAN INGSUN ORA BISO OPO_OPO
KABEH MAU KAGUNGANE SING KUOSO,,
GUNO IKU SEKTI,,SEKTI IKU GUNO..
ORA BISO DIARANI GUNO YEN ORA SEKTI..
LAN ORA BISO DIARANI SEKTI YEN ORA GUNO..
GUNO LAN SEKTI IKU SIJI..
SIJI IKU GUSTI KANG MOHO SUCI
PutriDari
Februari 16th, 2013 pada 13:59
Ass Mbah SabdaLangit..
Saya sudah membaca beberapa artikel yang anda buat dan itu membuat saya sangat berterima kasih karena banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Kiranya mohon kesediaannya untuk membagi nomor telepon/handphone yang bisa dihubungi agar saya bisa menambah ilmu lebih banyak lagi dari mbah.
Matur nuwun..
PutriDari
1 Trackbacks / Pingbacks
Tanda-tanda Alam akan terjadinya Gempa ! « Whats it all about, alfie….? It's Hyssop Lounge Oktober 25th, 2009 pada 13:36
[...] Sumber ! [...]