Para pembaca yang budiman, tulisan ini merupakan rangkuman dari rangkaian pengalaman lahir maupun batin. Serta hasil asah asih asuh dalam setiap kesempatan diskusi di berbagai acara, misalnya kumpul-kumpul bersama di manapun berada. Perdebatan tentang hukum karma sudah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu. Antara yang mempercayainya ada, yang meragukannya, yang belum paham samasekali, maupun yang tidak mempercayai. Sebelum melanjutkan tulisan berikut, seyogyanya kita berusaha memahami terlebih dahulu apa itu hukum karma. Dari berbagai keterangan yang ada, setidaknya dapat disimpulkan bahwa hukum karma atau karma sepadan dengan apa yang di maksud hukum timbal balik. Dalam falsafah Jawa senada pula dengan apa yang dimaksud hukum sebab akibat. Dalam literatur Barat, dikenal dengan istilah hukum kausalitas. Apakah hukum karma yang sedemikian menghebohkan dunia spiritual, filsafat, ilmu pengetahuan, sains dan teknologi ini kemudian layak dianggap tidak ada sama sekali ? Saya tidak ingin tergesa dalam menjawab pertanyaan tersebut, sebelum saya pribadi dapat membuktikannya sendiri, baik secara langsung, tak langsung, secara logika maupun pengalaman lahir dan batin.
Secara sederhana hukum karma atau sebab akibat dapat dipahami dengan logika sederhana pula. Sebagaimana dalam rumus yang mempunyai dalil “ada asap, berarti ada api”. Dalam bahasa yang sederhana dapat dikatakan “ada akibat, tentu ada penyebabnya pula”. Yang jelas di dalam hukum karma terdapat pola hubungan erat antara penyebab dan akibatnya. Rumus ini dapat diterapkan untuk memahami setiap kejadian atau peristiwa dalam kehidupan sehari-hari kita. Dengan demikian, hukum karma dapat didefinisikan sebagai hubungan sebab-akibat atas perbuatan yang pernah kita lakukan (sebagai sebab) dan apa yang akan kita alami kemudian (sebagai akibatnya). Dengan demikian di dalam hukum karma terdapat pola hubungan yang bersifat positif atau baik, maupun negatif atau buruk. Hukum karma yang memiliki pola sederhana akan mudah dibaca, misalnya setelah kita berbuat jahat atau membuat masalah, selanjutnya kita akan tertimpa masalah atau balik dijahati orang lainnya. Misalnya, kita melakukan penganiayaan terhadap seseorang, maka akibatnya kita akan dimusuhi keluarganya, teman-teman dari seorang yang dianiaya tadi. Bahkan kelak anak turun seseorang yang dianiaya akan memusuhi anak turun kita sendiri. Sebaliknya, setelah kita berbuat kebaikan, selanjutnya kita akan menerima kebaikan pula. Kita menolong seseorang, maka ia atau keluarga yang kita tolong suatu waktu ingin gantian menolong kita di saat kita mendapat kesulitan. Bahkan anak turun yang kita tolong akan mengenang kebaikan yang pernah kita lakukan, dan ingin sekali mereka membalas budi-kebaik kita di waktu selanjutnya. Pola hubungan dalam hukum karma atau hukum sebab-akibat dapat kita uji coba pula keberadaannya. Misalnya, para pembaca yang budiman gemar sekali membantu dan menolong orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Maka, Anda akan selalu mendapat kemudahan dalam setiap urusan. Sekalipun pernah terpentok saat-saat di mana Anda merasa tidak ada lagi jalan keluar, di saat Anda betul-betul sedang dalam keadaan yang sangat genting dan darurat pada akhirnya datang lah “the last minute man” atau “dewa penolong”. Jika anda mereview perjalanan hidup anda ke belakang, disadari atau tidak Anda pernah berperan menjadi “the last minute man” atau berperan sebagai “dewa penolong” disaat seseorang sedang dalam keputus-asaan.
“MISSING LINK” dalam KARMA
Dibutuhkan kecermatan dalam membaca “benang” yang menghubungkan antara suatu kejadian (sebagai akibat) dari kejadian sebelumnya (penyebab). Terkadang dalam hukum karma terdapat pola hubungan sebab-akibat yang sangat sulit dilacak bagaimana pola hubungan itu terjalin. Seolah tak ada hubungannya sama sekali. Sebagai contoh, seseorang tewas akibat bencana alam, misalnya diterjang gelombang tsunami. Jika tewasnya seseorang itu dikaitkan dengan hukum karma, tentu akan sulit sekali dilacak. Benarkah seseorang yang diterjang tsunami hingga tewas sedang menjalani karma? Jika tanpa pemahaman yang mendalam pada saat kita menelusuri pola-pola hubungan dalam hukum karma, kesimpulan yang mengkaitkan di antara dua kejadian tersebut (bencana alam dengan korban bencana) menjadi terasa janggal, seolah terlalu memaksakan diri menghubung-hubungkan dua hal yang tak ada hubungannya sama sekali. Seolah terdapat missing link, atau mata rantai hubungan sebab akibat yang terputus alias tak nyambung.
Hal itu disebabkan adanya pola hubungan yang sangat rumit. Yang membuat kemampuan untuk memahami menjadi terbatas. Dalam terminologi Jawa disebut,”datan bisa hanggayuh kawicaksananing gusti”. Tak mampu memahami kebijaksanaan alam semesta. Dua hal itu tak cukup dijabarkan melalui pola hubungan yang bersifat sederhana dan matematis. Misalnya ia tewas gara-gara terlelap dalam tidur, sehingga tidak dapat menyelamatkan diri saat terjadi tsunami. Jawaban seperti itu bersifat klise, hanya mengena pada “kulit” luarnya saja alias tidak menyentuh hal-hal yang esensial dan prinsipiil. Benar tetapi tidak tepat. Walau sulit, kiranya akan lebih bermanfaat bila kita berusaha menjawab pola hubungan yang jauh lebih mendalam, misalnya dengan menjawab pertanyaan, “kenapa ia tewas? Jawabnya tentu bukan jawaban sederhana, misalnya jawaban yang mengatakan,”oh, semua itu sudah kehendak tuhan”. Ini masih merupakan jawaban klise juga, konsepnya masih sangat lemah. Bagaimana kita tahu persis jika tuhan berkehendak atas tewasnya seseorang itu dengan cara dibuat tsunami? Tentu saja hal itu hanyalah kira-kira atau tindakan berusaha mengambil kesimpulan secara generalisir, gebyah uyah. Selanjutnya tak ada lagi pelajaran hidup yang sangat berharga yang dapat digali. Orang menjadi hilang semangat berusaha (ikhtiar), yang terjadi adalah bukan kepasrahan melainkan sikap fatalistis, sikap tanpa mau berfikir, berusaha, melainkan sikap apatis menghadapi segala sesuatu. Yang rugi kita sendiri.
MENGUJI “MISSING LINK”
Dalam hukum karma, banyak pula terdapat pola hubungan yang sangat kompleks dan memiliki mata rantai sangat panjang serta memiliki rentang waktu sangat panjang pula. Marilah kita rentangkan logika dan pola pikir kita seluas samudra tanpa tepian. Perlu kita catat, bahwa suatu sebab tidak selalu memiliki konsekuensi akibat yang terjadi dalam jeda waktu yang dapat dihitung secara pasti. Antara sebab dengan akibat tidak selalu terjadi dalam siklus yang dapat dibilang secara matematis. Jika dijabarkan akan terurai pola hubungan begitu kompleks, disebabkan oleh multifactor. Pernahkah Anda berfikir, jika seseorang yang tewas akibat bencana alam karena ia sedang menjalani akibat dari segala perbuatan dan tindakan di masa lalunya ? Dalam falsafah Jawa disebut sebagai tidakan “Ngunduh wohing pakarti”. Dalam tradisi spiritual Budhis disebut sebagai karmayoga, dalam tradisi spiritual Islam disebutkan adanya khisab (hari hisab). Walau ternyata terjadinya khisab tidak musti menunggu setelah ajal atau setelah datang “hari akhir”. Kita semua bisa menyaksikan, pada kenyataannya “hari khisab” dapat terjadi setiap hari. Apa yang Anda alami hari ini, merupakan “buah” atas apa yang anda lakukan beberapa saat lalu, kemarin, pekan lalu, bulan lalu, tahun yang lalu, atau windu yang lalu. Karma jika didefinisikan sebagai hukum sebab akibat , berarti pula dalam hukum karma tercakup dua makna, yakni sebagai “buah”, atau hasil yang baik, bisa juga berupa akibat buruk (yang diartikan sebagai hukuman). Dalam tradisi samawiah, atau agama rumpun Abrahamisme, disebut sebagai pahala (kebaikan sebagai sebab) dan surga (prestasi sebagai akibat), atau dosa (keburukan sebagai sebab) dan neraka (keburukan sebagai akibat/hukuman). Lantas dari mana datangnya ganjaran baik dan ganjaran buruk (hukuman) tersebut ? Hukuman maupun hasil baik, bukan datang dari orang lain, melainkan dari diri kita sendiri. Maksudnya, timbulnya akibat yang kita alami saat ini karena atas perbuatan yang telah kita lakukan sebelumnya. Untuk mempermudah pemahaman, saya kemukakan contoh, seorang korupor divonis penjara 7 tahun lamanya. Pertanyaannya, vonis tersebut datang dari mana? Apakah datang dari tuhan, atau dari lembaga legislatif yang membuat perundang-undangan ? Atau berasal dari lembaga yudikatif atau hakim suatu perkara? Ataukah vonis itu diberikan oleh pihak-pihak lainnya di luar ketiganya? Jawabanya TIDAK SEMUANYA! Jika kita cermati, hukuman atau vonis itu datang tidak lain dari diri kita sendiri, yakni atas perbuatan yang kita lakukan sendiri. Hakim hanya sebatas melaksanakan rumus-rumus yang berlaku di dalam hukum alam. Hal itu sepadan dengan bekerjanya mekanisme hukum di dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Sekiranya boleh dikatakan, karma atau hukuman bukan lagi datang dari “tuhan” yang berperan sebagai pembuat rumus dan hukum alam secara langsung pada saat kejadian, karena tuhan (hukum alam) sekedar membentuk rumus-rumusnya secara baku. Selanjutnya rumus-rumus itulah yang akan bekerja dengan sendirinya melalui mekanisme alam yang begitu jujur. Sehingga ia akan bekerja secara tepat dan akurat, serta tak bisa “disuap”. Dapat dibahasakan bahwa hukum alam akan bekerja dengan kadar maha jujur, maha adil, tak pernah menyisakan ketidakadilan dan ketidakjujuran walau hanya sebutir biji sawi. Sebagal akibat tentu ada penyebabnya secara esensial. Bencana alam merupakan salah satu mekanisme hukum alam yang melakukan seleksi sangat ketat. Kita mudah menemukan orang-orang selamat dari bencana alam bagaikan keluar dari lobang jarum. Begitu pula para korban bencana alam yang luka berat, cacat, maupun tewas. Semua itu bukan lah peristiwa KEBETULAN saja. Bisa jadi para korban sedang menjalani karma-yoga, menebus kesalahan, sementara yang selamat sedang “menuai buah” atas apa yang pernah ia tanam jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan menuai buah kebaikan yang telah ditanam oleh para leluhurnya di masa lalu.
RUMUS BERCOCOK TANAM
Pada galibnya, uraian di atas membawa pada kesimpulan, kebaikan akan berbuah kebaikan, keburukan akan berbuah keburukan. Apapun kebaikan yang kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri, bahkan jika kebaikan itu berlimpah ruah kualitas dan kuantitasnya kelak akan meluber kepada anak turun kita juga. Bekerjanya rumus hukum sebab akibat tersebut, ibarat menuangkan air ke dalam gelas, apabila air yang Anda tuangkan banyak sekali, air akan tumpah meluber di seputar gelas. Pun demikian pula, jika kita menaman pohon, kita sendiri yang akan menuai buahnya, bahkan jika pohon yang kita tanam berkualitas super, buahnya akan berlimpah ruah, phon akan awet berbuah dan berumur panjang sehingga kelak anak cucu kita masih akan merasakan buahnya. Apa yang membuat tanaman kita menjadi tanaman super? Tentu perlu kita berikan pupuk dan teknik merawat yang tepat. Pupuklah setiap kebaikan dengan ketulusan tanpa batas, sirami dengan “air kasih sayang”, maka ia akan menjadi kebaikan yang berkualitas super, bahkan buahnya akan berlimpah ruah dapat dirasakan oleh anak turun kita.
WASPADA TERHADAP KARMA TURUNAN
Karma Turunan Bersifat Fisik
Sebaliknya, keburukan yang kita lakukan bukan saja akan berbalik pda diri kita sendiri, bahkan anak turun, anak cucu, akan ikut merasakan akibatnya. Hal ini yang dimaksud dengan karma turunan. Katanya, dosa akan ditanggung sendiri oleh si pendosa? Benarkah demikian? Mari kita uji. Kita kadang menyaksikan dengan mata kepala sendiri, adalah anak seorang pencoleng, perampok, pembunuh, yang dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Wajar saja, barangkali orang akan takut dicelakai, kalau-kalau si anak akan menuruni sifat-sifat orang tuanya yang menjadi penjahat kelas kakap. Bahkan bilamana anak seorang penjahat yang benar-benar berbisnis dengan jujur pun, orang yang mengetahui riwayat keluarganya akan menjadi ragu dan takut. Manakala anak seorang penjahat kakap melamar pekerjaan, kemudian perusahaan melakukan screening melalui CurriculumVitae-nya untuk melacak asal-usul calon karyawannya apakah keturunan dari orang baik-baik, ataukah keturunan penjahat residivis. Jika kedapatan bukti, perusahaan biasanya akan menolak secara halus. Semua itu merupakan bentuk karma atau “dosa” turunan.
Sisa-Sisa Karma
Saya pribadi termasuk orang yang MERAGUKAN bahwa suatu musibah yang dialami seseorang dapat terjadi secara independen, mandiri, tanpa rangkaian suatu sebab. Dengan kata lain musibah tidak akan menimpa seseorang yang tidak pernah bersalah di masa lalu, dan orang yang terbebas dari karma turunan. Namun apakah ada orang semacam itu? Menurut apa yang saya alami dan sejauh bisa saya saksikan sendiri bahwa, setiap musibah, merupakan akibat dari suatu sebab. Yakni merupakan konsekuansi logis dari kesalahan yang pernah dilakukan kemarin, minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu atau kesalahan yang pernah dilakukan (secara sadar maupun tidak) di masa lalu. Dan kenyataannya setiap orang pernah mengalami suatu musibah, karena bukankah semua orang tanpa kecuali pernah melakukan kesalahan ?!! Besar kecil, ringan beratnya suatu musibah, tentu saja sepadan dengan suatu kesalahan di masa lalu. Lebih berbahaya lagi karena kesalahan yang kita lakukan saat ini, apabila sampai mati kita baru sedikit menebus karmanya, maka hukuman itu tidak saja menimpa kita di alam sejati, namun bisa pula jatuh ke anak cucu kelak. Anak cucu bisa saja menanggung karma orang tuanya. Kita bisa pula dalam posisi sebagai anak turun yang masih menerima sisa-sisa karma para pendahulu kita. Sebaliknya, karma baik, bisa jadi kesuksesan dan kebahagian yang kita rasakan saat ini merupakan sisa-sisa karma baik para leluhur di masa lalu. Hal ini dapat untuk menjelaskan mengapa ada seseorang yang sering mencelakai orang lain, tetapi hidupnya kok bahagia dan sukses. Tentu saja kesuksesan dan kebahagiaan itu tidak akan berlangsung langgeng sampai akhir hayat. Karena hanya bersifat temporer, setelah sisa-sisa karma baik para leluhurnya habis, akan habis juga kebagahagiaan dan kesuksesan orang itu.
Karma Turunan bersifat Gaib
Wanita Baulawean. Uraian di atas merupakan contoh karma turunan yang mudah kita cermati pola hubungannya. Ada pula karma turunan yang sulit dibuka tabirnya. Terutama yang bersifat gaib. Misalnya wanita bahulawean. Tanda-tanda yang mudah disaksikan, jika wanita tersebut menikah, suaminya selalu meninggal dunia dalam usia perkawinan yang masih dini, antara 1 bulan hingga kurang dari 3 tahun. Mati bukan karena kecelakaan, biasanya karena sakit mendadak, atau menderita sakit ringan saja, tahu-tahu suaminya meninggal. Jika para pembaca telah memiliki kawaskitan yang memadai, akan dapat melihat, di dalam rahim wanita baulawean terdapat sebangsa ular dengan ukuran kecil, kira-kira sebesar pensil. Namun bukan sembarang ular, karena lebih bersifat metafisik atau bangsa alus. Tanpa disadari oleh istri maupun suami, ular metafisik itulah yang menjadi penyebab tewasnya si suami. Wanita bahulawean atau baulawean, memang biasanya ia tak tahu apa yang sedang dideritanya. Jika kita cari penyebab atau asal-usul keberadaan “ular” misterius tersebut, ternyata berasal dari karma. Celakanya, bukan karma akibat perbuatannya sendiri, melainkan karma turunan dari orang tuanya, bahkan dari kakek neneknya di masa lalu. Jika kita telusuri lebih dalam lagi kira-kira kesalahan atau dosa macam apa yang menjadi penyebab baulawean, saya pribadi menemukan benang merah, penyebab utamanya adalah mulut. Di mana mulut sering sekali lepas kontrol, tak disadari maupun disadari seringkali ucapannya menyakiti hati orang lain dalam kadar yang sudah sangat keterlaluan. Memutus karma seperti ini cukup sulit, karena yang dapat kita buang hanyalah “ular” misterius tersebut. Sementara karma bisa saja berubah dalam bentuk lain. Namun setidaknya, kita bisa menyarankan seroang baulawean untuk melakukan koreksi diri, dan berusaha untuk memperbaiki masa lalu para leluhurnya. Caranya antara lain, cari dan mintakan maaf kepada orang-orang atau keluarga yang dirasa memusuhi keluarganya, terutama para leluhurnya, atas segala kesalahan yang dulu pernah dilakukan oleh para leluhurnya. Walau hal itu tidak signifikan merubah “nasib” mereka yang telah pindah alam keabadian, namun setidaknya dapat mengurangi karma turunan yang menimpanya.
Nafas bau bangkai. Selain wanita baulawean, saya pernah secara tak sengaja menemukan seorang yang menderita nafas bau bangkai. Sudah puluhan dokter ia kunjungi. Sudah sekian macam obat dan jamu ia minum. Tapi penyakit itu tak kunjung sembuh, bau bangkai tetap keluar dari rongga mulutnya. Sampai sampai tak ada perempuan yang mau menikah dengannya, hingga usia tua. Alhasil, penyebabnya sama seperti wanita baulawean, berupa karma turunan. Orang itu akhirnya sembuh setelah memalui metode yang sama diterapkan untuk menangani perempuan baulawean. Bedanya hanya pada saat menyingkirkan “ular” misterius saja. Karena penderita nafas bau bangkai tidak ditemukan makhluk macam manapun di dalam tubuhnya.
Karma tak langsung. Masih dalam pola hubungan karma turunan. Yakni korban bencana alam, atau orang yang nasibnya terpuruk, sementara ia sudah menjalani hidup dalam batas kewajaran sebagai manusia yang gemar membantu dan menolong sesama, dengan ketulusan pula.
Masih banyak untuk dijabarkan di sini, adanya beragam penyakit sebagai akibat dari berlangsungnya karma atas perbuatan sendiri, maupun karena karma turunan. Tentu akan saya jabarkan pada kesempatan dan tulisan berikutnya. Misalnya suatu karma tentang berpindahnya penyakit dari orang yang sering dianiaya, kepada orang yang sering menganiaya lahir batinnya. Semua itu bukan lagi teori, tetapi pengalaman demi pengalaman yang terjadi disekitar kita.
Karma Turunan dan Ketidakadilan Hukum
Kita jangan tergesa menuduh dan menyimpulkan, jika hukuman atau karma turunan bersifat buruk dan selalu berarti azab atau musibah dan celaka bagi seorang yang ditimpanya. Telah saya singgung dalam tulisan terdahulu, kami kemukakan dalam tema,”merubah musibah menjadi anugrah”. Memang sekilas terasa merupakan sesuatu ketidakadilan. Namun anggapan demikian ini salah kaprah, karena disebabkan kurangnya pemahaman yang mendalam terhadap seluk-beluk karma turunan. Karma turunan bisa berubah menjadi ladang amal kebaikan, atau tanaman yang berkualitas baik yang dapat menghasilkan buah berlimpah ruah yang dapat kita tuai sendiri hingga anak cucu kelak. Namun semua itu tergantung si penerima karma turunan. Kita sendiri bisa memutus karma turunan itu dengan suatu kiat-kiat hidup. Tentu pemutusan karma turunan itu bisa dilakukan, dengan bekal kita harus mampu mengerti dan memahami apa sejatinya hidup dan kehidupan ini. Untuk itu dibutuhkan kesadaran spiritual yang memadai. Untuk mengurai karma turunan, saya mencoba menggunakan ngelmu Jawa, (maklum saya miskin pengetahuan lainnya). Kiatnya sederhana, tebuslah kesalahan ortu, atau para leluhur yang menjadi sumber karma. Cara penebusan juga cukup sederhana, lakukan kebaikan, ketulusan, welas asih kepada lingkungan alam dan seluruh isinya. Kunci keberhasilannya, tentu saja masih harus disertai ketulusan tanpa batas. Tahap awal, kita harus menyadari bahwa apa yangs sedang kita alami merupakan karma turunan, akibat kesalahan ortu dan para leluhur di masa lalu. Memang bukanlah kesalahan atas perbuatan yang kita lakukan sendiri. Tentu kesadaran ini dapat menyulitkan kita untuk menggapai keadaan tulus tanpa batas. Kita perlu menyadari suatu rumus berikutnya, yakni jika semakin tulus, semakin cepat selesai pula karma turunan. Menjalani karma, bagaikan menjalani vonis dalam lembaga pemasyarakatan (LP). Berlakulah baik selama di dalam lembaga pemasyarakatan, supaya mendapat remisi, atau potongan dan dispensasi masa hukumannya. Jangan suka grenengan, menggerutu, apalagi timbul sikap tidak terima. Justru akan membuat masa hukuman menjadi sia-sia. Seperti halnya gol yang dianulir wasit. Penderitaan yang anda alami akan menjadi sia-sia, ibarat anda sudah menginjak anak tangga paling atas, lantas terpuruk lagi jatuh, dan harus memulai memanjat anak tangga dari bawah. Hal itu menjadi penyebab, mengapa seseorang mengalami derita sepanjang masa, selama hidupnya selalu sial.
Di balik berlangsungnya karma turunan, sebagai bentuk keadilan hukum alam, maka mekanisme alam semesta telah menyiapkan derivasi rumus lainnya. Karma turunan akan berubah menjadi segudang berkah anugrah yang berlimpah ruah. Anda sendiri tak akan bisa menghabiskan, sehingga akan meluber, sumrambah, mengalir kepada anak turunnya kelak. Apa yang dianggap musibah, akan berubah menjadi anugrah agung. Asal kita semua mau memahami, menghayati, dan mengimplementasikan kuni-kuncinya.
KEMANA JATUHNYA KARMA TURUNAN
Singkat saja, karma turnan akan jatuh kepada orang-orang atau anak turun yang paling dicinta atau paling disayang. Barangkali hal ini sebagai bentuk keadilan alam pula. Coba, lebih adil mana jika karma turunan jatuh ke anak yang paling tidak disayang. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Nah, tidak sayang atau pun kebencian belum tentu tepat pada duduk permasalahannya. Kadang hanya karena faktor emosi orang tua dan parameter yang begitu kompleks. Artinya, kebencian ortu pada anak belum tentu karena si anak bukan anak baik-baik. Bisa juga disebab faktor ortunya sendiri. Karena ortu tidak selalu pada pihak yang benar. Sekalipun ortu di mana-mana sama saja, selalu bilang bahwa semua anak mendapatkan kasih sayang sama-rata. Tapi kenyataannya tidak demikian, kita bisa mencermati dari sikap tindaknya kepada masing-masing anak. Anggap saja hal itu sebagai sesuatu yang wajar dan biasa-biasa saja. Coba cermatilah diri Anda, apakah sebagai anak yang paling disayang ortu? Jika di antara Para Pembaca yang budiman merasakan hal yang sama, bersyukurlah saja, karena di hadapan Anda sedang disajikan “ladang amal”. Manfaatkan agar betul-betul menjadi ladang amal, toh Anda sendiri dan anak turun kelak yang akan mengunduh hasil panen atas apa yang anda tanam di ladang amal pada hari ini.
Nilai Utama ; Memenuhi Tanggungjawab Orang Lain
Nilai paling utama pada saat kita menebus karma turunan, karena kita menyelesaikan tanggungjawab orang lain, bukan tanggung jawab kita sendiri. Rumus ini berlaku pula manakala Anda mengangkat seorang bocah terlantar menjadi anak angkat anda. Kenapa anak angkat seringkali jauh lebih ngrejekeni (membawa rejeki) dibanding anak sendiri ? Itulah jawabnya, karena anda memenuhi tanggungjawab orang lain. Sepadan pada saat Anda membantu atau menolong orang yang sedang dalam kesulitan besar. Esnsi dari menolong dan membantu sesama, adalah Anda menghandle beban hidup orang lain menjadi tanggungjawab anda. Itulah nilai kebaikan paling utama. Silahkan dibuktikan sendiri. Karma baik dengan segera akan Anda rasakan. Ngunduh uwohing pakarti akan segera anda alami. Kebaikan yang anda lakukan akan berbalik pada diri anda sendiri, bahkan dengan rumus gema suara, kebaikan akan menjadi berlipat ganda. Asalkan dengan ketulusan tanpa batas.
Sampai di sini, saya menyimpulkan, bahwa “pagar gaib” yang paling kuat mampu membentengi diri kita sendiri dari segala macam marabahaya, musibah dan bencana, tidak lain adalah kebaikan yang kita lakukan. Semakin banyak kebaikan kita lakukan, semakin tebal dan kuat pula “pagar gaib” menyelimuti diri kita. So, tak perlu kita minta-minta dipagari dengan berbagai ilmu kebal. Karena yang mampu melakukan pemagaran paling kuat, adalah diri kita sendiri. Pemagaran yang dilakukan oleh orang lain, hanya bersifat temporer atau dapat bekerja untuk sementara waktu saja. Setelah itu akan pudar lagi, lantas menjadi mudah diguna-guna, disantet, tenung, dan dicelakai oleh orang lain.















1110 tanggapan kepada “SELUK BELUK HUKUM KARMA”
ijogading
Oktober 21st, 2011 pada 18:53
HAJI
Dalam
Hukum KARMA
@nuwun sewu Sabda, ini tetap pada jalur budaya nusantara.
universal, relative, individualistic, sentris, agamis, philosophic, humanist, terkendali.
Dlm dunia bisnis, diperusahaan yg establish ada kalanya penghargaan diberikan kepada seseorang untuk memilih “mau kemana saja didunia ini sesuai kehendak. Bagi manager yg kebetulan muslim mereka lebih banyak memilih naik HAJI..
Bagi saya, mereka tidak cukup alasan pengetahuan, logika diri untuk memilih naik haji bagi yg memilih haji apalagi ada sampai 2kali haji..
Saya juga tidak melihat kwalitas keagamaan yg memadai tersirat diwajah mereka, kecuali dua tanda agak hitam yg ada sbg identitas akibat seringnya mereka sholat.
Awal bulan tahun ini, sepulangnya dari ka’bah, inilah cakupannya.
Saya jauh lebih muda dari beliau dan beliau bersedia diutarakan disini, beliau dn teman2 adalah pemerhati blog@Sabda ini.
Salam menyalam.
*Apa itu Haji pak..?
#membersihkan diri..mendekatkan diri dg Allah rumah suci, tanah suci
#Menjalankan rukun islam.
#agar dapat pahala, dapat berkah dan pengampunan yg lebih.
*ada lagi pak.? Kok nggak jawab agar mudah masuk sorga.?
#iyaa sih…agar dipermudah!
*pak, kenapa sudah haji masih ada banyak yg kawin lagi.?
#haji itu sunah…nggak wajib. kalaupun ada itu manusiawi, asal cukup beralasan, kita kan bukan malaikat, kita manusia yg tak sempurna, selalu dpt cobaan…
*katanya Allah manusia itu mahluk yg paling sempurna, kok sering membandingkan dg malaikat? Bukankah ini kontradiktif dlm pengajaran kehidupan? hiii.!
* kalo udah Haji apakah boleh menyakiti hati ISTRI dan ANAK-ANAK, atau ORANG lain pak.?
#karena haji itu sunah maka ya.. kalo cukup alasan dan dpt ijin dari istri sih boleh.! Bukankah semua kejadian itu ridho Allah.?!
*Apakah bapak yakin ridho Allah disaat bersamaan seseorang itu misalnya penyiar agama/ustad/ulama menyakiti sesama umat manusia.?
#mmmh…. d I a m ….
#insyaallah saya tidak seperti itu.
*Apa yg bapak sarankan kepada sesama haji dg kondisi ustad spt itu.?
#janganlah begitu…kowe ojo tako’ sing angel angel.. Iku urusan dewek dewek…
*njih pak haji, maaf kalau saya bertanya yg tidak berkenan dihati (dlm hati saya terus berpikir.. ternyata kita, mereka, sangat berbeda antara satu dg yg lain, eksklusif, beda daya pikir, bebas maunya sendiri sendiri, agamamu agamaku sekalipun seagama).
*Oh ya pak haji kok nggak tanya saya.? saya dapat apa dari dolan ke tembok Cina, jepang, pukhet thailand atau Genting Highland Malaysia atau Dubai pak?
#wah kowe iki…hobimu lak koyo ngono rodho2 mrono..ssph!
*sela-sela pahane Sub Station Power House PLN pak haji..? hiii
#yo aku nggak ruh.. kowe kan klase interprener.!
*hahahahaha.. Pak kulo lagi sinau pelajaran ilmuné kyai Jabat di Kalibaru Banyuwangi…!
—Selesai—
HAJI
(sepengetahuan saya)
Asal kata Aji, berharga, naik drajat
Asal kata Taji, tajam, menajamkan, ditajamkan, runcing, landep.
Jadi.. Haji adalah menajamkan pikiran, menyatukan keinginan perasaan, logika nurani, agar menjadi manusia yg berharga, bernilai, bermanfaat bagi manusia dan alam.. mengenal dirinya sendiri..! Jendrohayuningrat widodo tunggal, sangkan parané dumadi dalam hamemayu hayuning bawono.
“tiada tempat selain didalam diriku atau diri anda sendiri”
HAJI bukanlah tindakan khayalan belaka apalagi mengharapkan kesalahan diampuni, atau masuk sorga.
Tapi saya jauh dari click Ali Sina untuk membuat exodus orang2 islam menjadi atheist..!
Hmmm…
kalau ada difinisi diluar itu monggo di tuangkan disini — — —
sebagai koreksi bahan membangun jatidiri bangsa sbgmn tujuan blog Membangun Negeri Nusantara ini.
@Karena Tuhan dengan hukum KEABADIAN(wibhuti)NYA sesungguhnya tidak akan pernah menilai dan menghukum makhluknya..
@Manusia itu disadari atau tidak tetap dalam hukum KARMA, hukum kekekalan ENERGY Alam Semesta, hukum Energy Kosmis, hukum keseimbangan MAKROKOSMOS… hukum keseimbangan MIKROKOSMOS hukum Sebab Akibat.. berlaku pada keberadaan dan ketidakberadaan segala mahluk ciptaanNYA.
@sorga dan neraka adalah hasil yg diperoleh dari “perIMBANGan” dari apa yg diperbuat manusia, manfaat bertemu manfaa,t yg menyiksa pasti tersiksa, yg menyakiti pasti sakit, yg bermurah hati pasti mendpt kemurahan, yg berbuat baik pasti baik.. dst…
@pesantrian/pesantren,
Adalah pondok/rumah/tempat belajar mengaji dari Guru yg berkelas, bagawan(gawané beg), yg sudah mengenal dirinya sendiri, menyenangkan, menyayangi semua mahluk dan baik lakunya.
@Santri/Cantri/murid adalah seorang yg belajar mengaji, belajar mengenal diri, cantri harus sudah cukup umur dan mapan dlm kehidupan.
@wm,saya sebagian msh jadi burung beo… matur nuwun sanepannya.
@dewi, kamasutra niku gugon tuwon digugu nek wis tuwo, nek wis wayahe, ilmu kudhune dinggo nek wis wektune, nek ijik njomblo dadhekno pengetahuan, asmarandana iku dipraktikno nek wis kené sejoli.
hopelly in the next sankara’s..
I have to catch you to be my queen.!
@mbhpoJS,cp,sk,twsk,dlb,budhaj dll dll sabda@blogers…
Semoga bermanfaat…
Saya masih terus belajar.
Salam jatidiri
RAHAYU.
tanwaskita
Oktober 21st, 2011 pada 18:56
…membaca nggetu dan mbulet dan ternyata tidak dijalnkan satu ayatpun…..tapi kalau si dia mampu mengikuti apa yang saya jalankan dalam hidup maka saya akan berguru kepada si beliau yang top markotop itu……
Sangat sayang kalau dan ternyata blog ini ketamuan teroris…tidak dialam nyata…di dunia net juga direcoki…….biarkan si dia nerocos terus …lihat saja apa yang ditulis seperti pertanyaan yang tidak perlu dibahas….sangat tidak bermanfaat untuk ketentraman hati…..selalu memberi pertanyaan dan jawaban hanya itu itu saja…..hanya katanya…ngeles dan lari……
..suruh si dia menjawab kenapa negara islam selalu tawuran sendiri di timur tengah sana dan juga di negeri ini…..mereka berkelompok dan berorganisasi mengatas anamakan pembela islam…….apa yang di bela lha wong islam tidak ada masalah di negeri ini…..negeri ini bukan negeri agama….mereka hanya benalu dalam agama islam………..
Boleh saja si dia . teroris blog ini mengaku dan merasa hebat….ngelem awake dewe paling jos mangojos dan merasa paling suci….lha wong ngomongnya saja sudah bernada merendahkan……
@Mas JS,
Blog ini ampuh dan bagus karena a.l ada penulis2 sekaliber … njenengan, jujur dan ngomong apa adanya ! Njenengan ini mengingatkan saya pada….Yudhistira/Puntadewa … (Ini menurut aji2 penerawangan saya, biasanya mleset, tapi nampaknya kali ini ….betul ! ) Menurut saya, njenengan tidak perlu mikiri yang … tidak perlu. Hanya karena ada satu,dua oknum saja njenengan lalu …. tidak/kurang fokus pada apa yang perlu disampaikan/ditulis. Njenengan punya sumber dari ‘sono’ – anak2 njenengan , apa yang perlu kami ketahui ya tolong kami diberi tahu ! Soal ada oknum yang bilang ini itu, ya biar saja … Urusan njenengan (dan anak2 njenengan) adalah dengan ….kami di sini yang mau belajar dan berbagi di blog ampuh ini, bukan dengan oknum yang meng ‘kopar kapir’ kan orang2 yang tak sepaham !
Kalau Mas JS sampai … mutung atau marah karena satu oknum kopar kapir, ya INI yang dimaui oknum tsb ! Kami yang … rugi, si kopar kapir yang ..untung !
Jadi Mas Kebo ….Enom, gak usah mikiri suara sumbang/sengak, mbok mikiri teman2,kami2 di blog ini. Gitu lho. Tak kirimi aji2 katresnan rujak cingur (-: (-:
widji midjil
Oktober 22nd, 2011 pada 07:56
Salam Mas Tanwaskito……Mas Bayangan…..Mas ijo Gading…JDD….semua para Dewa…….
Sangat benar kalau blog ini memang ampuh dan gegap gempita….para tamunya berilmu Dewa……tidak salah kalau saya belajar kepada para beliau……
Saya seperti Yudistira ???……weeeh….saya sangat jauh dari gambaran seperti itu…..memang benar bahwa pribadi dan laku orang hidup seharusnya dan hukumnya wajib untuk dilakukan seperti Pandawa…..lengkap komplit dalam segala urusan….urusan yang didalam juga dijalankan / manembah Gusti dengan panduan hati nurani sebagai niat dasarnya untuk mencari Tuhan diri dan hidupnya……urusan diluar / hidup bebrayan sesama manusia juga dijalankan dengan perilaku budi luhur yaitu dengan topo ngrame……persis plek dengan perjalanan hidup Pandawa….menemukan jati diri hidup….mengerti makna hidup sebenarnya dengan kerja nyata dan tidak hanya belajar dari buku tetapi praktek kerja nyata…..bukan hanya seperti melihat gambar buah yang jelas jelas tidak bisa dimakan tetapi benar benar memakan buah asli yang segar…..tanpa baik dan berguna untuk manusia banyak jangan harap bisa mengerti tentang hakekat hidup…jangan harap bisa mengerti hakekat tentang sifat Gusti yang Maha kasih dan sayang…….
Saya hanya ingat dengan nasehat poro winasis bahwa semakin baik dan berguna hidup kita kepada banyak manusia / topo ngrame dengan rasa ihklas dan tidak berharap imbalan atau pujian maka sebenarnya kita seperti meletakan batu pijakan sebagai tangga untuk naik ke langit…..semakin banyak batu pijakan maka semakin tinggi menjulang kelangit…kias mencari Gusti Allah untuk berharap kasih sayang dan ridloh restu NYA……garis horizon dan garis vertical dan akan berbentuk kerucut bangunan segitiga bila ujung ujungnya disambungkan…..ha..ha..ha…seperti logo JS production…..usaha elektro saya yang sedang ngos ngos bertahan untuk tidak runtuh di jaman sekarang…susah cari rejeki…kik…kuk…..
Saya atau para Panjenengan memang sangat seharusnya berpuji sukur atas nikmat hidup ini kepada NYA……apalagi para Panjenengan yang sudah mendapat hidayah dan nikmat dengan dan sudah berpola pikir seperti para orang tua kandung atau guru dan hal yang sangat lumrah bila kita yang sebagai orang tua kadang jengkel dengan anak anak kita bila mereka tidak melakukan apa yang sudah kita ajarkan atau harapkan kepada mereka yaitui soal hidup dan tentang budi luhur…kita ini hanya manusia biasa…he..he..para Nabi saja juga jengkel kepada para kaumnya apalagi kita ini sebagai orang kecil yang juga berpangkat kecil dimata manusia yang lain…….
Bahasa mutung bagi saya memang berarti rasa sedih dan bukan sebagai rasa marah sesungguhnya…..seperti rasa marah dan jengkel kepada anak anak kandung….rasa marah karena ada rasa cinta orang tua kepada anak anaknya….kalau tulisan saya memang dianggap serius atau menyinggung perasaan para Panjenengan maka saya tidak malu dan tidak sungkan dengan bermohon dan minta maaf dan khususnya kepada Mas Bima dan Mas yang lain………………salam rahayu…..
tanda tanya
Oktober 22nd, 2011 pada 00:02
assalamualaikum… poro sesepuh pinisepuh sedoyo…! sungguh sangat di sayangkan blog syarat ilmu seperti ini di warnai dengan saling menghujat antar umat beragama yang seharusnya bisa mencontoh bintang dan rembulan,mereka berdampingan tapi mampu menghiasi malam..!ra eker2an ora iren2an siapa yang telah mempercantik sang malam.
BUNGSU
Oktober 22nd, 2011 pada 00:17
assalamualaikum… poro sesepuh pinisepuh sedoyo…! sungguh sangat di sayangkan blog syarat ilmu seperti ini di warnai dengan saling menghujat antar umat beragama yang seharusnya bisa mencontoh bintang dan rembulan,mereka berdampingan tapi mampu menghiasi malam..!ra eker2an ora iren2an siapa yang telah mempercantik sang malam.
——————————————————————————————-
seharusnyalah begitu ?????? tapi kadang mendung juga ikut cumentel ning awang**. iya kalau ujan, kalau tidak….kan jadi sumuk…… oleh sebab itulah, kadang** mendung itu indah, tapi kadang juga mendung itu tidak tau adab, jadi perlu di panggilkan pawang ujan, biar ujannya lekas turun, kalau dah di udani. bumi jadi seger. langit jadi terang kembali. bulan dan bintang terlihat gemerlap menebarkan pesonanya
Bayangan
Oktober 22nd, 2011 pada 00:21
duh si BUNGSU iki…. jo ngono adiku !!!. .
Kaget
Oktober 22nd, 2011 pada 08:11
Bulan Sabit iku bulan seng dipangan Dajal…
kalo menganggap ini blog yg bagus ya tolong tuh di kash tau awan mendung gelap seng marai sumuk. di suruh pergi.
Kenapa?? takut ya mengomentari pahamnya sendiri????
jangan paham yg lain yg di salahkan terus. salahkan juga paham sendiri YANG MEMULAI EKER EKERAN INI. kalo ga berani ga usah aja komen di sini.
poro sesepuh pinisepuh sedoyo…! sungguh sangat di sayangkan blog syarat ilmu seperti ini di warnai dengan saling menghujat antar umat beragama yang seharusnya bisa mencontoh bintang dan rembulan,mereka berdampingan tapi mampu menghiasi malam..!ra eker2an ora iren2an siapa yang telah mempercantik sang malam.
kata kata sang bijak. jadi tolong bijak pula dalam melihat siapa yang r\RIBUT DULUAN. jangan hanya OMDO…
jangan cuma KUM KUMAN TAI…
widji midjil
Oktober 22nd, 2011 pada 09:14
Salam Mas Kaget…….
Udara didaratan juda super sumuk….baju sepertinya diseterika…..blog ini memang menjadi sumuk kalau diisi dengan orang yang membawa api yang membakar….bangunan akan roboh kalau dilalap api….Mas Sabdo mungkin sudah menyiapkan mobil montor kloneng dan ambulance untuk jaga jaga…ha..ha..ha…
Berargumen yang baik dan benar yang sudah saya ketahui maka kita bisa melihat di blog Mas EC kwartal tahun 2008 …disana materinya sangat baik dan para komentator saling isi….asah asih asuh….
Sebaiknya si pembuat onar di blog ini bisa berkaca dan bercermin bahwa cara menyampaikan ilmu itu seperti dan wajib hukumnya sebagai orang pemberi amal harta atau dono weweh shodaqoh….memberi sesuatu yang berharga tanpa pandang bulu siapa yang harus diberi…berbuat seperti ajaran dia sendiri dalam sejarah Nabi Ibrahim as….bukan memberi si fakir harta pengemis dengan omel dan gertak menghina dan bukan memberi makan orang mbambung kelaparan dengan melemparkan piring dan nasinya…..sangat tidak berbudi dan amat tidak sopan dalam hidup bebrayan dan tepo sliro atau toto kromo……..kalaupun tulisan itu hanya guyonan maka dosa juga sudah didapat karena dengan cara itu telah menimbulkan su udzon dan rasa jengkel manusia kepada dia karena ulahnya dan jika tulisan itu sungguh sungguh ..weeeh itu lebih parah lagi dosanya…..tunggu saja balasan dengan tidak dia duga datangnya….kalau tidak percaya yoo wis…….salam rahayu……
Kaget
Oktober 22nd, 2011 pada 09:32
SALUT BUAT MAS WIDJI MIDJIL
Tanpa kum kuman virus… tp penyampaiannya halus dan berbudi.
Saya ga butuh yang pake KUM KUMAN VIRUS dan OMDO
bisa ngomong ga da amal ibadah BABAR BLASSSSSS…
Waton MUNI seolah sudah baek tp ga ada wejangan sama sekali dan tidak berani menegur siapa yg ga pener. meski itu dari pahamnya sendiri
Sepertinya itulah yang pantas disebut KAFIR
ini blog kejawen
ga sah pake kum kum
adanya kungkum nang sendang. tirakat dan ini bukan musyrik
HARGAILAH PAHAM ORANG LAIN
dewi
Oktober 22nd, 2011 pada 04:12
@ Ijogading,
I can`t wait `till the next ankara…, you only see my wrinkle… hi hi hi…
The answer is : yes!… ‘kejarlah daku kau kutangkap!’…. he he he…
@ All,
namanya juga discothique, jadi isinya ya senggol-senggolan, cubit-cubitan… he he he…
salam relax,
dewi
ijogading
Oktober 22nd, 2011 pada 09:49
@dewi and all sederek sedoyo.
Jangan dipercaya, tapi ambillah hikmahnya.
confi/globalwarming/nasa,
Sankara’s evolusi bumi 11ribuan tahun sudah dekat, analisa teknis dari meningkatnya panas bumi dlm 8bulan terahir th ini, justru lbh dikarenakan magma perut bumi yg sdh ter-explore/keluar sebagai hambatan gas helium sinar matahari, panas latent yg kita rasakan dipermukaan bumi akibat ini jauh ditengarai sebagai penyebab earth collapse.. dari pada rusaknya lapisan ozon akibat polutan carbon dioksida atau efek rumah kaca.
Sankara’s adalah punarbawa, reinkarnasi, reformasi dan transformasi energy panas magma dari perut bumi, bagi kita semua diharapkan untuk selalu sabar dan eling menyatu Hyang Parama Kawi, ISWW, kita pada pengaruh tipisnya Oxygen akibat membesarnya molekul2 dan komponen Hydrogen pada reaksi fisika kimia fatamorgana, emotional flexibility, fleksibilitas emosi kita terganggu.. Minumlah banyak air…, awasi anak2 jangan diberikan pelajaran yg sulit, apalagi belum masanya…end…
@penulis info adalah temanBali yg bekerja di antariksa dunia.
Semoga bermanfaat.
Salam Jatidiri.
RAHAYU.
dewi
Oktober 22nd, 2011 pada 18:21
@ All, Sedanten, Semuanya…
SUATU KETIKA DALAM SATU HARI DI DUNIA INI, HARI KAMIS 20 OKTOBER 2011.
Suhu panas di Bojonegoro mencapai 44 derajat celcius, melebihi panas kota makkah yang hanya 40 derajat celcius. Panas ini tak lepas dari semakin banyaknya hutan gundul serta pemanasan global. BMKG Juanda, menyatakan cuaca ekstrim terjadi akibat pergerakan suhu matahari di belahan bumi utara, kondisi ini di perparah hembusan angin pada lapisan atas yang cenderung menyebar sehingga sulit membentuk awan, akibatnya sinar matahari langsung memanggang bumi.
Pemimpin Libya, Moammar Khadafi, setelah dua bulan terguling dari kekuasaanya selama 42 th, di temukan tewas setelah tertangkap di kota kelahirannya, Sirte, setelah terlibat baku tembak dengan tentara pemberontak. Moammar khadafi boleh mengklaim dirinya adalah ‘raja dari segala raja’, tapi rakyatnya menjulukinya ‘diktaktor yang paling di cari di muka bumi ini’.
Suasana kegembiraan dan haru bercampur menjadi satu di benak umat muslim di pendapa Lokantantra kabupaten Lamongan, saat 1.666 calon jamaah haji (CJH) hendak diberangkatkan oleh bupati Fadeli. Sebelum di berangkatkan, sang bupati memberi pembekalan bagi CHJ yang harus di lakukan di tanah suci. Fadeli juga menyampaikan penghargaan kepada kelompok bimbingan ibadah haji dan umroh (KBIH) dengan jumlah jemaah haji terbanyak. Secara kuantitas Lamongan naik menjadi peringkat ke-5 tahun ini, untuk peringkat satu di raih surabaya, sidoarjo, jember, gresik kemudian lamongan.
Konflik antar suku di Yaman masih mencekam, menyusul pemberontakan yang di lancarkan kaum oposisi untuk pemerintahan. Di negara yang masih berkecamuk perang ini jumlah senjata/ pistolnya melebihi jumlah penduduknya. Dengan penduduk sekitar 24 jt an, jumlah senjata/ pistolnya mencapai 60 jt an, yang di dapatkan dari negara2 tetangganya, semua orang tua-muda bahkan anak2 bisa mendapatkan senjata dengan mudahnya. Begitu murahnya harga pistolnya seperti halnya murahnya kematian yang harus melayang. Nyawa seakan tak ada harganya di negara muslim yang masih suka perang dengan sesama saudara muslim di negaranya.
Barcelona melibas Viktoria plzen 2-0 di lanjutan grup H liga champion yang di gelar di Nou Camp. Gol2 Andres iniesta dan Lionel messi membuat barca membukukan rekor 13 partai tak terkalahkan di musim ini.
Buntut rusuh terkait konggres rakyat di Papua, Kalau kita lihat dari APBD-nya dana Otsusnya Rp 28 triliun, kok tidak bisa menyejahterakan rakyat Papua. Kok mereka masih saja miskin. Ini yang harus diperiksa secara komprehensif. Masalah korupsi, BPK (badan pemeriksaan keuangan) dan KPK urusannya. Presiden katanya benar-benar ingin memberantas korupsi…, Lapor kepada KPK, tapi kemudian hanya teri-teri saja yang ditangkap pakai pukat harimau. Masalah di papua ini bak api dalam sekam, Yang memerlukan pendekatan komprehensif dalam penanganannya, Bukan hanya pendekatan pencegahan keamanan, Tapi juga perlu ditekankan kembali pendekatan kesejahteraan.
Dampak gempa di bali masih menyisahkan tanda tanya yang besar, terutama bagi dunia perghoiban nusantara, tanda2nya sudah di rasakan oleh mereka yang memiliki ilmu kebatinan yang linuwih serta dapat di rasakan pula oleh masyarakat gejala2nya, seperti hawa panas yang berlebihan. akankah gempa di nusantara akan susul menyusul di barengi tsunami di berbagai daerah lainya? seperti halnya yang telah di ramalkan oleh Pujangga Ronggowarsito, bahwa jawa akan terpecah menjadi 9 bagian?….
@ Ijogading,
Benar itu, sankara ini seperti suatu kala mangsa/ suatu satu waktu. Melihat dan merasakan riak gejala bumi yang bergejolak, tidak seharusnya manusia hanya memikirkan hal2 yang abstrak yang tak jelas tujuan dan manfaatnya. Bukankah menanam satu pohon lebih berguna untuk manusia dan alamnya daripada beribadah 1000x untuk dirinya sendiri ?!…
@ Wongsorejo,
Apakah SP juga merasakan dampak global warming? Adakah misi dan programnya untuk mengatasi masalah yang real bagi bumi pertiwi ini?… tidakkah ia merasa panas kegerahan di balik tembok pingitannya?…
Salam sejuk sedoyo,
Dewi
kudagunung
Oktober 22nd, 2011 pada 20:20
Pemimpin Libya, Moammar Khadafi, setelah dua bulan terguling dari kekuasaanya selama 42 th, di temukan tewas setelah tertangkap di kota kelahirannya, Sirte, setelah terlibat baku tembak dengan tentara pemberontak. Moammar khadafi boleh mengklaim dirinya adalah ‘raja dari segala raja’, tapi rakyatnya menjulukinya ‘diktaktor yang paling di cari di muka bumi ini——————————————————————————————–
Coba donk cek di youtube, a/ Al Jazeera, Sky News, BBC a/minimal di Metro TV & TV One.
Beliau bukan ditemukan tewas, tapi dikeroyok beramai-ramai lantas dipukuli, dieksekusi, ditelanjangi, diludahi dan hari ini jenasahnya yg belum dimandikan dan masih telanjang dipajang di sebuah mall di kota Sirte untuk dijadikan tontonan !!!
Beliau pemimpin sejati yg berani melawan dominasi kapitalis/nekolim/neolib agung AS dan Inggris. Beliau terpaksa keras kepada mereka yg terlalu pro kapitalis/nekolim/neolib yakni para borjuis dan cukong antek-antek dan kaki tangannya Raja Idris yg digulingkannya 1968 lalu. Itu FAKTA. Rakyat makmur dibuatnya, tdk ada yg miskin dan kaya. Pendidikan dan Kesehatan murah. Sembako sangat mudah diperoleh dan murah. Lahan yang bergurun pasir dinegerinya diubahnya menjadi subur ijo royo-royo. Semua hal itu tidak pernah terjadi di masa kepemimpinan otokrasi Libya hingga Idris sbg raja terakhirnya.
Milyaran dolar AS digelontorkan kepada siapa saja orang-orang Libya yg berani melawan Khadafi. masih kurang juga, ratusan pesawat tempur NATO dikerahkan untuk menghancurkan negara tenteram itu. Tetap masih kurang, ratusan agen NATO , CIA dan MOSSAD diterjunkan untuk membantu penghancuran Libya. Para jenderal dan komandan perang disuap untuk mengkhianati pemimpinnya. Untuk apa ? Untuk menguasai minyak Libya ! Untuk mengangkangi negara2 Arab yg tidak patuh thdp AS dkk. Sekarang ini Arabia dgn pasukan wahabinya dipakai AS dkk untuk menghancurkan RI !
Kalian ini bicara panjang lebar dari mulai soal negara, soal gaib-gaib, soal kunci2 dan wasilah, soal Tuhan, soal SP tapi bagai katak yg hidupnya hanya di dalam tempurung yang berdampak ketololan sepanjang masa, kegoblokan sejak abad ke 12 yg masih dipelihara sampai sekarang.
amar makruf
Oktober 22nd, 2011 pada 21:37
kamu dari dulu bisanya cuma menyalahkan amerika saja kalau ada negara arab yang perang sudah merasa sok pintar coba apa sih sumbangsihmu untuk kemajuan Indonesia ?
dewi
Oktober 22nd, 2011 pada 22:05
@ Kudagunung,
Terima kasih dan salam kenal pak/mas kudagunung, saya juga ikut prihatin dengan meninggalnya pemimpin yang kharismatik itu, semua pemimpin di dunia ini pasti memiliki, kekurangan dan kelebihan. Contoh : pak harto yang diktaktor tapi masih berjasa bagi negara ini, pak karno yang simpatik ternyata beliau juga seorang otoriter. Di fillipina presiden marcos, sampai sekarang belum di kuburkan jenazahnya hanya di mummikan, rakyat menolaknya karena mendiang adalah koruptor yang hebat di negrinya. Saya sudah baca di koran, betapa rakyat libya juga tidak berprikemanusiaan memperlakukan presidennya, bahkan jenazahnya yang masih belepotan darah di ajak photo2 dengan keadaan yang nista, seperti di buat bahan olok2an warganya sendiri. moammar mungkin orang yang berjasa bagi rakyat dan kroninya saja, tapi tidak bagi kaum oposisi, pemberontak dan separatis dan sebagaian besar rakyatnya. Mereka tetep menganggap moammar sebagai diktaktor. Dalam hal ini saya tidak pro kematian moammar, tapi saya hanya menyampaikan khabar berita saja. Saya bahkan hanya menuliskanbeliau di temukan tewas, tidak lebih, karena saya tahu betapa dia meninggal juga tidak dengan berwibawa tapi di temukan di sekokan got tempat ia berlindung dari kepungan yang anty kepadanya. Dan saya turut berbela sungkawa atas meninggalnya korban jiwa- korban jiwa yang lainya di dunia ini, baik kepada pemimpinnya maupun rakyatnya. Jangan salah pak, saya ini anty perang lho pak, bahkan saya anty hukuman mati/ eksekusi.
Tidak benar kalau kami hanya bagai katak dalam tempurung, coba anda baca komment para pinisepuh di sini di ‘komentar yang lama’/ sebelum komentar ini,… , apa yang saya sampaikan adalah rangkuman berita dalam 1 hari di hari kamis kemarin, apa yang terjadi di negri sekitar arab/yaman lalu saya bandingkan dengan kejadian yang ada di nusantara di waktu yang sama …. termasuk hawa panas… memang tak ada sangkut pautnya, namun semua peristiwa ini jika di runut juga seperti cakra/ roda yang berputar. Saya juga tidak mengerti ilmu perghoiban, untuk itulah saya bermaksut memaparkannya di sini, sehingga tulisan ini akan di respons oleh para pinisepuh yang linuwih, termasuk njenengan juga. Mengenai cuaca panas akibat pemanasan global, saya setuju dengan tulisan kangmas Ijogading, bahwa menanam pohon itu sangat penting dan significant, hingga ada seruan moral, bahwa menanam 1 pohon itu lebih bermanfaat daripada sembahyang berkali2.
Kami di sini berdiskusi, membedah buku/makalah / masalah sedikit demi sedikit, bukan sekonyong2 abrakadabra!… di sadari ataupun tidak,di sini ruang seluk beluk karma akan mengupasnya, membuka tabir keabstrakan kontruksi sosial masyarakat kita. Dan ini mungkin (maaf) ada kritikan juga bagi para tokoh spiritual di negri ini, betapa rakyat seperti mementingkan gelar hajinya daripada haji dalam perwujudan sikap dan tindakan sehari2, di situ saya juga menuliskan betapa ribuan calon jemaah haji di berangkatkan tiap tahun di tiap kabupatennya, sementara keadaan kita masih dalam keprihatinan sosial…., jadi tolong di jelaskan, dimanakah letak kedangkalan negri ini?… bahwa kefanatikan kita sudah semakin parah dan itu adalah karma dari kebodohan dan kesenjangan sosial, untuik itulah saya juga pernah sharing ide, seyogyanya ada ‘kebebasan beragama untuk anak indonesia’, anak kecil seharusnya tidak di ajarin hal2 yang abstrak, tapi cukup kasih sayang, budi pekerti dsb, biarkanlah anak2 hidup dalam plurarisme teman2nya, bukan malah di kotak2kan/ memgeksklusifkan diri berdasarkan apa agamanya, dsb.
Di sini juga lebih berwarna dan plurarisme komentar2nya, karena di sini ada yang islam kolot, islam yang luwes, islam kejawen, dsb, ada yang kristen, katolik, budha, kejawen tulen, bahkan ada yang nontheis/ atheis. Bahkan tak jarang ada orang islam yang suka menghina dan merendahkan keyakinan lainya, akan Jadi bahan tertawaan di sini, wajar kalau komentarnya terkesan amburadul, bagi mereka yang baru pertama kali masuk, tapi bagi yang sudah lama mengikuti blog ini, blog ini seperti intan permata budaya, spiritual dan pengetahuan leluhur, dan mereka pasti akan kembali dan kembali lagi, karena mereka tahu apa yang kami diskusikan sebenarnya adalah juga untuk mengikis ketololan dan kebodohan sepanjang masa yang seperti njenengan tuduhkan kepada kami semua di sini.
Salam sejahtera,
Dewi
BAYANGAN
Oktober 22nd, 2011 pada 22:59
Milyaran dolar AS digelontorkan kepada siapa saja orang-orang Libya yg berani melawan Khadafi. masih kurang juga, ratusan pesawat tempur NATO dikerahkan untuk menghancurkan negara tenteram itu. Tetap masih kurang, ratusan agen NATO , CIA dan MOSSAD diterjunkan untuk membantu penghancuran Libya. Para jenderal dan komandan perang disuap untuk mengkhianati pemimpinnya. Untuk apa ? Untuk menguasai minyak Libya ! Untuk mengangkangi negara2 Arab yg tidak patuh thdp AS dkk. Sekarang ini Arabia dgn pasukan wahabinya dipakai AS dkk untuk menghancurkan RI !
Kalian ini bicara panjang lebar dari mulai soal negara, soal gaib-gaib, soal kunci2 dan wasilah, soal Tuhan, soal SP tapi bagai katak yg hidupnya hanya di dalam tempurung yang berdampak ketololan sepanjang masa, kegoblokan sejak abad ke 12 yg masih dipelihara sampai sekarang.
———————————————————————————-
Puji syukur ALHAMDULILLAH, telah berpulang ke RAHMATULLAH dengan selamat dan lancar. Semoga mereka menjadi contoh dan suri tauladan bagi handai tolan dan sanak saudaranya.
widji midjil
Oktober 22nd, 2011 pada 23:04
Salam Jeng Dewa Dewi……..
Salut atas semua tulisan Njenengan sebagai jawaban dalam meluruskan suatu maksud …….saya sangat menghargai pola pikir seperti Njenengan…….tidak salah kalau saya menduga bahwa tanpa Jeng Dewa Dewi maka blog ini bisa berkurang gregetnya……..salam rahayu…..
Wongsorejo
Oktober 22nd, 2011 pada 23:44
sudah saya katakan ini semua adalah masa penagihan janji sabdopalon, lima ratus tahun kemudian agama -2 besar yaitu islam diwakili negara-2 arab dan agama kristen yang sudah bertransformer menjadi nato dibenturkan-benturkan oleh sang hyang murbeng dumadi tujuannya ya itu tadi untuk melemahkan agama-2 besar tersebut, tujuannya tuhan membukakan jalan, karena apa yang dibawa sp harus muncul di permukaan dunia tepat setelah 500 tahun yaitu saat ini, lha kalau agama-2 besar itu masih kuat maka budi pekerti luhur tidak akan bisa muncul kepermukaan dunia, baca dunia!!…bukan hanya nuswantara dan mengharmoniskan dunia seperti yang sudah tertulis atau dinubuatkan oleh sang mapanji joyoboyo, saat ini agama -2 sudah tidak dipakai lagi oleh hyang murbeng dumadi, biar 1 milyar umat ndremimil nggak bakalan didengar oleh tuhan, karma tetap harus dibayar,….tapi otak manusia mana bisa percaya apalagi dijaman fanatik dan materialistis seperti sekarang ini, pesan leluwur pun dianggap angin….
@ jeng dewi
semua masalah dunia yang ada saat ini sp punya jawaban nya termasuk global warming, apalagi al gore orang kaya mantan wakil presiden as mengadakan sayembara berhadiah bagi mereka yang punya jawaban untuk mengatasi global warming, sp pun punya jawaban-2 untuk krisis-2 multi dimensi lainnya diberbagai belahan dunia termasuk di padang pasir sekarang ini, sp tertunda-tunda kemunculannya karena sp beserta teamnya saat ini sedang sibuk ngalor ngidul cari duit untuk membiayai misi nya, malu katanya muncul nggak punya apa2, meskipun berkali-kali saya ingatkan kamu harus muncul dalam keadaan miskin, karena sudah tertulis seperti ini di joyoboyo: duk kineker dening hyang widi, luwih dama miskin…… atau dalam kemiskinan yang amat sangat, saya jarang ketemu sp, belum tentu dalam 2 tahun sekali, kadang2 saja sms, dulu saya pernah menawarkan diri, piye nek tak ewangi? ra sah katanya, ngopo kataku? nanti aku malah sibuk melindungi kamu, biarlah aku sendiri saja satu lawan satu melawan dajjal, kalau aku kalah paling mlebu jugangan mati diurug, itu sedikit tentang sp
kudagunung
Oktober 23rd, 2011 pada 01:11
untuk amar makruf taik anjing,
saya engak perlu pamerkan sumbangsih saya untuk rakyat di negara ini !!! tidak lama lagi islam semacam kamu pasti dihabisi !!! camkan ini !!!
untuk bayangan, jalan pikiran dan kondisi batin seharusnya selaras sehingga tdk berbayang-bayang yg justru menampilkan ketidakmengertian masalah !!!
untuk dewi, salam kenal juga..
BAYANGAN
Oktober 23rd, 2011 pada 11:03
untuk bayangan, jalan pikiran dan kondisi batin seharusnya selaras sehingga tdk berbayang-bayang yg justru menampilkan ketidakmengertian masalah !!!
—————————————————————————————-
ealah….. lah mboh je sak karepmu. wong DASARANE awakmu yo podo ae. Emangge awakmu ra ke gowo sisan ????
Q kan cuma bersukur aja. mang ndak boleh ya ????? trus yg boleh tuh cuma BACOT sana BACOT sini jual DALIL seperti golonganMU buat NIPU para jama’ah ???? bicara yg palsu**, gitu ya????
petir
Oktober 25th, 2011 pada 23:36
kata sabdo palon,
bayangan = orang jawa (jawir) palsu = jawir kafir !
Dalbo
Oktober 26th, 2011 pada 11:25
Nuwun sewu..
@ sdr Petir..
iya betul apa yg anda katakan, orang Jawa, sunda, bali, amerika, eropa, india, jepang, china..semuanya didunia ini kafir kecuali orang2 arab.
Dalbo with nyengir…
suci_ratu
Oktober 25th, 2011 pada 17:38
Ki Sabda yang terhormat,
Maaf , saya ingin bertanya, mengapa dalam usaha suami saya selalu ke tipu , apakah ini ada hubungannya dengan Hukum Karma ?
RD
Oktober 26th, 2011 pada 10:09
Setiap kalimat yang diucapkan lidah kita tidaklah lepas dari hukum karma..?
Sanghyang Tunggal bersabda: “Janganlah kalian merendahkan.., melecehkan.. menghina serta menjelekkan.. agama.. dan kepercayaan.. orang lain…
rd: O Gusti, apakah ada karma untuk perbuatan tsb?
Sanghyang Tunggal bersabda:
Karma nya adalah pengurangan umur sebanyak 5 tahun…
Rahayu
Muhammad Jibril
Oktober 26th, 2011 pada 10:53
Muhammad tak lebih dari Khadafi jaman dahulu negara-2 islam sd saat ini banyak dipimpin oleh muhamamad-muhammad /diktaktor-2 baru, rakyatnya dibangunkan masjid-2 megah supaya terus menerus taat menyembah jin, dan para pemimpinnya hidup mewah
Muhammad dia selamat karena tentaranya sangat kuat dan musuh-2nya lemah, namanya disucikan, dibesarkan dan dijaga dengan pedang selama ratusan tahun, tapi lihat para sahabatnya mereka mati semua menjadi tumbal Raja Jin, Muhammad adalah pembohong besar, membohongi umat manusia untuk menyembah Tuhan Dajjal yang bersemayam di batu Kabah dan membohongi surga penuh dengan bidadari, dikiranya semua manusia sama dengan dia nafsu sexnya sangat kuat sesungguhnya Jin yang merasuki dirinyalah yang nge sex makanya ruuuaaar biasa kuatnya, raja berhala tersebut adakah jibril yang mengaku sebagai malaikat, padahal tak lebih adalah raja jin atau nama lainnya Tuhan dajjal, buktinya memerintahkan umatnya untuk membunuh manusia yang tidak mau menyembah Dia Tuhan Dajjal
Jibril adalah pembisik di telinga muhammad makanya dengan sangat tersembunyi meminta tumbal darah manusia yang kafir dan mewajibkan perang bunuh-2 an, musa ketika menggoreskan tangannya ke log-2 batu sepuluh perintah Allah, Musa dalam keadaan extasi ego atau dirinya lenyap dan dipenuhi suara hati nuraninya bukan bisikan jin alias iblis, yesus ketika berfirman suaranya adalah suara hati nuraninya yang bening dan suci, begitu pula Budha tidak ada yang membisikinya …….lha kok muhammad mendadak mendapat bisikan dari jibril, wahyunya itu bukan keluar dari suara hati nuraninya sendiri yang berbicara, apapun itu suara dari luar diri pasti suara jin atau iblis yang meniru-niru menyontek secepat kilat kitab-2 suci yang sudah ada, namanya juga agama jin…. sampai kapanpun jin suka sekali disembah manusia, karena seharusnya jin itulah yang menyembah manusia, makanya kuburan para wali dipenuhi jin-jin yang suka diziarahi dan di sembah-2, kuburan wali-2 sangat mewah dan besar menandakan mereka itu orang 2 yang kaya raya hasil dari menjual ilmu agama jin, namanya pun dibesar-besarkan dan disucikan oleh para santri
Ada saatnya nanti umat manusia tahu bahwa mereka dibohongi habis-habisan oleh orang arab, orang Arab menyebar kebohongan keseluruh dunia, akibatnya tahu sendiri orang arab di seluruh dunia akan menerima karmanya, dikejar-2 seperti ucapan atau doa mereka sendiri: “Pada akhir jaman orang arab/yahudi akan di kejar-2 oleh umat manusia di seluruh dunia, ketika mereka bersembunyi dibalik pohon, maka pohon tersebut akan berteriak-teriak disini…!!, disini, disini !… Arabnya…..disini Arabnya….he…he…he” apalagi bersembunyi di dalam gorong-2 selokan
mas boy
November 14th, 2011 pada 21:10
dari mana anda tahu muhammad pembohong besar ?
apa anda pernah di bohongi nya ?
apa anda yakin , kepercayaan anda saat ini adalah tidak pernah bohong ?
eswaazima
Oktober 26th, 2011 pada 10:57
Kulo nuwun . . ..
Mas sabda langit. . ..
Perkenankan diri ini untuk menyampaikan pada jenengan, bahwa saya sangat berterimakasih atas mengenal dan membaca tulisan jenengan. Tulisan jenengan telah banyak mengubah pola pikir dan pengetahuan tentang hidup menurut falsafah jawa, saya sangat suka dan ingin belajar lebih lanjut untuk nggayuh kanugrahaning gusti. Namun, bila saya ingin, berkeluh kesah dan memohon bimbingan dan ngangsu kawaruh dari jenengan itu gimana caranya ?
Mohon petunjuk dan bimbingannya. . . .
Matur sembah nuwun. . . ..
Hormat saya,
Kawulo Alit
Abu Eswa Azima
Oktober 26th, 2011 pada 11:54
Kulo Nuwun . . . .
Mas sabda langit, kawulo bade ngangssu kawruh dateng panjenengan, pripun tatacaranya ?
Matur sembah nuwun. . . .
Kawulo alit
baok
Oktober 26th, 2011 pada 11:56
salam Oi
SEPERTI ORANG NGADU JANGKRIK
KALO GA NGILIK GA ASYYIIK…cihuuy
baok
Oktober 26th, 2011 pada 11:59
salam Oi
SEPERTI ORANG PACARAN
KALO GA NYUBIT GA ASSOOOY…..
nggaktahu
Oktober 26th, 2011 pada 12:19
Turki dilanda gempa itu musibah atau hukuman,atau buah karma ??????
ijogading
Oktober 26th, 2011 pada 12:19
Hukum KARMA
dari Wanaprasta.
Salam damai dalam Kesujatian.
-kenapa orang masih muda meninggal.? Kenapa Orang tua yg sakit menahun belum juga meninggal ?
-kenapa orang yg terlihat begitu giat bekerja dalam doa penuh ketuhanan tak lepas dari sakit dan derita.?
-kenapa orang jahat terlihat jadi kaya dan makmur.?
WANAPRASTA:
Kalian jadilah belajar bijak, agar tidak terlalu berhayal dalam berpola pikir (dogmatis).
Jawaban terbaik bagi kebijakan hidup adalah “karma” hasil dari perbuatan atau sejarah dari msg2 aktifitas manusia yg melekat pada dirinya…
Disaat mana kamu sebenarnya tidak mempunyai hak sekecil apapun tentang hukum energi transmigrasi ROH selain dirimu sebagai penghuni mahluk hidup, karena kamu adalah subjek pribadi mikrokosmos dalam himpunan objek-objek energi hukum keseimbangan makrokosmos.. Maka kamu layak untuk tidak mengkultuskan Tuhan sbg penentu kematian dan kesedihan kamu.
Disaat kita terpola dlm suatu kejadian itu selalu berada dlm set-up Tuhan… maka disaat itu juga seseorang akan terbawa dlm pengesahan “ilusi” bahwa hidup dan segala kejadian ada ditangan Tuhan… dan disaat bersamaan menjadikan “ilusi” seseorang akan jauh dari perasaan yg bertanggung jawab bagi perbuatannya sendiri.
Ajaran kebenaran sejati tidak diperuntukkan untuk menjadikan kamu mengeluh atas segala tindakanmu dan resiko atas tindakanmu.., pun juga Tuhan tidak akan gembira atas segala keberhasilanmu apalagi sedih atas kegagalan kamu.
Kata-kata hebat akan menjadi sebuah dogma, menjadi buruk, disaat segala kejadian hidup adalah ditangan Tuhan.., kata2 yg sering “menjauhkan” diri untuk merasa bertanggung jawab pada perbuatan sendiri dan akan mengabaikan kemampuan logikamu… mengesahkan pembunuhan pembunuhan manusia, melakukan perbuatan menyakitkan segala mahluk dg alasan apapun apalagi atas nama Tuhan.
Kata-kata SUCI pastilah membahagiakanmu dan segala mahluk.. akan memurnikan kamu dalam kemurnian jatidiri..
Tiadalah mungkin tanpa kesadaran diri kamu mampu menyembah Tuhan yg sesungguhnya..
Jadikanlah dirimu menjadi bermartabat dg manfaat dan kebaikanmu terhadap sesama mahluk dimana kamu hidup.!
Bagi kamu “penghuni” raga dlm hak keterbatasan waktu, dalam ketidak kekalan bentuk..
Sembuhkanlah dirimu dari kekacauan pikiranmu dg kesadaran diriMu dalam menyelesaikan hidup dan mensejahterakan diri, sebelum kamu mampu untuk menolong “terbatas” memberi jalan keselamatan untuk yg kamu tolong.
Bukankah ROH adalah INTI energi yg tak terbatas dlm wadah/badan, yg mampu menjadikannya sehat sebagai tempat huniannya… dan selalu menjadikan gembira atas segala manfaat kehidupan.
Katakanlah dg penuh keyakinan;
“Aku mampu menjadi apa apa yg membuatKu bahagia”…
Salam jatidiri.
RAHAYU.
Dalbo
Oktober 26th, 2011 pada 14:25
Nuwun sewu..
@ Mas Ijo gading..salam karaharjan..
Memang terjadi sebuah kebingungan mind set, ttg sebuah keyakinan dari konsept2 agama. Mereka semua meyakini bahwa segala sesuatu, kejadian dlm hidup ini adalah kehendak Tuhan, sementara dlm keyakinan yg sama menyatakan bahwa ” Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak mau merubahnya”
Ini jelas dua Statemen yg saling bertentangan, sedangkan statemen ini berasal dari satu agama yg sama, nah..begitulah Mas Ijogading jadinya banyak diantara manusia Indonesia menjadi bimbang terus menerus…
Asah, asih asuh
Dalbo with love
Anita M U I
Oktober 26th, 2011 pada 12:34
xixixixi….. trus kalo dah gni … siapa neh yang bisa dipercaya dan di dengar di blog ni… hahahahaha…
auwww…. duh kursinya ada pakunya…. pindah gedung aja ahh….
Bangunan dah reyot gni…. tinggal ambruknya……
Ahh.. jadi sobek rok aku … padahal aku mau pentas bentar lagi….
O O O la la la ….. li li li
Sen Karna
Oktober 26th, 2011 pada 18:17
@Anita M U I – yg roknya kependekan (-: ,
Siapa yg bisa dipercaya ? Eh hem, JANGAN tanya rumput yg bergoyang ! Tanyalah program dewa/Tuhan/Gusti/alam yang ada di dalam dirimu … Program ampuh tsb bisa dipercaya, ditanggung tidak luntur , asal anda mau mendengarkannya. Kata seorang yg ruarr biasa arifnya, Jangan ikuti ajaran yang gak masuk akal atau yang tidak sejalan dengan hati nuranimu, gak peduli siapa yang mengatakan/mengajarkannya dan dari kitab jenis apapun. ( Tentu saja ini juga berlaku untuk omongan saya.) Gini lho, kalau ada ajaran yang mengatakan kita boleh menggebuk atau menggasak orang yang tak sependapat dengan kita, kita tahu ajaran itu … gak bener …. Harus ada timbal balik yang sepadan : Kalau kita tidak mau digebuk orang, ya jangan menggebuk.
Bangunan ini tidak sereyot yang anda duga … dan,percayalah, gak akan … ambruk, ya karena dibangun oleh orang2 yg benar2 … ahli bangunan – spiritual, tahan gempa dengan skala tinggi.
SK
Anita M U I
Oktober 27th, 2011 pada 08:55
Ahh..Maz Zen ini lohh… kok kebawah bawah terus liatnya… jadi salting aku…
Semoga yang bangun gedung..orgnya bjksana jg ya. hihihi…
mau prgi dulu… bnyak yg liatin rok aku..risiiiih…
kebo ijo
Oktober 26th, 2011 pada 14:27
karena sudah tertulis seperti ini di joyoboyo: duk kineker dening hyang widi, luwih dama miskin…… atau dalam kemiskinan yang amat sangat
——
meskipun miskin kere, SP ternyata orang kaya, buktinya SP punya 2 kedaton, kedaton jawa DAN kedaton mekkah
Kedaton Jawa: SP itu Leluhur orang Jawa
Kedaton Mekkah: SP beragama Islam, sangat bertauhid/makrifat.
jadi kalau ada orang mengaku SP, tapi menjelekkan Kedaton Jawa atau kedaton Mekkah.. itu sudah “out of nomination” ya bro!
Gembol Weteng
Oktober 26th, 2011 pada 14:52
Versi mana ini?
islam? masa bawa tanah jawa?
kejawen? jelas ga bawa tanah arab?
joyoboyo? yang mana baitnya?
kebo ijo
Oktober 26th, 2011 pada 14:59
nuwun, ada di Jongko Joyoboyo, bait ke -28
“Prabu tusing waliyulah, Kadhatone pan kekalih, Ing Mekah ingkang satunggal, Tanah Jawi kang sawiji, Prenahe iku kaki, Perak lan gunung Perahu, Sakulone tempuran, Balane samya jrih asih, Iya iku ratu rinenggeng sajagad.”
28. Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa(Orang Islam yang sangat menghormati leluhurnya dan menyatu dengan ajaran tradisi Jawa (kawruh Jawa)). Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.
tembayatt
Oktober 26th, 2011 pada 15:04
Kang Kebo ijo,berkedon dua kalau menurut saya hampir sama dg akang,yaitu menjadi leluhur Jawa dan Mekah dan itu artinya sebnarnya sosoknya satu,hanya lain waktu berganti baju.Bertauhid/bermakrifat belum tentu bersariat Islam ,dalam hla ini sulit diterima bila dijelaskan.Ada yg tersembunyi dan disembunyikan Oleh Yang Maha Kuasa.Kelak waktu jualah yang akan membukanya.Bertauhid tinggi akan dan sedang dibuktikan dalam hidupnya,bahwa tidak ada Tuhan-Tuhan lain dalam hatinya dan secara pegangan ada wujud/bentuk wasilahnya secara khusus.
kebo ijo
Oktober 26th, 2011 pada 15:23
leres kang Tembayat..
saya p[ribadi menilai kenapa kedaton Jawa dan Mekkah.. itu memang berada dalam 1 wadah (Two In One).. supaya tidak terjadi perang saudara..antara Islam & Jawa.. supaya SP dapat mempersatukan nusantara yang mayoritas Islam.. dan menyatukan leluhur nusantara yang notabene adalah leluhur Jawa..
dalam arti khusus, saya menafsirkan kedaton jawa itu ya ratu adil, herucakra.. menurut versi jawa..sedangkan kedaton mekkah itu ya imam mahdi versi islam, ibarat matahari kembar.. sedangkan Isa as adalah hakim yang adil.. tapi bukan ratu adil… karena Isa as bukan orang jawa.. tapi orang yerussalem.
kalau dua kedaton ini tidak disatukan, pasti akan terjadi perang besar2-an secara spiritual.. masing2 kedaton akan merasa dirinya yang paling unggul… seperti kita tahu kedaton Jawa di asuh Semar, sedangkan kedaton Islam diasuh Nabi Muhammad saw.
Hyang Tunggal yang Maha Adil telah bertitah, kepada Semar dan Muhammad: “Aku yang akan menyatukan kalian berdua.. supaya tidak terjadi pertumpahan darah.. di nusantara..”
tapi anehnya, diakar rumput, pengikut fanatik kedua golongan, kerap bersitegang..? mau tahu? kenapa? tanyalah pada rumput yang bergoyang..
tembayatt
Oktober 26th, 2011 pada 15:52
@Kang Kebo Ijo
Terimakasih telah membuka wacana ini saat ini,mungkin ini sdh menjadi/dikehendaki untuk membuka pemahaman yang selama ini belum begitu jelas tentang apa yg saya terima selama ini.Dalam kurun waktu 40 hari ini memang banyak hal yg di bukakan,dijabarkan.Waktu itu memang hanya disiratkan saja bahwa kami diberi simbol bintang kembar dengan pesan oleh utusan itu yang mengatakan : Bersatulah kalian meski kalian berbeda tapi sekarang kalian telah dipersatukan dengan wasilah yang sama,sebagaimana dulu leluhur kalian bersatu.Jelas kami berbeda dalam segala hal termasuk keyakinan,tapi entah bagaimana kami bisa melebur menghilangkan sekat-2 yg oleh orang selama ini dipertentangkan. Utusan itu juga heran kenapa kami yang diberi anugerah itu,itu itu urusan Yang Maha Kuasa,saya hanya utusan untuk menyampaikan pada kalian berdua katanya.
Sungguh Dia Yang Awal dan Akhir,Yang tertidur Maha Pengasih lagi Penyayang,terjadilah menurut kehendakMu.
suwun
tembayatt
Oktober 26th, 2011 pada 15:55
@kebo Ijo
RALAT:
Sungguh Dia Yang Awal dan Akhir,Yang tertidur Maha Pengasih lagi Penyayang,terjadilah menurut kehendakMu.
—————————–
SEHARUSNYA:
Sungguh Dia Yang Awal dan Akhir,Yang tak pernah tidur ,Maha Pengasih lagi Penyayang,terjadilah menurut kehendakMu.
baok
Oktober 26th, 2011 pada 15:09
salam…
dengan terpaksa kudu SETUJU..he.he.he…
masalah sara di negri ini paling sensitip (pake pe bukan ef)
yang kasian kami-kami ini pion-pion di bawah…cakar-cakaran, gelut papuket…
pion bingung ga bisa mundur..pion-pion ga mungkin maburrrr
luncur kuda dan benteng galaknya setengah mati.
raja terkekeh kekeh mundur selangkah sambil menggembol warisan…
kebo ijo
Oktober 26th, 2011 pada 15:39
salam aki Baok
raja terkekeh kekeh mundur selangkah sambil menggembol warisan…
————-
wah enak benar rajanya? apa kang warisannya? saya tebak yah ?
warisannya gatotkaca sejuta..
warisannya kresna sejuta..
warisannya bima sejuta..
warisannya buddha sejuta..
yang kasian kami-kami ini pion-pion di bawah…cakar-cakaran
——
habis, lambang bangsa burung garuda sih? cakarnya gede banget!!
pantesan anak bangsa pada cakar-cakaran!!
SP harus mampu memancarkan minimal, Sejuta Sinar Buddha…untuk dapat diakui sebagai Matreya… Sejuta Sinar Kedamaian.. Sejuta Sinar Harapan… Sejuta Sinar leluhur… Sejuta Sinar Kejayaan..dll, untuk negeri yang sedang terpuruk ini..
Rois
Oktober 26th, 2011 pada 15:05
hmmm terlalu banyak teori malah bikin bingung, saya sing yang penting hidup harus dinikmati, kalo bisa ya menolong orang lain, kalonga bisa ya paling nga nga bikin susah orang lain.
AYUTINGTINGTINGTING
Oktober 26th, 2011 pada 16:36
Alamat Palsu
Kemana kemana kemana kuharus mencari kemana?????????
Kekasih tercinta tak tahu rimbanya lama tak datang kerumah
Dimana dimana dimana sekarang tinggalnya dimana???????
Kesana kemari membawa alamat
Namun yang kutemui bukan dirinya
Sayang yang kuterima alamat palsu
Kutanya sama teman teman semua
Tapi mereka bilang tidak tahu
Sayang mungkin diriku telah tertipu
Membuat aku frustasi dibuatnya
Dimana dimana dimana tinggalnya sekarang dimana???????
wongalit
Oktober 26th, 2011 pada 21:03
Siapa yang dicari mbak ayutingting. kakandanya apa siapa. kalo gak jelas nyarinya juga susah dong Hop .. stop dulu coba tanyakan sekali lagi.
Dalbo
Oktober 26th, 2011 pada 18:02
Nuwun sewu..
@ Kang Jaka Sembung.
makasih kang…eh,eh,eh.,tu bukan expresi kemarahan, orang aku nulisnya pakai mringis kok kang…tu kan cuma swearing aja mencoba ngejawab pertanyaan dia itu, dan yg paling tepat menurutku ya itu jawabanya…
kalau aku marah biasanya nggak pakai swearing gitu, lebih naik aku bernyanyi nyanyi oo ya o ya o ya bongkar, oo ya o ya o ya bongkar…(SWAMI)
Salam …..
Dalbo with love.
widji midjil
Oktober 27th, 2011 pada 02:41
Salam…….ada sesuatu yang hilang…..sudah pergi……..suwun…..
ESPE 13
Oktober 27th, 2011 pada 08:07
nuwun, ada di Jongko Joyoboyo, bait ke -28
“Prabu tusing waliyulah, Kadhatone pan kekalih, Ing Mekah ingkang satunggal, Tanah Jawi kang sawiji, Prenahe iku kaki, Perak lan gunung Perahu, Sakulone tempuran, Balane samya jrih asih, Iya iku ratu rinenggeng sajagad.”
28. Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa(Orang Islam yang sangat menghormati leluhurnya dan menyatu dengan ajaran tradisi Jawa (kawruh Jawa)). Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.
………………………………………..
saya ingin tau lebih jawuh ki Kebo Ijo?!
sp semakin dekat….kafir semakin sesat…..hmmm
kebo ijo
Oktober 27th, 2011 pada 10:48
@kang Espe13
19:11. Kemudian saya melihat surga terbuka, lalu nampak seekor kuda putih. Penunggang-Nya bernama Sang Setia dan Sang Benar. Ia adil dalam memutuskan hukuman dan dalam peperangan yang dilakukan-Nya.
19:12 Mata-Nya seperti nyala api dan di kepala-Nya Ia memakai banyak mahkota. Pada diri-Nya tertulis suatu nama; dan hanya Ia sendiri yang mengetahui nama itu.
19:13 Jubah yang dipakai-Nya telah dicelup dalam darah. Dan Ia disebut “Sabda Allah”.
19:14 Angkatan perang surga mengikuti Dia dengan menunggang kuda-kuda putih, dan berpakaian lenan yang putih bersih.
19:15 Dari mulut-Nya keluar sebilah pedang yang tajam dan dengan pedang itu Ia akan mengalahkan bangsa-bangsa, dan Ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi. Ia akan memeras anggur di dalam alat pemeras anggur amarah Allah Yang Mahakuasa.
19:16 Pada jubah-Nya dan pada paha-Nya tertulis nama ini, “Raja segala raja, dan Tuhan segala tuan.”
http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Wah/B_Wah19.htm
Wongsorejo
Oktober 27th, 2011 pada 10:47
berkedaton dua di mekah dan di jawa
yang turun di padang pasir dan saat ini berpusat di mekah adalah sifat allah bapa, bapa angkasa, bapa langit dan disebut agama langit, buktinya yesus memanggil Nya bapa kami yang ada di sorga (maksud yesus ketentraman hati, tapi oleh muhammad ditambahi bidadari pelayan buah2 an dan anggur), sifat laki-2 yang suka berperang, suka dihormati, suka disembah dan dengan sewenang-2 mengklaim sebagai satu-satunya kebenaran tunggal, menekan wanita, boleh beristri banyak, mengharuskan wanita didapur, tidak boleh pintar, menutup wajahnya tidak boleh bekerja keluar cari duit supaya mudah dikendalikan, sehingga wanita akan selalu tergantung pada laki-2 sehingga mudah ditipu akal bulus laki-2 dan dijadikan koleksi istri-2 banyak, dipisahkan dengan kehidupan diluar, disuruh beribadah saja yang rajin, maka karena tidak punya daya upaya lagi, dan tidak mengenal laki-2 lain selain suaminya saja, tujuannya supaya wanita jadi berserah diri pada laki-2 takut dicerai, surga dalam kitab sucinya sama sekali tidak menyebut wanita, hanya berisi laki-2 yang bercengkrama dengan bidadari-2 makanya dikatakan oleh nabinya neraka akan dipenuhi oleh wanita, untung masih akan belum benar-2 terjadi. tapi sekarang semua ini sedikit-2 sudah dimentahkan oleh deklarasi hak-2 azazi manusia yang ternyata lebih ampuh dari doktrin agama langit
yang turun di jawa daerah yang jaman dahulu masih berhutan-hutan lebat adalah sifat allah ibu, ibu bumi atau ibu pertiwi disebut agama bumi, bersiwat lemah lembut, welas asih, mangasah mendidik mencerdaskan supaya waskita pinter, arif bijaksana dan mengasuh memelihara mangayomi dan tak pernah mengharap kembali balas budi, jasa ataupun ucapan terimakasih, penuh keiklasan dalam memberi tidak meminta dihormati dan tidak meminta di sembah-2, menginginkan seluruh umat manusia hidup dengan nyaman menikmati hidupnya yang sekedar mampir ngombe selaras harmonis adem ayem tentrem, nglaras urip dengan senang atau gemar tirakat
sp berkedaton dua di mekah dan di jawa kerena tugasnya adalah menyatukan sifat allah bapa yang turun di mekah padang pasir dan allah ibu yang turun di jawa daerah yang ber hutan-2 lebat maka munculah “ingsun” yang bisa laki-2 dan bisa perempuan dan sp mengatakan sifat saling asah, saling asuh dan saling asih saat ini sudah menjadi kebutuhan mutlak yang sangat mendesak bagi seluruh umat manusia yang hidup di dunia ini karena memang sesungguhnya hanya itulah satu-2nya cara umtuk menghidari pertumpahan darah
sasmitaurip
Oktober 27th, 2011 pada 10:59
Nyuwun panghapunten mbah wongso ingkang menika kula mboten sapemanggih. Caarut marutnya Agama pada saat ini bukan ulah Nabiyullah Muhammad SAW. Semua Nabi dan utusan Allah adalah kebenaran sejati dengan Ilmu yang sejati. nilai benar dan salah itu berbeda dengan nilai baik dan buruk. Nilai Baik dan buruk setiap perkembangan jaman akan berkembang tetapi nilai benar dan salah tetap saja sejati. Salam asah asih asuh .
Wongsorejo
Oktober 27th, 2011 pada 10:52
maka kecilah tafsir yang mengatakan sp sekedar beragama islam kalau islam ktp memang iya….benar…..
Wongsorejo
Oktober 27th, 2011 pada 11:02
sunan kalijogo dalam tembang ilir-ilir mengatakan tak sengguh penganten anyar yaitu perkawinan agama langit dan agama bumi yang dilakukan oleh bocah angon, yesus mengatakan perkawinan anak domba,…… lha ini para teroris menjadi pengantin dengan memikul bom bunuh diri untuk mengawini 62 bidadari di suwargo, piye jal
Ngapal Ngeselam
November 1st, 2011 pada 17:49
Bagaimana kalo perkawinan gunung dan laut?
RD
Oktober 27th, 2011 pada 11:18
SYAHADAT BANGSA-BANGSA (Pangeran Syahadat):
Syahadat Orang Jawa: Tiada Semar kecuali AKU
(Semar = Samar= Yang Rahasia)
Syahadat Orang Islam: Tiada Muhammad kecuali AKU
(Muhammad = Yang Terpuji)
Syahadat Orang China: Tiada Leluhur kecuali AKU
(Leluhur = Yang berbudi luhur)
Syahadat Orang Barat: Tiada Cahaya kecuali AKU (E = mc2)
Syahadat Orang Hindu: Tiada Manu kecuali AKU
(Manu = Manusia, AKU = Vishnu)
Syahadat Orang Nasrani: Tiada Kasih kecuali AKU
(Kasih = Roh Kudus)
Syahadat Orang Budha: Tiada Budi Kecuali Aku
(Budi = Penerangan Sejati)
Rahayu
tanwaskita
Oktober 31st, 2011 pada 21:01
Kang RD,
Re syahadat Orang Jawa : Apa bukan, ” Byaar padang terawangan awang uwung ora ono opo opo sing ono ming ingsun ? “
RD
November 1st, 2011 pada 11:13
salam…kang Tanwaskita
Konsep Syahadat ibarat berlian yang bisa dipandang dari sejuta sisi, sisi yang mana yang dipilih, itulah sisi dimana orang memperoleh pencerahan..
Byaar padang terawangan awang uwung ora ono opo opo sing ono ming ingsun
(versi Pangeran Swarga) menurut saya ada kemiripan dengan yang ini:
(versi Pangeran Syahadat)
Syahadat Orang Barat: Tiada Cahaya kecuali AKU (E=mc2)
Kalau syahadat kang Tanwaskita sendiri bisa jadi juga berbeda:
“Tiada Yang Waskita kecuali AKU”
Rahayu
tanwaskita
November 1st, 2011 pada 16:18
Kang RD,
Re tiada yang waskita … : Nanti kalau saya sudah … waskita, awalan ‘tan’ itu akan saya tanggalkan dari nama saya… (-: (-: Nampaknya masih akan lama sekali – mungkin saya harus dilahirkan lagi berkali-kali )-: )-: , tapi saya tidak kecil hati kok. Selama di blog Sabdalangit ini ada Kang RD,Mas JS,Mas Tembayat, Mas Cah Pathi aka AA Kumitir, Jeng Dewi Murni, Mas Bejo, Mas Bayangan,Mas Ijogading,Mas Kebo Ijo,Mas Dalbo,Kang Baok,Mas O’on, Kang Gamalpara,dll , saya yakin saya akan mendapat pengetahuan dan pencerahan – mungkin juga keselamatan – yang saya perlukan dalam hidup saya ini. Anda semua adalah lampu2 yang … menerangi jalan saya ! (-: Maju terus !
tembayat
November 1st, 2011 pada 17:04
Wah,kang Tanwaskita itu namanya nrimo atau nglokro,hidup itu harus diperjuangan.Ndak usah kecil hati,lha wong yg sudah diatas saja bisa jatuh,dan bila jatuh sulit bangkitnya.Saya saja yg sdh lahir berkali-kali masih jatuh bangun,semua agama sdh saya pakai dan dikuti tapi tetap saja kurang,saya harus lahir lagi berkarya lagi.Jadi selama kita menjalani lakon jangan rumongso sdh paling atas ,tapi bagaimana kita tetap konsisten sesuai dg tugas kita sekecil apapun.Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita mengetaui tugas didunia ini apa,misinya apa ?Karena bila gagal kita kena pinalti,tapi kalau herhasil dapat reward. selamt berjuang
tanwaskita
November 1st, 2011 pada 17:54
@Mas Tembayat,
Nek nrimo, iya … Nek nglokro, mungkin tidak …. Beda ta ? Lha, wong saya ini kan nrimo ing pandum ; tidak bisa sepinter dan sewaskita penjenengan semua ya … tidak apa2… Saya tidak kecil hati lho …. Lha saya rak sak dermo menjalankan peran yang mungkin sudah ditulis dari ‘sono’. Moga2 saja saya bisa … ketularan pinter dan waskita penjenengan semua . Salam katresnan.
Dalbo
November 1st, 2011 pada 20:13
Nuwunsewu..
@ Kang RD, Kang TanWaskito met malem…
Kang RD emang jempol urainya ttg syahadat…eh…ngomong soal syahadat, aku jadi bertanya2 di benak ini, “Apa sih syahadat itu?” dan apakah ada relevansinya sih untuk kehidupan kita ini? apakah dg bersyahadat kita tergolong orang yg lebih baik di banding yg tidak bersyahadat…wah..binun nih aku, tolong kang di bantu, maaf kang ini bukan ngetes lho ini aku bener2 bertanya2???
Asah,asih asuh
Dalbo with love
RD
Oktober 27th, 2011 pada 11:33
Syahadat Alam (Pangeran Syahadat)
Syahadat Langit: Tiada Yang Maha Tinggi kecuali AKU
Syahadat Bumi: Tiada Yang Maha Kasih-Sayang kecuali AKU
Syahadat Gunung: Tiada Yang Maha Agung kecuali AKU
Syahadat Laut: Tiada Yang Maha Sabar kecuali AKU
Syahadat Matahari: Tiada Yang Maha Bersinar kecuali AKU
Syahadat Bulan: Tiada Yang Maha Menyejukkan kecuali AKU
Syahadat Air: Tiada Yang Maha Menghidupkan kecuali AKU
Syahadat Udara: Tiada Yang Maha Meliputi kecuali AKU
Syahadat Api: Tiada Yang Maha Membakar kecuali AKU
Rahayu
BAYANGAN
Oktober 27th, 2011 pada 21:38
kakang RD….
adimu ini lama ndak muncul karena da tamu, dan sejak kedatangan tamu itu. adi di harap diam dulu…. setelahnya, ini yg aku dapat dr seseorang. Beliau berharap ini di baca di setiap penyerahan jiwaku……
( Ma’af, karena suatu hal…. ada beberapa yg aku hilangkan, karena tdk untuk kalayak umum. kalau memang ada yg pernah punya… pasti tau arahnya ke mana…………. Terserah mau bilang apa ke q. KAPIR, KUFUR, BLANG BLONTENG, KADAL TENGIK, TAI…. kan situ juga yg menerima balasannya. jadi q ndak perlu repot** )
(Kakang RD. ini yg di selipkan di lembaran catatan kapan hari)
………………..reking guna, angumpulake guna. pandowo ginowo mati. mati sepisan wiwitane mati, mati, ………………..mati, anglumahake bumi pancere ……………… sopo ono neng kono iku ? ……………………………………..? seng ono mripat dedalanmu. nur ………………………, badan mapak nabi utusan, …………………………………….. iku ? nabi muhammad rosulullah, tutupen lawange neroko, bukaen lawange suargo, suargo katon………………………………… kersaning ALLAH.
entah aku ndak tau siapa saja yg punya, tapi bila memang sama dan serupa…. ini yg jadi salah satu padikiranku. siapa saja yg ndak terima, silahkan, urusan kita berbeda jalan.
Tisning
November 1st, 2011 pada 11:50
Akang BAYANGAN:
Kebetulan saya juga tidak punya,apa kalau beda jalan tdk bisa berteman ????
padikiranku “Sahadat Tunggal” siapapun juga bila sama mereka juga satu jalan denganku,tapi meski beda sahadat saya tetap membuka pintu sahabat !
BAYANGAN
November 1st, 2011 pada 12:07
Akang BAYANGAN:
Kebetulan saya juga tidak punya,apa kalau beda jalan tdk bisa berteman ????
padikiranku “Sahadat Tunggal” siapapun juga bila sama mereka juga satu jalan denganku,tapi meski beda sahadat saya tetap membuka pintu sahabat !
———————————————————–
kakang tisning…………
Ada banyak ragamnya, ada juga yg hanya bada bahasa, dan mungkin juga yg kakang pakai ( sahadat tunggal/sahadat sejati ) dan saya punya, ( mungkin saja bahasanya yg beda )………………
kakang yg q tuliskan itu cuma salah satu apa yg jadi padikiranku, ada banyak dan tiap hari q kidungkan untuk penyerahan jiwa. ( da yg namanya sahadat pulasara, sahadat 7, sahadat tunggal/sejati, sahadat purbo wasesa, sahadat jasad jangkep, dan puja puji yg lain termasuk yg da di atas. Yg pada intinya memahami makna urip di dunia dan diakhirat. momong rogo….. begitu kang mas…….. ( tetep lan yakin. Ora owah gingsir saking kahanan jati ).
Setiap manusia bisa menuju pada-NYA, dengan jalan yg berbeda-beda, walau dengan do’a dan pemahaman yg sama
BAYANGAN
November 1st, 2011 pada 12:40
Kebetulan saya juga tidak punya,apa kalau beda jalan tdk bisa berteman ????
padikiranku “Sahadat Tunggal” siapapun juga bila sama mereka juga satu jalan denganku,tapi meski beda sahadat saya tetap membuka pintu sahabat !
————————————————————
tambahan :
untuk itulah, sahadat tunggal yg ada padamu tetap milikmu ( badan ), dan tidak ke mana**
Tisning
November 1st, 2011 pada 13:02
Akang bayangan bagaimana dengan Hidayah Wisnu??
………………….memayu hayuning buwono……………………………….
yo ingsun sejatine…………………….
Insun marsudi broto……………………………….
………………………………………Ya aku ………………………………….
Apakah akang punya,ketika hal ini ditanyakan ke Ki Tanu…(perpustaan Surokarto Hadingrat dia bilang sdh tdk ada apa2 lagi disini,yg jenengan punya jauh lebih ….
Apakah akang jug apunya ??? bersatunya Huyang Wisnu dan dewi Sri adlah awal kedamaian !? Artinya ,saat ini sdh ada titisan Wisnu tapi blm bisa muncul sempurna karena blm perpasangan,seolah masih tertunda,bila dalam kehidupan saat ini blm juga bergandengan,terpaksa menunggu episode berikutnya !Coba akang terangkan apa dan bagaimana ciri2 titisan Wisnu itu,apa betul Dia lahir dari seorang petani yg dulu orang tuanya sering bertapa di Gunung Kidul(Kembang lampir,Giring dan goa langse ?)
BAYANGAN
November 1st, 2011 pada 13:18
Akang bayangan bagaimana dengan Hidayah Wisnu??
………………….memayu hayuning buwono……………………………….
yo ingsun sejatine…………………….
Insun marsudi broto……………………………….
………………………………………Ya aku ………………………………….
—————————————————————————–
beda tempat beda bahasa tapi satu makna
yang akang maksud itu, masuk dalam penyatuan wiwid selip bawaan Bapak ( ROMO = WISNU kata lainnya ) lan wiwid selip bawaan Ibu ( BIYUNG = DEWI SRI panggilannya ) mereka di satukan dalam NIKAH ROSO SEJATI / TUNGGAL SAKAHANAN )…. begitu kakang, salah benar kembali ke manusianya masing**
Apakah akang jug apunya ??? bersatunya Huyang Wisnu dan dewi Sri adlah awal kedamaian !? Artinya ,saat ini sdh ada titisan Wisnu tapi blm bisa muncul sempurna karena blm perpasangan,seolah masih tertunda,bila dalam kehidupan saat ini blm juga bergandengan,terpaksa menunggu episode berikutnya !Coba akang terangkan apa dan bagaimana ciri2 titisan Wisnu itu,apa betul Dia lahir dari seorang petani yg dulu orang tuanya sering bertapa di Gunung Kidul(Kembang lampir,Giring dan goa langse ?)
———————————————————————–
Janganlah bertanya kepada wujud bila kamu ragu, tapi bertanyalah kepada kemuliaan hatimu dan rasa sejatimu, bila masih kurang yakin dan memang berani, tanyalah langsung pada yg punya LANGSE, gambaran jelas akan muncul laksana berdiri tepat di hadapanmu. Begitu kang Mas…
Tisning
November 1st, 2011 pada 13:36
manunggal Roso,roso sejati,yo ingsun sejatine……………………
Sing duwe Langse ngomongake menowo deweke Biyunge RA,nanging bareng nyumurupi satrio ngagem pedang perak kembar banjur nglumpruk….sanget tresno asihe……lelakon iku ano tlatal bukit tunggal.
BAYANGAN
November 1st, 2011 pada 13:45
manunggal Roso,roso sejati,yo ingsun sejatine……………………
Sing duwe Langse ngomongake menowo deweke Biyunge RA,nanging bareng nyumurupi satrio ngagem pedang perak kembar banjur nglumpruk….sanget tresno asihe……lelakon iku ano tlatal bukit tunggal.
——————————————————————————————-
wewewewewe……………… ndang piyeki ? kok di pasang pengasihan. jare pingin temu karo sing di karepke….. Mas, seng bener wae….. pe ngalor po pingin ngidul ????
Tisning
November 1st, 2011 pada 14:13
saya ingat cerita di langse,disana tanya ngiwo apa nengen ?
mboten kang.meniko namung kangge mancing mawon kok….nyuwun pangapunten,ternyata kang Bayangan sudah banyak makan garam kehidupan,ngomong2 akang penyariat ya?? maaf ,nih lagi……
saya itu ibaratnya sdh kesana kemari,yang saya temui hanyalah kulit-kulit ari,tapi suatu saat saya ketemu tokoh kejawen di Klaten,ya diketwain….saya dibilang suka pergi ke prewangan..lho kok bisa? menurut dia,orang ahli nebak,nrawang kebanyakan bukan ulah rasa sejati,tapi karena prewangannya atau tempelannya,lalu saya di suruh diam dirumah maka seluruh dunia kelihatan.saya coba2 tetep nggak bisa,tapi yg datang macem2.
Tapi ngomong2 menopo panjenengan kerso mbabar bab sangkan paraning dumadi dan sangkanparing bilahi ? monggo lho dibabar !
BAYANGAN
November 1st, 2011 pada 15:35
saya itu ibaratnya sdh kesana kemari,yang saya temui hanyalah kulit-kulit ari,tapi suatu saat saya ketemu tokoh kejawen di Klaten,ya diketwain….
Tapi ngomong2 menopo panjenengan kerso mbabar bab sangkan paraning dumadi dan sangkanparing bilahi ? monggo lho dibabar !
—————————————————————————-
ngomong2 akang penyariat ya??
————————————————————————
kakang………………
adimu ni bukan lah penyariat, tapi adimu melakukan apa yg menurut hati hrs di lakukan. Ibarat kalau kita sedang lapar ( ada keinginan, kita lihat ada makanan, kita kumpulkan informasi tentang makanan yg kita inginkan, di baui sedap/busuk , dan terakhir kita memakannya, hati jadi senang karena semua cocok / hati ngedumel karena tidak cocok dengan kenyatannya )
saya dibilang suka pergi ke prewangan..lho kok bisa? menurut dia,orang ahli nebak,nrawang kebanyakan bukan ulah rasa sejati,tapi karena prewangannya atau tempelannya,
——————————————————————————-
La memang iya
Tapi ngomong2 menopo panjenengan kerso mbabar bab sangkan paraning dumadi dan sangkanparing bilahi ? monggo lho dibabar !
—————————————————————————–
ada 2 alasan yg akan tampil :
1. Adimu tidak lagi memiliki kuasa untuk menerangkan apapun, sejak kuasa atas segalanya di ambil karena suatu sebab yg hanya adimu dan RATU yg tau
2. Apa yg kakang minta ini, pepak jangkep ( lek di cetak dadi sak buku jenenge lek ra salah BALJEMUR ADAM MAKNA ).
Adimu ndak berani nerjang pager yg dah di pasang, dan adimu hanya di perbolehkan belajar, mencari dan memaknai sesuatu, dan hanya boleh memberikan kabar lewat lambang** dan rambu**
Tisning
November 1st, 2011 pada 16:29
@BAYANGAN
ya,udah ! memang disini bukan tempat yg tepat untuk diskusi lebih dalam tentang lakon kehidupan,tapi ada pertanyaan yg hingga kini mengganjal,yaitu kalau menurut penjenengan yg disebut “dewo” meniko sejatosipun menopo ? Kalau menurut kitab2,jin diciptakan dari api,malaikat dari percikan cahaya kilat,manusia dari unsur bumi,walau Ruh nya berasal dari percikan Maha Cahayanya,itulah sebabnya dikitab disebutkan bahwa jin dan malaikat pun diminta sujud ,karena isinya merupakan pecahan dariNya. lha kalau dewa ,diciptakan dari apa,dari perjalan saya dari jatim hingga jabar menurut versi kasepuhan bangsa dewa itu bukan malaikat bukan jin dan bukan manusia.Bahkan saya pernah bertemu nenek2 yg mengaku dirinya merupakan wanita pertama yg diturunkan di tanah Jawa,saat itu masih awang-uwung bersama seorang lelaki kekasihnya.
kang bayangan ketika saya mnjalani laku siram jamas tengah malam dalam satu tahun,akhirnya saya bisa ditemui oleh yang mengaku begini: “Akulah diri pribadimu yang sejati,yang selama ini kamu cari-cari”.Pada awalnya ketika dalam samadi mendadak semua gelap dn dari kegelapan itu munculah sinar kuning(titik kuning),lalu makinlama makin besar dan berujud manusia yang persis dg wajah saya.ketika saya coba lagi hingga kini blm bisa lagi,bagaimana kang bayangan agar saya bisa komunikasi lagi ?
BAYANGAN
November 1st, 2011 pada 20:47
Pada awalnya ketika dalam samadi mendadak semua gelap dn dari kegelapan itu munculah sinar kuning(titik kuning)
—————————————————————————————–
banyak jalan menuju roma, begitu juga jalan tiap** insan bertemu sedulur, dan juga dzat sejatinya. Tidak akan sama orang per orang, walaupun itu di paksa atau terpaksa. Jelas tidak akan mungkin sama.
seperti halnya dirimu yg di awali gelap…. kalau diriku diawali kabut tipis lalu pekat trus bening. Bila dirimu pernah mengikuti wayang DEWA RUCI, 70 %, cahaya yg ada itu hampir sama dengan gambarannya.
Kalau menurut kitab2,jin diciptakan dari api,malaikat dari percikan cahaya kilat,manusia dari unsur bumi,walau Ruh nya berasal dari percikan Maha Cahayanya,itulah sebabnya dikitab disebutkan bahwa jin dan malaikat pun diminta sujud ,karena isinya merupakan pecahan dariNya. lha kalau dewa
——————————————————————————————
saya pribadi tidak pernah pusing memikirkan keberadaan siapapun. Entah itu yg menamakan diri malaikat, setan, jin, gendruwo, iblis, dewa, dll yg serupa dengan sebutan buatan manusia. mau datang ( monggo ) mau ngajar ( monggo ) mau menggoda ( monggo ) mau mencelakai ( monggo ) mau duduk ( monggo ) mau nembang ( monggo ) mau njawil ( monggo ) mau padu ( monggo ) dan monggo** yg lain
Yang ada hanyalah, bagaimana diri ini bisa tetap mau di emong hingga tutup masaku berjalan di tempat yg namanya bumi ini, dan saat nanti kembali ke jaman karomatullah, semua bisa murni dan tidak perlu lagi hrs menjalani lagi kewajiban wajib militer di tempat yg sama ( bumi )
ketika saya coba lagi hingga kini blm bisa lagi,bagaimana kang bayangan agar saya bisa komunikasi lagi ?
——————————————————————————————
bagaimana akan bisa, kalau masih terus**an di recoki yg namanya keinginan semu seng awe** ( manggil** ) minta di keloni / di elus**
NB : wajib militer = waspada, eling dan manunggal
Tisning
November 1st, 2011 pada 11:42
@RD
Akang RD ,bagaimana bunyinya “Sahadat Tunggal itu” ?,apakah akang memilikinya ?Bagaimana pula bunyi sahadat Pajajaran/pasundan +Sahadat Panjalu ?
haturnuhun
rd
November 1st, 2011 pada 11:53
nuwun kang, monggo dibabar, saya masih perlu banyak belajar.. mungkin nanti bisa kita bandingkan.. tiap karuhun, tiap daerah, biasanya mempunyai dialek yang berbeda.., kebetulan saya ndak bisa bahasa jawa/sunda.. salam
BAYANGAN
November 1st, 2011 pada 12:23
untuk hal ini, saya pribadi tidak memiliki hak membabar secara lansung. Sudah di wanti**, ntar si SP yg mengajarkan langsung. sama halnya dengan cerita di dalam DEWA RUCI.
Mohon ma’af atas keterbatasan yg hrs di kabarkan ini….
( dan ini sebagian yg boleh di ungkap dan mungkin beda bahasa saja )
……………………………………………………………………………………………….Sun anyekseni, satuhune ………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………… yo ingsun sejatine ……………………
……………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………..
kang ………………………….. wicaksono, tan kakurangan ………………………………………
padang byar …………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………. mulyo sampurno urip …………..
tunggal sakahanan ………………………………….. Muhammadarrosulullah.
baok
November 1st, 2011 pada 15:15
salam….
dapat dari kopean (contekan)
sahadat sunda………………
ashadu sahadat sunda, jama alloh ngan sorangan, kaduana gusti rosul, katilu nali muhamad, ka opat umat muhammad, nu cicing di bumi nu ngagirincing,nu calik dina alam keueung, ngacacang di alam mokaha,salamet umat muhammad..
sahadat baduy……………….
pohaci sanghyang asri, ulah geder ulah rewas, ja kami rek nitipkeun, nitip kanu boga bumi, tema kanu boga desa..
sahadat adam…………….
ashadu sahadat adam, sah adam, ashadu nur putih alip tunggal, iman eling kang kadim, lailahailelloh…
sahadat sayang…………..
ashadu sahadat sayang, kuriling ka bale suci, cat mecat kajagat mulya, tetesan di tetes ku alloh, ya hu, ya alloh, ya rosululloh..
sahadat bawa………………
ashadu sahadat bawa, iman jati lulunguhan pulo nyawa, roh nyawa iteuning hurip, hurip ku keuna ku owah gingsir, langgeung teu keuna ku owah, lailahailelloh muhammad rosululloh..
…..
…..
…..
dan masih sa-abreg sahadat urang sunda wiwitan yang lainnya…
……
cape ngetik-nya malesss
……
CAG HEULA URANG KOREHAN DEUI…
BILIH KURING MIPIT TEU AMIT, NGALA TEU BEBEJA….HAPUNTEUN
topantaifun
Oktober 27th, 2011 pada 13:24
penyatuan agama langit dan agama bumi bukan berarti muncul agama baru, walaupun banyak yang sudah mengerti seperti sri paus dll, bahwa kedepan agama yang ada hanya satu agama saja, tetapi melalui deklarasi pbb yang dibuat bersama-sama oleh seluruh umat manusia melalui wakil-2nya tentang bagaimana seharusnya umat manusia hidup secara tepat dan benar dipimpin oleh sp kemudian disepakati bersama dan dideklarasikan dan dilaksanakan oleh seluruh negara-2 yang ada di bumi, contohnya dalam kitab suci banyak disebut ayat-2 perbudakan, tetapi begitu muncul ham maka ayat budak menjadi mentah dan kadaluwarsa tidak bisa dipakai lagi
gulagaluku
Oktober 27th, 2011 pada 16:51
@WM.. Apa yg terjadi mbahpo?
@mas dalbo, @mbak dewi kok nggak muncul.
Salam DILEMATIS…
Sejarah bangsa membawa kita pada posisi berbangsa seperti saat ini. Apapun itu harus diterima sebagai bagian dari hidup berbangsa satu bangsa Indonesia.
Belum ada referensi kebenaran yang menyenangkan dan memuaskan manusia dg adat budaya beragam… selalu ada pro dan kontra… itulah kebinekaan.
Hanya satu petunjuk jalan “kesadaran” bagi kita bahwa manusia sejatinya “senang atau susah” untuk dirinya sendiri..
tapi kita sendiri kembali disuguhi pertanyaan yg lebih hakiki,
Apakah hidup harus senang atau bahagia terus menerus.?
Bukankah rasa senang terjadi setelah rasa sedih menerpa.?
Kita banyak melihat dan membuktikan prilaku saudara2 kita se-bangsa, untuk masing2 diri bekerja tekun sbg ahli nafkah batin untuk materi…hehehe.., apakah mereka cukup menyisihkan waktu untuk memanjakan dan memulyakan dirinya dulu sebelum memulyakan “sosok” diluar dirinya… selain saya dan anda atau teman2 yg bebas taat hukum negara… tidak terkungkung oleh aturan ketat kehidupan abstrak.
Kita harus realistis dlm menghadapi kenyataan hidup, ekonomi dan materialistik itu yg diutamakan dulu, “toto tentremnya” ada disitu sbg landasan pacu agar pesawat ulang alik kita (baca:sukma) memenuhi syarat, itupun bila kita berkeinginan dan berkemampuan lebih.
Apakah salah kl dikatakan manusia2 indonesia peng-hobby kebenaran abstrak, kebohongan merajalela, disaat kenyataan ekonominya terdesak..
Inilah karakter yg muncul dari keabstrakan yg menguasai ranah pikir dan kehidupan bangsa kita.
Aturan ketat agama sering menjadi kebiasaan, seperti harus takut karena hal2 yg ada diluar diri mereka, terutama mereka yg takut kepada tuhan dlm benaknya.
pada akhir2 rubrik ini ada banyak jati diri yg genius dlm ranah spiritual.., nuansa wali gurun pasir sbg missionaries sangat kental, ramalan joyoboyo sesungguhnya ada satu, tapi menjadi banyak versi yg akhirnya jadi referensi yg sangat perlu dinalar, tapi tetap, semoga itu menjadikan mereka menuju hal yg baik dan terikut dlm kemakmuran yg kita rasakan.
Salam jatidiri.
RAHAYU.
Anita M U I
Oktober 27th, 2011 pada 18:26
By the Way
Joyoboyo beragama apa yaa???
tanwaskita
Oktober 28th, 2011 pada 11:16
Mas Ijo Gading,Mas Kebo Ijo,Mas JS, Kang RD,Jeng Dewi yg sedang ngumpet,Ora Iso, semua,
Dengan hormat,
Ageman : binatang aneh kah ?
Nyuwun sewu, agama kan bukan filsafat. Agama/kepercayaan biasanya cuma di … yakini kebenarannya, tanpa cukup bukti nyata. Agama juga lain dengan sejarah. Bahwa agama ‘a’ dan ‘b’ dan ‘lain2′ sebenarnya cuma karangan …. manusia, ini mungkin betul – menurut kenalan saya ,seorang dosen arkeologi di Universitas GAMA . Tapi ya ini biasanya tidak digubris oleh pemeluk2 nya. Tidak semua orang bisa dan mau berpikir kritis bin njlimet. Agama tetap dipeluk banyak orang dengan berbagai alasan : supaya nanti masuk surga gak dipanggang di neraka, warisan ortu – ortu agama A, anak juga beragama A, mengisi kolom KTP – daripada dipersulit petugas immigrasi, tidak bisa dapat paspor,dll.
Ada yang menertawakan agama ‘c’ disini ,sampai ‘incest’ dibawa-bawa . Lha ,menurut kitab (suci) dari Timur Tengah, Tuhan menciptakan ADAM dan HAWA, dan kita semua, konon, keturunan, eh hem, mereka. Adam dan Hawa punya anak Kain dan Abil. Terus, Kain dan Abil itu punya … anak2 tidak ? Kalau punya, SIAPA isteri2 mereka ? Domba2 ? Monyet2 ?
Konon,Tuhan menurut agama Samawi maha pengasih dan penyayang. Kalau betul, kenapa dulu semua manusia … dibasmi dengan banjir bandang ? (Cuma Nuh cs yang selamat.) Tuhan juga pernah menyuruh Yoshua membantai satu suku, semuanya dibantai: orang dewasa,orang tua, wanita, anak2, wanita2 yang sedang mengandung,ternak,semua yang bernafas dibantai …. (Josh 10 : 28 – 40) Tuhan mengasihi semua manusia, kecuali … yang tidak mau tunduk kepada Yoshua ? …
Ini contoh …. jelek dari Tuhan … Sudah tobatkah Dia sekarang, berganti jadi Tuhan penuh kasih sayang ??
Ah itu lain, ini biasanya dipakai untuk mempertahankan ajaran agama itu. Lha iya, pasti lain, karena agama BUKAN filsafat. Filsafat kan sifatnya terbuka, bisa dan perlu dikritik. Nek agama dikritik,lha kan yang mengeritik bisa ….digebuki. Agama tidak selalu sejalan dengan akal sehat, apalagi logika ….
Oh ya, agama diyakini oleh pemeluknya sebagai paket dari langit – Tuhan. Dus,gak bisa salah !… Kalau betul agama adalah paket dari langit, mengapa baru pada abad 19 orang baru tahu – melalui Galileo – bahwa BUMI lah yang mengelilingi matahari, bukan sebaliknya ? Apa Tuhan lupa bilang ini pada umat NYA ?
Perbudakan juga baru dihapus pada abad 19 juga, melalui Abraham Lincoln. Kenapa tidak sejak dulu kala ??
Diperlukan etika dan hukum untuk mengatur (kehidupan ber) agama. Diperlukan juga pemikiran … alternatif terhadap pemikiran, ajaran yang ada sekarang ini. Dus, keberadaan blog Sabdalangit ini perlu kita dukung, karena disinilah tempat orang2 ampuh dan pinter berkumpul.
Salam katresnan alternatif
widji midjil
Oktober 28th, 2011 pada 00:31
Salam Mas Ijogading Gulagaluku………
Tidak ada apa apa Mas……hanya ada teka teki yang harus bisa saya jawab dengan cara menerima sesuatu apa adanya dan kemudian harus dijalani untuk dibuktikan hasilnya……
Jeng Dewa Dewi mungkin sedang sibuk…..besok pasti hadir………salam rahayu…….
gulagaluku
Oktober 27th, 2011 pada 21:17
hati2
MITOS & DOGMATIS
@Sabda n all…
Hi Anita… Saya tidak begitu yakin akan aura keperempuanan anda yg begitu memancing kecerdasan..
#prabu “joyoboyo” adalah spiritual ciwa budha., beliau adalah murid rsi/bagawan/empu sendok penulis kitab Sutasoma(Budha), mendarah daging ke sri kesari warmadewa udayana, erlangga-majapahit(purnawarman majalengka) dst..cicit cucut dari kutai- mulawarman.
jelas nggak ada kaitan dg mekkah apalagi sosok nabi muhamad dan kaitan ajarannya.
Ibarat hutan belantara gunung semeru/mahameru*bagavad gita dibandingkan dg gurun sahara afrika tafsir seribu mimpi.
Dalam ranah ciwa-budha ramalan joyoboyo tidak begitu populer.! karena ramalan terlalu abstrak jauh dari analogi kecerdasan spiritual..!
Mencari keberadaan “kitab” masa lampau banyak sulitnya, sehingga kita diwajibkan untuk mendasari kebenarannya pada tatanan ruang dan waktu. Kitab adalah tulisan sejarah dan kebenaran spiritual masing2 manusia.. dibuat oleh yg menulis, yg memahat, yg me-lontar-kan.
Jejak sejarah syaelendra- adityawarman(budha) dan arsitek gunadharma(ciwa) pada Relief Candi “budha” Borobudur menyajikan realitas dari dialektika filsafat Budha Dharma, dari bawah sampai keatas, dari dunia nyata, maya dan nirwana, karena terpahat di sekeliling bangunan candi, konkrit, mendunia lokasinya di Magelang.
Tapi kita kehilangan jejak pada Candi “ciwa” Prambanan. ,… … yg ada dan kita temui adalah cerita “mitos” yg dibuat oleh “sosok” missionaries misterius padang pasir peng-hobby dan yg paling ahli MITOS dan ahli “menghayal” ahli mimpi seribu satu malam.. hehehe.. yg sengaja menceriterakan seperti drama, sinetron bandung bondowoso dg ajian bim salabim 1000 kurang satu candi..!
Kenyataan yg ada saat ini dinas purbakala, yg berlokasi di pelataran kaki pegunungan candi Boko jumpalitan dan belum mampumenjadikan candi Prambanan go international, mendunia, karena tidak mampu membuat sejarah kebenaran.
Hey.. mas Sabda : Aset Ngayogyokarto Hadiningrat yg katanya “istimewa” tidak mampu menghormati budaya leluhurnya… dinasti sanjaya, samaratungga…PR buat kita semua…
Salam.
Anita M U I
Oktober 28th, 2011 pada 08:03
Ahh.. satu lg… sebut sebut yg menjurus ke bagian “bawah” persis Mas Zen….
Dont look at my Aura please… xixixixi….. its “melemahkan syahwat”….
Oww.. gtu ya… lalu kenapa ada kata “Mekah” yaa.. Duh… bingung deh…
Once more…
Dont look at my “Aura” T…
its so BRIGHT…
xixixixi
Sen Karna
Oktober 28th, 2011 pada 10:54
‘….kok kebawah terus liatnya …jadi salting aku …’
@Mbak Anita M U I,
Sebenarnya bukan, eh hem , rok mini anda yang saya lirik …(-: … Saya cuma mau menekankan pada anda bahwa kami disini menyambut kedatangan anda dengan gegap gempita dan tangan terbuka , terserah anda mau pakai apa – enaknya anda saja. Setahu saya di blog ini gak ada aturan mengenai tata cara berpakaian – gak perlu,gak harus pakai kebaya, kain, jilbab, dll. Di blog kejawen Mas Sabda ini gak ada paksaan lho….(-: Yang ada … seduluran ….
Saya sebenarnya sudah mau pasang umbul2 untuk anda lho …(-: (-: …, tapi anda gak mau …. yo wis ….(-:
Sen Karna
Oktober 31st, 2011 pada 20:40
@Anita M U I,
Entah kenapa ujug2 saya ingat … Srikandi,tapi versi … India, dari Mahabharata. Nah versi ini, bukan versi wayang Jawa, Srikandi yang titisan Amba itu adalah ….eh hem, seorang laki2 . (Bedakan dengan versi wayang Jawa, Srikandi sebagai isteri Arjuna.) Hmm, cerita yg ditulis lebih dari dua ribu tahun yl ternyata … masih relevan …(-: Oh,ya dari cerita klasik ini kita juga bisa belajar untuk menjadi sedikit arif dan tidak mudah ….diapusi orang . Salam katresnan Mahabharata.
RD
Oktober 28th, 2011 pada 11:31
Suatu saat saya pernah bertemu dengan Prabu Angling Dharma, memakai juba dn mahkota emas..bersama istrinya Dewi Windradi…. Dewi Windradi ini kan istri sejati Batara Surya?
malam harinya, tampak Nabi Muhammad saw memberikan jubah emas tsb kepada Prabu Angling Dharma. dan bersabda: Ini adalah balasan kebaikan yang terdahulu..” (angling = terdahulu, dharma = kebaikan)
Saat Batara Surya datang menghadap Sanghyang Tunggal di pusat Galaxi Bimasakti..
Batara Surya ternyata mempunyai 2 tanduk yang sangat besar dan kuat…
saya bertanya; Oh Gusti Siapa dia?
Gusti Allah menjawab: Dia lah Pemilik 2 tanduk.. Matahari terbit diantara 2 tanduknya…dialah Zulkarnaen..
Khazanah Jawa mengenalnya sebagai Batara Surya, Khazanah Islam mengenalnya sebagai Nabi Idris as (yang duduk di singgasana matahari), Sejarah Jawa mencatatnya sebagai Prabu Joyoboyo dan Angling Dharma, Sejarah Rasul mencatat dia sebagai sahabat Abu Hurairah ra, Kisah Al Quran menyebut dia sebagai Zulkarnaen as, Sejarah Dunia menyebut dia sebagai Alexander the Great (Sang Penakluk 3 benua- Asia, Eropa, Afrika: India, Yunani, Persia).
Pancer yang kuat, titis dalam banyak lakon di berbagai belahan dunia…
(http://id.wikipedia.org/wiki/Aleksander_Agung)
Rahayu
tanwaskita
Oktober 28th, 2011 pada 13:45
‘Kalau betul agama adalah paket dari langit, mengapa baru pada abad 19 orang baru tahu – melalui Galileo – bahwa BUMI lah yang mengelilingi matahari, ‘……….
Semua,
Ralat : Galileo, abad 19 seharusnya abad 16.
kebo ijo
Oktober 28th, 2011 pada 16:21
salam mas Tanwaskita,
sejak zaman baheula, dewa matahari yunani (helios), batara surya (jawa) dan semua orang suci spt semar, budha, adam, muhammad– saya yakin sudah mencapai taraf makrokosmos… soal bumi/matahari siapa yang mengelilingi? tentulah mereka sudah tahu.. hanya mungkin tidak di jelaskan secara gamblang…?
agama dan ilmu pengetahuan adalah saling melengkapi, seperti pertanyaan2
-mengapa langit berwarna biru?
-mengapa matahari berwarna kuning?
-mengapa bumi berputar? siapa yang mutar bumi?
-mengapa bumi bulat? kenapa nggk ceper aja?
dari segi agama ini masuk wilayah hakikat (dibutuhkan pengalaman spiritual)… agama mungkin hanya menjelaskan konsep “penting” nya saja… kita lah yang diperintah untuk ,,menggali,, sampai dasar nya….
sedangkan dari sisi ilmu pengetahuan, tentu jawabannya akan membutuhkan riset, penelitian, menghitung rumus dari hukum2 alam ,fisika, kimia, biologi, dll..
spt pertanyaan: mengapa sedulur2 suka ngeblog disini? nah itu knp coba, hehe
Anita M U I
Oktober 28th, 2011 pada 18:06
Ahh… saya ngeblog nya ngalor ngidul ngetan ngulon kok.
hihihi… cr yang “alamnya” enak buat diskusi. hihi
tembayat
Oktober 28th, 2011 pada 13:49
Setelah Turki digempa yang meyisakan puing-puing dan kurban nyawa ,masihkah ini disebut Azab yang diturunkan?? Libya dilanda perang saudara inikah jug a azab,atau hukum karma? ataukah itu memang takdir ?
Kemudian Thailand direndam banjir inikah juga azab dan takdir ?
Pada saat ini jakarta hujan lebat petir menyambar-nyambar seakan memberi peringatan kepada para manusia bertobatlah dari kesombonganmu,
Mungkin sebentar lagi manusia akan diajari apa itu kasih sayang,bagaimana menyyangi sesama.
Kepda para petinggi negara hendaklah mulai meyiapkan segala sesuatu untuk menghadapi siatuasi buruk,khussunya BASARNAS,siapkan perahu2 karet,logistik,obat-obatan,prasarana darurat.Setiap provinsi sudah harus kondisi siap kalau perlu latihan,jangan sampai nanti tergagap-gagap banyak alasan,bila perlu TNI POLRI,dilibatkan karena memang mereka yg paling siap digunakan sewaktu-waktu.
Saya jadi ingat ketika gempa Yogyakarta,daerah Klaten seminggu tak ada aliran bantuan,semua aliran mayoritas masuk Yogyakarta,saya pun membawa sembako dari JKt.korodinasi lapangan yg kurang jelas dan kurang kompak sangat menghambat.
Oleh karena itu marilah kita juga siap-siap menghadapi situasi yg mungkin tak terduga,artinya kita juga tdk tergagap-gagap,ibarat kalau seorang wanita hamil tua,kita sdh menyiapkan pakain dalm tas,sehingga sewaktu waktu tinggal tenteng saja.
Kang JS,secara spirit juga harus siap2,bola itu kemungkinan dipakai untuk penetral saat 2 genting kemungkinan saat langit tertutup awan hitam gelap gulita,tapi mudah-mudah tidak .Ini bukan ramalan tapi ilmu titen saja,airmata alam beriring airmata manusia dan makluk lainnya.
ijogading
Oktober 28th, 2011 pada 14:09
Anita M U I:
By the Way Joyoboyo beragama apa yaa???
Mas Ijo Gading,Mas Kebo Ijo,Mas JS, Kang RD,Jeng Dewi yg sedang ngumpet,Ora Iso, semua,
Agama PEMENANG.
Yonebayashi san, seorang teman senior dari Jepang saat sy tanya agamanya apa? dengan lugas dia mengatakan: agama taisho, bangun pagi, menghadap matahari terbit, lalu gerak2 seluruh sendi di seluruh badan.
Saat ini dia mendalami spiritual.. filsafat budha…karena dia sdh cukup waktu untuk itu.
Saya diminta mencoba agama taisho agar badan selalu fit, peredaran darah lancar, kandungan oksigen dlm darah optimal, metabolisme dan regenerasi sel, saraf lancar, toxin keluar, keringat keluar, otak hebat, kerja kuat, pikiran focus, makan enak, bab lancar.
Agama taisho adalah g-yoga, dlm kecerdasan..
agama adalah ageman, pegangan(sy setuju tanwskt) yg dibuat dan disebarluaskan untuk dicoba, dirasa manfaatnya, BERDAYAGUNA BAGI TUBUH DAN PIKIRAN… tidak kurang tidak lebih…TITIK.
Rugi besar kalau beragama tapi tidak membuat sehat jasmani dan rohani.. apalagi stress stroke.. (Sakit adalah n’raka yg artinya siksaan).
Agama seharusnya untuk memenangkan “diri sendiri” dari hambatan yg menerpa,
agama untuk membuat kita preventive(waspodo) agar tahan gempuran penyakit, malas ataupun panas.
Entahlah kalau anda mengartikan lain dari sumber yg sesuai dg kemampuan anda.
Sy tetap positif terhadap anda, setidak2nya banyak informasi yg anda dapat disini dg celotehan anda..!
MUI silahkan anda sharing disini.
Salam.
Anita M U I
Oktober 28th, 2011 pada 15:23
Mas Ijo ini lho. kan saya nanya. Jelasnya saya bngung. kok ada kata mekah. lah joyoboyo itu agama apa. gtu Kao joyoboyo beragama Islam, pastinya banyak sekali kalimat ramalannya ber bahasa arab setidaknya istilah arab. kok ini cuma satu saja. Biasanya orng islam kan banyak tuh istilah arabnya. ini malah menyebut dewa .
Saya nanya bukan nyeloteh…
jgn sinis gtu donk om.. hihi
Salam Green Latern
tanwaskita
Oktober 28th, 2011 pada 15:44
@Mas Ijogading,
Sekedar ngomong ngalor ngidul ngetan bali ngulon saja : Agama taisho ini tidak diakui di Nusantara tercinta ..)-: )-: Nek saya jadi presiden, saya akan bikin undang2 bebas … agama…., wong ini (agama) rak urusan orang dengan gusti,tuhan,alam nya, bukan dengan negara. Kalau seseorang membakar tempat ibadah dengan alasan … agama, nah ini namanya tidakan kriminil, melanggar hukum.
Jepang itu negara yang ter …. sehat di dunia. Menurut statistik dari WHO – Organisasi Kesehatan se Dunia – mereka punya kemungkinan hidup – life expectancy -yang paling panjang di dunia. Saya mbatin, kok bangsa Jepang ya ? Kok bukan bangsa yang beragama yang turun dari … langit ?! Di pulau Okinawa – konon Karate mulai dari sini – orang2 yang berumur 70 an masih giat kerja, termasuk nyopir taksi .
Kalau njenengan nginjen situs WHO ( http://www.who.net) – who dot net, ada anjuran2 untuk hidup sehat. Taisho saya kira cuma salah satu cara hidup sehat, diantara banyak cara. Oh,berhenti/tidak merokok juga salah satu anjuran WHO. Kata mereka merokok itu … jahat, sangat merugikan kesehatan kita DAN kesehatan orang lain ! (-: terutama anak2 ( Nyuwun sewu,nggih,Mas JS )
Memenangkan diri sendiri : Nah ini yang … susah … Lebih gampang menggebuki orang lain yang tak sepaham…. Cuma orang2 yang ampuh/linuwih bisa memenangkan gebuk2an dengan diri sendiri .
Salam katresnan ngalor ngidul
tanwaskita
Oktober 31st, 2011 pada 20:54
Ralat : (who.net) seharusnya (who.int) – who dot int
dewi
Oktober 28th, 2011 pada 20:37
@ JS,
Sugeng dalu pakpo, khabar saya rahayu, semuanya baik2 saja, tadi siang habis ke bengkel…, tapi bukan nyervis onderdil lho pakpo, hanya perwatan rutin tiap dwi bulanan aja… he he he….
@ Anita MUI,
Dont look at my “Aura” T… its so BRIGHT… ???… Lampu senter kali ???? …xixixixixi…
@ Dalbo,
he he he… mas Jaka Lawung sampai terkesiap lihat njenengan esmosi mengahdapi om TS, tapi bagus juga untuk ‘shock theurapy’ he he he…, btw, Terima kasih kiriman lagu ‘BONGKAR’ by iwan ifals.
@ Baok, apa khabar?… udah lama tidak datang ke diskotik, kangen di cubit ya?…
@ Sen Karna, walaupun katresnannya ngalor ngidul, yang penting inspiratif!
@ Sasmito urip, Sepoy, ESPE 13, M Jibril dan Semuanya, salam kenal dan salam sejahtera.
@ Cah Pathi,Kuda Gunung,Hana kirey,Budak Angon,Ismail Usman,Gamalpra dll, Pripun khabare?…
@ Ijogading,
Hi dear, I`m not dissepear, I just came back to paradise island, uncle JS were right, it`s just a little time-so much to do, work and take care of others, I`m not even take care of myself, I should have a time for myself, but now, it`s impossible, No ‘me time’… , if I have a time I use it to contemplate about NKRI.
Thanks for your concern (or curiousity, hk hk hk…), I do look and read the blog sometimes, I just have no inspiration yet to share with you all here about karma. At the mean time, you can visite me at another room, like : per-EMPU-an, ratu adil kian dekat, harta-tahta dan wanita, perlukah perempuan di sunat, sumpah budaya 2, kejawen ajaran leluhur yang di kambinghitamkan, ect. Come and take a look, we can disscuss another thing, and I`m sure you have more energy to share with us about everything.
Thank you for your enlightenentment, you were our sugar-sugar…
@ RD,
Apa khabar Yang RD?… njenengan ini sweet as madu di blog ini, tentang kepercayaan islam-budha-hindu-kejawen yang njenengan agemkan (pakai). But sometimes I feel you`re too long and too dreamy… he he he…
Btw, saya punya info untuk njenengan dan paman Tembayat ,
ada Seorang scientist mempelajari tentang suku Maya, dan di telusuri dengan disiplin ilmu dan technologi, ternyata di temukan sebuah semacam kode2 yg di tulis di batu relief dan di terjemahkan yg hasilnya antara lain sbb: ” akan ada sebuah ledakan besar oleh Super Volcano, yang akan menghabiskan human civilisation, ada 7 super volcano di dunia di antaranya adalah Indonesia “.
Hmmm, sepertinya ramalan suku maya ini hanya bisa di tandingkan dengan ramalan jayabaya, Bagaimana menurut njenengan dan para winasis di sini?…
@ Wongsorejo,
Terima kasih atas pencerahannya mas wongso, ternyata njenegan ini bukan saja jago menulis tentang SP, tapi juga seorang feminist, pahlawan pembela kebenaran bagi para kaum yang tertindas, baik oleh kultur sosial masyarakatnya maupun oleh mitos moral agama.
Harusnya semua sadar, bahwa sifat paternalistik tidak akan membawa perubahan yang berarti lebih baik lagi. Dan sudah seharusnya yang di langit gugur gunung tandang gawe…., eh, maksutnya lebih mengayomi, mematuhi, mencintai, menghormati yang di bumi…., dan Andaikan saja Tuhan maskulin dan Tuhan feminin bisa harmonis, romantis… seperti ini… (video klip ini), bahwa mencintai seorang wanita janganlah hanya sebatas di bibir saja, tapi cintailah dia dengan sepenuh jiwamu, segenap ragamu… mbalung sumsum, … aw aw aw…
salam cinta,
dewi
baok
Oktober 28th, 2011 pada 21:03
salam…
waah wah bu guru datang langsung ngabsen murid nihh..ngajarnya jangan galak-galak apalagi sampai nyubit ya bu…ntar kelas kosong lho anak-anak pada ga berani masuk… cuman ngintip dari luaran jendela kelas…
BUNGSU
Oktober 28th, 2011 pada 21:12
mbak Dewi….
pa kabar…….
dalam 1 minggu da pagelaran wayang di TV. yang 1 dalang ki Entus, yang 1 dalang ki Mantep. Da juga fim ERAGON dan sekarang di sambung NARNIA ( PRINCE CASPIAN 10), serentak bulu kuduk merinding… angin bersiut saut**an, gunung** berguman, burung** saling berbisik……. salam mbak DEWI, adimu si bungsu di utus seseorang mengabari anda, senyumnya selalu ada untuk mbak DEWI.
Bisiknya……. tidak akan jauh beda dengan gambaran di atas…..
BUNGSU
Oktober 28th, 2011 pada 21:28
oh ya mbak ANITA MUI…..
adimu ni JOKO BODO ( GOBLOK ) sama persis kok dengan gambarannya mbak ANITA …. , dapat salam sama sing baurekso…. hati**…. katanya
Anita M U I
Oktober 31st, 2011 pada 04:16
Bungsu@ Ini bukti bahwa “Aura”T ku super bright sampe sing mbahurekso wanti wanti
Dewi@ did your “Aura”T is not Bright?? Why?? tell me.. please..
xixixixixixi…
Cah Pathi
Oktober 29th, 2011 pada 00:01
Salam poro sederek-sederek,poro Dewa..
wah cubitannya jeng Dewi mesra lho..!
Perubahan…
Bila manusia sudah mengenal jati diri
Bila Manusia sudah jadi Nabi
Bila Manusia sudah jadi Sang Hyang Tunggal
Bila Manusia sudah jadi Dewa
Bila Manusia sudah jadi Malaikat
Apalah artinya Raga ?
Joyo Boyo…
Joyo=kemenangan Boyo=Bahaya
Joyoboyo = kemenangan melalui bahaya
Agama / ageman apapun yang dipakai,intinya adalah diri kita sendiri, untuk melewati rintangan dan bahaya.
Bila sudah diketahui Raga
Bila sudah diketahui Sukma
Bila sudah diketahui Surga
Bila sudah diketahui Neraka
Bila sudah diketahui Karma
Apalah artinya agama ?
Bila kita sudah mengetahui segala sesuatu
Bila kita sudah TIDAK TAHU SEGALA SESUATU
Apalah arti DIRI ?
Lepaskanlah segala sesuatu
Lepaskanlah KE-TAHU-AN
Dalamilah segala sesuatu
Dalamilah KE-TIDAK TAHU-AN
Temukanlah HAKIKI
Nikmat terasa…..
MANUSIA BAIK ADALAH PENAKUT
Salam Damai
RD
November 1st, 2011 pada 11:21
salam mas Cah Pathi
Bila Manusia sudah jadi Sang Hyang Tunggal..
———————————————————-
Sanghyang Tunggal bersabda: “Bila engkau harumkan Nama-Ku.. niscaya Ku harumkan nama mu.. di sisi para malaikat KU..”
Rahayu
dewi
Oktober 30th, 2011 pada 20:58
@ Baok,
Waah wah, mas baok ini bisa aja, saya di sini juga masih belajar, ibaratnya saya masih SD, maaf kalau selama ini saya galak dan cerewet dengan teman sekelas, sampai ada yang mengira kalau saya ini gurunya… he he he…, padahal gurunya kan Ki Sabda, sayangnya beliau jarang sekali menengok murid2nya, hingga muridnya banyak yang urakan dan saling jotos pajotosan sendiri he he he…, tetapi mungkin Ki Sabda sudah menganggap bahwa diri kita adalah guru sejati diri kita masing2, malah terkadang beliau dengan rendah hati menyatakan selalu masih ingin/ harus terus belajar dari murid2nya juga.
Btw, kalau saya cerewet, mas baok jangan hanya bengong di jendela aja, masuk dong, cubit saya yang keras bila perlu, biar saya nggak terlalu galak gitu… gimana??… hmmm?…
@ BUNGSU,
Terima kasih kriman extra videonya, saya nanti juga mau melihat petualangan Narnianya, dan titip salam juga buat kakaknya, salam senyum…, biar kita tak saling mengenal, tapi saya kadang juga bisa merasakan gejala indikator getaran pranayana yang halus, selembut kiriman energy kasih sayangnya?… ehmm2!
@ Cah Pathi,
Bila sudah di ketahui sukma, surga, neraka dan karma… apalah artinya Agama?…
Hmmm, that`s makes sense, ini ada filsafah kejawen ‘ bar terawangan awang uwung onone mung ingsun’… mungkin inilah kira2 yang bisa menggambarkan istilah apalah arti agama untuk di dunia ini (?). Terima kasih atas pencerahannya.
Mau nih saya cubit beneran?… cubit mesranya yang di mana hayoo?… he he he… ki kuk.
@ Ijogading,
Kangmas, saya mau bertanya sesuatu yang sedikit sensitive atau sara, maaf kalau saya terlalu kritis, saya hanya penasaran saja, saya dengar di Berita, beberapa alasan mengapa yogyakarta menjadi daerah istimewah itu karena jogja memiliki beberapa keistimewaan yang antara lain : gubernurnya adalah harus sultannya, dsb, agama yang boleh masuk ke keraton adalah ‘islam’ saja…
Mengapa harus islam saja yang boleh ada/ masuk kedalam lingkungan keraton?, mengapa tidak semua agama saja boleh masuk atau kalau enggak ya tidak semua saja, biar adil. Apakah ini ada sejarah dengan expansi para pengikut wali songo yang menakhlukkan kerajaan majapahit dan mengambil alih/ mendikte raja jawa pada waktu itu dan lingkungan keraton pada khususnya?…
Saya sebagai generasi bangsa tak bisa menyembunyikan perasaan prihatin dengan pola paham yang pilih kasih ini…, ini tak ubahnya seperti api dalam sekam… karena ketidak adilan yang bersemayam di bumi pertiwi ini… itu sama saja menganak- tirikan rakyat/ saudaranya sendiri yang berbeda paham/ aliran. Di sisi lain rakyatnya banyak yang menjadi islam tapi abangan alias KTP aja, sekedar basa-basi?… atau setengah hati saja, karena mengikuti titah rajanya?… yang rajanyapun pada waktu itu mungkin juga mengalami penekanan/ keterpaksaan?… akhirnya islam sepertinya hanya untuk ritual tiap tahunan saja, misal untuk kawinan, kematian dan tahun baru islam saja.
Melalui ruang seluk beluk karma ini saya akan mencoba membedah, menggali dan menemukan jawaban ke-abstrak-an sejarah bangsa ini… thanks, hmuuaahh…!!
Salam KTP (Katresnan Tanpa Pemaksaan),
Dewi
bedjobanget
Oktober 31st, 2011 pada 04:08
Jeng Dewi yang Terhormat
Terimakasih atas ucapan belasungkawanya
Terima kasih atas doa dan dukungan morilnya.
Numpang komen soal jogja.. apa betul agamanya hanya islam bukankah seharusnya kejawen?Atau Manembah Ing Gusti saja?
Matur nuwun
JS
Oktober 31st, 2011 pada 05:05
Salam……Jogja…..Para beliau disana apakah harus beragama islam…..apa sebab pastinya……apakah dengan aturan seperti itu membuat si ” dia ” gregeten…..
BAYANGAN
Oktober 31st, 2011 pada 13:33
Saya sebagai generasi bangsa tak bisa menyembunyikan perasaan prihatin dengan pola paham yang pilih kasih ini…, ini tak ubahnya seperti api dalam sekam… karena ketidak adilan yang bersemayam di bumi pertiwi ini… itu sama saja menganak- tirikan rakyat/ saudaranya sendiri yang berbeda paham/ aliran. Di sisi lain rakyatnya banyak yang menjadi islam tapi abangan alias KTP aja, sekedar basa-basi?… atau setengah hati saja, karena mengikuti titah rajanya?… yang rajanyapun pada waktu itu mungkin juga mengalami penekanan/ keterpaksaan?… akhirnya islam sepertinya hanya untuk ritual tiap tahunan saja, misal untuk kawinan, kematian dan tahun baru islam saja.
—————————————————————————–
Jeng DEWI……….
Dahulunya JOGJA tidak begitu, karena suatu keadaan yg juga tidak boleh di buka untuk umum, maka terlihatlah JOGJA seperti sekarang ini.
Bila ke JOGJA……. mampirlah ke kota GEDHE ( sentra kerajinan perak ). bertafakur dan berinteraksi dengan Ki AGEN PEMANAHAN, mudah**an beliau masih mau membuka sedikit buku babon JOGJA.
Oh… ya, jangan lupa mampir juga ke IMOGIRI,
( saya sangat menyayangkan keadaan q di waktu itu, hingga IMOGIRI terlewati, padahal 6 bln lebih dikit, q umek di JOGJA ( cari makan )
Cah Pathi
November 2nd, 2011 pada 02:38
Salam cubit jeng Dewi,
leres jeng,memang demikian, tapi maksud saya dengan agama apapun atau kepercayaan apapun,pasti mengajarkan rambu-rambu lalulintas kehidupan duniawi atau setelahnya, jika tidak diberikan rambu-rambu,orang yang belum ( maaf) mencapai ke-Manunggal-an bukankah akan tersesat?maksud saya tersesat dalam menjalani kehidupan, tanpa mengetahui baik buruknya, kalau kita mencarinya sendiri tanpa rambu-rambu, wah berabe,bisa tabrakan,karena salah arah,untung kalau masih bisa meneruskan perjalanan,kalau tidak? berabe kan?
Yakinilah apa-apa yang sudah menjadi keyakinan kita,apapun sebabnya, kita hanya tinggal mencari pengembangan diri. sebagai contoh; karena alasan kelahiran,sewaktu kecil tentu pastinya kita sepaham dengan orangtua kita,apakah kita bisa memilih orangtua kita? tidak bisa kan?pasti ada suatu rahasia yang kita tidak/belum tahu,bila kita sudah mencapai,siapa sebenarnya yang memilihkan orangtua kita,kenapa kita dilahirkan di Indonesia, apakah dia juga memilihkan agama bagi calon si “Jabang Bayi “? Itulah rahasianya…..Apakah agama si “Sukma” dulu,sebelum kita tahu ” jati diri” kita masing-masing, he..he…kita akan sulit menjawabnya…
Jeng Dewi, boleh nih kalau mau mencubit, pilih di bahu atau di paha? yang mesra ya…
Salam Damai
dewi
November 2nd, 2011 pada 19:48
@ Cah Pathi,
He he he… weeeehh…, mana berani saya nyubit paha??… ntar di marahin ama yang punya… yayangnya?…
Nggih maturnuwun pencerahannya mas, memang kita tak bisa memilih siapa kedua orang tua kita, tapi kalau mau memilih siapa jodoh kita, masih bisa kan?… he he he….
Aku cubit pipinya aja ya?… thanks…, muuaahh!!…
Salam mesra,
Dewi
empu khitan
Oktober 31st, 2011 pada 10:11
sedulur sepuh sadayana….
apa betul Sabda itu per-empu-an yg ga suka dikhitan???….huahaha haha
BAYANGAN
Oktober 31st, 2011 pada 10:40
sedulur sepuh sadayana….
apa betul Sabda itu per-empu-an yg ga suka dikhitan???….huahaha haha
————————————————————————–
weeeeeee…….. ternyata suka ngintip brg tak bertuan, wkwkwkwkwkwkwkw PESING mas…..!!!!!!!!!!!!!
GAK Level
November 1st, 2011 pada 07:36
Oooo….jadi betul ya….haha ha……ketahu an deh….hehe
sungguh Mulia nya dirimu….haha haha….
dibayar brp mbak….buat nulis artikel…..Cie eeeeee…………………….
ijogading
Oktober 31st, 2011 pada 13:16
Ngayogyokerto Hadiningrat.
PARIYAN NAGARI.
@dewi n all.
Mas Sabda tentunya jauh lebih memahami hal ini, dibanding saya yg kebetulan berada di trah majapahit.
Dari referensi pariyan nagari tsb acara2 prosesi peribadatan seperti gunungan, sekatenan, mbah marijan alm dan atau pelaku, sesembahan lainnya terkait pariyan nagari, tidak boleh ditinggalkan oleh keturunan kerajaan Jogja, Surakarta, sebagai budaya kejawen yg luhur.
Keistimewaan Jogjakarta lebih karena tatanan kerajaan dan budaya kejawen, harus ada raja atau ratu, harus ada gunungan/gunung merapi, kraton, dan pantai laut selatan…
Bila budaya ini hilang maka hilang pula istimewanya.
Peradaban adalah ke’gaib’an spiritual, penghormatan terhadap sesuatu kekuatan hukum KARMA energi makrokosmos. Yaitu 4 kekuatan supranatural yg mengelilingi pusat(kraton), sbb:
Di bagian barat,
tepatnya di puncak Gunung Merapi, bertahta Kanjeng Ratu Sekar Kedaton.
Di bagian Selatan,
Kanjeng Ratu Kidul yang menjaga Samudera Selatan dan bertahta di Kerajaannya yang bernama Soko Dumas Balai Kencono.
Di bagian utara,
Dipercaya bertahta Kanjeng Ratu Kolo Yuwarti dan
Di bagian timur,
dipercaya bertahta Sesuhunan/ Sinuhun/ Sunan Lawu yang mendiami puncak Gunung Lawu.
Jatidiri dalam perspektif energi filsafat kejawen adalah berlandasan “dulur papat limo pancer tengah”, mengenal ilmu kesujatian dari makrokosmos berarti juga mengenal keberadaan kita terhadap kekuatannya itu sebagai pengertian “ngunduh” buwana agung makrokosmos “untuk” buwana alit mikrokosmos.
Salam
jatidiri
RAHAYU.
dewi
Oktober 31st, 2011 pada 18:53
@ JS,
Nggih pakpo, saya mengerti maksutnya, bahwa :
Kebencian tak akan pernah berakhir apabila dibalas
Dengan kebencian, tetapi kebencian akan berakhir
Bila di balas dengan tidak membenci, inilah hukum abadi.
Tentu yang saya kritik di sini bukan islam yang mengacu pada pakpo dan teman2 muslim secara pribadi, Kebetulan aja yang saya soroti adalah keraton2 di nusantara, terutama yogyakarta, mengapa kok hanya agama islam saja yang boleh masuk ke lingkungan keraton?, sebagai sentra kerajaan, spiritual dan budaya rakyat, seyogyanya keraton harusnya netral, semua agama boleh masuk atau kalau enggak ya kenapa bukan kejawen aja, ajaran spiritual lelehur yang notebenenya bisa memangku semua agama dan kepercayaan di nusantara/ seluruh dunia. Lalu Di manakah letak ‘istimewah’nya jika ia tak lagi bisa mencerminkan sifat welas asih dan tepo sliro untuk seluruh ajaran di dunia ini yang berlandaskan budi pekerti?…
Ada apa dengan keraton yogyakarta?…
@ Bedjobanget,
Sugeng rahayu mas bedjo, tolong jangan sebut saya ‘yang terhormat’, bikin saya ki kuk, karena saya anak baru kemarin sore saja, terima kasih juga atas persahabatannya, semoga masnya dan keluarga di beri ketabahan di tinggalkan oleh orang yang di cintai, salam sayang.
@ Ijogading,
Hi dear, are u saying that you`re from east java?, hmm wow…, me too!, I might be from east java but i`m not sure if I have a gen of Majapahit heritage or not … he he he…
Terima kasih kangmas, I`m quite satisfaction with the explanation, betapa kerajaan yang di bangun di atas tanah jawa tidak hanya memiliki cita rasa seni dalam bentuk fisiknya saja, tetapi juga estetika spiritual kejawen di dalamnya, setidaknya ini yang saya dapat/ cerna dari penjelasan njenengan… ‘sedulur papat limo pancer pada tengahnya’… sebagai landasan ilmu kesujatian sebagai pengertian “ngunduh” buwana agung makrokosmos “untuk” buwana alit mikrokosmos.
Maturnuwun atas sharingny, it was so precious, just like a jewelry in the palace.
@ BAYANGAN,
Terima kasih mas atas infonya, Ke kota Gedhe atau imogiri, bisa2 aja, tetapi itu juga membutuhkan biaya, waktu dan energy juga. Sementara saya juga harus masih bekerja serta memang tidak punya tabungan/ simpanan. andai saja ki ageng Pemanahan mau bergabung di blog ini dan bisa memberi/ sharing pencerahan dengan kita.
… Dahulunya JOGJA tidak begitu, karena suatu keadaan yg juga tidak boleh di buka untuk umum…, itulah mas, mengapa saya ingin mencoba membongkarnya di sini… menarik benang kusut carut marutnya negri ini yang antara lain juga karena ketidak jujuran nurani pemimpinnya yang di bungkus dengan moral agama.
Menurut saya ini adalah ‘skandal spiritual’ (!). seperti halnya sebuah perjalanan sejarah peradaban kerajaan-keratonnya?….
@ Tembayat,
Apa khabar paman, bagaimana khabar njenengan?…
@ Anita MUI,
Mas Mui ini genit deh, mau tahu aja, isi dalam auratku… yang pasti auraku is so radiantly bright!… and so colourfull… mau lihat?? … Eng ing eeeeng… xixixixixixi…
Salam karma manis,
Dewi
BAYANGAN
Oktober 31st, 2011 pada 20:33
Terima kasih mas atas infonya, Ke kota Gedhe atau imogiri, bisa2 aja, tetapi itu juga membutuhkan biaya, waktu dan energy juga.
———————————————————————————————
bener juga sih apa yg jeng DEWI utarakan, pernah da seseorang bicara dan mengabarkan, kalau beliau bisa di panggil, tetapi alangkah tidak hormatnya KITA, kalau sampai hal itu terjadi ( entah kalau yg tidak punya unggah – ungguh, pasti akan di lakukan pemanggilan itu ), Dan kelihatannya sih, akan sangat susah bila KI AGENG masuk ke BLOG ini, karena menurut hitungannya tidak manitis lagi, entah kalau hitungan saya salah )
Menurut saya ini adalah ‘skandal spiritual’ (!). seperti halnya sebuah perjalanan sejarah peradaban kerajaan-keratonnya?….
————————————————————————–
jeng DEWI…. bukan maksud terus menerus menutup tabir, tapi ini memang sudah ketentuan yg tidak boleh di bantah, hanya SP saja yg boleh menarik benang kusut itu. Dan jujur…. saya mengatakan ( tidak ada seorangpun yg berani mendahului kehendak GUSTI PENGERAN mengenai hal ini, walau itu seorang raja sekalipun yg sedang berkuasa sekarang )
dewi
Oktober 31st, 2011 pada 21:29
@ BAYANGAN,
Oh, ngapunten mas/pak bayangan, saya pikir ki ageng itu nama seseorang saja, ternyata beliau sudah sedho/ meninggal, maaf, saya memang awam dan masih cah pah-poh, di karenakan tidak banyak pengalamannya, tahunya hanya protes dan mengkritisi saja.
Kalau memang SP yang berwenang membukanya, ya monggo saja, saya mau tanya, dari ke sekian calon SP-SP se nusantara, masihkan kita harus menunggu dan menunggu lagi? , Bukankah sejatinya kitalah SP-SP untuk diri kita masing2?… kalau semua apa2 harus SP yang menyelesaikannya… maaf, SP bukanlah superman, dia juga manusia biasa yang bisa kecapekan, setidaknya seorang raja atau presiden saja membutuhkan sebuah Tim untuk/ sebagai kepanjangan tangan/ ide nya. Idealnya ya kita dan SP bersama2, bahu-membahu menyelesaikannya (persoalan benang kusut), sehingga cita2 bangsa dan leluhur ini bisa bersinergis.
(tidak ada seorangpun yg berani mendahului kehendak GUSTI PENGERAN mengenai hal ini, walau itu seorang raja sekalipun yg sedang berkuasa sekarang )… bisa di jelaskan maksutnya bagaimana?…
Dengan kata lain, saya suka SP, tapi saya tidak mengkultuskannya. Saya tidak fanatik SP karena itu hanya bersifat abstrak tetapi tidak real alias tidak kerja cara nyata.
Salam sama2 sayang SP,
Dewi
BAYANGAN
Oktober 31st, 2011 pada 21:58
Dengan kata lain, saya suka SP, tapi saya tidak mengkultuskannya. Saya tidak fanatik SP karena itu hanya bersifat abstrak tetapi tidak real alias tidak kerja cara nyata.
——————————————————————————-
bukan begitu maksudnya jeng DEWI……..
yang saya maksud, dalam hal ini adalah sebuah tanggungjawab yg hrs di pikir dengan cermat dan matang, karena ini menyangkut babakan yg mempertaruhkan nasib banyak orang (dan tidak bisa di nalar dengan pikiran umum ), ma’af….. ada kala mangsanya semua akan terbuka sendiri.
Yang dapat saya kabarkan cuman itu dulu…. karena apa yg terbaca, terlihat dan tersirat. sama halnya seperti Prabu jayabaya bertemu dengan ki AJAR di gunung PANDANG.
Mudah**an GUSTI PANGERAN paring welas, mungkin suatu saat jeng DEWI akan tau apa yg saya maksudkan di hari ini. Entah itu dari buku yg tercecer, entah itu dr tamu yg datang sekedar silaturahmi, entah juga dari cerita langsung yg punya wilayah.
RAHAYU jeng DEWI,
BAYANGAN
Oktober 31st, 2011 pada 22:40
NB: gunung PANDANG di revisi jadi GUNUNG PADANG…. ( ma’af salah ketik )
BAYANGAN
November 1st, 2011 pada 00:20
jeng DEWI lan poro sederek….
akan saya selipkan sedikit sisip melik……. supaya di pahami, dan q sendiri tidak perduli. mau di bilang SYIRIK, NGAPUSI, ataupun JIJIL.
Semua kembali ke pada kalian masing** ( titi, titen, lan wicaksono )
karena grusa grusu, akhirnya yg di dapat tidak lebih se ujung kuku. sumonggo di persani piyambak.
RD
November 2nd, 2011 pada 11:03
@Kang Dalbo..
apa arti syahadat? persaksian/pengakuan
siapa yang bersyahadat? Gusti Allah / Hyang Tunggal sendiri
apa yang Beliau syahadatkan? diri (sejati) kita
macam syahadat sekurangnya ada 3:
Syahadat Gusti: adalah pengakuan Gusti/Tuhan akan diri kita..
bahwa kita sudah manunggal kepada Nya..
Syahadat Alam: adalah pengakuan Tuhan atas alam semesta ini..
bahwa alam semesta ini SEPENUHNYA MILIK DIA..
Dia-lah yang Tiwikrama lewat alam ini..
Syahadat Umum: adalah pengakuan kita, bahwa kita ber Tuhan…
ini masih taraf mengaku, belum tentu diakui.. oleh Tuhan sendiri..?!
apakah ada relevansinya sih untuk kehidupan kita ini?
———–
Jika orang tersebut sudah di akui Gusti syahadat Nya..
maka orang tsb dipercaya Gusti untuk melakukan tugas2 Ketuhanan atas alam ini..
sesuai dengan tingkatan ilmu sejati Nya..menjadi khalifah/ pengatur alam semesta,
menjalankan tugas2 makrokosmos…menahan musibah/bencana atas alam semesta.. menjadi hamengku hayuning buwana..ikut menjaga keseimbangan galaxy, matahari, bulan, bumi, planet2.. ikut mengatur perubahan iklim, cuaca…menjadi rahmatan lil ‘alamien. Orang tsb menjalankan tugas Nya, secara ikhlas, sepi ing pamrih..
singkatnya syahadat adalah “PINTU” MANUNGGALING KAWULA GUSTI..
–apakah dgn bersyahadat kita tergolong orang yg lebih baik di banding yg tidak bersyahadat?
———————–
syahadat harus dibuktikan dengan PERBUATAN..
PERBUATAN-lah yang MENENTUKAN…,
apakah syahadat seorang itu ASLI atau PALSU..
boleh percaya atau tidak, sekarang banyak yang PALSU (tingting-mode-on).
Salam Rahayu
Dalbo
November 2nd, 2011 pada 16:35
Nuwun sewu..
@ Kang RD makasih banyak ulasanya semoga bermanfaat bagi siapa saja yg membacanya.
Salam..
Asah,asih,asuh,,
Dalbowith love.
BAYANGAN
November 2nd, 2011 pada 17:21
@ Kang RD makasih banyak ulasanya semoga bermanfaat bagi siapa saja yg membacanya.
————————————————————————-
kakang Dalbo kakang RD
memang begitulah yg terjadi. tidak cukup hanya di ucapkan, tetapi harus dilaksanakan di setiap langkah kita dalam menapak hari** yg penuh goda dan coba.
Terima kasih atas ulasannya….. akan adimu ingat dan adimu sematkan dalam merajut keping** perjalanan menata hidup ini. RAHAYU
Tisning
November 2nd, 2011 pada 11:26
@BAYANGAN
Wah,memang kena wajib militer itu nggak enak,tapi ada untungnya juga,anggap aja tour of duty,lakon hidupnya jadi banyak tapi kalau nggak hati-hati bisa blangsak.
Omong2 kalau kang Bayangan sdh wajib militer dimana saja ya?? jangan2 kita pernah satu desatemen !Ketika Hutan tarik nggempur Kediri saya ada,apakah kang bayangan ikut juga ?ketika perang mahkota dua sy ikut gempur Compeny,akang ikut juga ?kang dalam perjalanan astral Ruh,saya pernah minum dan cuci muka air disebuah gua yg oleh penjaganya hanya untuk para wali,dimana itu kang ?apakah itu yg disebut air hayat ?
BAYANGAN
November 2nd, 2011 pada 12:47
Wah,memang kena wajib militer itu nggak enak,tapi ada untungnya juga,anggap aja tour of duty,lakon hidupnya jadi banyak tapi kalau nggak hati-hati bisa blangsak.
Omong2 kalau kang Bayangan sdh wajib militer dimana saja ya?? jangan2 kita pernah satu desatemen !Ketika Hutan tarik nggempur Kediri saya ada,apakah kang bayangan ikut juga ?ketika perang mahkota dua sy ikut gempur Compeny,akang ikut juga ?
———————————————————————
Dalam olah raga, ada yg namanya lompat jauh = lari kencang trus loncat/lompat, dan lompat jangkit = lari kencang sampai di batas tertentu trus berjangkit** lalu loncat / lompat. Rombongan yg membawaku wajib militer ini ikut di dalam kelompok lompat jauh, sedangkan akang ikut lompat jangkit, jadi masih bertemu dg kompeni. sedangkan adimu tidak bertemu dengan si mata biru.
kang dalam perjalanan astral Ruh,saya pernah minum dan cuci muka air disebuah gua yg oleh penjaganya hanya untuk para wali,dimana itu kang ?apakah itu yg disebut air hayat ?
————————————————————————
Ada 2 macam air hayat.
1. Air hayat = air mengalir di dalam tubuh makhluk hidup (manusia dan juga hewan) kata lainnya adalah DARAH. setiap yg namanya manusia, akan melalui hal ini sebelum ruh dan nur di tiupkan / ke dalam raga setiap insan, dan ini terjadi di dalam sebuah gua ( GUA GARBA / RAHIM IBU ). tiada seorangpun yg berujud manusia yg mampu meloncati hal ini, dan tiada seorangpun yg tertinggal untuk melakukan ini, ini berlaku juga buat ku dan buat mu, sebelum keluar dari RAHIM
2. Air hayat ( abadi ) = Air kehidupan / nur muhammad, yg akan terus kekal abadi yg berkuasa memerintahkan seluruh keadaan dan kehidupan yg ada pada raga/semesta hidup insan yg bernama manusia, terselip di sebidang tempat terselubung / terhijab tetapi masih memberikan celah untuk bisa di singgahi untuk meminum sari rasa sejatinya.
BAYANGAN
November 2nd, 2011 pada 12:55
TAMBAHAN :
air disebuah gua yg oleh penjaganya hanya untuk para wali
————————————————————————–
sebelum adimu menjawab ini, adimu pingin bertanya kepada kakang. Siapa kakang sebenarnya ? kenapa kita tidak boleh menyandang status wali selain yg 9 itu ?????
Tisning
November 2nd, 2011 pada 15:45
@bayangan
wah,jawabannya kena moderasi !! ini untuk kesekian kali entahlah kalau di submid komentar sdh kirim,dicari tdk ada ,kayaknya dari sono ikut memoderasi !
BAYANGAN
November 2nd, 2011 pada 16:48
wah,jawabannya kena moderasi !! ini untuk kesekian kali entahlah kalau di submid komentar sdh kirim,dicari tdk ada ,kayaknya dari sono ikut memoderasi !
————————————————————————————————
seperti saat berjalan di jalan trus ada rambu** lalu lintas dengan gambar ( ! = hati** ).
(sebelum adimu menjawab ini, adimu pingin bertanya kepada kakang. Siapa kakang sebenarnya ? kenapa kita tidak boleh menyandang status wali selain yg 9 itu ?????)
———————————————————————————-
pertanyaan adimu ini bila di golongkan dalam masa sekolah, ini adalah pertanyaan buat anak taman kanak**, tapi pengertian dari pertanyaan ini juga yg menentukan apakah kita nantinya akan kembali ikut dalam wajib militer ataukah cukup untuk waktu ini saja.
Tisning
November 2nd, 2011 pada 17:06
bayangan,
saya merasakan bahwa pengawasan terus dilakukan,memang tak seharusnya sy bicara agak dalam masalahnya hak otoritas,dan sperti yg di jateng ketika akan menjawab pertanyaan saya sperti yg kang bayangan tanyakan,kena tegur” durung titimangsane/durung jame,aja nggege mangsa.waktu itu saya dikasih ancer2 10 Th,ketika saya di BSD sy ketemu seseorang sliramu kulo aturi nenggo kirang langkung sedoso warso.
saya sedikit mengerti arah pertanyaan kang bayangan,minggu depan langit berkabut hitam ,meteor akan lewat semoga tdk terjadi apa2,waspadai sekitar tanggal 11,BASARNAS harus siap prsarana dan logistik.
Memang sy sudah di beri sinyal akan wajib militer lagi,meski aku rindu pulang tapi hanya diberikan istirahat sebentar spertinya.
pintu surga
November 2nd, 2011 pada 17:22
weleh2, wamil nya pake seragam apa? baret merah? kopasus?
welcome to indonesia elit forces: http://indonesiaeliteforces.tripod.com/id6.html
Tisning
November 2nd, 2011 pada 17:36
pintu surga
pakaiannya sesuai zaman dan lokasi,ketika th1200-an saya pakai keris,pedang dan berkuda,th 2100 -an itu rahasia,mau ngikut??lebih baik jangan!
BAYANGAN
November 2nd, 2011 pada 17:40
weleh2, wamil nya pake seragam apa? baret merah? kopasus?
——————————————————————
tergantung situasi dan kondisi yg mendukung dan juga posisi yg sedang kosong. Saat serah terima jabatannya bagaimana ?
dewi
November 2nd, 2011 pada 20:04
@ Bedjobanget,
Mas bedjo, saya mengetahui status daerah istimewah jogja itu dalam berita di TV beberapa bulan lalu waktu ada konflik antara rakyat jogja dan pemerintahan pusat menyangkut pemilihan gubernur. jogja di katakan istimewah karena beberapa poin yang antara lain menyebutkan bahwa hanya islam saja yang boleh masuk di lingkungan keraton, mungkin bagi sebagaian besar masyarakat kita tidak terlalu mempersoalkannya, tapi bagi mata batin dan nurani saya, saya merasa nggak habis pikir dan prihatin, ini bisa menjadi preseden buruk bagi anak cucu kita kelak. Sebagaimana yang kita tahu bahwa keraton adalah pusat kerajaan, budaya dan spiritual masyarakatnya,d engan tidak memperbolehkannya agama/ keyakinan lain berada di keratonnya itu sama saja tidak mendidik rakyatnya bertoleransi yang ajeg dan baik, serta membodohi rakyatnya saja dengan alasan yang di buat2/ abstrak saja.
Maaf, kalau saya terlalu keras mengkritik sebenarnya dari dulu saya ingin bertanya, tapi tidak tahu bertanya pada siapa, mudah2an di blog ini nanti ada yang bisa merespons, entah itu ki sabda sendiri atau ki wongsorejo. Dan mudah2an generasi muda nya juga akan meresponsnya dengan tidak membiarkan ini terjadi secara terus menerus, minimal ada yang perduli dan yang bisa masuk ke lingkungan keraton untuk memberikan pencerahan dan bimbingan spiritual nyang sejati, mereformasi secara baik dan benar, maksutnya tak perlu anarkis dsb.
@ Rd,
Yang RD, kalau nggak bisa bhs jawa-sunda, mungkin ST bisa menterjemahkannya he he he…
Iya, saya setuju dengan Yang RD, kejawen ini netral dan universal buat siapa saja, apapun suku, ras dan agamanya, bagi yang ingin ngangsu kaweruh dan mendapatkan filosophy dalam hidupnya, sehingga ada islam kejawen, hindu kejawen, kristen kejawen dst, dan tak terkecuali yang kejawen tulen (murni kejawen). Maturnuwun.
@ BUNGSU,
Makasih, saya barusan lihat ‘the prince of caspian’ di vcd, bagus banget, tentang perjalanan sebuah masa : masa lalu dan masa sekarang, di dunia ini selalu berkisah tentang persahabatan, pengkhianatan, kekuasaan dan kesetiaan. Dan kemenangan selalu berada di pihak yang benar. .. Hidup Aslan!
@ Tisning, salam kenal
@ BAYANGAN,
kalau untuk urusan yang sepertinya sepele saja harus menunggu kehadiran SP, lha kita2 ini kerja dan kegiatannya apa? Masak harus berpangku tangan saja? … selak kesuwen mas, masing2 kita kan udah punya bakat, pengetahuan dan keahlian, harusnya semua bisa saling bekerja sama, sehingga bisa bersinergis energy positifnya. Karena dunia tak kan bisa menunggu… (kata2 mutiara dari berita Metro TV) , Dunia ini nggak bisa menunggu kita, kitalah yang membuat Dunia ini bergerak/ melaju/ menjadi apa yang seperti kita mau.
Salam rahayu,
Dewi
RejoWinangun
November 2nd, 2011 pada 20:50
Mbak Dewi. Salam kenal
Inggih leres bahwa sebetulnya kraton adalah suatu pusat budaya dan spiritual jadul. seYOGYAnya dipelihara dilestarikan dipertahankan semua itu.
Saya cuma mau menambah mengenai preseden buruk….
sudah menjadi TRADISi bahwa ketupat identik dengan LEBARAN. meski di ARAB hanya KURMA saja. Sudah tradisi pula sejak jaman purba dunia ini adalah berbau ISLAM. Dimulai jaman Nabi Awal pun sudah berpredikat AS. Maka sdh tradisi rakyat kita ikutan LATAH MENYATAKAN BAHWA ada poin yang antara lain menyebutkan bahwa hanya islam saja yang boleh masuk di lingkungan keraton. Pernahkah Mbak Dewi mendengar bahwa konon butir pemilihan PRESIDEN indonesia ada poin jg yang menyatakan selain presiden hrus orang asli indonesia presiden harus beragama islam?
hehehe.
SALAH KAPRAH APA KEBIASAAN YG SALAH TAPI TETAP DILESTARIKAN??
Salam
dewi
November 3rd, 2011 pada 08:53
@ RejoWinangun,
Sugeng enjing, terima kasih dan salam kenal pak rejo, presiden harus orang indonesia? ya pastilah, tapi presiden harus orang jawa dan harus orang islam?… saya juga nggak setuju itu, tapi presiden kan berdasarkan pemilih terbanyak suaranya, dan kebetulan aja dari presiden pertama sampai sekrang selalu orang yang bersuku jawa.
Budaya ketupat sebenarnya bukan monopoli islam nusantara saja, hindu bali juga selalu menyajikan ketupat untuk banten/upacara/ritual dsb, walaupun hindu india aslinya juga tidak mengenal ketupat. Tetapi umat hindu di bali memadukan unsur budaya jawa sebagai induk/ babon, serta agama hindu india plus gabungan antara nilai2 budha dan asimilasi budaya china.
Suatu budaya induk babon memang bisa melebur dan memangku semua agama/ kepercayaan, inilah yang di namakan suatu agama bagi seluruh bangsanya, agama bangsa yang sejatinya. apa yang terjadi di keraton, seharusnya bia menjadi pelajaran, bahwa spirituality harus di kembalikan sesuai wadah dan fungsinya semula.
Semoga hal ini mendapatkan respons yang positif, sehingga indonesia bisa menjadi teladan mercusuar bagi dunia (dalam hal spiritual), kelak semua agama, kepercayaan dan nontheispun harusnya bisa berdampingan secara harmonis di tanah nusantara, dalam pangkuan ibu pertiwi, inilah yang di namakan mekarsarinya taman spiritual dunia.
Salam rahayu spirituality,
Dewi
Dalbo
November 3rd, 2011 pada 14:55
Nuwunsewu….
@ all..Good afternoon selamat siang, ati binun pikiran melayang….
@ P. Rejo Winangun met kenal,
Sulit sekali mencari bukti2 tentang asal usul tradisi kupat ini, namun dr beberapa
Factor pendukung saya percaya bahwa kupat adalah tradisi/budaya asli Nusantara…
Apakah itu dari Islam kejawen atau bukan, mari kita coba sama menelusiri:
Kupat jelas bukan produc import dari arab, karena 1, di arab tidak tumbuh pohon kelapa dan jelas tdk mungkin bikin ketupat dari daun kurma, Pohon kelapa hanya tumbuh di derah tropis dan subtropics , Kedua di Arab tidak ada/tumbuh padi sehingga tdk ada beras. Kalupun toh ada beras sekarang tentunya mereka import, makanan pokok orang2 midle east adalah Roti canang, itu sejenis martabak bahanya dr tepung dan di oven rasanya tawar.
Ornag hindu bali juga menggunakan kupat untuk banten/ sesaji, berarti ini jelas orang hindu bali gak mungkin ikut2an orang islam, sedangkan hindu bali sudah ada jauh sebelum islam.
Sdr: jadi apakah mungkin kupat ini product import dari Hindu india ?
Dlb: Orang Hindu India mempunyai tradisi upacara beras yg dilaku untuk puja dan bersyukur juga sebagai simbul prosperity namun tidak menggunakan Kupat.
Sdr: Jadi..?
Dlb: Saya kira Kupat ini adalah hasil kreatifitas tangan2 Anak Nusantara pada jaman entah kapan mulainya yg bermuara dan di motifasi dari ritual Selamatan,
Di kampung2 jawa samapai sekarang pun masih kental sekali tradisi/ ritual Selamatan atau ater2, tentusaja di samping alasan spiritual juga bermanfaat sebagai Sharing sesama kerabat, tetangga2 Terdekat dan menjalin tali solidaritas hidup kebersamaan dan hal ini tidak mungkin di lakukan oleh Bangsa Arab,
Sdr: lalu apa yg mesti kita lakukan..?
Dlb: Usulkan pada pemerintah agar segera mendaftarkan ke UNICEF akan hak patenya..
Sdr: Lha..untuk apa repot2..
Dlb: sebelum di klaim lagi oleh Malasia…
Santen janur kelopo, ketupat lawue teri..
Cekap semanten piatur kulo menawi lepat I am sorry..
Asah, asih, asuh
Dalbo with love.
RejoWinangun
November 3rd, 2011 pada 15:20
Mas Dalbo salam kenal kembali
Maksud saya adalah SIFAT meng AKU kan sesuatu hal itu yg membuat saya miris (katanya) . ibarat api dalam sekam.
Salam salam
BAYANGAN
November 2nd, 2011 pada 22:32
kalau untuk urusan yang sepertinya sepele saja harus menunggu kehadiran SP
———————————————————————————
ah jeng DEWI ni bisa ja ………
ya jelas ndak segampang itu jeng DEWI. kalau sekedar masalah seperti yg jeng DEWI utarakan di awal kalimat kepada mas bedjo, itu tinggal di dudukkan saja yg berselisih dan akhirnya beres.
Sedangkan yg jeng DEWI tanyakan ini masuk UGD yg penuh dengan rambu**, pa lagi rambu yg paling kecil resikonya ja bikin geleng** kepala, belum lagi rambu yang MAK GUBRAK ( gendut bener resikonya ). Mungkin kakang CAH PATI punya solusi / sedikit jawaban sanepan tentang pertanyaan jeng DEWI, karena kelihatannya lewat jalur sanepan lebih semriwing** gimana gitu…….
Kakang CAH PATI……JDD tolong di bantu kang, Adimu ndak berani nerjang hal beginian…….
Cah Pathi
November 4th, 2011 pada 02:55
Salam mas @ Bayangan,
Tuuh sudah dijelasin sama kang @ ijo Gading,-masalah jogja-
Nambahi sedikit kang Ijo,
Mataram Islam- Solo + Jogja-
Maaf poro Sedulur,hanya mengulas kilas balik sejarah
Fakta sejarah
Majapahit > Demak > Pajang > Mataram > sekarang
Demak, Raja Islam,Raden Patah,Senopati Jin Bun,murid dari guru yang Islam,menganut agama dari ibunya,putri cempa
Pajang, Raja Islam, Sultan (bhs.Arab= Raja) Hadiwijaya, Jaka Tingkir putra Ki Ageng Pengging (kebo kenanga-murid Syeh Siti Jenar)
Kasultanan Mataram,Raja Panembahan Senopati,Sutawijaya,putra Ki Ageng Pemanahan,putra Ki Ageng Sela,
Wajar kan,bila generasi penerus mengikuti ajaran orang tuanya, maaf poro sederek, pendiri kraton Mataram adalah orang islam.
Ketupat,
Tak ada Ketupat tanpa Lepet ( ndak tahu tuh bhs.Indoneisanya) seperti Lingga dan Yoni, seperti alat tumbuk padi Lesung dan Alu-nya,seperti wanita dan pria, selalu berpasangan
Lingga dan Yoni adalah lambang wanita dan pria, ada sejak jaman Hindu, karena itulah , tak ada Candi Hindu tanpa Lingga Yoni, yang menggambarkan kehidupan, yang asalnya cuma dari pria dan wanita.
Nah, disinilah awal adanya Ketupat yang mewakili Lingga, dan Lepet yang mewakili Yoni.
Kang @ Bayangan , leres njenengan, kang, bila belum saatnya, jangan dibuka dulu, seperti tanaman padi yang belum saatnya panen, bila dipanen tergesa-gesa, wah nggak baik hasilnya, dikatakan Takdir bila sudah terjadi, ramalan hanyalah ramalan, walaupun sudah banyak yang terbukti benar, kita hanya tahu rambu-rambu, kalau kita tidak mempelajari rambu-rambu, apalah artinya berlalu lintas, lampu lalin menyala merah kita terjang deh!, wah sontoloyo, ada pak polisi-nya, kena tilang deh….
Salam Damai
BAYANGAN
November 4th, 2011 pada 11:22
Kang @ Bayangan , leres njenengan, kang, bila belum saatnya, jangan dibuka dulu, seperti tanaman padi yang belum saatnya panen, bila dipanen tergesa-gesa, wah nggak baik hasilnya, dikatakan Takdir bila sudah terjadi, ramalan hanyalah ramalan, walaupun sudah banyak yang terbukti benar, kita hanya tahu rambu-rambu, kalau kita tidak mempelajari rambu-rambu, apalah artinya berlalu lintas, lampu lalin menyala merah kita terjang deh!, wah sontoloyo, ada pak polisi-nya, kena tilang deh….
—————————————————————————-
terima kasih banget lo kakang CAH PATI…..
sekiranya cukuplah kalau menurut adimu ini, bila masanya nanti akan da yg menceritakan semuanya. Entah itu orang lain, entah juga adimu, entah juga kakang, entah JDD sendiri atau juga suara tanpo rupo yg menggelegar di angkasa ( siaran radio …… hehhehehehehe ) RAHAYU..
ijogading
November 3rd, 2011 pada 08:36
kitab
Hukum KARMA
kitab pasti buatan manusia, untuk manusia, untuk dibaca, dimengerti, diyakini.
dari kitab menjadi anjuran, aturan, disepakati bersama, mmenjadi adat istiadat, dan budaya.
Kitab UNIVERSAL
Kemurnian Alkitab lebih pada ayat2nya.. menyentuh kesadaran diri, yg menyejukkan hati, kebersamaan hidup, perbedaan, humanisme simbiosis mutualisme, keselarasan alam semesta dan dpt diterima logika, sebagai keuniversalan hidup, berlaku sepanjang sejarah ruang dan waktu…
Kitab yg bersumber dari tempaan manusia2 super penuh kesadaran pasti memberikan kesadaran, kitab harus memberikan peluang bagi logika pikiran tak terbatas.. MENUJU KEBAIKAN dan SEMANGAT HIDUP (dyoyona pracodayat) bagi pembaca atau penganutnya sbg manusia individu.
Tri Pitaka adalah Weda, Bagavad Gita adalah Weda dlm ajaran kemurnian diri dlm ke-universalan, mikro-makrokosmos, yg sudah mendunia, kitab ini merambah menuju 3/4 populasi dunia.
Kitab Animisme dan Dinamisme adalah “lontar” budaya yg mengental dalam peribadatan masyarakat Nusantara yg seperti tercecer dimana mana, tertulis, menjadi tatanan kebiasaan yg mempunyai nilai “sakral” yg selalu menciptakan hal yg positif yaitu dinamisme kehidupan.
Adat dari Nusantara saja, bahasa dan budaya dari Suku spt; minang, batak, jawa, bali, sunda, toraja, sasak, dayak, anak, madura, badui, dan lain2 sebagian besar budaya sbg local wisdom yg jumlahnya ribuan di Nusantara.
Itu semua adalah sanatana dharma (kebenaran indah dg alamnya)berlaku sepanjang sejarah kehidupan daerah masing2.
@dewi,
Jogja adalah kitab fisik milik bangsa, yg didalamnya ada kesepakatan budaya sejarah yg tak mungkin bisa dilepas begitu saja. Manusianya penghuni, rajanya/ratunya disepakati harus “berdarah” dari ratu/rajanya…
It’s like the United Kingdom di Inggris. Kristen sangat mendukung keselarasan keberadaan adat dan budaya di kerajaan itu, shg wajar bila harus kristen bila sbg raja/ratu.
Budaya Jogja seperti budaya banci, islamnyapun terasa nggak jelas sebagai inti peribadatan.
Jujur kalau saya melihat budaya2 daerah dunia yg selaras, dialektika dan perlambangnya adalah menjadi satu kesatuan utuh seperti budaya Bali misalnya.
Acara perkawinan anak raja Jogja kemarin itu terasa hambar, seperti acara karnival kontemporer, budaya tandus yg dipaksakan, jauh dari kesakralan budaya Jawa ciwa budha yaitu budaya alam dan pegunungan.
Bagi saya, membicarakan budaya Jogja saat ini : sangat tidak menarik..!
Kitab PERANG.
Keberadaan kitab hot ini lebih terpola dari sejarah perjuangan sipengarang, isinya tidak lepas dari pengalaman, peristiwa yg menimpa dirinya, terkadang sulit *dicerna logika pas2san, *complicated,
*kontradiktif pada untaian ayat2nya dan tidak nyambung,
*tidak komplit shg perlu kitab revisi atau keterangan susulan,
*kalimatnya penuh tafsiran,
*kalimat bersegi banyak,
*ancaman, kutukan,
*menakut-nakuti, perintah.,
*kaku.
Kitab dari expresi selera individualistik egosentris, subyektif, yg muncul dari hukum manusia itu sendiri, emosi sebagai spiritnya/nabinya…
Kitab PERANG ini dilematis dari kesedihan dan penderitaan..
Kitab dg nuansa yg akan berlaku surut, akan habis masa berlakunya, ditinggal pengikutnya, karena memunculkan dendam terhadap human socialite, dogmatis dan tidak dlm rangkaian utuh dan selaras.
*Saat ini 1/4 bahkan menuju 1/5 populasi dunia masih menggunakan kitab sejenis ini dan segera akan berkurang sesuai dg kemajuan informatika global dan kesadaran diri…
Jadilah kita sebagai penonton yg tahu diri, tentang hal adanya perang kitab, perang agama, perang antar manusia, negara kitab A vs B, manusia gol.XL vs gol.X, israel vs palestina, dan banyak perang di negara2 penganut kitab perang..
Masing2 membawa polanya, yg ter mind-set oleh ajaran2nya dan berbenturan tiada yg mengalah karena saling mengaku benar.
Go Universe..!
RAHAYU.
dewi
November 3rd, 2011 pada 09:54
@ Ijogading,
Maturnuwun atas pencerahanya kangmas Ijogading, tenatng nilai2 kebaikan dan semangat hidup yang universal, bicara keraton jogja saat ini memang di rasa kurang greget, mungkin kita harus bongkar2 lagi lemari pakaian/ perpustkaannya, tentang apa yang terjadi 500 th lalu…
Seperti yang sudah saya utarakan di atas, bangsa ini akan menjadi mercusuar dunia jika kembali jati diri yang universal, bukan hanya di kekepi/ di kangkangi suatu ideology satu agama saja… he he he…
Inggris ratunya seorang wanita?… possible nggak ya, kalau seandainya islam yang memonopoli kerajaan inggris?… tidak mungkin dan pasti, maka pemimpinnya adalah wajib dan harus yang berkelamin lelaki. Kan di kitabnya aja udah tertulis lelaki adalah seorang pemimpin baik bagi keluarga, masyarakat maupun negara. sebuah tradisi patriaki yang di tetep di lestarikan secara turun-temurun. Jadi mereka memilih seorang pemimpin dari golongan gender/ kelaminnya saja, bukan dari kapasitas, kecakapan dan kemampuan, Dalam hal ini monarki inggris memegang azas kepatuhan dan kepatutan, bahwa anak pertama, apapun gendernya dialah yang akan bisa menggantikan posisi sebelumnya, lewat didikan dan gemblengan lingkungan keluarga kerajaan, seorang ratu memang harus kuat (tegas) dan luwes (lembut) kepada rakyatnya tetapi tidak banci.
@ BAYANGAN,
Ah, mas bayangan ini bisa aja deh, masak ngrasani/ mengguncingkan keraton aja udah terasa ‘semriwing-semriwing’… eh denger2, itu si mentri informasi pak Tifatul Semriwing… eh, Tifatul Sembiring di jadikan target resuffle kabinet, udah di ganti apa belum ya?… kalau iya, ya memang seharusnya, menjadi mentri kan harusnya informatif dan bisa membawa perubahan dan pencerahan, bukan malah membrendel kebebasan pers yang di rasa selalu mengkritik keras agamanya… betul2 nggak berkualitas dan tidak netral, masak kalah dengan mentri informasi & penerangan yang keren dan kece si O`on…. he he he…
Salam kritik,
Dewi
pintu surga
November 3rd, 2011 pada 10:22
SP itu Pangeran Perang.. mustahil nggk suka perang, kitab yang dipegang adalah KITAB PERANG dan KITAB UNIVERSAL.
Jayabaya bait163 :
-apeparap pangeraning prang tan pokro anggoning nyandhang, ning iya bisa nyembadani ruwet renteng ing wong sakpirang-pirang, sing padha nyembah reca ndhaplang, cina eling seh seh kalih pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang
-“bergelar PANGERAN PERANG, kelihatan berpakaian kurang pantas namun dapat mengatasi keruwetan orang banyak yang menyembah arca terlentang cina ingat suhu-suhunya dan memperoleh perintah (keterangan), lalu melompat ketakutan”
BAYANGAN
November 4th, 2011 pada 11:42
Ah, mas bayangan ini bisa aja deh, masak ngrasani/ mengguncingkan keraton aja udah terasa ‘semriwing-semriwing’… eh denger2, itu si mentri informasi pak Tifatul Semriwing… eh, Tifatul Sembiring di jadikan target resuffle kabinet, udah di ganti apa belum ya?… kalau iya, ya memang seharusnya, menjadi mentri kan harusnya informatif dan bisa membawa perubahan dan pencerahan, bukan malah membrendel kebebasan pers yang di rasa selalu mengkritik keras agamanya… betul2 nggak berkualitas dan tidak netral, masak kalah dengan mentri informasi & penerangan yang keren dan kece si O`on…. he he he…
—————————————————————-
Jeng DEWI ini….. masak q di ajak joget terus……. kan encok bisa kumat …….
bukan itu jeng maksudnya ( asal usul semua itu terjadi itu lo yg bikin bbbrrrrrr……… semriwing……… ) kalau keraton dan pemangkunya mau di bahas sampai jontor bibir ni, ndak masalah. Tapi pas mau mbahas, da yg kipas** sambil senyum di depan q. iya kalau langsung mesra, la kalau langsung benci kan berabe….. piss…
Jeng DEWI…
Kakang IJO GADING dan Kakang CAH PATI sudah memberikan gambaran, sementara itu dulu ya Jeng, mudah**an Jeng DEWI terhibur…
ANANDA MANGUNKUSUMO
November 3rd, 2011 pada 12:58
ASU KABEH! sing nduwe web wonge ra nduwe agomo! uripe Muspro!
Sing komen yo muk Kumpulan Bajingan Ra nduwe to2, sesuk jatahe Mlebu neroko!
BAYANGAN
November 3rd, 2011 pada 13:04
ASU KABEH! sing nduwe web wonge ra nduwe agomo! uripe Muspro!
Sing komen yo muk Kumpulan Bajingan Ra nduwe to2, sesuk jatahe Mlebu neroko!
———————————————————————————–
ambeeiiiiieeennnnnnn……
termasuk sing nulis komen duwur ki……. zzzzzzzzz ( kan juga masuk blog, jadi ikut absen )
Wongsorejo
November 3rd, 2011 pada 13:06
Bagi Yang mempunya Blog ini Mohon IP saya Di blokir, Gara2 kekerapan di Blog ini Saudara saya Menjadi lupa diri akan agama (ini saya menggunakan ID saudara saya), sekarang beliau sudah Masuk ke Rumah Sakit jiwa dan Terus Berteriak satrio piningit akan tiba, kalian semua akan sirna, dan terus mengucapkanN sambil memaki2 Agama lain, jadi saya mohon, dengan penuh Hormat Tolong Inisial Wongsorejo Atau siapapun yang Menggunakan IP-Adress ini Mohon untuk tidak ditanggapi dan tidak Di Gubris, sebisa Mungkin
Alangkah baikN jika IP adress ini dapat di Block dari Web ini, keluarga kami akan lebih berterimakasih
Semoga Amal saudara2 sekalian Diterima oleh Tuhan
BAYANGAN
November 3rd, 2011 pada 13:25
Bagi Yang mempunya Blog ini Mohon IP saya Di blokir, Gara2 kekerapan di Blog ini Saudara saya Menjadi lupa diri akan agama (ini saya menggunakan ID saudara saya), sekarang beliau sudah Masuk ke Rumah Sakit jiwa dan Terus Berteriak satrio piningit akan tiba, kalian semua akan sirna, dan terus mengucapkanN sambil memaki2 Agama lain, jadi saya mohon, dengan penuh Hormat Tolong Inisial Wongsorejo Atau siapapun yang Menggunakan IP-Adress ini Mohon untuk tidak ditanggapi dan tidak Di Gubris, sebisa Mungkin
Alangkah baikN jika IP adress ini dapat di Block dari Web ini, keluarga kami akan lebih berterimakasih
Semoga Amal saudara2 sekalian Diterima oleh Tuhan
————————————————————————————
akan di pertimbangkan, karena siapapun bisa menggunakan nama yg sama, tapi lambang akan berbeda kalau e-mail yg di masukkan berbeda. Teman** pasti tau, mana yg asli, mana yg palsu di lihat dr lambang yg muncul……. bersabarlah, ada waktunya beliau kalau memang sakit, akan tenang kembali. oleh jiwa dan batinnya sendiri.
men-tri kere(n)
November 3rd, 2011 pada 15:32
Gara2 kekerapan di Blog ini Saudara saya Menjadi lupa diri akan agama
si sy jadi bangga walaupun dibilang sakit jiwa karena..
….sekarang beliau sudah Masuk ke Rumah Sakit jiwa dan Terus Berteriak satrio piningit akan tiba, kalian semua akan sirna, dan terus mengucapkanN sambil memaki2 Agama lain
———————————————————————-
gara2 informasi (mau itu berasal dari/via penelitian ilmiah, via blog, via para Panjenengan, dll)..
konon-katanya Tuhanlah pencipta agama..tapi…
konon-katanya Tuhan bukanlah konsep dari manusia
konon-katanya sang pencipta alam semesta (Tuhan) bukan berwujud alam semesta..
nah oleh kerana itulah si sy merasa asyiik banget memaki2 si itu Tuhan.
tapi kalo si sy memaki2 alam semesta…mungkin kata orang Jawa (barat) mah: dipoyok dileubok.
ah anjink..malah ujan…sialan banget ni ujan
tapi kalo mo jujur sy justru butuh ujan…
ndak kebayang kalo si sy jadi petani tapi ndak butuh ujan.
makin sering ujan…ada terpentik begimana caranya biar ni kelebihan air ndak bikin sawah/kebon kerendem/banjir krn airnya bisa dimanfaatkan buat menggerakkan turbin generator listrik. barangkali yaaaa… UUD. ^_^
baok
November 3rd, 2011 pada 18:09
salam…
ah anjink..malah ujan…sialan banget ni ujan…
_____________________________he.he.he kasian bangetd ya si-gogog selalu yang di salahin…do’i “teu mais teu meuleum” selalu yang jadi sasaran umpatan…
tidak bisa di pungkiri itu emang ke biasaan orang jawa (barat) jaman kiwari khusnya daerah kidul kalo hatinya ada yang tidak berkenan selalu binatang dan mahluk lain yang di salahin…
yaahh ga jauh-jauh dari anjink…bagong…jurig..bungaok…kehed sia… selalu yang di maki-maki,mungkin kalo “murang maring” ke si-pemberi hujan mah ga akan berani atut kualat…doraka katanya…ntar malah bener-bener ga di kasih ujan…
baok
November 3rd, 2011 pada 18:28
setiap baca coment kang dalbo yang di inget selalu lagu yang cukup lama thn 93-an judul dan nama albumnya sama “DALBO” yang syairnya di tulis sawung jabo… lagu dan penynyinya iwan fals….
……..AKU BUKAN ANAAAAK HARAM….AKU DALBO ANAK ALAAAM…..
D A L B O
sejak di lahirkan aku…tak tau siapa orang tuaku
aku berpindah dari satu kasih sayang
ke satu kasih sayang yang laiiin
aku hisap air susu
dari tetek banyak ibu
merpati terbang melintasi…membawaku pergi ke masa lalu
ooooo..ooooo.ooooo
aku tak pernah bertanya tentang siapa orang tuaku
walau aku memang merasakan
ada sesuatu yang hilang
merpati terbang melintasi…membawaku pergi kee masa lalu….
AKU BUKAN ANAK HARAM….AKU DALBO ANAAAK ALAAM
@kang dalbo….salam
Dalbo
November 3rd, 2011 pada 20:49
Nuwun sewu..@ Mas Baok salam..kembali..
Terima kasih Tulisan Albumnya Dalbo,..iya mas kisah itu hampir2 sama dg perjalanan hidup ku, aku anak alam.bukan anak haram, cuma bedanya Dalbo yg aku ini tidak hisap dari tetek banyak Ibu, aku cuma hisap tetek dari dua Ibu sj mas, satu tetek Ibu yg melahirkan saya, dua tetek Ibu pertiwi yg membesarkan saya, jadi Dalbo yg satu ini tahu persis siapa ibunya. Pingin juga sih mas aku Isap banyak tetek he,he,he,,saru ah…
Asah, asih, asuh..
Dalbo with love,
BUNGSU
November 3rd, 2011 pada 21:17
Pingin juga sih mas aku Isap banyak tetek he,he,he,,saru ah…
———————————————————————
bener kata mas…..
apapun yg kebanyakan bisa bikin gumoh lam blengeri, salah** malah keracunan kena yg sudah expayed
Wongsorejo
November 4th, 2011 pada 14:46
asem ik ono sing nge hack ip ku, ra popo sabar2…..
Dalbo
November 4th, 2011 pada 22:25
Nuwun sewu…
@ Wongsorejo..
oo..alah mas tak kiraiin sampeyan gila betulan…tiwas aku yo arep melu2 gila2 an ngono mas..
yo wis well come back to the reality..
Dalbo with cengengesan…
BUNGSU
November 4th, 2011 pada 15:48
Entah mengapa hari ini kakang q membisikkan agar q jalan** ke sebuah blok (BAHASA LANGIT UCAPAN BUMI). Q sendiri sebenarnya ndak ngerti…. setelah di buka dan di buka lagi, akhirnya mata ini berhenti di kata ini setelah da beberapa revisi
Ekonomi Indonesia akan bersifat Indonesia, sistem politik Indonesia akan bersifat Indonesia masyarakat kami akan bersifat Indonesia, dan semuanya itu akan didasarkan kokoh kuat atas warisan kulturil dan spiritual bangsa kami. Warisan itu dapat dipupuk dengan bantuan dari luar, dari seberang lautan, akan tetapi bunganya dan buahnya akan memiliki sifat-sifat kami. Maka janganlah tuan-tuan mengharapkan, bahwa setiap bentuk bantuan yang tuan berikan akan menghasilkan cerminan dari diri tuan-tuan .
Kenapa tidak? Coba pikirkan !
1. Kekayaan alam kita yang sudah digali dan yang belum digali, adalah melimpah-limpah.
2. Tenaga kerjapun melimpah-limpah, di mana kita berjiwa 100 juta manusia.
3. Rakyat indonesia sangat rajin, dan memiliki ketrampilan yang sangat besar, Ini diakui oleh semua orang di luar negeri.
4. Rakyat memiliki jiwa Gotong-royong, dan ini dapat dipakai sebagai dasar untuk mengumpulkan Funds and forces.
5. Ambisi daya cipta Bangsa Indonesia sangat tinggi di bidang politik tinggi, di bidang sosial tinggi, di bidang kebudayaan tinggi, tentunya juga di bidang ekonomi dean perdagangan.
6. Tradisi Bangsa lndonesia bukan tradisi, “tempe”. Kita di zaman purba pernah menguasai perdagangan di seluruh Asia Tenggara, pernah mengarungi lautan untuk berdagang sampai ke Arabia atau Afrika atau Tiongkok
Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan
mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak
Gemah ripah loh jinawi, tata tentram kerta raharja, para kawula iyeg rumagang ing gawe, tebih saking laku cengengilan adoh saking juti.
Wong kang lumaku dagang, rinten dalu tan wonten pedote, labet saking tan wonten sansayangi margi. Subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku. Bebek ayam raja kaya enjang medal ing panggenan, sore bali ing kandange dewe-dewe. Ucapan-dalang dari bapaknya-embahnya-buyutnya-canggahnya, warengnya-udeg-udegnya gantung siwurnya. Bekerja bersatu padu, jauh daripada hasut, dengki,
Dan sejarah akan menulis: di sana di antara benua Asia dan Australia, antara Lautan Teduh dan Lautan Indonesia, adalah hidup satu bangsa yang mula-mula mencoba untuk kembali hidup sebagai bangsa, tetapi akhirnya kembali menjadi satu kuli di antara bangsa-bangsa kembali menjadi : een natie van koelies, en een kolie onder de naties. Maha Besarlah Tuhan yang membuat kita sadar kembali sebelum kasep
Seorang tidak berpunya adalah orang yang mempunyai alat yang sedikit. Bangsa kita yang puluhan juta jiwa yang sudah dimelaratkan, bekerja bukan untuk orang lain dan tidak ada orang bekerja untuk dia.
Kalau bangsa bangsa yang hidup di padang pasir yang kering dan tandus bisa memecahkan persoalan ekonominya kenapa kita tidak?
Rakyat padang pasir bisa hidup-masa kita tidak bisa hidup! Rakyat Mongolia (padang pasir juga) bisa hidup masa kita tidak bisa membangun satu masyarakat adil-makmur gemah ripah loh jinawi, tata tentram kertaraharja, di mana si Dullah cukup sandang, cukup pangan, si Sarinem cukup sandang, cukup pangan? Kalau kita tidak bisa menyelenggarakan sandang-pangan di tanah air kita yang kaya ini
wahhh….. dan banyak lagi yg lain…..
Entahlah…. kakang ku ngapai juga nyuruh** yg beginian, pa dia nyuruh tuk ngabari, atau untuk perenungan saja ?????
Tembayat
November 4th, 2011 pada 16:59
Bungsu,
selamat akhir pekan,hujan sdh mulai turun semoga setiap hati para sanak kadang jadi adem,sehingga bisa berpikir,merenung dan berharap kembali kepada ketetapan Yang Maha Kuasa.Nusantara zaman Atlantik pernah berjaya,habis itu porak poranda,dibangun lagi kala sriwijaya dan Majapahit kolep lagi karna pertentangan dan pengkiatan.Perang dan memerangi bangsa sendiri,bangsa sendiri yg suka jadi antek bangsa manca,hal inipun masih berlanjut dg bangga mengirimkan tki pembantu yg di mancanegara hanya jadi hinaan,ejekan bagai budak tenaga dan budak nafsu.
mengapa kita tak mau sadar dan bertobat,kembali ke jalan yg benar yang menjadikan Gusti Ingkang Akaryo Jagad sebagai pegangan hidup.Seperti halnya keturuan Nabi Yakub yg jatuh bangun karena mengikari bahkan menolak Yahwe,ketika Kanjeng Daud dan Salomo,hidupnya sesuai ketetapannya maka kejayaan ada di pihaknya,tapi ketika sudah ada Ilah-ilah lain maka murkaNya yg ada,sehingga Bait Allah menjadi porak poranda dan bangsa Israil diserakkan ke penjuru dunia menjadi bahan ejekan,dikejar-kejar dst.
Berkaca dari itu alangkah indahnya bila para cucu nusantara bertobat,memohon ampun hidup sesuai kasih sayang Tuhan,niscaya Tuhan akan mengembalikan kejayaan Nusantara.Tapi bila masih suka pada jalan kedurhakaannya maka nusantara bisa jadi berserakan.
Marilah melalui diri kita masing2 saling mengasihi,menyayangi sesama kita dg diikuti rasa welas asih,dan gotong royong yg mencerminkan budi perki luhur Tiyang Jawi.
suwun
BUNGSU
November 4th, 2011 pada 17:13
wah…. bener** sekali kakang, adimu mendukung… mudah**an bisa cepat terlaksana, biar adimu juga bisa ikut merasakan sumebar kembange gusti kang moho agung, paring welas kamulyan
dewi
November 4th, 2011 pada 16:31
@ Ijogading,
I`m forget to give you a big kiss last day, for your enlightenentment… hmmuuuaahh!!
@ Dalbo,
Terima kasih ulasannya tentang ketupatnya mas dalbo, ketupat ini betul2 karya anak bangsa yang sangat tinggi nilai citarasa, seni dan sejarahnya, macam2 ketupat antar lain di lihat dari bentuknya, bisa ketupa diamond/berlian, ketupat burung, ketupat lepet (linnga yoni), dsb. mungkin suatu saat perlu ada ‘ketupat house’ kayak miniatur museum ketupat, sebagai apresiasi anak bangsa, mengingat perjalanan ketupat ini juga membawa misi yang significant bagi peradaban budaya masyarakat nusantara.
Btw, hey bro, if you want to suck ‘the twins’, just makes sure that the milk is not condence…, before malaysia squeeze them… he he he…
@ Cah Pathi,
Maturnuwun mas Pathi, ada dua kerajaan Mataram dalam sejarah:
1.Kesultanan mataram yang berbasiskan agama islam,yang pernah berdiri pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit. Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di “Bumi Mentaok” yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pemanahan.
2.kerajaan mataram yang berbasisikan hindu, Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri sejak awal abad ke-8. Pada awal berdirinya, kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. Akan tetapi, pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur. Kerajaan Mataram Kuno mempunyai dua latar belakang keagamaan yang berbeda, yakni agama Hindu dan Buddha. Berdasarkan catatan yang terdapat pada prasasti yang ditemukan, Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya, Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M.
Mau kakek moyang kita orang hindu, budha atau islam, yang penting kita nggak melupakan siapakah nenek moyang kita… ibu pertiwi yang memangku, mengayomi dan memelihara kehidupan wadag dan spiritual. itu semua bersumber dari animisme-dinamisme kejawen, yang bersifat melebur (penyatuan) dan dinamis (relevan sepanjang zaman).
@ BAYANGAN,
Nggih maturnuwun, saya udah merasa terhibur kok, namanya aja ngangsu kaweruh di blog diskotik… he he he…, nagpunten, menawi njenengan encok`e tasih kumat, sing mbaurekso blog niki sampun nyediaake ‘parem kocok’ ten masing2 ruang…. so, enjoy aja mas…. he he he…
@ BUNGSU,
Terima kasih atas perenungannya, seseorang di katakan kaya, bukan hanya kaya materinya tapi juga hatinya, begitupun negara yang di katakan super power jika negaranya kaya raya, pemerintahanya kuat, sumber daya masyarakatnya kreatif dan makmur dalam segala bidang. Ini seperti si sarinem yang jika bisa cukup papan, cukup sandang, cukup pangan dan cukup sayang… lahir dan batin tercukupi… ehmm2!
@ Poro sedulur sedoyo, ini ada kiriman jajanan camilan singkong dan keju dari ruang sebelah, ini masih hangat kebul-kebul, sedap aromanya… monggo di pun dhahar rame-rame…. ini sekalian untuk mengucapkan ‘selamat’ kepada mas O`on yang udah naik pangkat menjadi ‘men-tri kere(n)’… kendurennya berupa singkong dan keju aja…. nggak pa2 kan mas o`on ?!….
Salam hangat lan katresnan,
Dewi
O'on
November 4th, 2011 pada 19:34
berupa singkong dan keju aja…. nggak pa2 kan mas o`on ?!….
——————-
ndak apa2 Mbak…walopun singkong (eh…mana minumannya..juga dong…yg tjap “tomi” yah) kadang terasa pahit
tapi…
ntah kenapah disaat ada tukang bandrek/bajigur yg biasanya jualan juga singkong, jagung, pisang, kacang rebus dll…fyi, si sy malah pengen :
http://en.wikipedia.org/wiki/Bitter_melon
yg biasanya dimasak kukus dan dijual tukang baso tahu…padahal tu pare/paria rasanya lebih pahit dari singkong.
dewi
November 4th, 2011 pada 21:05
@ O`on,
Oh ya lupa minumannya, ntar orang pada ‘sereten’ (bhs indonesianya apa ya?), Tjap tomi Itu singkatan apa mas?…
Pare ternyata keluarga tanaman anggur atau biiter melon… hmmm, kayaknya kreatif banget pace bisa untuk minuman dsb, dulu dewi juga pernah tahu pare bisa di buat puding, dengan cara di cuci, di remas2 pake garam hingga rasa pahitnya habis.
Baiklah untuk mas O`on tersayang ( I like your emoticon, beautiful big teeth, heh) dan temen2 lainya, saya bikinkan jus bitter melon, jus pace yang berkhasiat dan multiguna.
Salam biar pahit yang penting sehat,
Dewi
debu alus
November 6th, 2011 pada 16:03
Mas Sabdo yth,
Saya sangat berterima kasih, dengan adanya blog ini, saya sih baru menemukan blog ini belum lama, tetapi sungguh blog ini sangat membantu membuka mati hati saya, semoga pembuat blog ini diberikan banyak anugrah dari Allah SWT,
Ada sedikit uneg2 yang perlu saya tanyakan, semoga beliau2 disini yang punya kelebihan ilmu lebih2 kalo Mas Sabdo sendiri yang sudi menjawab,
Saya akhir2 ini, didalam hati ato jiwa saya timbul perasaan ingin sekali berdekatan dengan Dzat Maha hidup, Tetapi saya tidak mau mendahuli Takdir Kematian yang pasti akan tiba. Kondisi apakah ini,
debu alus – salam sangat hormat
RD
November 8th, 2011 pada 10:21
Hyang Tunggal adalah Hyang menurunkan ageman/agama ke marcapada, bersama Hyang Ismaya memelihara kerukunan ummat manusia.
Agama selayaknya menjadi menjadi “pembersih” jiwa bukan “kolesterol” rohani..
kolesterol, yang menghambat peredaran darah “spiritual”.. kolesterol yang menyumbat jantung “rasa sejati”..hingga sesak nafas..
Rd: O Gusti, jika seseorang mencap dan memperlakukan agama sebagai kolesterol… apakah ada karma nya?
Hyang Tunggal bersabda: karma nya adalah sekurangnya orang tsb harus
MENGARUNGI 3 LAUTAN AIR MATA (LAUTAN KESEDIHAN)…
atau sedikitnya MENJALANI 3 BUAH SIKSAAN CINTA..”
Rahayu
dewi
November 8th, 2011 pada 12:53
@ RD,
hayoo Yang RD, ngrasani saya ya?…. kenapa sih nggak sekalian aja di ruang ‘sumpah budaya’ ? He he he…
Saya udah anggap itu masa lalu saya, saya malah senang kok, bukankah orang bijak berkata : lebih baik pernah patah hati karena cinta, daripada nggak pernah
merasakan cinta sama sekali?…
Apa yang terjadi seperti yang ada di kartunya ‘the great wall’ adalah sebuah penghalang yang besar, yang artinya juga karena perbedaan keyakinan/ agama, dan saya paling miris (prihatin) kalau orang sudah mempersoalkan masalah keyakinan ini.
Terakhir saya berhubungan (bersahabat), dengan seorang yang bergelar Phandita, saya mengatakan bahwa saya punya cita2 yang mulia untuk negri ini, saya ingin kelak ada undang2 perkawinan sipil juga, sehingga orang yang berbeda keyakinan juga bisa melangsungkan pernikahan di nusantara ini, ini juga bagian dari HAM serta dari masyarakatnya yang hidup dari pluraritas untuk memperoleh Haknya sebagai warga negara indonesia. tetapi apa jawabnya sama sekali tidak mencerminkan sifat welas asih Tuhan itu sendiri, dia mengatakan, bahwa pernikahan beda keyakinan dalam islam itu adalah dosa besar, haram dan termasuk perzinahan (!), bukan hanya itu, ia juga memutuskan tali persahabatan dengan saya, hanya karena saya berbeda pendapat/ keyakinan dengannya.
Itulah mengapa saya mengatakan bahwa agama itu seperti kolesterol saja, kalau di kongsumsi secara berlebihan dan tidak seimbang. manusia harus menggunakan akal nuraninya untuk menemukan cinta sejati, Dimana letak kebesaran Cinta Tuhan?, mengapa manusia mengkerdilkan Cinta Tuhan? Dan mendewakan aturan cinta yang beku di kitabnya? Bukankah Cinta Tuhan itu universal…
Inilah karma dari kefanatikan agama : kebodohan yang di poles moral spiritual serta kesenjangan hidup manusianya yang tidak berbudi spiritual sejatinya.
Titip salam buat ST, sampaikan bahwa, Hati nurani saya terlalu lembut dan indah untuk mencintai sesama manusianya, tidak membedakan ras, suku dan agama. jikalau beliau berkenan memberikan saya karma, maka akan saya terima terbuka dengan lapang dada, inilah buah karma yang termanis dalam hidupku.
Salam rahayu,
Dewi
RD
November 8th, 2011 pada 14:42
hayoo Yang RD, ngrasani saya ya?…. kenapa sih nggak sekalian aja di ruang ‘sumpah budaya’ ? He he he…
——–
ehem. entah saya harus berkata apa ya, lidah saya beku jeng… tapi saya ikut prihatin dengan kesedihan jenengan..
Saya udah anggap itu masa lalu saya, saya malah senang kok, bukankah orang bijak berkata : lebih baik pernah patah hati karena cinta, daripada nggak pernah
merasakan cinta sama sekali?…
———-
Dia Yang Maha Bijak berkata:
Lebih baik mencintai AKU.. daripada mencintai selain-Ku..
Barangsiapa mencintai AKU.. AKu pasti membalas cintanya.. dengan yang lebih baik dari yang dia harapkan..
di kartunya ‘the great wall’ adalah sebuah penghalang yang besar, yang artinya juga karena perbedaan keyakinan/ agama,
———–
dalam agama ada banyak penghalang.. apalagi perbedaan agama.. tentu penghalangnya lebih banyak lagi..
perkawinan antar ras, suku, agama yang berbeda… bukan tidak mungkin.. tapi membutuhkan lebih banyak kesabaran.. dan perjuangan..
perjuangan menyatukan dua visi yang berbeda.. menjadi suatu kesuksesan.. menuju kebahagiaan hidup berumah tangga..
Inilah karma dari kefanatikan agama : kebodohan yang di poles moral spiritual
——–
saya merasakan hawa kemarahan jeng disini…
agama sebenarnya tidak menganjurkan fanatisme buta.. penafsiran manusia nya yang dogmatis.. DALAM TIAP AGAMA ADA KECEMBURUAN.. makanya jarang pemeluk beda agama yang bisa satu hati… kecuali dia yang ber- HATI BAJA..
Titip salam buat ST,
—————-
sudah saya sampaikan jeng, salamnya..
Sanghyang Tunggal bersabda: “Jika hati mu tidak ingin terluka.. maka cintai lah Aku saja.. dan cintai-lah yang lain ‘hanya’ karena Aku..”
Rahayu
RD
November 8th, 2011 pada 13:58
ngapunten jeng…
kolesterol yang saya maksud adalah..
rasa “NYAMAN” beragama TANPA mencari hakikat “IMAN”. .
banyak orang merasa menyembah Tuhan, tapi tidak melihat siapa yang dia sembah..?
banyak orang sekedar beragama.. tetapi seluruh waktunya, hanya mengejar dunia?
jika ini yang dilakukan… lambat laun.. agama akan dianggap sebagai kolesterol.. yang harus disingkirkan jauh2.. karena tidak sesuai dengan selera nafsu nya…
Rahayu
dewi
November 8th, 2011 pada 18:00
@ RD,
Mmuuaahhh…!, Saya nggak marah sama Yang RD kok, mungkin ini hanya gaya bahasa (tulisan) saya yang kadang panas bergejolak, Kebalikannya saya ini terlalu sendu dan melankolis. Dan saya juga minta maaf kalau blog ini udah menjadi ajang curhat pribadi yang mungkin membuat semua pembaca jadi bingung.
Saya tidak pernah sakit hati kok kalau di putus cinta, kalau sedih-kangen itu pasti, tapi nggak pernah mendendam, dan biasanya hanya waktu yang bisa menyembuhkannya. Saya hanya prihatin dan miris hati ini jika orang masih memersoalkan keyakinan dan seakan menyepelehkan/ menggampangkan seseorang untuk pindah keyakinan. Tapi ya mungkin inilah proses peradaban spiritual masyarakat kita, banyak contoh di sekitar kita yang masih fanatik, tidak hanya islam tapi juga hindu, kristen dll, itu semua juga berasal dari kontemplasi negara kita yang notebenenya negara berbhineka tunggal ika (plurarisme dalam satu wadah), tapi implementasinya masih dalam bayang2 monoagama. Semoga masyarakat kita selalu mengasah akal, nurani dan hatinya untuk menuju pendewasaan jati diri kepada Tuhan yang maha universal ini.
Terkadang suatu hubungan itu seperti rumus kangmas Thomas alfa eddison, si penemu lampu (pencerahan?), dia harus gagal ber kali2 untuk bisa menciptakan lampu, setiap kegagalan ia tak pernah putus asa dan pantang meneyerah, ia selalu menghitung, bahwa setiap kegagalan itu adalah semakin mendekatkan pada keberhasilannya, dan akhirnya ia pun menemukan apa yang ia impikan, setelah percobaan ‘kegagalan’ yang ke 1000x.
Terima kasih atas bimbingan dan persahabatannya, Oh ya, Di luar lagi hujan deras, tapi terasa sejuk di dalam, mungkin karena lagu ini, ‘I BELIEVE IN LOVE’…
salam sayang,
dewi
dewi
November 9th, 2011 pada 22:08
@ Wongsorejo,
Janganlah berkecil hati pak wongso, tetaplah menulis, sekalipun ID njenengan di hack/ di bajak, mau bikin lagi yang baru atau tetep pake yang lama, tak jadi persoalan, percayalah, kami masih bisa mengenali tata bahasa penulisnya. Masih ingat waktu gambar gravatar ki sabda di bajak oleh Hi Hi Hi?…, ki sabda meminta untuk fair dan tertib dalam menggunakan ID atau gravatar di blog, sehingga tidak meresahkan yang lainya.
@ Ijogading,
Hello dear?, how are you and where are you my sugar-sugar? I miss you…
Salam manis,
Dewi
ijogading
November 18th, 2011 pada 10:30
Warm&Fresh Regard
from United Nation.
Hi dear, dewi and all…
Salam seger sugar..
Suwé ora njamu, jamuné gedang telo…
lama nggak ketemu.., semoga nggak mengecewakan…
eh.. tapi gedang iku boso bali’né pepaya/kates.. jamu daun kates pait buanget tapi nek dicampur telo dadi opo yo.?
Opo yo kanggo tombo ngelu/rindu..?! Apa ya untuk obat menghilangkan pilu ?! Semoga.
Mbah UN/PBB bilang,
Nothing great was done without much enduring.
Tak ada keagungan “harmony” tanpa banyak kesepakatan perdamaian.
Berdamai dulu dg keinginan/PIKIRAN dan berkompromi dgn rasa/NURANI diri menuju manfaat hidup dan daya guna bagi segala mahluk dan alam semestanya (mikrokosmos).
Benang merah kehidupan adalah KARMA itu sendiri dlm proses regeneratif yg substansial dlm penciptaan diri…
Sang Penyebab adalah seutuhnya totalitas diri yg menyangkut,
masa lalu, saat ini dan yg akan datang.
*rang-ring-sah.. *ang-ung-mang..
Pribadi dg kemampuannya pasti tercipta dari reinkarnasi/transformasi energi sebagai sang PENYEBAB.. dan itulah hukum karma.
Salam jamu
ktt asean
RAHAYU
dewi
November 18th, 2011 pada 15:00
@ Ijogading,
Hi, dear, it`s so lovely to see you again… makasih kiriman jamune, biar pahit yang penting rasanya sugar-suger he he he…, iya kalau di bali pepaya itu gedang, dan gedang itu kates.
Terima kasih pencerahannya, we`re always miss your best shot! … Kik kuk.
For a while, we`re all distracted in some new thread like ‘bancakan weton n puasa apit’ and ‘gegering nuswantara nagri’… maybe you can visite them and give some enlightenentment, Which is I`m sure you play a significant role for us all here. Or maybe you can load off and unwind in ‘sumpah budaya’ room, get rest and you can tell all your experience about culture.
Give my warm regard to all the people in united nation and I look forward for your next letter.
Salam warm kiss,
Dewi
dewi
November 19th, 2011 pada 17:56
@ Ijogading,
jamu daun kates pait buanget tapi nek dicampur telo dadi opo yo.?… sing penting ora dadi gelo… he he he…
rang-ring-sah… ang-ung-mang… hmmm, where you got that words?…
I can make a peace with the thought, make a compromise with the heart, I agree with all your explanation, but still to me, KARMA is an unfold mistery…
Maybe only time and time will release the answer…, so back to the newton pattern, the law of kekekalan energy, ia tak dapat di cipta juga tak dapat di musnahkan, maybe KARMA is contain the source of energy itself…
And it`s still so mistery, just like this universe and it creator…, I my self is so mistery, just like my self to me …, viceversa. It`s all about being, beingness, beingless…, So where the exactly KARMA palace is?… is it in our mind or our soul?… thank you dear.
Salam karma jamu,
Dewi
ijogading
November 20th, 2011 pada 10:27
Ang Ung Mang
Hukum KARMA.
@dewi n sedulur sedoyo,
Salam benang merah.!
Ang-Ung-Mang (lahir,hidup,mati)
Rang-Ring-Sah (last,present,next)
Posisi ‘karma’ adalah pada hukum kehidupan itu sendiri, ang ung mang adalah bentuk energi(tuhan) ‘pencipta’pemelihara’pemusnah’ pada tatanan dimensi energi “rang”ring”sah”‘yg lalu, saat ini dan yg akan datang.
Dalam ajaran Luhur/kejawen/weda tidak ada istilah misterius.!
So, is better to not talk about mystery while we enter to the spirit.!
hmm interested ur posting both ur opinion are interface between karma and siti jenar (the soul).
I catch on thought, the real SitiJenar is Kejawen it self..! Take it.! that image.. and just the way you are…just the way I am.. don’t go changing.. hay nice.!
Agama tidak perlu ditonjolkan apalagi diperdebatkan krn disaat kita bicara isi, spirit/energy/hukum kekekalan/karma, ‘agama’ cukup sebagai bungkus, baju, atau visualisasi sosial.. selanjutnya bila ‘agama’ sebagai gerbang dan setelah kita masuk kedalam gerbang itu dan mencoba menelaah, hanya kita masing2 pribadi yg menentukan mau tetap sebagai penghuni didlm gerbang itu atau keluar untuk mencoba gerbang2 filsafat/ilmu pengetahuan lain, dipilih untuk kehidupan yg sesuai kemampuan diri, gembira, semangat.
Dalam teknologi, hukum kekekalan energy, mbah ‘relatifitas’einstein adalah “M.C (masa’dg kecepatan sinar) sempat mengatakan keterbatasan engkongnya energy/force’ issac newton”m.a (masa dg pengaruh percepatan gravitasi).
Hukum energy Newton hanya berlaku di bumi, tidak berlaku diluar angkasa.! Tapi bukan berarti hukum relatifitas tak berlaku di bumi..! Ini sebuah pendekatan logis realistis dari sebuah konsep filsafat energy teknologi.
Pertanyaannya apakah kita mau hidup diawang awang dg kecepatan kontemplasi tinggi atau apakah anda yakin akan kitab filsafat ditangan anda mampu membawa ROH/hidup anda terbebas diangkasa raya yg katanya indah tiada tara..? Hahahaha…sangat menarik.!
Sang AKU
Siti Jenar bersabda,
Akulah Tuhan.!
Ini yg membedakanKU dg semua wali.!
Cacing yg hidup dan keluar dari tanah.. Cacing yg muncul dari daging badan yg terlihat membusuk,
Magma/Api yg keluar dari sumbu gunung,.. Panas yg ikut memutar bumi/Pertiwi pada sumbunya..
Akulah Lemah Abang.!
@Disaat kita membicarakan kedalaman spiritual sepatah kata’pun menjadi lekuk kunci.. dan hmmh dilematis bila harus dipaksakan kepada seseorang yg terbiasa ajaran yg otoriter, asik pada kulit dan tampilan.., apalagi bahasa spirit dilontarkan dg sanepan buah kelapa, kulit kelapa dg berbagai variasi serabut yg tebal, batok daging dan air sbg isinya…
Isi buah biasanya biji spt buah pada umumnya, tapi, kelapa, ubi, bawang, adalah buah yg mempunyai daialektika menarik sbg bahan sang rasa.
Saya mencoba menelaah dlm versi kata bahasa/jowo, yg mau tidak mau harus kembali ke budaya leluhur itu sendiri, bahasa kawi/jawi/kawitan..kejawen.
Sang LEMAH ABANG.
(dari kontemplasi energi)
@lemah(jawi) artinya tanah, ibu pertiwi, sebagai dewi Sri, sakti dari dewa Wisnu, dan Wisnu adalah manifestasi dari Sang Maha Pemelihara, Tuhan itu sendiri.
@abang(jawi) artinya merah,
merah lambang api/geni, geni adalah Agni, Dewa Agni adalah sakti/energi dari Brahma yg bersumber dari Brahman.. Brahman adalah Sang Maha Pencipta itu sendiri.!
Hai kalian para wali…
Kutahu, hanya ada Aku, juga badanku..!
Akulah yg menentukan hidupKu.!
(dan inilah yg menjadi prahara bagi para wali)
(Wali dikatakan sebagai ahli kubur oleh siti jenar.. artinya abadi berada dikuburan jasadnya).
Siti Jenar adalah sosok yg berhasil moksa, memusnahkan badan kasarnya atau ngaben/membakar dg apinya sendiri.
Salam jatidiri.
RAHAYU.
dewi
November 20th, 2011 pada 22:05
@ Ijogading,
So here we come, mistery vs spirit, ang-ung-mang is the mistery of life, rang-ring-sah is the mistery of spirit, in other words, there is no mistery at all between them, becouse the mistery itself is an energy(!).
The master of ‘lemah abang’, I catch a glimps that you`re was his desciple (?)… like I assumed before, he was a real kejawen, although as a moslem, just like you and me kejawen, the religion is only a holy bible with their value contain at that era, now we were entering a new era, a universal enlightenentment.
Is kejawen is a new form of universal religion?… it take centuries to comprehence, it takes histories to contemplate…, kejawen is an ancient sacred secred of spirit… and it`s not a mistery anymore, when the spirit is an energy… back to ang-ung-mang… rang-ring-sah…
We were in the interface of the spirit and we were link to the mistery… on and on… it`s continuing and never ending… it`s a circle of energy !… the magnific energy of jawi kawitan.
Java is already labelled/known as jawi highland, long before ajisaka came into this jaded land, and that`s the secred that lead to the source of energy (!).
@ Sen Karna,
Sabar paklik, just wait and see, mas RD dan ST nya sekarang mungkin masih sibuk nonton dan mengikuti pertandingan sepak bola sea games, beberapa hari ini beliau memang absen/ tidak masuk kantor di lapisan langit ke-5, untuk memberi pencerahan pada murid2nya di kahyangan sabdalangit ini… xixixixixixi…
Salam satu kelas,
Dewi
BAYANGAN
November 18th, 2011 pada 17:54
jeng DEWI….. waktu memintaku hrs balik lagi de dalam…. jauh dan jauh…
Mudah**an masih bisa bertukar kata** di lain waktu
dewi
November 22nd, 2011 pada 20:18
@ Ijogading,
I`m surrender about Karma, not that I`m through , I try to settle down with my feelings about Karma, I try to believe, I only see what i`m see, so, it`s not an illusion but I think I`ll meet karma whenever the times is right, then i`ll believe it. It`s not a conclusion but for this time, I make a peace with my heart. Thanks for your enlightenentment about karma, make me think what I never thought.
Salam (still) with jamu conclusive,
Dewi
klenthing
November 9th, 2011 pada 22:27
salam karahayon…………..
Apapun agama dan keyakinan anda smua..
jadikan kata IMAN pada tempat yg pener lan benar,,,
Sbgmana kata leluhur dlm mantra jawa “LUNGGUHE SEJATINE IMAN TALI ROSO..LUNGGUHE SEJATINE SAMPURNO”
nuwunsewu sedoyo kalepatan..
mas boy
November 14th, 2011 pada 20:51
tolong nech jangan hina agama dan nabi saya .
forkid
November 15th, 2011 pada 09:39
pak sabda,
saya muhun permisi, untuk artikel bapak saya pakai di forum detik tentang hukum karma sebagai bahan diskusi dan pembelajaran. dan linknya saya sertakan. bapak jika ingin mengecek bisa bapak klik dibawah ini.
http://forum.detik.com/showthread.php?p=14666346#post14666346
terima kasih
lintang.kencono
November 15th, 2011 pada 13:12
ALAM SEMESTA BERGEMA. ….
…(((((((GOOONG)))))))…
Sen Karna
November 20th, 2011 pada 05:35
Tembayatt
Oktober 20th, 2011 pukul 09:04
…………..
Sepengetahuan saya Sang Budha itu isinya merupakan perjalanan dari Kanjeng Nabi Adam,benar tidaknya saya tidak tahu!Konon kabarnya Bapa Adam diturunkan dibumi tepatnya di tanah jawa bagian barat………………………….
RD
November 1st, 2011 pukul 11:2
Sanghyang Tunggal bersabda: “Bila engkau harumkan Nama-Ku.. niscaya Ku harumkan nama mu.. di sisi para malaikat KU..”
@Mas Tembayat,Kang RD, semua,
Maaf dan nyuwun sewu, ini respon dari tulisan2 yang gak sempat saya respon sebelumnya, karena tulisan2 itu sering men … ‘delik’ – sembunyi, dan baru saya temukan beberapa waktu kemudian.
@Mas Tembayat ,
Menurut saya mbah Adam itu gak ada hubungannya dengan Buddha. Adam dari cerita dari kitab Timur Tengah. Adam dan banyak orang -yang percaya- bercita-cita untuk kembali ke firdaus, SURGA, tempat yang ,konon, sejuk segar, banyak tongseng kambing, nasi goreng istimewa,bir Bintang,Heineken, dan bidadari2 seperti Beyonce ,atau Marylin Monroe (ketika masih muda ) . Buddha,lain.
Om Buddha mengajarkan tujuan TERAKHIR orang – setelah lahir dan mati berkali-kali – adalah NIRWANA, keadaan tak terlahirkan kembali. Jadi bukan mati,naik surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, makan tongseng dan makan nasi goreng istimewa, minum Bir Bintang ditemani para bidadadi. Hidup dan kelahiran, menurut om Buddha adalah … penderitaan, yang bisa diakhiri, kalau orang mau. Tapi,orang ybs lah yang harus mengakhiri penderitaan itu, gak bisa hanya dengan omdo atau minta tolong orang lain,setan,malaikat, maupun para dewa …. Salam.
Kang RD,
Re sabda Sanghyang Tunggal : Saya kok tergelitik untuk komentar … Sabda itu mengimplikasikan Sang Hyang Tunggal masih punya … nafsu,keinginan – supaya namanya harum. Ya seperti nafsu,keinginan saya untuk jadi pinter dan kaya raya seperti Bill Gates dan mungkin lima isteri … Apakah Sang Hyang Tunggal PERLU orang untuk mengharumkan namanya ?? Saya tidak … yakin SHT masih punya … ego ….
Salam katresnan
ijogading
November 23rd, 2011 pada 15:03
The
INSTINCT
@dewi
Sang Sangkan Paran adalah Sang Penyebab.
Sangkan Paraning Dumadi itu ilmu pengetahuan tentang kesujatian diri manusia yg terlahir(dumadi/dilahirkan lagi).
Kejawen adalah reinkarnasi ajaran peradaban ATLANTIS..!
Yg selalu muncul sbg tunas yg tak pernah mati (tunggak semi) atau Sang Sat Metu (Empu Tantular) kita manusia disadari atau tidak tetap ter-transformasi abadi dlm @sabdopalon(sp)»Suara Energi Kebenaran dari segala arah..!
@bisa menjadi apa saja..!
Salam Indah dlm Kebinekaan…
poro sedulur@Sabda’sbloger.
@senkarna,
Ttg statement kang’@rd,dll mengenai seringnya muncul Sang Hyang Tunggal, Budha, nabi Adam, Angling Dharma dst.., perlu di appreciate sbg suatu wacana variable individu yg relatif hehehe..
Informasi yg didapat seseorang tercetak dlm pengetahuannya.
Mungkin beliau mendapat dari buku2 yg sangat banyak beredar pada era sebelum era global information, atau juga cerita yg beredar didaerah kelahiran, bahwa memori masa kecil sangat mendominasi harmoni pikiran kita manusia.
Saya teringat sinetron Angling Dharma, pernah didemo krn menyimpang dari epos kitab aslinya, krn konsep ‘islam’ tanda petik’ yg belum lahir, terlalu dipaksakan masuk dlm cerita.. tapi toh juga masih beredar sampai sekarang, spt cerita sim-salabim candi sewu dongeng nyi roro jongrang di prambanan. Itulah bisnis sinetron karena alasan isi perut, cari uang, kasihan pesinetron itu, karena miskin, tidak punya imajinasi lain, numpang nge-top barang kali.. tapi sukur sampai sekarang kita belum temui sinetron epos mahabarata bima sakti/dewa ruci yg digubah oleh bagawan muhamad dimana lakonnya malaekat jibril hehehe..
Di Madura saudara kita satu pulau mengatakan warna ‘hijau’ adalah ‘biru’, jatim’an ora perlu protes.!
so what we have to catch up.!
@dewi,
the truth (baca:kesadaran, bukan kepercayaan) is parth of karma, the harmony of given.. the born, the inner set… alam bawah sadar bersumber pada inti gelombang2 dari akumulasi kemurnian energi kehidupan terdahulu.!
I remind again, that karma rang ring sah.. is the source..penyebab.!
Pls take at a look : anak anak disekolah kenapa ada yg cerdas dan kurang?! So.. who can answer this,! instead of just ustad moslem like to say: all by Allah.! ..all by allah, all by allah.. Huuuh that sick and suffering.!
Hhmmh..
Menghidupkan alam energy harmony ini sudah di-guidance secara komplit plit oleh mas @Sabda cs yg budiman… terimakasih @Sabda..!
the instinct
ANGLiNG DHARMA
[sp*energy contemplation]
Kitab ini adalah karya seorang bernama bagawan Dharma. Beliau sangat berpengaruh besar terhadap kembalinya ajaran ‘animisme’ dinamisme’ kemeriahan lambang2 dan dialektika peradaban atlantis dari akibat kekosongan “kemeriahan” hidup yg di ajarkan super damai Budha Gautama.
Angling Dharma bersabda:
*Alangkah sepinya dunia apabila semua manusia melakukan cara seperti itu.!
*Sidharta Gautama pun harus lahir hidup mati berulang ulang untuk mencapai ke-budha-an, kedamaian sejati “nirwana”.
» Nir: murni, cahaya kuning keemasan, »Wana:alam semesta.
»Nirwana’ adalah kebebasan mutlak, keberadaan hidup, menyatu dg alam yg bercahaya indah tiada tara dlm kedamaian Alam Semesta (Tuhan) terbebas dari hukum karma, terbebas dari reinkarnasi.
Bagawan Dharma dlm kesadaran “murni”nya memberikan suatu kesimpulan agar kita manusia kembali lebih mengedepankan insting, intuisi, sifat dan karakter bawaan lahir (gift) kemanusiaan, atau kebinatangannya karena manusia adalah binatang yg berpikir, untuk mencapai kedamaian bathin, gembira, sebagaimana karakter anak balita, yg selalu jujur, gembira… agar tidak susah, setress, sengsara.
Kemampuan Angling Dharma yg bisa menjadi dan mendengar binatang adalah variasi karangan agar menarik dan memberikan beberapa pesan dasar/hakiki kemurnian hidup, betapa mudahnya hidup ini kalau manusia mau mencontoh pola hidup binatang yg sangat konsisten, memakan sesuai makanannya, hidup sesuai dg alamnya.
#.Bersatulah dengan segala hal, dg segala alam dimana kamu hidup.!
#.Sesuaikan dg kemampuanmu.!
#.Lakukan yg membuat kamu gembira dan semangat.!
@mbahpo JS, cahpathi, dalbo pripun kabare.
Go Universe !
salam nirwana.
Rahayu.
Cah Pathi
November 24th, 2011 pada 05:00
Salam kang Ijogading,
Nambahi thithik,
Uraian njenengan leres, biasanya manusia sudah lupa tentang apa yang telah terjadi.
Tulisan kita di bumi, batu tulis, lauh mahfud, di kediri, adalah penentu di kehidupan berikutnya,(kodrat,iradat).
Anak yang cerdas, reinkarnasi dari leluhur kita (diatas orang tua kita), siapa yang menjadi diri kita, tapi ada yang langsung dari orangtua kita, itulah contoh bukti langsung keberhasilan do’a. ex; sewaktu jabang bayi masih dalam kandungan si ibu, jika orangtuanya meminta (dengan kecerdasan emosi), disertai tirakat (puasa,melekan,tingkah laku baik) sudah dapat dimaklumi jika jabang bayi yang keluar akan cerdas, minimal hampir seperti yang diharapkan.Dan bila si orangtua melakukan hal yang sebaliknya, siapa yang berani coba,silahkan buktikan sendiri!
Tapi masih ada rahasia yang belum terungkap ( bagi yang masih gelap), siapa yang menuntun sukma ,dalam wadahnya? Padahal antrean pembeli tiket banyak sekali, “Sang Ratu Sukma” jawabannya, nah, siapakah SANG RATU SUKMA itu?
Jika percaya akan Re-inkarnasi,jika percaya pada binatang yang berpikir(manusia), berarti sepakat intinya adalah ruh, bahasa binatang yang berpikir atau yang kurang berpikir pasti ada kesamaan, kenapa manusia tidak paham bahasanya? itulah rahasianya “TELEPATI” atau banyak orang yang menyebutnya dengan bahasa kalbu.
Misalnya dalam ilmu JAWA ada yang bernama AJI GINENG .
Salam Damai,
O'on
November 24th, 2011 pada 11:39
berarti sepakat intinya adalah RUH
———-
eniwey…kalo menurut si sy
RUH adalah istilah/teori/kepercayaan klasik lan mitos,
oleh kerana pada saat istilah ruh pertama kali dicetuskan, mungkin belum
pernah ada penelitian ilmiah bagaimana suatu mahluk (biologis) dapat
hidup.
berdasarkan penelitian termutakhir, manusia adalah binatang paling
rumit sistemnya..artinya jika terjadi sedikit saja error pada bagian
sistem yg vital…maka hidup/kesadarannya akan ter-suspend (spt
pingsan/koma/mati suri)..atau bahkan (hingga) keseluruhan sistemnya failed/wafat.
kalo sistem tubuh manusia ndak/kurang rumit (khususnya otak), maka (maaf)
bisa seperti kepala ini:
jadi istilah ruh, saat ini tidak relevan untuk jawaban bagaimana kita bisa
hidup.
kalo scr selera pribados…fyi
si sy yg sesama binatang…jadi gak suka makan daging..krn biasanya mereka
dibunuh secara sadis (disembelih)…
saat SETELAH disembelih-pun, TIDAK ADA jaminan bahwa sistemnya LANGSUNG
failed..atau mereka bisa merasa tersiksa terlebih maupun bagai sedang mengalami mimpi buruk/eureup2 selama proses setiap dan seluruh sel2 otaknya rusak total.
kenapa sy jadi sok kasian ma binatang2 ternak/pedaging dengan gak mau lagi makan daging?
simpelnya karena masih banyak dan bisa makan makanan lain (dari tumbuh2an)
yg belum tentu semua tumbuhan bisa merasakan sakit sebagaimana binatang
bisa merasakannya.
onesetia82
Desember 10th, 2011 pada 17:57
memang hukum karma itu ada gan . . . ?
bayu dharmala
Maret 20th, 2012 pada 08:58
menurut saya :
bila kita bicara tentang hukum karma kita kembalikan lagi ke diri kita sendiri. didunia ini pasti ada dosa dan pahala . pasti juga ada perbuatan dan dampak dari perbuatan itu . bila kita bicara KARMA , karma sendiri sebenarnya berarti sebuah PERBUATAN. jadi bila kita berbuat baik tentu karma yang kita dpatkan akan baik pula , tapi bila kita berbuat jahat tentu karma yang kita dapatkan akan jelek pula . namun yang berkembang disemua kalangan masyarakat , fikiran mereka telah terdoktrin bahwa karma adalah hal hal yang berhubungan dengan kejelekan saja makanya semua masyarakat menganggap bahwa karma berlaku untuk hal hal yang buruk saja. dan bila kita kembalikan terhadap PAHALA DAN DOSA yang jelas jelas ada, maka dapat disimpulkan bahwa karma itu adalah bila seseorang melakukan perbuatan salah maka ia akan langsung atau tidak langsung mendapat balasannnya , dan balasan langsung dari tuhan itulah yang orang orang anggap sebagai karma begitu pula sebaliknya .
dilain sisi menurut saya penyebab karma itu sendiri adalah KEYAKINAN dari banyak masyarakat, mengapa ….. ?
karena setiap omongan bahkan keyakinan bisa jadi dikabulkan oleh tuhan YME jadi bila banyak orang yang berkeyakinan karma itu ada maka mungkin Tuhan akan mengabulkan asumsi dan keyakinan mereka
Ahad
Oktober 4th, 2011 pada 10:15
Hadits Ahad…jangan dilupakan…
pengelola blog
Oktober 12th, 2011 pada 04:05
selebihnya adalah pengelola blog…haha
blank
Oktober 13th, 2011 pada 07:03
haha…manusia pasti terbatas mode On.!
Sen Karna
Oktober 16th, 2011 pada 21:28
@ Semua pembaca blog, para sedherek,
Hmm, ini saya ‘copy paste’ komentar beberapa bulan yl dari Mas Bratayuda yang ampuh itu.( Nyuwun sewu mas Bratayuda,njenengan telah menulis …. hal2 yg masih sangat relevan saat ini. Terima kasih.) Kata Mas Bratayuda : HANYA RASA KASIH SAYANG WELAS & ASIH YANG MAMPU MEMUSNAHKAN BERBAGAI UNSUR NEGATIFITAS ….
April 30th, 2011 pukul 14:47
He..he..he …….ingin rasanya ketawa ngakak , lucu juga si (dihapus,t)
sangat pandai membuat resep kesesatan…………..
Padahal bukti nyata tak dapat dipungkiri bahwa yang banyak terjadi kekacauan, peperangan pengebomam, kesasatan, pembuhunan dan berbagai kelompok golongan yang jumlanya buanyak tak pernah bersatu diseluruh dunia adalah ÏSLAM.
Koruptor, maling, hakim, jaksa, wakilrakyat, dan seluruh pemimpin, pekerja, apapun segala hal, ribuan jutaan ustad, ulama, haji, hingga apapun di indonesia sampai tingkat bawah mayoritas islam. Tapi wajah islam kok malah menjadikan indonesia banyak wabah dan bencana. Pelaku kejahatan dari tingkat bahwa hingga elit poitik mayoritas islam………hmmm…………apakah mereka semua it u yang disebut suci.?
Jadi yang sesat siapa,?, dan sesat apanya ..? he…he
Biasanya orang yang berani menghakimi orang lain tanpa dasar yang jelas, justru itulah perbuatan sesat…..he..he,……….karena kata-kata tsb telah jelaassss mengandung kesesatan dan kedengkian…..
Hanya rasa kasih sayang walas & asih yang mampu memusnahkan berbagai unsur negatifitas…….., bukankah setiap pekerjaan apapun yang kita niyatkan, fikirkan, ucapkan dan tindakan harus dimulai dengan “Bismillah……?”
Lalu Bismillah…… seperti apa yang layak disandingkan dengan rasa kedengkian dan kata-kata yang menghakimi ……….?,
Bukankah sikap yang demikian lebih mencerminkan ‘Ulat bulu”yang sesungguh nya. Bila ulat bulu di pohon masih bisa di basmi dan ada rentang waktu muncul nya, tetapi “Ulat Bulu” dalam fikiran dan di hati yang sulit untuk di basmi, bahkan akan tumbuh subur merusak tatanan kedamaian dan kerukunan.
Kalau begini saya lebih layak menucapkan ajakan :
“WASSALAM ” ( dan Selamat)
Kaget
Oktober 16th, 2011 pada 22:08
Masa ga tau ULAT BULU ?????
yang brewokan kumisan tangannya jg ada bulunya… wedus gembel ARAB itulah manusia berbulu.. ULAT bulu doyannya makan daun muda. contoh Syeh Puji.wkwkwkwk pengen jadi nabi . malah ga waras. PEDOFILLLLLL tulen.
Budaya meniru nabi mulai dari busana asesoris bulu ga warasnya sampe pedofilnya adalah PLAGIAT tulen
Wong Semarang = Wong Jowo = Wong Jowo ilang Jawane
Habib matane picek siji = DAJAL kuwi
Djaka Lawung
Oktober 16th, 2011 pada 23:09
Sudah lah mas Kaget.. tidak usah ngurusi orang lain, lebih baik ngurusi diri sendiri saja.. kalau orang lain mau aneh-2 ya biarkan saja.. toh mereka juga yang ngunduh wohing pakartine dewe.. ngapunten lho..
Kaget
Oktober 16th, 2011 pada 23:51
Hehe Mas Djaka
sepanjang yg saya tau yg pake smiley tu cuma orang satu. owner blog mental tempe. yen muni sak karepe dewe. wes tabiate olo. Wes panccen sifate seneng dengki. wes kethok. yen ora sepaham yo maen tendang sikat amblas. weleh weleh le le. bocah wingi sore . rumangsamu opo ora kethok yo iku awakmu seng di tempeli anak buahe dajal. Ora promosi blog mu maneh nang kene le..
Ngapunten kembali sedulur. mbok bilih kulo kebablasan.
Suwun
JS
Oktober 17th, 2011 pada 00:29
Salam Mas Kaget………
Saya rasa cukup nesune……hi..hi..hi……saya si kebo sebenarnya juga ingin nyruduk…..tidak peduli nubruk apa.dan siapa….rumah…pagar…tembok….si kebo yang lagi kumat sakit budrek. dan matanya sudah lamur…….he..he……
Mungkin bagi sebagian teman yang menulis di blog menganggap bahwa menulis dengan tak diketahui identitasnya adalah sangat bebas dan tidak ada ikatan dan tanggung jawabya……tulisan yang hanya sekedar guyonan atau memang serius……apa mereka juga tidak mengira atau tidak berpikir bahwa para gaib sebenarnya ada juga yang melihat dan membaca tulisan ini…ha..ha..ha..kalau sosok gaib itu tidak buta huruf…….percaya atau tidak itu terserah masing masing manusia……….
Saya juga tidak perduli bila ada orang sakti yang sakit hati terhadap apa yang saya tulis dan saya tidak pernah takut dengan ilmu sakti…..kalau kebetulan yang sakit hati adalah murid Kyai top markotop atau sebagai anak kesayangan habib silakan laporkan bahwa JS siap sedia menerima gempuran dengan waktu tidak terbatas…..ha..ha….saya ingin tahu hebatnya manusia yang menganggap dirinya paling suci dan paling benar agamanya……hi..hi….akan saya tandingkan dengan sosok gaib klas yang paling tidak bermutu./ kelas rendahan…cukup dengan si petruk…ingin saya lihat apakah mereka masih bisa nyaho soal kebenaran dalam menyembah dan beragama dan apakah mereka nantinya dibantu oleh Allah atau malah dipentung malaikat……..
Kaget
Oktober 17th, 2011 pada 00:45
Hehehe.. JS
Itu semua adalah jawaban atas pertanyaan yg pernah sampeyan lontarkan pada saya tentang. Bagaimana kalo saya bertemu dengan sukarno.
wkwkwkwk……
Balik maning nang pokerrrrrrrrrrrrrrr….
Kaget
Oktober 17th, 2011 pada 00:53
hehe tulisanku kethok yo.. wkwkwk. jiaaahhhhhh…. pasti murup abang …panas…. gpp ben dikiro dajal sisan. hahahaha…..
sepoy
Oktober 18th, 2011 pada 11:27
aku sudah minta baik-baik kepada kamu dan siapa saja yang mengikuti aku agar tahu diri dan tidak bandel, kalau kau selama ini mengikuti aku kenapa tidak mematuhi perintahku, walau bagaimana aku tahu apa yang disembunyikan di dalam hatimu, karena aku adalah sangat sakti….
aku dengan mudah bisa mematahkan semua argumen semua orang di sini kalau aku mau tapi aku lebih suka diam dan mengalah….
itu tanda bahwa aku sebenarnya lebih terhormat…..
secara nyata kalian semua mengikuti aku….itu tanda kalian terpesona…..
diantara spiritualis di sini yang cinta damai cuma budha…..
yang lain sama saja dari dulu seperti itu, membosankan, obrol tidak jelas……
hahahahaha….semua di sini sudah terbagi menjadi beberapa golongan :
1. muslim dengan berbagai sekte dan aliran
2. kejawen, sunda dll,
khusus kepada ini aku minta kalian mengalah dan tidak usah menanggapi serangan dari sekte muslim ini dan itu, dan kepada pemerintah sebaiknya tidak arogan dan memihak kepada kelompok tertentu saja, karena kejawen dan sunda wiwitan, batak dll adalah umurnya sudah sangat tua sebagai bagian dari kekayaan nusantara…
jangan hanya karena terpengaruh oleh sebagian sekte radikal terus ada keinginan untuk membubarkan kejawen dan lain-lain
aku berkata sebagai lanjutan dari bathara semar yang sudah bertitah, bahwa bathara semar meminta memerintahkan dengan disiplin keras untuk menjaga aliran kejawen sunda batak dan berbagai aliran spiritualis asli negeri ini…
3. aliran politik dari berbagai aliran
4. dll
kepada pemilik blog sudah sejak dulu aku menyarankan kalau blog ini suasananya selalu begitu lebih baik ditutup untuk sementara waktu….ingat semar adalah sangat disiplin dan keras tidak seperti yang dibayangkan orang jawa, lemah lembut sepoy-sepoy.,,,,
klenik
Oktober 18th, 2011 pada 05:36
pengiikut mbah marjan…hmmm
DiturunkanNya Azab
Oktober 18th, 2011 pada 05:47
sekalian Agnostic bang!
Sesungguhnya nasib mereka sama dengan umat terdahulu yang ingkar kpd nabi Luth.
Insya Allah.
operator ngumpet
Oktober 18th, 2011 pada 08:22
mas Setiono…
kamu kan kresetan…kenafa ga dijawab soal anggur, incest, editing kitab, ayat buntung, kisah yang tidak mendidik?…dst
Soal anggur:
memang tidak ada ayatnya dalam alkitab, yang menegaskan bahwa y telah melakukannya. Lantas mengapa kamu minum anggur dan mencercah roti sebagai simbol daging? (bukan roti isi daging loooo…). Sedangkan y bersujud ada ayatnya, mengapa kamu ingkari? kamu kan tahu perbuatan nabi adalah teladan bagimu. Apa hakmu memilah-milah ibadah sesuai dengan seleramu sendiri! malah mengada2kan yang tidak ada dalam kitabmu. Tunjukkan tata cara ibadah mu di gereja, apakah ada rujukannya dalam kitabmu. Satu pun tidak ada yang sesuai!
Tentang incest: memang ada dan jelas terdapat di dalam alkitab, jadi apa yang mau kau pungkiri. silahkan buktikan dalam kitabmu sendiri. Malahan kisahnya sangat lengkap dan vulgar.
Masalah editing kitab: semua orang juga sudah tahu, ada terjemahan alkitab menurut bhs gaul sehari-hari. bahkan beberapa ayat dibiarkan kosong…maksudnya apa itu?! tanpa penjelasan yang jelas (js)…hehe. Apakah itu yang disebut dengan kitab suci.
jadi apa bedanya dengan artikel dalam blog ini, yang senantiasa dapat diedit dan diubah2 menurut selera???
monggo mas…ditunggu (minta bantu Sabda untuk menjawab juga boleh)…haha
operator ngumpet
Oktober 18th, 2011 pada 08:32
hayo On…dijawab…mosok ngumpet gitu…hehe
mode Off….
O'on
Oktober 18th, 2011 pada 07:04
sekalian Agnostic bang!
SESUNGGUHNYA nasib MEREKA sama dengan umat terdahulu yang ingkar kpd nabi Luth.
——————————–
skalian radikal (agar tahu sampai ke akarnya) juga Om ^_^
bagaimana Anda bisa mengatakan SESUNGGUHNYA ?
APAKAH Anda PERNAH menyaksikan (scr langsung di TKP) peristiwa umat terdahulu yang ingkar itu. ???
Insya Allah.
———-
hak pribadi Anda untuk berkeyakinan…(agnostik)
namun apa hak Anda untuk melibatkan itu nasib MEREKA dengan kesan menjudge melalui kata SESUNGGUHNYA..
KECUALI kalau memang Anda PERNAH menyaksikan sendiri peristiwa yg Anda kemukakan itu sebagai bukti kebenaran keyakinan Anda.
apakah Anda pernah dan MASIH ingin mengetahui sesuatu ?
kalo iya..plis jangan lupa ada radikal sebelum agnostik.
JIKA kemampuan manusia PASTI terbatas, maka (sbg contoh) internet-pun tak akan pernah terealisasikan.
btw berapakah jumlah manusia yg pernah dan akan ada?..
bukankah jika setiap individu ber’gotong-royong’ akan semakin terbuka peluang untuk saling mengetahui. ?
jadi kita (manusia) lebih membutuhkan solusi yg aplikatif & praktikal daripada mentok berputus-asa.
denger lagu lagi ah… ^_^
DiturunkanNya Azab
Oktober 18th, 2011 pada 07:23
HAK & TANGGUNGJAWAB mu sebagai “manusia” apa dek???
apa mau ngarang2 sendiri?
brp banyak hak & tanggungjawab menurut selera kalian sendiri…pasti keos…heh
dan keok…haha
JS
Oktober 18th, 2011 pada 07:45
Salam untuk Njenengan yang terhormat…….
Mohon dijawab soal yang Anda terangkan dan tanyakan yaitu soal ……
HAK & TANGGUNGJAWAB mu sebagai “manusia” apa dek???
apa mau ngarang2 sendiri?
brp banyak hak & tanggungjawab menurut selera kalian sendiri…pasti keos…heh
dan keok…haha
Apakah Njenengan TAHU siapa dan apakah sebenarnya MANUSIA…..apakah Njenengan tahu dan bisa membabarkan siapa ANDA. sebenarnya secara lengkap…..lengkap NJOBO dan NJEROH……kalau Anda bisa menceritakan nasib Anda sendiri untuk esok hari maka saya akan bertekuk lutut dan menuruti apa yang Anda katakan……..terima kasih…..apakah Anda sangat sakit hati kalau dan ternyata bahwa agama islam sudah banyak diselewengkan oleh kyai sontoloyo di negeri ini ……para kyai yang ubud dunia…menipu para santri atau jamahnya……
BAYANGAN
Oktober 18th, 2011 pada 10:46
HAK & TANGGUNGJAWAB mu sebagai “manusia” apa dek???
apa mau ngarang2 sendiri?
brp banyak hak & tanggungjawab menurut selera kalian sendiri…pasti keos…heh
dan keok…haha
—————————————————————————————–
KOEN dewe ae takon nang wong liyo ???? PO wes lunas tanggungjawabmu ??????? podo** PICEK moto batine ae kakean COCOT
operator ngumpet
Oktober 18th, 2011 pada 08:01
Sebenarnya blog ini luar biasa…gegap gempita….semangat….sangat mendidik…sebagai cermin kehidupan di luar sana……asah asih asuh……
betul….luar biasa…bisanya cuma nampung pertanyaan…”operator pasif”…haha
dijawab mas…”pertanyaan-pertanyaan” yang bikin gegap gempita itu!
jangan cuma mewek ngek ngok….ngek ngok….ga jelas……….haha
TEMANNYA BIMA
Oktober 18th, 2011 pada 08:55
mas Sabda…
Islam di turunkan karena bangsa di sana adalah bangsa bejat dan bebal otaknya…sering khianat….dholim dan suka membunuh….bahkan membunuh anak kandung sendiri………
———————————————————————————
Itulah mengapa dinul Islam perlu diturunkan, karena dholimnya manusia.
Kalau dan ternyata islam adalah agama sesungguhnya menurut Tuhan Allah atau menurut kalian….kenapa menurunkan utusan dan Nabinya secara bertahap…..kenapa tidak langsung jreng ada dari awal dan kenapa wahyu diturunkan karena ada peristiwa terjadi…..peristiwa yang ada dan terjadi dan berlangsung disana bukan di negeri lain…….he..he…pertanyaan orang goblog yang memang tidak perlu dijawab….debat kusir yang berkepanjangan……
———————————————————————————
looo…keberadaan umat pun juga bertahap…kamu paham ga sih…istilah “umat terdahulu”?! Ketika kamu orok dalam rahim pun kan ga langsung jreng. Apa kamu bisa merubah kodrat sunah-Nya?!
Jangan sakit hati kalau ada faham lain / tidak percaya Tuhan mengatakan kenapa di Al Quran tidak ada cerita dinosaurus…..peristiwa alam yang sangat penting nggegirisi dengan punahnya mahluk purba……jelaskan pula soal siapa sebenarnya yang dikatakan Nabi Adam dan beliau ada ada jaman apa ??……
———————————————————————————
Kamu yang belum mampu memahaminya dengan utuh…kalau dijelaskan pasti kamu akan tetap ingkar…ini yang namanya ‘hati membatu’.
Tentang nabi Adam as, apa kamu mau mengingkari nenek moyang leluhurmu sendiri?! Tau dari mana kamu tentang garis silsilahmu sendiri, kalau bukan dari ‘kesaksian’ dan ‘agama’?!
Jawab dengan jujur dan kuntit mereka yang beragama islam…mulai klas atas sampai klas bawah / rakyat kecil…para DPR…Pejabat….Usahawan sukses….sampai orang termiskin dan rumahnya dari gedhek…..telisik…bagaimana hidup mereka….saya berani potong leher bahwa mereka banyak menyalahi aturan……dimana bekas dari sembahnya atau sholatnya…..sholat bagi orang gebleg bin bahlul hanya mengatakan bahwa gerak jengkang jengking itu harus dilakukan kalau tidak akan mendapat dosa…….omongan apa ini….kenapa sholat disininimkan dan diarahkan hanya kepada dosa dan pahala…bukan kepada tabiat nurani sebagai mahluk sempurna……..
———————————————————————————
Sama halnya dengan bahasa Inggris…mau tidak mau, suka tidak suka kamu harus mempergunakannya. Tinggal bagaimana manusia yang mempergunakannya…berbahasa yang baik dan benar…atau berbahasa yang ngawur dan jorok.
ulang lagi ya mas:
pahami keadaanmu ketika kamu lahir, sama kan?! mau tidak mau, suka tidak suka kamu juga harus muter2 dan jengking jengkang di alam rahim.
Dan kamu tidak dapat memungkiri, begitu kamu lahir kamu dihadapkan kepada pilihan langkah hidup…itu pasti. Ada langkah yang lurus dan ada langkah bengkok. Ketika kecil kamu merangkak pun diajarkan oleh manusia lain, mengapa kamu ingkar kepada Tuhan yang telah menurunkan nabi untuk mengajarkan kamu memilih langkah hidup itu???
Saya orang islam dan keluarga saya juga islam…katakan dan bebas mendakwa saya sebagai orang islam munafik dan saya katakan bahwa Islam sudah gagal diajarkan oleh para pengajar sontoloyo….
———————————————————————————
Agama tetap lurus, yang bengkok adalah manusianya…
Islam itu mudah kalau kamu mau memahaminya dengan akal waras.
Saya seperti memusuhi agama saya sendiri dan rasa sedih ini tak terhingga kalau ternyata mereka yang mengaku beragama dan ber Tuhan Allah hanya lelamisan di ujung bibirnya…kebohongan yang nyata…..mereka dan para pengajarnya bukan menyembah Tuhan…mereka hanya mengejar duniawi ketika hidup dan mengejar surga bila sudah meninggal dunia…..berlagak sopan dan santun ketika masuk masjid atau mushola dan berbuat berangasan lagi dengan berbuat nista dan kebohongan…..dengan alasan dosa bisa di impaskan dengan sholat 5 waktu…omongan dan ajaran dari pengajar bermata mblero dan omongan tahi kucing….beragama dan menyembah sudah tidak perlu ngomong pahala…..agama yang semestinya bisa mencegah perbuatan keji dan munkar…..bukan ngomong soal jihad….mati sahid….tidak usah ngomong kafir kepada orang faham lain…..bengak bengok di corong masjid……agama adalah ajaran pribadi….sendiri….sunyi…mendekat dengan merendahkan diri….membuktikan dengan perilaku dan kerja nyata….amal baik….saling menghormati…tolong menolong….bukan petentang petenteng ngamuk sana sini……memuakkan…….
———————————————————————————
Itulah yang dinamakan dengan ujian hidup, seperti pilihan langkah hidup yang saya sampaikan di atas. Orang-orang yang taqwa dan kuat imannya, tentu akan tegar dan teguh menghadapi semua ujian hidup itu dalam menempuh jalan yang lurus (Al Furqan).
gerombolan separahtis
Oktober 18th, 2011 pada 09:22
betul mas sabda…
meng-amini azab…
salam sabda
JS
Oktober 18th, 2011 pada 08:23
Islam di turunkan karena bangsa di sana adalah bangsa bejat dan bebal otaknya…sering khianat….dholim dan suka membunuh….bahkan membunuh anak kandung sendiri………
Kalau dan ternyata islam adalah agama sesungguhnya menurut Tuhan Allah atau menurut kalian….kenapa menurunkan utusan dan Nabinya secara bertahap…..kenapa tidak langsung jreng ada dari awal dan kenapa wahyu diturunkan karena ada peristiwa terjadi…..peristiwa yang ada dan terjadi dan berlangsung disana bukan di negeri lain…….he..he…pertanyaan orang goblog yang memang tidak perlu dijawab….debat kusir yang berkepanjangan……
Jangan sakit hati kalau ada faham lain / tidak percaya Tuhan mengatakan kenapa di Al Quran tidak ada cerita dinosaurus…..peristiwa alam yang sangat penting nggegirisi dengan punahnya mahluk purba……jelaskan pula soal siapa sebenarnya yang dikatakan Nabi Adam dan beliau ada ada jaman apa ??……
Jawab dengan jujur dan kuntit mereka yang beragama islam…mulai klas atas sampai klas bawah / rakyat kecil…para DPR…Pejabat….Usahawan sukses….sampai orang termiskin dan rumahnya dari gedhek…..telisik…bagaimana hidup mereka….saya berani potong leher bahwa mereka banyak menyalahi aturan……dimana bekas dari sembahnya atau sholatnya…..sholat bagi orang gebleg bin bahlul hanya mengatakan bahwa gerak jengkang jengking itu harus dilakukan kalau tidak akan mendapat dosa…….omongan apa ini….kenapa sholat disininimkan dan diarahkan hanya kepada dosa dan pahala…bukan kepada tabiat nurani sebagai mahluk sempurna……..
Saya orang islam dan keluarga saya juga islam…katakan dan bebas mendakwa saya sebagai orang islam munafik dan saya katakan bahwa Islam sudah gagal diajarkan oleh para pengajar sontoloyo….
Saya seperti memusuhi agama saya sendiri dan rasa sedih ini tak terhingga kalau ternyata mereka yang mengaku beragama dan ber Tuhan Allah hanya lelamisan di ujung bibirnya…kebohongan yang nyata…..mereka dan para pengajarnya bukan menyembah Tuhan…mereka hanya mengejar duniawi ketika hidup dan mengejar surga bila sudah meninggal dunia…..berlagak sopan dan santun ketika masuk masjid atau mushola dan berbuat berangasan lagi dengan berbuat nista dan kebohongan…..dengan alasan dosa bisa di impaskan dengan sholat 5 waktu…omongan dan ajaran dari pengajar bermata mblero dan omongan tahi kucing….beragama dan menyembah sudah tidak perlu ngomong pahala…..agama yang semestinya bisa mencegah perbuatan keji dan munkar…..bukan ngomong soal jihad….mati sahid….tidak usah ngomong kafir kepada orang faham lain…..bengak bengok di corong masjid……agama adalah ajaran pribadi….sendiri….sunyi…mendekat dengan merendahkan diri….membuktikan dengan perilaku dan kerja nyata….amal baik….saling menghormati…tolong menolong….bukan petentang petenteng ngamuk sana sini……memuakkan…….
operator ngumpet
Oktober 18th, 2011 pada 08:28
mas Lare Bantul…
makanya nek nulis dipikir dulu!
lihat tulisanmu sendiri…..kamu nanya, kamu jawab sendiri:
Quran sama, sholat sama = 1 golongan saja yang benar dan masuk sorga
JS
Oktober 18th, 2011 pada 08:50
Sangat menyedihkan bila dan ternyata kita yang beragama islam masih ukrek ukrek faham lain…….biarkan mereka dengan jalan yang sudah dipilih….kenapa kita yang beragama islam masih saja debat kusir soal agama dan Tuhan…….
kita sepertinya sudah tidak ingat lagi soal adil dan welas asihnya Gusti Allah……
Kita yang beragama islam sudah tidak percaya dengan Firman Allah sendiri bahwa segala sesuatu adalah atas kehendak NYA….semua apa yang ada adalah dalam lingkup genggam tangan NYA….tidak ada yang bisa lari dari pandangan NYA…..
Dosa dan salah kita hanya Tuhan yang tahu dan hanya DIA yang bisa membenarkan perilaku kita…..kita memang tidak sangat tahu bahwa dan kenapa perbedaan selalu ada…..berbunuh bunuhan sesama manusia……
Beruntung sekali bila kita berkedudukan diatas kebenaran dan bukan seperti Firaun atau Namrud dan apakah benar bahwa 2 raja itu masuk neraka…siapa yang tahu soal ini…….
Kebenaran memang harus ada ujudnya dan ada wujud sosoknya dan sebaliknya kepongahan…kesombongan…kenistaan juga ada wujud sosok manusianya dan semua ada dan diadakan sebenarnya untuk apa dan siapa……bagaimana nasib dari para contoh hal buruk itu…..apakah mereka masuk neraka dan disiksa….siapa yang menjamin hal seperti itu……apakah Nabi atau kita yang sepertinya paling benar dalam menilai sesuatu seperti itu…sesuatu yang tidak kita ketahui juntrungnya……..
DiturunkanNya Azab
Oktober 18th, 2011 pada 09:17
mas Tono…
Nuwun sewu…
@ sdr Azab yg terhormat….
Saya sih memilih yg simple2 aja, lha wong mau berbuat kebaikan aja kok kakean thethek mbengek, jadi rujukanany ya, berdasarkan rasa pri kemanusiaan dan pri kebinatangan, boleh jadi landasan dasarnya “Kemanusiaan yg adil dan beradab” jelas kan manusia yg beradab artinya yg punya peradaban, bukan yg “Ber Azab”
——————————————————
Apakah yang “relatif” bisa menjadi rujukan???
yang menurut kamu baik…bisa jadi ada buruk di baliknya, atau yang kamu anggap buruk…bisa jadi ada kebaikan di dalamnya. Menurut kamu baik, menurut saya buruk atau sebaliknya.
Jadi…sudah harus ada rujukan yang pasti dan mutlak.
Kalau kebaikan/keburukan dinilai menurut selera masing2 jelas menjadi keos…
Dalam segala aspek kehidupan, suka maupun tidak suka, sadar maupun tidak disadari…semua sudah tentu ada rujukannya yang dinilai “paling benar”. Dalam agama tentulah yang “mutlak benar”.
menurut Dalbo: Tuhan “Maha Tidak sempurna”
adalah “Yang Mutlak menciptakan kadar yang Tidak sempurna” itu!
gimana dalbo?! ditunggu!
lanjut…………………………..
————————————————————————————
Maaf menurut sy sdr Azab tergesa2 membaca komen sy sehingga menyimpulkan kalau menurut Dalbo Tuhan maha tidak sempurna., ini sy coba copas lagi dibawah ini yg sdh sy tuliskan mohon di baca dg sabar, gak usah keburu2 nonton sinetron.
Sdr: Ah..kita ini kan manusia tidak sempurna…
Dlb: itu alasan sj… kita sdh sempurna dg kelebihan dan kekurangan kita, klo manusia tidk sempurna berarti Tuhan Maha Tidak sempurna?
Nah….jelaskan …? manusia yg sok beragama sering mengingkari sumpahnya sendiri…mereka bilang Tuhan Maha diatas segalanya….nah giliran mereka sengaja berbuat kesalahan terus ngeles ..lha kita ini kan mahluk yg tidak sempurna, bg mana Tuhan yg katanya Maha sempurna menciptakan mahluhk yg tidak sempurna, jadi kalau menurut sy manusia ini ya sdh di ciptakan dg sempurna, dg segala kekurangan dan kelebihan kita,maaf sy tdk bilang manusia mahluk paling sempurna lho ya…
Lha kalau kita bilang kita ini tdk sempurna, kan berarti yg menciptakan maha tidak sempurna, kan katanya beliau maha di atas segalanya…
OK santen peresan klopo, ….cekap semanten piatur kulo…
Kupat lawuhe teri, menawi lepat I am sorry…
Salam ..semoga sdr Azab, menjadi manusia yg beradab…
Asah, asih, asuh…
Dalo with loughter….
————————————————————————————
jurus ngeles mas…sah2 saja…
Sekarang saya bertanya dulu kepada anda…
Apa yang dimaksud dengan “manusia yang sempurna” itu…ditunggu!
Dan kamu terlihat belum paham dengan arti dari kata “Maha” itu sendiri.
salam ngeles.
DiturunkanNya Azab
Oktober 18th, 2011 pada 09:32
ayo mas Tono/Dalbo…
Jawab pertanyaan saya yang SIMPLE:
Apa yang dimaksud dengan “manusia yang sempurna” itu…ditunggu!
dan tentang “relatif”:
Tunjukkan dan sebutkan apa yang “tidak relatif” dan “tidak berubah-ubah” di muka bumi ini, termasuk di muka anda!….ditunggu!
operator ngumpet
Oktober 18th, 2011 pada 09:48
mas Tono/Apalah Arti….hehe
Bisa buat notebook, laptop, hp, barang2 elektronik, dan segala barang mewah itu kan dari hasil menyedot harta karun di negeri ini…mosok lupa…huaha haha
tambang emas, berlian, minyak, gas, semua di boyong ke luar….haha sampe2 beras dan ketan…untungnya cd (perangkat lunak kamu) ga keboyong juga…huahaha haha
Jadi apa boleh buat…bangsa kita tinggal menikmati hasilnya meskipun dikit…heh
maklum ekonomi high cost alias biaya tinggi…boros artikel kayak kamu, manfaatnya ga ada….huaha haha
Apalah Arti
Oktober 18th, 2011 pada 09:36
ya kalo pertanyaanny cuma ngek ngok ngek ngok aja gmn jawabnya mas.
terkadang pertanyaanmu persis orang gila soalnya bnyak ketawanya aja.
coba nanya yg baek pasti d jawab baek.
kalopun di jawab ya d sambung. biasanya kamu cuma ngeles. model kayak kamu pasti penggemar sepak bola. bisanya cuma memaki aja.
Gimana mas?? mau tanya yg baek tidak seperti orang gila ato cuma tanya ngek ngok ngek ngok aja dan hahahahaha?????????
Apalah Arti
Oktober 18th, 2011 pada 11:19
betul….luar biasa…bisanya cuma nampung pertanyaan…”operator pasif”…haha
Mas Sabdo itu ga sama dengan kamu. beliau istilah kerja ya tenaga ahli. tenaga ahli butuh waktu berpikir dan hasilnya adalah jawabaan yg benar santun penuh etika dan penghormatan atas sebuah pertanyaan. bukan pasif . beda donk. sedang kamu tenaga kerja. namanya saja OPERATOR. sekolah ga tho…. tenaga kerja tu pake otot bukan otak. otak di dengkul. dengkul kropos ya kaya kamu. ngoceh ga nyambung.
benerin dulu otak kamu tuh. hahaha ma dengkulnya sekalian…. jengkang jengking ya hasilnya gtu. dengkul sakit. otak di adu terus ma tanah. gobblok…
JS
Oktober 18th, 2011 pada 09:43
Salam untuk yang terhormat……..Temannya Bima……
Saya cukup belajar dengan cara sendiri yang mungkin sangat salah menurut agama islam atau agama lain…….biar resiko akan saya ambil karena itulah saya…apa yang saya pilih menurut kata hati saya dan faham saya tidak pernah menyerang faham lain selama mereka juga menghargai faham dan manusia lain…..
Benar yang Anda katakan bahwa saya sebagai dan mempunyai hati yang membatu……siapa yang tahu apa isi hati manusia….perasaan saya kepada seluruh manusia / alam semesta dan juga kepada Gusti Allah…….
Saya hanya sangat menyayangkan kenapa para manusia di muka bumi nusantara ini berpikiran seperti itu yang seakan akan membenarkan apa apa yang sudah diyakini…….
Saya bertanya dan menulis memang tidak perlu dijawab karena jawaban itu sudah saya dengar jauh jauh hari……jawaban dan analisa yang dikeluarkan atas rasa iman dan percaya atas semua kejadian sejarah……
Saya membenarkan apa apa yang Anda terangkan soa bermacam kata dan ulasan itu tapi seharusnya dan seyogyanya Anda tujukan kepada para jamaah di masjid atau di mushola karena disini bukan tempat mengulas agama dan bukan sebagai olok olok dan merendahkan manusia yang seakan akan kami semua adalah manusia congek…goblog…tidak bernurani….kejam.. disini mungkin membahas hal yang mungkin sangat sepele yaitu tentang pribadi manusia dalam berperilaku dan mungkin sangat sepele bagi Anda yaitu leluhur Nusantara……
Kalau ternyata tulisan Mas Sabdo menghina islam maka seyogyanya Anda menulis lewat email untuk menghapus itupun kalau para tamu merelakan……apa yang ditulis adalah kenyataan hidup dan bukan mengada ada……..
Kalau Anda memang islam sejati maka datangi blog yang benar benar sangat tidak sefaham dengan islam maka datangi blognya Tri Budhi Dharma / blog Parikesit….disitu ada lawan tangguh dalam adu argumen….silakan pencak silat disana…..saya yakin Anda pasti keok……saya ingin tahu kehebatan Anda dalam soal islam dan seberapa besar kemampuan logika pikir Anda dan seberapa besar keimanan Anda ketika berhadapan dengan Mas Tri Budhi Dharma………….
JS
Oktober 18th, 2011 pada 10:04
Untuk orang paling suci di blog ini…….BIMA atau Temannya Bima…….
Beritahu saya dan semua orang yang Anda anggap kafir dan goblog diblog ini bila sudah atau sedang adu argumen dengan yang terhormat Bapak Tri Budhi Darma ? Parikesit…cari sendiri blognya atau saya carikan alamatnya…….oh ya…saya sudah siapkan ambulance untuk Anda……saya jamin Anda pasti jadi gotongan…keok……
O'on
Oktober 18th, 2011 pada 10:06
Orang-orang yang taqwa dan kuat imannya, tentu akan tegar dan teguh menghadapi semua ujian hidup itu dalam menempuh JALAN YANG LURUS (Al Furqan).
——————-
oh pantes..baru tahu dech si sy..
fyi, tadi dari pasar si sy liwat pinggiran bandara…
jd inget kata temen bhw di lokasi bandara ada jalan yg lurus (landasan pacu)..
tapi koq setelah si sy perhatiin..tu landasan pacu ada ketidaklurusan alias melengkung yak….jd heran…ato blo’on si sy makin kambuh yak.
waaah koq..semakin diperhati’in apapun (ndak hanya jalan) yg spintas berkesan lurus, tapi ada aja ketidaklurusannya walopun kurang dari 1mm,…jadi apakah maksudnya jalan yang lurus ada dalam hayalan yak….hmmm.
Apalah Arti
Oktober 18th, 2011 pada 10:14
Itulah mengapa dinul Islam perlu diturunkan, karena dholimnya manusia.
manusia dholim dan keblinger spt kamu itu
looo…keberadaan umat pun juga bertahap…kamu paham ga sih…istilah “umat terdahulu”?! Ketika kamu orok dalam rahim pun kan ga langsung jreng. Apa kamu bisa merubah kodrat sunah-Nya?!
Goblok poll plus bego sak ratan sebelum si AHMADMU sudah ada UMAT TERDAHULU yaitu Yahudi dan kristen . kalo langsung jrenk blegudug ada si AHMADMU artinya ga da nabi ADAM menurut versimu. BUKUMU RUSAK ATO KOMPUTERMU RUSAK ATAU OTAKMU RUSAK MASS???? apa kamu bisa benerin? itu namanya keberadaan umat yang bertahap. atau jangan2 AHMADMU itu ALIEN ya…. tiba tiba nongol
Kamu yang belum mampu memahaminya dengan utuh…kalau dijelaskan pasti kamu akan tetap ingkar…ini yang namanya ‘hati membatu’.
Kamu toh jg suka dijelaskan tetapi sllu kamu tentang dan ngeles. namamu kan jg jago ngeles. sek..sek… yg hatinya membatu itu siapa? bukannya itu kamu sendiri? sampai sampai kamu bkin simbol betapa kerasnya hatimu. kamu bikin pemujaan berhala di ARAB sono. MemBATU HITAM lebih gede dr gajah..
Agama tetap lurus, yang bengkok adalah manusianya…
Islam itu mudah kalau kamu mau memahaminya dengan akal waras.
Sayangnya kamu ga waras. Agama adalah sakral. omongan nabi omongan Rosul wahyu Allah. kamu anggap mudah… manusia SONTOLOYO KAMU
AGAMA ADALAH SUSAH. kalo mudah ya bkin aja agama baru kalo bosen ya bkin baru lagi
Itulah yang dinamakan dengan ujian hidup, seperti pilihan langkah hidup yang saya sampaikan di atas. Orang-orang yang taqwa dan kuat imannya, tentu akan tegar dan teguh menghadapi semua ujian hidup itu dalam menempuh jalan yang lurus (Al Furqan).
sudah tahu itu semua adalah ujian. kenapa kamu dan golongan mu laskar jahit ga sabaran gtu. sama saja kamu tidak mengikuti hadisnudis sama saja kamu tidak kuat imannya. iman saja tidak kuat apalagi imen….
jalan mu sudah lurus le… MATAMU yg bengkok liat pantat santriwati dan santribanci melenggok
SALAMI.bacon
Desember 10th, 2011 pada 22:36
Temanya Bima@
salam kenal mas Tman bima
Saya bingung baca yang ini : A vs B doank ga lbih baik dari itu,
Kalau bicara agama :
si A yang mengimani A Ujung nya ya bakal A,mau dibawa kemanapun tetep A namanya juga mengimani,sampai matipun ya imani,mau salah mau benar ya imani…kan imani….mpe kiamatpun ya cuman sebatas imani…bagaimana pula bisa melebarkan pikiran seperti itu……apa bedanya dengan berdebat antara partai A dan partai B…sama-sama mempunyai doktrin yang mendarah daging yang matipun akan dijalani dengan tersenyum (Stelah mati dikasi Lem bibirnya)
kecuali yang dibicarakan itu urusan kembali kepada Fitrah…kalau fitrah nya kembali ke jalan tuhan…kan bisa sedikit mencair…..kalau tuhan cuman yang dimengerti dari satu buku panduan kan bisa di argue dengan berbagai sudut…barulah debatnya bisa agak sehat dan ilmiah……tapi saya yakin Tuhan nya mas temanya bima pastilah akan berusaha sekuat tenaga selalu ke A…..tpi tetep aja musingin…N ga sehat,
Sebenernya saya ga pengen ikut campur mas…tapi karena coment ini mengandung kelucuan yang mendalam sedalam lembah gurun pasir…ya terpaksa dech saya ikut nimbrung….saya pingin tanya…kenapa banyak negara-negara di dunia seakan-akan memusuhi negara timur tengah :
apakah karena agamanya…?????…kalau YA…kenapa indonesia yg mayorits islam tidak diperlakukan sama dengan ngr timteng
ini saya selipin sdikit pertanyaan yg sangat mengganggu akal sehat saya mas
itupun kalau mas sudi menjawabnya,kalau engga dijawab jg gpp :
1) kenapa sih di timteng seneng banget mengarak tubuh orang mati perang keliling kota sambil meneriakkan all…..(tiiitt)….bar
Apa itu bagian dari budaya setempat…..kalau YA…luhur banget Tuhan mereka ya
……jasad pun bs dihargai sedemikian rupanya…pastilah tuhannya sngat sayang dengan umatnya tsb n dberi hdiah sorga yg berkilauan
2) kenapa sih muslim yang solid bin mengebu2 sperti (..U..) di indonesia ini ga pernah tampil gagah berani melakukan pembelaan trhadap (yang katanya) sesama sodara2 muslim(yang katanya harus dibela darah dengan darah)
Kenapa hanya muslim yg dianiaya dinegara selain timteng aja yang harus di bela mati-matian…hal ini membingungkan buat sy mas/agak aneh/jangan2 ini bagian dari politik
3) Kalau boleh Berapa sih pmerintah Arab menghabiskan Biaya untuk mengurus jemaah haji dari indonesia yang ribuan setiap tahun-pastinya banyak,ya-kasian dong pmerintah Arab ngrusin bnyak jemaah tuhan,lama-lama bs bangkrut ngra arab tuch
4) kenapa sih binatang-binatang di arab ga sama bentuk dan sifat hidupnya dengan binatang di indonesia
mkasi sblomnya atas jawbanya,silahkan djawab mas
Apalah Arti
Oktober 18th, 2011 pada 09:44
tumben ga pake smiley? takut ketahuan ya?
kenapa jg tidak kamu jawab pertanyaan “sholat itu mau tau apakah itu coklat atau tai? apa kamu yakin? Si amadmu kan buta huruf. gmn nulis gmn bikin rujukan. memng betul dia ngmong lisan kalopun ada yang nulis , APA YANG DI TULIS?/? wong ga bisa baca trus apa tau rujukan itu sdh sesuai dengan yg di omongkan atau tidak. Bapakmu buta huruf. lalu bapakmu mendikte sesuatu blanjaan. bisa jadi kamu yang nulis kamu putar balikkan angka. spy kamu untung. waktu kamu sodorin ke bapakmu beliau cuma mnggut mnggut ga ngerti. hahahahahaha
BAYANGAN
Oktober 18th, 2011 pada 10:22
mas Setiono…
kamu kan kresetan…kenafa ga dijawab soal anggur, incest, editing kitab, ayat buntung, kisah yang tidak mendidik?…dst
Soal anggur:
memang tidak ada ayatnya dalam alkitab, yang menegaskan bahwa y telah melakukannya. Lantas mengapa kamu minum anggur dan mencercah roti sebagai simbol daging? (bukan roti isi daging loooo…). Sedangkan y bersujud ada ayatnya, mengapa kamu ingkari? kamu kan tahu perbuatan nabi adalah teladan bagimu. Apa hakmu memilah-milah ibadah sesuai dengan seleramu sendiri! malah mengada2kan yang tidak ada dalam kitabmu. Tunjukkan tata cara ibadah mu di gereja, apakah ada rujukannya dalam kitabmu. Satu pun tidak ada yang sesuai!
Tentang incest: memang ada dan jelas terdapat di dalam alkitab, jadi apa yang mau kau pungkiri. silahkan buktikan dalam kitabmu sendiri. Malahan kisahnya sangat lengkap dan vulgar.
Masalah editing kitab: semua orang juga sudah tahu, ada terjemahan alkitab menurut bhs gaul sehari-hari. bahkan beberapa ayat dibiarkan kosong…maksudnya apa itu?! tanpa penjelasan yang jelas (js)…hehe. Apakah itu yang disebut dengan kitab suci.
jadi apa bedanya dengan artikel dalam blog ini, yang senantiasa dapat diedit dan diubah2 menurut selera???
monggo mas…ditunggu (minta bantu Sabda untuk menjawab juga boleh)…haha
——————————————————————————————–
he… LENG.MALENG……. keto’ane penyekit SARAPmu ki PARAH tiba’e. wong KYAIMU dewe, ra wani nerangno lan nglaksanakno AGOMOmu kanthi BENER wae, athek katene takon nang wong liyane. balik ngaji kono lho seng BENER…… OMONGONO KYAImu iku, OJO atek di sengetno (barang** seng HAQ, seng sejatine wong liyo yo wajib di kabari ) Opo barang HAQ iku ?????? seng paling dasar ( SAHADAT ) ojo mung sahadat SAREAT ( LAMBE ) thok seng di unggul** no, kon NERANGNO kanti GAMBLANG. alip JEJEG AE RA WANI NERANGNO, PO MANEH alip BENGKONG. LENG, MALENG…..
operator ngumpet
Oktober 18th, 2011 pada 09:57
Apalah Arti….
ya kalo pertanyaanny cuma ngek ngok ngek ngok aja gmn jawabnya mas.
terkadang pertanyaanmu persis orang gila soalnya bnyak ketawanya aja.
coba nanya yg baek pasti d jawab baek.
kalopun di jawab ya d sambung. biasanya kamu cuma ngeles. model kayak kamu pasti penggemar sepak bola. bisanya cuma memaki aja.
Gimana mas?? mau tanya yg baek tidak seperti orang gila ato cuma tanya ngek ngok ngek ngok aja dan hahahahaha?????????
————————————————————-
mbak Endah/Apalah Arti…hehe
pan kalau masuk kandang domba…sebaiknya kita ngembek dulu…haha
lihat donk kisah pedagang peci (muslim) dengan ‘monyet2 berpeci’ itu…mosok lupa huaha haha…
persis….persis…persis….apalah arti sebuah peci haha haha……………………..
operator ngumpet
Oktober 18th, 2011 pada 10:04
mbak Endah/Baok…
ahli adu domba…atau ahli domba adu mbak….haha
yang kewalahan yang ngumpet lama….(alias ga dijawab!) huaha haha…
operator ngumpet
Oktober 18th, 2011 pada 10:08
mas Sabda/JS/Endah/Apalah Arti…hehe
ah kau itu…kalau sudah tak ada argumen…akui sajalah!…huaha haha
tanwaskita
Oktober 18th, 2011 pada 10:11
@Mas JS, para sedherek,
Sudah pernah saya tulis di sini, dan kita semua tahu, ada cem macem versi Islam. Ada 70 an versi Islam , yang benar cuma satu. Ini blog KEJAWEN, BUKAN blog Islam. Kalau mau, yang tertarik pada Islam klik saja ,Islamlib dot com. Ini blog yang dikelola Mas Ulil, blog Islam yang santun dan bagus.
Tapi, kalau ada yang belum tahu – lagi – blog Islam Liberal ini juga mendapat serangan dari orang2 Islam yang …. merasa Islam mereka paling benar. Mas Ulil itu malah pernah mau dibunuh, dan terakhir dapat paket bom ! Lha wong blog Islam saja diserang oleh orang2 Islam sendiri, apalagi blog kejawen !
Bima,TS,Temannya Bima,War Ning,Domba Botak, Domba Game Bel,dll, menunjuk pada orang yang sama, Mas Bima/TS. Operator Ngumpet, kalau bukan Mas Bima , ya kembarannya Bima, sami mawon ! Menurut Mas Bima dengan bermacam-macam nama ini, versi Islamnya lah yang paling benar …. Mas Bima mau blog ini dibubarkan saja, tapi beliau bilang begitu dengan nama/avatar lain…. Pernah Mas Bima ini nulis, dengan nama lain ‘ Mas Bima dah lama ga muncul, pertanyaan2 beliau banyak yg ga dijawab …’ Mas Bima mungkin berpikir orang2 di blog kejawen ini begitu dungunya, mereka tidak akan tahu bahwa tulisan itu adalah dari Mas Bima sendiri .
Saya tidak habis berpikir kenapa Mas Bima …. betah di blog kejawen ini ….Apakah di luar sana tak ada blog Islam yang bisa membuat Mas Bima betah ? Jawabnya mungkin saya harus tanya rumput yang bergoyang …. Tapi, bahwa Mas Bima , dengan cem macem nama itu, betah disini, ini merupakan bukti bahwa blog ini memang …ruarrr biasa ! Acungan jempol untuk Mas Sabda dan komentator2 yang ikut membuat blog ini
…. dahsyat : Mas JS, Mas Tembayat, Mas O’on, Kang RD, Jeng Dewi,Mas Ijogading, Mas Bratayuda, Mas Wongsorejo, Mas Dalbo, Mas Edy, Mas Kebo Ijo,dll. Mereka ini lah pemain2 dalam orkestra Sabdalangit, sedangkan Mas Bima itu ….eh hem, apa ya …?
Pernah Mas Sabda …menanggapi Mas Bima, ada semacam perdebatan …. Tapi, saya pikir itu …. buang2 waktu Mas Sabda saja …. Mas Bima/Temannya Bima/Domba Botak/Domba Game Bel/War Ning/Operator Ngumpet biarkan jadi …. dirinya sendiri. Kalau Mas Bima membaca ini, semoga Allah selalu memberkati anda,dan ingat kata Allah, BUKAN kata saya :’ …Agamamu untukmu, agamaku untukku ….Tak ada paksaan dalam agama …’
Salam katresnan,
wongalit
Oktober 18th, 2011 pada 13:24
yuup Mas JS . akur. coba sekarang ditelaah deh sedulur semua. terutama yang gandurung dengan sorga . Manusia yang mencari sorga itu tidak salah sia[pa sih orangnya yang tidak suka dengan kemuliaan. la kemudian kenapa sih iblis setan kok dimasukan ke dalam neraka . apa ya se kejam itu kesalahan Iblis tidak mau bersujud kepada adam terus dihukum . padahal Allah SWT maha Tahu . artinya sebelum Allah memerintahkan Malaikat dan iblis untuk bersujud, sesungguhnya Allah sudah mengetahui jawabanya sampai pada Permintaan Iblis untuk menggoda manusia juga sudah tahu kejadianya. lalu apakah Iblis dan syetan dimasukan neraka mereka tersiksa. padahal iblis dan syetan itu kejadianya dari api . ini artinya api dimasukan kedalam api atau kembali keasalnya . Lo jawablah sendiri sendiri … sersiksakah iblis dan syetan … ?. Nah inilah Kemaha adilan Allah. Allah yang Maha tahu dan Maha adil itu jangan disamakan dengan ukuran adilnya mahluk ciptaanya . Mari kita hidul Lila Legawa Temen sabaar dan berbudi luhur . Ingat agama ratu adil itu sabar darono. siapapun yang sabar darono akan mendapatkan keselamatan. Salam keselamatan dan Salam rahayu wibawa mukti semuanya.
operator ngumpet
Oktober 18th, 2011 pada 10:16
eh…si o’on baru muncul…es’mosi juga ya…haha
gimana mau lurus, suka nyela diskusi orang…hehe
pertanyaan di diri sendiri ga dijawab?! mana…mana jawabannya?????????
emang gampang kalau nyalib, slab slib jreng upload video. blog tempe….huaha ha
Blog Sang Rakean niye…asah asih asu….haha
operator ngumpet
Oktober 18th, 2011 pada 10:24
@Blog Sang Rakean/O’on/Apalah Arti….
hmmm….cerminan alkitab dan pengelola blog
salam
Apalah Arti
Oktober 18th, 2011 pada 10:25
toh tetep barang haram juga toh. dan kamu tetep pake. menjilat ludah sendiri. itukah ajaran AHMADMU? jangan2 jg di suruh jilat bokong yg di depan saat sholat ya??
Jadi apa boleh buat…bangsa kita tinggal menikmati hasilnya meskipun dikit…heh
bangsa yang mana le….? kamu punya bangsa? bangsa mu itu BANGSAT dr ARAB le..le…. kan kamu jg boros artikel katanya CINTAILAH PRODUK DALAM NEGRI. Kok kamu cinta banget produk ARAB???? hehehehe
Saran ye….. jangan bawa ONTA… kandangnya sdh penuh. ada KIJANG PANTHER KUDA MUSTANG JUGA JAGUAR…. tapi masih bisa terima sidkit ruang kok buat WEDUS kayak kamu le…….
Apalah Arti
Oktober 18th, 2011 pada 10:30
Ga akan berani kesana dia. wong pangkatnya rendah. kalo pangkat tinggi gaya bahasa nya ga akan seperti itu. hehe
suruh aja datangi DANTON biar di dor. model gni kalo dibiarkjan lama lama bisa jadi teroris. sebaiknya BIN lebih memusatkan perhatian kepada org yg kayak gnian.
Apalah Arti
Oktober 18th, 2011 pada 10:36
emanknya enak jengkang jengking di entup kolojengking…. ngadhek le sing jejeg sing pener sing jujur
Apalah Arti
Oktober 18th, 2011 pada 10:45
Katanya SHOLAT HANYA UNTUK MEMBUKTIKAN MANA COKLAT MANA TAI…. MAKANYA JENGKANG JENGKING… MANA YANG BENER… MASA MAU MASUK SORGA HARUS BAUIN TAI TEST NYA,,,,
Dalbo
Oktober 18th, 2011 pada 11:16
Nuwun sewu..
@ sdr Azab, nah..tu kan anda terburu2 lagi, baca tulisan sy…
Lho kok..? lha buktinya masih di tanyakan lagi dan lagi..
kan sy bilang rujukanaya ” Kemanusaian yg adil dan ber adab” bukan “berazab” kalau anda manusia Indonesia pasti tahu kalo ini landasan dasarnya adalah Pancasila, titik (no coma) tidak perlu di pertentangkan, kalau dlm khasanah Jawa ada falsafah Memayu hayuning bawana, artinya ikut menjaga, memelihara Buana bumi dan segala isinya termasuk manusia,
Lha kalau menurut anda Yang paling benar rujukanya pd agama dan mutlak kebenaranya, ya saran saya, ber agamalah, dan aplikasikan ke “paling benaranya” dan ke mutlakanya titik ( no coma)
Azab: Apakah yang “relatif” bisa menjadi rujukan???
yang menurut kamu baik…bisa jadi ada buruk di baliknya, atau yang kamu anggap buruk…bisa jadi ada kebaikan di dalamnya. Menurut kamu baik, menurut saya buruk atau sebaliknya.
Jadi…sudah harus ada rujukan yang pasti dan mutlak.
Kalau kebaikan/keburukan dinilai menurut selera masing2 jelas menjadi keos…
Dalam segala aspek kehidupan, suka maupun tidak suka, sadar maupun tidak disadari…semua sudah tentu ada rujukannya yang dinilai “paling benar”. Dalam agama tentulah yang “mutlak benar”.
———————————————————————————————-
Dalbo: walah walah mas…lha terus kapan kita ada waktu untuk ber buat kebaikan kalu berfikiran mbulet terus begitu,,,dan di topik ini kan dah jelas ngebahas seluk beluk hukum karma.
Azab: Sekarang saya bertanya dulu kepada anda…
Apa yang dimaksud dengan “manusia yang sempurna” itu…ditunggu!
Dalbo: Lha tu kan lagi2 anda nggak nyemak dan terburu2 baca tulisanku,..
kan sy bilang manusia yg sempurna ya itu manusia yg mempunyai kekurangan komplit dg kelebihanya titik (no coma)
Azab:Dan kamu terlihat belum paham dengan arti dari kata “Maha” itu sendiri.
Dalbo: Belum paham???hmm mungkin sj tapi yg jelas antara sy dan anda berbeda cara memahami arti “maha” itu,
BERBEDA, boleh kan?
yu ginten klelegen ulo, mangan bakwan nggo lawuhe..
cekap semanten piatur kulo, iki wis awan aku tak nyambut gawe…..
Golek rejeki….yuk….sapa yg ikut….
Asah, asih asuh..
Dalbo with mesem…
JS
Oktober 18th, 2011 pada 11:19
Salam Mas Tanwakito……..
Iya Mas…..sayang sekali kalau saya tidak pandai berargumen….saya akui bahwa saya bodoh dan sedikit ilmu agama…membaca nggetu dan mbulet dan ternyata tidak dijalnkan satu ayatpun…..tapi kalau si dia mampu mengikuti apa yang saya jalankan dalam hidup maka saya akan berguru kepada si beliau yang top markotop itu……paling banter si dia bukan orang penting di masyarakat dan bukan orang penting dalam organisasi…….apa si dia guru ngaji anak anak……lumayan kalau sudah mau bekerja untuk itu…..kalau dia aktif hadir dalam masjid menjadi muadzin mungkin dan lalu naik menjadi imam sholat….di undang kenduren atau hajatan…beri doa…..lalu jadi modin kampung…jadi modin atau pembantu di KUA kelurahan….lalu nyambi berceramah ibu ibu dan bapak bapak di RT / RW dan eng ing eng bisa jadi ustad kampung atau kyai karbitan dan lalu memakai aji mumpung dan kalau nasib baik bisa jadi kyai di saluran TV swasta……ha…ha…ha……….
Sangat sayang kalau dan ternyata blog ini ketamuan teroris…tidak dialam nyata…di dunia net juga direcoki…….biarkan si dia nerocos terus …lihat saja apa yang ditulis seperti pertanyaan yang tidak perlu dibahas….sangat tidak bermanfaat untuk ketentraman hati…..selalu memberi pertanyaan dan jawaban hanya itu itu saja…..hanya katanya…ngeles dan lari…apa dipikir firman Tuhan hanya di kitab saja….apa yang dikira bahwa para tamu disini tidak ada yang beragama islam atau beragama bangsat dan kafir menurut si dia…….apa si dia itu mblero dan tidak mengakui bahwa banyak orang yang bukan islam juga dididik hatinya oleh Gusti Allah…terus apa si dia bilang itu salah dan musrik….apa dia berpikiran bahwa Allah hanya mikiri dan sayang orang islam…..suruh si dia menjawab kenapa negara islam selalu tawuran sendiri di timur tengah sana dan juga di negeri ini…..mereka berkelompok dan berorganisasi mengatas anamakan pembela islam…….apa yang di bela lha wong islam tidak ada masalah di negeri ini…..negeri ini bukan negeri agama….mereka hanya benalu dalam agama islam….cari muka dan pengaruh toh nantinya juga menjadi bajingan dan tukang palak dan mengemis ke orang cina dan pejabat atau usahawan sukses dengan alasan macam macam………..
Boleh saja si dia . teroris blog ini mengaku dan merasa hebat….ngelem awake dewe paling jos mangojos dan merasa paling suci….lha wong ngomongnya saja sudah bernada merendahkan……apa si dia memang ditugaskan untuk membuat blog ini ramai….hanya Mas Sabdo yang tahu jawabnya…….
Kalau si dia berani dan menegakkan ajaran islam maka lebih baik si dia berkunjung ke blog Parikshit / blog membahas ilmu Budha dan SP……apa si dia masih bisa nyaho…paling 1 ronde sudah keok……nanti saya cek Blog Mas Parikshit masih ada atau tidak…..saya ingin tahu…teroris di blog ini apa punya nyali untuk datang dan beradu argumen dengan Mas Tri Budi Dharma…..paling paling mewek mewek…..nangis seperti anak kecil…….
amar makruf
Oktober 21st, 2011 pada 21:30
@ Tan waskita
Tuhan mana yang mau memberkati orang2 spt itu , paling2 tuhan mereka minta tumbal darah mereka, karena nabi mereka juga haus darah sama seperti tuhannya , setiap tahun makan korban jiwa bila pergi haji, belum lagi yang mati jadi pengantin di gereja, belum lagi yang mati bunuh2an sesama muslim di pakistan dan afganistan, gitu kok orang indonesia mau2nya nyembah batu hitam yang haus darah.
BAYANGAN
Oktober 18th, 2011 pada 12:03
ayo mas Tono/Dalbo…
Jawab pertanyaan saya yang SIMPLE:
Apa yang dimaksud dengan “manusia yang sempurna” itu…ditunggu!
dan tentang “relatif”:
Tunjukkan dan sebutkan apa yang “tidak relatif” dan “tidak berubah-ubah” di muka bumi ini, termasuk di muka anda!….ditunggu!
———————————————————————–
leng, MALENG…….. RAImu ku ROTO yo ???????
Pemirsa Jujur
Oktober 20th, 2011 pada 11:18
Ah,………. dari dulu bisanya cuma bikin TTS, ujung ujung nya nanti peranyaan nya di jawab sendiri sambil nyalahin orang lain, dan mendakwakan dirinya plg benar,,,,he,,,,he ( tipikal sakit jiwa ) ……manusia sempur-na or manusia semprul,….????
Pemirsa Jujur
Oktober 20th, 2011 pada 11:28
Ah,………. dari dulu bisanya cuma bikin TTS, ujung ujung nya nanti peranyaan nya di jawab sendiri sambil nyalahin orang lain, dan mendakwakan dirinya plg benar,,,,he,,,,he ( tipikal sakit jiwa ) ……manusia sempur-na or manusia semprul,….????
JS
Oktober 18th, 2011 pada 12:26
@ Sepoy ……Salam dan hormat saya………terima kasih……..semoga kita semua sadar …………salam rahayu…..
Budha Julai
Oktober 18th, 2011 pada 15:20
@Sepoy
diantara spiritualis di sini yang cinta damai cuma budha…..
———-
Budha memang tidak suka marah.. beliau suka tersenyum.
Budha bersabda: suatu kalimat yang baik dapat mendatangkan cahaya/anugerah selama 40 hari.. begitu juga sebaliknya..suatu kalimat yang buruk dapat mendatangkan kegelapan / bencana selama 40 hari..
semar adalah sangat disiplin dan keras tidak seperti yang dibayangkan orang jawa
——–
Semar itu hitam putih (tegas), Setia (sama Budaya Jawa)
Jika mesemnya Semar digabung sama Senyum Budha… Sejuklah Dunia..
Rahayu
Sen Karna
Oktober 18th, 2011 pada 17:09
@Budha Julai,
Saya sering lihat patung Buddha yg tertawa – laughing Buddha – di rumah teman2 saya. Buddha yg ini , disamping tertawa, perutnya biasanya … gendut. Tolong koreksi kalau saya keliru, Buddha tertawa ini adalah Buddha versi Asia Timur, China (?), sedangkan Buddha yg juga avatar anda di sini,yg tersenyum saja, adalah Buddha versi Asia Tenggara, termasuk yg di candi Borobudur.
Menurut seorang teman saya yg ‘beragama’ Buddha, konon Buddha itu tertawa saja kalau dimaki-maki atau dihina orang,memang beliau gak pernah marah . Ya namanya saja ‘yang sudah dicerahkan’ …
Oh, saya ingat beberapa tahun yang lalu candi Borobudur dirusak dengan … bom ….We leh we leh candi buatan jenius lokal kok dirusak … Konon, yang merusak bukan orang buddha .
Salam katresnan,
tembayatt
Oktober 20th, 2011 pada 09:04
@ Sen Karna,
Sepengetahuan saya Sang Budha itu isinya merupakan perjalanan dai Kanjeng Nabi Adam,benar tidaknya saya tidak tahu!Konon kabarnya Bapa Adam diturunkan dibumi tepatnya di tanah jawa bagian barat,dulunya nusantara itu menyatau dengan indocina daratannya.Maka tak heran bila kenangan sang Budha dibuat di Tanah Jawa lewat tangan-tangan terampil dari arsitek Gunadarma.Cinta yang terpisah sebagi sebuah /akibat karma perbuatan ketika ditaman firdaus,hingga kini belum dipertemukan atau disatukan,saat diasatukan itulah maka akan dibukanya zaman baru yaitu zaman keemasan,keindahan,kedamaian dan kemakmuran(zaman kalazuba),ibarat ceirta wayang Nangkula /sadewa meruwat Betari Durga dan kembali sempurna seperti sedyakala lalu bersatu lagi dg Batara Guru.Saat penyatuan itulah waktu dan saat yang dilakukan oleh “Satria Kinayungan Wahyu” yang selama ini masih menjadi “Satria Piningit”.Hal yang sangat menggembirakan adalah saat -saat adanya anugerah pengampunan dosa atas pertobatan bangsa Nusantara yang akan diwakili Satria Piningit untuk menyatukan kembali cinta yang pisah.Masa-masa yang paling indah bagi makluk khususnya manusia adalah saat-saat manusia menemukan rasa “CINTA KASIH ” yang tulus murni.Siapapun yang mbibiti ollo(jahat) di Tanah Jawa ini ing kono wahyune bakal sirna.Sehebat /sesempurna apapun kalau dipergunakan untuk mbibiti olo ditanah Jawa ini maka yang ada hanyalah keruntuhan dan wahyunya akan sirna.segala sesuatu ada masanya.Hukum karma,ngunduh wohing pakarti,hukum sebab akibat akan berlaku,mengapa kejahatan manusia seolah dibiarkan terus ,sebenarnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang,selalu memberi waktu pertobatan,kalau ada makluk yang berlagak sebagai hakim Agung maka,kelak juga akan diukurkan juga perbuatannya itu.
DiturunkanNya Azab
Oktober 21st, 2011 pada 09:20
@Dalbo dan rekan…
Nuwun sewu..
@ sdr Azab, nah..tu kan anda terburu2 lagi, baca tulisan sy…
Lho kok..? lha buktinya masih di tanyakan lagi dan lagi..
kan sy bilang rujukanaya ” Kemanusaian yg adil dan ber adab” bukan “berazab” kalau anda manusia Indonesia pasti tahu kalo ini landasan dasarnya adalah Pancasila, titik (no coma) tidak perlu di pertentangkan, kalau dlm khasanah Jawa ada falsafah Memayu hayuning bawana, artinya ikut menjaga, memelihara Buana bumi dan segala isinya termasuk manusia,
Lha kalau menurut anda Yang paling benar rujukanya pd agama dan mutlak kebenaranya, ya saran saya, ber agamalah, dan aplikasikan ke “paling benaranya” dan ke mutlakanya titik ( no coma)
Azab: Apakah yang “relatif” bisa menjadi rujukan???
yang menurut kamu baik…bisa jadi ada buruk di baliknya, atau yang kamu anggap buruk…bisa jadi ada kebaikan di dalamnya. Menurut kamu baik, menurut saya buruk atau sebaliknya.
Jadi…sudah harus ada rujukan yang pasti dan mutlak.
Kalau kebaikan/keburukan dinilai menurut selera masing2 jelas menjadi keos…
Dalam segala aspek kehidupan, suka maupun tidak suka, sadar maupun tidak disadari…semua sudah tentu ada rujukannya yang dinilai “paling benar”. Dalam agama tentulah yang “mutlak benar”.
———————————————————————————————-
Dalbo: walah walah mas…lha terus kapan kita ada waktu untuk ber buat kebaikan kalu berfikiran mbulet terus begitu,,,dan di topik ini kan dah jelas ngebahas seluk beluk hukum karma.
……………………………………………………………………………………….
****
baik & buruk, benar & salah adalah ‘relatif’.
Di atas itu semua adalah yang Hak dan yang Bathil (Al Furqan).
Hanya Islam yang mengajarkan dan menjelaskan secara lengkap pengetahuan tentang yang Hak dan yang Bathil itu. (yang lainnnya?!….heh).
Yang Maha…adalah Yang Mutlak ber-Hak.
Azab: Sekarang saya bertanya dulu kepada anda…
Apa yang dimaksud dengan “manusia yang sempurna” itu…ditunggu!
Dalbo: Lha tu kan lagi2 anda nggak nyemak dan terburu2 baca tulisanku,..
kan sy bilang manusia yg sempurna ya itu manusia yg mempunyai kekurangan komplit dg kelebihanya titik (no coma)
Azab:Dan kamu terlihat belum paham dengan arti dari kata “Maha” itu sendiri.
Dalbo: Belum paham???hmm mungkin sj tapi yg jelas antara sy dan anda berbeda cara memahami arti “maha” itu,
BERBEDA, boleh kan?
yu ginten klelegen ulo, mangan bakwan nggo lawuhe..
cekap semanten piatur kulo, iki wis awan aku tak nyambut gawe…..
Golek rejeki….yuk….sapa yg ikut….
Asah, asih asuh..
Dalbo with mesem…
………………………………………………………………………………………
jadi jelas ya…sebagai resume pelajaran yg lalu, saya ulangi:
manusia yang ‘sempurna’ penciptaanNya adalah Imamul muttaqin. (nabi Adam sbl turun).
diturunkanNya menjadi khalifatullah wan nafs
diangkat kembali menjadi Insan Abdilah.
Sesungguhnya ‘nafsu’ mu…senantiasa membawa mu ‘manusia’ kepada kejahatan.
Salam
DiturunkanNya Azab
Oktober 21st, 2011 pada 15:25
tidak ada yg menyalahi siapa2 bukan?! Semua petunjuk telah diturunkanNya.
Selanjutnya silahkan anda jelaskan pertanyaan saya berikutnya:
dan tentang “relatif”:
Tunjukkan dan sebutkan apa yang “tidak relatif” dan “tidak berubah-ubah” di muka bumi ini, termasuk di muka anda!….ditunggu!
BAYANGAN
Oktober 21st, 2011 pada 15:42
tidak ada yg menyalahi siapa2 bukan?! Semua petunjuk telah diturunkanNya.
Selanjutnya silahkan anda jelaskan pertanyaan saya berikutnya:
dan tentang “relatif”:
Tunjukkan dan sebutkan apa yang “tidak relatif” dan “tidak berubah-ubah” di muka bumi ini, termasuk di muka anda!….ditunggu!
————————————————————————————-
jawabannya tuh tetep sama ja…. RAImu tuh RATA.
Dalbo
Oktober 21st, 2011 pada 20:45
Nuwun sewu…
@ Diturunkanya Azab, Ts, Bima dad siapa saja namau…
setelah aku coba kontemplasi, merenung tentang ayat2 sucimu dan mencari2 jawaban yg anda tanyakan, tanyakan dan tanyakan lagi..akhirnya timbulah ilham dlm diriku…
jadi jawabanya adalah ” FUCK YOU!!!!!!!! tolong bilang sama Tuhan mu “FUCK YOU!!!!!
Dalbo with mringis….
Kaget
Oktober 21st, 2011 pada 21:44
Coba liat ke kaca. muka mas berubah ubah ga? ga berubah kan.. bagus lah.. itu artinya mas harus sadar kalo ternyata muka mas sangat JELEK AUUUDDUUUBIILLAAHHHH MINZALIIIQQQQQQQUMMMMBAHHHDULLUUUUU.. BIAR GANTENG….. NGIMPIIIIIII…..
DiturunkanNya Azab
Oktober 21st, 2011 pada 15:55
yang belum sanggup, silahkan duduk manis di tepian blog…
awas tergelincir ya…
BAYANGAN
Oktober 21st, 2011 pada 15:58
yang belum sanggup, silahkan duduk manis di tepian blog…
awas tergelincir ya…
—————————————————————
wewewewewewewewe……….. ternyata ni orang lamur tiba’e. KATARAK PARAH !!!!!!
tanwaskita
Oktober 21st, 2011 pada 18:00
@ Semua, dan Diturunkanya Azab – aka Mas Bima/TS/Domba Game Bel/Biang Ngeles,dll
Fyi – untuk info anda – sekedar copy paste dan sedikit tambahan ……….
….Lha wong blog Islam -Islamlib dot com – saja diserang oleh orang2 Islam sendiri, apalagi blog kejawen ! ….
Bima,TS,Temannya Bima,War Ning,Domba Botak, Domba Game Bel,dll, menunjuk pada orang yang sama, Mas Bima/TS. Operator Ngumpet/Diturunkannya Azab kalau bukan Mas Bima , ya kembarannya Bima, sami mawon ! Menurut Mas Bima dengan bermacam-macam nama ini, versi Islamnya lah yang paling benar …. Mas Bima mau blog ini dibubarkan saja, tapi beliau bilang begitu dengan nama/avatar lain…. Pernah Mas Bima ini nulis, dengan nama lain ‘ Mas Bima dah lama ga muncul, pertanyaan2 beliau banyak yg ga dijawab …’ Mas Bima mungkin berpikir orang2 di blog kejawen ini begitu dungunya, mereka tidak akan tahu bahwa tulisan itu adalah dari Mas Bima sendiri .
Saya tidak habis berpikir kenapa Mas Bima …. betah di blog kejawen ini ….Apakah di luar sana tak ada blog Islam yang bisa membuat Mas Bima betah ? Jawabnya mungkin saya harus tanya rumput yang bergoyang …. Tapi, bahwa Mas Bima , dengan cem macem nama itu, betah disini, ini merupakan bukti bahwa blog ini memang …ruarrr biasa ! Acungan jempol untuk Mas Sabda dan komentator2 yang ikut membuat blog ini
…. dahsyat …….
Pernah Mas Sabda …menanggapi Mas Bima, ada semacam perdebatan …. Tapi, saya pikir itu …. buang2 waktu Mas Sabda saja …. Mas Bima/TS/Temannya Bima/Domba Botak/Domba Game Bel/War Ning/Operator Ngumpet dan sekarang DITURUNKANNYA AZAB biarkan jadi …. dirinya sendiri. Selama blog kejawen ini masih BAGUS, selama itu pula Mas Bima bin Diturunkannya Azab akan selalu berusaha mengislamkan siapa saja ….
Oh, Mas Bayangan dan yang lain2 – yang belum tahu Mas Bima – mungkin perlu sedikit tahu latar belakang oknum utusan tuhan (?) ini.Mungkin kita perlu fokus pada kejawen saja, bukan pada utusan keblinger yg mau … blog ini bubar…. Blog ini membuat Islam – versi Mas Bima/Domba Botak/Biang Ngeles/Diturunkanya Rahmat …ooops Azab – tidak laku.
Kalau Mas Bima aka TS membaca ini, semoga Allah semua mahluk selalu memberkati dan menyertai anda,dan ingat kata Allah – BUKAN kata saya – …Agamamu untukmu, agamaku untukku ….Tak ada paksaan dalam agama …
Salam katresnan
Kaget
Oktober 21st, 2011 pada 21:37
Rumahnya daerah kumuh ya mas.. kok diturnkan asap… foging ya.. kesian
awas digigit nyamuk mati…..
BAYANGAN
Oktober 21st, 2011 pada 21:34
oce….. adimu ni dah ngerasa kok mas….. beberapa sanepan ja yg q tuliskan, kalau memang dia bisa memaknainya, pasti dianya akan berpikir. kalau toh tak jawab. ntar malah bikin uring**ang dan memerah wajahnya seperti yg lalu**. karena lidah ini sudah tidak lagi memiliki tulang, ya jadinya seperti itu. Dah puluhan tahun saya berhadapan langsung dengan yg namanya dedengkotnya si itu mah, puluhan dalil dan hadis dah di keluarkan olehnya…. tapi untungnya ya itu… jadi tau maksud sebenarnya…
( PS… pernah tuh langsung dia sama bokap di gampar pakai KITAPNYA , tepat di wajah, saat mengeluarkan FATWANYA, di depan murid**nya. saat menghina keluarga kami gara** tugasnya sebagai makelar TANAH tidak berhasil mengelabui keluarga kami, dan dia tidak bisa menunjukkan di mana letak dan sifat YA HU, juga menjabarkan dengan lantang di depan murid**nya tentang letak dan sifat sahadat 7 yg di dalamnya jg termasuk sahadat sariat ( lesan) sebagai syarat di relakannya dan di setujui keinginannya atas tanah kami).
BAYANGAN
Oktober 21st, 2011 pada 21:47
Tambahan :……..
kalau memang pingin muka jadi merah, kuping membara, jantung merekah menahan amarah, la monggo aja….. kan dah ada dlm syair lagu perkenalan siapa aku bila pingin kenal… hehehehhehhe
Kaget
Oktober 21st, 2011 pada 21:50
Warning untuk kaum wanita yang sedang menstruasi. bahaya pada saat melakiukan ibadah haji. saat itu adalah waktu yg tepat untuk anda menjadi korban penculikan perkosaan dan pembunuhan. hukumnya adalah wanita yg diperkosa adalah BUNUH WANITANYA. pemerkosanya ngeloyor pergi.
Berita di tanah air menyatakan Nama X hilang di tanah haji. nama X meninggal di arab. padahal hilang entah kemana
tanwaskita
Oktober 22nd, 2011 pada 04:32
@Mas Amar Makruf, Mas Bayangan, Mas JS,Mas Agus Quraisi,Mas Dalbo, Mas -go on- O’on – Mas/Mbak Kaget, dan Mas2/Mbak2 yang lain yang peduli dan baik hati,
Dengan hormat dan katresnan,
Ini saya copy/paste dari ATUR SABDO PAMBAGYO di blog ini. Saya sering lupa untuk eling lan waspada …. Kita kan bangsa Nusantara, bukan (se) bangsa SETAN KOBER ………………………
Klabang iku wisané ånå ing capité.
Kålåjêngkíng wisané múng ånå pucúk buntút (êntúp).
Yèn ulå mung dumunúng ånå untuné ulå kang duwé wiså.
Nangíng yèn durjånå wisané dumunúng ånå ing sakujúr badan
(Bisa Lipan terletak dicapitnya, bisa kalajengking hanya terdapat di ujung ekornya, bisa ular hanya terdapat di gigi taringnya saja, tetapi manusia durjana seluruh badannya berbisa)
♥♥♥
Ajiníng dhiri iku dumunúng ånå ing lathi lan budi
(Harga diri seseorang terletak di dalam ucapan dan budi pekertinya)
♥♥♥
Wóng iku kudu ngudi kabêcikan, jalaran kabêcikan iku sanguníng uríp. Wóng kang ora gêlêm ngudi kabêcikan iku prasasat sétan
(Setiap orang harus berusaha melaksanakan kebajikan, sebab kebajikan itu sebagai bekal hidup. Orang yang tidak mempedulikan kebajikan adalah sebangsa setan)
♥♥♥
Ngèlmu iku kêlakóné kanthi laku, sênajan akèh ngèlmuné lamún ora ditangkaraké lan ora digunakaké, ngèlmu iku tanpå gunå
(Ilmu diperoleh dengan usaha yang giat, walapun banyak ilmu jika tidak disebarluaskan dan tidak dimanfaatkan, ilmu tersebut tak kan berguna apa-apa)
♥♥♥
Wóng linuwíh iku kudu biså ngêpèk ati lan ngêpénakaké atiné liyan. Yèn kumpúl karo mitrå kudu biså ngêtrapaké têmbúng kang manís kang pêdhês, sêpêt, bisa gawé sênêngíng ati. Yèn kumpúl pandhitå kudu biså ngómóngaké têmbúng kang bêcík. Yèn ånå sangarêpíng mungsúh kudu biså ngatónaké kuwåså pangaribåwå kaluwihané
(Orang punya kelebihan harus bisa mengambil hati dan menentramkan hati orang lain, jika berkumpul bersama kawan-kawan harus bisa menyesuaikan ucapan yang manis, yang pedas, yang sepet, bisa membuat gembira hati orang lain. Bilamana berkumpul dengan pendhita harus bisa berucap secara sopan dan baik. Bilamana berada di depan musuh harus bisa memperlihatkan wibawa dan kelebihannya)
♥♥♥
Åjå sênêng yèn dèn alêm, åjå sêngit yèn dèn cacad
(Jangan senang jika dipuji, jangan sakit hati jika dicela) ………………………………………
Salam katresnan copy/paste
Kaget
Oktober 21st, 2011 pada 22:04
Sudah pinter ya mas.. ckckck calon nabi.. kok maen blog??? ceramah di tv donk… jgn bisanya cuma ngumpet ga kliatan muka. SETAN donk eh SYAITON kamu mas. kamu ngefans yg mana Sutet jefry Santet alhammmdullliillliilliillalalalalalalaliilliiii… yg mana? ckckck ooow… Abubekasbakas pantat Wasir ya… kacian banget… pantat diikutin
joko sembung
Oktober 26th, 2011 pada 15:05
wahh… kang dalbo…jangan sampai kemarahan akang membuat gunung berguncang.. lautan tsunami.. bumi gempa .. eling eling.. khusnul khotimah, khusnul khotimah !
Tisning
November 3rd, 2011 pada 09:40
@Joko Sembung
Apa kabarnya,bagaimana depok banjir nggak ??
@Dewi
Salam kenal kenal
@BAYANGAN
Apakah yang akang ketahui tentang “Bintang Sembilan”,saat itu peristiwanya seseorang sdg nglakoni kungkum,pada 2/3 malam datanglah simbilan cahaya putih keperakan dan ketika dekat ternyata berbentuk cahaya bintang dan merasuk ke tubuh dari ujung kaki hingga kepala,saat itu pula diberikan nama dan kuncinya.Saya mencoba bertanya ke para wikan daerah tengah dan barat tapi tapi tdk ada yg tahu,ketika saya jalan2 di pedalaman jabar ada seseorang yg tahu,dia bilang benar itu sdh masuk hanya perlu perawatan saja.Informasi langit yg pernah sy terima itu untuk kejayaan masa lalu,tapi masa depan butuh lebih dari itu,karena tantangan dan kondisi yang berbeda,kelak akan ada seseorang yg terpilih yang akan menerima tambahan bintang lagi.
kalau cahaya yg diterima Karebet ketika di tepi Bengawan Solo yg dilihat Ki Banyubiru,bentuk dan warnany apa kang ?apa pula sebabnya ,tdk bertahan lama?Konon kabarnya nanti akan kembali ke karebet saat dia wajib militer lagi,akankah ini masanya ?kalau itu benar berarti yogya dan solo akan kehilangan pamor dan akan kembali ke Hadiwijoyo=pemimpin yang membawa kejayaan
sugeng injing
BAYANGAN
November 3rd, 2011 pada 11:52
Apakah yang akang ketahui tentang “Bintang Sembilan”
—————————————————————————————
bintang 9 itu nama lain, yg lebih ngeh adalah 9 lobang manusia, oleh sebab itulah kapan hari q menyinggung sahadat jasad jangkep ( sembayang badan / rogo = penyucian raga )
kelak akan ada seseorang yg terpilih yang akan menerima tambahan bintang lagi.
————————————————————————————-
semuanya punya yg ini, tapi sinarnya belum mampu menembus keluar dr badan. yg kepilihh itu yg bisa memancarkan cahaya hingga tembus badan sumebar madangi awang**
kalau cahaya yg diterima Karebet ketika di tepi Bengawan Solo yg dilihat Ki Banyubiru,bentuk dan warnany apa kang ?apa pula sebabnya ,tdk bertahan lama?
——————————————————————————————–
pernah nyalakan lilin ? lihat warna yg paling dekat dengan sumbu lilin. tdk tahan lama, biasalah…… namanya juga manusia punya keinginan…..
Konon kabarnya nanti akan kembali ke karebet saat dia wajib militer lagi,akankah ini masanya ?kalau itu benar berarti yogya dan solo akan kehilangan pamor dan akan kembali ke Hadiwijoyo=pemimpin yang membawa kejayaan
———————————————————————————————
waktu yg akan menjawabnya, yg punya dah nyengir di tahan…………
@DEWI
Ah, mas bayangan ini bisa aja deh, masak ngrasani/ mengguncingkan keraton aja udah terasa ‘semriwing-semriwing’…
———————————————————————————–
Jeng DEWI ini….. masak q di ajak joget terus……. kan encok bisa kumat …….
bukan itu jeng maksudnya ( asal usul semua itu terjadi itu lo yg bikin bbbrrrrrr……… semriwing……… ) kalau keraton dan pemangkunya mau di bahas sampai jontor bibir ni, ndak masalah. Tapi pas mau mbahas, da yg kipas** sambil senyum di depan q. iya kalau langsung mesra, la kalau langsung benci kan berabe….. piss…
Tisning
November 3rd, 2011 pada 15:14
Bayangan,sebenarnya di koordinat berapa ?Wah,pancen blog iki isine werno-werno,enek sing seneng,sebel,seneng,senep!
Wah,soal bintang songo ,kulo mbonten sarujuk,kula benten pamanggih.Manawi ingkang kakang kajengaken meniko ketelah lubang songo,lajeng sinten mawon ingkang saget meper babahaan howo songo menika kalebet tiyang ingkap sampun meneping galih,sumeleh.Sak lajengipun,saget ning,nung.Sanajanto inggih memper anamung benten.Meniko pamanggih kulo lho kang.Nyuwun pangapunten menawi benten.Awit duk kolo semanten cahyanipun byar petak .
Bade nyuwun prikso,sejatosipun panjenengan meniko saking pundi,to?
Tisning
November 3rd, 2011 pada 15:30
@Bayangan
Tadi saya kena moderasi,lagi !
saya semakin yakin kalau saya ini dimonitor terus,saya jadi agak grogi ,dalam menulis,Atau memang diblog ini berbagai macem pihak telah menyari ditempat ini,ya !
Tapi ,saya merasakan kang “BAYANGAN “,saya mengenalnya,mungkin waktu wajib turun bumi(WTB).Apa waktu di kurusetra atau di padang pasir,atau di hutan tarik ?
BAYANGAN
November 3rd, 2011 pada 17:57
Wah,soal bintang songo ,kulo mbonten sarujuk,kula benten pamanggih
————————————————————————————————–
yang saya maksud bintang 9 adalah…..
( mulut itu awalannya, dia punya jalur menuju ke tempat……… di sana ada bintang (tempat sucinya badan)
( begitu juga yg lain** mata, hidung, kuping, lobang air, lobang kotoran. Masing** punya bintang. pas bersinar pertama kali kayak di tusuk jarum ( cessss….. )
atau mungkin saja saya yg belum di kaweruhi ma 9 bintang yg kakang tisning maksud. mudah**an nanti da yg mampir bawa buku trus di uji cobakan
Tapi ,saya merasakan kang “BAYANGAN “,saya mengenalnya,mungkin waktu wajib turun bumi(WTB).Apa waktu di kurusetra atau di padang pasir,atau di hutan tarik ?
—————————————————————————————
Banyak sekali siluet yg masuk, yg paling jelas terlihat posisinya mesti saat sedang berdiri sendiri. Kalau toh saat rombongan, biasanya itu pas salah tempat, trus di tarik paksa naik andong, kadang juga cikar ( kereta di tarik sapi ) lalu di bawa ke suatu tempat dan di lepas sendiri lagi.
Gambaran situasinya selalu dalam keadaan santai ( tidak ada perang / goro** apapun ).
Entahlah kakang……. mungkin suatu saat nanti ada jawaban tentang ini. karena biasanya da yg mampir ( kadang da yg datang langsung nusuk** seluruh badan, entah pa yg di cari. Kadang da yg datang trus cuma lihat wajah, kadang da yg datang senyum** aja, malah da yg hrs q uber** karena tingkahnya aneh, dan lain sebagainya)
coba nanti tak urute lagi…. siapa tau q waktu itu dah pikun, atau amnesia karena suatu hal.
1 Trackbacks / Pingbacks
Mengenal Hukum Karma | Dongeng Budaya Oktober 13th, 2011 pada 17:29
[...] http://sabdalangit.wordpress.com/2011/07/26/seluk-beluk-hukum-karma/ [...]