satria piningit semakin dekat
Sabdapalon-Noyogenggong, Satria Piningit, Ratu Adil
Prakata
Sabdalangit salut terhadap segenap upaya generasi bangsa masakini yang peduli dengan nilai-nilai tradisi dan budaya lokal yang pernah mengantarkan bumi nusantara pada era kejayaannya. Dan berupaya menelusuri jejak sejarah kebesaran para leluhur bangsa yang tengah terpuruk ini. Bagaimana kita dapat menghargai bumi nusantara tanpa kita tahu dan peduli apa yang terjadi, apa dan bagaimana saja perjuangan para leluhur besar di masa silam. Seperti kita ketahui, bangsa ini banyak terdapat kepalsuan sejarah, dari masa sejarah kuno, ordebaru hingga orde reformasi. Negara penuh dengan kepalsuan, kemunafikan, dan pembohongan publik. Bagaimana ‘jiwa dan raga’bangsa ini akan sehat sentosa, sementara konstruksinya terdiri dari ‘daging dan darah’ yang kotor, busuk, bau dan banyak penyakit. Kebenaran ditutup-tutupi dengan ‘cadar’ agama, dengan kekerasan fisik, ancaman-ancaman dogmatis, dengan tindakan-tindakan anarkhis, dengan kekuatan dan kekuasaan yang legal maupun ilegal.Banyak pula yang berani mengklaim diri sebagai pahlawan yang mengaku paling suci dan dijamin menjadi ahli syurga, dan mengaku pembawa ‘obor’ kehidupan dilengkapi dengan bom penghancur ‘dunia kegelapan’, serta mengaku sebagai pembawa ‘tongkat’ penegak kebenaran. Tindakannya hanya menghasilkan kesan kuat dalam masyarakat sebagai wujud moralitas dan tindakan jahiliah/bodoh yang di wajahnya tersirat nafsu angkara murka.
Ironis, tradisi dan budaya luhur moyangnya sendiri dianggap sebagai sumber kesesatan, musyrik, syirik, maka dari itu harus dihancurleburkan agar tidak mengganggu sepak terjang para pengaku ‘utusan’ Tuhan. Sebaliknya, mereka lebih menghargai nilai-nilai tradisi, budaya, dogma, yang diimpor dari leluhur bangsa lain. Namun tampaknya berbagai tindakan mereka yang anarkhis tidak membuat orang-orang bergidik untuk kembali menelaah nilai nilai luhur budaya dan tradisi leluhur kita sendiri yang terbukti pernah membawa pada era kejayaannya.
Sudah menjadi kehendak hukum alam, menjadi rumus Tuhan, bahwa kebenaran tak pernah kalah oleh kebathilan. Sekalipun kebenaran itu datang terlambat. Jika sudah tiba saatnya Tuhan berkehendak, maka tampaklah yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Hanya saja, tugas manusia harus eling dan waspada, sebab datangnya kebathilan, kejahatan, kedengkian, kemunafikan kadang lahir justru dari pemikiran-pemikiran fanatik, tekstual dogmatis, kedangkalan fikir, bahkan unsur manipulasi dalam memahami kitab suci apapun namanya. Jika penelaahannya mengesampingkan anugerah Tuhan paling besar yakni akal sehat, jiwa yang bening, hati yang bersih, atau malah memanipulasinya untuk kepentingan kelompok, golongan dan melegitimasi suatu tindakan brutal dan anarkhis, niscaya agama dengan dogma-dogmanya menjadi instrumen atau alat yang canggih untuk mengancurkan rumus-rumus Tuhan dan tatanan dunia itu sendiri. Manusia lebih sering kesulitan membaca tanda-tanda kebesaran (bahasa) Tuhan. Manusia menjadi tidak menyadari bahwa kebenaran bisa datang tidak selalu melalui dogma agama dan kitab suci, tetapi langsung dari Tuhan melalui bahasa alam. Sayangnya, kita lebih sering menafikkan dan mengingkarinya secara sinis dan membabi buta. Mudah-mudahan seluruh pembaca tulisan ini tidak termasuk tipe manusia demikian. Sebab itu dalam budaya Jawa dianjurkan kepada setiap orang untuk arif dan bijaksana dalam membaca tanda dan gejala alam, sehingga manusia bisa memahami maksud dan kehendak Tuhan, (Jawa:nggayuh kawicaksananing Gusti).
Wirayat Gaib
Menyibak misteri siapa sejatinya sang tokoh kembar bersaudara Sabdopalon dan Noyogenggong. Banyak analisa dan penafsiran yg mendekati pemaknaan yg masuk akal dan dapat menjelaskan secara rinci kronologi dan eksistensi Sabdapalon-Noyogenggong. Prediksi-prediksi atau ramalan yang ditulis sejak zaman dahulu seperti dalam serat Kalatida R Ronggowarsito, Jongko Joyoboyo ing Kadhiri, KPH Cakraningrat, ISKS PB III,IV (serat Centini) dan PB VI berupa sanepan/cangkriman/ tebakan yg sulit ditafsirkan secara harfiah/wadag semata melainkan hrs melalui olah batin yg mendalam. Kecuali KPH Cakraningrat ada juga yg lebih lugas ditafsirkan yakni dalam serat Wedhatama karya Gusti Mangkunegoro IV dan Babad Centini sejak PB III s/d PB V, lebih eksplisit anda dapat meraba-raba siapa sebenarnya Sabdapalon & Noyogenggong.
Beliau Sabdapalon dan Noyogenggong bukanlah Satrio Piningit (SP)seperti disebut sebagian orang. Beliau entitasnya sudah ada sejak 2500 tahun lebih, tentu saja sebelum dialektika misteri SP muncul dalam satra-sastra kuna. Beliau bukan pemimpin atau raja tetapi sosok yang selalu mengasuh (Jawa:momong) kepada setiap raja-raja besar di bumi nusantara. SP konotasinya adalah kesatria yang berperan sebagai pahlawan atau pemimpin spiritual dan negarawan namun statusnya sebagai ksatria sulit disangka diduga. Sebelum beliau memimpin bangsa figurnya sulit terekspose oleh masyarakat umum, kecuali orang yang memiliki mata batin tinggi. SP tidak lain adalah Ratu Adil (RA). SP atau Ratu Adil adalah kesatria yg amat tersamar jati dirinya, maka disebut juga Satrio Piningit. Beliau TIDAK AKAN PERNAH MENGAKU (mengklaim) kepada khalayak apalagi mengekpose dirinya di depan publik sebagai Satrio Piningit atau Ratu Adil. Tetapi orang lain lah yang akan menjulukinya, karena seluruh karakter pribadi dan perjuangannya sesuai dengan misi sang Kalipatullah Paneteb Panatagama, Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu, Ratu Adil Herucakra, yang tanda-tandanya telah diungkapkan lebih dahulu dalam prediksi-prediksi kuno. Ratu Adil akan menjadi asuhan penasehat/pembimbing/dahyang para raja-raja besar dan pengasuh seluruh manusia Jawa yakni Sabdopalon dan Noyogenggong. Jadi konsep Sabdopalon-Noyogenggong, dengan Satrio Piningit atau Ratu Adil konsepnya berbeda, berdiri sendiri tetapi memiliki untaian atau rangkaian peranan yang sangat erat. Mereka akan hadir sebagai kepanjangan tangan Tuhan (kalifatullah), pemimpin (imam mahdi/messiah/ herucakra) yang bersifat universal meliputi seluruh agama, bangsa, suku, ras, golongan dalam upaya penyelamatan bumi khususnya bumi nusantara.
Sabdalangit tidak akan membahas panjang lebar tentang konsep Sabdapalon-Noyogenggong. Tetapi akan mengupas makna dalam kiasan sastra kuno, tentang misteri SP atau RA dan kaitannya dengan Sabdapalon-Noyogenggong serta tanda-tanda zaman akan kehadirannya. Puji syukur kepada Tuhan YME, setelah melalui ‘laku’ spiritual yang sangat lama, Sabdalangit telah memperoleh sedikit sekali gambaran dan jawaban atas misteri besar tersebut.
Ratu Adil Berbeda dengan konsep Sabdopalon-Noyogenggong, Ratu Adil memiliki konsep sendiri yang jelas dan tegas. Ratu adalah sosok atau tokoh jenis kelamin perempuan yang menjadi ‘raja’ atau pemimpin, atau negarawan. Menjadi ‘ratu’ atas bangsa ini, dengan dasar sikap adil, bijaksana, jujur dan tegas (senjata trisula wedha) dan ‘pedang katresnan‘ sangat tajam berupa niat suci, dengan lautan kasih sayang. Bernaung di bawah payung kuning (kebenaran). Ratu adil berasal dari gunung srandil (puncak keprihatinan, topo broto, topo ngrame, loro wirang).
Berada di dalam kandungan/rahim ibu selama lebih dari telung podho (3 tahun) sebagai topo brotonya. Jiwanya telah digembleng oleh para leluhur besar bumi nusantara. Ratu adil dari tanah arab (kebetulan agama Islam) yang menegakkan ‘gomo budi’. Gomo budi bukan berarti secara harfiah adalah agama budha, tetapi menjunjung tinggi budi pekerti (Islam:hablum minannas) yang luhur apapun landasan agamanya. (lihat; Betal Jemur Quraisyin Adammakna/kitab betal jemur jilid 7). Kelak bumi nusantara akan adil, subur, makmur, menjadi ‘kiblat’ dunia, pada saat nanti masing-masing suku bangsa akan menghidupkan kembali nilai budaya leluhur bumi nusantara yang pernah mengalami masa jayanya di masa silam. Perbedaan suku, ras, agama justru menjadi bahan untuk membakar semangat Bhineka Tunggal Ika, bermuara pada keutuhan dan kesatuan bangsa, di Bumi Nusantara.
Ciri-ciri Ratu Adil
1. Ratu Adil: ratu memiliki makna seorang perempuan pemimpin nan cantik luar dalam, adil dan bijaksana sebagai pemimpin bumi nusantara menggapai kemakmuran, kesejahteraan, ketenteraman dan kebahagiaan.
2. Seorang yang memakai Nama Tua ; bukan berarti sebutan spt embah, ki, kyai, dst, melainkan nama tua yang sesungguhnya spt misalnya ‘Sekar Kedaton …..’
3. Senjata Ratu Adil; Pedang sirullah (pedhang katresnan) rahsa sejati, senjata ratu adil antara lain berupa ‘pedang sangat tajam’ berupa niat suci dan lautan kasih sayang kepada sesama tanpa membedakan apa agamanya, suku bangsanya, ras dan golongannya.
4. Di bawah payung kuning; keberanian berdiri di atas dasar kebenaran yang bersifat universal.
5. Lumuh bandha; walaupun Ratu Adil kelak merupakan sosok yang sukses ekonominya dan makmur, sejahtera, tetapi hidupnya tidak gila harta, justru dengan kekayaannya akan didermakan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan, sebab Ratu Adil gemar membantu orang-orang yang menderita, kesusahan dan kesulitan.
6. Kalipatullah panetep panatagama; lahir di bumi nusantara untuk mengemban amanat Tuhan YME, sebagai pemimpin yang memberikan banyak pelajaran tentang makna hidup di muka bumi (nusantara) agar supaya manusia mampu memahami makna sejatinya dari agama. Pemahaman agama yang mendalam akan menumbuhkan rasa saling menghargai, bahu membahu, serta membantu seluruh umat beragama agar dapat memahami apa hakikat sesungguhnya agama itu sendiri, sehingga tidak ada lagi konflik antar agama, primordialisme, rasisme, sikap ipokrit. Minimal di bumi nusantara.
7. Bayi calon Ratu adil dilahirkan oleh seorang ibu yg rambutnya sudah keluar uban, didampini dua bayi laki-laki yg wajahnya tampan rupawan sebagai saudara kembarnya. Bayi calon ratu adil lahir dari rahim ibu sekaligus kembar tiga (triplet), satu perempuan di tengah yang dua laki-laki sebagai kakak dan adik kembarnya. Kakak kandung Ratu Adil, sejak masih di dalam rahim ibu sudah terdapat tanda-tanda memiliki talenta luarbiasa dalam bidang medis, sedangkan adik kandung ratu adil, sejak masih di dalam rahim ibunya pula telah memiliki keajaiban super jenius yg kemampuan otaknya tidak bisa diukur. Kelak, sejak lahir ketiganya menjadi aset bangsa Indonesia yang akan mampu membawa kemakmuran dan keadilan seluruh rakyat.
8. Ketiga bayi tersebut, sejak lahir (bahkan sejak dlm kandungan ibu) sudah bisa berkomunikasi dgn ibu dan bapaknya. Sebagai persiapannya menjadi aset besar bangsa dan calon penyelamat bumi nusantara, ketiganya digembleng sejak masih di dalam rahim ibunya tentang berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu ‘linuwih’. Karenanya Ratu Adil sejak lahir sudah membawa talenta dan kemampuan luar biasa dalam hal ilmu agama, kesaktian, joyokawijayan, olah kanuragan (beladiri), kawaskitan lahir batin yg sangat tinggi, arif bijaksana, luhur budi pekertinya (sebagai warisan dari ibunya). Ratu adil memiliki keahlian dlm bidang tatanegara, politik, hingga kesenian misalnya beksa atau menari, seni tembang jawa, dan pandai pula dalam tataboga.
Sejak masih di dlm kandungan rahim ibu, badan halus/ruhnya, sudah digembleng oleh para leluhur eyang-eyangnya sendiri dari kalangan priyayi dan bangsawan (garis keturunan dari sang ibu) yang dahulu menjadi Natapraja Ratu Gung Binatara. Dengan materi pelajaran meliputi ilmu kesaktian, kedigjayaan, tatanegara, hukum, politik, ekonomi, kesenian (menari dan tembang), memasak. Materi pelajarannya termasuk di antaranya serat Wulang Reh, Wulang Sunu, sejarah, berbagai macam suluk, kitab Wedhatama, Babad Centini, Pangreh Praja dan masih sekian banyak lagi kitab-kitab Jawa masa lampau. Keluhuran budi pekerti Ratu Adil diperoleh dari ibunya yang telah banyak sekali mengajarkan tentang keluhuran budi pekerti dan kebersihan hati sejak masih di dalam kandungan. Calon Ratu Adil juga mendapat bimbingan oleh para leluhur garis keturunan dari bapaknya yang dari kalangan rakyat biasa sekaligus keturunan kyai, meliputi kesaktian, sipat kandel, diajarkan pula makna makrifat islam dan hakikat dari semua agama yang ada di bumi nusantara. Ruh calon ratu adil, atas kehendak Tuhan YME, sudah dipersiapkan dan direstui oleh para leluhur besar bumi nusantara, termasuk para raja dan seluruh ratu/raja dari jagad gaib, di antaranya Kanjeng Ratu Kidul, Betara Kala, serta seluruh pembesar dari jagad maya di seluruh bumi nusantara memberikan doa dan memberikan restu kepada Calon Ratu Adil untuk kelak menyelamatkan dan memimpin bangsa ini menuju masa kejayaannya kembali.
PREDIKSI; atas dasar ketajaman
RAHSA SEJATI
Untuk mengurangi kontroversi dan kesimpangsiuran, sejenak Sabdalangit mengulas tentang sejatinya Kanjeng Ratu Kidul. Beliau entitasnya sebagaimana manusia adalah tetap sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Beliau sangat religius, arif bijaksana, juga menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beliau bukan jin, bukan siluman, bukan sebangsa setan. Kanjeng Ratu Kidul adalah titisan dari bidadari yang diizinkan Tuhan menjadi ratu jagad maya pesisir selatan. Tuhan menciptakan entitas Ratu Kidul supaya menjadi bandul keseimbangan antara alam gaib dan alam nyata. Semestinya antara manusia dengan makhluk gaib, membangun sinergisme; dengan saling “silaturahmi”, menghargai, memiliki hubungan simbiosis mutual, serasi dan harmoni dalam bahu membahu menjaga alam semesta dari kerusakan. Manusia dengan makhluk gaib pada arasnya dapat saling melengkapi, saling mengisi kelemahan masing-masing. Tetapi manusia sering takabur, merasa sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna sehingga lebih suka menyia-nyiakan, menghina, aniaya, dan merendahkan, terhadap makhluk gaib (yang juga ciptaan Tuhan) secara pukul rata. Padahal kesempurnaan manusia hanya tergantung akalnya saja. Bila akal digunakan untuk mendukung kejahatan bukankah manusia tidak lebih mulia daripada binatang yang paling hina sekalipun.
Tidak seluruh makhluk gaib itu berkarakter jahat, seperti halnya manusia ada yang berkarakter jahat, suka mengganggu, tetapi ada yang berkarakter baik pula. Tetapi makhluk gaib terlanjur sering menjadi kambing hitam, oleh manusia-manusia “jahat” agar dapat berkilah bahwa mereka melakukan kejahatan karena ulah “si setan”. Bukankah, manusia akan menjadi lebih bijaksana jika mengatakan bahwa manusia melakukan kejahatan karena menuruti hawa nafsunya (NAR/api/ke-aku-an) sendiri yang menjelma menjadi ’setan’. Pembaca yang budiman dapat saksikan sendiri, bilamana bulan suci tiba, setan-setan dibelenggu, tapi kenapa pada bulan puasa tetap saja banyak kasus korupsi, pembunuhan, maling, rampok, penggendam, penipuan, bahkan pernah saya melihat ada orang kesurupan, pernah pula melihat ‘penampakan’!? Mungkin manusia salah mengartikan, setan yang dibelenggu tidak lain adalah nafsu negatif kita sendiri. Dan yang membelenggu hawa nafsu negatif (NAR) tidak lain menjadi tugas kita sendiri, dengan borgol berujud jiwa yang suci (NUR) atau an nafsul mutmainah, dengan artikulasi akal dan budi pekerti yang luhur.
Berbeda dengan konsep Kanjeng Ratu Kidul, adalah Betara Kala disebut-sebut raja makhluk gaib dari ‘dunia kegelapan’. Sebutan itu muncul karena Betara Kala mencari korbannya yakni manusia. Tetapi seyogyanya jangan terburu-buru pada kesimpulan bahwa Betara Kala merupakan makhluk jahat dari dunia gaib yang ‘hitam’. Karakter ‘jahat’nya, karena Betara Kala hanya menjalankan titah atau kodrat Tuhan, sebagai eksekutor/algojo bagi orang-orang yang melawan kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan termasuk eksekutor bagi orang yang melanggar paugeran dan wewaler. Peranan Betara Kala sama halnya dengan Kanjeng Ratu Kidul sebagai penyeimbang antara jagad kecil dan jagad besar. Membangun sinergisme antara dunia manusia dengan dunia makhluk gaib. Jika manusia mempercayai peran-peran tersebut, manfaatnya dalam kehidupan kita sehari-hari justru membangun sikap religius, kita menjadi lebih hati-hati dalam menjalankan roda kehidupan yang penuh “ranjau”. Manusia selalu menjaga diri dengan sikap eling lan waspada. Semakin banyak orang lupa diri; tidak eling waspada, suka melanggar wewaler, maka cepat atau lambat Tuhan pasti memberikan azab, baik dalam bentuk bencana kemanusiaan maupun bencana alam di bumi nusantara.
Sekalipun saat ini semakin banyak orang-orang yang tampak sangat religius, mengaku sebagai pahlawan agama, jago ceramah, namun banyak pula di antara mereka yang sesungguhnya amat dangkal pengetahuannya, ilmunya sebatas “kulit”. Golongan ini tak menyadari jika sedang kekenyangan makan ‘kulit’(syari’at) saja. Selanjutnya muncul gejala semakin gencar manusia tampil sebagai pembela agama baik dengan menghalalkan cara-cara kekerasan maupun pedagog verbal. Semakin banyak jumlah orang-orang yang seolah-olah soleh-solehah, giat pergi ke tempat ibadah, tetapi semakin banyak pula mereka terbukti melakukan perbuatan keji, korupsi, selingkuh, merampok hak orang lain, memperkosa, mencuri, menipu, mencelakai orang, pagar makan tanaman. Tentusaja mereka melakukannya dengan kesadaran sambil mencari-cari dalil yang mengada-ada sebagai alasan pembenar. Kesalahan kecil dibesar-besarkan, namun jelas-jelas kejahatan besar tidak dihiraukan.
PERTANDA KEDATANGAN CALON SATRIA PININGIT
Jangkajayabaya; Sabda Gaib
Babon asli kagunganipun Dalem Bandara Pangeran Harya Suryanegara ing Ngayugyakarta
Sinom
Wirayat kanthi dahuru, lalakone jaman wuri, kang badhe Jumeneng Nata, amengku bawana jawi, kusuma trahing Narendra, kang sinung panggalih suci.
(Tanda-tanda dengan diawali munculnya huru-hara, kejadian zaman nanti, yang akan menjadi Pemimpin di tanah Jawa (Nusantara), seorang keturunan raja, yang memiliki hati suci.
Ing mangke karseng Hyang Agung, taksih sinengker marmaning, akeh ingkang katambuhan, mung kang para ulah batin, sinung weruh dening pangeran, iku kang saged mastani.
(Di saat nanti, sudah menjadi kehendak Tuhan Maha Agung, tetapi sekarang masih di dalam tabir rahasia Tuhan, banyak orang tidak mengetahui, hanya orang yang mau mengolah batinnya, diijinkan Tuhan mengetahui (sebelum terlaksana), itulah orang yang tiada diragukan lagi)
Dene wontene dahuru, sasampune hardi Mrapi, gung kobar saking dahara, sigar tengahira kadi lepen mili toya lahar, ngidul ngetan njog pasisir.
(Sedangkan munculnya huru-hara (ditandai) setelah Gunung Merapi berkobar hebat (meletus) oleh sebab adanya bencana (gempa bumi), (Merapi) terbelah tengahnya seperti sungai, mengalir di dalamnya air (hujan) membawa lahar dingin, arahnya ke tenggara, lahar dingin yang dibawa oleh air, hanyut hingga masuk ke laut selatan.
Keterangan: pertanda ini sudah terjadi pada tahun 2007 lalu.
Glacap Gunung yang bernama Gegerboyo Merapi (punggung buaya) kini tinggal kenangan
ini sebagai salah satu pertanda yang telah diprediksi ratusan tahun silam

Myang amblese Glacapgunung, sarta ing Madura nagri, meh gathuk lan Surabaya, sabibaripun tumuli, wiwit dahuru lonlona, soyo lami soyo ndadi.
(Pertanda punggung G Merapi (populernya disebut punggung buaya atau geger boyo) amblas/longsor. Serta Surabaya dan Madura hampir bertemu daratan.
Keterangan: Geger boyo runtuh terjadi Mei-Juni tahun 2006 setelah terjadi gempa Jogja, disusul letusan Gunung Merapi yang dahsyat.
Pulau atau wilayah Surabaya-Madura hampir bertemu daratan, sudah terjadi karena jebolnya lumpur lapindo yang dibuang ke selat Madura. Penafsiran lainnya; jembatan yang menghubungkan kota Surabaya dengan Madura atau jembatan Suramadu hampir selesai.
Temah peperangan agung, rurusuh mratah sabumi mungsuhe datan karuwan, polahe jalma keha sami, kadi gabah den interan, montang-manting rebut urip. Papati atumpuk undhung,desa-desa morat marit, kutha-kutha karusakan,
kraton kalih manggih kinkin, ing Sala kaleban toya, Ngayugyakarta Sumingkir.
(Setelah itu terjadi konflik besar, kerusuhan merata di seluruh bumi, penyebabnya tidak jelas, tingkah manusia sama saja, bagaikan gabah ditampi, kocar-kacir berebut hidup. Kematian massal terjadi di mana-mana, desa carut-marut, kota-kota banyak terjadi kerusakan, dua kerajaan (Jogja dan Solo) terjadi musibah, di Solo kerajaannya “terendam banjir”*. Yogyakarta tersingkir**.
Keterangan; *konflik antar pewaris tahta antara Hangabehi dengan Tejowulan,
**sementara Keraton Jogja tersingkir karena tidak mendapatkan anak laki-laki sebagai Pangeran Putra Mahkota calon pewaris tahta.
Saat ini sudah terjadi.
Ratunya murca sing Kraton, ngilang kalingan cecendis, sanget kasangsayanira, wus karsaning Hyang Widi, gaib ingkang kelampahan, kinarya buwana balik.
(Ratu/rajanya meninggalkan keraton, kemasyhurannya kalah dengan gaung keonaran para penghianat, semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan, gaib yang terjadi, membuat keadaan zaman serba terbalik.
Jangka Jayabaya ; Catursabda
Pethikan seratan tangan
Kangge sambetan jangka triwikrama
Pameca wontening jaman dahuru, tuwin rawuhipun ratu adil panetep panatagama kalipatullah.
Pamecanipun sang prabu Jayabaya ing kadhiri. Kulup ingsun mangsit marang sira, yen ing tembe tanah Jawa wis kesingget-singget saenggon-enggon, desa-desa wus sigar mrapat, pasar-pasar ilang kumarane, kali ilang kedhunge, kereta tanpa turangga, lan ana satriya teka kang putih kulite, saka kulon pinangkane, nuli ana agama tatakonan padha agama.
(Mencermati terjadinya zaman kesengsaraan, hingga kedatangan Ratu Adil panetep panatagama, utusan Tuhan. Kewaskitaan Sang Prabu Jayabaya ing Kadhiri. Anak-anakku, ingsun berpesan (secara gaib) kepadamu, bilamana kelak tanah Jawa (nusantara)telah terpilah-pilah, pasar (tradisional) kehilangan gaungnya, sungai-sungai semakin surut airnya, kereta tanpa kuda, segera datanglah kesatria berkulit putih, dari barat asalnya, sejak itu terjadi perselisihan antar agama)
Apamaneh dhayoh mbagegake kang duwe omah, ana kebo nusu gudhel, endah-endah cacahing gendhing sekar kaendran, sanalika iku wong Jawa akeh kang tesmak bathok, sanajan mlorok ora ndelok, andheng-andheng dingklik,
lah ing kono kulup, ora suwe bakal katon alat-alate kang minangka dadi cacaloning Sang Ratu Adil panetep panata agama kalipatulah utusan kang ngemban dhawuhing Allah, paribasane sumur marani timba, guru luru murid, prajurit ngunus pedang katresnan,
(apalagi (pertanda) tamu mempersilahkan tuan rumah, orang tua berguru pada yang muda, muncul beragamnya nyanyian dan musik yang populer, seketika itu pula banyak orang Jawa yang berkacamata tempurung (walaupun melotot, tetap tidak bisa melihat), tahi lalat di wajah (yang nyata ada pada diri sendiri tidak dapat diketahuinya), nah di situlah anakku, tidak lama lagi akan mulai tampak tanda-tandanya siapa yang akan menjadi calon Ratu Adil, utusan yang mengemban perintah Tuhan, diumpamakan sumur mendatangi timba, guru berburu murid, prajurit menghunus pedang kasih sayang)
nanging akeh wong-wong kang padha mangkelake atine, nyumpelake kupinge, ngeremake matane.
(tetapi banyak orang-orang yang membuat kesal hati, mentulikan telinganya, dan menutup mata (tidak peduli).
Nanging sapiro anane wong kang melek, padha ngrungu lan padha anggarubyung tut wuri lakune cacala mau mesthi slamet.
(tetapi seberapapun adanya orang yang peduli, mau mendengar, dan mengikuti jejak langkah Ratu Adil, maka mereka pasti selamat hidupnya)
…….awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha manungsa rewa-rewa anggawa agama, dhudhukuh ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit timur mula.
(….sebab sebelum RA datang, di tanah Jawa (nusantara) muncul “setan” berlagak manusia “berbulu” lebat mengaku pembela agama, menetap di “glasah wangi” menjadikan manusia berganti tatanan, menyebabkan datangnya kegelapan, karena orang-orang meninggalkan tradisinya, lalai sejak masih muda)
Mulane wekas ingsun marang sira, sira kang ngati-ati, krana gusti sang ratu adil, lagi tapa mungsang ana sapucuking gunung sarandhil,
(Maka pesanku pada kalian, kalian harus berhati-hati, karena gusti sang Ratu Adil baru melakukan penempaan diri dalam ‘pertapaan’nya)
mung gagamane bae golekana kongsi katemu, awit ing tembe bakal ana jumeneng ratu kang padha baguse, padha pangagemane lan iya padha paraupane, lah ing kono para wong-wong padha pakewuh pamulihane, satemah padha bingung,
(..hanya saja, carilah “senjata”nya (RA) sampai ketemu (budi pekerti luhur), sebab kelak bakal ada berdiri ratu yang sama cakapnya, sama pakaiannya dan juga sama wajahnya, nah di situlah orang-orang akan merasa malu sendiri, sebagian yang lain kebingungan (ket: karena orang yang sangka calon SP ternyata bukan).
Keterangan; Cermatilah ciri-ciri Ratu Adil sejati, karena ada yang seolah dianggap sebagai Ratu Adil, padahal ia palsu. Maka banyak orang yang menyangka, lantas menjadi malu dan bingung telah salah sangka.
…nanging luwih beja wong kang wis mangerti kang dadi pangerane, mulane sira kulup, dipoma aja nganti lali marang tetengering sang ratu Adil panetep panata gama.
(…tetapi lebih beruntung orang yang sudah mengerti siapa yang menjadi pemimpin dan panutannya, makanya kalian semua jangan sampai lupa akan ciri-khas atau tanda khusus siapa sang Ratu Adil panetep panata gama).
Dene sira wis ketemu aja nganti sira katilapan, tutu buriya ing satindake lan embunan tumetesing banyu janjam, mesthi slameta langgeng ing salawas-lawas…mung iki piweling ingsun marang sira kulup, poma den estokna.
(jika kalian sudah bertemu (calon SP), jangan sampai kalian terlena, ikutilah jejak langkahnya, pasti selamat, abadi selamanya…hanya ini pesan ku kepada kalian semua, maka patuhilah)
Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan
Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil;
(Tanda-tanda kehadiran Ratu Adil sudah dekat:
Padha kaping 1
Besuk ing jaman akhir, sawise jaman hadi, ratu Adil Imam mahdi saka tanah Arab meh rawuh, tengarane tatanduran suda pametune, para pandhita kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, akeh wong padu lan padha goroh, akeh wong cilik dadi priyayi, wong ngelmu kurang lakune lan nganeh-anehi.
(Kelak, pada saat Ratu Adil “imam mahdi” (pemimpin umat manusia) ”dari tanah arab” (semacam kiasan: orang asli Indonesia tetapi kebetulan beragama Islam) sudah hampir tiba waktunya, tanda-tandanya adalah; tanaman berkurang hasilnya, para pemuka agama kehilangan watak sabarnya, pemimpin kurang rasa keadilannya, perempuan kehilangan rasa malu, banyak orang bertengkar dan berbohong, banyak orang kecil menjadi priyayi, orang berilmu kurang pengamalannya dan tindak-tanduknya janggal/aneh.
Dene yen rawuhe ratu Adil wis cedhak banget, ana tengarane maneh:
Tanda-tanda jika datangnya Ratu Adil sudah dekat sekali;
1) yen sasi sura ana tundhan dhemit.
(bulan sura ini terjadi pada sekitar Januari-Februari 2007, sebagai bulan sura duraka, di tahun kalabendu; maka banyak musibah dan kecelakaan mengerikan baik di udara, darat, laut (kereta, pesawat, kapal laut, bus, kendaraan)
2) srengenge salah mangsa mletheke.
(awal 2007 matahari terbit setelah jam 06.00 wib; seharusnya terbit mulai jam 05.30 wib)
3) rembulan ireng rupane
(dibarengi dengan kejadian gerhana bulan berturut-turut selama tiga hari, di tiga lokasi wilayah nusantara).
4) banyu abang rupane.
(awal bulan februari 2007 hampir diseluruh wilayah Indonesia terjadi banjir, airnya keruh berwarna coklat kemerahan, lamanya sekitar 3-5 hari)
Tengara iki telung dina lawase, yen wis ana tengara mangkono, kabeh wong bakal ditakoni, sing ora bisa mangsuli bakal dadi pakane dhemit, sebab ratu adil mau rawuhe anggawa bala jim, setan lan seluman pirang-pirang tanpa wilangan.
(tengara ini 3 hari lamanya, bila sudah terdapat tengara itu, mulai memasuki zaman di mana semua orang akan ditanyai, yang tidak bisa menjawab bakal menjadi makanan makhluk halus, sebab ratu Adil kedatangannya membawa berjuta malaikat, jin dan makhluk halus (siluman) banyak tak terhitung.
Keterangan; semua orang “ditanyai”; dalam arti disodorkan dua pilihan, ingin jalan yang baik dengan mengikuti langkah RA atau memilih jalan kegelapan dengan menentang RA. Yang tidak bisa menjawab, berarti termasuk orang-orang menentang kedatangan RA utusan Tuhan. RA dibimbing dan dituntun (jangkung dan jampangi) berjuta leluhur bumi nusantara (mayuta malekat), sedangkan orang-orang yang melawan RA akan mendapatkan celaka sebagai hukuman tuhan.
Padha kaping 2
Dene pitakone lan wangsulane mangkene;
(Pertanyaan dan jawabannya sebagai berikut)
asalmu saka ngendi = saking kodratulah,
yen bali apa sangumu = sahadat iman tokid makripat islam,
apa kowe weruh aranku = Gusti Ratu Adil Idayatullah,
apa agamamu = sabar darana,
apa kowe weruh bapakku = Gusti ratu adil Idayat Sengara,
apa kowe weruh ing ngendi panggonanku dilairake = Kalahirake Hyang Wuhud wonten sangandhaping cemara pethak.
Keterangan: ratu adil imam mahdi dari tanah arab maksudnya, pemimpin umat manusia di bumi nusantara yang bersifat universal, kebetulan sebagai pemeluk Islam. “berbaju” Islam tetapi memperoleh “makrifat” seluruh agama di bumi.
Dari mana asalmu ? Jawab; atas kehendak Gusti Allah. Ratu adil lahir di bumi nusantara, sudah menjadi kehendak Tuhan. Jika ‘pulang’ mempertanggungjawabkan tugas manusia sebagai utusan Tuhan, bekalnya adalah ikrar janji dan menepati janjinya, sebagai manusia yang menggapai makrifat. Kesaksian bahwa Ratu Adil membawa amanat bagi kebahagiaan seluruh rakyat melalui ilmu makrifat yang universal melampaui semua agama, suku, ras, golongan.
Apa kamu tahu namaku? Jawab; gusti Ratu Adil pembawa petunjuk dari Tuhan.
Apa agamamu? Jawab; kesabaran yang seluas samudera.
Apa kamu tahu bapakku? Jawab; gusti Ratu Adil Idayah Sengara, orang selalu mengutamakan keadilan dan keluhuran budi pekerti, dan hidupnya berada selalu dalam ‘laku prihatin’.
Apa kamu tahu dimana aku dilahirkan? Jawab; Dilahirkan oleh Hyang Wuhud, di bawahnya pohon cemara putih.
Maknanya; dilahirkan oleh seorang ibu yang berbudi pekerti amat luhur, suci hatinya, bersih lahir batinnya, cerdas pikirannya. Lahir di bawah (pohon) cemara putih, artinya RA dilahirkan dari rahim seorang ibu yang rambutnya sudah mempunyai uban, atau seorang ibu (yang secara teori), sudah tak mungkin bisa melahirkan anak.
Jangka Jayabaya
Salebare Raja Kuning
Babon asli kagungan Dalem
Bandara Pangeran Harya Suryawijaya
ing Ngayugyakarta
padha kaping 16
Ana ratu kinuya-kuya, mungsuhe njaba njero, ibarate endhog ngapit sela, gampang pecahe, nanging rineksa Hyang Suksma, mungsuhe kaweleh-weleh,
(ada ratu yang teraniaya, musuhnya luar dalam, ibarat telur terhimpit batu, mudah pecah, tetapi selalu dijaga keselamatannya oleh Tuhan, sehingga musuhnya menanggung malu sendiri)
ratu mau banget teguhe kinuya-kuya ora rinasa, malah weh suka raharja, kaesa mbelani negara sigar semangka, ambeg utama tan duwe pamrih, mung netepi kasatriyane, tambal bandha mau, mung ngengeti kawukane,
(ratu tadi sangat tabah teraniaya tidak dirasakannya, sebaliknya memberikan kesejahteraan kepada yang menganiaya, demi membela negara secara adil seperti membelah semangka, budi pekertinya yang sungguh mulia tidak memiliki pamrih, hanya memenuhi tanggungjawabnya sebagai kesatria (kodratulah), bersedia mengeluarkan hartanya karena ingat sejatinya tugas dan tanggungjawab manusia lahir ke dunia (sangkan paraning dumadi).
ratu mau putrane mbok randha kasiyan, kawelas arsa wit timur mial, sinuyudan mring pra kawula,
(ratu tadi putranya ibu yang (lama) menjanda dan selalu prihatin dan teraniaya, namun penuh belas kasih sejak usia muda, sehingga sangat disayangi dan hormati oleh banyak orang)
ratu mau ijih sinengker Hyang Widhi, mapan samadyaning rananggana, sajroning babaya, minangka tapa bratane, kesampar kesandhung nora kawruhan, kajaba wong kang wis kabuka rasane, meruhi mas tulen lan kang palsu, ing kono katon banyu sinaring, wong becik ketitik ala ketara, wong palsu mecucu.
(ratu tadi masih disembunyikan oleh Tuhan, bertempat di dalam wahana rahasia Tuhan, di antara berbagai marabahaya, sebagai wujud tapa brata-nya, dianggap remeh dan tidak disangka oleh banyak orang, kecuali orang yang sudah terbuka rasanya, mampu mengetahui mana emas tulen dengan yang palsu, kebenaran ibarat air yang tersaring, orang baik akan tampak baiknya, orang jahat akan terlihat jahatnya)
Begjane wong sing padha eling, cilakane kang padha lali. Sing sapa krasa lan rumangsa, bakal antuk kamulyan lan karaharjan.
(beruntung bagi orang yang selalu ingat, celaka bagi yang lupa diri. Barang siapa yang dapat mawas diri, tahu diri, bakal mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan)
pada kaping 17
nuli ana ratu kembaran atismak bathok,
(kemudian ada ratu yang lahir bersama-sama saudara kembarnya,(atismak bathok = senajan melorok ora ndelok artinya walaupun orang bertatapan atau bertemu langsung, tetapi tidak menyadari bahwa dialah sesungguhnya calon RA dan saudara-saudara kembarnya)
dhepe-dhepe marang wong pidak pedarakan,
(Menjadi anak yang berlindung kepada bapaknya dari kalangan rakyat biasa)
nagara dadi siji, pinilih endi kang asih
(negara bersatu dalam kesatuan, akan terseleksi siapa yang mencintai negara)
pada kaping 19
ahire Pangeran anitahake, ratu adil imam mahdi, iya putrane mbok randha kasiyan, kang kesampar kesandhung, durung kinawruhan, ijih sinengker Hyang Widhi.
(akhirnya Tuhan mengutus, ratu adil imam mahdi, yakni putranya “mbok randa kasiyan” yang terlunta, belum terungkap jati dirinya, masih dirahasiakan Tuhan)
Keterangan: akhirnya Tuhan mencipta dan mengutus ratu adil sebagai pemimpin yang membawa amanat untuk membenahi kerusakan dahsyat bumi nusantara akibat bencana kemanusian dan bencana alam,
Ia adalah putrinya seorang ibu yang hidupnya selalu dalam lara lapa (penderitaan batin) tetapi banyak dikasihi orang dan menjadi tempat berlindung orang-orang yang lemah dan menderita. Seorang ibu yang hidup lama menyendiri seperti ‘menjanda’ karena perjuangan hidupnya sebagai single parrent dan single fighter, dalam kurun waktu lama puluhan tahun, kemudian bertemu laki-laki yang menjadi jodoh sejatinya (garwa), juga calon ayah sang ratu adil. Tetapi di mana mereka sekarang tidak banyak diketahui orang keberadaanya, karena masih tengah ‘menyamar’, dan dalam ‘persembunyian’ di dalam perlindungan Tuhan.
Hanya orang-orang yang beruntung, juga orang-orang linuwih yang memiliki kawaskitan sangat tinggi yang dapat mengetahui sejatinya siapa ‘mbok rondo kasiyan’, bapaknya, dan calon ratu adil, dan di mana keberadaannya pada saat ini.
pada kaping 20
Ratu iku asikep mbelani bangsa tansah ana samadyaning ranggana, nanging setengah ijih dadi buburon, marga dicurigani dening jaba jero,
luwih-luwih para pidak pedarakan sebab yen iku katon bakal mbabarake sakehing lalakon kang oran bener,
temah ora bisa kakeeh utawa aji mumpung, Karsa Allah wus cedak titimangsane,
arep binabar kanggo mlerat sakehing piala kang rumangsuk samungsa Jawa.
Babare (lahirnya) ratu iki mawa gara-gara sindhung riwut karawati ngakaka,
kilat thatit liliweran bledeg ngampar-ampar, kasusul panjebluging gunung Tidhar,
sasideming gara-gara, ing jagad padhang sumilak, pangeran paring pangapura, kang pepulasan melecet pulase, katon sawantahe, kang emas katon emas, kang timah katon timah, satriyo katon satriyo, kere katon kere, kang ala ketara, kang becik ketitik, kang salah seleh, rawe-rawe rantas, malang-malang putung.
Ratu mau ambleg utama, lumuh bandha, dahare mung sajung, marga saking welas asih mring kawula.
Julukane imam mahdi iya Kalana jayeng palugon, akedhaton ing grjiwati, tengah-tengahing bumi Mataram,
saiki kasangsaya lagi tarakbrata anglindhung mring pra kawula, entenana den saranta kalayan madhep Hyang Suksma.
Dene rawuhe Ratu Adil iku saka lor kulon, mulih mring pakuwone, ing kono mulyaning Nungsa Jawa, harja Kreta tan ana sakara-kara.
Mohon maaf; Silahkan anda telaah sendiri!
Kapan lahirnya calon ratu adil dapat dipahami dari tanda-tanda kehadiran kembali Sabdapalon-Noyogenggong. Sebab tugas Sabdapalon-Nayagenggong kembali hadir di bumi nusantara adalah dalam rangka mendampingi dan momong sejak Ratu Adil lahir dari rahim ibunya. Jika dilihat tanda-tandanya maka pada saat ini sudah dekat kelahiran sang ratu adil;
Jangka Jayabaya
Sabda Gaib
KPH Suryanegara ing Ngayugyakarta
SINOM
1. Sesotyaning tanah Jawa. Oncat embananeki, owahing kang tata cara, golongan patang prakawis, aluluh dadi siji angrasuk kasudranipun, nagara tanpa tata, mung ngluru kasil pribadi, tingalira tumuju salak rukma.
2. Kusuma taruna tama, mbeg suci ngupala wening, linawuran dening Allah, wus mantun denya piningit, kinen anyapih sami, kang samya gung perang pupuh, lan nyirnaken durmala, mamalaning Nungsa Jawi, gya tumindak nglakoni pakoning Allah.
3. Ngrabaseng prang mung priyangga, prasasat tan ngadu jalmi prajurite mung sirolah (baca;sirullah), tutunggaleng langgeng eling, parandene kang san ara mangsah kabarubuh, duhaka tutumpesan, tan lami pan sirep sami, ginantyaning ing jaman kreta raharja.
4. Pan wus ilang malaningrat, sinalin tulusing becik, lire murah sandang tedha, durwiala, dursila enting, enak atine sami, wong Jawa sadayanipun, sawusnya tentram samya, neng gih Sang Satriya Suci, pan jinunjung wong ngakathah madeg nata.
5. Ambawani tanah Jawa, julukira Narpati, Kanjeng Sultan Herucakra, ugi kangjeng Ratu Adil, kawentar asmaneki, tekeng tanah Sabrang kemput, tuhu musthikeng jana, nyata kekasihing Widhi, mila tansah pinuji mring wong sajagad.
6. Duh sanggyaning sanakingwang, mangga sami den titeni, dora tanapi temenya, ujare wirayat gaib, mugi saget netesi, yeku pitulungan agung, nging kedah sawi srana, sranane tobat mring Widhi, tobatira mung suci manah raharja.
7. Wirayat gaib kang weca, yekti nora cidra pasti, rawuhaw Sri Herucakra, lamun para pamugari, kang ngasta pusaraning, Tanah Jawa sami emut, marang para kawula, nanging yen katungkul sami salah wengweng rerebatan mas salaka.
8. Yen mangkono pasti gila, Herucakra Ratu Adil, nora teka malah lunga, sarwi nabda nyupatani, dhuh Allah mugi-mugi, maringi enget pukulan, mring pra manggaleng praja, suci jujur eka kapti, yen mangkono Ratu Adil enggal prapta.
Jangka Jayabaya ‘Sabdapalon’
Babon asli Kagungan Dalem
Bandara Pangeran Harya Suryanegara
ing Ngayugyakarta
Sinom
pada kaping 5
…….pratanda tembayan mami, Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar
(…pertanda kadatanganku, Gunung Merapi bila telah meletus keluar lahar)
pada kaping 6
ngidul ngetan purug ira, ngganda banger ingkang warih, manggih punika medal kula, wus nyebar gama budi, Merapi jangji mami, anggereng jagad satuhun Rarsanireng jawata, sadaya gilir gumanti, mboten kenging kalamunta kaewahan.
(ke tenggara arahnya, berbau busuk airnya, itulah tanda kedatanganku, sudah mulai menyebar ajaran budi pekerti luhur, Merapi adalah janjiku, bumi bergemuruh menjadi hukuman Tuhan, semua bergilir silih berganti, tidak dapat dipungkiri dan dirubah lagi)
Keterangan: Tahun 2007 merapi sudah meletus ke arah tenggara (selatan-timur) yakni ke arah kali Kuning, laharnya menimbun sungai terbawa air hujan menyusuri sungai tanggung (tidak besar tidak kecil), memisahkan tanah antara Kraton Yogya dan Solo, dan di pertengahan 2007 lahar dingin merapi telah sampai di pesisir selatan masuk kedalam lautan. Peristiwa ini baru terjadi sekali pada tahun 2007.
Kawah Gunung Merapi
Saat meletus dahsyat 7 Juni 2006 atau seminggu setelah gempa Jogja. Tampak kawah sudah jebol ke arah tenggara. Baru kali ini terjadi fenomena seperti itu. (+- 500 tahun setelah Sabdapalon Nayagenggong muksa)

Ngidul Ngetan (Tenggara) purug ira
dadi kali Tanggung nami

Jangka Jayabaya,
Pethikan Serat Tangan
Pangkur
1. Sekar pangkur ginupito, wonten resi saking ing ngatas angin, ngajawi njujug ing gunung, kondhang tanah Ngayugya, asung weca yen hardi Merapi njeblug, benjing pecah hardi sigal, dadi kali Tanggung nami
(Tembang pangkur berkumandang, ada lah resi turun dari atas angin, keluar menuju ke gunung, sehingga tersohor tanah Jogjakarta, memberi tanda bahwa gunung Merapi meletus, besok akan terbelah gunungnya, kemudian menjadi sungai Tanggung (baca; sungai sedang)namanya.
2. Ngayugyakarta kalawan Sala, dadya pisah datan atunggal siti, sinela kali Tanggung, ilining ponang tirta, langkung banter anjog ing seganten kidul, para dhemit gegeran, wadyane sang Ratu Dewi
3. Jeng Ratu Kidul punika, lan para dhemit darat amor lan jalmi, sarengan lindu ping pitu, obah bumi prakempa, gara-gara gonjang-ganjing agumuruh, gunung kendheng lorot gempal udan awu wah kerikil.
(nomer 2&3: Jogjakarta dan Solo, menjadi pisah daratan, dipisah oleh sungau Tanggung, mengalirnya air lebih kencang memasuki laut selatan, sehingga membuat para makhluk halus geger, yakni rakyatnya sang Ratu Dewi Kanjeng Ratu Kidul, dan para makhluk halus pergi ke daratan bercampur aduk dengan manusia, bersamaan dengan terjadinya gempa sehari tujuh kali, bumi berguncang, gogo-goro gonjang ganjing bergemuruh di mana-mana, gunung merapi longsor, hujan abu dan kerikil)
Keterangan: menunjuk peristiwa 13 Mei dan 27 Mei 2006 di Yogyakarta.
4. Caleret tahun ngregancang, kilat tathit kukuwung obar-abir, rakarta pindahipun, tan kenging yen dinuwa, apen sampun pepesthi nira Hyang Agung, yeku negri Surakarta, karatone benjing angadeg
5. Kacrita wonten bengawan, pan ing wara ketangga manggih mukti, suli wirayat wau, longsor pecahing harga, ingkang tirta amili awor lan lendhut, lan rawa pening Bahrawa, mubal geni keh jalma
(…(geger boyo/glacap gunung Merapi) longsor karena pecahnya gunung (Merapi), muncul air yang mengalir bercampur lumpur, dan Rawapening di Ambarawa berkobar api,
6. Sinareng ing tanah Jawa, nuli wonten penyakit andhatengi, lamon triwulan iku, satanah Jawa wrata, pra kawula sami giris manahipun, kataman bebenduning Hyang, nyarengi mangsa paceklik.
(bersamaan di tanah Jawa, muncul berbagai macam penyakit, dalam tiga bulan itu, tanah Jawa rata, orang-orang kecil sangat ketakutan, terkena hukuman Tuhan, bersamaan dengan musim paceklik)
7. Jumenengira Narendra, kalamrecu candrane srinarpati, kalasesatihipun, ngalamat praja rengka, nagri pindah akathah bot reipun, kawulane saya ndadra, ing prakarti kan tan yukti
8. Kawastanan jaman edan, kathah jaman nglampahi sungsang balik taman ing kalabendu, mukarda ngambra-ambra para ambleg sarjan kontit kasingkur, kasor hardaning angkara murka candhalaning.
(Disebut sebagai zaman edan, zaman yang serba terbalik, terkena hukuman Tuhan,
9. Wong agung reren mbehahak, marang raja branartane wong cilik, lang tabete budyayu, kisruh adiling praja, pra kawula sami andhang pakewuh, wuwuh-wuwuh tanpa mendha, pinupu pajeg mas picis
10. Kathah solahing kawula, kukumpulan arsa ngupaya budi, nanging tawur-tawur tinalen ing pepacak, dening praja ingkang ngasta kum apus, kang tan welas mring kawula, ratu nakoda mbeg juti
11. Puniku pinanggihira, nanging wuri badhe atimbul malih, angsa tulung Hyang Agung, wangsul wahyu nurbuwat, tanah Jawa pulih di duk rumuhun, Majapahit du ing kina, nagri mandhiri pribadi.
(Ini pendapatku, tetapi kelak akan muncul lagi, sudah menjadi kehendak Illahi, kembalinya wahyu nurbuat, nusantara kembali seperti zaman dahulu, seperti waktu kejayaan Majapahit, negeri yang mandiri secara pribadi.
12. Gemah ripah harja kreta, tata tentrem ing salami-lami, ilang kang samya laku dur, murah sandang lan boga, kang hamangkuasih mring kawulanipun, lumintu salining dana, sahasta pajeg saripis.
(kemakmuran melimpah ruah, langgeng, tertib tenteram selamanya, hilang lah kedurjanaan, murah sandang pangan, pemimpin yang penuh tanggungjawab dan kasih sayang kepada rakyatnya, selalu tidak kekurangan uang, ibaratnya tanah satu hektar pajaknya satu rupiah.
13. Siti sajung mung sareal, tanpa ubarampe sanese malih, antinen bae meh rawuh, mulyaning tanah Jawa, awit saking tan karegon liyanipun, nakoda wus tan kuwasa, pulih asal mung gagrami.
Kelak, tanah yang sangat luas pajaknya hanya satu real, tidak ada tambahan pajak lainnya, tunggulah saja (Ratu Adil)hampir tiba saatnya kemuliaan untuk nusantara,
Piweling (Peringatan)
Nuli ana janget ing ngatelon, nalika iku Jawa kari separo, walanda kari loro, sedulur ilang kangene, wong lanang ninggal lanange, wong wadhon ilang wirange, saenggon-enggon akeh ratu apung gawane pating belasak, wong nonoman akeh kang dadi mantri Bupati lan punggawane.
…kelak di kemudian hari, Jawa tinggal separo, belanda tinggal dua, saudara kehilangan rasa rindunya, laki-laki meninggalkan sifat kelelakiannya, perempuan tidak punya rasa malu lagi, di mana-mana banyak ditemukan pemimpin palsu, kerjaannya tidak karuan, anak muda-mudi banyak yang menjadi pejabat.
Sajabane tanah Jawa ana perang gedhe, saenggon-enggon ana pailan, pageblug, rupa-rupa sangsarane, bebaya warna-warna, wong-wong padha mangan watu, mangan wedhi, omben-omben peresan blonthong, wong wadhon akeh kang kolu endhonge dhewe, amarga saka rusuhe wong lanang wadon akeh kang ketaman lelara bubrah paribasane jaman edan, yen ora ngedan samar yen ora keduman, mangkono wong kang ora duwe iman.
Di luar Jawa ada peperangan (konflik) besar, di mana-mana terjadi kejahatan dan pembunuhan, beraneka ragam kesengsaraan dan marabahaya, orang-orang pada makan batu, makan pasir, minum tirisan busuk, perempuan tega makan rahimnya sendiri, sebab saking rusuhnya laki-laki perempuan banyak terserang penyakit rusak, ibaratnya zaman gila, jika tidak ikut gila maka tidak akan kebagian, tetapi yang seperti itu orang tidak memiliki iman.
Nanging piweling ingsun, diawas dieling, jejegna imanira, turuten gustinira ratu adil panetep panata gama. Golekana gegamane sing nganti ketemu, turuten dalane, ngetutburia saparane, lumebuwa oparibasaning wadya balane, ora suwe bakal katon tanda tandhane rawuhing ratunira ngagem kamulyan gedhe, rawuhe liar kilat kairingake bala “malekat” mayuta-yuta cacahe, ngadeg payunge kuning, tegese bang-bang wetan karepe, wus ndungkap paletheking papadhang.
Tetapi pesanku, waspadalah dan ingatlah, tegakkan iman mu, jadilah pengikut Ratu Adil penegak kebenaran. Carilah ‘senjatanya’ (trisula wedha; tentang budi pekerti luhur) sampai ketemu, ikuti jalannya kemanapun perginya, jadilah, ibaratnya sebagai pasukannya Ratu Adil, tidak lama akan tampak tanda tanda datangnya ratumu yang mendapat kemuliaan agung, datangnya tiba-tiba secepat kilat, diiringi berjuta-juta “malaikat” (berjuta leluhur bumi nusantara), berdiri dengan payung kuning (kebenaran sejati), maknanya ‘bang-bang’ timur keinginannya (gerakan dari wilayah timur nusantara), maka terbitlah sinar yang terang.
Umbul-umbule alaras bendera pare anom, yaiku tandhane pangeran pati, denen titihane jaran napas, cumathine penjalin tinggal, jemparinge tekad suci kang mingis-mingis pucuke, mubyar-mubyar pamore, kakedher kendhenge, membat-membat gandhewane, lang ilang nalika iku kulup, kocapo ing kono banjur ana perang kang luwih gedhe, marga saka gedhene, gandarwa, thethekan, ilu-ilu, banaspati, sakehing iblis, jajalanat kabeh, padha buyar sar-saran padha ngungsi, saenggon-enggon mamangan wong padha ora sumurup marang ratu adil panata gama.
…umbul-umbul ditingkahi ‘bendera pare anom’ itulah pertanda pangeran pati, tunggangannya kuda nafas, cambuknya tunggak rotan, membawa panah berupa tekad suci yang sangat tajam ujungnya, sangat elok kharismanya, sangat berwibawa wajahnya, lengannya rampng tetapi amat kokoh, …
…ada perang yang lebih besar, saking besarnya, makhluk halus genderuwo, hantu, jin, berbagai macam iblis laknat, semua buyar lari tunggang langgang menyingkir, di sembarang tempat makan korban orang-orang yang tidak peduli dan tidak mengerti kepada Ratu Adil petunjuk kebenaran.
……………………………..ora antara lawas tumuli rawuh (ratu adil) jumeneng angratoni jagad rating kono, sawah sajung pajege mung sedinar, denen panggaweyan negara bakal padha ora anan, awit wong akeh kaperdi sembahyang marang Gusti Allah bae. sarta memuji saben dina tanpa kendat.
…tidak berapa lama segera datang Ratu Adil duduk menjadi pemimpin dan suri tauladan di wilayah tersebut, sehingga menjadi makmur diibaratkan sawah yang sangat luas pajaknya sangat kecil, diibaratkan tidak ada lagi yang harus dilakukan negara, sebab saking adil makmurnya nusantara, ibaratnya kegiatan orang-orang tinggal terfokus untuk sembahyang kepada Tuhan saja, serta memanjatkan puji-pujian tanpa henti.
…………………………….iku kang ambuka agama kang samar-samar nanging sira do awas den eling, awit sadurunge ratu adil rawuh, ing tanah Jawa ana setan mindha menungsa rewa-rewa anggawa agama, dudukuh ana ing glasah wangi, dadine manungsa banjur padha salin tatane, satemah ana ilang papadhange, awit padha ninggal sarengate, dadi kapiran wiwit cilik mula.
…itu yang membuka mata hati manusia yang memaknai agama secara tidak karuan, tetapi kalian harus waspada dan selalu ingat, sebab sebelum Ratu Adil datang, di tanah Jawa ada setan berkedok manusia berbulu lebat seolah sebagai penegak agama, bertempat tinggal di ‘glasah wangi’, sehingga mengakibatkan manusia berganti tatanan, berakibat hilangnya petunjuk dan tatakrama kehidupan, sebab banyak orang meninggalkan syariat (sebelumya), sehingga menjadi terlantar hidupnya sejak kecil.
Keterangan; menungsa rewa-rewa anggawa agama maksudnya manusia dengan wajah penuh ditumbuhi bulu-bulu menyeramkan yang (mengaku-aku) sebagai penegak dan pembela agama. Tetapi perilakunya justru sebaliknya tidak simpatik, tidak tampak aura kasih sayang sesama manusia, dapat diumpamakan menyerupai karakter ‘setan’ yang membawa kerusakan di mana-mana, kerusakan baik lahir/fisik maupun kerusakan batin (fanatisme), pikiran (irrasional, egois (negative thinking) dan kerusakan hati, menjadi penuh dengan kedengkian dan nafsu angkara murka.
Wirayat Gaib;
Sastrajendra Hayuning-Rat (ilmu linuwih, ilmu tertinggi, sumber dari segala ilmu). Ilmu yang dapat dicapai siapapun, yang dapat menyatukan hakikatnya sebagai mahluk Tuhan dengan dzat Sang Khaliq. Sastrajendra adalah Makrifat daru Gusti Allah yang kita peroleh setelah berhasil ‘manunggal ing kawula-gusti’.
Mungkin, jika Tuhan sudah menghendaki, kelak di awal hingga pertengahan 2011 (11 = tahun kawelasan) masehi, jika adalah seorang ibu telah beruban melahirkan bayi triplet, dua laki-laki, dan satu perempuan yang lahir dengan tangan kanannya menggenggam keris kecil (jawa;cundrik), tangan kiri menggenggam berlian, mungkin telah tiba saatnya, bagi beliau calon Ratu Adil imam mahdi menjadi kalifatullah. Walaupun ibunya dari keturunan raja-raja besar, dan bapaknya rakyat jelata, namun beliau lahir di tengah bumi Mataram, mungkin berdomisili di sekitar keraton, Yogyakarta.
Kelahirannya ditandai dengan diiringi aktivitas vulkanik gunung-gunung berapi yang serempak menyemburkan isi bumi, gempa bumi menghentak mengguncang bumi nusantara, air laut pasang menghantam daratan, bukit kecil Tidar di kota Magelang sebagai pusat gravitasi pulau Jawa (puser bumi) membuat kejutan dahsyat dengan aktivitas-anehnya keluar lava, Rowopening di kota Ambarawa mengagetkan perhatian khalayak dengan berkobarnya api besar dari dalam bumi(mubal geni). Guntur, kilat menyambar-nyambar. Badai menyapu daratan, dan hujan lebat turun mengguyur bumi. Namun semua tidak akan mencelakai manusia sebab fenomena alam tersebut sebagai pertanda bahwa alam turut bersyukur atas lahirnya bayi Ratu Adil, yang serta merta lahir bersama dua bayi laki-laki calon aset besar bumi nusantara. Semua akan kita sambut sebagai anugrah Tuhan bagi bumi nusantara.
Sekar kinanti karya Gusti MN IV tersirat;
jebeng…canggahku, Anjasmoro, besuk ingsun bakal titip getih kang edi peni kang bakal jumeneng ratu ing tanah Jawa. Genepono lakumu telung padha (tiga langkah –3 tahun– untuk laku prihatin yg amat sangat berat) kanggo njangkepi tapa brata mu, ojo parang tumulih, supaya antuk pitulungan saking ngarsaning Gusti Kang Maha Wisesa. Ing mbesuk tanah Jawa nemahi gemah ripah loh jinawi adil makmur tata titi tentrem kertaraharja dadi keblating dunyo.
Cucu ku, Anjasmoro, kelak aku akan titip darah yang elok, yang akan menjadi ratu di tanah Jawa. Genapilah perjalanan hidupmu tiga langkah lagi, untuk memenuhi tapa bratamu, jangan ragu, supaya mendapatkan pertolongan Tuhan yang Maha Kuasa. Supaya kelak tanah Nusantara mengalami subur makmur melimpah, adil, tertib, tenteram, selamat selamanya, menjadi tolok ukur dan contoh untuk negara-negara di seluruh dunia.
Keterangan;
Telung podho maksudnya untuk melengkapi laku prihatin, supaya genap tujuh langkah (7; jawa; pitu= pitulungan; pertolongan Tuhan) yang 4 langkah adalah jumlah kaki sang ibu dan bapa yg telah lama dalam menempuh laku lara lapa, lara wirang, tapa brata, tapa ngrame, tapa mendhem, tapa ngeli.
Keterangan:
Tapa brata; mengekang semua hawa nafsu; nafsu lauwamah (hitam), amarah (merah), supiyah (kuning), untuk mencapai nafsul mutma’inah (putih).
Lara wirang; sering difitnah, dipermalukan, dihina, dicemooh
Tapa ngrame; ramai dalam bekerja (giat menolong sesama), sepi dalam pamrih (ikhlas).
Tapa mendhem; mengubur ingatannya, tidak pernah mengungkit-membangkit segala amal kebaikannya yang telah dilakukan kepada orang lain, dalam rangka hubungan dengan sesama manusia (hablum minan nas) dengan kadar keikhlasan yang mutlak.
Tapa ngeli; menghanyutkan diri ke dalam ‘aliran sungai’(kehendak Illahi) agar dapat mencapai muara dalam ‘lautan’ keberuntungan (kabegjan)
Kelak Sabdapalon dan Nayagenggong menitis sebagai Garujita dan Garumukti yg akan mengasuh kodratullah; Ratu Adil imam mahdi kalifatullah, panetep panatagama.















janakaaji said,
November 10, 2009 at 2:06 pm
Nuwun sewu Kangmas Sabdalangit tumut urun rembug.
Di dunia ini tidak ada satu pemimpinpun yang dapat mensejahterakan rakyat sejak muhammad awal hingga muhammad akhir, sejak adam awal hingga adam akhir.
apalagi untuk pemimpin yang banyak menggunakan akalnya tanpa petunjuk Illahi.
Para nabi dan orang orang besar selalu mengedepankan petunjuk Tuhan Yang Maha Sucii untuk mengatur Dunia, lalu digunakanlah otaknya agar petunjuk itu dapat berjalan dengan baik .
Orang yang adil di dunia ini tentu ada sangat ada . tuhan itu sangat rendah jika dinilai dengan takaran adil karena tuhan yang maha suci itu Maha Adil sekali lagi Maha Adil . tingkatan nilainya jelas sudah beda. antara adil dan maha adil.
Yang ada di Dunia adalah Pemimpin yang dirahmati Tuhan yang maha berkehendak, karena kepemimpinanya yang jujur jejeg bener, ngayomi, ngayemi kemudian tuhun turunkan ngayani. diturunkanlah rezeki dari langit dan dikeluarkan rezeki dari Bumi.
Untuk yang menanyakan ratu wanita maupun pria . zaman jawa kuno yang ada adalah keraton jadi yang mengarsani keraton itu ratu misalnya ratu ngastina brabu suyudana dan seterusnya .
mudah mudahan tulisan ini menambah sedikit wawasan buat kita semua.
mohon doakan satria piningit yang sesungguhnya segera ketemu dengan jodohnya yang sejati, mendapatkan hak haknya di dunia . sehingga rahasia kehadiran satria piningit imam sampurna , jalmo nur kumala, kongkonane sang hyam wenang. kang wenang ngobah miosike jagad rat pramudito segera terwujud.
salam sejahtera dan rahayu. wibowo mukti.
SABDå said,
November 10, 2009 at 2:22 pm
mas janakaaji Yth
Matur sembah nuwun awit saking seserepanipun. Wanci mekaten, ratu adil punika istilahipun panetep panatagama. Satria pinandito sinisihan wahyu. Injih “putra bethara Indra”. Mugi enggal jumeneng ing dampar kencana, luwar saking guwa garbanipun. Dados payung agung tumrap tiyang nuswantara. Njejegaken bebuden ingkang linuhur.
salam sih katresnan
Bau Tanah said,
November 10, 2009 at 4:53 pm
SALAM untuk kita semua.
Segala sesuatu didunia sudah ada masanya , sesuai dengan perputaran roda kehidupan dan takaran keseimbangan alam dunia beserta isinya.
Saat ini keseimbangan sisi positif -negatif, baik-buruk, hitam-putih dan keseimbangan unsur unsur lain yang ada di alam dunia beserta isinya termasuk manusia didalamnya sedang kacau, hal ini merupakan bagian dari pengulangan sejarah nenek moyang dan leluhur kita yang sebelumnya sudah ada dengan faktor-faktor penyebab yang tidak jauh beda, yang membedakan hanyalah waktu, tempat dan siapa yang mengalaminya.
Jaman dahulu kala sudah pernah terjadi gonjang-ganjing kerusakan dunia yang diakibatkan tingkah polah manusia sendiri, terutama manusia yang menjadi pemimpin saat itu, dimana sebagai manusia telah lupa SANGKAN PARAN DUMADINYA. Sejarah timbul tenggelamnya Tanah Air Nusantara Indonesia Raya.
Sejarah munculnya negara Indonesia dari jaman kerajaan bisa dilihat sebagai pelajaran nyata. sejarah munculnya MERAH PUTIH sejak jaman kerajaan kediri bisa jadi pegangan untuk kembali mempelajari SANGKAN PARAN DUMADI demi tercapainya kejayaan negeri ini.
MERAH = DARAH
PUTIH = TULANG
SADAR, TAHU, DAN MENGERTI AKAN SANGKANNYA, MELAKSANAKAN, MENJAGA DAN BERTANGGUNG JAWAB AKAN DUMADINYA.
JAYALAH NEGERIKU DI HARI PAHALAWAN 10 NOV 2009 YANG SUDAH DILUPAKAN OLEH BANYAK ORANG.
TERIMA KASIH PAHLAWANKU, ORANGTUAKU, LELUHURKU ATAS JASA-JASA DAN TELADAN YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADA KAMI SEHINGGA KAMI MASIH BISA BERNAFAS DIBUMI PERTIWI INI.
SALAM UNTUK KITA SEMUA.
janakaaji said,
November 11, 2009 at 12:27 pm
Kang mas Sabda langit ingkang kaluhuran budidharmaning satria utama, beserta seluruh sahabat sahabatnya di blog yang indah ini,
menawi wonten keparen ndalem, hamba mengajak malam nanti jam 23 malam nyenyuwun sesarengan . saya di Tarakan kangmas wonten yojo apa di jakarta.
Mudah mudahan pada jam 11 tanggal 11 bulan 11 tahun 11 ( 2009 ) menjadi moment yang bermakna bagi dunia.
Mudah mudahan Ratu adil enggal Dados payung agung tumrap tiyang nuswantara. Njejegaken bebuden ingkang linuhur.
ada doa yang hamba lampirkan adalah Cemeti amal rasuli.( bagi yang mau saja )
Tumindak kelawan Allah.
Lumaku apepayung Iman,
Asahid kamimpungan, katungkulan para malaikat , para nabi para wali , para suci.
Yaa .. Huu, Yaa .. Huu.. Yaa.. Huu..
Mudah mudahan dengan melepas Cemethi Amal rasuli bersama sama malam nanti rahasia alam yang selama ini masih menjadi teka teki segera terwujud.
Nuwun Rahayu .. rahayuu .. rahayuu..
ades said,
November 12, 2009 at 11:41 am
assalamualaikum
..ikut nimbrung bro….mas limanto yang wayang janoko kuning yang mana ya????
perasaan jadi puyeng euy bacanya….palalinter 9 kejawen /sunda buhun…etc )
perasaan gak perlu ribed2 amat….
LILLA HAILLALLAH MUHAMAD ROSULULLOH
LAILLA HAILLALLAH HUWAL AWWALU WALAKHIRU, WADDOHIRU WAL BHATIN , WAHUWA BIKULLI SYAIIN ALYM.
KULLAW KANAL BAHRU MIDADALLIKALIMATI ROBBI, LANA FIDAL BAHRU KHOBLA ANTANFADA KALLIMATU ROBBI WALAW ZI’NA BIMISLIHI MADADAN……….
dulu kita ndak ada…lahir ke dunia , hidup di dunia sudah ditakdirkan jadi ini dan itu…
mengapa muhammad jadi rosul terakhir yang paling mulia/ kekasih Allah…
itu karena Alloh pengennya begitu…..
wis apa jare Alloh…ga perlu pusing2..berusahalah jadi baik semampu kita…huachim
nanti kita mati,
ada di alam kubur…yang sengsara ya karena keblinger di dunia, yang dapet nikmat yang ikhlas ibadahna,jujur berusaha menjadi orang baik sesuai kemampuannya..berjuang dan senantiasa bertawakal…ga neko-neko..
ntar selanjutnya masuk syurga dan neraka..kekal didalamnya..
tapi apakah kalian tau….
ada dalam wahyu Allah yang menyatakan ” KEKAL DI SYURGA DAN NERAKA..SETELAH ITU DIKEMBALIKAN LAGI KEPADANYA..”
artinya..
dulu kita ga ada..ntarpun kita sirna…nikmati aja hidup..bersyukurlah..ga perlu ribed-ribed…
jangan-jangan nanti kebelinger….
toh mati apa sih yang dibawa..adakah kekuatan kita untuk menyatakan bahwa kita ini dan itu nantinya….
INNALILLAHI WAINNA ILLAIHI ROZIUN…asal dari Allah kembali kepadNya…
dulu kita ga ada…nantipun ga ada…..sirna…hilang…lenyap…………?#^$#ů
weleh-weleh….
sorry kalau..sok tau ye…..
SP…satria pingit….kapan ya munculnya…….kasihan nusantara bencana,miskin,merana dan sengsara……..
SP???????????
hampura nu disuhun,bilih kirang tata sareng bahasa…
merdeka indonesia.
wassalam
ades said,
November 12, 2009 at 11:51 am
ralat..LAILLAHAILLALLAH MUHAMAD ROSULLULLOH..
maklum baru belajar saudara-saudara…
cameti amar rosuli……..salam mas wayang janoko…
Bocah Angon said,
November 29, 2009 at 11:46 am
Salam,
Mugi-mugi Syang Yang Widiwarse,Gusti Allah ingkang Murba lan Wasesa ing Jagad tansah paring Payung Agung dateng Para titah ing ngarsapada.
Salam taklim kageng Kakang Mas Sabdolangit sak Kulowongso.
Nyuwun sewu , mohon maaf saya bocah angon lancang mampir di padepokan mas sabdo langit.Karena tertarik dengan semua uraian dari mas Sabdo langit.
sambil mengembala Domba saya ikut berteduh mampir disarsehan ini.
Setelah mengikuti pamedar piwulang mas sabdo langit mengenai akan datangnya satrio piningit ( SP) yang tidak lain adalah satrio calon Ratu Adil ( RA).
Menarik sekali untuk disimak dan ditelaah semua yang mas sabdolangit uraikan
berdasarkan piwulang Luhur dari para leluhur kita dimasa lampau.Untuk menjadi teken bagi para keturunannya, untuk menjadi obor bagi para penerus para leluhur.
Saya sependapat dengan mas sabdolangit , bahwa kita sebagai generasi penerus pengemban tali estafet sejarah wajib untuk mengetahui SEJARAH perjalan para leluhur dan mengambil pesan Agung dari para Leluhur.Karena Sejarah dahulu dan sejarah yang akan kita ukir harus SEJALAN DAN SEARAH.Sejarah yang kita jalani saat ini kalau tidak SEJALAN DAN SEARAH dengan CITA-CITA LUHUR para pendahulu kita maka sejarah yang kita buat tidak akan mengahasilkan karya yang membuat bumi ini menjadi GEMAH RIPAH LOH JINAWI.Justru akan sebaliknya , kalau sejarah yang kita buat berlawanan dengan CITA-CITA LUHUR para LELUHUR kita maka yang terjadi bumi ini akan menjadi HANCUR dan GONJANG-GANJING.
Mengenai kelahiran Ratu Adil ( Imam Mahdi : kalau dalam paham umat islam) adalah suatu Keharusan oleh Kodrat Ilahi. Dari uraian mas sabdo langit tentang datangnya Ratu Adil , yang disadur dari beberapa Ramalan para Pujangga Luhur
( al-alim = kalau dalam paham islam) sangat menarik untuk di kaji dan di tafsirkan dengan bahasa tafsir yang memakai Indra Rasa yang dalam.Kalau diterjemahkan dengan bahasa yang lugas( harfiah) maka akan mendapatkan penafsiran yang kurang pas tentunya.
Dari pesan-pesan yang disampaikan dalan JANGKA tsb tidak perlu diperdebatkan dalam penafsirannya.Karena Ramalan adalah hasil pembacaan kejadian dimasa depan.Kebenarannya setelah Jangka tsb terjadi.Karena Jangka tsb memakai bahasa Simbol.tentunya para Leluhur kita tidak mau menyampaikan pesan dengan bahasa yang sudah Matang , sehingga kita tinggal memakai dan menerima tanpa mengupas ( ngoceki ) maknanya.Para leluhur kita juga mengharapkan kita harus memakai akal dalam menerima inti pesan tsb.Para leluhur tidak mengharapkan kita menjadi generasi yang malas perpikir.tapi kita diharapkan menjadi Generasi yang setiap langkahnya menggunakan Daya Pikir kita.( Ulil abab = dalam bahasa qur’an)
Untuk itu didalam kita memahami Hakekat Ratu Adil , sebenarnya sudah disampaikan pesan-pesan tsb sebelum PRABU JAYABAYA terlahir kembali dibumi tanah Jawa.Jayabaya lahir di Bumi Jawa ini tahuan masehinya sudah menunjukan angka Ribuan.Dan dalan Jangka Jayabaya dicritakan bahwa Prabu Jayabaya belajar meramal Jangka dari Guru Spiritualnya yang bernama : Syech Maulana Syamsul Zein
dari negeri RUM.Dengan demikian kabar tentang datangnya Ratu Adil tsb diperoleh dari Guru spiritualnya.Kemudian Jayabaya meneruskan Pesan tsb kepada generasi ditanah Jawa ini lewat JANGKA JAYA BAYA.
Dari mana Ratu Adil datang dan dimana Ratu adil akan membangun Singgasana untuk menata Jagad ini. Pada tahun 400 masehi ,pada zaman Nabi Muhammad saw
telah memberikan Pesan kepada Umat manusia bahwa akan datangnya seorang Pemimpin ( Imam/ Ratu ) yang akan hadir dibumi ini untuk membawa KESEJAHTERAAN UMAT .( bukan hanya manusia, tetapi umat dibumi )namanya : AL MAHDI .Rasulullah Muhammad menyampaikan bahwa AL MAHDI adalah akan lahir dari NASAB beliau atau keturunan MUHAMMAD .Yang kelahirannya akan membawa KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN DIBUMI.Kemudian AL Mahdi akan memberantas KEJAHATAN dimuka BUMI. Karena dia akan membawa keadilan dimuka bumi ini maka orang menyebutnya : RATU ADIL. Keberadaannya sejak MUHAMMAD menyampaikan pesan tsb sampai sekarang masih dirahasiakan oleh TUHAN, maka orang memberi JULUKAN SATRIO PININGIT.
Maka dari Jangka Jayabaya disampaikan bahwa berasal dari trah tanah ARAB , memang RATU ADIL berasal dari Trah keturunan BANGSA ARAB , tetapi kelahirannya bukan untuk bangsa ARAB saja .Trah bangsa Arab tetapi terlahir di bumi Nusantara dan untuk seluruh UMAT DIBUMI ini.Tentunya Ratu Adil adalah MANUSIA PILIHAN , MESTI juga dari BIBIT MANUSIA PILIHAN JUGA atas kehendak YANG MAHA KEHENDAK.
MUHAMMAD adalah manusia PILIHAN TUHAN untuk menyampaikan RISALAH TUHAN DIMUKA BUMI INI.
Kalau kita mengatakan bahwa kita ini adalah Turunan NABI ADAM .pasti akan bertanya dimana NABI ADAM diturunkan diMUKA bumi ini.
Misalkan ADAM diturunkan pertama di ARAB pastinya kita juga asalnya adalah keturunan ARAB tapi lahir di jawa.
misalkan ADAM pertama kali diturunkan di AFRIKA pastinya seluruh umat manusia ini keturunan Orang Afrika.
Jadi dari mananpun asalnya RATU ADIL kita tentunya akan lebih bijak kalau kita pahami salah satu pesan MUHAMMAD pada 1.400 tahun yang lalu :
” Islam turun di tanah ARAB , tetapi Islam akan BANGKIT dibelahan BUMI TIMUR”
Muhammad saw sudah memberikan gambaran bahwa kebangkitan Islam dibumi belahan Timur.
( KET:
Islam disini bukan hanya agama , tapi konsep keselamatan, kesejahteraan, kedamaian,dan kesempurnaan.Orang beragama ISLAM adalah orang yang secara total memiliki konsep tapi konsep keselamatan, kesejahteraan, kedamaian,dan kesempurnaan BUDI .Jadi kalau ada orang mengaku beragama ISLAM tetapi dalam aktualisasi hidup belum membawa konsep : konsep keselamatan, kesejahteraan, kedamaian,dan kesempurnaan BUDI .berarti belum ISLAM.)
Mengenai BUMI BELAHAN TIMUR tentunya kita dapat mengambil suatu PREDIKSI bahwa bumi belahan timur adalah INDONESIA./ NUSANTARA.
Konsep Nusantara adalah konsep IKRAR MAHA PATIH GAJAHA MADA.
Tetapi NUSANTARA sebenarnya menurut KONSEP GAJAH MADA adalah DUNIA.
GAJAH MADA memiliki cita-cita ingin menyatukan NUSANTARA dibawah pani-panji
MAJAPAHIT. JADI cita-cita maha patih adalah ingin menyatukan NUSANTARA/DUNIA
dibawah panji-panji konsep : keselamatan, kesejahteraan, kedamaian,dan kesempurnaan budi .
Tetapi pekerjaan belum selesai MAHA PATIH sudah dipenggil Syang Yang Widiwarse.
Kenapa ISLAM (konsep keselamatan, kesejahteraan, kedamaian,dan kesempurnaan BUDI ) akan bangkit dibelahan bumi timur / Nusantara?
Tentunya ada Rahasia dibalik Rahasia yang terdapat di Nusantara ini.
Kemudian coba kita cermati bahwa :
1. Para WALI / SUNAN mereka sebagaian besar adalah berasal dari TANAH
ARAB.KENAPA? Apakah mereka hanya ingin menyebarkan agama Islam ? atau
hanya berdagang?
Tentunya alasan -alasan tersebut terlalu tidak masuk akal dan terlalu sepele.
Pasti ada ALASAN yang lebih jelas.yaitu mereka sudah paham tentang apa yang
disampaikan oleh Muhammad SAW bahwa ISLAM akan bangkit dibelahan BUMI
TIMUR.( kami tidak akan menguraikan lebih jauh).
2.Bangsa-bangsa Eropa ( dulu negeri : RUM ) berkali-kali berusaha mau menguasai
bumi Nusantara ?dari Portugis,spanyol,Inggris dan yang terakhir adalah belanda
yang bercokol 365 tahun serta Nipon walau hanya seumur jagung.
Pasti alasanya bangsa-bangsa Eropa bukan karena ingin berdagang,mencari
rempah-rempah, mencari emas atau kakayaan lainya.tapi mereka ingin
menguasai bumi NUSANTARA ini selama-lamanya, karena BUMI nusantara ini
akan menjadi BUMI dimana akan menjadi PUSAT kekuatan DUNIA.
NUSANTARA ini akan menjadi MERCUSUAR DUNIA.Dan NUSANTARA INI akan
menjadi BUMI DIMANA MANUSIA PILIHAN TUHAN AKAN TERALAHIR DAN
MEMIMPIN DUNIA MEMBAWA KESEJATERAAN YAITU IMAM MAHDI ,YA KANJENG
RATU ADIL SAYIDIN PANATA GAMA KALIFATULLAH.
Maka menjadi kehendak TUHAN yang mewarisi BUMI NUSANTARA ini bukan
bangsa lain.Tapi bangsa dari keturunan para leluhur yang sudah dengan susah
payah MENDIRIKAN NUSANTARA yang dicita-citakan MAHA PATIH GAJAH MADA.
Maka SANG RATU ADIL ini nanti yang akan meneruskan CITA-CITA MAHA PATIH
GAJAH MADA MENYATUKAN NUSANTARA DIBAWAH KONSEP ISLAM(konsep
keselamatan, kesejahteraan, kedamaian,dan kesempurnaan budi.)
Kita hanya diwajibkan untuk berdoa mudahan sang RATU ADIL SEGERA TURUN DIBUMI INI dan kita bisa bertemu dan bisa hidup bersama.
Pesan Muhammad s.aw. : ” Kalau suatu saat umatku bertemu dengan Al Mahdi dan mengikuti perintahnya untuk kembali ke ISLAM pasti akan menjadi Umat yang selamat dunia dan akhirat ”
Ingat Islam yang dimaksud adalah konsep keselamatan, kesejahteraan, kedamaian,dan kesempurnaan budi.
Demikian ms sabdo langit urun rembug kami,kalau ada kesalahan dan kekeliruan dalam urun rembug ini ,mohon dimaafkan.Karena kami hanya bocah angon , yang jauh dari ilmu pengetahuan.Karena kami hanya disibukan untuk menjaga, memelihara domba-domba yang kami gembala.karena domba-domba tersebut bukan milik kami.Domba-domba tsb adalah milik majikan kami.Yang kami gadhuh- untuk digembala dipadang rumput.dan kami berkwajiban mengembalikan domba-domba tersebut ke majikan kami dalam keadaan selamat,sehat ,bersih dan membawa hasil yang lebih baik.
Kami hanya mengharapkan kepada majikan kami , untuk bisa mengembalikan domba-domba tsb dengan baik.
Matur Nuwun.
Keselamatan dan kesejahteraan mudah-mudah terlimpah kepada para leluhur-leluhur kami, kepada seluruh umat dibumi dan seluruh alam jagad ini.
Dan Kselamatan untuk SANG RATU ADIL , kami menunggu kehadiranMu dengan kerinduan seperti anak merindukan Pulangnya IBU dari pasar.
wassalam
BOCAH ANGON.
joko petir said,
December 4, 2009 at 2:15 pm
Salam katresnan..
Menurut saya Ratu Adil itu nanti akan datang dari garis Ibu Ratu Kidul alias Dewi Nawang Wulan, selaku pemegang wahyu tanah Jawa. kalo dalam pewayangan Ratu Adil itu ya Kresna (Raja yg bermahkota Ratu) alias titisan Dewa Wisnu yang sudah manunggal dengan Sang Hyang Tunggal. Jadi Kresna akan turun lagi untuk menegakkan kebenaran dan keadilan setelah sekitar 6500 tahun moksa. Kresna turun kembali karena adanya perjanjian dengan Sang Hyang Tunggal untuk membantu Kanjeng Rasul.
Kalo dilihat sebenarnya banyak raja pulau jawa tidak lain adalah keluarga dan sahabat Rasul. Jadi leluhur pulau jawa masih bersaudara dengan yang dari tanah arab. Prabu Jayabaya isinya itu ya Abu Hurairah, Gajah Mada itu isinya ya Umar bin Khattab, Sultan Agung itu ya isinya Jakfar Shodiq (cucu Rasul). kulitnya memang beda, isinya ya itu-itu juga.
Jadi pada waktunya nanti kejayaan nusantara akan bertemu dengan
kejayaan Islam secara universal..
Monggo dilanjutt…
~matur nuwun
Kangdudung said,
November 29, 2009 at 1:01 pm
Ass…
Salam kenal dan takzim untuk Ki Sabda dan Mas Bocah Anggon…
Penjabaran yang mencerahkan……
Persiapkanlah diri kita semua untuk menyambut kehadiran Imam Mahdi…..
2020
Wassalam…
wongalit said,
November 29, 2009 at 3:38 pm
Salamungalaikuum,
Satria Piningit = Imam sampurna
2020=2011= Kalih mandhapipun kawelasaning Gusti hingkang maha suci lan welas asih.
Mila segera hadir pambelanipun Bayu lan tirto dangunipun saumuring jagung. pada waspada lan eleng. Maspada mring kathahipun piwucal nanging nora bisa mrantasi karya , nora bisa menjadi sejatining tuntunan. eleng menawa manungsa niku nggadhahi kuwajiban manungku puja namun dhateng Allah SWT Gusti Hingkang Maha Suci
kridhaning bayu lan tirta sedya mujudi jejeging adil kang wekdal samangke denrusak para manungsa kang kudune tumindak adil laras pakaryane.
Kang Ginaris nora bakal gegaris, Kang Nduweni Hak Nora bakal kecahak liyan.
Sabda Palon naya Genggong wus nindake karya
Sabda Palon = Pemuda berjanggut kang nampi sabda firmaning Gusti
Naya Genggong = Bocah angon kang tansah Nggenggong Mujudi jejeging bawono gung.
Sawangen kanthi wening. wus cetha wela wela menawa Pemuda berjanggut lan Bocah Angon wis cukup anggone nandhang wirang.
Subekanallah. weh nuwun ngapunten anggenipun nglamun wong alit kok kelantur lantur. Denmas Sabda Langit mnawi kirang prayogi mang busek mawon nggeh mboten napa napa Mas.
wongalit said,
December 3, 2009 at 12:04 pm
selot selote tahun 2011 bakal ana pemimpin negara ing jagat raya tiba amarga lali marang kuwajibane mbuka gapuraning satria pinandita.. wah nyuwun pangapunten kang mas sabda nglamun kula kok saya ranggenah nggeh.
Iswan Basro said,
December 16, 2009 at 10:15 pm
Pernah dengar ramalan RAHMAN. Ramalan tersebut ialah suku kata R. A. H . M . A. N. Ia merupakan turutan enam nama PM di Malaysia yang bakal membawa kemakmuran dan kesejahteraan negara Malaysia. Bermula dengan Tunku Abdul RAHMAN, Tun ABDUL Razak, Tun HUSSEIN Onn, Tun Dr. MAHATHIR, Dato’ Seri ABDULLAH Ahmad Badawi dan kini Dato’ Seri NAJIB Tun Razak sebagai PM yang keenam.
R : Rahman
A : Abdul Razak
H : Hussein Onn
M : Mahathir
A : Abdullah
N : Najib
Apa yang menarik di sini, selain teori RAHMAN, di Indonesia sendiri terdapat teori yang hampir sama dengan Malaysia. Di Indonesia, ia terkenal dengan ramalan Prabu Joyoboyo iaitu suku kata NOTONOGORO, suku kata dari perkataan Jawa yang bermaksud ‘Menyusun Negara”. Dua huruf akhir yang merupakan nama Presiden di Indonesia. Ia bermula dengan SukarNO, SuharTO, seterusnya YudoyoNo dan ada yang mengatakan seterusnya SutiyoGO dan akhirnya adakah Iswan BasRO?? Namun adakah teori ini kurang tepat kerana terdapat Presiden Indonesia sebelum Yudoyono? Namun ada yang mengatakan presiden yang dikira hanya yang memerintah selama 5 tahun ( satu penggal ) dan ke atas sahaja.
NO : sukarNO
TO : suharTO
NO : yudhoyoNO
GO : sutiyoGO
RO : iswan basRO
SURATAN ATAU KEBETULAN
Secara kebetulan pula, pemimpin di kedua-dua negara yang seterusnya adalah yang ketujuh. Di Malaysia, PM ketujuh dan di Indonesia, Presiden ketujuh. Adakah kedua-dua negara ini akan dipimpin oleh orang yang sama? Benarkah seperti yang dijangkakan bahawa seluruh nusantara akan bangkit dan bergabung menjadi satu empayar besar yang bakal menggegarkan seluruh pelusuk dunia bersama bangkitnya seorang yang akan berkuasa. Siapakah beliau? Hanya Allah yang tahu…
Sila layari website tersebut : http://isa777.multiply.com
Antara Kandungan website :
1. Video Tujuh Pemimpin Besar Negara Indonesia dan Malaysia
2. Video Gagasan Tanah Melayu dan Tanah Jawa
3. Video Sistem Khilafah Makin tertegak
4. Video Sembilan Misi Daulah Gagasan Nusantara 2012 – 2020
5. Video Khalifah Nusantara (Gagasan Tanah Melayu dan Tanah Jawa)
7. Video Tangisan Seorang Pejuang (Cikgu Iswan Basro)
8. Video Panji Hitam Kini Berkibar 1
Sila layari : http://isa777.multiply.com
Sebarkan jika bermanfaat.