TATA CARA MELIHAT TUHAN

July 5, 2009 at 2:49 am (TATA CARA MELIHAT TUHAN) (, , , , )

Tuhan benar-benar maha luas tiada batas ! Maka tidak lah berlebihan jika dianalogikan bahwa kebenaran sejati layaknya cermin yang pecah berantakan, dan agama, ajaran, budaya, ilmu pengetahuan, tradisi, masing-masing hanyalah memungut satu di antara serpihan cermin tsb.

EMPAT dimensi (dimensi ruang ditambah waktu), hanya ada di dalam dimensi wadag/fisik bumi. Sementara tata “ruang” gaib sungguh menyimpan misteri yang maha luas dan dahsyat.  Dalam “tata ruang” gaib sudah yang tidak ber-ruang lagi, dan di dalamnya tidak berlaku waktu, tidak berlaku jarak. Itulah hakekat dari dimensi cahaya. Bahkan kecepatan melebihi kecepatan cahaya.

…untuk mencapai pergerakan maksimum di dimensi ruang maka pergerakan di dimensi waktu harus nol. Pada kondisi inilah kecepatan benda menempuh dimensi ruang bisa maksimal. Dan sesuai dengan teori relativitas khusus, bahwa kecepatan maksimal adalah kecepatan cahaya, segera kita sadari bahwa cahaya sama sekali tidak bergerak pada dimensi waktu. Dengan kata lain, foton tidak berumur. Foton yang dihasilkan semenjak alam semesta terbentuk sampai sekarang umurnya sama!

Ini terkait dengan salah satu formula teori relativitas khusus yang sangat terkenal: E=mc2, di mana E adalah energi, m adalah massa, dan c adalah konstanta kecepatan cahaya. Formula tersebut menjelaskan relasi langsung antara energi-massa (konservasi energi-massa). Sebuah objek dengan massa m bisa menghasilkan energi E sebesar mc2; dan karena c sebuah konstanta yang besar, massa yang kecil tetap akan menghasilkan energi yang besar.

Bayangkan, Hiroshima tahun 1945 hancur akibat energi yang dihasilkan 1ýari 2 pounds Uranium. Di sisi lain, formula ini memainkan peranan penting dalam pergerakan objek dalam 4-dimensi. Benda yang bergerak memiliki energi kinetik, semakin tinggi kecepatannya semakin besar energinya.

Saat kita paksa partikel muon mencapai kecepatan 99,9 kecepatan cahaya, muon memiliki energi yang besar. Karena konservasi energi-massa, energi tadi meningkatkan massa muon 22 kali lebih massif daripada massa-diamnya (0.11 MeV). Tentu saja semakin masif (pejal) benda, semakin susah untuk bergerak cepat. Ketika kecepatannya dinaikkan menjadi 99,999 kecepatan cahaya, massanya bertambah 70.000 kali! Muon semakin masif dan semakin cenderung untuk tidak bergerak. Sehingga dibutuhkan energi yang tak berhingga untuk melewati kecepatan cahaya; jumlah energi yang tidak mungkin bagi sesuatupun yang ada di alam semesta ini: KECUALI JUMLAH ENERGI  TUHAN. (Wongalus.wordpress.com)

Sukma/roh adalah “abadan cahya” (cahya sejati) sehingga bagi  roh/sukma ke manapun pergi tidak membutuhkan waktu lagi. Orang bilang kecepatan sukma melesat dari satu tempat ke tempat lain (dalam meraga sukma) hanya memerlukan hitungan detik, sekedar untuk menggambarkan betapa di “wilayah” gaib merupakan wahana cahaya yg tidak menggunakan hitungan dimensi ruang dan waktu lagi. Namun demikian, cahya sejati belumlah hakekat TUHAN, ia masih makhluk (ciptaan/retasan Tuhan). Sehingga tak bisa dibayangkan lagi bagaimana “kecepatan” Tuhan, mungkin beribu atau bermilyar kali lipat dari kecepatan cahaya. Dan hanya sampai di situlah yg bisa dibayangkan oleh manusia. Di atas cahya sejati (nurulah) adalah atma atau energi hidup/chayyu/kayun/kayu. SUATU “ENERGI hidup” YANG KECEPATANNYA  JAUH MELEBIHI CAHAYA. Bisa anda bayangkan ? Namun Atma sejati belumlah  “inti” TUHAN, karena atma masih di dalam rengkuhan HYANG MAHAMULIA.

Hal ini setidaknya dapat terbuktikan melalui suatu pengalaman gaib yg sensasional,  yg membeberkan “rahasia besar” bahwa leluhur di alam barzah, sekalipun  mencapai derajat kamulyan yg paling tinggi (kamulyan sejati/abadan cahya sejati), belumlah bisa melihat/bertemu “wujud” Tuhan. TUHAN tidak SESEDERHANA itu. Karena tuhan lebih-LEBIH DARI MAHA MULIA, LEBIH DARI MAHA AGUNG, tidak sekedar sebagaimana manusia bayangkan melalui kitab-kitab suci yang ada.

Semakin manusia mengetahui kebesaran tuhan, manusia semakin merasa tidak bisa membayangkan tuhan itu seperti apa sesungguhnya. Namun yang di luar bayangan imajinasi kita itu, sungguh ada melekat di dalam diri kita, dalam diri manusia apapun agama, bahasa dan suku bangsanya.

Semakin manusia tahu Tuhan, semakin merasa kecil dan menunduk diri. Jauh dari watak mentang-mentang, jauh dari sikap merasa paling benar, apapun yang menjadi sumber referensinya.

MATA MELIHAT MATA = MANUSIA “melihat” TUHAN.

Untuk sekedar pembuktian ilustratif saja, bagaimana kemampuan manusia dalam melihat/mengetahui/bertemu tuhan adalah ilustrasi saya sebagai berikut: Bola Mata wadag kita bisa melihat suatu obyek yang berada di luar mata kita. Namun demikian, apakah bola mata kita bisa melihat apa yg ada di dalam bola mata kita sendiri ?

Maka hanya dengan “rahsa”lah kita bisa “merasa” apa yg ada di dalam bola mata kita. Tuhan hanya bisa kita rasakan, dan itulah kemampuan manusia maupun roh dalam “melihat” tuhan.

APAKAH TUHAN ITU ?

Dalam pendekatan rasio dikenal suatu hukum alam, lebih populer lagi sebagai hukum sebab akibat. Maka Tuhan merupakan konsep utama sebagai CAUSA PRIMA, yakni penyebab utama tanpa ada yang menyebabkan eksistensiNya. Jika pendekatan melalui teori energi, maka Tuhan merupakan EPISENTRUM dari segala episentrum dan energi yang ada di jagad semesta.

Soal Tuhan mana yang paling bener, atau sebutan nama Tuhan yang palsu apa ? Apakah Allah, Alloh, Tuhan, Pi khong, Brahman, God, Puang Alah, Yahweh, Dei dan seterusnya ?

Berbicara dalam konteks rasio, semua itu tentu saja masih berupa kebenaran yang bersifat relatif. Karena nama-nama itu berkaitan dengan sistem budaya yakni, BAHASA sebagai alat komunikasi yang digunakan manusia. Logiknya sebelum manusia mengenal bahasa, maka konsep nama-nama di atas tentunya belum ada, dengan kata lain, causa prima (tuhan) belum punya nama apapun.

Jika pemahaman di atas ada yang menganggap statementnya kapir kopar, yang menjadi pertanyaannya, apakah gara-gara  salah menyebut nama untuk Tuhan maka akan mengakibatkan seseorang kecemplung nroko ? Bukankah kita semua ini memeluk salah satu agama hanya faktor kebetulan saja, dan tak lebih karena faktor keturunan (warisan) orang tua kita. Nah, apakah hanya faktor kebetulan, faktor keturunan, dan warisan ortu tsb menentukan orang masuk nroko atau suwargo ?

BENARKAH TUHAN ITU DAPAT DIHITUNG ?

Pertanyaan selanjutnya, apakah TEPAT, dikatakan Tuhan Maha ESA ? Jika jawabannya ya, berarti Tuhan itu sesuatu yang COUNT-ABLE (dapat dihitung). Jika jawabnya ya juga, berarti Tuhan itu sangat terbatas, dengan demikian mengingkari dalil Tuhan Mahaluas tak terbatas. Saya mengharapkan bantuan para pembaca yang budiman untuk memberikan pencerahan atas mind set tersebut.

Hal ini saya kemukakan karena di dalam benak saya Tuhan itu sebagai UNCOUNTABLE. Namun bukanlah benda, berbeda dengan udara, air, api dan sejenisnya merupakan uncountable noun, atau benda tak dapat dihitung. Sehingga kita tidak bisa mengatakan air, udara, api berjumlah satu atau sepuluh, atau seratus. Namun kita juga tidak bisa dikatakan benda-benda tersebut sebagai satu (esa). Bahasa yang mewakili adalah benda jamak dan benda tunggal. Jika Tuhan dikatakan satu, berarti terjebak pada terminologi benda jamak. Saya kok merasa lebih sreg jika mengatakan (dalam bahasa kawi)  sebagai Hyang Widhi atau Maha Tunggal atau bahasa lain yg sepadan. Karena Tuhan itu, saya kira tak dapat dihitung. Jika dikatakan Maha Esa (satu) kiranya teramat sulit memahami deret hitungan yang KUANTITATIF dan SIMPLISTIS tersebut. Kenyataannya, memahami Tuhan yang tiada duanya,  jauh melebihi sulitnya menghitung udara sebagai benda tak dapat dihitung. Betapa hebat Tuhan itu. MOHON SAUDARA-SAUDARAKU seluruh pembaca yang budiman BERKENAN berbagi rasa di sini.

salam asih asah asuh

160 Comments

  1. wong alus said,

    Pikiran sempit, cupet nalar dan emosional tanpa berkeinginan untuk membeber keyakinannya untuk didiskusikan serta didebat adalah sumber malapetaka. Bom-bom yang membunuh lahir dari jenis manusia yang semacam ini..

    Sebaliknya, pikiran jembar, dowo nalar, rendah hati, tidak menuduh namun mengasuh, tidak apriori terhadap keyakinan dan kepercayaan lain yang dilandasi semangat untuk mau belajar menerima kekurangan dan kelebihan.. adalah awal perjalanan yang indah menuju kebijaksanaan.

    Marilah kita saling mendiskusikan hal-hal yang sulit, termasuk soal-soal ketuhanan dengan bijaksana dan memegang falsafah luhur Ilmu Padi: Makin berisi semakin merunduk, bukan sebaliknya makin berisi makin mendongak dan congkak. Apa yang dipaparkan oleh Para Pembaca Budiman yang tidak enggan untuk berbagi kawruh adalah upaya pembelajaran yang luar biasa, sangat sangat luar biasa.

    Monggo dilanjut KI SABDA…

    Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani…

    Salam damai dari lubuk hati

    • Alam Rasa said,

      @Wong Alus

      Kadang kita harus arif juga dalam berdiskusi atau menasehati, seperti nasehatnya Sang Arif Bawa Muhaiyadeen berikut:

      “Jangan pernah mencoba untuk memberi nasehat kepada orang yang tidak memiliki kearifan. Engkau harus menghindar dari orang-orang seperti itu. Pelajarilah keadaan seseorang sebelum engkau berbicara kepadanya. Jika engkau tidak melakukan ini, dan engkau mencoba untuk menasehati seseorang, hasilnya akan berbahaya. Hal ini akan seperti melempar batu kepada sebuah gunung. Batu yang engkau lemparkan akan terpecah menjadi beberapa bagian dan memantul kembali menyakiti dirimu. Ingat, jika engkau mencoba menasehati seseorang yang tidak mempunyai kearifan, akibatnya akan mengenaimu kembali dan mengakibatkan bahaya yang besar kepadamu. Hal ini akan membuat musuh bagimu dan engkau akan dibenci”.

      “Jangan mencoba memberi makan singa dengan rumput. Jangan memberikan daging kepada kerbau. Mereka tidak akan memakannya. Dengan hal yang sama, jangan memberi nasehat kepada orang bodoh. Dia tidak akan menerimanya. Hanya memberikan kepada mereka yang berusaha untuk berubah. Hanya berikan kepada mereka yang memiliki kesadaran akan hal itu. Lalu ia akan mengambilnya dan menggunakan manfaat yang ada di dalamnya. Apakah engkau mengerti? Gunakan kearifanmu dengan cara seperti ini. Cara itu akan baik. Dalam sikap seperti ini seharusnya kalian menggunakan kearifan kalian”.

      Salam Asih Asah Asuh

  2. nur92 said,

    DIA yang berkata

    Sebetulnya nggak ada satu ilmu pun yang dapat menyampaikan seseorang untuk megetahui DIA
    DIA yang menciptakan ilmu.
    Bisakah ilmu menunjukan keberadaanNYA?

    DIA sendirilah yang menghendakimu.

    Bila DIA berkehendak memenuhi relung kalbumu dia akan menggerakkan jiwa ragamu ke arah yang menjadikanmu tidak mengetahui segala sesuatu selai DIA

    Jangan pernah berpikiran ada suatu ilmu yang menyebabkan dapat melihat DIA

    Segala sesuatu selain DIA adalah ciptaanNYA

    Adakah ciptaan menunjukan PENCIPTA?

    Dia sendiri yang berkehendak

    Ciptaan gak ada kehendak sama sekali

    MANUNGSO MUNG KANGGONAN RUMONGSO

    Bagaimana agar DIA menghendakimu?????

    Ini kan harus dengan ilmu?????

    EEEEE…Lha dhalah…

    Carilah ilmu yang kau anggap dapat menyampaikan pada DIA

    Setelah itu BUANG!!!!!

    Koyo nek koe lagi ngupil

    he he he

    • lor Muria said,

      Inggih mbah sendiko dhawuh…
      Tapi kulo taksih ngupil e mbah, dereng telas upil kulo…pripun meniko mbah….nyuwun pituture mbah….
      dasar wong bodho mbah…
      hihihi

  3. igung said,

    Ki Sabdo, Yth. :
    Bagaimana bisa menghitung Tuhan dengan akal pikir manusia?
    Karena menurut saya, sekali lagi menurut saya pribadi, Tuhan menjiwai dan ada di setiap ciptaanNya. Kalau mau menghitung, coba aja hitung seluruh ciptaanNya. Lebih mudah memuliakanNya, yaitu dengan memuliakan seluruh ciptaanNya..

  4. mulyono said,

    untuk melihat tuhan itu mudah…”allah itu prasangka hambaku”..tuhan kaya gimana…..ya?…kaya saya…he..he..he,bukan saya minta disembah kyak raja firaun…jangan salah faham sobat,jangan mikirin pusing tentang tuhan,kita percaya ajah dia dekat bahkan tidak berjarak ama kita…ok..seyakin yakinnya(haqkul yakin),nanti setiap perbuatan perkataan kita akan lebih hati2,dan akan menjadi manusia yg berbudiluhur.

  5. lor Muria said,

    Pertanyaan selanjutnya, apakah TEPAT, dikatakan Tuhan Maha ESA ? Jika jawabannya ya, berarti Tuhan itu sesuatu yang COUNT-ABLE (dapat dihitung). Jika jawabnya ya juga, berarti Tuhan itu sangat terbatas, dengan demikian mengingkari dalil Tuhan Mahaluas tak terbatas. Saya mengharapkan bantuan para pembaca yang budiman untuk memberikan pencerahan atas mind set tersebut.
    ===========================================
    Nuwun Sewu KiSabda nderek urun rembuk…
    Menurut pemahaman saya yang masih cubluk ini… tidak ada yang salah/kontradiksi antara sebutan Tuhan Maha Esa dengan kenyataan Tuhan yang sebenarnya.
    Karena itu semua dari bahasa Manusia. yang menyebut Esa, UnCountable, Maha Luas dll itu kan penyebutan dan pemahaman manusia. pada dasarnya sebutan2 baik pakai bahasa Jawa, Sunda, Indonesia, inggris Arab dll itu Hakikatnya sama.
    Bahwa Tuhan Itu Tunggal/Satu/Esa/ sebutan yang lain. Ya…SATU cuma SATU yang bukan deret hitung, bisa dikatakan Tunggal/Esa/Ahad/…..
    Dalam ke-SATu-anNYA itu karena memang tidak ada yang ADA selain DIA. ADA dalam SATU, AHADIAH, SATU yang Maha Luas Tak terbatas. Tidak ada yang mendampingi atau meliputi DIA, Karena DIA Maha Luas Takterbatas yang MELIPUTI setiap sesuatu (UNCOUNTABLE).

    Itu semua adalah analogi/ penggambaran yang bisa diterima akal manusia, semua bahasa manusia untuk menjelaskan keberadaan Tuhan Pencipta Alam Semesta.

    Ya..ya..ya.. semakin kita mengotak atik dengan ilmu dan analogi dengan kemampuan akal yang terbatas semakin jauh penggambaran sesungguhnya HAkikat Tuhan yang sebenarnya.

    Akan tetapi kalau kita mengajak HatiNurani/Rahsa/Guru Sejati kita yang Sebagai Raja dan Akal Fikiran sebagai Perdana Mentri (meminjam Istilahnya KangBoed) maka akan berbeda hasil perenungan/pemikiran itu.
    He he he..Meminjam Istilahnya M4stono
    “”"apabila ada orang yg bertanya mengenai makrifat….barangkali yg bertanya lebih makrifat dari yg ditanya…”"”
    Jadi ini dianggap berita yang lewat saja………….
    Nuwun

    • SABDå said,

      @Igung Yth
      Tuhan menjiwai dan ada di setiap ciptaanNya….coba aja hitung seluruh ciptaanNya….
      ==============
      Cara spt ini kiranya lebih bijaksana dan mudah dipahami, mudah dilakukan oleh siapa saja, oleh tataran kesadaran mana saja. Matur sembah nuwun Mas.

      @Nur92 Yth
      Sebetulnya nggak ada satu ilmu pun yang dapat menyampaikan seseorang untuk megetahui DIA……….
      Dan:
      @Lor Muria Yth
      Karena itu semua dari bahasa Manusia..Itu semua adalah analogi/ penggambaran yang bisa diterima akal manusia, semua bahasa manusia untuk menjelaskan keberadaan Tuhan Pencipta Alam Semesta…..
      ==============
      Termakasih wedharan ilmu ketuhanan Panjenengan kekalih,
      sangat menambah referensi untuk kita semua yg membuka diri. Disiplin Ilmu ada di dalam rasio. Ilmu hakekat ada di dalam sukma sejati. Ilmu makrifat ada di dalam rahsa sejati. Sedangkan wahana Tuhan dibayangkan di atas nur sejati, di atas atma sejati, bahkan di atas Zat. Tuhan bukan siapa-siapa, bukan apa-apa. Tuhan rupanya tak bisa digambarkan sebagai wujud konkrit dengan kemampuan hingga rahsa sejati.

      @Mulyono Yth
      ”allah itu prasangka hambaku”……
      =====
      Ya, dengan begitu…Tuhan sebagai konsep berfikir GOD SPOT yang berada di titik depan otak manusia.

      @Alam rasa Yth
      Terimakasih mas Alam Rasa (#comment-3199), hal itu merupakan PITUTUR yang sangat bijak dan cermat. Menambah kawruh saya pribadi.

      Salam karaharjan
      salam asah asih asuh
      untuk semua para pembaca yg budiman,

  6. dbo911 said,

    heehh…habis kuar kota..eh luar desa…beberapa hari…disusul agak lereg2…mbuh ini gejala flu ayam, babi atau celeng….
    Terus buka blognya kimas Sabda…. Eh masih meriah tentang Tata Cara Melihat Tuhan…

    Matur nuwun…matur nuwun,…banyak pencerahan yang bisa saya serap…

    Namung nyuwun pangapunten…ada hal yang menurut saya yg cethek pengetahuan ini, munculnya satu pertanyaan mendasar yaitu…Cara Melihat Tuhan…Apa perlu Ditata dan oleh Siapa?!?
    Pertanyaan ini muncul atas dasar :
    TAN KENA KINAYA APA – MA GA BA THA NGA…

    Tapi diluar itu, saya tertarik pada uraian ki dimas Alam Rasa…
    Bagus…cukup cerah dan mengena….
    Mohon maaf perkenankan saya menanggapi melalui de-analogi alias Jalur-Nyleneh/Sableng…
    Begini :
    Singa mungkin perlu diberi makan rumput…agar mengerti terhadap sesama jenis binatang menyusui serta bisa agak lebih beradab…
    Kerbau mungkin perlu diberi makan daging…agar keluar taring sehingga tidak diperbudak serta jadi santapan terus….

    Namun ada satu yang saya masih bingung yaitu :
    Pohon Kolang-Kaling…agar bisa berbuah Korma (atau Berlian-ini misalnya)…
    Kiranya perlu diberi makan/pupuk apa yaaa…

    Sekali lagi nyuwun pangapunten…
    Sedikit guyon/humor bercampur nyleneh…

    Rahayu…Karaharjan kagem kimas Sabda tuwin para Kadang Sutresna sadaya…..

  7. Cowboys from hell said,

    Aku tidak mampu untuk mencintaimu yah Tuhanku,karena aku penuh kebenciaan,penuh kegeraman kepada mereka2 yg menginjak2 seluruh kehormatan darah leluhurku keatas, jadi jangan bebani aku dengan hukum cintamu, sungguh aku tidak merasa mampu untuk melakukannya,terkecuali seketika aku kau tarik mundur kebelakang, untuk hanya sekedar menjadi saksi akan babarnya seluruh kasih sayangmu yang turun dan berkarya untuk memperbaharui dunia ini lalu tergelar keluar kepada mereka2 yg lainnya melalui diriku ini,sehingga aku tidak mampu lagi untuk menolak dan berkata tidak….,sebab sungguh,aku tidka mampu mecintai mereka,sedari dilahirkan, aku dipenuhi rasa geram kepada mereka!
    Oleh karenanya jadikanlah aku hanya sekedar saksi bahwa sungguh kau begitu mencintai kami seluruhnya tetapi janganlah pernah meminta lebih daripada itu yah Tuhanku,karena sungguh aku tidak mampu untuk mencintai karena aku penuh kegeraman kepada mereka yg menginjak2 kehormatan negeri ini!.

  8. KangBoed said,

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Kang Mas Sabda Langit yang baik

  9. sang alit said,

    Sabda,
    Maunya sampeyan itu apa sih, tulisanmu muter-muter kaq karuwan juntrunge…….

    • lor Muria said,

      @ sang alit

      Maaf KI Sabda saya mendahului Panjenengan ini hanya sharing.
      Mas @sang alit Coba baca2 dulu artikel2 di Blog ini sambil muter2 nanti Mas akan tahu sendiri maunya KI Sabda dan komentator2 disini.
      Sudah hampir satu tahun saya buka2 arikelnya KI Sabda tetapi belum rampung juga aku membacanya……banyak sekali Wejangan2 dari para leluhur, Pemilik blog ini demikian juga Komentator2 yang Handal dalam bidangnya…yang membuat hati ini bisa terbuka…terbuka terhadap perbedaan, terbuka terhadap pengetahuan dan pengalaman baru, serta terbukanya HIJAB diri ini dari keEGOan.
      dan yang lebih penting disini kita bisa saling Silaturahim meski tanpa keahadiran Zahir. Serta SALING ASAH ASIH ASUH dalam INDAHNYA PERBEDAAN menuju pemahaman dan pencapaian SPIRITUALIS SEJATI yang Mendapat RidhoNYA

      Salam Asah Asih Asuh
      Salam Sihkatresnan
      Rahayu
      Wassalam

    • Sudibya R.Putra said,

      kepala elo kali yg keriting,so maksudnya lurus2 aja,jadi keliatan muter2 kaga karuwan…..otak elo kali yg rumit,jadi ngeliat apapun juga jadi rumit berbelit-belit,sebab apa yg dilihat kegantung siapa yg melihat!.

    • Sujiatmoko said,

      @ sang Alit,
      Pusing ya mas …. Sama dong ….
      Saya juga masih pusing…. Kebanyakan muter-muter spt mas Sabda kali ya ….

      Salam Sejati
      Sujiatmoko

  10. lor Muria said,

    Salam Sayang untuk KI Sabda Langit yang baik hati
    Salam Sejati dalam Berkah dan RahmatNYA

  11. akoesbandono said,

    nderek ngangsu kaweruh mas sabda lan poro sedherek,

    di dalam ajaran Islam ada rukun iman dan rukun islam (yang karena keterbatasan saya…saat ini saya sedang berusaha untuk terus belajar dan memahaminya)..apakah benar nilai akhir dari rukun iman dan rukun islam itu adalah keikhlasan…bahwa Tuhan telah melimpahkan seluruh yang bisa kita nikmati (mungkin sebanyak helai rambut di kepala kita..yang tak terhitung jumlahnya..) dan bisa kita manfaatkan..tanpa memiliki pamrih kepada kita…dengan kata lain “karepmu meh nglakoni opo ae…aku ora jaluk lan butuh”…BAHWA BILA KITA (MAU) MELIHAT SEGALA SESUATU DARI KEIKHLASAN MAKA KITA BISA “MELIHAT” TUHAN ??…maaf bila saya belum bisa menjabarkannya lebih luas

    mekaten, jembar pangaksaminipun lan matur nuwun

  12. Nur92 said,

    …DIA berkata…

    …..Sadarilah hambaku…..
    Matamu adalah milikKU
    AKUlah yang melihat
    Telingamu milikKU
    AKUlah yang mendengar
    Tanganmu milikKU
    AKUlah yang memukul
    Kakimu milikKU
    AKUlah yang berjalan
    Badanmu, kepalamu, pikiranmu, rasamu, kehendakmu, Suaramu
    Gerak Diammu
    …Semuanya milikKU…
    …Adakah yang tersisa untukmu?!?!?!…
    …Tidak ada, hambaKU…..
    …..AKUlah segala sesuatumu …..

    …,wa maa romaita idz romaita walakinnallooha romaa,…(Al Anfaal 17)

    …wahai semua hambaKU…

    upilmu adalah dirimu yang terbelenggu keinginan jasad, wadagmu

    …kapan akan kau bersihkan hidungmu,agar nafasmu tiada tersumbat?!?!?!…

    • lor Muria said,

      Subhanallah..
      Hamba adalah Cermin dari Tuhannya
      Hamba adalah Bayangan dari Tuhannya

  13. Nur92 said,

    Anakku

    Pecahkan cermin itu

    siapa yang tertinggal ?

    Jangan kau jawab

    bila kau jawab berarti cermin belum kau pecahkan

    • lor Muria said,

      Bapakku
      Kalau bayangan?
      apa yang kuperbuat?
      ???
      ya.
      ???

    • lor Muria said,

      Hanya mengikuti yang Punya bayangan

  14. Nur92 said,

    Anakku

    engkau adalah buih lautan

    bila buih pecah engkaulah LAUT itu sendiri

    Mandilah dilaut engkau akan rasakan dahsyatNYA

    Tenggelamkan seluruh tubuhmu kedalamNYA

    Dengarkan

    “INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROJI’UUN”

    “LAA ILAAHA ILLALLOOH MUHAMMADDURROSUULULLOOH”

    LENYAPKAN SEMUA YANG KAU ANGGAP ILMU

    bayangan sama dengan buih

    Adalah dirimu

    sifat kemanusiaanmu

    Pahami dengan seluruh wujudmu anakku

    TETAPLAH DENGAN KEYAKINAN INI

    KESELAMATAN AKAN MENGIKUTIMU

    HATI2 DENGAN ILMU YANG BUKAN BERASAL DARI DIA

    BELAJARLAH DENGAN BUIH YANG MENJADI LAUTAN

    HUWALLOOHU AKBAR

  15. lor MURIA said,

    Ketika aku mandi tenggelam dalam lautan
    bersetubuh dengan lautan
    kurasakan nikmatnya luarBiasaaaaaaaaaa
    seperti pengantin baru yang baru pertama kali bersetubuh
    Pagi siang malam,tiap detik,tiap waktu,tanpa ada sisa waktu terlewati.
    didepan dibelakang diatas dibawah, yang ketemui hanya lautan yang menyetubuhiku.
    sampai waktu yang tak berwaktu.
    sampai aku tahu lautan itu sebenarnya tidak ada
    yang ada hanyalah keKOSONGan,SUWUNG.wahana AHADIAH tidak ada apa2.
    dan ternyata DIA itu ada dibalik yang tiada,dan yang ada

  16. Nur92 said,

    betul anakku

    benar katamu

    sekarang untuk yang terakhir

    qulhuwalloohu ahad

    kun fayakun abadaa

    maa syaa allooh

    keKOSONGan,SUWUNG adalah rasamu sendiri

    bukan DIA

    DIA adalah kekuatan alam semesta

    …Anakku…

    semua ilmu pengetahuan adalah kebodohan abadi

    disini kita hanya gendu gendu rasa

    bila ada yang marah atau tersenyum itulah mereka

    bila ada yang tahu atau bingung itulah mereka

    ha ha ha ha ha

    5 x 5 = 5

    inilah ilmu kebodohan

  17. lor Muria said,

    Subhanallah..
    Zat yang meliputi segala sesuatu
    Ilmu dan KekuasaanNYA ada dalam Setiap sesuatu
    Yang AHAD Qodrat dan IradatNYA diatas segala sesuatu
    Yang AHAD dalam kekekalanNYA

    Al-Hamdulillah…
    Yang ada pada DIRI hanyalah Hamba yang bisa Rahmatanlil’alamin
    bukan sekedar Muslim….entah menyandang ASMA yang mana dari ASMA-NYA.

  18. Nur92 said,

    Rahmatanlil’alamin hanya untuk Nabimu anakku

    Auliya adalah Rahmatan fil’aalamiin

    …………………………………………………………………………………………..

    manjing ingsun ingatase sakabehane anane ingsun
    fii laa ilaaha illallooh, bilaa ilaaha illallooh
    Muhammadurrosuulullooh
    …………………………………………………………………………………………..

  19. Nur92 said,

    Sholalloohu ‘alaihi wasallam

    Sholalloohu ‘alaihi wasallam

    Sholalloohu ‘alaihi wasallam

    Sholalloohu ‘alaihi wasallam

    Sholalloohu ‘alaihi wasallam

    • Ngabehi said,

      @nur92
      kapan dilanjutin, kok tau tau ngilang bang.Dihubungi di ym tak pernah on line.
      salam

  20. lor MURIA said,

    Fanaafillah Baqo’billah
    Bilhakikati Nurmuhammadi finafsihi wafikulli maujudi,
    maka tak ada sebutan yang lebih pantas untuk insan yang mencapai itu selain (…….)
    .
    Innanii anaAllahu laailaaha illa-anaa fa’budnii waaqimishsholata lidzikri..
    Allahu Akbar
    Allahu Akbar
    Allahu Akbar
    Allahumma Sholli wasallim wabarik ‘alaa Muhammad.

    • lor MURIA said,

      Wailaa Auliya,’Arifin,sahabat,syuhada,Sholihin,walmu’minin……rodhiyallahuanhum bilhaqqi wannuri wassirri Al-Fatihah

    • Sujiatmoko said,

      ini acara tahlil ya, mas Sabda …?
      Kok ndak ada artinya …. malah bikin bingung ….
      mungkin lebih enak kalau pakai TOA ya ….
      Jadi bisa didengar oleh orang seberang kampung ….

      Salam Sejati
      Sujiatmoko

    • lor Muria said,

      :) :) :)

  21. Herry Saptono said,

    Susah juga ya, kalau Tuhan itu satu, terus Tuhan bagi Agama dan Keyakinan lainnya yang mana dong… tapi kalau masing-masing agama punya Tuhan yang berbeda … trus Tuhan agama apa yang paling Esa ? Itulah susahnya jika mengenal Tuhan dengan alam PIKIR. Apalagi jika kemudian didiskusikan … whe la dalah, tambah bingung … wong yang namanya definisi itu pasti tidak klop dengan azalinya. Jadi, menurut aku, jika sudah memakai panca-indra untuk diskusi tentang Tuhan, ya pasti mrusut gak ketemu…

  22. yudhis said,

    sesungguhnya tuhan itu tiada yang ada allah sering kami menyebutnya tuhan yang maha esa sang hyang maha widi dimana setiap shaf langit ada lebel allah jumlah shaf tujuh berarti ada tujuh nama allah apakah berarti allah ada tujuh sesuai dengan jumlah shaf padahal setiap shaf ada lebel allah atau nama allah berarti hanya satu kata yang kami temukan yaitu allah

  23. igung said,

    Dalam kitab2 leluhur ada disebutkan : “Ekam Sat viprah bahuda vadanti” Artinya : Hanya satu Dia, orang bijaksana menyebutNya dengan banyak nama.
    Tuhan tidak pernah mengklaim nama atau apa pun yang paling benar buat diriNya. Tidak perlu pembelaan manusia….. Lha, wong Maha Segalanya kok berani2nya manusia menawarkan bantuan…?

  24. bocah Ingusan said,

    ada 2 orang ngobrol dipinggir kolam ttg manfaat air bg kehidupan.diantaranya air uselesss untuk menghilangkan dahaga, menyuburkan tanaman dll…(anda pasti bs nyebutin salah satunya kan?)
    pembicaraan td didengar oleh anak ikan yg kmdn penasaran dng wujud air (rupanya selama ini dia belum pernah “MELIHAT” air.
    singkat cerita…tanyalah ia kepada ibunya,”Bu manasih yang namanya air itu?…jangankan kamu nak, ibu saja yg sudah hidup bertahun2 dikolam ini sampai sekarang blum pernah “MELIHAT” yg namanya air…barangkali kalo kita seperti manusia hidup diluar kolam kita bisa jalan2 untuk ngangsu kawruh nyari tahu manasih wajah air itu!..

  25. tukang ngarit said,

    Saya barusan menemukan blog hebat ini….

    Blog ini bagus banget, sayang sekali utk dilewatkan. Sayang sekali saya jarang online di depan komputer. Oleh karenanya saya akan sangat senang sekali bila mas sabdalangit dapat membukukan semua materi dari blog ini dalam bentuk e-book yang bisa di download dan dibaca offline. sehingga saya tak perlu bolak balik ke warnet utk membaca semua isi blog ini.

    Bagaimana mas sabda… apa bisa ditindaklanjuti usulan saya ini…??
    trimakasih sebelumnya….

  26. ari said,

    Mas gimana kalau isi semua blognya dibukukan saja.

  27. Detra said,

    Menurut pemahaman saya, Tuhan terdiri dari banyak manifestasi mulai dari awal sampai kini diciptakannya alam semesta. Intinya saat ini Tuhan sedang menggiring atma2 yang tidak murni untuk kembali padaNya. Keseluruhan ceritanya sangat unik, mulai sejarah ciptakannya dewa, setan, alam material, sorga, neraka, dsbgnya sampai bagaimana langkah2 Tuhan menggiring manusia dengan turun sendiri maupun mengirim utusanNya. Jika bapak Sabdalangit berkenan, silahkan baca kitab Srimad Bagavatam dan Bhagavad Githa, disana diceritakan secara panjang lebar tentang filosophi Tuhan (konsep Panca Sradha), sangat lengkap dan dijamin dapat dipetik initisari kehidupan.

  28. Krisna said,

    OSA,

    Tuhan itu maha kekal/abadi, tiada berawal dan tiada berakhir (Anadi dan Ananta), maha sempurna, tiada tercipta namun menciptakan diri sendiri (Swayambhu), selalu ada dimana-mana, tidak terpengaruhi dan tidak berubah (Wyapi wyapaka nirwikara), tidak berbentuk (nirupam), tidak bertangan dan berkaki (nirkaram nirpadam), tidak berpanca indra (nir indriyam). Ia yang maha kuasa, pencipta (Utpati), pemelihara (Sthiti) dan pelebur (Pralina) segala yang ada di alam semesta.

    Ada tiga (3) cara untuk mengetahui keberadaan Hyang Widhi /TYME yang disebut dengan Tri Pramana.

    1. Pratyaksa Pramana, cara mengetahui segala sesuatu secara langsung melalui panca indra, penglihatan, penciuman, pendengaran, serta rabaan. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah suci bersih lahir bathin (Brahma Widya), yang mungkin dapat mengetahui, mengalami langsung wujud Hyang Widhi.
    2. Anumana Pramana, merupakan cara mengetahui sesuatu dengan logika berdasarkan tanda-tanda atau gejala-gejala yang dialami dan diamati, lazimnya disebut juga dengan sebab akibat. Keanehan-keanehan dan gejala-gejala alam secara logika diamati, dicari sebab akibat sehingga akhirnya akan menemukan semuanya bersumber dari keberadaan Hyang Widhi.
    3. Agama Pramana, disebut juga Sabda Pramana yaitu mengetahui sesuatu dari mendengarkan ucapan, cerita-cerita, pengalaman dari orang yang dipercaya kejujuran, kesucian dan keluhuran pribadinya. Hal ini seperti yang diceritakan oleh Avatar, Nabi, Maha Rsi, para guru suci kepada kita tentang keberadaan Hyang Widhi.

    OSSSO…

Post a Comment